07 Belajar Berpikir Kritis dari Buku Buku Logika dan Filsafat yang Asyik

The Art of Thinking Clearly
Rolf Dobelli

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dan terjemahkan dari buku The Art of Thinking Clearly oleh Rolf Dobelli.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

The Art of Thinking Cleary

Summary in Indonesia and in English

(hlm.xiv)

Kegagalan untuk berpikir jernih, atau yang oleh para ahli disebut “kegagalan kognitif” (cognitive error), adalah penyimpangan sistematis dari logika­-dari pemikiran dan tingkah laku yang optimal, rasional, dan yang dianggap layak. Makud saya dengan “sistematis” adalah kesalahan-kesalahan itu bukan hanya kesalahan yang sering sesekali terjadi dalam pertimbangan, melainkan cenderung kesalahan rutin, penghalang logika yang menyandung kita dari waktu ke waktu dan lagi, polanya berulang dari generasi ke generasi dan selama berabad-abad.

(hlm.1)

Anda Harus Mengunjungi Makam       

Bias Kelestarian

Dalam kehidupa sehari-hari, karena kemenangan dubuat lebih kentara daripada kegagalan, secara sistematis Anda memperkirakan kemungkinan sukses dengan terlalu tinggi.

(hlm.3)

Mereka yang tidak sukses tidak menulis buku atau memberi kuliah mengenai kegagalan.

Penelitian (salah) seperti itu akan segera medapatkan ketenaran dan perhatian tingkat tinggi. Alhasil, Anda tidak akan membaca mengenai penelitian lain dengan hasil yang “membosankan” tapi benar.

Orang-orang secara sistematis menganggap kemungkinan mereka untuk sukses itu terlalu tinggi.

(hlm.5)

Apa Harvard Membuat Anda Lebih Pintar

Ilusi Tubuh Perenang

Perenang profesional tidak mendapatkan tubuh yang sempurna karena mereka berlatih keras. Sebaliknya, mereka adalah perenang yang baik karena kondisi fisik mereka. Bentuk tubuh adalah faktor untuk seleksi dan bukan hasil kegiatan mereka. Sama halnya dengan model-model perempuan yang mengiklankan kosmetik dan akibatnya banyak konsumen perempuan yang percaya bahwa produk-produk itu membuat mereka cantik. Tapi bukan kosmetik yang membuat perempuan-perempuan itu seperti model.

(hlm.7)

Mereka tidak menyadari bahwa keceriaan–menurut banyak penelitian, seperti yang dilakukan oleh Dan Gilbert dari Harvard–adalah ciri kepribadian yang selalu konstan sepanjang hidup mereka.

(hlm.9)

Mengapa Ada Penampakan di Awan

Ilusi Pengelompokan

Otak manusia mencari pola dan keteraturan. Bahkan, otak melangkah lebih jauh: Jika tidak ditemukan pola yang dikenali, maka otak akan menciptakannya sendiri.

(hlm.11)

Jika Lima Puluh Juta Orang Mengatakan Hal yang Bodoh, Tetap Saja Itu Bodoh

Pengakuan Sosial

Pengakuan sosial (social proof), kadang-kadang disebut “naluri kelompok”, membuat seseorang merasa mereka bertingkah laku dengan benar ketika bersikap sama seperti orang lain.

(hlm.12)

Memang, dahulu mengikuti orang lain adalah strategi yang bagus untuk bertahan hidup.

(hlm.13)

Mereka yang berbeda–dan saya yakin ada beberapa–dikeluarkan dari kumpulan gen. Kita semua keturunan langsung orang-orang yang meniru tingkah laku orang lain. Pola ini sudah sangat berakar di dalam diri kita sehinga masih kita gunakan sampai sekarang, bahkan ketika tidak menawarkan keuntungan untuk bertahan hidup.

Sangat masuk akal jika Anda memilih restoran yang dipenuhi oleh penduduk lokal. Dengan kata lain, Anda meniru tingkah laku orang-orang lokal.

(hlm.16)

Anda Harus Melupakan Masa Lalu

Harga pembelian seharusnya tidak berpengaruh. Yang penting adalah adalah pencapaian saha pada masa yang akan datang (dan pencapaian masa depan dari investasi alternatif).

Tingkah laku irasional ini didorong oleh kebutuhan akan konsistensi. Lagi pula, konsistensi menandakan kredibilitas. Kita mengangap kontradiksi menyebalkan. Jika kita memutuskan untuk membatalkan proyek yang sedang berjalan, maka kita menciptakan kontradiksi: kita mengakui bahwa kita pernah berfikir secara berbeda. Tetap bertahan dengan proyek yang tidak berguna memperlambat kesadaran yang menyakitkan dan menjaga penampilan.

(hlm.17)

Melepaskan proyek itu sama dengan mengakui kekalahan.

“Tapi saya telah menghabiskan dua tahun mengikuti kelas ini…”

Pengambilan keputusan yang rasional mengharuskan Anda untuk melupakan biaya yang sudah di keluarkan.

(hlm.18)

Jangan Terima Minuman Gratis

Timbal Balik

Cialdini telah mempelajari fenomena timbal balik (reciprocity) dan telah menemukan bahwa manusia mengalami kesulitan kalau berutang kepada orang lain.

(hlm.19)

Ini juga termasuk teknik kuno. Kita menemukan timbal balik di semua spesies yang candangan makananya sering mengalami naik turun. Misalnya Anda adalah seorang pemburu-pengumpul. Suatu hari Anda beruntung dan membunuh seekor rusa. Anda tidak mungkin menghabiskan semuanya dalam suatu hari, dan kulkas baru ditemukan berabad-abad lagi. Anda memutuskan untuk membagi rusa itu dengan kelompok, sehingga memastikan Anda akan mendapat keuntungan dari tangkapan anggota lain ketika giliran tangkapan Anda tidak banyak. Perut teman-teman Anda berperan sebagai kulkas Anda.

(hlm.21)

Waspada “Kasus Khusus”

Bias tersebut adalah kecenderungan untuk menafsirkan informasi baru sehingga menjadi selaras dengan teori, kepercayaan, dan keyakinan yang sudah ada.

“Hal yang paling di kuasai manusia adalah menafsirkan semua informasi baru sedemikian sehingga kesimpulan yang sudah mereka miliki tetap utuh.”

(hlm.22)

Secara antusias tim ini merayakan pertanda apa pun yang menunjukkan bahwa strategi mereka berhasil.

(hlm.23)

Apa yang membedakan mahasiswa yang cerdas itu dari yang lain? Ketika mayoritas hanya berusaha untuk mengkonfirmasikan teori mereka, mahasiswa tersebut berusaha mencari kesalahan teorinya, secara sadar bukti yang membatalkan. Anda mungkin berpikir: “Dia hebat, tapi bukan kiamat bagi yang lain.”

(hlm.24)

Buang yang Disayang

Bias Konfirmasi

Ahli astrologi dan ahli ekonomi bekerja dengan prinsip yang sama. Mereka membuat ramalan yang sangat kabur sehingga kejadian apa pun dapat mendukung mereka.

(hlm.25)

Contohnya, orang beragama selalu menemukan bukti kendaraan Tuhan, walaupun Dia tidak pernah menunjukkan dirinya secara terang-terangan–kecuali kepada mereka yang buta huruf di padang pasir atau di desa-desa di pegunungan yang terisolasi.

(hlm.29)

Jangan Tunduk pada Otoritas

Bias otoritas

Kapan saja Anda mau membuat keputusan, pikirkan figur otoritas macam apa yang mungkin memberikan pengaruh terhadap penalaran Anda.

(hlm.31)

Kita menilai sesuatu indah, mahal, atau besar jika di hadapan kita ada sesuatu yang jelek, murah, atau kecil. Kita punya masalah dengan penilaian mutlak.

(hlm.33)

Alasan Kita Lebih Memilih Peta yang Salah daripada Tanpa Peta Sama Sekali

Kita menggunakan kalimat-kalimat seperti ini berusaha untuk membuktikan sesuatu, tapi sebenarnya malah tidak membuktikan apa-apa sama sekali.

(hlm.35)

Mereka membuat keputusan berdasarkan informasi itu dan bukan informasi yang relevan walau lebih sulit didapatkan–sering kali dengan hasil yang merugikan.

Apa lagu yang dinyanyikan Frank Sinatria–sesuatu tentang mencintai perempuan yang dekat dengan saya saat jauh dari perempuan yang saya cintai? Contoh sempurna bias ketersediaan.

(hlm.40)

Kisah Sejati Hanyalah Dogeng

Bias Cerita

Realitas disederhanakan dan diputarbalikkan, hal-hal yang tidak sesuai disaring?

Cerita menarik kita; rincian abstrak menjauhkan kita.

(hlm.41)

Menurut teori informasi, kita seharusnya dapat mengingat A dengan lebih mudah: Informasi itu lebih pendek. Tapi otak kita tidak bekerja seperti itu.

Gali jurnal-jurnal dan catatan tua, dan Anda akan melihat bahwa hidup Anda tidak mengikuti garis lurus yang mengarah ke hari ini, tapi merupakan rangkaian kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman yang tidak direncanakan dan tidak berhubungan seperti yang akan kita lihat di bab berikutnya.

(hlm.45)

Sebaiknya Simpanlah Catatan Harian (Bias Kilas Balik)     

Buatlah jurnal. Tuliskan ramalan-ramalan Anda–untuk perubahan politik, karier Anda, bursa saham, dan lainnya. Lalu, dari waktu ke waktu, bandingkan catatan Anda dengan perkembangan yang sebenernya. Anda akan merasa heran betapa buruknya ramalan Anda.

Jika anda tidak dapat hidup tanpa berita, bacalah surat kabar dari lima, sepuluh, atau dua puluh tahun yang lalu. Kegiatan ini akan memberikan Anda perasaan yang lebih baik mengenai betapa tidak dapat diduganya dunia ini.

(hlm.47)

Alasan Anda Secara Sistematis Menilai Pengetahuan dan Kemampuan Anda Secara    Berlebihan

Efek Terlau Percaya Diri

Jika diminta untuk meramalkan harga minyak dalam jangka waktu lima tahun, ramalan seorang profesor ekonomi akan melenceng sebesar ramalan seorang penjaga kebun binatang. Tapi, sang profesor akan menawarkan ramalanya dengan yakin.

(hlm.51)

Jangan Tanggapi Pembaca Berita dengan Serius

Pengetahuan Sopir

Pertama, kita memiliki pengetahuan yang sebenernya. Kita melihatnya pada orang yang memberikan banyak waktu dan usaha memahami satu topik. Yang kedua adalah tipe pengetahuan sopir (chauffeur’s knowlodge) – pengetahuan milik mereka yang telah belajar untuk tampil.

(hlm.52)

Para ahli mengenali batasan apa yang mereka ketahui dan apa yang tidak mereka ketahui. Jika mendapati diri mereka berada di luar lingkaran kompetisi, mereka akan diam atau berkata, “saya tidak tahu.” Hal ini mereka ungkapkan tanpa menyesal, bahkan dengan  sedikit rasa bangga. Dari sopir kita mendengar smuanya , keuali kalimat itu.

(hlm.54)

Anda Mengendalikan Lebih Sedikit Daripada yang Anda Kira

Ilusi kendali

Ilusi kendali (illusion of control) adalah kecenderungan untuk percaya bahwa kita dapat memperngaruhi sesuatu yang sebenarnya tidak di kuasai.

Pemikiran bahwa seseorang dapat mempengaruhi takdir mereka, bahkan hanya sebagian kecil, membuat para tahanan ini tidak menyerah untuk berharap.

(hlm.55)

Hal yang sama berlaku untuk tombol “pintu-terbuka” dan “pintu-tertutup” di lift: Banyak yang bahkan tidak terhubung dengan panel listrik. Trik seperti itu juga dirancang untuk kantor-kantor berkonsep terbuka: Bagi  beberapa orang suhunya akan selalu terasa terlalu panas, namun terlalu dingin bagi yang lain. Teknisi yang pintar menciptakan ilusi kendali dengan memasang tombol temperatur palsu. Tombol itu mengurangi tangihan listrik–dan keluhan. Taktik seperti ini disebut “tombol plasebo” dan dipasang di berbagai situasi.

Tidak ada yang mengerti mengapa tingkat bunga satu malam dapat memiliki efek seperti itu pada pasar, tapi karena semua orang bepikir demikian, maka terjadilah.

Ekonomi dunia pada dasarnya adalah sistem yang tidak dapat dikendalikan.

(hlm.57)

Jangan Bayar Pengacara dengan Tarif Per Jam

Kecenderungan Tanggapan Super Terhadap Insentif

Ya, banyak tikus yang dibunuh, tapi banyak juga yang dibiakkan khusu untuk tujuan tersebut.

(hlm.58)

Orang-orang menanggapi insentif dengan melakukan apa yang paling menguntungkan bagi dirinya.

Sistem insentif yang baik mencakup niat dan penghargaan. Satu contoh: Pada zaman Romawi kuno, insinyur dipaksa untuk berdiri di bawah kontruksi pada upacara peresmian jembatan yang mereka buat.

(hlm.59)

Jawabannya ada pada sistem insentif. Jika mereka kembali hidup-hidup, mereka boleh menyimpan jarahan perang dan menjalani hari-hari mereka sebagai orag kaya. Jika mereka meniggal, secara otomatis mereka akan melanjutkan ke alam baka sebagai martir–dengan semua keuntungan yang mengikutinya. Sama-sama, menguntungkan.

Lupakan tarif per jam dan selalu negosiasikan harga borongan sejak awal.

(hlm.64)

Jangan Pernah Menilai Keputusan dari Hasilnya

Bias Hasil

Kita cenderung mengevaluasi keputusan berdasarkan hasil, dibandingan proses memutuskan.

(hlm.68)

Lebih Sedikit adalah Banyak

Paradoks pilihan

Mencoba membuat keputusan sempurna di tengah sangat banyaknya pilihan adalah bentuk perfeksionisme yang tidak rasional.

(hml.71)

Anda Menyukai Saya, Anda Sangat Menyukai Saya

Bias Menyukai

Setiap pemilih potensial dibuat merasa seperti anggota penting tim: “Suara Anda diperhitungkan!” tentu saja suara Anda diperhitungkan, tapi kecil sekali, nyaris tak ada pengaruhnya.

(hlm.72)

Jangan Berpegang pada Sesuatu

Efek Keenganan Melepaskan

Kita merasa sesuatu menjadi lebih berharga ketika kita memilikinya.

(hlm.74)

Penawaran yang menang ternyata rugi secara ekonomi ketika ketahuan terlalu bersemangat dan menawar terlalu tinggi. Saya akan memberikan penjelasan lebih banya mengenai kutukan pemenang di bab 35.

(hlm.77)

Peristiwa Langka yang Tak Teretakkan

Kebetulan

Tidak mengejutkan ketika akhirnya terjadi. Lebih mengejutkan lagi kalau tidak pernah terjadi.

(hlm.79)

Bencana Keselarasan

Pemikiran Berkelompok

Menyepakati rencana aneh seperti ini, apalagi melaksanakannya, sangatlah mencengangkan. Semua asumsi yang diungkapkan untuk mendukung invasi itu keliru.

(hlm.80)

Jika semua yang lain memiliki pendapatan yang sama, maka pandangan yang berbeda pasti salah.

Mengungkapkan hal yang berbeda dapat berarti pengucilan dari kelompok. Dalam masa lalu evolusi kita, pengucilan semacam ini berarti kematian; karena itu kita memiliki dorongan kuat untuk tetap diterima dalam kelompok.

Dan, jika Anda memimpin satu kelompok, tunjuk seseorang sebagai devil’s advocate (pihak yang berlawanan). Orang tersebut tidak akan menjadi yang paling populer di dalam kelompok, tapi mungkin yang paling penting.

(hlm.83)

Alasan Anda Lebih Memilih Mega Triliun

Mengabaikan Kemungkinan

Hal ini menggambarkan bahwa kita bereaksi terhadap besarnya suatu kejadian (nilai hadiah atau kekuatan aliran listrik), tapi tidak terhadap kemungkinannya. Dengan kata lain: Kita kekurangan naluri memahami kemungkinan.

(hlm.85)

Dua peneliti di Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa manusia sama takutnya terhadap peluang 99 persen dengan peluang 1 persen tertular racun kimia. Reaksi yang tidak rasional, tapi umum.

(hlm.87)

Mengapa Kue Terakhir dalam Toples Menggiurkan

Kekeliruan Kelangkaan

Rasa sunt cara, kata bangsa Romawi. Langka itu berharga

mengapa? Sekali lagi ini adalah potensi kekuranrangan persediaan.

(hlm.88)

Daya tariknya adalah semua barang-barang itu hanya tersedia dalam jumlah sedikit.

(hlm.89)

Jika Anda Mendengar Bunyi Berderap, Jika Harapkan Zebra

Pengabaian Rata-rata Dasar          

Di Jerman ada sepuluh ribu kali banyak sopir truk daripada profesor sastra di Frankfurt. 

(hlm.90)

“Ketika Anda mendengar bunyi berderap di belakangmu, jangan harap untuk melihat zebra,” yang artinya: Selidikilah penyakit yang paling mungkin sebelum Anda mendiagnosis penyakit yang eksotis, bahkan jika Anda adalah seorang spesialis di bidang itu. Hanya dokter-lah profesional yang menikmati pelatihan rata-rata dasar ini.

(hlm.91)

Mereka cenderung untuk hanya melihat orang-orang dan perusahaan-perusahaan yang berhasil karena kasus-kasus yang tidak berhasil tidak di laporkan (atau kurang dilaporkan).

(hlm.93)

“Keseimbangan Alam” Adalah Omong Kosong

Sesat Pikir Penjudi

Sesat  pikir penjudi membawa kita untuk percaya bahwa sesuatu harus berubah. 

(hlm.94)

”Apa yang kau tabur itu yang kau tuai” tidak terjadi.

                         (hlm.97)

Alasan Roda Keberuntungan Membuat Kepala Kita Berputar

Jangkar

Dan para profesional? Apakah mereka menilai rumah itu secara objektif? Tidak, mereka juga dipengaruhi oleh jumlah jangkar yang acak.

“Saya katakan kepada Anda sekarang supaya Anda tidak akan erkejut ketika menerima penawaran dari kami, Tuan: kami baru saja menyelesaikan proyek yang mirip untuk salah seorang pesaing Anda dengan harga berkisar lima juta dolar.” Jangkar telah dijatuhkan: Negosiasi harga dimulai persis di angka lima juta.        

 (hlm.100)

31.   Cara Mengambil Kekayaan Orang
       
Induksi

Satu kejadian cukup untuk menghapus teori yang telah dibenarkan seribu kali lebih.        

(hlm.101)

Mengapa Sesuatu yang Buruk Lebih Mencolok daripada yang Baik

Menghidari Kerugian

Orang yang sembrono atau terlalu bersemangat bakal mati sebelum mereka dapat mewariskan gen ke generasi selanjutnya. Mereka yang tersisa, yakni yang berhati-hati, bertahan hidup. Kita adalah keturunan mereka itu.

(hlm.103)

Ahli manajemen mendorong karyawan di perusahaan-perusahaan besar untuk menjadi lebih berani dan lebih berwirausaha. Kenyataanya: Karyawan cenderung menghindari risiko. Dari sudut pandang mereka, penghindaran itu sangat masuk akal: Mengapa membahayakan sesuatu yang memberi mereka, sebagus-sebagusnya, bonus yang menyenangkan, dan seburuk-buruknya, surat pemecetan? Sisi buruknya jauh lebih berat daripada sisi baik.

(hlm.105)

Bekerja Kelompok Membuka Malas

Kemalasan Sosial

Sains menyebutkan efek kemalasan sosial (social loafing). Efek ini terjadi usaha individu tak kelihatan langsung dan bercampur dalam usaha kelompok.

(hlm.106)

Evolusi telah membuat kita mengembangkan banyak perhitungan, termasuk menghitung kita bisa semalas apa selagi masih dapat lolos dan  bagaimana mengenalinya saat terjadi pada orang lain.

(hlm.109)

Tersandung Selembar Kertas

Pertumbuhan Eksponensial

Pengalaman-pengalaman nenek moyang kita sebagian besar adalah versi linear. Siapa pun yang menghabiskan waktu dua kali lebih lama mengumpulkan buah mendapatkan hasil dua kali lipat.

“Setiap sepuluh tahu jumlah kecelakaan lalu lintas bersifat ganda.”

Mari kita menghitung secara tepat waktu yang dihitung. 70 dibagi 5 = 14 tahun. Dalam empat belas tahun, satu dolar akan berharga hanya setengah nilainya hari ini–gawat bagi semua orang yang memiliki tabungan.

(hlm.110)

Misalnya bakteri usus, Escbericia coli, membelah diri setiap dua puluh menit. Hanya dalam beberapa hari, bakteri tersebut dapat menutupi seluruh planet. Tapi karena mengonsumsi lebih banyak oksigen dan gula daripada yang tersedia, pertumbuhannya akan berhenti.

(hlm.113)

Kendalikan Antusiasme Anda

Kutukan Pemenang

Jika Anda kebetulan bekerja di dalam satu industri dan lelang tidak dapat dihindari, tetapkanlah harga maksimum dan kurangi 20 persen dari situ untuk mengendalikan kutukan pemenang.

(hlm.116)

Jangan Pernah Tanyakan Seorang Penulis Apakah Noverlnya Autobiografi

Kesalahan Atribusi Dasar

Lagu–tak seperti dirigen dan pemasuk–tidak berwajah.

(hlm.119)

Jangan Percaya Burung Bangau

Sebab-Akibat yang Salah

“Motivasi Pegawai Menghasilkan Keuntungan Perusahaan yang Lebih Tinggi”. Benarkah? Mungkin para pegawai lebih termotivasi justru karena perusahaanya berjalan dengan baik.  

(hlm.121)

Kadang-kadang apa yang disebut sebagai sebab ternyata adalah akibat dan Kebalikanya. Dan kadang-kadang tidak ada hubungan sama sekali–persis seperti bangau dan bayi.

(hlm.123)

Mengapa Mereka yang Berpenampilan Menarik Lebih Cepat Mendaki Tangga Karier

Efek Silau

Kesimpulannya adalah bahwa satu ciri (misalnya kecantikan, status sosial, usia) menghasilkan kesan positif atau negatif yang bersinar melebihi yang lain, dan efek keseluruhannya tidak seimbang.

(hlm.124)

Untuk menetralkannya, lihatlah lebih jauh dari sekedar penampilan luar. Singkirkan faktor yang paling mecolok. Orkestra kelas dunia melakukan hal ini dengan meminta calon anggota bermain musik di balik layar, sehingga jenis kelamin, ras, usia, dan penampilan fisik tidak mempengaruhi keputusan mereka.

(hlm.128)

Sukses yang dihasilkan dari jalan berisiko, bagi orang yang berpikir rasional, tidak senilai dengan sukses yang dicapai dengan cara yang “membosankan” (misalnya dengan bekerja keras sebagai pengacara, dokter gigi, instruksi ski, pilot penata rambut, atau konsultan). Ya, melihat jalur alternatif dari luar adalah sesuatu yang sulit, melihat dari dalam adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin dilakukan.

(hm.130)

Nabi Palsu

Ilusi Ramalan

Jika ramalannya benar, ahli ini tidak dapat memperoleh uangnya kembai dengan bunga. Jika dia salah uangnya digunakan untuk kegiatan amal.

(hm.132)

Tipuan Kasus Khusus

Sesat Pikir Konjungsi

Sesat pikir konjungsi (conjunction fallacy) berperan ketika satu bagian terlihat lebih besar daripada keseluruhan–yang berdasarkan definisi tidak mungkin terjadi.

(hlm.133)

Kita adalah mangsa empuk sesat pikir konjungsi karena kita memiliki ketertarikan bawaan kepada cerita-cerita yang “harmonis” atau “masuk akal”.

(hlm.134)

Jika satu kondisi tambahan harus dipengaruhi, tidak peduli betapa masuk akal kedengarannya, kemungkinannya akan mejadi lebih kecil, bukan lebih besar.

(hlm.136)

Bukan Apa Yang Anda Katakan, Melainkan Cara Anda Mengatakanya

Pembingkaian

“Penghalusan istilah” adalah tipe popululer pembingkaian. Dengan cara itu, harga saham yang jatuh menjadi “koreksi”.

(hlm.139)

Alasan Menonton dan Menunggu Terasa Menyiksa

Bias Aksi

Tampillah aktif, bahkan jika tidak ada hasilnya.

(hlm.140)

Kecenderungan manusia yang ingin melakukan apa pun kecuali duduk dan menunggu di depan ketidakpastian.

(hlm.141)

 “Semua masalah manusia berasal dari ketidakmampuan mereka unuk duduk sendirian dengan tenang di dalam ruangan.”

(hlm.142)

Alasan Anda Adalah Solusi–Atau Masalahnya

Bias Kelalaian

Namun ada sesuatu yang membuat kita menilai pilihan pertama, pilihan yang pasif, tidak mengerikan seperti apa yang kedua. Perasaan ini disebut bias kelalaian (omission bias).

(hlm.143)

Sebagian besar akan menunda keputusan mereka. Bagi mereka, mengizinkan obat yang mengambil myawa satu dari lima orang adalah tindakan yang lebih buruk saripada kegagalan memberikan kesembuhan bagi 80 persen pasien. Ini adalah keputusan yang tidak masuk akal, dan contoh sempurna bias kelalaian.

(hlm.144)

Investor dan wartawan bisnis bersikap toleran kepada perusahaan yang tidak mengembangkan produk-produk baru daripada terhadap perusahaan yang menciptakan produk yang buruk, walau pun keduanya sama-sama  mengarah kepada kehancuran.

Enggan melaprkan pajak pendapatan lebih bermoral daripada memalsuka dokumen pajak, walau kedua tindakan itu sama-sama mengakibatkan krugiaan negara.

(hlm.145)

“Jika Anda bukan bagian penyelesaian, Anda adalah bagian masalah.”

(hlm.147)

Penjelasan yang paling sederhana mungkin ini: Rasanya menyenangkan. Dan tida ada kerugian besar. Kalau ada kerugian, evolusi pasti telah menghapuskannya ratusan ribu tahun yang lalu.

(hlm.149)

Hati-hati Dengan yang Anda Harapkan

Ban Berjalan Hedonis

Dia telah mempelajari para pemenang lotere dan menemukan bahwa efek kebahagiaan akan pudar setelah beberapa bulan.

(hlm.150)

Kebahagiaan mereka yang kariernya berubah atau semakin maju akan kembali seperti semula setelah sekitar tiga bulan.

(hlm.151)

Kita bekerja keras, maju, dan mampu membeli lebih banyak barang yang lebih bagus, tapi itu tidak membuat kita lebih bahagia.

Mereka yang menderita benar-benar yakin bahwa mereka tidak akan pernah lagi merasakan kebahagiaan, tapi setelah tiga atau beberapa bulan, mereka akan kembali berkencan.

(a) Hindari hal-hal negatif yang tidak akan bisa terasa biasa seperti perjalanan bolak-balik, bunyi berisik, atau stres kronis. (b) Harapkan hanya kebahagiaan jangka pendek dari hal-hal material seperti mobil, rumah, memenangkan lotere, bonus, dan hadiah. (c) Kejarlah sebanyak mungkin waktu luang dan kebebasan karena efek positif yang Anda lakukan secara aktif.

(hlm.153)

Jangan Kagum Akan Keberadaan Anda

Bias Seleksi-Diri

Tapi begitu terjadi dan saya terjebak, saya menyadarinya.

Setiap kali kita mengeluh mengenai nasib buruk, kita harus waspada terhadap apa yang disebut bias seleksi-diri (self-selection bias).

(hlm.154)

Yang paling menggelikan adalah survei yang baru-baru ini dilasanakan leawat telepon: satu perusahaan ingin mengetahui, rata-rata, berapa telepon (telepon rumah dan selular) yang dimiliki setiap rumah tangga. Ketika hasilnya dihitung, perusahaan itu terheran-heran karena tidak satu keluarga pun yang mengaku tak memiliki telepon. Sungguh mahakarya.

(hlm.156)

Mengapa Pengalaan Dapat Merusak Penilaian Anda

Bias Asosiasi

Hubungan palsu tersebut adalah hasil bias asosiasi (association bias) yang juga mempengaruhi kualitas dari keputusan kita.

(hlm.159)

Waspadalah Ketika Sesuatu Awalnya Baik

Keberuntungan Pemula

Keuntungan luar biasa yang mereka dapatkan saat itu tidak ada hubunganya dengan kemampuan mereka dalam memilih saham.

(hlm.160)

Pertama, jika Anda jauh lebih baik dibandingkan yang lain untuk jangka waktu yang lama, Anda dapat merasa cukup yakin bahwa bakat berperan di dalamnya. (Sayangnya, Anda tidak akan pernah bisa yakin 100 persen). Kedua, semakin banyak orang yang bersaing, semakin besar kemungkinannya salah satu di antara mereka akan berulangkali beruntung.

(hlm.163)

Kebohongan Kecil yang Manis

Disonansi Kognatif

Jadi Anda mengatakan pada diri Anda bahwa bunyi keras mesin mobil dan tempat duduk yang tidak nyaman adalah fitur-fitur pengaman yang akan mencegah Anda merasa mengantuk saat menyetir. Ternyata tidak bodoh juga, pikir Anda, dan tiba-tiba Anda merasa bangga atas pembelian yang masuk akal dan praktis.

(hlm.166)

Jalani Setiap Hari Seakan Itu Hari Terakhir Anda–Tapi Hanya Setiap Hari Minggu

Diskon Hiperbolis

Semakin dekat suatu hadiah, semakin tinggi “suku bunga emosional” kita meningkat dan kita semakin bersedia untuk menyerah sebagai imbalannya.

Hewan tidak akan pernah menolak hadiah instan untuk mendapatkan lebih banyak di masa depan.

(hlm.167)

Yang lebih mengagumkan lagi, Mischel menemukan bahwa kemampuan untuk menunda kepuasaan adalah indikator yang dapat dipercaya untuk kesuksesan karier di masa depan. Kesabaran memang suatu kebijakan.

(hlm.170)

Alasan Payah Apa Saja

Pembenaran “karena”

Ketika Anda memberi pembenaran atas tindakan Anda, Anda akan mendapat lebih banyak toleransi dan pertolongan.

(hlm.172)

Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa “karena”. Kata kecil yang sederhana ini menggerakan roda interaksi manusia. Gunakanlah tanpa batas.

(hlm.174)

Putuskanlah Lebih Baik – Putuskan Lebih Sedikit

Kelelahan Keputusan

Pengambilan keputusan yang insentif telah menguras kemauan mereka – efek yang dikonfirmasi di dalam banyak percobaan.

Kekuatan tekad merosot ke nol jika gula darah Anda jatuh terlalu rendah. IKEA sangat memahami hal ini: Di jalur di sepanjang area tampilannya yang berbentuk seperti labirin dan rak-rak gudang yang menjulang tinggi, kelelahan keputusan terjadi.

(hlm.175)

Anda sekarang tahu kapan kapan waktunya mempresentasikan proyek Anda kepada CEO.

(hlm.177)

Maukah Anda Mengenakan Baju Hangat Milik Hitler?

Bias Penularan

Jadi, sepertinya Anda juga belum kehilangan semua rasa hormat terhadap kekuatan yang tidak berwujud.

(hlm.181)

Alasan Tidak Ada yang Namanya Perang Rata-rata

Masalah Rata-rata

Itu adalah hukum pangkat. Beberapa ekstrem mendominasi distribusi dan konsep rata-rata menjadi tidak berguna.

(hlm.184)

Cara Bonus Menghancurkan Motivasi

Serbuan Motivasi

Intiny adalah: Insentif berbentuk uang dalam jumlah kecil-sangat kecil-menghilangkan insentif jenis lain.

(hlm.186)

Melainkan berikan mereka uang saku dengan jumlah yang tetap setiap minggu. Jika tidak, mereka akan mengeksploitasi sistem dan tidak lama kemudian menolak untuk tidur tanpa mendapatkan imbilan.

(hlm.189)

Jika Tidak Ada yang Ingin Anda Katakan , Jangan Katakan Apa-apa

Kecenderungan Omong Kosong

Ocehan menyamaran kebodohan.

Anda tidak akan percaya betapa sulitnya menjadi sederhana dan jelas. Orang-orang takut kelihatan seperti orang bodoh. Kenyataanya, yang benar justru kebalikanya.

(hlm.193)

Jika Anda Punya Musuh, Beri Dia Informasi

Bias Informasi

Warga negara segera menyadari bahwa peta semacam itu tidak memberikan pemahaman apa pun karena hanya meniru apa yang sudah mereka ketahui. Peta Borges adalah kasus ekstrem bias informasi (information bias), khayalan bahwa semakin banyak informasi menjamin keputusan yang lebih baik.

(hlm.197)

Sakitnya Menyenangkan

Pembenaran Upaya

Memiliki lubang karena tekanan di dada Anda demi lencana satu prestasi sederhana berbatasan dengan keanehan. Otak John mengimbangi ketidakseimbangan ini dengan menghargai lencana itu terlalu tinggi, melebih-lebihkannya dari sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang setengah keramat. Semua ini terjadi tanpa disadari dan sulit dicegah.

Penelitian membuktikan bahwa semakin berat “ujian masuk” untuk lolos, semakin besar kebanggaan orang yang mengikutinya dan nilai yang mereka hubungkan dengan keaggotaan.

(hlm.201)

Mengapa Hal Kecil Terasa Besar

Hukum Jumlah Kecil

Perusahaan rintisan cenderung untuk memperkerjakan lebih sedikit orang. Dengan demikian, rata-rata IQ akan lebih banyak berfluktuasi di bandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar, sehingga bisnis-bisnis kecil (dan baru) memiliki angka tertinggi dan terendah. Penelitian itu tidak penting sama sekali, dan hanya menunjukkan kebetulan.

Di buku terbarunya, Daniel Kahneman, seorag peraih Hadiah Nobel, mengungkapkan bahwa peneliti yang paling berpengalaman pun takluk terhadap hukum jumlah kecil. Betapa menenangkan.

(hlm.203)

Tangani dengan Hati-hati

Ekspektasi

Tanpa sepengetahuan mereka, para guru sendiri mungkin telah memberi lebih banyak waktu bagi para bloomer, dan akibatnya, kelompok itu lebih banyak belajar.

(hlm.207)

Perangkap Kecepata di Depan!

Logika Sederhana

Semakin intuitif seseorang dalam mengambil keputusan, semakin dia tidak rasional dalam mempertanyakan keyakinan religiusnya.

(hlm.209)

Cara Membongkar Tipuan

Efek Forrer

Efek Forrer menjelaskan alasan pseudosains bekerja sangat baik–astrologi, astroterapi, penelitian tulisan tangan, analisma bioritme, ramalan telapak tangan, pembacaan kartu tarot, dan pertrmuan dengan mereka yang sudah meninggal.

Ada apa di balik Efek Forrer? Pertama, sebagian besar pernyataan di tulisan Forer sangatlah umum dan berhubungan dengan semua orang.

(hlm. 212)

Pekerjaan Sukarela adalah untuk Burung-burung

Kebodohan Relawan

Apa yang harus dikatakan Jack jika dia serius ingin menciptakan dunia yang lebih baik? Betul sekali, dia harus menolak permintaan itu. Mengapa? Jack menghasilkan 500 dolar per jam Seorang tukang kayu 50 dolar per jam.

Berkerja langsung sebagai relawan akan membantu hanya jika dia dapat menggunakan keahlianya.

(hlm.213)

Jelasnya, siapa pun yang mengalami keuntungan atau merasakan bahkan keputsan sekecil apa pun dari melakukan kegiatan sukarela tidak sepenuhnya berkorban.

(hlm.214)

Jalan Anda Menjadi budak Emosi Anda

Heuristik Afeksi

Tuliskan kemungkinan-kemungkinan manfaatnya, beri bobot berdasarkan kepentingan, dan lalu kalikan dengan keungkinan yang terjadinya. Dengan melakukan hal itu, anda mendapatkan suatu daftar nilai yang diharapkan. Selanjutnya, lakukan hal yang sama dengan sisi kontrak. Daftarkan semua kerugian, perkirakan potensi kerusakan, dan kalikan dengan kemungkinan terjadinya. Jumlah positif dikurangi jumlah negatif sama dengan nilai bersih yang diharapkan.

(hlm.215)

Kita adalah keturunan pembuat keputusan cepat, dan kita bergantung kepada jalan pintas mental yang disebut heuristik.

Salah satu yang paling populer adalah heuristik afeksi (effect heuristic). Afeksi adalah penilaian sementara: sesuatu yang Anda sukai atau tidak disukai.

(hlm.216)

Jika matahari bersinar pada pagi hari, bursa saham akan naik pada siang hari. Tidak selalu, tapi seringkali. Siapa sangka kalau sinar matahari dapat menggerakan uang miliaran. Matahari pagi jelas sekali memiliki efek yang sama dengan seraut wajah tersenyum.

(hlm.220)

Ragukan Diri Anda Sendiri

Ilusi Intropeksi

Tidak ada yang lebih meyakinkan daripada keyakina Anda sendiri.

Cobalah lebih kritis kepada diri Anda sendiri.

(hlm.222)

Bakarlah Kapal Anda

Ketidakmampuan Menolak

Pada abad ketiga SM, Jenderal Xiang Yu mengerahkan tentaranya menyebrangi Sungai Yangtze untuk menyerang dinasti Qin. Saat tentaranya tengah terlelap, dia memerintahkan agar seluruh kapal mereka dibakar. Keesokan harinya dia menyampaikan kepada tentaranya: “kalian sekarang punya pilihan: bertempur untuk menang, atau kalian mati.” Dengan menghilangkan pilihan mundur, sang jenderal mengalihkan fokus tentaranya ke satu-satunya hal yang penting: pertempuran. Penakluk Spanyol, Cortes, juga menggunakan trik pendorong yang sama pada abad-16. Setelah berlabuh di pantai timur Meksiko, dia menenggelamkan kapalnya sendiri.

Mengorbankan pilihan adalah harga yang tidak ingin mereka bayar.

(hlm.225)

Abaikan yang Baru

Neomania

Benda apa pun yang telah bertahan selama ratusan tahun mungkin tetap akan berguna pada masa depan. Teknologi kuno telah membuktikan dirinya. Ada logika melekat pada teknologi tersebut, kendati  kita tidak selalu memahaminya. Jika sesuatu tak lekan dimakan zaman, artinya sesuatu itu sangat bernialai.

(hlm.228)

 Mengapa Propaganda Berhasil

Efek Pesan Tahan Lama

Hebatnya, hal sebaliknya berlaku pada propaganda. Jika propaganda tesebut menimbulkan tanggapan pada seseorang pengaruhnya hanya akan bertambah seiring waktu,

(hlm.231)

Alasan Tidak Pernah Ada Perlombaan Dua Kuda Saja

Buta Alternatif

Mungkin Anda bisa menemukan program lain dengan biaya lebih terjangkau sekaligus berpengaruh positif pada perkembangan kaier Anda.

Setiap kesepakatan kami di bandingkan dengan kesepakatan kedua terbaik yang selalu ada–sekalipun itu artinya melakukan sesuatu lebih dari yang kami sedang lakukan.

(hlm.232)

Lahan kosong tersebut juga biasa dijual dan hasilnya diinvestasikan atau untuk membayar utang kota. Lupakan buah simalakama, buka mata Anda untu menyambut peluang lain, alternatif yang lebih unggul.

(hlm.233)

Alasan Kita Mengincar Pesaing

Bias Perbandingan Sosial

kecenderungan untuk menolak memberikan bantuan kepada orang yang mungkin mengeluhkan Anda, sekalipun Anda bakal terlihat sebagai orang bodoh pada akhirnya.

(hlm.234)

Garcia memperkirakan bahwa bias perbandingan sosial mungkin alasan kenapa hampir tidak ada kelompok riset yang bertahan di puncak selama bertahun-tahun.

“Permainan kelas A merekrut orang yang bahkan lebih hebat daripada mereka sendiri. Tapi kelihatannya pemain kelas B merekut pemain lain berkelas C agar mereka merasa lebih unggul, begitu pula pemain kelas C mempekerjakan pemain kelas D. Jika mulai merekrut pemain kelas B, apa yang disebut Steve [Jobs] ‘ledakan bozo’ akan terjadi di perusahaan Anda.”

(hlm.235)

Ketika sekolahnya ditutup antara tahun 1666 hingga 1667 karena merebaknya suatu penyakiy, Issac Newton yang masih berusia dua puluh lima tahun menunjukkan kepada profesornya, Issac Barrow, tentang riset yang dia lakukan di waktu senggangnya. Barrow segera berhenti menjadi profesor, dan bahkan menjadi siswa Newton, sikap yang sangat mulia. Perilaku yang sangat etis. Kapan Anda terkahir kali mendengar ada profesor yang mengundurkan diri karena ada calon yang lebih baik?

(hlm.236)

Mengapa Kesan Pertama Menipu

Efek Pertama dan Efek Baru

Otak Anda memberikan perhatian lebih pada kata sifat yang disebutkan pertama dalam daftar sehingga Anda mengidentifikasi dua kepribadian berbeda.

(hlm.238)

Kesan pertama dan terkahir mendominasi

(hlm.240)

Alasan Anda Tak Mampu Mengalahkan Buatan Rumah

Sindrom Tidak Diciptakan di Sini

Kita berpikir segala yang kita ciptakan sendiri tidak bisa terkalahkan.

(hlm.243)

Cara Mendapat Untung dari Peristiwa Langka

Angsa Hitam

Ada hal-hal yang kita ketahui (“fakta yang diketahui’), ada hal yang kita tidak ketahui (“tidak diketahui yang diketahui’), dan ada hal yang kita tidak ketahui bahwa kita tidak ketahui bahwa kita tidak tahu (“tidak diketahui yang tidak diketahui”).

(hlm.244)

Keberuntungan seperti itu dahulu belum pernah ada, pengahasilan sebesar itu tidak terbayangkan. Sepanjang sejarah manusia, baru sekarang semua itu menjadi mungkin–itulah penyebab kita bermasalah dengan skenario ekstrem.

Tempatkan diri Anda pada situasi tempat Anda bisa menumpang pada Angsa Hitam yang positif (walau sepertinya tidak mungkin). Jadilah seniman, penemu, atau pengusaha dengan produk yang dapat disesuaikan.

(hlm.245)

Ilmu Tidak Dapat Ditransfer

Ketergantungan Ranah

Pengetahuan tidak ditularkan dengan baik dari situ bidang ke bidang lain. Efek ini disebut ketergantungan ranah (domain dependence).

(hlm.246)

Dia gagal mentransfer ilmu dari dunia akademis ke ranah pribadi.

(hlm.247)

Atau otak pemasaran yang berbakat mungkin dipromosikan menjadi CEO dan mendadak sadar bahwa dia tah punya kreativitas dalam bidang strategi.

‘Kamu kan ahli terkemuka dalam teori keputusan. Barangkali kamu harus bikin daftar untung ruginya, lalu coba hitung perkiraan nilainya.’ Tanpa pikir panjang, saya membalas ‘Ayolah, Sandy, ini masalah serius.’”

(hlm.250)

Mitos Satu Pemikiran

Efek Kosensus Palsu

Otak kita tidak dirancang untuk mengenali kebenaran, justru otak kita adalah meninggalkan keturunan sebanyak mungkin.

(hlm.252)

Anda Benar Sejak Awal

Penyangkalan Sejarah

Itu strategi penyesuaian yang cerdas karena tidak peduli tangguhnya kita, mengakui kesalahan adalah tugas sulit secara emosional.

(hlm.255)

Alasan Anda Mengindentifikasi Diri dengan Tim Sepakbola

Bias Dalam-kelompok Luar-Kelompok

Siapapun pun yang menolak keanggotaan atau dikeluarkan sebagai anggota kehilangan tempat mereka tidak hanya di dalam kelompok, tapi juga di kumpulan gen. Tidak heran kita menjadi makhluk sosial-karena begitulah adanya nenek moyang kita.

(hlm.256)

Apakah Anda pernah menyadari bahwa, dalam film fiksi sains, hanya manusia yang punya kebudayaan berbeda-beda, sedangkan alien tidak?

Perasaan itu dapat  berujung pada kesalahan kognitif paling bodoh di antara semuanya: menyerahkan hidup Anda untuk satu kelomo acak – yang juga dikenal sebagai pergi berperang.

Seandainya Anda dikirim untuk berperang, dan Anda tidak setuju dengan tujuannya, tinggalkan saja.

(hlm.258)

Perbedan Antara Risiko dan Ketidakpastian

Penolakan Ambiguitas

Mengapa? Ekonomi mendiami dunia ketidakpastian. Tidak tedapat miliaran mata uang yang bisa dibandingkandalam sejarah yang bisa kita hitung kemungkinannya. Perbedaan antara risiko dan ketidakpastian juga menggambarkan perbedaann antara asuransi jiwa dan peralihan gagal kredit.

(hlm.261)

Mengapa Anda Memilih Status

Efek Standar

Persentase pembeli yang membeli warna standar jauh melebihi persentase pembeli mobil dengan warna itu sejak dulu. Banyak orang memilih standar.

Kalau mendonasikan organ tubuh menjadi pilihan standar, maka donor organ meningkat pesat dari 40 persen ke 80 persen lebih, perbedaan besar antara pilihan standar berpartisipasi dan tidak berpartisipasi.

(hlm.262)

Selain kenyamanan belaka, penolakan kerugian juga berperan. Ingatlah bahwa kerugian membuat kita dua kali lebih kesal dibandingkan kesenangan yang disebaban keuntungan dengan jumlah yang sama.

(hlm.264)

Alasan “Kesempatan Terakhir” Membuat Kita Panik

Takut Menyesal

Karena dia pengecualian, kita merasa lebih bersimpati kepadanya daripada penumpang “normal” lainnya yang memesan tempat di pesawat naas itu sejak awal.

(hlm.265)

Takut menyesal mengelabui Anda agar berpikir itu penawaran sekali seumur hidup, padahal pada kenyataanya, tanah dengan pemandangan menghadap ke laut akan selalu tersedia di pasar.

(hlm.267)

Rincian Menarik Membuat Kita Buta

Efek Menonjol

Efek menonjol memastikan bahwa ciri luar biasa menerima perhatian yang jauh lebih banyak dari yang pantas didapatkannya.

Mayoritas imigran yang hidup taat hukum dilupakan.

(hlm.270)

Uang Bukan Hanya Uang

Efek Uang Panas

Bagaimanapun juga, uang tetaplah uang. Namun, kita tidak menganggapnya begitu. Kita memperlakukan uang secara berbeda tergantung pada bagaimana kita mendapatkan uang tersebut. Uang bukan hanya uang, uang diselimti selubung emosional.

Bagaimanapun Anda menghitung itu, 20.000 dolar tetaplah 20.000 dolar.

Kita memperlakukan uang yang kita menangkan, temukan, atau warisi dengan lebih gagabah daripada uang yang diperoleh dengan susah payah.

(hlm.271)

Situs jadi online “menghadiahi” Anda dengan kredit 100 dolar ketika Anda mendaftar. Perusahaan kartu kredit menawarkan hal sama ketika Anda mengisi formulir aplikasi.

(hlm.273)

Alasan Resolusi Tahun Baru Tidak Berhasil

Penundaan

Penundaan (procrastination) adalah kecenderungan untuk menunda tindakan penting yang tidak menyenangkan: perjalanan barat ke tempat olahraga, beralih ke polis asuransi yang lebih murah, menulis surat terima kasih. Resolusi Tahun Baru pun tidak menolong Anda.

Siswa yang dilarang makan biskuit dua kali ebih cepat menyerah dalam mengerjakan soal matematika daripada mereka yang makan biskuit sampai kenyang. Periode pengendalian diri telah menguras energi mental–atau tekad–yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan masalah. Tekad seperti baterai, setidaknya dalam jangka pendek. Jika habis, tantangan masa depan akan dihindari.

(hlm.274)

Ahli psikolog Dan Ariely menemukan bahwa tanggal yang ditetapkan otoriras ekstenal–misalnya, guru atau kantor pajak AS–berfungsi paling baik. Batas waktu yang diterapkan diri sendiri akan berhasil jika tugas tersebut terbagi atas beberapa tahap.

Begini cara tetangga saya berhasil menulis tesis doktornya dalam tiga bulan: Dia menyewa satu ruang kecil tanpa  telepon dan tanpa telepon dan tanpa koneksi internet. Dia menetapkan tiga tanggal, satu tanggal untuk setiap bagian tesis. Dia mengatakan ke semua orang yang mau mendegarkan tentang batas waktu itu, dan bahkan mencetak jadwal di belakang kartu nama bisnisnya. Dengan demikian dia mengubah batas waktu pribadi menjadi komitmen publik. Ketika malam siang dan malam hari, dia mengisi ulang baterainya dengan membaca majalah mode dan banyk tidur.

(hlm.276)

Bangun Istana Anda Sendiri

Iri

Anehnya, dengan rasa iri, kita mengarahkan kebenian terhadap mereka yang paling serupa dengan kita dari segi umur, karier, dan tempat tinggal. Kita tidak iri terhadap hewan atau tumbuhan. Kita tidak iri terhadap hewan atau tumbuhan. Kita tidak iri terhadap orang kaya di belahan dunia lain–hanya mereka yang berbeda sekota dengan kita.

Perajinan tembikar iri terhadap sesama perajin tembikar.

(hlm.277)

Bagaimana Anda meredakan rasa iri? Pertama, berhenti membandingkan diri Anda dengan orang lain. Kedua, carilah “lingkaran kompetisi” Anda dan istilah sendiri. Ciptakan tempat di mana Anda salah yang terbaik. Jangan pikikan seberapa kecil area keahlian Anda yang terbaik. Jangan pikirkan seberapa kecil area keahlian Anda. Yang terutama adalah Anda raja di istana itu.

Iri memotivasi kita untuk melakukan sestuatu tentang itu, pemburu purba yang membiarkan saja menghilang dari kumpulan gen. Dalam kasus ekstrem, mereka mati karena kelaparan, sedangkan yang lainnya berpesta. Kita adalah hasil rasa iri. Namun sekarang iri tidak lagi penting. Jika tetangga saya membeli Porsche, itu tidak berarti dia merebut miliknya.

“sah-sah saja menjadi iri–tapi hanya terhadap mereka yang salah menjadi orang seperti yang kamu sendiri cita-citakan.“

(hlm.279)

Alasan Anda Lebih Menyukai Nove Daripada Statistik

Personifikasi

Statistik tidak memicu kita untuk bertindak, tapi orang nyata iya.

(hlm.280)

Berikan wajah pada kisah.

Seorang sarjana bisa saja menulis disertai menarik tentag metode siksaan psikologis di New Egland zaman Puritan, kendati demikian kita tetap membaca The Scarlet Letter karya Hawthorne. Bagaimana denga Depresi Besar? Dalam bentuk statistik, kejadian itu hanyalah serangakain angka panjang. Namun, sebagai drama keluarga, the grapes of wrath karya Steinbeck sungguh yang tak terlupakan.

Namun, jika Anda mencari cara untuk menggerakkan dan memotivasi orang demi kepentingan Anda sendiri, pastikan cerita Anda sendiri, pastikan cerita Anda dibumbui dengan nama dan juga wajah Anda dibumbui dengan nama da juga wajah.

(hlm.283)

Anda T idak Tahu Apa yang Anda Abaikan

Ilusi Perhatian.

Hadapi semua skenario yang mungkin dan terlihat mustahil. Peristiwa tak terduga apa yang mungkin terjadi? Apa yang mengintai di samping dan di balik isu yang memanas?

(hlm.285)

Omong Kosong

Omong Besar Strategis

Satu perusahaan tidak akan merekrut Anda bekali-kali. Jadi, pilihannya hanya iya atau tidak.

(hlm.286)

Tambahkan klausa pada kontrak yang menetapkan penalti finansial keras pada biaya dan jadwal yag melampaui batas. Sebagai langah keamanan tambahan, transferlah uang proyek ke rekening pihak ketiga yang aman.

(hlm.288)

Di Mana Tombol Untuk Mematikan?

Berpikir Berlebihan

Pada dasarnya, jika Anda berpikir berlebihan, Anda menutup pikiran Anda dari pertimbangan kata hati Anda.

(hlm.289)

Berpikir berleihan akan merusak kemampuan intuisi Anda dalam menyelesaikan masalah.

Untuk kepentingan seperti itu, kita punya heuristik, jalan pintas mental yang jelas lebih unggul ketimbang pikiran rasional. Namun dengan berbagai masalah kompleks, misalnya keputusan investasi, pemikiran yang tenang sangat diperlukan. Evolusi tidak membekali kita untuk perimbangan semacam itu, sehingga logika mengalahkan.

(hlm.292)

Alasan Anda Telralu Banyak Bekerja

Sesat Pikir Perencanaan

Jika usaha lain yang tipenya sama perlu tiga tahun dan menghabiskan 5 juta dolar, maka itu mungkin juga akan berlaku pada proyek Anda, tak peduli seberapa hati-hatinya Anda menyusun rencana.

(hlm.294)

Yang Memegang Palu Hanya Melihat Paku

Deformasi Profesional

“Jika peralatan Anda hanyalah palu, Semua masalah Anda adalah paku,” kata Mark Twain–kutipan yang menyimpulkan deformasi profesional (deformation profesonelle) dengan sempurna. Charlie Munger, rekan bisnis Warren Buffet, menamai efek tersebut “kecenderungan pemegang palu” mengikuti Twain: “Tapi itu adalah cara berpikir dan bekerja yang menimbulkan bencana menghancurkan di dunia. Jadi Anda harus memiliki berbagai model. Dan model itu harus berasal dari berbagai ilmu–karena semua kebijakan di dunia tidak akan ditemukan di dalam satu bidang akademis yang sempit.”

(hlm.296)

Misi Berhasil

Efek Zeigarnik

“Saya menyimpang pesanan di dalam kepala–sampai selesai disajikan.”

(hlm.297)

Tugas berat menggerogoti kita hanya samapi kita punya gagasan yang jelas tentang bagaimana kita akan menghadapinya.

(hlm.301)

Perahu Lebih Penting Daripda Dayung

Ilusi Ketrampilan

Keduanya perlu–tapi ketika cukup. Bagaimana kita mengetahuinya? Ada tes sederhana: ketika seseorang  sukses untuk waktu yang lama–atau ketika mereka menikmati lebih banyak keberhasilan dalam jangka panjang dibandingkan dengan orang-orang yang lebih tidak berkualitas–saat itu dan hanya saat itulah bakat yang menjadi unsur penting.

(hlm.302)

Kesimpulannya: beberapa orang mencari nafkah dari keterampilan mereka, seperti pilot, tukang ledeng, dn pengacara. Di wilayah lain, ketrampilan diperlukan tapi tidak secara kritis, seperti pengusaha dan pemimpi. Dan akhirnya, keberuntungan adalah faktor penentu di dalam beberapa bidang, seperti pasar keuangan. Di sana ilusi ketrampilan menjalar: jadi hormati tukang pipa dan tawarkan kesuksesan finansial.

(hlm.304)

Alasan Daftar Cek Menipu Anda

Efek Fitur Positf

Ketiadaan lebih sulit dideteksi dari pada kehadiran. Dengan kata lain, kita lebih mengutamakan apa yang ada dibanding apa yang tidak ada.

(hlm.305)

Saya berpikir betapa beruntungnya kita karena simponi itu ada. Tapi apakah benar begitu? Apakah kita akan lebih tidak bahagia tanpa karya itu? Mungkin tidak.

Singkatnya, apa yang ada berarti lebih besar dibandingkan apa yang tidak ada. Ilmu pengetahuan hal ini efek fitur positif (feature-positive effect).

Liku-liku keuangan seperti itu tidak ada di dalam daftar cek. Dan tidak mesti ilegal: bank pemberi kredit akan mewaspadai risiko kredit karena jatuhnya pendapatan debitur dan hal itu ada dalam daftar cek; tapi bank akan mengabaikan penurunan nilai prooperti jaminan, misalnya dengan adanya pembangunan pabrik pembakaran di sekitarnya.

(hlm.306)

Kita memiliki masalah untuk menerima kejadian yang tidak terjadi. Kita buta terhadap apa yang tidak ada. Kita menyadari jika perang terjadi, tapi kita tidak menghargai ketiadaan perang selama masa kami.

Pertanyaan filosofis yang terbesar adalah: Mengapa sesuatu ada dan bukanya tidak ada? Jangan harapkan jawaban dengan segera, tapi pertanyaan itu sendiri mewakili instrumen uuntuk menghilangkan efek fitur positif.

(hlm.307)

Menggambarkan Sasaran di Sekitar Panah

Tebang Pilih

Menurut Nassim Taleb yang dilakukan hotel itu disebut tebang pilih (cherry picking): memilih ciri yang paling menarik dan menyembunyikan sisanya.

(hlm.309)

Beberapa hal–antibiotik, misalnya–menarik perhatian kita, akibatnya peneliti obat dieluelukan sedangkan penggiat antirokok tidak.

Jika Anda duduk di dalam dewan pengawas di organisasi semacam itu, tanyakan mengenai “yang tak terbang”, proyek-proyek yang gagal dan tujuan-tujuan yang tidak tercapai. Anda belajar jaug lebih banyak dari hal-hal yang tak tercapai dibandingkan dari kesuksesan.

(hlm.311)

Perburuan Kambing Hitam

Sesat Pikir Penyebab Tunggal

Setiap orang yang berpikir jernih tahu bahwa tidak ada satu faktor tunggal yang menghasilkan kejadian-kejadian tersebut. Tapi ada ratusan, ribuan, tak terhingga faktor yang bergabung. Tetap saja kita terus mencoba mencari satu saja

Pertama, Anda tahu bahwa tidak ada akan pernah ada satu faktor tunggal. Ambillah selembar kertas dan tuliskan semua alasan yang mungkin.

Kedua, soroti hal-hal yang dapat Anda ubah dan hapus yang tidak diubah (seperti “sifat dasar manusia”). Ketiga, lakukan ujian empiris dengan membuat variasi faktor-faktor yang disoroti di pasar yang berbeda.

(hlm.315)

Mengapa Setan Jalanan Kelihatan Tak Berbahaya

Kesalahan Niat Memperbaiki

Bagaimanapun juga, hanya psien-pasien relatif lebih sehat yang tetap berada di dalam kelompok “rutin’.

(hlm.318)

Tidak Usah Membaca Berita

Ilusi Berita

Hasil setelah tiga tahun: pikiran yang lebih jernih, pandangan yang lebih berharga, keputusan-keputusan yang lebih baik, dan lebih banyak waktu.

(hlm.321)

Epilog

“Sederhana saja. Saya membuang semua yang buakn David.”

Jujur saja. Kita tidak tahu dengan pasti apa yang membuat kita sukses. Kita tidak dapat menunjuk dengan pasti apa yang membuat kita bahagia. Tapi kita tahu dengan pasti apa yang menghancurkan sukses atau kebahagiaan. Kesadaran ini, sesederhana itu, sangatlah fundamental: Pengetahuan negatif (apa yang  jangan dilakukan) jauh lebih ampuh daripada pengetahuan positif (apa yang harus dilakukan). Dalam kasus kita: lenyapkan semua kesalahan, dan yang tersisa adalah pemikiran yang lebih jernih.

Kita tidak dapat mengungkapkan apa Tuhan itu; kita hanya dapat mengatakan apa yang bukan Tuhan.

(hlm.322)

“Charlie dan saya belajar cara memecahkan masalah bisnis yang rumit. Yang sudah kami pelajari adalah cara menghindari masalah.”

(hlm.323)

Ledakan emosi jarang terjadi pada jajaran kepemimpinan di bawah Hilter. Bahkan pidato-pidato penuh amarah Hilter hanyalah pertunjukan ahli. Bukan letusan cair, melainkan perhitungan dingin yang menghasilkan kegilaan Nazi. Sama saja bagi Stalin atau Khmer Merah.

Hasilnya adalah teori dingin mengenai irasionalitas yang menyatakan: Pemikiran itu sendiri tidak murni, tapi rentan terhadap kesalahan.

(hlm.324)

Semua hal lain di dalam tubuh kita relatif dapat diandalkan-jantung, otot, paru-paru, sistem kekebalan tubuh. Mengapa, dari semuanya, justru otak kita yang tak dapat di andalkan?

(hlm.325)

Jika Anda gagal melarikan diri, dan ternyata memang ada harimau, hadiah kesalahan Anda adalah kematian. Di sisi lain, jika Anda berhasil melarikan diri dari seekor babi hutan, kesalahan kecil ini hanya akan merugikan Anda sebanyak kalori. Tidak apa-apa salah untuk hal-hal yang sama. Siapa yang bersikap berbeda akan tersingkir dari kumpulan gen setalah insiden pertama atau kedua. Kita adalah kturunan home sapien yang cenderung lagi mengikuti kelompoknya. Tapi di dunia modern, tingkah laku intuitif ini tidak berguna. Dunia saat ini menghargai komtemplasi pemikiran tunggal dan tindakan-tindakan independen. Siapa pun yang pernah menjadi korban sensasi pasar modal telah menyelesaikan hal itu.

(hlm.326)

Penjelasan kedua mengenai mengapa kesalaha-kesalahan kita terus bertahan muncul pada akhir 1990-an. Otak kita dirancang untuk memproduksi dan bukanya mencari kebenaran. Dengan kata lain, kita menggunakan pikiran kita terutama untuk meyakinkan. Siapa pun yang mampu meyakinkan orang lain akan mendapatkan kekuasaan, dan dengan demikian, akses kepada sumber daya. Aset semacam ini menjadi modal besar untuk menikah dan membesarkan keturunan.

(hlm.327)

Sayang sekali, kita tidak bertingkah seperti ilmuwan yang semata-mata tertarik kepada fakta-fakta objektif. Kita malah berpikir seperti pengacara, membangun pembenaran terbaik yang paling mungkin untuk kesimpulan yang telah ditentukan.

(hlm.328)

Di situasi dengan kemungkinan konsekuensi yang besar (misalnya, keputusan penting pribadi atu bisnis), saya mencoba untuk memilih dengan sewajar dan serasional mungkin. Saya mengambil daftar kesalahan saya dan memeriksa satu persatu, persis seperti yang dilakukan seorang pilot. Saya telah membuat daftar urutan periksa keputusan yang mudah digunakan, dan saya menggunakannya untuk memeriksa keputusan-keputusan penting dengan seksama.

 

 

Teori Teori Keadilan

Karen Lebacqz

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Teori Teori Keadilan: Six Theories of Justice oleh Karen Lebacqz.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

TEORI-TEORI KEADILAN

Karen Lebacqz

Analisis Kritis Pemikiran J.S. Mill, J. Rawls, R. Nozick, R. Neibuhr, J.P. Miranda

Kode penerbitan : NM-003-04-11

Diterjemahkan dari Six Theories of Justice, Karen Lebacqz,     
Augsbung Publishing House, Indianapolis, 1986.

Penerjamahan   : Yudi Santosa  
Penyunting        : Ahmad Mustofa

Cetakan Ke      : 6        
Bulan                : 1        
Tahun               : 18

Diterbitkan oleh            
Penerbit Nusa Media    
PO BOX 137 Ujungberung, Bandung

Desain Cover    : MF Mahardika           
Tata Letak        : Nusamed Studio

ISBN : 979-1305-49-5

(hlm.2)

Pendahuluan

Mereka menggunakan keadilan distributif dalam maknanya yang luas: pertanyaannya bukan lagi hanya ‘Siapa yang memperoleh seberapa besar pai?’, namun juga ‘Apakah jenis pai itu semestinya?’, dan ‘Siapa yang berhak memutuskannya?’3

(hlm.3)

Enam Fragmen Keadilan

Keenam pendekatan ini dipilih karena menjadi wakil dari mazhab pemikiran yang berbeda-beda. Meski tiga fragmen adalah varian-varian liberalisme, dan tiga yang lain varian-varian teologi Kristen, ternyata masing-masing menawarkan pendekatan yang berbeda-beda terhadap keadilan. Enam teori itu dipilih karena mudah dijumpai di mana-mana: minimal pembaca dapat menemukan satu dokumen untuk setiap pendekatan ini.

(hlm.4)

Namun begitu, bentuk utilirianisme ini masih dipertahankan di dalam ‘analisis untung-rugi’ yang begitu populer di lingkungan pemerintah.

Respon Teori Kontrak

Rawls menggunakan model kontrak dan menawarkan alternatif Kantian untuk menanggapinya.

(hlm.5)

Alternatif Teori Hak

Jika teori kontrak Rawls memperbolehkan keterlibatan pemerintah untuk mewujudkan keadilan distributif , Nozick malah memperlihatkan bahwa tidak ada landasan moral apa pun bagi distribusi keadilan sehingga membutuhkan struktur pemerintah lebih dari campur tangan minimal negara.

Respon Katolikisme

Dengan semua perbedaanya, ketiga teori filsafat yang dibahas di sini beroperasi di dalam tradisi ‘liberal’.

(hlm.6)

Pastoral Letter on Catholic Social Teaching and the U.S. Economy yang disusun Konferensi Nasional Uskup-uskup Katolik dipilih sebagai sumber informasi bagi tradisi ini. Selain itu, dia menawarkan konsep yang berbeda tajam dari konsep Nozick dengan menggagas bahwa kerjasama diantara umat manusialah, jadi bukan pemahaman individualistik, yang bisa memahami kemanusiaan, dan kemudian keadilan sosial yang lebih luas.

(hlm.8)

Tantangan Teologi Pembebasan

Keenam fragmen ini ditawarkan dengan keyakinan bahwa setiap mazhab membicarakan sesuatu yang sangat fundamental sehingga meninggalkan warisan yang permanen, tak peduli apa pun keterbatasannya.

(hlm.9)

Pengeksplorasian Membuta

Pertama, dari enam pendekatan yang ditulis di sini, hanya satu yang menulis secara eksplisit ‘teori’ keadilan. Yang lain lebih menyoroti banyak hal lain, sehingga jika sebuah ‘teori’ keadilan dilepaskan begitu saja dari seluruh rangkaian pemikiran mereka, akan menjadi asing bagi maksud mereka yang utama. Karena itu, kelima pendekatan sisanya lebih baik jika dipahami sebagai ‘jendela’ bagi keadilan daripada sebagai teori perse.

Kedua, fragmen-fragmen yang ditawarkan di sini mencerminkan distorsi-distorsi lokasi sosial mereka.

Ketiga, saya tidak pernah bermaksud membedah kondisi sosial atau sejarah pribadi para pemikir di sini.

(hlm.10)

Keempat, sebuah teori memiliki kehidupan dan integrasitasnya sendiri. Karena itu tugas kita disini adalah ‘masuk’ ke dalam setiap teori itu, dengan kemampuan terbaik kita, lalu menyimak kritik-kritik yang dilontarkan terhadapnya.

(hlm.11)

Catatan Penerjemah

* Istilah ‘hak’ di sini diterjemahkan dari ‘entitlement’ yang mengandung pengertian lebih kuat, mendasar dan luas daripada ‘right’: hak asasi, kedaulatan, hak istimewa, hak yang bersifat prerogatif, dan klaim.

** ‘Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatanmu’, dan ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu menyayangi dirimu sendiri’.

Catatan Akhir

2 Joel Feinberg telah menyatakan bahwa klasifikasi tradisional mengenai keadilan – distributif, retributif dan komulatif – tidak banyak membantu.

(hlm.14)

SATU

Teori Keadilan Menurut      
John Stuart Mill

Kemanfaatan

Ide dasar utilitarianisme sangat sederhana: yag benar untuk dilakukan adalah yang menghasilkan kebaikan terbesar.

‘Kemanfaatan’ atau ‘prinsip kebahagiaan terbesar’ menyatakan bahwa tindakan tertentu benar jika cenderung memperbesar kebahagiaan; keliru jika cenderung menghasilkan berkurangnya kebahagiaan. Yang dimaksudkan dengan kebahagiaan adalah kesenangan dan tidak adanya rasa sakit …5

Pertama, tujuan hidup adalah kebahagiaan.

(hlm.15)

Tapi, apakah kebahagiaan itu? Bentham mendefinisikannya dalam terminologi kesenangan dan ketidak-hadiran rasa sakit. Mill mengembangkannya lebih jauh dengan memilah-milahkan secara eksplisit perbedaan dari jenis-jenis kesenangan dan rasa sakit tersebut.

Kedua, ‘kebenaran’ dari suatu tindakan ditentukan oleh kontribusinya bagi kebahagiaan. Kaidah ini menjadikan utilitarianisme sebuah teleologi: tujuan (telos) menentukan apa yang benar.

(hlm.16)

Namun rumusan ini mengundang pertanyaan besar: haruskah hasil dari setiap tindakan yang dikalkulasikan itu menjadi penentu bagi seluruh ‘kemanfaatan’, sehingga dari sini berhak memutuskan mana ‘yang benar’?                                                                          

(hlm.20)

Mill menemukan 6 kondisi umum yang umumnya disepakati sebagai hal yang ‘tidak adil’: (1) memisahkan manusia dari hal-hal yang atasnya mereka  memiliki hak legal; (2) memisahkan manusia dari hal-hal yang atasnya mereka memiliki hak moral; (3) manusia tidak memperoleh apa yang layak diterimannya – kebaikan bagi yang bertindak benar, dan keburukan bagi yang bertindak keliru; (4) perselisihan iman di antara orang per orang; (5) bersikap setengah-setengah, contohnya menunjukkan dukungan sebagai pemanis bibir; (6) mengancam atau menekan orang lain yang tidak setara denganya.28

(hlm.23)

Ringkasan

Keadilan adalah istilah yang diberikan kepada aturan-aturan yang melindungi klaim-klaim yang dianggap esensial bagi kesejahteraan masyarakat – klaim-klaim untuk memegang janji diperlakukan dengan setara, dan sebagainya.

