Teori Ekonomi yang Terbukti Berguna untuk Mengelola Perusahaan

Ekonomi Mikro

Boediono

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku “Ekonomi Mikro” karangan Boediono.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

EKONOMI MIKRO
EDISI KEDUA

oleh:
Boediono
ISBN: 979-503-019-1
SERI SINOPSIS
PENGANTAR ILMU EKONOMI NO.1

EKONOMI MIKRO
Edisi Kedua
Cetakan Pertama, 1982
Cetakan Kesembilan Belas, Juni 1997
Cetakan Kedua Puluh, Agustus 1998
Cetakan Kedua Puluh Satu, September 1999
Cetakan Kedua Puluh Dua, Desember 2000
Cetakan Kedua Puluh Tiga, Mei 2002
Oleh:
Boediono
Dicetak & Diterbitkan oleh:
BPFE-YOGYAKARTA
Yogyakarta
Anggota IKAPI
No. 003

(hlm. v)
KATA PENGANTAR EDISI PERTAMA
Kuliah pada tingkat universitas, menurut hemat penulis, memang seharusnya hanya menunjukkan “benang emas” yang merangkaikan konsep-konsep dan dalil-dalil dasar dari bidang ilmu yang diajarkan, secara singkat, gamblang, dan menyeluruh, bukan membahas secara detail setiap konsep dan dalil.

(hlm. xi)
“Somebody said,” Alice whispered, “that it’s done by everybody minding their own business!”

(hlm. 1)
BAB I
KERANGKA DASAR SUATU PEREKONOMIAN
MACAM KEGIATAN EKONOMI
a. Kegiatan produksi
b. Kegiatan konsumsi
c. Kegiatan pertukaran

Dalam masyarakat primitif, di mana setiap keluarga menghasilkan makanan, membuat pakaian sendiri, dan memenuhi segala kebutuhannya dengan upaya sendiri (sering disebut sebagai masyarakat subsisten), hanya ada dua kegiatan ekonomi pokok, yaitu berproduksi dan berkonsumsi. Apa yang diproduksi dikonsumsi sendiri.

(hlm. 2)
PENGGERAK KEGIATAN EKONOMI
Faktor penggerak yang sangat dasar bagi adanya aktivitas ekonomi adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah tujuan dan sekaligus motivasi dari kegiatan produksi, konsumsi, dan tukar-menukar.

(hlm. 3)
Manusia tidak dilihat dari sudut moral, tetapi dilihat sebagai manusia apa adanya, yang biasanya selalu menginginkan kehidupan material yang lebih baik. Kebanyakan ahli ekonomi memandang konsep “kepuasan yang tak terbatas” ini sebagai suatu “anggapan kerja” (working hypothesis), bukan sebagai konsepsi manusia yang utuh.

UNSUR KEGIATAN PRODUKSI
(hlm. 4)
Dalam sistem kapitalis, mereka yang terlibat dalam produksi adalah siapa saja yang mau dan mampu berusaha (mengorganisir proses produksi).

(hlm. 7)
BAB II
POKOK-POKOK PERMASALAHAN DALAM SETIAP PEREKONOMIAN DAN PERANAN MEKANISME HARGA
TIGA MASALAH POKOK
Setiap masyarakat menghadapi dan harus memecahkan tiga permasalahan ekonomi pokok:
a. APA yang harus diproduksi.
b. BAGAIMANA sumber-sumber ekonomi (faktor-faktor produksi) yang tersedia harus digunakan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
c. UNTUK SIAPA barang-barang tersebut diproduksi; atau bagaimana barang-barang tersebut dibagikan di antara warga masyarakat.

(hlm. 8)
Masyarakat memecahkan ketiga permasalahan ekonomi pokok tersebut dengan berbagai cara: kebiasaan dan tradisi, insting, komando (atau paksaan), dan bagi masyarakat modern, terutama dipecahkan dengan mengandalkan mekanisme harga di pasar.

MEKANISME HARGA
Mekanisme harga adalah proses yang berjalan atas dasar gaya tarik-menarik antara konsumen dan produsen yang bertemu di pasar.
a. Jadi, pergerakan harga-harga barang menentukan apa dan berapa setiap barang akan tersedia (diproduksi) di dalam masyarakat (masalah WHAT).
(hlm. 9)
b. Pergerakan harga faktor produksi menentukan kombinasi yang digunakan produsen dalam proses produksinya.
(hlm. 10)
c. Mekanisme harga memecahkan masalah FOR WHOM.
(hlm. 12)
Yang perlu ditekankan dan diingat di sini adalah bahwa mekanisme harga dapat memecahkan semua itu secara otomatis. Salah satu keuntungan utama dari mekanisme pasar adalah bahwa mekanisme ini dapat memecahkan ketiga masalah ekonomi pokok yang dihadapi masyarakat dengan biaya yang sangat murah. Masyarakat tidak perlu menggaji birokrat-birokrat untuk menghitung dan merencanakan berapa masing-masing barang yang harus diproduksi, bagaimana, dan untuk siapa.

(hlm. 13)
MASALAH POKOK KEEMPAT
Tingkat bunga menentukan berapa besar konsumsi dan berapa besar investasi. Karena besarnya investasi menentukan kenaikan produktivitas, dan kenaikan produktivitas menentukan kenaikan produksi (atau pertumbuhan hasil produksi masyarakat), maka tingkat bunga menentukan pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut. Mekanisme harga memecahkan masalah ekonomi pokok keempat, yaitu berapa cepat perekonomian akan tumbuh atau masalah HOW FAST.

(hlm. 14)
MEKANISME HARGA DAN PERENCANAAN
Mekanisme harga tidak memecahkan masalah ekonomi dengan baik dalam hal:
a. Distribusi pendapatan
b. Ketidaksempurnaan pasar
c. Barang-barang kolektif
d. Eksternalitas
e. Pengelolaan perekonomian secara makro

(hlm. 17)
BAB III
PERILAKU KONSUMEN DAN PERMINTAAN PASAR
DUA PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN
Ada dua pendekatan untuk menerangkan mengapa konsumen berperilaku seperti yang dinyatakan oleh Hukum Permintaan:
(hlm. 18)
a. Pendekatan marginal utility, yang bertitik tolak pada anggapan bahwa keputusan (atau utility) setiap konsumen bisa diukur dengan uang atau dengan satuan lain (utility yang bersifat “cardinal”) seperti kita mengukur volume air, panjang jalan, atau berat sekarung beras.
b. Pendekatan indifference curve, yang tidak memerlukan adanya anggapan bahwa kepuasan konsumen bisa diukur; anggapan yang diperlukan adalah bahwa tingkat kepuasan konsumen bisa dikatakan lebih tinggi atau lebih rendah tanpa mengatakan berapa lebih tinggi atau lebih rendah (utility yang bersifat “ordinal”).

PENDEKATAN MARGINAL UTILITY
Jika harga barang X naik dari Opx menjadi Opx, maka untuk mencapai posisi kepuasan total yang maksimum (sering disebut posisi keseimbangan konsumen), konsumen akan memilih tingkat konsumsi (pembelian) sebesar OX4 (yang lebih kecil dari OX3). Jadi, perilaku konsumen yang dinyatakan oleh Hukum Permintaan terbukti.
Perhatikan bahwa dengan pendekatan marginal utility ini, kurva Marginal Utility (yang diukur dengan uang) tidak lain adalah kurva permintaan konsumen, karena menunjukkan tingkat pembelian (atau jumlah yang diminta) pada berbagai tingkat harga.

(hlm. 21)
Ini disebut syarat keseimbangan konsumen dengan constraint (yaitu dengan pembatasan jumlah uang yang dimiliki).

PENDEKATAN INDIFFERENCE CURVE
(hlm. 23)
Dengan adanya penurunan harga barang X, maka jumlah barang X yang diminta naik dari OX1 menjadi OX3. Perilaku konsumen menurut Hukum Permintaan terbukti.
Keunggulan pendekatan indifference curve dibandingkan dengan pendekatan marginal utility adalah:
a. Tidak diperlukan anggapan bahwa utility konsumen bersifat cardinal.
b. Efek perubahan harga terhadap jumlah yang diminta bisa dipecah lebih lanjut menjadi dua, yaitu efek substitusi (substitution effect) dan efek pendapatan (income effect).

(hlm. 24)
Keunggulan lain dari pendekatan indifference curve adalah bisa ditunjukkan beberapa faktor lain yang sangat penting yang mempengaruhi permintaan konsumen terhadap suatu barang:
a. Penghasilan atau income riil konsumen.
b. Perubahan harga barang lain.
c. Selera konsumen.

(hlm. 26)
KASUS PERKECUALIAN
a. Kasus Giffen
Kasus ini terjadi bila income effect (yang negatif) bagi barang-barang inferior sangat besar sehingga substitution effect (yang selalu positif) tidak bisa menutup income effect yang negatif tersebut. Akhirnya, penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen. Barang “Giffen” adalah barang inferior.

(hlm. 27)
b. Kasus Spekulasi
Jika konsumen berharap bahwa harga barang besok pagi akan naik lagi, maka kenaikan harga tersebut hari ini justru bisa diikuti oleh kenaikan permintaan akan barang tersebut hari ini.

(hlm. 28)
c. Kasus Barang-Barang Prestise
Untuk beberapa barang tertentu, misalnya permata bekas milik orang kenamaan, kenaikan harga bisa diikuti dengan kenaikan permintaan.

SURPLUS KONSUMEN
Surplus konsumen menunjukkan keuntungan neto (dalam bentuk kepuasan) yang diperoleh konsumen karena pertukaran bebas dan spesialisasi dalam produksi memungkinkan konsumen membayar barang-barang dengan harga yang lebih rendah daripada nilai barang tersebut bagi mereka (yaitu “kepuasan” yang diperoleh).

(hlm. 36)
PERKEMBANGAN BARU DALAM TEORI KONSUMEN
Revealed Preference
(hlm. 37)
Teori revealed preference atau teori “pilihan yang diungkapkan” pada pokoknya menunjukkan bahwa dalil-dalil pokok dalam teori konsumen bisa diterangkan atas dasar “pilihan yang diungkapkan” (revealed preference) konsumen dalam memilih berbagai macam barang yang dihadapinya. Asalkan konsumen konsisten dalam preferensinya terhadap barang satu dibanding barang lain, maka dalil-dalil pokok teori konsumen bisa diterangkan tanpa harus menggunakan konsep “utility” yang sulit diamati tersebut.

Karakteristik Barang
Unsur-unsur ini disebut karakteristik dari barang. Jadi, “barang” yang berupa sepiring nasi mengandung di dalamnya karakteristik berupa sekian gram protein, sekian gram karbohidrat, dan sebagainya.
Karakteristik-karakteristik inilah yang memuaskan konsumen, bukan sepiring nasi atau sebuah pakaian tadi.

(hlm. 41)
a. Dengan melihat “karakteristik” barang dan bukan “ujud” barang, kita bisa lebih mudah mengerti mengapa, misalnya, nasi dan roti adalah barang substitusi dekat, sedangkan nasi dan sepatu tidak (nasi dan roti mempunyai karakteristik yang serupa, sedangkan nasi dan sepatu tidak).
b. Barang-barang yang beraneka ragam corak dan ujudnya sering bisa dipandang sebagai barang yang mempunyai karakteristik yang sama tetapi dengan kadar kandungan yang berbeda.
c. Konsumsi itu sendiri mirip dengan suatu proses produksi (di dalam rumah tangga).

(hlm. 43)
BAB IV
MEKANISME HARGA DI PASAR
(hlm. 46 & 48)
PERGESERAN PERMINTAAN DAN PENAWARAN
a. Constant Cost Supply
b. Kurva Penawaran yang Inelastis Sempurna
(hlm. 49)
c. Backward Bending Supply
(hlm. 50)
d. Decreasing Cost Supply

(hlm. 55)
Mengapa? Sebab tidak terjadi pertemuan antara kurva permintaan dan kurva penawaran.
Dalam gambar di atas, kurva D tidak berpotongan dengan kurva S, karena jumlah yang dibutuhkan (Q1) masih lebih kecil daripada jumlah yang secara bebas tersedia di dalam pasar (Q2).

(hlm. 56)
Ambil sebagai contoh tempat tidur yang terbuat dari emas.

(hlm. 57)
Penawaran Titik (Point Supply)
Ada kalanya suatu barang ditawarkan dengan harga tertentu (harga pasti) dan dalam jumlah yang tertentu pula. Contoh untuk ini adalah jumlah tempat duduk kereta api: jumlah tiket yang dijual tertentu dan harganya pun tertentu. Secara grafik, penawaran semacam ini bisa digambarkan sebagai satu titik saja.

(hlm. 58)
Sarang Laba-Laba (Cobweb)
Salah satu penerapan analisis supply-demand adalah untuk menjelaskan mengapa harga beberapa barang pertanian dan peternakan menunjukkan fluktuasi tertentu dari musim ke musim. Salah satu penyebab fluktuasi tersebut adalah adanya reaksi yang “terlambat” dari pihak produsen terhadap harga.

(hlm. 59)
Selanjutnya, atas dasar harga yang berlaku ini produsen merencanakan produksinya untuk musim kedua (harga P1 dianggap oleh produsen akan tetap berlaku pada musim kedua).
Kemungkinan lain adalah cobweb yang menghasilkan fluktuasi harga dengan amplitude konstan seperti terlihat dalam gambar IV.15 (a) dan (b). Dalam hal ini, suatu tingkat harga keseimbangan yang stabil tidak akan pernah dicapai.

(hlm. 63)
BAB V
PERILAKU PRODUSEN
(hlm. 64)
FUNGSI PRODUKSI
Yaitu fungsi produksi di mana semua produsen dianggap tunduk pada suatu hukum yang disebut: The Law of Diminishing Returns.

(hlm. 80)
Least Cost Combination hanya menunjukkan bahwa produsen telah mencapai posisi ongkos minimum (untuk suatu tingkat output tertentu). Tetapi keuntungan hanya akan mencapai maksimum bila tingkat output telah dipilih sedemikian rupa hingga MPP/P untuk semua input sama dengan 1/PQ.

(hlm. 87)
BAB VI
ONGKOS DAN PENERIMAAN
(hlm. 100)
KEUNTUNGAN MAKSIMUM
Produsen dianggap akan selalu memilih tingkat output (Q) di mana ia bisa memperoleh keuntungan total yang maksimum. Bila ia telah mencapai posisi ini, dikatakan ia telah berada pada posisi keseimbangan.

(hlm. 101)
4 * 120 * 480 250 62,5 +230 * 20 50 MR = MC

(hlm. 103)
a. Keuntungan total (TR-TC) yang maksimum adalah di mana jarak vertikal antara kurva TR dan kurva TC adalah paling lebar. Posisi ini adalah di mana “slope” dari garis singgung TR sama dengan “slope” dari garis singgung TC.

(hlm. 104)
7 100 * 700 460 240 * 65,7 100 110

BAB VII
PERSAINGAN SEMPURNA
(hlm. 121-122)
PERSAINGAN SEMPURNA DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Arti penting dari ini semua adalah bahwa bila pasar kita bebaskan dari campur tangan (pasar yang bebas), maka harga akan ditentukan oleh kekuatan tarik-menarik antara permintaan pasar dan penawaran pasar.

(hlm. 123)
Dalam pasar persaingan sempurna, konflik antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat tidak ada!

(hlm. 125)
BAB VIII
MONOPOLI
ARTI MONOPOLI
(hlm. 126)
a. Pengusahaan bahan mentah strategis
b. Hak paten
c. Terbatasnya pasar
d. Pemberian hak monopoli oleh pemerintah

(hlm. 135)
“Sejarah menunjukkan,” kata ahli ekonomi Joseph Schumpeter, “bahwa justru industri-industri yang bersifat monopolistis yang ternyata menunjukkan suatu dinamika untuk berkembang lebih besar.” Sebabnya adalah, bagi industri-industri monopolistis yang besar, keuntungan monopoli mereka bisa digunakan untuk tujuan-tujuan penelitian dan pengembangan yang kemudian diikuti dengan inovasi-inovasi dalam teknologi.

(hlm. 136)
Kata Samuelson: “Seandainya baja bisa diproduksi dengan skala sekecil untuk memproduksi beras, maka dengan sendirinya akan timbul ribuan produsen baja di dalam suatu negara.”

(hlm. 137)
BAB IX
OLIGOPOLI DAN PERSAINGAN MONOPOLISTIS
ARTI OLIGOPOLI
Oligopoli adalah keadaan di mana hanya ada beberapa (misalnya antara 2-10) perusahaan yang menguasai pasar baik secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama. Oligopoli bisa dibedakan antara oligopoli dengan diferensiasi produk (setiap perusahaan dengan merek-merek khusus tersendiri, misalnya industri kosmetik, industri mobil di Indonesia) dan oligopoli tanpa diferensiasi produk (misalnya industri seng, industri pipa besi, dan sebagainya).

(hlm. 151)
BAB X
PERMINTAAN AKAN INPUT
(hlm. 160)
Bagaimanakah seandainya si produsen adalah penjual tunggal (monopoli) di pasar outputnya dan pembeli tunggal (monopsoni) di pasar inputnya?

(hlm. 169)
BAB XI
MEKANISME HARGA DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN: MASALAH “FOR WHOM”
(hlm. 170-171)
SUMBER PENDAPATAN
a. Tanah (termasuk di dalamnya kekayaan-kekayaan yang terkandung dalam tanah, mineral, air, dan sebagainya) mempunyai penawaran yang dianggap tidak akan bertambah lagi. (Kata Mark Twain: “Tanamkanlah uangmu pada tanah, karena Tuhan telah berhenti menciptakan tanah.”) Sedangkan permintaan (demand) akan tanah biasanya meningkat dari waktu ke waktu karena:
a. Naiknya harga barang-barang pertanian,
b. Naiknya harga barang-barang lainnya (mineral, barang-barang industri yang menggunakan bahan-bahan mentah dari tanah),
c. Bertambahnya penduduk (yang membutuhkan tempat tinggal).
Dengan demikian, harga tanah akan meningkat dengan cepat dari waktu ke waktu.

(hlm. 173)
b. Modal
Dimana permintaan akan tenaga kerja tidak tumbuh secepat penawaran tenaga kerja (atau pertumbuhan penduduk) maka ada kecenderungan bagi upah (harga faktor produksi tenaga kerja) untuk semakin menurun.

(hlm. 174)
Pada umumnya, untuk negara-negara sedang berkembang, penawaran atau tersedianya orang-orang yang berjiwa “enterpreuner” masih sangat kecil. Inilah sebabnya penghasilan untuk pengusaha-pengusaha yang sukses juga cukup besar di negara-negara tersebut.

(hlm. 177)
a. Pajak progresif atas kekayaan atau penghasilan
b. Penyediaan kebutuhan-kebutuhan hidup dasar
c. Penyediaan jasa-jasa yang berguna untuk umum oleh negara
d. Memperkecil pengangguran
e. Pendidikan yang murah dan merata
f. Berbagai kebijakan yang menghilangkan hambatan-hambatan bagi mobilitas.

(hlm. 179)
BAB XII
KOPERASI DALAM TEORI EKONOMI MIKRO: KASUS KOPERASI PRODUSEN
(hlm. 180)
KOPERASI SEBAGAI SUATU BENTUK KERJA SAMA PASAR
Koperasi di sini dilihat sebagai suatu bentuk kerja sama sukarela antara produsen yang bersifat “longgar”.

(hlm. 186)
KOPERASI DALAM PERSAINGAN SEMPURNA
a. Keanggotaan koperasi mencakup semua penjual. Dalam hal ini, yang terbentuk adalah suatu kartel yang bertindak sebagai suatu perusahaan monopoli.

(hlm. 189)
Kesimpulan umum yang bisa ditarik dari pembahasan di atas adalah bahwa dalam pasar persaingan sempurna koperasi bisa timbul, tetapi kelangsungan hidupnya sulit untuk dipertahankan dalam jangka panjang, kecuali dilandaskan pada pengaturan yang ketat terhadap pelaksanaan sistem kuota di dalam koperasi itu sendiri dan pelarangan masuknya produsen-produsen baru ke dalam bidang usaha ini.

(hlm. 194)
Jadi jelas bahwa dalam kasus monopsoni ada motivasi yang kuat bagi para penjual untuk bergabung dalam koperasi.

(hlm. 201)
PENUTUP
a. Dalam bentuk pasar persaingan sempurna, koperasi masih mungkin timbul, tetapi kelangsungan hidupnya diragukan, kecuali apabila ditopang dengan peraturan pemerintah yang membatasi produsen-produsen baru atau dengan pemberian fasilitas-fasilitas khusus kepada koperasi yang tidak “viable” (dan mungkin pula kurang diperlukan) di dalam sektor yang memang mendekati bentuk pasar persaingan sempurna.
b. Berbeda dengan di atas, koperasi mempunyai kemungkinan hidup yang lebih luas di dalam lingkungan pasar yang “tidak sempurna” (monopsonistis).
c. Economies of scale, external economies, dan manfaat-manfaat nonekonomi (misalnya pendidikan). Tetapi ini berarti bahwa koperasi harus bisa beroperasi secara lebih efisien daripada para produsen secara individu.

 

 

Ilmu Mikroekonomi

Paul Samuelson

ILMU MIKROEKONOMI, EDISI 17

oleh Paul Samuelson

(hlm. 1)

Bagian Satu

Konsep Dasar

(hlm. 3)

BAB 1

Dasar-dasar Ilmu Ekonomi

A. PENDAHULUAN

Untuk Siapakah Ilmu Ekonomi itu Sebenarnya?

Sepanjang hidup—dari lahir sampai mati dan sesudahnya—Anda akan menghadapi kenyataan kejamnya ilmu ekonomi.

Memilih pekerjaan dalam hidup Anda adalah keputusan ekonomi terpenting yang akan Anda buat.

(hlm. 4)

KELANGKAAN DAN EFISIENSI:

TOPIK KEMBAR DALAM ILMU EKONOMI

Ilmu Ekonomi adalah kajian bagaimana masyarakat menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi komoditi-komoditi berharga dan mendistribusikannya pada masyarakat luas.

Di balik definisi ini ada dua ide pokok dalam ilmu ekonomi: bahwa keberadaan sumber daya itu langka dan masyarakat harus menggunakannya secara efisien.

Namun, belum ada masyarakat yang telah mencapai utopia kemungkinan tanpa batas. Dunia kita adalah dunia kelangkaan yang dipenuhi barang ekonomi.

(hlm. 5)

Karena adanya keinginan yang tak terbatas maka suatu perekonomian perlu memanfaatkan sebaik mungkin sumber daya yang terbatas.

Inti ilmu ekonomi adalah mengakui realitas kelangkaan, lalu memikirkan cara mengorganisir masyarakat dalam suatu cara yang menghasilkan pemanfaatan sumber daya yang paling efisien. Di sinilah ilmu ekonomi memberikan kontribusinya yang unik.

Mikroekonomi dan Makroekonomi

Dalam The Wealth of Nations (1776), Smith mempelajari bagaimana harga suatu komoditi secara individual terbentuk, mengkaji penentuan harga tanah, tenaga kerja dan modal, serta meneliti kelemahan dan kekuatan mekanisme pasar. Yang terpenting, Smith mengidentifikasi sifat-sifat efisiensi pasar yang mengagumkan dan menyaksikan bahwa manfaat ekonomi berasal dari tindakan individual yang bersifat self-interested.

Dalam teori barunya Keynes mengembangkan suatu analisis tentang faktor-faktor penyebab siklus bisnis yang ditAndai dengan pergantian antara tingkat pengangguran yang tinggi dan tingkat inflasi yang tinggi.

(hlm. 6)

Pendekatan teoritis memungkinkan ahli ekonomi membuat generalisasi secara luas, misalnya tentang keuntungan dari perdagangan internasional dan spesialisasi, atau kerugian dari pengenaan tarif dan kuota.

Dengan menggunakan ekonometrika ahli ekonomi dapat menyederhanakan hubungan data yang kompleks menjadi bentuk hubungan yang lebih sederhana.

Di bawah ini adalah beberapa kesalahan pola pikir yang umum dijumpai dalam penalaran ekonomi:

  • Kesalahan pola pikir post hoc. Kesalahan pertama berkaitan dengan pengambilan kesimpulan mengenai penyebab. Kesalahan pola pikir post hoc terjadi ketika kita mengasumsikan bahwa, karena suatu kejadian terjadi sebelum kejadian yang lain, maka kejadian pertama menyebabkan kejadian yang kedua.

Sebagian orang mengamati bahwa masa-masa ekspansi bisnis didahului atau dibarengi dengan kenaikan harga. Dari kedua hal tersebut mereka menyimpulkan bahwa obat yang manjur bagi depresi adalah menaikkan upah dan harga. Ide ini menyebabkan dikeluarkannya sejumlah undang-undang dan peraturan untuk menaikkan upah dan harga dengan cara yang tidak efisien. Apakah tindakan ini dapat memulihkan ekonomi? Hampir pasti tidak.

  • Kegagalan untuk menganggap hal yang lain konstan. Perangkap kedua adalah ketakmampuan untuk melihat hal lain sebagai sesuatu yang konstan ketika berpikir mengenai suatu masalah.

Apa yang salah dengan penalaran ini? Pendapat di atas mengabaikan kenyataan adanya pertumbuhan ekonomi dari tahun 1964 ke tahun 1965. Karena pendapat masyarakat tumbuh selama periode tersebut, pendapatan pemerintah juga naik meskipun tarif pajak diturunkan.

(hlm. 7)

  • Kekeliruan komposisi. Kadang kita berasumsi bahwa apa yang berlaku sebagian sistem berlaku juga untuk seluruh sistem.

Jika berasumsi bahwa apa yang berlaku untuk yang sebagian berlaku juga untuk keseluruhan, maka Anda terjebak pada kekeliruan komposisi.

Berikut ini adalah contoh pernyataan yang akan mengejutkan jika Anda mengabaikan kesalahan dalam komposisi: (1) Jika seorang petani memiliki hasil panen yang berlimpah, dia akan memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Jika semua petani mengalami hal yang sama, pendapatan pertanian akan jatuh. (2) Jika satu orang menerima pendapatan yang lebih tinggi, keadaanya akan menjadi lebih baik; tetapi jika semua orang mendapatkan hal yang sama maka keadaan masyarakat tersebut akan lebih buruk. (3) Jika tarif yang tinggi dikenakan pada produk suatu industri, produsen industri itu kemungkinan akan memperoleh laba; jika tarif yang tinggi dikenakan pada semua produk, kebanyakan produsen dan konsumen keadaannya akan lebih buruk.

Seringkali perilaku secara terpisah sangat berbeda dari perilaku orang secara individual.

KEPALA YANG DINGIN UNTUK PELAYANAN DENGAN HATI YANG HANGAT

Ilmu ekonomi, selama satu abad terakhir, telah tumbuh dari sebutir biji ek kecil menjadi pohon ek raksasa.

Peningkatan produk domestik bruto (gross domestic product) bukan sekedar permainan angka. Pendapatan yang lebih tinggi berarti makanan yang lezat, rumah yang hangat, dan air yang panas. Ini berarti air minum yang aman dan suntikan kekebalan terhadap wabah kemanusiaan yang abadi.

(hlm. 8)

Walaupun tidak terdapat satu pola tunggal pembangunan ekonomi, sementara evolusi budaya akan berbeda di seluruh dunia, kebebasan dari kelaparan, penyakit dan unsur-unsur lain merupakan cita-cita seluruh umat manusia.

Menentukan rute terbaik bagi perkembangan ekonomi atau distribusi yang adil terhadap output masyarakat memerlukan kepala dingin, kepala yang secara objektif mempertimbangkan biaya dan manfaat dari berbagai pendekatan yang berbeda, berusaha keras sejauh kemampuan manusia untuk mempertahankan analisis yang tidak dicermati oleh khayalan.

Hanya program pemerintah didasarkan tujuan yang mulia, tidak berarti bahwa mereka harus melakukannya dengan sembrono dan tidak efisien.

B. TIGA MASALAH ORGANISASI EKONOMI

Setiap masyarakat manusia—entah negara industri maju, perekonomian dengan perencanaan terpusat, atau suku bangsa terasing—harus menghadapi dan memecahkan tiga masalah ekonomi yang mendasar.

  • Komoditi apa yang diproduksi dan berapa jumlahnya?
  • Bagaimana barang-barang dibuat?

(hlm. 9)

  • Untuk siapa barang dibuat?

EKONOMI PASAR, EKONOMI TERPIMPIN, DAN EKONOMI CAMPURAN

Cara apa sajakah yang dapat digunakan masyarakat untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana dan untuk siapa? Masyarakat yang berbeda-beda diorganisir melalui berbagai sistem ekonomi alternatif, dan ilmu ekonomi mempelajari berbagai mekanisme yang dapat digunakan masyarakat untuk mengalokasikan sumber dayanya yang langka.

(hlm. 10)

Belum pernah terdapat ekonomi pasar 100 persen (walaupun pada abad ke-18 ekonomi Inggris pernah menyerupai ekonomi semacam itu).

C. KEMUNGKINAN TEKNOLOGI MASYARAKAT

INPUT DAN OUTPUT

(hlm. 11)

Istilah lain untuk input adalah faktor produksi. Faktor produksi dapat digolongkan menjadi 3 kelompok besar: lahan, tenaga kerja, dan modal.

  • Lahan—atau, lebih umum, sumber daya alam—adalah anugerah alam bagi proses produksi kita.
  • Tenaga kerja terdiri dari waktu yang digunakan orang dalam produksi—bekerja di pabrik mobil, membajak tanah, mengajar, atau membuat pizza.
  • Sumber daya modal membentuk barang tahan lama (durable goods) dari suatu perekonomian, dihasilkan dengan tujuan untuk memproduksi barang lain.

BATAS KEMUNGKINAN-PRODUKSI

Sebagian negara, seperti Jepang, mengalokasikan hanya 1% dari output nasional mereka untuk kebutuhan militernya. Amerika Serikat menghabiskan 4% untuk pertahanan, sementara ekonomi tertutup seperti Korea Utara menggunakan 20% dari output nasionalnya untuk keperluan militer.

(hlm. 15)

Opportunity Cost

Biaya karena opportunity cost dari suatu keputusan adalah biaya yang timbul karena hilangnya kesempatan untuk memilih alternatif lain.

Sementara biaya dolar (dollar cost) mungkin hanya berjumlah kecil, namun opportunity cost akibat hilangnya nilai keaslian alam akan jauh lebih besar.

(hlm. 16)

Dalam dunia kelangkaan, memilih satu hal berarti mengurangi sesuatu yang lain. Opportunity cost dari suatu keputusan adalah nilai dari barang atau jasa yang hilang.

Efisiensi

Efisiensi produksi terjadi jika suatu perekonomian tidak dapat memproduksi suatu barang tanpa mengurangi produksi barang yang lain; ini mengimplikasikan bahwa perekonomian itu berada pada batas kemungkinan-produksi.

Substitusi adalah suatu hukum kehidupan pada suatu full-employment economy, sedangkan batas kemungkinan-produksi menggambarkan daftar pilihan masyarakat.

Salah satu penurunan yang paling dramatis dalam produksi terjadi pada awal 1990-an, setelah beberapa negara mencampakan sistem perencanaan sosialis mereka dan menganut pasar bebas. Karena kekacauan yang melanda pola organisasi dan produksi, output menurun tajam dan pengangguran melonjak ketika banyak perusahaan merespon pasar yang berubah dan peraturan baru kapitalisme. Tidak ada satu periode pun dalam sejarah masa damai yang menyaksikan terjadinya penurunan output yang berkelanjutan sebagaimana “siklus bisnis riil” perekonomian pascasosialis.

Gagasan para ahli ekonomi dan filsuf politis, saat mereka benar maupun salah, lebih kuat ketimbang yang umum dipahami. Sebenarnya dunia diatur oleh sebagian kecil yang lain. Orang-orang praktis, yang yakin bahwa diri mereka bebas dari pengaruh intelektual mana pun, biasanya merupakan budak dari sejenis ahli ekonomi yang sudah punah. Orang-orang sinting di pemerintahan, yang mendengar suara-suara di udara, menyaring hiruk pikuk dari semacam cakar ayam akademis yang telah berusia beberapa tahun ke belakang. Saya yakin bahwa kekuatan vested interest terlalu dilebih-lebihkan dibanding gangguan terhadap gagasan yang berkembang secara bertahap. Sebenarnya tidak langsung, tetapi setelah selang waktu tertentu; karena di bidang filsafat ekonomi dan politis tidak terlalu banyak yang terpengaruh oleh teori-teori baru setelah usianya mencapai dua puluh lima atau tiga puluh tahun, sehingga gagasan yang diterapkan oleh para pegawai negeri dan politisi dan bahkan agitator kemungkinan bukanlah yang paling mutakhir. Tetapi cepat atau lambat, gagasanlah, bukan vested interest, yang berbahaya baik untuk tujuan baik maupun jahat.

(hlm. 19)

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Ambisi yang paling saya dambakan adalah meningkatkan jumlah lulusan Universitas Cambridge yang memasuki dunia ini dengan kepala dingin namun hati yang hangat, bersedia memberikan sebagian kekuatan terbaik mereka untuk berjuang mengatasi derita sosial di sekitar mereka; bertekad untuk tidak berpuas diri sampai mereka membukakan semua sarana materi untuk kehidupan yang lebih beradab dan mulia.

Tidak ada masyarakat yang sepenuhnya egalitarian dapat membangun atau mempertahankan suatu sistem perekonomian yang efisien dan progresif. Pengalaman universal menunjukkan bahwa sebentuk sistem ganjaran yang berbeda diperlukan untuk menstimulan para pekerja.

Ketika orang bertambah kaya, waktu menjadi sumber daya mereka yang langka.

(hlm. 21)

Lampiran 1

CARA MEMBACA GRAFIK

Slope suatu garis merepresentasikan perubahan satu variabel yang terjadi jika variabel lain berubah. Lebih tepatnya, slope menunjukkan perubahan pada variabel Y pada sumbu vertikal per satu unit perubahan variabel X pada sumbu horisontal.

(hlm. 24)

Tangen Sebagai Slope dari Garis Lengkung

Dengan membuat sebuah garis tangen, kita dapat menghitung slope dari suatu garis lengkung pada titik tertentu. Jadi garis FBMJ adalah tangen untuk kurva ABDE yang halus pada titik B. Slope pada B dihitung sebagai slope dari garis tangen, yaitu sebagai NJIMN.

(hlm. 27)

BAB 2

Pasar dan Pemerintah dalam Perekonomian Modern

Dengan mengejar kepentingannya sendiri seringkali dia memajukan kepentingan masyarakat secara lebih berhasil daripada apabila dia benar-benar bermaksud untuk memajukannya.

Di kebanyakan negara Eropa dan Amerika Utara, abad kesembilan belas menjadi zaman laissez-faire. Doktrin ini, yang diterjemahkan sebagai “biarkan kami sendirian,” berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya melakukan campur tangan sesedikit mungkin dalam urusan ekonomi dan membiarkan keputusan-keputusan ekonomi kepada pasar swasta. Banyak pemerintahan mendukung filosofi ekonomi ini pada pertengahan abad kesembilan belas.

Meskipun demikian, pada akhir abad ini, ekses-ekses yang tak terkendali dari kapitalisme menyebabkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat mundur dari laissez-faire sempurna.

Lantas, sekitar tahun 1980, keadaan kembali berubah, ketika pemerintah-pemerintah konservatif di banyak negara mulai mengurangi pajak dan mengurangi kendali pemerintah atas perekonomian. Yang sangat berpengaruh adalah “revolusi Reagan” di Amerika Serikat, yang mengubah sikap-sikap publik menyangkut pajak dan pemerintah dan membalikkan kecenderungan-kecenderungan dalam belanja pemerintah federal A.S untuk program-program sipil. Bahkan presiden demokrat William Clinton berpendapat bahwa “era pemerintah yang sangat kuat (big government) sudah lewat.”

(hlm. 28)

A. APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN PASAR?

Siapakah yang memecahkan tiga masalah fundametal—apa, bagaimana, dan untuk siapa—dalam sebuah ekonomi pasar. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa bukan individu atau organisasi atau pemerintah yang bertanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah dalam sebuah ekonomi pasar, melainkan berjuta-juta perusahaan dan konsumen yang melakukan transaksi secara sukarela, dengan maksud untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka sendiri, dan tindakan-tindakan mereka secara tidak tampak, dikoordinir oleh suatu sistem harga dan pasar.

Bagaimana mungkin 10 juta dapat tidur nyenyak, tanpa hidup dalam ketakutan mencekam akan macetnya proses ekonomi yang terhadapnya mereka bersandar? Jawaban yang mengherankan ialah bahwa, tanpa menggunakan paksaan atau petunjuk terpusat oleh siapa pun. Kegiatan-kegiatan ekonomi ini dikoordinasikan melalui pasar.

Bukan Kekacauan, melainkan Ketertiban Ekonomi

Sistem ini merupakan suatu alat komunikasi untuk menyatukan pengetahuan dan tindakan-tindakan dari milyaran individu yang berbeda.

(hlm. 30)

Bagaimana Pasar Memecahkan Tiga Masalah Ekonomi

Berikut adalah garis besar dari sebuah keseimbangan pasar:

  1. Barang-barang dan jasa-jasa apa yang akan diproduksi ditentukan oleh keputusan pembelian para konsumen—bukan setiap 2 atau 4 tahun melalui pemungutan suara, melainkan dalam keputusan-keputusan pembelian mereka setiap hari.
  2. Bagaimana barang-barang dihasilkan ditentukan oleh persaingan di antara para produsen yang berbeda. Cara terbaik bagi produsen untuk menghadapi persaingan harga dan memaksimumkan keuntungan ialah mempertahankan biaya pada (tingkat) minimum dengan menerapkan metode-metode produksi yang paling efisien.

(hlm. 31)

  • Untuk siapa barang-barang diproduksi—siapa yang mengkonsumsi dan berapa banyak—tergantung, sebagian besar, pada penawaran dan permintaan dalam pasar-pasar faktor-faktor produksi. Pasar-pasar faktor (yaitu pasar-pasar untuk faktor-faktor produksi) menentukan tingkat upah, sewa tanah, suku bunga, dan keuntungan. Harga-harga seperti itu disebut harga-harga faktor.

Orang-orang dengan pendapatan rendah sering digambarkan sebagai malas, namun kenyataannya ialah bahwa pendapatan rendah umumnya merupakan akibat dari pendidikan rendah, diskriminasi, atau hidup di tempat di mana pekerjaan sedikit dan upah rendah.

Para Raja Tempat Berlangsungnya Pasar

Siapakah yang menguasai sebuah ekonomi pasar? Apakah perusahaan-perusahaan raksasa seperti Microsoft dan AT&T menentukan apa yang harus terjadi? Atau barangkali Kongres dan presiden? Atau orang-orang yang menguasai periklanan dari Madison Avenue? Seluruh entitas ini dapat mempengaruhi kita. Namun faktor-faktor penentu utama dari bentuk perekonomian kita adalah raja kembar selera dan teknologi.

Anda akan merasakan manfaatnya untuk mengingat raja kembar apabila Anda merasa heran mengapa beberapa teknologi gagal di tempat berlangsungnya pasar (marketplace). Dari Stanley Steamer—sebuah mobil yang berjalan karena uap—hingga sigaret tanpa asap Premier, yang tidak mengeluarkan asap namun juga hambar, sejarah penuh dengan produk-produk yang tidak mendapatkan pasar. Apa sebabnya produk-produk yang tidak bermanfaat mati satu demi satu? Apakah ada sebuah lembaga pemerintah yang menetapkan nilai dari produk-produk baru? Tidak perlu ada lembaga semacam itu. Sebaliknya, produk-produk itu punah karena tidak ada permintaan konsumen akan produk-produk tersebut pada harga pasar yang diterima.

(hlm. 32)

Seperti seorang petani yang menggunakan pemikat dan tongkat untuk memaksa seekor keledai berjalan maju, sistem pasar memberikan keuntungan dan kerugian untuk merangsang perusahaan-perusahaan menghasilkan barang-barang yang diinginkan secara efisien.

(hlm. 33)

Tangan yang Tak Kelihatan

Persis sebagaimana revolusi Amerika memproklamirkan kemerdekaan dari tirani. Adam Smith mengajarkan sebuah doktrin revolusioner yang membebaskan perdagangan dan industri dari belenggu aristokrasi feodal.

Kita mengetahui bahwa ada “kegagalan-kegagalan pasar”, bahwa pasar tidak selalu menuntun ke hasil yang paling efisien. Serangkaian kegagalan pasar menyangkut monopoli dan bentuk-bentuk lain dari persaingan yang tidak sempurna. Kegagalan kedua dari “tangan yang tidak kelihatan” muncul apabila ada eksternalitas di luar tempat berlangsungnya pasar—eksternalitas yang positif seperti penemuan-penemuan ilmiah dan eksternalitas yang negatif seperti polusi.

(hlm. 34)

Adam Smith: Bapak Pendiri Ilmu Ekonomi

Untuk maksud apakah semua kerja keras dan kesibukan dunia ini? Apakah tujuan dari keserakahan dan ambisi, dari pengejaran kemakmuran, dari kekuasaan, dan keunggulan?” Demikian tulis Adam Smith (1723-1790) dari Skotlandia, yang sepintas lalu mengamati dunia sosial dari ilmu ekonomi persis seperti yang dilakukan Isaac Newton terhadap dunia fisika dari cakrawala. Smith menjawab pertanyaan-pertanyaannya dalam The Wealth of Nations (1176), di mana dia menjelaskan tatanan alami yang mengatur dirinya sendiri yang dengannya oli kepentingan diri sendiri melumasi mesin ekonomi dengan cara yang menakjubkan. Smith yakin bahwa kerja keras dan kesibukan berpengaruh pada perbaikan nasib pria dan wanita kebanyakan. “Konsumsi adalah tujuan dan maksud satu-satunya dari seluruh produksi.”

Cara kerja seperti ini memungkinkan 10 orang membuat 48.000 peniti dalam sehari, sebaliknya jikalau “semua orang membuatnya sendiri-sendiri, mereka masing masing tidak dapat menghasilkan dua puluh, barangkali hanya satu peniti sehari.”

Smith menulis ratusan halaman yang mencerca kasus-kasus yang tak terbilang dari ketololan dan campur tangan pemerintah. Tengoklah pemimpin serikat sekerja abad ketujuah belas yang tengah berusaha meningkatkan kerajinan tenunnya. Serikat pekerja kota memutuskan, “Jikalau penenun pakaian bermaksud untuk memroses sepotong pakaian sesuai dengan temuannya sendiri, dia harus memperoleh izin dari hakim-hakim kota untuk menggunakan jumlah dan panjangnya benang yang diinginkannya setelah persoalan itu dipertimbangkan oleh empat saudagar tertua dan empat penenun tertua dari serikat pekerja itu.”

B. PERDAGANGAN, UANG, DAN MODAL

Sejak zaman Adam Smith, ekonomi pasar telah berkembang sangat pesat. Perekonomian kapitalis yang lebih maju, seperti Amerika Serikat, Eropa Barat, dan Jepang, memiliki tiga ciri yang khusus: perdagangan dan spesialisasi, uang, dan modal.

  • Sebuah ekonomi yang maju dicirikan oleh sebuah jaringan perdagangan yang rumit, antar individu dan antar negara, yang tergantung pada spesialisasi yang tinggi dan pembagian kerja yang rumit.
  • Perekonomian modern dewasa ini menggunakan uang, atau alat pembayaran, secara luas.
  • Teknologi-teknologi industri modern berstandar pada penggunaan modal dalam jumlah yang sangat besar: mesin presisi, pabrik-pabrik berskala besar, dan stok persediaan.

(hlm. 35)

Perekonomian Barat telah menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat karena meningkatnya spesialisasi telah memungkinkan para pekerja menjadi sangat produktif dalam pekerjaan tertentu dan menukarkan output mereka dengan komoditas-komoditas yang mereka butuhkan.

Spesialisasi terjadi apabila orang dan negara-negara memusatkan upaya-upayanya pada serangkaian tugas khusus—itu memungkinkan tiap orang dan negara menggunakan keahlian dan sumber dayanya yang khusus untuk keuntungan yang sebesar-besarnya.

Kadang-kadang memerlukan waktu lama untuk menerima pelatihan untuk karir-karir khusus—biasanya memerlukan waktu 14 tahun setelah tamat untuk menjadi seorang ahli bedah syaraf.

Perdagangan dapat memperkaya semua bangsa dan meningkatkan standar hidup setiap orang.

(hlm. 36)

Globalisasi

Bukti menunjukkan bahwa proses memenggal-menggal proses produksi ini adalah kekhasan aktivitas-aktivitas manufaktur di Amerika Serikat dan negara-negara berpendapatan tinggi lainnya.

Buruh tekstil yang menganggur, petani kedelai yang bangkrut—mereka menemukan sedikit pelipur lara dalam fakta bahwa para konsumen menikmati harga-harga yang lebih rendah untuk makanan dan pakaian.

(hlm. 37)

Karena setiap orang menerima uang sebagai media pertukaran, maka kebutuhan untuk mencocokkan penawaran dan permintaan sangat disederhanakan.

(hlm. 39)

Hak milik untuk modal dan polusi

Kerangka hukum yang efisien dan dapat diterima untuk sebuah ekonomi pasar mencakup ketentuan hak milik, undang-undang kontrak, dan sebuah sistem untuk menyelesaikan perselisihan.

“Urusan semua orang berarti tidak ada urusan siapa pun.”

C. PERAN EKONOMI DARI PEMERINTAH

(hlm. 40)

Fungsi-fungsi ini adalah meningkatkan efisiensi, memajukan keadilan, dan membantu perkembangan stabilitas dan pertumbuhan makroekonomi.

  1. Pemerintah meningkatkan efisiensi dengan menciptakan persaingan, mengendalikan eksternalitas seperti polusi, dan menyediakan barang-barang publik.
  2. Pemerintah memajukan keadilan dengan menggunakan pajak dan program-program pengeluarannya untuk mendistribusikan kembali pendapatan kepada kelompok-kelompok khusus.
  3. Pemerintah membantu perkembangan stabilitas dan pertumbuhan makroekonomi—mengurangi pengangguran dan inflasi sambil mendorong pertumbuhan ekonomi—melalui kebijaksanaan fiskal dan regulasi moneter.

Eksternalitas

Meskipun lapangan terbang menimbulkan kebisingan yang luar biasa, mereka pada umumnya tidak membayar ganti rugi kepada orang-orang yang tinggal di sekitar lapangan terbang karena terganggu ketenangannya.

(hlm. 42)

Dalam banyak hal, pemerintah seperti orangtua, selalu berkata tidak.

Produksi swasta yang memadai atas barang-barang publik ini tidak akan terjadi karena manfaat-manfaatnya sedemikian luas tersebar di antara penduduk sehingga tak satu perusahaan atau konsumen pun mendapat insentif ekonomis untuk menyediakan jasa itu dan menangkap keuntungan-keuntungannya.

Contoh ekstrim sebuah eksternalitas positif ialah sebuah barang publik. Barang publik adalah komoditas yang biaya untuk perluasan jasa itu bagi setiap tambahan orang adalah nol dan yang tidak mungkin untuk melarang individu-individu untuk menikmatinya.

(hlm. 43)

Pandangan ini menjadi kontroversial ketika ekonom pemenang hadiah Nobel Ronald Coase meninjau kembali sejarah mercu suar di Inggris dan Wales dan memutuskan bahwa mercu suar dioperasikan secara swasta.

Namun sebuah barang “publik” tidak harus disediakan secara publik. Seringkali, tidak ada yang menyediakannya.

Akan tetapi, pasar menanggapi dengan penuh semangat terhadap bahaya-bahaya tersebut. Apa yang muncul dari sektor swasta ialah sebuah industri “derek” yang berkembang dengan baik. Kapal-kapal tunda bersembunyi dekat batu karang berbahaya itu menunggu karamnya sebuah kapal yang mengalami nasib sial. Kemudian muncul kapal tunda, menawarkan bantuannya untuk menyelamatkan nyawa dan muatan, menunda kapal itu ke pelabuhan yang cocok, dan kemudian menuntut sebagian besar dari nilai muatan. Derek kapal karam adalah industri utama Florida Selatan pada pertengahan abad kesembilan belas dan menjadikan Key West kota termakmur di Amerika pada saat itu.

Meskipun para tukang derek itu memiliki nilai tambah yang positif, mereka tidak memberikan satu pun manfaat yang baik untuk publik yang merupakan ciri-ciri dari mercu suar. Tentu saja, karena banyak muatan diasuransi, ada “bahaya moral” (“moral hazard”) yang signifikan terlibat dalam navigasi. Kerja sama secara diam-diam di antara para penderek dan kapten kapal sering memperkaya keduanya dengan mengorbankan para pemilik dan perusahaan-perusahaan asuransi. Baru ketika Dinas Mercu Suar A.S, yang dibiayai oleh pendapatan pemerintah, mulai membangun mercu suar sepanjang jalur pelayaran Florida jumlah kapal karam mulai berkurang—dan para penderek lama-kelamaan keluar dari bisnis tersebut.

Mercu suar tidak lagi merupakan persoalan sentral dari kebijakan publik dewasa ini dan sebagian besar diminati oleh para turis. Mercu suar-mercu suar sebagian besar sudah digantikan oleh GPS (Global Positioning System) yang berdasarkan satelit dan sistem ini juga merupakan sebuah barang publik yang disediakan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Namun sejarah mercu suar mengingatkan kita akan masalah-masalah yang dapat timbul apabila barang-barang publik diadakan secara inefisien.

(hlm. 44)

Saya membayar untuk sebuah hamburger hanya jikalau saya menginginkannya, namun saya harus membayar bagian saya dari pajak-pajak yang digunakan untuk membiayai pertahanan dan pendidikan publik sekalipun saya tidak peduli sedikit pun terhadap aktivitas-aktivitas ini.

KEADILAN

Mengapa mekanisme pasar mungkin menghasilkan suatu solusi yang tidak diterima terhadap pertanyaan untuk siapa? Alasannya ialah bahwa pendapatan ditentukan oleh banyak sekali faktor, termasuk upaya, pendidikan, warisan, harga-harga faktor, dan keberuntungan.

Apakah ini terjadi karena pasar gagal? Sama sekali tidak, karena mekanisme pasar melakukan tugasnya—menaruh barang di tangan orang-orang yang memiliki keputusan untuk membeli.

Sering distribusi pendapatan dalam sebuah sistem pasar merupakan akibat dari kebetulan-kebetulan dari kelahiran.

Untuk kebanyakan sejarah Amerika, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu pasang naik yang mengangkat semua kapal, karena meningkatkan pendapatan kaum papa dan juga pendapatan orang kaya.

(hlm. 45)

Jikalau sebuah masyarakat demokratis tidak menyukai distribusi suara dolar di bawah sistem pasar laissez-faire, ia dapat mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki distribusi pendapatan.

PERTUMBUHAN DAN STABILITAS MAKROEKONOMI

Sejak awal, kapitalisme sudah diganggu oleh penyakit inflasi berkala (harga-harga yang meningkat) dan resesi (tingkat pengangguran yang tinggi).

(hlm. 46)

Dengan menggunakan dua alat fundamental dari kebijakan makroekonomi ini, pemerintah dapat mempengaruhi tingkat total pengeluaran, tingkat pertumbuhan dan tingkat keluaran, tingkat kesempatan kerja dan pengangguran, dan tingkat harga serta tingkat inflasi dalam sebuah perekonomian.

(hlm. 47)

TEMARAMNYA NEGARA KESEJAHTERAAN?

Dalam menimbang jasa-jasa negara dan pasar, debat publik seringkali terlalu menyederhanakan pilihan-pilihan rumit yang dihadapi masyarakat.

Dalam urusan ekonomi, keberhasilan memiliki banyak orangtua, sementara kegagalan adalah anak yatim piatu. Keberhasilan ekonomi pasar mungkin menyebabkan kita melupakan banyak keberhasilan dari tindakan kolektif pada abad terakhir, sebagaimana kasus mercu suar mengingatkan kita.

