Everybody Lies: Big Data, New Data, and What the Internet Can Tell Us About Who We Really Are
Seth Stephens-DavidowitzBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Everybody Lies: Big Data, New Data, and What the Internet Can Tell Us About Who We Really Are oleh Seth Stephens-Davidowitz.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
NEW YORK TIMES BESTSELLER
SETH STEPHENS-DAVIDOWITZ
EVERYBODY
LIES
BIG DATA DAN APA YANG
DIUNGKAPKAN INTERNET TENTANG
SIAPA KITA SESUNGGUHNYA
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta 2018
ISBN 978-602-06-1209-6
(hlm.26)
BAGIAN I
DATA, BESAR DAN KECIL
BAB 1
NALURI YANG KELIRU
Pada pokoknya, ilmu data adalah tentang upaya menemukan pola-pola dan meramalkan bagaimana suatu variable akan memengaruhi variabel lain.
(hlm.29)
Banyak jargon teknis yang digunakan, seperti uji Kolmogorov-Smirnov, dengan arti yang saya sendiri sudah lupa. (itu cara menentukan apakah suatu model cocok dengan data).
(hlm.30)
Kadang pengalaman kita belum cukup untuk dapat menghasilkan keputusan yang semata naluriah.
(hlm.32)
Mempunyai kelompok teman yang sama, menurut para peneliti, adalah predictor yang kuat bahwa suatu hubungan tidak akan bertahan lama.
Nenek mungkin terjerumus ke salah satu perangkap kognitif: kita cenderung membesar-besarkan relevansi pengalaman kita sendiri. dalam kosakata ilmuwan data, kita menimbang data kita dan memberi bobot terlalu besar pada satu poin data tertentu: kita sendiri.
Ketika mengandalkan naluri, kita juga bisa terlena oleh pesona mendasar manusia terhadap hal-hal yang dramatis. Kita cenderung menilai secara berlebihan prevalensi sesuatu yang menghasilkan kisah yang mudah diingat. Sebagai contoh, ketika ditanyai dalam suatu survey, orang secara konsisten menyebut tornado sebagai faktor yang lebih mungkin menyebabkan kematian daripada asma. Dalam kenyataan, asma tujuh puluh kali lebih berpeluang menyebabkan kematian. Kematian karena asma tidak menonjol dan tidak sampai menjadi berita. Tak demikian halnya dengan kematian karena tornado.
(hlm.35)
Data menunjukkan bahwa seseorang memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk bergabung dengan NBA jika dilahirkan di wilayah yang Makmur. Seorang anak kulit hiam yang lahir di salah satu wilayah paling Makmur di Amerika Serikat, misalnya, lebih dari dua kali lipat kemungkinannya diterima di NBA daripada seorang anak kulit hitam yang terlahir di salah satu wilayah paling miskin. Bagi anak kulit putih, keunggulan terlahir di salah satu wilayah paling kaya disbanding anak yang terlahir di salah satu wilayah paling miskin adalah 60%.
Ini berarti, bertolak belakang dengan kearifan konvensional, mereka yang berlatar belakang miskin sesungguhnya tidak banyak terwakili di NBA.
(hlm.36)
Dalam makalah karya dua pakar ekonomi, Roland Fryer dan Steven Levitt, dinyatakan bahwa nama depan orang kulit hitam menunjukkan latar belakang sosial ekonominya. Fryer dan Levitt mempelajari akta kelahiran di California pada 1980-an dan menemukan bahwa, di antara warga Amerika keturunan Afrika, ibu tunggal yang miskin dan tidak berpendidikan cenderung memberi anak-anak mereka nama yang berbeda dibandingkan pasangan orangtua yang berpendidikan dan berasal dari kelas menengah.
(hlm.37)
Namun, ketiganya mendukung cerita yang sama. Status sosial ekonomi yang lebih baik setara dengan peluang yang lebih besar untuk masuk NBA. Dengan kata lain, kearifan konvensional salah.
Mengapa, misalnya, pemuda-pemuda kelas menengah relatif lebih berpeluang dalam bola basket dibandingkan pemuda-pemuda miskin?
Pertama, karena orang miskin cenderun berumur lebih pendek.
(hlm.38)
Itulah sebabnya rata-rata penduduk di negara maju saat ini sepuluh sentimeter lebih tinggi daripada satu setengah abad silam.
(Tinggi rata-rata pemain NBA sekitar dua meter, tinggi rata-rata pria Amerika sekitar 173 sentimeter.)
Terlihat bahwa di antara laki-laki yang memiliki tinggi kurang dari 180 sentimeter, hanya satu dari dua juta orang yang berhasil masuk NBA. Di antara mereka yang memiliki tinggi lebih dari 210 sentimeter, menurut perkiraan saya dan lain-lain, sekitar satu dari lima orang berhasil masuk NBA.