(hlm.24)

Keadilan mengakui eksistensi hak-hak individu yang didukung masyarakt.37

(hlm.31)

Kritik

Apakah kita lebih mengutamakan jumlah terbesar, ataukah total kemanfaatan maksimum?59

(hlm.35)

Karena itulah Rescher melontarkan tesis yang sangat kuat bahwa “keadilan distributif terletak di dalam pemberian kepada masyarakat menurut klaim-klaim mereka yang legitim,” dan menyimpulkan bahwa “doktrin distribusi yang tidak dipredikatkan kepada pengakomodasian yudisial klaim-klaim bukanlah teori keadilan yang distributif.”69

Rescher sendiri menemukan tujuh klaim yang telah menduduki tempat terhormat di dalam sejarah. Salah satu dari ketujuh klaim adalah standar distribusi kaum utilitarian yang berbasis kepentingan publik atau demi kebaikan bersama. Di luarnya masih ada enam lagi klaim tambahan – yaitu kebutuhan, kontribusi, upaya, kemampuan, nilai pasar mengenai persediaan dan permintaan, dan kesetaraan.71

(hlm.49)

DUA

Teori Keadilan Menurut      
John Rawls

Kekuatan utilitarianisme di arena keadilan ada dua: (1) menyediakan – minimal secara teoritis – metode konkret untuk mengambil keputusan-keputusan yang sulit; dan (2) menyadari pentingnya kebahagiaan atau kebaikan umum sebagai bagian dari teori keadilan.

Tugas yang diberikan John Rawls pada dirinya dalam bukunya, A Theory of Justice, adalah mengajukan sebuah teori alternatif mengenai keadilan dengan menghindari kelemahan utilitarianisme sembari mempertahankan kekuatan yang sama.2

(hlm.50)

Metode

“Keadilan sebagai kesetaraan” berakar di dua tempat: teori kontrak sosial Locke dan Rousseau, dan deontologi Kant. Ide dasarnya sangat sederhana, meski cara kerja teorinya sangat kompleks. Tujuan Rawls adalah menggunakan konsep kontrak sosial untuk memberikan interprestasi prosedural bagi konsep Kant mengenai pilihan otonom sebagai basis prinsip etika. Prinsip-prinsip bagi keadilan (dan filsafat moral umumnya) adalah hasil dari pilihan-pilihan rasional.3

(hlm.53)

Prinsip-prinsip Keadilan

Pertama, mereka akan berfokus untuk mengamankan kebebasan mereka agar tetap setara sehingga akan memilih suatu prinsip guna mengantisipainya:

Setiap berada memiliki hak yang setara terhadap sistem total yang paling luas bagi kebebasan-kebebasan dasar yang mirip dengan sistem kebebasan serupa bagi semuanya.18

(hlm.56)

Prinsip ini disebut ‘prinsip-pembedaan’ (difference principle), dan menjadi inti sari substansi teori Rawls mengenai keadilan. Prinsip ini mengijinkan sejumlah ketidak-setaraan di dalam pendistribusian, namun hanya jika hal itu dapat melindungi bahkan memperbaiki posisi mereka yang kurang beruntung di masyarakat.

Strategi ini menyatakan bahwa pihak-pihak di posisi awal akan memilih suatu cara untuk ‘memaksimalkan yang minimum’.26

Tanpa memperhitungkan apakah peluang saya untuk berkembang paling kecil di masyarakat, masuk akal jika saya melakukan tindakan protektif untuk mengamankan posisi anggota masyarakat yang kurang beruntung, karena bisa saja itu menimpa saya. Lalu saya akan mulai mengijinkan ketidak-setaraan terjadi hanya jika hal itu membawa keuntungan bagi anggota masyarakat yang kurang beruntung.

(hlm.57)

Ketidak-setaraan sosial dan ekonomi disusun sedemikian rupa agar mereka dapat: (a) memberi keuntungan terbesar bagi pihak kurang beruntung, sesuai prinsip penghematan yang adil, dan (b) dilekatkan pada jawatan dan jabatan kepemerintahan yang terbuka bagi semua orang berdasarkan kondisi kesetaraan yang adil terhadap kesempatan.29

(hlm.58)

Konsep umumnya adalah nilai-nilai sosial “didistribusikan dengan setara kecuali distribusi tidak setara dari salah satu atau semua nilai ini membawa keuntungan bagi semu orang.”30 bertentangan dengan kritea ‘kebaikan terbesar’ para pendukung utilitarian, konsep Rawls mensyarakatkan “setiap orang harus dapat mengambil manfaat” ini lalu mendasari persyaratan “setiap orang yang kurang beruntung harus dapat mengambil manfaat” menurut prinsip maksimin dalam posisi awalnya.

Justifikasi

Namun apakah prinsip-prinsip itu sendiri sudah adil?

(hlm.65)

Akhirnya, kritik menuduh kalau teori Rawls pada hakikatnya hanya berputar-putar saja. Argumennya bergantung pada kondisi khusus yang dipilih untuk menjadi posisi awal.

Prinsip Kebebasan Setara

Seperti sudah dijelaskan di depan, dengan tatanan leksikal sebagai efeknya, prinsip ini mengijinkan pembatasan terhadap kebebasan hanya demi mendukung sistem kebebasan yang lebih luas.

(hlm.66)

Akhirnya, Hart mencatat bahwa setiap kebabasan seperti pedang bermata dua: saya menerima keuntungan manfaat dari mengolah kebebasan saya, namun saya juga harus menanggung beban orang lain yang mengolah kebebasan mereka.

(hlm.68)

Prinsip-Pembedaan

Bagaimana cara mengidentifikasi pihak-pihak yang ‘kurang beruntung’? Rawls menjawab bahwa posisi dan kekuasaan umumnya meleka pada penghasilan dan kesejahteraan, karena itu penghasilan adalah alat ukur yang cukup. Wolff menyanggah hal ini tidak bisa dibuktikan, sementara Barber dan Barry mencatat bahwa teori Rawls gagal memperhitungkan diskriminasi rasial atau karakteristik lain yang tidak selalu berkaitan dengan penghasilan, namun berkorelasi langsung dengan ‘Ketidakberuntungan’ di masyarakat.61

(hlm.70)

Kenapa tidak memilih saja sebuah prinsip yang bisa menguntungkan setiap orang kecuali mereka yang sudah beruntung?67

(hlm.71)

Pertama, dia berpendapat bahwa barang-barang bukanlah ‘manna dari surga’ melainkan produk dari suatu proses produksi.71

Kedua, Nozick mengusulkan bahwa sebaiknya kita membayangkan yang terbaik saat menghadapi yang terburuk: “Lihat, anda memperoleh suatu pencapaian dari upaya kerja sama ini; karena itu, kita akan dapat berpartisipasi lebih jauh hanya jika kita dapat memperoleh sebanyak mungkin dari anda.”

(hlm.72)

Argumen dasar Reiman adalah sbb: produk sosial yang diperoleh lewat upaya kerja sama merupakan hasil dari pekerja yang berbeda-beda. Lalu ketika ‘barang-barang’ ini didistribusikan, maka yang didistribusikan sebenernya proporsi yang di dalamnya individu bekerja untuk satu sama lain.

(hlm.74)

Justifikasi

Contohnya, Sandel menanyakan kenapa Rawls menganggap ‘sama-sama tidak-berkepentingan’ (mutual disinterested ) sebagai asumsi yang lemah.81

(hlm.79)

Catatan Akhir

Rawls bermaksud menyediakan sebuah pandangan alternatif bagi dua teori utama yang mendominasi awal abad ini: utilitarianisme di satu sisi, dan teori-teori intuitif deontologis di sisi lain. Namun begitu, sangat jelas kalau utilitarianismelah yang telah membentuk agenda utama kerjanya itu.

(hlm.89)

TIGA

Teori Keadilan Menurut      
Robert Nozick

Jika Rawls benar, dan keadilan mensyarakatkan bahwa struktur dasar masyarakat disusun sedemikian rupa agar memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang kurang beruntung, maka sebuah negara yang kuat akan dbutuhkan untuk memenuhi tujuan ini.

Dia ingin menunjukkan bahwa negara minimal (minimal state) – dan hanya negara minimal – adalah satu-satunya yang bisa dijustifikasi.2

(hlm.90)

Peran Negara

Nozick mengadopsi pandangan Kantian bahwa “individu adalah tujuan akhir, bukan sekedar alat.”3 Individu adalah akhir dalam dirinya sendiri, memiliki hak-hak ‘alamiah’ tertentu.

(hlm.94)

Negara-minimal ini muncul melalui proses alamiah dari pembentukan sebuah lembaga perlindung dominan yang dipasangkan dengan prinsip kompensasi dan pengetahuan yang adekuat.

(hlm.96)

Keadilan Distributif

Baik Rawls maupun penganut utilitarian jelas akan melegitimasikan negara yang lebih-dari-minimal untuk menjadmin bahwa segala hal didistribusikan secara adil – entah untuk melindungi yang kurang beruntung, atau untuk memastikan kebaikan lebih besar bagi semuanya. Jadi apakah negara yang lebih-dari-minimal memang diperlukan oleh pertimbangan-pertimbangan keadilan?

Jawaban Nozick jelas tidak. Pola distribusi barang-barang di masyarakat, kata Nozick, bukan hasil dari beberapa lembaga utama yang mendistribusikan segala sesuatu. Lebih tepatnya ini hasil dari pertukaran, penganugerahan dan keputusan individu yang tak terhitung jalinannya.25 Dengan tiadanya lembaga distribusi atau pengalokasian terpusat seperti itu, tidak akan ada pertanyaan mengenai ‘keadilan distributif’.

Yang sesungguhnya kita miliki hanyalah pola-pola kepemilikan individu.

Jadi kapan sebuah kepemilikan pribadi dapat menjadi adil? Jawaban Nozick membentuk salah satu prinsip dasarnya: apa pun yang dimunculkan dari situasi yang lewat cara-cara yang adil adalah adil.27

(hlm.97)

Sebagai contoh, katakanlah setiap orang ingin menonton Wilt Chamberlain bermain basket, dan mereka masing-masing bersedia memberinya $1 untuk kesenangan menonton dia bermain basket.28 setiap pertukaran $1 bagi aksi Chamberlain tampaknya adil. Namun setelah beberapa waktu, kepemilikan di antara mereka tidak lagi setara: Chamberlain akan menjadi jauh lebih kaya daripada setiap orang yang lain. Namun kesengajaan di dalam kepemilikan seperti ini adil, kata Nozick, karena dia dimunculkan oleh cara-cara yang adil dari sebuah situasi awal yang adil. Karena itu, upaya apa pun untuk meredistribusikan hal-hal menurut tujuan-akhir atau pola tertentu (contohnya prinsip-pembedaan Rawls) sama dengan merusak putusan-putusan bebas yang dibuat orang-orang ini.29

Keadilan di dalam kepemilikan, kalau begitu, terdiri atas keadilan di dalam kepemilikan awal dan keadilan di dalam pemindahan kepemilikan.30 Sistem ini mungkin bisa disebut sebagai prinsip “dari setiap hal yang dipilih, bagi setiap hal yang sudah dipilih.”

(hlm.98)

Meskipun demikian, dia juga menerima ‘ketentuan Lockean’ mengenai keadilan dari pencapaian orisinil: saya bebas untuk memperoleh apa pun dengan cara ‘mencampurkan kerja saya’ dengan sesuatu asalkan tidak menggangu orang dalam prosesnya.

(hlm.99)

Konsepsi mengenai pencapaian orisinil seperti ini, kata Nozick, teraplikasikan secara luas sebagai ‘pemindahan’ (transfer) dan ‘pembelian’ (purchase).

Dia berpendapat bahwa seorang ilmuwan  diperbolehken memonopoli pengetahuan baru yang ditemukannya. Meskipun ada orang-orang tertentu yang memerlukan pengetahuan itu untuk bertahan hidup, namun dominasi terhadap pengetahuan itu tidak memperburuk kondisi mereka dari sebelumnya. Dengan kata lain, ilmuwan tersebut tidak berkewajiban untuk memberikan semua atau menjual pengetahuan tersebut, namun dia boleh menukarkannya sesuai harga yang diperbolehkan pasar.40

(hlm.100)

Karena prinsip-prinsip seperti ini memaksakan susunan redistribusi barang-barang yang harus dipilih atau ditukarkan masyarakat sehingga merusak prinsip Kantian yang fundamental mengenai penghargaan terhadap otonomi manusia untuk memilih.42

Salah satu impikasi menarik dari pendekatan ini adalah pengertian Nozick mengenai pajak. Pajak, katanya ekuivalen dengan kerja paksa.43 Membayar pajak sama seperti dipaksa bekerja selama n jam untuk orang lain. Karena itu, prinsip-prinsip terpola keadilan distributif yang menuntut pajak (contohnya untuk mensuport pihak-pihak kurang beruntung) sama saja dengan ‘pemaksaan’ atau ‘perampasan’ kerja masyarakat.44

(hlm.101)

Ringkasan

Apabila Rawls memandang perlu dimunculkannya prinsip-prinsip sosial untuk menjamin distribusi yang adil, Nozick menolak peran negara di dalam peran ‘keadilan distributif’. Keadilan dibatasi hanya pada ruang ‘komutatif’ pertukaran individu.

Karena itulah, ‘keadilan’ bagi Nozick terdapat di dalam pertukaran yang adil. Keadilan tidak dapat membuat klaim yang substantif apa pun, selain hanya mengandung persyaratan prosedural bagi keadilan pertukaran.

Yang lebih penting, keadilan tidak terdapat di dalam propaganda ‘kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar’, tidak juga di dalam upaya untuk melindungi pihak-pihak yang kurang beruntung.

(hlm.102)

Kritik

Implikasi dari teori Nozick sangat mengejutkan. Bukan hanya teori negara-minimal mengimplikasi bahwa pajak merupakan suatu bentuk kerja paksa, namun juga teori ini sama sekali tidak berpijak kepada ‘dasar kemanfaatan’ atau cita-cita mulia melindungi pihak-pihak yang kurang beruntung, sama sekali tidak memberikan batasan apa pun bagi kesenjangan kaya dan miskin, dan tidak menyediakan perlindungan apa pun bagi merosostnya kesejahteraan seluruh masyarakat.46

Yang jelas, Nozick berpendapat bahwa kaum utilitarian dan Rawls sama kelirunya dalam memahami hakikat keadilan. Meskipun Rawls mengklaim menawarkan sebuah ‘keadilan prosedural murni’, namun Nozick melihat pada kenyataannya Rawls malah meniupkan pendekatan berbasis. ‘kondisi-akhir’. Pandangan ‘historis’ Nozick sendiri, sebaliknya, benar-benar mengusung sebuah ‘keadilan prosedural murni’ –apa pun kondisi akhirnya, selama dia muncul sesuai prosedur, semuanya adil-adil saja. Sementara terhadap kaum utilitarian, Nozick mengutuk karena mereka memperbolehkan kemungkinan untuk mengorbankan hak-hak seseorang demi kebaikan orang lain. Ini jelas bertentangan dengan prinsip Kantian mengenai penghargaan terhadap pribadi.48

(hlm.103)

Pertama, kenapa hak kepemilikan harus memiliki ciri “absolut, permanen, ekslusif, bisa diwariskan dan tidak bisa dimodifikasi”?52

(hlm.105)

Di sini, kita akan mulai dengan memperhatikan bahwa Nozick ternyata tidak menyediakan satu data historis apa pun berkenaan dengan sistem pasar dan pengoperasiannya.

(hlm.106)

Sebuah ekonomi pasar dicirikan oleh pertukaran. Karena itu, keadilan dari sebuah ekonomi pasar dicirikan keadilan di dalam pertukaran – keadilan komutatif, bukannya keadilan distributif perse.

(hlm.111)

Evaluasi

Meskipun begitu, tantangan liberal Nozick sudah meninggalkan warisan penting bagi siapa pun yang ingin menggumuli keadilan. Pertama, penekanannya terhadap hakikat historis dari keadilan cukup penting.

Kedua, sebagai gambaran yang ideal, teorinya menangkap sesuatu yang penting bagi keadilan.

(hlm.112)

Ketiga, kontribusi lain teori Nozick yang tak kalah pentingnya adalah gagasannya tentang kebebasan dan perbedaan kebebasan dari kesetaraan. Seperti ditulis Fishkin, kaum liberal kontemporer cenderung memegang tiga nilai yang selalu berada dalam ketegangan besar: kelayakan kesetaraan kesempatan hidup, dan otonomi keluarga.

(hlm.119)

EMPAT

Teori Keadilan dalam           
Katholikisme

Bahkan mereka sepakat dengan penegasan fundamental Nozick bahwa manusia memiliki hak-hak yang tidak boleh diganggu gugat. Namun hanya sampai di situ persamaan mereka berakhir. Jika Nozick menjadikan argumen ini dasar bagi teori minimal mengenai negara dan sebuah argumen menentang argumen untuk menentang ‘keadilan distributif’ apa pun yang lebih luas demi mendukung pertukaran komutatif yang ketat, maka tradisi Katolik sangat menyetujui kebutuhan akan pemahaman keadilan lebih luas yang melampaui pertukaran komutatif, yaitu sampai pada keadilan ‘distributif’ dan ‘sosial’.

(hlm.121)

Tradisi Katolik mengenai ajaran sosial berakar di dalam tiga afirmasi dasar berikut: (1) harkat pribadi manusia tidak boleh diusik-usik, (2) hakikat manusia esensinya bersifat sosial, dan (3) keyakinan bahwa berlimpahnya alam dan kehidupan sosial diberikan bagi semua orang.8

Masyarakat ada terlebih dahulu sebelum institusi apa pun, dan institusi hadir demi melayani masyarakat. Masyarakat memiliki hak yang tidak dapat dirampas oleh negara maupun institusi apa pun.

(hlm.122)

Paus Paulus VI menjelaskan penalaran ini: “Jika posisi pihak-pihak yang berontak sangat tidak setara, maka persetujuan di antara pihak-pihak itupun tidak dapat cukup untuk menjamin keadilan dari kontrak tersebut.”

(hlm.124)

‘Keadilan’ bukan hanya masalah distribusi yang tepat atas barang-barang (keadilan distributif), namun juga pengijinan bahkan pewajiban setiap pribadi untuk berpartisipasi di dalam produksi barang-barang tersebut (keadilan sosial).

  (hlm.126)

Orang miskin tidak sanggup mencari makan untuk dirinya sendiri, karena itu keadilan distributif mensyaratkan negara harus memperlakukan mereka secara khusus.

(hlm.128)

Karena orang-orang miskin yang paling terpengaruh oleh keputusan-keputusan ekonomi, dan karena mereka memiliki klaim istemewa lantara kerapuhannya, maka keputusan seperti itu harus dinilai oleh apa yang dilakukan sistem bagi dan karena orang-orang miskin, dan dengan apa sistem memampukan orang-orang miskin bertindak bagi diri mereka sendiri.49 Cara menangani orang miskin adalah ‘tes krusial’ bagi keadilan atau ketidak-adilan sebuah masyarakat.50

(hlm.129)

Keadilan di dalam Alkitab memiliki beberapa nuansa. Yang paling fundamental ini berarti ‘apa yang benar’ –tercemin dalam istilah sedaqah (kebenaran) dan mishpat (penilaian yang benar dan tindak keadilan konkret).57

(hlm.130)

Keadilan komutatif mensyaratkan kesetaraan di dalam kesepakatan dan pertukaran di antara pribadi-pribadi. Keadilan komutatiflah yang mensyaratkan upah yang adil dan kondisi kerja yang adekuat.66 Keadilan sosial mensyaratkan masyarakat untuk berpartisipasi di dalam penciptaan demi kebaikan bersama.

Keadilan distributif  berkaitan dengan pengalokasian produk-produk sosial. Para uskup menyerukan, keadilan distributif harus memberi perhatian khusus pada kebutuhan-kebutuhan, melarang diskriminasi dan menyediakan landasan bagi kesejahteraan minimal.68

(hlm.133)

Ringkasan

Keadilan, bagi para uskup, bukan hasil konsensus sosial maupun dedukasi rasional atau kalkulasi semata. Dia berakar pada tradisi iman yang merespon Tuhan yang adil dan penuh kasih.

(hlm.135)

Kritik

Draf pertama banyak dikritik para pembela sistem pasar bebas. Konsep para uskup dinilai terlalu banyak meletakkan kekuasaan di tangan pemerintahan dan yang seperti ini terlalu mahal harganya.

(hlm.136)

Di titik ini mereka juga menemukan cara uskup-uskup menggunakan Kitab Suci, contohnya kisah Lazarus dan orang kaya, lebih diarahkan untuk menyoroti tindak-tanduk individu, bukannya bangsa atau institusi.103

(hlm.137)

Kemiskinan di masa biblis tidak sama dengan kemiskinan masa kini, kata Novak. Penggunaan apa pun Kitab suci harus sampai kepada masalah pengaplikasian seperti itu. Karena itu dia menuduh the Bishops Letter telah menyelewengkan Kitab Suci dengan mengambil konsep keadilan dari dalamnya secara ‘ahistoris’.104

(hlm.158)

kalau begitu, bagi Niebuhr etika Kristen dimulai dari kasih. Kasih adalah, pertama-tama, turunan dari iman. Di waktu yang sama, kasih adalah kebutuhan ‘alamiah’ manusia.

(hlm.159)

Dosa bagi Niebuhr memiliki dua dimensi. Dimensi religius dari dosa adalah penyembahan berhala. “Dosa manusia adalah dia berusaha menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuhan”12

(hlm.168)

Implikasi Politik dan Ekonomi

Di masyarakt kontemporer, kata Niebuhr, pusat-pusat kekuasaan sebagian besar adalah ekonomi.79 Di awal pemikirannya, Niebuhr melihat kekuasaan politik sangat bergantung pada kekuasaan ekonomi sehingga “tatanan politis yang adil tidak mungkin terwujud tanpa merekonstruksi sistem kepemilikan.”80

(hlm.172)

Ringkasan

Kita tidak pernah bisa merasa puas bahwa keadilan sudah terlaksanakan hanya karena ‘kebaikan terbesar’ sudah tercapai, atau karena kondisi pihak-pihak yang kurang beruntung jadi lebih baik dari sebelumnya, atau karena pertukaran sudah dilakukan dengan setara, atau karena upah yang layak bagi penghidupan sudah dilakukan selalu bersifat temporer dan parsial.

Kritik

Mari kita mulai dari kritik yang paling luas: tuduhan bahwa Niebuhr tidak memiliki teori keadilan.

(hlm.173)

“Keadilan adalah pengaplikasian hukum kasih. Aturan-aturan…adalah pengaplikasian hukum kasih dan tidak bisa lepas darinya.”98

(hlm.182)

Jika Nozick mengklaim ingin menawarkan sebuah teori keadilan yang historis namun gagal membaca sejarah itu sendiri, Niebuhr mulai dari fenomena ketidak-adilan di dalam sejarah.

(hlm.197)

ENAM

Teori Keadilan Menurut      
Jose Portoforio Miranda

Sebuah Metode Baru

“Tuhan memilih sejak lahir untuk hidup sama seperti orang-orang miskin, bukan? … Dia terlahir miskin karena itu ingin kita semua juga menjadi miskin. Tapi benarkah demikian? Ataukah yang sebenarnya diinginkan Tuhan adalah kita semua menjadi setara?”4

(hlm.210)

Ringkasan

Seperti para uskup dan Niebuhr, pendekatan teologi pembebasan terhadap keadilan dilandaskan kepada iman.

(hlm.212)

Para teolog pembebasan gagal menyediakan data yang mendetail yang dibutuhkan untuk mensubstansikan interprestasi mereka terhadap situasi yang ada.90

(hlm.234)

Kesimpulan

Enam Fragmen Keadilan

Karena keadilan baginya adalah produk dari pilihan bebas dan pertukaran.

Jadi inilah tantangan terbesar yang dilontarkan Nozick: apakah kebebasan harus dikorbankan demi kesetaraan?

Dengan berpijak di atas tradisi Katolik yang panjang, mereka pun mengusulkan tiga prinsip bagi keadilan: kesetaraan komutatif di dalam pertukaran, distribusi sesuai kebutuhan, dan mungkin yang terpenting, persyataan sosial bagi partisipasi.

(hlm.236)

Tradisi  menyebutkan bahwa resmi keadilan distributif adalah “bagi masing-masing sesuai dengan yang layak baginya.”1

Jika keadilan berarti “bagi masing-masing sesuai dengan …”, enam teori ini melihat hal-hal sebagai berikut:

  • Mill : bagi masing-masing sesuai dengan kecenderungan tindakan yang memaksimalkan kemanfaatan bagi semuanya;
  • Rawls : bagi masing-masing sesuai dengan struktur dasar yang dapat menguntungkan pihak-pihak kurang beruntung
  • Nozick : bagi masing-masing sesuai dengan pilihan-pilihan yang sudah menjadi hak mereka
  • Para Uskup : bagi masing-masing sesuai dengan martabat mereka sebagai mahluk yang diciptakan secitra allah
  • Niebuhr : bagi masing-masing sesuai dengan prinsip kebebasan, khususnya kesetaraan, yang diimbangi kasih dan keadilan;
  • Miranda : bagi masing-masing sesuai dengan campur tangan Tuhan di dalam sejarah dalam membebaskan orang miskin dan tertindas.

(hlm.237)

Yang mengejutkan juga adalah hilangnya beberapa konsep tradisional seperti klaim Aristotelian bahwa keadilan bisa dimaknai sebagai distribusi asalkan beriringan dengan kebaikan.

Perbedaan-perbedaan ini sama mengejutkannya jika kita beranjak dari pengevaluasian substansi menuju pengevaluasian metode. Bagaimana kita bisa sampai kepada sebuah teori keadilan?

“persyaratan keadilan tercapai melalui…”

Mill : persyaratan keadilan tercapai melalui pencarian hakikat umum di dalam konsep-konsep yang ada selama ini mengenai apa yang adil dan tidak adil;

Rawls : persyaratan keadilan tercapai melalui pilihan rasional di dalam setting yang ‘fair’;

Nozick : persyaratan keadilan bagi hak-hak minimal tercapai melalui pendeduksian maksim Kantian yang memperlakukan setiap pribadi sebagai tujuan akhir, bukan hanya sebagai alat/cara;

Para Uskup : persyaratan keadilan tercapai melalui pewujudan visi keadilan berbasis-iman dalam prinsip-prinsip filosofi dan teologis mengenai kewajiban dan hak;

Niebhur : persyaratan keadilan tercapai melalui prinsip kasih berbasis-iman yang selalu tarik ulur dengan realitas-realitas dosa;

(hlm.238)

Miranda : persyaratan keadilan tercapai melalui konfirmasi Alkitab bagi analisis Marxis tentang ketidak-adilan yang dialami kaum tertindas.

(hlm.239)

Perhatian Rawls terarah kepada struktur dasar mensyaratkan sedangkan perhatian Niebuhr kepada pandangan fundamental hakikat manusia. Perhatiaan Nozick terarah kepada keniscayaan dan batasan-batasan negara, sedangkan perhatian Miranda terfokus kepada cara berpikir Alkitab. Perhatian Mill terarah pada kriteria bagi tindakan yang benar secara umum, sedangkan para uskup terfokus langsung pada kemiskinan di Amerika Serikat. Titik mulai yang berbeda-beda menghasilkan fragmen keadilan yang berbeda-beda.

(hlm.240)

Nozick memberikan dukungan yang paling eksplisit terhadap sitem pertukaran pasar kapitalis berbasis hak kepemilikan pribadi ini.

(hlm.242)

Yang jelas, perbedaan pendekatan yang paling radikal adalah antara Nozick dan Miranda.

Teologi pembebasan lahir dari ketidak-adilan historis. Namun apa hakikat dari ketidak-adilan historis ini? Miranda berpendapat ketidak-adilan kontrak upah di tataran mikro dapat digunakan untuk mengembangkan suatu analogi di tataran makro: orang miskin tidak akan setuju dengan sistem yang sudah menjebak mereka di dalam kemiskinan seperti saat ini.

(hlm.244)

Jika mishpat menjadikan ukurannya, maka sedaqah menjadi tali pengukurnya. Dan mengenai tali pengukur inilah buku saya yang berikutnya akan mengarah.

(hlm.249)

SUPLEMEN

KONSEP KEADILAN DALAM KRISTEN

Keadilan ilahi dan Karakter transendentalnya

Salah satu unsur terpenting dari agama Kristen adalah gagasan bahwa keadilan merupakan kualitas esensial Tuhan.

(hlm.255)

Isi Injil yang saling kontradiktif

Wahyu Alkitab dalam beberapa bagian bukan hanya bertentangan langsung dengan moralitas Kristen modern, tetapi juga bertentangan dengan ayat-ayat yang ada di dalamnya, setidaknya kontradiksi dalam wahyu tentang penciptaan.

(hlm.257)

Semua kontradiksi ini barangkali dapat dengan mudah dijelaskan dari sudut pandang sejarah di mana kita bisa melihat berbagai tahap evolusi legal. Tetapi interprestasi historik tidak dapat diaplikasikan apabila Alkitab akan digunakan sebagi pengungkapan absolut dari Tuhan, dan oleh sebab itu merupakan keadilan yang tak dapat diubah.

(hlm.258)

Pembalasan dan Kasih–hukum dan keadilan

Tuhan sebagai raja dan pencipta aturan

(hlm.261)

Tuhan sebagai hakim

(hlm.263)

Tuhan sebagai “saksi” dan sebagai pihak yang ikut mengadakan perjanjian.

(hlm.268)

Keadilan Tuhan : Pembalasan

Sebelum hadirnya ajaran Yesus, jelas sekali terlihat bahwa keadilan bagi bangsa yahudi berarti pembalasan.

(hlm.273)

Allah adalah Tuhan yang membalas

(hlm.276)

Jus  talionis – Prinsip Pembalasan – sebagai inti dari keadilan Tuhan – diekspresikan oleh Musa dalam rumusan singkat berikut: “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengar perintah Tuhan, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal” (Ulangan 11: 26 dst).

(hlm.338)

Ada keadilan relatif manusia yang indektif dengan hukum positif, dan keadilan absolut ilahiah yang merupakan rahasia iman.

DAFTAR BUKU TERBITAN NUSA MEDIA

Judul: Teori Umum tentang Hukum dan Negara                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: Teori Hukum Murni                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: The Spirit of Laws: Dasar-dasar Ilmu Huklum dan Ilmu Politik                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: Pengantar Teori Hukum                     
Penulis: Hans Kelsen

 

 

Kumpulan Mitologi dan Legenda Yunani dan Romawi

E.M. Berens

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Kumpulan Mitologi dan Legenda Yunani dan Romawi oleh E.M. Berens.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

KUMPULAN MITOLOGI DAN LEGENDA

YUNANI & ROMAWI

E.M BERENS

Diterjemahkan dari The Project Gutenberg Ebook of Myths and Legends of Ancient Greece and Rome

Penerbit:

Bukune

Cetakan Pertama, 2010

ISBN 602-8066-79-6

BAGIAN 1

MITOLOGI YUNANI

(hlm.2)

PENDAHULUAN

Para dewa memiliki penampilan menyerupai makhluk hidup, namun keindahan, keagungan, dan kekuatan mereka jauh melampaui makhluk hidup lainnya; tinggi badan mereka, yang dianggap oleh orang Yunani salah satu pelengkap keindahan bagi pria dan wanita, juga jauh melaumpaui orang biasa. Darah mereka, cairan halus cerah yang disebut Ichor, tidak pernah menimbulkan penyakit, dan memiliki kekuatan untuk menghasilkan kehidupan baru apabila tumpah.

Keturunan dari perpaduan antara dewa dan manusia disebut pahlawan atau setengah dewa, yang terkenal akan kekuatan dan keberaniannya.

(hlm.3)

Masih ada satu perbedaan besar, yaitu, bahwa para dewa hidup abadi.

Para dewa tidak mengenal keterbatasan waktu atau ruang mereka mampu berpindah tempat tanpa bantuan alat transportasi untuk jarak yang luar biasa jauh dengan kecepatan pikiran. Mereka memiliki kekuatan untuk membuat diri mereka sendiri tidak terlihat apabila diinginkan, dan dapat berubah wujud menyerupai manusia atau binatang kapanpun mereka mau. Jubah para dewa terlihat sama seperti yang dipakai oleh manusia, namun bentuknya lebih sempurna dan dengan tekstur yang lebih halus. Sebagian besar dewa tinggal di puncak gunung Olympus, masing-masing memiliki tempat tinggal terpisah. Mereka semua bertemu pada saat acara-acara perayaaan di ruang pertemuan para dewa, di mana penjamuan mereka dihisupkan oleh alunan musik yang indah dari kecapi Apollo, dan suara merdu dari Muses.

(hlm.4)

Ketika mereka melihat langit bersinar menandakan hari baru telah datang, mereka berpikir bahwa dewi fajar fajar, dengan jari-jari kemerahannya, sedang menggeser kegelapan malam, untuk membukakan jalan bagi kakaknya, dewa matahari yang akan menunjukkan kekuatannya.

Dewa-dewa ini adalah sesuatu yang lebih daripada ciptaan imajinasi aktif dan puitis. Para dewa adalah manusia yang begitu berbeda dan istimewa karena keunggulan mereka atas sesama makhluk hidup lainnya, hingga setelah kematian mereka di dewakan oleh orang-orang di sekitar mereka, dan para penyair menggunakan kemampuannya untuk menggambarkan rincian kehidupan mereka menjadi cerita yang tidak membosankan.

(hlm.5)

Sebagai contoh, ambillah Orpheus, putra Apollo, yang terkenal karena kemampuan luar biasanya di bodang musik. Kita tidak usah meragukan peringkatnya di antara para musisi lain, dan menghormati karena kemampuannya, tetapi orang-orang Yunani dengan imajinasi dan jiwa puitisnya, melebih-lebihkan bakat Apollo dan menggambarkan pengaruh supranatural musiknya atas benda hidup dan mati.

Kondisi ini dikombinasikan dengan fakta bahwa Roma tidak diberkahi dengan bakat imajinatif seperti tetangga mereka Yunani, meninggalkan ciri khusus pada mitologi Romawi, yaitu tidak sepuitis dan tidak berbunga-bunga yang menjadi ciri khas mitologi Yunani.

(hlm.6)

DINASTI PERTAMA ASAL-USUL DUNIA

URANUS DAN GEA

Sebelum dunia ini ada, terdapat kumpulan massa dari elemen tidak berbentuk yang disebut Chaos.

Kedua masa ini menandakan terbentuknya dua dewa pertama Yunani yaitu Uranus dan Ge atau GÆa.

Uranus, dewa langit, diyakini telah mempersatukan dirinya dengan GÆa, dewa bumi dalam sebuah pernikahan.

Anak sulung dari Uranus da GÆa adalah Oceanus, dewa aliran laut, yang membuat air terus mengalir mengelilingi bumi.

(hlm.7)

Samudera terbentuk dari hujan yang turun dari lagit dan sungai yang mengalir dari bumi. Jika kita mengambil gagasan ini dalam arti harfiah, yaitu mengapa orang Yunani kuno menganggap Oceanus sebagai keturunan Uranus dan GÆa, adalah benar bahwa laut dihasilkan sebagai pengaruh gabungan dari langit dan bumi.

Terdekat jaraknya Uranus, dan berada tepat di bawahnya adalah Aether (Ether),  kreasi cemerlang yang mewakili lapisan udara yang jernih di langit dan hanya bisa dihisap oleh kaum abadi. Diikuti Aër (udara), yang berada paling dekat dengan GÆa, mewakili lapisan udara yang terdapat sekitar bumi dan digunakan manusia untuk bernapa. Tanpa Aër, manusia akan binasa. Aether dan Aër dipisahkan oleh dewi-dewi bernama Naphelae. Naphelae adalah saudari mereka yang selalu mengembara, hadir dalam bentuk awan dan mengambang antara Ether dan Aër. GÆa juga melahirkan pegunungan, dan Pontus (dewa laut). Dia menikahi Pontus dan melahirkan dewa-dewa laut yaitu Nareus, Thaumas, Phorcys, Ceto, dan Eurybia.

Hidup berdampingan dengan Uranus dan GÆa adalah dua dewa yang mempunyai kekuatan besar dan juga merupakan keturunan Chaos. Mereka adalah Erebus (Kegelapan) dan Nyx (Malam), yang sangat kontras seperti cahaya terang langit dan senyum cerah bumi.

(hlm.8)

Uranus juga dianggap telah bersatu dengan Nyx, tapi hanya dalam kapasitasnya sebagai dewa cahaya. Ia dianggap sebagai sumber dari semua cahaya. Anak-anak mereka adalah Eos (Aurora) atau sang Fajar, dan Hemera atau Sang Siang Hari. Nyx juga dianggap telah bersatu atau telah menikah dengan Erebus.

Uranus dan GÆa menghasilkan dua ras yang jelas berbeda dari makhluk hidup yang disebut Raksasa (Giants) dan Titan (Titans). Ada tiga raksasa, Briareus, Cottus, dan Gyges yang masing-masing memiliki seratus kepala dan lima puluh tangan, dan dikenal dengan nama Hecatoncheires, yang berarti ratusan tangan. Para Titan berjumlah dua belas; yaitu Oceanus, Ceos, Crios, Hyperion, Iapetus, Cronus, Theia, Rhea, Themis, Mnemosyne, Phoebe, dan Tethys.

Uranus – cahaya suci dari langi, esensi dari semua yang cerah dan menyenangkan – mempunyai kebencian pada keturunannya yang kasar dan mudah marah yaitu para Raksasa. Karena itu para raksasa dilemparkan ke dalam Tartarus, dunia bagian bawah yang digunakan sebagai penjara bawah tanah para dewa. Untuk membalas penindasan terhadap anak-anaknya, para raksasa, GÆa menghasut sebagian Titans untuk berkonspirasi melawan Uranus, yang berhasil dilakukan oleh Cronus. Cronus berhasil menggulingkan tahta ayahnya. Uranus yang sangat marah menguruk Cronus akan mempunyai nasib yang sama di masa

(hlm.9)

datang

(hlm.10)

DINASTI KEDUA

CRONUS (SATURN)

Cronus adalah dewa waktu yang kekal. Ia menikahi Rhea, putri dari Uranus dan GÆa. Mereka memiliki tiga putra: Aïdes (Pluto), Poseidon (Neptune), Zeus (Jupiter), dan tiga putri: Hestia (Vesta), Demeter (Ceres), dan Hera (Juno). Untuk mencegah hal tersebut, Cronus menelan setiap anaknya segera setelah mereka lahir yang mengakibatkan kesedihan dan kemarahan yang amat sangat pada istrinya, Rhea.

Khawatir keberadaan Zeus diketahui Cronus, Rhea diam-diam mengirim Zeus yang masih bayi ke Crete, di mana ia dipelihara, dilindungi, dan dididik. Seekor

(hlm.11)

Kambing suci bernama Amalthea, menggantika posisi ibunya menyediakan susu; peri bernama Melissae, memberinya madu untuk makan; dan elang dan merpati membawakannya nektar dan ambrosia. Zeus dibantu dewi Metis, yang berhasil membujuk Cronus untuk minum ramuan yang membuatnya memberikan kembali anak-anak yang sudah ditelannya. Batu yang telah menggantikan Zeus ditempatkan di Delphi, di mana batu tersebut dianggap sebagai peninggalan suci.

Dia juga meminta bantuan Cyclops (putra Poseidon dan Amphitrite), yang hanya memiliki satu mata di dahi mereka, serta Brontes (Petir), Steropes (Kilat), dan Pyracmon (Api-landasan). Mereka segera menanggapi panggilan Zeus dan membawa petir yang luar biasa besar, lalu Hecatoncheires dengan ratusan tangannya melemparkan petir tersebut kepada musuh dan pada saat yang bersamaan

(hlm.12)

menciptakan gempa bumi yang hebat yang menelan dan menghancurkan semua yang menentang mereka.

Perang ini disebut Titanomachia, dan merupakan perang yang diuraikan paling jelas oleh penyakit klasik.

Cronus digambarkan sebagai orang tua yang bersandar pada sebuah sabit besar, dengan jam pasir di tangannya. Jam pasir melambangkan saat-saat yang cepat berlalu; sabit besar adalah lambang waktu, yang habis menebangi masa lalu.

(hlm.13)

Saturn

Orang-orang Romawi, sesuai dengan kebiasaan mereka untuk menyamakan dewa dewi mereka dengan dewa dewi Yunani berdasarkan kesamaan, menyatakan Cronus identik dengan dewa pertanian mereka yaitu Saturn. Ia meminta perlindungan kepada Janus, raja Italia, yang menerima dewa yang diasingkan tersebut dengan sangat baik, dan bahkan berbagi tahta dengannya.

RHEA (OPS)

Rhea, istri dari Cronus, dan ibu dari Zeus dan para dewa besar Olympus lainnya, digambarkan sebagai bumi dan dipandang sebagai Ibu Agung dan produsen yang tanpa henti dari seluruh alam tumbuh-tumbuhan.

(hlm.14)

Dewi ini diperkenalkan ke Crete oleh penduduk dari Phrygia di Asia Kecil, negara di mana Rhea disembah dengan nama Cybele. Rhea diceritakan terpikat pada pemuda yang mempunyai ketampanan luar biasa bernama Atys, yang telah terbukti tidak setia pada Rhea dan mengakibatkan kesedihan dan kemarahannya. Pada saat Atys akan mempersatukan diri dengan seorang peri bernama Segaris, kemarahan Rhea tiba-tiba meledak di tengah-tengah pesta pernikahan.

Ops

Di Roma, Rhea dikenal sebagai Ops, yaitu dewi kemakmuran, istri dari Saturn yang memiliki berbagai gelar. Dia disebut Magna – Mater, Mater-Deorum, Berecynthia-Idea, dan juga Dindymene. Dindymene diperolehnya dari tiga gunung tinggi di Phrygia, dimana dia dibawa ke Roma sebagai Cybele selama perang Punic kedua, 205 SM, karena ketaatannya kepada perintah yang terkandung dalam buku Sybilline.

(hlm.15)

PEMBAGIAN DUNIA

Akhirnya diselesaikan secara suara bulat bahwa Zeus memegang kekuasaan di langit, sementara Aïdes mengatur dunia bawah, dan Poseidon memerintah penuh atas laut, tetapi kekuasaan Zeus diakui di semua tiga kerajaan, yaitu langit, bumi (termasuk laut), dan di dunia bawah. Zeus mempunyai istana di puncak Gunung Olympus, yang puncaknya berada di atas awan; kerajaan Aïdes berada di daerah suram di bawah bumi; dan Poseidon memerintah atas laut. Dunia masing-masing dewa ini diselimuti misteri. Olympus diselimuti kabut, hades diselubungi dalam kegelapan yang suram, dan laut dari zaman dulu hingga sekarang, merupakan sumber kekaguman dan ketertarikan yang mendalam.

Yang muncul dari bumi dan percikan darah Uranus, mendeklarasikan perang melawan para dewa dari Olympus, dan pertempuran pun terjadi, melelahkan dan berlarut-larut, sebagai akibat dari kemampuan yang diberika GÆa agar anak-anak ini tak terkalahkan sepanjang mereka terus menjaga kaki mereka tetap di tanah. Para Raksasa dapat teratasi, dan perang yang membosankan ini (yang disebut Gigantomachia) akhirnya berakhir. Raksasa yang paling berani diantaranya adalah Enceladus, Rhoetus, dan Mimas,

(hlm.16)

yang dengan energi dan semangat muda yang berapi-api, melemparkan batuan dan pohon ek yang terbakar ke arah langit dalam jumlah yang besar dan tahan menghadapi kilat Zeus. Salah satu monster paling kuat yang menentang Zeus dalam perang ini disebut Typhon atau Typhoeus. Ia adalah putra bungsu dari Tartarus dan  GÆa yang memiliki seratus kepala, dengan mata yang mampu menyebarkan teror ke siapa pun yang berani memandangnya, dan suara-suara yang menakutkan untuk didengar.

TEORI TENTANG ASAL-USUL MANUSIA

Sebagaimana ada berbagai teori tentang asal-usul bumi, ada juga berbagai cerita tentang terciptanya manusia.

Kepercayaan pertama dari bangsa Yunani adalah bahwa manusia berasal dari tanah.

(hlm.17)

Deucalion (Putera dari Prometheus) dan isterinya Pyrrha, karena kesalehan mereka, merupakan satu-satunya makhluk hidup yang selamat.

Atas perintah ayahnya, Deucalion membangun sebuah kapal, tempat ia da isterinya berlindung selama air bah, yang berlangsung selama sembilan hari. Pada saat air surut, kapal terdampar di Gunung Othrys di Thessaly, atau menurut beberapa cerita yang lain di Gunung Parnassus. Dari batu-batu yang dilempar oleh Deucalion muncullah kaum laki-laki dan dari batu-batu yang dilempar oleh Pyrrha muncullah kaum perempuan.

(hlm.19)

Teori dari Hesiod, yang tertua dari semua penyair Yunani, adalah bahwa Titan Prometheus, putera dari Iapetus, telah membentuk manusia dari tanah liat, dan Athene menghembuskan jiwa ke dalamnya. Penuh kasih sayang terhadap manusia yang telah diciptakannya, Prometheus ingin meningkatkan pemikiran mereka dan memperbaiki kondisi mereka dengan cara apa pun; oleh karenanya, ia mengajarkan mereka tentang astronomi, matematika, abjad, bagaimana menyembuhkan penyakit, dan seni ramal. Oia menciptakan ras dalam jumlah yang begitu besar sehingga para dewa mulai melihat perlunya untuk membuat undang-undang yang berkaitan dengan pengorbanan dan pemujaan untuk mereka sebagai imbalan untuk perlindungan yang diberikan kepada manusia. Untuk itu diadakan suatu pertemuan di Mecone untuk menyelesaikan hal-hal tersebut. Telah diputuskan bahwa Prometheus, sebagai penyokong manusia, harus myembelih seekor lembu jantan, yang harus dibagi menjadi dua bagian yang sama, dan bahwa para dewa harus memilih satu bagian yang untuk selanjutnya, di dalam semua pengorbanan di masa depan, di pisahkan untuk mereka.

(hlm.20)

Zeus berpura-pura ditipu, memilih tumpukan tulang, tetapi ia mengetahui tipu muslihat Promotheus, dan ia begitu marah atas penipuan yang dilakukan terhadapnya oleh Prometheus sehingga ia membalas dendam dengan menolak untuk memberikan api kepada makhluk hidup. Ia berusaha untuk mencuri beberapa percikan api dari kereta tempur matahari, yang dibawanya ke bumi dalam suatu tabung yang berlubang. Sangat marah karena kembali dikecoh, Zeus menetapkan untuk membalas pada manusia dulu dan kemudia pada Prometheus. Untuk menghukum manusia, ia memerintahkan Heph Æstus (vulcan) untuk membentuk seorang perempuan cantik dari tanah liat, dan menetapkan bahwa melalui perantaraannya kesusahan, dan kesengsaraan harus dibawa ke dalam dunia.

Hermes (Mercury) memberinya lidah yang halus dan merayu, Aphrodite memberinya kecantikan dan seni untuk menyenangkan, the Graces membuatnya mempesona, dan Athene (Minerva) memberinya kecakapan seorang wanita. Ia dinamakan Pandora, yang artinya pemberian-semua, dan telah menerima setiap atribut yang perlu untuk membuatnya mempesona dan tidak dapat ditolak. Makhluk yang sangat elok ini, dikenakan baju oleh the Graces, dan dimahkotai dengan bunga oleh the Seasons, dipimpin ke rumah Epimetheus oleh Hermes, pesuruh para dewa.

(hlm.21)

Epimetheus memiliki kotak hasil dari keahlian yang jarang, berisi semua berkat yang disediakan oleh para dewa untuk manusia, yang dilarangnya untuk dibuka. Namun keingintahuan seorang perempuan tidak dapat menahan godaan yang begitu besar, dan Pandora memutuskan untuk menyelesaikan misteri tersebut atas risiko apa pun. Tetapi tidak semua hilang. Begitu Harapan (yang terletak di bagian dasar) akan melarikan diri, dengan tergesa-gesa Pandora menutup kotak, dan dengan demikian mempertahankan untuk manusia penghibur yang tidak pernah gagal, yang membantu manusia berani memikul banyak masalah yang menyerang.

Setelah menghukum manusia, Zeus membalas dendam terhadap Prometheus. Ia merantainya pada sebuah batu di Gunung Caucasus, dan setiap hari mengirim seekor burung elang untuk menggerogoti hatinya, yang tumbuh kembali setiap malam dan siap untuk siksaan baru. Selama tiga puluh tahun Prometheus menjalani hukuman yang menakutkan ini, sampai akhirnya Zeus berbelas kasihan dan mengizinkan puteranya Heracles (Hercules) untuk membunuh burung elang tersebut, dan penderitaannya dilepaskan.

(hlm.22)

DINASTI KETIGA

DEWA-DEWA OLIMPUS

ZEUS (Jupiter)

Pertama, sebagai dewa dari seluruh fenomena udara; kedua, sebagai perwujudan dari hukum alam; ketiga, sebagai dewa kehidupan; dan keempat sebagai bapak para dewa dan manusia.

Hal ini bertentangan dengan ayahnya Cronus, yang mewakili waktu absolut, seperti kekekalan.

(hlm.23)

Bangsa Yunani percaya bahwa kediaman dewa maha besar dan maha kuasa mereka berada di atas Gunung Olimps, yaitu gunung yang tinggi dan megah di antara Thessaly dan Mcedon, di mana puncak gunung terbungkus dalam awan dan kabut yang tersembunyi dari pandangan manusia biasa.

(hlm.24)

Kepalanya dihiasi oleh mahkota yang terbuat dari daun oak.

Patung Zeus yang paling terkenal dibuat oleh pemahat terkenal Athena bernama Phidias, tingginya 40 kaki dan ditempatkan di kuil Zeus di Olympus. Patung itu terbuat dari Gading dan emas, merupakan mahakarya seni yang diakui sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Nike (Dewi Kemenangan)

(hlm.26)

Ynani yang memiliki begitu banyak negara kecil-kecil dan sangat berbeda satu sama lain, memanfaatkan momen ini sebagai sarana menyatukan bangsa Yunani dalam satu ikatan besar persaudaraan.

Burung kerajaan ini disucikan baginya, karena burung ini satu-satunya makhluk hidup yang manatap matahari tanpa berkedip sehingga dianggap mampu menatap kemuliaan paduka raja surgawi tanpa menciut.

Zeus memiliki tujuh orang istri yang abadi, mereka adalah Metis, Themis, Eurynome, Demeter, Mnemosyne, Leto, dan Hera.

METIS, istri pertamanya, adalah salah satu dari Oceanides atau bidadari laut. Inilah dewi Athena (Minerva), yaitu Dewi perlawanan Senjata dan Kebijaksanaan.

THEMIS, adalah Dewi Keadilan. Hukum, dan Ketertiban.

EURYNOME adalah salah satu dari Oceanides, dan ibu darri Charites atau Graces.

DEMETER, anak perempuan dari pasangan Cronus dan Rhea, adalah Dewi Pertanian.

MNEMOSYNE, anak perempuan Uranus dan Gæa, adalah Dewi Ingatan dan ibu dari sembilan Dewi.

LETO (Latona) adalah anak perempuan dari Cœus dan Phoebe. Hera, yang sangat cemburu padanya, menyiksanya dengan kekejaman yang terus-menerus dan mengirimkan ular mengerikan bernama Python untuk mankut-nakuti dan menyiksa dirinya ke mana pun ia pergi. Oleh karena itu Zeus membawanya ke Delos, sebuah pulau terapung di laut Ægean, di mana Zeus membuat stasioner dan melekatkannya dengan rantai di dasar laut tersebut. Disinilah Leto melahirkan dua orang bayi kembar, Apollo dan Artemis (Diana), dua dari dewa-dewi keabadian yang tercantik.

HERA, menjadi istri utama Zeus dan ratu langit, penjelasan yang lebih terperinci akan diberikan dalam satu bab khusus.

(hlm.28)

Karena diduga bahwa jika ia muncul dalam bentuk asli sebagai raja langit, maka kemuliannya akan menghancurkan manusia. Selir yang terkenal adalah Antiope, Leda, Europa, Callisto, Alcmene, Semele, Io, dan Danae.

ANTIOPE, adalah anak perempuan Nicteus, raja Thebes

(hlm.29)

LEDA, yang didatangi Zues dalam bentuk seekor angsa, adalah anak perempuan Thestius, raja Ætolia. Anak laki-laki kembarnya, Castor dan (Polydeuces atau) Pollux, terkenal karena kasih sayang

(hlm.30)

mereka satu sama lain. Castor akhirnya terbunuh di tangan Idas, dan Lynceus di tangan Pollux.

EUROPA adalah gadis cantik putri Agenor, raja Phœnicia. Ketika dia baru menaiki si Sapi, Zeus kembali ke bentuk asalnya dan membawa si penunggang cantik berenang melintasi laut menuju pulau Crete.

Europa adalah ibu dari Minos, Aeacus, dan Rhadamanthus. Minos, yang menjadi raja Crete, terkenal karena keadilan dan sikap

(hlm.31)

sederhananya dan setelah meninggal, ia dijadikan salah satu hakim bawah tanah bersama dengan saudara-saudaranya.

CALLISTO, anak perempuan dari Lycaon, raja Arcadia, adalah seorang pemburu dalam pasukan Artemis. Hera, yang sangat cemburu kepada Callisto, mengubahnya menjadi seekor beruang dan menyebabkan Artemis (yang tidak mengenali pelayannya dalam wujud seperti ini) memburunya dan membunuhnya.

ALCMENE, anak perempuan dari Electryon, raja Mycenae, telah dijodohkan dengan sepupunya yang bernama Amphytrion; namun selama kepergian Amphytrion ke medan perang, Zeus menjelma menjadi Amphytrion dan menggauli Alcmene. Heracles (kisahnya akan sangat termahsyur dan masuk dalam salah satu legenda Yunani) adalah anak laki-laki Alcmene dan Zeus.

SEMELE, seorang putri raja yang cantik dan anak perempuan Cadmus, Raja Phœnicia, sangat dicintai oleh Zeus. Zeus bersumpah atas nama Styx (sumpah dewa yang tidak dapat dicabut lagi) untuk mengabulkan permintaannya apa pun resikonya, Semele memohon kepada Zeus

(hlm.32)

untuk muncul dalam dirinya dalam seluruh kekuatan ilahi dan paduka raja, seus telah bersumpah untuk memberikan apa pun yang diminta, maka ia terpaksa memenuhi keinginan Semele; maka Zeus mengungkapkan dirinya sebagai maha dewa penguasa alam yang disertai dengan guntur dan kilat yang menyambar mengakibatkan Semele tewas seketika dalam nyala api yang berkobar.

IO, anak perempuan Inachus, raja Argos, adalah salah seorang pendeta wanita Hera. Di tepi sungai Nil, ia memperoleh kembali wujud asalnya dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Epaphus, yang selanjutnya menjadi raja Mesir dan membangun kota Memphis yang terkenal itu.

(hlm.33)

DANAE. – Zeus muncul di hadapan Danae dalam wujud hujan emas.

(hlm.34)

Kemudian mengubah Lycaon menjadi seekor serigala dan membunuh 50 orang anak laki-laki Lycaon dengan petir, kecuali Nyctimus, yang terselamatkan oleh campur tangan Gæa.

Jupiter

Jupiter Romawi yang seringkali disamakan dengan Zeus Yunani, identik dengan Zeus hanya dalam hal kedudukannya sebagai dewa pemimpin di Olympus dan sebagai dewa yang menguasai kehidupan, cahaya, dan udara. Jupiter adalah dewa kehidupan yang memiliki kekuasaan mutlak atas kehidupan dan kematian, berbeda dengan Zeus Yunani yang pada tingkat tertentu dikontrol oleh Moiræ atau fates.

Jupiter-Optimus-Maximus, Capitolinus, dan Tarpeius.

(hlm.35)

HERA (Juno)

Hera, anak perempuan tertua dari Cronus dan Rhea, dilahirkan di Samos, atau menurut sejumlah informasi, di Argos, dan diasuh oleh dewa laut Oceanus dan Tethys, yang menjadi simbol kesetiaan suami-istri. Hera adalah istri utama Zeus, dan sebagai ratu langit ikut serta dipuja dalam penghormatan yang diberikan kepada Zeus, namun kekuasaannya hanya sebatas udara (wilayah aërial yang lebih rendah). Hera adalah sosok seorang istri yang setia dan tanpa cela. Ia sangat membenci pelanggaran terhadap kesucian perkawinan. Kebenciannya yang sangat kuat terhadap pelanggaran ini membuatnya seringkali terpanggil untuk menghukum dewa dan manusia yang melakukannya.

Pada acara pernikahan peri laut Thetis dengan seorang manusia bernama Peleus, seluruh dewa dan dewi hadir, kecuali Eris (Dewi Perselisihan). Merasa marah karena tidak diundang, Eris berniat membuat perpecahan dalam acara tersebut. Ia melemparkan ke tengah-tengah tamu sebuah apel keemasan dengan tulisan “Untuk yang Tercantik”. Semua Dewi memperebutkan apel itu karena merasa paling cantik. Pada akhirnya, jumlah dewi yang bertikai berkurang menjadi 3, yaitu Hera, athene, dan

(hlm.36)

Aphrodite. Mereka sepakat untuk bertanya kepada Paris, yang terkenal karena kebijaksanannya dalam beberapa peristiwa sebelumnya. Paris – anak laki-laki Priam, raja Troy yang diabaikan sejak kelahirannya – menjamu teman-temannya di gunung Ida, Phrygia. Hermes, sebagai kurir dewa, diutus oleh ketiganya menemui penggembala muda tersebut, sementara mereka menunggu dengan cemas.

Terlepas dari apakah dia benar-benar berpikir bahwa Aphrodite yang paling cantik dari ketiga calon tersebut atau lebih menyukai seorang istri cantik daripada ketenaran dan kekuasaan, ia memutuskan bahwa aphrodite yang berhak atas apel keemasan tersebut. Aphrodite selanjutnya dinobatkan sebagai Dewi Kecantikan yang diakui di seluruh dunia. Hera, yang berharap Paris akan memberikan apel itu kepadanya, merasa sangat marah. Ia tidak pernah memaafkan Paris. Ia menyiksa Paris dan seluruh keluarga Priam. Penderitaan dan kemalangan yang dialami keluarga di perang Trojan merupakan akibat dari kemarahan tersebut. Pada kenyataannya, Hera memiliki kebencian sedemikian rupa sehingga sering menyababkan perselisihan rumah tangga antara dia dan Zeus, yang juga menjadi penyebab timbulnya perang Trojan.

Zeus menjadi sangat marah sehingga ia menggantung Hera di awan dengan sebuah rantai emas dan melekatkan besi landasan ke kakinya. Anak Hera yang bernama Hephæstus berusaha membebaskan ibunya dari kondisi yang menghina itu, menyebabkan Zeus melemparnya keluar dari langit dan membuat kakinya patah akibat terjatuh.

(hlm.37)

Ia meminta nasihat Cithaeron, raja Platea yang terkenal lembut dan arif bijaksana. Cithaeron menyarankan Zeus untuk menyamar menjadi pengantin wanita dan duduk di atas kereta perang sambil mengumumkan inilah Platea, istri masa depan Zeus. Tipu daya itu berhasil. Hera, yang marah karena merasa tersaingi, pergi menemui Platea dan menyerang sang pengantin wanita itu dan menyeret baju pengantinnya. Hera merasa puas berhasil mengungkap penipuan ini, dengan penuh kegembiraan ia duduk di atas kereta perang tersebut dan kembali ke Olympus.

Hera adalah ibu dari Ares (Mars), Hephæstus, Hebe, dan Eileithyia. Ares adalah Dewa Perang; Hephæstus adalah Dewa Api; Hebe adalah Dewa Pemuda, dan Eileithyia menguasai kelahiran manusia.

Kota-kota kesayangannya adalah Argos, Samos, Sparta, dan Mycenæ.

(hlm.38)

Perlombaan Altis dijalankan oleh para gadis muda untuk menghormati Hera. Gadis dengan gerak kaki tercepat menerima sebuah mahkota dari pohon zaitun dan sepotong daging segar.

Iris, si Pelangi, duduk di belakangnya.

Juno

Juno, dewi bangsa Romawi dianggap sama dengan Hera Bangsa Yunani.

(hlm.39)

Juno adalah tipe pelindung wanita dan istri yang dihormati dan dicintai. Tanggal 1 Maret ditetapkan sebagai hari diadakannya festival tahunan utama yang disebut Matronalia, sebagai penghormatan baginya dan dirayakan oleh seluruh wanita yang telah menikah di Roma dengan penuh khidmad.

PALLAS-ATHENE (Minerva)

Pallas-Athene, Dewi kebijaksanaan dan Perlawanan Besenjata, hanya dimiliki oleh bangsa Yunani; tidak ada negara lain yang memiliki dewi sejenis. Olympus diliputi salju sampai pada dasarnya; bumi dengan gembira menggemakan kembali teriakannya; laut bergelombang menjadi gelisah; dan Helios, dewa matahari, harus menahan kuda-kudanya yang bersemangat menyambut kemunculan dan pancaran dari dewi ini. Athene diakui sebagai salah satu anggota dewan para dewa dan menempatkan dirinya sebagai konselor yang paling cerdas dan setia dari seluruh konselor ayahnya.

(hlm.40)

Ketika Zeus berhenti mengunjungi bumi secara pribadi, Athene diberi kuasa olehnya untuk bertindak sebagai wakilnya. Ia juga memerintahkan manusia menggunakan angka-angka, terompet, kereta perang dan sebagainya dan memimpin pembangunan Argo, sehingga mendorong seni pelayaran yang bermanfaat.

(hlm.41)

Sebagai dewi politik, ia biasa dipanggil dengan nama Athene-Polias.

Dijelaskan dalam Iliad bahwa kami sering melihatnya berjuang di medan perang dengan penuh keberanian dan melindungi pahlawan kesayangannya; namun hal ini selalu dilakukan atas perintah Zeus, yang melengkapi dirinya dengan senjata untuk keperluan tersebut, karena diduga bahwa ia tak memiliki senjata apa pun. Salah satu senjata yang diberikan adalah ægis, yaitu perisai indah yang mampu berputar-putar dengan cepat untuk mempertahankan jaraknya dengan musuh; karena itulah namanya menjadi Pallas, frompallo, mengayun perisai. Bergambar kepala Medusa yang bisa mengubah seluruh orang yang memandangnya menjadi batu.

Sebagai tambahan bidang yang dilatihnya sehubungan dengan negara ini, Athene memimpin dua departemen utama industri perempuan, yaitu pemintalan dan penenunan. Dia juga memberikan sebuah jubah yang dibuat sendiri kepada Jason, ketika Jason berangkat mencari Emas Bulu (Golden Fleece).

(hlm.42)

Arachne, sebagai makhluk yang sensitif, sangat terluka dengan penghinaan seperti ini sampai ia gantung diri dalam keputusasaan. Ia kemudian diubah oleh Athene menjadi seekor laba-laba.

(hlm.43)

Kuil pemujaan Athena yang paling terkenal adalah Parthenon, yang berdiri di atas Acropolis di Athena. Di dalamnya terdapat patung yang sudah termasyur dunia yang dibuat oleh Phidias, artis besar berperingkat di bawah Zeus. Patung kolosal ini memiliki tinggi 39 kaki dan terbuat dari gading dan emas; kecantikan yang luar biasa menjadi daya tarik utama dari kuil tersebut.

Pohon yang disucikan baginya adalah pohon zaitun yang ia ciptakan ketika bertarung melawan Poseidon.

Minerva

Minerva dari Romawi identik dengan Pallas-Athene dari Yunani.

(hlm.44)

THEMIS

Dewa ini terkadang identik dengan Tyche, kadang identik dengan Ananke.

Themis, seperti halnya dewa Yunani lainnya, menempati posisi dewa yang lebih kuno dengan nama yang sama dengannya, yang ternyata anak perempuan dari pasangan Uranus dan Gæa.

(hlm.45)

HESTIA (Vesta)

Hestia adalah anak perempuan dari pasangan Cronus dan Rhea.

Pada abad-abad awal, perapian dianggap sebagai bagian tempat kediaman yang paling penting dan suci. Perlindungan terhadap api merupakan satu hal yang yang penting; jika sudah padam, akan sangat sulit menyalakannya kembali. Pada kenyataannya, perapian dianggap sebagai tempat suci di dalam rumah dan selalu didirikan di tengah rumah. Di sekitar perapian atau altar domestik ini berkumpul semua anggota keluarga; kepala rumah tangga menduduki tempat kehormatan, tempat terdekat dengan lokasi perapian tersebut. Jika orang asing ini berhasil menyentuh altar suci, maka ia selamat dari pengejaran dan hukuman dan dilindungi oleh keluarga tersebut.

(hlm.46)

Vesta

Vesta merupakan salah satu dewa-dewa awal Romawi.

DEMETER (Ceres)

Demeter (dari kata Ge-meter, ibu-bumi) adalah anak perempuan dari pasangan Cronus dan Rhea.

(hlm.47)

Gæa mewakili bumi secara menyeluruh dengan kekuatan bawah tanah yang sangat besar; Rhea adalah kekuatan produktif yang menyebabkan tumbuhan mulai bersemi sehingga dapat mempertahankan kehidupan manusia dan hewan; Demeter menguasai pertanian, serta memimpin dan memanfaatkan kekuatan produktif Rhea.

(hlm.48)

Helios, dewa-matahari yang maha melihat dan Hecate, dewa yang misterius dan sangat kuno, mendengar sendiri tangisan minta tolong tersebut namun tidak berdaya untuk memberi pertolongan.

(hlm.49)

Mereka segera membawa kabar baik bahwa ibunya menginginkan Demeter menjadi perawat bagi bayi laki-lakinya yang bernama Demophoon atau Triptolemus.

(hlm.50)

Sayangnya pola pengasuhan ini dihancurkan oleh Metaneria sendiri sangat ingin tahu siapa sebenarnya pengasuh anaknya. Ketika ia melihat anak laki-lakinya dibaringkan dalam nya api, ia berteriak kencang Demeter yang sangat marah karena gangguan ini, dengan segera menarik anak kecil itu dan melemparnya ke tanah, kemudian mengungkapkan sosoknya yang sebenarnya.

(hlm.51)

Akhirnya Zeus mengirim Hermes, pelayan setianya ke dunia bawah tanah untuk meminta Aïdes mengembalikan Perspehone ke pelukan ibunya yang sedang sedih.

(hlm.52)

Aïdes tidak mengalami kesulitan untuk melakukan hal itu, karena Ascalaphus, anak laki-laki Acheron dan Orphane, adalah saki dalam peristiwa tersebut.

Para penyair yang pertama kali mencuptakan mitos ini semata-mata bertujuan membuat cerita kiasan yang menggambarkan adanya perubahan musim yang; namun demikian, dalam perjalanannya, cerita sejenis ini memiliki arti tersendiri dan orang Yunani percaya bahw mereka memiliki makna religius, lebih dari sekedar cerita puitis.

(hlm.53)

Diyakini bahwa dalam tahun-ahun berikutnya satu pengertian mendalam coba disampaikan oleh mitos yang indah ini, yaitu doktrin kekekalan jiwa.

(hlm.54)

Anak perempuannya yang bernama Metra, yang sangat menyayanginya, memiliki kekuatan untuk mengubah dirinya menjadi berbagai bentuk hewan yang berbeda untuk kemudia dijual oeh ayahnya.

Ceres

Ceres di Romawi sesungguhnya adalah Demeter di Yunani; keduanya hanya berbeda nama sedangan atribut, pemujaan, festival, dan sebagainya persis sama.

Bangsa Romawi berhutang budi kepada bangsa Sicily yang memperkenalkan keberadaan dewa ini. 

Cerealia, atau perayaan untuk menghormati Ceres, dilaksanakan pada tanggal 12 April dan berakhir setelah beberapa hari. 

APHRODITE (Venus)

Aphrodite (dari kata aphros, buih-laut, dan dite, dikeluarkan), anak perempuan Zeus dan seorang peri-laut yang bernama Dione, adalah dewi cinta dan kecantikan.

(hlm.55)

Aphrodite dalah ibu Eros (Cupid). Dewa cinta, dan Æneas, pahlawan besar Trojan dan pemimpin koloni Yunani yang menetap di Italia dan membangun kota Roma.

Aphrodite dekat dengan seorang pemuda Elok bernama Adonis, yang terkenal karena ketampanannya. Adonis tidak memiliki ibu dan Aphrodite, yang merasa kasihan padanya, memperhatikan dan tidak mempercayai dirinya diasuh Persephone, yang sangat menyayangi Adonis dan tidak mau berpisah darinya.

Zeus, yang tertarik oleh persaingan kedua ibu angkat ini, memutuskan bahwa Adonis harus menghabiskan watu 4 bulan setiap tahun dengan Persephone, 4 bulan dengan Aphrodite, sementara sisa 4 bulan berikutnya dia harus memutuskan sendiri. Namun demikian, ia begitu menyayangi Aphrodite sehingga ia secara sukarela bertunangan dengannya ketika tiba waktu untuk membuat keputusan sendiri. Adonis, terbunuh oleh seekor babi hutan buas. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam pada diri Aphrodite yang terus menerus meratapi kehilangannya sehingga membuat Aïdes, merasa kasihan. Ia mengijinkan Adonis untuk menjalani setengah tahun denga Aphrodite, sementara setengah tahun sisanya dihabiskan Adonis di dunia bawah tanah.

Para pelayan yang biasa melayaninya adalah Charites atau Graces (Euphrosyne, Aglaia, dan Thalia), yang digambarkan tidak berbusana dan terjalin dalam pelukan cinta.

(hlm.56)

Versi yang sangat puitis atas kelahirannya adalah ketika Uranus terluka oleh anak laki-laki Cronus, darahnya bercampur dengan buih laut, dimana perairan yang bergelembung berubah menjadi warna merah jambu dan dari kedalaman muncul Aphrodite, dewi cinta dan kecantikan.

(hlm57)

Penghargaan terhadap Venus dari Milo yang sekarang ditempatkan di Louvre. Berwujud patung yang sangat indah. Kepalanya terbentuk dengan indah; rambutnya yang panjang bergelombang menjuntai ke bawah melewati kening yang tidak terlalu lebar kemudian digabungkan  menjadi dalam satu simpul kecil di bagian belakang kepalanya; raut wajahnya sangat mempesona dan mengungkapkan kombinasi antara kegembiraan dan kewibawaan seorang dewi; keliman kainnya jatuh dalam lipatan-lipatan rapi ke bawah; dan sikapnya secara menyeluruh merupakan perwujudan dari seluruh aspek keanitaan yang anggun dan rupawan.