(hlm. 48)

Para Pelindung Kemerdekaan Ekonomi: Friedrick Hayek dan Milton Friedman

Karya Hayek yang paling berpengaruh membahas efisiensi dari bermacam-macam bentuk organisasi ekonomi.

Dia menjelaskan bahwa biaya-biaya dan kemungkinan-kemungkinan produksi tidak diketahui. Hanya dengan insentif-insentif dari sebuah sistem usaha-bebas swasta maka informasi yang tersebar di antara jutaan agen ekonomi dapat secara efektif dimobilisir dan digunakan. Tidak ada sistem yang dapat menghasilkan inovasi-inovasi tanpa daya pikat keuntungan dan cambuk kebangkrutan. Ilmu ekonomi modern, dengan tekanannya pada informasi yang tersebar dan asimetris, banyak memperlihatkan wawasan-wawasan yang brilian dari Hayek.

Riset-riset statistikal dan analisis dari Friedman sangat banyak. Dia membuktikan betapa kecil perbedaan-perbedaan di antara tingkat-tingkat tabungan orang kaya dan orang miskin dalam jangka panjang setelah menyesuaikan tabungan dengan naik turunnya pendapatan yang bersifat sementara. Hal ini membawa pada teori konsumsi pendapatan-pendapatan (yang dibahas dalam bagian makroekonomi dari buku ini). Bersama dengan Anna Schwarz, Friedman mengarang buku Monetary History of the United States, 1876-1960 (1993) yang definitif. Buku ini meluncurkan revolusi monetaris dan membawa pemahaman di antara para pakar makroekonomi tentang bagaimana penawaran uang dapat mempengaruhi pengeluaran agregat, harga-harga, dan output. Friedman membantu meyakinkan para ekonom bahwa kebijakan moneter sangat berarti bagi seluruh aktivitas ekonomi.

(hlm. 50)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Situs Web

Anda dapat memeriksa analisis-analisis mengenai ekonomi dan juga sebuah diskusi mengenai persoalan-persoalan kebijakan ekonomi utama dalam Economic Report of the President pada w3.acces.gpo.gov./eop/. Lihat  untuk informasi anggaran federal dan sebagai pintu masuk ke dalam Economic Statistics Briefing Room yang bermanfaat.

Persoalan-persoalan pokok disajikan dari sudut pandang ekonomi konservatif atau libertarian pada situs web dari Cato Institute.

(hlm. 52)

BAB 3

Unsur-unsur Dasar Penawaran dan Permintaan

Apa yang ada di balik perubahan-perubahan dramatis ini? Ilmu ekonomi memiliki sebuah perangkat yang sangat ampuh untuk menjelaskan perubahan-perubahan seperti itu dalam lingkungan ekonomi. Perangkat itu disebut teori penawaran dan permintaan. Teori ini memperlihatkan bagaimana preferensi-preferensi konsumen menentukan permintaan konsumen terhadap berbagai komoditi, sementara biaya-biaya kegiatan usaha merupakan dasar dari penawaran komoditi.

(hlm. 54)

A. SKEDUL PERMINTAAN

KURVA PERMINTAAN

Apabila harga suatu komoditi naik (dan hal-hal lain tidak berubah), pembeli cenderung membeli lebih sedikit komoditi itu. Demikian pula apabila harga turun, hal-hal lain tetap, kuantitas yang diminta meningkat.

(hlm. 62)

C. EKUILIBRIUM PENAWARAN DAN PERMINTAAN

(hlm. 67)

Sebuah survei baru-baru ini mengenai fakta itu menyimpulkan:

Pengaruh imigrasi terhadap upah pasar tenaga kerja penduduk asli adalah kecil. Tidak ada bukti pengurangan yang signifikan secara ekonomis dalam kesempatan kerja penduduk asli. Kebanyakan analis empiris …menemukan bahwa suatu peningkatan sebesar 10 persen proporsi imigran dalam populasi mengurangi upah penduduk asli paling banyak hanya 1 persen.

Bagaimana kita dapat menjelaskan kecilnya dampak dari imigrasi terhadap upah? Para ahli ekonomi ketenagakerjaan menekankan mobilitas geografis yang tinggi dari penduduk Amerika. Ini berarti bahwa para imigran baru akan dengan cepat tersebar ke seluruh negeri. Begitu mereka tiba, para imigran mungkin pindah ke kota-kota di mana mereka dapat memperoleh pekerjaan—para buruh cenderung pindah ke kota-kota di mana permintaan akan tenaga kerja sudah tinggi karena ekonomi lokal yang kuat.

Rachel M. Friedberg dan Jennifer Hunt, “The Impact of Immigrants on Host Country Wages, Employment, and Growth,” Journal of Economic Perspective, Musim Semi 1995, hlm. 23-44.

(hlm. 68)

PENGALOKASIAN MELALUI HARGA

Barang-barang apakah yang diproduksi? Ini dijawab oleh sinyal-sinyal harga pasar. Harga minyak yang tinggi merangsang produksi minyak, sementara harga-harga pangan yang rendah mendorong sumber daya-sumber daya produktif keluar dari pertanian.

(hlm. 70)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lebih Lanjut

Analisis penawaran dan permintaan adalah alat paling penting dan bermanfaat satu-satunya dalam ilmu mikroekonomi. Analisis penawaran dan permintaan dikembangkan oleh ekonom terkemuka Inggris, Alfred Marshall, dalam Principles of Economics (edisi ke-9, New York, Macmillan, [1890] 1961).

(hlm. 71)

Situs Web

Anda dapat memeriksa sebuah studi mutakhir mengenai dampak imigrasi terhadap masyarakat Amerika dari National Academy of Sciences, The New Americans (1997). Situs ini menyediakan akses cuma-cuma ke lebih dari 100 studi dari ilmu ekonomi dan ilmu-ilmu sosial dan alam lainnya.

Sebuah situs hiburan disebut “The Dismal Economist”. Anda dapat mencari di sini untuk melihat apakah ada kisah-kisah mutakhir apa saja mengenai “penawaran dan permintaan.” Situs lain dengan banyak informasi yang menghibur dan bermanfaat adalah www.economicsminingco.com/finance/economics.

(hlm. 73)

Bagian Dua

Ilmu Mikroekonomi:

Penawaran, Permintaan, dan Pasar Produk

(hlm. 75)

BAB 4

Penerapan-penerapan Penawaran dan Permintaan

(hlm. 76)

A. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN

Elastisitas harga permintaan (kadang-kadang hanya disebut elastisitas harga) mengukur berapa banyak kuantitas yang diminta dari sebuah barang akan berubah apabila harganya berubah. Definisi yang tepat dari elastisitas harga ialah prosentase perubahan dalam kuantitas yang diminta dibagi dengan prosentase perubahan dalam harga.

Untuk kebutuhan-kebutuhan (pokok) seperti makanan, bahan bakar, sepatu, dan obat-obatan resep dokter permintaannya cenderung inelastis.

(hlm. 77)

Akan tetapi, dalam jangka panjang Anda dapat menyesuaikan perilaku Anda dengan harga bahan bakar yang lebih tinggi. Anda dapat membeli sebuah mobil yang lebih kecil dan hemat bahan bakar, mengendarai sepeda, naik kereta api, pindah lebih dekat ke tempat kerja, atau bermobil bersama-sama dengan orang lain.

(hlm. 80)

Elastisitas tidak sama dengan slope

Slope tidak sama dengan elastisitas karena slope kurva permintaan tergantung pada perubahan-perubahan pada P dan Q, sedangkan elastisitas tergantung pada prosentase perubahan pada P dan Q.

(hlm. 81)

P menunjukkan perubahan pada harga, yaitu P = P2 – P1, sedangkan Q = Q2 – Q1. Untuk menghitung elastisitas numerik, prosentase perubahan harga sama dengan perubahan harga, P, dibagi dengan harga rata-rata [(P2 + P1) /2]: prosentase perubahan ouput dihitung sebagai Q dibagi dengan kuantitas rata-rata.

(hlm. 82)

Paradoks Panenan Melimpah

Kita dapat menggunakan elastisitas untuk menjelaskan salah satu paradoks yang paling mashyur dalam ilmu ekonomi: paradoks panenan melimpah.

Cuaca yang baik dan panenan melimpah telah menurunkan pendapatan mereka dan pendapatan para petani lainnya.

(hlm. 83)

Peningkatan penawaran yang disebabkan oleh panenan melimpah cenderung menurunkan harga. Namun harga yang lebih rendah tidak benar-benar meningkatkan kuantitas yang diminta. Implikasi dari rendahnya elastisitas harga untuk pangan adalah bahwa panenan berlimpah (Q tinggi) cenderung berkaitan dengan pendapatan rendah (rendahnya P x Q).

(hlm. 84)

Cukai Rokok dan Kebiasaan Merokok

Sebuah eksperimen yang menarik berlangsung di New Jersey, yang menaikkan dua kali lipat cukai rokoknya dari 40 sen ke 80 sen per bungkus pada tahun 1998. Peningkatan cukai ini mendorong rata-rata harga rokok dari $2,40 menjadi $2.80 per bungkus. Para ekonom memperkirakan bahwa, setelah melakukan penyesuaian dengan tren-tren dalam konsumsi dan penjualan dari negara bagian-negara bagian tetangga, konsumsi rokok menurun dari 52 juta ke 47,5 juta bungkus.

Dengan menggunakan rumus elastisitas, Anda dapat menghitung bahwa elastisitas jangka pendek adalah 0,59. (Pastikan Anda dapat memperoleh angka yang sama.) Perkiraan-perkiraan serupa berasal dari studi-studi statistis yang lebih rinci. Oleh karena itu, fakta-fakta menunjukkan bahwa permintaan akan rokok adalah inelastis peka terhadap harga-harga rokok.

ELASTISITAS HARGA PENAWARAN

(hlm. 85)

Di pihak lain, jikalau kapasitas produksi amat terbatas, seperti dalam kasus pertambangan emas Afrika Selatan; maka sekalipun terjadi peningkatan tajam pada harga emas, produksi emas Afrika Selatan hanya mengalami sedikit peningkatan; ini adalah penawaran inelastis.

B. APLIKASI PADA PERSOALAN-PERSOALAN EKONOMI UTAMA

(hlm. 86)

Salah satu kekuatan utama yang mempengaruhi Amerika Serikat adalah kemerosotan yang terus menerus pada harga-harga dari produk-produk pertanian pokok—gandum, jagung, kedelai, dan sejenisnya. Pada paruh kedua abad kedua puluh, harga-harga pertanian telah merosot 2 persen per tahun relatif terhadap tingkat harga umum. Perhatikan pembalikan sementara selama masa kekurangan komoditas tersebut pada tahun 1970-an. (Sumber: Biro Statistik Tenaga Kerja)

EKONOMI PERTANIAN

Kemerosotan Relatif Jangka Panjang dari Sektor Pertanian

Pertanian pernah menjadi industri satu-satunya yang terbesar. Seratus tahun yang lalu, separuh penduduk Amerika hidup dan bekerja di sektor pertanian, namun jumlah tersebut telah merosot menjadi kurang daripada 3 persen dari angkatan kerja dewasa ini. Pada saat yang sama, harga produk-produk pertanian telah jatuh relatif terhadap pendapatan dan harga-harga (produk) lain dalam ekonomi.

(hlm. 87)

Bagaimana dengan penawaran? Meskipun banyak orang secara keliru berpikir bahwa pertanian adalah sebuah bisnis terbelakang, studi-studi statistik memperlihatkan bahwa produktivitas (output per unit input) telah tumbuh lebih cepat dalam pertanian daripada dalam kebanyakan industri lain.

(hlm. 90)

HARGA DASAR MINIMUM DAN PAGU HARGA MAKSIMUM

Kontroversi Upah-Minimum

Di Amerika Serikat, upah minimum federal mulai pada tahun 1938 ketika pemerintah meminta agar pekerja yang dilindungi dalam industri yang dilindungi harus dibayar sekurang-kurangnya 25 sen sejam. Pada masa itu, upah minimum sekitar 40 persen dari rata-rata upah pabrik. Upah minimum secara berkala dinaikkan, dan pada tahun 1996 telah mencapai $4,25 per jam, yang hanya 33 persen dari rata-rata tingkat upah paberik. Karena upah minimum telah merosot relatif terhadap pendapatan rata-rata, maka Presiden Clinton mengusulkan dan Kongres mengesahkan suatu peningkatan upah minimum hingga $5,15 per jam pada tahun 1999.

(hlm. 91)

Sekitar 40 persen dari seluruh pekerja yang memperoleh upah minimum, adalah penghasil upah satu-satunya dalam rumah tangga mereka, dan sekitar dua per tiga remaja yang memperoleh upah minimum hidup dalam rumah tangga dengan pendapatan dibawah rata-rata. Terus-terang, saya tidak tahu apakah suatu peningkatan upah minimum yang moderat akan menurunkan kesempatan kerja atau tidak. Jikalau memang menurunkan, efeknya mungkin akan sangat kecil.

Kebanyakan studi menunjukkan bahwa suatu peningkatan 10 persen dalam upah minimum akan mengurangi kesempatan kerja bagi usia muda antara 1 dan 3 persen. Dampaknya terhadap kesempatan kerja orang dewasa jauh lebih kecil.

(hlm. 92)

Sebetulnya setiap studi menyimpulkan bahwa permintaan akan tenaga kerja berupah rendah adalah inelastis. Hasil studi yang baru saja kita sebut menunjukkan bahwa elastisitas harganya antara 0,1 dan 0,3. Ini mengarahkan pada kesimpulan yang mengejutkan bahwa meningkatkan upah minimum akan meningkatkan pendapatan buruh berpenghasilan rendah secara keseluruhan. Dengan elastisitas-elastisitas yang baru saja disebut, peningkatan upah minimum sebesar 10 persen akan meningkatkan pendapatan kelompok-kelompok yang terpengaruh sebesar 7 hingga 9 persen. Figur 4-11 memperlihatkan bagaimana pendapatan buruh berpenghasilan rendah meningkat meskipun total kesempatan kerjanya merosot.

(hlm. 93)

Pengendalian Harga Energi

Pada harga pagu legal, kuantitas yang ditawarkan dan diminta tidak sesuai. Konsumen menginginkan lebih banyak bahan bakar daripada kuantitas yang ingin ditawarkan produsen pada harga yang ditetapkan.

(hlm. 95)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Upah minimum telah menimbulkan perdebatan yang sengit di kalangan ekonom. Sebuah buku mutakhir oleh dua ekonom ketenagakerjaan menyajikan fakta-fakta bahwa upah minimum sedikit pengaruhnya terhadap kesempatan kerja, David Card dan Alan Krueger, Myth and Measurement: The New Economics of the Minimum Wage (Princeton University Press, Princeton, NJ, 1997).

(hlm. 97)

BAB 5

Permintaan dan Perilaku Kosumen

PILIHAN DAN TEORI UTILITAS

Dalam menjelaskan perilaku konsumen, ilmu ekonomi mengandalkan dasar pemikiran fundamental bahwa orang memilih barang dan jasa yang mereka anggap paling bernilai.

(hlm. 98)

Utilitas Marjinal dan Hukum Utilitas Marjinal yang Semakin Berkurang

Hukum utilitas marjinal yang semakin berkurang menyatakan bahwa, ketika jumlah suatu barang yang dikonsumsi meningkat, utilitas marjinal dari barang tersebut cenderung berkurang.

(hlm. 99)

Sejarah Teori Utilitas

Teori utilitas modern berasal dari utilitarianisme, yang merupakan salah satu aliran utama pemikiran intelektual Barat selama dua abad terakhir.

Gagasan utilitas mula-mula diperkenalkan ke dalam ilmu-ilmu sosial oleh filsuf Inggris Jeremy Bentham (1748-1832). Setelah menelaah teori hukum dan di bawah pengaruh doktrin-doktrin Adam Smith, Bentham beralih menelaah prinsip-prinsip yang diperlukan untuk menyusun perundang-undangan sosial. Dia berpendapat bahwa masyarakat sebaiknya diorganisasi berdasarkan “prinsip utilitas,” yang ia definisikan sebagai “hak milik atas objek apa pun …untuk menghasilkan kenikmatan, kebaikan atau kebahagiaan atau untuk mencegah… kesakitan, kejahatan atau ketidakbahagiaan.”2) Seluruh perundang-undangan, menurut Bentham, harus dirancang berdasarkan prinsip-prinsip utilitarian untuk meningkatkan “kebahagiaan sebesar-besarnya dari sebanyak mungkin orang.”

Pandangan-pandangan Bentham mengenai utilitas tampaknya mendasar bagi banyak orang dewasa ini. Namun pandangan-pandangan itu revolusioner 200 tahun yang lalu karena mereka menekankan bahwa kebijakan-kebijakan politik dan ekonomi harus dirancang untuk mencapai hasil praktis tertentu, sementara legitimasi pada masa itu biasanya didasarkan pada tradisi, hak ilahi para raja, atau doktrin-doktrin agama. Dewasa ini, banyak pemikir politik membela usul-usul legislatif mereka dengan gagasan-gagasan utilitarian mengenai apa yang akan membuat sebagian terbesar orang memperoleh yang terbaik.

(hlm. 101)

PRINSIP EKUIMARJINAL:

UTILITAS-UTILITAS MARJINAL PER DOLAR YANG SAMA UNTUK SETIAP BARANG

Prinsip ekuimarjinal: Kondisi paling mendasar dari kepuasan atau utilitas maksimum adalah prinsip ekuimarjinal. Prinsip itu menyatakan bahwa seorang konsumen yang memperoleh pendapatan tetap dan menghadapi harga pasar tertentu dari barang-barang akan mencapai kepuasan atau utilitas maksimum apabila utilitas marjinal dari dolar terakhir yang dibelanjakan untuk tiap-tiap barang persis sama dengan utilitas marjinal dari dolar terakhir yang dibelanjakan untuk barang lain apa saja.

(hlm. 102)

Waktu Senggang dan Alokasi Waktu yang Optimal

Toas Spanyol untuk seorang sahabat mengharapkan “kesehatan, kemakmuran, dan waktu untuk menikmatinya.” Ucapan ini secara jitu menangkap gagasan bahwa kita harus mengalokasikan anggaran waktu kita dengan cara yang sama dengan cara kita mengatur anggaran dolar kita.

(hlm. 103)

Konsumen sebagai Ahli?

Apa yang diterima dalam ilmu ekonomi ialah bahwa konsumen mempunyai konsistensi dalam selera dan tindakannya—bahwa mereka tidak terombang-ambing secara tidak menentu, sehingga membuat dirinya sengsara karena terus-menerus melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan atau menghitung. Jikalau kebanyakan orang bertindak secara konsisten untuk kebanyakan waktu, sehingga menghindari perubahan-perubahan yang tidak menentu dalam perilaku membeli dan pada umumnya memilih komoditasnya yang paling mereka sukai, maka teori ilmiah kita akan memberikan suatu perkiraan yang agak baik terhadap fakta-fakta tersebut. Akan tetapi, sebagaimana selalu, kita harus waspada terhadap situasi-situasi di mana perilaku irasional atau inkonsisten cenderung muncul.

(hlm. 107)

ILMU EKONOMI YANG BERKENAAN DENGAN KECANDUAN

Dalam beberapa hal, secara hati-hati dan dengan keraguan yang besar, pemerintah memutuskan untuk mengesampingkan keputusan-keputusan pribadi orang dewasa. Hal-hal ini menyangkut merit goods, yaitu barang yang konsumsinya dianggap bermanfaat secara intrinsik, dan lawannya, demerit goods, barang yang konsumsinya dianggap membahayakan.

Komoditas Elastisitas harga
Perjudian legal 1,90
Listrik rumahtangga 0,13

Pasar untuk zat-zat adiktif adalah bisnis besar. Pengeluaran tahunan untuk rokok dewasa ini sekitar $50 milyar, sedangkan pengeluaran untuk alkohol sekitar $30 milyar. Jumlah untuk obat-obatan terlarang baru dugaan, namun perkiraan mutakhir menyangkut pengeluaran untuk obat-obatan terlarang seluruhnya berjumlah sekitar $65 milyar per tahun.

Komoditas Elastisitas harga
Tembakau 0,64

(hlm. 109)

Selama Periode Pelarangan (1920-1933), harga alkohol menjadi kira-kira tiga kali lebih tinggi daripada sebelumnya. Ada perkiraan bahwa kokain yang dijual sekarang ini sekurang-kurangnya 20 kali harga pasar bebasnya.

(hlm. 110)

Pertama, teori itu mengatakan bahwa meningkatkan harga zat-zat adiktif yang membahayakan dapat mengurangi jumlah pemakai tidak tetap yang akan tertarik ke dalam pasar itu. Kedua, teori itu mengingatkan kita bahwa banyak konsekuensi negatif dari obat-obatan ilegal disebabkan oleh larangan terhadap zat-zat adiktif daripada oleh konsumsinya sendiri.

(hlm. 111)

PARADOKS NILAI

Utilitas total dari konsumsi air tidak menentukan harga atau permintaannya. Sebaliknya, harga air ditentukan oleh utilitas marjinal-nya, oleh kegunaan gelas air terakhir. Karena ada begitu banyak air, gelas terakhir berharga sangat kecil. Meskipun demikian beberapa tetes pertama sama nilainya dengan kehidupan itu sendiri, sementara beberapa tetes terakhir dibutuhkan hanya untuk menyiram halaman rumput atau mencuci mobil.

Tepat sekali! Komoditas yang sangat berharga seperti air hampir tidak ada harganya karena tetes terakhirnya hampir tidak bernilai.

Makin banyak tersedianya suatu komoditas, relatif makin kurng diinginkan unit kecilnya yang terakhir. Oleh karena itu menjadi jelas mengapa air harganya rendah dan mengapa suatu kebutuhan pokok yang mutlak seperti udara dapat menjadi suatu barang yang gratis. Dalam kedua hal ini, kuantitas besar-lah yang menurunkan sedemikian jauh utilitas marjinal dan dengan demikian menurunkan harga dari komoditas-komoditas vital ini.

(hlm. 113)

Aplikasi Surplus konsumen

Pada umumnya, seorang ekonom akan merekomendasikan bahwa sebuah jalan yang tidak dipungut bayaran sebaiknya dibangun jikalau total surplus konsumennya melebihi biaya-biayanya.

(hlm. 115)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Jeffrey A. Miron dan Jeffrey Zwiebel, “The Economic Case againts Drug Prohibition,” Journal of Economic Perspective, Musim Gugur 1999, hlm. 175-192 adalah suatu survei nonteknis paling bagus mengenai ilmu ekonomi larangan obat-obatan.

Situs Web

Data mengenai total pengeluaran konsumsi pribadi untuk A.S. disajikan pada situs web dari Bureau of Economic Analysis. Data mengenai anggaran keluarga tertera dalam Bureau of Labor Statistics, Consumer Expenditures

(hlm. 124)

BAB 6

Produksi dan Organisasi Bisnis

(hlm. 127)

A. TEORI PRODUKSI DAN PRODUK MARJINAL

Hukum Penambahan Hasil yang Semakin Berkurang

Hukum penambahan hasil yang semakin berkurang menyatakan bahwa kita akan mendapatkan sedikit dan semakin sedikit tambahan output ketika kita menambahkan satu satuan input sementara input yang lain konstan. Dengan kata lain, produk marjinal dari tiap unit input akan turun meskipun jumlah dari input itu bertambah, sementara seluruh input lain konstan.

(hlm. 128)

Penambahan hasil yang semakin menurun dalam percobaan pertanian

Peneliti seringkali melakukan percobaan untuk menentukan pengaruh kombinasi input yang berbeda terhadap output. Figur 6-2 memperlihatkan hasil percobaan dimana dosis yang berbeda dari pupuk pospor (P2O5) diberikan pada dua plot yang berbeda, sementara input yang lain (tanah, pupuk nitrogen, tenaga kerja dan input lain) konstan. Percobaan dunia nyata biasanya diperumit oleh random error-pada kasus ini, yang utama adalah perbedaan tipe tanah. Anda dapat melihat bahwa penambahan hasil yang menurun terjadi sangat cepat setelah digunakan 100 pon pospor per hektar. Lebih lanjut, apabila tingkat input pospor melebihi 300 pon per hektar, produk marjinal dari penambahan pupuk fosfat menjadi negatif.

Hukum penambahan hasil yang semakin berkurang lebih merupakan suatu keteraturan empiris yang terlihat secara luas dibandingkan kebenaran universal, seperti hukum gravitasi. Hukum ini terbukti dalam banyak studi empiris, walaupun pengecualian-pengecualian juga ditemukan.

(hlm. 129)

SKALA HASIL

Tetapi kadang kita merasa tertarik untuk melihat efek dari peningkatan semua input. Sebagai contoh, apa yang akan terjadi dengan produksi gandum jika lahan, buruh, air, dan input yang lain ditingkatkan dengan proporsi yang sama? Atau apa yang akan terjadi dengan produksi traktor jika jumlah buruh, komputer, robot, baja, dan luas pabrik menjadi dua kali lipat? Pertanyaan-pertanyaan ini mengacu kepada konsep skala input-input atas kuantitas yang diproduksi. Tiga kasus penting yang harus dibedakan:

  • Skala hasil yang tetap menunjukkan kasus di mana suatu perubahan dalam semua input menyebabkan perubahan yang proporsional pada output.

  • Skala hasil yang meningkat (juga disebut Skala Ekonomis) muncul ketika suatu peningkatan pada semua input menyebabkan peningkatan yang lebih dari pada tingkat output.

Studi-studi teknik telah menyatakan bahwa banyak proses manufaktur menikmati hasil yang meningkat secara perlahan untuk pabrik-pabrik sampai pada ukuran terbesar yang digunakan saat ini.

Apabila Anda menghaluskan kurva, maka Anda akan melihat bahwa hubungan yang ada menunjukkan terjadinya penambahan hasil yang semakin menurun pada setiap dosis fosfor yang digunakan dan bahwa produk marjinalnya menjadi negatif pada penggunaan input fosfor di sekitar 300 (Sumber: Earl O. Heady, John T. Pesek, dan William G. Brown, Crop Response Surfaces and Economic Optima in Fertilizer Use (Agricultural Experiment Station, Iowa State College, Ames, IA, 1955).

  • Skala hasil yang menurun terjadi ketika suatu peningkatan yang seimbang dari semua input menyebabkan peningkatan yang kurang proporsional pada output.

(hlm. 130)

Satu kasus terjadi pada pabrik pembangkit listrik, di mana perusahaan menemukan bahwa ketika pabrik tumbuh terlalu besar, risiko atas kegagalan pabrik tersebut juga tumbuh terlalu besar.

Teknologi informasi seringkali menunjukkan skala ekonomis yang kuat. Suatu contoh yang baik adalah Microsoft Windows 98. Pengembangan program ini membutuhkan lebih dari 1 milyar Dollar AS untuk penelitian, pengembangan, pengujian awal, dan promosi. Namun demikian biaya untuk menambahkan Windows 98 ke dalam komputer baru hampir mendekati nol karena untuk mengerjakan hal itu hanya membutuhkan beberapa detik waktu komputer.

(hlm. 131)

JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG

Short run (jangka pendek) adalah periode waktu di mana hanya beberapa input, input variabel, yang dapat disesuaikan. Dalam short run, faktor-faktor yang tetap, seperti pabrik dan peralatan, tidak dapat diubah secara penuh atau disesuaikan. Long run (jangka panjang) adalah periode di mana semua faktor yang digunakan oleh perusahaan, termasuk modal, dapat diubah.

(hlm. 133)

Jejaring

Pasar jejaring bersifat istimewa karena konsumen memperoleh manfaat bukan hanya dari penggunaan barang mereka sendiri tetapi juga sejumlah konsumen lain yang menggunakan barang tersebut. Ini dikenal sebagai eksternalitas adopsi. Karena saya mempunyai telepon, maka kini semua orang yang mempunyai telepon dapat berkomunikasi dengan saya melalui telepon. Dengan demikian, bergabungnya saya dalam jejaring ini membawa efek eksternal yang positif untuk orang lain.

Contoh ini menunjukkan bagaimana teknologi jejaring yang telah “terpateri” dapat menjadi sangat stabil. Sebuah contoh serupa yang mencemaskan para ahli lingkungan adalah budaya mobil Amerika yang boros, di mana jejaring mobil, jalan, pompa bensin, dan lokasi pemukiman yang telah ada sulit untuk digantikan dengan alternatif lain yang lebih ramah lingkungan, seperti sistem transportasi massal yang telah diperbaiki.

(hlm. 134)

PRODUKTIVITAS DAN FUNGSI PRODUKSI AGREGAT

Produktivitas

Selama ekspansi ekonomi baru-baru ini, perekonomian Amerika Serikat telah mengalami pertumbuhan yang kuat dalam output dan produktivitas. Mulai dari tahun 1995 hingga 1999, output sektor usaha AS meningkat rata-rata 4.9 persen per tahun. Selama periode itu, jam kerja buruh yang terpakai juga meningkat 2.1 persen per tahun. Perbedaannya adalah pertumbuhan produktivitas tenaga kerja, yang rata-rata 2.8 persen selama periode itu.

(hlm. 135)

Kebanyakan proses produksi kini jauh lebih besar dibanding proses pada abad 19. Sebuah kapal besar di pertengahan abad 19 dapat membawa 2000 ton barang. Sementara supertanker terbesar saat ini dapat membawa 1 juta ton minyak.

(hlm. 136)

Salah satu kekurangan yang sangat penting adalah kegagalan untuk memperhitungkan nilai ekonomi dari produk-produk baru. Sebagai contoh, ketika compact disc menggantikan piringan hitam, ukuran kita atas produktivitas tidak mencakup perbaikan atas daya tahan dan mutu suara.

B. ORGANISASI USAHA

Kajian menunjukkan bahwa produksi mobil yang efisien membutuhkan tingkat produksi paling sedikit 30.000 unit per tahun.

(hlm. 137)

Sekarang ini ada lebih dari 18 juta usaha yang berbeda di AS. Sebagian besar usaha ini berskala sangat kecil, dimiliki oleh perorangan—kepemilikan perorangan.

(hlm. 138)

Persekutuan

Jika Anda memiliki 1 persen persekutuan dan usaha tersebut jatuh, Anda akan diminta untuk membayar 1 persen dari tagihan/kewajiban dan sekutu yang lain akan melunasi sisa 99 persennya. Tetapi jika sekutu Anda tidak dapat membayar, Anda diharuskan membayar semua hutang bahkan jika Anda harus menjual semua harta benda Anda untuk melunasinya.

(hlm. 139)

Korporasi (Perseroan Terbatas)

Korporasi dapat dikatakan hanya memiliki sedikit demokrasi, sehingga para manajer dapat mengambil keputusan secara cepat, dan seringkali secara semena-mena, yang bertolak belakang dengan keputusan ekonomi yang dibuat oleh badan pembuat undang-undang.

Korporasi mempunyai satu kelemahan besar: Ada pajak tambahan yang dikenakan atas laba perusahaan. Untuk usaha yang tidak berbentuk badan hukum, setiap pendapatan setelah dikurangi pengeluaran dikenakan pajak sebagai pendapatan pribadi biasa. Korporasi diperlakukan berbeda dalam hal pendapatan usaha yang dikenakan pajak berganda—pertama sebagai keuntungan perusahaan dan kemudian sebagai pendapatan perorangan atas dividen yang diterima.

Produksi di perusahaan atau di pasar?

Mengapa perorganisasian melalui organisasi besar bisa menjadi efisien? Mungkin alasan yang terpenting adalah kesulitan untuk merancang “perjanjian lengkap” yang meliputi semua kemungkinan. Sebagai contoh, Snoozer Inc. berpikir bahwa mereka telah menemukan suatu obat baru yang hebat yang dapat mengobati rasa malas. Apakah mereka harus melakukan penelitian di laboratoriumnya sendiri atau mengikat kontrak dengan perusahaan lain, Willylabs, Inc.? Masalah yang dapat timbul dari kontrak dengan pihak lain adalah ada berbagai kemungkinan yang tidak diperkirakan yang dapat mempengaruhi profitabilitas obat itu. Apa yang akan terjadi jika obat tersebut terbukti berguna untuk kondisi lain? Bagaimana jika paten, pajak, atau hukum perdagangan internasional berubah? Bagaimana jika ada tuntutan pelanggaran paten?

Karena tidak lengkapnya kontrak, perusahaan menghadapi risiko masalah ketertundaan. Misalkan Wilylabs menemukan bahwa obat antimalas tersebut hanya bekerja ketika diminum dengan obat lain yang dimiliki Wilylabs. Wilylabs mendatangi Snoozer dan mengatakan, “Maaf, Bung, untuk mendapatkan kedua obat itu Anda harus membayar tambahan 100 juta dolar.”

(hlm. 140)

Mengikat kontrak dengan pihak lain dapat berfungsi dengan baik dalam keadaan di mana, seperti pada industri komputer, komponen-komponen sudah terstandarisasi atau menjadi komoditi. Contoh lainnya adalah Nike, yang mengontrakkan banyak produksinya karena proses produksinya sudah baku dan nilai Nike yang sesungguhnya melekat pada rancangan dan merek dagangnya.

(hlm. 141)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Karya klasik Ronald Coase adalah “The Nature of the Firm,” Economica, November 1937. Para mahasiswa bisa menikmati survey nonetis terbaru dalam bidang ini dalam simposium, “The Firm and Its Boundaries,” Journal of Economic Perspectives, Musim Gugur 1998.

Untuk analisis yang mendalam tentang efek jaringan kerja, lihat simposium dalam Journal of Economic Perspective, Musim Semi 1994. Juga lihat Bab 7 dalam Carl Shapiro dan Hal R. Varian, Information Rules: A Strategic Guide to the Network Economy (Harvard Business School Press, Cambridge, MA, 1997).

(hlm. 143)

BAB 7

Analisis Biaya

Kemana pun produksi melangkah, biaya akan membuntuti ketat di belakang seperti bayangan.

A. ANALISIS EKONOMI BIAYA

(hlm. 153)

Kaidah biaya minimum: untuk memproduksi sejumlah output tertentu dengan biaya minimum, perusahaan harus membeli input sampai kondisi di mana produk marjinal per dolar yang dibelanjakan untuk setiap input adalah sama.

(hlm. 158)

C. OPPORTUNITY COST

Gaji untuk lulusan SMA dengan umur 16-22 tahun yang belum lama kuliah dan bekerja secara penuh pada tahun 1999 adalah $20.000. Jika kita tambahkan pengeluaran yang sesungguhnya dan pendapatan yang seharusnya bisa kita peroleh, kita akan menemukan bahwa opportunity cost untuk kuliah adalah $25.000 (sama dengan $5.000 + $20.000), bukan $5.000 per tahun.

(hlm. 168)

BAB 8

Analisis Mengenai Pasar Persaingan Sempurna

A. PERILAKU PENAWARAN DARI PERUSAHAAN YANG KOMPETITIF

(hlm. 173)

Alat-alat Bor yang Menganggur dalam Industri Pengeboran

Pada tahun 1985, ketika harga minyak mentah adalah $27 per barel, ada sekitar 35.000 sumur minyak yang dibor di Amerika Serikat. Namun pada tahun berikutnya, jumlah sumur yang dibor turun 50 persen hingga di bawah 19.000. Apakah ladang minyak mengering? Sama sekali tidak. Produksi dikurangi karena harga minyak jatuh hampir separuh, hingga hanya $14 per barel. Bukan sumur minyak melainkan keuntungan-lah yang mengering. Akibatnya, perusahaan-perusahaan benar-benar menutup banyak anjungan pengeboran. Ini juga terjadi sebaliknya. Selama perang Teluk tahun 1990, harga minyak membubung tinggi dan kegiatan pengeboran meningkat karena kegiatan ini menjadi lebih menguntungkan.

(hlm. 185)

D. EFISIENSI DAN KEADILAN DARI PASAR KOMPETITIF

Biaya Marjinal sebagai Tolak Ukur untuk Efisiensi

Dengan memastikan bahwa biaya-biaya marjinal dari pengurangan emisi atau dari pembersihan lingkungan, disamakan dalam setiap sektor, Anda dapat menjamin bahwa sasaran-sasaran lingkungan Anda tengah dicapai dengan biaya-biaya yang serendah mungkin.

(hlm. 186)

Salah satu tugas penting pemerintah ialah mengidentifikasi bidang-bidang di mana kekurangan informasi adalah signifikan secara ekonomi—seperti obat-obatan—dan kemudian menemukan obat yang tepat.

(hlm. 189)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Hadiah Nobel dalam ilmu mikroekonomi dianugerahkan kepada Kenneth Arrow, John Hicks, dan Gerard Depreu untuk sumbangan mereka bagi pengembang teori persaingan sempurna dan hubungannya dengan efisiensi ekonomi.

(hlm. 191)

BAB 9

Persaingan Tidak Sempurna dan Keadaan Sebaliknya yang Menyangkut Monopoli

A. POLA-POLA PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

(hlm. 195)

SUMBER-SUMBER KETIDAKSEMPURNAAN PASAR

Pertama, industri-industri cenderung memiliki sedikit penjual apabila ada keekonomisan yang signifikan dari produksi berskala besar dan biaya-biaya yang menurun.

Kedua, pasar-pasar cenderung mengarah kepada persaingan tidak sempurna apabila ada “hambatan-hambatan masuk” yang menyulitkan para pesaing baru untuk memasuki sebuah industri.

(hlm. 197)

Beberapa contoh penting dari monopoli alamiah adalah distribusi lokal dalam telepon, listrik, gas, dan air maupun jaringan jalan kereta api jarak jauh, jalan raya, dan transmisi listrik.

(hlm. 198)

Hambatan-hambatan Masuk

Pembatasan-pembatasan legal.

(hlm. 199)

Para sejarahwan yang mempelajari tarif telah menulis, “Tarif adalah ibu dari trust.”

Biaya Masuk yang Tinggi.

Biaya yang tinggi untuk merancang dan menguji pesawat-pesawat baru menjadi hambatan bagi perusahaan-perusahaan potensial yang ingin memasuki pasar itu. Ada kemungkinan bahwa hanya dua perusahaan—Boeing dan Airbus—yang mampu menyediakan dana $10 hingga $15 milyar dolar untuk membiayai pengembangan pesawat generasi berikutnya.

Iklan dan Diferensiasi Produk.

(hlm. 208)

Para Monopolis Zaman Sepuhan

Ironisnya, Rockefeller kenyataanya memperoleh keuntungan dari pembubaran itu karena harga saham-saham Standard Oil melonjak ketika ditawarkan kepada publik.

Monopoli-monopoli besar menghasilkan kekayaan besar. Jika pada tahun 1861 Amerika Serikat memiliki tiga jutawan, maka pada tahun 1900 ada 4000 jutawan ($1 juta pada pergantian abad sama dengan sekitar $100 juta dewasa ini).

(hlm. 209)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Suatu tinjauan yang bagus sekali mengenai monopoli dan organisasi industri adalah F.M. Scheter dan David Ross, Industrial Market Structures and Economic Performance, ed. ke-3 (Houghton Mifflin, Boston, 1990).

Situs Internet

Sebuah isu legal dan ekonomis mutakhir yang penting ialah apakah Microsoft adalah sebuah monopoli. Ini dibahas secara menyeluruh dalam “Findings of Fact” dari kasus antitrust Microsoft oleh Hakim Thomas Penfield Jackson (5 November 1999).

(hlm. 211)

BAB 10

Persaingan Oligopoli dan Monopoli

A. PERILAKU PARA PESAING TIDAK SEMPURNA

Ukuran-ukuran Kekuatan Pasar

Ukuran yang paling umum dari kekuatan pasar adalah rasio konsentra untuk suatu industri, yang ditampilkan dalam Figur 10-1. Rasio konsentrasi empat-perusahaan yang didefinisikan sebagai prosentase dari keseluruhan output industri (atau pengapalan) yang dihasilkan oleh 4 perusahaan terbesar. Demikian pula, rasio konsentrasi delapan-perusahaan merupakan prosentase dari produksi yang dihasilkan oleh 8 perusahaan teratas.

(hlm. 212)

Banyak ekonom mempercayai bahwa rasio konsentrasi tradisional tidak cukup untuk mengukur kekuatan pasar. Satu alternatif yang dapat menerangkan dengan lebih baik tentang peran perusahaan-perusahaan yang mendominasi pasar, adalah Herfindahl-Hirschman Indekx (HHI). Ini dihitung dengan menjumlahkan kuadrat dari persentase pangsa menjumlahkan kuadrat dari persentase pangsa pasar seluruh partisipan di dalam suatu pasar. Persaingan sempurna akan memiliki HHI mendekati nol, sementara monopoli penuh memiliki HHI 10.000.

(hlm. 221)

B. INOVASI DAN INFORMASI

PERILAKU KORPORASI-KORPORASI BESAR

Pemisahan Kepemilikan dan Pengawasan

Saham-saham korporasi dapat dibeli oleh siapa saja, dan kepemilikan itu terbesar di antara banyak investor. Misalnya, perusahaan seperti AT&T. Pada tahun 1999, lebih dari 5 juta orang memiliki sahamnya, yang bernilai hampir $147 milyar. Tetapi tak ada seorang pun memiliki saham sebesar 1% dari keseluruhan.

(hlm. 222)

Rasionalitas dan petunjuk pelaksanaan

Tetapi, seperti yang ditekakan oleh ekonom Herbert Simon sang Penerima Nobel, perusahaan-perusahaan atau konsumen sering memamerkan rasionalitas terbatas. Ini berarti bahwa mereka biasanya lebih berjuang membuat keputusan “yang baik”, daripada membuang sumber daya mencari keputusan “yang sungguh-sungguh terbaik”.

Cara kerjanya: Daripada menetapkan harga dengan membandingkan MR dan MC, perusahaan lebih mengambil biaya rata-rata yang telah dihitung dari suatu produk dan menaikkannya dengan menambah prosentase tertentu—misalnya 20% dari biaya rata-rata.

(hlm. 224)

INFORMASI, INOVASI DAN EKONOMI SCHUMPETERIAN

Visi kapitalisme ini sebagai suatu proses yang dinamis telah mengilhami generasi baru dari ahli teori pertumbuhan, seperti Stanford’s Paul Romer, yang telah mengembangkan teori Schumpeter mengenai inovasi yang dirangsang untuk melengkapi teori pertumbuhan neoklasik yang lebih tradisional.

Karena informasi mahal untuk diproduksi tetapi murah untuk diproduksi ulang, pasar-pasar dalam informasi menjadi sasaran kegagalan pasar yang parah.

Ketidakmampuan perusahaan untuk menangkap nilai moneter yang penuh dari penemuan mereka disebut ketidaksanggupan mengambil untuk diri sendiri (inappropriabilitas).

Hak Milik Intelektual

Mengapa sebenarnya pemerintahan-pemerintahan itu mendorong monopoli? Sebenarnya, hak paten dan hak cipta menciptakan hak-hak kepemilikan dalam buku-buku, musik dan ide-ide. Dengan membuat hak milik, pemerintah mendorong seniman dan para penemu untuk menginvestasikan waktu, usaha dan uang dalam proses yang kreatif.

Atau tidak sama sekali. Segera setelah kita … menyelidiki hal-hal individu di mana perkembangannya paling menyolok, jejaknya tidak mengarah ke pintu-pintu perusahaan yang beroperasi di bawah kondisi yang termasuk persaingan bebas tetapi tepatnya ke pintu-pintu perusahaan besar—yang, seperti dalam kasus mesin-mesin pertanian, juga mempertimbangkan banyak kemajuan dalam sektor persaingan—dan kecurigaan yang mengejutkan timbul dalam diri kita bahwa bisnis besar lebih terkait dengan penciptaan standar kehidupan daripada menurunkannya.

C. NERACA PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

(hlm. 229-230)

STRATEGI-STRATEGI INTERVENSI

Dalam membahas permasalahan dari persaingan tidak sempurna, Milton Friedman, pemenang Hadiah Nobel dan mungkin ekonom konservatif yang terkenal dari abad modern, menulis: “Hanya ada satu pilihan di antara tiga kejahatan: monopoli swasta yang tidak diatur, monopoli swasta yang diatur oleh negara, dan pengoperasian pemerintah.”

Perangkat kebijakan tiga yang pertama membentuk inti kebijakan modern terhadap bisnis besar:

  1. Metode utama untuk melawan kekuatan pasar adalah kebijakan yang menentang penggabungan industri-industri.
  2. Lebih umum lagi, penyimpangan antikompetitif dapat dihindari dengan mendukung persaingan kapan pun dimungkinkan.
  3. Lebih dari 100 tahun terakhir, pemerintah Amerika mengembangkan alat baru bagi pengawasan pemerintah atas industri: peraturan.
  4. Kepemilikan pemerintah atas monopoli merupakan pendekatan yang telah digunakan secara luas di luar Amerika Serikat.
  5. Pengendalian harga pada sebagian besar barang dan jasa telah digunakan pada masa perang, sebagian sebagai cara untuk menahan inflasi, sebagian sebagai cara menahan harga agar tetap rendah pada industri-industri yang terkonsentrasi.
  6. Perpajakan kadang-kadang digunakan untuk mengurangi dampak distribusi pendapatan.

(hlm. 232)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Banyak dari isu-isu ekonomi, bisnis dan kebijakan yang masuk dalam ekonomi informasi yang baru tercakup dalam ekonomi informasi yang baru tercakup dalam buku nonteknis oleh dua ekonom terkenal, Carl Shapiro dan Hal R. Varian: Information Rules (Harvard Business School Press, Cambridge, Mass., 1998).

(hlm. 235)

BAB 11

Ketidakpastian dan Teori Permainan

(hlm. 238)

A. EKONOMI RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN

Menyebarkan Risiko melalui Hedging

Hedging meliputi penurunan risiko dalam kepemilikan suatu aset atau komoditi dengan membuat penjualan yang menetralkan aset tersebut.

(hlm. 240)

RISIKO DAN KETIDAKPASTIAN

Bagaimana orang-orang berperilaku dalam mengahadapi risiko? Biasanya kita tahu bahwa orang ingin menghindari ketidakpastian mengenai penghasilan dan konsumsinya. Ketika kita ingin menghindari risiko dan ketidakpastian, kita adalah “penolak-risiko.” (risk-averse)

(hlm. 242)

Munculnya permasalahan dalam perjudian

Hanya satu negara yang mengizinkan perjudian kasino pada tahun 1978, tetapi jumlahnya meningkat sampai 27 pada akhir tahun 1990-an.

(hlm. 243)

ASURANSI DAN PENYEBARAN RISIKO

Mengingat alam memberi kita risiko, asuransi membantu kita mengurangi risiko-risiko individu dengan menyebarkannya.

(hlm. 244)

KEGAGALAN-KEGAGALAN PASAR DALAM INFORMASI

Bahaya Moral dan Pilihan

Bahaya moral bekerja pada saat asuransi menurunkan insentif seseorang untuk menghindari atau mencegah peristiwa yang berisiko dan dengan demikian mengubah probabilitas kerugian.

(hlm. 245)

Pilihan yang merugikan muncul ketika adverse selection terjadi ketika individu dengan risiko tertinggi lebih cenderung untuk membeli asuransi..

(hlm. 246)

B. TEORI PERMAINAN

Pemikiran yang strategis merupakan seni dalam mengalahkan lawan, dengan mengetahui bahwa lawan mencoba melakukan hal yang sama kepada Anda.

Teori permainan menganalisa cara bahwa dua pemain atau lebih memilih strategi yang bersama-sama saling mempengaruhi.

(hlm. 247)

Pertimbangan tentang Penetapan Harga

Sekali Anda mulai mempertimbangkan bagaimana yang lain akan bereaksi terhadap aksi Anda, Anda telah masuk dalam dunia teori permainan.

(hlm. 261)

Bagian Tiga

Pasar Faktor Produksi: Tenaga Kerja, Tanah, dan Modal

(hlm. 263)

BAB 12

Bagaimana Pasar Menentukan Pendapatan

A. PENDAPATAN DAN KEKAYAAN

(hlm. 264)

PENDAPATAN

Pendapatan Faktor vs Pendapatan Pribadi

Hampir tiga-perempat dari pendapatan nasional berada pada tenaga kerja, sementara sisanya terbagi sebagai beberapa bentuk keuntungan atas modal.

(hlm. 279)

TANGAN YANG TAK KELIHATAN UNTUK PENDAPATAN?

Dalam kenyataannya, pasar-pasar yang kompetitif tidak menjamin bahwa pendapatan dan pemakaian akan perlu datang kepada yang paling membutuhkan dan yang paling berhak. Persaingan laissez-faire dapat mengarah kepada kesenjangan besar-besaran, kepada anak-anak yang kekurangan gizi yang tumbuh untuk menghasilkan anak-anak yang lebih kekurangan gizi lagi, dan pada kelanggengan kesenjangan pendapatan dan kekayaan dari generasi ke generasi.

(hlm. 283)

BAB 13

Pasar Tenaga Kerja

Ekonomi kita terutama dirancang agar orang mendapat pekerjaan yang baik dengan upah yang tinggi sehingga mereka dapat membeli barang-barang yang mereka butuhkan dan inginkan.

A. DASAR-DASAR PENENTUAN UPAH

TINGKAT UPAH UMUM

Dalam menganalisis penghasilan tenaga kerja, para ekonom cenderung untuk melihat pada upah riil rata-rata, yaitu upah yang menunjukkan kekuatan daya beli per satu jam kerja, atau dengan kata lain upah nominal/upah uang dibagi dengan biaya hidup. Dengan ukuran seperti itu, para pekerja di Amerika sekarang ini jauh lebih baik kehidupannya dibandingkan dengan 100 tahun yang lalu.

(hlm. 284)

Ini bukan berarti bahwa Revolusi Industri merupakan satu keberuntungan sejati bagi para pekerja, terutama pada masa laissez-faire tahun 1800-an. Dalam kenyataannya, sebuah novel yang ditulis oleh Charles Dickens hampir tidak dapat melukiskan tentang keadilan pada kondisi-kondisi menyedihkan berkaitan dengan tenaga kerja anak/di bawah umur, bahaya-bahaya di tempat kerja, dan sanitasi yang buruk yang ditemukan di pabrik-pabrik pada awal abad kesembilan belas. Jam kerja seminggu selama 84 jam adalah aturan yang berlaku pada masa itu, dengan waktu istirahat hanya untuk makan siang dan kadang-kadang untuk makan malam.

Para sejarahwan modern menekankan bahwa walaupun dengan kondisi-kondisi yang menuntut demikian di pabrik-pabrik, tetapi standar hidup mereka sangat meningkat dibandingkan dengan orang-orang sebelumnya dibawah kekuasaan para feodal agraris (tuan-tuan tanah).

(hlm. 286)

PERMINTAAN TERHADAP TENAGA KERJA

Perbedaan produktifitas marjinal

Dengan berbagai ukuran—melek baca, pendidikan, atau training—angkatan kerja tahun 2000 di AS sangat superior dibandingkan dengan angkatan kerja pada tahun 1900.

Secara keseluruhan, proporsi orang dewasa yang telah lulus perguruan tinggi meningkat dari 6 persen tahun 1950 menjadi 24 persen di tahun 1998.

(hlm. 288)

PENAWARAN TENAGA KERJA

Determinan/penentu penawaran

Sebagian besar orang Amerika bekerja antara 35 dan 40 jam seminggu, tanpa punya banyak kesempatan untuk meningkatkan atau mengurangi jam kerja mingguan mereka.

Salah satu perkembangan yang paling dramatis dalam dekade terakhir adalah gelombang masuknya wanita ke dalam angkatan kerja. Tingkat partisipasi angkatan kerja wanita (yaitu, rasio wanita selama 15 tahun terakhir yang bekerja atau yang secara aktif sedang mencari pekerjaan) telah melonjak dari 34% tahun 1950 menjadi 60% dewasa ini. Sebagian hal ini dapat dijelaskan bahwa dengan meningkatnya upah riil membuat pekerjaan menjadi lebih menarik bagi wanita. Namun demikian, perubahan besar ini tidak dapat dijelaskan dengan faktor ekonomi saja. Untuk memahami perubahan signifikan dalam pola perkerjaan ini, seseorang harus melihat keluar dari ilmu ekonomi yaitu kepada perubahan sikap masyarakat terhadap peran wanita sebagai ibu, ibu rumah tangga, dan pekerja.