(hlm.39)
Alasan kedua mengapa anak-anak dengan latar belakang yang keras mungkin harus berjuang keras untuk bisa masuk NBA adalah mereka kadang tidak memiliki keterampilan sosial tertentu.
(hlm.41)
Semua itu diajarkan oleh orangtua saya.
(hlm.46)
BAGIAN II
KEDAHSYATAN BIG DATA
BAB 2
APAKAH FREUD BENAR?
Proper terkenal dengan penyataannya bahwa teori-teori Freud tidak dapat diuji. Tidak ada acara untuk menguji apakah teori-teori itu benar atau salah.
(hlm.46)
Tidak ada cara untuk menguji teori Freud.
Sekarang ada.
(hlm.47)
Pisang adalah buah paling umumkedua yang muncul dalam mimpi. Namun, pisang juga buah paling umum kedua yang kita konsumsi.
Secara keseluruhan, menggunakan analisis regresi (metode yang memungkinkan ilmuwan sosial memilah-milah dampak sejumlah faktor sekaligus) terhadap semua buah dan sayuran, saya mendapati bahwa panganan yang berbentuk atau dibentuk seperti lingga tidak memberinya peluang yang lebih besar untuk muncul dalam mimpi bila dibandingkan dengan yang diduga berdasarkan popularitasnya. Teori Freud yang ini dapat diuji. Dan, setidaknya menurut telaah saya terhadap data, keliru.
(hlm.49)
Dengan kata lain, orang-orang yang membuat kesalahan seperti “penistrian“, “sexurity”, dan “cocks” tidak harus memiliki hubungan antara kesalahan dan hal-hal yang tabu, termasuk teori tentang pikiran ketika orang mengungkapkan hasrat-hsrat tersembunyi mereka melalui kesalahan. Salah tulis dapat dijelaskan sepenuhnya berdasarkan frekuensi tulis biasa.
Teori Freud bahwa kesalahan mengungkapkan pikiran bawah sadar kita ternyata dapat dibuktikan salah dan menurut analisis saya terhadap data, teori itu salah.
(hlm.50)
Jadi, yang banyak untuk pencarian bernuansa inses oleh kaum perempuan adalah adegan yang menampilkan ayah dan putrinya.
Dia membuat hipotesis tentang Hasrat yang hampir universal pada kanak-kanak untuk berhubungan seks dengan orangtua yang berbeda jenis, yang belakangan dikekang.
(hlm.51)
Sekarang saya mengaku dengan risiko mengecewakan Herr Freud bahwa ini bukan pencarian yang terbilang umum: hanya beberapa ribu orang per tahun di Amerika Serikat yang mengaku memiliki ketertarikan pada ibu mereka.
Laki-laki usia 18-24 tahun paling sering mencari perempuan yang bekerja sebagai pengasuh bayi. Demikian pula laki-laki usia 25-64 tahun. Demikian pula laki-laki usia 65 tahun ke atas. Dan bagi laki-laki dalam setiap kelompok usia, guru dan pemandu sorak ada di urutan keempat terbanyak. Jelas bahwa pengalaman masa kecil memainkan peran cukup besar dalam fantasi laki-laki dewasa.
(hlm.52)
Ingat, kami pernah mengatakan bahwa memiliki tumpukan data yang makin menggunung tidak dengan sendirinya membuat wawasan kita bertambah.
(hlm.53)
Menawarkan jenis-jenis data yang baru adalah kedahsyatan pertama big data.
Data pornografi dan data pencarian Google tidak hanya baru; data ini jujur.
Big data memungkinkan kita akhirnya melihat apa yang sesungguhnya orang inginkan dan perbuat, bukan apa yang katanya mereka inginkan dan perbuat. Menyediakan data yan jujur adalah kedahsyatan kedua big data.
(hlm.54)
Memungkinkan kita memutuskan perhatian pada subhimpunan kecil adalah kedahsyatan ketiga big data.
(hlm.56)
BAB 3
MEMBAYANGKAN DATA
DENGAN CARA BARU
Ketika perusahaan-perusahaan membelanjakan jutaan dolar untuk memotong satu milidetik dari lama aliran informasi, barangkali Anda merasa heran mengapa pemerintah memerlukan waktu begitu lama untuk menghitung angka pengangguran.
Mengingat pemerintah dalam waktu dekat ini jelas tidak akan melakukan percepatan, adakah cara untuk setidaknya mendapatkan taksiran kasar tentang angka pengangguran secara lebih cepat?