Tidak ada keraguan bahwa dia sama dengan Astarté yang terkenal, the Ashtoreth of the Bible, menentang mereka yang melakukan pemujaan berhala dan ritual keji yang melemparkan Anathemas yang maha mulia dan berkuasa.

Venus

Venus dari Romawi identik dengan Aphrodite dari Yunani.

(hlm.58)

HELIOS (Sol)

Menurut konsepsi paling awal dari Yunani kuno, Helios tudak hanya dewa matahari, melainkan juga perwujudan dari kehidupan dan seluruh kekuatan yang memberikan hidup, karena cahaya merupakan unsur yang sangat diperlukan dalam kehidupan.

Helios, anak laki-laki dati pasangan Titans Hyperion dan Theia, digambarkan sebagai terbitnya setiap pagi di bagian timur dan dilanjutkan oleh saudara perempuannya yang bernama Eos (Subuh), menggunakan jari-jarinya yang kemerahan untuk melukis ujung gunung dan memisahkan lapisan berkabut yang akan dimunculkan oleh saudara laki-lakinya.

Kereta perang yang terbuat dari emas yang berkilau ini ditarik oleh empat ekor kuda yang bernafas api dan dibelakangnya berdiri tegak dewa muda dengan mata yang berkilat dan kepala diselubungi dengan sinar.

(hlm.59)

Ia selalu diikuti oleh saudara perempuannya bernama Selene (Bulan), yang bersiap mengambil alih dunia dan menerangi malam berdebu dengan bulan sabit keperakan. Helios sementara waktu beristirahat dari pekerjaannya dan bersandar dengan perlahan di atas tempat pembaringan harus dan sejuk yang dipersiapkan baginya oleh peri laut, mempersiapkan dirinya untuk menghadapi satu lagi hari yang diberkati, mengispirasi, penuh dengan keindahan.

Homer dipanggil sebagai saksi ketika sumpah diambil karena ia dipercaya melihat segala sesuatu yang terjadi, kemampuan inilah yang digunakan untuk memberitahu Demeter tentang nasib anak perempuannya, sebagaimana telah diceritakan sebelumnya. Diduga ia memiliki kawanan dan kumpulan gembala di berbagai lokasi atau bintang-bintang di langit yang bertugas mengawasi siang dan malam sepanjang hari.

Helios dikisahkan mencintai Clytie, seorang anak perempuan Oceanus, yang juga membalas cintanya; namun seiring dengan waktu, dewa matahari yang plin plan itu memindahkan  hatinya kepada Leucothea, anak

(hlm.60)

perempuan Orchamus, raja negara bagian timur.

Selama 9 tahun lamanya dia memalingkan wajahnya ke dewa terang yang agung yang selalu bergerak di atas langit, sampai akhirnya kakinya berubah menjadi akar di dalam tanah dan dia berubah bentuk menjadi sejenis bunga yang selalu berpaling ke arah sinar matahari.

Helios menikah dengan Perse, anak permpuan Oceanus, dan melahirkan anak bernama Aëtes, raja Colchis (dirayakan dalam legenda Argonauts sebagai pemilik Golden Fleece), dan Circe, si tukang sihir terkenal.

Helios memiliki anak laki-laki lainnya bernama Phaethon, dari istrinya Clymene, salah satu dari Oceanides.

(hlm.61)

Sang ayah mendengar permintaan yang mengerikan itu dan berusaha mematahkan keinginan itu mengingat besarnya bahaya yang mungkin dihadapi; namun si anak laki-lakinya ini tidak mau mendengar seluruh nasihatnya dan memaksa keinginan tersebut, maka Helios dengan segan membiarkan anaknya untuk mengendarai kereta tersebut. Phaethon berhenti sejenak untuk mengagumi keindahan perlengkapan yang berkilauan itu, pemberian dari dewa api dibuat dari emas dan dihiasi oleh batu-batu berharga yang mencerminkan sinar matahari. Helios yang melihat saudara perempuannya, Dawn, membuka pintu di timur yang kemerahan, memerintahkan Hour untuk mencambuk kuda penarik kereta. Dewi-dewi dengan cepat mematuhi perintah itu dan sang ayah kemudian meminyaki wajah anaknya dengan krim suci sehingga ia mampu bertahan dalam nyala api yang terbakar yang berasal dari lubang hidung kuda tersebut dan dengan sedih menempatkan mahkota sinarnya di atas kepalanya, kemudian menyuruhnya untuk mengendarai kereta.

(hlm.62)

Bumi yang hangus meminta tolong kepada Zeus, yang menghempaskan petirnya di Phaethon, dan membuat kuda-kuda yang bernyala api itu berhenti sama sekali.

Para dewa yang tergerak oleh rasa kasihan kemudian mengubahnya menjadi sejenis angsa, yang selalu merenung di atas perairan tempat sahabatnya menemui kematian.

(hlm.63)

Pada masa Titanomachia, ketika dewa-dewa membagi dunia, Helios tiak hadir dan sebagai akibatnya tidak memperoleh bagian apa pun. Ia mengadi kepada Dewa Zeus yang mengusulkan untuk melakukan pembagian baru, namun Helios tidak setuju dan mengatakan bahwa ketika ia sedang melakukan perjalanan, matanya yang awas melihat sebuah pulau yang indah dan subur yang terletak jauh di bawah laut. Jika manusia bersumpah memberikan padanya pulau ini, maka ia setuju menerimanya sebagai bagian dunia untuknya. Para dewa kemudian mengambil sumpah, dan pulau Rhodes segera naik ke atas permukaan laut dengan sendirinya.

Colossus of Rhodes yang terkenal sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia, didirikan untuk menghormati hellios. Patung indah ini tingginya 105 kaki dan dibuat dari kuningan; patung ini membentuk jalan masuk menuju pelabuhan di Rhodes. Kapal-kapal besar dapat dengan mudah berlayar antara kaki-kakinya yang berdiri di atas pangkalan laut, di masing-masing sisi pelabuhan. Meskipun begitu besar, patung ini sangat proporsional dalam setiap bagiannya. Sejumlah ide tentang ukurannya dapat diambil berdasarkan kenyataan bahwa sangat sedikit orang mampu menjangkau ibu jari patung ini dengan lengan mereka.

EOS (Aurora)

Eos, The Dawn, sama seperti saudara laki-lakinya Helios, juga didewakan oleh bangsa Yunani Kuno.

(hlm.64)

Eos pertama kali menikah dengan Titan Astræus, melahirkan Heosphorus (Hesperus), bintang malam dan angin. Setelah itu dia menikah dengan Tithonus, anak laki-laki Laomedon, raja Troy, yang telah enarik perhatiannya karena keelokan wajahnya yang tiada bandingnya; dan Eos, yang merasa tidak bahagia karena takut mereka akan terpisahkan oleh maut, memberikan kepadanya karunia keabadian dari Zeus, namun lupa menambahkan karunia itu dengan usia muda selamanya.

(hlm.65)

PHŒBUS-APOLLO.

Phœbus-Apollo, Dewa Cahaya, Ramalan, Musik, Puisi, Kesenian, dan Ilmu pengetahuan, sejauh ini merupakan konsepsi yang paling mulia dalam seluruh rentang mitologi Yunani Kuno

Apollo adalah anak laki-laki dari pasangan Zeus dan Leto, dan dilahirkan di bawah naungan sebuah pohon palem yang tumbuh di kaki Gunung Cynthus, di Pulau Delos yang berbatu-batu dan tandus.

(hlm.66)

“Lira emas,” katanya, “akan menjadi teman saya, busur panah menjadi kesenangan saya dan dalam ramalan saya akan menceritakan masa depan yang gelap.” Anak laki-laki Zeus yang paling tampan dan mulia.

(hlm.67)

Kakak adik bersaudara ini membagi fungsi di antara mereka, dimana yang laki-laki menetapkan laki-laki sebagai tujuan dan yang perempuan menetapkan wanita sebagai tujuan dan mereka yang khususnya meninggal saat usia masih muda atau usia lanjut dipercaya telah terbunuh oleh anak panah mereka.

Ia juga dianggap sebagai dewa pemulihan; namun fitur ini lebih terlihat dalam diri anak laki-lakinya yang bernama Asclepius (Æsculapius), dewa ilmu pemulihan yang sesungguhnya.

(hlm.69)

Tempat itu dijaga oleh ular besar Python, sumber malapetaka di lingkungan sekitar dan teror bagi manusia dan ternak. Sang dewa muda, penuh keyakinan atas tujuannya, menyerang dan membunuh monster itu dengan anak panahnya, maka terbebaslah masyarakat dari musuh besar mereka.

Apollo-Delphinios, karena ia pertama kali mendekati mereka dalam wujud seekor lumba-lumba, jadi itulah cerita terbentuknya peramal Delphi yang terkenal, satu-satunya

(hlm.70)

lembaga yang tidak bersifat eksklusif secara nasional karena dijalankan juga oleh Lydians, Phrygians, Etruscans, Romans dan sebagainya. Lembaga itu diberikan penghormatan tertinggi di seluruh penjuru dunia.

Cinta pertamanya adalah Daphne (anak perempuan Peneus, dewa-sungai), yang begitu enggan untuk menikah sehingga ia memaksa ayahnya untuk mengijinkannya terus hidup membujang.

(hlm.71)

Di sana Eros menarik dua anak panah dari tabung busurnya dengan kemahiran yang berbeda – satu dari emas yang memiliki efek memberikan inspirasi cinta; dan lainnya dari timah yang menciptakan kebencian. Dia menghunjam jantung Apollo dengan panah emas, sementara panah timah diarahkan ke dada si cantik Daphne. Putra Leto ini tiba-tiba merasakan cinta yang amat besar terhadap sang bidadari, sementara sang bidadari merasa sangat membenci sang dewa sampai-sampai ia lari seperti seekor rusa yang diburu. Apollo memahkotai kepalanya dengan daun salam dengan rasa sedih, baginya daun salam itu merupakan perlambang kisah cintanya yang tak lekang dan suci.

Pencarian cinta Apollo berikutnya adalah Marpessa, anak perempuan Evenus; meskipun ayahnya menyetujui lamaranya, si gadis ternyata lebih menyukai seorang anak muda bernama Idas, yang berusaha membawanya dalam sebuah kereta kuda bersayap yang telah ia peroleh dari Poseidon. Apollo mengejar mereka dan berusaha dengan paksa merampas pengantin wanita, tapi dan gadis itu menolak untuk menyerahkan dirinya.

(hlm.72)

Meskipun daya tarik dewa Apollo sangat menonjol daripada Idas, akan lebih bijaksana untuk bersatu dengan manusia yang tumbuh tua seperti dirinya, dan tidak akan meninggalkannya ketika dia sudah tua dan kehilangan daya tariknya.

Cassandra anak perempuan Priam, raja Troy, adalah objek cinta Apollo lainnya. Cassandra berpura-pura menerima cinta Apollo dan berjanji untuk menikah dengannya, asalkan Apollo bersedia memberikan karunia meramal; setelah keinginannya dikabulkan, si gadis licik itu menolak untuk memenuhi janjinya.

Apollo selanjutnya menikah dengan Coronis, seorang dayang Larissa, dan menganggap dirinya sendiri bahagia karena memiliki cinta yang tulus; namun sekali lagi dia mengalami kekecewaan karena suatu hari burung kesayangannya, si gagak, terbang ke arahnya dengan informasi bahwa istrinya telah memindahkan rasa cintanya ke seorang pemuda bernama Haemonia. Apollo, yang terbakar amarahnya membunuh Coronis dengan salah satu dari anak panah pencabut nyawa miliknya. Ia menghukum burung gagak atas kecerewetannya dengan mengubah warna bulunya dari semula putih murni menjadi sangat hitam dan melarangnya untuk terbang lebih lama daripada jenis burung lainnya.

(hlm.73)

Coronis memberikan seorang bayi laki-laki bernama Asclepius, yang selanjutnya menjadi dewa obat. Kekuatannya sungguh luar biasa, ia tidak hanya bisa menyembuhkan orang sakit namun juga dapat menghidupkan orang mati. Aïdes mengeluh kepada Zeus karena jumlah manusia di bawah kekuasaannya berkurang setiap hari. Sang penguasa agung Olympus yang khawatir suatu saat umat manusia yang terlindung dari penyakit dan kematian akan mampu menentang dewa mereka sendiri, membunuh Asclepius dengan salah satu dari petirnya.

Tidak mampu memenuhi rasa marahnya kepada Zeus, ia kemudian menghancurkan Cyclops, yang membuat petir maut itu. Apollo dibuang oleh Zeus ke Tartarus, namun atas campur tangan Leto, ia mengalah dan rela menjadi budak sementara di rumah kediaman Admetus raja Thessaly. Selama masa itu, raja ingin meminang Alcestis, anak perempuan cantik Pelias, seorang anak laki-laki Poseidon; namun ayahnya mengumumkan bahwa ia hanya akan menyerahkan anak perempuannya kepada peminang yang berhasil mengalahkan seekor singa dan seekor babi hutan ganas.

Namun “hidup itu indah” bahkan untuk orang yang berusia lanjut dan mereka berdua menolak untuk berkorban untuk

(hlm.74)

Admetus. Diam-diam, Alcestis rela menyerahkan hidupnya demi suaminya. Ia menderita penyakit berkepanjangan yang tidak dapat disembuhkan.

(hlm.75)

Apollo menghukumnya dengan memberikannya telinga keledai karena kebodohannya ini. Midas mencoba menutupi aibnya

(hlm.76)

ini dengan menggunakan topi; ia juga menyogok tukang cukurnya dengan harta yang banyak agar tidak membocorkan rahasia ini. Ternyata, ia sendiri yang tidak tahan menyimpan rahasia ini. Ia menggali sebuah lubang dan berbisik ke dalamnya. Setelah itu ia pulang dengan hati lega karena merasa telah melepaskan semua beban pikirannya. Ia tidak tahu bahwa sejumlah alang-alang muncul dari tanah yang dia gali dan membisikan rahasianya tak henti-henti. Akhirnya rahasia yang sangat memalukan ini terungkap juga ke dunia: “Raja Midas memiliki telinga keledai.”

(hlm.77)

Hukuman untuk Niobe diabadikan dalam sebuah patung marbel yang ditemukan di Roma pada tahun 1553 dan sekarang berada di galeri Uffizi, Florence.

Penyanyi terkenal Orpheus adalah anak laki-laki dari pasangan Apollo dan Calliope dan sebagaimana diturunkan orangtuanya, dianugerahi otak yang cemerlang.

Orpheus menikah dengan peri cantik yang bernama Eurydice, anak perempuan dewa laut Nereus, yang sangat ia cintai. Peri tersebut sangat terikat sampai akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung singkat; karena Aristæus, saudara laki-laki kembaran Orpheus, juga jatuh cinta dengan si cantik Eurydice. Ia berusaha mengambilnya secara paksa dari suaminya. Eurydice kabur untuk menghindari kejarannya. Malangnya, kaki Eurydice digigit seekor ular berbisa yang bersembunyi di alang-alang yang rimbun. Eurydice meninggal akibat luka gigitan ular tersebut dan Orpheus memenuhi hutan kecil dan lembah tersebut dengan ratapannya yang memilukan.

(hlm.78)

Rasa sedih Orpheus jauh lebih besar dari kehilangan sebelumnya dan menyebabkan ia menghindari semua orang. Sia-sia sudah usahanya untuk mengembalikan sang peri pendamping hidupnya.

(hlm.79)

Bangsa Yunani percaya Delphi akan menjadi titik pusat bumi karena dua ekor burung elang yang telah dikirim oleh Zeus, satu dari timur dan satu lagi dari barat, sampai di Delphi pada waktu yang bersamaan.

(hlm.80)

Roman Apollo

(hlm.81)

HECATE

Hecate adalah dewi bulan yang dipuja oleh Thracians. Dia dipermalukan dan dikaitkan dengan Selene dan Persephone.

(hlm.82)

Hecate adalah anak perempuan Perses dan “si terlingkup-emas” Astræa (malam bercahaya).

(hlm.83)

SELENE (Luna)

Ketika naungan malam mulai menyelubungi bumi, dua kuda putih-susu Selene bangkit dari kedalaman Oceanus yang misterius. Duduk di atas kereta perang keperakan dan ditemani oleh saudara perempuannya Herse, dewi embun, muncullah ratu malam yang lemah-lembut, dengan tanda bulan sabit di keningnya, sebuah kerudung tipis yang melambai di belakangnya, dna sebuah obor yang menyala di tangannya.

Ketika melihat anak muda rupawan ini tertidur di Gunung Latmus, Selene begitu terpesona dengan keelokan parasnya sehingga ia turun setiap malam dari langit untuk mengawasi dan melindunginya.

ARTEMIS (Diana)

ARCADIAN ARTEMIS

Anak perempuan dari Zeus dan Leto, dan kakak perempuan-kembar dari Apollo. Dia adalah dewi Pemburu dan Kesucian yang mendapatkan ijin dari ayahnya untuk tidak menikah dan dikenal sebagai satu-satu dewa

(hlm.84)

Yang masih gadis.

(hlm.86)

Setelah melewati pertarungan yang panjang dan mendebarkan Meleager berhasil membunuh monster tersebut dan menyerahkan kepala dan kulit monster itu kepada Atalanta sebagai tropi kemenangan.

(hlm.88)

EPHESIAN ARTEMIS

Dalam karakternya sebagai cinta yang meresapi seluruh alam dan menembus ke setiap tempat, mereka juga percaya ia hadir dalam Realm of Shades yang misterius di mana ia melatih sifat baik hati, yang menggantikan dewa kuno Hecate sampai tingkat tertentu, dan sebagian lagi merebut tempat Persephone, sebagai pelindung wanita kaum bawah tanah.

Ctesiphon, arsitek utama bangunan terkenal dunia ini, membangunnya dalam waktu 220 tahun. Malangnya, pekerjaan berabad-abad dihancurkan dalam waktu satu malam ketika seseorang bernama Herostratus, berambisi membuat namanya terkenal sampai ke generasi selanjutnya, membakar dan menghancurkan bangunan itu. Sedemikian besarnya kemarahan dan kesedihan masyarakat Efesus atas bencana ini, sehingga mereka menerapkan undang-undang yang melarang siapa pun menyebut nama Herostatus. Nama Herostatus diserahkan untuk anak cucu dan akan terus hidup bersama cerita tentang Kuil Efesus yang terkenal itu.

(hlm.90)

BRAURONIAN ARTEMIS

Keputusan ini dikeluarkan oleh dewi Taurian dari Chastity, untuk melindungi kemurnian pengikutnya, dengan meisahkan dari pengasuh asing.

Ada sebuah kisah menarik dari Iphigenia, di mana seorang pendeta wanita di kuil Artemis di Tauris, manjadi subjek dari drama Schiller yang paling indah.

(hlm.91)

Korban malang itu diikat ke altar, sebuah pisau mematikan diangkat untuk mengakhiri hidupnya, ketika tiba-tiba Iphigenia menghilang dari pandangan digantikan oleh seekor rusa indah yang siap untuk dikorbankan. Ternyata Artemis kasihan pada korbannya yang muda dan cantik. Iphigenia dibawa dalam awan ke Taurica, di mana dia menjadi salah satu pendeta wanita Artemis, dan dipercaya untuk mengurus candinya. Sebuah kenaikan martabat untuk Iphigenia, walaupun dia harus menyiapkan korban-korban manusia yang akan disajikan kepada Artemis.

Mereka adalah Orestes dan Pylades, ikatan kuat antara keduanya telah membuat nama mereka menjadi simbol persahabatan setia. Orestes adalah saudara laki-laki Iphigenia, dan Pylades sepupunya.

(hlm.92)

Ibu yang anaknya menjadi korban pencambukan sampai meninggal merasa bahagia karena menurut mereka inilah cara mati yang terhormat.

 (hlm.93)

Diana

Diana dari Romawi dikenal dengan Artemis dari Yunanii. Di surga ia adalah Luna (Bulan), di bumi ia adalah Diana (dewi-pemburu wanita), dan di dunia ia adalah bawah Proserpine;  tetapi, tidak seperti Artemis Ephesian, Diana dalam perannya sebagai Proserpine, tidak membawa unsur cinta atau simpati bersamanya ke dunia bawah.

Patung-patung Diana umumnya didirikan pada titik di mana tiga jalan bertemu, karena alasan ini dia disebut Trivia (dari tri=tiga, dan via=cara).

(hlm.94)

HEPHAESTUS (Vulcan)

Hephaestus putra dari Zeus dan Hera, adalah dewa api dan dewa pemimpin atas semua keterampilan kerja yang dicapai dengan menggunakan api. Ia mengajar orang-orang bagaimana mengolah logam, dan juga seni yang berharga dan berguna lainnya.

(hlm.95)

Zeus memberikan hadiah atas penghargaannya terhadap pemberian berharga ini, dengan menikahkan Hephaestus dengan Aphrodite yang cantik. Tapi ini adalah anugerah yang dipertanyakan, sebab Aphrodite yang merupakan gambaran dari semua keanggunan dan keindahan, tidak merasa sayang kepada pasangannya yang canggung dan tidak menarik, dan sering menertawakan gerakan canggungnya.

Aphrodite sangat menginginkan Ares menjadi suaminya, dan keinginan ini tentu saja menimbulkan kecemburuan bagi Hephaestus, dan menjadi sumber ketidakbahagiaan bagi mereka.

(hlm.96)

Baju besi Achilles dan Æneas, kalung indah harmonia, dan mahkota Ariadne, tetapi karya terbesarnya adalah Pandora, yang telah diceritakan sebelumnya.

(hlm.97)

Vulcan

Nama Romawinya, Vulcan, tampaknya akan menandakan hubungan dengan pencipta pengerjaan logam pertama yang hebat dalam sejarah Alkitab, Tubal-Cain.

POSEIDON (NEPTUNE)

Poseidon adalah anak laki-laki dari Kronos dan Rhea, dan saudara Zeus. Dia adalah dewa laut, lebih khususnya di Mediterania.

(hlm.99)

Meskipun Poseidon memerintah dengan kekuasaan mutlak atas lautan dan penduduknya, namun ia patuh kepada kehendak penguasa besar Olympus, dan muncul setiap saat dibutuhkan.

(hlm.100)

Poseidon menikahi seorang peri laut bernama Amphitrite, yang ia rayu dalam bentuk lumba-lumba. Amphitrite cemburu terhadap seorang gadis cantik bernama Scylla, yang juga dicintai oleh Poseidon, dan untuk membalaskan dendamnya, ia melemparkan beberapa tumbuhan ke dalam sumur di mana Scylla sedang mandi.

Para cyclops yang telah disinggung dalam sejarah Cronus, adalah anak-anak Poseidon dan Amphitrite. Mereka adalah ras liar pertumbuhan

(hlm.101)

Raksasa, sifat dasar mereka mirip dengan para raksasa yang lahir di bumi (earth-born Giants), dan masing-masing hanya punya satu mata di tengah dahi mereka. Mereka bekerja sebagai pekerja Hephaestus, yang ruang kerjanya di jantung gunung Vulkanik Athena.

Raksasa ini jatuh cinta pada seorang peri cantik bernama Galatea. Tetapi, karena mungkin kata-katanya diduga tidak diterima oleh gadis cantik itu, menolaknya karena seorang pemuda bernama Acis.

(hlm.102)

Jika hidup mereka tidak diputuskan sebelum mencapai kedewasaan, rencana asusila mereka pasti sudah terlaksana.

Athena dan Poseidon menyatakan hak untuk menamakan kota Cecropia (kota kuno Athena). Sebuah perselisihan keras timbul. Akhirnya, diselesaikan oleh dewan para dewan Olympus, yang memutuskan bahwa siapa pun yang bisa mempersembahkan hadiah paling berguna bagi umat manusia, harus mendapatkan hak istimewa untuk penamaan kota. Poseidon menghantam tanah dengan trisulanya, dan seekor kuda melompat keluar dengan seluruh kekuatan liar dan keindahan yang anggun. Athena, menyentuh tempat tersebut dengan tongkat sihirnya, keluar pohon zaitun.

(hlm.103)

Neptune

(hlm.104)

DEWA-DEWA LAUT

OCEANUS

Oceanus adalah anak dari Uranus dan Gaea. Dia adalah lambang dari air yang terus mengalir.

NEREUS

PROTEUS

Proteus, lebih akrab dikenal sebagai “Pak Tua dari Laut (The Old Man of The Sea)”, merupakan putra Poseidon yang memiliki kemampuan meramal.

(hlm.105)

TRITON AND THR TRITONS

Sama dengan dewa kecil.

GLAUCUS

(Hlm.106)

THETIS

Namun sudah diramalkan bahwa anak laki-laki dari Thetis akan mendapatkan supremasi (keunggulan) atas ayahnya, maka mereka melepaskan niat mereka, dan dia menjadi istri dari Peleus, anak lelaki dari Æacus, seperti Proteus, Thetis memiliki kekuatan untuk mengubah dirinya menjadi berbagai bentuk yang berbeda, dan ketika dirinya dirayu oleh Peleus ia menggunakan kekuatan ini untuk menghindari diri darinya.

Thetis pernah memakai pengaruh dewa langit, yang, seperti akan kita lihat selanjutnya, ia gunakan demi putranya yang terkenal itu, Achilles,

(hlm.107)

Dalam perang Troya.

Kingfishers (halcyones). “hari-hari-halycon (Halycon-days),” yang berarti masa istirahat dan kebahagiaan tidak terganggu.

THAUMAS, PHORCYS, AND CETO

Thaumas, Phorcys, dan saudara perempuan mereka Ceto, yang merupakan keturunan dari Pontus.

Thaumas (yang namanya berarti keajaiban, ‘Wonder’) melambangkan kondisi yang khas dan tembus cahaya dari permukaan laut ketika ia cerminkan, seperti-cermin, berbagai gambaran, dan muncul terus dalam rangkulan tembus cahaya.

Tahumas menikah dengan Electra (yang namanya berarti cahaya gemerlap yang dihasilkan oleh listrik), anak perempuan Oceanus.

(hlm.108)

LEUCOTHEA

Leucothea awalnya adalah seorang manusia bernama Ino, anak perempuan Cadmus, raja Thebes.

THE SIREN

ARES (MARS)

Ares, putra dari Zeus dan Hera, adalah dewa perang, yang bangga akan perjuangan untuk kepentingan diri sendiri; ia mencintai kekacauan dan malapetaka dari medan pertempuran, dan senang dalam pembantaian dan pemusnahan , bahkan ia menyajikan roman muka penuh kebajikan yang mungkin bisa bereaksi positif pada kehidupan manusia.

(hlm.109)

Ares, tampaknya telah menjadi objek dari keengganan untuk semua dewa-dewa Olympus, kecuali Aphrodite. Sebagai anak laki-laki Hera, ia telah mewarisi perasaan terkuat akan kemerdekaan dan kontradiksi, dan ia senang mengacaukan jalannya kehidupan negara yang damai itu, dia tentu saja tidak disukai dan bahkan dibenci oleh Zeus.

(hlm.110)

Ares dibebaskan, dan kejadian ini dianggap telah memunculkan nama Areopagus (atau Bukit Ares), yang kemudian menjadi sangat terkenal sebagai pengadilan keadilan.

Teman-temannya adalah Terror and Fear; Enyo, dewi seruan-perang (war-cry); keidomos, iblis dari kebisingan pertempuran, dan Eris (Pertikaian), saudara perempuan-kembarnya dan teman, yang selalu mendahului kereta perangnya ketika dia bergegas ke pertempuran.

Mars

(hlm.111)

Orang-orang Romawi memandang dirinya sebagai pelindung khusus mereka, dan menyatakan dia telah menjadi ayah dari Romulus dan Remus, pendiri kota mereka.

Ia dipanggil Gradivus (dari gradus, langkah), itu yang terkenal diyakini oleh orang-orang Romawi bahwa ia sendiri berjalan di depan mereka untuk berperang, dan bertindak sebagai pelindung tak terlihat mereka.

(hlm.113)

NIKE (VICTORIA)

Nike, dewi kemenangan, adalah putri dari Titan Pallas, dan Styx, peri yang memimpinsungai yang memakai namanya di dunia bawah.

Victoria

(hlm.114)

HERMES (MERCURY)

Hermes adalah utusan yang dapat berlari cepat dan dipercaya menjadi duta besar dari semua dewa serta memimpin roh ke Hades.

(hlm.115)

Ia juga menguasai permainan dadu yang konon telah diajarkan oleh Apollo.

Hermes adalah anak dari Zeus dan Maia, merupakan anak tertua dan paling cantik dari tujuh Pleiades (anak-anak perempuan Atlas). Dilahirkan dalam sebuah gua di Gunung Cyllene di Arcadia. Ketika bayi, ia sudah memamerkan kemampuan yang luar biasa berkaitan dengan kecerdikan dan penipuan; kenyataannya ia adalah seorang pencuri bahkan sejak di buaiannya.

(hlm.118)

Ia memberikan Hermes Caduceus (lambang kedokteran), atau tongkat emas yang di atasnya terdapat sayap-sayap. Pada saat meberikan tongkat kepada Hermes, Apollo memberitahukan bahwa tongkat itu memiliki kemampuan untuk menyatukan dalam cinta, semua makhluk yang dipisahkan oleh kebencian. Ingin membuktikan kebenaran pernyataan ini, Hermes melemparkan tongkat itu di antara dua ular yang berkelahi, lalu ular-ular marah itu menggenggam satu sama lain dalam pelukan penuh kasih, dan melingkar di sekitar tongkat, selamanya tetap melekat pada tongkat secara permanen. Tongkat itu sendiri melambangkan kekuasaan; ular sebagai lambang kebijaksanaan; dan sayap sebagai lambang berita – semua karakter berkualitas dari seorang duta besar yang dapat dipercaya.

(hlm.120)

Mercury

Mercury adalah dewa perdagangan dan keuntungan Romawi.

(hlm.121)

DIONYSUS

Dionysus, disebut juga Bacchus (dari Bacca, berry), adalah dewa anggur, dan penjelmaan dari berkah alam.

Dionysus adalah anak dari Zeus dan Semele, dan direbut oleh Zeus dari api yang melahap ibunya hingga tewas, ketika ia muncul di hadapan ibunya dalam bentuk keagungan kedewaannya.

(hlm.122)

Mengekstrak jus untuk membentuk suatu minuman yang paling menggairahkan.

(hlm.125)

Dionysus begitu bersyukur atas perhatian yang ditunjukkan kepada teman lamanya, sehingga dia menawarkan untuk memberikan bantuan apa pun yang Midas minta; lalu, raja tamak tersebut tidak puas dengan kekayaannya yang tak terbatas, dan masih haus akan lebih, menginginkan segala sesuatu yang ia sentuh berubah menjadi emas. Permintaan itu pun dikabulkan. Si celaka Midas sekarang menyesali kebodohan dan keserakahannya, ketika perutnya perih karena lapar menyerangknya, dan ia berusaha untuk meredakan rasa lapar itu dengan makanan kesukaannya, makanan menjadi emas sebelum dia bisa menelannya; ketika ia mengangkat cangkir anggur ke bibir kering itu, tong yang berkilau berubah menjadi logam yang begitu ia dambakan, dan

(hlm.126)

Ketika akhirnya lelah dan lemah, ia membentangkan badannya yang sakit di atas sofa mewah, yang sampai sekarang berubah menjadi substansi yang menjadi kutukan keberadaannya. Raja putus asa ini akhirnya memohon dewa untuk mengambil kembali karunia yang menimbulkan bencana tersebut. Dinysus mengasihaninya, dan menyuruhnya mandi di Sungai Pactolus, sebuah sungai kecil di Lydia, untuk menghilangkan kekuatan yang telah menjadi kutukan hidupnya, Midas dengan sukacita mematuhi perintah tersebut, dan dibebaskan dari permintaan tamaknya. Sejak saat itu, pasir di sungai Pactolus mengandung butiran-butiran emas.

(hlm.128)

AIDES (Pluto)

Seharusnya ketika seorang manusia tidak ada lagi, rohnya membentuk garis bayangan. Bayang-bayang ini, atau Shades sebagaimana mereka disebut, didorong oleh Aides ke kerajaannya, di mana mereka akan menghabiskan waktu mereka.

(hlm.130)

Jika syarat ini tak terpenuhi, shades yang tidak bahagia tersebut ditinggalkan mengembara ke atas dan ke bawah tepi-tepi sungai selama seratus tahun sebagai roh yang gelisah.

(hlm.131)

Sebelum meninggalkan Elysium mereka minum dari sungai Lethe, supaya mereka bisa memasuki dunia baru tanpa mengingat masa lalu.

(hlm.132)

SISYPHUS adalah seorang tiran besar yang menurut beberapa cerita, dengan biadab membunuh semua tamu yang datang ke wilayah kekuasaannya, dengan melemparkan bongkahan batu besar kepada mereka. Sebagai hukuman atas kejahatannya, ia dikutuk untuk menggelindingkan blok batu besar tanpa henti ke atas sebuah bukit tejal. Segera setelah ia mencapai puncak, batu itu selalu menggelinding kembali ke bawah.

(hlm.133)

DANAÏDES

Hukuman mereka di dunia bawah adalah untuk mengisi kapal penuh lubang dengan air, tugas yang tak pernah berakhir dan berguna.

DEWA-DEWA MINOR

(hlm.137)

MOIRE atau FATES (PARCÆ).

Clotho, menggulung benang rami di sekitar bilah kayu; Lachesis adiknya, yang merentangkan keluar benang kehidupan; dan Atropos, dengan guntingnya tanpa henti memutuskan sampai hancur hidup seseorang sampai akhir.

(hlm.140)

NIGHT DAN ANAK-ANAKNYA

Nyx (NOx)

Nyx, anak perempuan Chaos, melambangkan Night, sesuai dengan penggambaran puitis dari Yunani, dianggap sebagai ibu dari segala sesuatu yang misterius dan tak bisa dijelaskan, seperti kematian, tidur, mimpi. Dia menikah dengan Erebus, dan anak-anak mereka yaitu Ether dan Hemera (udara dan cahaya siang), menjadi sebuah kiasan yang digunakan para penyair untuk menunjukkan kegelapan yang selalu mendahului terang.

THANATOS DAN HYPNUS (SOMNUS)

Thanatos (kematian) dan saudara kembarnya Hypnus (Tidur) adalah anak-anak Nyx.

Mereka tinggal di alam Shades.

(hlm.141)

Ketua di antara mereka adalah Morpheus, dewa perubahan, yang dapat berubah sesuai keinginannya.

(hlm.143)

THE GORGONS

Sebagai pendeta wanita Athena, ia diharuskan hidup membujang, tetapi, karena dibujuk oleh Poseidon, yang juga dia cintai, dia melupakan sumpahnya dan menikah. Kutukan Athena atas dirinya membuat ia mampu mengubah siapapun yang menatapnya menjadi batu, sampai akhirnya, setelah hidup dalam penderitaan, pembebasan datang padanya dalam bentuk kematian di tangan Perseus.

(hlm.145)

SPHINX

Creon, membuat saembara, siapa pun yang bisa memberikan jawaban yang bear dari teka-teki yang dikemukakan oleh Sphinx, akan mendapatkan mahkota dan bisa menikah Jocaste, adiknya. Oedipus, mengajukan dirinya dan menuju ke tempat Sphinx terus berjaga, menerima teka-teki untuk dipecahkan: “Makhluk apa yang pergi di pagi hari dengan empat kaki, di siang hari dengan dua kaki, dan di malam hari dengan tiga kaki?” Oedipus menjawab, bahwa itu pasti manusia, yang selama masih bayi merangkak dengan empat kaki, masa muda berjalan tegak dengan dua kaki, dan ketika usia tua memakai tongkat untuk membantu berjalan, dan seakan-akan memiliki tiga kaki.

Setelah Sphinx mendengar jawaban ini, yang merupakan jawaban yang

(hlm.146)

tepat dari teka-teki nya, dia menjatuhkan diri dari atas tebing yang curam dan tewas dalam jurang di bawah.

Sphinx Yunani dikenal memiliki sayap dengan ukuran yang lebih kecil dibanding Spinx Mesir.

(hlm.147)

ANANKE (NECESSITAS)

Sebagai Ananke, Tyche memikul karakter yang lain dan menjadi perwujudan hukum-hukum alam yang kekal, di mana sebab-sebab tertentu menghasilkan akibat yang tak terelakkan.

(hlm.153)

EROS (CUPID AMOR) AND PSYCHE

Mitos ini menjadi sebuah kiasan, bahwa Psyche, sebelum dapat bersatu kembali, harus dimurnikan dengan hukuman dan penderitaan selama hidup di bumi.

HYMEN

Hymen atau Himeneus, anak dari Apollo dan Urania, adalah dewa yang memimpin upacara perkawinan dan pernikahan, oleh karena itu ia dilibatkan di semua pesta pernikahan.

(hlm.155)

HEBE (JUVENTAS)

Dia adalah putri dari Zeus dan Hera, dan meskipun memiliki peringkat terhormat tersebut, ia digambarkan sebagai pemegang cangkir untuk para dewa. Sebuah contoh paksa dari adat patriarkal tua, di mana anak-anak perempuan dari tuan rumah, bahkan dari garis keturunan tertinggi, harus membantu dalam melayani tamu

(hlm.161)

CHARITES (GRATIÆ)

Mereka melambangkan setiap emosi lembut dari hati yang keluar dalam bentuk persahabatan dan kebajikan.

(hlm.162)

HORÆ (SEASONS)

Bersekutu erat dengan Graces adalah Horæ, atau Seasons, yang juga digambarkan sebagai tiga gadis cantik, putri dari Zeus dan Themis. Nama mereka adalah Eunomia, Dice, dan Irene.

(hlm.167)

Nymphs Bukit dan Gunung

NAPÆÆ DAN OREADES

Dia jatuh cinta pada seorang pemuda elok bernama Narcissus, anak laki-laki dewa sungai Cephissus yang tidak membalas cintanya. Hal ini membuat Echo bersedih dan merana, sehingga dia berubah menjadi sebuah bayangan. Pada akhirnya, tidak ada yang tersisa dari dirinya kecuali

(hlm.168)

suaranya, yang digemakan di bukit-bukit dan lembah-lembah tentang kesetiaan tak pernah menyimpang. Narcissus sendiri berakhir dengan nasib yang tidak bahagia, karena Aphrodite menghukumnya dengan membuatnya jatuh cinta dengan gambarannya sendiri, yang ia lihat di air mancur tetangga. Dia menghabiskan hidupnya merana karena cinta yang tak berbalas dan dirubah menjadi bunga yang memakai namanya.

(hlm.169)

WIND (ANGIN)

Angin utama adalah: Boreas (angin utara), Eurus (angin timur), Zephyrus (angin barat), dan Notus (angin selatan), yang diceritakan sebagai putra-putra dari Eos dan Astraeus.

Zephyrus menikah dengan Chloris (Flora), sang dewi bunga.

(hlm.172)

Faunus

Fauna adalah istri dari Faunus, dan ikut serta dalam kegiatannya.

(hlm.175)

ASCLEPIAS (AESCULAPIUS)

Asclepias mempelajari khasiat dari tumbuh-tumbuhan dan menemukan obat penawar untuk berbagai penyakit yang menjangkiti tubuh manusia.

(hlm.176)

Saudara-saudara perempuan mereka, HYGEIA (kesehatan) dan PANACEA (Penyembuh segala hal), mendapatkan penghormatan yang tinggi dari para dewa.

(hlm.178)

DEWA-DEWA BANGSA ROMAWI

JANUS

Saaat itu begitu banyak peperangan dilakukan bangsa Romawi sehingga gerbang-gerbang tempat perlindungan ini hanya tertutup selama tiga kali sepanjang 700 tahun.

Sebagai dewa yang mendampingi tahun baru, bulan pertama dinamakan atas dirinya dan tanggal 1 Januari merupakan perayaan paling penting karena tiap pintu dari bangunan milik umum dan milik pribadi dihiasi ranting daun salam dan karangan bunga.

(hlm.184)

CAMENÆ

Evander diceritakan sebagai orang pertama yang memperkenalkan seni dan peradaban Yunani ke Italia beserta pemujaan terhadap dewa-dewanya.

GENII

Genius ini selalu berseteru dengan genius yang baik.

(hlm.190)

TEMPAT PEMUJAAN BANGSA YUNANI DAN ROMAWI KUNO

KUIL

Kuil-kuil di pedesaan umumnya dikelilingi belukar pepohonan. Kesunyian tempat teduh ini membuat para pemuja terpesona dan ta’zim, ditambah dengan keteduhan dan kesejukan yang diberikan pepohonan sekitar tentunya sangat dihargai di negeri-negeri yang panas. Begitu umumnya kebiasaan membangun kuil dikelilingi belukar pepohonan membuat semua tempat yang digunakan untuk pemujaan, walau tempat tersebut tidak ditumbuhi pepohonan, disebut sebagai groves (hutan kecil). Keyakinan akan perilaku seperti ini dibuktikan dalam surat dalam Kitab Injil, yang melarang menanam pepohonan dekat dengan tempat beribadah, agar kaum Yahudi tidak menyembah berhala.

(hlm.191)

ALTAR

Jika seorang pembuat onar berlindung pada patung tersebut maka hidupnya akan terselamatkan dari pengejarnya, dan memaksanya dari keluar dari tempat tersebut adalah pelanggaran.

(hlm.193)

PERSEMBAHAN (KORBAN)

Hekatom merupakan kegiatan yang mengorbankan seratus binatang oleh seluruh anggota masyarakat, atau oleh individu kaya raya yang menginginkan atau berharap mendapatkan permohonan tertentu dari para dewa.

(hlm.195)

PERAMAL

Kelompok yang paling terkenal merupakan peramal Apollo di Delphi, yang memiliki reputasi baik di seluruh dunia. Setelah berendam dalam air di mata air Castalia, ia diberi jalan masuk ke kuil oleh pendeta laki-laki, dan dipersilahkan duduk di bangku berkaki tiga atau meja, yang disebut tripod, yang diletakkan di mulut gua untuk mendapatkan uap sulfur.

(hlm.197)

FESTIVAL BANGSA YUNANI

MISTERI ELEUSINIA

Misteri Eleusinia merupakan salah satu dari festival tertua dan terpenting bagi bangsa Yunani, yang dirayakan dalam rangka menghormati Demeter dan Persephone.

(hlm.199)

DIONYSIA

Dionysia Kecil merupakan festival minuman, dirayakan di pedesaan pada bulan November, dan dicirikan dengan kegiatan minum anggur, berpesta, dan segala kegiatan meriah lainnya.

(hlm.202)

FESTIVAL BANGSA ROMAWI

SATURNALIA

Perbedaan sosial untuk sementara terlupakan atau bahkan terbalik; begitu besarnya semangat berpesta dalam festival ini sehingga membuat para tuan menunggui budak mereka dan untuk menghadiri acara ini sang budak dipinjamkan pakaian tuan mereka.

(hlm.203)

VESTALIA

Psrs Vestal disumpah untuk menjaga keperawanan mereka, dan jika sumpah tersebut dilanggar maka akan dikenakan sanksi dengan cara dikubur hidup-hidup.

BAGIAN 2

LEGENDA

(hlm.206)

LEGENDA BANGSA YUNANI

CADMUS

Setelah penculikan putrinya yang bernama Europa oleh Zeus, Agenor, Raja Phoenicia, tak mampu mengatasi kesedihan akan rasa kehilangannya. Di lokasi munculnya seekor lembu yang belum pernah mengandung dan tak pernah dipakai membajak.

(hlm.210)

PERSEUS

Sandal bersayapnya membawanya melewati gurun dan pegunungan, sampai akhirnya tiba di Aethiopia, kerajaan dari Raja Cepheus.

(hlm.211)

Ini adalah Andromeda, anak dari sang raja. Ibunya bernama Cassiopea, yang telah bermulut besar mengatakan bahwa kecantikannya melebihi para Nereides, dan membuat peri laut ini marah dan memohon pada Poseidon untuk menghukum mereka.

(hlm.213)

Banyak pahlawan yang merupakan keturunan dari Perseus dan Andromeda, di antaranya adalah Hercules, karena ibunya, Alcmene, adalah cucu mereka berdua.

(hlm.214)

ION

Creusa yang menyadari bahwa pemuda ini merupakan buah  pekawinan rahasianya, dipenuhi rasa curiga dan cemburu. Pembantunya yang sudah tua melihat kesedihannya dan menghiburnya dengan mengatakan akan menghilangkan sumber kesedihannya dengan segera.

(hlm.216)

DÆDALUS dan ICARUS

Begitu ada kesempatan, ayah dan anak ini melakukan penerbangannya.

(hlm.218)

PARA ARGONAUT

KISAH BULU DOMBA EMAS

Ia kemudian menaruh mereka di atas punggung biri-biri jantan bersayap dengan bulu-bulu emas murni yang diberikan Hermes padanya.

(hlm.219)

Jason kemudian memohon pada Argos, salah seorang pembuat kapal paling hebat di zamannya, yang berada di bawah bimbingan Pallas-Athena, membangun perahu besar dengan jumlah dayung lima puluh untuk Jason, yang dinamakan Argo, sesuai nama pembuatnya.

(hlm.225)

Euphemus kemudian melepaskan burungnya, yang melalui kedua pulau dengan cepat tanpa kehilangan bulu-bulu buntutnya, dan dengan cepat kedua batu ini bertemu. Menggunakan kesempatan ketika sekali lagi kedua batu ini berpisah, para Argonaut segera mendayung dengan segenap tenaga dan berhasil melalui lintasan ini dengan selamat.

Setelah berlalunya kapal Argo, Sympleglades menyatu untuk selamanya dan menempel di dasar laut.

(hlm.232)

Kapal Argo sampai di Pulau Phaeaces, di mana mereka dijamu dengan baik oleh Raja Alcinous dan Ratunya, Arete.

(hlm.234)

Kapal Argo ditahbiskan untuk Poseidon dan dipelihara selama beberapa generasi hingga tidak ada lagi yang tersisa, dan akhirnya ditempatkan di langit sebagai sekelompok bintang terang.

Namun raja tua yang tidak mengira Jason akan kembali dengan selamat, menolak memenuhi janjinya dan menolak pula turun tahta.

(hlm.235)

Ia menggunakan kekuatan membujuknya agar Medea mau menyetujui pernikahannya dengan Glauce, meyakinkan bahwa perasaan Jason terhadapnya tak pernah pupus, namun demi keuntungan yang akan diperoleh anak-anak mereka, ia memutuskan untuk membentuk aliansi dengan keluarga kerajaan. Walau marah dengan penipuan yang dilakukan suaminya, Medea mengesampingkan kemarahannya dan berpura-pura puas dengan penjelasan ini. Ia mengirimkan hadiah pernikahan pada saingannya, sebuah junah mewah yang terbuat dari kain emas.

(hlm.236)

Merasa putus asa, Jason menghunuskan pedang pada dirinya sendiri dan mati di depan rumahnya yang sunyi dan tak berpenghuni.

(hlm.239)

HERACLES

Pada usia yang pantas, ia sendiri yang mengajarkan Hercules bagaimana mengendarai sebuah kereta kuda; Eurytus, mengajarkan bagaimana menggunakan busur; Autolycus, keahlian dalam gulat dan tinju; dan Castor, seni peperangan; sedangkan Linus, putra Apollo, mengajarkan pada Hercules musik dan mengenal huruf.

(hlm.240)

Apa yang kau tanam, itu yang kau tuai.

(hlm.242)

Saat Hera mendengar pengumuman ini, ia mengetahui dengan pasti bahwa anak yang dimaksudkan memiliki takdir yang luar biasa adalah anak dari saingannya yang sangat dia benci, Alcmene; agar dapat melucuti hak dari anak saingannya, Hera meminta bantuan dewi Eilithyia, yang melambatkan kelahiran Hercules, dan menyebabkan sepupunya, yaitu Eurystheus (cucu lain dari Perseus), lahir mendahuluinya ke dunia. Karena kata-kata Zeus tidak dapat ditarik kembali, maka Hercules menjadi bawahan dan pembantu dari sepupunya, Eurystheus.

(hlm.243)

  1. Singa Nemea.
  2. Hydra.

(hlm.244)

  • Rusa Betina Bertanduk.

(hlm.245)

  • Babi Hutan Erymantia.

(hlm.246)

  • Pembersihan Kandang Hewan Augeas.

(hlm.247)

  • Stymphalida.

(hlm.248)

  • Banteng Creta.
  • Kuda Betina Diomedes.

(hlm.249)

  • Korset Hippolyte.

(hlm.251)

  1. Lembu Jantan Geryones.

(hlm.252)

Namun Eurystheus menolak untuk memasukkan pembunuhan Hydra dan pembersihan kandang Augeas di antaranya, dengan dalih bahwa yang pertama dilakukan dengan bantuan Iolaus sedangkan yang lainnya dilakukan karena disewa.

  1. Buah Apel Hesperides.

(hlm.254)

Ketika Hercules siap melepaskan bebannya, Atlas yang telah merasakan nikmatnya kebebasan menolak untuk kembali ke posisinya, dan mengumumkan bahwa ia sendiri yang akan membawakan apel tersebut pada Eurystheus, meninggalkan Hercules menggantikannya.

(hlm.255)

  1. Cerberus.

(hlm.260)

Hercules Melakukan Tindakan Balas Dendam Pada Laomedon dan Augeas

Merasa berhutang budi, sejak saat itu Podarces memiliki julukan Priamus (atau Priam) yang memiliki arti “yang direbus”.

(hlm.263)

Hercules menjadi bagian dari para makhluk kekal, dan Hera, sebagai tanda perdamaian, memberikan putrinya yang cantik, Hebe, dewi kemudaan abadi, pada Hercules untuk dinikahi.

BELLEROPHON

Iobates menjamunya dengan tata cara Yunani selama sembilan hari dan baru pada hari ke sepuluh ia menanyakan nama dan keperluannya.

(hlm.266)

THESEUS

Mengikuti sarannya, ia melakukan pernikahan rahasia dengan anak perempuan temannya yang bernama Aethra.

(hlm.267)

Sinnis yang kejam.

(hlm.268)

Dekat Eleusis, di tepi Sungai Cephissus, Theseus menemukan petualangan baru. Di tempat ini tinggallah raksasa Damastes, dijuluki Procrustes atau the Stretcher (sang perentang), yang memiliki tempat tidur besi, satu panjang dan yang satu pendek, di mana ia memaksa semua orang asing tidur di salah satu tempat tidur itu. Ia menempatkan orang-orang yang tinggi yang tungkai-tungkainya ia potong mengikuti ukuran tempat tidur pendek, sedangkan untuk orang-orang pendek, ia menempatkan mereka di tempat tidur panjang, merentangkannya agar pas, dan meninggalkan korbannya untuk mati. Theseus membebaskan negara ini dari monster biadab dengan memperlakukannya sama seperti ia memperlakukan korban-korbannya yang malang.

(hlm.275)

Theseus dan Pirithous menculiknya dengan paksa dan menyerahkannya dalam perawatan ibu Theseus, Aethra.

(hlm.277)

ŒDIPUS

Sementara itu, penggembala Raja Polybus melepas ikatan kaki bayi itu dan akibatnya kaki tersebut bengkak sehingga ia menamakannya Œdipus atau kaki bengkak.

(hlm.278)

Ia menjadi raja Thebes dan suami Jocaste, janda dari ayahnya, Raja Laius.

(hlm.291)

PENGEPUNGAN TROYA

Troya atau Ilion merupakan Ibukota sebuah kerajaan di Asia Minor, dekat dengan Hellespont dan didirikan oleh Ilus, putra dari Tros.

(hlm.293)

Di sinilah pangeran muda Troya pertama kali melihat Helen, anak dari Zeus dan Leda serta adik dari Dioscuri, juga istri dari Menelaus, raja Sparta, serta perempuan paling canti di masanya.

(hlm.294)

Secara khusus mengambil hati Helen yang antik dengan memberikan benda-benda langka khas buatan negara Asiatik.

Berhasil membawa pergi nyonya rumahnya yang cantik dan tidak sepenuhnya tak rela.

(hlm.295)

Menelaus dan Agamemnon kemudian menyuarakan peperangan yang secara serentak disambut baik oleh seluruh rakyat Yunani  dari satu tempat ke tempat lainnya. Banyak di antara mereka yang dengan sukarela memberikan jasanya merupakan orang-orang yang pernah mengejar cinta Helen yang cantik dan merasa terikat dengan sumpah mereka untuk selalu mendukung Menelaus. Lainnya bergabung atas dasar rasa cinta petualangan, tapi di luar itu semua, seluruh masyarakat merasa terpengaruh dengan penghinaan yang akan terus melekat pada negara mereka jika kejahatan ini dibiarkan tak dihukum. Maka dari itu, terbentuklah pasukan yang kuat.

Hanya dalam menghadapi dua pahlawan besar, yaitu Odysseus (Ulysses) dan Achilles, Menelaus mengalami sedikit kesulitan.

Achilles adalah anak dari Peleus dengan dewi laut Thetis, yang menurut cerita telah merendam putranya, ketika masih bayi, ke dalam Sungai Styx sehingga membuatnya kebal terhadap apa pun kecuali tumit kanannya karena pada saat itu tumitnya berada dalam pegangan ibunya.

(hlm.297)

Selama sepuluh tahun, Agamemnon dan pemimpin lainnya mencurahkan seluruh tenaga dan kekayaan mereka mempersiapkan pertempuran melawan Troya. Selama melakukan persiapan perang ini, usaha mencari jalan damai atas kesulitan ini juga dilakukan. Seorang duta negara terdiri dari Menelaus, Odysseus, dan lainnya dikirim kehadapan Raja Priam, menuntut dikembalikannya Helen. Walau duta-duta ini diterima dengan penuh kemegahan dan upacara, tetap saja tuntutan itu ditolak. Para duta negara ini kembali ke Yunani dan perintah untuk mempersiapkan kapal perang di Aulis, Boeotia tetap dikeluarkan.

Seratus ribu prajurit berkumpul di Aulis. Di teluk, terapung lebih dari seribu kapal perang, siap berlayar ke pesisir pantai Troya. Perintah atas kapal-kapal ini diberikan pada Agamemnon, raja Argos, pangeran paling kuat di Yunani.

Calchas sang dukun ketika ditanyakan mengartikan keajaiban ini sebagai tanda peperangan akan berlangsung selama sembilan tahun dan pada tahun kesepuluh kota itu baru dapat dijajah.

(hlm.299)

Ketika kapal Yunani sudah mendekat, bangsa Troya muncul di pesisir untuk mencegah pendaratan mereka. Keraguan besar mencegah para prajurit untuk menapakkan kaki pertama kali di tanah musuh karena sudah diramalkan bahwa siapa pun yang melakukannya akan mati sebagai pengoebanan untuk para Fates. Protesilaus dari Pylace mengabaikan ramalan itu dan lompat ke pantai. Ia gugur di tangan Hektor.

(hlm.300)

Untuk menghancurkan Palamedes, Odysseus menyembunyikan dalam tendanya sejumlah uang. Ia kemudian menulis surat, seolah dari Raja Priam untuk Palamedes, yang di dalamnya berisikan rasa terima kasih raja pada Palamedes atas informasi penting yang ia terima dari Palamedes, dan pada saat yang sama menyebutkan tentang uang yang ia kirimkan sebagai hadiah.

(hlm.304)

Ia membunuh Hektor dengan tangannya sendiri dan menangkap dua belas tentara Troya untuk dikorbankan di atas tumpukan kayu bakar tempat pembakaran mayat.

(hlm.309)

Tak mampu menghadapi penghinaan ini, Ajax yang tidak beruntung kehilangan akal sehatnta dan bunuh diri.

(hlm.311)

Ia berhasil dengan tujuannya tanpa dikenali oleh siapa pun kecuali oleh Helen yang cantik, yang setelah kematian Paris, ia dinikahkan dengan adiknya Paris, Deiphobus.

(hlm.314)

Priam gugur di tangan Neoptolemus, yang membunuhnya ketika sang raja sedang sujud di hadapan altar Zeus, memohon bantuan dari sang dewa.

Menelaus mencari Helen di istana kerajaan, karena Helen kekal maka kecantikan dan pesonanya masih seperti sediakala. Mereka pun rukun kembali dan Helen menemani suaminya dalam perjalanan pulang. Andromache, janda dari Hektor, dinikahkan kepada Neoptolemus. Cassandra jatuh ke tangan Agamemnon. Hekuba, ratu tua dan janda menjadi tawanan Odysseus.

(hlm.317)

KEPULANGAN PASUKAN YUNANI DARI TROYA

Nasib Agamemnon

Dengan kecemasan dibuat-buat akan kenyamanannya, ia mempersiapkan air mandi hangat untuk menyegarkan dan saat diberikan aba-aba oleh ratu yang curang ini, Aegisthus yang bersembunyi di ruangan sebelah, menerjang ksatria tak berdaya ini dan membunuhnya.

(hlm.320)

Polyphemus

Odysseus mengatakan bahwa namanya Noman (Tiada), dan Polyphemus dengan sopan mengumumkan bahwa ia akan menunjukkan rasa terima kasihnya dengan menjadikannya yang terakhir untuk dimakan.

(hlm.321)

Namun jawabannya hanyalah, “Noman (Tiada) yang melukaiku.” Mereka berkesimpulan bahwa ia tengah mempermainkan mereka dan akhirnya meninggalkannya menghadapi nasibnya.

(hlm.329)

Calypso

Calypso, anak perempuan dari Titan Atlas.

(hlm.335)

Tiba di Ithaka

Kaki tempat tidur ini dibuat oleh Odysseus sendiri dari batang pohon zaitun yang akarnya masih tertancap ke tanah dan di sekitarnya ia bangun dinding kamar. Mengetahui dengan pasti bahwa tempat tidur ini tidak dapat digerakkan, Odysseus mengatakan bahwa pekerjaan tersebut sia-sia untuk dilakukan karena tak ada seorang manusia pun yang dapat memindahkannya.

 

 

Mimpi Mimpi Einstein

Alan Lightman

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Mimpi-mimpi Einstein oleh Alan Lightman.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

MIMPI-MIMPI EINSTEIN

EINSTEIN’S DREAMS

Jakarta : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia), 1999

ISBN    : 979-9203-31-9

14 APRIL 1905

Dalam dunia di mana waktu adalah sebuah lingkaran, setiap jabat tangan, setiap ciuman, setiap kelahiran, setiap kata akan berulang persis.

Dan karena segala sesuatu akan berulang kembali di masa depan, maka yang terjadi saat ini telah terjadi pula jutaan kali sebelumnya.

                                                                                                                                    ( hlm 6 )

Bila ia membuat perubahan sedikit saja pada apa pun, ia bisa menghancurkan masa depan. Pada saat yang sama, ia dipaksa untuk menjadi saksi atas berbagai peristiwa tanpa pernah menjadi bagian dari peristiwa-peristiwa itu, tanpa bisa mengubahnya. Ia iri pada orang-orang yang hidup dalam waktu milik mereka sendiri, yang bisa bertindak sesuai kemauan mereka, bisa melupakan masa depan, bisa mengabaikan akibat dari tindakan mereka.

                                                                                                                                    ( hlm 10 )

19 APRIL 1905

Ia memutuskan untuk tidak menemui perempuan itu lagi.

                                                                                                                                    ( hlm 12 )

Di dunia yang kedua , lelaki dengan mantel kulit itu memutuskan untuk menemui perempuan dari Fribourg.

                                                                                                                                    ( hlm 13 )

Di dunia ketiga, lelaki itu juga memutuskan untuk menemui perempuan dari Fribourg.

                                                                                                                                    ( hlm 14 )

Dalam waktu, terdapat ketidakterbatasan dunia. Beberapa orang memandang enteng pada keputusan-keputusan, mengatakan bahwa semua kemungkinan dari keputusan-keputusan itu akan terjadi. Dalam dunia semacam ini, bagaimana orang bertanggung jawab atas tindakannya?

                                                                                                                                    ( hlm 15 )

24 APRIL 1905

Pikiran tak lebih dari gelombang listrik dalam otak. Rangsangan seksual tak lebih dari aliran kimia pada ujung saraf tertentu. Kesedihan tak lebih dari asam yang menusuk otak kecil. Pendeknya, tubuh adalah mesin, tunduk pada hukum listrik dan mekanika sebagaimana elektron atau jam. Karena itulah, tubuh harus disapa dengan bahasa ilmu fisika.

                                                                                                                                    ( hlm 18 )

Tiap waktu adalah benar, tetapi kebenaran itu tidak selalu sama.

                                                                                                                                    ( hlm 19 )

26 APRIL 1905

Suatu ketika di masa silam, ilmuwan menemukan satu kenyataan bahwa waktu berjalan lebih lambat di tempat yang jauh dari pusat bumi.

                                                                                                                                    ( hlm 20 )

28 APRIL

Dunia di mana waktu adalah mutlak adalah dunia yang mengibur. Sementara gerak orang-orang tak terkirakan, gerak waktu terkirakan.

                                                                                                                                    ( hlm 25 )

BAYANGKAN satu dunia di mana hubungan sebab-akibat tidak tentu. Terkadang yang pertama mendahului yang kedua, terkadang yang kedua menjadi yang pertama. Atau, sebab selamanya berada di masa silam, sementara akibat berada di masa depan, namun masa depan dan masa silam saling berjalinan.

                                                                                                                                    ( hlm 27 )

Di dalam dunia yang tidak berlaku hubungan sebab akibat, para ilmuwan menjadi putus asa. Ramalan mereka berubah menjadi pascadiksi.

Kebanyakan orang belajar bagaimana hidup dalam masa kini. Jika masa silam berakibat tak menentu pada masa kini, tak usahlah merenungi masa lalu.

                                                                                                                                    ( hlm 29 )

4 MEI 1905

Kejadian seperti ini terjadi di semua hotel, semua rumah, semua kota. Sebab, di dunia seperti ini waktu benar-benar berlalu, tetapi sedikit sekali yang berubah. Demikian yang terjadi dari tahun ke tahun, dari bulan ke bulan, dari hari ke hari. Bila waktu dan perjalanan peristiwa sama, waktu bergerak lamban sekali.

                                                                                                                                    ( hlm 33 )

INTERLUD

“Aku ingin mengerti waktu karena aku ingin mendekati Tuhan.”

                                                                                                                                    ( hlm 38 )

Bagi orang yang tertutup dan penyendiri, gairah terhadap kedekatan terasa ganjil.

                                                                                                                                    ( hlm 39 )

8 MEI 1905

Mengapa harus belajar demi masa depan yang tak berumur panjang?

Satu bulan sebelum dunia berakhir, kegiatan bisnis berhenti.

Apa gunanya perdagangan dan industri bila cuma tersisa sedikit waktu?

                                                                                                                                    ( hlm 40 )

Hari-hari ini orang menjadi sopan saat memesan roti. Mereka tersenyum dan membayar dengan cepat, karena uang telah kehilangan nilainya.

Mereka seperti tak peduli pada dunia yang segera berakhir, karena semua orang bernasib sama. Dunia dengan satu bulan tersisa adalah dunia dengan persamaan hak.

                                                                                                                                    ( hlm 41 )

Satu hari sebelum saat terakhir, jalan-jalan diliputi gelak tawa. Tetangga-tetangga yang tak pernah bertegur sapa saling memberi salam seperti sahabat lama.

Apalah artinya masa lalu mereka? Di dunia yang tinggal berumur sehari, mereka sama.

Ia bersuamikan lelaki lain, tetapi selama bertahun-tahun lelaki yang sekarang berada di apartemennya inilah yang ia inginkan, dan di hari terakhir ini ia akan memuaskan hasratnya.

                                                                                                                                    ( hlm 42 )

10 MEI 1905

Secara hipotesis, waktu bisa halus atau kasar, bergerigi atau semulus sutra, keras atau lunak. Tetapi, di dalam dunia seperti ini, tekstur waktu adalah sesuatu yang lekat. Beberapa bagian di kota melekat pada peristiwa-peristiwa sejarah dan tak mampu keluar. Jadi, tiap orang terpantek pada beberapa kejadian dalam kehidupan dan tak mampu bebas.

                                                                                                                                    ( hlm 45 )

Tragedi dari dunia semacam ini adalah, tak seorang  pun berbahagia, tak peduli ia melekat pada waktu kegembiraan atau waktu kesedihan. Setiap orang berjalan sendiri, karena kehidupan masa silam tidak pernah bisa berbagi dengan masa kini. Setiap orang melekat pada suatu waktu, melekat sendirian.

                                                                                                                                    ( hlm 47 )

11 MEI 1905

Di dunia seperti ini, perjalanan waktu membawa keteraturan yang kian mengikat. Keteraturan adalah hukum alam, kecenderungan semesta, arah kosmis. Jika waktu adalah anak panah, maka sasarannya adalah keteraturan. Masa depan adalah pola, penataan, kesatuan, sementara masa silam adalah acak, kebingungan, perpecahan,penghilangan.

                                                                                                                                    ( hlm 49 )

14 MEI 1905

ADA satu tempat di mana waktu berhenti.

Ketika seorang kelana berjalan menuju tempat ini dari arah mana pun, ia akan bergerak semakin lambat.

                                                                                                                                    ( hlm 51 )

Dan, di tempat di mana waktu berhenti, sepasang kekasih berciuman di bawah bayangan gedung-gedung, dalam pelukan abadi yang tak akan pernah hilang.

                                                                                                                                    ( hlm 52 )

Hidup adalah jambangan kesedihan, tapi adalah lebih terhormat untuk menjalaninya. Tanpa waktu tak akan ada kehidupan. Yang lain tak setuju. Mereka lebih memilih kebahagiaan yang abadi. Tak penting bahwa keabadian itu kaku dan beku laksana kupu-kupu yang diawetkan dalam suatu kotak.

                                                                                                                                    ( hlm 54 )

15 MEI 1905

BAYANGKAN dunia tanpa waktu. Hanya bayang-bayang.

                                                                                                                                    ( hlm 55 )

Seorang perempuan dengan rambutnya yang basah menyandar di sofa, tanggannya menggenggam erat tangan lelaki yang tak akan pernah ditemuinya lagi.

                                                                                                                                    ( hlm 57 )

20 MEI 1905

Di dunia seperti ini, orang tak mempunyai ingatan.

                                                                                                                                    ( hlm 59 )

Tanpa ingatan, setiap malam adalah malam yang pertama, setiap pagi adalah pagi yang pertama, setiap ciuman dan sentuhan adalah yang pertama.

Dunia tanpa ingatan adalah dunia saat ini.

                                                                                                                                    ( hlm 60 )

22 MEI 1905

Di dunia seperti ini, waktu tidak mengalir utuh, datang bagai kepingan. Kepingan masa depan melintas sekilas.

Lantas, apa artinya meneruskan masa kini bila seseorang telah melihat masa depan?

Bagi mereka yang telah melihat masa depan, inilah dunia dengan jaminan keberhasilan. Akibatnya, beberapa proyek dunia dimulai tanpa berharap beroleh kemajuan karir.

                                                                                                                                    ( hlm 64 )

Bagi mereka yang belum beroleh penglihatan, inilah dunia yang tertunduk lesu. Bagaimana orang bersedia kuliah bila tak ada jaminan mendapat kerja di kemudian hari?

                                                                                                                                    ( hlm 65 )

Siapa yang lebih mujur di dunia dengan waktu yang gelisah ini? Mereka yang telah melihat masa depan dan menjalani kehidupan itu? Mereka yang tidak melihat masa depan dan menunggu untuk menjalani kehidupan? Atau mereka yang menolak masa depan dan menjalani dua kehidupan?

                                                                                                                                    ( hlm 66 )

29 MEI 1905

Mengapa semua orang harus tergesa? Karena di dunia ini waktu berlalu lebih lambat bagi orang-orang yang bergerak. Jadi, semua orang bepergian dengan kecepatan yang tinggi untuk memperoleh waktu.

Berdasarkan kecepatan, orang yang berada di rumah dengan kecepatan tinggi beroleh untung beberapa menit dalam sehari dibandingkan tetangganya.

                                                                                                                                    ( hlm 68 )

2 JUNI 1905

Persik itu kembali segar, mengeras dan dibawa dalam kantong belanja ke kedai sayur, ditaruh di rak, dipindahkan dan dipak dalam peti kayu, kembali menempel di pohon dengan bunga merah jambu. Di dunia seperti ini, mengalir ke belakang.

                                                                                                                                    ( hlm 77 )

3 JUNI 1905

Di dunia yang rentang kehidupan manusia hanya satu hari, orang memperlakukan waktu seperti kucing yang tegang karena mendengar suara di loteng, karena tidak boleh ada waktu yang terbuang.

                                                                                                                                    ( hlm 83 )

5 JUNI 1905

Di dunia di mana waktu adalah indera, seperti pemandangan atau rasa, satu episode bisa berjalan lambat atau cepat, redup atau terang, asin atau manis, bersebab atau sebab, teratur atau acak, bergantung pada latar belakang sejarah masing-masing.

                                                                                                                                    ( hlm 87 )

Tetapi, orang-orang tuli waktu ini tak mampu berkata apa-apa, karena kalimat membutuhkan urutan kata, dan terucap dalam waktu.

                                                                                                                                    ( hlm 88 )

9 JUNI 1905

ANDAIKAN manusia hidup selamanya.

Secara unik, warga di tiap kota terbagi menjadi dua: Kelompok Belakangan dan Kelompok Sekarang.

Kelompok Belakangan bersikukuh untuk tidak perlu buru-buru kuliah di universitas, belajar bahasa asing, membaca karya Voltaire atau Newton, meniti karir, jatuh cinta, berkeluarga. Untuk semua itu, waktu tak terbatas. Sepanjang waktu abadi, segala sesuatu bisa dipenuhi. Semua bisa menunggu. Bukankah tindakan yang terburu-buru bisa berbuah kesalahan? Siapa mampu membantah logika mereka?