Pada saat yang sama ketika banyak wanita yang telah memasuki angkatan kerja, tingkat partisipasi laki-laki usai lanjut turun secara tajam, terutama untuk pria usia diatas 65 tahun.

(hlm. 289)

Perubahan utama imigrasi dalam dekade sekarang ini telah membawa perubahan pada karakteristik imigran. Tahun 1950-an, Jerman dan Kanada merupakan sumber utama, sementara tahun 1980-an dan 1990-an Mexico dan Philipina merupakan sumber imigran yang dominan.

(hlm. 290)

Temuan-Temuan Empiris

Survey ini menunjukkan bahwa kurva penawaran tenaga kerja bagi laki-laki dewasa kelihatannya sedikit membelok ke belakang (backward-bending), sementara respon dari kelompok-kelompok demografi lainnya kelihatannya lebih menyerupai kurva penawaran yang konvensional yang mempunyai slope yang positif (dengan lereng menanjak). Untuk masyarakat secara keseluruhan, penawaran tenaga kerja kelihatannya memberikan respon sangat kecil terhadap perubahan pada upah riil.

(hlm. 292)

(figur 13-5)

Profil penghasilan laki-laki menunjukkan bahwa penghasilan meningkat seiring dengan peningkatan lama pendidikan dan pengalaman. (Diadaptasi dari Kevin M. Murphy dan Finis Welch, “The structure of Wages” Quarterly Journal of Economics, Februari 1992)

Perbedaan pada Orang: Mutu Tenaga Kerja

Satu kunci untuk perbedaan upah terletak pada perbedaan kualitatif yang sangat besar diantara orang-orang, perbedaan-perbedaan yang dapat ditelusuri sampai kepada variasi-variasi kemampuan fisik dan mental, latar belakang, pendidikan dan pelatihan serta pengalaman.

Dokter, pengacara, dan insinyur melakukan investasi selama bertahun-tahun pada pendidikan formal dan pada on-the-job training. Mereka menghabiskan sejumlah besar uang untuk membayar SPP (biaya kuliah) dan upah yang tertunda (upah yang seharusnya dapat mereka terima jika bekerja). Mereka biasanya menghabiskan uang sebesar $100.000 sampai $200.000 di perguruan tinggi dan pelatihan setelah lulus ditambah dengan jam kerja yang panjang. Oleh karena itu gaji tinggi orang-orang profesional ini seharusnya dipandang sebagai pengembalian atas investasi yang telah mereka tanamkan pada modal sumberdaya manusia—yaitu pengembalian atas biaya pendidikan yang telah menciptakan mereka menjadi pekerja-pekerja yang sangat terlatih pada bidang tertentu.

(hlm. 293)

Apakah seharusnya Anda berinvestasi dalam “modal sumberdaya manusia”?

Apakah biaya investasi kuliah itu seimbang (kembali)? Bukti-bukti mengatakan ya. Pada tahun 1997, penghasilan tahunan rata-rata pekerja penuh waktu untuk laki-laki lulusan SMU berusia 30 tahun adalah $35.000. Orang yang sama dengan gelar sarjana atau lebih tinggi memperoleh $68.000 per tahun. Selain itu tingkat pengembalian atas pendidikan tinggi telah melonjak secara dramatis selama 20 tahun terakhir.

(hlm. 295)

Pasar Tersegmentasi dan Kelompok-kelompok yang Tidak Bersaing

Mengapa pasar tenaga kerja terbagi ke dalam begitu banyak kelompok-kelompok yang tidak bersaing? Alasan utamanya adalah bahwa, untuk profesi-profesi dan pekerjaan dagang yang handal, memerlukan investasi waktu dan uang untuk menjadi seorang ahli.

(hlm. 296)

B. ILMU EKONOMI TENTANG SERIKAT PEKERJA

SEJARAH DAN PRAKTEK SERIKAT-SERIKAT PEKERJA

Bagaimana serikat pekerja di Amerika di mulai? Pada tahun 1881 gerakan buruh mulai dibentuk dengan pendirian Federasi Buruh Amerika (AFL). Hampir selama setengah abad sampai kematiannya tahun 1924, Samuel Gompers menguasai organisasi ini dan memberi gerakan ini ciri tertentu.

Upah dan keuntungan-keuntungan tambahan bagi para pekerja yang bergabung dalam serikat ditentukan oleh tawar-menawar kolektif. Yaitu proses negosiasi antar wakil perusahaan dan wakil pekerja dengan tujuan untuk membuat kondisi kerja yang saling menguntungan. Intinya tawar-menawar adalah poker ekonomi.

(hlm. 297)

Pemerintah dan Tawar Menawar Kolektif

Pada awal tahun 1900-an, serikat pekerja dan anggotanya dituduh, didenda, dipenjarakan dan dihina oleh pengadilan dengan berbagai prosedur hukum.

Hal di atas berlangsung sebelum terjadinya perubahan radikal yang mengarah kepada dukungan terhadap serikat pekerja dan tawar menawar kolektif yang mengakibatkan ledakan pertumbuhan serikat pekerja dimulai. Suatu peristiwa penting yang terjadi adalah Clayton Act. Clayton Act adalah rancangan undang-undang yang diusulkan oleh Clayton tahun 1914) yang disebut dengan “labor’s magna carta” (undang-undang tenaga kerja) dan dirancang untuk menghapus tenaga kerja dari tuntutan atau ancaman anti trust.

Undang-undang tenaga kerja yang paling penting dari semuanya adalah National Labor Relationship atau Wagner Act pada tahun 1935. Hukum ini mengatakan bahwa: “Para pekerja mempunyai hak untuk … bergabung … dengan organisasi tenaga kerja, untuk tawar-menawar secara kolektif …, dan untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang telah disepakati bersama.”

(hlm. 298)

Serikat Pekerja Menentukan Standar Upah yang Tinggi dan Membatasi Kesempatan Kerja

Serikat pekerja memperoleh kekuatan pasar melalui monopoli yang sah dalam menyediakan jasa tenaga kerja terhadap perusahaan atau industri tertentu.

Dengan demikian di bawah kondisi persetujuan tawar menawar kolektif, perusahaan setuju untuk tidak mempekerjakan tukang ledeng yang tidak tergabung dalam serikat pekerja, tidak melakukan kontrak dengan perusahaan jasa perbaikan ledeng dan juga tidak melakukan subkontrak dengan perusahaan-perusahaan yang tidak mempunyai serikat pekerja.

(hlm. 299)

Hal ini juga menjelaskan mengapa serikat pekerja ingin membatasi imigrasi, mengapa serikat pekerja mendukung undang-undang proteksionis membatasi impor barang-barang asing, yang dibuat oleh para pekerja yang bukan menjadi anggota serikat pekerja di Amerika. Mengapa “quasi union” (mirip serikat pekerja tetapi bukan serikat pekerja) seperti asosiasi kesehatan berjuang menghambat praktek-praktek kesehatan oleh kelompok-kelompok lain dan hal ini juga menjelaskan mengapa serikat pekerja menentang deregulasi dalam industri-industri seperti angkutan darat truk, komunikasi, dan penerbangan.

Apakah Serikat Pekerja Menaikkan Upah

Dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan di antara para pekerja, para ekonom telah menyimpulkan bahwa para pekerja yang bergabung dalam serikat memperoleh perbedaan upah rata-rata 10-15% di atas para pekerja yang tidak bergabung dalam serikat pekerja. Rentang perbedaan mulai dari angka yang sangat kecil bagi para pekerja di hotel dan tukang pangkas sampai angka penghasilan 25-30% lebih tinggi yang diperoleh para pekerja di sektor konstruksi atau penambang batubara.

(hlm. 300)

Jika serikat pekerja berhasil dalam menaikkan upah anggota mereka di atas tingkat kompetitif, maka kelebihan/keuntungan yang mereka peroleh ditanggung oleh pekerja yang tidak bergabung dalam serikat. Analisis ini didukung oleh bukti-bukti empiris yang menunjukkan bahwa bagian Pendapatan Nasional yang diterima oleh kelompok tenaga kerja hanya mengalami perubahan yang sangat sedikit selama enam dekade terakhir.

Pengaruh terhadap Lapangan Kerja

Ketika serikat-serikat pekerja yang sangat kuat menaikkan upah riil ke tingkat tinggi yang semu, hasilnya adalah kelebihan penawaran tenaga kerja yang disebut dengan pengangguran klasik (classical unemployment).

Para ekonom sering mnegkontraskan pengangguran klasik dengan pengangguran yang terjadi dalam siklus bisnis yang sering disebut dengan pengangguran Keynesian yaitu pengangguran yang disebabkan karena permintaan agregat yang tidak cukup.

Menurunnya pengaruh serikat pekerja di Amerika Serikat

Salah satu tren utama yang terjadi di pasar tenaga kerja di Amerika adalah terkikisnya pengaruh Serikat Pekerja setelah perang dunia ke dua secara perlahan-lahan. Dimana Serikat Pekerja telah mengorganisasikan ¼ dari angkatan kerja pada tahun 1955, jumlah ini turun secara tajam sejak 1980. Jumlah para pekerja yang bergabung dalam serikat di industri manufaktur turun secara dramatis dalam dua dekade terakhir, hanya di sektor publik saja serikat pekerja masih mempunyai kekuatan.

Pemogokan seolah-olah telah menghilang dari pasar tenaga kerja Amerika. Alasan di balik ini karena seringkali pemogokan justru menyerang balik para pekerja. Pada tahun 1981 pengawas lalu lintas udara yang melakukan pemogokan semuanya dipecat oleh Presiden Reagan.

(hlm. 301)

Beberapa Pikiran yang Keliru Mengenai Tenaga Kerja

Pemeriksaan yang lebih teliti lagi dalam sejarah ekonomi di berbagai negara menunjukkan bahwa peningkatan penawaran tenaga kerja dapat diakomodasi dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang lebih tinggi, walaupun peningkatan itu mungkin memerlukan upah riil yang lebih rendah.

Pekerjaan bukanlah satu gumpalan yang harus dibagikan diantara para pekerja potensial. Penyesuaian yang terjadi pada pasar tenaga kerja dapat mengadaptasi pergeseran-pergeseran yang terjadi pada penawaran dan permintaan tenaga kerja melalui perubahan upah riil dan melalui migrasi tenaga kerja dan modal. Terlebih lagi dalam jangka pendek ketika upah dan harga bersifat kaku, proses penyesuaian dapat diperlancar melalui kebijakan makro ekonomi yang tepat.

C. DISKRIMINASI RAS DAN GENDER

DISKRIMINASI

(hlm. 302)

Kenapa orang Amerika-Afrika dan warga keturunan Hispanik di Amerika Serikat terus mendapatkan pendapatan dan kesejahteraan yang lebih rendah dibanding kelompok-kelompok yang lain? Kenapa wanita dihalangi untuk bisa menduduki posisi-posisi terbaik dalam bisnis?

PENJELASAN EKONOMI MENGENAI DISKRIMINASI

Definisi diskriminasi

Ketika perbedaan ekonomi muncul karena karakteristik pribadi yang tidak relevan seperti ras, gender, orientasi seksual, atau agama, kita menyebutnya diskriminasi.

(hlm. 304)

Diskriminasi statistik

Para majikan serig mempekerjakan orang berdasarkan sekolah mereka daripada berdasarkan nilai mereka. Sebuah proses penyaringan yang lebih teliti akan menunjukkan bahwa ada banyak pekerja yang berkualitas tinggi berasal dari sekolah-sekolah yang kurang terkenal. Kita lihat di sini satu bentuk yang umum dari diskriminasi statistik yang didasarkan pada kualitas sekolah.

(hlm. 305)

DISKRIMINASI EKONOMI TERHADAP WANITA

Kelompok paling besar yang mengalami penderitaan diskriminasi ekonomi adalah wanita. Satu generasi yang lalu, wanita memperoleh upah hanya 70% dari upah yang diterima oleh kaum pria. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan faktor-faktor yang lain.

Kelompok minoritas laki-laki yang paling tidak beruntung, memperoleh hanya 71% dari penghasilan kaum pria kulit putih. Kaum perempuan bahkan memperoleh lebih sedikit. (Sumber: Sensus 1990. Dikompilasi oleh Anna Green dari Yale Stat Lab dengan menggunakan Program Eksplorer tahun 1990 dari Public Use Sample, tersedia di Internet).

(hlm. 306)

Satu contoh dari serangkaian pekerjaan audit yang dilakukan oleh Urban Institute di Chicago, Washington, dan Denver. Para auditor menemukan bahwa pekerja kulit putih 1,3 kali kemungkinannya lebih besar mendapat tawaran pekerjaan dibandingkan dengan partnernya yang berwarna kulit hitam.

(hlm. 308)

MENGURANGI DISKRIMINASI PASAR TENAGA KERJA

Langkah-langkah apa saja yang telah dibuat untuk memerangi diskriminasi? Langkah utama adalah undang-undang pokok, seperti Civil Right Act tahun 1964 (yang melarang diskriminasi dalam hal mempekerjakan, memberhentikan dan kesempatan kerja) dan Equal Pay Act tahun 1963 (yang meminta para majikan untuk membayar pekerja wanita dan pria sama untuk pekerjaan yang sama.)

(hlm. 310)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Unsur-unsur teori modal sumber daya manusia disampaikan oleh S. Beckers, Human Capital: A Theoritical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education, 3rd ed. (University Chicago Press, Chicago, 1993)

Ilmu ekonomi tenaga kerja berada pada bidang aktif. Banyak topik tercakup pada survei tingkat lanjut, seperti Ronald G. Ehrenberg, Robert S. Smith, Modern Labor Economics: Theory and Public Policy, 6th ed. (Addison Wesley Longman, New York 1996).

(hlm. 311)

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Imigrasi akhir-akhir ini telah meningkatkan jumlah para pekerja dengan keterampilan rendah sedikit pengaruhnya terhadap penawaran para pekerja yang sangat terlatih. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh George Borjas, Richard Freeman dan Lawrennce Katz memperkirakan bahwa upah para pekerja yang tidak lulus SMA relatif turun 4% secara relatif terhadap upah para pekerja lulusan perguruan tinggi di tahun 1980-an sebagai akibat dari kebijakan imigrasi dan perdagangan.

(hlm. 312)

BAB 14

Tanah dan Kapital

Amerika Serikat merupakan ekonomi “kapitalis”. Yang kita maksudkan di sini adalah bahwa sebagian besar modal, tanah, dan aset dimiliki secara pribadi.

(hlm. 313)

A. TANAH DAN UANG SEWA

Uang Sewa sebagai Keuntungan atas Faktor Tetap

Uang sewa (atau uang sewa ekonomi murni) merupakan pembayaran atas penggunaan faktor-faktor produksi yang tetap di dalam jumlah penawarannya.

(hlm. 314)

Harga tanah tinggi karena harga jagung tinggi. Ini merupakan contoh yang bagus tentang permintaan tidak langsung—yang menandakan bahwa permintaan untuk faktor produksi berasal dari permintaan untuk produk yang dihasilkan oleh faktor.

Karena penawaran tanah tidak elasis, tanah akan selalu digunakan untuk apapun yang dapat dihasilkannya. Jadi nilai tanah seluruhnya berasal dari nilai produk dan bukan sebaliknya.

Pengenaan Pajak Tanah

Apa yang dapat dilakukan pemilik tanah kecuali menerima keuntungan yang rendah? Ini memberikan pemikiran bagi gerakan pajak-tunggal dari Henry George, yang bertujuan untuk menahan nilai tanah yang naik bagi masyarakat tanpa menyimpang dari alokasi sumber penghasilan.

Tentu saja para pemilih tanah akan mengeluh. Tetapi dengan persaingan yang sempurna tidak ada yang dapat mereka lakukan tentang hal itu, karena mereka tidak dapat mengubah total jumlah penawaran dan tanah tersebut harus bekerja untuk apapun yang bisa didapatkannya. Setengah dari seiris lebih baik daripada tidak sama sekali.

(hlm. 315)

Hasil yang menyolok yakni bahwa pajak atas uang sewa akan mengarah kepada tidak adanya distorsi atau inefisiensi ekonomi. Hasil yang mengejutkan ini muncul karena pajak atas uang sewa ekonomi murni tidak mengubah perilaku ekonomi siapapun. Para peminta tidak terpengaruh karena harganya tidak berubah. Perilaku para produsen tidak terpengaruh karena jumlah penawaran tanahnya tetap dan tidak bisa bereaksi. Oleh karena itu, ekonomi berjalan setelah pajak sama persis seperti sebelum pajak—tanpa distorsi atau inefisiensi yang muncul sebagai akibat dari pajak tanah.

Pajak atas uang sewa ekonomi murni akan mengarah kepada tidak adanya distorsi atau inefisiensi.

Gerakan Pajak-Tunggal dari Henry George

Analisis ini menunjukkan bahwa pajak adalah distorsi yang paling kecil jika dipungut pada sektor-sektor yang penawarannya atau permintaannya sangat tidak elastis terhadap harga.

Jika suatu komoditas sangat tidak elastis dalam penawaran atau permintaan, pajak pada sektor itu akan memiliki dampak yang sangat kecil pada produksi dan konsumsi, dan distorsi secara relatif akan kecil.

B. MODAL DAN BUNGA

Anda bisa memiliki kue dan memakannya juga: Pinjamkan dengan bunga.

(hlm. 321)

Tindakan untuk Memaksimalkan Nilai Saat Ini

Ada satu aturan yang memberikan jawaban-jawaban yang benar untuk semua keputusan investasi: Hitunglah nilai saat ini yang dihasilkan dari masing-masing kemungkinan keputusan. Kemudian bertindaklah selalu untuk memaksimalkan nilai saat ini tersebut.

(hlm. 323)

Setiap inovasi yang sukses menciptakan kelompok monopoli temporer.

TEORI TENTANG MODAL DAN SUKU BUNGA

Ketidaklangsungan (roundaboutness)

Pulau B yang cerdik mencurahkan periode awal untuk investasi, tidak jadi mengkonsumsi, dan kemudian menikmati hasil panenan dari konsumsi yang lebih tinggi di kemudian hari.

(hlm. 325)

Irving Fisher: ekonom sebagai seorang pejuang yang giat (crusader)

Fisherlah yang menyingkap hubungan yang mendalam antara bunga dan modal dan perekonomian, seperti dijelaskan dalam ringkasan dari The Theory of Interest ini:

Kenyataannya adalah bahwa suku bunga bukan merupakan fenomena yang dangkal yang berlaku hanya untuk beberapa kontrak bisnis, tetapi menembus semua hubungan perekonomian. Hubungan inilah yang mengikat pria dengan masa depan dan yang olehnya ia membuat semua keputusan yang jauh jangkauannya. Suku bunga masuk melalui harga sekuritas, tanah dan barang modal secara umum, sama seperti uang sewa, upah, dan nilai dari seluruh “interaksi”. Suku bunga mempengaruhi distribusi kekayaan secara mendalam. Singkatnya, dengan penyesuaiannya yang akurat bergantung syarat-syarat yang sama dari semua pertukaran dan distribusi.

(hlm. 326)

Analisis Grafik Keuntungan dari Modal

Ketika modal dangat langka, proyek tidak langsung yang paling menguntungkan memiliki tingkat keuntungan yang sangat tinggi.

(hlm. 330)

PENEMUAN-PENEMUAN EMPIRIS

Keuntungan terhadap Tenaga Kerja dan Modal

Kita melihat bahwa perolehan tenaga kerja berkembang secara tajam tetapi kemudian bersifat stagnan setelah awal tahun 1970-an. Nilai laba dari modal, sebaliknya, membubung tinggi dalam tahun-tahun terakhir ini, dengan hampir dua kali lipat dari tingkat keuntungan dari modal nonfinansial korporasi sejak 1980. Gelombang dalam laba merupakan salah satu faktor di balik pasar modal yang besar selama lebih dari dua dekade terakhir. Kecenderungan ini membawa satu komentator kepada kesimpulan bahwa ini merupakan waktu yang baik untuk menjadi kapitalis di Amerika Serikat.

(hlm. 333)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Dasar-dasar teori modal dibuat oleh Irving Fisher, The Theory of Interest (Macmillan, New York, 1930). Teori mengenai uang sewa dikembangkan oleh David Ricardo dalam Principles of Political Economy and Taxation (1819, berbagai penerbit).

(hlm. 336)

Lampiran 14

EFISIENSI PASAR DAN EKONOMI

EFISIENSI PERSAINGAN SEMPURNA

Dua abad yang lalu, Adam Smith menyatakan bahwa, melalui kerja dari tangan yang tak terlihat, mereka yang mengejar kepentingan sendiri dalam ekonomi yang kompetitif akan mengembangkan kepentingan publik dengan cara yang paling efektif. Konsep ini—bahwa kekacauan dan kekasaran dari persaingan pasar merupakan dorongan yang kuat untuk menaikkan hasil produksi dan standar hidup—merupakan salah satu gagasan yang paling dalam dan kuat dalam sejarah.

Di bawah kondisi yang terbatas, termasuk persaingan sempurna, ekonomi pasar akan menunjukkan efisiensi alokatif. Dalam sistem semacam ini, ekonomi sebagai satu kesatuan bersifat efisien, dan tidak seorang pun dapat menjadi lebih baik tanpa membuat orang lain menjadi lebih buruk.

(hlm. 344)

IKHTISAR LAMPIRAN

Karena harga berlaku sebagai tanda-tanda kelangkaan ekonomi untuk para produsen dan keperluan sosial bagi konsumen, mekanisme harga yang kompetitif memungkinkan hasil dan kepuasan maksimum untuk diproduksi dari sumber dan teknologi masyarakat. Dengan persaingan sempurna yang dicita-citakan, perekonomian berada pada batas kemungkinan-produksi dan batas kemungkinan-kepuasan.

(hlm. 347)

Bagian Empat

Ilmu Mikroekonomi Terapan:

Perdagangan Internasional, Pemerintah, dan Lingkungan

(hlm. 349)

BAB 15

Keuntungan Komparatif dan Proteksionisme

A. HAKIKAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Dorongan ekonomi apakah yang berada di balik perdagangan internasional? Sederhananya, perdagangan mengembangkan spesialis, dan spesialis meningkatkan produkstivitas.

Perdagangan Internasional vs Domestik

Pada tingkat yang paling bawah, perdagangan adalah perdagangan, apakah perdagangan itu melibatkan orang-orang di dalam negara yang sama atau orang-orang dengan negara yang berbeda. Akan tetapi, ada tiga perbedaan penting antara perdagangan domestik dan internasional, dan perbedaan ini mempunyai konsekuensi-konsekuensi praktis dan ekonomis yang penting:

(hlm. 350)

  1. Kesempatan untuk memperluas perdagangan.
  2. Negara-negara yang berkuasa.
  3. Nilai tukar (mata uang).

Tren Perdagangan Luar Negeri

Data ini mengunkapkan bahwa meskipun menjadi negara dengan ekonomi industri yang maju, Amerika Serikat secara mengejutkan mengekspor sejumlah besar komoditas primer (seperti makanan) dan mengimpor sejumlah besar barang-barang yang dibuat secara rumit dan kapital intensif (seperti otomobil dan peralatan telekomunikasi).

(hlm. 354)

B. KEUNTUNGAN KOMPARATIF DI ANTARA NEGARA-NEGARA

Dengan perdagangan bebas, negara-negara mengganti produksi menuju area-area keuntungan komparatif mereka.

(hlm. 360)

KUALIFIKASI DAN KESIMPULAN

  1. Asumsi klasik. Dari sudut pandang teoretis, cacat utama dari teori keuntungan-komparatif terletak pada asumsi klasiknya. Teori ini mengasumsikan bahwa perekonomian kompetitif yang berjalan dengan mulus.
  2. Distribusi Pendapatan. Syarat kedua berkaitan dengan dampak terhadap orang-orang, sektor, atau faktor tertentu dari produksi. Kita telah tunjukkan di atas bahwa terbukanya suatu negara terhadap perdagangan akan menaikkan pendapatan nasional suatu negara.

Meskipun ada batasan-batasannya, teori keuntungan komparatif merupakan salah satu kebenaran yang terdalam dalam semua ilmu ekonomi. Negara-negara yang tidak menghiraukan keuntungan komparatif akan membayar mahal dalam hal standar kehidupannya dan pertumbuhan ekonominya.

C. PROTEKSIONISME

Proteksionisme mencegah bekerjanya dorongan-dorongan keuntungan komparatif untuk menuju keuntungan maksimum.

ANALISIS PENAWARAN-DAN-PERMINTAAN ATAS PERDAGANGAN DAN TARIF

(hlm. 362)

Dengan tidak adanya biaya transportasi, tarif, dan kuota, harga di Amerika harus setara dengan harga dunia. Mengapa? Karena jika harga Amerika berada di atas harga Eropa, para pengusaha yang bermata-tajam akan membeli di mana pakaian itu berharga murah (Eropa) dan menjual di mana pakaian berharga mahal (Amerika); Eropa dengan demikian mengekspor pakaian ke Amerika.

(hlm. 364)

Suatu tarif akan cenderung menaikkan harga, menurunkan jumlah yang dikonsumsi, dan menaikkan produksi domestik.

(hlm. 368)

EKONOMI PROTEKSIONISME

Argumen merkantilis membingungkan dalam alat pencapaian tujuan dan tujuannya. Mengumpulkan emas atau pajak lain, tidak akan memperbaiki standar kehidupan suatu negara. Uang berharga bukan karena uang itu sendiri tetapi untuk apa yang dapat dibelinya dari negara lain.

Jika perdagangan bebas begitu menguntungkan bagi suatu negara secara keseluruhan, mengapa para pendukung proteksionisme terus menggunakan pengaruh yang tidak seimbang dalam pemerintah? Sedikit orang yang beruntung banyak mendapatkan keuntungan dari proteksi yang spesifik dan oleh karena itu memberikan sejumlah besar untuk para politikus yang merundingkan.

(hlm. 369)

Alasan para pekerja Amerika mempunyai upah yang lebih tinggi adalah bahwa mereka rata-rata lebih produktif. Jika upah orang Amerika 5 kali upah orang Meksiko, hal itu karena produk marginal para pekerja Amerika rata-rata 5 kali produk marginal para pekerja Meksiko.

(hlm. 370)

Dari sudut pandang ekonomi, industri yang kurang produktif sebenarnya dibunuh oleh persaingan dari industri-industri domestik yang lebih produktif.

Argumen-argumen yang Sah secara Potensial untuk Proteksi

(hlm. 371)

Semua negara mungkin mendapatkan keuntungan jika semua negara menghilangkan rintangan-rintangan perdagangan.

(hlm. 372)

Kenyataannya, sejarah tarif mengungkapkan banyak kasus seperti baja, gula, dan tekstil di mana para pemula yang dilindungi secara terus-menerus belum melepaskan popoknya setelah bertahun-tahun ini.

Proteksi tragis Brazil atas industri komputer

Akibatnya mengejutkan secara teknologis, komputer-komputer yang dibuat Brazil ternyata bertahun-tahun di belakang pasar dunia yang bergerak cepat, dan para konsumen membayar 2 atau 3 kali lipat harga dunia—ketika mereka bisa mendapatkannya.

Kombinasi tekanan dari para konsumen dan bisnis Brazil dan permintaan Amerika Serikat untuk membuka pasar mendorong Brazil untuk melepaskan larangan atas komputer yang diimpor pada tahun 1992. Dalam satu tahun, toko-toko elektronik di São Paulo dan Rio de Janeiro dipenuhi dengan komputer laptop, printer laser, dan telepon seluler yang diimpor dan perusahaan-perusahaan Brazil dapat mulai mengeksploitasi revolusi komputer. Setiap negara dan setiap generasi belajar pelajaran baru tentang keuntungan komparatif.

Pelajaran ini cukup ditunjukkan pada tahun 1990-an. Dari 1991 sampai 1999, Amerika Serikat telah menciptakan 16 juta pekerjaan baru sementara mempertahankan pasar-pasar terbuka dan tarif rendah; defisit perdagangannya meningkat secara tajam selama masa ini.

Mereka yang telah mempelajari bab-bab tentang ekonomi makro dapat memahami mekanisme di mana tarif meningkatkan lapangan kerja dalam jangka pendek. Proteksionis mengukur peningkatan yang dibelanjakan atas produksi domestik dan oleh karena itu meningkatkan permintaan dalam jumlah. Perubahan pengeluaran ini akan mempunyai efek yang berlipat ganda dalam jangka pendek seperti perubahan investasi atau pengeluaran pemerintah atas barang-barang dan jasa.

(hlm. 373)

Satu cara yang lebih efektif untuk meningkatkan lapangan kerja yang produktif adalah melalui kebijakan moneter dan fiskal domestik.

Rintangan-rintangan Lain terhadap Perdagangan

Seberapa pentingkah rintangan-rintangan nontarif sehubungan dengan tarif? Penelitian ekonomis mengindikasikan bahwa rintangan-rintangan nontarif sesungguhnya lebih penting daripada tarif pada tahun 1960-an karena kuota atas impor minyak; pada tahun-tahun terakhir, rintangan-rintangan tersebut secara efektif telah menggAndakan proteksi yang ditemukan dalam undang-undang tarif. Dalam arti, rintangan-rintangan nontarif telah menjadi pengganti untuk tarif yang lebih konvensional karena tarif tersebut telah dikurangi.

NEGOSIASI-NEGOSIASI PERDAGANGAN MULTILATERAL

Puncak proteksionisme muncul setelah tarif Smooth-Hawley yang tidak terkenal pada tahun 1930, yang dilawan oleh sesungguhnya setiap ekonom Amerika yang ditempuh melalui Kongres.

(hlm. 375)

FIGUR 15-10. Amerika secara Historis merupakan Negara dengan Tarif-Tinggi

Tarif tinggi untuk sebagian besar sejarah negara kita, tetapi negosiasi-negosiasi perdagangan sejak tahun 1930-an telah menurunkan tarif secara signifikan.

(hlm. 377)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Pembahasan klasik dari perdebatan mengenai perdagangan bebas adalah dari Jagdish Bhagwati, Protectionism (MIT Press, Cambridge, MA, 1990).

(hlm. 382)

BAB 16

Perpajakan dan Pengeluaran Pemerintah

(hlm. 381)

A. KONTROL PEMERINTAH ATAS EKONOMI

Kecenderungan Ukuran Pemerintah

Sebelum Perang Dunia I, pengeluaran atau perpajakan pemerintah negara federal, negara bagian dan pemerintah lokal yang digabungkan berjumlah lebih sedikit dari sepersepuluh dari seluruh pendapatan nasional Amerika Serikat.

(hlm. 382)

Sebagai contoh, ketika jaminan sosial pertama kali diperkenalkan pada tahun 1935, para lawan mencelanya sebagai tanda sosialisme yang tak menyenangkan. Tetapi dengan berlalunya waktu, perilaku politis muncul. Sistim jaminan sosial yang “sosialistik” dipertahankan oleh Presiden Ronald Reagan yang konservatif pada tahun 1980-an sebagai bagian dari “jaringan pengaman.” Doktrin yang radikal dari satu era menjadi kitab suci yang diterima dari yang berikutnya.

Pertumbuhan Kontrol dan Peraturan Pemerintah

Pada abad sembilan belas Amerika telah mempunyai sistem ekonomi seperti ekonomi apapun yang telah mencapai masyarakat laissez-faire yang murni—sistim di mana ahli sejarah Inggris,  Thomas Carlyle, menamakan “anarki plus polisi.” Filosofi ini membolehkan orang-orang dengan kebebasan pribadi yang luas untuk mengejar ambisi ekonomi mereka dan menghasilkan satu abad kemajuan material yang cepat. Tetapi para kritikus melihat banyak kesalahan di dalam sistem laissez-faire ini. Para ahli sejarah mencatat terjadinya krisis bisnis yang periodik, kemiskinan dan kesenjangan yang sangat ekstrim, diskriminasi ras yang tinggi, dan peningkatan polusi dalam air, tanah, dan udara.

(hlm. 383-384)

Figur 16-1. Peranan pemerintah dalam Ekonomi telah meningkat secara Tajam dalam Abad Ini

Pengeluaran Pemerintah meliputi pembelanjaan atas barang-jasa pelayanan dan transfer pada tingkat negara federal, negara bagian, dan pemerintah lokal. Perhatikan bagaimana pembelanjaan telah meningkat secara tajam selama masa perang tetapi tidak kembali ke tingkat sebelum perang setelah itu. Perbedaan antara pembelanjaan dan perpajakan merupakan defisit atau surplus pemerintah.

(Sumber: Departemen Perdagangan Amerika Serikat.)

Lebih dari dua abad terakhir, gelombang pasang peraturan ekonomi pemerintah telah semakin menghilang. Para ekonom memperdebatkan secara persuasif bahwa banyak peraturan ekonomi menghalangi persaingan dan membuat harga-harga tetap naik daripada turun. Tentu saja, badan-badan pemerintah utama pertama yang mengatur, Interstate Commerce Commission, dihilangkan segera setelah ulangtahunnya yang ke seratus.

(hlm. 388)

TEORI PILIHAN-PUBLIK

Teori pilihan-publik mempelajari cara mekanisme pengambilan keputusan yang berbeda-beda dapat berfungsi dan memperlihatkan bahwa tidak ada mekanisme yang ideal untuk menyimpulkan pilihan-pilihan individu ke dalam pilihan-pilihan sosial. Pendekatan ini juga menganalisa kegagalan pemerintah, yang muncul ketika tindakan negara bagian gagal untuk memperbaiki efisiensi ekonomi atau ketika pemerintah meredistribusi pendapatan secara tidak adil.

Ilmu Ekonomi Politik

Penelitian penting oleh Anthony Downs, An Economic Theory of Democracy (1957), menguraikan teori baru yang kuat yang menyatakan bahwa para politisi mengatur kebijakan ekonomi agar supaya dapat dipilih kembali.

Penelitian lebih lanjut oleh James Buchanan dan Gordon Tullock dalam The Calculus of Consent (1959) mempertahankan cek dan keseimbangan dan menganjurkan penggunaan perjanjian dalam keputusan-keputusan politis, yang memperdebatkan bahwa keputusan yang diambil dengan suara bulat tidak memaksa siapapun dan oleh karena itu tidak mengenakan biaya apapun. Untuk karya ini dan yang lain, Buchanan menerima Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi pada tahun 1986. Perekonomian pilihan-publik menerima penelitian yang seksama oleh para politisi yang konservatif pada awal tahun 1980-an. Ini diterapkan untuk bidang-bidang seperti kebijakan, peraturan, dan pengadilan pertanian, dan ini membentuk dasar teoretis untuk amandemen konstitusional yang diajukan untuk menyeimbangkan anggaran.

(hlm. 394)

C. ASPEK-ASPEK EKONOMI DARI PERPAJAKAN

Kompromi Pragmatis dalam Perpajakan

Jadi, jalan-jalan lokal biasanya dibayarkan oleh penduduk lokal. “Biaya pemakai” dibebankan untuk perawatan air dan pembuangan kotoran, yang diperlakukan seperti barang-barang pribadi. Pajak-pajak yang dikumpulkan atas bahan bakar mungkin diserahkan untuk (atau “diperuntukkan”) jalan-jalan.

(hlm. 395)

PERPAJAKAN FEDERAL

Pajak Pendapatan Individu

Pajak pendapatan individu muncul terakhir dalam sejarah negara kita. Konstitusi melarang pajak langsung apapun yang tidak dibagi secara adil di antara negara-negara bagian menurut penduduknya. Ini diubah pada tahun 1913, ketika Amandemen Keenambelas terhadap Konstitusi memberikan bahwa “Kongres mempunyai kekuasaan untuk memberi dan mengumpulkan pajak atas pendapatan, dari sumber apapun yang dihasilkan.”

(hlm. 396)

Gagasan nilai pajak marjinal sangat penting di dalam ilmu ekonomi modern. Ingatlah “prinsip marjinal”: Orang harus khawatir hanya dengan biaya atau keuntungan tambahan yang ada; mereka harus “membiarkan yang berlalu biarlah berlalu.” Dengan prinsip ini, efek utama dari pajak apapun atas insentif datang dari nilai pajak marjinal. Gagasan ini telah membentuk inti intelektual dari ilmu ekonomi sisi penawaran.

(hlm. 398)

Pajak Korporasi

Pajak pendapatan perusahaan sangat dikritik di antara para ekonom. Beberapa menentang pajak ini, yang memperdebatkan bahwa perusahaan hanya merupakan legal fiction dan tidak harus dikenai pajak.

Pajak Konsumsi

Amerika Serikat tidak mempunyai pajak penjualan nasional, meskipun ada sejumlah pajak pembelian negara federal atas komoditas spesifik seperti sigaret, alkohol, dan bahan bakar. Pajak penjualan dan pembelian biasanya bersifat regresif karena mereka mengkonsumsi bagian yang lebih besar atas pendapatan dari keluarga miskin daripada keluarga-keluarga dengan pendapatan-tinggi.

Satu pajak, yang digunakan secara luas di luar Amerika Serikat, adalah value-added tax, atau VAT (pajak nilai tambah). VAT itu seperti pajak penjualan, tetapi ia mengumpulkan pajak pada setiap tahap produksi. Jadi, jika VAT dipungut atas sebuah roti, ini akan dikumpulkan dari petani untuk produksi gandum, dan penggiling untuk produksi tepung, dari tukang panggang pada tahap adonan, dan dari penjual pada tahap irisan roti yang telah dikirimkan.

PAJAK NEGARA BAGIAN DAN PAJAK LOKAL

Pajak Properti

Pajak properti menyebabkan kira-kira 30% dari total penghasilan keuangan negara bagian dan lokal.

(hlm. 399)

Karena kira-kira seperempat nilai properti adalah dari tanah, pajak properti mempunyai elemen-elemen pajak kapital dan elemen-elemen pajak tanah tipe-Henry George. Para ekonom percaya bahwa komponen tanah dari pajak properti memiliki sedikit penyimpangan, sementara komponen kapital akan menarik keluar investasi dari kota-kota pusat dengan pajak yang tinggi ke daerah-daerah pinggiran kota dengan pajak rendah.

(hlm. 400)

Efisiensi vs. Keadilan

Para ekonom telah lama khawatir mengenai dampak perpajakan atas efisiensi ekonomi. Ingat dari Bab 14 bahwa Henry George memperdebatkan bahwa pajak atas tanah akan memiliki sedikit dampak pada efisiensi karena penawaran tanah sama sekali tidak elastik. Teori modern dari perpajakan yang efisiensi mengusahakan hukum pajak Ramsey, yang menyatakan bahwa pemerintah harus memungut pajak-pajak yang terberat atas input-input dan output-output yang sangat tidak elastik dalam harga baik dari penawaran atau permintaan? Pemikiran atas hukum pajak Ramsey adalah bahwa jika suatu komoditas sangat tidak elastik dalam harga baik dari penawaran atau permintaan, pajak atas komoditas itu akan memiliki dampak yang kecil pada konsumsi dan produksi. Dalam beberapa keadaan, pajak Ramsey mungkin mengganti cara meningkatkan pendapatan dengan kerugian minimum dari efisiensi ekonomi.

Tetapi perekonomian dan politik tidak bergerak pada efisiensi saja. Ketika perpajakan yang kaku dari penyewaan tanah atau makanan mungkin bersifat efisien, banyak yang akan menganggapnya tidak adil. Peringatan sederhana dari dilema ini adalah proposal untuk memperkenalkan pajak untuk mendapatkan hak memilih di Inggris pada tahun 1990. Pajak untuk mendapatkan hak memilih adalah pajak dengan jumlah bulat, atau pajak tetap untuk setiap orang. Keuntungan dari pajak ini adalah bahwa, seperti pajak tanah, pajak ini akan menyebabkan tidak adanya ketidakefisienan. Bagaimanapun juga, orang tidak mungkin melarikan diri ke Rusia atau melakukan harakiri untuk menghindari pajak, sehingga penyimpangan ekonomi akan dapat diperdebatkan menjadi minimal.

(hlm. 403)

KATA PENUTUP

Apakah ini berarti bahwa kita harus meninggalkan tangan yang terlihat dari pemerintah demi tangan yang tak terlihat dari pasar-pasar? Ilmu ekonomi tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan politis yang mendalam seperti ini; semua yang dapat dilakukannya adalah menyelidiki kekuatan dan kelemahan dari pilihan kolektif maupun pilihan pasar, dan menunjuk kepada mekanisme (seperti pajak hijau atau subsidi terhadap riset dan pengembangan) di mana tangan yang tak terlihat yang diperbaiki mungkin lebih efisien daripada pilihan ekstrem antara laissez-faire murni atau pembentukan birokrasi yang tak terkendali.

(hlm. 405)

BACAAN LEBIH LANJUT DAN SITUS WEB INTERNET

Bacaan Lanjutan

Tinjauan hal-hal ekonomi yang bagus terdapat dalam simposium mengenai reformasi pajak dalam Journal of Economic Perspectives, Summer 1987.

Hal-hal yang baru dalam kebijakan publik diteliti setiap tahun oleh para sarjana dari the Brookings Institution dalam Setting National Priorities (Brookings Institutions, Washington, D.C., berbagai tahun).

 

 

Teori Harga dan Penerapannya

Jack Hirshleifer

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Teori Harga dan Penerapannya oleh Jack Hirshleifer.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

TEORI HARGA DAN PENERAPANNYA

EDISI KETIGA

JACK HIRSHLEIFER

Diterjemahkan oleh: Drs. Kusnedi

Hak Cipta dalam Bahasa Inggris © 1984 pada Prentice-Hall, Inc.

Hak Terjemahan dalam Bahasa Indonesia pada Penerbit Erlangga.

04  03  02  01  00     8  7  6  5  4  3  2

(hlm.xi)

PREFACE TO THE INDONESIAN EDITION

It is my strongly held belief that economics – and price theory is the core of economics – is a universal science. Economics analyzes how individuals should and do make decisions in a world where not all our desires can be satisfied. It also studies the many ways in which everyone’s choices affect other people.

(hlm.xiii)

KATA PENGANTAR

Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang didisain untuk menjelaskan dunia nyata.

(hlm.xiv)

Kedua, ilmu ekonomi tradisional terasa sempit dan picik konsepsinya tentang manusia, mengabaikan persoalan-persoalan yang diajukan serta hasil-hasil yang dicapai di bidang ilmu pengetahuan sosial lain. Satu contoh penting: sementara keadaan dan persyaratan sempurna hampir-hampir tidak pernah terpenuhi di dunia yang nyata, kita telah mengetahui dari penelitian dan pengamatan bahwa bahkan pasar yang sangat tidak sempurna pun mungkin menghasilkan hasil yang mendekati ideal teoritis itu (lihat “Percobaan dalam Pasar Sempurna dan Tidak Sempurna” dalam Bab 13)

BAB INTI 1

SIFAT DAN RUANG LINGKUP ILMU EKONOMI

(hlm.2)

Ilmu ekonomi mengembangkan metode-metode untuk menentukan tindakan yang terbaik melalui suatu cara yang sistematis di antara pro dan kontra itu.

Ilmu ekonomi juga mempelajari apa yang terjadi bila keputusan bermacam-macam orang saling mempengaruhi satu dengan lainnya (berinteraksi = interact), seperti yang biasanya akan terjadi.

(hlm.4)

Akhirnya, mengapa akibat-akibat semacam itu seringkali diabaikan? (Jawaban yang mungkin: Karena mereka mencakup sesuatu yang tidak langsung nampak sekarang, perubahan-perubahan tingkah laku manusia sewaktu mereka bereaksi terhadap “pemecahan” tersebut).

(hlm.5)

1.A ILMU EKONOMI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1.A.1 Apakah Ilmu Ekonomi termasuk Ilmu Pengetahuan Sosial?

Kesediaan untuk mempertimbangkan buktilah yang menjadi ciri pendekatan ilmiah, bukannya persetujuan/kesepakatan universal. Ketidakmampuan untuk mencapai suatu konsensus ilmiah umum mungkin adalah karena kompleksnya permasalahan atau karena kurang mampunya sang peneliti, tetapi akan selalu terdapat masalah yang tidak terpecahkan dalam setiap ilmu pengetahuan yang hidup.

(hlm.6)

CONTOH 1.1

Hidrologi lawan Ilmu Ekonomi

Karena “hasil yang aman” yang dikatakan dijamin oleh pengetahuan hidrologi telah sama dengan 1550 MGD, para ekonom itu menyimpulkan bahwa pembangunan cadangan persediaan air yang baru dengan harga yang mahal tidak diperlukan.

Dalam empat tahun berturut-turut dari 1962 sampai 1965, hasil produksi air yang tertinggi yang sesungguhnya hanyalah sebesar 1204 MGD.

(hlm.7)

Namun para insinyur, melalui perhitungan-perhitungan mereka, biasanya menambahkan faktor pengaman yang besar (50% atau bahkan mungkin 100%) sebelum mulai melaksanakan pembangunan sebuah jembatan atau sebuah bendungan. Sekalipun demikian, jembatan-jembatan masih ada yang runtuh dan bendungan hancur. Apabila para ekonom yang meramalkan tingkat inflasi diberi faktor pengaman seluas yang diijinkan bagi para insinyur, jarang mereka akan gagal.

(hlm.9)

Thales bukan hanya terkenal sebagai seorang ahli meteorologi tetapi juga sebagai seorang astronom, ahli matematik, dan negarawan.

1.A.2 Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi

Inti ilmu ekonomi meliputi suatu kegiatan manusia yang terbatas; yang ditandai oleh perilaku rasional (rational behavior) dari para individu itu, yang saling berinteraksi satu sama lain melalui suatu mekanisme sosial tertentu yaitu pasar.

Konsepsi “prilaku rasional” ternyata mengandung beberapa kesulitan. Terdapat dua pengertian utama mengenai rasionalitas, yang pertama menurut metode dan yang kedua menurut hasilnya.

(hlm.10)

Perilaku rasional bersifat sistematis dan terarah, sementara perilaku yang tidak rasional cenderung tidak dapat diramalkan dan serba salah.

Rasionalitas merupakan suatu konsep instrumental. Ia membutuhkan sasaran yang dituju. Ekonom pada umumnya memandang proses dengan mana seseorang terarah ke suatu sasaran tertentu sebagai berada di luar lingkup wewenangnya.

(hlm.11)

CONTOH 1.3

Orang gila yang Rasional?

Setelah perubahan ke “non-contingent reinforcement” (yaitu di waktu mana koin diberikan secara gratis, tanpa harus bekerja), secara keseluruhan waktu kerja ke-44 pasien itu turun ke-35 jam pada hari pertama dan mencapai 20 jam pada hari ketiga.

KESIMPULAN

Bila diperlukan mereka untuk bekerja guna memperoleh hadiah-hadiah itu, bekerjalah mereka; bila hadiah-hadiah itu datang tanpa harus bekerja, mereka memilih untuk tidak bekerja.

(hlm.12)

Apabila suatu pajak dalam minuman keras dikenakan, analisisnya secara otomatis menganggap bahwa keinginan untuk minum minuman keras tetap sama besar – hanya saja pajak membuat keinginan minum itu lebih mahal. Yang jauh lebih penting lagi, banyak perubahan-perubahan sosial yang penting dalam sejarah manusia jelas timbul dan tumbuh dari pergeseran tujuan hidup penduduk.

(hlm.13)

“Bukanlah karena kebajikan para jagal, pembuat minuman (brewer), atau pembuat roti, kita mendapatkan makanan kita, tetapi karena demi kepentingan mereka sendiri.”2 Ilmu ekonomi memusatkan pada bentuk interaksi yang pertama, yaitu keterpaduan kegiatan-kegiatan para individu yang terpisah untuk mencapai tujuan melalui pasar.

Suatu bentuk interaksi bukan-pasar (non-market) manusia yang penting adalah ilmu politik, suatu bahan bahasan yang akan dipelajari dan diteliti dari sudut pandangan ekonomi pada bagian Tujuh dari buku ini.

(hlm.14)

CONTOH 1.4

Penjahat yang Rasional?

Namun penyelidikan Ehrlich itu menunjukkan pengaruh pencegahan yang sangat besar; menurut serangkaian data setiap pelaksanaan hukuman mati berhubungan dengan 7 atau 8

(hlm.15)

lebih sedikit pembunuhan, menurut data lain 20 sampai 24 lebih sedikit pembunuhan.b

hubungan pasar bersifat saling menguntungkan (mutual) dan sukarela (voluntary).

(hlm.16)

1.A.3 Analisa Normatif Lawan Positif

Seseorang mungkin lebih menekankan untuk mencapai keadilan sosial (social equality), orang lain mungkin lebih mementingkan kebebasan individu. Tetapi yang sering terjadi, perbedaan pendapat di antara para ekonom adalah pada sarana (means)-nya dan bukan tujuan (goal).

(hlm.17)

1.B KEKUATAN YANG TIDAK NAMPAK (INVISIBLE HAND)

Tetapi hanya demi keuntunganlah setiap orang mempekerjakan modalnya untuk mendukung industri; dan oleh karenanya ia berusaha memanfaatkannya untuk mendukung industri yang hasilnya mungkin akan memiliki nilai yang tertinggi, atau menukarkannya dengan uang atau barang lain yang jumlahnya paling banyak … ia dalam hal ini, seperti dalam banyak hal lain, dituntun oleh suatu kekuatan yang tidak nampak (invisible hand) untuk mengusahakan suatu tujuan yang bukan menjadi maksudnya. Tidak pula ia merupakan maksud masyarakat. Dengan mengejar kepentingannya sendiri seringkali ia mengusahakan kepentingan masyarakat dengan lebih berhasil daripada ketika ia benar-benar bermaksud mengusahakannya.4

Bahkan sekarang pun banyak orang yang sulit untuk mengerti bagaimana, misalnya, kota New York dengan secara teratur dapat terpenuhi kebutuhannya dengan tibanya pengiriman bahan makanan dari seluruh penjuru dunia tanpa ada rencana yang mengatur yang menjamin bahwa para petani di negara bagian Kansas, nelayan New England, dan petani jeruk Florida akan benar-benar mengirimkan hasil-hasil usaha mereka ke kota yang kelaparan itu. Namun demikian kota itu dapat memenuhi kebutuhan makannya, meskipun tidak seorangpun dari pensuplainya (supplier) itu perlu diberi dorongan oleh rasa cinta atau adanya perhatian khusus kepada penghuni kota New York.

“Dalam masyarakat yang beradab, orang selalu merasakan perlunya kerjasama dan bantuan dari sedemikian banyak orang lain, sedang seluruh hidupnya jarang cukup untuk memperoleh persahabatan dari beberapa orang.” (Interlocking)

(hlm.18)

Perekonomian merupakan suatu sistem terpadu yang perilakunya mengikuti aturan-aturan yang dapat ditentukan secara ilmiah.

(hlm.19)

1.C UNSUR-UNSUR SISTEM PEREKONOMIAN, DAN ALIRAN KEGIATAN BERPUTAR

1.C.1 Badan Pengambil Keputusan dalam Perekonomian

Tetapi sesungguhnya banyak produksi yang sebenarnya berlangsung di dalam rumahtangga; masak-memasak, pembuatan kebun, dan pemeliharaan rumah misalnya.

(hlm.20)

1.C.2 Kelangkaan, Obyek Pemilihan, dan Kegiatan Ekonomi

Bahkan apabila barang-barang fisik yang diinginkan ada seluruhnya dengan jumlah yang tidak terbatas, kita tidak memiliki cukup waktu untuk menikmatinya.

(hlm.23)

1.D EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

Cukuplah dikatakan bahwa, bagi kepentingan kita sekarang ini, ekonomi mikro terutama memusatkan pada keadaan keseimbangan dari pasar-pasar tertentu, dengan menganggap adanya keseimbangan dari sistem pasar itu sebagai suatu keseluruhan. Ketidakseimbangan sistem sebagai suatu keseluruhan inilah yang dipelajari ekonomi makro.