(hlm.58)
Pencarian paling banyak selama periode itu dan sungguh di luar dugaan adalah “Slutload”. Betul, pencarian yang paling sering adalah situs pornografi. Sepintas ini mungkin terkesan aneh, tapi orang yang menganggur agaknya memiliki banyak sekali waktu.
(hlm.59)
Akan tetapi, secara umum saya menemukan bahwa perpaduan antara pencarian-pencarian yang terkait dengan pengalihan perhatian dapat melacak angka pengangguran dan akan menjadi bagian dari model terbaik untuk meramalkannya.
(hlm.61)
Kalau banyak orang berpikir bahwa tautan paling penting untuk “Bill Clinton“ adalah situs web resminya, ini barangkali situs web yang paling banyak dicari oleh orang yang ingin tahu tentang “Bill Clinton“.
Tautan-tautan seperti ini adalah data yang bahkan tidak diperhitungkan oleh mesin-mesin pencari lain, dan tautan-tautan itu sangat prediktif tentang informasi yang paling berguna tentang suatu topik. Yang pokok disini adalah bahwa Google tidak mendominasi pencarian semata-mata dengan menghimpun lebih banyak data daripada semua yang lain. Mereka melakukannya dengan menemukan tipe data yang lebih baik.
(hlm.68)
TUBUH SEBAGAI DATA
Dia mendapati bahwa ukuran jantung, khususnya bilik kiri, adalah prediktor utama kesuksesan seekor kuda, satu-satunya variabel yang paling penting. Organ lain yang juga penting adalah limpa kuda dengan limpa kecil tidak pernah menang.
(hlm.70)
Data itu menyerukan bahwa No. 25 adalah satu dari seratus ribu, atau bahkan satu dari sejuta kuda.
(hlm.71)
Urusan Seder adalah dalam hal prediksi, bukan memberikan penjelasan. Dan, dalam hal prediksi, Anda hanya perlu tahu bahwa sesuatu berhasil, bukan mengapa demikian.
(hlm.72)
Alasan di balik hubungan tersebut tidak penting. Namun, hubungan itu sendiri penting.
(hlm.73)
Bila sasaran Anda adalah meramalkan masa dpan wine mana yang akan memberikan rasa yang lezat, produk-produk apa yang akan terjual, kuda-kuda mana yang akan berlari kencang Anda tidak perlu khawatir tentang mengapa model Anda berhasil sesuai harapan. Dapatkan saja angka yang tepat. Itulah pelajaran kedua dari kisah kuda Jeff Seder.
(hlm.80)
KATA SEBAGAI DATA
Seorang perempuan kemungkinan tertarik kepada seorang laki-laki ketika dia bicara tentang dirinya sendiri. Ternyata, bagi seorang laki-laki yang sedang mencari jodoh, kata paling indah yang bisa Anda dengar dari mulut seorang perempuan barangkali adalah “aku“: itu tanda bahwa perempuan tersebut merasa nyaman.
(hlm.87)
Ilmuwan data Facebook menunjukkan kemungkinan yang sangat menarik. Mereka bisa memperkirakan Gross National Happiness suatu negara setiap hari. Jika yang ditulis orang-orangnya dalam status mereka cenderung positif, berarti hari itu negara bersangkutan dapat dianggap sedang Bahagia. Jika status yang ditulis cenderung negative, hari itu negara bersangkutan diasumsikan sedang berkabung.
(hlm.92)
Jadi, mana yang cenderung dibagikan, artikel positif atau negatif? Artikel positif. Sebagaimana disimpulkan oleh keduanya, “Konten lebih mungkin menjadi viral ketika sifatnya lebih positif.“
(hlm.95)
Surat kabar paling liberal, menurut ukuran ini, ternyata Philadelphia Daily News; yang paling konservatif adalah Billing Gazette dari Montana.
Dengan kata lain, bukti menunjukan dengan kuat bahwa surat kabar cenderung menyajikan apa yang diinginkan oleh khalayak pembaca mereka.
(hlm.96)
Ternyata, makalah Gentzkow dan Shapiro mengatakan bahwa yang berperan bukanlah motivasi utama pemilik media. Sebaliknya, para pemilik pers Amerika utamanya memberikan apa yang diinginkan oleh massa agar mereka bisa bertambah kaya.
Gentzkow dan Shapiro menemukan bahwa surat kabar Amerika condong ke kiri. Rata-rata surat kabar, berdasarkan kata-kata yang digunakan, lebih mirip dengan orang Partai Demokrat di Kongres daripada orang Partai Republik di Kongres.
(hlm.99)
GAMBAR SEBAGAI DATA
Mereka mendapatkan informasi itu dari foto-foto yang diambil oleh satelit Angkatan Udara Amerika Serikat yang mengelilingi bumi empat belas kali dalam sehari.