                                                                                                                                    ( hlm 89 )

Kelompok Sekarang beranggapan bahwa dengan kehidupan yang abadi mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Ada tumpukan karir yang jumlahnya tak terhingga, menikah dalam kali kesekian yang tak terbayangkan, dan pandangan politik terus berganti. Setiap orang dapat menjadi penasihat hukum, tukang batu, penulis, akuntan, pelukis, ahli fisika, petani. Kelompok Sekarang secara teratur membaca buku-buku terbaru, belajar tata cara perdagangan baru, bahasa-bahasa baru. Demi mencucup sari madu kehidupan yang tak terbatas itu, mereka bangun lebih pag dan tak pernah bergerak lamban. Siapa meragukan logika semacam ini? Kelompok Sekarang gampang dikenali.

Kelompok Sekarang dan Kelompok Belakangan memiliki satu kesamaan. Dengan kehidupan yang tak terbatas, mereka mempunyai sanak saudara dalam jumlah yang tak terbatas pula. Kakek nenek tak pernah mati, tidak juga dengan para buyut, bibi buyut, paman buyut, buyut dari bibi buyut, demikian seterusnya, dari semua generasi, semuanya hidup dan menawarkan nasihat-nasihat.

                                                                                                                                    ( hlm 90 )

Inilah harga yang harus dibayar demi keabadian. Tak seorang pun menjadi manusia yang utuh. Tak seorang pun yang merdeka. Seiring waktu, orang berkeyakinan bahwa satu-satunya jalan agar dapat menempuh kehidupan milik sendiri adalah dengan kematian. Dengan maut, lelaki mau pun perempuan, akan terbebas dari beban masa silam.

                                                                                                                                    ( hlm 92 )

10 JUNI 1905

Di dalam dunia di mana waktu tak bisa diukur, tak akan dijumpai jam, kalender, atau pun janji pertemuan yang pasti.

                                                                                                                                    ( hlm 95 )

11 JUNI 1905

Sesungguhnya, inilah dunia tanpa masa depan. Di dalam dunia seperti ini, waktu adalah garis yang berakhir pada masa kini, baik dalam kenyataan mau pun pikiran.

                                                                                                                                    ( hlm 98 )

Di dunia tanpa masa depan, tiap saat adalah saat terakhir.

                                                                                                                                    ( hlm 100 )

15 JUNI 1905

DI DUNIA ini, waktu adalah dimensi yang terlihat.

                                                                                                                                    ( hlm 101 )

17 JUNI 1905

Beberapa menit kemudian, dunia berhenti lagi. Kemudian berputar lagi. Berhenti. Berputar.

Dunia macam apa ini? Di dunia seperti ini, waktu adalah sesuatu yang kontinyu.

                                                                                                                                    ( hlm 105 )

18 JUNI 1905

Jam tangan dan jam dinding adalah sesuatu yang terlarang. Yang diperbolehkan hanya Jam Agung di dalam Kuil Waktu.

                                                                                                                                    ( hlm 114 )

20 JUNI 1905

Di dunia ini, waktu mengalir dengan kecepatan yang berbeda di masing-masing tempat.

                                                                                                                                    ( hlm 117 )

Dunia waktu yang bersifat lokal ini, dunia isolasi ini, menghasilkan ragam kehidupan yang sangat kaya. Sebab, tanpa persinggungan kota, cara hidup berkembang menjadi ribuan macam.

                                                                                                                                    ( hlm 119 )

22 JUNI 1905

Inilah dunia di mana waktu tidak bersifat cair, yang bisa memberi jalan bagi semua kemungkinan. Sebaliknya, waktu bersifat kaku seperti struktur tulang, membentang tak terbatas ke depan mau pun ke belakang, membuat masa depan sama memfosilnya dengan masa silam. Setiap tindakan, pikiran, hembusan angin, burung yang melayang telah ditetapkan sepenuhnya, selamanya.

                                                                                                                                    ( hlm 122 )

Segala persentuhannya dengan ruang dan lantai panggung telah ditentukan per incinya. Tak ada tempay untuk menambah lompatan, karena itu menandakan adanya ketidakpastian, sesuatu yang mustahil ada.

Di dunia dengan masa depan adalah kepastian, kemudian menjadi lorong-lorong kamar yang tak terbatas.

Kita tak tahu kamar macam apa yang ada di depan, namun tak mampu mengubahnya. Kita adalah penonton dalam kisah kehidupan kita sendiri.

Di dunia seperti ini, ketika masa depan adalah kepastia, tak ada salah atau benar. Salah atau benar mensyaratkan adanya kebebasan dalam memilih. Jika tiap tindakan telah dipilihkan, maka kemerdekaan untuk memilih tak mungkin lagi ada.

                                                                                                                                    ( hlm 123 )

Ia menghirup bahwa hawa basah dan merasakan kebebasan yang ganjil, bisa melakukan apa pun yang ia sukai, bebas di dalam dunia tanpa kebebasan.

                                                                                                                                    ( hlm 124 )

25 JUNI 1905

Sebab, waktu seperti cahaya di antara dua cermin. Memantul ke depan dan ke belakang, menghasilkan bayangan, melodi, pikiran dalam jumlah yang tak terhingga. Inilah dunia penggandaan yang tak terbatas.

                                                                                                                                    ( hlm 126 )

27 JUNI 1905

Tetapi, apakah masa silam itu? Mungkinkah masa silam yang demikian kuat itu tak lebih dari sekedar ilusi?

Pada suatu pagi, di dunia yang masa lalu bisa berubah, pemecah batu itu terbangun dan ia bukan lagi seorang bocah si tukang ngompol.

                                                                                                                                    ( hlm 130 )

Di dunia dengan masa silam yang berubah, kenangan bagai butiran gandum yang tersapu angin, seperti mimpi-mimpi singkat, seperti bentuk-bentuk awan.

                                                                                                                                    ( hlm 131 )

28 JUNI 1905

Waktu membeku bagi orang-orang dan pohon-pohon dan tanah yang terperangkap di dalamnya.

                                                                                                                                    ( hlm 134 )

Fooled by Randomness

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang telah saya terjemahkan dan kumpulkan dari buku “Fooled by Randomness” karangan Nassim Taleb.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

 

Chandra Natadipurba

===

FOOLED BY RANDOMNESS

oleh

Nassim Taleb

 

Penulis (buku The Millionaire Nex Door) memperhatikan variasi dari populasi umum dalam beberapa sifat seperti ketekunan dan kerja keras: kebingungan lain antara yang diperlukan dan yang bersifat kausal.

Bahwa semua jutawan adalah orang yang gigih dan pekerja keras tidak membuat pekerja keras yang gigih menjadi jutawan: Banyak pengusaha yang tidak sukses adalah orang yang gigih dan pekerja keras.

Dalam kasus buku teks empirisme naif, penulis juga mencari sifat-sifat yang dimiliki bersama oleh para jutawan ini dan menyimpulkan bahwa mereka memiliki selera untuk mengambil risiko. Jelas bahwa pengambilan risiko diperlukan untuk kesuksesan besar—tetapi juga diperlukan untuk kegagalan.

Jika penulis melakukan studi yang sama pada warga yang bangkrut, dia pasti akan menemukan kecenderungan untuk mengambil risiko. (hal. xiv)

Pahlawan memenangkan dan kalah dalam pertempuran dengan cara yang sepenuhnya independen dari keberanian mereka sendiri; nasib mereka bergantung pada kekuatan eksternal yang sepenuhnya, umumnya atas tindakan eksplisit dari para dewa yang licik (tidak luput dari nepotisme). Pahlawan adalah pahlawan karena mereka heroik dalam perilaku, bukan karena mereka menang atau kalah. (hal. 34)

Simulasi Monte Carlo lebih mirip dengan mainan daripada apa pun yang saya lihat dalam kehidupan dewasa saya. Seseorang dapat menghasilkan ribuan, mungkin jutaan, jalur sampel acak, dan melihat karakteristik yang dominan dari beberapa fiturnya. Bantuan komputer sangat penting dalam studi semacam itu.

Referensi yang glamor ke Monte Carlo menunjukkan metafora mensimulasikan peristiwa acak dengan cara kasino virtual. (hal. 46)

Model-model saya menunjukkan bahwa pada akhirnya hampir tidak ada yang benar-benar bertahan; beruang jatuh seperti lalat di reli dan banteng berakhir dengan disembelih, karena keuntungan di atas kertas lenyap ketika musik berhenti.

Tapi ada satu pengecualian; beberapa dari mereka yang memperdagangkan opsi (saya menyebut mereka pembeli opsi) memiliki daya tahan yang luar biasa dan saya ingin menjadi salah satu dari mereka. Bagaimana? Karena mereka bisa membeli asuransi terhadap ledakan; mereka bisa tidur tanpa kecemasan di malam hari, berkat pengetahuan bahwa jika karier mereka terancam, itu bukan karena hasil dari satu hari. (hal. 51)

Perbedaan volatilitas antara harga dan informasi berarti bahwa ada sesuatu tentang “ekspektasi rasional” yang tidak berfungsi. (Harga tidak secara rasional mencerminkan nilai jangka panjang sekuritas dan melampaui batas ke arah mana pun.) (hal. 61)

Pembela dogma keuangan modern dan pasar efisien memulai dana yang memanfaatkan ketidakefisienan pasar! Seolah-olah Paus beralih ke Islam. (hal. 62)

Ini tidak berarti bahwa semua jurnalis tertipu oleh penyedia kebisingan acak: Ada banyak jurnalis berpikir di bisnis ini (saya akan menyarankan Anatole Kaletsky dari London dan Jim Grant serta Alan Abelson dari New York sebagai perwakilan yang diremehkan dari kelas semacam itu di antara jurnalis keuangan; Gary Stix di antara jurnalis ilmiah); hanya saja jurnalisme media terkemuka adalah proses yang tidak berpikir untuk menyediakan kebisingan yang dapat menarik perhatian orang dan tidak ada mekanisme untuk memisahkan keduanya.

Pengembalian 15% dengan volatilitas (atau ketidakpastian) 10% per tahun diterjemahkan menjadi probabilitas keberhasilan 93% dalam tahun tertentu. Tetapi dilihat pada skala waktu yang sempit, ini diterjemahkan menjadi hanya 50,02% probabilitas keberhasilan dalam setiap detik tertentu seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 3.1. (hal. 65)

Tabel 3.1

Probabilitas Keberhasilan pada Skala yang Berbeda

Scale Probability
1 year 93%
1 quarter 77%
1 month 67%
1 day 54%
1 hour 51.3%
1 minute 50.17%
1 second 50.02%

Cara mereka memperkenalkan ketelitian dalam kehidupan intelektual adalah dengan menyatakan bahwa suatu pernyataan hanya bisa jatuh ke dalam dua kategori: deduktif, seperti “2 + 2 = 4,” yaitu, secara tak terbantahkan mengalir dari kerangka aksiomatik yang didefinisikan secara tepat (di sini aturan aritmatika), atau induktif, yaitu, dapat diverifikasi dalam beberapa cara (pengalaman, statistik, dll.), seperti “hujan di Spanyol” atau “orang New York umumnya kasar.” (hal. 71)

Sains adalah metode dan ketelitian; ini dapat diidentifikasi dalam penulisan prosa yang paling sederhana sekalipun.

Misalnya, yang mengejutkan saya saat membaca Selfish Gene karya Richard Dawkins adalah bahwa, meskipun teksnya tidak menampilkan satu pun persamaan, rasanya seperti diterjemahkan dari bahasa matematika. Namun, itu adalah prosa artistik. (hal. 72)

Bagaimana mungkin para pedagang yang membuat setiap kesalahan dalam buku bisa menjadi sangat sukses? Karena prinsip sederhana mengenai kebetulan. Ini adalah salah satu manifestasi dari bias kelangsungan hidup. Kita cenderung berpikir bahwa pedagang berhasil karena mereka baik. Mungkin kita telah membalik kausalitas; kita menganggap mereka baik hanya karena mereka menghasilkan uang. Seseorang bisa menghasilkan uang di pasar keuangan sepenuhnya dari kebetulan. (hal. 93)

Mengapa mereka membingungkan probabilitas dan ekspektasi, yaitu, probabilitas dan probabilitas dikalikan dengan hasil? Utamanya karena sebagian besar pendidikan orang datang dari contoh di lingkungan simetris, seperti lemparan koin, di mana perbedaan semacam itu tidak masalah. Faktanya, kurva lonceng yang disebut-sebut telah menemukan penggunaan universal dalam masyarakat sepenuhnya simetris. (hal. 99)

Deskripsi terbaik dari bisnis seumur hidup saya di pasar adalah “taruhan miring,” yaitu, saya mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari peristiwa langka, peristiwa yang tidak cenderung sering terulang, tetapi, karenanya, memberikan hasil besar ketika terjadi. Saya mencoba menghasilkan uang sesekali, sesedikit mungkin, hanya karena saya percaya bahwa peristiwa langka tidak dinilai dengan adil, dan semakin langka peristiwa tersebut, semakin kurang dihargai harganya.

Selain empirisme saya sendiri, saya pikir aspek kontra-intuitif dari perdagangan (dan fakta bahwa kabel emosional kita tidak mengakomodasi hal itu) memberi saya beberapa bentuk keuntungan. (hal. 103)

Dengan kata lain, sejarah mengajarkan kita bahwa hal-hal yang belum pernah terjadi sebelumnya memang terjadi. Ini dapat mengajarkan kita banyak hal di luar seri waktu yang didefinisikan secara sempit; semakin luas pandangannya, semakin baik pelajarannya. Dengan kata lain, sejarah mengajarkan kita untuk menghindari jenis empirisme naif yang terdiri dari belajar dari fakta-fakta sejarah kasual. (hal. 108)

Hal yang sama dengan penerbit; mereka dapat menerbitkan buku-buku yang tidak laku terus-menerus tanpa model bisnis mereka dipertanyakan, jika sekali dalam satu dekade mereka menghasilkan rangkaian super-bestseller seperti Harry Potter—dengan syarat tentu saja bahwa mereka menerbitkan karya berkualitas yang memiliki kemungkinan kecil untuk memiliki daya tarik yang sangat tinggi.

Seorang ekonom yang menarik, Art De Vany, berhasil menerapkan ide-ide ini ke dua bidang: bisnis film dan kesehatan serta gaya hidupnya sendiri. Dia menemukan sifat-sifat miring dari hasil film dan membawanya ke tingkat lain: merek liar ketidakpastian yang tidak dapat diukur yang kita bahas di Bab 10.

Yang juga menarik adalah dia menemukan bahwa kita dirancang oleh alam untuk memiliki latihan fisik yang sangat miring: Pemburu-pengumpul memiliki momen-momen santai yang diikuti dengan ledakan pengeluaran energi yang intens. Pada usia enam puluh lima tahun, Art dikatakan memiliki fisik seorang pria yang hampir setengah usianya. (hal. 111)

Perlu dicatat bahwa ekonom Robert Lucas memberikan pukulan keras terhadap ekonometrika dengan berargumen bahwa jika orang-orang rasional, maka rasionalitas mereka akan membuat mereka menemukan pola yang dapat diprediksi dari masa lalu dan beradaptasi, sehingga informasi masa lalu akan sepenuhnya tidak berguna untuk memprediksi masa depan (argumen ini, yang dirumuskan dalam bentuk matematika yang sangat ketat, membuatnya mendapatkan Hadiah Bank Sentral Swedia untuk menghormati Alfred Nobel).

Kita adalah manusia dan bertindak sesuai dengan pengetahuan kita, yang mengintegrasikan data masa lalu.

Saya dapat menerjemahkan maksudnya dengan analogi berikut. Jika pedagang rasional mendeteksi pola kenaikan saham pada hari Senin, maka segera setelah pola tersebut dapat dideteksi, pola tersebut akan hilang karena orang-orang membeli pada hari Jumat dengan mengantisipasi efek tersebut. Tidak ada gunanya mencari pola yang tersedia untuk semua orang yang memiliki akun pialang; begitu terdeteksi, pola tersebut akan membatalkan dirinya sendiri. (hal. 114)

Komentar: “Tetapi, kesalahan strategi ini juga diterapkan dalam strategi “membeli opsi”. Jika semua orang mengetahuinya, dan mempraktikkannya, itu akan membatalkan dirinya sendiri.”

Saya mengatakan bahwa orang jarang menguji pernyataan yang dapat diuji; ini mungkin lebih baik bagi mereka yang tidak dapat menangani konsekuensi dari kesimpulan tersebut. Pernyataan induktif berikut menggambarkan masalah dalam menafsirkan data masa lalu secara harfiah, tanpa metodologi atau logika: Saya baru saja menyelesaikan pemeriksaan statistik menyeluruh tentang kehidupan Presiden Bush. Selama lima puluh delapan tahun, hampir 21.000 pengamatan, dia tidak pernah mati sekali pun. Oleh karena itu, saya dapat menyatakan bahwa dia abadi, dengan tingkat signifikansi statistik yang tinggi.

Komentar: “Tetapi, mengapa orang tidak berpikir seperti ini? Orang melihat kematian setiap saat. Jadi, mereka tidak menyimpulkan kematian dari pengamatan kehidupan seseorang, tetapi kematian semua orang.”

Seperti yang kita lihat di bab sebelumnya, pasar (dan kehidupan) bukanlah situasi menang/kalah yang sederhana, karena biaya kerugian bisa sangat berbeda dari keuntungan. Memaksimalkan probabilitas menang tidak mengarah pada memaksimalkan ekspektasi dari permainan ketika strategi seseorang mungkin termasuk ketidakseimbangan, yaitu, peluang kecil untuk kerugian besar dan peluang besar untuk keuntungan kecil.

Jika Anda terlibat dalam strategi jenis roulette Rusia dengan probabilitas rendah untuk kerugian besar, yang dapat membuat Anda bangkrut setiap beberapa tahun, Anda kemungkinan besar akan muncul sebagai pemenang di hampir semua sampel—kecuali di tahun ketika Anda mati.

Saya mengingatkan diri sendiri untuk tidak pernah gagal mengakui wawasan dari empiris tahun 1960-an dan kontribusi awalnya. Sayangnya, saya belajar banyak dari Niederhoffer, terutama dengan kontras, dan terutama dari contoh terakhir: saya tidak menyukai struktur yang mencekik dari permainan kompetitif dan aspek yang semakin berkurang dari kebanggaan dari kinerja numerik.

Saya juga belajar untuk menjauh dari orang-orang yang bersifat kompetitif, karena mereka cenderung mengkomoditisasi dan mengurangi dunia menjadi kategori, seperti berapa banyak makalah yang mereka terbitkan dalam setahun tertentu, atau bagaimana peringkat mereka di tabel liga.

Ada sesuatu yang tidak filosofis tentang menginvestasikan kebanggaan dan ego seseorang dalam “rumah/pustaka/mobil saya lebih besar dari milik orang lain dalam kategori saya”—sungguh bodoh untuk mengklaim menjadi yang pertama dalam kategori seseorang sambil duduk di atas bom waktu. Kesimpulannya, empirisme ekstrem, sifat kompetitif, dan tidak adanya struktur logis dalam kesimpulan seseorang bisa menjadi kombinasi yang sangat eksplosif. (hal. 121)

Popper datang dengan jawaban utama untuk masalah induksi (bagi saya, dia datang dengan jawabannya). Tidak ada orang yang lebih mempengaruhi cara ilmuwan melakukan sains selain Sir Karl—terlepas dari kenyataan bahwa banyak rekan filsuf profesionalnya menganggapnya cukup naif (ini justru menjadi kelebihannya, menurut saya). Ide Popper adalah bahwa sains tidak boleh dianggap terlalu serius seperti yang terdengar (Popper ketika bertemu Einstein tidak menganggapnya sebagai setengah dewa yang dia kira).

Ada hanya dua jenis teori:

  1. Teori yang diketahui salah, karena telah diuji dan ditolak secara memadai (dia menyebutnya dipalsukan).
  2. Teori yang belum diketahui salah, belum dipalsukan, tetapi terpapar untuk dibuktikan salah.

Mengapa teori tidak pernah benar? Karena kita tidak akan pernah tahu apakah semua angsa berwarna putih (Popper meminjam ide Kantian tentang kekurangan dalam mekanisme persepsi kita). Mekanisme pengujian mungkin cacat. Namun, pernyataan bahwa ada angsa hitam adalah mungkin. Sebuah teori tidak dapat diverifikasi. (hal. 126)

Masyarakat terbuka adalah masyarakat di mana tidak ada kebenaran permanen yang dianggap ada; ini akan memungkinkan munculnya ide-ide tandingan. (hal. 128)

Popper percaya bahwa setiap gagasan tentang Utopia pada dasarnya tertutup karena fakta bahwa gagasan tersebut menekan sanggahan-sanggahannya sendiri.

Gagasan sederhana tentang model yang baik untuk masyarakat yang tidak dapat terbuka untuk falsifikasi adalah totaliter.

Saya belajar dari Popper, selain perbedaan antara masyarakat terbuka dan tertutup, juga perbedaan antara pikiran terbuka dan tertutup. (hal. 128)

Induksi adalah beralih dari banyak hal-hal khusus ke yang umum. (hal. 130)

Saya menyimpulkan dengan memaparkan metode saya sendiri dalam menangani masalah induksi. Filsuf Pascal menyatakan bahwa strategi optimal bagi manusia adalah mempercayai adanya Tuhan. Karena jika Tuhan ada, maka orang yang percaya akan mendapatkan imbalan.

Jika Dia tidak ada, orang yang percaya tidak akan kehilangan apa pun. Oleh karena itu, kita perlu menerima asimetri dalam pengetahuan; ada situasi di mana menggunakan statistik dan ekonometrika bisa bermanfaat. Tetapi saya tidak ingin hidup saya bergantung padanya. Seperti Pascal, saya akan menyatakan argumen berikut.

Jika ilmu statistik bisa memberi saya manfaat dalam hal apapun, saya akan menggunakannya. Jika itu menimbulkan ancaman, maka saya tidak akan menggunakannya. Saya ingin mengambil yang terbaik dari apa yang dapat diberikan masa lalu tanpa bahaya-bahaya tersebut.

Oleh karena itu, saya akan menggunakan statistik dan metode induktif untuk membuat taruhan agresif, tetapi saya tidak akan menggunakannya untuk mengelola risiko dan eksposur saya. Anehnya, semua pedagang yang bertahan yang saya kenal tampaknya melakukan hal yang sama.

Mereka berdagang berdasarkan ide-ide yang didasarkan pada beberapa pengamatan (termasuk sejarah masa lalu) tetapi, seperti ilmuwan Popperian, mereka memastikan bahwa biaya kesalahan terbatas (dan probabilitas mereka tidak diturunkan dari data masa lalu). (hal. 131)

Jika seseorang menempatkan sejumlah monyet tak terbatas di depan mesin tik (yang dibangun dengan kuat), dan membiarkan mereka mengetik tanpa henti, ada kepastian bahwa salah satu dari mereka akan menghasilkan versi Iliad yang persis sama. (hal. 135)

Janet merasa bahwa suaminya adalah seorang yang gagal, tetapi dia menghitung probabilitas secara kasar—dia menggunakan distribusi yang salah untuk menentukan peringkat. Dibandingkan dengan populasi umum AS, Marc telah melakukannya dengan sangat baik, lebih baik dari 99,5% rekan senegaranya.

Dibandingkan dengan teman-teman SMA-nya, dia melakukannya dengan sangat baik, fakta yang bisa dia verifikasi jika dia punya waktu untuk menghadiri reuni berkala, dan dia akan berada di puncak.

Dibandingkan dengan orang-orang lain di Harvard, dia melakukannya lebih baik dari 90% dari mereka (secara finansial, tentu saja).

Dibandingkan dengan rekan-rekan sekolah hukum di Yale, dia melakukannya lebih baik dari 60% dari mereka. Tetapi dibandingkan dengan tetangga kooperatifnya, dia berada di posisi terbawah!

Mengapa? Karena dia memilih untuk tinggal di antara orang-orang yang sukses, di daerah yang mengesampingkan kegagalan.

Dengan kata lain, mereka yang gagal tidak muncul dalam sampel, sehingga membuatnya terlihat seolah-olah dia tidak melakukannya dengan baik sama sekali.

Dengan tinggal di Park Avenue, seseorang tidak memiliki paparan terhadap para pecundang, seseorang hanya melihat para pemenang.

Karena kita hidup dalam komunitas yang sangat kecil, sulit untuk menilai situasi kita di luar batas geografis yang didefinisikan secara sempit dari habitat kita.

Dalam kasus Marc dan Janet, ini menyebabkan tekanan emosional yang cukup besar; di sini kita memiliki seorang wanita yang menikahi pria yang sangat sukses tetapi yang dia lihat hanyalah kegagalan komparatif, karena dia tidak bisa secara emosional membandingkannya dengan sampel yang akan adil bagi dirinya. (hal. 142)

Keuntungan kapitalisme adalah bahwa masyarakat dapat memanfaatkan keserakahan orang daripada kebaikan hati mereka, tetapi tidak perlu, di samping itu, memuji keserakahan semacam itu sebagai pencapaian moral (atau intelektual) (pembaca dapat dengan mudah melihat bahwa, selain dari beberapa pengecualian seperti George Soros, saya tidak terkesan oleh orang-orang dengan uang).

Menjadi kaya bukanlah pencapaian moral langsung, tetapi bukan di situ letak kekurangan besar dalam buku ini.

Seperti yang kita lihat, pahlawan dalam The Millionaire Next Door adalah para akumulator, orang-orang yang menunda pengeluaran untuk berinvestasi.

Tidak dapat disangkal bahwa strategi semacam itu mungkin berhasil; uang yang dihabiskan tidak memberikan hasil (kecuali kenikmatan bagi yang menghabiskannya). Tetapi manfaat yang dijanjikan dalam buku ini tampak sangat dilebih-lebihkan.

Membaca tesis mereka dengan lebih teliti mengungkapkan bahwa sampel mereka mencakup bias kelangsungan hidup ganda (double survicvorship bias). Dengan kata lain, ini memiliki dua kekurangan yang memperkuat.

Pemenang yang Terlihat Bias pertama berasal dari fakta bahwa orang kaya yang dipilih untuk sampel mereka adalah di antara monyet-monyet beruntung di mesin tik. Para penulis tidak berusaha untuk mengoreksi statistik mereka dengan fakta bahwa mereka hanya melihat para pemenang. Mereka tidak menyebutkan “akumulator” yang telah mengumpulkan hal-hal yang salah (anggota keluarga saya ahli dalam hal itu; mereka yang mengumpulkan berhasil mengumpulkan mata uang yang akan didevaluasi dan saham perusahaan yang kemudian bangkrut).

Tidak ada penyebutan fakta bahwa beberapa orang cukup beruntung untuk berinvestasi pada pemenang; orang-orang ini tidak diragukan lagi akan masuk dalam buku. A

da cara untuk mengatasi bias: Kurangi kekayaan rata-rata jutawan Anda, katakanlah, 50%, dengan alasan bahwa bias menyebabkan kekayaan bersih rata-rata jutawan yang diamati menjadi lebih tinggi sebanyak itu (ini terdiri dari menambahkan efek dari para pecundang ke dalam pot). Ini pasti akan mengubah kesimpulan.

Adapun kekurangan yang kedua, yang lebih serius, saya sudah membahas masalah induksi. Ceritanya berfokus pada episode yang tidak biasa dalam sejarah; membeli tesisnya berarti menerima bahwa pengembalian saat ini dalam nilai aset bersifat permanen (jenis kepercayaan yang berlaku sebelum kehancuran besar yang dimulai pada tahun 1929).

Ingatlah bahwa harga aset telah (masih pada saat penulisan) menyaksikan pasar bull terbesar dalam sejarah dan nilai-nilainya meningkat secara astronomis selama dua dekade terakhir. Satu dolar yang diinvestasikan di saham rata-rata akan tumbuh hampir dua puluh kali lipat sejak tahun 1982—dan itu adalah saham rata-rata.

Sampel tersebut mungkin termasuk orang-orang yang berinvestasi di saham yang berkinerja lebih baik dari rata-rata. Hampir semua subjek menjadi kaya dari inflasi harga aset, dengan kata lain dari inflasi baru-baru ini dalam kertas keuangan dan aset yang dimulai pada tahun 1982. Seorang investor yang terlibat dalam strategi yang sama selama hari-hari yang kurang agung bagi pasar pasti akan memiliki cerita yang berbeda untuk diceritakan. Bayangkan buku yang ditulis pada tahun 1982, setelah erosi berkepanjangan dari nilai saham yang disesuaikan dengan inflasi, atau pada tahun 1935, setelah hilangnya minat pada pasar saham.

Atau pertimbangkan bahwa pasar saham Amerika Serikat bukan satu-satunya kendaraan investasi. Pertimbangkan nasib mereka yang, alih-alih menghabiskan uang mereka untuk membeli mainan mahal dan membayar perjalanan ski, membeli surat utang yang didenominasikan dalam lira Lebanon (seperti yang dilakukan kakek saya), atau obligasi sampah dari Michael Milken (seperti yang dilakukan banyak rekan saya pada tahun 1980-an).

Kembali dalam sejarah dan bayangkan akumulator membeli obligasi Imperial Rusia yang ditandatangani oleh Tsar Nicholas II dan mencoba mengumpulkan lebih banyak lagi dengan menukarnya dari pemerintah Soviet, atau real estat Argentina pada tahun 1930-an (seperti yang dilakukan kakek buyut saya).

Kesalahan mengabaikan bias kelangsungan hidup adalah kronis, bahkan (atau mungkin terutama) di antara para profesional. Bagaimana? Karena kita dilatih untuk memanfaatkan informasi yang ada di depan mata kita, mengabaikan informasi yang tidak kita lihat.

Pada saat penulisan, dana pensiun dan perusahaan asuransi di Amerika Serikat dan Eropa entah bagaimana membeli argumen bahwa “dalam jangka panjang ekuitas selalu memberikan hasil 9%” dan mendukungnya dengan statistik. Statistiknya benar, tetapi itu adalah sejarah masa lalu. Argumen saya adalah bahwa saya bisa menemukan sekuritas di suatu tempat di antara 40.000 yang tersedia yang naik dua kali lipat jumlah itu setiap tahun tanpa gagal.

Haruskah kita menempatkan uang jaminan sosial ke dalamnya? Sebuah penjumlahan singkat pada titik ini: Saya menunjukkan bagaimana kita cenderung salah mengira satu realisasi di antara semua sejarah acak yang mungkin sebagai yang paling representatif, melupakan bahwa mungkin ada yang lain. Singkatnya, bias kelangsungan hidup menyiratkan bahwa realisasi berkinerja tertinggi akan menjadi yang paling terlihat. Mengapa? Karena para pecundang tidak muncul. (hal. 146)

Optimisme, dikatakan, adalah prediktif dari kesuksesan. Prediktif? Ini juga bisa menjadi prediktif dari kegagalan. Orang-orang optimis tentu saja mengambil lebih banyak risiko karena mereka terlalu percaya diri tentang peluangnya; mereka yang menang muncul di antara orang kaya dan terkenal, yang lain gagal dan menghilang dari analisis. Sayangnya. (hal. 148)

Mengapa bidang keuangan begitu kaya? Karena ini adalah salah satu dari sedikit bidang penyelidikan di mana kita memiliki banyak informasi (dalam bentuk seri harga yang melimpah), tetapi tidak ada kemampuan untuk melakukan eksperimen seperti dalam, katakanlah, fisika. Ketergantungan pada data masa lalu ini membawa kekurangan-kekurangan yang menonjol. (hal. 151)

Selain itu, contoh ini mengilustrasikan sifat-sifat ergodisitas, yaitu, waktu akan menghilangkan efek-efek yang mengganggu dari kebetulan. (hal. 156)

Catatan perdagangan adalah penipuan pialang saham Baltimore. (hal. 158)

Cara paling intuitif untuk menjelaskan masalah penambangan data kepada nonstatistikawan adalah melalui apa yang disebut paradoks ulang tahun, meskipun sebenarnya ini bukan paradoks, melainkan keanehan perseptual.

Jika Anda bertemu seseorang secara acak, ada satu dari 365,25 kemungkinan Anda berbagi ulang tahunnya, dan kemungkinan yang jauh lebih kecil memiliki ulang tahun yang persis sama di tahun yang sama. (hal. 159)

Tetapi ketika seseorang melemparkan komputer ke data, mencari hampir semua hubungan, pasti ada hubungan palsu yang muncul, seperti nasib pasar saham yang terkait dengan panjang rok wanita. (hal. 160)

Saya menyesuaikan aturan pada data. Kegiatan ini disebut penyelidikan data (data snooping). Semakin banyak saya mencoba, semakin besar kemungkinan saya, hanya karena keberuntungan, menemukan aturan yang berhasil pada data masa lalu. (hal. 162) – Kesalahan di web seperti validea (pengujian balik)

Dengan argumen yang sama, sains dirusak oleh bias kelangsungan hidup yang berbahaya, memengaruhi cara penelitian dipublikasikan. Dengan cara yang mirip dengan jurnalisme, penelitian yang tidak menghasilkan hasil tidak masuk ke dalam cetakan. Itu mungkin terlihat masuk akal, karena surat kabar tidak harus memiliki judul yang mengatakan bahwa tidak ada yang baru yang terjadi (meskipun Alkitab cukup cerdas untuk menyatakan ein chadash tachat hashemesh—“tidak ada yang baru di bawah matahari,” memberikan informasi bahwa hal-hal hanya berulang).

Masalahnya adalah bahwa temuan tentang ketidakhadiran dan ketidakhadiran temuan tercampur. Mungkin ada informasi hebat dalam kenyataan bahwa tidak ada yang terjadi. Seperti yang dicatat Sherlock Holmes dalam kasus Silver Blaze—hal yang aneh adalah bahwa anjing itu tidak menggonggong. (hal. 170)

Anda berhenti ketika mendapatkan solusi yang hampir memuaskan. Jika tidak, mungkin diperlukan waktu yang sangat lama untuk mencapai kesimpulan terkecil atau melakukan tindakan terkecil. Oleh karena itu kita rasional, tetapi dengan cara yang terbatas: “rasional terbatas.” (hal. 187)

“Otak kita dibuat untuk kelangsungan hidup (fitness) bukan untuk kebenaran” oleh intelektual ilmiah Steven Pinker merangkum semuanya. (hal. 197)

Ada jenis kepuasan lain yang diberikan oleh penjual opsi. Ini adalah pengembalian yang stabil dan perasaan reward yang stabil—yang disebut psikolog sebagai aliran. Sangat menyenangkan untuk pergi bekerja di pagi hari dengan harapan mendapatkan sedikit uang.

Diperlukan kekuatan karakter untuk menerima harapan mengeluarkan sedikit darah, kehilangan uang kecil secara stabil meskipun strategi tersebut pasti menguntungkan dalam jangka waktu yang lebih lama. Saya perhatikan bahwa sangat sedikit pedagang opsi yang dapat mempertahankan apa yang saya sebut posisi “volatilitas panjang”, yaitu posisi yang kemungkinan besar akan kehilangan sedikit uang pada saat kadaluwarsa, tetapi diharapkan menghasilkan uang dalam jangka panjang karena lonjakan sesekali.

Saya menemukan sangat sedikit orang yang menerima kehilangan $1 untuk sebagian besar kadaluwarsa dan menghasilkan $10 sesekali, bahkan jika permainannya adil (yaitu, mereka menghasilkan $10 lebih dari 9,1% dari waktu). (hal. 208)

Seorang jurnalis dilatih dalam metode untuk mengekspresikan dirinya daripada menyelami kedalaman sesuatu—proses seleksi lebih mengutamakan yang paling komunikatif, tidak selalu yang paling berpengetahuan. Teman-teman dokter saya mengklaim bahwa banyak jurnalis medis tidak memahami apa pun tentang kedokteran dan biologi, sering kali membuat kesalahan yang sangat mendasar.

Saya tidak dapat mengonfirmasi pernyataan semacam itu, karena saya sendiri hanyalah seorang amatir (meskipun terkadang pembaca rakus) dalam penelitian medis, tetapi saya perhatikan bahwa mereka hampir selalu salah memahami probabilitas yang digunakan dalam pengumuman penelitian medis. Yang paling umum adalah menyangkut interpretasi bukti. Mereka paling sering bingung antara ketidakhadiran bukti dan bukti ketidakhadiran. (hal. 210)

Rata-rata orang Amerika diharapkan hidup tujuh puluh tiga tahun. Oleh karena itu, jika Anda berusia enam puluh delapan tahun, Anda dapat berharap untuk hidup lima tahun lagi, dan harus merencanakannya sesuai. ”Dia melanjutkan resep yang tepat tentang bagaimana orang tersebut harus berinvestasi untuk jangka waktu lima tahun lagi. Sekarang bagaimana jika Anda berusia delapan puluh tahun? Apakah harapan hidup Anda berkurang tujuh tahun?

Apa yang membingungkan para jurnalis ini adalah harapan hidup tanpa syarat dan bersyarat. Saat lahir, harapan hidup tanpa syarat Anda mungkin tujuh puluh tiga tahun. Tetapi seiring bertambahnya usia Anda dan tidak mati, harapan hidup Anda meningkat seiring dengan hidup Anda. Mengapa? Karena orang lain, dengan mati, telah mengambil tempat Anda dalam statistik, karena harapan berarti rata-rata. (hal. 212)

Bagaimana saya memutuskan bahwa itu adalah kebisingan sempurna? Ambil analogi sederhana. Jika Anda terlibat dalam perlombaan sepeda gunung dengan seorang teman melintasi Siberia dan, sebulan kemudian, mengalahkannya hanya dalam satu detik, Anda jelas tidak bisa cukup membanggakan bahwa Anda lebih cepat darinya. (hal. 214)

Salah satu trik semacam itu adalah menghindari kontak mata (melalui kaca spion) dengan orang lain dalam pertemuan lalu lintas semacam itu. Mengapa? Karena ketika Anda menatap mata seseorang, bagian otak Anda yang berbeda, yang lebih emosional, diaktifkan dan terlibat sebagai hasil dari interaksi tersebut. (hal. 223)

Orang-orang bingung antara sains dan ilmuwan. Sains itu hebat, tetapi ilmuwan individu berbahaya. Mereka adalah manusia; mereka dirusak oleh bias yang dimiliki manusia. Mungkin bahkan lebih. Karena kebanyakan ilmuwan keras kepala, jika tidak mereka tidak akan mendapatkan kesabaran dan energi untuk melakukan tugas-tugas Herculean yang diminta dari mereka, seperti menghabiskan delapan belas jam sehari menyempurnakan tesis doktoral mereka. (hal. 244)

(Stanley) juga menyimpulkan (dengan benar) bahwa orang kaya adalah “pengambil risiko” dan menyimpulkan (dengan salah) bahwa pengambilan risiko membuat seseorang kaya. Seandainya dia memeriksa populasi pengusaha yang gagal, dia juga akan menyimpulkan (dengan benar) bahwa pengusaha yang gagal juga adalah “pengambil risiko.” (hal. 270)

E. O. Wilson (2002) menulis: “Otak manusia tampaknya berevolusi untuk mengikatkan dirinya secara emosional hanya pada sepotong kecil geografi, sekelompok kerabat yang terbatas, dan dua atau tiga generasi ke depan. Tidak melihat jauh ke depan atau jauh ke lapangan adalah elemen dalam pengertian Darwin.

Kita secara alami cenderung mengabaikan kemungkinan jauh yang belum memerlukan pemeriksaan. Ini, kata orang, hanya akal sehat yang baik.

Mengapa mereka berpikir dengan cara yang berpandangan pendek ini? “Alasannya sederhana: Ini adalah bagian bawaan dari warisan Paleolitik kita.

Selama ratusan milenium, mereka yang bekerja untuk keuntungan jangka pendek dalam lingkaran kecil kerabat dan teman hidup lebih lama dan meninggalkan lebih banyak keturunan—bahkan ketika perjuangan kolektif mereka menyebabkan kerajaan dan kerajaan mereka runtuh di sekitar mereka.

Pandangan jauh yang mungkin menyelamatkan keturunan mereka yang jauh membutuhkan visi dan altruisme yang diperpanjang yang secara naluriah sulit untuk dikerahkan.”

Lihat juga Miller (2000): “Evolusi tidak memiliki pandangan ke depan. Ini tidak memiliki visi jangka panjang dari manajemen perusahaan obat. Spesies tidak bisa mengumpulkan modal ventura untuk membayar tagihannya sementara tim penelitinya … Setiap spesies harus tetap menguntungkan secara biologis setiap generasi, jika tidak, ia akan punah. Spesies selalu memiliki masalah arus kas yang melarang investasi spekulatif di masa depan.

Lebih tepatnya, setiap gen yang mendasari setiap inovasi potensial harus menghasilkan hasil evolusi yang lebih tinggi daripada gen pesaing, atau ia akan menghilang sebelum inovasi berkembang lebih jauh. Ini membuat inovasi sulit dijelaskan.” (hal. 278).

 

The Black Swan

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang telah kumpulkan dari buku “The Black Swan” karangan Nassim Taleb.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

 

Chandra Natadipurba

===

THE BLACK SWAN

oleh

Nassim Taleb

 

Buku yang sudah dibaca jauh lebih kurang bernilai dibandingkan dengan yang belum dibaca.

Perpustakaan harus berisi sebanyak mungkin dari apa yang tidak Anda ketahui, sesuai dengan kemampuan finansial Anda, tingkat hipotek, dan pasar real estat yang saat ini ketat.

Anda akan mengumpulkan lebih banyak pengetahuan dan lebih banyak buku seiring bertambahnya usia, dan jumlah buku yang belum dibaca di rak akan semakin mengintimidasi Anda.

Memang, semakin banyak yang Anda ketahui, semakin besar deretan buku yang belum dibaca. Mari kita sebut koleksi buku yang belum dibaca ini sebagai anti-perpustakaan. (hal.1)

Pikiran manusia menderita dari tiga penyakit saat berhubungan dengan sejarah, yang saya sebut triplet opasitas.

Mereka adalah:

a. ilusi pemahaman, atau bagaimana semua orang berpikir mereka tahu apa yang terjadi di dunia yang lebih rumit (atau acak) daripada yang mereka sadari;

b. distorsi retrospektif, atau bagaimana kita dapat menilai masalah hanya setelah fakta, seolah-olah mereka ada di kaca spion (sejarah tampak lebih jelas dan lebih teratur dalam buku sejarah daripada dalam kenyataan empiris); dan

c. penilaian berlebihan terhadap informasi faktual dan cacat dari orang-orang berotoritas dan terpelajar, terutama ketika mereka menciptakan kategori—ketika mereka “Platonisasi.” (hal.8)

Sejarah dan masyarakat tidak merangkak. Mereka membuat lompatan. Mereka pergi dari patahan ke patahan, dengan beberapa getaran di antaranya. Namun kita (dan sejarawan) suka percaya pada kemajuan kecil yang dapat diprediksi. (hal.11)

Saya memisahkan orang “ide”, yang menjual produk intelektual dalam bentuk transaksi atau karya, dari orang “tenaga kerja”, yang menjual pekerjaannya kepada Anda. (hal.28)

Dan globalisasi telah memungkinkan Amerika Serikat untuk berspesialisasi dalam aspek kreatif dari sesuatu—produksi konsep dan ide, yaitu, bagian produk yang dapat diskalakan, dan, semakin banyak, dengan mengekspor pekerjaan, memisahkan komponen yang kurang dapat diskalakan dan menyerahkannya kepada mereka yang senang dibayar per jam. (hal.31)

Di provinsi Utopis Mediocristan, peristiwa tertentu tidak berkontribusi banyak secara individu—hanya secara kolektif.

Saya dapat menyatakan hukum tertinggi Mediocristan sebagai berikut: Ketika sampel Anda besar, tidak ada satu pun kejadian yang akan secara signifikan mengubah agregat atau total. Pengamatan terbesar akan tetap mengesankan, tetapi pada akhirnya tidak signifikan bagi jumlah keseluruhan. (hal.32)

Di Extremistan, ketidaksetaraan sedemikian rupa sehingga satu pengamatan tunggal dapat berdampak secara tidak proporsional terhadap agregat atau total. (hal.33)

Extremistan dapat menghasilkan Black Swan, dan memang demikian, karena beberapa kejadian memiliki pengaruh besar pada sejarah. Inilah ide utama buku ini. (hal.34)

Pertimbangkan bahwa perasaan aman mencapai puncaknya ketika risikonya paling tinggi! (hal.41)

Misalkan Anda tinggal di kota dengan dua rumah sakit—satu besar, satu kecil. Pada hari tertentu 60 persen dari mereka yang lahir di salah satu dari dua rumah sakit adalah laki-laki. Rumah sakit mana?

Banyak ahli statistik membuat kesalahan yang setara (selama percakapan santai) dengan memilih rumah sakit yang lebih besar, padahal sebenarnya dasar statistik adalah bahwa sampel besar lebih stabil dan seharusnya berfluktuasi lebih sedikit dari rata-rata jangka panjang—di sini, 50 persen untuk setiap jenis kelamin—daripada sampel yang lebih kecil. (hal.53)

Kami, anggota primata manusia, memiliki rasa lapar akan aturan karena kami perlu mengurangi dimensi masalah agar dapat masuk ke dalam kepala kami. (hal.69)

Dalam esainya “What We See and What We Don’t See,” Bastiat menawarkan gagasan berikut: kita dapat melihat apa yang dilakukan pemerintah, dan karena itu memujinya—tetapi kita tidak melihat alternatifnya. Tetapi ada alternatif; itu kurang jelas dan tetap tak terlihat. (hal.111)

Pengacara orang yang terluka oleh efek samping akan mengejar dokter seperti anjing pemburu, sementara nyawa yang diselamatkan oleh obat tersebut mungkin tidak diperhitungkan di mana pun.

Sebuah nyawa yang diselamatkan adalah statistik; seorang yang terluka adalah anekdot. Statistik tidak terlihat; anekdot menonjol. Demikian pula, risiko Black Swan tidak terlihat. (hal.112)

Ini membuat hidup di kota-kota besar tak ternilai harganya karena Anda meningkatkan peluang pertemuan yang tidak disengaja—Anda mendapatkan paparan terhadap amplop kebetulan. (hal.209)

Bekerja dengan data yang melimpah seperti itu membuat kita rendah hati; ini memberikan intuisi tentang kesalahan berikut: berjalan di jalan antara representasi dan realitas ke arah yang salah. (hal.362)

The Black Swan

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Teori Teori Keadilan: Six Theories of Justice oleh Karen Lebacqz.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

TEORI-TEORI KEADILAN

Karen Lebacqz

Analisis Kritis Pemikiran J.S. Mill, J. Rawls, R. Nozick, R. Neibuhr, J.P. Miranda

Kode penerbitan : NM-003-04-11

Diterjemahkan dari Six Theories of Justice, Karen Lebacqz,     
Augsbung Publishing House, Indianapolis, 1986.

Penerjamahan   : Yudi Santosa  
Penyunting        : Ahmad Mustofa

Cetakan Ke      : 6        
Bulan                : 1        
Tahun               : 18

Diterbitkan oleh            
Penerbit Nusa Media    
PO BOX 137 Ujungberung, Bandung

Desain Cover    : MF Mahardika           
Tata Letak        : Nusamed Studio

ISBN : 979-1305-49-5

(hlm.2)

Pendahuluan

Mereka menggunakan keadilan distributif dalam maknanya yang luas: pertanyaannya bukan lagi hanya ‘Siapa yang memperoleh seberapa besar pai?’, namun juga ‘Apakah jenis pai itu semestinya?’, dan ‘Siapa yang berhak memutuskannya?’3

(hlm.3)

Enam Fragmen Keadilan

Keenam pendekatan ini dipilih karena menjadi wakil dari mazhab pemikiran yang berbeda-beda. Meski tiga fragmen adalah varian-varian liberalisme, dan tiga yang lain varian-varian teologi Kristen, ternyata masing-masing menawarkan pendekatan yang berbeda-beda terhadap keadilan. Enam teori itu dipilih karena mudah dijumpai di mana-mana: minimal pembaca dapat menemukan satu dokumen untuk setiap pendekatan ini.

(hlm.4)

Namun begitu, bentuk utilirianisme ini masih dipertahankan di dalam ‘analisis untung-rugi’ yang begitu populer di lingkungan pemerintah.

Respon Teori Kontrak

Rawls menggunakan model kontrak dan menawarkan alternatif Kantian untuk menanggapinya.

(hlm.5)

Alternatif Teori Hak

Jika teori kontrak Rawls memperbolehkan keterlibatan pemerintah untuk mewujudkan keadilan distributif , Nozick malah memperlihatkan bahwa tidak ada landasan moral apa pun bagi distribusi keadilan sehingga membutuhkan struktur pemerintah lebih dari campur tangan minimal negara.

Respon Katolikisme

Dengan semua perbedaanya, ketiga teori filsafat yang dibahas di sini beroperasi di dalam tradisi ‘liberal’.

(hlm.6)

Pastoral Letter on Catholic Social Teaching and the U.S. Economy yang disusun Konferensi Nasional Uskup-uskup Katolik dipilih sebagai sumber informasi bagi tradisi ini. Selain itu, dia menawarkan konsep yang berbeda tajam dari konsep Nozick dengan menggagas bahwa kerjasama diantara umat manusialah, jadi bukan pemahaman individualistik, yang bisa memahami kemanusiaan, dan kemudian keadilan sosial yang lebih luas.

(hlm.8)

Tantangan Teologi Pembebasan

Keenam fragmen ini ditawarkan dengan keyakinan bahwa setiap mazhab membicarakan sesuatu yang sangat fundamental sehingga meninggalkan warisan yang permanen, tak peduli apa pun keterbatasannya.

(hlm.9)

Pengeksplorasian Membuta

Pertama, dari enam pendekatan yang ditulis di sini, hanya satu yang menulis secara eksplisit ‘teori’ keadilan. Yang lain lebih menyoroti banyak hal lain, sehingga jika sebuah ‘teori’ keadilan dilepaskan begitu saja dari seluruh rangkaian pemikiran mereka, akan menjadi asing bagi maksud mereka yang utama. Karena itu, kelima pendekatan sisanya lebih baik jika dipahami sebagai ‘jendela’ bagi keadilan daripada sebagai teori perse.

Kedua, fragmen-fragmen yang ditawarkan di sini mencerminkan distorsi-distorsi lokasi sosial mereka.

Ketiga, saya tidak pernah bermaksud membedah kondisi sosial atau sejarah pribadi para pemikir di sini.

(hlm.10)

Keempat, sebuah teori memiliki kehidupan dan integrasitasnya sendiri. Karena itu tugas kita disini adalah ‘masuk’ ke dalam setiap teori itu, dengan kemampuan terbaik kita, lalu menyimak kritik-kritik yang dilontarkan terhadapnya.

(hlm.11)

Catatan Penerjemah

* Istilah ‘hak’ di sini diterjemahkan dari ‘entitlement’ yang mengandung pengertian lebih kuat, mendasar dan luas daripada ‘right’: hak asasi, kedaulatan, hak istimewa, hak yang bersifat prerogatif, dan klaim.

** ‘Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatanmu’, dan ‘Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu menyayangi dirimu sendiri’.

Catatan Akhir

2 Joel Feinberg telah menyatakan bahwa klasifikasi tradisional mengenai keadilan – distributif, retributif dan komulatif – tidak banyak membantu.

(hlm.14)

SATU

Teori Keadilan Menurut      
John Stuart Mill

Kemanfaatan

Ide dasar utilitarianisme sangat sederhana: yag benar untuk dilakukan adalah yang menghasilkan kebaikan terbesar.

‘Kemanfaatan’ atau ‘prinsip kebahagiaan terbesar’ menyatakan bahwa tindakan tertentu benar jika cenderung memperbesar kebahagiaan; keliru jika cenderung menghasilkan berkurangnya kebahagiaan. Yang dimaksudkan dengan kebahagiaan adalah kesenangan dan tidak adanya rasa sakit …5

Pertama, tujuan hidup adalah kebahagiaan.

(hlm.15)

Tapi, apakah kebahagiaan itu? Bentham mendefinisikannya dalam terminologi kesenangan dan ketidak-hadiran rasa sakit. Mill mengembangkannya lebih jauh dengan memilah-milahkan secara eksplisit perbedaan dari jenis-jenis kesenangan dan rasa sakit tersebut.

Kedua, ‘kebenaran’ dari suatu tindakan ditentukan oleh kontribusinya bagi kebahagiaan. Kaidah ini menjadikan utilitarianisme sebuah teleologi: tujuan (telos) menentukan apa yang benar.

(hlm.16)

Namun rumusan ini mengundang pertanyaan besar: haruskah hasil dari setiap tindakan yang dikalkulasikan itu menjadi penentu bagi seluruh ‘kemanfaatan’, sehingga dari sini berhak memutuskan mana ‘yang benar’?                                                                          

(hlm.20)

Mill menemukan 6 kondisi umum yang umumnya disepakati sebagai hal yang ‘tidak adil’: (1) memisahkan manusia dari hal-hal yang atasnya mereka  memiliki hak legal; (2) memisahkan manusia dari hal-hal yang atasnya mereka memiliki hak moral; (3) manusia tidak memperoleh apa yang layak diterimannya – kebaikan bagi yang bertindak benar, dan keburukan bagi yang bertindak keliru; (4) perselisihan iman di antara orang per orang; (5) bersikap setengah-setengah, contohnya menunjukkan dukungan sebagai pemanis bibir; (6) mengancam atau menekan orang lain yang tidak setara denganya.28

(hlm.23)

Ringkasan

Keadilan adalah istilah yang diberikan kepada aturan-aturan yang melindungi klaim-klaim yang dianggap esensial bagi kesejahteraan masyarakat – klaim-klaim untuk memegang janji diperlakukan dengan setara, dan sebagainya.

(hlm.24)

Keadilan mengakui eksistensi hak-hak individu yang didukung masyarakt.37

(hlm.31)

Kritik

Apakah kita lebih mengutamakan jumlah terbesar, ataukah total kemanfaatan maksimum?59

(hlm.35)

Karena itulah Rescher melontarkan tesis yang sangat kuat bahwa “keadilan distributif terletak di dalam pemberian kepada masyarakat menurut klaim-klaim mereka yang legitim,” dan menyimpulkan bahwa “doktrin distribusi yang tidak dipredikatkan kepada pengakomodasian yudisial klaim-klaim bukanlah teori keadilan yang distributif.”69

Rescher sendiri menemukan tujuh klaim yang telah menduduki tempat terhormat di dalam sejarah. Salah satu dari ketujuh klaim adalah standar distribusi kaum utilitarian yang berbasis kepentingan publik atau demi kebaikan bersama. Di luarnya masih ada enam lagi klaim tambahan – yaitu kebutuhan, kontribusi, upaya, kemampuan, nilai pasar mengenai persediaan dan permintaan, dan kesetaraan.71

(hlm.49)

DUA

Teori Keadilan Menurut      
John Rawls

Kekuatan utilitarianisme di arena keadilan ada dua: (1) menyediakan – minimal secara teoritis – metode konkret untuk mengambil keputusan-keputusan yang sulit; dan (2) menyadari pentingnya kebahagiaan atau kebaikan umum sebagai bagian dari teori keadilan.

Tugas yang diberikan John Rawls pada dirinya dalam bukunya, A Theory of Justice, adalah mengajukan sebuah teori alternatif mengenai keadilan dengan menghindari kelemahan utilitarianisme sembari mempertahankan kekuatan yang sama.2

(hlm.50)

Metode

“Keadilan sebagai kesetaraan” berakar di dua tempat: teori kontrak sosial Locke dan Rousseau, dan deontologi Kant. Ide dasarnya sangat sederhana, meski cara kerja teorinya sangat kompleks. Tujuan Rawls adalah menggunakan konsep kontrak sosial untuk memberikan interprestasi prosedural bagi konsep Kant mengenai pilihan otonom sebagai basis prinsip etika. Prinsip-prinsip bagi keadilan (dan filsafat moral umumnya) adalah hasil dari pilihan-pilihan rasional.3

(hlm.53)

Prinsip-prinsip Keadilan

Pertama, mereka akan berfokus untuk mengamankan kebebasan mereka agar tetap setara sehingga akan memilih suatu prinsip guna mengantisipainya:

Setiap berada memiliki hak yang setara terhadap sistem total yang paling luas bagi kebebasan-kebebasan dasar yang mirip dengan sistem kebebasan serupa bagi semuanya.18

(hlm.56)

Prinsip ini disebut ‘prinsip-pembedaan’ (difference principle), dan menjadi inti sari substansi teori Rawls mengenai keadilan. Prinsip ini mengijinkan sejumlah ketidak-setaraan di dalam pendistribusian, namun hanya jika hal itu dapat melindungi bahkan memperbaiki posisi mereka yang kurang beruntung di masyarakat.

Strategi ini menyatakan bahwa pihak-pihak di posisi awal akan memilih suatu cara untuk ‘memaksimalkan yang minimum’.26

Tanpa memperhitungkan apakah peluang saya untuk berkembang paling kecil di masyarakat, masuk akal jika saya melakukan tindakan protektif untuk mengamankan posisi anggota masyarakat yang kurang beruntung, karena bisa saja itu menimpa saya. Lalu saya akan mulai mengijinkan ketidak-setaraan terjadi hanya jika hal itu membawa keuntungan bagi anggota masyarakat yang kurang beruntung.

(hlm.57)

Ketidak-setaraan sosial dan ekonomi disusun sedemikian rupa agar mereka dapat: (a) memberi keuntungan terbesar bagi pihak kurang beruntung, sesuai prinsip penghematan yang adil, dan (b) dilekatkan pada jawatan dan jabatan kepemerintahan yang terbuka bagi semua orang berdasarkan kondisi kesetaraan yang adil terhadap kesempatan.29

(hlm.58)

Konsep umumnya adalah nilai-nilai sosial “didistribusikan dengan setara kecuali distribusi tidak setara dari salah satu atau semua nilai ini membawa keuntungan bagi semu orang.”30 bertentangan dengan kritea ‘kebaikan terbesar’ para pendukung utilitarian, konsep Rawls mensyarakatkan “setiap orang harus dapat mengambil manfaat” ini lalu mendasari persyaratan “setiap orang yang kurang beruntung harus dapat mengambil manfaat” menurut prinsip maksimin dalam posisi awalnya.

Justifikasi

Namun apakah prinsip-prinsip itu sendiri sudah adil?

(hlm.65)

Akhirnya, kritik menuduh kalau teori Rawls pada hakikatnya hanya berputar-putar saja. Argumennya bergantung pada kondisi khusus yang dipilih untuk menjadi posisi awal.

Prinsip Kebebasan Setara

Seperti sudah dijelaskan di depan, dengan tatanan leksikal sebagai efeknya, prinsip ini mengijinkan pembatasan terhadap kebebasan hanya demi mendukung sistem kebebasan yang lebih luas.

(hlm.66)

Akhirnya, Hart mencatat bahwa setiap kebabasan seperti pedang bermata dua: saya menerima keuntungan manfaat dari mengolah kebebasan saya, namun saya juga harus menanggung beban orang lain yang mengolah kebebasan mereka.

(hlm.68)

Prinsip-Pembedaan

Bagaimana cara mengidentifikasi pihak-pihak yang ‘kurang beruntung’? Rawls menjawab bahwa posisi dan kekuasaan umumnya meleka pada penghasilan dan kesejahteraan, karena itu penghasilan adalah alat ukur yang cukup. Wolff menyanggah hal ini tidak bisa dibuktikan, sementara Barber dan Barry mencatat bahwa teori Rawls gagal memperhitungkan diskriminasi rasial atau karakteristik lain yang tidak selalu berkaitan dengan penghasilan, namun berkorelasi langsung dengan ‘Ketidakberuntungan’ di masyarakat.61

(hlm.70)

Kenapa tidak memilih saja sebuah prinsip yang bisa menguntungkan setiap orang kecuali mereka yang sudah beruntung?67

(hlm.71)

Pertama, dia berpendapat bahwa barang-barang bukanlah ‘manna dari surga’ melainkan produk dari suatu proses produksi.71

Kedua, Nozick mengusulkan bahwa sebaiknya kita membayangkan yang terbaik saat menghadapi yang terburuk: “Lihat, anda memperoleh suatu pencapaian dari upaya kerja sama ini; karena itu, kita akan dapat berpartisipasi lebih jauh hanya jika kita dapat memperoleh sebanyak mungkin dari anda.”

(hlm.72)

Argumen dasar Reiman adalah sbb: produk sosial yang diperoleh lewat upaya kerja sama merupakan hasil dari pekerja yang berbeda-beda. Lalu ketika ‘barang-barang’ ini didistribusikan, maka yang didistribusikan sebenernya proporsi yang di dalamnya individu bekerja untuk satu sama lain.

(hlm.74)

Justifikasi

Contohnya, Sandel menanyakan kenapa Rawls menganggap ‘sama-sama tidak-berkepentingan’ (mutual disinterested ) sebagai asumsi yang lemah.81

(hlm.79)

Catatan Akhir

Rawls bermaksud menyediakan sebuah pandangan alternatif bagi dua teori utama yang mendominasi awal abad ini: utilitarianisme di satu sisi, dan teori-teori intuitif deontologis di sisi lain. Namun begitu, sangat jelas kalau utilitarianismelah yang telah membentuk agenda utama kerjanya itu.

(hlm.89)

TIGA

Teori Keadilan Menurut      
Robert Nozick

Jika Rawls benar, dan keadilan mensyarakatkan bahwa struktur dasar masyarakat disusun sedemikian rupa agar memberikan keuntungan bagi pihak-pihak yang kurang beruntung, maka sebuah negara yang kuat akan dbutuhkan untuk memenuhi tujuan ini.

Dia ingin menunjukkan bahwa negara minimal (minimal state) – dan hanya negara minimal – adalah satu-satunya yang bisa dijustifikasi.2

(hlm.90)

Peran Negara

Nozick mengadopsi pandangan Kantian bahwa “individu adalah tujuan akhir, bukan sekedar alat.”3 Individu adalah akhir dalam dirinya sendiri, memiliki hak-hak ‘alamiah’ tertentu.

(hlm.94)

Negara-minimal ini muncul melalui proses alamiah dari pembentukan sebuah lembaga perlindung dominan yang dipasangkan dengan prinsip kompensasi dan pengetahuan yang adekuat.

(hlm.96)

Keadilan Distributif

Baik Rawls maupun penganut utilitarian jelas akan melegitimasikan negara yang lebih-dari-minimal untuk menjadmin bahwa segala hal didistribusikan secara adil – entah untuk melindungi yang kurang beruntung, atau untuk memastikan kebaikan lebih besar bagi semuanya. Jadi apakah negara yang lebih-dari-minimal memang diperlukan oleh pertimbangan-pertimbangan keadilan?

Jawaban Nozick jelas tidak. Pola distribusi barang-barang di masyarakat, kata Nozick, bukan hasil dari beberapa lembaga utama yang mendistribusikan segala sesuatu. Lebih tepatnya ini hasil dari pertukaran, penganugerahan dan keputusan individu yang tak terhitung jalinannya.25 Dengan tiadanya lembaga distribusi atau pengalokasian terpusat seperti itu, tidak akan ada pertanyaan mengenai ‘keadilan distributif’.

Yang sesungguhnya kita miliki hanyalah pola-pola kepemilikan individu.

Jadi kapan sebuah kepemilikan pribadi dapat menjadi adil? Jawaban Nozick membentuk salah satu prinsip dasarnya: apa pun yang dimunculkan dari situasi yang lewat cara-cara yang adil adalah adil.27

(hlm.97)

Sebagai contoh, katakanlah setiap orang ingin menonton Wilt Chamberlain bermain basket, dan mereka masing-masing bersedia memberinya $1 untuk kesenangan menonton dia bermain basket.28 setiap pertukaran $1 bagi aksi Chamberlain tampaknya adil. Namun setelah beberapa waktu, kepemilikan di antara mereka tidak lagi setara: Chamberlain akan menjadi jauh lebih kaya daripada setiap orang yang lain. Namun kesengajaan di dalam kepemilikan seperti ini adil, kata Nozick, karena dia dimunculkan oleh cara-cara yang adil dari sebuah situasi awal yang adil. Karena itu, upaya apa pun untuk meredistribusikan hal-hal menurut tujuan-akhir atau pola tertentu (contohnya prinsip-pembedaan Rawls) sama dengan merusak putusan-putusan bebas yang dibuat orang-orang ini.29

Keadilan di dalam kepemilikan, kalau begitu, terdiri atas keadilan di dalam kepemilikan awal dan keadilan di dalam pemindahan kepemilikan.30 Sistem ini mungkin bisa disebut sebagai prinsip “dari setiap hal yang dipilih, bagi setiap hal yang sudah dipilih.”

(hlm.98)

Meskipun demikian, dia juga menerima ‘ketentuan Lockean’ mengenai keadilan dari pencapaian orisinil: saya bebas untuk memperoleh apa pun dengan cara ‘mencampurkan kerja saya’ dengan sesuatu asalkan tidak menggangu orang dalam prosesnya.

(hlm.99)

Konsepsi mengenai pencapaian orisinil seperti ini, kata Nozick, teraplikasikan secara luas sebagai ‘pemindahan’ (transfer) dan ‘pembelian’ (purchase).

Dia berpendapat bahwa seorang ilmuwan  diperbolehken memonopoli pengetahuan baru yang ditemukannya. Meskipun ada orang-orang tertentu yang memerlukan pengetahuan itu untuk bertahan hidup, namun dominasi terhadap pengetahuan itu tidak memperburuk kondisi mereka dari sebelumnya. Dengan kata lain, ilmuwan tersebut tidak berkewajiban untuk memberikan semua atau menjual pengetahuan tersebut, namun dia boleh menukarkannya sesuai harga yang diperbolehkan pasar.40

(hlm.100)

Karena prinsip-prinsip seperti ini memaksakan susunan redistribusi barang-barang yang harus dipilih atau ditukarkan masyarakat sehingga merusak prinsip Kantian yang fundamental mengenai penghargaan terhadap otonomi manusia untuk memilih.42

Salah satu impikasi menarik dari pendekatan ini adalah pengertian Nozick mengenai pajak. Pajak, katanya ekuivalen dengan kerja paksa.43 Membayar pajak sama seperti dipaksa bekerja selama n jam untuk orang lain. Karena itu, prinsip-prinsip terpola keadilan distributif yang menuntut pajak (contohnya untuk mensuport pihak-pihak kurang beruntung) sama saja dengan ‘pemaksaan’ atau ‘perampasan’ kerja masyarakat.44

(hlm.101)

Ringkasan

Apabila Rawls memandang perlu dimunculkannya prinsip-prinsip sosial untuk menjamin distribusi yang adil, Nozick menolak peran negara di dalam peran ‘keadilan distributif’. Keadilan dibatasi hanya pada ruang ‘komutatif’ pertukaran individu.

Karena itulah, ‘keadilan’ bagi Nozick terdapat di dalam pertukaran yang adil. Keadilan tidak dapat membuat klaim yang substantif apa pun, selain hanya mengandung persyaratan prosedural bagi keadilan pertukaran.

Yang lebih penting, keadilan tidak terdapat di dalam propaganda ‘kebaikan terbesar untuk jumlah terbesar’, tidak juga di dalam upaya untuk melindungi pihak-pihak yang kurang beruntung.

(hlm.102)

Kritik

Implikasi dari teori Nozick sangat mengejutkan. Bukan hanya teori negara-minimal mengimplikasi bahwa pajak merupakan suatu bentuk kerja paksa, namun juga teori ini sama sekali tidak berpijak kepada ‘dasar kemanfaatan’ atau cita-cita mulia melindungi pihak-pihak yang kurang beruntung, sama sekali tidak memberikan batasan apa pun bagi kesenjangan kaya dan miskin, dan tidak menyediakan perlindungan apa pun bagi merosostnya kesejahteraan seluruh masyarakat.46

Yang jelas, Nozick berpendapat bahwa kaum utilitarian dan Rawls sama kelirunya dalam memahami hakikat keadilan. Meskipun Rawls mengklaim menawarkan sebuah ‘keadilan prosedural murni’, namun Nozick melihat pada kenyataannya Rawls malah meniupkan pendekatan berbasis. ‘kondisi-akhir’. Pandangan ‘historis’ Nozick sendiri, sebaliknya, benar-benar mengusung sebuah ‘keadilan prosedural murni’ –apa pun kondisi akhirnya, selama dia muncul sesuai prosedur, semuanya adil-adil saja. Sementara terhadap kaum utilitarian, Nozick mengutuk karena mereka memperbolehkan kemungkinan untuk mengorbankan hak-hak seseorang demi kebaikan orang lain. Ini jelas bertentangan dengan prinsip Kantian mengenai penghargaan terhadap pribadi.48

(hlm.103)

Pertama, kenapa hak kepemilikan harus memiliki ciri “absolut, permanen, ekslusif, bisa diwariskan dan tidak bisa dimodifikasi”?52

(hlm.105)

Di sini, kita akan mulai dengan memperhatikan bahwa Nozick ternyata tidak menyediakan satu data historis apa pun berkenaan dengan sistem pasar dan pengoperasiannya.

(hlm.106)

Sebuah ekonomi pasar dicirikan oleh pertukaran. Karena itu, keadilan dari sebuah ekonomi pasar dicirikan keadilan di dalam pertukaran – keadilan komutatif, bukannya keadilan distributif perse.

(hlm.111)

Evaluasi

Meskipun begitu, tantangan liberal Nozick sudah meninggalkan warisan penting bagi siapa pun yang ingin menggumuli keadilan. Pertama, penekanannya terhadap hakikat historis dari keadilan cukup penting.

Kedua, sebagai gambaran yang ideal, teorinya menangkap sesuatu yang penting bagi keadilan.

(hlm.112)

Ketiga, kontribusi lain teori Nozick yang tak kalah pentingnya adalah gagasannya tentang kebebasan dan perbedaan kebebasan dari kesetaraan. Seperti ditulis Fishkin, kaum liberal kontemporer cenderung memegang tiga nilai yang selalu berada dalam ketegangan besar: kelayakan kesetaraan kesempatan hidup, dan otonomi keluarga.

(hlm.119)

EMPAT

Teori Keadilan dalam           
Katholikisme

Bahkan mereka sepakat dengan penegasan fundamental Nozick bahwa manusia memiliki hak-hak yang tidak boleh diganggu gugat. Namun hanya sampai di situ persamaan mereka berakhir. Jika Nozick menjadikan argumen ini dasar bagi teori minimal mengenai negara dan sebuah argumen menentang argumen untuk menentang ‘keadilan distributif’ apa pun yang lebih luas demi mendukung pertukaran komutatif yang ketat, maka tradisi Katolik sangat menyetujui kebutuhan akan pemahaman keadilan lebih luas yang melampaui pertukaran komutatif, yaitu sampai pada keadilan ‘distributif’ dan ‘sosial’.