(hlm.24)

Kemajuan penting yang terjadi dalam ilmu ekonomi makro secara tepat dilakukan orang dengan memperbaiki hubungan logis dari pokok masalah dengan teori-teori ekonomi mikro mengenai produksi, konsumsi, dan pertukaran.

BAB INTI 2

PERALATAN KERJA

(hlm.29)

Adalah suatu hal yang luar biasa bahwa praktis seluruh analisis dalam buku ini, dan bahkan pada ilmu ekonomi pada umumnya, hanya menggunakan dua teknik analisis. Kedua teknik itu adalah: (1) menemukan/mendapatkan suatu optimum dan (2) mendapatkan suatu keseimbangan (ekuilibrium).

(hlm.30)

Pengertian mengenai hubungan di antara angka-angka (ukuran/besaran) total, rata-rata, dan marjinal.

(hlm.35)

CONTOH 2.1

Paham Katolik dan Ikan

Selama lebih dari seribu tahun, gereja katolik Romawi mewajibkan pemeluk-pemeluknya untuk tidak mengkonsumsi daging pada hari Jum’at.

(hlm.36)

Hasilnya menunjukkan bahwa, bagi setiap jumlah pendaratan ikan tertentu (dan sesudah menyesuaikan dengan variabel-variabel lain yang disebutkan di atas), harga yang diterima bagi ketujuh jenis ikan itu lebih rendah sesudah liberalisasi daripada sebelumnya.

(hlm.37)

CONTOH 2.2

Kentang

Bahwa harga sayur-mayur murah pada saat panenan agaknya merupakan hukum ekonomi pertama yang diketahui pada masyarakat yang sederhana.

jumlahnya terbesar, dan harganya terendah, dalam musim itu. Mungkin mengejutkan bahwa perbedaanharga yang terjadi begitu kecil, dengan naik turunnya produksi yang sangat besar selama tahun itu. Alasan yang utama adalah bahwa kentang disimpan sejak panenan. Oleh karena itu, harga relatif masih rendah pada musim dingin tepat sesudah panenan musim gugur, meskipun produksi pada musim dingin adalah yang terendah. Karena kentang yang disimpan itu sedikit demi sedikit dikonsumsi, harga terus naik selama tahun itu sampai panenan baru mulai tiba pada akhir musim panas, dan musim gugur.

(hlm.39)

CONTOH 2.4

Pengantin wanita

Jadi kurva permintaan para peternak itu akan pengantin wanita nampaknya lebih tinggi; mereka membayar lebih banyak, dan oleh karena itu mendapatkan lebih banyak juga.

(hlm.40)

Jawabannya agaknya adalah bahwa perkawinan silang (intermarriage) hanya berbentuk Orang Kapsirika “mengimpor istri”; agaknya sang importir itu harus membayar sejenis premi supaya dapat mengatasi keengganan para pengantin itu untuk berpindah dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain.

(hlm.49)

CONTOH 2.6

Penekanan Inflasi dan Gelandangan

Di Jerman “Pembaharuan Erhard” pada tahun 1948 menghapuskan pembekuan harga dan dengan demikian menghilangkan kebiasaan menggelandang itu. Tetapi akibat-akibat yang tidak diduga adalah suatu krisis keuangan bagi jaringan kereta api negara. Dengan segera lalu lintas penumpang jarak-pendek merosot sampai ke 40% dari volume penumpang sebelum pembaharuan itu, membuktikan besarnya volume orang-orang yang melakukan penggelandangan pada waktu yang lalu tersebut.

(hlm.51)

CONTOH 2.7

Harga-harga “Paritas” Pertanian

Dengan beban mengadakan simpanan yang sedemikian besar yang semakin tidak tertahankan, cara lain ditempuh. Kupon-kupon makanan (food stamp) dan makan siang di sekolah diprogramkan untuk mensubsidi permintaan pasar. Lebih penting lagi, menurut sistem pembatasan luas tanah yang digarap, para petani dibayar agar mereka tidak memproduksi.

(hlm.59)

CONTOH 2.8

Burung  Melakukannya! Lebah Melakukannya!

Sebaliknya, ahli biologi baru-baru ini mendapatkan bahwa keputusan adaptif (menyesuaikan diri) binatang seringkali paling baik ditafsirkan menurut ukuran marjinal.

(hlm.62)

CONTOH 2.9

Program Pemberian Hak untuk Membeli Minyak

Tetapi, sebagai akibatnya, tidak ada kilang minyak yang merasa dihambat (discouraged) untuk menggunakan minyak mentah impor.

(hlm.63)

meskipun hal itu berarti Biaya Marjinal yang tertinggi bagi bangsa Amerika secara keseluruhan.

(hlm.64)

CONTOH 2.10

Pajak

Kerugian sebesar $730 merupakan biaya yang harus ditanggung karena ketidakmampuan untuk memahami konsepsi marjinal ilmu ekonomi.

BAB INTI 3

KEGUNAAN DAN PREFERENSI

(hlm.69)

Kedua teknik dasar analisis yang harus dikuasai oleh para mahasiswa adalah optimasi (optimization) dan penentuan keseimbangan (determination of equilibrium).

3.A MASALAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH INDIVIDU

(Dapat pula seseorang menabung, seperti yang akan diterangkan lebih lengkap dalam Bab 14; tetapi menabung akan dianggap sebagai pembelian secara tidak langsung atas barang-barang yang dapat dikonsumsi di waktu yang akan datang).

(hlm.74)

3.C KEGUNAAN, PREFERENSI DAN PILIHAN YANG RASIONAL

Alam telah menempatkan manusia di bawah dua majikan yang berkuasa, derita (pain) dan kenikmatan (pleasure) … Azas kegunaan  mengakui hal ini … Dengan Azas kegunaan dimaksudkan adalah azas yang menyetujui atau tidak menyetujui tindakan apapun, sesuai dengan kecenderungan yang nampaknya memperbesar atau mengurangi kebahagiaan pihak yang kepentingannya dipersoalkan.

(hlm.78)

CONTOH 3.2

Dapatkah Uang Membeli Kebahagiaan?

Sumber: N. M. Bradburn dan D. Caplovitz, Laporan Mengenai Kebahagiaan (Chicago: Aldine, 1965), hal. 9.

 (hlm.80)

3.D.2 Kegunaan dari Kombinasi Barang

Tetapi, berlawanan dengan bagan yang lalu, kurva-kurva yang digambarkan di sini pada permukaan (CC, DD, dan EE) merupakan garis-garis bentuk (contour) yang menghubungkan titik-titik yang tingginya sama pada “bukit kegunaan” (utility hill); untuk praktisnya,

(hlm.81)

garis-garis tinggi ini merupakan kurva-kurva dari kegunaan yang tetap/konstan. Garis-garis itu pertama kali digunakan oleh Edgeworth (1881) yang menyebutnya kurva-kurva indiferen.

(hlm.88)

CONTOH 3.4

Preferensi atas Anak – Jumlah dan Jenis Kelamin

Sumber: Laporan data Sensus dalam Yoram Ben-Porath and Finis Welch, Do Sex Preferences Really Matter? The RAND Corporation Paper Series, P-5560 (Desember 1975), hal.7

(hlm.89)

3.F BARANG BAIK, BURUK, DAN NETRAL

Suatu penerapan yang sangat penting dari teori kegunaan pada tahun-tahun terakhir ini adalah persoalan seleksi portofolio (portofolio selection), yaitu menyeimbangkan kekayaan seseorang atas jenis-jenis aktiva seperti saham, obligasi, barang tak-bergerak, dan sebagainya.

(hlm.90)

CONTOH 3.5

Pena Ball-point dan Kue Perancis

Tidaklah mengejutkan, kue-kue itu menjadi barang buruk setelah satu atau dua buah; obyek penelitian itu akan memakan lebih banyak kue apabila kepadanya dibayarkan lebih banyak uang untuk melakukan hal itu.

(hlm.94)

3.G SUMBER DAN ISI PREFERENSI

Mengapa orang menginginkan sesuatu, dan tidak yang lain? Mengapa keinginan kita atas sesuatu barang yang baik dengan mudah menjadi jenuh, sedang untuk barang lain tidak? Apa yang dikatakan mengenai bagaimana preferensi berbeda-beda antara orang dari umur yang berbeda-beda, dengan asal etnis yang berbeda, dalam keadaan yang berbeda?

Ekonom yang bermaksud untuk menerapkan disiplin ilmunya haruslah memiliki pengetahuan mengenai kekuatan-kekuatan yang lebih mendalam yang menentukan preferensi. Meskipun dia menganggap selera sebagai sesuatu yang wajar (apa adanya = given), ia akan menerima sifat dan isi mereka yang sebenarnya – tepat seperti seorang ekonom yang ingin mengatakan sesuatu mengenai sifat dan isi dari teknologi yang memungkinkan produksi yang modern dijalankan.

BAB INTI 4

KONSUMSI DAN PERMINTAAN

(hlm.100)

Akan kita lihat bagaimana pilihan individu di antara barang-barang konsumsi tergantung pada (1) preferensinya (seperti yang dibahas pada bab sebelumnya) bersama dengan (2) kesempatan pasar yang tersedia baginya. Sebaliknya kesempatan tergantung pada jumlah pendapatan yang tersedia, dan, tentu saja, pada harga pasar barang-barang itu.

(hlm.111)

CONTOH 4.1

Tawanan Perang – Teh vs Kopi

Rokok secara umum bertindak sebagai barang standar yang digunakan sebagai satuan harga bagi barang-barang lain.

(hlm.119)

CONTOH 4.2

Tikus

Dalam penyelidikan pertama disediakan air dan makanan tikus yang tidak terbatas jumlahnya, tetapi terdapat dua barang lain – minuman sarsaparila (root beer) dan makanan campur collins – yang dapat dinikmati oleh binatang-binatang itu hanya dengan menekan salah satu dari dua buah tuas.

α J.H Kagel, H. Rachlin, L. Green, R. C. Battalio, R. L. Basmann, dan W. R. Klemm, “Experimental Studies of Consumer Demand Behavior Using Laboratory Animals,” Economic Inquiry, vol. 13 (Maret 1975).

(hlm.124)

CONTOH 4.3

Barang Mewah Lawan Kebutuhan Pokok dalam suatu Kamp Tawanan Perang

Bagian anggaran yang dipergunakan bagi roti akan turun dengan naiknya pendapatan.

(hlm.126)

CONTOH 4.4

Poiligini di Maiduguri

Dalam kondisi pasar primitif di daerah itu, pendapatan dan kekayaan tidak dapat secara tepat diukur menurut ukuran kontan. Suatu taksiran diberikan oleh seorang peneliti, yang mengurutkan pria menurut ukuran kekayaan dari 1 sampai 4. Ternyata setiap kenaikan satu tingkat mempunyai hubungan dengan suatu kenaikan rata-rata 16% dalam jumlah istri. Dipergunakan pula beberapa taksiran secara tidak langsung. Misalnya, diketemukan bahwa pria-pria yang memiliki rumah rata-rata memiliki istri 23% lebih banyak daripada bukan pemilik rumah. Dan pria yang tempat tinggalnya memiliki saluran air minum (ledeng) rata-rata memiliki istri 32% lebih banyak.

(hlm.129)

CONTOH 4.5

Hukum Engel sesudah Satu Abad

Seterusnya ia menyatakan bahwa, dengan naiknya pendapatan: (1) Bagian anggaran yang digunakan atas makanan akan berkurang; (2) bagian yang dipergunakan untuk perumahan dan pakaian akan kira-kira tetap sama; dan (3) bagian yang dipergunakan atas barang-barang lain akan meningkat.

Distribusi Pengeluaran*

Tingkat Pendapatan Keluarga, Sesudah Pajak

KATEGORI PENGELUARAN                                        Di bawah       $2000-         $3000-        $4000

                                                                                         $2000            2999             3999           dan lebih

Makanan                                                                           29,5%            28,4%            25,9%          23,7%

*H. Houthakker, “Suatu Perbandingan Internasional Mengenai Pola Pengeluaran Rumah Tangga, Memperingati Satu Abad Hukum Engel, “Econometrica, vol.25 (Oktober 1957).

(hlm.134)

CONTOH 4.6

Hukum Permintaan: Hewan dan Manusia

Psikolog S. E. G. Lea pada tahun 1978 α  meneliti sejumlah penelitian permintaan dari berbagai ragam sumber – termasuk percobaan hewan, penjualan eceran, dan penyelidikan ekonometrik.

(hlm.135)

Bahwa hukum Permintaan adalah konsisten dengan sebagian besar keputusan konsumsi yang biasa dari penduduk biasa mungkin tidak seorang pun yang meragukannya. Tetapi mungkin timbul pertanyaan pada keadaan-keadaan yang merupakan kekecualian, misalnya permintaan para pecandu narkotika atau alkohol. Jadi kita tidak akan heran bila membaca misalnya bahwa setelah Undang-undang Larangan Minuman Keras (Prohibition) menaikkan harga minuman keras di amerika Serikat, benar-benarlah terdapat penurunan dalam konsumsi. (Bukti tidak langsung: Menurunnya kasus penyakit cirrkosis hati yang diketahui). 15

 15 H. Kalant dan O. J. Kalant, Obat Terlarang, Masyarakat dan Pilihan Pribadi (Don Mills, Ontario; Paperjacks, 1971), hal. 117.

(hlm.136)

CONTOH 4.7

Mengenakan Kejutan Listrik (Shock) Kepada Pecandu Minuman Keras

ULASAN: Kelompok yang diteliti nampaknya lebih berhasil daripada kelompok terkendali (control) dalam hal tetap tenang (tidak mabuk) sesudahnya. Ini menyatakan bahwa pengalaman hidup memang dapat mengubah sikap, bukan merupakan suatu kesimpulan yang sangat mengejutkan tetapi kesimpulan yang paling tidak secara sepintas nampak ganjil dengan anggapan ekonomi standar mengenai preferensi yang tidak berubah.

(hlm.141)

4.E DARI PERMINTAAN INDIVIDU KE PERMINTAAN PASAR

KESIMPULAN: Kurva permintaan pasar merupakan jumlah horizontal dari kurva-kurva permintaan individu.

(hlm.142)

4.F SUATU PENERAPAN: SUBSIDI LAWAN “BON” (“VOUCHER”)

Rencana dengan voucher (kartu jatah) merupakan teknik lain yang agak berbeda untuk mencapai tujuan yang diinginkan itu.

(hlm.143)

Subsidi berjalan dengan melalui suatu perubahan harga, voucher melalui suatu perubahan pendapatan. Tetapi program voucher melalui suatu perubahan pendapatan. Tetapi program voucher memiliki kekuatan khusus dalam hal seorang konsumen yang sebaliknya

(hlm.144)

justru akan membeli sedikit atau tidak sama sekali barang yang konsumsi atasnya dimaksud untuk ditingkatkan.

Tetapi voucher memindahkan seluruh garis anggaran ke atas ke  K’L (hanya daerah yang tidak terputus-putus K”L daripadanya yang berlaku). Bila konsumen bebas untuk mempergunakan pendapatannya yang bertambah, ia mungkin tetap lebih menyukai titik sudut K’ yang baru, pada kurva indiferen U2. Tetapi kebebasan yang diberikan kepada konsumen itu paling jauh pada garis K’L’ adalah sampai pada titik K’’, pada kurva indiferen U1. (Perhatikan bahwa optimum K’’ yang dapat dicapai umumnya bukanlah merupakan posisi singgung). Di sini orang tersebut telah membelanjakan seluruh jumlah voucher bagi pembelian E, tetapi tidak menggunakan pendapatannya yang bukan voucher untuk membeli E. Suatu voucher hampir selalu akan berhasil dalam meningkatkan konsumsi seseorang yang tidak mengkonsumsi E sama sekali, atau yang sebelumnya hanya sedikit mengkonsumsinya, lebih sedikit dari pada jumlah yang ekuivalen dengan voucher itu. Satu-satunya kekecualian adalah bila E bahkan bukan merupakan suatu barang yang baik (jadi bila bila barang itu jelek sekalipun) menurut pandangan si konsumen tersebut. (Bila E merupakan barang yang buruk bagi seseorang, suatu voucher yang dapat dipergunakan hanya bagi E akan tetap tidak dimanfaatkan).

BAB INTI 5

PENERAPAN DAN PERLUASAN TEORI PERMINTAAN

(hlm.151)

Bagaimana kepekaan (sensitive) permintaan terhadap perubahan-perubahan harga dan terhadap perubahan-perubahan pendapatan? Apabila pemerintah ingin mengurangi penggunaan bensin, misalnya di antara pertimbangan-pertimbangan yang berkaitan barangkali yang paling tepat adalah pajak atas bensing (yang menaikkan harga bensin bagi para konsumen).

(hlm.158)

5.A KURVA ENGEL DAN ELASTISITAS PENDAPATAN PERMINTAAN

ULASAN: meskipun subsidi yang diberikan kepada pengangkutan itu sangat besar, usaha-usaha ini nampaknya telah gagal. Sebegitu jauh, paling tidak, elastisitas pendapatan mobil yang lebih tinggi, dengan kecenderungan historis semakin tingginya tingkat pendapatan dan kekayaan, telah mengalahkan usaha-usaha untuk memajukan pengangkutan umum.

(hlm.159)

5.B KURVA PERMINTAAN DAN ELASTISITAS HARGA PERMINTAAN

DEFINISI: Elastisitas harga dari permintaan adalah perubahan proporsional dalam jumlah yang dibeli dibagi dengan perubahan proporsional yang terjadi dalam harganya.

(hlm.163)

5.C ELASTISITAS SILANG DARI PERMINTAAN

CONTOH 5.2

Elastisitas Permintaan Tenaga Listrik

Sumber: D. Chapman, T. Tyrell, dan T. Mount, “Pertumbuhan Tenaga Listrik dan Krisis Energi, “Science, vol. 178 (17 Nopember 1972), hal. 705.

Ini merupakan hasil terpenting dari penelitian tersebut, yang berlawanan dengan pendapat umum bahwa penggunaan tenaga listrik merupakan suatu jenis “kebutuhan” mutlak yang tidak tergantung pada harganya. Elastisitas yang positif dihubungkan dengan pendapatan menunjukkan bahwa tenaga listrik merupakan barang normal yang superior.

ULASAN: Tingkat perumbuhan permintaan akan tenaga listrik sangat peka terhadap harga. Dan harga tenaga listrik itu cenderung akan naik dengan menjadi mahalnya bahan bakar dan dengan adanya kewajiban untuk menjaga lingkungan yang menjadi tambahan bagi biaya tenaga listrik itu.

(hlm.169)

CONTOH 5.3

Permintaan atas Minuman Keras Sulingan (Destilasi)

Persamaan ini menunjukkan bahwa, misalnya, suatu kenaikan sebesar $1000 pada pendapatan rata-rata akan menjurus pada kenaikan konsumsi sebesar kira-kira 0,4 peti per penduduk dewasa per tahun. (Satu peti berisi 12 fifth – 1 fifth = 1/5 gallon) sehingga kenaikan itu kira-kira sebesar 5 botol per tahun.) suatu kenaikan harga sebesar satu dollar menjurus pada suatu penurunan kira-kira 0,18 peti, atau kira-kira 2 botol per tahun.

Seperti dapat dilihat, pengaruh perbedaan-perbedaan pendapatan tetap kira-kira sama. Tetapi pengaruh harga jauh lebih sedikit; Permintaan kini sangat inelastis terhadap harga (price inelastic).

ULASAN: Perbedaan-perbedaan harga minuman keras sulingan antara negara-negara bagian terutama karena perbedaan-perbedaan pemungutan pajak terhadap minuman keras. Kepekaan yang sangat kecil dari kuantitas (jumlah) yang dibeli terhadap harga (permintaan yang inelastis) adalah baik bila maksud pajak itu hanya untuk menghasilkan pendapatan pajak. Tetapi apabila tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi minuman keras, agaknya pengenaan pajak terhadap minuman keras itu tidak begitu efektif.

(hlm.171)

CONTOH 5.4

Lagi mengenai Ikan

Mengendurnya peraturan ikan-pada-hari-Jum’at bagi penganut (Umat) Katolik Amerika, seperti kita lihat dalam Contoh 2.1 pada Bab 2 (“Umat Katolik dan Ikan”), menjurus pada menurunnya harga ikan di New England. Penelitian yang sama ileh F. W. Bell α  itu juga memberikan perkiraan-perkiraan mengenai sejumlah parameter fungsi permintaan akan ikan.

(hlm.172)

5.E HAL-HAL YANG MENENTUKAN TANGGAPAN PERMINTAAN TERHADAP HARGA

Suatu bahan bahasan yang seringkali dibicarakan

(hlm.173)

para ekonom adalah mengapa permintaan akan beberapa barang adalah kuat sementara akan barang-barang lain kurang kuat bereaksi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam harga.

  1. Keeratan sifat pengganti (closeness of substitutes)
  2. Barang mewah lawan Kebutuhan: Anggapan di sini adalah bahwa permintaan akan suatu “barang mewah” akan lebih elastis daripada permintaan akan suatu “barang kebutuhan.”

(hlm.174)

  • Pentingnya Barang: Hipotesa di sini adalah bahwa suatu barang yang “penting,” yang membutuhkan suatu bagian besar \(kx = \frac{Px}{I}\) dari anggaran konsumen, cenderung memiliki permintaan yang elastis.

(hlm.175)

  • Barang yang Mahal lawan Barang Murah: Anggapan di sini adalah bahwa barang-barang yang mahal cenderung memiliki permintaan yang elastis, dan barang-barang yang murah memiliki permintaan yang inelastis.

(hlm.181)

5.G.1 Penjatahan

Tujuan penjatahan, yang biasanya dikenakan pada keadaan kekurangan di masa perang, biasanya adalah untuk menjamin bahwa mereka yang berpenghasilan sedang masih dapat membeli dengan jumlah yang minimal atas barang-barang pokok.

(hlm.184)

CONTOH 5.5

Penjatahan Pada Masa Perang

Sumber: L. A. Epstein, “Pembelian Makanan di Masa Perang,” Monthly Labor Review, vol.60 (Juni 1945), hal. 1148, 1150

(hlm.186)

CONTOH 5.6

Sumber: Jan P. Acton, “Permintaan akan perawatan Kesehatan Di antara Penduduk Kota yang Miskin, dengan Tekanan Khusus pada peranan waktu, “New York City Rand Institute, Laporan R-1151-OEO-NYC (April 1973), hal.27.

(hlm.187)

Bagi perawatan yang gratis, masukan waktu merupakan unsur satu-satunya dari harga yang efektif. Dengan demikian seluruh elastisitas dari harga yang efektif harus terlihat dalam elastisitas waktu. Bagi perawatan kesehatan di tempat praktek swasta, elastisitas dipandang dari harga yang efektif akan dibagi antara elastisitas waktu dan elastisitas dalam kaitannya dengan harga tunai.

(hlm.196)

CONTOH 5.7

Biaya Hidup di Inggris pada Masa Perang

Seperti terlihat, harga-harga naik lebih cepat daripada yang ditunjukkan oleh indeks yang resmi. Namun demikian hasilnya kelihatannya menunjukkan suatu keberhasilan, paling tidak bagi kelas pekerja, karena bahkan indeks alternatif menunjukkan suatu kenaikan hanya kira-kira sebesar 14% bagi mereka selama empat tahun.

(hlm.197)

*5.J KURVA PERMINTAAN YANG DIKOMPENSASI PENDAPATAN

Apa kelebihan dekomposisi Slutsky dibandingkan dengan dekomposisi Hicks dari pengaruh (efek) pendapatan lawan efek substitusi? Dekomposisi Slutsky memungkinkan suatu ukuran yang sederhana dari perubahan dalam pendapatan riel.

(hlm.201)

3. Misalnya, akan sangat sukarlah untuk menerapkan begitu saja suatu kurva permintaan terhadap data kuantitas-harga dari California dan Mississippi tanpa mengijinkan adanya perbedaan-perbedaan pendapatan riel antara kedua negara bagian itu.

(hlm.205)

UNTUK PEMIKIRAN LEBIH LANJUT DAN PEMBAHASAN

*T3. Ekonom Amerika Irving Fischer mengemukakan pada tahun 1891 bahwa suatu masyarakat yang miskin akan sulit membedakan tingkatan mutu dari sebuah barang seperti daging sapi, sementara masyarakat yang kaya mampu melakukannya

(hlm.206)

Di distrik pedalaman di “barat” seluruh potong daging sapi terjual dengan harga yang sama (kira-kira 10 sen setiap pon). Di kota-kota di Barat biasanya dibedakan dua atau tiga kualitas, sementara di New York seorang penjual daging akan menyebutkan selusin harga atas daging sapi yang sama yang berkisar antara 10 sampai 15 sen setiap pon.

BAB INTI 6

BADAN USAHA

(hlm.209)

6.B MENGAPA ADA PERUSAHAAN? WIRASWASTA, PEMILIK, MANAGER

Mengapa suatu jenis badan ekonomi, yang terpisah dari individu-individu yang biasa, timbul untuk tujuan ini? Kunci atas jawabannya bersifat ganda: (1) Kesempatan-kesempatan produksi biasanya melibatkan banyak orang (multi personal), dan (2) pertukaran melalui pasar, seperti dibahas dalam bab yang lalu, bukanlah suatu proses tanpa biaya – meskipun ada uang.

Karena, bahkan tanpa membentuk suatu badan usahapun, pada pokoknya akan mungkinlah untuk menggabungkan sumber-sumber yang dimiliki oleh banyak orang yang berbeda-beda lewat suatu kontrak dengan banyak pihak (multilateral contract) di antara seluruh individu yang bersangkutan.

2 Dalam perekonomian modern perusahaan merupakan kesatuan yang khas untuk mengorganisasi produk.

(hlm.211)

CONTOH 6.1

Efektivitas Manejemen

Hasil-hasil dalam keadaan “kelompok” secara khas menunjukkan penyelesaian kira-kira enam dari enambelas tugas. Dalam keadaan “manajer” sebaliknya, kira-kira empatbelas di antara enambelas tugas biasanya terselesaikan

ULASAN: Maka dorongan untuk bekerja, bukan nya melalaikan, adalah lemah dengan tidak adanya seorang manajer yang sepenuhnya bertanggungjawab bagi suatu prestasi.

(hlm.212)

Sifat pokok dari perseroan adalah tanggung jawab yang terbatas (limited liability) dan saham (pemilikan) yang dapat dipindahtangankan (transferable shares).

(hlm.213)

6.C TUJUAN PERUSAHAAN SEBAGAI ALAT OPTIMASI

Biaya merupakan suatu pengertian yang agak lebih sulit dipahami. Biaya ekonomis utama dari suatu kegiatan akan ditafsirkan sebagai kesempatan-kesempatan alternatif yang tidak jadi dilakukan (alternative opportunities foregone). Perusahaan, dalam usaha untuk menarik sumber-sumber atau “faktor-faktor” yang diperlukan untuk melakukan produksi, haruslah membayar para pemilik sumber-sumber itu dengan suatu jumlah yang cukup untuk mendorong mereka mau mengorbankan alternatif mereka yang terbaik, baik alternatif-alternatif  itu berupa pengerjaan di tempat lain, ataupun menganggur.

(hlm.217)

CONTOH 6.3

Lembaga-lembaga Simpan Pinjam: Saham lawan Saham Bersama

Tetapi di California, di mana peraturan memperbolehkan persaingan antara lembaga-lembaga bersama dan lembaga saham, lembaga saham telah tumbuh sedemikian cepat sehingga meningkatkan persentase mereka atas pasar dengan korban lembaga-lembaga “bersama.”

(hlm.218)

Bentuk “bersama” (mutual) nampak memungkinkan para manajer untuk mengejar tujuan-tujuan yang bertentangan dengan tujuan-tujuan para pemilik-penyimpan.

(hlm.221)

6.D. OPTIMUM PERUSAHAAN YANG BERSAING

PROPOSISI: Keluaran yang menghasilkan keuntungan maksimum bagi perusahaan itu adalah keluaran yang memiliki Biaya Marjinal yang sama dengan Pendapatan Marjinal, asal kurva MC memotong kurva MR dari bawah.

(hlm.228)

CONTOH 6.4

Pengiriman Beban: Insinyur Listrik sebagai Ekonom

Metode perusahaan mengenai pembagian hasil/keluaran itu, dan Mistar-geser itu sendiri, dikembangkan oleh para insinyur yang sama sekali tidak mengenal teori ekonomi. Para insinyur perusahaan dengan demikian secara bebas “menemukan” analisis Biaya Marjinal – suatu prestasi intelektual yang mengagumkan, meskipun merupakan hal  yang tidak perlu bila pengetahuan mengenai teori ekonomi lanjutan dikuasai.

(hlm.237)

CONTOH 6.5

Hasil yang Semakin Menurun dalam Pengawasan Gas Pembuangan

Mereka berpendapat bahwa sangat jauh lebih mahal (tidak sebanding) untuk terus meningkatkan pengawasan pembuangan gas itu, sama sulitnya seperti memeras beberapa tetes terakhir air dari sebuah jeruk.

(hlm.238)

CONTOH 6.6

Tenaga Listrik: Biaya-biaya Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Sumber-sumber teknologi utama dari keuntungan karena skala (economics of scale) adalah dalam pembangkitan tenaga listrik; hampir tanpa kekecualian, semakin besar kapasitas pabrik pembangkit listrik, semakin murahlah listrik yang dihasilkan. Kekuatan yang menyeimbangkan (counterbalancing) yang utama adalah biaya pengiriman (transmisi) tenaga listrik itu. Semakin terpusat tenaga listrik dibangkitkan oleh satu pabrik pembangkit yang kapasitasnya sangat besar, semakin tinggi kehilangan/kerugian transmisi yang terjadi dalam mengangkut tenaga listrik itu ke konsumen-konsumen yang tersebar secara geografis.

(hlm.239)

Akal sehat menentukan bahwa peralatan yang paling efisien akan dioperasikan terus-menerus untuk membawa “beban dasar” (base load). Hanya sewaktu dibutuhkan oleh permintaan, unit-unit yang semakin kurang efisien akan dihidupkan, sehingga biaya-biaya rata-rata naik (unit-unit yang kurang “efisien” mungkin berupa peralatan yang telah usang yang mendekati masa penggantian, tetapi tidak harus.

(hlm.242)

UNTUK PEMIKIRAN DAN PEMBAHASAN LEBIH LANJUT

*T1 Dalam perkeretaapian, kira-kira dua pertiga biaya dikatakan sebagai “tetap” dan hanya sepertiga yang “variabel”

(hlm.243)

*T8 Akibatnya, kita lebih baik agak mengurangi (discourage) kegiatan pada jam-jam tidak sibuk.

Adakah kesalahan dalam pikiran sang konsultan itu? “Karcis langganan” yang dijual oleh beberapa sistem pengangkutan (harga lebih rendah, untuk beberapa kali) terutama digunakan pada jam-jam sibuk. Apakah karcis semacam itu merupakan gagasan yang baik?

BAB INTI 7

PENAWARAN BERSAING, KESEIMBANGAN DALAM PASAR PRODUK DAN MANFAAT PERDAGANGAN

(hlm.253)

CONTOH 7.1

Pemintal Kapasα

Perbedaan antara kedua daerah itu nampaknya disebabkan oleh kenyataan bahwa industri itu, sementara relatif statis di daerah Selatan, sedang menurun dengan pasti di New England. Pada masa-masa harga rendah, perusahaan-perusahaan di New England yang lebih mahal lebih mungkin untuk melaksanakan penyesuaian jangka panjang, dengan setapak demi setapak menjual peralatan permintaan tetap mereka.

(hlm.254)

Keuntungan adalah kelebihan pendapatan (nilai pasar dari keluaran) atas biaya (nilai pasar dari masukan).

(hlm.256)

CONTOH 7.2

Pembelian Wolfram yang Preklusif. α

Wolfram adalah bijih tungsten, suatu logam campuran yang sangat vital bagi baja. Pada bulan Agustus 1940, sebelum mulainya pembelian preklusif itu, harga pasar wolfram di Portugal dan Spanyol adalah $1,144 per ton. Karena pihak Sekutu berusaha untuk membeli hampir seluruh wolfram yang kalau tidak beli akan pergi ke Jerman dan Italia, maka harga dengan cepat naik didorong ke suatu tingkat yang tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Oktober 1941 harga itu telah mencapai $20,000 per ton.

(hlm.257)

7.C DETERMINAN FUNGSI PENAWARAN INDSTRI

Determinan yang pertama dari penawaran, yang mencerminkan unsur-unsur dalam (internal) bagi perusahaan-perusahaan, adalah perubahan-perubahan biaya produksi sebagai suatu fungsi dari keluaran masing-masing perusahaan terpisah.

(hlm.258)

Faktor penentu kedua yang penting dari penawaran industri terdiri atas unsur-unsur yang eksternal terhadap tiap perusahaan, tetapi tetap “bersifat intern dalam industri”

Penghematan dari pemborosan eksternal dapat dibagi menjadi dua kelompok (kategori): “pekunier” (pecuniary = bersangkut paut dengan uang) dan “teknologis.”

(hlm.262)

Penentu ketiga yang penting yang mempengaruhi bentuk kurva penawaran industri adalah masuk dan keluarnya perusahaan-perusahaan. Ini merupakan suatu fenomena jangka panjang.

(hlm.265)

7.D KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN (FIRM SURVIVAL) DAN “TEOREMA KEUNTUNGAN NOL”

Bagaimana bila perusahaan itu sendiri merupakan pemilik syah dari tambang yang kaya? Di sinilah perbedaan antara keuntungan ekonomis (economic profit) dan keuntungan akuntansi (accounting profit) (Lihat Bab 6) menjadi penting. Keuntungan akuntansi yang disebabkan oleh pemilikan atas tambang yang kaya oleh perusahaan mungkin benar-benar tinggi. Tetapi pada pokonya perusahaan itu dapat menghentikan operasinya dan menyewakan atau menjual tambang itu ke perusahaan lain. Oleh karena itu perusahaan itu haruslah membebani dirinya, sebagai suatu biaya ekonomis (economic cost) dari operasi usaha pertambangannya, tawaran tertinggi yang akan diajukan oleh orang luar untuk mendapatkan hak mengusahakan tambang dan bijinya itu. Dengan jalan demikian, keuntungan ekonomisnya (economic profit) sebagai sebuah perusahaan pertambangan juga menjadi nol dalam keseimbangan jangka panjang.

PROPOSISI: dalam jangka panjang, keuntungan ekonomis bagi sesuatu perusahaan dalam suatu industri yang bersaing adalah nol.

Tentu saja, dalam suatu dunia yang selalu berubah “jangka panjang” mungkin tidak pernah benar-benar tiba. Sesuatu hampir selalu terjadi dan mengubah syarat-syarat keseimbangan jangka panjang sebelum keadaan itu tercapai. Tetapi kecenderungan (tendency) ke arah keuntungan ekonomis nol, karena tekanan ke bawah atas harga produk dan tekanan ke atas pada harga-harga faktor, merupakan satu aspen yang penting dari industri yang bersaing.

(hlm.266)

CONTOH 7.3

Penghematan Skala dan Prinsip Selamat Praktek pengobatan

Bagian Pasar Menurut Ukuran Kelompok, Praktek Medis

UKURAN KELOMPOK                      1965               1969             RASIO (1969/1965)

26 – 49                                                 0,75                 1,78                   2,37                                

(hlm.267)

7.E MANFAAT PERTUKARAN: SURPLUS KONSUMEN DAN SURPLUS PRODUSEN

PROPOSISI: Perdagangan yang suka rela adalah saling menguntungkan. (yaitu perdagangan itu meningkatkan utility (kegunaan) bagi kedua belah pihak yang terlibat).

Dalam penerapan praktis sangatlah bermanfaat bila terdapat suatu ukuran mengenai keuntungan perdagangan tersebut, yang diukur dalam satuan-satuan obyektif terpisah dari kegunaan subyektif bagi seseorang. Surplus Konsumen dan  Surplus Produsen merupakan ukuran-ukuran semacam itu. Sebenarnya istilah-istilah itu tidaklah cocok. Keuntungan/ manfaat yang dipermasalahkan timbul dari tindakan perdagangan, bukannya karena konsumsi atau produksi.

Ukuran tradisional dari Surplus Konsumen (sebenarnya “surplus pembeli”) dan Surplus Produsen (sebenarnya “surplus penjual) dilukiskan dalam gambar 7.7

(hlm.269)

7.E.1 Suatu Penerapan: Paradoks Air-Intan

Banyak orang mendapat kesulitan untuk mengerti mengapa suatu barang yang vital seperti air sangat murah, sementara intan – yang memenuhi kebutuhan manusia yang relatif tidak penting – demikian mahalnya.

(hlm.270)

Bila air sebagai suatu kebutuhan hidup juga sangat langka, maka air itu akan jauh lebih berharga daripada intan.

Dalam pengertian keuntungan pertukaran, Surplus Konsumen dalam konsumsi air pastilah sangat besar, bukan saja dibandingkan denga Surplus Konsumen bagi intan (yang hanya berupa daerah kecil yang terletak di bawah kurva Dd  pada Gambar 7.8), tetapi dibandingkan dengan nilai pasar yang sebenarnya dari air yang dibeli dan terjual. Dengan menggunakan istilah instruktif Adam Smith, keseluruhan nilai penggunaan (value in use) dari air (seluruh nilai bagi para konsumen, atau kemauan membayar) adalah sangat besar dibanding dengan nilai pertukarannya (value in exchange) – perbedaan antara keduanya adalah Surplus Konsumen.

7.E.2 Hambatan Terhadap Perdagangan

Dalam Bab. 2 dianalisis pajak atas transaksi. Kesimpulannya adalah bahwa, dengan mengabaikan apakah suatu pajak dikenakan atas pembeli (yang menggeser kurva permintaan ke bawah) atau atas penjual (yang menggeser kurva penawaran ke atas), akibatnya adalah sama.

(hlm.272)

PROPOSISI: Pajak yang dikenakan atas transaksi mengurangi baik Surplus Konsumen maupun Surplus Produsen. Beberapa di antara kerugian itu berbentuk suatu pemindahan dana dari konsumen dan produsen kepada para penerima pengeluaran pemerintah. Tetapi ada juga suatu kerugian bobot mati atau efisiensi, karena penurunan volume perdagangan itu.

(hlm.275)

PROPOSISI: Kuota-kuota produksi mencakup suatu transfer (pemindahan) atas surplus dari konsumen kepada produsen; penjatahan permintaaan mencakup suatu pemindahan dari produsen kepada konsumen.

(hlm.276)

CONTOH 7.4

Kuota-kuota Gula

Ilse Mintz, Kuota Impor Amerika Serikat: Harga dan Konsekuensi-konsekuensinya

(hlm.279)

CONTOH 7.5

Dua Krisis Perumahan San Fransisco

Iklan baris surat kabar itu justru memuat 64 tawaran untuk menyewakan rumah atau apartemen dan hanya 5 iklan mengenai rumah atau apartemen yang diperlukan. Tentu saja harga tempat tinggal naik tajam.

(hlm.280)

Tetapi pendapatan (menurut uang) yang baik, pulangnya veteran-veteran perang, dan tingkat pembentukan keluarga yang tinggi menjurus pada suatu pergeseran ke atas dalam permintaan akan perumahan. Dengan tarip sewa dibekukan, terjadilah “kekurangan”

(hlm.282)

CONTOH 7.6

Antrean Bensin

Di Amerika Serikat, penetapan harga tertinggi (harga plafon) atas bensin mencegah harga naik sampai mencapai tingkat yang sangat tinggi. Namun antrean panjang mobil harus menunggu di stasiun / pompa-pompa bensin dengan harapan untuk memperoleh sebagian dari persediaan yang terbatas jumlahnya.

Para penulis itu mendapatkan bahwa para pemakai bensin di daerah pedesaan cenderung membayar harga-harga menunggu waktu yang lebih tinggi  (yaitu mereka antre dengan barisan yang lebih panjang).

(hlm.285)

CONTOH 7.7

Inflasi yang Ditekan di Jerman Sesudah Perang

Apa yang sebenarnya sedang terjadi adalah penghapusan secara de facto atas uang sebagai alat pertukaran – kemunduran ke ketidakefisienan barter.

Kebijakan Erhard pada bulan Juni 1948 sesuai dengan hal itu berazas ganda: (1) Suatu pembaharuan mata uang yang drastis, menukar mark lama dengan mark baru, memotong persediaan uang dengan suatu kelipatan sepuluh; dan (2) pengawasan/pengendalian harga dihentikan. Pengaruhnya adalah dramatis sekali. Menurut seorang pengamat: “Seolah-olah uang dan pasar baru saja ditemukan sebagai alat yang dapat diandalkan untuk pembagian kerja,” Keajaiban perekonomian Jerman sesudah perang terus berlangsung.

(hlm.286)

Pengaruh-pengaruh “luar” ini agak rumit untuk dianalisis. Penghematan ekstern (external economies) menurunkan biaya-biaya perusahaan dengan naiknya keluaran industri; pemborosan ekstern adalah sebaliknya.

(hlm.287)

Dalam situasi persaingan selalu terdapat tekanan atas keuntungan perusahaan-perusahaan.

BAB INTI 8

MONOPOLI

(hlm.303)

CONTOH 8.2

Perusahaan Gas dan Listrik

Bruce M. Owen melakukan suatu penelitian perbandingan mengenai harga dan keluaran antara perusahaan yang menggabungkan kedua usaha itu dengan perusahaan yang mengusahakan gas dan tenaga listrik secara terpisah. Ia menemukan bahwa perusahaan-perusahaan swasta yang menyediakan jasa-jasa gas dan tenaga listrik sekaligus membebankan,

(hlm.304)

dengan hal-hal lain tetap sama, biaya yang rata-rata 6% lebih besar bagi tenaga listrik sementara menyediakan 15% lebih sedikit keluaran di banding dengan perusahaan-perusahaan yang hanya menyediakan tenaga listrik.

(hlm.305)

8.B.3 Suatu Penerapan: Penulis lawan Penerbit

Kesudahan analisis itu adalah bahwa menjadi kepentingan penerbit untuk menetapkan suatu harga yang lebih tinggi (yang berarti jumlah buku yang lebih sedikit) daripada yang akan lebih disukai oleh penulis.

(hlm.308)

KESIMPULAN: Dibandingkan dengan akibat persaingan, monopoli mencakup suatu pemindahan (transfer) dari para konsumen ke para pensuplai. Terdapat juga kerugian dayaguna (efisiensi), yaitu penurunan-penurunan dalam Surplus Konsumen dan Surplus Produsen yang disebabkan oleh mengecilnya volume perdagangan.

(hlm.309)

CONTOH 8.4

Kerugian Efisiensi (Dayaguna) Monopoli

Sejumlah penelitian yang dilakukan kemudian meneliti serangkaian data yang berbeda, yang memungkinkan berlakunya keberatan-keberatan Stigler dalam berbagai cara. Atas dasar ini Kamerschen menyimpulkan bahwa kerugian kesejahteraan karena monopoli adalah sekitar 6% dari pendapatan nasional. Dengan memperhitungkan keberatan-keberatan Stigler dengan berbagai cara, dan dengan menggunakan suatu angka elastisitas keseluruhan sebesar (minus) 2, ia masih mendapatkan taksiran-taksiran “maksimum yang dapat dipertahankan” yang rendah mengenai kerugian kesejahteraan karena monopoli, sekitar 0,5% dari pendapatan nasional.

(hlm.310)

Bahkan bila taksiran-taksiran yang rendah terbukti benar, akan salahlah untuk secara otomatis menyimpulkan bahwa kegiatan-kegiatan anti-monopoli dari pemerintah harus dihentikan. Barangkali kerugian monopoli yang rendah adalah disebabkan keberhasilan kegiatan-kegiatan itu.

(hlm.311)

Tetapi pertimbangkan bentuk perjuangan lain untuk memperebutkan kedudukan monopoli itu. Satu yang segera muncul dalam bayangan adalah kekerasan. Perang antar gang gaya Chicago merupakan usaha-usaha untuk memperoleh monopoli atas kejahatan-kejahatan – dan jelas merupakan suatu proses yang sangat mahal bagi semua pihak yang bersangkutan.

Perhatikan bahwa biaya-biaya untuk mencapai hak-hak monopoli ini pada pokoknya tidak berbeda dari biaya-biaya yang terjadi dalam mencapai atau mempertahankan sesuatu bentuk hak dalam masyarakat kita. Hak atas kekayaan, hak untuk menuntut di depan pengadilan, dan bahkan hak-hak “sipil” seperti kebebasan berbicara seringkali hanya dapat diperoleh atau dilaksanakan dengan biaya yang cukup besar.

8.D UNDANG-UNDANG MONOPOLI

9Bagaimana jika hadiah itu justru diberikan kepada peserta yang menawarkan uang sogok yang terbesar? Ini seperti suatu lelang, sehingga (paling tidak bagi taksiran yang pertama) tidak akan terdapat kerugian dayaguna. Hanya terjadi suatu transfer, yang dalam hal ini jatuh ke kantong pribadi pejabat yang korup dan bukannya kepada pemerintah. Perhatikan bahwa metode-metode yang tidak sah atau tidak bermoral mungkin mengakibatkan kerugian dayaguna (perang antara gang) atau mungkin juga tidak (penyuapan), tepat seperti halnya cara-cara yang sah.

(hlm.312)

Tujuan pengaturan biasanya adalah bahwa penghasilan monopoli haruslah hanya cukup untuk menutup biaya-biaya ditambah suatu keuntungan normal (normal profit), yaitu suatu jumlah yang diperlukan untuk menarik dan tetap mempertahankan sumber-sumber yang dipekerjakan di dalam industri.

(hlm.316)

8.E. 1 Segmentasi Pasar

Sifat ini menjelaskan fenomena yang disebut “dumping abroad,”yaitu menjual kepada pihak asing dengan harga yang lebih rendah daripada harga yang dikenakan pemegang monopoli pada pasaran dalam negerinya. Misalkan sebuah perusahaan memegang monopoli yang cukup kuat dalam pasaran nasionalnya sendiri. Tetapi di pasaran Internasional para pensuplai dari seluruh dunia bersaing, dan oleh karenanya permintaan cenderung lebih elastis.

(hlm.317)

Latihan 8.3: Seorang pemegang monopoli pada sebuah negara berhasil melindungi pasar dalam negerinya dengan hukum/undang-undang dari persaingan yang berasal dari impor.

(hlm.318)

Harga lebih tinggi di pasar dalam negeri yang elastis.

(hlm.320)

8.E. 2 Penetapan Harga yang Berbeda-beda (Multi-part Pricing).

Perusahaan-perusahaan listrik dan air, misalnya, biasanya mengenakan harga atas dasar “blok yang semakin menurun” (declining block).

(hlm.323)

8.F. KARTEL

Kartel memiliki titik lemah (tungkai Achilles). Betapapun perjanjian itu diperlukan bagi perusahaan-perusahaan sebagai suatu kelompok, karena suatu perusahaan di antara mereka dapat memperoleh keuntungan dengan “menyusup” (menyela (menipu = to chisel) perjanjian itu.

(hlm.324)

KESIMPULAN: Kartel hanya dapat menaikkan harga dengan menurunkan output perusahaan. Tetapi pada harga yang lebih tinggi, perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota didorong untuk memproduksi lebih banyak daripada keseimbangan persaingan. Maka semakin berhasil kartel itu, semakin besar dorongan untuk melakukan penipuan.

(hlm.325)

Akhirnya di Amerika Serikat sendiri, hukum mungkin sangat bersikap bermusuhan terhadap kartel sebagai “persengkokolan dalam menghambat (mengekang) perdagangan.” Dalam keadaan seperti itu, pengendalian atas penipuan akan membutuhkan sarana pemaksa yang efektif dan rahasia (effective dan secret) – suatu kombinasi yang tidak mungkin ketika seorang penipu yang kedapatan dapat mengancam untuk mengajukan keluhan kepada pihak yang berwajib.

CONTOH 8.5

Aturan-aturan Pemasaran Hasil Pertanian

Jumlah-jumlah produk yang diproduksi yang melebihi kuota-kuota pemasaran itu “dilempar” ke luar negeri, digunakan dalam program-program pemerintah khusus yang berada di luar saluran perdagangan yang biasa (misalnya program makan siang di sekolah), atau dihancurkan saja. Sebenarnya kartel itu (yang mewakili para petani sebagai suatu keseluruhan) membeli kelebihan produksi untuk membatasi persediaan dan menaikkan harga di pasar “primer.”

(hlm.326)

CONTOH 8.6

OPEC

(Departemen Luar Negeri A.S. secara aktif mendorong pembentukan OPEC itu!)

(hlm.328)

Harga tinggi yang terus menerus memaksa negara-negara konsumen untuk menggunakan minyak lebih ekonomis, dan untuk beralih ke bahan bakar pengganti.

(hlm.329)

RINGKASAN BAB 8

Tetapi monopoli mungkin juga merupakan akibat dari hak-hak istimewa atau hak dagang yang diberikan oleh pemerintah.

“Kekuasaan monopoli” (monopoli power) dapat diukur dengan penyimpangan antara MC = MR dengan harga P; ia cenderung menurun dengan jumlah perusahaan-perusahaan dalam industri itu, dan dengan elastisitas permintaan konsumen atas produk itu.

BAB PELENGKAP 9

PRODUK SEBAGAI SEBUAH VARIABEL: RAGAM DAN MUTU

(hlm.334)

Sampai saat ini, sifat barang atau komoditi yang diproduksi oleh perusahaan dan industri dianggap tetap. Kita memandang bahwa sebuah perusahaan yang memproduksi gandum atau tenaga listrik atau potong rambut dapat mengubah-ubah jumlah keluarannya, dan kadang-kadang (bila perusahaan itu memiliki suatu kekuasaan monopoli) juga harganya – tetapi tidak dengan sifat-sifat yang membentuk barang itu sendiri. Pada keadaan yang sebenarnya, sifat-sifat ini sampai tingkat tertentu dapat dipilih oleh perusahaan.

(hlm.340)

9.B PERSAINGAN MONOPOLISTIS

Solusi monopoli dari bagian yang lalu memberikan latar belakang yang diperlukan untuk menganalisis struktur pasar yang dikenal sebagai persaingan monopolistis (monopolistic competition). Struktur pasar ini menggabungkan sifat-sifat berikut ini: (1) persaingan di antara pabrik-pabrik, yang kini diperlakukan sebagai perusahaan-perusahaan yang bebas; (2) bebas keluar masuk; dan (3) produk-produk yang berbeda-beda (heterogen) di antara perusahaan-perusahaan.

(hlm.350)

KESIMPULAN: Setiap perusahaan, pada tingkat keluaran yang optimum, akan memilih tingkat keluaran yang optimum, akan memilih tingkat mutu yang meminimalkan Biaya Rata-rata untuk memproduksi atribut.

(hlm.351)

CONTOH 9.1

Harga dan Kualitas – Gedung Bioskop

Menarik untuk diperhatikan bahwa karena kualitas dalam ketidakpenuh-sesakan U secara otomatis naik nila kuantitas menurun sebagai reaksi atas suatu kenaikan dalam harga karcis, maka elastisitas yang sebenarnya (kualitas konstan) dari permintaan akan karcis tanda masuk gedung bioskop pastilah lebih besar daripada yang termasuk dalam data ini.

(hlm.352)

CONTOH 9.2

Monopoli dan Kualitas: Baseball

Pertama, regu-regu pada daerah yang lebih padat penduduknya, rata-rata, memiliki kualitas yang lebih tinggi.

(hlm.353)

Ini agaknya wajar, karena para penggemar biasanya lebih menyukai regu-regu yang menang dan suatu pangkalan yang memiliki penduduk yang lebih banyak dapat lebih baik keadaannya untuk “membeli” tujuan ini. Tegasnya, suatu perbedaan penduduk sebesar 5.000.000 adalah berkaitan dengan perbedaan sebesar 0,018 dalam rasio kemenangan regu itu.