(hlm.121)

Tradisi Katolik mengenai ajaran sosial berakar di dalam tiga afirmasi dasar berikut: (1) harkat pribadi manusia tidak boleh diusik-usik, (2) hakikat manusia esensinya bersifat sosial, dan (3) keyakinan bahwa berlimpahnya alam dan kehidupan sosial diberikan bagi semua orang.8

Masyarakat ada terlebih dahulu sebelum institusi apa pun, dan institusi hadir demi melayani masyarakat. Masyarakat memiliki hak yang tidak dapat dirampas oleh negara maupun institusi apa pun.

(hlm.122)

Paus Paulus VI menjelaskan penalaran ini: “Jika posisi pihak-pihak yang berontak sangat tidak setara, maka persetujuan di antara pihak-pihak itupun tidak dapat cukup untuk menjamin keadilan dari kontrak tersebut.”

(hlm.124)

‘Keadilan’ bukan hanya masalah distribusi yang tepat atas barang-barang (keadilan distributif), namun juga pengijinan bahkan pewajiban setiap pribadi untuk berpartisipasi di dalam produksi barang-barang tersebut (keadilan sosial).

  (hlm.126)

Orang miskin tidak sanggup mencari makan untuk dirinya sendiri, karena itu keadilan distributif mensyaratkan negara harus memperlakukan mereka secara khusus.

(hlm.128)

Karena orang-orang miskin yang paling terpengaruh oleh keputusan-keputusan ekonomi, dan karena mereka memiliki klaim istemewa lantara kerapuhannya, maka keputusan seperti itu harus dinilai oleh apa yang dilakukan sistem bagi dan karena orang-orang miskin, dan dengan apa sistem memampukan orang-orang miskin bertindak bagi diri mereka sendiri.49 Cara menangani orang miskin adalah ‘tes krusial’ bagi keadilan atau ketidak-adilan sebuah masyarakat.50

(hlm.129)

Keadilan di dalam Alkitab memiliki beberapa nuansa. Yang paling fundamental ini berarti ‘apa yang benar’ –tercemin dalam istilah sedaqah (kebenaran) dan mishpat (penilaian yang benar dan tindak keadilan konkret).57

(hlm.130)

Keadilan komutatif mensyaratkan kesetaraan di dalam kesepakatan dan pertukaran di antara pribadi-pribadi. Keadilan komutatiflah yang mensyaratkan upah yang adil dan kondisi kerja yang adekuat.66 Keadilan sosial mensyaratkan masyarakat untuk berpartisipasi di dalam penciptaan demi kebaikan bersama.

Keadilan distributif  berkaitan dengan pengalokasian produk-produk sosial. Para uskup menyerukan, keadilan distributif harus memberi perhatian khusus pada kebutuhan-kebutuhan, melarang diskriminasi dan menyediakan landasan bagi kesejahteraan minimal.68

(hlm.133)

Ringkasan

Keadilan, bagi para uskup, bukan hasil konsensus sosial maupun dedukasi rasional atau kalkulasi semata. Dia berakar pada tradisi iman yang merespon Tuhan yang adil dan penuh kasih.

(hlm.135)

Kritik

Draf pertama banyak dikritik para pembela sistem pasar bebas. Konsep para uskup dinilai terlalu banyak meletakkan kekuasaan di tangan pemerintahan dan yang seperti ini terlalu mahal harganya.

(hlm.136)

Di titik ini mereka juga menemukan cara uskup-uskup menggunakan Kitab Suci, contohnya kisah Lazarus dan orang kaya, lebih diarahkan untuk menyoroti tindak-tanduk individu, bukannya bangsa atau institusi.103

(hlm.137)

Kemiskinan di masa biblis tidak sama dengan kemiskinan masa kini, kata Novak. Penggunaan apa pun Kitab suci harus sampai kepada masalah pengaplikasian seperti itu. Karena itu dia menuduh the Bishops Letter telah menyelewengkan Kitab Suci dengan mengambil konsep keadilan dari dalamnya secara ‘ahistoris’.104

(hlm.158)

kalau begitu, bagi Niebuhr etika Kristen dimulai dari kasih. Kasih adalah, pertama-tama, turunan dari iman. Di waktu yang sama, kasih adalah kebutuhan ‘alamiah’ manusia.

(hlm.159)

Dosa bagi Niebuhr memiliki dua dimensi. Dimensi religius dari dosa adalah penyembahan berhala. “Dosa manusia adalah dia berusaha menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuhan”12

(hlm.168)

Implikasi Politik dan Ekonomi

Di masyarakt kontemporer, kata Niebuhr, pusat-pusat kekuasaan sebagian besar adalah ekonomi.79 Di awal pemikirannya, Niebuhr melihat kekuasaan politik sangat bergantung pada kekuasaan ekonomi sehingga “tatanan politis yang adil tidak mungkin terwujud tanpa merekonstruksi sistem kepemilikan.”80

(hlm.172)

Ringkasan

Kita tidak pernah bisa merasa puas bahwa keadilan sudah terlaksanakan hanya karena ‘kebaikan terbesar’ sudah tercapai, atau karena kondisi pihak-pihak yang kurang beruntung jadi lebih baik dari sebelumnya, atau karena pertukaran sudah dilakukan dengan setara, atau karena upah yang layak bagi penghidupan sudah dilakukan selalu bersifat temporer dan parsial.

Kritik

Mari kita mulai dari kritik yang paling luas: tuduhan bahwa Niebuhr tidak memiliki teori keadilan.

(hlm.173)

“Keadilan adalah pengaplikasian hukum kasih. Aturan-aturan…adalah pengaplikasian hukum kasih dan tidak bisa lepas darinya.”98

(hlm.182)

Jika Nozick mengklaim ingin menawarkan sebuah teori keadilan yang historis namun gagal membaca sejarah itu sendiri, Niebuhr mulai dari fenomena ketidak-adilan di dalam sejarah.

(hlm.197)

ENAM

Teori Keadilan Menurut      
Jose Portoforio Miranda

Sebuah Metode Baru

“Tuhan memilih sejak lahir untuk hidup sama seperti orang-orang miskin, bukan? … Dia terlahir miskin karena itu ingin kita semua juga menjadi miskin. Tapi benarkah demikian? Ataukah yang sebenarnya diinginkan Tuhan adalah kita semua menjadi setara?”4

(hlm.210)

Ringkasan

Seperti para uskup dan Niebuhr, pendekatan teologi pembebasan terhadap keadilan dilandaskan kepada iman.

(hlm.212)

Para teolog pembebasan gagal menyediakan data yang mendetail yang dibutuhkan untuk mensubstansikan interprestasi mereka terhadap situasi yang ada.90

(hlm.234)

Kesimpulan

Enam Fragmen Keadilan

Karena keadilan baginya adalah produk dari pilihan bebas dan pertukaran.

Jadi inilah tantangan terbesar yang dilontarkan Nozick: apakah kebebasan harus dikorbankan demi kesetaraan?

Dengan berpijak di atas tradisi Katolik yang panjang, mereka pun mengusulkan tiga prinsip bagi keadilan: kesetaraan komutatif di dalam pertukaran, distribusi sesuai kebutuhan, dan mungkin yang terpenting, persyataan sosial bagi partisipasi.

(hlm.236)

Tradisi  menyebutkan bahwa resmi keadilan distributif adalah “bagi masing-masing sesuai dengan yang layak baginya.”1

Jika keadilan berarti “bagi masing-masing sesuai dengan …”, enam teori ini melihat hal-hal sebagai berikut:

  • Mill : bagi masing-masing sesuai dengan kecenderungan tindakan yang memaksimalkan kemanfaatan bagi semuanya;
  • Rawls : bagi masing-masing sesuai dengan struktur dasar yang dapat menguntungkan pihak-pihak kurang beruntung
  • Nozick : bagi masing-masing sesuai dengan pilihan-pilihan yang sudah menjadi hak mereka
  • Para Uskup : bagi masing-masing sesuai dengan martabat mereka sebagai mahluk yang diciptakan secitra allah
  • Niebuhr : bagi masing-masing sesuai dengan prinsip kebebasan, khususnya kesetaraan, yang diimbangi kasih dan keadilan;
  • Miranda : bagi masing-masing sesuai dengan campur tangan Tuhan di dalam sejarah dalam membebaskan orang miskin dan tertindas.

(hlm.237)

Yang mengejutkan juga adalah hilangnya beberapa konsep tradisional seperti klaim Aristotelian bahwa keadilan bisa dimaknai sebagai distribusi asalkan beriringan dengan kebaikan.

Perbedaan-perbedaan ini sama mengejutkannya jika kita beranjak dari pengevaluasian substansi menuju pengevaluasian metode. Bagaimana kita bisa sampai kepada sebuah teori keadilan?

“persyaratan keadilan tercapai melalui…”

Mill : persyaratan keadilan tercapai melalui pencarian hakikat umum di dalam konsep-konsep yang ada selama ini mengenai apa yang adil dan tidak adil;

Rawls : persyaratan keadilan tercapai melalui pilihan rasional di dalam setting yang ‘fair’;

Nozick : persyaratan keadilan bagi hak-hak minimal tercapai melalui pendeduksian maksim Kantian yang memperlakukan setiap pribadi sebagai tujuan akhir, bukan hanya sebagai alat/cara;

Para Uskup : persyaratan keadilan tercapai melalui pewujudan visi keadilan berbasis-iman dalam prinsip-prinsip filosofi dan teologis mengenai kewajiban dan hak;

Niebhur : persyaratan keadilan tercapai melalui prinsip kasih berbasis-iman yang selalu tarik ulur dengan realitas-realitas dosa;

(hlm.238)

Miranda : persyaratan keadilan tercapai melalui konfirmasi Alkitab bagi analisis Marxis tentang ketidak-adilan yang dialami kaum tertindas.

(hlm.239)

Perhatian Rawls terarah kepada struktur dasar mensyaratkan sedangkan perhatian Niebuhr kepada pandangan fundamental hakikat manusia. Perhatiaan Nozick terarah kepada keniscayaan dan batasan-batasan negara, sedangkan perhatian Miranda terfokus kepada cara berpikir Alkitab. Perhatian Mill terarah pada kriteria bagi tindakan yang benar secara umum, sedangkan para uskup terfokus langsung pada kemiskinan di Amerika Serikat. Titik mulai yang berbeda-beda menghasilkan fragmen keadilan yang berbeda-beda.

(hlm.240)

Nozick memberikan dukungan yang paling eksplisit terhadap sitem pertukaran pasar kapitalis berbasis hak kepemilikan pribadi ini.

(hlm.242)

Yang jelas, perbedaan pendekatan yang paling radikal adalah antara Nozick dan Miranda.

Teologi pembebasan lahir dari ketidak-adilan historis. Namun apa hakikat dari ketidak-adilan historis ini? Miranda berpendapat ketidak-adilan kontrak upah di tataran mikro dapat digunakan untuk mengembangkan suatu analogi di tataran makro: orang miskin tidak akan setuju dengan sistem yang sudah menjebak mereka di dalam kemiskinan seperti saat ini.

(hlm.244)

Jika mishpat menjadikan ukurannya, maka sedaqah menjadi tali pengukurnya. Dan mengenai tali pengukur inilah buku saya yang berikutnya akan mengarah.

(hlm.249)

SUPLEMEN

KONSEP KEADILAN DALAM KRISTEN

Keadilan ilahi dan Karakter transendentalnya

Salah satu unsur terpenting dari agama Kristen adalah gagasan bahwa keadilan merupakan kualitas esensial Tuhan.

(hlm.255)

Isi Injil yang saling kontradiktif

Wahyu Alkitab dalam beberapa bagian bukan hanya bertentangan langsung dengan moralitas Kristen modern, tetapi juga bertentangan dengan ayat-ayat yang ada di dalamnya, setidaknya kontradiksi dalam wahyu tentang penciptaan.

(hlm.257)

Semua kontradiksi ini barangkali dapat dengan mudah dijelaskan dari sudut pandang sejarah di mana kita bisa melihat berbagai tahap evolusi legal. Tetapi interprestasi historik tidak dapat diaplikasikan apabila Alkitab akan digunakan sebagi pengungkapan absolut dari Tuhan, dan oleh sebab itu merupakan keadilan yang tak dapat diubah.

(hlm.258)

Pembalasan dan Kasih–hukum dan keadilan

Tuhan sebagai raja dan pencipta aturan

(hlm.261)

Tuhan sebagai hakim

(hlm.263)

Tuhan sebagai “saksi” dan sebagai pihak yang ikut mengadakan perjanjian.

(hlm.268)

Keadilan Tuhan : Pembalasan

Sebelum hadirnya ajaran Yesus, jelas sekali terlihat bahwa keadilan bagi bangsa yahudi berarti pembalasan.

(hlm.273)

Allah adalah Tuhan yang membalas

(hlm.276)

Jus  talionis – Prinsip Pembalasan – sebagai inti dari keadilan Tuhan – diekspresikan oleh Musa dalam rumusan singkat berikut: “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengar perintah Tuhan, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal” (Ulangan 11: 26 dst).

(hlm.338)

Ada keadilan relatif manusia yang indektif dengan hukum positif, dan keadilan absolut ilahiah yang merupakan rahasia iman.

DAFTAR BUKU TERBITAN NUSA MEDIA

Judul: Teori Umum tentang Hukum dan Negara                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: Teori Hukum Murni                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: The Spirit of Laws: Dasar-dasar Ilmu Huklum dan Ilmu Politik                     
Penulis: Hans Kelsen

Judul: Pengantar Teori Hukum                     
Penulis: Hans Kelsen

 

 

The Bed of Procrustes

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang telah saya terjemahkan dan kumpulkan dari buku “The Bed of Procrustes” karangan Nassim Taleb.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

 

Chandra Natadipurba

===

THE BED OF PROSCRUSTES

oleh

Nassim Taleb

Ujian orisinalitas untuk sebuah ide bukanlah tidak adanya satu pendahulu tetapi kehadiran banyak pendahulu yang tidak kompatibel.

Jika Anda ingin orang membaca buku, beri tahu mereka bahwa buku itu dinilai terlalu tinggi.

Anda tidak pernah menang dalam argumen sampai mereka menyerang kepribadian Anda.

Kita bertanya “mengapa dia kaya (atau miskin)?” bukan “mengapa dia tidak lebih kaya (atau lebih miskin)?”; “mengapa krisis begitu dalam?” bukan “mengapa tidak lebih dalam?”

Penampilan ketidakkonsistenan, dan bukan ketiadaannya, yang membuat orang menarik.

Ini adalah penyakit yang sangat baru untuk mengira yang tidak diamati sebagai yang tidak ada; tetapi beberapa orang menderita penyakit yang lebih buruk yaitu mengira yang tidak diamati sebagai yang tidak dapat diamati.

Kebebasan utama terletak pada tidak harus menjelaskan mengapa Anda melakukan sesuatu.

Jaringan sosial menyajikan informasi tentang apa yang orang suka; lebih informatif jika, sebaliknya, mereka menggambarkan apa yang mereka tidak suka.

Teknologi berada pada puncaknya ketika ia tidak terlihat.

Apa yang kita sebut “buku bisnis” adalah kategori eliminatif yang ditemukan oleh toko buku untuk tulisan yang tidak memiliki kedalaman, gaya, ketelitian empiris, dan kecanggihan bahasa.

Pikiran biasa menemukan kesamaan dalam cerita (dan situasi); pikiran halus mendeteksi perbedaan.

Hindari menyebut pahlawan mereka yang tidak punya pilihan lain.

Dalam sebagian besar debat, orang tampaknya mencoba meyakinkan satu sama lain; tetapi yang bisa mereka harapkan hanyalah argumen baru untuk meyakinkan diri mereka sendiri.

 

 

Skin in the Game

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang telah saya terjemahkan dan kumpulkan dari buku “Skin in the Game” karangan Nassim Taleb.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

 

Chandra Natadipurba

===

SKIN IN THE GAME

oleh

Nassim Taleb

 

Skin in the Game adalah tentang empat topik dalam satu:

a) ketidakpastian dan keandalan pengetahuan (baik praktis maupun ilmiah, dengan asumsi ada perbedaan), atau dengan kata-kata yang kurang sopan, deteksi omong kosong,

b) simetri dalam urusan manusia, yaitu, keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan timbal balik,

c) berbagi informasi dalam transaksi, dan

d) rasionalitas dalam sistem kompleks dan di dunia nyata.

Bahwa keempatnya tidak dapat dipisahkan adalah sesuatu yang jelas ketika seseorang memiliki… skin in the game. (hal.3)

Orang-orang terkemuka mengambil risiko—risiko yang jauh lebih besar daripada warga biasa.

Kaisar Romawi Julian Sang Murtad, yang akan dibahas lebih lanjut nanti, meninggal di medan perang dalam perang tak berkesudahan di perbatasan Persia—saat menjadi kaisar.

Kita hanya bisa berspekulasi tentang Julius Caesar, Alexander, dan Napoleon, karena kebiasaan membangun legenda oleh para sejarawan, namun di sini buktinya jelas.

Tidak ada bukti sejarah yang lebih baik tentang seorang kaisar yang mengambil posisi garis depan dalam pertempuran selain tombak Persia yang tertancap di dadanya (Julian lupa mengenakan baju zirah pelindung). Salah satu pendahulunya, Valerian, ditangkap di perbatasan yang sama, dan dikatakan telah digunakan sebagai tumpuan kaki manusia oleh Syapur dari Persia saat naik kuda.

Dan kaisar Bizantium terakhir, Konstantinus XI Palaeologus, terakhir terlihat ketika ia melepas toga ungunya, kemudian bergabung dengan Ioannis Dalmatus dan sepupunya Theophilus Palaeologus untuk menyerang pasukan Turki dengan pedang terangkat di atas kepala mereka, dengan bangga menghadapi kematian yang pasti.

Namun legenda mengatakan bahwa Konstantinus telah ditawari kesepakatan jika menyerah. Kesepakatan semacam itu bukan untuk raja yang menghargai dirinya sendiri. (hal.11)

Birokrasi adalah konstruksi di mana seseorang dengan mudah dipisahkan dari konsekuensi tindakannya. (hal.12)

Robert Rubin, mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat, salah satu dari mereka yang menandatangani uang kertas yang baru saja Anda gunakan untuk membayar kopi, mengumpulkan lebih dari $120 juta dalam bentuk kompensasi dari Citibank dalam dekade sebelum krisis perbankan tahun 2008.

Ketika bank, yang secara harfiah bangkrut, diselamatkan oleh pembayar pajak, dia tidak menulis cek—dia menggunakan ketidakpastian sebagai alasan. Ketika berhasil dia menang, ketika gagal dia berteriak “Black Swan.”

Rubin juga tidak mengakui bahwa dia memindahkan risiko ke pembayar pajak: spesialis tata bahasa Spanyol, guru sekolah asisten, pengawas di pabrik kaleng, penasihat gizi vegetarian, dan petugas untuk asisten jaksa distrik yang “menanggungnya,” yaitu, menanggung risikonya dan membayar kerugiannya.

Namun korban terburuknya adalah pasar bebas, karena masyarakat, yang sudah cenderung membenci para financier, mulai menyamakan pasar bebas dengan bentuk-bentuk korupsi dan nepotisme tingkat tinggi, padahal sebenarnya sebaliknya: pemerintah, bukan pasar, yang memungkinkan hal-hal ini terjadi melalui mekanisme bailout.

Bukan hanya bailout: campur tangan pemerintah secara umum cenderung menghilangkan skin in the game.

Kabar baiknya adalah bahwa terlepas dari upaya pemerintahan Obama yang terlibat yang ingin melindungi permainan dan para bankir pencari rente, bisnis pengambil risiko mulai bergerak menuju struktur kecil independen yang dikenal sebagai hedge fund.

Langkah tersebut terjadi terutama karena sistem yang terlalu birokratis, karena pengocok kertas (yang berpikir pekerjaan sebagian besar tentang pengocokan kertas) membebani bank dengan peraturan—tetapi entah bagaimana, dalam ribuan halaman peraturan tambahan, mereka menghindari mempertimbangkan skin in the game.

Di ruang hedge fund yang terdesentralisasi, di sisi lain, pemilik-operator memiliki setidaknya setengah dari kekayaan bersih mereka di dana tersebut, membuat mereka relatif lebih terekspos daripada pelanggan mereka, dan mereka secara pribadi ikut tenggelam dengan kapalnya. (hal.13)*

Anda tidak akan pernah sepenuhnya meyakinkan seseorang bahwa dia salah; hanya kenyataan yang bisa. Sistem belajar dengan menghilangkan bagian-bagian, via negativa.

Banyak pilot buruk, seperti yang kami sebutkan, saat ini berada di dasar Samudra Atlantik, banyak pengemudi berbahaya berada di pemakaman lokal yang tenang dengan jalan setapak yang indah dibatasi oleh pepohonan.

Transportasi tidak menjadi lebih aman hanya karena orang belajar dari kesalahan, tetapi karena sistem belajar.

Pengalaman sistem berbeda dengan pengalaman individu; itu didasarkan pada penyaringan. Untuk merangkum sejauh ini, Skin in the game menjaga kesombongan manusia tetap terkendali. (hal.14)*

 

Mengapa Silver Rule lebih kuat?

Pertama, ini memberitahumu untuk mengurus urusanmu sendiri dan tidak memutuskan apa yang “baik” untuk orang lain. Kita tahu dengan lebih jelas apa yang buruk daripada apa yang baik.

Silver Rule dapat dilihat sebagai Negative Golden Rule, dan seperti yang ditunjukkan oleh tukang cukur saya yang berbicara bahasa Calabria setiap tiga minggu, via negativa (bertindak dengan menghapus) lebih kuat dan kurang rentan terhadap kesalahan daripada via positiva (bertindak dengan menambahkan).

Sekarang sedikit tentang “orang lain” dalam treat others. “You” dapat berarti tunggal atau jamak, sehingga dapat menunjuk pada individu, tim bola basket, atau Northeast Association of Calabrese-Speaking Barbers. Sama dengan “others.”

Ide ini bersifat fraktal, dalam arti ia bekerja pada semua skala: manusia, suku, masyarakat, kelompok masyarakat, negara, dll., dengan asumsi masing-masing adalah unit terpisah yang berdiri sendiri dan dapat berurusan dengan mitra lain sebagai demikian.

Sama seperti individu harus memperlakukan orang lain seperti mereka ingin diperlakukan (atau menghindari perlakuan buruk), keluarga sebagai unit harus memperlakukan keluarga lain dengan cara yang sama.

Dan, sesuatu yang membuat para interventionista dari Prologue 1 bahkan lebih menjijikkan, begitu juga negara. Karena Isocrates, orator Athena yang bijak, memperingatkan kita sejak abad kelima SM bahwa negara-negara harus memperlakukan negara lain menurut Silver Rule.

Dia menulis: “Berlakulah dengan negara-negara yang lebih lemah seperti yang kamu anggap pantas untuk negara-negara yang lebih kuat memperlakukanmu.”

Tidak ada yang mewujudkan gagasan simetri lebih baik daripada Isocrates, yang hidup lebih dari satu abad dan memberikan kontribusi signifikan ketika dia berusia sembilan puluhan.

Dia bahkan berhasil mengembangkan versi dinamis dari Golden Rule: “Berlakulah terhadap orang tuamu seperti yang kamu ingin anak-anakmu berperilaku terhadapmu.”

Kita harus menunggu pelatih bisbol hebat Yogi Berra untuk mendapatkan aturan dinamis lain untuk hubungan simetris: “Saya pergi ke pemakaman orang lain agar mereka datang ke pemakaman saya.”

Lebih efektif, tentu saja, adalah arah sebaliknya, untuk memperlakukan anak-anak seseorang seperti yang seseorang inginkan diperlakukan oleh orang tuanya.

Gagasan di balik Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat adalah untuk menetapkan simetri gaya Silver Rule: kamu dapat mempraktikkan kebebasan beragama selama kamu mengizinkan saya mempraktikkan agama saya; kamu memiliki hak untuk bertentangan dengan saya selama saya memiliki hak untuk bertentangan denganmu.

Efektif, tidak ada demokrasi tanpa simetri tanpa syarat dalam hak untuk mengungkapkan diri, dan ancaman terbesar adalah lereng licin dalam upaya untuk membatasi pidato dengan alasan bahwa beberapa di antaranya mungkin menyakiti perasaan beberapa orang.

Pembatasan semacam itu tidak selalu datang dari negara itu sendiri, melainkan dari pembentukan intelektual monokultur yang kuat oleh polisi pemikiran yang terlalu aktif di media dan kehidupan budaya. (hal.19)**

Perilaku universal bagus di atas kertas, bencana dalam praktik.

Mengapa? Seperti yang akan kita bahas tanpa henti dalam buku ini, kita adalah hewan lokal dan praktis, peka terhadap skala.

Kecil tidak sama dengan besar; yang nyata tidak sama dengan yang abstrak; yang emosional tidak sama dengan yang logis. Sama seperti kita berpendapat bahwa mikro bekerja lebih baik daripada makro, sebaiknya kita menghindari menuju ke yang sangat umum saat mengucapkan halo kepada petugas garasi Anda.

Kita harus fokus pada lingkungan langsung kita; kita membutuhkan aturan praktis yang sederhana.

Bahkan lebih buruk lagi: yang umum dan abstrak cenderung menarik psikopat yang penuh dengan kebenaran diri sendiri, mirip dengan interventionista di Bagian 1 dari Prolog.

Dengan kata lain, Kant tidak memahami konsep skala—namun banyak dari kita menjadi korban universalisme Kant.

(Seperti yang kita lihat, modernitas menyukai yang abstrak daripada yang partikular; pejuang keadilan sosial dituduh “memperlakukan orang sebagai kategori, bukan individu.”)

Sedikit sekali, di luar agama, yang benar-benar memahami konsep skala sebelum pemikir politik hebat Elinor Ostrom. Faktanya, pesan mendalam dari buku ini adalah bahaya universalisme yang diambil dua atau tiga langkah terlalu jauh—menyalahkan mikro dan makro.

Demikian pula, inti dari ide The Black Swan adalah Platonifikasi, kehilangan elemen pusat tetapi tersembunyi dari sesuatu dalam proses mengubahnya menjadi konstruksi abstrak, kemudian menyebabkan ledakan.

Bukti Silver Rule, strategi terbaik adalah tit for tat. Bertindak baik, balas dendam saat orang lain berbuat jahat. (hal.21)

Regulasi vs. Sistem Hukum. Ada dua cara untuk membuat warga aman dari predator besar, katakanlah, perusahaan besar yang kuat.

Yang pertama adalah memberlakukan regulasi—tetapi ini, selain membatasi kebebasan individu, mengarah pada pemangsaan lain, kali ini oleh negara, agennya, dan kroni-kroninya.

Lebih kritis lagi, orang dengan pengacara yang baik dapat memainkan peraturan (atau, seperti yang akan kita lihat, memberi tahu bahwa mereka mempekerjakan mantan regulator, dan membayar lebih untuk mereka, yang menandakan suap prospektif kepada mereka yang saat ini menjabat).

Dan tentu saja peraturan, sekali masuk, tetap ada, dan bahkan ketika terbukti tidak masuk akal, politisi takut mencabutnya, di bawah tekanan dari mereka yang mendapat untung darinya.

Mengingat bahwa peraturan bersifat aditif, kita segera berakhir terjerat dalam aturan rumit yang mencekik perusahaan. Mereka juga mencekik kehidupan.

Karena selalu ada parasit yang mendapat keuntungan dari regulasi, situasi di mana pengusaha menggunakan pemerintah untuk mendapatkan keuntungan, seringkali melalui peraturan dan waralaba protektif.

Mekanisme ini disebut perebutan kembali regulasi, karena membatalkan efek dari apa yang dimaksudkan oleh regulasi.

Solusi lainnya adalah menempatkan skin in the game dalam transaksi, dalam bentuk tanggung jawab hukum, dan kemungkinan gugatan yang efisien.

Dunia Anglo-Saxon secara tradisional memiliki kecenderungan terhadap pendekatan hukum daripada yang regulasi: jika kamu membahayakan saya, saya bisa menuntut kamu.

Hal ini mengarah pada hukum umum yang sangat canggih, adaptif, dan seimbang, yang dibangun dari bawah ke atas, melalui trial and error.

Ketika orang melakukan transaksi, mereka hampir selalu lebih suka menyetujui (sebagai bagian dari kontrak) tempat Persemakmuran (atau yang pernah dikuasai Inggris) sebagai forum jika terjadi perselisihan: Hong Kong dan Singapura adalah favorit di Asia, London dan New York di Barat.

Hukum umum adalah tentang semangat sementara regulasi, karena kekakuannya, semuanya tentang huruf.

Jika sebuah perusahaan besar mencemari lingkunganmu, kamu bisa berkumpul dengan tetanggamu dan menuntutnya habis-habisan. Beberapa pengacara serakah akan menyiapkan dokumennya. Musuh perusahaan akan dengan senang hati membantu. Dan biaya penyelesaian yang potensial akan cukup sebagai pencegah bagi perusahaan untuk berperilaku baik. Ini tidak berarti seseorang tidak boleh mengatur sama sekali.

Beberapa efek sistemik mungkin memerlukan regulasi (katakanlah risiko tersembunyi dari kerusakan lingkungan yang muncul terlambat). Jika kamu tidak dapat menuntut secara efektif, regulasi.

Sekarang, bahkan jika regulasi memiliki dampak kecil bagi masyarakat, saya tetap lebih suka sebebas mungkin, namun bertanggung jawab secara sipil, menghadapi nasib saya, dan membayar denda jika saya membahayakan orang lain.

Sikap ini disebut libertarianisme deontik (deontik berasal dari “kewajiban”): dengan mengatur kamu merampas kebebasan orang. Beberapa dari kita percaya bahwa kebebasan adalah kebaikan pertama dan terpenting seseorang. Ini termasuk kebebasan untuk membuat kesalahan (yang hanya merugikanmu); itu sangat sakral sehingga tidak boleh diperdagangkan dengan manfaat ekonomi atau lainnya. (hal.32)

Produk atau perusahaan yang menggunakan nama pemiliknya menyampaikan pesan yang sangat berharga. Mereka meneriakkan bahwa mereka memiliki sesuatu untuk dipertaruhkan. Eponim menunjukkan baik komitmen terhadap perusahaan maupun kepercayaan pada produk.

Teman saya, Paul Wilmott, sering disebut egomania karena namanya ada di jurnal teknis keuangan matematis (Wil–mott), yang pada saat penulisan ini tidak diragukan lagi adalah yang terbaik. “Egomania” baik untuk produk. Tetapi jika kamu tidak bisa mendapatkan “egomania,” “arogan” akan berhasil. (hal.36)

Yang etis selalu lebih kuat daripada yang legal.

Seiring waktu, yang legal harus mendekati yang etis, tidak pernah sebaliknya. Oleh karena itu: Hukum datang dan pergi; etika tetap (hal.55)

Sharia, khususnya hukum yang mengatur transaksi dan keuangan Islam, menarik bagi kita sejauh ia melestarikan beberapa metode dan praktik Mediterania dan Babilonia yang hilang—bukan untuk menopang ego pangeran Saudi.

Ia ada di persimpangan hukum Greco-Romawi (sebagaimana tercermin dari kontak orang-orang di wilayah Semit dengan sekolah hukum Berytus), aturan perdagangan Fenisia, peraturan Babilonia, dan adat komersial suku Arab, dan dengan demikian ia menyediakan repositori ide-ide sejarah tentang simetri dalam transaksi.

Oleh karena itu, saya melihat Sharia sebagai museum sejarah ide tentang simetri dalam transaksi.

Sharia menetapkan larangan gharar, yang sangat drastis sehingga benar-benar dilarang dalam bentuk transaksi apa pun. Ini adalah istilah yang sangat canggih dalam teori keputusan yang tidak ada dalam bahasa Inggris; ia berarti ketidakpastian dan penipuan—pendapat pribadi saya adalah bahwa ia berarti sesuatu di luar asimetri informasi antara agen: ketidaksetaraan ketidakpastian.

Sederhananya, karena tujuannya adalah agar kedua belah pihak dalam transaksi memiliki ketidakpastian yang sama menghadapi hasil acak, asimetri menjadi setara dengan pencurian. Atau lebih kuat lagi: Tidak ada orang dalam transaksi yang boleh memiliki kepastian tentang hasilnya sementara yang lain memiliki ketidakpastian.

Gharar, seperti setiap konstruksi legalistik, akan memiliki kelemahannya; ia tetap lebih lemah daripada pendekatan Antipater. Jika hanya satu pihak dalam transaksi yang memiliki kepastian sepanjang jalan, itu adalah pelanggaran Sharia. Tetapi jika ada bentuk asimetri yang lemah, katakanlah, seseorang memiliki informasi orang dalam yang memberikan keuntungan di pasar, tidak ada gharar karena masih ada cukup ketidakpastian bagi kedua belah pihak, mengingat bahwa harga ada di masa depan dan hanya Tuhan yang tahu masa depan.

Menjual produk cacat (di mana ada kepastian akan cacat tersebut), di sisi lain, adalah ilegal. Jadi pengetahuan oleh penjual jagung di Rhodes dalam contoh pertama saya tidak termasuk gharar, sementara kasus kedua, yaitu cairan cacat, akan. (hal.56)

Apa yang ditemukan Ostrom secara empiris adalah bahwa ada ukuran komunitas tertentu di bawahnya orang-orang bertindak sebagai kolektivis, melindungi kepentingan bersama, seolah-olah seluruh unit menjadi rasional.

Sebuah kepentingan bersama tidak dapat terlalu besar. Itu seperti sebuah klub. Kelompok berperilaku berbeda pada skala yang berbeda. Ini menjelaskan mengapa kota berbeda dari nasional. Ini juga menjelaskan bagaimana suku beroperasi: kamu adalah bagian dari kelompok tertentu yang lebih besar dari kamu yang sempit, tetapi lebih sempit dari kemanusiaan secara umum.

Secara kritis, orang berbagi beberapa hal tetapi tidak yang lain dalam kelompok tertentu. Dan ada protokol untuk berurusan dengan luar.

Suku-suku penggembala Arab memiliki aturan tegas tentang keramahan terhadap orang asing yang tidak bermusuhan yang tidak mengancam kepentingan bersama mereka, tetapi menjadi kekerasan ketika orang asing tersebut merupakan ancaman.

Definisi kepentingan bersama dengan skin-in-the-game: ruang di mana kamu diperlakukan oleh orang lain seperti kamu memperlakukan mereka, di mana setiap orang menjalankan Silver Rule.

“Kepentingan umum” adalah sesuatu yang abstrak, diambil dari buku teks. Kita akan melihat lebih lanjut di Bab 19 bahwa “individu” adalah entitas yang tidak jelas. “Saya” lebih mungkin menjadi kelompok daripada orang tunggal.

Sebuah pepatah dari saudara Geoff dan Vince Graham merangkum kekonyolan universalisme politik bebas skala.

Saya, di tingkat Fed, adalah libertarian; di tingkat negara bagian, Republik; di tingkat lokal, Demokrat; dan di tingkat keluarga dan teman, seorang sosialis. (hal.61)

Sekarang, dapatkah seseorang membuat obat menjadi kurang asimetris? Tidak secara langsung; solusinya, seperti yang telah saya argumenkan dalam Antifragile dan secara lebih teknis di tempat lain, adalah agar pasien menghindari pengobatan saat dia atau dia sedang sakit ringan, tetapi menggunakan obat untuk “peristiwa ekor,” yaitu untuk kondisi yang jarang ditemui dan parah.

Masalahnya adalah bahwa orang yang sakit ringan mewakili kelompok orang yang jauh lebih besar daripada yang sakit parah—dan merupakan orang-orang yang diharapkan hidup lebih lama dan mengonsumsi obat lebih lama—oleh karena itu perusahaan farmasi memiliki insentif untuk fokus pada mereka. (Orang mati, saya diberitahu, berhenti minum obat.) (hal.65)

Di Inggris, di mana populasi Muslim (praktis) hanya 3 hingga 4 persen, sebagian besar daging yang kita temukan adalah halal.

Hampir 70 persen dari impor domba dari Selandia Baru adalah halal. Hampir 10 persen toko Subway hanya menyediakan daging halal (berarti tidak ada babi), meskipun ada biaya tinggi untuk kehilangan bisnis pemakan ham (seperti saya). Hal yang sama berlaku di Afrika Selatan, yang memiliki proporsi Muslim yang hampir sama. Di sana, sebagian besar ayam bersertifikat halal.

Tetapi di Inggris dan negara-negara nominal Kristen lainnya, halal tidak cukup netral untuk mencapai tingkat tinggi, karena orang mungkin memberontak terhadap pemaksaan untuk mematuhi nilai-nilai sakral orang lain—menerima dan menghormati nilai-nilai sakral agama lain mungkin menandakan pelanggaran beberapa jenis dari milikmu, jika kamu seorang monoteis yang sejati.

Misalnya, penyair Kristen Arab abad ketujuh Al-Akhtal membuat poin untuk tidak pernah makan daging halal dalam puisinya yang terkenal yang menentang kebanggaannya akan Kristen: “Saya tidak makan daging kurban”: Wa lastu bi’akuli lahmal adahi. (hal.72)

Bagaimana buku-buku bisa dilarang? Tentu bukan karena mereka menyinggung rata-rata orang—kebanyakan orang pasif dan benar-benar tidak peduli, atau tidak peduli cukup untuk meminta pelarangan. Dari episode masa lalu, tampaknya hanya dibutuhkan beberapa aktivis (bermotivasi) untuk melarang beberapa buku, atau memasukkan beberapa orang dalam daftar hitam.

Filsuf dan logician hebat Bertrand Russell kehilangan pekerjaannya di City University of New York karena surat dari seorang ibu yang marah—dan keras kepala—yang tidak ingin putrinya berada di ruangan yang sama dengan orang yang memiliki gaya hidup tidak tertib dan ide-ide yang tidak terkendali. (hal.83)

Bisakah demokrasi—secara definisi mayoritas—menoleransi musuh? Pertanyaannya adalah sebagai berikut: “Apakah kamu setuju untuk menolak kebebasan berbicara kepada setiap partai politik yang dalam piagamnya melarang kebebasan berbicara?”

Mari kita melangkah lebih jauh: “Haruskah masyarakat yang memilih untuk toleran tidak toleran terhadap intoleransi?” Ini sebenarnya adalah ketidakkonsistenan yang Kurt Gödel (master besar ketelitian logis) deteksi dalam Konstitusi Amerika Serikat saat mengikuti ujian naturalisasi. Legenda mengatakan bahwa Gödel mulai berdebat dengan hakim, dan Einstein, yang menjadi saksi selama proses tersebut, menyelamatkannya.

Filsuf ilmu pengetahuan Karl Popper secara independen menemukan ketidakkonsistenan yang sama dalam sistem demokrasi. Saya menulis tentang orang-orang dengan kesalahan logis yang bertanya kepada saya apakah seseorang harus “skeptis tentang skeptisisme”; Saya menggunakan jawaban yang sama dengan Popper ketika saya ditanya apakah “seseorang bisa memalsukan falsifikasi.” Saya hanya pergi.

Kita bisa menjawab poin-poin ini menggunakan aturan minoritas. Ya, minoritas yang tidak toleran dapat mengontrol dan menghancurkan demokrasi. Sebenarnya, itu pada akhirnya akan menghancurkan dunia kita. Jadi, kita perlu lebih dari tidak toleran terhadap beberapa minoritas yang tidak toleran. Sederhananya, mereka melanggar Silver Rule.

Tidak dapat diterima untuk menggunakan “nilai-nilai Amerika” atau “prinsip-prinsip Barat” dalam memperlakukan Salafisme yang tidak toleran (yang menyangkal hak orang lain untuk memiliki agama mereka sendiri). Barat saat ini sedang dalam proses bunuh diri. (hal.86)

Ilmu pengetahuan bukanlah jumlah dari apa yang dipikirkan oleh para ilmuwan, tetapi persis seperti pasar, ia adalah prosedur yang sangat miring. Begitu kamu membantah sesuatu, itu sekarang salah. Jika sains beroperasi dengan konsensus mayoritas, kita masih akan terjebak di Abad Pertengahan, dan Einstein akan berakhir seperti yang dia mulai, seorang pegawai paten dengan hobi sampingan yang tidak membuahkan hasil. (hal.87)

Peneliti Dhananjay Gode dan Shyam Sunder mencapai hasil mengejutkan pada tahun 1993. Kamu mengisi pasar dengan agen kecerdasan nol, yang membeli dan menjual secara acak, di bawah beberapa struktur sehingga proses lelang yang tepat mencocokkan penawaran dan permintaan dengan cara yang teratur. Dan tebak apa? Kita mendapatkan efisiensi alokatif yang sama seolah-olah peserta pasar itu cerdas.

Friedrich Hayek telah, sekali lagi, dibenarkan. Namun salah satu ide yang paling banyak dikutip dalam sejarah, yaitu invisible hand, tampaknya paling tidak terintegrasi dalam psikis modern. (hal.91)

Orang yang kamu temukan dalam pekerjaan menyukai keteraturan dari penggajian, dengan amplop khusus itu di meja mereka pada hari terakhir bulan itu, dan tanpanya mereka akan bertindak seperti bayi yang kekurangan susu ibu. Kamu menyadari bahwa jika Bob adalah seorang karyawan daripada sesuatu yang tampaknya lebih murah, kontraktor itu, maka kamu tidak akan menghadapi begitu banyak masalah. Tetapi karyawan itu mahal. Kamu harus membayar mereka bahkan ketika kamu tidak punya apa-apa untuk mereka lakukan. Kamu kehilangan fleksibilitasmu. Bakat demi bakat, mereka lebih mahal. Pecinta gaji itu malas … tetapi mereka tidak akan mengecewakanmu pada saat-saat seperti ini. Jadi karyawan ada karena mereka memiliki skin in the game yang signifikan—dan risikonya dibagi dengan mereka, cukup risiko untuk menjadi pencegah dan hukuman untuk tindakan yang tidak dapat diandalkan, seperti gagal muncul tepat waktu.

Kamu sedang membeli ketergantungan. Dan ketergantungan adalah pendorong di balik banyak transaksi.

Orang-orang dengan beberapa sarana memiliki rumah pedesaan—yang tidak efisien dibandingkan dengan hotel atau sewa—karena mereka ingin memastikan itu tersedia jika mereka memutuskan untuk menggunakannya sewaktu-waktu.

Ada ungkapan pedagang: “Jangan pernah membeli jika kamu bisa menyewa tiga F: apa yang kamu apungkan, apa yang kamu terbangkan, dan apa yang kamu … (yang lain itu).” Namun banyak orang memiliki kapal dan pesawat, dan akhirnya terjebak dengan sesuatu yang lain itu. (hal.98)

Selain teorema, Coase adalah yang pertama menjelaskan mengapa perusahaan ada.

Baginya, kontrak bisa terlalu mahal untuk dinegosiasikan karena biaya transaksi; solusinya adalah menggabungkan bisnismu dan mempekerjakan karyawan dengan deskripsi pekerjaan yang jelas karena kamu tidak mampu membayar biaya hukum dan organisasi untuk setiap transaksi.

Pasar bebas adalah tempat di mana kekuatan bertindak untuk menentukan spesialisasi, dan informasi bepergian melalui titik harga; tetapi dalam sebuah perusahaan, kekuatan pasar ini dicabut karena biaya operasinya lebih tinggi daripada manfaat yang mereka bawa. Jadi kekuatan pasar akan menyebabkan perusahaan bertujuan untuk rasio optimal antara karyawan dan kontraktor luar. (hal.100)

Karena yang penting dalam hidup bukanlah seberapa sering seseorang “benar” tentang hasil, tetapi seberapa banyak yang dia hasilkan ketika dia benar. Menjadi salah, ketika itu tidak mahal, tidak dihitung—dalam cara yang mirip dengan mekanisme trial-and-error dari penelitian.

Yang penting bukanlah apa yang seseorang miliki atau tidak miliki; itu adalah apa yang dia takutkan kehilangan. Semakin banyak yang kamu miliki untuk hilang, semakin rapuh kamu. (hal.105)

Orang-orang yang kelangsungan hidupnya bergantung pada “penilaian pekerjaan” kualitatif oleh seseorang dari peringkat yang lebih tinggi dalam organisasi tidak dapat dipercaya untuk keputusan kritis. (hal.107)

Masyarakat menyukai orang-orang suci dan pahlawan moral untuk tetap selibat sehingga mereka tidak memiliki tekanan keluarga yang mungkin memaksa mereka ke dalam dilema harus mengkompromikan rasa etika mereka untuk memberi makan anak-anak mereka. Seluruh umat manusia, sesuatu yang agak abstrak, menjadi keluarga mereka.

Beberapa martir, seperti Socrates, memiliki anak-anak kecil (meskipun dia berusia tujuh puluhan), dan mengatasi dilema itu dengan mengorbankan mereka. Banyak yang tidak bisa. Kerentanan kepala rumah tangga telah dieksploitasi secara mencolok dalam sejarah. Para samurai harus meninggalkan keluarga mereka di Edo sebagai sandera, dengan demikian menjamin kepada otoritas bahwa mereka tidak akan mengambil posisi melawan penguasa.

Bangsa Romawi dan Hun terlibat dalam praktik pertukaran “pengunjung” permanen, anak-anak penguasa di kedua belah pihak, yang dibesarkan di istana negara asing dalam bentuk penahanan berlapis emas. Ottoman mengandalkan janissaries, yang diambil sebagai bayi dari keluarga Kristen dan tidak pernah menikah.

Tanpa keluarga (atau tidak berhubungan dengan keluarga mereka), mereka sepenuhnya setia kepada sultan.

Bukan rahasia lagi bahwa perusahaan besar lebih menyukai orang dengan keluarga; mereka yang memiliki risiko ke bawah lebih mudah dimiliki, terutama ketika mereka tersedak oleh hipotek besar. (hal.110)

Kesetaraan sejati adalah kesetaraan dalam probabilitas. (hal.130)

Cara untuk membuat masyarakat lebih setara adalah dengan memaksa (melalui skin in the game) orang kaya untuk dikenakan risiko keluar dari 1 persen. (hal.131)

Lebih lanjut, orang salah mengira empirisme sebagai banjir data. Hanya sedikit data signifikan yang dibutuhkan ketika seseorang benar, terutama ketika itu adalah empirisme yang menyangkal, atau contoh yang bertentangan: hanya satu titik data (penyimpangan ekstrem tunggal) sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Black Swan ada. (hal.138)

Misalnya, jurnalis sains Steven Pinker memainkan trik itu dengan bukunya The Better Angels of Our Nature, yang mengklaim penurunan kekerasan dalam sejarah manusia modern, dan mengaitkan ini dengan institusi modern.

Kolaborator saya Pasquale Cirillo dan saya, ketika kami meneliti “data” miliknya, menemukan bahwa baik dia tidak memahami angkanya sendiri (sebenarnya, dia tidak), atau dia memiliki cerita dalam pikiran dan terus menambahkan grafik, tidak menyadari bahwa statistik bukan tentang data tetapi distilasi, ketelitian, dan menghindari tertipu oleh kebetulan—tetapi tidak masalah, masyarakat umum dan rekan IYI penyembah negaranya menganggapnya mengesankan (untuk sementara waktu). (hal.138)

Siapa yang akan menilai ahli? Siapa yang akan menjaga penjaga? (Quis custodiet ipsos custodes?) Siapa yang akan menilai hakim? Nah, kelangsungan hidup akan. (hal.142)

Tur Singkat Kebijaksanaan Kakek-Nenekmu. Mari kita tutup dengan menelusuri beberapa ide yang ada dalam kebijaksanaan kuno dan dikonfirmasi ulang oleh psikologi modern. Ini diambil secara organik, artinya mereka bukan hasil dari penelitian tetapi dari apa yang muncul secara spontan (ingat buku ini berjudul Skin in the Game), kemudian diverifikasi dalam teks.

Dissonansi kognitif (sebuah teori psikologis oleh Leon Festinger tentang anggur asam, di mana orang, untuk menghindari kepercayaan yang tidak konsisten, merasionalisasi bahwa, katakanlah, anggur yang tidak dapat mereka capai harus asam). Ini pertama kali terlihat dalam Aesop, tentu saja, dikemas ulang oleh La Fontaine. Tetapi akarnya tampak lebih kuno, dengan Assyrian Ahiqar dari Nineveh.

Kehilangan aversi (sebuah teori psikologis di mana kehilangan lebih menyakitkan daripada keuntungan yang menyenangkan): dalam Livy’s Annals (XXX, 21) Orang merasakan kebaikan kurang intens daripada yang buruk. Hampir semua surat Seneca memiliki beberapa elemen kehilangan aversi.

Nasihat negatif (via negativa): Kita tahu yang salah lebih baik daripada yang benar; ingat superioritas Silver Rule dibandingkan Golden Rule. Yang baik tidak sebaik tidak adanya yang buruk, Ennius, diulang oleh Cicero.

Skin in the game (secara harfiah): Kami memulai dengan pepatah Yiddish: Kamu tidak dapat mengunyah dengan gigi orang lain. “Kuku jarimu adalah yang terbaik untuk menggaruk gatalmu,” diambil oleh Scaliger sekitar tahun 1614 dalam Proverborum Arabicorum.

Antifragility: Ada puluhan pepatah kuno. Mari kita sebutkan Cicero. Ketika jiwa kita dilembutkan, lebah bisa menyengat. Lihat juga Machiavelli dan Rousseau untuk penerapannya pada sistem politik.

Diskon waktu: “Burung di tangan lebih baik daripada sepuluh di pohon.” (Pepatah Levantine)

Kegilaan massa: Nietzsche: Kegilaan jarang terjadi pada individu, tetapi dalam kelompok, partai, bangsa, itu adalah aturan. (Ini termasuk sebagai kebijaksanaan kuno karena Nietzsche adalah seorang klasik; Saya telah melihat banyak referensi seperti itu di Plato.)

Lebih sedikit lebih baik: Kebenaran hilang dengan terlalu banyak perdebatan, dalam Publilius Syrus. Tetapi tentu saja ungkapan “lebih sedikit lebih baik” ada dalam puisi tahun 1855 oleh Robert Browning.

Terlalu percaya diri: “Saya kehilangan uang karena terlalu percaya diri,” Erasmus terinspirasi oleh Theognis dari Megara (Percaya diri, saya kehilangan segalanya; menantang, saya menyelamatkan segalanya) dan Epicharmus dari Kos (Tetap sadar dan ingat untuk waspada).

Paradoks kemajuan, dan paradoks pilihan: Ada cerita yang familiar tentang seorang bankir New York yang berlibur di Yunani, yang, dari berbicara dengan seorang nelayan dan meneliti bisnis nelayan tersebut, muncul dengan skema untuk membantu nelayan membuatnya menjadi bisnis besar. Nelayan bertanya apa manfaatnya; bankir menjawab bahwa dia bisa menghasilkan banyak uang di New York dan kembali berlibur di Yunani; sesuatu yang tampak konyol bagi nelayan, yang sudah ada di sana melakukan hal-hal yang dilakukan bankir ketika mereka pergi berlibur di Yunani. (hal.151)

Pada saat penulisan, sebagian besar kesuksesan besar baru-baru ini (Microsoft, Apple, Facebook, Google) dimulai oleh orang-orang dengan skin in the game dan tumbuh secara organik—jika mereka menggunakan dana, itu untuk berkembang atau memungkinkan manajer untuk mencairkan; dana bukanlah sumber utama penciptaan. Kamu tidak menciptakan perusahaan dengan menciptakan perusahaan; kamu juga tidak melakukan sains dengan melakukan sains. (Kekeliruan terdeteksi: bias kelangsungan hidup, pemilihan cherry. Bagaimana dengan mereka yang tumbuh secara anorganik atau tumbuh secara organik tetapi gagal?) (hal.151)

Kita dulu hidup dalam komunitas kecil; reputasi kita secara langsung ditentukan oleh apa yang kita lakukan—kita diawasi.

Saat ini, anonimitas mengeluarkan sisi buruk dalam diri orang. Jadi saya secara tidak sengaja menemukan cara untuk mengubah perilaku orang yang tidak etis dan kasar tanpa ancaman verbal. Ambil gambar mereka. Hanya tindakan mengambil gambar mereka mirip dengan memegang hidup mereka di tanganmu dan mengendalikan perilaku masa depan mereka berkat kesunyianmu.

Mereka tidak tahu apa yang bisa kamu lakukan dengannya, dan akan hidup dalam ketidakpastian.

Saya menemukan keajaiban kamera dalam memulihkan perilaku sipil/etis sebagai berikut. Suatu hari, di koridor bawah tanah kereta bawah tanah New York, saya ragu-ragu selama beberapa detik mencoba memahami daftar pintu keluar. Seorang pria berpakaian rapi dengan tubuh kurus dan kepribadian neurotik mulai menghujani saya dengan hinaan “karena berhenti.” Alih-alih memukulnya sebagai permulaan percakapan, seperti yang akan saya lakukan pada tahun 1921, saya mengeluarkan ponsel saya dan mengambil fotonya sambil dengan tenang menyebutnya “idiot jahat, kasar kepada orang yang tersesat.”

Dia ketakutan dan lari dari saya, menyembunyikan wajahnya dengan tangannya untuk mencegah foto lebih lanjut. (hal.176)

Investor Charlie Munger pernah berkata: “Dengar. Apakah kamu lebih suka menjadi kekasih terhebat di dunia, tetapi semua orang berpikir kamu adalah kekasih terburuk di dunia? Atau apakah kamu lebih suka menjadi kekasih terburuk di dunia tetapi semua orang berpikir kamu adalah kekasih terhebat di dunia?”

Seperti biasa, jika itu masuk akal, itu harus ada dalam klasik, di mana ia ditemukan dengan nama esse quam videri, yang saya terjemahkan sebagai menjadi atau terlihat seperti itu. Ini dapat ditemukan dalam Cicero, Sallust, bahkan Machiavelli, yang, secara karakteristik, membalikkannya menjadi videri quam esse, “tunjukkan daripada menjadi.” (Catatan: Tetapi kekasihmu juga adalah dunia, jika kamu mendefinisikan semua orang termasuk kekasihmu) (hal.186)

Keberanian adalah satu-satunya kebajikan yang tidak dapat kamu palsukan.

Jika saya harus menggambarkan tindakan kebajikan yang sempurna, itu adalah mengambil posisi yang tidak nyaman, yang dihukum oleh wacana umum. (hal.188)

Membaca buku sejarah, tanpa menempatkan peristiwa-peristiwanya dalam perspektif, menawarkan bias yang mirip dengan membaca kisah kehidupan di New York yang dilihat dari ruang gawat darurat di Bellevue Hospital. (hal.195)

Kekurangan teologis utama dalam taruhan Pascal adalah bahwa keyakinan tidak bisa menjadi opsi gratis. Ia melibatkan simetri antara apa yang kamu bayar dan apa yang kamu terima. Hal-hal selain itu akan terlalu mudah. Jadi aturan skin-in-the-game yang berlaku di antara manusia juga berlaku dalam hubungan kita dengan para dewa. (hal.204)

Cinta tanpa pengorbanan adalah pencurian (Procrustes). Ini berlaku untuk semua bentuk cinta, terutama cinta Tuhan. (hal.207)

Ada orang yang ateis dalam tindakan, religius dalam kata-kata (kebanyakan orang Kristen Ortodoks dan Katolik) dan yang lain yang religius dalam tindakan, religius dalam kata-kata (Islamis Salafi dan pembom bunuh diri) tetapi saya tidak mengenal siapa pun yang ateis dalam tindakan dan kata-kata, sepenuhnya tanpa ritual, penghormatan terhadap orang mati, dan takhayul (katakanlah keyakinan dalam ekonomi, atau dalam kekuatan ajaib negara yang kuat dan lembaga-lembaganya). (hal.210)

Aksioma pengungkapan preferensi (berasal dari Paul Samuelson, atau mungkin para dewa Semitik), seperti yang kamu ingat, menyatakan hal berikut: kamu tidak akan memiliki ide tentang apa yang sebenarnya dipikirkan orang, apa yang memprediksi tindakan orang, hanya dengan menanyakan kepada mereka—mereka sendiri tidak selalu tahu.

Yang penting, pada akhirnya, adalah apa yang mereka bayar untuk barang, bukan apa yang mereka katakan mereka “pikirkan” tentangnya, atau berbagai kemungkinan alasan yang mereka berikan kepada kamu atau diri mereka sendiri untuk itu. Jika kamu memikirkannya, kamu akan melihat bahwa ini adalah reformulasi skin in the game.

Bahkan psikolog mengerti; dalam eksperimen mereka, prosedur mereka mengharuskan dolar nyata dihabiskan agar tes dianggap “ilmiah.” Subjek diberi sejumlah uang, dan mereka mengamati bagaimana subjek merumuskan pilihan dengan memeriksa bagaimana mereka menghabiskan uangnya. Namun, sebagian besar psikolog melupakan preferensi yang diungkapkan ketika mereka mulai membual tentang rasionalitas.

Mereka kembali menilai keyakinan daripada tindakan. Keyakinan adalah … obrolan murah. Mungkin ada semacam mekanisme penerjemahan yang terlalu sulit bagi kita untuk memahami, dengan distorsi pada tingkat proses berpikir yang sebenarnya diperlukan agar segala sesuatunya berjalan. (hal.217)

Satu-satunya definisi rasionalitas yang saya temukan yang secara praktis, empiris, dan matematis ketat adalah sebagai berikut: yang rasional adalah yang memungkinkan kelangsungan hidup. (hal.220)

Tetapi tetap saja, apa pun tujuannya, hukum kashrut bertahan beberapa milenium bukan karena “rasionalitasnya” tetapi karena populasi yang mengikutinya bertahan. Itu pasti membawa kohesi: orang yang makan bersama bertahan bersama. (Secara teknis, ini adalah heuristik cembung.) Kohesi kelompok semacam itu mungkin juga bertanggung jawab atas kepercayaan dalam transaksi komersial dengan anggota komunitas yang jauh, sehingga menciptakan jaringan yang dinamis.

Atau beberapa manfaat lain—tetapi tetap saja orang Yahudi bertahan meskipun memiliki sejarah yang sangat sulit. Ini memungkinkan kita untuk meringkas: Rasionalitas tidak bergantung pada faktor penjelasan verbalistik eksplisit; itu hanya apa yang membantu kelangsungan hidup, yang menghindari kehancuran. Mengapa? Jelas seperti yang kita lihat dalam diskusi Lindy: Tidak semua yang terjadi terjadi karena suatu alasan, tetapi semua yang bertahan hidup bertahan karena suatu alasan. (hal.221)

Menghisap sebatang rokok sangatlah tidak berbahaya, jadi analisis biaya-manfaat akan menganggap tidak rasional untuk melepaskan begitu banyak kesenangan demi risiko yang sangat kecil! Tetapi tindakan merokok itulah yang membunuh, pada jumlah tertentu bungkus per tahun, atau puluhan ribu rokok—dengan kata lain, paparan serial berulang.

Namun, keadaan menjadi lebih buruk: dalam kehidupan nyata, setiap risiko kecil yang kamu ambil menambah untuk mengurangi harapan hidupmu. Jika kamu mendaki gunung dan mengendarai sepeda motor dan bergaul dengan mafia dan menerbangkan pesawat kecilmu sendiri dan minum absinthe, dan merokok rokok, dan bermain parkour pada Kamis malam, harapan hidupmu berkurang secara signifikan, meskipun tidak ada tindakan tunggal yang akan memiliki efek yang berarti.

Gagasan pengulangan ini membuat paranoia tentang beberapa peristiwa dengan probabilitas rendah, bahkan yang dianggap “patologis,” sepenuhnya rasional. Lebih lanjut, ada perubahan. Jika pengobatan secara progresif meningkatkan harapan hidupmu, kamu perlu lebih paranoid.

Berpikir secara dinamis. Jika kamu menanggung probabilitas kecil dari kehancuran sebagai risiko “sekali saja”, bertahan hidup, lalu melakukannya lagi (kesepakatan “sekali saja” lainnya), kamu pada akhirnya akan bangkrut dengan probabilitas seratus persen.

Kebingungan muncul karena mungkin tampak bahwa jika risiko “sekali saja” masuk akal, maka yang tambahan juga masuk akal. Ini dapat diukur dengan mengakui bahwa probabilitas kehancuran mendekati ketika jumlah paparan terhadap risiko individu yang kecil, katakanlah satu dalam sepuluh ribu, meningkat.

Kesalahan dalam makalah psikologi adalah percaya bahwa subjek tidak mengambil risiko ekor lain di mana pun di luar eksperimen dan, yang terpenting, tidak akan pernah mengambil risiko lagi. Gagasan dalam ilmu sosial tentang “kehilangan aversi” belum dipikirkan dengan benar—itu tidak dapat diukur seperti yang telah diukur (jika memang dapat diukur sama sekali).

Katakanlah kamu bertanya kepada subjek berapa yang akan dia bayarkan untuk mengasuransikan probabilitas 1 persen kehilangan $100. Kamu mencoba mencari tahu berapa banyak dia “membayar berlebihan” untuk “keengganan risiko” atau sesuatu yang lebih bodoh lagi, “kehilangan aversi.”

Tetapi kamu tidak mungkin mengabaikan semua risiko keuangan lain yang dia ambil: jika dia memiliki mobil yang diparkir di luar yang bisa tergores, jika dia memiliki portofolio keuangan yang bisa kehilangan uang, jika dia memiliki toko roti yang mungkin dikenakan denda, jika dia memiliki anak di perguruan tinggi yang mungkin membutuhkan biaya tak terduga lebih banyak, jika dia bisa dipecat, jika dia mungkin sakit tak terduga di masa depan. Semua risiko ini bertambah, dan sikap subjek mencerminkan semuanya.

Kehancuran tidak dapat dibagi dan tidak berubah terhadap sumber kebetulan yang mungkin menyebabkannya. Kesalahan umum lainnya dalam literatur psikologi adalah apa yang disebut “akuntansi mental.” Sekolah teori informasi Thorp, Kelly, dan Shannon mengharuskan, agar strategi investasi bersifat ergodik dan pada akhirnya menangkap pengembalian pasar, agen meningkatkan risikonya saat mereka menang, tetapi menurun setelah kerugian, teknik yang disebut “bermain dengan uang rumah.”

Dalam praktiknya, ini dilakukan dengan ambang batas, untuk memudahkan eksekusi, bukan aturan yang rumit: kamu mulai bertaruh secara agresif setiap kali kamu mendapatkan keuntungan, tidak pernah ketika kamu mengalami defisit, seolah-olah sakelar dinyalakan atau dimatikan. Metode ini dipraktikkan oleh hampir setiap pedagang yang telah bertahan.

Sekarang ternyata strategi dinamis ini dianggap tidak sesuai dengan keuangan perilaku econophasters seperti Richard Thaler yang sangat menakutkan, yang, sangat tidak paham akan probabilitas, menyebut “akuntansi mental” ini sebuah kesalahan (dan, tentu saja, mengundang pemerintah untuk “mendorong” kita menjauhinya, dan mencegah strategi dari menjadi ergodik).

Saya percaya bahwa keengganan risiko tidak ada: apa yang kita amati adalah, sederhananya, sisa dari ergodisitas. Orang-orang, sederhananya, mencoba menghindari bunuh diri finansial dan mengambil sikap tertentu terhadap risiko ekor. Tetapi kita tidak perlu terlalu paranoid tentang diri kita sendiri; kita perlu mengalihkan sebagian kekhawatiran kita ke hal-hal yang lebih besar. (hal.226)

Semua risiko tidaklah sama. Kita sering mendengar bahwa “Ebola menyebabkan lebih sedikit kematian daripada orang yang tenggelam di bak mandi mereka,” atau sesuatu yang serupa, berdasarkan “bukti.” Ini adalah kelas masalah lain yang bisa dipahami oleh nenekmu, tetapi tidak bisa dipahami oleh orang yang setengah berpendidikan.

Jangan pernah membandingkan risiko multiplikatif, sistemik, dan berujung gemuk dengan risiko non-multiplikatif, idiosinkratik, dan berujung tipis. Ingatlah bahwa saya khawatir tentang korelasi antara kematian satu orang dan orang lainnya. Jadi kita perlu khawatir tentang efek sistemik: hal-hal yang bisa mempengaruhi lebih dari satu orang jika mereka terjadi.

Penyegaran di sini. Ada dua kategori di mana peristiwa acak jatuh: Mediocristan dan Extremistan. Mediocristan berujung tipis dan mempengaruhi individu tanpa korelasi dengan kolektif. Extremistan, menurut definisi, mempengaruhi banyak orang. Oleh karena itu Extremistan memiliki efek sistemik yang tidak dimiliki Mediocristan. Risiko multiplikatif—seperti epidemi—selalu dari Extremistan. Mereka mungkin tidak mematikan (katakanlah, flu), tetapi mereka tetap dari Extremistan. Lebih teknis: Risiko Mediocristan tunduk pada batas Chernoff.

Batas Chernoff dapat dijelaskan sebagai berikut. Probabilitas bahwa jumlah orang yang tenggelam di bak mandi mereka di Amerika Serikat akan berlipat ganda tahun depan—dengan asumsi tidak ada perubahan populasi atau bak mandi—adalah satu per beberapa triliun masa hidup alam semesta. Hal ini tidak dapat dikatakan tentang pelipatan ganda jumlah orang yang terbunuh oleh terorisme selama periode yang sama. (hal.231)

Antifragile

Nicholas Nassim Taleb

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang telah kumpulkan dari buku “Antifragile” karangan Nassim Taleb.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

 

Chandra Natadipurba

===

ANTIFRAGILE

oleh

Nassim Taleb

 

Kakek buyut saya, Nicolas Ghosn, adalah seorang politisi licik yang berhasil tetap berkuasa dan memegang posisi pemerintahan meskipun memiliki banyak musuh (terutama musuh bebuyutannya, kakek buyut saya dari pihak keluarga Taleb).

Saat kakek saya, putra sulungnya, memulai karir administrasi dan semoga politiknya, ayahnya memanggilnya ke ranjang kematiannya. “Anakku, aku sangat kecewa padamu,” katanya. “Aku tidak pernah mendengar sesuatu yang buruk dikatakan tentangmu. Kamu telah membuktikan dirimu tidak mampu menimbulkan rasa iri.” (hal.51)

Ketika Anda tidak memiliki utang, Anda tidak peduli dengan reputasi Anda di lingkaran ekonomi—dan entah bagaimana hanya ketika Anda tidak peduli dengan reputasi Anda, Anda cenderung memiliki reputasi yang baik.

Sama seperti dalam hal rayuan, orang paling banyak meminjamkan kepada mereka yang paling tidak membutuhkan mereka. (hal.53)

Biasanya, yang alami—yang biologis—adalah antifragile dan rapuh, tergantung pada sumber (dan rentang) variasi.

Tubuh manusia dapat memperoleh manfaat dari stresor (untuk menjadi lebih kuat), tetapi hanya sampai titik tertentu.

Misalnya, tulang Anda akan menjadi lebih padat ketika stres episodik diterapkan padanya, sebuah mekanisme yang diformalkan dengan nama Hukum Wolff setelah artikel tahun 1892 oleh seorang ahli bedah Jerman.

Tetapi piring, mobil, objek tak bernyawa tidak akan—ini mungkin kokoh tetapi tidak dapat menjadi antifragile secara intrinsik. (hal.54)

Namun dengan sistem yang kompleks, ketergantungan saling terkait sangat parah. Anda perlu berpikir dalam istilah ekologi: jika Anda menghilangkan hewan tertentu, Anda mengganggu rantai makanan: predatornya akan kelaparan dan mangsanya akan tumbuh tanpa terkendali, menyebabkan komplikasi dan serangkaian efek samping yang beruntun.

Singa-singa dimusnahkan oleh orang Kanaan, Fenisia, Romawi, dan kemudian penduduk Gunung Lebanon, yang menyebabkan proliferasi kambing yang menginginkan akar pohon, berkontribusi pada deforestasi daerah pegunungan, konsekuensi yang sulit terlihat sebelumnya.

Demikian pula, jika Anda menutup sebuah bank di New York, itu akan menyebabkan efek riak dari Islandia ke Mongolia. (hal.55)

Obsesi ini dengan kerangka dimulai ketika saya menemukan sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada tahun 2003 oleh Gerard Karsenty dan koleganya. Tradisinya adalah berpikir bahwa penuaan menyebabkan kelemahan tulang (tulang kehilangan kepadatan, menjadi lebih rapuh), seolah-olah ada hubungan satu arah yang mungkin disebabkan oleh hormon (wanita mulai mengalami osteoporosis setelah menopause).

Ternyata, seperti yang ditunjukkan oleh Karsenty dan yang lainnya yang sejak itu terlibat dalam penelitian ini, bahwa sebaliknya juga sangat benar: kehilangan kepadatan tulang dan degradasi kesehatan tulang juga menyebabkan penuaan, diabetes, dan, bagi pria, kehilangan kesuburan dan fungsi seksual. (hal.58)

Ilmuwan sosial menggunakan istilah “keseimbangan” untuk menggambarkan keseimbangan antara kekuatan yang berlawanan, misalnya, penawaran dan permintaan, sehingga gangguan kecil atau deviasi ke satu arah, seperti pendulum, akan dilawan dengan penyesuaian ke arah yang berlawanan yang akan membawa segala sesuatunya kembali ke stabilitas. Singkatnya, ini dianggap sebagai tujuan bagi ekonomi. (hal.60)

Kerentanan setiap startup diperlukan agar ekonomi menjadi antifragile, dan itulah yang membuat kewirausahaan berhasil: kerentanan wirausahawan individu dan tingkat kegagalan mereka yang harus tinggi. (hal.65)

Ketika Anda kekurangan makanan, protein buruklah yang dipecah pertama kali dan didaur ulang oleh tubuh Anda sendiri—proses yang disebut autophagy.