(hlm.354)

9.E SUATU PENERAPAN: PENINDASAN/PENEKANAN PENEMUAN-PENEMUAN BARU

 Monopoli mengenai keterangan tentang bagaimana mengurangi alumina adalah lebih berharga daripada monopoli atas bauksit. Pemegang monopoli dapat mempatenkan dan mendaftarkan proses baru itu atau menggunakannya dengan merahasiakan langkah-langkah yang utama.

(hlm.357)

RINGKASAN BAB 9

Dalam bab-bab sebelumnya sebuah perusahaan hanya dapat mengubah-ubah jumlah keluaran yang diproduksi dan mungkin (bila ia memiliki kekuasaan monopoli) juga harganya. Dalam hal ini dianggap bahwa suatu perusahaan juga mempunyai kedudukan untuk mengubah sifat-sifat yang menandai produknya sendiri. Dalam rubrik umum ini, dua topik utama dibahas: persoalan keanekaragaman (variety), dan persoalan mutu (quality).

BAB PELENGKAP 10

OLIGOPOLI

(hlm.362)

10.A OLIGOPOLI DAN TINGKAH LAKU STRATEGIS

Apa yang terbaik bagi A untuk dikerjakan mungkin tergantung pada pilihan B, dan B pada gilirannya harus membuat keputusan dengat mengingat pilihan yang terbuka bagi A. Jadi ada ruang bagi kerjasama (cooperation) atau pertentangan (conflict) yang sengaja (disadari).

(hlm.364)

Hasil-hasil itu kalau dijumlahkan akan menjadi nol – keuntungan si Penyerang selalu merupakan kerugian pihak yang mempertahankan, dan sebaliknya. Oleh karena itu ini merupakan suatu keadaan pertentangan kepentingan yang murni (pure conflict of interest).

(hlm.365)

Dengan mencegah tahanan-tahanan itu untuk dapat saling berhubungan, jaksa menawarkan kepada salah seorang dari mereka akan melepaskannya – kalau ia mengaku, tetapi yang lain tidak. Dan dalam hal itu, hukuman yang berat akan dijatuhkan kepada orang yang tidak mengaku.

(hlm.368)

10.B PRODUK-PRODUK YANG HOMOGEN

Solusi pertama yang terlihat pada tabel tersebut adalah hasil persengkokolan (collusive).

(hlm.374)

CONTOH 10.2

Pemotongan Harga yang Buas

Suatu penelitian oleh John S. McGee menunjukkan bahwa, cukup mengejutkan, kisah itu merupakan suatu mitos. Standar Oil jarang, kalaupun pernah, memulai perang harga yang mahal untuk mencapai monopolinya. Sebaliknya, yang dilakukannya adalah membeli habis pesaing-pesaingnya dengan syarat yang cukup memuaskan, yang dimungkinkan karena adanya prospek untuk mendapatkan keuntungan monopoli yang lebih tinggi yang dapat dicapai dengan pengurangan atas kekerasan persaingan.

BAB INTI 11

PERMINTAAN AKAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

(hlm.391)

Dalam keseimbangan pasar faktor produksi, struktur pasar (derajat persaingan) terus memainkan peranan yang penting.

(hlm.395)

11.A PERMINTAAN PERUSAHAAN AKAN FAKTOR PRODUKSI VARIABEL TUNGGAL

11.A.1. Fungsi Produksi

Hukum hasil yang semakin Berkurang adalah suatu hukum fisika, yang dianggap sebagai sesuatu “di luar” kenyataan atau “premise” oleh para ekonom; ia bukanlah suatu “proposisi” dari ilmu ekonomi.

(hlm.396)

CONTOH 11.1

Percobaan Pengairan Kapas

Perlakuan Irigasi dan Hasil

AIR YANG DIBERIKAN               PERTUMBUHAN TINGGI               HASIL BIJI               HASIL

PADA 4 JULI (MM)                   SETELAH 4 JULI (CM)                     KAPAS (G/M2)         LINT(G/M2)

150                                               22                                                           136                       42

(hlm.411)

CONTOH 11.3

Babi

Eksponen-eksponen P dan C dalam fungsi-fungsi yang berbeda menunjukkan bahwa pertambahan berat pada babi muda bereaksi relatif lebih besar terhadap masukan protein sementara pertambahan pada babi yang tua bereaksi lebih besar terhadap karbohidrat.

(hlm.421)

CONTOH 11.4

Harga Faktor Produksi dan Pelayaran Samudera

Orang Jepang memilih kapal-kapal dengan kecepatan yang terendah dan orang-orang Eropah daratan memilih kapal dengan kecepatan yang tertinggi.

(hlm.433)

CONTOH 11.5

ULASAN: berlawanan dengan pendapatan yang umum di antara para penggemar dan penulis-penulis olahraga, pemain-pemain bintang tidak “dibayar berlebihan”. Sesungguhnya, mereka menerima jauh lebih kecil daripada nilai ekonomis mereka. Tetapi sejak penelitian Scully, “Klausal Cadangan” dalam olahraga profesional telah sangat melemah. Dan akibatnya, seperti yang diharapkan, gaji para bintang telah cenderung naik.

(hlm.437)

11.E SUATU PENERAPAN: HUKUM UPAH MINIMUM

Tetapi pada upah w’’ beberpa pengangguran akan muncul. Pada upah w’’ penawaran tenaga kerja yang ditawarkan akan sebesar L’’s, yang lebih besar daripada yang ingin dipekerjakan oleh perusahaan. Kesenjangan pengangguran yang diakibatkannya ditunjukkan oleh jarak HK dalam bagan.

(hlm.438)

Sebaliknya bagi pekerja-pekerja yang memiliki keterampilan yang tinggi, tingkat upah keseimbangan mungkin telah di atas upah minimum yang ditetapkan – sehingga tidak ada akibat langsung yang dapat diharapkan terjadi atas mereka. Bila model monopsoni gambar 11.20 benar, sebaliknya, suatu pengamatan yang lebih rumit terlihat: (a) Bagi pekerja-pekerja yang berketerampilan sangat rendah, upah minimum yang ditetapkan akan berada pada tingkat yang tinggi, seperti w’’’ pada Gambar 11.20 – sehingga dapat diharapkan adanya upah yang lebih tinggi tetapi kesempatan kerja yang lebih sedikit. (b) Bagi pekerja-pekerja yang berketerampilan sedang, gambar w’’ mungkin tepat – baik tingkat upah maupun kesempatan kerja mungkin naik. (c) Bagi pekerja-pekerja dengan keterampilan yang tinggi, upah minimum yang ditetapkan relatif terasa rendah, bahkan lebih rendah daripada w’ pada gambar 11.20 – sedikit atau tidak ada pengaruh langsung atas upah atau kesempatan kerja.

CONTOH 11.6

Peraturan Upah Minimum

Suatu penelitian awal oleh A. F. Hinrichsα mengelompokkan pabrik-pabrik dalam industri kaus kaki menurut kelompok upah. Ditemukan bahwa, setelah penetapan upah minimum 25% pada bulan Oktober 1938, pabrik-pabrik yang berupah rendah memiliki kemungkinan kehilangan tenaga kerja yang relatif besar (dan kenaikan yang relatif besar dalam pendapatan per jam rata-rata) daripada pabrik-pabrik yang memiliki upah yang tinggi.

(hlm.439)

Dalam model persaingan, akibatnya suatu pengaruh disemployment yang relatif besar atas para remaja dapat diharapkan terjadi timbul. Suatu penelitian oleh Y. Brozend mendapatkan bahwa kenaikan yang terus menerus dalam upah minimum yang syah memang tercermin oleh kenaikan dalam tingkat pengangguran remaja. Tetapi dengan membaiknya produktivitas dan berkembangnya inflasi, upah keseimbangan bagi para remaja cenderung untuk “mengejar” upah minimum yang tetap sehingga mengikis (memperkecil) pengaruh disemployment, sampai peraturan upah minimum berikutnya berputar lagi.

(hlm.440)

ULASAN: Seluruh penelitian ini memberikan penegasan yang kuat bagi ramalan model persaingan Gambar 11.19. Model monopsoni pada Gambar 11.20, yang konsisten dengan beraneka ragam hasil (akibat), tidaklah secara meyakinkan tersanggah oleh hasil-hasil penelitian itu. Tetapi tidak satupun dari penelitian-penelitian itu menunjukkan sesuatu petunjuk mengenai pengaruh yang baik (favorable) dari suatu peraturan upah minimum atas kesempatan kerja (pengerjaan) para buruh dengan mutu pertengahan yang akan diharapkan atas dasar model monopsoni.

Tekanan politis yang paling penting bagi upah minimum yang lebih tinggi nampaknya tidak datang dari “para pewaris” tetapi dari para serikat buruh, terutama AFLCIO.

BAB INTI 12

PENAWARAN FAKTOR PRODUKSI DAN KESEIMBANGAN PASAR FAKTOR

(hlm.455)

CONTOH 12.1

Keputusan untuk Pensiun

Boskin terutama tertarik untuk menyelidiki pengaruh tunjangan sosial atas keputusan untuk pensiun. Ia mendapatkan bahwa suatu kenaikan sebesar $1000 dalam tunjangan-tunjangan ini lebih melipatduakan kemungkinan untuk pensiun.

12.B SUATU PENERAPAN: USULAN “PAJAK PENDAPATAN NEGATIF”

Bantuan atau tunjangan yang ada untuk membantu mereka yang tidak bekerja memiliki pengaruh terbalik yang kuat atas dorongan (insentif) untuk bekerja. Usulan pajak pendapatan Negatif merupakan suatu usaha untuk mengatasi pengaruh yang merugikan.

(hlm.458)

CONTOH 12.2

Pengangguran Pada Masa Antara Dua Perang di Inggris.

(Kegagalan pasar tenaga kerja untuk mencapai keseimbangan mungkin telah menghasilkan pengembangan teori ekonomi makro paham Keynesian di Inggris dalam masa itu).

Dengan menggunakan data mengenai nisbah tunjangan pengangguran dengan upah, dan menyesuaikan dengan fluktuasi dalam keadaan perdagangan umum, Benyamin dan Kochin menaksir bahwa program asuransi pengangguran meningkatkan tingkat pengangguran sebesar lima sampai delapan titik (point)

(hlm.460)

Para pembela NIT menunjuk pengaruh yang secara psikologis merusak dari pengangguran yang didorong oleh sistem tunjangan sosial atas rasa kebebasan si pekerja dan harga dirinya. Sebaliknya para penentangnya berpendapat bahwa NIT itu sendiri mungkin merupakan suatu sumber kerusakan psikologis bagi sejumlah pekerja yang jauh lebih besar yang kini pemerintah, meskipun tetap bekerja atau dipekerjakan.

(hlm.462)

CONTOH 12.3

Percobaan Pajak Pendapatan Negatif

Suatu penelitian oleh John F. Coganα mendapatkan, di antara keluarga-keluarga yang memilih untuk berperan-serta, berlaku suatu disinsentif kerja yang agak penting: suatu penurunan rata-rata 5-7 jam kerja setiap minggu.

(hlm.464)

Jadi penawaran tenaga kerja terhadap suatu sekotor terten-

(hlm.465)

tu selalu jauh lebih elastis daripada penawaran tenaga kerja sebagai suatu keseluruhan.

(hlm.467)

Beberapa pengaruh penting yang menggeser fungsi penawaran faktor produksi adalah:

  1. Kekayaan: Semakin besar potensi kekayaan yang dimiliki semakin meningkatkan kemampuan pemilik sumber produktif untuk “membeli” guna cadangan (reservation uses) dari faktor-faktor produksi yang dimilikinya, dan dengan begitu cenderung mengurangi penawaran yang ditawarkan di pasar.
  2. Trend sosial dan masalah hukum: Kekuatan-kekuatan sosial dan hukum kadang-kadang mendorong, kadang-kadang menghambat, tersedianya faktor-faktor produksi di pasar.
  3. Investasi dan akumulasi: Pada abad-abad terakhir di dunia Barat, persediaan sumber-sumber produktif yang diproduksi manusia (“barang modal”) telah menumpuk semakin besar.
  4. Demografi: Pertumbuhan jumlah manusia sejajar dengan akumulasi barang. (Tentu saja, manusia juga merupakan sejenis “sumber produktif yang dihasilkan (diproduksi) manusia,” meskipun dihasilkan sebagai reaksi atas motivasi yang agak berbeda).

(hlm.468)

CONTOH 12.6

Maut Hitamα

Meskipun terdapat campur tangan pemerintah dan ketegaran dalam sistem foedal-manorial itu, logika ekonomi dari keadaan itu (meningkatnya kelangkaan tenaga kerja dibanding dengan sumber-sumber produktif lain dan, terutama, dibandingkan dengan tanah) menimbulkan suatu kenaikan pada upah dan pada pendapatan per kapita kelas pekerja.

Usaha pemerintah yang terpadu pada awal pemerintahan Richard II untuk membalikkan arus dan melaksanakan pajak feo-

(hlm.469)

dal dan hubungan status menimbulkan terjadinya Pemberontakan Petani pada tahun 1381, yang hampir-hampir berhasil menumbangkan monarki. Di antara permintaan-permintaan para petani adalah penghapusan perbudakan, pajak-pajak feodal, monopili-monopoli pemerintah, dan hambatan-hambatan dalam hal membeli dan menjual. Secara singkat, para petani mengantisipasi teori Adam Smith; mereka inginkan laissez faire (persaingan bebas) sehingga perubahan ddan perbaikan status ekonomi yang terjadi di pasar dapat berlangsung secara menguntungkan bagi mereka.

(hlm.473)

12.D.2 kartel Sumber Produktif

Serikat buruh seringkali dituduh sebagai monopoli tenaga kerja. Secara teknis, mereka merupakan kartel, perserikatan atau koalisi/kerjasama antara para penyedia sumber produktif.

(hlm.474)

CONTOH 12.7

Pembentukan Serikat Buruh dan Pekerja Hotelα

Seperti mungkin dapat terlihat pada tabel di bawah ini, tingkat upah naik agak lebih cepat di kota-kota di mana perserikatan itu timbul.

Penghasilan Rata-rata Per jam Pekerja Perhotelan (1929 -100)

                                                                           1929                 1935               1939              1948

Indeks Rata-rata Tertimbang, 19 Kota               100                     81                  88,4

Dengan perserikatan*

(hlm.475)

CONTOH 12.8

Tukang Cukur

Persyaratan pendidikan untuk memperoleh lisensi cukur merupakan hambatan penting bagi calon untuk masuk.

(hlm.476)

________

13 “Kapan seorang pengacara mejadi miskin? Bila ia satu-satunya pengacara di kotanya.”

(hlm.478)

12.E PEMBAGIAN PENDAPATAN “FUNGSIONAL”

12.E.1 Masalah Klasifikasi

Sebaliknya, modal, berlawanan dengan tanah, dipandang sebagai “sarana produksi yang dihasilkan orang,”

Tetapi lebih banyak tanah akan disediakan dengan memakan biaya (bila perlu, dengan mengeringkan samudra), sementara tanah yang ada akan dibiarkan terkikis oleh erosi apabila imbalan untuk mempertahankannya tidak cukup besar.

(hlm.480)

CONTOH 12.10

Imbalan Pendidikan Kedokteran

Dilaporkan, para dokter bekerja rata-rata 62 jam setiap minggu. Untuk perbandingan, alternatif anggapan mengenai rata-rata seminggu kerja selama 40 dan 45 jam digunakan bagi lulusan perguruan tinggi.

(hlm.481)

ULASAN: Angka 62 jam bagi para dokter mungkin mencurigakan. Dokter (seperti orang lain) amat mudah untuk melaporkan diri mereka bahwa mereka bekerja lebih keras dari yang sebenarnya. Bila sebenarnya para dokter tidak bekerja sebanyak 62 jam seminggu, bukti-bukti di sini akan cenderung mendukung hipotesa mengenai kelebihan (seperti kartel) imbalan pendidikan kedokteran.

12.E.3 Modal lawan Pendapatan – Sumber-sumber Produktif dan Jasa – Tingkat Bunga

Manusia adalah sumber jasa tenaga kerja, tetapi jasa tenaga kerja yang tepat adalah “jam kerja” (man-hour) (atau satuan semacam itu yang lain yang menggambarkan pengerjaan seorang pekerja untuk selama waktu tertentu).

(hlm.482)

“Harga faktor-faktor produksi” yang dibahas pada bab ini dan bab yang lalu adalah mengenai harga-harga sewa atau sewa dari jasa-jasa produktif, “tarip upah” setiap satuan waktu bagi penggunaan sumber-sumber produktif itu – bukannya harga sumber-sumber itu sendiri.

CONTOH 12.11

Modal di Daerah Selatan yang Mengenal Perbudakan

Nilai budak bervariasi menurut umur dan sifat-sifat lain; rata-ratanya adalah $933. Pembebasan itu merupakan suatu kerugian besar bagi para pemilik budak tetapi ini diimbangi oleh keuntungan yang sama bagi para budak dalam bentuk pemindahan pemilikan atas diri mereka sendiri. (Dan benar, karena tenaga kerja bebas jelas lebih produktif, nilai ekonomis dari keuntungan terhadap bekas-bekas budak itu pastilah melebihi kerugian pada para pemilik budak).

(hlm.485)

KESIMPULAN: Bunga bukanlah hasil (imbalan) terhadap suatu faktor produksi tertentu yang disebut “modal”. Sesuatu pendapatan faktor produksi merupakan hasil bunga atas nilai modal dari sumber produktif yang ada hubungannya. Atau dengan kata lain: Tingkat bunga, bagi sesuatu faktor produksi, adalah rasio antara harga-sewa faktor produksi itu dengan nilai dari sumber jasa-jasa faktor produksi.

(hlm.490)

12.G MODAL, PILIHAN ANTARWAKTU, DAN ALIRAN ARUS KEGIATAN

(Tetapi ia mungkin berencana untuk meninggalkan warisan bagi keturunannya, dan dengan begitu ia mewakilkan dalam kegiatan konsumsi setelah kematiannya). Dengan demikian kita menuju pada pembahasan mengenai pilihan antarwaktu, yang akan merupakan pokok bahasan Bab berikut.

(hlm.492)

RINGKASAN BAB 12

Tingkat bunga r didefinisikan sebagai rasio antara pendapatan bersih tahunan dari suatu aktiva dengan nilai aktiva itu sendiri, atau terutama antara harga-sewa dengan harga beli suatu faktor produksi.

BAB INTI 13

MANFAAT PERTUKARAN, BIAYA TRANSAKSI, DAN PERANAN UANG

(hlm.497)

Kesehatan (kesilafan) pemikiran ekonomi (misalnya kebanyakan argumen yang lazim dihadapi untuk tarif protektif) sering terletak pada kegagalan untuk menyesuaikan kebenaran yang jelas bahwa perdagangan bebas adalah saling menguntungkan bagi yang bersangkutan.

(hlm.498)

Kembali di sini kita lihat bahwa pertukaran dapat memperbaiki alokasi konsumsi bagi keduanya.

KESIMPULAN: Pertukaran yang bebas menguntungkan kedua pihak karena pihak-pihak yang terlibat itu dapat: (1) mengalokasikan kembali persediaan barang konsumsi yang ada sehingga setiap pihak mendapatkan kombinasi yang disukainya, dan (2) mengkhususkan dalam produksi untuk meningkatkan jumlah barang yang tersedia di masyarakat.

(hlm.501)

13.A KESEIMBANGAN PERTUKARAN MURNI: KOTAK EDGEWORTH

CONTOH 13.1

Pertukaran Ekonomi dan Perang Saudara Amerika

Meskipun dilakukan usaha-usaha yang gigih untuk mengarahkan kembali produksi, pihak Selatan terjerumus ke dalam kehancuran ekonomi dan militer oleh ketidakmampuannya untuk mendapatkan produk-produk sipil hasil industri yang pokok dan menjalankan peperangan, sementara sejumlah besar kapas yang tidak terjual menggunung tanpa guna di gudang-gudang.

(hlm.511)

13.C PERTUKARAN DAN PRODUKSI

Sebegitu jauh dalam bab ini kita telah membahas perdagangan dalam suatu dunia tanpa produksi, suatu dunia “pertukaran murni”. Dalam pertukaran yang murni orang dapat mengubah kekayaan barang-barang hanya melalui proses pasar. Tetapi dalam dunia yang nyata orang dapat pula mengubah harta kekayaan dengan produksi, dengan berurusan dengan Alam dan bukannya atau sebagai tambahan atas keterlibatannya dalam transaksi dengan orang lain.

(hlm.513)

CONTOH 13.2

Hewan Robinson Crusoe

Perdagangan merupakan penemuan umat manusia. Karena mereka tidak mengadakan pertukaran satu sama lain, hewan-hewan yang bukan manusia membuat keputusan ekonomis mereka menurut keadaan Robinson Crusoe.

(hlm.520)

CONTOH 13.3

Perdagangan dan Spesialisasi Internasional

Orang mengkhususkan diri dalam produksi tetapi berdiversifikasi dan konsumsi. Kita hanya bekerja pada satu, atau hanya beberapa pekerjaan, tetapi mengkonsumsi beratus-ratus produk yang berbeda. Apakah kita juga mengharapkan hal yang sama dalam hal negara? Sampai ke suatu tingkat tertentu, jelas ya.

Indeks Spesialisasi Perdagangan Internasional

NEGARA                                            EKSPOR                                               IMPOR

Mesir                                                   84,2                                                      18,6

Kolombia                                             84,0                                                  23,9

Pantai Emas                                         83,5                                                      21,4

Islandia                                                            80,3                                                  19,1

Finlandia                                                  38,1                                                       19,2

Meksiko                                               35,0                                                       26,8

Libia                                                    34,1                                                       18,9

Spanyol                                               33,9                                                       24,5

Italia                                                    20,5                                                       20,7

Inggris                                                  19,2                                                       16,1

Amerika Serikat                                   18,8                                                       20,5

Perancis                                               18,0                                                       20,4

Ukuran spesialisasi yang digunakan adalah “koefisien Gini,” yang dalam hal ini memiliki kemungkinan dari 8,2 sampai

(hlm.521)

100,0.a Negara-negara dalam tabel itu diurut menurun menurut spesialisasi ekspor (produksi). Seperti dapat dilihat, kelompok yang sangat tinggi tingkat spesialisasinya di puncak cenderung merupakan negara-negara kecil sementara kelompok di bawah cenderung merupakan negara-negara besar. Tidak ada pola tertentu yang jelas dalam indeks spesialisasi bagi impor, suatu hasil yang konsisten dengan azas keanekaragaman konsumsi.

____________

a Meingimpor seluruh 150

13.D PASAR TIDAK SEMPURNA: BIAYA PERTUKARAN

Konsep persaingan sempurna (perfect competition) yang ideal bukan hanya terbatas pada perilaku para pembeli/penjual secara sepihak, tetapi sekaligus mencakup pasar sempurna (perfect market). Ada tiga ciri utama pasar sempurna:

  1. Komunikasi yang sempurna (Perfect Communication)
  2. Keseimbangan seketika (Instantaneous Equilibrium)

(hlm.522)

  • Transaksi Tanpa Biaya (Costless Transaction)

(hlm.523)

CONTOH 13.4

Percobaan-percobaan dalam Pasar Sempurna dan Tidak Sempurna

Hasil seperti ini bahwa model pasar sempurna dari ahli ekonomi itu “robust”, dalam pengertian memiliki tingkat reabilitas prediktif yang tinggi meskipun keadaan yang tepat bagi kebenarannya tidak sepenuhnya terpenuhi. Suatu keadaan serupa dalam ilmu fisika adalah model mengenai “gas yang sempurna” yang menjurus pada ramalan yang dikenal sebagai Hukum Boyle. Tidak ada gas yang sebenarnya yang dapat memenuhi persyaratan sebagai “gas yang sempurna,” dan meskipun begitu Hukum Boyle merupakan persamaan yang bersifat ramalan yang sangat dapat dipercaya dalam ilmu fisika.

(hlm.525)

CONTOH 13.5

Biaya-biaya Perdagangan pada Bursa Saham New York

Suatu penelitian oleh Harold Demsetz. Menunjukkan bahwa pada tahun 1965 harga penawaran – permintaan (bid-ask spread) di Bursa Saham New York kira-kira terdiri atas 40% dan biaya komisi eksplisit kira-kira 60% dari seluruh biaya transaksi rata-rata. Keduanya secara bersama sampai berjumlah kira-kira 1,3% dari nilai surat-surat berharga yang diperdagangkan.

(hlm.526)

Setiap perekonomian yang memadukan kegiatan-kegiatan sejumlah besar individu untuk mendapatkan keuntungan dari spesialisasi produksi dan pembagian kerja, apakah perekonomian itu perekonomian para santa, pendeta, budak, semut atau mereka yang memaksimalkan guna dalam perdagangan yang bebas (laissez-faire), akan tetap melibatkan transfer (pemindahan) fisik atas barang-barang. Kegiatan-kegiatan dan biaya yang secara intrinsik hanya karena kenyataan pemindahan fisik tidak boleh dihubungkan dengan proses tertentu yang mencapai integrasi antarpribadi lewat perdagangan di pasar.

Perekonomian itu mungkin merupakan perbudakan masyarakat di mana setiap orang bekerja untuk keuntungan seorang tuan. Atau suatu bentuk kediktatoran sosialis total, yang direncanakan secara terpusat (katakanlah) untuk mencapai ketenaran pribadi. (Mesir, setelah farao memberikan kekuasaan kepada Jusuf untuk menghadapi ancaman tujuh tahun, mungkin merupakan satu contoh).

(hlm.527)

CONTOH 13.6

Petani, Konsumen, dan Perantara

Tetapi tentu saja para perantara memberikan jasanya bagi pendapatan yang mereka peroleh: memproses, mengangkut, membungkus, membagikan, dan sebagainya. Sepanjang waktu jasa-jasa para perantara yang dituangkan ke dalam hasil-hasil makanan telah meningkat. Kita memilih mengkonsumsi makanan yang telah didatangkan dari jauh, diproses lebih rumit, dan didistribusikan dengan jalan yang lebih rumit daripada waktu-waktu yang lalu.

(hlm.534)

KESIMPULAN: Biaya-biaya transaksi proposional (proportional transaction cost) menciptakan suatu kesenjangan antara harga pembelian dan harga penjualan. Semakin tinggi biaya-biaya transaksi itu, semakin mungkin individu-individu akan memilih solusi otarki, dan semakin kecil agregat volume dari perdagangan pasar.

(hlm.535)

CONTOH 13.7

Perbedaan Biaya Makanan di Daerah Perkotaan dan Pertanian

Mungkin yang lebih penting, dalam periode penelitian ini dilakukan keluarga petani-petani itu rata-rata lebih miskin daripada keluarga-keluarga di perkotaan. Karena “Makanan yang dipersiapkan jauh dari rumah” relatif merupakan barang yang superior (elastisitas pendapatan lebih besar dari unity), perbedaan pendapatan mungkin juga memberikan penjelasan sedikit mengenai hal itu.

Dalam perekonomian yang lebih miskin, perdagangan yang aktif berlangsung dalam produk-produk seperti bebas pembungkus dan sigaret ketegangan (bukannya perbungkus) – pasar yang tidak terlihat di negara-negara yang kaya. Pasaran pakaian bekas adalah yang menghilang di tahun-tahun terakhir di Amerika Serikat; lebih murah untuk membuang saja pakaian-pakaian bekas daripada membayar perantara untuk menjualnya kembali.

(hlm.540)

13.E PERANAN UANG

Uang adalah sarana yang memperkecil biaya perdagangan di pasar. Tetapi ia tidaklah, dan dalam bentuk kasus tidak dapat, menurunkan biaya pemindahan fisik – yang pada pokoknya merupakan suatu aspek dari produksi, seperti diuraikan di atas.

Apa yang bisa dilakukan uang adalah menurunkan biaya-biaya perdagangan, biaya-biaya untuk memadukan kegiatan-kegiatan individual melalui proses pertukaran sukarela.

(hlm.542)

Uang sebagai alat pertukaran:

Maka seluruh barang lain tidak lagi dipertukarkan satu sama lain, tetapi hanya dipertukarkan dengan emas. Ini termasuk suatu penghematan, dalam arti terdapat suatu penurunan yang tajam dalam jumlah pasar yang harus disediakan.

(hlm.549)

UNTUK PEMIKIRAN DAN PEMBAHASAN LEBIH LANJUT

T1. Kutipan dari Omar Khayyam:

Sering saya bertanya-tanya apa yang dibeli para Pedagang anggur.

Setengah sedemikian mahalnya seperti barang yang mereka jual.

BAB PELENGKAP 14

PILIHAN ANTARWAKTU: TABUNGAN, INVESTASI DAN BUNGA

(hlm.533)

(3) antara konsumsi masa kini dan pengadaan tambahan jumlah sumber-sumber produktif atau “modal riel.”

(hlm.554)

14.A.1. Keseimbangan Meminjam-Meminjamkan

Mengingat hal di atas, kita dapat melihat bahwa masalah keputusan individu dan keseimbangan pasar keseluruhan sepanjang waktu pada azasnya tidak berbeda dari persoalan yang sama bagi konsumsi yang biasa atas barang X dan Y pada suatu masa.

(hlm.556)

Peristiwa yang kedua itu merupakan suatu situasi tradisional dari seorang “ahli waris dengan harapan besar,” seperti dalam novel Charles Dickens, yaitu seseorang yang miskin sekarang tetapi dengan prospek (kemungkinan) kaya di masa depan.

Dalam istilah khusus pertukaran antar-waktu, konsepsi “tingkat bunga” (interest rate) r diperkenalkan. Tegasnya, kita akan mendefinisikan tingkat bunga r tahunan di sini sebagai premi dari nilai relatif ak konsumsi sekarang atas hak konsumsi setahun yang akan datang. Dengan kata lain, satuan-satuan hak konsumsi 1 + r dari hak masa depan C1 adalah apa yang akan dikembalikan pasar bagi setiap satuan hak masa sekarang C0 yang dikorbankan (dengan dipinjamkan).

(hlm.557)

Perhatikan bahwa huruf-bawah 0 diberikan pada simbol kekayaan. Alasannya adalah bahwa kekayaan menandai suatu nilai pasar sekarang.

(hlm.560)

GAMBAR 14.3 seorang Robinson Crusoe tidak memiliki kesempatan pertukaran (peminjaman-pemberian pinjaman) antar-waktu, tetapi dapat melakukan (terlibat) dalam transformasi produksi antara konsumsi tahun ini dengan konsumsi tahun depan.

(hlm.563)

KESIMPULAN: Dalam pertukaran murni, pada suatu tingkat bunga r tertentu setiap individu akan meminjam atau meminjamkan untuk mencapai suatu pola konsumsi antar-waktu yang disukai. Pada tingkat bunga keseimbangan r*, penawaran meminjamkan dan permintaan akan pinjaman seimbang.

CONTOH 14.1

Tunjangan Sosial, Tbungan dan Pendapatan Nasional

Tetapi dengan diperkenalkannya Tunjangan Sosial, penghasilan pensiun terjamin sampai ke ahli warisnya – mengurangi kebutuhan mereka untuk menabung selama masa kerja mereka. Juga pajak tunjangan Sosial atas penghasilan menurunkan dana-dana yang berada di tangan para individu yang tersedia untuk ditabung. Jadi keseluruhan tabungan perseorangan (private) diperkirakan akan menurun dengan adanya program Tunjangan Sosial.

(hlm.564)

Martin Feldsteinα telah memperkirakan bahwa program Jaminan Sosial telah menurunkan keseluruhan tabungan perseorangan sebesar 38% tanpa menghasilkan kenaikan dalam tabungan kolektif atau pemerintah sebagai imbalannya. Akibatnya, investasi riel bangsa Amerika telah berkurang dengan cukup besar. Skala investasi yang semakin rendah selama bertahun-tahun berarti bahwa cadangan modal riel juga lebih sedikit daripada seharusnya.

(hlm.565)

14.B.1 Teorema Pemisahan

Suatu hal yang pokok dari optimisasi produktif – konsumtif seperti dilukiskan dalam Gambar 14.4 adalah kenyataan bahwa posisi optimum produksi sama sekali bebas (tidak tergantung pada) dari preferensi individu. Entah bagaimanapun kurva-kurva indiferen mungkin bergeser, tetapi optimum produktif Q* tetap tidak berubah. Perhatikan, bahwa optimum konsumtif C* jelas akan terpengaruh bila kurva-kurva indiferen bergeser untuk mengubah preferensi relatif bagi konsumsi sekarang lawan konsumsi masa depan. Tetapi letak Q* hanya bergantung pada Kurva Kemungkinan Produksi QQ dan kemiringan garis-garis pasar. Ketidaktergantungan ini, yang disebut Teorema Pemisahan (Separation Theorem), berasal dari anggapan mengenai pasar sempurna dan tanpa biaya (lihat Bab 13).

(hlm.566)

14.B.2 Kaidah Nilai Tunai bagi Keputusan Investasi

ATURAN NILAI TUNAI 1: Laksanakan suatu proyek yang memiliki Nilai Tunai V0  yang positif; tolak setiap proyek yang nilai Tunai V0 nya negatif. (Perhatikan nahwa aturan ini memiliki bentuk yang sama bagi investasi dan dis-investasi).

(hlm.567)

ATURAN NILAI TUNAI 2: Bila dua proyek (atau gabungan proyek-proyek) bersifat saling menghapuskan, terimalah yang memiliki Nilai Tunai yang tertinggi.

(hlm.571)

CONTOH 14.2

Pendidikan dan Penghasilan

Suatu penelitian oleh A. Razin dan J.D. Campbellα menghitung Nilai-nilai Tunai dari penghasilan seumur hidup para pemegang gelar, sarjana muda pada berbagai bidang.

Nilai Tunai dari Penghasilan untuk Gelar Sarjana Muda

Matematika                                          $342,068

Ilmu Ekonomi                                        339,482

(hlm.572)

Masih terdapat kesulitan lain: kita tidak dapat mengasumsikan bahwa perolehan yang lebih tinggi dari para individu yang terpelajar merupakan akibat pendidikan semata-mata. Orang yang masuk perguruan tinggi mungkin memperoleh lebih sebab mereka pintar untuk mulai dengan, atau datang dari keluarga yang lebih makmur dan sebagainya. Untuk menghapuskan sumber prasangka seperti itu J. R. Behrman, R. A. Pollak dan P. Taubmanb membandingkan pendapatan sepasang pasangan identis yang telah menerima tingkat pendidikan yang berbeda. Mereka menemukan rumus berikut sangat cocok dengan penyelidikan:

Di mana E1 dan E2 menyajikan penghasilan tahunan dari dua anggota pasangan dan S1 dan S2 tahun-tahun sekolah mereka.

Dengan persamaan ini kita dapat memperkirakan bahwa jika seorang individu memiliki pendidikan pada peringkat 12 dan memperoleh $18,400 per tahun (ini merupakan gambaran umum dalam tahun 1980) maka pasangannya dengan 4 tahun perguruan tinggi akan memperoleh $20,225 per tahun suatu perbaikan dari $1825 atau hanya 9,9%! Dengan mengasumsikan suatu masa kerja 40 tahun dan tingkat bunga 3%, maka Nilai Tunai penghasilan tambahan akibat 4 tahun perguruan tinggi adalah $42,176. Perhatikan betapa lebih kecil angka ini dibandingkan dengan angka-angka dalam studi Razim – Campbell, dan ingatlah bahwa bukan studi membuat suatu potongan untuk biaya mengikuti perguruan tinggi.

Apakah ini berarti bahwa perguruan tinggi merupakan sebuah investasi yang jelek? Tidak perlu. Agaknya, para individu memperoleh beberapa keuntungan dari perguruan tinggi lepas dari perbaikan dalam penghasilan masa depan. Diantara kemungkinan-kemungkinan adalah pertambahan pengetahuan intelektual, teman-teman baru, pasangan perkawinan potensial dan bahkan dana dari permainan.

(hlm.574)

CONTOH 14.3

Nilai Tunai Proyek Sungai Bulu (Feather River)

Semakin tinggi r, semakin kurang menarik proyek itu merupakan suatu aturan umum yang dapat dipercaya.

CONTOH 14.4

Guru – besar dan Penerbitan

H. P. Tuckman dan J.Leayα melakukan suatu penelitian yang menaksir harga artikel yang diterbitkan bagi penulis-penulisnya. Hasil mereka menunjukkan bahwa sejumlah artikel pertama oleh seorang Asisten Profesor berkaitan dengan suatu kenaikan sebesar $12,340 dalam Nilai Tunai dari penghasilan seumur hidup, yang dihitung dengan tingkat bunga 5%.

(hlm.575)

Alasan utama bagi adanya berbagai tingkat bunga pada suatu saat adalah unsur risiko.

(hlm.576)

Harus dibedakan dua aspek risiko yang agak berbeda:

  • Risiko lalai membayar (default risk):
  • Risiko Variabilitas (Variability Risk): Pada umumnya, terdapat suatu keengganan terhadap risiko variabilitas ini. Seperti di antara dua surat berharga dengan hasil rata-rata yang sama, investor yang typis akan lebih menyukai surat berharga yang memiliki variabilitas (perubahan-perubahan) yang lebih kecil, yang lebih mendekati suatu hasil tertentu sepenuhnya.

(hlm.578)

CONTOH 14.6

Perihal Kenaikan Nilai (Apresiasi) Seni

Dengan meneliti harga-harga lelang dari tahun 1946 sampai 1968, J.P. Steinα memperkirakan keuntungan pertambahan nilai dari pemilikan lukisan-lukisan. Ia mendapatkan bahwa selama masa ini imbalan

(hlm.579)

itu rata-rata 10,5% pertahun, dibandingkan dengan 14,3% bagi dividen ditambah pertambahan nilai atas/pada saham perseroan.

(hlm.581)

14.D BUNGA RIEL DAN BUNGA UANG: INFLASI DIPERHITUNGKAN

PROPOSISI: Tingkat bunga uang sama dengan tingkat bunga riel ditambah tingkat inflasi harga yang diperkirakan (akan terjadi)

(hlm.582)

CONTOH 14.7

Tingkat Bunga Riel dan Tingkat Bunga Uang

Jadi diperkirakan bahwa masyarakat umum sedikit demi sedikit “belajar” menyesuaikan investasinya terhadap kemungkinan inflasi yang berlanjut.

(hlm.584)

CONTOH 14.8

Hasil Nominal dan Hasil Riel, 1926-1981

Oleh karena itu kita tidaklah harus terkejut mengetahui bahwa jumlah tabungan dalam hubungannya dengan pendapatan di Amerika Serikat menjadi sangat rendah, dalam pandangan banyak pengamat.

14.E DETERMINAN TINGKAT BUNGA

Kekuatan-kekuatan dasar apa yang cenderung menyebabkan tingkat bunga menjadi tinggi di beberapa negara dan rendah di negara yang lain, tinggi pada suatu masa dalam sejarah dan rendah di masa yang lain?

  1. PREFERENSI WAKTU (time preference): Masa-masa akhir Kekaisaran Romawi ditandai oleh suatu penurunan dalam sikap “Puritan” seperti itu, dan dengan begitu tingkat bunga menjadi tinggi.
  2. PEMILIKAN WAKTU (time endowment)
  3. PRODUKTIVITAS WAKTU (time productivity): Akhirnya, suatu pertimbangan yang sangat penting adalah tingkat isolasi (keterpencilan) suatu masyarakat.

(hlm.586)

CONTOH 14.9

Bunga dan Demam Emas

Oleh karena itu penduduk California sebagian besar hanya dapat meminjam dari yang satu ke orang lain. Akibatnya, tingkat bunga selama masa demam emas itu biasanya sangat tinggi, 24% per tahun merupakan angka yang biasa. Ini jauh lebih tinggi daripada tingkat bunga yang berlaku di daerah Timur.

BAB PELENGKAP 15

ILMU EKONOMI KESEJAHTERAAN: TEORI KEBIJAKSANAAN EKONOMI

(hlm.592)

Disiplin ilmu ekonomi pada mulanya disebut “ekonomi politik,” suatu nama yang mencerminkan perhatian para pemikir ekonomi jaman dahulu atas persoalan-persoalan normatif mengenai kebijaksanaan yang menyangkut masyarakat.

(hlm.594)

15.A.1 Dayaguna lawan Keadilan

Dengan istilah yang berbeda, mekanisme sosial yang menghasilkan dan membagikan pendapatan bukanlah suatu “permainan jumlah-tetap.”

(hlm.597)

15.A.2 Paham Guna (Utilitarianism)

Filosofi (filsafat) yang mendasari ilmu ekonomi kesejahteraan disebut utilitarianisme.4 Tema utaman dari utilitarianisme dapat diringkas dalam dua pernyataan: (1) Kebijakan, aturan, dan lembaga sosial hanyalah dinilai menurut konsekuensi (akibat) mereka, dan (2) satu-satunya konsekuensi adalah tingkat pemenuhan para individu.

Pernyataan pertama menggambarkan sejenis pragmatisme sosial. Bagi paham utilitarianisme, seluruh praktek sosial atau susunan sosial (misalnya monarki atau pemilihan atau pasar atau hukuman modal atau keluarga atau bangsa) hanyalah merupakan alat atau sarana. Kriteria Satu-satunya adalah: Apakah mereka meningkatkan hasil sosial yang diinginkan?

Pernyataan kedua menggambarkan suatu individualisme yang radikal. Kebijakan mungkin sesuai dengan maksud Tuhan mungkin juga tidak, “Mengapa memiliki negara kecuali negara itu dapat berbuat sesuatu bagi anda?”

(hlm.598)

  1. Kebijaksanaan sosial seharusnya ditujukan bukan pada memberikan apa-apa yang diinginkan para individu, tetapi apa yang seharusnya mereka miliki.
  2. Bahkan mengakui bahwa suatu distribusi kepuasan (pemenuhan) kebutuhan individual yang berdayaguna dan wajar mungkin sampai ke tingkat tertentu merupakan suatu tujuan sosial yang sah, adalah menggelikan untuk menyatakan bahwa hal itu merupakan satu-satunya tujuan yang relevan.
  3. Lebih penting daripada alokasi sosial atas hasil (pencapaian tujuan) adalah persoalan mengenai alat dengan mana hasil sosial ini dicapai.

(hlm.599)

  • Pengakuan atas sumber sosial dari “keinginan” individual mengungkapkan kekosongan kriteria paham utilitarian. Apa yang diinginkan para individu merupakan hasil penyesuaian (conditioning) sosial mereka. Tujuan utama kebijakan seharusnya adalah mempengaruhi pembentukan kebutuhan yang tepat.

Ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan mengenai alat (instrumental), mengenai pemilihan sarana yang tepat untuk tujuan-tujuan tertentu.

15.B TEOREMA KEKUATAN YANG TIDAK NAMPAK

Dengan adanya sejumlah kondisi yang ideal, tingkah laku mengadakan optimisasi pada pihak para individu dan perusahaan dalam persaingan murni akan menjurus pada suatu hasil sosial (social outcome) yang efisien (berdayaguna) (optimum Pareto).

Suatu demonstrasi formal mengenai Teorema itu membutuhkan matematik yang agak tinggi, dan tidak akan dicoba di sini.

(hlm.602)

15.C.1 Monopoli

Suatu hal dalam dunia nyata yang sangat jelas membatasi berlakunya Teorema Kekuatan yang Tidak Nampak adalah monopoli.

(hlm.603)

Sebenarnyalah monopoli menghilangkan sebagian dari keuntungan bersama yang timbul dari perdagangan.

(hlm.605)

15.C.2 Ketidakseimbangan (disequilibrium)

Beberapa teori ekonomi makro, yang berawal dari suatu anggapan ketidakseimbangan pada pasar tenaga kerja, menempatkan proses “pelipatgandaan” (multiplier) ini pada suatu peranan sentral dalam menjelaskan fluktuasi-fluktuasi yang terjadi pada keseluruhan kegiatan ekonomi.

(hlm.608)

CONTOH 15.1

Biaya Kesehatan Tenaga Nuklir lawan Tenaga Batubara

Untuk tenaga nuklir, biaya kesehatan umum ditaksir berkisar antara 0,0003 sampai 0,03 sen per ribuan KWH; perhatikan bahwa bahkan batas atas itu relatif kecil dibanding dengan biaya-biaya kesehatan okupasional yang telah kecil itu. Bagi Batubara, sebaliknya, biaya kesehatan umum ditaksir berkisar antara 10 sen sampai $5.00 untuk setiap ribuan KWH – 15.000 kali biaya pada tenaga nuklir pada batas atas, dan 30.000 kali batas bawah biaya tenaga nuklir itu!

(hlm.609)

  1. PENYESUAIAN SUBSIDI PAJAK: Suatu pajak koreksi yang ideal akan menambah Biaya Marjinal Pribadi, biaya yang dikenal oleh produsen yang mencemari dipandang dari sudut kepentingan pribadi, suatu hukuman yang hanya cukup untuk menyamai Eksternalitas Marjinal yang diderita orang lain.

(hlm.610)

  • UNITISASI: Dengan unitisasi, sebaliknya, pemilikan sendiri atas sumur-sumur individual ditukar dengan bagian pro-rata pada operasi keseluruhan atas ladang minyak itu. Hal ini akan menghilangkan dorongan untuk memompa secara berlebihan atau mengebor secara berlebihan juga. Insentif yang disatukan ini adalah untuk memproduksi dengan paling berdayaguna dari lapangan yang terpadu, karena tidak lagi ada perbedaan pada tanah milik siapakah minyak yang berhasil dinaikkan ke atas.
  • PENETAPAN KEMBALI HAK MILIK: Sumber dasar dari persoalan eksternalitas adalah penetapan yang tidak benar atas hak-hak pemilik yang sah. Sebaliknya, pemakai air di daerah Hulu yang dapat meningkatkan mutu air yang telah dipakainya lebih baik daripada seharusnya pada hakekatnya haruslah memperoleh pembayaran dari pemakai air di daerah hilir.

(hlm.617)

15.C.4 Barang-barang Masyarakat

Suatu barang disebut suatu “barang masyarakat” bila konsumsinya oleh suatu lembaga ekonomi tidak mengurangi jumlah yang tersedia bagi orang lain dalam suatu masyarakat.

(hlm.622)

15.C.5 kegiatan Apropriasi

Keseimbangan pasar akan merupakan suatu hasil/akibat yang berdayaguna kalau, antara lain, hak-hak milik “telah pasti”. Apa artinya, dan bagaimana bila syarat itu tidak terpenuhi?

(hlm.624)

15.D.1 Suatu Penerapan: Konsepsi Rawls Tentang “Keadilan”

Konsepsi utama Rawl adalah apa yang disebutnya “azas perbedaan” (difference principle). Ketidaksamaan pada suatu masyarakat, katanya, hanya dibenarkan sampai pada tingkat di mana hal itu memberi manfaat kepada orang/pihak yang mendapatkan keuntungan yang paling sedikit.

(hlm.625)

15.D.2 Kesamaan dan Optimum Pareto

____________

15 perbandingan yang tepat antara tindakan seseorang dengan imbalannya

BAB PELENGKAP 16

PEMERINTAH DAN PEREKONOMIAN: SUATU ANALISA POSITIF

(hlm.634)

Inti daripada politik adalah siapa mendikte siapa, siapa yang memerintah dan siapa yang diperintah.

Keputusan-keputusan-keputusan pasar dan pilihan politis dilakukan/dibuat oleh orang yang sama, dengan motif yang sama.

(hlm.635)

16.A NEGARA PELAYANAN: CATAT-CATAT

Negara pelayanan ini paling baik dimengerti/dipikirkan dengan membayangkan partai-partai politik sebagai sejenis dengan perusahaan-perusahaan dagang. Partai-partai politik menawarkan paket-paket kebijaksanaan pemerintah, dengan biaya tertentu dalam bentuk pajak dan beban-beban lain, kepada warga negara.

Pada perekonomian pasar yang ideal, persaingan yang sempurna diantara perusahaan-perusahaan mendorong keuntungan kearah nol pada keseimbangan jangka panjang.

Sebelum menarik pada suatu kesimpulan, kita harus melihat pada cacat-cacat proses politik (flaws of the political process).

(hlm.636)

16.A.1. Persaingan Politik

Tepat karena demokrai yang ideal dalam politik sama dengan persaingan sempurna di pasar, kediktatoran politik sama dengan monopoli di pasar.

Maka persaingan politik yang demokratis lebih mendekatai keadaan oligopoli (lihat Bab 10).

Pilihan yang terbatas (limited options) yang ada mengikis lebih jauh kekuasaan yang dimiliki para warga negara atas wakil-wakil mereka.

Maka bahkan dalam suatu sistim demokratis yang tinggi para wakil mungkin memiliki suatu tingkat “kekuasaan”. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini adalah kesediaan calon dan partai untuk mengeluarkan sejumlah besar dana untuk memenangkan jabatan-jabatan politis.

(hlm.637)

16.A.2. Mayoritas dan Minoritas

Sistem politik demokrasi yang modern bekerja (dengan beberapa persyaratan) atas dasar kuasa mayoritas (majority rule).

(hlm.638)

Telah ada sarana-sarana untuk mengatasi dan mengobati persoalan mayoritas-mayoritas. Perlindungan konstitusional (constitutional protection) membatasi jenis hukum yang dapat disahkan oleh suatu mayoritas, dan dengan begitu memberikan suatu perlindungan yang minimal bagi hak-hak minoritas.

Proses log-rolling dapat dipandang sebagai suatu injeksi (dimasukkannya) pertimbangan-pertimbangan pasar ke dalam proses politik. Melalui “pertukaran pasar politis,” suara para wakil atas sesuatu masalah “dibeli,” dan akan “dibayar” dengan suara atas masalah lain.

(hlm.641)

CONTOH 16.1

Hal-hal yang Menentukan Kehadiran Pemberi Suara

  1. Semakin besar penduduk, semakin kecil persentase kehadiran.
  2. Semakin pemilihan itu bersifat satu segi (one-sided), semakin kecil kehadiran.
  3. Waktu yang bersamaan antara pemilihan non-gubernur dengan pemilihan gubernur meningkatkan kehadiran.

(hlm.643)

16.B BARANG MASYARAKAT, PENANGGUNG BEBAS DAN KELOMPOK PENEKAN

Masing-masing pihak memotong bagian penyediannya atas barang masyarakat, karena ia menanggung seluruh biaya marjinal dari usahanya sendiri tetapi tidak menerima seluruh keuntungan marjinal yang ditimbulkannya (sebagian di antara-nya melimpah ke orang lain).

(hlm.646)

Suatu hal yang menarik adalah bahwa karena produksi umumnya merupakan suatu kegiatan spesialisasi dan konsumsi

(hlm.647)

merupakan kegiatan yang tidak terspesialisasi

16,C BIROKRASI

Apakah kepentingan birokrasi itu? Lepas dari upah yang tinggi bagi usaha yang kecil, tujuan yang kritis adalah masa jabatan (tenure of office). Seorang birokrat yang dengan mudah dapat dipecat tidak akan bertahan lama dan keluar dari perjuangan/pertempuran dengan wakil-wakil yang terpilih kuat atau kelompok-kelompok penekan.

(hlm.648)

CONTOH 16.4

Peraturan Pertaksiran

Dengan semakin meningkatnya derajat pengawasan yang terperinci dari industri pertaksian, akan dibutuhkan anggaran dan staf yang semakin besar, dengan gaji yang lebih tinggi bagi para direktur kegiatan pengaturan besar-besaran dan penting.

(hlm.649)

16.D KONFLIK POLITIK

Pemerintah-pemerintah yang sesungguhnya termasuk dalam lingkup antara kedua ekstrim itu, negara pelayanan dan negara pemeras.

(hlm.650)

Sekarang marilah kita beralih ke ekstrim yang lain dan mengembangkan gagasan bahwa konflik (conflict)-lah dan bukannya “pilihan masyarakat” yang merupakan inti dari politik.

Diantara sumber-sumber konflik yang penting adalah:

  1. Antipati (antipathy)
  2. Persaingan (rivalry)
  3. Kepercayaan diri yang terlalu besar (over-confidence)
  4. Tidak dapat dilaksanakannya kesepakatan/persetujuan (nonenforceability of agreements)

(hlm.654)

Dengan umumnya terdapat antipati, persaingan, dan kepercayaan diri yang berlebihan ditambah dengan kemungkinan yang terbatas akan ditegakkannya penyelesaian kompromi, dapatlah kita merasa yakin bahwa konflik (perang, kejahatan, dan politik) akan bersama dengan kita untuk masa yang lama.

(hlm.656)

16.E.1 Fungsi-fungsi Pemerintah

(1) pertahanan, (2) hukum, (3) produksi, dan (4) distribusi.

(hlm.663)

CONTOH 16.6

Pertumbuhan Pemerintah

Selain lompatan yang terjadi dalam pengeluaran pada masa perang, pengeluaran-pengeluaran di bidang sipil di masa damai sebagai persentase dari GNP juga terus tumbuh membesar.

JAWABAN

(hlm.681)

BAB. 6

(b). Karcis dengan harga lebih rendah bagi para penumpang di luar jam sibuk, sebaliknya, mungkin akan menaikkan penghasilan tanpa kenaikan yang sepadan pada biayanya. Jenis potongan harga ini akan merupakan gagasan yang baik.

 

 

Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya

Walter Nicholson

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya oleh Walter Nicholson.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

MIKROEKONOMI INTERMEDIATE
dan Aplikasinya, Edisi Kedelapan
Walter Nicholson & Amherst College

Edisi Kedelapan,


(Halaman 3)
BAGIAN I
BAB I MODEL EKONOMI
Apakah Ilmu Mikroekonomi itu?
Seperti yang telah Anda pelajari pada kuliah pengantar, ilmu ekonomi (economics) biasanya digambarkan sebagai “Studi tentang alokasi berbagai sumber daya langka pada berbagai alternatif penggunaan.

(Halaman 4)
Aplikasi 1.1
Kelangkaan di Alam
Kelangkaan adalah ciri yang dominan dari alam. Sebenarnya, pengaruh dari kelangkaan lebih mudah dipelajari dalam masyarakat biologi karena tidak begitu kompleks dibandingkan dengan kehidupan masyarakat modern.

Mencari Pangan
Pertama, pada studi tentang burung-burung pemangsa (elang dan sejenisnya), ahli biologi menemukan bahwa jangka waktu yang dialokasikan burung untuk berburu di suatu lokasi ditentukan oleh ketersediaan pangan di daerah tersebut dan waktu terbang ke lokasi yang lain.
Observasi kedua yang berkaitan dengan perilaku pencarian pangan tersebut adalah fakta bahwa tidak ada hewan yang akan tinggal di lokasi tertentu sampai seluruh pangan yang tersedia di daerah tersebut habis.

(Halaman 5)
Kelangkaan dan Evolusi
Kenaikan harga menandai kebutuhan untuk berhemat dan para pelaku pasar akan menanggapinya dengan mengubah perilaku mereka.

(Halaman 7)
Aplikasi 1.2
Menyelamatkan Blockbuster
Perusahaan dipaksa untuk memberikan fokus perhatian yang lebih serius pada sifat alami permintaan produk dasarnya, yakni film-film terbaru.

Sifat Permintaan untuk Bisnis Persewaan
Perusahaan itu menjual produk-produk yang bukan merupakan kebutuhan pokok. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa setiap orang akan menanggapi secara signifikan pada perubahan harga produk (seperti yang diuraikan dalam Bab 4, permintaan produk ini cukup elastis).

Pemecahan Kasus Blockbuster
Pemecahannya dengan cara mendapatkan film secara langsung dari studio-studio film. Kebijakan yang dilakukan adalah, Blockbuster setuju untuk memberikan kepada studio bagian keuntungan (sebanyak 40 persen) dari persewaan filmnya, sebagai ganti dari pengurangan harga sampai 90% untuk setiap pembelian film pada studio. Selanjutnya Blockbuster memasang promosi besar-besaran yang isinya “memberikan garansi” ketersediaan film-film terbaru.

(Halaman 8)
Evolusi Bisnis Persewaan Film
Teknologi baru seperti persewaan DVD melalui pos, opsi bayar per-tayangan yang ditawarkan jaringan TV kabel, dan mungkin pula adanya pengiriman film lewat internet, semuanya dapat menyediakan film dengan harga penuh yang lebih rendah daripada yang ditawarkan Blockbuster.

(Halaman 9)
Aplikasi 1.3
Microsoft dan Anti monopoli
Pertentangan Antar ekonom
Saksi ekonom utama dari pihak pemerintah, Franklin Fisher, profesor dari MIT, berpendapat bahwa kendali atas sistem operasi Windows memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada Microsoft terhadap sebagian besar aplikasi PC dan perusahaan menggunakan kekuasaan tersebut untuk membuat para pengguna komputer kesulitan memasang perangkat lunak dari perusahaan lain, khususnya, Netscape Navigator.
Ia mengutip estimasi yang menyebutkan bahwa, seandainya Microsoft benar-benar mempunyai kekuatan monopoli, dapat saja menentukan harga sistem operasi Windows lebih dari $1.000 meskipun kenyataannya sistem operasi ini selalu dijual di bawah $100.

(Halaman 10)
Ilmu Mikroekonomi juga digunakan untuk mengevaluasi berbagai kebijakan pemerintah. Pada level yang terdalam, penyelidikan ini berfokus pada apakah UU dan peraturan tertentu dapat memberikan kontribusi manfaat ataukah akan mengurangi kesejahteraan.

(Halaman 11)
Adam Smith dan Tangan Tak Nampak
Pemikiran terpenting yang diberikan oleh Smith adalah kesimpulannya tentang sistem harga berdasarkan pasar (market determined) yang ia observasi tidak sekacau (chaos) seperti umumnya diasumsikan oleh para penulis di zaman itu. Smith melihat harga-harga memiliki “tangan tak nampak” (invisible hand) yang kuat, yang mengarahkan berbagai sumber daya menuju aktivitas yang paling bermanfaat.
Bagi Smith, kemampuan untuk menggunakan sumber daya secara efisien inilah yang akan menjadi penentu utama “kesejahteraan” suatu negara.
Karena Adam Smith menganggap harga sebagai faktor yang paling penting untuk menunjukkan bagaimana sumber daya negara digunakan, maka ia perlu mengembangkan beberapa teori tentang penentuan harga-harga tersebut.

(Halaman 12)
David Ricardo dan Diminishing Returns
Awal abad kesembilan belas merupakan periode ilmu ekonomi yang paling banyak menimbulkan kontroversi, khususnya di Inggris. Dua isu yang paling berpengaruh waktu itu adalah apakah perdagangan internasional memberikan efek negatif bagi perekonomian, dan apakah pertumbuhan industri mengancam tanah pertanian dan sumber daya alam.

(Halaman 13)
Ricardo percaya bahwa fenomena kenaikan biaya-biaya adalah cukup umum, dan sekarang ini kita mengenal penemuannya sebagai hukum diminishing returns (tambahan hasil yang semakin berkurang). Generalisasi pemikiran Ricardo dalam bentuk kurva penawaran tercermin pada gambar 1.1(b), di mana slope (kemiringan) kurva penawaran bertambah curam ketika kuantitas produksi ditingkatkan.

(Halaman 14)
Marginalisme dan Model Marshall pada Penawaran dan Permintaan
Slope (Kemiringan) positif pada kurva penawaran mencerminkan diminishing returns (berarti pula kenaikan biaya marginal) dan slope negatif pada kurva permintaan mencerminkan diminishing marginal usefulness (penurunan manfaat marginal). P* adalah tingkat harga keseimbangan. Tingkat harga-harga lainnya akan mengakibatkan timbulnya surplus atau kelangkaan.

(Halaman 15)
Karena orang selalu menginginkan untuk membayar lebih rendah pada setiap unit terakhir yang dibelinya, mereka akan membeli lebih banyak hanya pada harga yang lebih rendah. Kurva yang disebut “Penawaran” menunjukkan kenaikan biaya dari tambahan pembuatan satu unit barang jika total jumlah produksi meningkat. Dengan kata lain, slope yang naik pada kurva penawaran mencerminkan peningkatan biaya marginal, sementara slope yang menurun pada kurva permintaan mencerminkan penurunan manfaat marginal.

Akibat-akibat Ketidakseimbangan
Namun, berfungsinya kekuatan pasar yang berjalan lancar, sebagaimana digagas Marshall, dapat digagalkan dengan banyak cara. Sebagai contoh, keputusan pemerintah untuk menetapkan harga di atas P* (mungkin karena P* dianggap dampak dari “persaingan tidak sehat”) akan mencegah terjadinya posisi keseimbangan itu.

(Halaman 16)
Aplikasi 1.4
Kelangkaan Barang dalam Perekonomian Negara-negara Bekas Komunis
Pemerintah negara-negara komunis di Eropa Timur dan eks-Uni Soviet melakukan pengendalian harga untuk menjaga agar harga-harga barang konsumsi pokok tetap rendah.
Beberapa aspek lucu yang menggambarkan situasi ini terlihat dalam film Moscow on The Hudson tahun 1984. Film ini menceritakan seorang warga negara Soviet yang cerdik, yang dimainkan oleh Robin Williams, yang mencari barang seperti kertas toilet dan minyak. Tidak adanya faktor yang memotivasi karakter Williams untuk mencoba membelot ke Amerika Serikat.

Perumahan di Soviet
Tahun 1988 dilakukan penelitian melalui wawancara kepada para emigran asal Uni Soviet. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ketidakseimbangan yang diciptakan oleh metode pengendalian harga rumah ini tidak dapat berlangsung selamanya. Karena jumlah orang yang ingin membeli rumah lebih banyak daripada jumlah rumah yang tersedia pada tingkat harga yang ditentukan pemerintah, mereka mengembangkan sejumlah cara agar dapat melakukan pembelian tersebut melalui pasar gelap (underground economy). Dengan cara langsung, mereka menyuap para birokrat yang mengurusi alokasi perumahan untuk mendapatkan urutan yang lebih baik dalam daftar tunggu. Dengan cara tidak langsung, mereka mencari penghuni apartemen yang lebih baik yang ingin menukarkan tempat tinggalnya dengan sejumlah uang. Secara keseluruhan, berbagai manipulasi tersebut mengakibatkan kenaikan harga efektif dari rumah yang diinginkan, dan menegaskan kembali adanya pengaruh daya beli keluarga terhadap tipe-tipe rumah yang mereka terima.

(Halaman 17)
Pengalaman Polandia
Sama halnya, peraturan yang menentukan harga di bawah P* akan berakibat adanya kelangkaan (shortage) kuantitas barang. Dalam kondisi tersebut, pembeli menginginkan kuantitas lebih banyak daripada Q*, sementara penjual akan memproduksi lebih rendah dari Q*. Pada aplikasinya 1.4: Kelangkaan barang pada perekonomian Bekas Negara Komunis, kita mengilustrasikan bagaimana pengendali harga oleh pemerintah berakibat menimbulkan kelangkaan dalam skala yang besar.

(Halaman 21)
Biaya Oportunitas
Para ekonom mengatakan bahwa biaya oportunitas (opportunity cost) dari 1 unit pakaian di titik A adalah ½ pon makanan.

Bagaimana Para Ekonom Menguji Model-Model Teoritis
Tidak semua model ekonomi memberikan manfaat sebaik model penawaran dan permintaan Marshall. Tujuan penting dalam mempelajari ilmu ekonomi adalah untuk menyeleksi model yang tidak baik untuk dipisahkan dari model yang baik. Terdapat dua metode yang digunakan untuk menguji model-model ekonomi tersebut. Pengujian asumsi (testing assumptions) melihat asumsi-asumsi ekonomi manakah yang menjadi dasar dari suatu model; pengujian prediksi (testing predictions), di lain pihak, untuk melihat apakah model tersebut dapat memprediksi secara tepat kejadian-kejadian di dunia nyata.

(Halaman 23)
Pengujian Asumsi
Salah satu pendekatan untuk menguji asumsi model ekonomi dimulai dengan intuisi. Apakah asumsi model itu terasa cukup beralasan? Celakanya, pertanyaan ini penuh dengan masalah, karena apa yang terasa masuk akal bagi seseorang belum tentu dapat diterima oleh orang lain (cobalah untuk melakukan argumentasi dengan mahasiswa di luar bidang ilmu ekonomi tentang apakah orang-orang berperilaku rasional, misalnya).
Untuk menguji asumsi dengan pendekatan secara langsung pada dunia nyata, Anda dapat memberikan pertanyaan kuesioner kepada para manajer dan menanyakan bagaimana mereka mengambil keputusan dan termasuk pula apa yang mereka lakukan untuk memaksimumkan laba. Pendekatan ini sering dilakukan, tetapi hasilnya, seperti halnya berbagai bentuk pengumpulan pendapat, sering sulit untuk diinterpretasikan.

Pengujian Prediksi
Mereka berpendapat bahwa sesungguhnya seluruh teori didasarkan pada asumsi yang tidak realistis; terlalu sempurnanya teori permintaan yang kita gunakan justru akan menampakkan asumsi yang tidak realistis. Beberapa ekonom percaya bahwa untuk menentukan sebuah teori dinyatakan valid (baik), dapat dilihat dari kemampuan teori itu dalam menjelaskan dan memprediksi kejadian-kejadian di dunia nyata. Pengujian yang sesungguhnya untuk setiap model ekonomi adalah, apakah teori itu konsisten dengan peristiwa-peristiwa ekonomi sebenarnya.

(Halaman 24)
Kembali pada pertanyaan apakah perusahaan selalu mencoba untuk memaksimumkan laba, pendekatan tak langsung akan mencoba untuk memprediksi perilaku perusahaan itu dengan cara mengasumsikan bahwa mereka melakukan kegiatan seolah-olah mereka memaksimumkan laba. Jika pada akhirnya kita dapat memperkirakan perilaku perusahaan, kita dapat mempercayai hipotesis maksimisasi laba. Bahkan apabila pada kuesioner perusahaan itu mengatakan tidak mencoba untuk memaksimumkan laba, teori (maksimisasi laba) tersebut tetap valid, sebagaimana pemain biliar yang tidak mengetahui hukum fisika tidak berarti membuat teori fisika menjadi tidak benar. Tes terakhir pada kedua kasus itu adalah kemampuan teori untuk memperkirakan peristiwa di dunia nyata.

(Halaman 26)
Ringkasan
Ilmu ekonomi adalah studi tentang alokasi berbagai sumber daya langka di antara berbagai kemungkinan penggunaan.
Model penawaran dan permintaan Marshall merupakan model “keseimbangan parsial” karena hanya melihat satu pasar.
Membuktikan kebenaran (validity) model-model ekonomi adalah hal yang sulit dan sering menimbulkan perbedaan pendapat.

(Halaman 27)
Karena model Friedman untuk pemain biliar didasarkan pada asumsi sederhana (kebanyakan pemain secara eksplisit tidak mengetahui adanya hukum fisika yang sesungguhnya menyertai permainan itu), model ini harus dibuktikan dengan observasi empiris. Apa yang perlu Anda pikirkan untuk menguji model itu? Bukti-bukti seperti apa yang mungkin dapat menyangkal model itu?

(Halaman 40)
Lampiran Bab I
Aplikasi 1A.1
Penaksiran Pajak Properti
Namun, masalah utama dalam prosedur ini adalah bahwa nilai pasar yang berlaku untuk sebagian besar properti tidak diketahui karena properti jarang berpindah tangan.

Metode Linier Sederhana
Penaksiran properti lokal memulai pekerjaannya dengan mengumpulkan informasi tentang semua rumah yang baru saja dijual di daerah tersebut.

Menilai Fitur Lain dari Rumah
Tentu saja, penaksir harus memperhitungkan fitur-fitur selain faktor luas rumah. Anggaplah keindahan pemandangan meningkatkan nilai jual pasar perumahan sebesar $30.000.
Y = $30.000 + $10.000 + $50X
= $40.000 + $50X

Harga-Harga Hedonik
Penggunaan prosedur ini tidak terbatas hanya untuk para juru taksir. Setiap analis yang ingin menguji bagaimana pengaruh fitur-fitur suatu properti terhadap nilainya dapat menerapkan prosedur “hedonik” dengan cara menggunakan informasi dari harga-harga penjualan.

(Halaman 41)
Bahan Diskusi
Anggaplah pemandangan alam lebih bernilai untuk rumah-rumah yang besar daripada rumah kecil. Bagaimana pengaruh ini dapat dituliskan dalam persamaan aljabar?

(Halaman 42)
Aplikasi 1A.2
Pajak Progresif dan Pajak Mendatar

Proposal Pajak Mendatar
Struktur tersebut memperumit sistem pajak penghasilan karyawan yang dibayar perusahaan (karena tidak jelas tarif berapa yang harus dikenakan pada, katakanlah, dividen dan bunga), dan sistem tersebut memerlukan semacam perhitungan rata-rata beberapa tahun untuk mencegah ketidakadilan yang harus ditanggung oleh seseorang yang pendapatannya berfluktuasi.
Dalam proposal tersebut, diajukan oleh House Majority Leader Richard Armey, pajak untuk setiap penghasilan kena pajak sebesar $18.000 yang pertama tidak perlu dibayar. Seluruh pendapatan di atas tingkat pendapatan ini akan terkena pajak mendatar sebesar 17 persen.

(Halaman 51)
Pengaruh Acak (Random Influences)
Secara teknis, hal tersebut merupakan masalah dalam statistik inferensial (statistical inference); peneliti menggunakan bermacam-macam teknik statistik untuk mencoba mengabstraksikan semua pengaruh acak yang mempengaruhi permintaan piza dan menduga hubungan aktual antara Q dan P.

Asumsi Ceteris Paribus
Seluruh teori ekonomi menggunakan asumsi bahwa “semua hal lainnya dianggap konstan”.

(Halaman 57)
BAGIAN II
BAB II Utilitas dan Pilihan

Utilitas
Para ekonom merumuskan model preferensi individu dengan menggunakan konsep utilitas/kepuasan (Utility), yang didefinisikan sebagai kepuasan yang diterima seseorang akibat aktivitas yang dilakukannya.

(Halaman 59)
Mengukur Utilitas
Untungnya, kita dapat melengkapi pelajaran tentang teori pilihan ekonomi tanpa mengukur tingkat utilitas aktual. Untuk itu, kita hanya perlu mengasumsikan bahwa seseorang memiliki preferensi yang benar sehingga mereka dapat dengan jelas memutuskan pilihan antara situasi A dengan situasi B.
Meskipun para ekonom masih berusaha menemukan cara lain untuk mengukur utilitas, kita dapat terus melanjutkan tanpa perlu ikut memecahkan masalah ini.

(Halaman 60)
Asumsi-asumsi Mengenai Utilitas

Sifat-sifat Dasar Preferensi
Secara formal, kita mengasumsikan bahwa preferensi adalah lengkap (Complete Preferences), bahwa orang selalu dapat mengambil satu pilihan antara dua pilihan yang ditawarkan kepada mereka.
Kita tidak berharap bahwa ia menyatakan preferensi yang saling bertentangan satu dengan lainnya. Dengan kata lain, kita mengasumsikan bahwa preferensi bersifat transitif (transitivity of preferences).
Kita tidak menggunakan orang yang tidak konsisten itu dalam analisis di buku ini.

(Halaman 61)
Aplikasi 2.1
Dapatkah Uang Membeli Kesehatan dan Kebahagiaan?

Pendapatan dan Kesehatan
Hampir semua penelitian menyimpulkan bahwa orang yang memiliki pendapatan lebih tinggi akan menikmati kesehatan yang lebih baik pula. Contohnya, dengan membandingkan beberapa lelaki yang berusia sama, lelaki yang memiliki perkiraan harapan hidup tujuh tahun lebih rendah dibandingkan lelaki dengan tingkat pendapatan pada level kuartil teratas.
Bagaimana persisnya pendapatan yang lebih tinggi dapat “membeli” kesehatan, kurang disepakati para ekonom.
Contohnya, hubungan positif antara pendapatan dan kesehatan hanya terjadi di negara-negara yang memiliki sistem asuransi kesehatan dan menjalankan kontrol perilaku individu yang berisiko.
Mungkinkah kesehatan individu mempengaruhi pendapatannya, daripada sebaliknya (pendapatan mempengaruhi kesehatan)?

Skala Kebahagiaan
Tidak mengejutkan jika lebih banyak orang dengan pendapatan yang lebih tinggi menjawab bahwa mereka bahagia, dibandingkan orang-orang berpendapatan lebih rendah.
Dalam konsep absolut, masyarakat kelas menengah di negara berpendapatan tinggi memiliki pendapatan yang jauh lebih tinggi daripada masyarakat menengah di negara berpendapatan rendah. Ternyata, kedua kelompok tersebut melaporkan tingkat kebahagiaan yang sama.

(Halaman 69)
Mengilustrasikan Preferensi Khusus

Barang Tidak Berguna (A Useless Good)
Gambar 2.5(a) memperlihatkan peta kurva indiferens individu untuk pilihan barang antara makanan (pada sumbu horizontal) dan alat penggiling rokok (pada sumbu vertikal). Karena penggiling rokok sama sekali tidak berguna, kenaikan pembelian alat ini tidak akan meningkatkan utilitas.

Barang yang Buruk Bagi Ekonomi (An Economic Bad)
Situasi seperti diilustrasikan pada Gambar 2.5(a) secara implisit mengasumsikan bahwa barang-barang tidak berguna tidak menyebabkan kerugian; memiliki lebih banyak alat penggiling rokok tidak menyebabkan masalah karena orang selalu dapat membuangnya.

Subsidi Sempurna
Ilustrasi kita tentang kurva indiferens yang berbentuk cembung dalam gambar 2.2 hingga 2.4 mencerminkan asumsi bahwa diharapkan adanya diversifikasi dalam konsumsi. Jika ada dua barang yang kita uji pada dasarnya sama (atau paling tidak memiliki fungsi identik), argumen tersebut tidak dapat kita gunakan.

(Halaman 70)
Aplikasi 2.2
Menempatkan Posisi (Positioning) Produk dalam Pemasaran

Hotel
Dengan informasi tersebut, Marriott mulai merancang kurva indiferens (multidimensi) untuk berbagai bentuk atribut. Kemudian, Marriott mengeksplorasi para pesaing utamanya pada grafik ini dan menentukan berbagai cara dalam menetapkan posisi produknya.

Paket Pilihan
Contohnya, selama tahun 1980-an, perusahaan pembuat mobil Jepang menyertakan paket pilihan tertentu misalkan penyejuk udara (air conditioning), power windows, dan sunroofs ke dalam model-model mobil kelas menengah mereka, yang akan memberikan konsumennya perasaan “kemewahan,” relatif dibandingkan produk para pesaingnya dari Amerika. Pendekatan tersebut sangat sukses dan mendorong para pesaingnya meniru metode ini. Mirip dengan hal tersebut, dalam pasar personal computer (PC), produsen seperti Dell atau Compaq menemukan bahwa mereka dapat meningkatkan pangsa pasar dengan menambahkan periferal (kapasitas hard drives lebih besar, memori tambahan, dan modem kecepatan tinggi) yang dikemas dengan hati-hati dalam paket komputer mereka.

(Halaman 72)
Komplemen Sempurna
Di lain pihak, pada Gambar 2.5(d) kita mengilustrasikan suatu situasi di mana dua barang dikonsumsi secara bersama-sama. Individu ini memilih untuk mengonsumsi sepatu kiri (pada sumbu mendatar) dan sepatu kanan (sumbu tegak) secara berpasangan.

(Halaman 79)
Aplikasi 2.3
Pencaloan Tiket
Mekanisme penjatahan tersebut menciptakan kemungkinan penjualan tiket dengan harga yang jauh lebih tinggi di pasar sekunder, bisa disebut dengan “pencaloan tiket (tiket scalping)”.

Peraturan Anti Pencaloan
Sebagian besar ekonom menganggap masalah pencaloan tiket tersebut relatif tidak terlalu berbahaya.

(Halaman 80)
Pencaloan tiket adalah salah satu contoh aktivitas “pasar gelap” yang muncul ketika barang-barang dijatah berdasarkan ketentuan selain harga.

(Halaman 84)
Aplikasi 2.4
Diskon Kuantitas dan Program Frequent-Flier

Program Frequent-Flier
Program ini mendorong konsumen untuk mengakumulasikan jarak penerbangannya dengan maskapai tersebut dengan biaya perjalanan lebih rendah. Karena tempat duduk kosong di pesawat berarti hilangnya keuntungan selamanya, maskapai penerbangan memanfaatkan program tersebut untuk mendorong konsumen agar melakukan lebih banyak perjalanan.

(Halaman 86)
Ringkasan
Bab ini merupakan materi yang cukup sulit. Teori pilihan (Theory of choice) adalah salah satu dari sekian banyak bagian yang paling sulit dalam studi ilmu mikroekonomi, tapi sayangnya teori ini biasanya muncul di awal setiap pelajaran mikroekonomi.

(Halaman 90)
Akhir-akhir ini, beberapa perusahaan listrik telah menerapkan metode “membayar kelebihan penggunaan (excess use charges)” yang meningkatkan harga daya listrik setelah penggunaan jumlah kilowatt jam per bulan minimum tertentu.

(Halaman 94)
BAB III Permintaan Individu

Aplikasi 3.1
Hukum Engel (Engel’s Law)
Sebuah generalisasi paling penting tentang perilaku konsumen adalah bahwa, bagian pendapatan yang digunakan untuk belanja makanan cenderung menurun jika pendapatannya meningkat. Penemuan ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ekonom Rusia, Ernest Engel (1821-1896) pada abad kesembilan belas dan dikenal sebagai Hukum Engel (Engel’s Law).

Data Terakhir
Data Terakhir pada masyarakat AS (Lihat Tabel 2) memiliki kecenderungan sesuai dengan hukum Engel.

Jenis Pengeluaran $225-$300 $450-$600 $750-$1000
Makanan 62,0% 55,0% 50,0%
Jasa (Pendidikan, Hukum, Kesehatan) 4,0 7,5 11,5
Kesenangan dan Rekreasi 1,0 2,5 3,5

       
Jenis Pengeluaran 20% Pendapatan Terendah 20% Pendapatan Menengah 20% Pendapatan Tertinggi Makanan 16,8% 14,3% 11,8%      
       

(Halaman 101)
Aplikasi 3.2
Indeks Harga Konsumen dan Bias yang Terjadi

Salah satu pengukur inflasi yang terpenting di Amerika Serikat disediakan Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) yang dipublikasikan secara bulanan oleh U.S. Department of Labor.

Harga Sekelompok Barang Tahun 1982
B^(82) = P_X^82.X^82 + P_Y^82.X^82

Harga Sekelompok Barang Tahun 2000
B^(00) = P_X^00.X^82 + P_Y^00.X^82

Tingkat inflasi dapat dihitung dengan indeks ini. Contohnya, jika harga pasar dari barang itu adalah $100 pada tahun 1982 dan $175 pada tahun 2000, nilai CPI adalah 1,75 dan kita dapat mengatakan telah terjadi kenaikan harga-harga sebesar 75% selama periode 18 tahun. Dari hal ini, mungkin (mungkin juga tidak benar) dapat dikatakan bahwa orang-orang di tahun 2000 memerlukan tambahan sebesar 75% dari pendapatannya pada tahun 1982 untuk dapat menikmati standar hidup yang sama dengan tahun 1982. Biaya penyesuaian hidup atau cost-of-living-adjustment (COLA) dalam program Jaring Pengaman Sosial (Social Security) maupun di berbagai perjanjian kerja, dihitung dengan cara yang serupa. Sayangnya, pendekatan ini mengandung sejumlah masalah.

(Halaman 102)
Bias Substitusi dalam CPI

Salah satu masalah dalam penghitungan di atas adalah bahwa penghitungan ini mengasumsikan orang yang menghadapi harga-harga di tahun 2000 akan meminta kelompok komoditas yang sama dengan yang dikonsumsi tahun 1982. Perlakuan ini akan berakibat tidak ada substitusi antar komoditas dalam merespons perubahan harga. Penghitungan itu dapat melebih-lebihkan penurunan daya beli sebagai akibat adanya inflasi, karena tidak memperhitungkan bagaimana orang akan mencari pilihan yang memberikan utilitas terbanyak untuk uang mereka ketika harga berubah.

Bias Produk Baru
Kemunculan berbagai produk baru atau produk yang diperbarui juga akan menghasilkan bias serupa dalam perhitungan CPI.

Bias Gerai (Outlet)
Akhirnya, adanya fakta bahwa Bureau of Labor Statistics mengirimkan pembeli (pendata) ke gerai pengecer yang sama setiap bulannya dapat menghasilkan data inflasi yang berlebih-lebihan. Pada tahun-tahun belakangan ini orang cenderung untuk berbelanja pada toko yang memberikan diskon besar seperti Wal-Mart atau Costco daripada berbelanja di gerai tradisional.

Konsekuensi dari Bias
Memang benar, karena CPI secara luas digunakan sebagai “satu-satunya” ukuran inflasi, setiap perubahan dapat menjadi kontroversi politik yang tajam. Di samping itu, terdapat semacam kesepakatan umum bahwa angka CPI yang berlaku dapat melebih-lebihkan kenaikan biaya hidup aktual sebesar 0,75 persen sampai 1,0 persen per tahun.

(Halaman 103)
COLA yang diukur institusi swasta memberikan penyeimbang tingkat inflasi sebagaimana diukur CPI.

Paradoks Giffen
Pernah diteliti oleh ekonom Inggris Robert Giffen pada abad kesembilan belas di Irlandia, jika harga kentang naik, orang-orang dilaporkan mengonsumsi lebih banyak kentang. Hasil yang aneh ini dapat dijelaskan dengan melihat ukuran besarnya efek pendapatan dari perubahan harga kentang. Kentang, selain merupakan barang inferior, juga menghabiskan porsi terbesar dari pendapatan orang Irlandia. Kenaikan harga kentang akan mengurangi pendapatan riil secara substansial. Orang Irlandia akan mengurangi konsumsi makanan lain untuk membeli lebih banyak kentang. Meskipun sumbangan peristiwa dalam sejarah ini seakan tidak masuk akal, kemungkinan adanya kenaikan kuantitas yang diminta sebagai respons dari kenaikan harga suatu barang pernah muncul dan dikenal sebagai Paradoks Giffen (Giffen Paradox).

(Halaman 105)
Membayar pajak berarti mengurangi utilitas individu karena berkurangnya daya beli.
Kesejahteraan individu yang hilang ini akan tergantung pada struktur pajak. Khususnya, pajak-pajak yang dibebankan pada daya beli komoditi secara umum akan memiliki ongkos kesejahteraan yang lebih kecil daripada pajak yang dibebankan untuk komoditi-komoditi tertentu saja. “Prinsip lump-sum” ini merupakan fokus utama dalam studi ilmu ekonomi mengenai perpajakan.

(Halaman 107)
Aplikasi 3.3
Prinsip Lump-Sum dalam Praktik

Hilangnya utilitas karena pajak akan paling kecil jika diterapkan pajak lump-sum dan peningkatan utilitas dari transfer adalah paling besar jika transfer tersebut diberikan secara lump-sum.

Aplikasi Kebijakan Pajak
Karena jenis pajak ini akan mempengaruhi upah seseorang setelah pajak (Pendapatan Neto), pajak lump-sum tidak benar-benar mengurangi daya beli. Namun, pajak pendapatan akan mempengaruhi keputusan individu tentang seberapa banyak mereka bekerja dan mungkin pula mempengaruhi keputusan-keputusan yang lain, seperti mencari strategi untuk menghindari pajak.
Contohnya, studi klasik J. Hausman pada tahun 1981, menemukan bahwa, rata-rata tingkat kehilangan utilitas yang ditanggung oleh wajib pajak dalam sistem pajak pendapatan progresif yang sedang berlaku di A.S., adalah sekitar 22% lebih banyak daripada tingkat kehilangan yang timbul akibat membayar pajak lump-sum, dengan besar pajak yang sama.

Aplikasi Kebijakan Transfer
Contohnya, laporan Timothy Smeeding tentang efek anti-kemiskinan dari berbagai program transfer menunjukkan bahwa subsidi yang berlaku untuk pangan, rumah, dan perawatan kesehatan sebesar $1, ternyata bernilai kurang dari $1 dalam bentuk uang tunai yang diterima oleh individu penerima subsidi tersebut.
Dengan demikian, efektivitas program transfer dalam meningkatkan utilitas mungkin telah menurun sepanjang waktu.

(Halaman 111)
Aplikasi 3.4
Harga Bensin dan Mobil
Biaya bahan bakar menyumbangkan antara 10 sampai 20 persen dari pengeluaran total untuk biaya operasional mobil, dan fluktuasi harga bensin dapat berdampak pada tipe-tipe mobil yang dipilih seseorang.

Pilihan Mobil dan Guncangan Minyak (Oil Shock) tahun 1970-an
Di awal 1970-an, kurang dari 20 persen penjualan mobil dengan model compact dan subcompact; proporsi ini meningkat mendekati 50 persen pada tahun 1980.
Penjualan mobil-mobil kecil jatuh secara proporsional. Yang lebih penting, sebagian besar produsen pembuat mobil memperbaiki (meng-upgrade) produk mereka, dengan menambahkan panjang dan berat mobil secara substansial dan seakan-akan masih tetap merupakan mobil dengan model yang compact.

(Halaman 117)
Aplikasi 3.5
Mode, Musim, dan Kekhawatiran Kesehatan

Mode
Ledakan permintaan sesaat suatu produk (kadang disebut efek ikut-ikutan atau bandwagon effects) muncul karena adanya saling ketergantungan preferensi antarindividu; setiap orang ingin menjadi bagian dari mode terbaru. Pola yang selalu muncul dalam pembelian produk-produk yang sedang menjadi mode mengindikasikan bahwa permintaan produk-produk tersebut agak dapat diprediksi.

Musim
Dalam sebuah studi paling awal yang terkenal tentang pembandingan New England, misalnya, ditemukan bahwa permintaan untuk ikan scrod (sebutan penduduk New England untuk suatu jenis ikan cod yang kecil-kecil) umumnya meningkat sampai sekitar 13 persen selama Lent (bulan puasa Masehi pada orang Nasrani) karena pembatasan makan yang dikenakan oleh Gereja Katolik pada anggotanya selama periode tersebut.

Kekhawatiran Kesehatan
Keprihatinan pada risiko merokok, misalnya, telah mengakibatkan terjadinya pengurangan jumlah perokok di Amerika Serikat dalam jangka panjang sejak adanya laporan Surgeon General tahun 1964. Keprihatinan pada masalah kolesterol mendorong penurunan yang serupa pada permintaan jangka panjang untuk produk-produk daging dan susu.

Setiap perubahan yang besarnya proporsional antara harga dan pendapatan tidak akan mempengaruhi pilihan seseorang karena perubahan-perubahan itu tidak menggeser kendala anggaran.


(Halaman 130)
BAB 4 Permintaan Pasar dan Elastisitas

Aplikasi 4.1
Konsumsi dan Pajak Penghasilan

Hipotesis Penghasilan Permanen
Pada tahun 1950-an, Milton Friedman adalah salah seorang ekonom yang pertama kali mengetahui bahwa keputusan konsumsi seseorang tidak hanya didasarkan pada pendapatannya saat ini. Namun, Friedman berpendapat bahwa keputusan-keputusan itu lebih didasarkan pada daya beli seseorang dalam jangka panjang.
Sebaliknya, fluktuasi penghasilan temporer biasanya akan dicerminkan pada kenaikan atau penurunan tabungan. Oleh karena itu, Friedman berpendapat bahwa permintaan individu (dan juga permintaan pasar) untuk barang-barang didasarkan pada konsep penghasilan yang permanen dan berjangka panjang. Konsep ini biasanya digunakan untuk seluruh studi tentang keputusan konsumsi aktual.

Efek Perubahan Pajak Temporer
Salah satu implikasi dari hipotesis penghasilan permanen adalah bahwa perubahan pajak yang sifatnya temporer, katakanlah hanya untuk periode satu tahun, akan memiliki pengaruh yang kecil atau bahkan tidak memiliki pengaruh pada permintaan konsumsi barang-barang. Data yang ada cenderung mendukung dugaan ini. Contohnya, sebuah tambahan pajak pendapatan temporer diberlakukan dalam pemerintahan Nixon dari tahun 1968 sampai 1969, tetapi sebagian besar peneliti menemukan bahwa pajak tersebut dalam praktiknya tidak memiliki dampak dalam pola belanja konsumen.

Kredibilitas Perubahan Pajak Permanen
Tetapi timbul pandangan skeptis tentang apakah kebijakan itu benar-benar akan diimplementasikan secara penuh. Pengeluaran konsumsi benar-benar tidak naik sampai tahun 1984, baru meningkat ketika konsumen merasa yakin bahwa pemotongan pajak itu memang benar-benar ada. Kondisi ini membawa keberuntungan, di mana pada tahun itu Ronald Reagan memenangkan pemilihan presiden.
Turunnya pengeluaran konsumsi yang hampir seketika mendorong memicu resesi tahun 1991. Mungkin inilah ironisnya (atau ketidakberuntungan), resesi ini melebihi hal-hal lain yang menyebabkan Bush gagal terpilih kembali. Stabilitas umum dari tingkat pajak sepanjang sisa tahun 1990-an mendorong stabilitas konsumsi dan membantu untuk mendorong ekspansi ekonomi jangka panjang.


(Halaman 131)
Pada beberapa kasus, arah pergeseran kurva permintaan pasar mungkin bersifat mendua (ambiguous).


(Halaman 136)
Aplikasi 4.2
Loyalitas pada Merek
Salah satu alasan bahwa efek substitusi lebih besar pada periode interval jangka panjang daripada jangka pendek adalah karena individu mengembangkan kebiasaan pengeluaran yang tidak mudah berubah.
Perilaku ini masuk akal karena membuat individu tidak perlu selalu mengevaluasi produk yang dikonsumsinya.
Fee yang besar dibayar kepada Coca-Cola, Disney, Michael Jordan, maupun Liga Utama Baseball memberikan bukti yang kuat adanya keuntungan dari strategi di atas.


(Halaman 138)
Aplikasi 4.3
Fluktuasi Harga-harga Produk Pertanian

Permintaan produk-produk pertanian relatif inelastis.

Paradoks Pertanian
Tetapi cerita yang lebih besar mengenai kekeringan lokal tersebut adalah kenaikan harga yang diakibatkannya membawa keuntungan bagi sebagian besar petani yang berada di luar daerah kering tersebut, sebuah kisah yang jarang sekali diceritakan.
Pertama, dengan pembatasan luas lahan tanam, dibuat peraturan yang membatasi perluasan penanaman. Di banyak kasus, para petani dibayar untuk tetap mempertahankan lahan kosongnya. Cara kedua untuk mendukung harga adalah dengan pembelian secara langsung hasil panen oleh pemerintah.
Seluruh kebijakan itu berakhir pada tahun 1966, setelah dikeluarkannya Undang-undang Perbaikan dan Reformasi Pertanian Federal atau Federal Agricultural Improvement and Reform Act (FAIR). Peraturan itu mengurangi intervensi pemerintah secara tajam pada pasar pertanian. Dampaknya tidak hanya meningkatkan output pertanian dan produktivitas secara drastis, tetapi juga meningkatkan fluktuasi harga pertanian.


(Halaman 139)
Sifat dari penentuan harga di pasar pertanian menyiratkan bahwa keinginan tersebut akan terus muncul pada saat harga produk pertanian rendah.


(Halaman 145)
Estimasi Kurva Permintaan
Memperkirakan kurva permintaan sebuah produk merupakan salah satu hal yang cukup sulit dan merupakan masalah penting dalam ilmu ekonometri.


(Halaman 147)
Aplikasi 4.4
Sisi Ekonomi dan Politik dari Asuransi Kesehatan

Masalah Moral Hazard
Dalam literatur asuransi, kenaikan permintaan ini disebut sebagai moral hazard. Hal ini merupakan respons terhadap harga yang seolah-olah murah yang dirasakan konsumen ketika pihak ketiga membiayai tagihannya.

Sisi Politis dan Permintaan Jasa yang Elastis
Misalnya, estimasi biaya tahun 1994 untuk Program Perawatan Kesehatan Clinton (Clinton Health Plan) cukup sensitif dalam menentukan secara tepat, jasa-jasa apa yang perlu dimasukkan dalam polis dasarnya. Tekanan dari asosiasi profesional akhirnya mendorong dimasukkannya tambahan jasa psikiatri dan jasa lainnya. Hal ini berpengaruh terhadap kenaikan keseluruhan biaya secara signifikan dalam program perawatan kesehatan tersebut dan menjadi faktor utama kegagalannya melewati Kongres. Yang terbaru, sekitar tahun 1998-99, terdapat proposal Health Maintenance Organization Patients Bill of Right (yang diajukan sebagian karena komentar tidak sedap karakter Helen Hunt dalam film As Good As It Gets), yang berusaha memaksakan agar HMO memberikan berbagai pelayanan jasa dengan biaya nol bagi pasien.


(Halaman 148-149)
Kurva permintaan pasar adalah bentuk bangunan dasar dari teori penentuan harga (theory of price determination).


(Halaman 159)
BAGIAN III
BAB 5 Produksi

Fungsi-fungsi Produksi
Tujuan setiap perusahaan (firm) adalah mengubah input menjadi output.


(Halaman 160)
Penyederhanaan
Kita akan menyederhanakan fungsi produksi dengan mengasumsikan bahwa produksi perusahaan hanya tergantung pada dua input: modal (K) dan tenaga kerja (L). Maka, fungsi produksi yang telah disederhanakan sekarang adalah:
q = f(K, L)


(Halaman 161)
Produktivitas fisik marginal (marginal physical productivity) suatu input didefinisikan sebagai tambahan kuantitas output yang dihasilkan dengan menambah satu unit input itu, dengan menganggap konstan seluruh input lainnya.

(Halaman 163)
Karena sebagian besar analisis ekonomi melibatkan pertanyaan tentang penambahan ataupun pengurangan sejumlah kecil input pada situasi produksi tertentu, gagasan mengenai produktivitas fisik marginal secara jelas menjadi konsep yang lebih penting.


(Halaman 164)
Aplikasi 5.1
Sumber-sumber Keunggulan Jepang dalam Produksi Mobil
Pada tahun 1979, Jepang melampaui Amerika Serikat sebagai produsen mobil terbesar di dunia. Impor Amerika Serikat terhadap mobil Jepang mencapai puncaknya sebesar 2 juta per tahun pada 1983 dan jumlahnya tetap tinggi setelah tahun tersebut.

Produktivitas Tenaga Kerja
Dalam hitungan output per tenaga kerja, diperkirakan bahwa Honda atau Toyota hanya memerlukan waktu sekitar 30 jam kerja untuk memproduksi sebuah mobil, sementara General Motors dan Chrysler di Amerika Serikat memerlukan waktu sekitar 45 jam.

Perbedaan-perbedaan dalam Metode Produksi
Karena sebagian besar mobil Jepang dan truk pickup berukuran hampir sama, banyak tipe kendaraan bermotor dapat diproduksi pada lini perakitan yang sama.
Di Jepang, para penyedia komponen terintegrasi lebih baik dengan perusahaan perakitan. Staf informasi dan teknis terbagi lebih luas sehingga proses desain ulang tidak perlu sering dilakukan. Hubungan ini juga menaikkan tingkat pengendalian kualitas.

Perbedaan-perbedaan dalam Hubungan Industrial
Beberapa bukti bahwa hubungan praktik ketenagakerjaan masyarakat Jepang mampu mempengaruhi produktivitas dapat dilihat dari pengalaman pabrik mobil Jepang di Amerika Serikat (misalnya, pabrik perakitan Honda di Marysville, Ohio). Di pabrik-pabrik ini, produktivitas tenaga kerja hanya sedikit lebih rendah daripada di perusahaan yang sama di Jepang dan lebih tinggi daripada produktivitas perusahaan AS.


(Halaman 169)
Konsep Adam Smith Mengenai Skala Hasil
Pertanyaan penting pertama yang dapat kita kemukakan berkaitan dengan fungsi produksi adalah, bagaimana respons kuantitas output terhadap kenaikan seluruh input secara bersamaan? Sebagai contoh, anggaplah seluruh input dilipatduakan. Apakah output akan berlipat ganda pula, ataukah hubungan tersebut tidak sesederhana itu? Di sini kita mempertanyakan tentang skala hasil (returns to scale) yang dimiliki sebuah fungsi produksi, sebuah konsep yang tetap menarik perhatian para ekonom semenjak Adam Smith mempelajari secara intensif produksi peniti pada abad kedelapan belas.


(Halaman 170)
Aplikasi 5.2
Ilmu Teknik dan Ekonomi

Pemanas Air Tenaga Matahari
Pengumpul sinar matahari yang bekerja sangat efisien di Arizona, mungkin kurang berguna pada daerah yang sering berawan seperti New England.


(Halaman 171)
Definisi yang Tepat
Manakah dari kedua efek skala tersebut yang lebih penting merupakan pertanyaan empiris. Untuk menyelidiki pertanyaan ini, para ekonom memerlukan definisi yang tepat tentang skala hasil (returns to scale). Sebuah fungsi produksi dikatakan menunjukkan skala hasil konstan (constant returns to scale) jika peningkatan seluruh input sebanyak dua kali lipat berakibat pada peningkatan output sebanyak dua kali lipat pula.


(Halaman 174)
Aplikasi 5.3
Skala Hasil dalam Pembuatan Bir

Sumber-sumber Skala Ekonomi
Skala ekonomi perusahaan pembuat bir sebagian timbul dari penghitungan geometri sederhana. Karena bir diproduksi berdasarkan volume (biasanya diukur dengan barel per tahun), sedangkan modal termasuk peralatan pembuatan bir (ketel, pipa, dan sebagainya) memiliki biaya yang proporsional dengan luas permukaannya, maka pembuat bir yang lebih besar dapat mengurangi biaya modal per barelnya. Skala ekonomi juga dikaitkan dengan teknologi pengisian bir, khususnya pada bir dalam kaleng. Sistem kontrol otomatis telah meningkatkan lini produksi dengan kecepatan yang tinggi. Terakhir, seperti halnya berbagai produk yang dijual di pasar nasional, terjadi pula skala ekonomi dalam hal distribusi, periklanan, dan pemasaran. Iklan di televisi juga menjadi sumber penting dari timbulnya skala ekonomi tersebut.

Peningkatan Konsentrasi Produksi Bir
Antara tahun 1945 dan pertengahan tahun 1980-an, jumlah perusahaan pembuat bir menurun lebih dari 90 persen, dari 450 menjadi angka 44.
Anheuser-Busch sendiri menghasilkan lebih dari sepertiga output industri bir, membuat Budweiser-nya menjadi merek bir dengan penjualan terbesar di dunia.


(Halaman 176)
Relevansi dari Kemampuan Substitusi Input
Sebagai contoh, selama beberapa ratus tahun terakhir, output perekonomian Amerika telah bergeser dari produksi pertanian menuju industri manufaktur dan jasa. Pergeseran ini memindahkan beberapa faktor tertentu (terutama tenaga kerja) keluar dari produksi pertanian ke industri.


(Halaman 179)
Aplikasi 5.4
Produktivitas Multifaktor

Perubahan Rata-rata Tahunan Output per Jam dalam Industri Manufaktur 1956-73 1974-91 1992-97
Amerika Serikat 2,84 2,36 4,03
Jerman 6,29 2,80 3,94
Perancis 6,22 2,80 4,60

Perubahan Rata-rata Tahunan Produktivitas Multifaktor per Jam dalam Industri Manufaktur 1956-73 1974-91 1992-97
Amerika Serikat 1,57 0,74 2,12
Jerman 3,40 0,94 2,91
Perancis 4,42 1,23 2,74

Pembalikan Arah pada 1990-an
Tabel 2 menunjukkan bahwa kenaikan produktivitas multifaktor pada tahun 1990-an mendekati angka yang terjadi pada “kejayaan masa lalu” sebelum 1973. Perubahan ini mungkin menunjukkan adanya pembalikan kembali ke tren lebih awal. Atau, hal ini mungkin karena reaksi terhadap berbagai faktor baru secara keseluruhan (seperti respons atas meningkatnya globalisasi di seluruh industri manufaktur).


(Halaman 184)
Produktivitas marginal dari suatu input adalah tambahan output yang dapat diproduksi dengan adanya satu unit tambahan input tersebut, dengan mempertahankan seluruh input lainnya konstan.


(Halaman 190)
BAB 6 BIAYA
Konsep Dasar Biaya
Paling tidak, terdapat tiga konsep mengenai biaya yang dapat dibedakan: biaya oportunitas (opportunity cost), biaya akuntansi (accounting cost), dan biaya ekonomis (economic cost). Bagi para ekonom, konsep biaya yang paling umum adalah biaya oportunitas (opportunity cost – kadang disebut pula biaya sosial).


(Halaman 191)
Biaya Tenaga Kerja
Ekonom menganggap pembayaran-pembayaran tersebut sebagai biaya eksplisit: jasa tenaga kerja (jam kerja) “dibeli” pada tingkat upah (wage rate) per jam (yang kita sebut sebagai w), dan diasumsikan bahwa tingkat upah ini adalah jumlah yang akan diterima para pekerja dari alternatif pengguna terbaik berikutnya.

Biaya Modal
Menurut ekonom, di pihak lain, jumlah yang dibayarkan untuk mesin merupakan biaya tertanam (sunk cost). Sekali suatu biaya telah dikeluarkan, maka tidak ada kesempatan untuk mendapatkannya kembali. Karena sunk cost tidak mencerminkan peluang yang hilang, para ekonom sebaliknya memfokuskan pada biaya implisit suatu mesin sebagai sesuatu yang bersedia dibayar orang lain untuk penggunaan mesin tersebut.


(Halaman 192)
Sehingga, biaya suatu mesin per jam adalah tarif sewa (rental rate) untuk mesin tersebut pada alternatif penggunaan terbaik. Dengan melanjutkan penggunaan mesin tersebut, perusahaan secara implisit mengorbankan sewa yang bersedia dibayar orang lain atas penggunaan mesin tersebut.

Biaya Kepengusahaan
Jika demikian, jasa kepengusahaan mereka seharusnya dipertimbangkan sebagai input perusahaan, dan suatu biaya seharusnya dibebankan atas penggunaan input tersebut. Barangkali, upah yang diperoleh programmer jika bekerja untuk orang lain dapat digunakan untuk tujuan tersebut.


(Halaman 192)
Aplikasi 6.1
Stranded Cost
Struktur peraturan ini mulai ditinggalkan pada pertengahan 1990-an ketika pemerintahan mulai memperbolehkan adanya persaingan harga energi listrik di tingkat grosir (wholesale level).

Sifat Alamiah Stranded Cost
Masalah mendasar bagi penyedia jasa listrik tradisional adalah beberapa fasilitas generator pembangkit listrik mereka menjadi “tidak ekonomis” dengan adanya regulasi. Hal ini terlihat dari biaya rata-rata produksi listrik yang lebih tinggi daripada harga listrik di pasar terbuka.
Biaya historis fasilitas pembangkit listrik merupakan sunk cost. Kenyataan bahwa fasilitas tersebut saat ini tidak ekonomis untuk dioperasikan memberikan makna bahwa nilai pasarnya adalah nol (tidak ada pembeli yang mau membayar untuk fasilitas tersebut).
Tetapi tidak seorang pun yang berpendapat bahwa pemilik generator itu harus diberi kompensasi atas kehilangan-kehilangan yang terjadi. Joseph Schumpeter pernah memunculkan istilah “penghancuran kreatif” untuk menggambarkan sifat dinamis sistem kapitalis ini. Mengapa kemudian pembangkit listrik harus dibedakan?

Kerangka Legal-Bebankan kepada Konsumen
Dalam sebuah kasus ekstrem, Southern California Edison Company akan menerima kompensasi stranded cost yang lebih besar daripada nilai seluruh perusahaan tersebut di New York Stock Exchange.