Ini adalah proses murni evolusioner, yang memilih dan membunuh yang terlemah untuk fitness. (hal.71)

Jika Titanic tidak mengalami kecelakaan yang terkenal itu, sefatal apapun itu, kita akan terus membangun kapal laut yang lebih besar dan lebih besar dan bencana berikutnya akan menjadi lebih tragis. Jadi orang-orang yang meninggal dikorbankan demi kebaikan yang lebih besar; mereka tak terbantahkan menyelamatkan lebih banyak nyawa daripada yang hilang.

Kisah Titanic menggambarkan perbedaan antara keuntungan bagi sistem dan bahaya bagi beberapa bagian individunya. Hal yang sama dapat dikatakan tentang bencana Fukushima: orang dapat dengan aman mengatakan bahwa itu membuat kita sadar akan masalah reaktor nuklir (dan probabilitas kecil) dan mencegah bencana yang lebih besar.

(Perhatikan bahwa kesalahan pengujian stres naif dan ketergantungan pada model risiko sangat jelas pada saat itu; seperti halnya krisis ekonomi, tidak ada yang mau mendengarkan.)

Setiap kecelakaan pesawat membawa kita lebih dekat ke keselamatan, meningkatkan sistem, dan membuat penerbangan berikutnya lebih aman—mereka yang meninggal berkontribusi pada keselamatan keseluruhan orang lain.

Penerbangan Swiss 111, penerbangan TWA 800, dan penerbangan Air France 447 memungkinkan peningkatan sistem. Namun sistem-sistem ini belajar karena mereka antifragile dan disiapkan untuk memanfaatkan kesalahan kecil; hal yang sama tidak dapat dikatakan tentang kecelakaan ekonomi, karena sistem ekonomi tidak antifragile seperti yang dibangun saat ini.

Mengapa? Ada ratusan ribu penerbangan pesawat setiap tahun, dan kecelakaan pada satu pesawat tidak melibatkan pesawat lain, sehingga kesalahan tetap terkurung dan sangat epistemik—sedangkan sistem ekonomi global beroperasi sebagai satu: kesalahan menyebar dan berkembang biak. (hal.72)

Orang yang tidak pernah berdosa kurang dapat diandalkan daripada orang yang hanya berdosa sekali. Dan seseorang yang telah membuat banyak kesalahan—meskipun tidak pernah melakukan kesalahan yang sama lebih dari sekali—lebih dapat diandalkan daripada seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan apa pun. (hal.74)

Kami melihat bahwa bisnis restoran sangat efisien karena restoran, rentan, bangkrut setiap menit, dan wirausahawan mengabaikan kemungkinan seperti itu, karena mereka berpikir bahwa mereka akan mengalahkan peluang.

Dengan kata lain, beberapa kelas pengambil risiko sembrono, bahkan bunuh diri, sehat untuk ekonomi—dengan syarat tidak semua orang mengambil risiko yang sama dan risiko ini tetap kecil dan lokal.

Sekarang, dengan mengganggu model, seperti yang akan kita lihat, dengan bailout, pemerintah biasanya mendukung kelas perusahaan tertentu yang cukup besar untuk diselamatkan guna menghindari penularan ke bisnis lain. Ini adalah kebalikan dari pengambilan risiko yang sehat; ini mentransfer kerapuhan dari kolektif ke yang tidak layak. (hal.75)

Banyak orang pada awalnya berpikir bahwa kematian mereka sendiri adalah skenario Black Swan terburuk. Bukan. Kecuali mereka telah mempelajari ekonomi modern terlalu banyak, mereka akan setuju secara eksplisit bahwa kematian mereka ditambah kematian orang yang mereka cintai ditambah berakhirnya umat manusia akan menjadi hasil yang jauh lebih buruk daripada kematian mereka sendiri. (hal.78)

Krisis dunia baru-baru ini membuat Swiss bahkan lebih menjadi tempat yang aman daripada sebelumnya, menyebabkan mata uangnya naik secara dramatis—Swiss adalah tempat paling antifragile di planet ini; ia mendapat manfaat dari guncangan yang terjadi di bagian lain dunia. (hal.86)

Levant Utara, kira-kira bagian utara Suriah dan Lebanon saat ini, tetap menjadi provinsi yang mungkin paling makmur dalam sejarah umat manusia, selama rentang waktu yang sangat panjang dari Neolitik pra-tembikar hingga sejarah yang sangat modern, pertengahan abad kedua puluh. Itu dua belas ribu tahun—dibandingkan dengan, katakanlah, Inggris, yang telah makmur selama sekitar lima ratus tahun, atau Skandinavia, yang sekarang hanya makmur selama kurang dari tiga ratus tahun. (hal.94)

Kemudian, beberapa dekade dalam kehidupan Suriah, Partai Baath modernis datang untuk lebih menegakkan utopia. Segera setelah kaum Baathis memusatkan tempat tersebut dan memberlakukan undang-undang negara mereka, Aleppo dan Emesa mengalami kemunduran instan.

Apa yang dilakukan Partai Baath, dalam program “modernisasi” -nya, adalah menghapus kekacauan kuno dari souk dan menggantinya dengan modernisme kantor yang rapi. Efeknya langsung terlihat: semalam keluarga pedagang pindah ke tempat-tempat seperti New York dan New Jersey (untuk orang Yahudi), California (untuk orang Armenia), dan Beirut (untuk orang Kristen).

Beirut menawarkan suasana ramah perdagangan, dan Lebanon adalah negara kecil yang jinak, tidak terorganisir tanpa pemerintahan pusat yang nyata. Lebanon cukup kecil untuk menjadi kotamadya sendiri: lebih kecil dari area metropolitan berukuran sedang. (hal.95)

Lebanon dan Suriah Utara memiliki kekayaan per individu yang sangat mirip (apa yang oleh para ekonom disebut Produk Domestik Bruto) sekitar satu abad yang lalu—dan memiliki budaya, bahasa, etnis, makanan, dan bahkan lelucon yang identik.

Semuanya sama kecuali aturan Partai Baath “memodernisasi” di Suriah dibandingkan dengan negara yang benar-benar jinak di Lebanon. Meskipun terjadi perang saudara yang memusnahkan populasi, menyebabkan pengurasan otak akut dan membuat kekayaan mundur beberapa dekade, selain segala bentuk kekacauan yang mengguncang tempat itu, hari ini Lebanon memiliki standar hidup yang jauh lebih tinggi—antara tiga dan enam kali kekayaan Suriah. (hal.96)

Koleksi negara bagian mirip dengan bisnis restoran yang kita bahas sebelumnya: mudah berubah, tetapi Anda tidak pernah mengalami krisis restoran umum—tidak seperti, katakanlah, bisnis perbankan. Mengapa? Karena itu terdiri dari banyak unit kecil independen dan bersaing yang tidak mengancam sistem secara individu dan membuatnya melompat dari satu keadaan ke keadaan lain.

Keacakan didistribusikan daripada terkonsentrasi.

Beberapa orang telah jatuh ke dalam kepercayaan gaya kalkun naif bahwa dunia semakin aman dan tentu saja mereka dengan naif mengaitkannya dengan “negara” yang suci (meskipun Swiss dari bawah ke atas memiliki tingkat kekerasan terendah dari tempat manapun di planet ini).

Ini persis seperti mengatakan bahwa bom nuklir lebih aman karena jarang meledak. Dunia mengalami semakin sedikit tindakan kekerasan, sementara perang memiliki potensi untuk lebih kriminal.

Kita sangat dekat dengan ibu dari semua bencana pada 1960-an ketika Amerika Serikat akan menarik pelatuk nuklir di Uni Soviet. Sangat dekat. Ketika kita melihat risiko di Extremistan, kita tidak melihat bukti (bukti datang terlambat), kita melihat potensi kerusakan: tidak pernah dunia lebih rentan terhadap kerusakan; belum pernah. Sulit untuk menjelaskan kepada orang-orang naif yang didorong oleh data bahwa risiko ada di masa depan, bukan di masa lalu. (hal.98)

Dalam sebuah makalah terkenal “On Governors,” diterbitkan pada tahun 1867, Maxwell memodelkan perilaku dan menunjukkan secara matematis bahwa mengontrol kecepatan mesin secara ketat mengarah pada ketidakstabilan.

Sangat luar biasa bagaimana penurunan matematika Maxwell yang rapi dan bahaya kontrol ketat dapat digeneralisasikan di berbagai domain dan membantu membongkar pseudo-stabilisasi dan kerapuhan jangka panjang yang tersembunyi.

Di pasar, memperbaiki harga, atau, setara, menghilangkan spekulan, yang disebut “pedagang kebisingan”—dan volatilitas moderat yang mereka bawa—memberikan ilusi stabilitas, dengan periode tenang yang diselingi dengan lompatan besar. Karena para pemain tidak terbiasa dengan volatilitas, sedikit variasi harga kemudian akan dikaitkan dengan informasi orang dalam, atau perubahan keadaan sistem, dan akan menyebabkan kepanikan.

Ketika mata uang tidak pernah berfluktuasi, sedikit pergerakan kecil membuat orang percaya bahwa dunia sedang berakhir.

Menyuntikkan sedikit kebingungan menstabilkan sistem. (hal.100)

Saya segera berpikir bahwa mungkin perumpamaan yang berlawanan harus ditulis: alih-alih para penguasa mengacak-acak pekerjaan warga negara, kita harus meminta warga negara mengacak-acak pekerjaan para penguasa, menamai mereka dengan undian dan menghapusnya secara acak juga.

Itu mirip dengan anilasi simulasi—dan ternyata tidak kalah efektif. Ternyata orang-orang kuno—sekali lagi, orang-orang kuno itu!—menyadarinya: anggota majelis Athena dipilih dengan undian, sebuah metode yang dimaksudkan untuk melindungi sistem dari degenerasi. Untungnya, efek ini telah diselidiki dengan sistem politik modern.

Dalam simulasi komputer, Alessandro Pluchino dan rekan-rekannya menunjukkan bagaimana menambahkan sejumlah politisi yang dipilih secara acak ke dalam proses dapat meningkatkan fungsi sistem parlementer. (hal.104)

Intervensi naif: Setiap anak yang menjalani operasi yang tidak perlu mengalami penurunan harapan hidupnya. (hal.111)

Teori sangat rapuh; mereka datang dan pergi, lalu datang dan pergi, lalu datang dan pergi lagi; fenomenologi tetap ada, dan saya tidak percaya orang tidak menyadari bahwa fenomenologi “kokoh” dan dapat digunakan, dan teori, meskipun terlalu dibesar-besarkan, tidak dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan—di luar fisika. (hal.116)

Beberapa libertarian menggunakan contoh Drachten, sebuah kota di Belanda, di mana eksperimen impian dilakukan. Semua rambu jalan dihapus.

Deregulasi menyebabkan peningkatan keselamatan, mengonfirmasi antifragilitas perhatian di tempat kerja, bagaimana ia diasah oleh rasa bahaya dan tanggung jawab. Akibatnya, banyak kota di Jerman dan Belanda telah mengurangi jumlah rambu jalan. (hal.120)

Ada unsur tipu daya yang terkait dengan intervensi, yang dipercepat dalam masyarakat yang profesional.

Jauh lebih mudah menjual “Lihat apa yang saya lakukan untuk Anda” daripada “Lihat apa yang saya hindari untuk Anda.” Tentu saja sistem bonus berdasarkan “kinerja” memperburuk masalah.

Saya telah mencari dalam sejarah para pahlawan yang menjadi pahlawan karena apa yang tidak mereka lakukan, tetapi sulit untuk mengamati nonaksi; Saya tidak bisa dengan mudah menemukan satu pun.

Dokter yang menahan diri untuk tidak mengoperasi punggung (operasi yang sangat mahal), malah memberinya kesempatan untuk sembuh dengan sendirinya, tidak akan dihargai dan dinilai sebaik dokter yang membuat operasi terlihat sangat diperlukan, kemudian membawa kelegaan bagi pasien sambil mengekspos dia dengan risiko operasi, sambil mengakumulasi hadiah finansial besar untuk dirinya sendiri. (hal.121)

Manfaat dari penundaan berlaku sama untuk prosedur medis: kami melihat bahwa penundaan melindungi Anda dari kesalahan karena memberi alam kesempatan untuk melakukan tugasnya, mengingat fakta yang tidak menyenangkan bahwa alam kurang rentan terhadap kesalahan daripada ilmuwan.

Psikolog dan ekonom yang mempelajari “irasionalitas” tidak menyadari bahwa manusia mungkin memiliki naluri untuk menunda hanya ketika tidak ada nyawa yang dalam bahaya.

Saya tidak menunda ketika saya melihat seekor singa memasuki kamar saya atau api di perpustakaan tetangga saya. Saya tidak menunda setelah cedera parah. Saya melakukannya dengan tugas dan prosedur yang tidak wajar.

Suatu kali saya menunda-nunda dan terus menunda operasi sumsum tulang belakang sebagai respons terhadap cedera punggung—dan benar-benar sembuh dari masalah punggung setelah liburan hiking di Pegunungan Alpen, diikuti dengan sesi angkat beban. (hal.123)

Semakin sering Anda melihat data, semakin banyak kebisingan yang cenderung Anda dapatkan secara tidak proporsional (daripada bagian yang berharga, yang disebut sinyal); oleh karena itu semakin tinggi rasio sinyal terhadap kebisingan.

Dan ada kebingungan yang tidak bersifat psikologis sama sekali, tetapi melekat pada data itu sendiri. Katakanlah Anda melihat informasi secara tahunan, untuk harga saham, atau penjualan pupuk dari pabrik ayah mertua Anda, atau angka inflasi di Vladivostok.

Asumsikan lebih lanjut bahwa untuk apa yang Anda amati, pada frekuensi tahunan, rasio sinyal terhadap kebisingan adalah sekitar satu banding satu (setengah kebisingan, setengah sinyal)—ini berarti sekitar setengah dari perubahan tersebut adalah perbaikan atau penurunan nyata, setengah lainnya berasal dari keacakan. Rasio ini adalah apa yang Anda dapatkan dari pengamatan tahunan.

Tetapi jika Anda melihat data yang sama setiap hari, komposisinya akan berubah menjadi 95 persen kebisingan, 5 persen sinyal. Dan jika Anda mengamati data setiap jam, seperti yang dilakukan orang-orang yang tenggelam dalam berita dan variasi harga pasar, perpecahan menjadi 99,5 persen kebisingan menjadi 0,5 persen sinyal. Itu dua ratus kali lebih banyak kebisingan daripada sinyal—itulah sebabnya siapa pun yang mendengarkan berita (kecuali ketika peristiwa yang sangat, sangat signifikan terjadi) satu tingkat di bawah pengisap. (hal.126)

Sekarang mari kita tambahkan psikologis ke ini: kita tidak dibuat untuk memahami intinya, jadi kita bereaksi berlebihan secara emosional terhadap kebisingan. Solusi terbaik adalah hanya melihat perubahan besar dalam data atau kondisi, tidak pernah pada yang kecil.

Sama seperti kita tidak mungkin salah mengira beruang sebagai batu (tetapi cenderung salah mengira batu sebagai beruang), hampir tidak mungkin bagi seseorang yang rasional, dengan pikiran yang jernih dan tidak terinfeksi, seseorang yang tidak tenggelam dalam data, untuk salah mengira sinyal vital, yang penting untuk kelangsungan hidupnya, sebagai kebisingan—kecuali dia terlalu cemas, terlalu sensitif, dan neurotik, sehingga terganggu dan bingung oleh pesan lain.

Sinyal penting memiliki cara untuk menjangkau Anda.

Dalam cerita tonsilektomi, filter terbaik adalah hanya mempertimbangkan anak-anak yang sangat sakit, mereka yang mengalami radang tenggorokan yang berulang secara berkala. (hal.127)

Kelaparan di China yang membunuh 30 juta orang antara 1959 dan 1961 dapat mencerahkan kita tentang efek negara yang “berusaha keras.” Xin Meng, Nancy Qian, dan Pierre Yared memeriksa variasinya antar daerah, melihat bagaimana kelaparan itu didistribusikan.

Mereka menemukan bahwa kelaparan lebih parah di daerah dengan produksi pangan lebih tinggi pada periode sebelum kelaparan dimulai, artinya kebijakan distribusi pangan pemerintah yang menyebabkan sebagian besar masalah, karena ketidakfleksibelan dalam sistem pengadaan. Dan memang, sebagian besar kelaparan yang diharapkan selama abad terakhir terjadi di ekonomi dengan perencanaan terpusat.

Namun seringkali ketidakmampuan negara yang dapat membantu menyelamatkan kita dari cengkeraman statisme dan modernitas—inverse iatrogenics.

Penulis berwawasan Dmitri Orlov menunjukkan bagaimana bencana dihindari setelah runtuhnya negara Soviet karena produksi pangan tidak efisien dan penuh dengan redundansi yang tidak disengaja, yang akhirnya bekerja demi stabilitas.

Stalin bermain-main dengan pertanian, menyebabkan bagiannya kelaparan. Tetapi dia dan penerusnya tidak pernah berhasil membuat pertanian menjadi “efisien,” yaitu terpusat dan dioptimalkan seperti yang ada di Amerika saat ini, sehingga setiap kota memiliki bahan pokok yang tumbuh di sekitarnya. Ini lebih mahal, karena mereka tidak mendapatkan manfaat dari spesialisasi, tetapi kurangnya spesialisasi lokal ini memungkinkan orang untuk memiliki akses ke semua jenis makanan meskipun institusi tersebut mengalami kerusakan parah.

Di Amerika Serikat, kita membakar dua belas kalori dalam transportasi untuk setiap kalori nutrisi; di Soviet Rusia, itu satu lawan satu. Seseorang dapat membayangkan apa yang dapat terjadi pada Amerika Serikat (atau Eropa) jika terjadi gangguan pangan.

Selain itu, karena ketidakefisienan perumahan di negara Soviet, orang telah tinggal berdekatan selama tiga generasi, dan memiliki ikatan erat yang memastikan—seperti dalam perang Lebanon—bahwa mereka tetap dekat satu sama lain dan meminjamkan satu sama lain.

Orang-orang memiliki hubungan nyata, tidak seperti di jejaring sosial, dan memberi makan teman-teman mereka yang kelaparan, berharap bahwa beberapa teman (kemungkinan besar yang lain) akan membantu mereka jika mereka berada dalam keadaan putus asa. Dan negara top-down bukanlah negara yang memiliki reputasi seperti itu. (hal.128)

Menggabungkan eksposur dan jenis keacakan, kita mendapatkan empat kombinasi: keacakan Mediocristan, eksposur rendah terhadap peristiwa ekstrem (Kuadran Pertama); keacakan Mediocristan, eksposur tinggi terhadap peristiwa ekstrem (Kuadran Kedua); keacakan Extremistan, eksposur rendah terhadap peristiwa ekstrem (Kuadran Ketiga); keacakan Extremistan, eksposur tinggi terhadap peristiwa ekstrem (Kuadran Keempat). Tiga kuadran pertama adalah yang di mana pengetahuan atau kurangnya pengetahuan membawa kesalahan yang tidak penting. “Robustifikasi” adalah modifikasi eksposur untuk melakukan peralihan dari kuadran keempat ke ketiga. (hal.138)

Untuk menjadi raja filsuf yang sukses, jauh lebih baik memulai sebagai raja daripada sebagai filsuf. (hal.152)

Jika Anda menempatkan 90 persen dana Anda dalam uang tunai yang membosankan (dengan asumsi Anda terlindungi dari inflasi) atau sesuatu yang disebut “repositori nilai numeraire,” dan 10 persen dalam sekuritas yang sangat berisiko, sangat berisiko, Anda tidak mungkin kehilangan lebih dari 10 persen, sementara Anda terekspos pada potensi kenaikan besar-besaran.

Seseorang dengan 100 persen dalam sekuritas yang disebut “berisiko sedang” memiliki risiko kehancuran total dari kesalahan penghitungan risiko.

Teknik barbel ini memperbaiki masalah bahwa risiko peristiwa langka tidak dapat dihitung dan rentan terhadap kesalahan estimasi; di sini barbel keuangan memiliki kerugian maksimum yang diketahui. (hal.161)

Di luar buku, pertimbangkan heuristik sederhana ini: pekerjaan dan ide Anda, baik dalam politik, seni, atau domain lain, bersifat antifragile jika, alih-alih memiliki seratus persen orang yang menganggap misi Anda dapat diterima atau agak terpuji,

Anda lebih baik memiliki persentase tinggi orang yang tidak menyukai Anda dan pesan Anda (bahkan dengan intens), dikombinasikan dengan persentase kecil pendukung yang sangat setia dan antusias.

Opsi seperti penyebaran hasil dan jangan terlalu peduli pada rata-rata.

Bisnis lain yang tidak peduli dengan rata-rata tetapi lebih pada penyebaran di sekitar rata-rata adalah industri barang mewah—perhiasan, jam tangan, seni, apartemen mahal di lokasi mewah, makanan anjing probiotik hasil ternak gourmet yang mahal, dll. Bisnis semacam itu hanya peduli dengan dana yang tersedia untuk orang kaya.

Jika populasi di dunia Barat memiliki pendapatan rata-rata lima puluh ribu dolar, tanpa ketidaksetaraan sama sekali, penjual barang mewah tidak akan bertahan.

Tetapi jika rata-rata tetap sama tetapi dengan tingkat ketidaksetaraan yang tinggi, dengan beberapa pendapatan lebih tinggi dari dua juta dolar, dan berpotensi beberapa pendapatan lebih tinggi dari sepuluh juta, maka bisnis tersebut memiliki banyak pelanggan—bahkan jika pendapatan tinggi tersebut diimbangi oleh sejumlah besar orang dengan pendapatan lebih rendah. “Ekor” distribusi di ujung pendapatan yang lebih tinggi, ekstrim, jauh lebih ditentukan oleh perubahan ketidaksetaraan daripada perubahan rata-rata. Ini memperoleh keuntungan dari dispersi, sehingga bersifat antifragile.

Hal ini menjelaskan gelembung harga real estat di Central London, yang ditentukan oleh ketidaksetaraan di Rusia dan Teluk Arab dan sama sekali tidak bergantung pada dinamika real estat di Inggris.

Beberapa apartemen, yang untuk orang kaya, dijual dua puluh kali rata-rata per kaki persegi dari sebuah gedung beberapa blok jauhnya.

Mantan presiden Harvard Larry Summers mendapat masalah (dengan canggung) menjelaskan versi dari poin tersebut dan kehilangan pekerjaannya setelah keributan.

Dia mencoba mengatakan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kecerdasan yang setara, tetapi populasi laki-laki memiliki lebih banyak variasi dan dispersi (sehingga volatilitas), dengan lebih banyak laki-laki yang sangat tidak cerdas, dan lebih banyak yang sangat cerdas.

Bagi Summers, ini menjelaskan mengapa laki-laki lebih terwakili dalam komunitas ilmiah dan intelektual (dan juga mengapa laki-laki lebih terwakili di penjara atau kegagalan).

Jumlah ilmuwan sukses bergantung pada “ekor”, yang ekstrim, daripada rata-rata. Sama seperti opsi tidak peduli dengan hasil yang merugikan, atau penulis tidak peduli dengan para pembenci. (hal.179)

Mekanisme trial and error seperti opsi (model gagal-cepat), a.k.a. penyesuaian cembung. Kesalahan berbiaya rendah, dengan kerugian maksimum yang diketahui, dan potensi hasil yang besar (tidak terbatas).

Fitur utama dari Black Swans positif: keuntungannya tidak terbatas (tidak seperti tiket lotre), atau, lebih tepatnya, dengan batas yang tidak diketahui; tetapi kerugian dari kesalahan terbatas dan diketahui. (hal.182)

Sekarang mari kita lihat bukti arah panah kausal, yaitu, apakah benar bahwa pengetahuan yang didorong oleh ceramah mengarah pada kemakmuran. Penyelidikan empiris yang serius (sebagian besar berkat satu Lant Pritchet, yang saat itu seorang ekonom Bank Dunia) tidak menunjukkan bukti bahwa peningkatan tingkat pendidikan umum meningkatkan pendapatan di tingkat negara.

Tetapi kita tahu sebaliknya yang benar, bahwa kekayaan mengarah pada peningkatan pendidikan—bukan ilusi optik. Kita tidak perlu merujuk pada angka Bank Dunia, kita bisa menyimpulkan ini dari kursi malas.

Mari kita tentukan arah panah: Pendidikan → Kekayaan dan Pertumbuhan Ekonomi atau Kekayaan dan Pertumbuhan Ekonomi → Pendidikan

Dan buktinya sangat mudah untuk diperiksa, hanya tergeletak di depan kita. Itu bisa diperoleh dengan melihat negara-negara yang kaya dan memiliki tingkat pendidikan tertentu dan mempertimbangkan kondisi mana yang mendahului yang lain. Ambil argumen kuat dan gaya less-is-more dari ekonom nakal Ha-Joon Chang.

Pada tahun 1960 Taiwan memiliki tingkat melek huruf yang jauh lebih rendah daripada Filipina dan setengah dari pendapatan per orang; hari ini Taiwan memiliki sepuluh kali lipat pendapatan.

Pada saat yang sama, Korea memiliki tingkat melek huruf yang jauh lebih rendah daripada Argentina (yang memiliki salah satu yang tertinggi di dunia) dan sekitar seperlima pendapatan per orang; hari ini memiliki tiga kali lipat.

Selanjutnya, selama periode yang sama, sub-Sahara Afrika mengalami peningkatan tingkat melek huruf yang signifikan, disertai dengan penurunan standar hidup mereka.

Kita dapat melipatgandakan contohnya (studi Pritchet cukup menyeluruh), tetapi saya bertanya-tanya mengapa orang tidak menyadari kebenaran sederhana, yaitu, efek tertipu oleh keacakan: mengira hanya asosiasi dengan kausal, yaitu, jika negara kaya berpendidikan, segera menyimpulkan bahwa pendidikan membuat suatu negara kaya, tanpa memeriksa. Epifenomena di sini lagi. (Kesalahan dalam penalaran adalah sedikit dari angan-angan, karena pendidikan dianggap “baik”;

Saya bertanya-tanya mengapa orang tidak membuat asosiasi epifenomena antara kekayaan suatu negara dan sesuatu yang “buruk,” katakanlah, dekadensi, dan menyimpulkan bahwa dekadensi, atau penyakit kekayaan lainnya seperti tingkat bunuh diri yang tinggi, juga menghasilkan kekayaan.)

Saya tidak mengatakan bahwa bagi seorang individu, pendidikan tidak berguna: itu membangun kredensial yang membantu untuk karier seseorang—tetapi efek seperti itu hilang di tingkat negara.

Pendidikan menstabilkan pendapatan keluarga dari generasi ke generasi.

Seorang pedagang menghasilkan uang, lalu anak-anaknya pergi ke Sorbonne, mereka menjadi dokter dan hakim. Keluarga mempertahankan kekayaan karena ijazah memungkinkan anggotanya untuk tetap berada di kelas menengah lama setelah kekayaan leluhur habis. Tetapi efek ini tidak dihitung untuk negara-negara. (hal.204)

Jika Anda bertanya kepada analis atau jurnalis “cerdas” mana pun pada saat itu, dia akan memperkirakan kenaikan harga minyak jika terjadi perang. Namun tautan kausal itulah yang tidak bisa diterima begitu saja oleh Tony. Jadi dia bertaruh melawannya: mereka semua siap untuk kenaikan minyak dari perang, jadi harganya harus disesuaikan dengan itu.

Perang bisa menyebabkan kenaikan harga minyak, tetapi bukan perang yang dijadwalkan—karena harga menyesuaikan dengan ekspektasi. Itu harus “dalam harga,” katanya.

Memang, pada berita perang, minyak anjlok dari sekitar $39 per barel menjadi hampir setengah dari nilai itu, dan Tony mengubah investasinya dari tiga ratus ribu menjadi delapan belas juta dolar.

“Hanya ada sedikit kesempatan dalam hidup seseorang, Anda tidak bisa melewatkannya,” katanya kemudian kepada Nero saat makan siang mereka saat dia meyakinkan temannya yang bukan dari New Jersey untuk bertaruh pada keruntuhan sistem keuangan.

“Taruhan spekulatif yang bagus datang kepadamu, kamu tidak mendapatkannya hanya dengan tetap fokus pada berita.”

Dan perhatikan pernyataan utama Fat Tony: “Kuwait dan minyak bukanlah hal yang sama.” Ini akan menjadi platform bagi gagasan konflasi kami. Tony memiliki potensi kenaikan yang lebih besar daripada potensi penurunan, dan baginya, hanya itu.

Memang banyak orang kehilangan baju mereka dari penurunan minyak—meski memprediksi perang dengan benar. Mereka hanya mengira itu adalah hal yang sama. Tapi ada terlalu banyak penimbunan, terlalu banyak persediaan. Saya ingat saat itu pergi ke kantor manajer dana besar yang memiliki peta Irak di dinding dalam pengaturan ruang perang.

Anggota tim mengetahui setiap hal yang mungkin tentang Kuwait, Irak, Washington, Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kecuali fakta yang sangat sederhana bahwa itu tidak ada hubungannya dengan minyak—bukan “ting” yang sama.

Semua analisis ini bagus, tapi tidak terlalu terhubung dengan apapun. Tentu saja orang itu kemudian terpuruk akibat penurunan harga minyak, dan, dari apa yang saya dengar, pergi ke sekolah hukum. (hal.210)

Sosiolog sains Steve Shapin, yang menghabiskan waktu di California mengamati para kapitalis ventura, melaporkan bahwa investor cenderung mendukung wirausahawan, bukan ide.

Keputusan sebagian besar merupakan masalah opini yang diperkuat dengan “siapa yang Anda kenal” dan “siapa yang mengatakan apa,” karena, untuk menggunakan bahasa kapitalis ventura, Anda bertaruh pada joki, bukan kudanya.

Mengapa? Karena inovasi mengalir, dan seseorang membutuhkan kemampuan seperti flâneur untuk terus menangkap peluang yang muncul, bukan tetap terkunci dalam cetakan birokrasi.

Keputusan modal ventura yang signifikan, Shapin menunjukkan, dibuat tanpa rencana bisnis yang nyata. Jadi jika ada “analisis”, itu harus bersifat pendukung dan konfirmatori.

Saya sendiri menghabiskan waktu bersama para kapitalis ventura di California, dengan tujuan untuk berinvestasi sendiri, dan tentu saja, itulah cetakannya. Jelas uang harus diberikan kepada para pengrajin, para pengrajin agresif yang Anda percaya akan memerah opsi.

Mari kita gunakan argumen statistik dan menjadi teknis selama satu paragraf. Keuntungan dari penelitian berasal dari Extremistan; mereka mengikuti jenis distribusi statistik hukum kekuasaan, dengan keuntungan besar, hampir tidak terbatas tetapi, karena opsionalitas, kerugian terbatas. Akibatnya, pembayaran dari penelitian harus linier ke jumlah percobaan, bukan dana total yang terlibat dalam percobaan.

Karena, seperti dalam Gambar 7, pemenang akan memiliki pembayaran yang eksplosif, tidak dibatasi, pendekatan yang benar membutuhkan gaya pendanaan buta tertentu. Ini berarti kebijakan yang tepat adalah apa yang disebut gaya “satu dibagi dengan n” atau “1/N”, menyebarkan upaya dalam jumlah uji coba sebanyak mungkin: jika Anda menghadapi n opsi, investasikan semuanya dalam jumlah yang sama. 5 Jumlah kecil per percobaan, banyak percobaan, lebih luas dari yang Anda inginkan.

Mengapa? Karena di Extremistan, lebih penting untuk berada dalam sesuatu dalam jumlah kecil daripada melewatkannya.

Seperti yang dikatakan salah satu kapitalis ventura kepada saya: “Pembayarannya bisa sangat besar sehingga Anda tidak mampu untuk tidak berada di semuanya.” (hal.229)

Data medis memungkinkan kita untuk menilai kinerja penelitian teleologis dibandingkan dengan penemuan yang dihasilkan secara acak. Pemerintah AS menyediakan kumpulan data ideal untuk itu: kegiatan National Cancer Institute yang muncul dari “perang melawan kanker” Nixon di awal 1970-an. Morton Meyers, seorang dokter dan peneliti, menulis dalam Happy Accidents: Serendipity in Modern Medical Breakthroughs yang indah: “Selama dua puluh tahun penyaringan lebih dari 144.000 ekstrak tumbuhan, mewakili sekitar 15.000 spesies, tidak ada satu pun obat antikanker berbasis tumbuhan yang mencapai status yang disetujui.

Kegagalan ini sangat kontras dengan penemuan di akhir 1950-an dari kelompok utama obat kanker yang berasal dari tumbuhan, Vinca Alcaloids—penemuan yang terjadi secara kebetulan, bukan melalui penelitian yang diarahkan.” (hal.230)

Seorang sarjana manajemen, William Starbuck, telah menerbitkan beberapa makalah yang membantah efektivitas perencanaan—itu membuat perusahaan buta opsi, karena terkunci dalam tindakan yang tidak oportunistik.

Hampir semua hal teoritis dalam manajemen, dari Taylorisme hingga semua cerita produktivitas, setelah pengujian empiris, telah terbukti sebagai pseudosains—dan seperti kebanyakan teori ekonomi, hidup di dunia yang paralel dengan bukti.

Matthew Stewart, yang, dilatih sebagai seorang filsuf, menemukan dirinya dalam pekerjaan konsultan manajemen, memberikan cerita orang dalam yang cukup menjijikkan, jika lucu, di The Management Myth.

Ini mirip dengan pendekatan mementingkan diri sendiri dari bankir. Abrahamson dan Friedman, dalam bukunya yang indah A Perfect Mess, juga membantah banyak pendekatan teleologis yang rapi dan rapi ini. Ternyata, perencanaan strategis hanyalah omong kosong takhayul.

Untuk ilustrasi tentang business drift, drift bisnis yang rasional dan oportunistik, ambil yang berikut ini. Coca-Cola dimulai sebagai produk farmasi. Tiffany & Co., perusahaan toko perhiasan mewah, memulai kehidupan sebagai toko alat tulis.

Dua contoh terakhir ini dekat, mungkin, tetapi pertimbangkan selanjutnya: Raytheon, yang membuat sistem panduan rudal pertama, adalah pembuat lemari es (salah satu pendirinya adalah tidak lain dari Vannevar Bush, yang memunculkan model linier teleologis sains yang kita lihat sebelumnya; pergi gambar).

Sekarang, lebih buruk lagi: Nokia, yang dulunya merupakan produsen ponsel teratas, dimulai sebagai pabrik kertas (pada tahap tertentu mereka memproduksi sepatu karet). DuPont, sekarang terkenal dengan panci masak anti lengket Teflon, meja dapur Corian, dan kain tahan lama Kevlar, sebenarnya dimulai sebagai perusahaan bahan peledak. Avon, perusahaan kosmetik, dimulai dengan penjualan buku dari pintu ke pintu.

Dan, yang paling aneh dari semuanya, Oneida Silversmiths adalah sekte keagamaan komunitas tetapi karena alasan regulasi mereka perlu menggunakan sebagai penutup perusahaan saham gabungan. (hal.234)

Ahli biologi dan intelektual E. O. Wilson pernah ditanya apa yang paling menghambat perkembangan anak; jawabannya adalah ibu sepak bola (soccer mom). Dia tidak menggunakan konsep tempat tidur Procrustean, tetapi dia menguraikannya dengan sempurna.

Argumennya adalah bahwa mereka menekan biofilia alami anak-anak, kecintaan mereka pada makhluk hidup. Namun masalahnya lebih umum; ibu sepak bola mencoba menghilangkan trial and error, antifragilitas, dari kehidupan anak-anak, menjauhkan mereka dari ekologi dan mengubah mereka menjadi kutu buku yang mengerjakan peta realitas yang sudah ada sebelumnya (sesuai dengan ibu sepak bola).

Siswa yang baik, tapi kutu buku—yaitu, mereka seperti komputer kecuali lebih lambat. Lebih lanjut, mereka sekarang sama sekali tidak terlatih untuk menangani ambiguitas.

Sebagai anak perang saudara, saya tidak percaya pada pembelajaran terstruktur—sebenarnya saya percaya bahwa seseorang bisa menjadi intelektual tanpa menjadi kutu buku, asalkan seseorang memiliki perpustakaan pribadi alih-alih ruang kelas, dan menghabiskan waktu sebagai flâneur tanpa tujuan (namun rasional) yang memanfaatkan apa yang dapat diberikan keacakan kepada kita di dalam dan di luar perpustakaan.

Asalkan kita memiliki jenis ketelitian yang tepat, kita membutuhkan keacakan, kekacauan, petualangan, ketidakpastian, penemuan diri, episode yang hampir traumatis, semua hal ini yang membuat hidup layak dijalani, dibandingkan dengan kehidupan yang terstruktur, palsu, dan tidak efektif dari seorang CEO jas kosong dengan jadwal yang telah ditentukan dan jam alarm.

Bahkan waktu luang mereka tunduk pada jam, squash antara pukul empat dan lima, karena hidup mereka terjepit di antara janji temu. Seolah-olah misi modernitas adalah memeras setiap tetes variabilitas dan keacakan dari kehidupan—dengan (seperti yang kita lihat di Bab 5) hasil ironi membuat dunia jauh lebih tidak terduga, seolah-olah dewi kebetulan ingin memiliki kata terakhir.

Hanya autodidak yang bebas.

Dan tidak hanya dalam urusan sekolah—mereka yang tidak memperdagangkan hidup mereka. Olahraga mencoba memasukkan keacakan ke dalam kotak seperti yang dijual di lorong enam di sebelah tuna kalengan—suatu bentuk keterasingan. (hal.242)

Di sekolah, saya telah menyadari bahwa ketika seseorang dapat menulis esai dengan kosakata yang kaya, sastra, tetapi tepat (meskipun tidak tidak sesuai dengan topik yang dihadapi), dan menjaga koherensi sepanjang, apa yang ditulis seseorang menjadi sekunder dan para penguji mendapatkan petunjuk tentang gaya dan ketelitian seseorang dari itu.

Dan ayah saya memberi saya istirahat total setelah saya diterbitkan sebagai remaja di koran lokal—”hanya jangan gagal” adalah kondisinya. Itu adalah barbel—mainkan aman di sekolah dan baca sendiri, tidak mengharapkan apa pun dari sekolah. Kemudian, setelah saya dipenjara karena menyerang seorang polisi dalam kerusuhan mahasiswa, dia bertindak ketakutan terhadap saya dan membiarkan saya melakukan apa pun yang saya inginkan.

Ketika saya mencapai tahap “fuck you money” di usia dua puluhan, pada saat itu jauh lebih jarang daripada hari ini, meskipun ada perang yang berkecamuk di tanah air, ayah saya mengklaim itu dengan menghubungkannya dengan luasnya pendidikan yang dia izinkan. untuk membedakan saya dari orang lain seperti dia dengan latar belakang yang sempit.

Ketika di Wharton, saya menemukan bahwa saya ingin berspesialisasi dalam profesi yang terkait dengan probabilitas dan kejadian langka, obsesi probabilitas dan keacakan menguasai pikiran saya.

Saya juga mencium beberapa kekurangan dengan hal-hal statistik yang tidak bisa dijelaskan oleh profesor, menyikatnya—itu adalah hal yang disingkirkan oleh profesor yang harus menjadi dagingnya.

Saya menyadari bahwa ada penipuan di suatu tempat, bahwa peristiwa “enam sigma” (ukuran peristiwa yang sangat langka) sangat salah dihitung dan kami tidak memiliki dasar untuk perhitungannya, tetapi saya tidak dapat mengartikulasikan kesadaran saya dengan jelas, dan dipermalukan oleh orang-orang yang mulai mengisap saya dengan matematika yang rumit.

Saya melihat batas-batas probabilitas di depan saya, jelas seperti kristal, tetapi tidak dapat menemukan kata-kata untuk mengungkapkan maksudnya. Jadi saya pergi ke toko buku dan memesan (saat itu belum ada Web) hampir setiap buku dengan judul “probabilitas” atau “stokastik”.

Saya tidak membaca apa pun selama beberapa tahun, tidak ada materi kursus, tidak ada surat kabar, tidak ada literatur, tidak ada apa-apa. Saya membacanya di tempat tidur, melompat dari satu buku ke buku lain saat terjebak dengan sesuatu yang tidak langsung saya pahami atau merasa sedikit bosan. Dan saya terus memesan buku-buku itu.

Saya lapar untuk menggali lebih dalam masalah probabilitas kecil. Itu mudah. Itu adalah investasi terbaik saya—risiko ternyata menjadi topik yang paling saya ketahui. Lima tahun kemudian saya siap seumur hidup dan sekarang saya membuat karir penelitian dari berbagai aspek peristiwa probabilitas kecil.

Seandainya saya mempelajari subjek tersebut dengan cara yang telah dikemas sebelumnya, saya sekarang akan dicuci otak untuk berpikir bahwa ketidakpastian adalah sesuatu yang harus ditemukan di kasino, semacam itu.

Ada hal semacam matematika terapan yang tidak sombong: temukan masalahnya terlebih dahulu, dan cari tahu matematika yang cocok untuknya (sama seperti seseorang memperoleh bahasa), daripada belajar dalam ruang hampa melalui teorema dan contoh buatan, lalu ubah kenyataan agar terlihat seperti contoh-contoh ini. (hal.246)

Dalam manajemen proyek, Bent Flyvbjerg telah menunjukkan bukti kuat bahwa peningkatan ukuran proyek memetakan hasil yang buruk dan biaya keterlambatan yang semakin tinggi sebagai proporsi dari total anggaran.

Tetapi ada nuansa: ini adalah ukuran per segmen proyek yang penting, bukan seluruh proyek—beberapa proyek dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yang lainnya tidak. Proyek jembatan dan terowongan melibatkan perencanaan monolitik, karena tidak dapat dipecah menjadi bagian-bagian kecil; persentase biaya mereka meningkat tajam dengan ukuran.

Sama dengan bendungan. Untuk jalan raya, yang dibangun oleh segmen-segmen kecil, tidak ada efek ukuran yang serius, karena manajer proyek hanya mengalami kesalahan kecil dan dapat beradaptasi dengannya. Segmen kecil berjalan satu kesalahan kecil pada satu waktu, tanpa peran serius untuk memeras. Aspek ukuran lainnya: perusahaan besar juga membahayakan lingkungan sekitar.

Saya telah menggunakan argumen berikut melawan rantai toko super besar terlepas dari manfaat yang diiklankan. Sebuah toko mega super besar ingin mengakuisisi seluruh lingkungan di dekat tempat saya tinggal, menyebabkan kegemparan karena perubahan yang akan dibawa ke karakter lingkungan.

Argumen yang mendukung adalah revitalisasi area tersebut, cerita semacam itu. Saya melawan proposal tersebut dengan alasan berikut: jika perusahaan bangkrut (dan gajah statistik di ruangan itu akhirnya akan melakukannya), kita akan berakhir dengan zona perang besar. Ini adalah jenis argumen yang digunakan oleh penasihat Inggris Rohan Silva dan Steve Hilton untuk mendukung pedagang kecil, di sepanjang jalur puitis “kecil itu indah”. Sepenuhnya salah menggunakan kalkulus manfaat tanpa memasukkan kemungkinan kegagalan. (hal.282)

Manusia leluhur melakukannya secara berbeda. Jennifer Dunne, seorang peneliti kompleksitas yang mempelajari pemburu-pengumpul, memeriksa bukti tentang perilaku Aleuts, suku asli Amerika Utara, yang kami miliki banyak data, mencakup lima milenium. Mereka menunjukkan kurangnya konsentrasi yang luar biasa dalam perilaku predator mereka, dengan strategi peralihan mangsa. Mereka tidak lengket dan kaku seperti kita dalam kebiasaan mereka.

Kapan pun mereka kehabisan sumber daya, mereka beralih ke sumber daya lain, seolah-olah untuk melestarikan ekosistem. Jadi mereka memahami efek cembung—atau, lebih tepatnya, kebiasaan mereka melakukannya.

Perhatikan bahwa globalisasi memiliki efek membuat penularan planet—seolah-olah seluruh dunia menjadi ruangan besar dengan pintu keluar yang sempit dan orang-orang bergegas ke pintu yang sama, dengan bahaya yang dipercepat.

Sama seperti setiap anak membaca Harry Potter dan bergabung (untuk saat ini) dengan Facebook, orang-orang ketika mereka menjadi kaya mulai terlibat dalam aktivitas yang sama dan membeli barang yang sama. Mereka minum anggur Cabernet, berharap mengunjungi Venesia dan Florence, bermimpi membeli rumah kedua di Prancis Selatan, dll. Lokasi wisata menjadi tidak tertahankan: pergi saja ke Venesia bulan Juli mendatang. (hal.288)

Kontribusi terbesar—dan paling kuat—terhadap pengetahuan terdiri dari menghapus apa yang kita pikir salah—epistemologi subtraktif.

Dalam hidup, antifragilitas dicapai dengan tidak menjadi pengisap. Dalam Peri mystikes theologias, Pseudo-Dionysos tidak menggunakan kata-kata ini secara persis, juga tidak membahas penolakan, juga tidak mendapatkan idenya dengan kejelasan, tetapi menurut saya dia menemukan epistemologi subtraktif ini dan asimetri dalam pengetahuan.

Saya telah menyebut “Platonisitas” cinta akan beberapa bentuk abstrak yang jelas, bentuk dan universal teoretis yang membuat kita buta terhadap kekacauan realitas dan menyebabkan efek Black Swan. Kemudian saya menyadari bahwa ada asimetri.

Saya sangat percaya pada ide-ide Platonis ketika mereka datang secara terbalik, seperti universalisme negatif.

Jadi prinsip utama epistemologi yang saya anjurkan adalah sebagai berikut: kita lebih tahu apa yang salah daripada apa yang benar, atau, diungkapkan menurut klasifikasi rapuh/kuat, pengetahuan negatif (apa yang salah, apa yang tidak berfungsi) lebih kuat terhadap kesalahan daripada pengetahuan positif (apa yang benar, apa yang berhasil).

Jadi pengetahuan tumbuh lebih banyak dengan pengurangan daripada dengan penambahan—menggambarkan bahwa apa yang kita ketahui hari ini mungkin ternyata salah tetapi apa yang kita ketahui salah tidak dapat menjadi benar, setidaknya tidak dengan mudah.

Jika saya melihat angsa hitam (tidak dikapitalisasi), saya dapat cukup yakin bahwa pernyataan “semua angsa berwarna putih” adalah salah. Tetapi bahkan jika saya belum pernah melihat angsa hitam, saya tidak akan pernah memegang pernyataan seperti itu untuk menjadi benar.

Mengulanginya lagi: karena satu pengamatan kecil dapat membantah pernyataan, sementara jutaan pernyataan hampir tidak dapat mengonfirmasinya, penolakan lebih ketat daripada konfirmasi.

Gagasan ini telah dikaitkan di zaman kita dengan filsuf Karl Popper, dan saya keliru mengira bahwa dialah yang memulainya (meskipun dia adalah pemrakarsa gagasan yang lebih kuat tentang ketidakmampuan mendasar untuk memprediksi jalannya sejarah).

Pengertian, ternyata, jauh lebih kuno, dan merupakan salah satu prinsip utama sekolah kedokteran skeptis-empiris era pascaklasik di Mediterania Timur. Ini dikenal baik oleh sekelompok sarjana Prancis abad ke-19 yang menemukan kembali karya-karya ini.

Dan gagasan tentang kekuatan penolakan ini meresapi cara kita melakukan sains yang keras. Seperti yang Anda lihat, kami dapat menghubungkan ini dengan tabel umum positif (aditif) dan negatif (subtraktif): pengetahuan negatif lebih kuat. Tapi itu tidak sempurna.

Popper telah dikritik oleh filsuf karena memperlakukan penolakan sebagai keras, tegas, hitam-putih. Itu tidak jelas: tidak mungkin untuk mengetahui apakah sebuah eksperimen gagal menghasilkan hasil yang diinginkan—dengan demikian “membantah” teori—karena kegagalan alat, karena nasib buruk, atau karena penipuan oleh ilmuwan.

Katakanlah Anda melihat angsa hitam. Itu pasti akan membatalkan gagasan bahwa semua angsa berwarna putih.

Tapi bagaimana jika Anda minum anggur Lebanon, atau berhalusinasi karena menghabiskan terlalu banyak waktu di Web? Bagaimana jika malam gelap, di mana semua angsa terlihat abu-abu?

Katakanlah, secara umum, kegagalan (dan penolakan) lebih informatif daripada kesuksesan dan konfirmasi, itulah sebabnya saya mengklaim bahwa pengetahuan negatif hanyalah “lebih kuat.” (hal.303)

Dalam sistem politik, mekanisme yang baik adalah mekanisme yang membantu menyingkirkan orang jahat; ini bukan tentang apa yang harus dilakukan atau siapa yang harus dimasukkan.

Karena orang jahat bisa menyebabkan lebih banyak kerugian daripada tindakan kolektif orang baik.

Jon Elster melangkah lebih jauh; dia baru-baru ini menulis sebuah buku dengan judul yang mencerahkan Preventing Mischief di mana dia mendasarkan tindakan negatif pada gagasan Bentham bahwa “seni legislator terbatas pada pencegahan segala sesuatu yang mungkin menghalangi perkembangan kebebasan dan kecerdasan mereka [anggota majelis].” (hal.304)

Terakhir, pertimbangkan versi modern dari sebuah pepatah dari Steve Jobs: “Orang berpikir fokus berarti mengatakan ya pada hal yang harus Anda fokuskan.

Tapi itu bukan artinya sama sekali. Itu berarti mengatakan tidak pada seratus ide bagus lainnya yang ada. Anda harus memilih dengan hati-hati. Saya sebenarnya bangga dengan hal-hal yang belum kami lakukan seperti hal-hal yang telah saya lakukan. Inovasi mengatakan tidak pada 1.000 hal.”

Gagasan less-is-more dalam pengambilan keputusan dapat ditelusuri ke Spyros Makridakis, Robyn Dawes, Dan Goldstein, dan Gerd Gigerenzer, yang semuanya menemukan dalam berbagai konteks bahwa metode yang lebih sederhana untuk peramalan dan inferensi dapat bekerja jauh lebih baik daripada metode yang rumit.

Aturan praktis sederhana mereka tidak sempurna, tetapi dirancang agar tidak sempurna; mengadopsi beberapa kerendahan hati intelektual dan meninggalkan tujuan untuk kecanggihan dapat menghasilkan efek yang kuat.

Pasangan Goldstein dan Gigerenzer menciptakan gagasan heuristik “cepat dan hemat” yang membuat keputusan bagus meskipun waktu, pengetahuan, dan daya komputasi terbatas.

Saya menyadari bahwa heuristik less-is-more jatuh tepat ke dalam pekerjaan saya di dua tempat. Pertama, efek ekstrem: ada domain di mana kejadian langka (saya ulangi, baik atau buruk) memainkan peran yang tidak proporsional dan kita cenderung buta terhadapnya, jadi fokus pada eksploitasi kejadian langka tersebut, atau perlindungan terhadapnya, mengubah banyak hal, banyak paparan risiko.

Cukup khawatir tentang eksposur Black Swan, dan hidup menjadi mudah. Kurang lebih terbukti sangat mudah ditemukan dan diterapkan—dan “kuat” terhadap kesalahan dan perubahan pikiran.

Mungkin tidak ada penyebab yang mudah diidentifikasi untuk sebagian besar masalah, tetapi seringkali ada solusi yang mudah (tidak untuk semua masalah, tetapi cukup baik; maksud saya benar-benar cukup baik), dan solusi semacam itu dapat segera diidentifikasi, terkadang hanya dengan mata telanjang daripada menggunakan analisis yang rumit dan sangat rapuh, penuh kesalahan, ferreting sebab-akibat nerdiness.

Beberapa orang sadar akan gagasan delapan puluh/dua puluh, berdasarkan penemuan Vilfredo Pareto lebih dari satu abad yang lalu bahwa 20 persen orang di Italia memiliki 80 persen tanah, dan sebaliknya. Dari 20 persen ini, 20 persen (yaitu, 4 persen) akan memiliki sekitar 80 persen dari 80 persen (yaitu, 64 persen). Kita berakhir dengan kurang dari 1 persen mewakili sekitar 50 persen dari total. Ini menggambarkan efek winner-take-all Extremistan.

Efek ini sangat umum, dari distribusi kekayaan hingga penjualan buku per penulis. Sedikit yang menyadari bahwa kita bergerak ke dalam distribusi 99/1 yang jauh lebih tidak merata di banyak hal yang dulunya 80/20: 99 persen lalu lintas Internet disebabkan oleh kurang dari 1 persen situs, 99 persen penjualan buku berasal dari kurang dari 1 persen penulis … dan saya harus berhenti karena angkanya menggugah emosi. Hampir semua hal kontemporer memiliki efek winner-take-all, yang mencakup sumber bahaya dan manfaat.

Karenanya, seperti yang akan saya tunjukkan, modifikasi 1 persen dari sistem dapat menurunkan kerapuhan (atau meningkatkan antifragilitas) sekitar 99 persen—dan yang diperlukan hanyalah beberapa langkah, sangat sedikit langkah, seringkali dengan biaya rendah, untuk membuat semuanya menjadi lebih baik dan lebih aman.

Misalnya, sejumlah kecil tunawisma menghabiskan sebagian besar tagihan, yang membuatnya jelas di mana mencari penghematan. Sejumlah kecil karyawan dalam sebuah perusahaan menyebabkan sebagian besar masalah, merusak sikap umum—dan sebaliknya—jadi menyingkirkan mereka adalah solusi yang bagus.

Sejumlah kecil pelanggan menghasilkan sebagian besar pendapatan.

Saya mendapat 95 persen dari posting smear saya dari tiga orang obsesif yang sama, semuanya mewakili prototipe kegagalan yang sama (salah satunya telah menulis, saya perkirakan, hampir seratus ribu kata dalam posting—dia perlu menulis lebih banyak dan temukan lebih banyak hal untuk dikritik dalam pekerjaan dan kepribadian saya untuk mendapatkan efek yang sama).

Ketika datang ke perawatan kesehatan, Ezekiel Emanuel menunjukkan bahwa setengah dari populasi menyumbang kurang dari 3 persen dari biaya, dengan 10 persen yang paling sakit mengonsumsi 64 persen dari total kue. Bent Flyvbjerg (dari Bab 18) menunjukkan dalam gagasan manajemen Black Swannya bahwa sebagian besar biaya berlebihan oleh perusahaan hanya disebabkan oleh proyek teknologi besar—menyiratkan bahwa itulah yang perlu kita fokuskan daripada berbicara dan berbicara dan menulis makalah yang rumit.

Ada beberapa domain, seperti, katakanlah, real estat, di mana masalah dan solusi dirangkum dengan jelas oleh heuristik, aturan praktis untuk mencari tiga properti terpenting: “lokasi, lokasi, dan lokasi”— banyak dari sisanya seharusnya sepele. Tidak sepenuhnya dan tidak selalu benar, tetapi ini menunjukkan hal utama yang perlu dikhawatirkan, karena sisanya mengurus dirinya sendiri. Namun orang menginginkan lebih banyak data untuk “memecahkan masalah.”

Saya pernah bersaksi di Kongres menentang proyek untuk mendanai proyek peramalan krisis. Orang-orang yang terlibat buta terhadap paradoks bahwa kita tidak pernah memiliki lebih banyak data daripada yang kita miliki sekarang, namun memiliki prediktabilitas yang lebih sedikit daripada sebelumnya.

Data yang lebih banyak—seperti memperhatikan warna mata orang-orang di sekitar saat menyeberang jalan—dapat membuat Anda melewatkan truk besar. Ketika Anda menyeberang jalan, Anda menghapus data, apa pun kecuali ancaman penting.

Seperti yang pernah ditulis Paul Valéry: que de choses il faut ignorer pour agir—berapa banyak hal yang harus diabaikan untuk bertindak. Disiplin yang meyakinkan—dan percaya diri—katakanlah, fisika, cenderung menggunakan sedikit dukungan statistik, sedangkan ilmu politik dan ekonomi, yang tidak pernah menghasilkan sesuatu yang penting, penuh dengan statistik yang rumit dan “bukti” statistik (dan Anda tahu bahwa begitu Anda menghilangkan asap, buktinya bukan bukti).

Situasi dalam sains mirip dengan novel detektif di mana orang dengan jumlah alibi terbanyak ternyata adalah yang bersalah. Dan Anda tidak memerlukan tumpukan kertas penuh data untuk menghancurkan megaton kertas yang menggunakan statistik dalam ekonomi: argumen sederhana bahwa Black Swans dan peristiwa tail menjalankan dunia sosioekonomi—dan peristiwa ini tidak dapat diprediksi—cukup untuk membatalkan statistik mereka. (hal.305)

Misalnya, jika Anda memiliki lebih dari satu alasan untuk melakukan sesuatu (memilih dokter atau dokter hewan, menyewa tukang kebun atau karyawan, menikahi seseorang, pergi berlibur), jangan lakukan.

Ini tidak berarti bahwa satu alasan lebih baik daripada dua, hanya saja dengan mengemukakan lebih dari satu alasan Anda mencoba meyakinkan diri sendiri untuk melakukan sesuatu.

Keputusan yang jelas (kuat terhadap kesalahan) tidak memerlukan lebih dari satu alasan. Demikian pula tentara Prancis memiliki heuristik untuk menolak alasan ketidakhadiran lebih dari satu alasan, seperti kematian nenek, virus flu, dan digigit babi hutan.

Jika seseorang menyerang sebuah buku atau ide menggunakan lebih dari satu argumen, Anda tahu itu tidak nyata: tidak ada yang mengatakan “dia seorang kriminal, dia membunuh banyak orang, dan dia juga memiliki tata krama yang buruk dan nafas yang tidak enak dan merupakan pengemudi yang sangat buruk.”

Saya sering mengikuti apa yang saya sebut pisau cukur Bergson: “Seorang filsuf harus dikenal karena satu gagasan tunggal, tidak lebih” (hal.308)

Mari kita pisahkan yang mudah rusak (manusia, barang tunggal) dari yang tidak mudah rusak, yang berpotensi abadi. Non-perishable adalah apa pun yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa organik yang tidak dapat dihindari.

Yang mudah rusak biasanya merupakan objek, yang tidak mudah rusak memiliki sifat informasi. Mobil tunggal tidak mudah rusak, tetapi mobil sebagai teknologi telah bertahan sekitar satu abad (dan kita akan berspekulasi harus bertahan satu abad lagi).

Manusia mati, tetapi gen mereka—sebuah kode—tidak selalu. Buku fisik mudah rusak—katakanlah, salinan khusus dari Perjanjian Lama—tetapi isinya tidak, karena dapat diekspresikan ke dalam buku fisik lain. Biarkan saya menyampaikan ide saya dalam dialek Lebanon terlebih dahulu.

Ketika Anda melihat manusia muda dan tua, Anda dapat yakin bahwa yang lebih muda akan bertahan dari yang lebih tua. Dengan sesuatu yang tidak mudah rusak, katakanlah teknologi, itu tidak terjadi.

Kami memiliki dua kemungkinan: keduanya diharapkan memiliki harapan hidup tambahan yang sama (kasus di mana distribusi probabilitas disebut eksponensial), atau yang lama diharapkan memiliki harapan hidup yang lebih lama daripada yang muda, sebanding dengan usia relatif mereka.

Dalam situasi itu, jika yang lama berusia delapan puluh tahun dan yang muda sepuluh tahun, yang lebih tua diharapkan hidup delapan kali lebih lama dari yang lebih muda. (hal.317)

Untuk barang yang mudah rusak, setiap hari tambahan dalam hidupnya diterjemahkan menjadi harapan hidup tambahan yang lebih pendek. Untuk barang yang tidak mudah rusak, setiap hari tambahan mungkin menyiratkan harapan hidup yang lebih lama.

Jadi semakin lama suatu teknologi hidup, semakin lama ia dapat diperkirakan hidup. Biarkan saya menggambarkan intinya (orang-orang mengalami kesulitan untuk memahaminya pada awalnya).

Katakanlah saya hanya memiliki informasi tentang seorang pria bahwa dia berusia 40 tahun dan saya ingin memprediksi berapa lama dia akan hidup. Saya dapat melihat tabel aktuaria dan menemukan harapan hidupnya yang disesuaikan dengan usia seperti yang digunakan oleh perusahaan asuransi. Tabel tersebut akan memprediksi bahwa dia memiliki tambahan 44 tahun lagi. Tahun depan, ketika dia berusia 41 (atau, setara, jika menerapkan penalaran hari ini kepada orang lain yang saat ini berusia 41), dia akan memiliki sedikit lebih dari 43 tahun lagi.

Jadi setiap tahun yang berlalu mengurangi harapan hidupnya sekitar satu tahun (sebenarnya, sedikit kurang dari setahun, jadi jika harapan hidupnya saat lahir adalah 80, harapan hidupnya pada usia 80 tidak akan nol, tetapi satu dekade lagi atau lebih). Yang sebaliknya berlaku untuk item yang tidak mudah rusak. Saya menyederhanakan angka di sini untuk kejelasan.

Jika sebuah buku sudah dicetak selama empat puluh tahun, saya bisa berharap buku itu dicetak selama empat puluh tahun lagi. Tetapi, dan itu adalah perbedaan utama, jika bertahan satu dekade lagi, maka akan diperkirakan akan dicetak lima puluh tahun lagi.

Ini, sederhana, sebagai aturan, memberi tahu Anda mengapa hal-hal yang telah ada selama waktu yang lama tidak “menua” seperti manusia, tetapi “menjadi tua” secara terbalik. Setiap tahun yang berlalu tanpa kepunahan menggandakan harapan hidup tambahan. Ini adalah indikator beberapa ketangguhan. Kekuatan suatu barang sebanding dengan umurnya!

Fisikawan Richard Gott menerapkan apa yang tampaknya merupakan penalaran yang sama sekali berbeda untuk menyatakan bahwa apa pun yang kita amati secara acak kemungkinan besar tidak berada di awal atau di akhir hidupnya, kemungkinan besar berada di tengah-tengahnya. Argumennya dikritik karena agak tidak lengkap. Tetapi dengan menguji argumennya, dia menguji argumen yang baru saja saya uraikan di atas, bahwa harapan hidup suatu item sebanding dengan masa lalunya.

Gott membuat daftar pertunjukan Broadway pada hari tertentu, 17 Mei 1993, dan memprediksi bahwa pertunjukan yang paling lama berlangsung akan bertahan paling lama, dan sebaliknya. Dia terbukti benar dengan akurasi 95 persen.

Dia, sebagai seorang anak, mengunjungi Piramida Agung (berusia lima puluh tujuh ratus tahun), dan Tembok Berlin (berusia dua belas tahun), dan dengan benar menebak bahwa yang pertama akan bertahan lebih lama dari yang terakhir. Kesebandingan harapan hidup tidak perlu diuji secara eksplisit—itu adalah hasil langsung dari “winner-take-all” efek dalam umur panjang. (hal.317)

Informasi memiliki sifat buruk: ia menyembunyikan kegagalan.

Banyak orang tertarik ke pasar keuangan setelah mendengar kisah sukses seseorang yang menjadi kaya di pasar saham dan membangun rumah besar di seberang jalan—tetapi karena kegagalan dikubur dan kami tidak mendengarnya, investor cenderung untuk melebih-lebihkan peluang sukses mereka.

Hal yang sama berlaku untuk penulisan novel: kita tidak melihat novel-novel indah yang sekarang benar-benar tidak dicetak, kita hanya berpikir bahwa karena novel-novel yang sukses ditulis dengan baik (apa pun artinya itu), bahwa apa yang ditulis dengan baik akan berhasil. Jadi kita bingung yang perlu dan kausal: karena semua teknologi yang bertahan memiliki beberapa manfaat yang jelas, kita percaya bahwa semua teknologi yang menawarkan manfaat yang jelas akan bertahan. (hal.321)

Jadi waktu bisa bertindak sebagai pembersih kebisingan dengan mengurung semua karya yang terlalu dibesar-besarkan ke tempat sampah. Beberapa organisasi bahkan mengubah produksi ilmiah semacam itu menjadi olahraga penonton yang murah, dengan peringkat “sepuluh makalah terpanas” dalam, katakanlah, onkologi rektal atau beberapa sub-sub-spesialisasi. (hal.329)

Saya juga memperluas masalah ke dasar epistemologis dan membuat aturan untuk apa yang harus dianggap bukti: seperti apakah cangkir harus dianggap setengah kosong atau setengah penuh, ada situasi di mana kita fokus pada ketiadaan bukti, yang lain di mana kita fokus pada bukti. Dalam beberapa kasus seseorang bisa konfirmatori, bukan yang lain—tergantung pada risikonya.

Ambil merokok, yang, pada tahap tertentu, dianggap membawa sedikit keuntungan dalam kesenangan dan bahkan kesehatan (benar, orang mengira itu adalah hal yang baik). Butuh waktu puluhan tahun agar kerugiannya menjadi terlihat. Namun jika seseorang mempertanyakannya, dia akan menghadapi tanggapan kaleng-akademik-naif dan ahli palsu “apakah Anda memiliki bukti bahwa ini berbahaya?” (jenis tanggapan yang sama seperti “apakah ada bukti bahwa polusi itu berbahaya?”).

Seperti biasa, solusinya sederhana, perluasan dari via negativa dan aturan Fat Tony: yang tidak alami perlu membuktikan manfaatnya, bukan yang alami—menurut prinsip statistik yang diuraikan sebelumnya bahwa alam harus dianggap jauh lebih tidak pengisap daripada manusia.

Dalam domain yang kompleks, hanya waktu—waktu yang lama—yang menjadi bukti. Untuk setiap keputusan, yang tidak diketahui akan lebih banyak berlaku di satu sisi daripada di sisi lain. Kekeliruan “apakah Anda memiliki bukti”, yang salah mengartikan bukti tidak ada kerugian sebagai tidak ada bukti kerugian, mirip dengan salah menafsirkan NED (tidak ada bukti penyakit) sebagai bukti tidak ada penyakit.

Ini adalah kesalahan yang sama seperti salah mengira tidak adanya bukti sebagai bukti tidak adanya, kesalahan yang cenderung mempengaruhi orang pintar dan terdidik, seolah-olah pendidikan membuat orang lebih konfirmatori dalam tanggapan mereka dan lebih rentan terhadap kesalahan logika sederhana. Dan ingatlah bahwa di bawah ketidaklinieran, pernyataan sederhana “berbahaya” atau “bermanfaat” rusak: semuanya ada dalam dosis. (hal.337)

Kita melihat argumen merokok. Sekarang pertimbangkan petualangan lemak manusia yang diciptakan, lemak trans. Entah bagaimana, manusia menemukan cara untuk membuat produk lemak dan, karena itu adalah era besar saintisme, mereka yakin bahwa mereka dapat membuatnya lebih baik daripada alam. Bukan hanya sama; lebih baik.

Ahli kimia berasumsi bahwa mereka dapat menghasilkan pengganti lemak yang lebih unggul daripada lemak babi atau mentega dari banyak sudut pandang.

Pertama, lebih nyaman: produk sintetis seperti margarin tetap lembut di lemari es, sehingga Anda dapat langsung mengoleskannya pada sepotong roti tanpa menunggu seperti biasa sambil mendengarkan radio.

Kedua, lebih ekonomis, karena lemak sintetis berasal dari sayuran.

Terakhir, yang paling buruk, lemak trans dianggap lebih sehat. Penggunaannya menyebar sangat luas dan setelah beberapa ratus juta tahun mengonsumsi lemak hewani, orang tiba-tiba mulai takut padanya (terutama sesuatu yang disebut lemak “jenuh”), terutama dari interpretasi statistik yang buruk.

Saat ini lemak trans banyak dilarang karena ternyata lemak trans membunuh orang, karena berada di belakang penyakit jantung dan masalah kardiovaskular.

Untuk contoh pembunuhan lain dari rasionalisme pengisap (dan kerapuhan), pertimbangkan cerita Thalidomide. Itu adalah obat yang dimaksudkan untuk mengurangi mual pada wanita hamil. Itu menyebabkan cacat lahir.

Obat lain, Diethylstilbestrol, secara diam-diam membahayakan janin dan menyebabkan kanker ginekologi yang tertunda di antara anak perempuan. Kedua kesalahan ini cukup menarik karena, dalam kedua kasus, manfaatnya tampak jelas dan langsung, meskipun kecil, dan kerugiannya tetap tertunda selama bertahun-tahun, setidaknya tiga perempat generasi.

Diskusi berikutnya akan tentang beban pembuktian, karena Anda dapat dengan mudah membayangkan seseorang yang membela perawatan ini akan segera mengajukan keberatan, “Monsieur Taleb, apakah Anda memiliki bukti untuk pernyataan Anda?” Sekarang kita bisa melihat polanya: iatrogenik, menjadi situasi untung-rugi, biasanya dihasilkan dari kondisi yang curang di mana manfaatnya kecil, dan terlihat—dan biayanya sangat besar, tertunda, dan tersembunyi.

Dan tentu saja, potensi biaya jauh lebih buruk daripada keuntungan kumulatif. Bagi mereka yang menggunakan grafik, lampiran menunjukkan risiko potensial dari sudut yang berbeda dan menyatakan iatrogenik sebagai distribusi probabilitas. (hal.340)

Apa yang membuat dunia medis menyesatkan orang begitu lama adalah bahwa keberhasilannya ditampilkan secara mencolok, dan kesalahannya secara harfiah terkubur—sama seperti banyak cerita menarik lainnya di kuburan sejarah.

Saya tidak bisa menahan ilustrasi bias intervensi berikut ini (dengan efek cembung negatif). Pada 1940-an dan 1950-an banyak anak-anak dan remaja menerima radiasi untuk jerawat, pembesaran kelenjar timus, radang amandel, untuk menghilangkan tanda lahir dan mengobati kurap di kulit kepala.

Selain gondok dan komplikasi terlambat lainnya, sekitar 7 persen pasien yang menerima radiasi ini mengembangkan kanker tiroid dua hingga empat dekade kemudian. Tetapi mari kita tidak menulis radiasi, ketika itu datang dari Ibu Pertiwi.