(Halaman 204)
Aplikasi 6.2
Berbagai Temuan pada Biaya Jangka Panjang

Beberapa Bukti
Pada industri truk pengangkutan, perusahaan yang lebih kecil kelihatannya dapat beroperasi dengan biaya rata-rata yang lebih rendah.
Di sebagian besar studi empiris, kurva AC ditemukan memiliki bentuk L yang dimodifikasi. q menunjukkan skala efisiensi minimum pada perusahaan ini.

(Halaman 205)
Aplikasi 6.3
Biaya Maskapai Penerbangan
Dua temuan umum tampak merupakan karakter biaya penerbangan. Pertama, terlihat perbedaan yang mendasar pada biaya penerbangan di antara perusahaan-perusahaan Amerika. Jika biaya rata-rata diukur dalam basis penumpang per mil, maka rentang perbedaan ongkos antara penerbangan berbiaya tinggi dengan penerbangan berbiaya rendah lebih dari 50 persen. Misalnya, biaya US Airways mendekati 12 sen per mil setiap penumpangnya, sementara Southwest Airlines 7 sen. Generalisasi kedua adalah bahwa biaya penerbangan A.S terlihat secara signifikan lebih rendah daripada biaya penerbangan di negara-negara lain.

Alasan-alasan Perbedaan di antara Perusahaan-perusahaan A.S
Penerbangan yang menempuh jarak rata-rata yang lebih jauh atau yang mengoperasikan jumlah penerbangan yang lebih banyak dalam jaringan kerja tertentu cenderung memiliki biaya yang lebih rendah.
Salah satu rahasia mengapa biaya penerbangan Southwest Airlines rendah, misalnya adalah karena armadanya hampir semua terdiri dari Boeing 737 yang lebih baru dan relatif hemat bahan bakar.
Untuk ditukar dengan sekitar 55 persen saham perusahaan itu, karyawan United setuju terhadap pengurangan upah yang menyebabkan berkurangnya biaya per mil penumpang sebanyak 25 persen.

Peraturan dan Biaya Penerbangan Internasional
Banyak rute jaringan pengangkutan asing tidak efisien, misalnya. Mereka belum mengadopsi sistem “hub and spoke” yang telah menjadi standar di Amerika Serikat. Sumber lain dari tingginya biaya tersebut adalah adanya regulasi lingkungan yang dihadapi oleh banyak perusahaan asing. Di Amerika Serikat, regulasi semacam itu sebagian besar berakhir 1978 dan menyebabkan biaya penerbangan turun secara signifikan (lihat Aplikasi 7.2 dan 11.4).


(Halaman 206)
Dari beberapa estimasi, biaya per mil penumpang turun hingga 15 sampai 20 persen dalam tiga tahun karena tindakan tersebut. Bahkan jasa penerbangan yang melayani jalur Pasifik yang “gemuk” pun mulai menghadapi tekanan biaya.

Bahan Diskusi
Bukti dari pengalaman deregulasi penerbangan memberikan kesan bahwa persaingan dapat mengurangi biaya penerbangan.


(Halaman 214)
Aplikasi 6.4
Biaya Kemacetan

Sifat Biaya-biaya Marginal
Untuk setiap fasilitas lalu lintas (jalan, jembatan, terowongan, dan sebagainya), output diukur dalam jumlah kendaraan per jam.
Studi tentang kesediaan orang untuk meluangkan waktu menempuh perjalanan jauh dari rumah ke kantornya (commuting) memberikan kesimpulan bahwa waktu yang dihabiskan di jalan nilainya sekitar setengah upah yang dapat diperolehnya berarti, “biaya” waktu perjalanan sekitar $8 per jam.

Bea Tol Kemacetan (Congestion tolls)
Dalam konteks waktu sekarang, hal tersebut akan berarti menerapkan bea tol untuk jalan raya, jembatan, atau terowongan yang secara akurat mencerminkan adanya biaya sosial yang ditimbulkan oleh para pengguna fasilitas tersebut.

Teknologi Penarikan Tol
Hal ini berubah drastis di akhir 1980-an dengan dikembangkannya teknologi penarikan bea tol elektronik dengan biaya rendah.


(Halaman 217)
Aplikasi 6.5
Revolusi Mikroelektronik
Beberapa estimasi menyebutkan, sampai saat ini pengaruh revolusi tersebut telah mampu mengurangi biaya produksi alat hitung sampai setengahnya setiap dua atau tiga tahun sejak awal 1970-an.

Kalkulator Tangan
Kemajuan semikonduktor oksida metal (MOS) yang terjadi dengan cepat di awal 1970-an, segera mengurangi biaya yang berhubungan dengan komputasi internal.

Komputer Pribadi
Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa harga-harga komputer dan perlengkapan penunjangnya telah menurun mencapai tingkat sekitar 20 persen per tahun 1982.


(Halaman 221)
Dua konsep unit biaya yang paling penting adalah biaya rata-rata (yaitu, biaya per unit output) dan biaya marginal (yaitu, biaya tambahan dari unit terakhir yang diproduksi).


(Halaman 222)
Nilai dari kuliah itu didasarkan pada 10 kuis mingguan, yang nilai maksimumnya masing-masing 100.


(Halaman 227)
BAB 7 MAKSIMISASI LABA DAN PENAWARAN

Maksimisasi Laba
Jika perusahaan memiliki tujuan untuk mencapai laba ekonomi sebesar mungkin, secara definisi mereka berusaha membuat perbedaan sebesar mungkin antara penerimaan total dengan biaya ekonomi total.

Konsep Marginal
Jika perusahaan adalah pencari laba maksimum, mereka akan membuat keputusan berdasarkan konsep marginal. Manajer-pemilik akan menyesuaikan segala sesuatu yang dapat diatur sampai tidak mungkin lagi terjadi peningkatan laba.

(Halaman 227)
BAB 7 MAKSIMISASI LABA DAN PENAWARAN

Maksimisasi Laba
Jika perusahaan memiliki tujuan untuk mencapai laba ekonomi sebesar mungkin, secara definisi mereka berusaha membuat perbedaan sebesar mungkin antara penerimaan total dengan biaya ekonomi total.

Konsep Marginal
Jika perusahaan adalah pencari laba maksimum, mereka akan membuat keputusan berdasarkan konsep marginal. Manajer-pemilik akan menyesuaikan segala sesuatu yang dapat diatur sampai tidak mungkin lagi terjadi peningkatan laba.


(Halaman 228)
Aplikasi 7.1
Laba Perusahaan, Pajak, dan Leveraged Buyout
Pajak penghasilan (atau laba) perusahaan diberlakukan di Amerika Serikat sejak 1909, sekitar empat tahun sebelum pajak penghasilan pribadi mulai diberlakukan.
Tetapi, para ekonom percaya bahwa pajak laba perusahaan telah mengakibatkan terjadinya distorsi alokasi sumber daya secara serius.

Pengaruh dari Pajak Berganda
Pajak laba perusahaan tidaklah benar-benar merupakan pajak atas laba, namun adalah pajak yang dibebankan terhadap hasil keuntungan saham para pemegang saham perusahaan. Cara pajak demikian mengandung dua konsekuensi. Pertama, perusahaan akan menyadari bahwa lebih menarik untuk membiayai investasi modal baru dengan menawarkan loan (Surat hutang) dan obligasi (yang pembayaran bunganya merupakan biaya yang dapat digunakan untuk mengurangi kewajiban pajak) daripada melalui penerbitan saham (stock issues) baru (di mana biaya implisitnya bukan merupakan biaya yang dapat dipakai untuk mengurangi kewajiban pajak menurut hukum pajak yang baru). Pengaruh kedua terjadi karena sebagian pendapatan perusahaan dikenakan pajak secara berganda pertama ketika pendapatan tersebut diperoleh perusahaan dan kemudian ketika pendapatan tersebut dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.


(Halaman 229)
Peningkatan dan Penurunan Leverage Buyouts
Para peneliti memperkirakan bahwa keanehan dari pajak penghasilan perusahaan ini menjadi penyebab terjadinya gelombang leveraged buyouts (LBO) yang menyapu pasar keuangan di akhir 1980-an. Michael Milken dan yang lainnya memperoleh keberuntungan besar karena menerapkan metode ini dalam pendanaan perusahaan. Prinsip dasar LBO adalah penggunaan dana pinjaman untuk memperoleh sebagian besar saham perusahaan yang sedang beredar. Pembelian saham secara borongan (buyout) seperti ini adalah menggunakan sumber modal (hutang) yang pajaknya kurang begitu tinggi untuk menggantikan suatu bentuk pendanaan yang pajaknya lebih tinggi (saham).


(Halaman 231)
Laba mencapai maksimum saat slope fungsi penerimaan (penerimaan marginal) sama dengan slope fungsi biaya (biaya marginal).


(Halaman 239)
Alternatif untuk Memaksimumkan Laba

Maksimisasi Penerimaan
Salah satu alternatif dari maksimisasi laba perusahaan adalah maksimisasi penerimaan (revenue maximization). Tujuan ini untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh William J. Baumol, yang meneliti bahwa sebagian besar insentif manajerial berkaitan dengan peningkatan penerimaan hasil penjualan dan bukan peningkatan laba.


(Halaman 240)
Aplikasi 7.2
Maksimisasi Laba dan Deregulasi Penerbangan
Peraturan tarif perjalanan dengan pesawat udara dilonggarkan atau ditiadakan sama sekali, dan peraturan yang mengatur tujuan rute pesawat udara telah dilonggarkan secara signifikan.


(Halaman 243)
Aplikasi 7.3
Royalti Buku Literatur

Konflik Potensial Mengenai Laba
Seperti pada Ilustrasi 7.4, strategi ini biasanya akan mengakibatkan tingkat harga buku yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih rendah daripada tingkat maksimisasi penerimaan yang diinginkan penulis.


(Halaman 247)
Keputusan Penutupan Usaha
Dalam jangka pendek, perusahaan harus membayar biaya tetap (misalnya, sewa pabrik) tidak peduli apakah memproduksi output atau tidak. Jika perusahaan menutup usahanya, perusahaan akan menerima kerugian yang ditimbulkan oleh biaya tetap tersebut karena tidak ada penerimaan dan juga tidak ada biaya variabel. Dapatkah perusahaan menjadi lebih baik kondisinya dengan keputusan ini? Karena biaya tetap akan terjadi pada kasus apa pun, keputusan untuk berproduksi harus didasarkan pada perbandingan antara penerimaan total perusahaan yang diperoleh dari outputnya dengan biaya variabel jangka pendek (SVC) yang diperlukan untuk memproduksi output tersebut.


(Halaman 248)
Maksimisasi Laba dan Insentif Manajer
Namun demikian, pada banyak kasus, para manajer bukanlah pemilik perusahaan yang memperkerjakan mereka. Melainkan, manajer tersebut diperkerjakan oleh pemilik modal untuk bertindak sebagai “agen”nya dalam pembuatan keputusan. Artinya, pemilik menyerahkan kekuasaan pengambilan keputusan kepada manajer, dan mengharapkan manajer untuk memaksimumkan laba. Pada bagian ini kita akan membahas hubungan prinsipal-agen (principal-agent relationship).


(Halaman 249)
Aplikasi 7.4
Harga Minyak dan Sumur Minyak

Beberapa Data Historis
Tabel tersebut juga memperlihatkan biaya rata-rata minyak mentah selama beberapa tahun, yang mengikuti perubahan harga serta peralatan pengeboran. Harga minyak yang meningkat tiga kali lipat antara 1970 sampai 1980 telah meningkatkan pula aktivitas pengeboran.


(Halaman 250)
Harga Minyak Dunia dan Aktivitas Pengeboran Sumur Minyak di Amerika Serikat

Tahun Harga Minyak Dunia Per Barel Harga Minyak Riil Per Barel* Jumlah Pengeboran Minyak
1970 $3,18 $7,93 21.177
1980 $21,59 $25,16 56.900
1990 $20,03 $16,30 26.300
1997 $17,24 $12,47 18.000

*Harga nominal dibagi dengan indeks harga produsen untuk peralatan modal, 1982 = 1,00. Sumber: Berbagai tabel. Statistical Abstract of The United States, http://www.census.gov/.


Teks telah direvisi dan ditulis ulang sesuai instruksi, dengan fokus hanya pada perbaikan ejaan.

4o

You said:

Lanjutkan mulai dari hlm 250 sampai hlm 614

ChatGPT said:

ChatGPT

Berikut lanjutan revisi dari halaman 250 hingga halaman 614 dengan fokus pada kesalahan ejaan, tanpa mengubah isi atau struktur kalimat.


(Halaman 250)
Harga Minyak Dunia dan Aktivitas Pengeboran Sumur Minyak di Amerika Serikat

Tahun Harga Minyak Dunia Per Barel Harga Minyak Riil Per Barel* Jumlah Pengeboran Minyak
1970 $3,18 $7,93 21.177
1980 $21,59 $25,16 56.900
1990 $20,03 $16,30 26.300
1997 $17,24 $12,47 18.000

*Harga nominal dibagi dengan indeks harga produsen untuk peralatan modal, 1982 = 1,00. Sumber: Berbagai tabel. Statistical Abstract of The United States, http://www.census.gov/.

Hasil pengamatan ini diperoleh Smith setelah melihat perilaku beberapa institusi terkenal di Inggris seperti Royal African Company, Hudson’s Bay Company, dan East India Company, yang ia gunakan untuk mengilustrasikan berbagai konsekuensi manajemen yang dilakukan bukan oleh pemilik. Pengamatannya memberikan titik awal yang penting bagi penelitian perusahaan di zaman modern.

Isu utama yang muncul dari hubungan manajer-agen tersebut diilustrasikan pada Gambar 7.6. Gambar ini menunjukkan peta kurva indeferens untuk preferensi manajer antara laba perusahaan (yang menjadi perhatian utama para pemilik) dengan tunjangan lain (seperti kantor yang mewah atau perjalanan dengan menggunakan pesawat jet atau helikopter perusahaan) yang khusus hanya untuk manajer. Peta kurva indiferens ini memiliki bentuk yang sama sebagaimana halnya yang terdapat pada bagian 2, dengan asumsi bahwa laba, walaupun keuntungan, memberikan utilitas bagi manajer.


(Halaman 251)
Jika seorang manajer sekaligus sebagai pemilik perusahaan, maka titik π* dan B* akan dipilih karena kombinasi laba dan manfaat ini memberikan utilitas maksimum. Tetapi, jika manajer hanya memiliki sepertiga kendala anggaran, yang terjadi akan lebih landai, dan B**, π** yang akan dipilih.

Konflik dalam Hubungan Agen
Sekarang anggaplah bahwa manajer tersebut tidak menjadi pemilik tunggal perusahaan. Kita asumsikan bahwa sepertiga modal perusahaan dimiliki oleh manajer tersebut dan dua per tiga dimiliki oleh investor luar yang tidak berperan dalam kegiatan operasi perusahaan.


(Halaman 252)
Sekarang satu dolar tunjangan yang diperoleh manajer hanya mengorbankan laba $0,33 karena $0,67 sisanya dibayarkan oleh para pemilik modal lainnya dalam bentuk berkurangnya laba dari investasi mereka. Meskipun kendala anggaran baru tetap menyertakan titik B*, π* (karena manajer masih dapat membuat keputusan yang sama seperti halnya jika ia merupakan pemilik modal sendiri), untuk tunjangan yang lebih besar daripada B*, slope kendala anggaran untuk manajer hanya -1/3; bagian laba manajer hanya berkurang $0,33 untuk setiap dolar tunjangan yang diterimanya. Dengan kendala anggaran seperti ini, manajer akan memilih titik B**, π** untuk memaksimumkan utilitasnya. Karena hanya memiliki sebagian dari perusahaan, manajer akan memilih tingkat laba yang lebih rendah dengan tingkat tunjangan yang lebih tinggi daripada yang akan dipilih oleh pemilik modal tunggal.

Terlihat bahwa semakin kecil bagian kepemilikan oleh manajer, maka semakin besar distorsi yang ditimbulkan oleh hubungan ini.

Kapan pun seorang pelaku mengandalkan diri pada pelaku lainnya untuk pembuatan keputusan, motivasi agen harus diperhitungkan karena agen tersebut mungkin membuat keputusan yang berbeda dengan apa yang diinginkan prinsipal. Contoh hubungan ini tidak hanya terjadi dalam manajemen suatu perusahaan, tetapi juga tersebar pada berbagai aplikasi seperti ketika memperkerjakan konsultan investasi (apakah mereka benar-benar menempatkan kliennya sebagai perhatian utamanya?), mengandalkan penaksiran montir mobil dalam pemesanan reparasi, dan pembelian dasi untuk saudara.


(Halaman 253)
Aplikasi 7.5
Prinsipal dan Agen Waralaba dan Obat-obatan

Waralaba (Franchising)
Masalahnya bagi perusahaan induk adalah menjamin bahwa agen waralabanya beroperasi dengan cara yang sesuai. Yang lebih penting lagi, pemegang waralaba tetap mendapatkan bagian besar dari laba yang diperoleh restoran lokalnya, sehingga akan memberikan insentif yang cukup berarti untuk beroperasi secara efisien. Adanya insentif ini dapat menjelaskan mengapa McDonald’s memilih untuk melakukan waralaba daripada melakukan penjualan secara langsung, bentuk kontrak ini lebih sesuai mengontrol munculnya masalah hubungan agen-prinsipal pada bisnis makanan cepat saji.


(Halaman 254)
Dokter dan Pasien
Jika seseorang menderita sakit, mereka biasanya tidak banyak mengetahui tentang apa yang terjadi dan pengobatan terbaik apa yang perlu dilakukan. Mereka menempatkan diri di bawah pengobatan dokter dengan kepercayaan bahwa dokter tersebut memiliki informasi yang lebih baik sebagai dasar keputusan dokter untuk mengambil tindakan yang tepat. Dokter kemudian akan bersikap sebagai agen bagi pasien.

Dokter umumnya tidak mengeluarkan satu sen pun uang dari tagihan pasien; bagi dokter, harga obat apa pun yang diresepkan pada dasarnya adalah nol. Oleh karena dalam beberapa hal dokter juga adalah pemberi perawatan, dia seringkali mendapat keuntungan secara finansial dari jasa pemberian resep. Sejumlah penelitian yang telah mengumpulkan bukti tentang permintaan obat yang dipengaruhi keputusan dokter tersebut, sebagian besar melaporkan pengaruh yang relatif kecil tetapi cukup berarti.


(Halaman 255)
Dokter dan Asuransi
Pembuatan keputusan dokter tidak diragukan lagi akan menjadi lebih rumit jika setiap prinsipal mencoba untuk membatasi apa yang dapat dilakukan oleh agen itu.

Manajer harus menyusun suatu perjanjian kontrak dengan para calon pemilik usaha yang akan melakukan investasi.

Dengan menawarkan opsi kontrak seperti bonus pembagian laba, perencanaan opsi saham, dan pensiun yang dibiayai perusahaan, pemilik mungkin dapat memberikan insentif kepada manajer untuk berhati-hati terhadap manfaat yang menjadi pilihan mereka. Perjanjian terakhir bisa berupa sebuah kompromi antara keinginan pemilik untuk memasukkan insentif agar dapat mendorong perilaku maksimisasi laba dengan biaya yang timbul dari kontrak dan pemantauan perilaku tersebut.


(Halaman 255)
Aplikasi 7.6
Opsi Saham

Ledakan Opsi Saham
Dari pandangan perusahaan, laporan akuntansi tentang opsi (yang sering dianggap berbiaya nol bagi perusahaan yang menanggungnya) menghasilkan cara pembayaran dengan biaya murah bagi para eksekutifnya. Ketentuan khusus dalam hukum pajak yang ditetapkan tahun 1993 mengatur bahwa perusahaan tidak dapat memotong gaji para eksekutifnya lebih dari $1 juta per tahun, kecuali bahwa gaji tersebut terikat dengan kinerja perusahaan semakin memacu penggunaan opsi lebih lanjut.

(Halaman 256)
Pengaruh Insentif dari Opsi
Opsi saham jelas telah berhasil mengaitkan kompensasi eksekutif kepada kinerja saham perusahaan. Menurut sebuah perkiraan, opsi saham menghasilkan rasio kinerja-terhadap-gaji lebih dari 50 kali cara pembayaran konvensional.

Dalam pembuatan keputusan output, perusahaan seharusnya menghasilkan tingkat output di mana penerimaan marginal sama dengan biaya marginal.


(Halaman 264)
BAGIAN 4
Model-Model Keseimbangan Pasar
Kesimpulan utama dari analisis kita adalah bahwa pasar yang berciri monopoli cenderung salah mengalokasikan sumber daya.


(Halaman 268)
BAB 8 PERSAINGAN SEMPURNA

Aplikasi 8.1
Lelang Aset Keuangan

Lelang Obligasi
Setiap minggu, Departemen Keuangan Amerika Serikat melakukan lelang obligasi jangka pendek (treasury bills) untuk durasi 13 sampai 26 minggu. Obligasi ini dijual dengan cara memberikan “diskon” dari nilai awalnya dan pembeli akan memperoleh bunga dengan menyimpan obligasi tersebut sampai jatuh tempo dan akan memperoleh pembayaran nilai awal obligasi tersebut.

Pada prosedur pelelangan “terbaik kedua” ini, penawaran tertinggi akan memenangkan penawaran lelang tetapi akan membayar harganya sebesar penawar tertinggi kedua.


(Halaman 274)
Pergeseran pada Kurva Permintaan dan Penawaran

Alasan-alasan Pergeseran dalam Kurva Permintaan atau Penawaran Permintaan Penawaran
Bergeser ke kanan ( ) karena:    
Peningkatan pendapatan    
Harga barang-barang substitusi meningkat    
Harga barang-barang komplemen menurun    
Preferensi pada barang meningkat    
  Bergeser ke kanan ( ) karena:  
  Harga-harga input menurun  
  Perbaikan teknologi  


(Halaman 278)
Aplikasi 8.2
Subsidi Ethanol di Amerika Serikat dan Brazil

Ethanol adalah istilah lain dari etil alkohol. Di samping berperan sebagai bahan minuman keras, bahan kimia ini juga mempunyai potensi lain yang diharapkan, misalnya sebagai bahan bakar untuk mobil, karena hasil pembakarannya lebih bersih dan dapat dibuat dari sumber daya yang dapat diperbaharui seperti, tebu (sugar cane) atau jagung. Ethanol juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan bensin dan telah ditegaskan bahwa produk pembakar ini mengurangi polusi udara.


(Halaman 285)
Aplikasi 8.3
Penyewaan Film

Film-film telah tersedia untuk keperluan penyewaan bagi perumahan sejak 1920-an.

Revolusi Video
Pada awalnya, industri penyewaan ini cukup menguntungkan, tetapi tidak ada penghalang yang cukup berarti untuk memasuki industri. Setiap calon pengusaha baru dapat menyewa tempat usaha, menyiapkan beberapa rak, dan mulai membuka usahanya.

Teknologi Baru: DVD
Pengenalan teknologi digital versatile disk (DVD) pada pertengahan tahun 1990-an mengikuti jalan yang serupa. Sekali ambang kritis kepemilikan DVD player oleh rumah tangga dicapai, pasar penyewaan film DVD dengan cepat muncul.


(Halaman 289)
Estimasi Elastisitas Penawaran Jangka Panjang

Pada kasus seperti barang mineral yang langka (platinum, misalnya, yang digunakan dalam sistem pengapian mobil), peningkatan permintaan akan memerlukan eksploitasi bahan deposit yang sangat mahal.

Industri Estimasi Elastisitas
Pertanian  
Jagung +0,27
Kedelai +0,13
Gandum +0,03
Aluminium Hampir tak terbatas
Batubara +15,0
Pemeliharaan Kesehatan +0,15 – +0,60
Gas Alam (A.S) +0,5
Minyak Mentah (A.S) +0,75


(Halaman 290)
Kasus Biaya Menurun
Masuknya perusahaan baru juga akan menghasilkan “massa kritis” pada industrialisasi yang memicu pembangunan transportasi, komunikasi, dan jaringan keuangan yang lebih efisien.

Industri yang Baru Muncul (Infant Industry)
Kemungkinan terdapatnya kurva penawaran jangka panjang dengan slope negatif paling sering dijumpai pada kasus munculnya industri baru atau “infant”.


(Halaman 291)
Demikian pula, penyediaan input yang lebih baik mengakibatkan penurunan biaya keseluruhan perusahaan pada industri infant. Misalnya, pengembangan industri elektronik di California Silicon Valley atau sepanjang Route 128 di Boston tidak diragukan lagi telah membantu pengurangan biaya ekonomis yang berasal dari pertumbuhan konsentrasi perusahaan yang saling berkaitan di daerah-daerah ini.


(Halaman 292)
Aplikasi 8.4
Eksternalitas Sistem Jaringan

Eksternalitas sistem jaringan (network externalities) muncul jika bertambahnya pengguna jaringan mengakibatkan penurunan biaya.

Hukum Metcalfe
Sifat dasar dari jaringan komunikasi adalah bahwa jaringan ini mengikuti Hukum Metcalfe, prinsip yang diambil dari nama Robert Metcalfe, pelopor pengembangan teknologi Ethernet. Hukum ini menyatakan bahwa jumlah kemungkinan interkoneksi pada suatu jaringan komunikasi tertentu akan meningkat sebesar kuadrat dari jumlah pelanggan sistem jaringan tersebut.

(Halaman 293)
Kurva penawaran jangka pendek dalam pasar persaingan sempurna merupakan penjumlahan kurva-kurva penawaran jangka pendek secara horizontal pada berbagai perusahaan penerima harga.

Harga keseimbangan terbentuk dalam jangka pendek dari interaksi antara kurva penawaran jangka pendek dengan kurva permintaan pasar.

Pergeseran kurva permintaan atau kurva penawaran akan mengubah keseimbangan harga.

Laba ekonomis akan menarik para pendatang untuk masuk ke dalam pasar persaingan sempurna dalam jangka panjang.

Masuknya perusahaan baru dapat berpengaruh pada biaya input perusahaan.


(Halaman 299)
BAB 9 MENERAPKAN MODEL PERSAINGAN

Surplus konsumen adalah tambahan nilai yang diterima oleh individu-individu dari mengonsumsi suatu barang dibandingkan dengan harga yang mereka bayar. Ini mencerminkan berapa yang bersedia dibayar oleh masyarakat secara sukarela demi mendapatkan hak untuk mengonsumsi suatu barang pada harga tertentu.

Surplus produsen adalah tambahan nilai lebih yang diterima oleh produsen dari suatu produk yang melebihi biaya oportunitas (opportunity cost) yang muncul karena memproduksi barang itu. Ini mencerminkan berapa biaya yang secara sukarela bersedia dibayarkan oleh para produsen demi mendapatkan hak menjual suatu produk pada harga pasar yang berlaku.


(Halaman 301)
Sewa Ricardian

Surplus produsen jangka panjang paling mudah diilustrasikan dengan situasi yang pertama kali diuraikan oleh David Ricardo pada awal abad ke-19. Misalkan ada banyak petak lahan yang dapat ditanami tomat. Lahan-lahan tersebut bervariasi dari sangat subur (biaya produksi rendah) sampai sangat jelek dan kering (biaya produksi tinggi).


(Halaman 302)
Mirip dengan kasus ini, pertambangan emas yang mengandung banyak emas akan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan pertambangan emas yang hanya mengandung sedikit emas. Sewa ruang usaha di pusat perbelanjaan yang padat pengunjung akan jauh lebih tinggi dibandingkan ruang usaha yang terletak di lokasi terpencil. Jalur pendaratan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, lebih berharga dibandingkan dengan jalur pendaratan di Bandara Polonia, Medan.


(Halaman 304)
Aplikasi 9.1
E-Commerce

Beberapa Bukti Awal
Pada tahun 1999, total nilai perdagangan eceran elektronik langsung ke konsumen mencapai $10 miliar, dan penjualan antar perusahaan mencapai $30 sampai $40 miliar. Menurut beberapa perkiraan, nilai ini akan meningkat dua kali lipat setiap tahun, sehingga mencapai lebih dari $1 triliun pada tahun 2003. Terobosan paling penting dari penjualan melalui internet adalah penjualan produk yang berhubungan dengan perjalanan (reservasi tiket pesawat udara dan hotel), jasa keuangan online, dan beberapa kategori barang-barang konsumsi (misalnya, buku-buku yang dijual oleh Amazon.com).


(Halaman 307)
Pengendalian Harga dan Kelangkaan

Kadang-kadang, pemerintah berusaha menekan harga ke bawah tingkat harga ekuilibrium. Kebijakan ini biasanya dilakukan untuk tujuan mulia. Namun, sering kali pengendalian ini mempengaruhi penawaran jangka panjang serta mengurangi kesejahteraan konsumen dan produsen.


(Halaman 308)
Aplikasi 9.2
Pengendalian Sewa

Pengendalian Sewa dan Kualitas Perumahan
Misalnya, penelitian mengenai pengendalian sewa di Swedia selama dasawarsa 1950-an menunjukkan bahwa waktu tunggu bagi penyewa apartemen baru mencapai lebih dari tiga tahun karena langkanya unit yang disewakan. Tetapi, dengan tidak adanya insentif untuk melakukan perbaikan, maka sering kali hal ini menjadi sia-sia. Bahkan, kualitas perumahan yang semakin buruk dalam rangka pengendalian sewa kadang-kadang dibandingkan dengan dampak pengeboman. Yang sering dikutip adalah Menteri Luar Negeri Vietnam, Nguyen C. Thach, yang dilaporkan pernah menyatakan, “Amerika tidak dapat menghancurkan Hanoi dengan pemboman, tetapi kami telah melakukannya dengan sewa yang murah.”


(Halaman 313)
Aplikasi 9.3
Kesepakatan Tembakau

Kesepakatan Tembakau sebagai Kenaikan Pajak
Tabel 4.4 menyajikan perkiraan elastisitas harga dari permintaan rokok yaitu -0,35. Pembayaran kompensasi yang ditetapkan negara bagian menambah harga rokok sebesar $0,30 per pak. Naik 15 persen dari harga mula-mula $2,00 per pak.

Dampak Lain dari Kesepakatan
Beberapa bukti empiris menyatakan bahwa perokok usia muda mungkin memiliki elastisitas harga yang lebih besar daripada perokok dewasa (mungkin dalam kisaran -0,5), dan ada bukti kuat bahwa individu yang tidak memulai merokok pada usia muda, kecil kemungkinan akan merokok di kemudian hari.


(Halaman 314)
Biaya pengacara yang standar adalah 30 persen setiap kasus sehingga akan memberikan pendapatan bagi mereka sebesar hampir $2 miliar per tahun, tetapi jumlah yang terlalu besar ini akan dipotong oleh negara menjadi $750 juta per tahun dalam kesepakatan final oleh negara.


(Halaman 320)
Jenis lain dari Proteksi Perdagangan

Tarif setelah secara bertahap diusahakan untuk diturunkan melalui kesepakatan umum atas tarif dan perdagangan (GATT; General Agreement on Tariffs and Trade). Namun demikian, penurunan tarif tidak selalu berarti penurunan proteksi.


(Halaman 321)
Aplikasi 9.4
Pembatasan Ekspor Mobil Secara Sukarela

Perjanjian “sukarela” antar berbagai negara untuk membatasi ekspor adalah salah satu perjanjian yang paling populer.

Transfer Konsumen dan Kerugian Beban Baku
Ini juga mengakibatkan kerugian beban baku kira-kira $1 miliar per tahun.


(Halaman 322)
Konsep surplus konsumen dan produsen merupakan cara yang berguna untuk menganalisis dampak perubahan ekonomi pada kemakmuran anggota pasar.

Dalam jangka pendek, surplus produsen mencerminkan cakupan biaya tetap ditambah keuntungan apa pun yang diterima.

Sewa Ricardian adalah salah satu jenis surplus produsen di mana pemilik perusahaan yang berbiaya rendah menerima keuntungan jangka panjang.

(Halaman 327)
BAB 10 MONOPOLI

Penyebab Monopoli
Hambatan untuk masuk (barriers to entry) adalah sumber dari semua kekuatan monopoli. Ada dua jenis hambatan umum untuk masuk: hambatan teknis (technical barriers) dan hambatan hukum (legal barriers).

Hambatan Teknis untuk Masuk
Hambatan teknis untuk masuk (technical barriers to entry) yang utama adalah bahwa produksi barang tersebut menunjukkan biaya rata-rata yang menurun pada berbagai tingkat output. Dengan kata lain, perusahaan yang relatif besar lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan kecil. Karena hambatan untuk masuk ini muncul secara alamiah sebagai akibat dari teknologi produksi, monopoli yang tercipta kadang-kadang disebut sebagai monopoli alamiah (natural monopoly).


(Halaman 328)
Dasar teknik yang lain untuk monopoli adalah pengetahuan khusus mengenai metode produksi berbiaya rendah (low-cost).

Kepemilikan sumber daya yang unik (seperti deposit mineral atau lokasi tanah) atau kepemilikan bakat manajerial yang unik juga menjadi dasar yang tahan lama untuk memelihara monopoli.

Hambatan Hukum untuk Masuk
Kamera Polaroid dan kebanyakan obat resep dokter adalah dua contoh kasus menarik dari produk di mana para pesaingnya dilarang untuk meniru oleh hukum hak paten.

Pertimbangan logis dari sistem hak paten, pertama kali dipakai oleh Thomas Jefferson, adalah karena akan membuat inovasi menjadi lebih menguntungkan sehingga merangsang kemajuan teknologi. Apakah manfaat yang didapatkan dari perilaku inovatif seperti itu melebihi biaya penerapan hak monopoli atau tidak, adalah hal yang belum jelas.

Contoh kedua dari monopoli yang diciptakan berdasarkan hukum adalah pemberian izin eksklusif atau lisensi untuk melayani pasar.


(Halaman 329)
Aplikasi 10.1
Pembatasan Masuk dengan Pemberian Lisensi

Di negara bagian California, telah diperkirakan bahwa lebih dari 25 persen tenaga kerja memiliki lisensi dari 52 institusi yang berbeda-beda.

Toko Minuman Keras
Saat ini, 16 negara bagian memberlakukan monopoli toko minuman keras. Pada beberapa negara bagian tersebut, konsumen harus membeli minuman keras dari “toko milik negara”, dan biasanya mereka membayar lebih mahal. Pada 34 negara bagian lainnya, toko minuman keras harus memiliki lisensi dan diatur dengan pembatasan harga dan iklan. Namun demikian, hasil penelitian mengenai penerapan lisensi minuman keras tidak berhasil mendapatkan manfaat yang jelas dari pemberian lisensi.

Taksi
Banyak kota membatasi jumlah taksi di jalan raya. Kelihatannya, tujuan dari peraturan seperti itu adalah untuk mengendalikan pengemudi taksi yang tidak bermoral yang mungkin memberi harga yang tinggi terhadap orang asing. Alasan ini tidak seluruhnya konsisten dengan bukti yang cenderung menunjukkan bahwa argo taksi ternyata lebih tinggi di kota-kota yang menerapkan peraturan tersebut. Satu penelitian di Toronto, misalnya, menemukan bahwa harga tersebut 225 persen lebih tinggi daripada di kota-kota yang tidak memiliki peraturan tersebut.


(Halaman 330)
Di New York City (di mana jumlah lisensi taksi, atau “medallion” tidak berubah sejak sebelum Perang Dunia II), biaya tersebut mendekati $250.000. Sekali lagi, para pemilik medallion adalah pendukung yang gigih dari pemberlakuan hambatan masuk.


(Halaman 333)
Apa yang salah dari Monopoli?
Profitabilitas
Karena perusahaan persaingan sempurna tidak mendapatkan laba ekonomi dalam jangka panjang, perusahaan dengan posisi monopoli dalam pasar dapat memperoleh laba yang lebih tinggi dibandingkan jika pasar berada dalam kondisi bersaing sempurna. Tetapi, hal ini tidak berarti bahwa para monopolis pasti memperoleh keuntungan yang besar.


(Halaman 334)
Distorsi dalam Alokasi Sumber Daya
Keberadaan monopoli mendistorsi alokasi sumber daya.

Jika tukang masak setuju untuk menjual hotdog rasa pedas dengan harga $1,5 kepada pembeli melalui pintu belakang, maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Kesejahteraan konsumen akan meningkat (karena mereka dapat menghemat $0,5 dibandingkan dengan harga yang seharusnya mereka bayar) dan kesejahteraan tukang masak juga akan meningkat (karena secara efektif mendapatkan gaji yang lebih besar).


(Halaman 339)
Aplikasi 10.2
Kekacauan Penetapan Harga pada American Airlines

Sama seperti yang telah dirasakan oleh Goldilocks bahwa semangkuk sup adalah terlalu panas atau terlalu dingin, beberapa perusahaan juga menemukan bahwa harga mereka dapat menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Percakapan Telepon yang Terkenal
Adam Smith mencatat bahwa “para pedagang yang berjualan produk yang sama jarang berkumpul bersama-sama, bahkan untuk bersuka ria atau hiburan, tetapi pembicaraan mereka berakhir… dalam rencana tertentu untuk menaikkan harga.”

“Saran” seperti itu merupakan pelanggaran yang nyata terhadap bagian I Undang-Undang Antimonopoli Sherman Amerika, yang melarang semua “persekongkolan untuk menghambat perdagangan.”


(Halaman 344)
Aplikasi 10.3
Bantuan Keuangan untuk Universitas Swasta

Kasus Antimonopoli Tahun 1991
Dalam rangka untuk mengurangi variasi tersebut, 23 perguruan tinggi dan universitas yang paling top membentuk Overlap Group untuk menegosiasikan perbedaan. Hasilnya adalah bahwa perguruan tinggi tersebut menerapkan harga yang sama untuk calon mahasiswa.

Harga yang Bervariasi untuk Setiap Mahasiswa?
Harga yang berbeda diperkenalkan selama dekade 1990-an dan mengambil beberapa bentuk. Beberapa bentuk yang paling banyak dipakai di antara sebagian besar universitas paling bergengsi, bertumpu pada metodologi lama pemerintah untuk menentukan besarnya bantuan.


(Halaman 347)
Aplikasi 10.4
Penetapan Harga di Magic Kingdom

Perubahan Kebijakan Harga
Sehingga, pada awal dekade 1980-an, Disney mengganti tiket individu untuk permainan menjadi biaya masuk tunggal dengan harga marginal nol untuk semua permainan.


(Halaman 350)
Aplikasi 10.5
Paket Penawaran TV Satelit

Teori Paket Program
Sistem paket telah menghasilkan peningkatan penerimaan yang berarti bagi perusahaan/provider.

Paket Program dari Direct TV, Inc.
Membeli paket ini sekaligus tidak lebih murah daripada membelinya secara terpisah ($43) mungkin karena konsumen dari paket-paket ini sangat mirip sehingga paket tersebut tidak meningkatkan penerimaan.


(Halaman 353)
Aplikasi 10.6
Pemecahan AT&T dan Akibatnya

Pada tahun 1974, Departemen Kehakiman mengajukan tuntutan pelanggaran antimonopoli terhadap perusahaan American Telephone and Telegraph (AT&T) atas monopoli ilegal pada pasar peralatan telepon dan pelayanan jarak jauh.

Tujuan dari restrukturisasi besar-besaran ini adalah untuk meningkatkan kinerja dan persaingan dalam industri telepon Amerika, tetapi peningkatan ini kadang-kadang sulit dicapai.

(Halaman 354)
Ringkasan

  • Perusahaan monopoli yang memaksimalkan laba akan memilih tingkat output tertentu di mana penerimaan marginal adalah sama dengan biaya marginal.
  • Perbedaan antara harga dan biaya marginal adalah tanda bahwa monopoli menyebabkan sumber daya dialokasikan secara tidak efisien.


(Halaman 355)

  • Karena adanya penghalang untuk masuk, monopoli memperoleh laba ekonomi jangka panjang yang positif.
  • Monopolis mungkin mampu untuk meningkatkan laba menjadi lebih tinggi lagi dengan menerapkan strategi diskriminasi harga.
  • Pemerintah dapat memilih untuk mengatur harga yang ditetapkan oleh perusahaan monopoli.


(Halaman 360)
BAB 11 PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA

Bab ini akan membahas mengenai penetapan harga pada pasar yang terletak di antara kutub ekstrem persaingan sempurna dan monopoli.


(Halaman 362)
Model Kartel

Di Amerika Serikat, contohnya, Pasal I Sherman Act 1890 menyatakan bahwa “melakukan konspirasi dalam pembatasan perdagangan” adalah melanggar hukum, sehingga anggota kartel mungkin akan diperiksa oleh FBI.


(Halaman 363)
Model Cournot

Salah satu orang pertama yang menggunakan matematika dalam ekonomi adalah ekonom Prancis abad ke-19 bernama Augustin Cournot. Di antara penemuan lainnya, Cournot menemukan apa yang kita kenal sekarang sebagai konsep penerimaan marginal dan menggunakannya baik untuk membahas maksimisasi laba monopoli maupun untuk mengembangkan sebuah model di mana terdapat dua perusahaan yang bersaing pada pasar yang sama. Karena pengembangan model Cournot (Cournot model) secara matematis akan menjadi sangat kompleks, maka contoh dalam angka yang sederhana mungkin akan sangat membantu.

Model Cournot adalah model duopoli di mana masing-masing perusahaan berasumsi bahwa output perusahaan yang lain tidak berubah, jika perusahaan itu sendiri mengubah tingkat outputnya.


(Halaman 364)
Aplikasi 11.1
Kartel De Beers

Penemuan ladang berlian yang melimpah di Afrika Selatan pada tahun 1870-an secara cepat meningkatkan penawaran berlian dunia, yang pada akhirnya memunculkan pasar-pasar batu berharga yang besar dan pasar industri seperti yang ada saat ini. Pada awalnya, pertambangan berlian di Afrika Selatan merupakan bisnis yang sangat kompetitif, seseorang penambang dengan sebuah sekop pun dapat memasuki pasar. Namun, pada awal tahun 1880-an, pertambangan berlian terkaya di sekitar kota Kimberley disatukan di bawah kepemilikan Cecil Rhodes. Tahun 1888, Rhodes menggabungkan perusahaannya ke dalam De Beers Consolidated Mines, yang pada saat itu mengendalikan sekitar 90 persen total penawaran berlian dunia. Sekarang, De Beers tetap mendominasi perdagangan berlian di seluruh dunia.

Operasi Kartel De Beers
Sejak tahun 1880, berlian telah ditemukan di banyak tempat lain seperti Namibia, Australia, dan Siberia. De Beers tidak melakukan sebagian besar penemuan tersebut maupun memiliki tambangnya. Namun, pemilik tambang (sering kali pemerintah negara tempat ditemukannya berlian) mengetahui bahwa lebih menguntungkan untuk menjual hasil tambang mereka hanya kepada De Beers, yang kemudian memasarkan berlian kepada konsumen akhir melalui organisasi penjualan sentralnya (CSO) di London.

Menurut beberapa perkiraan, batu berlian berkualitas tinggi yang dijual oleh De Beers dihargai seribu kali lipat dari biaya produksi marginal aktualnya.

Sebagai contoh, ketika industri berlian dari bekas Uni Soviet dan Zaire mulai memasuki pasar pada awal tahun 1980-an, De Beers secara cepat membanjiri pasar dengan cadangan pribadinya, sehingga menyebabkan harga pasar turun dan dengan cepat meyakinkan para pendatang baru ini mengenai keuntungan bergabung dengan kartel. Demikian juga, penemuan dua berlian yang sangat besar di Australia pada pertengahan tahun 1980-an hampir tidak mengganggu pasar, pemiliknya bahkan melihat lebih menguntungkan untuk memasarkan berlian tersebut melalui CSO daripada melawan kartel besar De Beers.

Kemewahan De Beers
Dengan menggunakan logo yang kecil pada batu berliannya, De Beers berharap bahwa konsumen yakin bahwa berlian De Beers lebih superior dibandingkan berlian dari produsen lainnya.


(Halaman 368)
Keseimbangan Cournot

Titik perpotongan tersebut merupakan satu-satunya titik keseimbangan Cournot (Cournot Equilibrium) yang tersedia bagi kedua perusahaan.


(Halaman 369)
Model Kepemimpinan Harga

Model kedua mengenai penetapan harga di pasar yang jumlah penjualnya hanya sedikit disebut dengan model kepemimpinan harga (price leadership model).

Ilustrasi historis dari perilaku semacam ini misalnya dapat kita lihat pada kepemimpinan U.S. Steel Corporation selama awal Perang Dunia II atau “Umbrella Pricing” dari IBM pada tahun-tahun penentuan industri komputer.


(Halaman 371)
Aplikasi 11.2
Kepemimpinan Harga di Pasar Uang

Suku Bunga Utama (Prime Rate) pada Bank-Bank Komersial di New York
Salah satu beberapa bank besar (Citicorp, Morgan, atau Chase Manhattan) akan mengumumkan satu suku bunga utama secara coba-coba (Trial Business) untuk melihat apakah suku bunga tersebut akan “bertahan.”

Kenaikan pada suku bunga utama cenderung merugikan harga saham bank karena kenaikan tersebut merupakan pertanda tertekannya laba akibat kenaikan biaya tersebut.


(Halaman 374)
Aplikasi 11.3
Perang Sarapan Pagi

Penulis Anda masih hafal di luar kepala nasihat Mr. Wizards untuk memulai setiap hari dengan sarapan pagi yang baik yang terdiri dari “buah, sereal, susu, roti, dan mentega.” Saat ini, sekitar 60 persen dari seluruh rumah tangga kelihatannya mengikuti nasihat ini, membeli rata-rata sekitar 50 kotak sereal tiap tahun.

Konsentrasi Industri
Pasar sereal siap makan untuk sarapan pagi telah berkembang menjadi struktur yang sangat terkonsentrasi. Tiga perusahaan besar (Kellogg, General Foods, dan General Mills) mengendalikan sekitar 80 persen pangsa pasar jenis produk ini dan gambaran ini tetap konstan selama bertahun-tahun. Bisnis ini juga sangat menguntungkan, pengembalian investasi atas modal pada bisnis ini dua kali lebih besar dibandingkan industri rata-rata.

Kegagalan dari Kasus Legal
Tuduhan bahwa perusahaan-perusahaan secara implisit telah berkolusi melalui “pengembangbiakan” merek mendapat bantahan dari mereka. Para produsen besar sereal tersebut berargumen bahwa dengan menciptakan merek sereal yang baru, mereka terlibat dalam kompetisi yang aktif. Konsep munculnya pembiakan merek yang menciptakan hambatan masuknya produsen baru juga kelihatannya tidak terbukti dengan munculnya sejumlah sereal baru “alami” yang masuk ke pasar pada tahun 1970-an. Kasus ini dihentikan diam-diam pada tahun 1982.

(Halaman 376)
Persaingan monopolistik adalah pasar di mana masing-masing perusahaan mempunyai kurva permintaan dengan slope negatif dan tidak ada hambatan untuk memasuki pasar.

Pasar Contestable dan Keseimbangan Pasar
Kesimpulan bahwa keseimbangan pada laba-nol dengan harga di atas biaya marginal (seperti digambarkan pada Figur 11.5) bisa bertahan dalam jangka panjang telah dipertanyakan oleh beberapa ekonom. Mereka berpendapat bahwa model tersebut mengabaikan pengaruh dari pendatang baru potensial pada keseimbangan pasar dengan hanya memfokuskan pada perilaku dari pelaku pasar yang sudah ada. Argumen dari pendapat tersebut mengungkap bahwa ada perbedaan antara kompetisi di dalam pasar dengan kompetisi untuk masuk ke pasar. Argumen tersebut disampaikan pertama kali oleh Harold Demsetz dengan menunjukkan bahwa konsep yang terakhir menyajikan perspektif yang lebih sesuai untuk menganalisis asumsi pasar terbuka (free entry).


(Halaman 378)
Aplikasi 11.4
Peninjauan Kembali Deregulasi Penerbangan

Persaingan di Industri Penerbangan
Akhirnya, beberapa bandara (Chicago’s O’Hare, Washington D.C.’s Ronald Reagan, and New York’s La Guardia) beroperasi dengan kapasitas yang sangat terbatas dan membatasi kemungkinan untuk slot pendaratan baru.

Dampak Deregulasi
Sebagian besar studi mengenai deregulasi penerbangan telah menemukan bahwa tarif mengalami penurunan secara drastis setelah tahun 1978. Sebagai contoh, S. Morrison dan C. Winston melihat lebih dari 800 pasang kota untuk penerbangan dan menghitung bahwa pada tahun 1983 para pengguna jasa penerbangan (travelers) dan maskapai penerbangan memperoleh keuntungan sekitar $8,6 juta akibat pemberlakuan kebijakan deregulasi ini.

Kecenderungan dalam Persaingan Jasa Penerbangan
Salah satu akibat deregulasi penerbangan adalah guncangan yang luar biasa dalam struktur industri penerbangan.


(Halaman 380)
Pentingnya diferensiasi produk sebagai metode non-harga dalam persaingan.


(Halaman 386)
BAB 12 STRATEGI DAN TEORI PERMAINAN

Salah satu alat utama yang digunakan oleh para ekonom untuk mempelajari pemilihan strategi yang diambil oleh perusahaan adalah teori permainan (game theory). Subjek ini awalnya dikembangkan selama tahun 1920-an dan berkembang secara cepat selama Perang Dunia II sebagai respons atas kebutuhan untuk mengembangkan cara berpikir formal tentang strategi militer.

Konsep Dasar
Setiap situasi ketika individu-individu harus membuat pilihan strategis dan hasil akhirnya tergantung pada tindakan yang dipilih masing-masing orang, dapat dipandang sebagai suatu permainan (game). Semua permainan mempunyai tiga elemen dasar: (1) pemain, (2) strategi, dan (3) imbalan (payoffs). Permainan mungkin bersifat kooperatif, di mana para pemain dapat membuat persetujuan mengikat, atau bersifat non-kooperatif, di mana perjanjian semacam tersebut tidak dimungkinkan. Dalam bab ini kita terutama akan membahas mengenai permainan yang bersifat kooperatif.


(Halaman 387)
Suatu asumsi penting yang biasanya dibuat pada teori permainan ini (seperti pada kebanyakan studi ekonomi) adalah bahwa identitas dari para pemain bersifat tidak relevan. Tidak ada “orang baik” atau “orang jahat” dalam suatu permainan, dan para pemain diasumsikan tidak mempunyai kemampuan khusus atau kendala khusus. Masing-masing pemain secara sederhana diasumsikan memilih tindakan yang menjanjikan hasil paling menguntungkan.


(Halaman 392)
Dua Permainan Sederhana

  • Batu, Gunting, Kertas – Tidak ada Keseimbangan Nash

  Batu Gunting Kertas
Batu 0, 0 1, -1 -1, 1
Gunting -1, 1 0, 0 1, -1
Kertas 1, -1 -1, 1 0, 0

  • Battle of the Sexes – Dua Keseimbangan Nash

  Gunung Pantai
Gunung 2, 1 0, 0
Pantai 0, 0 1, 2

Dalam permainan “Battle of the Sexes”, seorang suami (A) dan istri (B) merencanakan suatu liburan. A lebih menyukai lokasi gunung, B lebih menyukai pantai. Kedua pemain lebih memilih menghabiskan liburan secara bersama daripada sendiri-sendiri. Imbalan pada bagian (b) pada Tabel 12.2 mencerminkan preferensi ini. Di sini, kedua liburan bersama mencerminkan keseimbangan Nash. Dengan Strategi (A: Gunung, B: Gunung) tidak ada pemain yang dapat memperoleh keuntungan dengan mengetahui strategi pemain lainnya. Hal yang sama berlaku juga pada strategi (A: Pantai, B: Pantai). Dengan demikian, permainan ini adalah permainan dengan dua keseimbangan Nash.


(Halaman 393)
Aplikasi 12.1
Keseimbangan Nash dalam “Ruang”

Beberapa aplikasi terpenting dari konsep keseimbangan Nash berkaitan dengan lokasi dari aktivitas ekonomi yaitu, di mana perusahaan memilih untuk beroperasi, bukan berapa banyak kuantitas yang akan mereka produksi.