Kita harus antifragile terhadap beberapa dosis radiasi—pada tingkat yang ditemukan secara alami. Mungkin dosis kecil mencegah cedera dan kanker yang berasal dari dosis yang lebih besar, karena tubuh mengembangkan semacam kekebalan.

Dan, berbicara tentang radiasi, sedikit yang bertanya-tanya mengapa, setelah ratusan juta tahun kulit kita terpapar sinar matahari, kita tiba-tiba membutuhkan begitu banyak perlindungan darinya—apakah karena paparan kita lebih berbahaya daripada sebelumnya karena perubahan atmosfer, atau populasi yang tinggal di lingkungan yang tidak sesuai dengan pigmentasi kulit mereka—atau lebih tepatnya, bahwa pembuat produk pelindung matahari perlu mendapat untung? (hal.344)

Kita dibangun untuk menjadi kecanduan untuk teori. Tetapi teori datang dan pergi; pengalaman bertahan.

Penjelasan berubah sepanjang waktu, dan telah berubah sepanjang waktu dalam sejarah (karena penyebab ketidakjelasan kausal, ketidakjelasan penyebab) dengan orang-orang yang terlibat dalam pengembangan bertahap ide-ide berpikir bahwa mereka selalu memiliki teori yang pasti; pengalaman tetap konstan.

Seperti yang kita lihat di Bab 7, apa yang disebut fisikawan fenomenologi dari proses adalah manifestasi empiris, tanpa melihat bagaimana ia menempel pada teori umum yang ada.

Ambil contoh pernyataan berikut, sepenuhnya berbasis bukti: jika Anda membangun otot, Anda bisa makan lebih banyak tanpa mendapatkan lebih banyak timbunan lemak di perut Anda dan bisa berpesta di daging domba tanpa harus membeli ikat pinggang baru.

Sekarang di masa lalu teori untuk merasionalisasi itu adalah “Metabolisme Anda lebih tinggi karena otot membakar kalori.” Saat ini saya cenderung mendengar “Anda menjadi lebih sensitif terhadap insulin dan menyimpan lebih sedikit lemak.” Insulin, seminsulin; metabolisme, semetabolism: teori lain akan muncul di masa depan dan beberapa zat lain akan muncul, tetapi efek yang sama persis akan terus berlaku.

Hal yang sama berlaku untuk pernyataan “Mengangkat beban meningkatkan massa otot Anda”. Di masa lalu mereka biasa mengatakan bahwa angkat beban menyebabkan “robekan mikro otot,” dengan penyembuhan dan peningkatan ukuran berikutnya. Saat ini beberapa orang membahas sinyal hormonal atau mekanisme genetik, besok mereka akan membahas sesuatu yang lain. Namun efek tersebut terus bertahan selamanya dan akan terus berlanjut. (hal.350)

Kesalahan gaya tertipu-oleh-keacakan lainnya adalah berpikir bahwa karena harapan hidup saat lahir dulunya tiga puluh sampai abad lalu, bahwa orang hidup hanya tiga puluh tahun. Distribusinya sangat miring, dengan sebagian besar kematian akibat kelahiran dan kematian anak.

Harapan hidup bersyarat tinggi—pertimbangkan saja bahwa pria leluhur cenderung mati akibat trauma. Mungkin penegakan hukum lebih banyak berkontribusi daripada dokter untuk peningkatan usia hidup—jadi keuntungan dalam harapan hidup lebih bersifat sosial daripada hasil dari kemajuan ilmiah. (hal.358)

Sebagai studi kasus, pertimbangkan mammogram. Telah ditunjukkan bahwa memberikannya kepada wanita di atas usia empat puluh setiap tahun tidak menyebabkan peningkatan harapan hidup (setidaknya; itu bahkan bisa menyebabkan penurunan).

Sementara angka kematian wanita akibat kanker payudara menurun untuk kelompok yang menjalani mammogram, angka kematian akibat penyebab lain meningkat tajam.

Di sini kita bisa melihat iatrogenik terukur yang sederhana. Dokter, melihat tumornya, tidak bisa tidak melakukan sesuatu yang berbahaya, seperti operasi yang diikuti dengan radiasi, kemoterapi, atau keduanya—yaitu, lebih berbahaya daripada tumor tersebut.

Ada titik impas yang mudah dilalui oleh dokter dan pasien yang panik: mengobati tumor yang tidak akan membunuh Anda memperpendek hidup Anda—kemoterapi itu beracun.

Kita telah membangun begitu banyak paranoia terhadap kanker, melihat rantai ke belakang, kesalahan logika yang disebut menegaskan konsekuensinya. Jika semua orang yang meninggal sebelum waktunya akibat kanker memiliki tumor ganas, itu tidak berarti bahwa semua tumor ganas menyebabkan kematian akibat kanker.

Kebanyakan orang yang sama cerdasnya tidak menyimpulkan dari fakta bahwa semua orang Kreta adalah pembohong bahwa semua pembohong adalah orang Kreta, atau dari kondisi bahwa semua bankir korup bahwa semua orang korup adalah bankir. Hanya dalam kasus ekstrem alam memungkinkan kita untuk membuat pelanggaran logika seperti itu (disebut modus ponens) untuk membantu kita bertahan hidup. Reaksi berlebihan bermanfaat dalam lingkungan leluhur. (hal.359)

Ilmuwan menggunakan narasi bahwa kelaparan menyebabkan ekspresi gen yang mengkode protein yang disebut SIRT, SIRT1, atau sirtuin, yang membawa umur panjang dan efek lainnya. Antifragilitas manusia memanifestasikan dirinya dalam respons dengan regulasi beberapa gen sebagai respons terhadap rasa lapar. (hal.369)

Fat Tony memiliki dua heuristik. Pertama, jangan pernah naik pesawat jika pilotnya tidak ada di dalamnya. Kedua, pastikan ada juga kopilot. Heuristik pertama membahas asimetri dalam hadiah dan hukuman, transfer kerapuhan antara individu.

Ralph Nader memiliki aturan sederhana: orang yang memilih perang harus memiliki setidaknya satu keturunan (anak atau cucu) yang terpapar pertempuran. Bagi orang Romawi, insinyur perlu menghabiskan waktu di bawah jembatan yang mereka bangun—sesuatu yang seharusnya diminta dari insinyur keuangan saat ini.

Orang Inggris melangkah lebih jauh dan meminta keluarga insinyur menghabiskan waktu bersama mereka di bawah jembatan setelah jembatan itu dibangun. Bagi saya, setiap pembuat opini perlu memiliki “skin in the game” jika terjadi kerugian yang disebabkan oleh ketergantungan pada informasi atau opininya (tidak memiliki orang-orang seperti, katakanlah, orang-orang yang membantu menyebabkan invasi kriminal ke Irak keluar darinya sepenuhnya tanpa cedera).

 

Lebih lanjut, siapa pun yang membuat prediksi atau melakukan analisis ekonomi harus memiliki sesuatu untuk kehilangan dari hal tersebut, mengingat bahwa orang lain bergantung pada prediksi tersebut (untuk diulang, prediksi mendorong pengambilan risiko; mereka lebih beracun bagi kita daripada bentuk polusi manusia lainnya). K

ita dapat memperoleh banyak sub-heuristik dari aturan Fat Tony, terutama untuk mengurangi kelemahan sistem prediktif. Prediksi—prediksi apa pun—tanpa skin in the game bisa sama berbahayanya bagi orang lain seperti pembangkit listrik tanpa awak tanpa insinyur yang tidur di tempat. Pilot harus berada di pesawat. Heuristik kedua adalah bahwa kita perlu membangun redundansi, margin keamanan, menghindari optimalisasi, mengurangi (bahkan menghilangkan) asimetri dalam sensitivitas kita terhadap risiko. (hal.381)

Pada zaman dahulu, hak istimewa datang dengan kewajiban—kecuali untuk kelas kecil intelektual yang melayani pelindung atau, dalam beberapa kasus, negara.

Anda ingin menjadi tuan feodal—Anda akan menjadi yang pertama mati. Anda ingin perang? Pertama dalam pertempuran. Jangan lupa sesuatu yang tertanam dalam Konstitusi AS: presiden adalah panglima tertinggi. Caesar, Alexander, dan Hannibal berada di medan perang—yang terakhir, menurut Livy, adalah yang pertama-tama, yang terakhir keluar dari zona tempur. George Washington juga pergi ke pertempuran, tidak seperti Ronald Reagan dan George W. Bush, yang bermain video game sambil mengancam nyawa orang lain. Bahkan Napoleon secara pribadi terekspos pada risiko; penampilannya selama pertempuran setara dengan menambah dua puluh lima ribu pasukan. Churchill menunjukkan keberanian fisik yang mengesankan. Mereka berada di dalamnya; mereka mempercayainya.

Status menyiratkan Anda mengambil risiko fisik. Perhatikan bahwa dalam masyarakat tradisional bahkan mereka yang gagal—tetapi telah mengambil risiko—memiliki status lebih tinggi daripada mereka yang tidak terekspos.

Sekarang, sekali lagi, kebodohan sistem prediktif, membuat saya emosional. Kami mungkin memiliki lebih banyak keadilan sosial hari ini daripada sebelum Pencerahan, tetapi kami juga memiliki lebih banyak, lebih banyak transfer opsionalitas, lebih dari sebelumnya—kemunduran yang jelas. Biarkan saya jelaskan. Bisnis pengetahuan shknowledge ini secara otomatis berarti beralih ke pembicaraan. Pembicaraan oleh akademisi, konsultan, dan jurnalis, dalam hal prediksi, bisa jadi hanya omong kosong, tanpa perwujudan dan tanpa bukti yang sebenarnya. Seperti dalam hal apa pun dengan kata-kata, ini bukan kemenangan yang paling benar, tetapi kemenangan yang paling menawan—atau orang yang dapat menghasilkan materi yang paling terdengar akademis. (hal.383)

**Bagaimana Puisi Dapat Membunuh Anda Tanyakan kepada poliglot yang tahu bahasa Arab siapa dia menganggap penyair terbaik—dalam bahasa apa pun—dan kemungkinan besar dia akan menjawab Almutanabbi, yang hidup sekitar seribu tahun yang lalu; puisinya dalam bahasa aslinya memiliki efek hipnotis pada pembaca (pendengar), hanya dapat disamakan dengan cengkeraman Pushkin pada penutur bahasa Rusia.

Masalahnya adalah bahwa Almutanabbi mengetahuinya; namanya secara harfiah adalah “Dia yang menganggap dirinya seorang nabi,” karena egonya yang dianggap terlalu besar. Untuk merasakan kesombongannya, salah satu puisinya memberi tahu kita bahwa puisinya sangat kuat “sehingga orang buta dapat membacanya” dan “orang tuli dapat mendengarnya.” Nah, Almutanabbi adalah kasus langka seorang penyair dengan skin in the game, mati untuk puisinya.

Karena dalam puisi yang sama yang egois, Almutanabbi membanggakan, dalam pertunjukan sulap bahasa yang menakjubkan, bahwa dia berjalan-jalan, selain menjadi penyair yang paling kuat yang bisa dibayangkan—yang saya tegaskan memang begitu—dia tahu “kuda, malam, padang pasir, pena, buku”—dan berkat keberaniannya dia mendapat hormat dari singa. Nah, puisinya merenggut nyawanya. Karena Almutanabbi—secara karakteristik—telah mencela sebuah suku gurun dalam salah satu puisinya dan mereka mengejarnya. Mereka menemukannya saat dia sedang bepergian. Karena kalah jumlah, dia mulai melakukan hal yang rasional dan melarikan diri, tidak ada yang memalukan, kecuali salah satu temannya mulai melafalkan “kuda, malam …” padanya. Dia berbalik dan menghadapi suku tersebut hingga mati dengan pasti. Jadi Almutanabbi tetap ada, seribu tahun kemudian, penyair yang mati hanya untuk menghindari rasa malu karena melarikan diri, dan ketika kami membaca syairnya, kami tahu syairnya asli.

Idola masa kecil saya adalah petualang dan penulis Prancis André Malraux. Dia memasukkan tulisannya dengan risiko pribadinya sendiri: Malraux adalah putus sekolah—meskipun sangat banyak membaca—yang menjadi petualang di Asia pada usia dua puluhan. Dia adalah pilot aktif selama Perang Saudara Spanyol dan kemudian anggota aktif perlawanan bawah tanah Prancis selama Perang Dunia Kedua. Dia ternyata sedikit mitomania, yang tidak perlu memuliakan pertemuannya dengan orang-orang besar dan negarawan. Dia tidak tahan dengan gagasan seorang penulis menjadi seorang intelektual. Namun berbeda dengan Hemingway yang lebih banyak membangun citra, ia adalah sosok yang sebenarnya. Dan dia tidak pernah berbicara kecil—penulis biografinya melaporkan bahwa sementara penulis lain sedang membahas hak cipta dan royalti, dia akan mengarahkan percakapan ke teologi (dia konon berkata bahwa abad kedua puluh satu akan beragama atau tidak sama sekali). Salah satu hari tersedih saya adalah ketika dia meninggal. Nubuat adalah janji keyakinan, tidak ada yang lain. Seorang nabi bukanlah seseorang yang pertama kali memiliki sebuah ide; dialah yang pertama kali mempercayainya—dan membawa itu sampai akhir. (hal.396)**

Selama Perang Besar, T. E. Lawrence, dijuluki Lawrence of Arabia, membuat kesepakatan dengan suku-suku gurun Arab untuk membantu Inggris melawan Kekaisaran Ottoman. Janjinya: untuk memberikan kepada mereka sebuah negara Arab. Karena suku-suku tidak tahu lebih baik, mereka menepati janji mereka. Tapi, ternyata, pemerintah Prancis dan Inggris telah membuat perjanjian rahasia, Perjanjian Sykes-Picot, untuk membagi wilayah yang dimaksud di antara mereka sendiri.

Setelah perang, Lawrence kembali tinggal di Inggris, konon dalam keadaan frustrasi, tapi, tentu saja, tidak banyak lagi. Tapi dia meninggalkan kami dengan pelajaran yang bagus: jangan pernah mempercayai kata-kata seorang pria yang tidak bebas.

Di sisi lain, aset terbesar seorang mafia adalah “kata-katanya adalah emas.” Dikatakan bahwa “jabat tangan dari mafia terkenal Meyer Lansky bernilai lebih dari kontrak terkuat yang bisa dibuat oleh banyak pengacara.” Faktanya, dia memegang aset dan kewajiban mafia Sisilia dalam pikirannya, dan merupakan rekening bank mereka, tanpa satu catatan pun. Hanya kehormatannya. Sebagai seorang pedagang saya tidak pernah mempercayai transaksi dengan “perwakilan” lembaga; pedagang pit terikat oleh ikatan mereka, dan saya tidak pernah mengenal seorang pun pedagang wiraswasta selama karier dua dekade yang tidak menepati jabat tangannya. Hanya rasa kehormatan yang bisa mengarah pada perdagangan. Perdagangan apapun. (hal.405)

Definisi orang bebas, menurut Aristoteles, adalah orang yang bebas dengan pendapatnya—sebagai efek samping dari bebas dengan waktunya. (hal.410)

Pikirkan lebih jauh: semakin kompleks peraturannya, semakin birokratis jaringannya, semakin banyak regulator yang mengetahui loop dan gangguan akan mendapat manfaat darinya nanti, karena keunggulan regulasi mereka akan menjadi fungsi cembung dari pengetahuan diferensial mereka. Ini adalah waralaba, asimetri yang dimiliki seseorang dengan mengorbankan orang lain. (Perhatikan bahwa waralaba ini tersebar di seluruh ekonomi; perusahaan mobil Toyota mempekerjakan mantan regulator AS dan menggunakan “keahlian” mereka untuk menangani penyelidikan cacat mobilnya.) (hal.413)

Bahkan eksperimen bisa tercemar bias: peneliti memiliki insentif untuk memilih eksperimen yang sesuai dengan apa yang dia cari, menyembunyikan upaya yang gagal. Dia juga dapat merumuskan hipotesis setelah hasil eksperimen—dengan demikian menyesuaikan hipotesis dengan eksperimen. Bias lebih kecil, meskipun, dari kasus sebelumnya. Efek tertipu-oleh-data semakin cepat.

Ada fenomena buruk yang disebut “Big Data” di mana para peneliti telah membawa cherry-picking ke tingkat industri. Modernitas menyediakan terlalu banyak variabel (tetapi terlalu sedikit data per variabel), dan hubungan palsu tumbuh jauh lebih cepat daripada informasi nyata, karena noise cembung dan informasi cekung.

Meningkatnya, data hanya dapat benar-benar memberikan pengetahuan gaya via negativa—data dapat digunakan secara efektif untuk menyangkal, bukan mengkonfirmasi. Tragedinya adalah bahwa sangat sulit untuk mendapatkan dana untuk mereplikasi—dan menolak—studi yang ada. Dan bahkan jika ada uang untuk itu, akan sulit untuk menemukan penerima: mencoba untuk mereplikasi studi tidak akan membuat siapa pun menjadi pahlawan. Jadi kita dilumpuhkan oleh ketidakpercayaan terhadap hasil empiris, kecuali yang bersifat negatif.

Untuk kembali ke gagasan romantis saya tentang pendeta amatir dan peminum teh Inggris: peneliti profesional bersaing untuk “menemukan” hubungan. Sains tidak boleh menjadi kompetisi; itu tidak boleh memiliki peringkat—kita dapat melihat bagaimana sistem seperti itu akan meledak. Pengetahuan tidak boleh memiliki masalah agensi. (hal.418)

 

 

Seni Perang

Sun Tzu

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Seni Perang oleh Sun Tzu.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

Sun Tzu Art of War

ISBN 979-979-694-570-3

Pengalih bahasa: Rujianto

Penyunting: Deesis Edith Messiani

Desain: Anthenrys

Cetakan ketiga: Mei 2009

(hlm. ix)

KATA PENGANTAR

Alasan Penulisan Buku Ini

Masalah ini semakin bertambah karena sebernarnya Sun Zi Bingfa ditulis dalam bahasa China klasik (wen yan wen), bahasa yang bahkan para pakar China pun merasa kesulitan untuk memahami dan menafsirkannya.

(hlm. x)

Ini karena, kata dalam bahasa China, zi, sebenarnya digunakan untuk mengacu pada seorang filsuf, dan Sun Zi berarti filsuf Sun. Sun Zi bukanlah nama penulisnya. Para pakar sejarah masih berdebat tentang siapa sesungguhnya penulis karya itu. Kedua, karena terjemahan pertama dari kata-kata bingfa dilakukan oleh para pakar Barat, Sun Zi Bingfa, sekarang dikenal luas sebagai Sun Zi Art of War. Secara pribadi, saya merasa sulit menerima terjemahan ini. Saya akan jelaskan di sini alasannya.

Kata bingfa digunakan dalam bahasa China kuno untuk mengacu pada berbagai strategi dan metode untuk menyebarkan pasukan tentara dalam berperang.

(hlm. xi)

Saya mengusulkan agar judul itu secara lebih tepat diterjemahkan sebagai Filsafat Militer Sun Zi.

Dao qian: Ini berarti suatu permintaan maaf formal dimana pihak yang melakukan kesalahan mengaku bahwa ia sungguh-sungguh bersalah dan bersedia mengambil tanggung jawab penuh atas berbagai tindakannya terhadap pihak yang dirugikan.

Hou Hui: Suatu ungkapan penyesalan yang menyampaikan bahwa pihak yang bersalah merasa menyesal atas tindakannya.

(hlm. xii)

Bao qian: Ini adalah suatu ungakapan formal dari perasaan bersalah atau penyesalan.

Dui bu qi: Ini adalah suatu cara nonformal dan kasual untuk meminta maaf.

Yi han: Suatu ungkapan penyesalan saja.

(hlm. xiii)

Bagaimanapun juga, orang China menyamakan dunia korporasi dengan suatu medan pertempuran (shang chang ru zhan chang)

(hlm. xiv)

Perbedaan Buku Ini dari Buku-buku Lain

Pertama-tama, bentuk hanyu pinyin dari setiap huruf China dicantumkan untuk membantu para pembaca mengetahui dan melafalkan huruf-huruf itu. Hanyu pinyin adalah suatu tulisan fonetis yang diterapkan baik di China maupun Singapura. Hanyu pinyin berfungsi tidak saja membantu pengucapan kata-kata dalam bahasa China, tetapi juga dalam penerapan sistem huruf romawi dalam bahasa itu untuk tujuan komunikasi.

Seperti paket pengolah-kata bahasa China, Zhong Wen Zhi Xing.

Perhatikan bahwa hanyu pinyin berbeda dengan tongyong pinyin, yang merupakan penulisan fonetis China lain yang dikembangkan oleh Academia Sinica Taiwan.

(hlm. xv)

Kedua, buku ini menggunakan banyak catatan untuk menjelaskan kata-kata dalam bahasa China yang lebih sulit dan membingungkan disertai penggunaan kata-kata yang mungkin.

Tidak seperti kata-kata dalam bahasa inggris, yang terus berkembang dan maknanya berubah-ubah sejalan berjalannya waktu, makna kata-kata klasik dalam bahasa China (wen yan wen) sebagian besar tergantung pada konteks di mana kata itu digunakan.

Kebingungan ini diperparah dengan kenyataan bahwa bahasa China sedikit, bahkan sama sekali tidak membedakan kata benda, kata kerja, atau kata sifat yang jamak atau tunggal.

(hlm. xvi)

Ketiga, di samping untuk menjelaskan penggunaan dan makna kontekstualnya, buku ini telah menggunakan berbagai catatan penjelasan untuk tujuan-tujuan penting lain. Orang China gemar menggunakan berbagai metafora dan ungkapan kiasan lain dalam tulisan mereka.

Keempat, buku ini juga telah menggunakan benyak referensi silang dengan poin-poin penting lain di dalam berbagai bab yang ada dalam Sun Zi Bingfa.

(hlm. xvii)

Pendekatan yang Digunakan Dalam Buku Ini

Pertama-tama, baris pertama dari setiap kutipan menunjukan teks Sun Zi Art of War klasik yang asli dalam bahasa China. Sistem penulisan yang digunakan adalah Jian ti zi yang dikenal luas sebagai bentuk huruf China yang sudah disederhanakan, yang digunakan di China dan singapura.

Baris kedua menyediakan kutipan dengan sistem penulisan hanyu pinyin. Ini akan membantu para pembaca untuk melafalkan kata-kata itu. terjemahan dalam bahasa Indonesia muncul di baris ketiga.

Kedua, banyak dari kalimat asli dalam bahasa China klasik yang panjang dan berbelit-belit.

(hlm. xviii)

Ketiga, untuk menjelaskan berbagai kata, istilah, atau anak kalimat bahasa China yang sulit, saya telah memutuskan untuk memasukkan catatan penjelas atas tulisan hanyu pinyin dalam baris kedua setiap kutipan, dan bukan kata-kata dalam bahasa China.

(hlm. xxi)

PENDAHULUAN

Sementara asal usul dan pengarangnya masih diperdebatkan, para pakar sejarah militer sepakat bahwa buku itu ada dan kemungkinan ditulis pada tahun 400—320 SM, sekitar 100 tahun setelah kelahiran Konfusius (Kong Zi) dan Lao Tzu (Lao Zi) dua filsuf terkenal China.

Semua akademi militer bergengsi di dunia berani menjamin bahwa buku itu ada di dalam perpustakaan mereka. Banyak akademi militer juga memasukkan Sun Zi Art of War sebagai bagian dari kurikulum.

(hlm. xxii)

Untuk melatih para komandan militer tingkat atas. Mao Ze-dong, pemimpin besar komunis di China pada abad ke-20, dipandang sebagai seorang pengikut Sun Zi Bingfa yang setia.

Karya Tulis Militer yang Relatif Pendek

Pembaca mungkin terkejut karena Seni Perang sebenarnya adalah sebuah buku yang pendek. Buku itu hanya berisi sekitar 6.200 kata yang ditulis dalam bahasa China klasik (wen yan wen). Buku ini terdiri dari 13 bab, dengan panjang setiap bab nyaris kurang dari satu halaman. Sungguh, bab yang terpanjang, yaitu Bab 11, mengenai Sembilan Medan Pertempuran (jiu ji pian) hanya memiliki jumlah kata kurang dari 1.000. Sementara itu, bab yang terpendek, Bab 8, mengenai Berbagai Variasi dan Kemampuan Beradaptasi (jiu bian pian) memiliki jumlah huruf kurang dari 250.

(hlm. xxiii)

Sebuah Buku Mengenai Filsafat Militer

Para pembaca yang tidak bisa berbahasa China mungkin berpikir bahwa Sun Zi adalah nama penulisnya. Kenyataannya, selama saya memberikan ceramah di seluruh dunia, hampir semua peserta mengira Sun Zi sesungguhnya adalah nama penulis karya itu. Ini tidak seluruhnya benar. Sun mungkin adalah nama keluarganya. Namun, namanya pasti bukan Zi. Saya akan menjelaskannya.

(hlm. xxiv)

Bahkan, kata Sun Zi secara harfiah berarti cucu laki-laki!

(hlm. xxv)

Seorang fillsuf China yang layak disoroti adalah Lao Zi atau Lao Tzu, yang meletakkan fondasi filosofis bagi taoisme (dao jia si xiang).

(hlm. xxvi)

Sebaliknya, Sun Zi lebih berfokus pada seni militer. Ia mengajukan berbagai prinsip, konsep, dan pendekatan yang lebih diarahkan untuk memenangkan “hati” musuh.

Fokus pada Strategi dan Sarana

Karya tulisnya yang paling terkenal, On War, yang diterbitkan oleh istrinya pada tahun 1832, tetap menjadi suatu bacaan wajib di banyak akademi militer seluruh dunia.

(hlm. xxvii)

Dari bab pembukaannya, dan di dalam banyak bagian dalam bab-babnya yang lain, Sun Zi menyadari biaya tinggi dari berperang. Biaya tidak terbatas pada beban keuangan negara.

Jadi, strategi yang tertinggi adalah menyerang rencana dan strategi musuh. Strategi terbaik berikutnya adalah menyerang segala hubungan dan persekutuan yang dimiliki sang musuh dengan bangsa-bangsa lain. Strategi yang paling buruk adalah menyerang kota-kota yang dikelilingi benteng.

Seranglah kota-kota yang dikelilingi benteng jika tidak ada pilihan lain.

(hlm. xxviii)

Dalam peperangan, hasil menang-menang bisa terjadi sama halnya dalam keadaan aliansi strategis. Selain itu, Sun Zi mengajarkan bahwa seseorang akan menang melalui pengaturan strategi, bukan dengan penggunaan pasukan.

(hlm. 1)

BAB 1

PENILAIAN DAN PERENCANAAN TERINCI

Menekankan perlunya perencanaan menyeluruh dan analisis dari berbagai faktor sebelum melancarkan perang

Sebelum satu pasukan pergi berperang, jenderalnya harus menilai peluang untuk menang, dan ini termasuk menganalisis semua faktor yang dapat memengaruhi gerakan militer itu. hanya setelah itulah berbagai rencana yang terinci bisa dibuat dengan baik.

(hlm. 2)

  1. Pelaksanaan perang adalah masalah yang sangat penting bagi bangsa.

Bahwa orang China memandang keluarga (jia ting) sebagai fondasi bangsa. Sama halnya, suatu bagsa harus memiliki tanah.

Karena alasan inilah, orang-orang Palestina masih berjuang sekarang ini untuk mendapatkan tanah sehingga negara mereka bisa dibangun.

(hlm. 3)

  1. Ini menentukan kelangsungan hidup atau kematian sebuah negara.
  2. Ini adalah masalah hidup dan mati (dari rakyat dan penguasa mereka).

(hlm. 4)

Dipandang secara agak berbeda, perang adalah masalah hidup dan mati bagi rakyat dan penguasa mereka.

(hlm. 5)

  1. Ini harus dipelajari dan diperiksa dengan cermat.
  2. Jadi, analisis dan pelajarilah lima faktor ini dengan teliti.
  3. Bandingkan mereka dengan orang-orang musuh untuk memahami berbagai kondisi dan keadaan yang terus berubah (selama pertempuran) dan untuk menilai peluang kemenangan.

(hlm. 6)

  1. Kelima faktor itu adalah pengaruh moral, cuaca, dataran, sifat jenderal, dan doktrin serta hukum.

Bahasa China klasik maknanya bisa sangat berbeda, tergantung pada konteks di mana kata itu digunakan.

(hlm. 7)

Makna harfiah dari kata tian adalah langit.

Kedua kata ini dapat, pada gilirannya, diperluas dalam bahasa China menjadi tian ran qi hou, yang artinya unsur-unsur alam.

Dalam konteks peperangan, ada perbedaan yang halus tapi penting antara medan pertempuran (zhan di) dan dataran (di Xing)

Jadi, memilih suatu medan pertempuran adalah keputusan yang strategis, sementara gerakan pasukan di dalam suatu dataran tertentu mutlak merupakan masalah operasional.

Jiang berarti jenderal (Jiang jun).

Kualitas jenderal.

(hlm. 8)

Fa mengacu pada berbagai undang-undang (fa gui), perintah (fa ling), peraturan (fa ji), atau hukum (fa lu). Dalam konteks militer, kata ini mengacu pada doktrin dan hukum.

  1. Pengaruh moral mengacu pada tindakan dan kebijakan yang menyatukan rakyat dengan penguasa sehingga mereka sungguh-sungguh sepakat dan selaras satu sama lain.

Shang adalah naik, (shang xia). Shang di adalah Tuhan, shang bin adalah seorang tamu yang sangat penting, dan shang si adalah seorang eksekutif senior.

  1. Dengan demikian, rakyat akan siap untuk hidup bersama dan mati bagi sang penguasa tanpa perasaan takut terhadap bahaya.

(hlm. 9)

  1. Cuaca mengacu pada perubahan yang kontras antara malam dan siang hari, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas, dan perubahan musiman.

Biasanya, yin mengacu pada kekuatan yang lebih lemah, lebih gelap, atau kekuatan wanita, sementara yang mengacu pada kekuatan yang lebih kuat, lebih terang, atau jantan.

Han, (han leng). (han chao)

Shu, han,

(shu re), (shu qi). Shu jia

Liburan musim panas

Shi, (shi jian atau shi hou), (shi jie).

(hlm. 10)

  1. Dataran mengaku pada apakah rute yang akan diambil panjang atau pendek, apakah tanahnya berbahaya atau aman, lebar atau sempit dalam hubungannya dengan kelancaran pergerakan, dan apakah tanahnya akan menentukan kematian atau kelangsungan hidup (dari suatu pasukan).

Dataran (di xing). Tian shi di li ren he, untuk menggambarkan pentingnya cuaca dan penentuan waktu, berbagai keuntungan dari dataran, serta dukungan dari pada pendukung tuan rumah di dalam berbagai olahraga dan berbagai peristiwa serupa lainnya.

  1. Kualitas jenderal dari seorang panglima mengacu pada kualitas kebijaksanaan, sifat dapat dipercaya, kemurahan hati, keberanian, dan disiplin.

Kemampuan untuk menganalisis dan menilai (zhi hui), kemampuan untuk membedakan (zhi li), kemampuan untuk membuat strategi (zhi lue), atau kemampuan untuk merencanakan (zhi mou). Zhi sebagai kebijaksanaan.

Xin berarti kepercayaan (xin ren), sifat dapat dipercaya (xin shi atau xin yi).

(hlm. 11)

Ren artinya cinta dan simpati (ren ai), kebaikan dan kemurahan hati (ren ci), toleransi dan pengertian (ren yi), atau kemurahan dan sifat bersahabat (ren hou).

Ren, yang artinya berani (young gan), berani dan tegas (yong jue), tidak mengenal takut (yong meng), keberanian (yong qi), tidak takut (yong wu) atau gung-ho (yong yu).

Yan, berarti tegas (yan ge).

  1. Doktrin dan hukum mengacu pada organisasi dan kontrol, berbagai sistem dan prosedur manajemen, serta struktur perintah dan kontrol bagi penempatan sumber daya.

(hlm. 12)

Qu, dalam konteks ini, mengacu pada organisasi

Guan artinya manajemen (guan li) dan dao artinya logika atau prinsip (dao li). Berarti sistem dan prosedur.

Zhu, sebagaimana digunakan di sini, artinya mengarahkan (zhu dao), mengorganisasi, dan bertanggung jawab (zhu chi) atau menjalankan wewenang (zhu guan), dan yong berarti menggunakan atau menyebarkan (ying yong), atau menggunakan atau mengeksploitasi (li yong).

  1. Setiap jenderal harus mengetahui kelima faktor ini.
  2. Orang yang mampu menguasai kelima faktor itu akan menang.

Zhi artinya mengetahui.

(hlm. 13)

  1. Orang-orang yang tidak memahami kelima faktor itu tidak akan menang.
  2. Jadi, dalam merencakan, ada (tujuh) dimensi yang seorang jenderal harus analisis dan dibandingkan dengan dimensi musuh. Dengan begitu, ia dapat memahami berbagai kondisi dan situasi yang berubah-ubah selama perang dan menilai segala peluang untuk menang.

Mempelajari dengan sangat terinci atau menganalisis.

Sebagaimana digunakan di sini, mengacu pada berbagai kondisi atau keadaan yang sedang berkembang (qing shi) di dalam peperangan.

(hlm. 14)

  1. Jadi, penguasa mana yang memiliki pengaruh moral yang lebih besar?

Zhu, panglima perang (zhu gong), penguasa (jun wang), atau pemerintah (jun zhu).

Shu

  1. Jenderal mana yang lebih mampu dan memiliki kemampuan dan keterampilan yang lebih besar?

(hlm. 15)

  1. Pihak (pasukan) mana yang mampu memanfaatkan cuaca dan dataran secara lebih baik?
  2. Pihak (pasukan) mana yang mampu melaksanakan dan menerapkan hukum dan perintah secara lebih efektif?

(hlm. 16)

  1. Pihak (pasukan) mana yang memiliki lebih banyak prajurit dan yang prajuritnya lebih kuat?

Bing mengaku pada para prajurit yang berjalan kaki atau para prajurit biasa, sementara zhong artinya banyak. Jadi, bing zhong mengacu pada kekuatan sebuah pasukan dalam hal jumlah prajuritnya, yakni kekuatan jumlah.

Qiang dalam konteks ini mengacu pada qiang gu yang artinya kuat dan keras kepala, jian qiang, yang artinya kokoh dan kuat, atau qiang jing yanga artinya bertenaga, atau qiang zhuang yang artinya kuat dan sehat.

  1. Pihak (pasukan) mana yang memiliki perwira dan orang-orang yang terlatih secara lebih baik?

Shi mengacu pada perwira

Zu mengacu pada prajurit pejalan kaki

Lian berarti melatih

(hlm. 17)

Kekuatan jumlah dari suatu pasukan, tetapi juga menekankan pentingnya pelatihan:

Keunggulan dalam hal jumlah (bing fei yi duo ye), dan memperingatkan agar tidak mengikuti dorongan hati untuk mengerahkan pasukan hanya karena memiliki pasukan yang besar (wei wu wu jin).

  1. Pihak (pasukan) mana yang lebih mendapatkan pencerahan dalam pemberian berbagai penghargaan dan hukuman?

(hlm. 18)

Ming adalah sebuah kata yang menakjubkan dalam bahasa China karena kata ini mengandung sifat-sifat yin yang (Catatan 25)- kata ini memiliki huruf Matahari (ri) pada bagian kirinya dan huruf Bulan (yue) pada bagian kanannya. Ketika ri dan yue diseralaskan, keduanya membentuk suatu kata baru ming, yang melambangkan cahaya selama 24 jam dan berarti tercerahkan.

  1. Dari (tujuh) dimensi ini, saya akan mempu mendiagnosis dan meramalkan kemenangan dan kekalahan.

Dalam konteks ini, wu mengacu pada panglima tertinggi (yuan shuai atau jiang ling) pada suatu pasukan atau pembuat strategi utama atau aktor intelektual (zhu mou) yang berada di balik suatu operasi militer. Sun Zi kabarnya memegang jabatan ini.

(hlm. 18-19)

Zhi. Beberapa artinya yang umum di antaranya adalah pengetahuan (zhi shi), memahami dengan jelas (ming zhi), mengetahui (zhi dao), menyadari (zhi xi), pencarian yang tak kenal lelah (qiu zhi), memdapatkan suatu wahyu (zhi xiao), mengetahui akar penyebab dan latar belakang (zhi di), kebangkitan (zhi jue), mengetahui secara mendetail (zhi qing), memiliki pengenalan yang besar (shu zhi), dan memberitahu (tong zhi).

(hlm. 19)

Sheng artinya kemenangan (sheng li) dan fu  artinya kekalahan (shibai).

  1. Jenderal yang menerapkan berbagai strategi dan rencana saya akan menang bila ia ditempatkan (untuk bertempur); ia harus dipertahankan.
  2. Jenderal yang tidak menerapkan segala strategi dan rencana saya akan kalah bila ia tempatkan (untuk bertempur); ia harus begini.

(hlm. 20)

  1. Di samping menerapkan berbagai rencana dan strategi efektif yang sudah diajukan, sang jenderal harus menciptakan dan mengambil keuntungan dari berbagai keadaan yang berada di luar aturan yang biasa dalam pertempuran militer.

(hlm. 21)

  1. Menciptakan keadaan menuntuk seseorang (jenderal) untuk bertindak secara menguntungkan sehingga dapat mengendalikan keseimbangan kekuatan.
  2. Semua pertempuran didasarkan pada prinsip penipuan.

(hlm. 21-22)

Gui berarti berbagai taktik dan rencana yang licin (gui ji), yang tidak biasa, dan yang terus berubah, (gui jue), sembunyi-sembunyi dan rahasia (gui mi), aneh dan luar biasa (gui yi), atau bersifat menipu dan mein curang (gui zha).

Tanpa ragu lagi, tipuan digunakan dan diterima secara luas dalam pertempuran, di mana dimensi etisnya jarang dipertanyakan. Tipuan digunakan dalam berbagi bentuk dan sarana untuk membuat musuh berada dalam posisi yang sangat tidak menguntungkan dan untuk memperoleh suatu keunggulan yang menentukan bagi diri sendiri.

Taktik-taktik ini termasuk para prajurit yang berpakaian sipil, penyerahan diri pura-pura dan menyembunyikan senjata militer di tengah daerah pemukiman padat penduduk, dan sebagainya.

Dalam suatu lingkungan bukan pertempuran, khususnya dalam dunia bisnis, praktik tipuan tentu saja tidak disarankan.

Namun, hal ini tidak menghalangi berbagai perusahaan untuk mencoba menciptakan berbagai keuntungan bagi mereka sendiri, walaupun melalui cara-cara yang secara hukum dan moral bisa diterima.

(hlm. 23)

  1. Jadi, bila Anda mampu, berpura-puralah bahwa Anda tidak mampu.
  2. Ketika Anda mampu menempatkan kekuatan prajurit Anda, berpura-puralah Anda tidak mampu melakukannya.
  3. Ketika Anda hampir mencapai tujuan Anda, berpura-puralah Anda masih jauh sekali; dan bila Anda masih jauh sekali dari tujuan Anda, berpura-puralah Anda sudah dekat.

(hlm. 24)

  1. Ketika musuh rakus untuk mendapatkan keuntungan kecil, tawarkanlah umpan untuk memikatnya.

(hlm. 25)

  1. Ketika musuh berada dalam keadaan kacau balau dan berantakan, lancarkan serangan dan tangkaplah ia.
  2. Ketika musuh kuat dan efektif, bersiaplah dengan sungguh-sungguh dan siap untuk menghadapinya.

Shi artinya kokoh dan kuat (chong shi), memperlihatkan kekuatan (shi li), dan menjadi efektif (shi xiao).

  1. Ketika musuh jauh lebih unggul dan sangat ganas, adalah lebih baik untuk menghindarinya.

(hlm. 26)

36 Strategi Orang China yang terkenal (san shi liu ji) menyarankan tindakan melarikan diri sebagai suatu taktik terbaik (zou wei shang ji) ketika seseorang tidak berpeluang untuk menang.

  1. Ketika musuh mudah dibuat marah,carilah jalan untuk menggusarkan dan menjengkelkannya.

(hlm. 27)

  1. Ketika musuh memandang rendah Anda, hendaklah Anda semakin mendorong kesombongannya.
  2. Ketika musuh beristirahat dengan baik (segar), gunakanlah berbagai cara untuk membuatnya lelah.

(hlm. 28)

  1. Ketika musuh berada dalam keadaan rukun dan bersatu, gunakan berbagai cara untuk memecahbelahnya (dan pasukannya).
  2. Seranglah musuh ketika ia tak siap.

(hlm. 29)

Kemenangan yang cepat dan kilat, tetapi juga dapat meminimalkan tingkat kerugian Anda.

Sungguh, unsur kejutan, sebagaimana dipaparkan dalam baris berikutnya, adalah salah satu prinsip terpenting dalam melancarkan peperangan.

  1. Bergeraklah, muncul dan seranglah daerah-daerah di mana musuh paling tidak memperkirakan kedatangan Anda.
  2. Ini adalah rahasia-rahasia dan prinsip-prinsip untuk memenangkan perang.

(hlm. 30)

  1. Namun, semua itu tidak dapat dibahas, diputuskan, dan juga tidak dapat diungkapkan sebelumnya.

Semua itu harus dijaga dengan sangat ketat. Setiap kebocoran dari rencana itu akan berakibat hilangnya banyak keuntungan bila informasi itu jatuh ke tangan musuh.

Jadi, tidak mungkin mengungkapkan semua itu terlalu awal karena terlalu banyak perubahan dalam rencana akan menyebabkan kebingungan di antara par ta perwira dan prajurit.

  1. Jadi, orang-orang yang menjalankan perencanaan di kuil sebelum pecahnya perang akan menang jika berbagai rencana itu menyeluruh dan terperinci.

(hlm. 31)

Pada zaman China kuno, penguasa atau kaisar biasa mengumpulkan para pejabat terdekatnya di kuil para leluhurnya untuk mendapatkan pertimbangan dan pembahasan terakhir sebelum memutuskan untuk berperang. Berkumpul di kuil memiliki beberapa tujuan.

Pertama, kuil adalah tempat di mana doa-doa bisa dipersembahkan.

Kedua, pertemuan itu berfungsi mempersatukan berbagai tujuan, aspirasi, dan sasaran dari penguasa dan bawahannya.

Ketiga, karena pertemuan diadakan di tempat suci para leluhur, yang merupakan simbol kesakralan.

Akhirnya, kuil adalah suatu tempat yang sangat pribadi, sakral, dan rahasia.

(hlm. 32)

  1. Orang-orang yang melakukan perencanaan di kuil sebelum perang meletus tidak akan menang jika rencana itu tidak menyeluruh dan juga tidak terinci.
  2. Dengan perencaaan yang menyeluruh dan terinci, sesorang dapat menang.

(hlm. 33)

  1. Dengan perencanaan yang kurang menyeluruh atau terinci, seseorang tidak dapat menang.
  2. Betapa pastinya kekalahan bila seseorang tidak merencanakan sama sekali!
  3. Dengan mengamati bagaimana perencanaan dilakukan, saya dapat meramalkan kemenangan dan kekalahan.

(hlm. 34)

Keterangan

Baginya, politik dan perang tak terpisahkan, dan harus dikelola bersama, dengan yang satu tergantung pada yang lain.

Kebutuan Akan Perencanaan yang Terinci

Melainkan pada seberapa terincinya rencana yang ada. Tak seorang jenderal pun yang pergi berperang tanpa memiliki rencana perang. Orang yang bertempur tanpa suatu rencana adalah seorang prajurit!

(hlm. 35)

Cakupan dalam Perencanaan yang Terinci

Pengaruh moral sang penguasa

Kemampuan dan keterampilan sang jenderal

Keuntungan dari cuaca dan daratan

Pelaksanaan dan penerapan berbagai hukum dan perintah secara efektif

Keunggulan dalam hal jumlah dan kekuatan pasukan

Pelatihan para perwira dan prajurit secara efektif

Pemberian hadiah dan hukuman yang tercerahkan

(hlm. 36)

Persatuan dengan rakyatnya

Tingkat tertinggi dalam komando militer, seperti pimpinan dari kepala staf gabungan, pimpinan pasukan pertahanan.

Cuaca dapat memengaruhi menfaat berbagai strategi

Sifat dataran dapat memengaruhi pemilihan medan

Penerapan doktrin dan hukum secara efektif, isu organisasi dan struktur

Kekuatan jumlah tentara

Kualitas pelatihan dari para perwira dan prajurit

Pemberian hadiah dan hukuman yang tercerahkan

(hlm. 37)

Sifat Menyeluruh dari Berbagai Parameter Perencanaan

Faktor mikro versus faktor makro

Faktor yang dapat dikendalikan versus faktor yang tidak dapat dikendalikan

Faktor yang senantiasa berubah dan dinamis versus faktor yang tidak berubah

Faktor manusia versus faktor nonmanusia

Faktor yang tampak versus faktor yang tak tampak

Kepemimpinan politik cenderung kurang dinamis dibandingkan kualitas seorang jenderal karena begitu suatu pemerintah dipilih, warga negaranya akan tetap berada dibawahnya selama beberapa periode waktu, entah dalam keadaan perang atau tidak.

(hlm. 38)

Tipuan Sebagai Suatu Alat untuk Mendapatkan Keuntungan

Dalam peperangan, tipuan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri. Bahkan sebenarnya, lebih sering daripada tidak, keuntungan dicapai melalui penggunaan strategi dan sarana lainnya secara efektif.

(hlm. 39)

Berpura-pura tidak mampu saat Anda mampu

Berpura-pura tidak mampu untuk menempatkan pasukan saat Anda mampu melakukannya

Berpura-pura ada di tempat jauh saat Anda sebenarnya dekat

Kerena, berpura-pura tentang hal yang bukan diri Anda akan menuntut disiplin dan kerendahan hati yang besarr. Dalam konteks perang, hal ini cenderung berlawanan dengan sifat seorang jenderal, yang biasanya adalah orang dengan ego dan kebanggaan yang tinggi.

Strategi Melawan Musuh

Strategi yang ditunjukan untuk memanfaatkan kerapuhan musuh.

(hlm. 40)

Strategi yang ditujukan untuk mengikis kemampuan musuh.

Strategi yang mengandalkan penerapan konsep keunggulan yang relatif.

Strategi yang mengandalkan unsur kejutan dan sulit diramalkan.

Perencanaan dibatasi pada sedikit orang yang terpilih, dan rencana itu hanya diungkapkan bila dipandang perlu.

(hlm. 41)

BAB 2

MELANCARKAN PERANG

Zuo zhan artinya menjalankan pertempuran atau melancarkan peperangan.

  1. Sun Zi berkata: Sebagai suatu peraturan umum, untuk suatu operasi militer, orang akan membutuhkan 1.000 kereta perang cepat yang ditarik empat kuda, 1.000 kereta penyangkut barang berat, dan 100.000 prajurit yang bersenjata lengkap dan siap tempur.

Yi yan ji chu, si manan zhui artinya  bila sepatah kata diucapkan, bahkan sebuah kereta perang yang ditarik empat kuda sekalipun akan sulit untuk menariknya kembali.

(hlm. 42)

Pi jiashang zhen mengenakan perlengkapan militer untuk berperang.

sebagai qian. 10.000 kata wan. 100.000 adalah shi wan. 1.000.000 adalah yi bai wan, dan 10.000.000 adalah yi qian wan. Sementara itu, 100.000.000 adalah yi wan wan, tapi kadang kala disebut yi yi. Jadi, satu miliar yang adalah 1.000 juta disebut shi yi dalam bahasa China.

Beberapa pakar berpendapat bahwa tidak mungkin mengumpulkan pasukan berjumlah 100.000 orang selama masa itu (500—400 SM).

Qian li kui liang

  1. Makanan dan perbekalan harus diangkut sejauh 1.000 mil.

(hlm. 43)

  1. Ada suatu kebutuhan untuk menyediakan segala biaya yang dikeluarkan di rumah dan di medan pertempuran; untuk menghibur para tamu, pengunjung, penasihat dan utusan; untuk membeli bahan-bahan dan perbekalan seperti lem dan cat; dan untuk merawat persenjataan, kereta perang dan pasukan.

(hlm. 44)

Pada masa China kuno, sudah menjadi hal yang sangat lazim bagi suatu negara untuk memiliki beberapa pejabat yang bukan pribumi (ke qing) yang menduduki posisi penasihat dalam berbagai organisasi yang berhubungan dengan pemerintah.

  1. Biaya yang dikeluarkan akan berjumlah 1.000 batang emas setiap harinya.
  2. Suatu pasukan yang terdiri dari 100.000 prajurit hanya dapat dikumpulkan bila jumlah itu tersedia.

(hlm. 45)

  1. Tujuan dari mengumpulkan pasukan sebesar itu sebesar itu adalah untuk memperoleh berbagai kemenangan yang secepat kilat dan menentukan.

(hlm. 46)

  1. Ketika kemenangan tak kunjung datang dalam waktu yang lama, senjata-senjata akan menjadi tumpul dan semangat juang (serta motivasi) para prajurit akan terpengaruh secara negatif.
  2. Jadi, ketika mereka menyerang kota (yang dikelilingi) oleh tembok tinggi), mereka akan sangat kelelahan.

(hlm. 47)

  1. Ketika suatu pasukan terlibat perang dan terpapar pada kampanye militer yang berkepanjangan, sumberdaya negara tidak akan cukup untuk mendukung upaya itu.
  2. Bila persenjataan militer tumpul, semangat juang rendah, pasukan sangat kelelahan dan perbekalan negara terkuras, para panglima perang (war lord) di daerah-daerah tetangga akan memanfaatkan nasib buruk dan kerapuhan yang sedemikian ini untuk melancarkan serangan (terhadap Anda).

(hlm. 48)

  1. Dengan demikian, bahkan jika terdapat para ahli strategi (dan para penasihat) yang cakap dan bijaksana, mereka tidak akan mampu menghadapi berbagai konsekuensi yang tak terhindarkan.

(hlm. 49)

  1. Sementara kesalahan besar diketahui terjadi ketika operasi militer dilakukan dengan secepat kilat, orang belum pernah menyaksikan suatu operasi militer yang dilakukan dengan terampil ketika terjadi penundaan yang lama.
  2. Belum pernah terjadi suatu bangsa mendapatkan keuntungan dari operasi militer yang berkepanjangan.
  3. Karena itu, para jenderal yang tidak sepenuhnya memahami bahaya yang melekat pada penempatan prajurit cenderung tidak memahami keuntungan dari menggunakan prajurit.

(hlm. 50)

  1. Ia (jenderal) yang ahli dalam pertempuran tidak memerlukan perekrutan prajurit tambahan. Ia juga tidak memerlukan penambahan banyak makanan dan perbekalan.

Misalnya, wajib militer di Singapura disebut guo min fu yi.

  1. Persenjataan dan peralatan militer harus didapatkan dari negara asal, sementara makanan dan perbekalan harus diperoleh dari musuh.
  2. Dengan demikian, pasukan akan mendapatkan banyak pasokan makanan dan perbekalan.

(hlm. 51)

  1. Suatu negara (yang terlibat dalam suatu operasi militer) bisa jatuh miskin karena mencoba mengangkut semua perbekalannya dalam jarak yang jauh.

Menarik untuk dicatat bahwa bahkan sebuah negara yang sangat kaya seperti AS pun tidak kebal terhadap hukum utama ini sebagai contoh, dalam perang melawan Irak pada bulan Maret 2003, AS harus mengangkut banyak peralatan dan persenjataan untuk mendukung perang; tidak saja dari jarak yang jauh tetapi untuk waktu yang panjang. Akibatnya, perang itu menjadi beban yang sangat berat bagi perekonomian AS, menghabiskan uang lebih dari $20 miliar.

  1. Pengangkutan (makanan dan perbekalan) pada jarak jauh akan memiskinkan rakyat.

(hlm. 52)

Bai xing secara harfiah berarti seratus nama keluarga.

  1. Di mana pasukan ditempatkan, harga (makanan dan perbekalan) di daerah itu akan meningkat.

Rakyat jelata yang berada di dekat tempat perkemahan militer takut kekurangan makanan. Jadi, mereka pun menyimpan makanan. Tindakan ini menyebabkan permintaan akan makanan meningkat. Dengan adanya para pedagang yang oportunis, harga pun melonjak dengan cepat. Karena itu, inflasi tidak dapat dihindarkan.

  1. Ketika harga-harga tinggi, kekayaan rakyat jelata akan terkikis.
  2. Ketika kekayaan terkikis, berbagai bea dan pajak akan dibebankan kepada rakyat.

(hlm. 52-53)

Qiu yi adalah suatu sistem di zaman China kuno di mana beberapa keluarga diorganisasi dan dikelompokan bersama dalam suatu hierarki tertentu dengan tujuan mengumpulkan bea dan pajak guna mendukung pelaksanaan perang. Dengan demikian, sembilan kepala keluarga akan membentuk suatu desa kecil (jiu hu wei jing),empat desa kecil membentuk kota kecil (su jing wei yi), empat kota kecil membentuk suatu distrik (si yi wei qiu), dan empat distrik membentuk suatu konstituen (si qiu wei dian).

(hlm. 53)

Baris ini menyatakan bahwa suatu perang yang lama dan berkepanjangan mampu menciptakan banyak kesulitan bagi rakyat karena berbagai pajak dan bea dikumpulkan dari mereka. Sebagai contoh, tingkatan masyarakat yang lebih rendah, qiu harus menanggung kewajiban membayar pajak dan beban (yi) untuk kepentingan perang dari unit masyarakat yang lebih tinggi (dian). Hal ini menyatakan secara tidak langsung bahwa ada kesulitan dan penderitaan di semua tingkatan masyarakat.

  1. Ketika kekuatan (dari pasukan) sudah terkuras dan kekayaan (dari negara) sudah menyusut, setiap keluarga dalam negara itu juga akan terkuras persediaannya.
  2. Pendapatan dari rakyat jelata akan berkurang 70%.

(hlm. 54)

Hilangnya 70% pendapatan bisa merupakan dampak inflasi maupun tingginya pajak.

  1. Negara dapat menanggung berbagai biaya akibat hilangnya peralatan dan hewan ternak: kereta perang, kuda, pelindung dada dan topi baja, busur dan anak panah, tombak dan tameng, jubah pelindung, sapi dan kereta pegangkut barang.
  2. Kerugian ini akan mencapai 60% dari aset publik.

(hlm. 55)

  1. Karena itu, jenderal yang bijaksana akan memastikan agar para prajuritnya menguasai persediaan makanan dan pasokan musuh.
  2. Menghabiskan satu kereta penuh perbekalan dari musuh sebanding dengan 20 kereta penuh milik sendiri.

(hlm. 56)

  1. Demikian juga, menghabiskan satu pikul makanan ternak musuh sama nilainya dengan dua puluh pikul makanan ternak milik sendiri.
  2. Untuk membunuh musuh, para prajurit harus membencinya.
  3. Agar para prajurit dapat menjarah sumberdaya musuh, mereka harus dimotivasi dengan hadiah materi.

(hlm. 57)

Seorang jenderal akan sering menggunakan harta benda musuh sebagai insentif guna memotivasi para prajuritnya untuk bertempur. Kadang, ia bahkan melebih-lebihkan berbagai keuntungan untuk memompa semangat tempur para prajuritnya.

  1. Karena itu, orang pertama yang berhasil menangkap sepuluh kereta perang dalam suatu pertempuran kereta harus diberi penghaargaan.
  2. Berikutnya, singkirkan dan gantilah bendera musuh dengan bendera Anda dan gunakan kereta perang hasil rampasan dari musuh bersama-sama dengan kereta tempur Anda.
  3. Perlakuan para prajurit tawanan dengan baik (sehingga mereka dapat dimanfaatkan).

(hlm. 58)

  1. Inilah yang dimaksudkan dengan menaklukkan musuh dan menjadi lebih kuat dalam prosesnya.
  2. Dalam peperangan, lebih baik memilih meraih kemenangan dengan cepat daripada terlibat dalam operasi militer yang berkepanjangan.
  3. Jadi, jenderal yang memiliki pengetahuan mendalam dalam persoalan militer adalah pengendali nasib rakyat dan penjaga perdamaian atau pendukung krisis negara.

(hlm. 59)

Ini adalah suatu pernyataan yang sangat keras. Dalam masa perang, jenderal memainkan suatu peran yang sangat penting dalam menentukan nasib rakyatnya. Dalam masa damai, pemimpin pilitik (penguasa dan para pejabatnya) akan menentukan nasib dan kemakmuran suatu bangsa.

(hlm. 60)

Hanya akan berperang sebagai pilihan terakhir.

Tingginya Biaya untuk Mulai Berperang

Oleh karena itu, akhir yang cepat selalu lebih disukai.

Kampanye militer yang berkepanjangan akan membawa berbagai dampak yang tidak diharapkan para prajurit di medan pertempuran, rakyat (warga negara) di negara asal, dan negara.

Dampak negatif yang paling jelas terlihat pada para prajurit adalah merosotnya semangat juang (lihat Baris 2.7)

Karena itu, bila suatu operasi militer berlarut-larut, sangatlah penting untuk merekrut prajurit-prajurit baru dan merotasi tugas mereka.

Dengan tubuh yang kelelahan, penyakit juga dapat menjangkiti.

(hlm. 61)

Tak heran, reaksi sering disediakan bagi anhkatan perang, bahkan di medan pertempuran, sebagai bagian tak terpisahkan dari usaha mempertahankan semangat juang para prajurit.

(hlm. 61-62)

Pengalaman AS dalam Perang Vietnam pada tahun 1960-an dan 1970-an merupakan gambaran yang bagus tentang dampak negatif dari suatu operasi militer yang berkepanjangan. Prajurit Amerika harus dirotasi secara teratur agar merela tidak terlalu lelah. Ketika perang terus berlangsung, perekrutan prajurit tambahan dan wajib militer dilakukan. Ini menyebabkan munculnya kebencian yang lebih besar dikalangan orang Amerika. Beban bangsa itu menjadi lebih besar selama bertahun-tahun dan akibatnya, dukungan dari masyarakat Amerika sedikit demi sedikit mulai berkurang. Semakin banyak orang Amerika mulai mempertanyakan tujuan dari perang melawan Vietnam itu. selain itu, AS harus menghadapi berbagai ancaman potensial dari Uni Soviet dan sekutu-sekutunya. Hasil akhirnya adalah seperti yang telah diketahui banyak pembaca—AS harus mengakui kekalahannya dan menarik diri dari Vietnam.

Setelah kekerasan selama 18 bulan, pada akhir April 2002 perdana menteri Israel mengumumkan upaya pengumpulan dana sebesar $2,72 miliar atau 13 miliar shekel sebagai bagian dari upaya membiayai perekonomian.

Ekonomi Palestina pun tidak lebih baik. Tingkat pengangguran melejit ke angka 30% pada bulan April 2002 dan ekonomi domestik anjlog sebesar 50%.

Sesungguhnya, perang itu direncanakan sebagai perang singkat yang akan berakhir dalam waktu dua minggu.

(hlm.63)

Sayangnya, setelah pengeboman dan pertempuran dahsyat selama dua minggu, rezim Irak tidak berhasil dijatuhkan. Sebaliknya, AS mendapatkan perlawanan hebat. Selain itu, rute pasokannya yang panjang dari Kuwait ke medan pertempuran (berjarak lebih dari 380 km) terus menerus mengalami pencegatan dan serangan dari prajurit-prajurit gerilya Irak. Akibatnya, AS harus menambah jumlah prajurit lebih dari dua kali lipat (menjadi lebih dari 200.000 prajurit) untuk menanggulangi berbagai ancaman yang meningkat dan untuk mempercepat penyelesaian perang.

Kalah Karena Kelalaian

Ketika suatu bangsa terlibat dalam suatu kampanye militer yang berkepanjangan dan berada di tempat yang jauh, bangsa itu menjadi sangat rapuh karena kelalaian! Ketika para prajurit, sumberdaya, dan persenjataannya habis, para panglima perang dari daerah tetangga kemungkinan besar akan memanfaatkan kerapuhan itu.

Bila burung bangau dan remis besar berkelahi, nelayan akan mendapatkan keuntungan.

Bila belalang sembah memusatkan perhatian untuk menangkap belalang lainnya, ia tidak bisa melihat burung pipit di belakangnya.

(hlm. 64)

Strategi untuk Menghadapi Perang dengan Cepat

Kuasailah sumberdaya musuh

11 september 2001. Sebaliknya, mereka membajak pesawat komersial Amerika untuk tujuan itu.

(hlm. 65)

Sumberdaya itu sudah tersedia, tidak perlu menanggung berbagai risiko untuk mengangkut perbekalan dari negara asal, biaya operasi akan berkurang, dan musuh akan kehilangan sumberdayanya. Bila musuh tidak bisa menikmati sumberdayanya, ia kemungkinan besar akan lebih mudah menyerah.

Tanamkan kebencian pada para prajurit terhadap musuh sehingga mereka tidak ragu untuk menghantam musuh

Motivasilah para prajurit dengan mengiming-iming hadiah yang bernilai,

Selama Perang Dunia Kedua, pasukan jepang berkali-kali diindoktrinasi dan diiming-iming berbagai janji tentang harta benda yang sangat berharga di China sebelum operasi militer melawan China dimulai.

(hlm. 66)

Mendorong perilaku siap mengambil risiko di kalangan para prajurit dalam pertempuran dengan memberikan berbagai penghargaan yang sesegera mungkin dan mencolok. Strategi ini menerapkan teknik motivasi. Alasan utama untuk segera memberikan pengakuan terhadap para prajurit yang menonjol di medan pertempuran adalah untuk mendorong prajurit-prajurit lain agar melakukan hal yang sama.

 

para prajuritnya dijanjikan akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik(ironisnya, hadiah itu dalam bentuk dollar AS) ketika mereka menangkap dan membunuh setiap prajurit Amerika atau Inggris, begitu pula ketika mereka menembak jatuh semua pesawat atau helikopter.

Buatlah musuh bingung dengan menerapkan teknik tipuan

Perlakukan para tawanan perang dengan baik.

(hlm. 69)

BAB 3

SERANGAN STRATEGIS

  1. Sun Zi berkata: Pada umumnya, dalam melancarkan peperangan, menangkap seluruh bangsa secara utuh merpakan strategi yang lebih baik; menghancurkan dan meluluh-lantakan bangsa itu adalah pilihan yang lebih lemah.

(hlm. 70)

Ia adalah seorang pendukung yang kuat akan perlunya membatasi dan meminimalkan kerusakan dalam peperangan.

  1. Menangkap seluruh divisi secara utuh adalah strategi yang lebih baik; menghancurkan divisi itu adalah opsi yang lebih lemah.

Satu jun memiliki 12.250 orang perwira dan prajurit. Ini mungkin sama dengan satu divisi.

  1. Menangkap seluruh batalion secara utuh merupakan strategi yang lebih baik; menghancurkannya adalah opsi yag lebih lemah.

(hlm. 71)

Satu lu terdiri dari 500 perwira dan prajurit.

  1. Menangkap seluruh kompi secara utuh adalah suatu strategi yang lebih baik; menghancurkannya adalah opsi yang lebih lemah.

Zu, sebagaimana digunakan di sini, mengacu pada suatu unit militer, bukan prajurit biasa (bing). Satu zu terdiri dari 100 orang. Ini sama dengan satu kompi.

  1. Menangkap seluruh seksi secara utuh adalah strategi yang lebih baik; menghancurkannya adalah opsi yang lebih lemah.

Wu adalah satu seksi yang terdiri dari lima orang.

Ia menentang penghancuran total dan agresi besar-besaran.

  1. Jadi, bertempur dalam seratus pertempuran dan memenangkan bukanlah suatu cerminan strategi yang paling hebat.

(hlm. 72)

Shan zhi shan “Yang terbaik dari yang terbaik”

Ini karena berbagai kemenangan itu dapat terjadi dengan membebankan biaya yang sangat tinggi pada negara, seperti sumberdaya yang benar-benar terkuras, kerusakan bangunan yang sangat parah, beban tinggi yang ditimpakan kepada rakyat sipil, banyaknya korban dari kalangan militer, dan sebagainya. Amarah dan dendam yang semakin meningkat dari musuh yang dikalahkannya.

  1. Kemampuan untuk mengalahkan musuh tanpa pertempuran sama sekali adalah cerminan strategi yang paling hebat.
  2. Jadi, strategi yang paling hebat adalah menyerang berbagai rencana dan strategi musuh.

(hlm. 73)

  1. Strategi terbaik berikutnya adalah menyerang berbagai hubungan dan persekutuannya engan negara-negara lain.

Di zaman China kuno, misalnya, selama masa yang disebut Periode Musim Semi dan Musim Gugur (chun qiu shidai) dan Periode Negara-negara Perang (zhan guo shiqi), yang berlangsung dari tahun 770 SM sampai sekitar tahun 221 SM, ada banyak negara yang saling bertempur dengan agresif. Dalam proses itu, praktik diplomasi (wai jiao) sedang marak-maraknya. Suatu negara yang lebih kuat, dan beberapa negara mungkin akan membangun suatu persekutuan strategis untuk menggagalkan serangan dari negara lain yang lebih kuat.

“Bersahabat dengan yang jauh dan menyerang yang dekat”, “Meminjam suatu jalur lintasan untuk menyerang Guo” adalah strategi yang paling terkenal.

(hlm. 74)

  1. Strategi terbaik berikutnya adalah menyerang tentaranya.

Angkatan bersenjata AS berusaha keras menyerang segala posisi Garda Republik (pasukan elite) dalam tentara Irak sebelum berencana menyerang Baghdad, ibukota Irak.

  1. Strategi terburuk adalah menyerang kota-kota yang dikelilingi tembok.
  2. Seranglah kota-kota yang dikelilingi tembok bila tidak ada alternatif lain.

(hlm. 75 )

  1. Persiapan tameng besar, kereta penyerang, dan berbagai peralatan serta senjata penyerang lainnya paling sedikit memerlukan waktu tiga bulan.

Fen wen adalah kereta beroda empat yang digunakan untuk menyerang kota-kota.

  1. Pembangunan menara-menara pengintai akan membutuhkan tambahan waktu tiga bulan.

Menara itu dibangun lebih tinggi daripada tembok benteng kota dan digunakan sebagai menara pengintai untuk menelusuri gerakan musuh.

(hlm. 76)

  1. (dalam kondisi demikian), jenderal yang bertugas bisa kehilangan ketenangannya dan menjadi tak mampu mengendalikan kesabarannya.
  2. Jadi, bahkan jika ia (sang jenderal) memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang tembok-tembok seperti semut, sepertiga dari mereka akan terbunuh dan kota ini masih belum tertaklukan.

(hlm. 77)

  1. Ini adalah konsekuensi yang membawa malapetaka akibat melakukan serangan yang demikian.
  2. Jadi, ahli perang mampu mengalahkan pasukan musuh tanpa harus bertempur.

(hlm. 78)

  1. Ia (sang ahli perang) mampu menaklukan kota-kota dari negara lain tanpa harus melancarkan serangan.
  2. Ia (sang ahli perang) mampu merusak dan menghancurkan negara-negara orang lain tanpa melancarkan operasi militer yang berkepanjangan.
  3. Ia (sang ahli perang) akan memusatkan perhatian pada penggunaan berbagai kebijakan dan strategi yang efektif untuk menjaga agar segala sumberdaya negara itu tetap utuh, namun juga mampu bersaing dengan negara-negara lain untuk meraih kedudukan tertinggi di dunia.

(hlm. 79)

  1. Dengan demikian, para prajuritnya tidak kelelahan dan kemenangan serta perolehannya pun lengkap.
  2. Pada intinya, ini adalah seni serangan strategis.

(hlm. 80)

  1. Dengan demikian, prinsip penempatan prajurit adalah sebagai berikut: ketika berjumlah lebih besar dari musuh sepuluh dibanding satu, kepunglah ia.
  2. Ketika berjumlah lebih besar dari musuh lima banding satu,seranglah ia.
  3. Ketika berjumlah lebih besar dari musuh dua banding satu, pecah belahlah ia.

Pasukan yang satu akan menjadi pasukan langsung, yang dapat melancarkan suatu serangan dari satu arah. Pasukan kedua akan menjadi pasukan tidak langsung, yang dapat menyerang dari arah lain.

(hlm. 81)

  1. Ketika jumlahnya kurang lebih sama dengan musuh, adalah mungkin untuk menyerangnya.
  2. Ketika jumlah lebih kecil dari musuh, jadilah mampu untuk melarikan diri.

“Melarikan diri sebagai taktik terbaik”

Meski demikian, kenyataannya mungkin tidak begitu. Sebagai contoh, dalam perang gerilya, sebuah pasukan yang lebih kecil tetapi lebih gesit mampu menyerang pasukan yang lebih besar.

(hlm. 82)

  1. Ketika jumlahnya jauh lebih kecil daripada musuh, jadilah mampu untuk menghindarinya.

Liu de qing shan zai, bu chou wu chai shao, yang berarti selama pepohonan di atas gunung dipertahankan, orang tidak perlu merasa takut kekurangan kayu bakar;

Bagi seorang lelaki yang ingin menuntut balas, 10 tahun bukanlah waktu yang terlalu lama untuk menunggu.

(hlm. 82-83)

Dengan kata lain, ketika tidak ada pertemuan yang terjadi , tidak akan ada konfrontasi. Oleh karena itu, tidak perlu melarikan diri dari musuh (Baris 3.28)

(hlm. 83)

  1. Tak peduli betapa pun keras kepala, tahan banting, dan kuatnya tekad sebuah pasukan yang lebih kecil dan lebih lemah, pasukan itu akhirnya akan ditaklukkan oleh pasukan yang lebih besar dan lebih kuat.

(hlm. 84)

  1. Sekarang, sang jenderal bagaikan penjaga negara.
  2. Jika penjaganya adalah seorang yang cermat dan memerhatikan detail, negara itu akan menjadi kuat dan perkasa.

(hlm. 85)

  1. Jika penjaganya penuh dengan cacat karakter, negara itu akan menjadi lemah dan rapuh.
  2. Jadi, ada tiga jalan di mana penguasa dapat menciptakan bencana bagi pasukannya.

(hlm. 86)

  1. Ketika tidak mengetahui bahwa pasukan seharusnya tidak maju, malah memerintahkan untuk maju.

Pasukan ini terdiri dari sekitar 37.500 tentara. Di lain pihak, pasukan yang dibawah komando seorang kaisar (huang di) disebut liu jun.

Pasukan teknologi informasi (TI). Negara-negara seperti Inggris, China, Prancis, Jerman, Israel, Rusia, dan AS sangat cepat mengembangkan kemampuan perang informasi mereka.

(hlm. 87)

  1. Ketika tidak tahu bahwa pasukan seharusnya tidak mundur, malah memerintahkan untuk mundur.
  2. Ini serupa dengan campur tangan dalam komando dan gerakan militer.

(hlm. 88)

  1. Ketika tidak mengetahui urusan musuh saat berpartisipasi dan mencampuri administrasi pasukan.

Setiap pasukan pertahanan yang berani menembak jatuh pesawat-pesawat itu karena semuanya menyangkut banyak warga sipil. Dan ciri terakhir, mereka tidak takut mati, dan karena itu bersedia melakukan serangan bunuh diri.

(hlm. 89)

Membangun jejaring intelijen serta berbagai operasi rahasia lain. Pasukan rahasia.

Mengingat bahwa penguasa adalah raja, keikutsertaannya juga akan membawa suatu unsur campur tangan yang tinggi.

  1. Ini menyebabkan para perwira dan prajurit bingung dan sulit mengerti.

(hlm. 90)

  1. Ketika tidak tahu mengenai persoalan yang menyangkut pelaksanaan otoritas militer, malah melakukan campur tangan dalam pelaksanaan berbagai tanggung jawab.
  2. Ini menimbulkan kekhawatiran dan skeptisisme di benak para perwira dan prajurit.

(hlm. 91)

  1. Jika pasukan merasa bingung dan sulit mengerti , juga khawatir dan skeptis, para panglima perang dari negara-negara tetangga pasti akan menciptakan kesulitan.
  2. Ini seperti peribahasa: Suatu pasukan yang kebingungan dan kacau balau memberikan kemenangan kepada musuhnya.

Jika para perwira dan prajuritnya saling mencurigai, pada akhirnya mereka akan saling bertarung daripada bertempur melawan musuh.

(hlm. 92)

Kita hanya perlu melihat contoh dari bekas Uni Soviet, yang dahulu merupakan suatu negara yang sangat kuat. Namun, karena perpecahan, kekacaubalauan, dan kebingungan, negara itu pecah berantakan menjadi banyak negara yang lebih lemah.

  1. Jadi, ada lima cara untuk meramalkan kemenangan.
  2. Ia yang tahu kapan ia dapat terlibat dalam pertempuran dan kapan tidak melakukannya akan menang.

(hlm. 93)

  1. Ia yang memahami bagaimana menempatkan pasukan yang besar dan kecil (sesuai keadaan pertempuran) akan menang.
  2. Ia yang mampu menyatukan dirinya sendiri dengan para perwira dan prajuritnya sehingga menjadi satu pikiran, semangat, dan tujuan akan menang.

(hlm. 94)

  1. Ia yang proaktif dan memiliki persiapan yang baik, serta menunggu musuh yang tidak siap akan menang.
  2. Ia (sang jenderal) yang cakap dan tidak harus menghadapi campur tangan seorang penguasa akan menang

(hlm. 95)

  1. Kelima faktor ini memberikan kunci dan dasar pemikiran untuk meramalkan dan memahami kemenangan.

(hlm. 96)

  1. Jadi di sini dikatakan: ia yang mengenal pihak lain (musuh) dan mengenal dirinya sendiri, tidak akan dikalahkan dalam seratus pertempuran.

Sebelum dua pasukan saling berperang, mereka tidak bisa dianggap musuh. Paling-paling, keduanya adalah dua pihak yang saling bertentangan.

(hlm. 97)

Hasil perundingan itu bisa sangat tak terduga. Sebagai contoh, keduanya bisa saja memasuki suatu bentuk persekutuan yang strategis atau bahkan akhirnya menjadi mitra yang strategis.

Misalnya, konsumen, pemasok, distributor, agen, bankir, politikus, anggota serikat buruh, dan sebagainya. Jelas, mereka adalah pihak-pihak lain, bukan musuh.

(hlm. 98)

Jika musuh lebih kuat, tentu dalam perbandingan ini Anda lebih lemah. Dengan kata lain, entah apakah Anda kuat atau lemah, itu tidak tergantung dari diri Anda sendiri, tetapi musuh.

Kedua, dalam hal sumberdaya dan pasukan yang ada, Anda secara relatif statis.

Ketiga, dengan mengetahui musuh terlebih dahulu, Anda akan belajar menghindari kekuatannya dan menyerang di daerah kelemahannya.

Intinya, dalam peperangan, musuh senantiasa berubah. Sungguh, tidak ada musuh yang selalu konstan.

  1. Ia yang tidak mengenal pihak lain (musuh) tetapi mengenal dirinya sendiri memiliki suatu peluang yang seimbang untuk menang atau kalah.

(hlm. 99)

  1. Ia yang tidak mengenal pihak lain (musuh) dan dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran.

Pertama, cuaca dan dataran memengaruhi kedua belah pihak-yakni, musuh dan diri sendiri.

Kedua, bab ini adalah tentang Seranagn Strategis (mou gong) terhadap musuh, dengan demikian, Sun Zi mungkin memusatkan analisisnya pada pengenalan pihak lain (musuh) dan diri sendiri.

(hlm. 100)

Namun, jika kemungkinan untuk menang adalah nol atau hampir nol, cuaca dan dataran tidak banyak membantu. Bila Anda kalah dalam hal jumlah, persenjataan, dan peralatan dibandingkan musuh, cuaca dan dataran tidak banyak membantu Anda.

“Kenali pihak lain, kenali diri Anda sendiri, maka kemenangan Anda akan menjadi tak terbatas.

Keterangan

Menawan musuh secara utuh dan bukan menghancurkannya. Baginya, kemenangan bukan sekadar menghancurkan musuh, melainkan tentang menjadi lebih kuat.

(hlm. 101)

Carl von Clausewitz (1780—1831), misalnya, adalah seorang pendukung penggunaan pasukan untuk menghancurkan musuh secara cepat, bahkan sebelum mempelajari berbagai alternatif lain seperti perundingan. Sungguh, Clausewitz, yang karyanya dengan judul On War diterbitkan oleh istrinya pada tahunn 1832, mendekati perang dari suatu sudut pandang ilmu militer, dan logika Barat yang khas (berbagai pendapat yang dilihat dari sudut pandang “Akal”) dapat diketemukan di sepanjang tulisannya.

Menangkap Seluruhnya secara Utuh

Kebutuhan untuk mempertahankan sumberdaya dan meminimalkan pengeluaran. Karena itu, ia menyarankan suatu pilihan untuk menangkap seluruh sasaran secara utuh alih-alih menghancurkannya.

(hlm. 102)

Pertama, kemenangan mungkin datang setelah membebani diri sendiri dengan biaya tinggi, termasuk menyusutnya sumberdaya negara dengan parah (lihat banyak argumen yang disebutkan dalam Bab 2). Kedua, sementara musuh mungkin tertekan dengan kekuatan yang brutal, tidak ada jaminan Anda dapat menaklukan kehendak dan tekadnya.

Empat Tahap dalam Serangan Strategis

Menang melalui penyusunan strategi. Ini berarti mengalahkan musuh pada setiap tahap pembuatan rencana dan strategi sedemikian rupa sehingga ia bahkan tidak akan berani bergerak. Tujuan keseluruhannya didorong oleh keinginan untuk menghindari konflik bersenjata apa pun.

(hlm. 103)

Mungkin mencoba membangun suatu pasukan yang tak tertandingi sebagai suatu pencegahan terhadap musuh. Pada saat-saat lain, dengan mengetahui berbagai rencana ambisius musuh, seseorang dapat dengan cepat terlibat dalam suatu persekutuan strategis dengan kekuatan-kekuatan yang ada di sekelilingnya.

Membujuk beberapa jenderal Irak untuk menyeberang ke pihak Amerika dan menggulingkan Saddam Hussein. Upaya ini semakin dipergencar ketika perang dimulai. Tujuan dari operasi psikologis CIA sangatlah jelas, yaitu untuk menghindarkan suatu pertempuran habis-habisan melawan Irak.

(hlm. 104)

Mengacaukan berbagai persekutuan strategis

Menyerang musuh secara langsung. Hal ini mencakap mengejar panglima tertinggi, para jenderal penting, dan para perwira senior.

Ini karena  dalam peperangan zaman modern, banyak sistem persenjataan yang dikendalikan oleh komputer.

(hlm. 105)

Menyerang habis-habisan kota-kota berbenteng.

Menaklukan musuh tanpa harus bertempur

Menawan kota-kota tanpa harus menyerangnya

Menaklukan negara-negara tanpa membutuhkan waktu lama

(hlm. 106)

Aturan Bertempur

Bila jumlah pasukan Anda lebih besar daripada musuh dengan perbandingan 10:1, Anda harus mengepungnya

Bila jumlah pasukan Anda lebih besar daripada musuh dengan perbandingan lima banding satu, seranglah ia

Bila jumlah pasukan Anda lebih besar daripada musuh dengan perbandingan dua banding satu, lebih baik Anda mengalihkan perhatiannnya sebelum melancarkan serangan apa pun

Bila jumlah pasukan Anda sama dengan musuh, pasukan penyerang masih harus mempertimbangkan dengan hati-hati apakah ia akan bertempur dengan musuh

(hlm. 107)

Bila jumlah pasukan Anda lebih kecil dari musuh, kemampuan untuk melarikan diri menjadi penting

Bila jumlah pasukan Anda kalah jauh dari pasukan musuh, pilihan terbaik adalah menghindari pertemuan dengan musuh

(hlm. 108)

Mencampuri komando dan gerakan militer ketika ia tidak memiliki pengetahuan tentang masalah itu

Mencampuri administrasi angkatan bersenjata ketika ia tidak tahu-menahu mengenai urusan seperti itu

Mencampuri otoritas dan tanggung jawab militer ketikaia hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang itu

(hlm. 109)

Sun Zi dengan jelas mengakui pemisahan otoritas sipil dari kepemimpinan militer. Hubungan simbiosis mereka juga digambarkan di sini. Selama masa damai, pemerintahan sipil akan mendominasi dan menggantikan kepemimpinan militer. Namun ketika saat perang tiba, pemerintahan sipil harus belajar mengandalkan kepemimpinan militer dan menghindari campur tangan dalam hal komando dan jalannya pertempuran.

Cara Meramalkan Kemenangan

Seorang jenderal harus memiliki suatu naluri yang kuat mengenai penentuan waktu (lihat baris 3.45) dalam memutuskan kapan waktu yang tepat untuk bertempur melawan musuh.

(hlm. 110)

Seorang jenderal harus tahu bagaimana menempatkan berbagai tipe dan ukuran pasukan yang berbeda-beda

Seorang jenderal harus mampu mempersatukan para prajurit dan perwiranya

Seorang jenderal harus siap dan proaktif

Seorang jenderal harus mampu melaksanakan komando sepenuhnya tanpa campur tangan politis

Kenali Pihak Lain, Kemudian Kenali Diri Sendiri

Kenali diri sendiri, kenali pihak lain; seratus pertempuran, seratus kemenangan.

(hlm. 111)

Perkataan di atas sering dibutuhkan dengan Sun Zi. Ini tidak tepat. Sebenarnya, perkataan itu dipopulerkan oleh Mao Ze-dong, mendian pemimpin China.

(hlm. 113)

BAB 4

PENYUSUNAN BALA TENTARA

Xing dapat memiliki banyak arti, tergantung pada keadaan di mana kata itu dapat berarti perubahan (xian bian), formasi dan struktur (xing shi), situasi (xing shi), kondisi (xing tai), postur (xing xiang), penyusunan (xing zhuang), dan gambaran/citra (xing xiang).

  1. Sun Zi mengatakan bahwa pada zaman kuno, orang yang terampil dalam peperangan memastikan bahwa mereka tidak akan terkalahkan dan kemudian menanti peluang untuk mengalahkan musuh.

(hlm. 114)

  1. Kemampuan untuk mencegah kekalahan tergantung pada diri sendiri, sementara peluang untuk menang tergantung pada musuh.
  2. Jadi, orang-orang yang terampil dalam peperangan dapat memastikan bahwa mereka tidak akan terkalahkan oleh musuh, tetapi tidak akan terkalahkan oleh musuh, tetapi tidak akan mampu memastikan kemenangan atas musuh.

(hlm. 115)

  1. Dengan demikian, dikatakan bahwa seseorang mungkin mampu meramalkan kemenangan, tetapi tidak serta-merta mampu memperolehnya.

Bu ke qiang qiu yang berarti seseorang tidak bisa menuntut dengan menggunakan kekerasan.

  1. Orang-orang yang tidak bisa menang harus bertahan.

(hlm. 116)

  1. Orang-orang yang mempu menang harus menyerang.
  2. Bertahanlah ketika kekuatan dan sumber daya tidak mencukupi.

(hlm. 117)

  1. Seranglah bila pasukan dan sumberdaya Anda lebih dari berlimpah.

(hlm. 118)

  1. Seorang ahli pertahanan mampu menyembunyikan pasukannya dengan berbagai cara dan tempat yang paling rahasia di Bumi.

(hlm. 119)

Jiu quan secara harfiah berarti sembilan mata air.

Jiu long secara harfiah berarti sembilan naga, dan jiu ling zhi zun digunakan untuk menunjuk kepada kaisar.

Jiu niu yi mao secara harfiah berarti sehelai rambut dari sembilan sapi (kulit binatang).

(hlm. 120)

  1. Seorang ahli penyerangan mampu menempatkan para prajuritnya dengan cara yang ada di luar pemikiran siapa pun.
  2. Dengan demikian, ia tidak saja mampu mendapatkan keamanan terbesar bagi dirinya sendiri, tetap juga mempu mengamankan kemenangan yang paling sempurna (terhadap musuh).

(hlm. 121)

  1. Meramalkan suatu kemenangan yang tidak dapat melampaui apa yang bisa diketahui oleh setiap orang biasa bukanlah tanda dari seorang ahli strategi militer besar.
  2. Memenangkan suatu pertempuran yang membutuhkan perjuangan keras dan dipuji oleh masyarakat juga bukanlah tanda seorang ahli peperangan.

(hlm. 122)

  1. Ini seperti menanggalkan sehelai rambut di musim gugur-ini bukanlah indikasi kekuatan yang hebat.
  2. Dapat melihat Matahari dan Bukan bukanlah petunjuk bagi visi yang jelas.

(hlm. 123)

  1. Mampu mendengarkan suara deru petir bukanlah petunjuk dari pendengaran yang tajam.

(hlm. 124)

  1. Yang dimaksud oleh para orang bijak zaman dahulu dengan orang yang ahli berperang adalah seseorang yang unggul dan memperoleh berbagai kemenangan dengan memilih musuh yang dapat dengan mudah ditaklukan.
  2. Jadi, orang yang ahli berperang meraih kemenangan tanpa menjadi dikenal karena kebijaksanaan dan reputasinya, begitu pula karena keberanian dan jasanya.

(hlm. 125)

Dengan kata lain, ahli perang yang sebenarnya adalah orang yang “tidak berwajah”. Inilah sebabnya ia tidak dikenal, dan karena itu, ia juga semakin tidak mudah diserang. Hal ini membuat musuhnya lebih sulit mengukur siapa ia dan apa yang ada di dalam pikirannya. Demikianlah kebenaran dan kehausan tertinggi dari nasihat ini!

  1. Jadi, ia memenangkan pertempuran dengan percaya diri dan tanpa membuat kesalahan.
  2. Ia tidak melakukan kesalahan karena ia mengambil berbagai tindakan, kebijakan, dan strategi yang pasti mengarah pada kemenangan.
  3. Ia menang karena ia memilih untuk bertempur dengan musuh yang telah ada dalam posisi kalah.
  4. Karena itu, orang yang ahli berperang menempatkan deirinya sendiri dalam posisi di mana kekalahan tidak mungkin terjadi, dan ia tidak kehilangan satu peluang pun untuk mengalahkan musuh.

(hlm. 126)

  1. Dengan demikian, suatu pasukan yang menang memastikan bahwan ia akan menang, bahkan sebelum ia maju bertempur.
  2. Suatu pasukan yang kalah terlibat dalam pertempuran lebih dahulu dan kemudian berusaha mendapatkan kemenangan.

(hlm. 126-127)

Karena tidak mengadakan persiapan yang cukup untuk bertempur, tidak mengenal musuh dengan baik, tidak mengetahui bagaimana memanfaatkan cuaca serta dataran yang dapat menguntungkannya, dan sebagainya.

(hlm. 127)

  1. Orang yang ahli berperang tidak saja mengembangkan kode moralnya tetapi juga memelihara hukum dan ketertiban.
  2. Dengan cara ini, ia mampu mengembangkan berbagai kebijakan yang menentukan kemenangan dan kekalahan dalam perang.

(hlm. 128)

  1. Sekarangmah dalam peperangan, evaluasi harus dilakukan sebagai berikut: Pertama, memperkirakan tingkat kesulitan; kedua, menilai cakupan operasi; ketiga, menghitunf kekuatan sendiri; keempat, membandingkan kekuatan; dan kelima, menetapkan peluang untuk menang.

(hlm. 129)

  1. Berdasarkan sifat dataran, derajat kesulitan (bagi operasi militer) diperkirakan.
  2. Berdasarkan perkiraan tentang derajat kesulitan, cakupan dari operasi (bagi gerakan militer) ditaksir.
  3. Berdasarkan penaksiran cakupan operasi, perhitungan tentang kekuatan sendiri (yang akan dikerahkan untuk operasi militer) dilakukan.

(hlm. 130)

  1. Berdasarkan perhitungan atas kekuatan sendiri, perbandingan dievaluasi dalam hubungannya dengan kekuatan musuh.
  2. Berdasarkan perbandingan kekuatan dari kedua belah pihak, peluang untuk menang dapat ditentukan.
  3. Jadi, suatu pasukan yang jaya itu seperti seorang berbobot sangat berat yang diadu dengan musuh yang berbobot sangat ringan.

(hlm. 131)

Menurut catatan kuno, 24 yi sama dengan satu ons-nya China, dan 24 ons China (liang) sama dengan satu zhu. Jadi, satu zhu sama dengan 576 yi.

  1. Suatu pasukan yang kalah itu seperti seorang berbobot sangat ringan yang melawan musuh dengan bobot sangat berat.

(hlm. 132)

Sebagaimana dikatakan oleh Sun Zi, jika musuh jauh lebih unggul daripada Anda, lebih baik menghindarinya dan mencari jalan untuk meloloskan diri darinya.

  1. Orang yang ahli berperang mampu memeriintahkan dan mengarahkan prajuritnya untuk bertempur seperti pancaran kuat dari air yang terjun ke bawah dengan cepatnya dari ketinggian ribuan kaki. Demikianlah penyusunan dari suatu pasukan yang kuat dan jaya.

(hlm. 133)

Ren adalah suatu pengukuran China kuno untuk mengukur panjang atau tinggi yang berasal dari Zaman Zhou (zhou shi dai), sekitar 1100—221 SM. Periode Musim Semi dan Musim Gugur (chun qiu shi dai) tahun 770—476 SM dan periode Negara-negara Perang (zhan guo shi dai) tahun 475—221 SM adalah masa-masa dalam Periode Zhou (zhou shi dai). Menurut catatan China, 1.000 ren (qian ren) sekarang sama dengan 6.480 kaki atau sekitar 2.073 m.

(hlm. 136)

Tanda-tanda Seorang Ahli Strategi Besar

Memilih musuh yang dapat ditaklukan dengan mudah

(hlm. 137)

Ia sangat berhati-hati, tidak melakukan kesalahan

Ia terampil memanfaatkan setiap momentum

Kedua, di samping prestasinya yang luar biasa, seorang ahli strategi besar tetap menjadi seorang yang relatif tidak dikenal.

Karena ia jarang membuat kesalahan dan menang melalui memainkan strategi serta perencanaan yang terinci, musuhnya jarang mampu melihatnya beraksi di medan pertempuran.

(hlm. 139)

BAB 5

PASUKAN

  1. Sun Zi berkata: Mengelola pasukan besar sama dengan mengelola pasukan kecil.

(hlm. 140)

  1. Ini adalah masalah organisasi dan struktur.
  2. Mengarahkan dan mengendalikan suatu pasukan besar serupa dengan mengarahkan dan mengandalikan suatu pasukan kecil.

(hlm. 141)

  1. Ini adalah masalah formasi, komunikasi, dan isyarat.
  2. Kenyataan bahwa seluruh pasukan dapat menahan segala serangan musuh tanpa menderita kekalahan sama sekali adalah karena penggunaan berbagai strategi, pasukan, dan pendekatan secara langsung dan tidak langsung.

(hlm. 142)

  1. Ketika pasukan dipusatkan untuk menyerang musuh, pasukan itu harus seperti batu keras yang dilemparkan ke telur-telur.

(hlm. 143)

Ini karena melalui pemusatan pasukan, kekuatan dan daya mereka meningkat luar biasa besar.

  1. Ini adalah penerapan prinsip menggunakan kekuatan untuk menghantam kelemahan.

(hlm. 144)

  1. Dalam pertempuran, gunakanlah pasukan langsung untuk bertempur melawan musuh, dan pasukan tidak langsung untuk menang.

(hlm. 145)

  1. Jadi, seorang ahli perang mampu menggunakan berbagai pendekatan, strategi, dan tentara tidak langsung dalam banyak cara yang tidak terbatas, seperti kekuatan dan unsur alam yang selalu berubah serta seperti sungai dan kali yang mengalir tiada hentinya.

(hlm. 146)

  1. Mereka berakhir dan mulai lagi seperti peran yang senantiasa berubah dari Matahari dan Bulan.

(hlm. 147)

  1. Mereka mati dan bangkit lagi sama seperti perubahan empat musim.

Musim semi (chun), musim panas (xia), musim gugur (qiu), dan musim dingin (dong).

  1. Hanya ada lima nada musik dasar tetapi kombinasi dan perubahan urutan dari kelimanya menghasilkan lembar-lembar musik yang begitu bervariasi sehingga mustahil didengarkan semuanya.

Lima nada musik pada zaman China kuno dikenal sebagai gong, shang, jiao, zhi, dan yu. Selama Dinasti Tang (618—907 SM), kelima nada itu disebut he, si,yi, chi, dan gong. Kelima nada ini sesuai dengan nada pertama, kedua, ketiga, kelima, dan keenam dari alat musik modern.

Wu fang yang mengacu pada lima arah, yakni timur (dong), barat (xi), selatan (nan), utara (bei), dan tengah (zhong yang)

(hlm. 148)

Wu guan yang mengacu pada lima bagian tubuh, yakni, telinga (er), mata (mu), mulut (kou), hidung (bi), dan tubuh (shen)

Wu jin yang mengacu pada lima logam, yakni emas (jin), perak (yin), tembaga (tong), besi (tie), dan timah (xi)

Wu xing yang mengacu pada lima unsur alam, yakni logam (jin), kayu (mu), air (shui), api (huo), dan bumi (tu)

  1. Hanya ada lima warna utama tetapi campuran dan paduan kelimanya menghasilkan begitu banyak gambar sehingga kita tidak mungkin memandang semuanya.

Wu se mengacu pada lima warna utama, yaitu hijau (qing), kuning (huang), merah (chi), putih (bai), dan hitam (hei). Kedua kata terakhir ini telah menginspirasi banyak frasa lain dalam bahasa China, seperti wu guang shi se , wu cai bin fen, wu yan liu se, dan wu se ban lan.

  1. Hanya ada lima rasa dasar tetapi perpaduan dan percampuran dari semua itu menghasilkan begitu banyak rasa sehingga tidak mungkin merasakan semuanya.

(hlm. 149)

Keempat  anggota tubuh (kedua tangan dan kaki) dan kepala korban diikat dengan tali yang masing-masing diikatkan pada seekor kuda.

(hlm. 150)

Wu ti tou di mengacu pada postur bersujud di mana kedua tangan, kedua lutut, dan kepala harus menyentuh lantai. Sekarang, ungkapan ini digunakan untuk mencerminkan penghormatan tertinggi yang dapat diperoleh seseorang dari orang lain.

  1. Dalam keadaan dan kondisi pertempuran apa pun, hanya ada pendekatan dan pasukan yang langsung dan tidak langsung.
  2. Bagaimanapun juga, kemungkinan kombinasi, perubahan, dan manuver antara (pendekatan dan pasukan) yang langsung dan yang tidak langsung adalah tidak terbatas dan melampaui pemahaman.

(hlm. 151)

  1. (pendekatan dan pasukan) yang langsung dan tidak langsung mendukung dan memperkuat satu sama lain.
  2. Interaksi dan kombinasi keduanya adalah sama seperti dua cincin yang saling terkait di mana segala kemungkinan awal dan akhir dari keduanya tidak pernah dapat ditentukan.
  3. Bila air yang menyembur sangat deras melemparkan bebatuan dan mendorong batu-batu besar, ini karena kekuatan yang diciptakan oleh daya geraknya.

(hlm. 152)

  1. Ketika serangan ganas dari seekor rajawali menghancurkan tubuh mangsanya, ini karena serangan itu dilakukan pada momen dan penentuan waktu yang tepat.

(hlm. 153)

  1. Jadi, kekuatan dan daya gerak dari seorang ahli perang begitu besar dan ganas, dan pemilihan waktunya dalam menyerang sangat tepat dan cepat.

(hlm. 154)

  1. Cara berdiri dan kekuatan (potensial)-nya seperti busur yang di regangkan sepenuhnya, dan pemilihan waktunya tepat seperti dilepaskannya pemicu (dari busur).
  2. Di tengah ketidakteraturan dan kekacauan perang, sementara prajurit harus bertempur di dalam situasi yang kacau balau, mereka harus tetap tertib dan terkendali.

(hlm. 155)

  1. Di tengah kebingungan dan kekacaubalauan pertempuran, seorang (jenderal) harus tetap mampu mengerahkan para prajurit dari segala arah dan menempatkan mereka sedemikian rupa sehingga mereka tak dapat dikalahkan.

(hlm. 156)

  1. Untuk berpura-pura kacau balau (di hadapan musuh dalam pertempuran), seseorang harus memiliki disiplin yang ketat.

(hlm. 157)

  1. Untuk berpura-pura menjadi pengecut (di hadapan musuh), seseorang harus memiliki keberanian yang besar.
  2. Untuk berpura-pura lemah dan rapuh (di hadapan musuh), seseorang harus memiliki pasukan yang sangat unggul.
  3. Keteraturan atau kekuasaan bergantung pada organisasi dan struktur.

(hlm. 158)

  1. Keberanian atau kepengecutan bergantung pada postur dan keadaan.
  2. Kekuatan atau kelemahan bergantung pada formasi dan penyusunan pasukan.

(hlm. 159)

  1. Jadi, seorang ahli perang memanipulasi gerakan musuh dengan menciptakan berbagai keadaan dan situasi sedemikian rupa sehingga musuh akan mengikuti.
  2. Pikatlah musuh dengan memberikan sesuatu yang pasti diinginkannya.

(hlm. 160)

  1. Pikatlah musuh untuk bergerak dengan berbagai keuntungan yang diinginkannya dan kemudian gunakanlah tentara yang bersembunyi untuk menanti dan menyergapnya.
  2. Jadi, seorang ahli perang mencari kemenangan dari berbagai situasi serta kondisi pertempuran dan tidak semata-mata mengandalkan segala upaya para perwira dan prajuritnya.

(hlm. 161)

  1. Dengan demikian, ia mampu meraih orang-orang yang tepat (para perwira dan prajurit) dan memercayai mereka untuk mengeksploitasi berbagai situasi dan kondisi pertempuran.

(hlm. 162)

  1. Orang yang mengetahui bagaimana mengeksploitasi situasi dan kondisi pertempuran mampu memimpin prajurit-prajuritnya dalam pertempuran seperti menggelindingkan batang kayu dan batu besar.

(hlm. 163)

  1. Sifat kayu gelondong dan batu besar adalah sedemikian rupa sehingga ketika keduanya berada di tempat yang rata, mereka akan tetap diam, ketika keduanya berada di dataran yang tidak rata dan miring, mereka akan bergerak.

(hlm. 164)

  1. Jika mereka berbentuk segi empat, mereka berhenti bergerak; jika mereka berbentuk bulat, mereka menggelinding.

(hlm. 165)

  1. Jadi, seorang ahli perang menciptakan berbagai situasi, postur dan daya gerak yang menyerupai batu besar yang sangat tinggi di pegunungan; inilah yang dimaksudkan dengan kekuatan yang diciptakan oleh suatu pasukan yang dipimpin dengan baik.

(hlm. 171)

BAB 6

KELEMAHAN DAN KEKUATAN

Hal ini sangat bertentangan dengan Barat di mana orang cenderung berbicara tentang kekuatan sebelum kelemahan. Ini merupakan perbedaan budaya yang berarti dan penting dalam penyajian, yang layak mendapatkan perhatikan. Orang China memulai dengan menjadi lemah dan rendah hati sebelum memperhatikan kekuatan mereka dan mencari berbagai peluang.

(hlm. 172)

  1. Sun Zi berkata: orang-orang yang tiba pertama di medan pertempuran akan memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk melawan musuh.

(hlm. 173)

  1. Orang yang terlambat tiba di medan pertempuran akan harus terburu-buru masuk ke dalam pertempuran padahal tenaga mereka sudah terkuras.
  2. Jadi, seorang ahli perang berupaya mengendalikan dan memanipulasi musuh alih-alih dikendalikan dan dimanipulasi oleh musuh.

(hlm. 174)

  1. Ia dapat menyebabkan musuhnya tiba seturut keinginannya dengan memikatnya dengan berbagai keuntungan.

(hlm. 175)

  1. Ia mencegah kedatangan musuh dengan menciptakan berbagai bahaya dan kerugian (potensial).
  2. Jadi ketika musuh beristirahat dengan baik, buatlah ia tertekan dan lelah.

(hlm. 176)

  1. Bila ia memiliki persediaan makanan yang cukup, buatlah ia kelaparan.
  2. Bila ia berkemah dengan baik dan merasa nyaman, pancinglah ia agar pindah.
  3. Seranglah tempat-tempat di mana musuh harus buru-buru menyelamatkan diri.

(hlm. 177)

  1. Bergeraklah dengan cepat di rute-rute di mana musuh paling tidak menyangka.
  2. Suatu pasukan dapat melakukan perjalanan sejauh seribu mil tanpa merasa tertekan dan terkuras tenaganya karena pasukan itu bergerak di tempat-tempat di mana tidak ada musuh.

(hlm. 178)

  1. Agar yakin dapat menangkap apa yang Anda serang, seranglah tempat yang tidak dipertahankan musuh atau di mana pertahanannya lemah.
  2. Agar yakin dapat mempertahankan apa yang Anda pertahankan hendaknya Anda mempertahankan sebuah tempat di mana musuh tidak memiliki keberanian untuk menyerang atau tempat di mana pertahanan yang ada sangat kuat untuk menghadapi serangan.

(hlm. 179)

  1. Jadi, si ahli serangan menyerbu tempat-tempat di mana musuh tidak mengetahui cara untuk bertahan.
  2. Sang ahli pertahanan melindungi tempat-tempat di mana musuh tidak tahu bagaimana untuk menyerang.
  3. Demikianlah kerumitan dan kehalusan seorang ahli perang sehingga ia seolah tak terlihat dan tanpa jejak.

(hlm. 180)

  1. Demikianlah misteri dan mitos seorang ahli perang bahwa ia tidak terdengar ataupun terdeteksi.

(hlm. 181)

  1. Sungguh, ia dapat menjadi orang yang menentukan nasib musuh.
  2. Ia mampu tanpa perlawanan apa pun karena ia mempercepat laju di sepanjang daerah (dan rute) yang tidak dipertahankan oleh musuh.

(hlm. 182)

  1. Ia mampu mundur tanpa dikejar karena ia menarik diri dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada musuh.

(hlm. 183)

  1. Jadi, ketika saya berhasrat untuk pergi berperang, musuh, meskipun berada di belakang tembok-tembok yang tinggi dan parit-parit yang dalam, tidak akan memiliki pilihan kecuali bertempur melawan saya.
  2. Ini karena saya memilih untuk menyerang daerah-daerah yang harus ia selamatkan dan lindungi.

(hlm. 184)

  1. Ketika saya memutuskan untuk tidak bertempur, meskipun saya mungkin menduduki suatu tempat dan tidak membangun pertahanan apa pun (seperti sekadar menarik garis demarkasi di tanah untuk mempertahankannya), musuh masih tidak akan mampu melancarkan perang melawan saya.

(hlm. 185)

  1. Ini karena saya (menggunakan berbagai taktik dan tipu muslihat yang) bertentangan dengan aturan normal pertempuran dan mencegahnya agar tidak meraih tujuan yang ia inginkan.

(hlm. 186)

  1. Jadi, jika saya dapat menyingkapkan susunan musuh sementara tetap menyembunyikan diri sendiri, saya dapat tetap menjaga pasukan saya tetap terpusat dan menyatu, dan memaksa pasukan musuh untuk terpecah-belah dan tercerai-berai.
  2. Jika saya dapat memusatkan dan menyatukan semua prajurit saya di sebuah tempat sementara prajurit musuh terpencar di sepuluh tempat yang berbeda, saya dapat menggunakan seluruh kekuatan saya untuk melawan sepersepuluh pasukannya.
  3. Jadi, saya akan menjadi pasukan yang unggul dalam hal jumlah dan lebih kuat dan ia akan menjadi pasukan yang lebih kecil dan lebih lemah.

(hlm. 187)

  1. Jika saya dapat menggunakan pasukan yang lebih kecil dan lemah, musuh yang bertempur melawan saya itu pasti akan dapat dikalahkan dengan mudah.
  2. Musuh tidak boleh mengetahui tempat (medan pertempuran) di mana saya bermaksud menyerang.

(hlm. 188)

  1. Jika musuh tidak tahu di mana tempat saya ingin menyerang, ia harus mempertahankan banyak tempat.
  2. Semakin banyak tempat yang dipertahankan oleh musuh, semakin terpencarlah pasukannya, dan semakin lemahlah pasukannya di titik yang akan saya serang.
  3. Jika ia memperkuat garis depan, ia akan memperlemah bagian belakang.

(hlm. 189)

  1. Jika ia mempertahankan bagian belakang, bagian depannya akan menjadi rapuh.
  2. Jika ia mempersiapkan bagian kirinya, ia akan memperlemah bagian kanannya.
  3. Jika ia memperkuat bagian kanannya, ia akan memperlemah bagian kirinya.
  4. Jika ia mencoba mempertahankan setiap tempat, ia akan sangat rentan di setiap tempat.

(hlm. 190)

  1. Inferioritas atau kelemahan dalam hal jumlah berarti Anda harus siap melawan musuh.
  2. Keunggulan atau kekuatan dalam hal jumlah berarti musuh harus bersiap melawan Anda.
  3. Jika Anda mengetahui lokasi medan pertempuran dan tanggal pasti bagi pertempuran, pasukan Anda dapat melakukan perjalanan seribu mil dan tetap siap untuk bertempur.

(hlm. 191)

  1. Jika Anda tidak mengetahui lokasi medan pertempuran dan tanggal persis bagi pertempuran, maka pasukan di sayap kiri Anda tidak dapat menyelamatkan pasukan di sayap kanan (bila mereka dalam kesulitan).

(hlm. 192)

Pada zaman China kuno, suatu pasukan yang sedang bergerak biasanya dibagi menjadi empat kelompok umum, yakni, barisan depan (pasukan deoan yang biasanya terdri dari prajurit elite); barisan belakang (ini adalah pasukan cadangan dan pendukung), sayap kiri, dan sayap kanan.

  1. Pasukan sayap kanan tidak akan mampu membantu pasukan sayap kiri (ketika mereka ada dalam kesulitan), pasukan depan tidak dapat memperkuat pasukan belakang, dan pasukan belakang tidak dapat menolong pasukan depan.

Pada zaman kuno, barisan depan akan berada bebrapa mil di depan barisan utama.

(hlm. 193)

  1. Masalah ini bahkan lebih rumit lagi mengingat pasukan terjauh mungkin berada pada jarak puluhan mil, dan pasukan terdekat terpisah beberapa mil jauhnya.

(hlm. 194)

  1. Menurut analisis dan evaluasi saya, rakyat Kerajaan Yue mungkin memiliki pasukan yag amat besar, tetapi apakah keunggulan dalam hal jumlah ini secara otomatis berarti mereka akan mendapatkan keuntungan tertentu dalam memenangkan pertempuran?

(hlm. 195)

Kerajaan Yue ada pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur (chun qiu shi qi) pada kurun waktu 770 –476 SM. Menurut catatan sejarah, Sun Zi telah memberikan nasihat militer kepada Kerajaan Wu yang merupakan musuh utama Kerajaan Yue.

(hlm. 196)

Sun Zi Bingfa adalah suatu karya tulis militer yang ditulis oleh Sun Wu dan diberikan sebagai hadiah kepada Kaisar He Lu dari kerajaan Wu (Wu Wang He Zu) pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur (chun qiu shi dai).

  1. Jadi saya katakan: Kemenangan dapat kita ciptakan.
  2. Meskipun musuh mungkin memiliki pasukan yang lebih besar dan lebih kuat, ia dapat dicegah dari berperang .

(hlm. 197)

Memang, inilah persisnya yang dilakukan oleh Vietkong terhadap Amerika selama Perang Vietnam di akhir tahun 1960-an sampai 1970-an, dan yang dilakukan oleh para pejuang Afganistan terhadap tentara Uni Soviet pada tahun 1980-an.

  1. Karena itu, buatlah taktik untuk mengetahui rencana dan strategi musuh sehingga dapat mengetahui kemungkinan kemenangan mereka (atas kita).

(hlm. 198)

  1. Pancinglah ia untuk mengetahui alasan dan dasar gerakan serta tindakannya.

48 singgaplah susunan tentaranya untuk mengetahui kerentanan tempat (yang ia duduki).

  1. Lontarkan beberapa pertandingan melawan musuh untuk mengetahui bidang kekuatan dan kelemahannya.

(hlm. 199)

  1. Keterampilan tertinggi dalam penempatan pasukan adalah memastikan agar pasukan tidak memiliki formasi dan susunan yang tetap atau terus-menerus sama.

(hlm. 200)

  1. Tanpa formasi yang dapat diketahui dengan pasti, bahkan seorang mata-mata yang berhasil menyusup paling dalam dan penuh perhatian sekalipun tidak akan mampu menyelidiki dan memahami dan seorang ahli strategi yang paling bijaksana sekalipun tidak akan mampu membongkar rencana atau rencana rahasia Anda untuk melawan Anda.

(hlm. 201)

  1. Kemenangan yang dicapai sebagai hasil dari menyesuikan diri dengan keadaan musuh tidak akan pernah dipahami oleh para prajurit (bahkan ketika ini disaksikan oleh mereka).

(hlm. 202)

  1. Setiap orang mungkin mengetahui formasi yang saya gunakan untuk mendapatkan kemenangan.
  2. Namun, tak seorang pun akan mengetahui segala jalan, metode, dan alasan di balik cara saya saat berusaha menciptakan kemenangan itu.

(hlm. 203)

  1. Karena itu, kemenangan yang dicapai dari setiap pertempuran terjadi karena berbagai strategi dan taktik yang tidak pernah diulang.
  2. Sebaliknya, semua (strategi dan taktik) bervariasi sesuai keadaan dengan berbagai kemungkinan yang tak terbatas.
  3. Prinsip yang mendasari penempatan militer dapat disamakan dengan air.

(hlm. 204)

  1. Ini adalah berbagai karakteristik yang melekat pada air yang mengalir untuk menghindari tempat tinggi dan bergerak cepat ke arah bawah.
  2. Dengan cara yang sama, susunan dan penempatan suatu pasukan harus menghindari kekuatan dan menyerang kelemahan.
  3. Sama seperti air mengendalikan alirannya sesuai dengan karakteristik daratan, sebuah pasukan harus menciptakan kemenangannya sesuai situasi musuh.

(hlm. 205)

  1. Jadi, dalam pelaksanaan perang, tidak ada situasi dan kondisi yang tetap, sama seperti air tidak memiliki bentuk dan konfigurasi yang terus-menerus sama.

(hlm. 206)

  1. Orang yang meraih berbagai kemenangan dengan menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi dan situasi musuh yang senantiasa berubah dapat dianggap sebagai seorang tokoh terkenal di dalam peperangan.

(hlm. 207)

  1. Jadi, tidak ada jaminan kemenangan di antara lma unsur alam.

(hlm. 207-208)

Dalam siklus produktif, setiap unsur mendukung yang lain dan semuanya membentuk suatu siklus kehidupan. Jadi, air memberikan kehidupan kepada kayu (shui sheng mu) seperti pohon dan tanaman, kayu digunakan untuk menciptakan api (mu sheng huo), api meninggalkan abu dan nutrisi yang menyuburkan tanah atau Bumi (huo sheng tu), Bumi pada gilirannya mengandung dan memproduksi logam (tu sheng jin), dan logam-seperti pada wadah- digunakan untuk menampung air (jin sheng shui), air memberikan kehiduppan bagi kayu (shui sheng mu) dan siklus produktif pun berlanjut

Jadi, air mematikan api (shui ke huo), api melelehkan logam (huo ke jin), logam memotong kayu (jin ke mu), kayu memakan tanah (mu ke tu), tanah atau Bumi menghisap air (tu ke shui), air mematikan api (shui ke huo), dan lingkaran destruktif pun berlanjut.

  1. Tidak ada yang permanen bagi setiap musim dari empat musim yang ada.

(hlm. 209)

  1. Ada hari-hari yang pendek dan hari-hari yang panjang.

Sebagai contoh, pada musim panas, siang hari cenderung sangat panjang dengan Matahari yang terbenam sangat larut, yaitu pada pukul 21.00 atau 22.00. sebaliknya, siang hari menjadi sangat pendek saat musim dingin ketika Matahari tenggelam lebih awal yaitu pukul 16.00.

  1. Ada perubahan bentuk Bulan di sepanjang bulan.

(hlm. 210)

Perubahan sungguh merupakan bagian kehidupan Bulan dan tak seorang pun dapat menghentikannya.

Keterangan

Jack Welch, CEO General Motors yang terkenal: “Jika Anda tidak memutuskan masa depan Anda sendiri, orang lain yang akan melakukannya bagi Anda.”

(hlm. 225)

BAB 7

MANUVER MILITER

  1. Sun Zi berkata: Dalam setiap operasi militer, jenderal pertama-tama akan mendapatkan perintah dari penguasanya.

(hlm. 226)

  1. Ia kemudian mengumpulkan prajurit dan memobilisasi warga negara (rakyat).
  2. Ia harus menyelaraskan (kepentingan dari) kelompok-kelompok yang berbeda ini dan membangun hubungan dan persaudaraan mereka dengan menempatkan mereka bersama dalam perkemahan.

(hlm. 227)

  1. Namun, tak satu pun dari hal-hal ini yang lebih sulit daripada manuver militer (yang ditujukan untuk mendapatkan kemenangan melawan musuh).

(hlm. 228)

  1. Kesulitan dalam seni bermanuver adalah mengubah rute yang sulit dan berat menjadi akses langsung (menuju musuh), dan mengubah keadaan yang membawa bencana menjadi situasi yang menguntungkan.

(hlm. 229)

Sesungguhnya, dalam Perang Dunia Kedua, para prajurit Inggris yang ditugasi untuk mempertahankan pulau Singapura sepenuhnya tidak menyadari adanya pasukan Jepang yang menyerang dengan menerapkan strategi ini. Tentara Inggris sama sekali tidak pernah membayangkan dan intelijen mereka pun tidak mampu memahami bahwa pasukan Jepang akan menyerang Singapura melalui Semenanjung Melayu. Rute melalui hutan belantara semenanjung itu sulit, berat, dan berbahaya untuk dilintasi. Hutan belantara di Semenanjung Melayu pada waktu tidak hanya penuh dengan wabah malaria, tetapi juga binatang buas, termasuk harimau. Akibatnya, tentara Inggris mengarahkan semua moncong senjatanya ke selatan karena mereka mengharapkan tentara Jepang akan menyerang dari laut. Namun, rute utara melalui hutan belantara Semenanjung Melayu, meskipun berat dan berbahaya adalah rute yang paling langsung. Rute itu juga merupakan rute yang paling langsung. Rute itu juga merupakan rute yang paling tidak diharapkan untuk dilalui. Tak heran, ketika pasukan Jepang muncul di pulau Singapura, tentara Inggris sedang tidur, dan pulau itu pun dapat direbut dengan mudah dan cepat.

(hlm. 230)

Dalam salah satu kisah, jenderal Qin yaitu Zhang Han diperintahkan untuk menaklukan negara Zhao. Kaisar dari negara Chu kemudian mengirimkan Jenderal Song Yi dan Xiang Yu untuk menyelamatkan negara Zhao. Namun, Song Yi begitu ketakutan sehingga ia tidak berani bergerak. Sebaliknya, ia memrintahkan pasukannya untuk berkemah di Zhanghe, selama lebih dari 40 hari. Merasa sangat kecewa atas sikap pengecut itu, Xiang Yu membunuh Song Yi dan menggerakkan pasukannya menyebrangi sungai untuk masuk ke medan pertempuran. Ketika menyeberangi Zhanghe, ia memerintahkan agar semua ketel dibanting dan semua perahu dihancurkan. Ia mengizinkan setiap prajurit untuk membawa bekal makanan hanya untuk tiga hari pertempuran. Ini untuk membawa bekal makanan hanya untuk tiga hari pertempuran. Ini untuk menunjukkan kepada mereka bahwa satu-satunya cara untuk dapat tetap hidup adalah benar-benar menghancurkan pasukan Qin. Tindakan ini meningkatkan semangat tempur pasukannya. Maka, setelah sembilan pertempuran yang menentukan di kota Julu, pasukan Xiang Yu menang dan namanya mendapat tempat dalam sejarah China.

  1. Jadi, majulah dengan menggunakan rute yang tidak langsung, dan pikatlah musuh dengan menawarkan berbagai keuntungan kecil sebagai umpan.

(hlm. 232)

  1. Dengan demikian, sementara Anda mungkin berangkat lebih lambat daripada musuh, Anda akan tiba lebih awal daripada dia.
  2. Orang yang mengetahui bagaimana melakukan hal ini memahami penggunaan berbagai strategi langsung dan tidak langsung.
  3. Jadi, dalam bermanuver ada berbagai keuntungan yang dapat diperoleh begitu pula bahaya serta bencana.

(hlm. 233)

  1. Orang yang mencoba memobilisasi suatu pasukan yang siap dan bersenjata lengkap untuk mengejar keuntungan dan perolehan akan terlambat dalam mendapatkan semua itu.

(hlm. 234)

  1. Orang yang mengirimkan suatu pasukan yang diperlengkapi seadanya untuk mengejar keuntungan dan perolehan kemungkinan besar akan dengan parah kehilangan perbekalan dan pasokan (di markasnya).

(hlm. 235)

  1. Suatu pasukan bisa saja membungkus dan menyimpan baju besi tentara (dan menggantikannya dengan seragam ringan) supaya dapat bergerak maju dengan cepat pada waktu malam dan siang hari tanpa istirahat sehingga mampu menempuh jarak dua kali lebih jauh.

(hlm. 236)

  1. Pasukan itu dapat melakukan perjalanan sejauh 100 mil untuk berlomba mendapatkan keuntungan atas musuh.
  2. Bagaimanapun, pasukan seperti ini cenderung merisikokan tertangkapnya jenderal-jenderal dari dari tiga divisinya.

(hlm. 237)

  1. Ini karena orang-orang yang lebih kuat dan lebih bugar akan berada di bagaian depan sementara orang-orang yang lebih lemah dan lelah akan berada jauh di belakang.

(hlm. 238)

  1. Sebagai akibatnya, hanya sepersepuluh dari para prajurit yang akan sampai tujuan.
  2. Pasukan ini juga dapat menempuh perjalanan sejauh 50 mil untuk berlomba mendapatkan berbagai keuntungan atas musuh.
  3. Dalam hal ini, jenderal dari barisan depan akan dipermalukan dan dikalahkan.
  4. Ini karena hanya setengah pasukan yang akan tiba di tempat tujuan.

(hlm. 239)

  1. Jika pasukan harus melakukan perjalanan sejauh 30 mil untuk berlomba mendapatkan keuntungan atas musuh, hanya dua pertiga dari para prajurit yang akan tiba di tempat tujuan.
  2. Dengan demikian, suatu pasukan tanpa peralatan berat dan pasokan akan hancur.

(hlm. 240)

  1. Suatu pasukan tanpa makanan dan beras yang cukup akan mati.
  2. Suatu pasukan tanpa perbekalan dan cadangan yang cukup tidak akan bertahan hidup.

(hlm. 241)

  1. Jadi, jika berbagai taktik dan tipu muslihat dari panglima-panglima perang negara tetangga tidak diketahui, seseorang seharusnya tidak tertarik untuk masuk ke dalam persekutuan apa pun dengan mereka.
  2. Orang-orang yang tidak mengetahui kondisi gunung-gunung berhutan, dataran berbahaya pada jalur-jalur pegunugan, serta rawa dan paya-paya berbahaya tidak akan mampu memimpin gerakan prajurit.

(hlm. 242)

  1. Orang-orang yang tidak menggunakan pemandu lokal tidak akan mampu mendapatkan keuntungan dari dataran.
  2. Jadi, perang didasarkan pada penerapan tipuan untuk mencapai keberhasilan.

(hlm. 243)

  1. Bergeraklah bila terdapat keuntungan yang bisa diperoleh.
  2. Ciptakan perubahan dalam berbagai situasi melalui penyebaran dan pamusatan pasukan.
  3. Jadi, ketika bergerak, jadilah tangkas dan tak tampak seperti angin.

(hlm. 244)

  1. Ketika sedang bergerak pelan, jadilah seagung hutan.

(hlm. 245)

  1. Ketika menyerang dan menjarah, jadilah seganas api.
  2. Ketika tidak sedang bergerak (seperti berkemah), jadilah kokoh seperti gunung.

(hlm. 246)

  1. Ketika dalam persembunyian (pasukan dan posisi), jadilah tak terlihat seperti kegelapan malam.

(hlm. 247)

  1. Ketika sedang menyerang dan mengempur, jadilah perkasa dan tanpa belas kasihan seperti gemuruh guntur dan kilatan petir.
  2. Ketika menjarah dan menguras kekayaan desa, kota, dan kota besar, bagilah hasil jarahan itu dengan pasukan.

(hlm. 249)

  1. Ketika menduduki wilayah-wilayah yang ditaklukan, bagilah perolehan (dengan para jenderal yang berkontribusi penting dalam operasi itu).
  2. Pertimbangkan dan pikirkan (hal-hal ini) secara hati-hati sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan apa pun.

(hlm. 250)

Tindakan yang kedua mungkin mendorong kesombongan dan menyebabkan para jenderal “besar kepala”. Para jenderal itu mungkin akhirnya mengadakan pemberontakan melawan kaisar setelah diberi suatu daerah kekuasaan untuk membangun pasukannya sendiri.

  1. Mereka yang sebelumnya dapat menguasai keterampilan dalam menggunakan berbagai pendekatan,strategi, dan taktik tak langsung akan menang.

(hlm. 251)

  1. Demikianlah seni di balik memanuver pasukan militer.
  2. Menurut Buku Administrasi Militer, “Dalam pertempuran, karena komunikasi lisan tidak dapat didengar dengan jelas, canang dan genderang digunakan sebagai perintah.
  3. “Karena komunikasi visual dan kontak mata terhalang, berbagai panji dan bendera digunakan sebagai isyarat.

(hlm. 252)

  1. Sekarang tujuan penggunaan canang, genderang, bendera, dan panji adalah untuk menarik perhatian para prajurit dan memusatkan mereka untuk bertempur di bawah arahan komandan.
  2. Begitu pasukan bersatu sebagai satu tubuh, prajurit-prajurit yang berani tidak akan bergerak maju sendirian.

(hlm. 253)

  1. Orang-orang yang pengecut juga tidak akan mundur sendirian.
  2. Ini adalah seni memimpin pasukan yang besar dalam pertempuran.
  3. Untuk pertempuran di waktu malam, gunakan obor dan genderang.

(hlm. 254)

  1. Untuk pertempuran saat hari masih terang, gunakan lebih banyak panji dan bendera.
  2. Alat-alat komunikasi (canang, genderang, bendera, dan panji) yang berbeda-beda ini dirancang untuk memengaruhi indra dan penilaian musuh.

(hlm. 255)

  1. Jadi, alat-alat itu (obor yang dinyalakan dan genderang yang ditabuh pada waktu malam serta jumlah besar bendera dan panji saat hari terang) berfungsi menghancurkan semangat juang pasukan (musuh).

(hlm. 256)

  1. Terkait dengan para jenderal musuh, alat-alat itu (obor yang dinyalakan dan genderang yang ditabuh pada waktu malam serta sejumlah besar bendera dan panji saat hari masih terang) berfungsi untuk menggugurkan kebulatan tekad mereka.
  2. Pada awal operasi militer, semangat juang pasukan tinggi.
  3. Saat operasi militer, semangat juang pasukan tinggi.
  4. Menjelang berakhirnya operasi militer, keinginan untuk pulang ke rumah (markas) mulai muncul.

(hlm. 257)

  1. Oleh karena itu, sang ahli perang menghindar dari menghadapi pasukan musuh ketika semangat mereka tinggi.

(hlm. 258)

  1. Ia hanya menyerang mereka ketika semangat mereka loyo dan para prajurit mulai merasa rindu ingin pulang.

Bahkan, sebenarnya selama Perang Vietnam pada tahun 1960-an dan 1970-an, Vietkong menyempurnakan penerapan prinsip ini. Mereka secara konsisten menghindar dari berhadapan dengan para tentara Amerika yang baru saja tiba di Vietnam. Pada tahap ini, semangat para prajurit Amerika itu pasti sangat tinggi. Jadi, Vietkong bersembunyi di hutan belantara. Namun, begitu pasukan Vietkong mengetahui adanya pergantian tugas (yakni, pergantian prajurit), mereka akan mengirimkan beberapa penembak jitu untuk menggangu matras Amerika.

(hlm. 259)

Terkadang, mereka uga melakukan beberapa serangan kecil dam sporadis pada waktu malam terhadap markas Amerika. Pada tahap ini, para prajurit Amerika semuanya sudah ingin pulang ke rumah dan kewaspadaan mereka cenderung mengendur.

  1. Ini adalah pengendalian atas faktor semangat juang.
  2. Gunakan ketertiban dan stabilitas untuk menghadapi kekacaubalauan dan ketidaktertiban.

(hlm. 260)

  1. Gunakan ketenangan dan keteguhan untuk menghadapi keributan dan teriakan.

(hlm. 261)

  1. Ini adalah pengendalian atas faktor psikologis.

(hlm. 262)

  1. Gunakan kedekatan (pasukan) ke medan pertempuran untuk menghadapi musuh yang datang dari jauh.

(hlm. 263)

  1. Gunakan pasukan yang telah beristirahat dengan baik untuk menghadapi musuh yang sudah lelah dan terkuras tenaganya.

(hlm. 264)

  1. Gunakan pasukan yang terpelihara dan tercukupi makanannya untuk melawan musuh yang kekurangan makanan dan ransum.
  2. Ini adalah pengendalian atas faktor fisik.
  3. Jangan sekali-kali menghadapi musuh yang sedang mendekat dan memperlihatkan bendera dan panji-panji yang teratur rapi.

(hlm. 265)

  1. Jangan sekali-kali menyerang musuh yang sedang maju dan memperlihatkan formasi yang mengesankan dan teratur rapi.
  2. Ini adalah pengendalian atas faktor perubahan.
  3. Jadi, seni dalam menerapkan manuver militer mencakup sebagai begitu:

(hlm. 266)

  1. Jangan maju melawan musuh yang berkemah di tempat tinggi.
  2. Jangan bertempur dengan musuh yang sedang menyerang ke bawah dari punggung bukit yang tinggi.

(hlm. 267)

  1. Jangan mengejar musuh yang berputar-putar mundur dalam keputusasaan.
  2. Jangan menyerang pasukan elite musuh yang tangkas dan sangat termotivasi.

(hlm. 268)

  1. Jangan jatuh dalam umpan yang ditawarkan musuh.
  2. Jangan mencegat musuh yang sedang dalam perjalanan pulangke negara asalnya.

(hlm. 269)

Pada tahap ini, mereka berpikir tentang dan ingin pulang ke rumah, tetapi belum melakukan perjalanan kembali.

  1. Dalam mengepung musuh, selalu sediakan jalan baginya untuk meloloskan diri.

Karena, jika musuh sepenuhnya dikepung tanpa ada rute untuk meloloskan diri, ia terjepit ke sudut dan akan melawan Anda dengan gigih, bahkan sampai titik darah penghabisan. Jadi, bahkan jika akhirnya ia kalah, Anda pun akan menderita kerugian besar dan kehilangan banyak jiwa. Di lain pihak, dengan memberikan jalan untuk meloloskan diri, musuh hanya akan berpikir untuk meloloskan diri dan sama sekali kehilangan semangat untuk bertempur.

(hlm. 270)

  1. Jangan mengejar musuh yang putus asa dengan terlalu gencar.

Niao qiong ze bo, shou qiong ze shi. Ini berarti bila seekor burung putus asa, ia akan memberikan suatu perlawanan; bila seekor binatang terpojok, ia akan menggigit.

(hlm. 271)

  1. Ini adalah cara dan seni bermmanuver serta menempatkan para prajurit.

(hlm. 282)

BAB 8

BERBAGAI VARIASI DAN KEMAMPUAN BERADAPTASI

  1. Sun Zi berkata: Dalam suatu operasi militer, jenderal pertama-tama akan menerima perintah dari penguasanya.
  2. Kemudian ia mengumpulkan pasukan dan memobilisasi rakyat.
  3. Ketika berada di medan yang berbahaya, Anda tidak boleh berkemah

(hlm. 287)

  1. Ketika berada pada medan fokus, Anda harus berupaya untuk bersekutu dengan negara-negara tetangga.
  2. Ketika berada di medan yang terisolasi, Anda tidak boleh tinggal di sana.

(hlm. 289)

  1. Ketika berada di medan yang menyempit, Anda harus membuat rencana dan strategi.

(hlm. 290)

  1. Ketika berada di medan kematian, Anda harus bertanggung tak kenal lelah.

(hlm. 291)

  1. Ada sejumlah rute dan jalur yang tidak boleh diambil.
  2. Ada sejumlah pasukan dan prajurit yang tidak boleh diserang.

(hlm. 292)

  1. Ada sejumlah kota yang tidak boleh diserang.
  2. Ada beberapa medan yang tidak boleh dihadapi.
  3. Ada sejumlah perintah militer yang tidak perlu ditaati.

(hlm. 293)

Jiang zai wai, jun ming you suo bu shou, yang artinya bila seorang jenderal pergi keluar untuk melakukan suatu operasi militer, ada beberapa perintah dari kaisarnya yang dapat ia pilih untuk tidak ditaati. Satu asumsi penting untuk tidak menaati perintah adalah bahwa jenderal itu berada di medan perang dan memiliki penilaian terbaik mengenai kondisi pertempuran. Sebaliknya, panglima perangnya (atau penguasa) berada terlalu jauh dan terpisah sehingga tidak mengetahui segalanya secara terinci. Jadi, jenderal harus diberi kuasa untuk membuat keputusan terbaik dimedan perang, termasuk menaati setiap perintah yang diberikan oleh komando tertingginya atau tidak.

(hlm. 294)

  1. Jadi, jenderal yang mengetahui cara mengubah dan menyesuaikan diri pada keadaan yang berubah-ubah sehingga mampu mendapatkan berbagai keuntungan adalah jenderal yang terampil dalam menerapkan seni perang.
  2. Jenderal yang terbiasa dengan daratan tetapi tidak mengetahui cara mengubah dan menyesuaikan diri dengan berbagai situasi yang berubah-ubah tidak akan mampu memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh dataran itu.

(hlm. 295)

  1. Dalam komando militer, jika jenderal tidak dapat menguasai seni variasi dan kemampuan beradaptasi, ia tidak akan mampu menempatkan pasukannya untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal meskipun ia memahami lima pertimbangan strategis.

(hlm. 296)

  1. Jadi, ahli strategi yang bijaksana akan selalu menimbang-nimbang dan mempertimbangkan segala faktor yang mendukung dan tak mendukung dalam berbagai pertimbangan yang mendalam.

(hlm. 297)

  1. Dengan memfaktorkan berbagai faktor yang mendukung (di dalam berbagai faktor yang tidak mendukung), misi dapat dicapai dengan penuh keyakinan.
  2. Dengan memfaktorkan berbagai faktor yang tidak mendukung (dalam berbagai faktor yang mendukung), berbagai bencana dan krisis dapat dicegah.

(hlm. 298)

  1. Jadi, taklukan para panglima perang negara tetangga melalui penggunaan intimidasi dan ancaman.
  2. Usiklah dan lelahkan para panglima perang negara tetangga dengan terus-menerus menciptakan masalah dan kegiatan.
  3. Percepatlah dan arahkan gerakan para panglima perang dari negara tetangga dengan menawarkan berbagai keuntungan dan umpan.

(hlm. 299)

  1. Jadi, dalam pelaksanaan perang, seseorang tidak boleh mengandalkan kegagalan musuh untuk datang, melainkan pada kesiapan diri sendiri untuk menghadapinya.
  2. Seseorang tidak boleh mengandalkan diri pada kegagalan musuh dalam menyerang, tetapi pada kemampuan diri sendiri untuk membangun suatu pertahanan yang tak terkalahkan.

(hlm. 300)

  1. Jadi, ada lima bahaya yang akan menyerang setiap jenderal.

(hlm. 301)

  1. Jika ia sembrono, ia bisa terbunuh.

(hlm. 302)

  1. Jika ia pengecut dan begitu ingin hidup, ia dapat tertangkap.
  2. Jika ia cepat marah dan mudah marah, ia dapat dipancing.

(hlm. 303)

  1. Jika ia peka terhadap penghormatan, ia dapat dihina.
  2. Jika ia terlalu berbelas kasih kepada orang, ia akan di ganggu dan diusik.

(hlm. 304)

  1. Kelima sifat ini merupakan jebakan dan kesalahan terbesar seorang jenderal dan merupakan penyebab berbagai bencana dalam operasi militer mana pun.
  2. Kehancuran dari suatu pasukan dan kematian dari para jenderal disebabkan oleh kelima bahaya ini.

(hlm. 305)

  1. Semua itu harus dipelajari dan diperiksa secara menyeluruh.

(hlm. 315)

BAB 9

GERAKAN DAN PENEMPATAN PASUKAN

  1. Sun Zi berkata: dalam penempatan pasukan (untuk bertempur) dan dalam analisis serta penilaian atas musuh, prinsip-prinsip tertentu harus tetap diingat.

(hlm. 317)

  1. Setelah melintasi pegunungan, bergeraklah dan tetaplah berada dekat dengan lembah.

Karena, di sepanjang lembah para prajurit dan kawanan kuda tidak akan kekurangan makanan dan minuman.

  1. Untuk pandangan yang sulit ditaklukan dan memastikan segala peluang yang lebih baik guna bertahan hidup (melawan musuh), duduki tempat tinggi.

(hlm. 319)

  1. Bila musuh telah menduduki tempat yang tinggi, jangan coba menyerang.

Dalam peperangan di pegunungan, menyerang ke atas bukit adalah serangan yang melelahkan dan berbahaya. Lebih baik memancing musuh ke bawah. Pernyataan ini sangat serupa dengan pernyataan pada Baris 7.69 pada Bab 7.

  1. Ini adalah prinsip-prinsip untuk menempatkan pasukan di dataran pegunungan.

(hlm. 320)

  1. Setelah menyebrangi sungai, sebisa mungkin menjauhlah dari tepinya dan bergeraklah maju.

Pada saat yang sama, ketika diserang, sangat sulit untuk meloloskan diri melalui sungai.

  1. Bila suatu pasukan musuh yang menyerang sedang menyeberangi sungai, jangan pernah memeranginya di tengah-tengah sungai itu.

(hlm. 321)

Saat terbaik untuk menghadapi musuh yang semacam itu adalah tatkala pasukan itu baru saja menyeberangi sungai.

  1. Sebaliknya, biarkan setengah dari pasukan musuh menyeberangi sungai lebih dahulu, kemudian seranglah mereka sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan.

(hlm. 322)

  1. Jika Anda ingin sekali menyebrang musuh yang sedang maju menyerang, jangan menghadapinya di tempat di mana ia berencana menyebrangi sungai.

Ini karena di tempat penyebrangan sungai, musuh dalam keadaan paling waspada dan penuh perhatian.

  1. Untuk pandangan yang tak tertaklukan dan memastikan berbagai paluang yang lebih baik guna bertahan hidup (melawan musuh), duduki tempat yang tinggi.

(hlm. 323)

Termasuk mengetahui semua jalan dan rute pengunduran diri. Seperti halnya melancarkan serangan ke arah bawah, kita juga lebih mudah melancarkan suatu serangan ke muara daripada ke hulu.

  1. Jangan pernah bergerak ke hulu untuk memerangi musuh.
  2. Ini adalah prinsip-prinsip untuk menemaptkan pasukan dalam pertempuran di air.
  3. Ketika menyeberangi paya-paya dan rawa-rawa berair asin, bergeraklah cepat; jangan berlama-lama di sana.

(hlm. 324)

  1. Jika Anda harus memerangi musuh di paya-paya dan rawa-rawa berair asin, beradalah di dekat tempat-tempat yang penuh rerumputan dan di mana bagian belakang Anda adalah hutan.

Heroes of the Marshes (shui hu zhuan) akan mengetahui bahwa cukup banyak pertempuran strategis yang dilakukan di rawa-rawa di mana rerumputan membentuk latar belakang yang penting. Bahkan, sebenarnya rute jalan masuk bagi 108 pahlawan yang tinggal di Pegunungan Liang (liang shan) adalah melalui sungai-sungai, yang mana sebagian besar berupa rawa-rawa dan paya-paya. Rawa-rawa dan paya-paya ini membentuk rintangan alami dan jebakan tersembunyi bagi musuh yang mengancam.

(hlm. 325)

Rumput-rumput tinggi memberika kamuflase dan hutan yang lebat menandakan adanya daratan. Semua itu tidak saja menjamin kecukupan makanan dan pasokan air, tetapi juga menciptakan tempat-tempat perlindungan dan istirahat bagi pasukan. Selain itu, hutan menyediakan sebuah rute yang aman untuk mundur.

  1. Ini adalah prinsip-prinsip untuk menempatkan pasukan di paya-paya dan rawa-rawa berair asin.
  2. Pada daratan yang rata, duduki posisi-posisi yang membuat Anda nyaman untuk melakukan manuver.

(hlm. 326)

  1. Dengan memastikan pasukan di sayap kanan dan psukan pendukung berada di tempat yang lebih tinggi, bahaya dilokalisasi di bagian depan karena bagian belakang sudah aman.

Pada zaman kuno, pasukan pemanah biasanya ditempatkan di tempat yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa musuh berada dalam garis pandang.

  1. Ini adalah prinsip-prinsip untuk menempatkan pasukan di dataran yang datar.

(hlm. 327)

  1. Dengan menguasai prinsip-prinsip bagi empat situasi yang berbeda untuk menempatkan pasukan, Kaisar Kuning mampu menaklukan para panglima perang lain di daerah-daerah sekitar.

Huang Di lazim dikenal dalam dongeng dan legenda China sebagai tokoh dongeng yang memerintah China sekitar tahun 2700 SM. Ia dikabarkan telah mempopulerkan warna kuning sebagai warna kekaisaran. Ketika wafat, ia diagungkan sebagai seorang kaisar dan karena tak seorang pun mengetahui namanya yang sebenarnya, selama Dinasti Han (206—221 M), sebuah kuburan megah dibangun untuk mengenangnya. Kuburan megah ini masih berdiri hingga sekarang, di daerah pinggiran kota Xi-an, China.

(hlm. 328)

  1. Secara umum, suatu pasukan lebih suka mengambil posisi ditempat tinggi dan sangat benci menduduki tempat yang rendah.

Pertama, dataran tinggi lebih banyak mendapatkan sinar Matahari, lebih kering, lebih bersih, dan dipenuhi udara segar. Dengan demikian, dataran tinggi pasti lebih baik bagi semangat dan kesehatan pasukan. Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa dataran tinggi memberikan pandangan yang dominan. Jadi, lebih mudah untuk mendirikan pos-pos pengawasan guna memantau gerakan musuh. Musuh juga akan lebih sulit menyerang pasukan yang berkemah di dataran yang lebih tinggi. Para pembaca yang tidak asing dengan krisis Timur Tengah akan memahami mengapa orang Israel begitu enggan menyerahkan pendudukan atas Dataran Tinggi Golan. Dataran tinggi ini strategis karena memberikan pandangan yang menyeluruh terhadap daerah-daerah sekitar.

Di sisi lain, dataran rendah cenderung basah dan lembab, dengan pengairan yang buruk. Daerah ini dihuni banyak serangga yang menjakiti pasukan dengan sakit-penyakit. Jika tanah terdiri dari kayu yang basah, gerakan pasukan menjadi sangat terhambat. Ketika pasukan berada di dataran rendah, menjadi semakin sukarlah baginya untuk mambangun pos pengawasan sehingga posisi dan letak perkemahan dapat dengan mudah diketahui dan terlihat.

  1. Pasukan itu menyukai posisi yang terang dan bermandikan cahaya Matahari serta membenci tempat yang gelap dan tidak sehat.

(hlm. 330)

  1. Pasukan itu lebih suka memelihara pasukannya menempatkan mereka di tempat di mana makanan dan pasokan melimpah.

 

 

Artikel Terkait

02 Latihan Berpikir Kritis Tahap Demi Tahap Menuju Pikiran Lurus dan Cemerlang

03 Berpikir Kritis untuk Memecahkan Masalah Praktis

error: Content is protected !!