Pantai Hotelling
Dengan asumsi yang pasti, keseimbangan Nash merekomendasikan untuk menempatkan kedua stan es krim ke setiap ujung pantai. Solusi ini akan menimbulkan biaya ekstra bagi konsumen.

Pemasaran Susu di Jepang
Model ini meniru penetapan harga susu wilayah dan menunjukkan bahwa harga susu sekitar 30 persen di atas tingkat harga persaingan.

(Halaman 394)
Dilema Tahanan
Sehingga strategi ini merupakan keseimbangan Nash dan trik dari jaksa lokal kelihatannya berhasil. Namun demikian, kesepakatan dari kedua tersangka untuk tidak mengaku akan mengurangi hukuman penjara dari tiga tahun menjadi dua tahun. Solusi “rasional” ini tidaklah stabil, dan masing-masing tersangka mendapatkan insentif untuk mengadukan temannya. Sehingga hal ini kemudian menjadi dilema: hasil yang nampaknya optimal dari sudut pandang tersangka ternyata tidak stabil, dan kecurangan biasanya akan terjadi.


(Halaman 398)
Ancaman yang Dapat Dipercaya (Credible Threat)
Sepintas Gambar 12.2 menunjukkan bahwa ancaman ini kurang dapat dipercaya (not credible), hanya merupakan “ancaman kosong.”


(Halaman 399)
Model Perilaku Penetapan Harga
Keseimbangan Bertrand
Strategi penetapan harga ini kadang disebut dengan “Keseimbangan Bertrand” (Bertrand equilibrium), sesuai dengan nama seorang ekonom Perancis yang menemukannya.


(Halaman 402)
Aplikasi 12.2
Harga Baja
Model Dilema Tahanan, Bertrand, dan Cournot, menyatakan bahwa keputusan penetapan harga pada suatu industri pada waktu tertentu dapat menjadi sangat kacau. Industri baja merupakan contoh bagus mengenai hal ini. Karena produksi baja melibatkan biaya tetap yang sangat signifikan, perusahaan memiliki banyak waktu untuk mengambil keputusan penetapan harga jangka pendeknya.

U.S. Steel sebagai Prototipe Pemimpin Harga di Amerika Serikat
Pada Tahun 1901, J.P. Morgan menyatukan 12 perusahaan baja yang terkait untuk membentuk United States Steel Corporation, perusahaan pertama yang beromzet miliaran dollar.

Jatuhnya Kepemimpinan U.S. Steel
Presiden John F. Kennedy mengkritik U.S. Steel secara keras pada tahun 1962 setelah perusahaan tersebut mengumumkan kenaikan harga dan dipaksa menarik keputusan tersebut karena kemarahan masyarakat yang timbul setelahnya. Pada awal 1970-an, tingkat pengembalian (rates of return) pada industri baja jatuh di bawah tingkat pengembalian industri lainnya, dan restrukturisasi signifikan atas bisnis baja di Amerika Serikat pun dimulai.


(Halaman 406)
Aplikasi 12.3
Konspirasi Besar Peralatan Listrik
Skema Kolusi Tender
Masalah utama yang dihadapi oleh berbagai perusahaan peralatan listrik yang mencoba membentuk sebuah kartel adalah sebagian besar dari penjualan mereka terjadi melalui tender tertutup kepada perusahaan penyedia listrik besar.

Gugurnya Konspirasi
Hasilnya adalah dakwaan terhadap 52 eksekutif perusahaan-perusahaan besar generator, perlengkapan skalar, dan transformer.


(Halaman 409)
Aplikasi 12.4
Keunggulan sebagai Pemain Pertama bagi Alcoa, Du Pont, Procter & Gamble, dan Wal-Mart

  • Keunggulan yang berasal dari produksi dengan skala ekonomi, dan
  • Keunggulan yang timbul dalam kaitannya dengan perintis merek.

Skala Ekonomi bagi Alcoa dan Du Pont
DuPont adalah produsen terbesar dari produk ini (yaitu agen utama cat putih), tetapi perusahaan khawatir terhadap ekspansi potensial oleh para pesaing utamanya.


(Halaman 410)
Perusahaan tersebut didirikan oleh Sam Walton di akhir tahun 1960-an dan pada awalnya memfokuskan pada pasar kecil, terutama pasar di Selatan. Dengan membentuk posisi yang hampir mendekati monopoli di pasar ini, perusahaan tersebut sangat menguntungkan dan mampu membiayai ekspansinya yang cepat.


(Halaman 413)
Penetapan Harga Predator
Bahkan sejak pembentukan monopoli dari Standard Oil pada akhir abad kesembilan belas, bagian dari mitologi bisnis Amerika adalah bahwa John D. Rockefeller mampu mengusir para pesaingnya dari pasar dengan menetapkan harga rendah (predator) yang menghancurkan. Meskipun logika ekonomi dan fakta-fakta empiris di balik cerita Standard Oil telah diabaikan (Lihat Aplikasi 12.5: Legenda Standard Oil), kemungkinan dorongan untuk keluar pasar melalui mekanisme harga predator tetap memberikan peluang menarik untuk melakukan pembentukan model teoritis.


(Halaman 414)
Aplikasi 12.5
Legenda Standard Oil
Salah satu cara untuk mengetahui bahwa Standard Oil melakukan monopoli adalah melalui penetapan harga predator.

Teori Penetapan Harga Predator
Sayang sekali, anggapan bahwa Standard Oil menerapkan kebijakan harga predator untuk menghalangi masuknya pemain baru dan mendorong keluar para pesaingnya kurang masuk akal dalam kerangka teori ekonomi.

Bukti Aktual dari Standard Oil
McGee meneliti lebih dari 100 pengilangan yang dibeli oleh Standard Oil antara tahun 1871 dan 1900. Dia tidak menemukan bukti bahwa perilaku predator oleh Standard Oil menyebabkan perusahaan-perusahaan minyak tersebut habis terjual. Dalam beberapa kasus, Standard Oil membeli dengan harga yang pantas untuk pengilangan itu sendiri cukup menguntungkan. McGee juga melihat secara detail dampak dari aktivitas ritel Standard Oil pada jaringan pemborong dan pedagang pengecer yang telah tumbuh di sekitar bisnis minyak dan minyak tanah pada akhir abad 19. Terlihat jelas bahwa metode ritel dari Standard Oil lebih superior dibandingkan yang digunakan sebelumnya (dan secara cepat diadopsi oleh perusahaan lainnya). Namun penggunaan potongan harga kelihatannya tidak diterapkan oleh perusahaan tersebut. Sehingga, meskipun Standard Oil memang memperoleh monopoli pengilangan minyak, yang mungkin membutuhkan banyak perhatian dari para pembuat kebijakan, Standard Oil tidak mendapatkan posisi ini melalui perilaku predator.


Apakah Anda ingin melanjutkan ke bagian berikutnya?

4o

You said:

ya

ChatGPT said:

ChatGPT

(Halaman 416)
Teori Permainan untuk N-Pemain
Model teori permainan dalam penetapan harga duopoli dimulai dari hasil keseimbangan Bertrand yang menyatakan bahwa satu-satunya keseimbangan Nash dalam permainan sederhana adalah penetapan harga kompetitif (biaya marginal). Namun, pertimbangan mengenai komitmen output dan strategi pemain pertama mungkin memberikan hasil non-kompetitif. Kolusi diam-diam pada harga monopoli terus berlanjut pada permainan dengan periode waktu tidak terbatas dalam kondisi tertentu.


(Halaman 423)
Bab 13: Keseimbangan Umum
Pada bab ini kita tertarik untuk melihat bagaimana suatu sistem berbagai pasar kompetitif beroperasi dan apakah operasi ini memberikan hasil yang diinginkan. Untuk itu, kita akan membahas pertanyaan yang pertama kali diajukan oleh Adam Smith pada abad 18, yang melihat bahwa di pasar terdapat tangan tak nampak (Invisible Hand) yang memberikan tuntunan terbaik dalam mengalokasikan sumber daya. Meskipun sejumlah besar transaksi yang terjadi dalam perekonomian mungkin terlihat kacau, Smith melihat adanya keteraturan dalam memindahkan sumber daya tersebut ke tempat di mana sumber daya-sumber daya itu mempunyai nilai paling tinggi.


(Halaman 426)
Sistem Harga Persaingan Sempurna
Sistem harga persaingan sempurna adalah model ekonomi di mana individu memaksimumkan kepuasannya, perusahaan memaksimumkan laba, terdapat informasi sempurna tentang harga, dan setiap pelaku ekonomi adalah penerima harga (price taker).


(Halaman 428)
Aplikasi 13.1
Membuat Model Pajak dengan Komputer
Model Keseimbangan Umum dan Komputer
Sekarang dimungkinkan untuk menggunakan model keseimbangan umum perekonomian untuk memperoleh penilaian yang sangat rinci tentang dampak dari pengenaan pajak. Beberapa model ini membagi perekonomian menjadi 50 atau lebih industri, dan membagi juga berbagai tipe konsumen yang berbeda dengan sama banyak (tergantung pada pendapatan, tempat tinggal mereka, dan lain sebagainya). Penggambaran secara grafis model komputer ini akan terlihat kurang lebih sama dengan Gambar 13.1, tetapi dengan menampilkan lebih dari 100 pasar yang berbeda. Mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan untuk menghitung harga keseimbangan di semua pasar tanpa menggunakan sebuah komputer adalah hal yang mustahil.


(Halaman 433)
Aplikasi 13.2
Dividen Kedamaian
Debat Tahun 1960-an
Pada awal tahun 1960-an, timbul perhatian yang begitu besar tentang bagaimana disalokasi ekonomis bisa terjadi. Pada saat itu, pengeluaran pertahanan diperkirakan berjumlah sepuluh persen dari GNP Amerika Serikat. Sejumlah penelitian mencoba untuk memperkirakan pengaruh yang mungkin terjadi apabila terdapat pengurangan secara tajam (katakan setengahnya) dari pengeluaran tersebut.

Dividen Tahun 1990-an
Sejak tahun 1985 sampai 1999, porsi GDP yang digunakan untuk pengeluaran militer turun dari sekitar 6,5 persen menjadi 3,2 persen (berarti, hanya sepertiga dari tahun 1960).


(Halaman 439)
Harga, Efisiensi, dan Ekonomi Laissez-Faire
Kita telah menunjukkan bahwa sistem harga persaingan sempurna, dengan mengandalkan pada kepentingan pribadi perusahaan dan individu, dan dengan mengoptimalkan informasi dari harga keseimbangan, dapat mencapai alokasi sumber daya ekonomi yang efisien secara ekonomis.

Sifat alamiah usaha-usaha setiap individu untuk memperbaiki kondisinya, ketika berusaha keras memperoleh kebebasan dan keamanan, adalah sebuah prinsip yang sangat ampuh, yang dengan prinsip itu sendiri, tanpa bantuan hal lainnya, tidak hanya mampu untuk membawa masyarakat ke arah kesejahteraan dan kemakmuran, tetapi juga mengatasi ratusan masalah di mana ketololan hukum manusia keterlaluan, sering membebani pelaksanaannya.


(Halaman 440)
Aplikasi 13.3
Keuntungan Perdagangan Bebas dan Perdebatan Mengenai NAFTA
Setelah perang Napoleon berakhir, tarif yang tinggi pada impor gandum diberlakukan oleh pemerintah Inggris. Perdebatan terhadap dampak “Corn Laws” ini mendominasi politik Inggris sejak tahun 1820 sampai tahun 1845.

Teori dari Perdebatan Corn Laws
Secara keseluruhan, dibukanya perdagangan telah meningkatkan kepuasan (utilitas) dari U2 menjadi U3. Dengan demikian, analisis ini memperlihatkan bahwa Corn Laws akan merugikan para pemilik tanah, tetapi menguntungkan para tenaga kerja. Tidak mengherankan jika berbagai pihak yang berkepentingan dengan tanah pertanian menentang keberadaan undang-undang ini.


(Halaman 441)
Hambatan Terhadap Perdagangan di Zaman Modern
Di Amerika Serikat, contohnya, ekspor cenderung bersifat insentif pada penggunaan pekerja terlatih (skilled labor), sedangkan impor cenderung insentif pada penggunaan pekerja tak terlatih (unskilled labor). Dengan menganalogikan diskusi kita tentang Corn Laws, bisa diperkirakan bahwa kebijakan perdagangan bebas akan menyebabkan kenaikan upah relatif pekerja terlatih dan penurunan upah pekerja tidak terlatih. Tidak mengherankan apabila serikat kerja yang mewakili pekerja terlatih (seperti masinis, pembuat peralatan pertanian, pekerja di bidang perminyakan dan nuklir) lebih menyukai perdagangan bebas, sedangkan serikat kerja pekerja tidak terlatih (seperti para pekerja yang bekerja di pabrik tekstil, sepatu dan bisnis terkait lainnya) cenderung menentangnya.

Biaya Penyesuaian
Meskipun masyarakat secara keseluruhan mendapatkan keuntungan dari ekspansi perdagangan (secara keseluruhan, kepuasan mengingat dari U2 ke U3), para pekerja secara individu mungkin tidak seberuntung itu.

Perdebatan Mengenai NAFTA
Dalam debat tersebut, Perot mengajukan argumen tentang penarikan pekerjaan besar-besaran ke Meksiko sebagai hasil dari kesepakatan ini. Tidak mau kalah, Gore menunjukkan kepada Perot “si proteksionis” gambaran mengenai pemberlakuan Smooth-Hawley Tariff tahun 1930 yang terkenal buruk (dan merusak). Sebagian besar penelitian telah menemukan bahwa efek positif dari perjanjian ini lebih besar daripada efek negatifnya. Beberapa model terkomputerisasi memperlihatkan bahwa peningkatan perdagangan yang terjadi karena persetujuan tersebut bahkan meningkatkan kesejahteraan para buruh berupah rendah di Amerika Serikat karena pasar kerja menjadi lebih kompetitif.


(Halaman 443)
Eksternalitas
Masalah mendasar dalam eksternalitas adalah biaya produksi barang oleh perusahaan (firm’s private cost) tidak lagi mencerminkan dengan benar biaya sosial dari produksi (social cost of production).

Barang-barang Publik
Kegagalan ketiga sistem harga untuk menghasilkan alokasi sumber daya yang efisien bersumber dari adanya barang-barang yang dapat disediakan untuk para pengguna pada biaya marginal nol dan harus disediakan untuk semua orang tanpa pengecualian.


(Halaman 444)
Efisiensi dan Pemerataan
Mendefinisikan dan Mencapai Pemerataan
Masalah utama dalam mengembangkan dan menerima definisi “keadilan” (fair) atau “ketidakadilan” (unfair) alokasi sumber daya adalah bahwa tidak semua orang setuju dengan apa yang dimaksudkan oleh konsep tersebut.

(Halaman 448)
Aplikasi 13.4
Uang Komoditi
Sekali suatu kesepakatan sosial telah dicapai tentang komoditi apa yang akan digunakan sebagai “uang dasar,” maka penawaran tersebut akan ditentukan oleh hukum umum dari penawaran dan permintaan.

Standar Emas
Pada tahun 1870, sebagian besar negara besar mengaitkan uang mereka pada emas. Dengan melakukan hal ini, mereka tidak hanya membatasi kekuatan pemerintah untuk melakukan ekspansi moneter, tetapi secara implisit menciptakan suatu sistem internasional dari nilai tukar tetap antar mata uang.

Standar Bimetal (Bimetallism)
Pidato Bryan “Cross of Gold” yang terkenal membuatnya menjadi orator paling hebat sepanjang masanya. Proposal yang secara implisit terkandung dalam pidatonya adalah bahwa rasio tukar resmi antara emas dan perak seharusnya lebih akurat mencerminkan harga pasar.


(Halaman 449)
Rokok
Radford menunjukkan bahwa kedatangan paket rokok dari Palang Merah di kamp-kamp tahanan telah menimbulkan inflasi pada harga-harga umum dari barang-barang lainnya. Perekonomian dalam POW juga memperlihatkan karakteristik perekonomian bimetal. Rokok produksi Amerika secara umum lebih disukai dibandingkan merek-merek lainnya. Konsekuensinya, hanya rokok merek lain yang digunakan untuk tujuan moneter.


(Halaman 456)
Lampiran Bab 13: Diagram Kotak Edgeworth
Diagram Kotak Edgeworth
Diagram Kotak Edgeworth adalah sebuah perangkat grafis untuk mengilustrasikan semua kemungkinan alokasi dua barang (dua input) yang memiliki penawaran tetap.


(Halaman 463)
Efisiensi dalam Pertukaran
Dengan demikian secara umum, titik-titik persinggungan ini tidak menjanjikan tambahan perdagangan yang saling menguntungkan. Titik-titik demikian disebut alokasi Pareto yang efisien (Pareto efficient allocations), setelah seorang peneliti Italia, Vilfredo Pareto (1878–1923), memulai pengembangan teori formal dari pertukaran. Perhatikan bahwa definisi Pareto tentang efisiensi tidak mensyaratkan adanya perbandingan kepuasan (utilitas) antar individu; kita tidak harus membandingkan keuntungan Jones dengan kerugian Smith, atau sebaliknya.


(Halaman 470)
Bab 14: Penetapan Harga di Pasar Input
Aplikasi 14.1
Bahan Bakar Jet dan Bibit Hibrida
Bahan Bakar Jet
Namun dalam jangka panjang, keseluruhan armada pesawat baru yang hemat bahan bakar akan beroperasi, dan hal tersebut yang kelihatannya terjadi selama akhir tahun 1970 dan awal tahun 1980. Antara tahun 1972 dan 1986, jarak (mil) per galon bahan bakar kira-kira naik dua kali lipat dari 14 menjadi 28 mil per galon. Namun, penurunan harga bahan bakar selama tahun 1980-an secara signifikan mengurangi insentif untuk meningkatkan efisiensi. Rata-rata mil per galon benar-benar hanya turun sedikit pada akhir tahun 1980-an. Selama tahun 1990-an, peluncuran pesawat terbang baru yang hemat bahan bakar tetap moderat, karena biaya bahan bakar secara umum tetap di bawah 15 persen dari total biaya perusahaan penerbangan. Sehingga, perusahaan penerbangan menekan aspek yang lain untuk menurunkan biaya. Misalnya, Southwest Airlines menjadi sebuah perusahaan utama yang berbiaya rendah dengan menggunakan satu model pesawat terbang (Boeing 737) untuk menghemat biaya pemeliharaan dan biaya-biaya logistik lainnya, meskipun pesawat terbang tersebut bukan pesawat paling hemat bahan bakar untuk kebanyakan rute penerbangan mereka.

Bibit Hibrida
Dalam salah satu penelitian yang paling terkenal tentang penerapan inovasi teknologi ini, Z. Griliches menguji keputusan para petani AS dalam mengadopsi bibit hibrida. Dia menunjukkan bagaimana keputusan adopsi dimotivasi terutama oleh perhitungan keuntungan. Pada negara-negara bagian yang kondisinya cocok sehingga menghasilkan kenaikan panen jagung dalam jumlah besar (seperti Iowa), adopsi hibrida terjadi dengan cepat. Pada negara di mana bibit hibrida menguntungkan (seperti India), para petani mengadopsinya secara luas, dan telah menghasilkan kenaikan output pertanian yang sangat tinggi.


(Halaman 474)
Efek Output
Efek Output adalah efek dari perubahan harga sebuah input terhadap jumlah input yang dipergunakan perusahaan, sebagai akibat perubahan tingkat outputnya.


(Halaman 477)
Aplikasi 14.2
Upah Minimum
Fair Labor Standard Act Tahun 1938 menetapkan upah minimum nasional sebesar $0,25 per jam.

Upah Minimum dan Pengangguran Remaja
Terdapat beberapa bukti empiris bahwa perubahan undang-undang upah minimum mempunyai efek yang serius dalam meningkatkan pengangguran remaja. Kaum remaja adalah partisipan di pasar tenaga kerja yang paling mungkin terpengaruh oleh undang-undang upah minimum, karena keterampilan mereka biasanya berada pada spektrum yang paling rendah. Anggota kelompok minoritas, yang tingkat penganggurannya sering melebihi 30%, mungkin adalah yang paling rentan. Adanya upah minimum (w2) menyebabkan perusahaan mengurangi penggunaan tenaga kerja menjadi I2 karena perusahaan akan mensubstitusi dengan modal (dan input lainnya) untuk tenaga kerja dan memotong output. Pada tahun 1970-an menemukan bahwa setiap 1% kenaikan upah minimum akan menyebabkan pengurangan 0,3% pangsa kaum remaja dari total tenaga kerja.

Perdebatan Terbaru terhadap Bukti
Dengan membandingkan tingkat pengangguran antara restoran-restoran fast food di New Jersey dengan di Pennsylvania setelah penerapan kenaikan upah minimum di New Jersey, mereka menyimpulkan bahwa tidak ada efek negatif dari kenaikan upah tersebut. Sebuah analisis dengan data berbeda dari fast food yang serupa (Burger King, Wendy’s, dan KFC) di negara bagian ini, menghasilkan kesimpulan bahwa kenaikan upah minimum mengurangi jumlah pekerja. Yang lebih umum terjadi adalah, metode-metode yang digunakan dalam penelitian Card-Krueger telah menjadi subjek perdebatan hangat, terutama karena mereka tidak mengeksplorasi konsekuensi kenaikan upah minimum terhadap pasar-pasar terkait.


(Halaman 478)
Penawaran Tenaga Kerja dan Upah
Bagi individu, upah yang dapat mereka peroleh mencerminkan biaya oportunitas seandainya mereka tidak bekerja pada pekerjaan yang dibayar. Tentu saja, tidak seorang pun yang bekerja 24 jam sehari, sehingga individu menghadapi biaya oportunitas ini sepanjang waktu.


(Halaman 481)
Faktor-faktor yang Menggeser Kurva Permintaan dan Penawaran Input

Permintaan Penawaran Tenaga Kerja Penawaran Modal
Permintaan Bergeser ke Kanan Penawaran Bergeser ke Kanan  
Kenaikan harga output Berkurngnya preferensi untuk bersantai Turunnya biaya input dari pembuat perlengkapan.
Kenaikan produktivitas marginal Meningkatnya minat kerja Kemajuan teknis dalam membuat peralatan.

Permintaan Penawaran Tenaga Kerja Penawaran Modal
Permintaan Bergeser ke Kanan Penawaran bergeser ke Kanan
Kenaikan harga output Berkurangnya preferensi untuk bersantai Turunnya biaya input dari pembuat perlengkapan.
Kenaikan produktivitas marginal Meningkatnya permintaan tenaga kerja Kemajuan teknis dalam membuat peralatan.
Permintaan Bergeser ke Kiri Penawaran Bergeser ke Kiri
Turunnya harga output Meningkatnya keinginan untuk bersantai Kenaikan biaya input dari pembuat peralatan
Turunnya produktivitas marginal Menurunnya permintaan tenaga kerja  

(Halaman 482)
Aplikasi 14.3
Ketimpangan Upah
Upah yang diperoleh pekerja menunjukkan ketimpangan yang besar sepanjang sejarah. Dalam The Republic, contohnya, Plato menyesali kenyataan bahwa beberapa pekerja bergaji lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan yang lainnya.

Mengukur Ketimpangan Upah
Salah satu sebab adanya perbedaan pendapatan di antara para pekerja adalah karena jumlah jam kerja mereka berbeda atau karena mereka hanya bekerja secara musiman. Penelitian yang membahas berbagai masalah ini cenderung menyimpulkan bahwa ketimpangan upah meningkat secara signifikan di Amerika Serikat selama tiga puluh tahun (1965–1995). Ukuran umumnya adalah membandingkan upah para pekerja pada tingkat persentil ke-90 dari distribusi upah (sekitar $70.000 di tahun 1995) dengan pekerja pada persentil ke-10 (sekitar $13.000). Rasio 90/10 ini terdiri dari sekitar 4,3 pekerja pria, full-time, dan bekerja sepanjang tahun di tahun 1965.


(Halaman 487)
Aplikasi 14.4
Monopsoni di Pasar Bintang Olahraga
Kadang kala, kartel perusahaan yang kuat dapat menjadi monopsoni yang sukses.

Mengapa Meneliti Olahraga?
Namun, cabang atletik profesional mencerminkan salah satu dari beberapa industri dimana produktivitas para pekerjanya dapat diobservasi secara langsung. Rata-rata bola yang dipukul pada baseball, skor bola basket atau hoki, dan tackle pertahanan dalam sepakbola dapat seluruhnya diukur dan (lebih penting lagi) acara televisi. Hal ini memaparkan dengan jelas produk penerimaan marginal masing-masing pemain—informasi yang tidak tersedia di pasar tenaga kerja lainnya.

Monopsoni di Liga Utama Baseball
Data-data ini menunjukkan bahwa MRP sebagian besar pemain melebihi gajinya dengan selisih substansial. Bintang-bintang besar biasanya dibayar relatif lebih rendah daripada penerimaan yang mereka hasilkan.

Penyebab Monopsoni
Jika pasar sangat bersaing, hal ini tidak akan terjadi karena perusahaan lain akan mengenali laba potensial yang tercermin dari selisih antara MVP dengan biaya input.


(Halaman 490)
Ringkasan
Perusahaan akan menggunakan setiap input sampai pada titik dimana biaya marginal untuk menyewa tambahan satu unit sama dengan penerimaan marginal yang dihasilkan dari penjualan produk yang dihasilkan oleh tambahan input tersebut.


(Halaman 498)
Lampiran Bab 14: Penawaran Tenaga Kerja
Biaya Oportunitas Leisure
Setiap jam tambahan yang digunakan untuk leisure akan mengurangi pendapatannya (dan konsumsi) sebesar w dolar.


(Halaman 499)
Aplikasi 14A.1
Biaya Oportunitas dari Waktu
Pilihan Transportasi
Dengan demikian, kesediaan orang membayar guna menghindari waktu tunggu tersebut, secara umum penelitian tersebut menyimpulkan bahwa orang-orang tersebut menganggap waktu perjalanan mereka nilainya sekitar setengah dari upah pasarnya. Dengan ukuran biaya ini, tidak mengherankan bahwa kebanyakan dari para komuter di Bay Area ini tetap memakai mobil pribadi untuk pergi ke kantor.

Biaya Ekonomis Mengasuh Anak
Perhitungan ini telah menyebabkan beberapa ekonom berpendapat bahwa tingkat upah riil yang lebih tinggi diperoleh wanita di Amerika Serikat sejak Perang Dunia II adalah alasan utama penurunan angka kelahiran pada periode yang sama.


(Halaman 503)
Perubahan Partisipasi Angkatan Kerja untuk Wanita yang Sudah Menikah dan Pria Lanjut Usia
Mungkin, dua tren yang paling signifikan dalam perilaku pasar tenaga kerja di AS selama tiga dekade terakhir adalah:
(1) semakin menguatnya tendensi wanita menikah untuk mempertahankan pekerjaan yang dibayar, dan
(2) penurunan tingkat partisipasi kerja pria lanjut usia.

Tahun Wanita Menikah Usia 25-34 Pria Menikah Usia 65 atau lebih
1960 28,8% 36,6%
1970 38,8% 29,9%
1975 48,4% 23,3%
1980 58,8% 20,5%
1985 65,8% 16,8%
1990 69,8% 17,6%
1995 72,0% 18,0%


(Halaman 506)
Bab 15: Waktu dan Tingkat Bunga
Kesimpulan kita yang paling penting berpusat pada peran tingkat bunga dalam mempengaruhi keputusan ekonomi sepanjang waktu.

Periode Waktu dan Arus Transaksi Ekonomi
Seperti setiap orang tahu, waktu bersifat kontinyu—waktu terus mengalir, seperti sungai. Seringkali, sangat berguna untuk membagi waktu menjadi suatu interval diskrit seperti hari, bulan, atau tahun. Contohnya, produk domestik bruto (GDP) diukur sebagai output total per tahun dan output total kacang diukur dengan karung per tahun.


(Halaman 510)
Permintaan Perusahaan terhadap Modal dan Pinjaman
Pada Bab 14 kita melihat bahwa perusahaan yang memaksimalkan keuntungan akan menyewa tambahan peralatan modal sampai pada suatu titik dimana produk penerimaan marginal (marginal revenue product) dari peralatan tersebut sama dengan tingkat sewanya, yaitu sebesar v.


(Halaman 511)
Aplikasi 15.1
Keringanan Pajak bagi Penabung
Tingkat bunga tabungan pribadi di AS sangat rendah dibandingkan standar internasional. Pada tahun 1998, jumlah total tabungan pribadi kurang dari satu persen pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income).

Efek Teoritis pada Pendapatan
Meskipun perlakuan khusus memang meningkatkan tingkat bunga setelah pajak bagi penabung, diskusi kita pada Gambar 15.2 menunjukkan bahwa efek perubahan pada tabungan adalah mendua—efek substitusi efek dan pendapatan bekerja dengan arah yang berlawanan. Sebagai tambahan, kenyataan bahwa insentif tidak diterapkan bagi seluruh penabung tetapi hanya untuk yang berkontribusi pada program khusus, memberikan insentif bagi individu untuk memindahkan asetnya ke program yang memberikan keuntungan pajak, tanpa benar-benar mengubah jumlah tabungannya.


(Halaman 514)
Aplikasi 15.2
Kebijakan Pajak dan Investasi
Sejarah Singkat Kebijakan Pajak
Pengurangan besar-besaran pada tingkat pajak modal diimplementasikan pada tahun 1962 selama masa Kennedy. Pada waktu itu, skedul depresiasi, terutama untuk alat/mesin produsen, dibuat lebih ringan. Kredit pajak investasi sebesar 7% juga diberlakukan. Perubahan serupa juga dilakukan pada masa Reagan (1981). Hal yang penting adalah penggunaan skedul depresiasi yang lebih ringan untuk bangunan dan peralatan yang mempunyai umur panjang.

Dampak Kebijakan Pajak
Salah satu studi terkini, contohnya, melaporkan bahwa meskipun tingkat sewa modal efektif telah menurun sebesar 20 sampai dengan 30 persen sejak tahun 1950-an sebagai hasil dari perubahan pajak, namun perubahan ini tidak tampak dikaitkan dengan perubahan pada rasio modal-output.

(Halaman 515)
Para individu menawarkan pinjaman melalui tabungan. Perusahaan meminta pinjaman untuk membiayai peralatan modal. Dua kekuatan ini menentukan tingkat keseimbangan bunga riil, r*.


(Halaman 517)
Aplikasi 15.3
Obligasi Indeks-Inflasi
Obligasi semacam ini, secara prinsip, membayar tingkat bunga riil. Pemerintah Israel adalah yang paling banyak mengeluarkan obligasi “indeks-inflasi”. Di negara tersebut, lebih dari 80 persen dari seluruh obligasi pemerintah diindeks-inflasi. Australia, Turki, dan Brazil juga merupakan negara yang banyak mengeluarkan obligasi semacam itu.


(Halaman 519)
Nilai Sekarang dan Motif Ekonomi
Kadang kala asumsi maksimalisasi laba dinyatakan sedikit berbeda oleh para ekonom. Pada saat mereka berbicara tentang pengambilan keputusan sepanjang waktu, mereka mengasumsikan bahwa perusahaan memutuskan untuk “memaksimalkan nilai sekarang dari perusahaan”.


(Halaman 520)
Harga dari Sumber Daya yang Habis Dipakai
Biaya Kelangkaan
Yang membuat produksi sumber daya yang tidak dapat diperbaharui berbeda dari produksi barang ekonomi lainnya adalah bahwa produksi saat ini dari cadangan sumber daya yang terbatas akan mengurangi jumlah yang tersedia di masa depan.


(Halaman 521)
Aplikasi 15.4
Diskonto Arus Kas: Sekuritas Derivatif dan Penilaian Risiko
Collateralized Mortgage Obligations (Obligasi Hipotek dengan Kolateral)
Sebagian besar hipotek perumahan juga mengizinkan pembayaran kembali lebih awal tanpa sanksi. Inovasi terkini pada pasar uang telah mengembangkan proses ini satu langkah lebih maju dengan menciptakan sekuritas baru yang hanya mencerminkan satu bagian arus kas dari sekumpulan hipotek perumahan. Sekuritas baru ini disebut dengan “collateralized mortgage obligation” (CMO).

Sayangnya, variasi pola kemampuan individu membayar kembali dapat membuat kalkulasi aktual terbentur pada banyak ketidakpastian dalam praktiknya.


(Halaman 523)
Pola Waktu dari Harga Sumber Daya
Karena tingkat bunga riil mencerminkan tingkat pengembalian dari alternatif investasi, hanya jika harga sumber daya naik pada tingkat ini, harga tersebut akan memberikan pengembalian yang kompetitif bagi pemiliknya. Jika harga meningkat lebih lambat dibanding tingkat bunga riil, sumber daya alami akan menjadi investasi inferior dan perusahaan sebaiknya menaruh dananya di tempat lain.


(Halaman 524)
Aplikasi 15.5
Apakah Setiap Sumber Daya itu Langka?
Implikasi dari Kelangkaan
Tendensi untuk kenaikan harga sumber daya mendorong berbagai jenis inovasi yang hemat sumber daya dan kemauan konsumen untuk mengurangi konsumsi mereka terhadap barang yang menggunakan sumber daya secara intensif. Membuat model seluruh reaksi ini adalah tugas berat. Sebuah perkiraan yang hati-hati menyebutkan bahwa kelangkaan sumber daya mungkin mengurangi pertumbuhan ekonomi riil sekitar 0,3 persen pada tahun 2050, dengan lebih dari setengah penurunan disebabkan oleh semakin langkanya sumber daya energi.


(Halaman 525)
Arus/Flow | Stok
Tabungan Individual | Kekayaan Individual
Investasi Perusahaan | Modal Perusahaan
Pendidikan | Modal Manusia
Produksi Emas | Emas


(Halaman 530)
Lampiran Bab 15: Bunga Majemuk
Bunga
Bunga (interest) adalah pembayaran untuk nilai waktu dari uang.

Bunga Majemuk
Bunga majemuk adalah bunga yang dibayarkan dari bunga yang dihasilkan dari periode sebelumnya.


(Halaman 533)
Aplikasi 15A.1
Bunga Majemuk Mengamuk
Pulau Manhattan
Setelah 377 tahun, $24 mereka telah berkembang menjadi lebih dari $2,3 miliar!

Kotoran Kuda
Sesuatu hal yang baik. Jika populasi kuda sebesar 50.000 terus berkembang pada tingkat 10 persen per tahun, maka pada tahun 1990:

Jumlah kuda = 50.000 . (1+1)150 =
50.000 . (1.10)150 = 80.886.000.000

Kelinci
Kelinci pertama kali diperkenalkan di Australia di awal 1860-an. Di sana, mereka menemukan negara yang bebas predator dan sangat kondusif bagi perkembangbiakan kelinci.

Apa yang diabaikan di sini?


(Halaman 538)
Pembayaran Perpetual
Perpetuitas adalah pembayaran sejumlah uang tertentu setiap tahun yang berlangsung sepanjang masa. Arus pembayaran permanen seperti itu disebut perpetuitas (perpetuity).


(Halaman 539)
Aplikasi 15A.2
Obligasi Zero-Coupon
Menerapkan Formula PDV
Investasi keuangan yang demikian menawarkan keuntungan bagi investor yang tidak ingin terganggu dengan kupon semeteran dan obligasi zero-coupon telah terbukti cukup populer. Harga kupon Treasury sekarang dicantumkan secara harian di seluruh koran keuangan.


(Halaman 544)
Aplikasi 15A.3
Bunga Majemuk Kontinu
Nilai e yang Sangat Mengagumkan
Salah satu konstanta yang sangat penting dalam matematika adalah “e”, yang ditunjukkan untuk diaplikasikan sebagai dasar untuk logaritma natural (=2,71828) oleh Euler pada tahun 1727.

Hal ini timbul karena dapat ditunjukkan bahwa limit dari bunga majemuk yang dinyatakan dengan (1+i/n)n dengan n tidak terbatas (yaitu bunga majemuk dengan frekuensi yang lebih sering) hanyalah sebesar ei.

Aturan 70
Salah satu aplikasi sederhana dari bunga majemuk kontinu adalah cara untuk menghitung penggandaan dari setiap tingkat bunga. Untuk menemukan waktu penggandaan, kita menyelesaikan persamaan:
eit = 2
Dengan menggunakan logaritma pada kedua sisi, diperoleh:
t* = ln2/i

Karena ln 2 kira-kira sebesar 0,70 (tepatnya 0,6913), waktu penggandaan dapat ditemukan dengan membagi 70 dengan tingkat bunga dalam persen.


(Halaman 547)
Bab 16: Informasi dan Ketidakpastian
Mengapa orang secara umum tidak menyukai situasi yang berisiko? Apa yang dapat dilakukan orang untuk menghindari atau mengurangi risiko? Bagaimana masalah ketidakpastian dapat diperlakukan secara lebih umum sebagai salah satu informasi yang tidak lengkap? Bagaimana informasi yang tidak lengkap mempengaruhi keseimbangan pasar yang telah kita pelajari?

Aplikasi 16.1
Sistem Blackjack
Sistem Taruhan
Aktor Dustin Hoffman mengilustrasikan keuntungan potensial dari kemampuan karakternya yang luar biasa dalam menghitung kartu dalam film Rain Man tahun 1989.


(Halaman 550)
Menghindari Risiko
Para ekonom menemukan bahwa ketika orang dihadapkan pada situasi yang berisiko namun adil, mereka biasanya memilih untuk tidak berpartisipasi. Kepuasan ekstra (marginal) dari tambahan dolar yang didapatkan diasumsikan menurun seiring dengan semakin banyaknya dolar yang dimenangkan.

Kepuasan Marginal Semakin Menurun
Analisis grafik dari penghindaran risiko memperlihatkan bagaimana individu lebih menyukai situasi dengan risiko yang lebih rendah, meskipun potensi pengembalian bisa lebih kecil.


(Halaman 552)
Metode untuk Mengurangi Risiko
Ada dua metode utama untuk mengurangi risiko: asuransi dan diversifikasi.

Asuransi
Setiap tahun, orang Amerika menghabiskan hampir setengah triliun dolar untuk segala jenis asuransi. Asuransi merupakan salah satu cara untuk melindungi diri dari risiko finansial yang tak terduga.


(Halaman 553)
Aplikasi 16.2
Teka-teki Premi Ekuitas
Data historis menunjukkan bahwa saham memiliki tingkat pengembalian yang lebih tinggi untuk mengkompensasikan risikonya. Faktanya, tingkat pengembalian saham biasa sedemikian menariknya sehingga menimbulkan teka-teki bagi para ekonom.

Aset Keuangan Rata-rata Tingkat Pengembalian Tahunan Standar Deviasi dari Tingkat Pengembalian
Saham 12,2% 20,3%
Obligasi Pemerintah Jangka Panjang 5,2% 8,8%
Obligasi Pemerintah Jangka Pendek 3,7% 3,3%

Data ini menunjukkan bahwa selama periode 1926-1994, saham memberikan tingkat pengembalian tahunan rata-rata yang melebihi tingkat pengembalian obligasi pemerintah jangka panjang sebesar 7 persen per tahun.


(Halaman 556)
Risiko yang Tidak Dapat Diasuransikan
Ada tiga faktor yang menyebabkan beberapa risiko menjadi tidak dapat diasuransikan. Pertama, beberapa risiko terlalu unik atau sulit dievaluasi, sehingga perusahaan asuransi tidak bisa menetapkan tingkat premi yang adil.

Dua alasan lainnya berkaitan dengan perilaku individu yang ingin membeli asuransi. Dalam beberapa kasus, individu tersebut mungkin lebih tahu tentang kemungkinan mereka terkena kerugian dibandingkan perusahaan asuransi. Pilihan terbalik (adverse selection) ini menyebabkan pihak asuransi membayar lebih banyak kerugian yang diharapkan, kecuali jika mereka menemukan cara untuk mengatur siapa yang membeli polis tersebut.

Moral Hazard
Kerusakan moral (moral hazard) muncul ketika seseorang yang diasuransikan bertindak lebih ceroboh karena mengetahui bahwa dia dilindungi oleh asuransi.


(Halaman 557)
Diversifikasi
Seperti yang pernah dikatakan oleh Harry Markowitz, “Jangan menaruh seluruh telur di dalam satu keranjang.” Diversifikasi adalah penyebaran risiko di antara beberapa pilihan, bukan hanya memilih satu.


(Halaman 559)
Ilmu Ekonomi Informasi
Semua perilaku individu dalam situasi ketidakpastian dapat dianggap sebagai tanggapan terhadap kurangnya informasi. Jika seseorang mengetahui hasil pasti dari investasi, mereka akan membuat keputusan yang lebih baik.


(Halaman 560)
Aplikasi 16.3
Reksadana
Untuk jasa ini, individu membayar biaya manajemen tahunan sekitar 1 hingga 1,5 persen dari nilai uang yang mereka investasikan.

Diversifikasi dan Risiko dari Reksadana
Sebuah studi menemukan bahwa setiap 10 persen kenaikan risiko terkait dengan peningkatan hasil rata-rata reksadana sekitar satu persen.


(Halaman 563)
Informasi dan Keseimbangan Pasar
Penyesuaian Harga Walras
Perubahan harga dipicu oleh informasi dari pasar yang memberitahukan besarnya kelebihan permintaan (excess demand) pada tingkat harga tertentu. Diasumsikan bahwa harga akan meningkat jika terdapat kelebihan permintaan positif, dan harga akan turun jika kelebihan permintaan negatif (penawaran melebihi permintaan).


(Halaman 564)
Aplikasi 16.4
Polis Asuransi Pengemudi
Kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan asuransi dalam memperkirakan kemungkinan kerugian seseorang adalah bagaimana menetapkan harga yang tepat. Ketika perusahaan asuransi memiliki informasi yang lebih sedikit daripada pembeli asuransi, pilihan terbalik (adverse selection) dapat mengancam pasar asuransi secara keseluruhan.


(Halaman 566)
Penyesuaian Kuantitas Marshall
Alfred Marshall berpendapat bahwa perusahaan dan individu menyesuaikan kuantitas output sebagai respons terhadap ketidakseimbangan dalam permintaan dan penawaran, dan perubahan harga mengikuti perubahan dalam kuantitas.


(Halaman 568)
Model Ketidakseimbangan Harga
Salah satu cara mengembangkan model ini adalah dengan mengasumsikan bahwa produsen dan konsumen mendasarkan keputusan mereka pada harga yang diharapkan, bukan harga yang sesungguhnya terjadi di pasar.


(Halaman 570)
Ekspektasi Rasional
John Muth mengajukan hipotesis pada awal tahun 1960-an bahwa satu-satunya metode membentuk ekspektasi harga yang konsisten adalah dengan menggunakan seluruh informasi yang tersedia tentang pasar. Hipotesis ekspektasi rasional ini menunjukkan bahwa pembentukan ekspektasi membutuhkan pemahaman menyeluruh tentang faktor-faktor penawaran dan permintaan.

(Halaman 571)
Aplikasi 16A.1
Spekulasi dan Bubbles
Tulipomania
Pada awal tahun 1600-an, harga tulip di Belanda meningkat secara drastis akibat spekulasi yang melambungkan harga. Fenomena ini dikenal sebagai “Tulipomania.” Namun, pada tahun 1637, harga pasar tulip anjlok dengan cepat, dan banyak spekulan mengalami kerugian besar. Ini adalah salah satu contoh klasik dari “bubble” spekulatif.


(Halaman 572)
Informasi dan Efisiensi Ekonomi
Keputusan yang keliru akibat informasi yang tidak akurat tentang harga atau kualitas barang dapat menyebabkan alokasi sumber daya yang tidak efisien dalam ekonomi.

Informasi Asimetrik dan Masalah “Lemons”
Informasi asimetris terjadi ketika satu pihak dalam transaksi memiliki informasi yang lebih baik daripada pihak lain. Contoh klasik dari informasi asimetris adalah dalam pembelian mobil bekas, di mana penjual mungkin memiliki informasi lebih banyak tentang kondisi mobil dibandingkan pembeli. Ini bisa menyebabkan munculnya pasar yang disebut sebagai pasar “lemons,” di mana produk dengan kualitas rendah mendominasi.


(Halaman 574)
Aplikasi 16.6
Mencari Lemon
Sebuah studi pada tahun 1982 mengenai pembelian truk pickup selama tahun 1970-an menemukan bahwa 60 persen dari truk yang dibeli adalah truk bekas. Banyak pembeli merasa bahwa truk bekas sering kali adalah “lemons” (berkualitas rendah), tetapi kurangnya informasi yang akurat membuat sulit untuk membuat penilaian yang tepat.

Agen Bebas di Baseball
Studi menunjukkan bahwa pemain baseball yang dikontrak sebagai agen bebas oleh tim baru lebih sering masuk dalam daftar pemain cedera dibandingkan dengan pemain yang kembali dikontrak oleh tim lama mereka.


(Halaman 575)
Biaya Informasi dan Penyesuaian Pasar
Biaya informasi dapat menentukan cara pasar menyesuaikan diri terhadap perubahan harga atau kuantitas. Biaya ini bisa memengaruhi apakah penyesuaian pasar lebih didominasi oleh perubahan harga atau perubahan kuantitas.


(Halaman 581)
BAB 17 EKSTERNALITAS DAN BARANG PUBLIK
Bab ini berfokus pada bagaimana eksternalitas dan barang publik memengaruhi alokasi sumber daya dalam ekonomi, serta bagaimana metode pengambilan keputusan publik dapat memengaruhi distribusi barang-barang ini.

Mendefinisikan Eksternalitas
Eksternalitas terjadi ketika aktivitas satu pelaku ekonomi memengaruhi kesejahteraan pelaku ekonomi lainnya tanpa perhitungan yang memadai oleh sistem harga. Eksternalitas dapat bersifat positif atau negatif.


(Halaman 582)
Eksternalitas antar Perusahaan
Contoh terkenal dari eksternalitas positif adalah yang diajukan oleh ekonom James Meade, yang melibatkan dua perusahaan—satu perusahaan yang memproduksi madu dan memelihara lebah, dan perusahaan lain yang memproduksi apel. Lebah dari perusahaan madu secara alami membantu proses penyerbukan tanaman apel tanpa biaya tambahan bagi petani apel.


(Halaman 585)
Aplikasi 17.1
Perokok Pasif
Istilah “perokok pasif” (secondhand smoke) atau secara lebih resmi disebut environmental tobacco smoke (ETS), mengacu pada efek dari konsumsi rokok atau produk tembakau lainnya terhadap pihak ketiga yang berada di sekitarnya. Banyak penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok secara pasif dapat menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi orang lain, termasuk penyakit pernapasan dan penyakit jantung.


(Halaman 589)
Teorema Coase
Ekonom Ronald Coase mengajukan bahwa ketika hak kepemilikan jelas dan biaya transaksi rendah, pihak-pihak yang terlibat dalam eksternalitas dapat secara efisien menegosiasikan penyelesaian, tanpa perlu campur tangan pemerintah. Hasil ini dikenal sebagai Teorema Coase.


(Halaman 591)
Aplikasi 17.2
Hak Milik di Alam
Contoh penerapan hak milik yang baik adalah pengelolaan penangkapan ikan di wilayah perairan tertentu. Dalam kasus hak kepemilikan yang jelas, seperti di perikanan Virginia, hasil tangkapan cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah tanpa hak milik yang jelas, seperti di Maryland.

Contoh lain adalah perlindungan populasi gajah di Botswana. Negara ini memberi hak kepada desa-desa lokal untuk mengelola populasi gajah dan menjual izin berburu. Hal ini memberikan insentif bagi masyarakat lokal untuk melindungi populasi gajah dan mengembangkan ekowisata.


(Halaman 593)
Pajak Pigovian
Solusi klasik untuk mengatasi eksternalitas negatif adalah mengenakan pajak Pigovian. Pajak ini bertujuan untuk menginternalisasi biaya sosial dari aktivitas yang menghasilkan eksternalitas, seperti polusi, dengan mengenakan pajak pada pelaku yang menimbulkan eksternalitas tersebut.


(Halaman 597)
Aplikasi 17.3
Mengatur Emisi Pabrik Pembangkit Listrik
Pembakaran batu bara di pabrik pembangkit listrik menghasilkan polusi yang berkontribusi pada terjadinya hujan asam, yang merusak lingkungan. Regulasi terhadap teknologi produksi serta skema perdagangan emisi memungkinkan perusahaan untuk membeli kredit emisi dari perusahaan lain yang berhasil menurunkan tingkat polusi di bawah standar yang telah ditetapkan.


(Halaman 603)
Solusi Sukarela untuk Barang Publik
Ekonom Swedia Erik Lindahl mengajukan kemungkinan bahwa keseimbangan dapat dicapai ketika setiap individu membayar bagian pajaknya sesuai dengan preferensi masing-masing terhadap barang publik. Hal ini dikenal sebagai keseimbangan Lindahl.


(Halaman 606)
Aplikasi 17.4
Penyiaran Publik
Di Amerika Serikat, televisi dan radio publik didanai oleh kontribusi sukarela dari pendengar dan pemirsa, bukan langsung dari pemerintah. Sistem ini bergantung pada kesediaan masyarakat untuk mendukung penyiaran publik dengan donasi.


(Halaman 608)
Pemilihan Langsung dan Alokasi Sumber Daya
Prosedur pengambilan keputusan melalui pemilihan langsung digunakan oleh banyak kelompok kecil, seperti koperasi pertanian atau fakultas di perguruan tinggi. Pemilihan langsung juga sering digunakan dalam konteks politik lokal, di mana warga memberikan suara untuk perwakilan politik.


(Halaman 609)
Peraturan Mayoritas
Peraturan mayoritas umumnya digunakan dalam pemilihan kebijakan. Namun, ada beberapa pengecualian, seperti dalam amandemen konstitusi AS, di mana dua pertiga dari negara bagian harus menyetujui suatu kebijakan sebelum kebijakan itu menjadi hukum.

Paradoks Voting
Teoretikus Prancis, M. De Condorcet, menemukan paradoks dalam sistem voting mayoritas, yang menunjukkan bahwa pemungutan suara mayoritas mungkin tidak menghasilkan keseimbangan yang jelas dan dapat berputar-putar di antara pilihan alternatif tanpa mencapai konsensus.

(Halaman 610)
Preferensi Satu-Puncak dan Teorema Pemilih Median
Paradoks Condorcet muncul karena preferensi pemilih yang tidak seragam. Duncan Black, seorang ekonom, menunjukkan bahwa dalam situasi di mana preferensi pemilih mengikuti pola satu-puncak, hasil pemilihan cenderung lebih stabil dan akan menghasilkan keseimbangan di posisi pemilih median. Ini berarti bahwa pemilih dengan preferensi median akan cenderung menjadi penentu hasil pemungutan suara.


(Halaman 611)
Aplikasi 17.5
Ketentuan Pembatasan Pajak
Salah satu contoh dari penerapan kebijakan pemungutan suara adalah Proposition 13 di California pada tahun 1977. Kebijakan ini membatasi pajak properti dengan menetapkan plafon pajak dan membatasi kenaikan nilai penilaian properti setiap tahunnya, yang mengakibatkan perubahan besar pada sumber pendapatan daerah dan layanan publik.


(Halaman 614)
Pemerintah dengan Perwakilan
Dalam banyak sistem pemerintahan, keputusan tidak langsung dibuat oleh rakyat, tetapi oleh perwakilan yang dipilih secara demokratis. Namun, sering kali para perwakilan tidak bertindak sesuai keinginan pemilih yang diwakili karena adanya pengaruh pihak-pihak tertentu atau kelompok kepentingan yang berusaha memengaruhi kebijakan demi keuntungan mereka sendiri. Perilaku ini dikenal sebagai “pencarian rente” (rent-seeking).

Artikel Terkait

Pelajaran Ilmu Bisnis dan Manajemen untuk Orang Sibuk

Standar Global untuk Menentukan Kualitas Manajemen Suatu Perusahaan

Kuisioner Survey untuk Menentukan Apakah Organisasi Anda Berstandar Global

error: Content is protected !!