(hlm.100)
Cahaya malam menurun tajam di Indonesia selama krisis keuangan Asia 1998.
(hlm.101)
Premise menjual informasi ini kepada bank-bank atau Lembaga keuangan bukan bank selain bekerja sama dengan World Bank.
(hlm.108)
BAB 4
SERUM KEBENARAN
DIGITAL
Orang tidak memiliki insentif untuk menyampaikan kebenaran pada survei.
(hlm.131)
KEBENARAN TENTANG BENCI DAN PRASANGKA
Uji itu telah secara konsisten menunjukkan bahwa kebanyakan orang memerlukan waktu beberapa milidetik lebih lama untuk mengasosiasikan wajah kulit hitam dengan kata-kata positif, seperti “good“, daripada kata-kata negatif, seperti “awful“. Ketika dihadapkan pada wajah kulit putih, pola itu terbalik.
(hlm.132)
Dengan kala lain, wilayah-wilayah yang dalam temuan saya pencarian-pencarian yang paling rasis adalah tempat warga kulit hitam menerima upah yang rendah.
(hlm.133)
Orangtua dua setengah kali lebih mungkin bertanya “Is my son gifted?“ daripada “Is my daughter gifted?” Orangtua menunjukkan bias serupa ketika menggunakan frasa-frasa lain terkait dengan kecerdasan sehingga mereka mungkin menghindar dari menyuarakan dengan lantang, misalnya, “Is my son a genius”
(hlm.136)
Negara bagian dengan anggota terbanyak per kapita adalah Montana, Alaska, dan Idaho. Negara-negara bagian ini cenderung memiliki penduduk yang sebagian besar kulit putih.
(hlm.141)
KEBENARAN TENTANG INTERNET
Dengan kata lain, Anda lebih mungkin bertemu orang dengan pandangan berlawanan di ajang daring daripada luring.
Mengapa internet tidak tersegregasi? Ada dua factor yang membatasi segregasi politik di internet.
Pertama, yang agak mengejutkan, industri pemberitaan internet didominasi oleh sejumlah kecil situs yang massif.
Alasan kedua internet tidak tersegrasi adalah banyak orang dengan pandangan politik yang kuat mengunjungi situs-situs dengan sudut pandangn yang berlawanan, hanya untuk marah dan mengeluarkan bantahan.
Dengan kata lain, Facebook memapar kita ke hubungan sosial yang lemah kenalan di SMA, sepupu jauh, temannya temannya teman, dan semacam itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan pernah bermain boling atau melakukan pesta berbeku bersama kita.
(hlm.144)
KEBENARAN TENTANG PENGANIAYAAN ANAK DAN ABORSI
Jumlah pencarian seperti ini melonjak selama Resesi Besar, yang bersesuaian dengan angka pengangguran.
(hlm.146)
Ketika aborsi resmi sulit didapatkan, perempuan mencari cara-cara yang melanggar hukum.
(hlm.148)
KEBENARAN TENTANG TEMAN FACEBOOK ANDA
Di media sosial, seperti dalam survei, Anda tidak mempunyai insentif untuk menyampaikan kebenaran.
(hlm.149)
Namun, di Facebook, ada kira-kira 1,5 juta orang yang menyukai Atlantic atau membahas artikel Atlatic pada profil mereka. Hanya sekitar 50rb orang yang menyukai Enquirer atau membahas isinya.
Like di Facebook 27 Atlantic untuk setiap 1 National Enquirer
(hlm.150)
Video pornografi paling populer sepanjang masa barangkali “Great Body, Great Sex, Great Blowjob.“ Video ini telah ditonton lebih dari 80 juta kali.
(hlm.151)
KEBENARAN TENTANG PELANGGAN ANDA
Pada dini hari 5 September 2006, Facebook meluncurkan pembaruan besar-besaran pada halaman utamanya. Versi-versi awal Facebook hanya memungkinkan pengguna mengklik proful teman-teman mereka untuk mengetahui apa yang sedang mereka kerjakan. Situs web itu, yang dianggap sebagai kesuksesan besar, kala itu memiliki 9,4 juta pengguna.
(hlm.152)
Zuckerberg mempunyai akses ke serum kebenaran digital: jumlah orang yang mengeklik dan berkunjung ke Facebook.
Zuckerberg pada dasarnya tahu bahwa orang menyukai News Feed, tak peduli apa yang mereka katakan dalam grup.
(hlm.153)
Dalam buku Zero to One, Peter Thiel, salah seorang investor awal Facebook, mengatakan bahwa bisnis-bisnis besar dibangun berlandaskan rahasia, entah rahasia terkait dengan alam atau rahasia terkait dengan manusia.
Thiel mendefinisikan “rahasia tentang orang“ sebagai “hal-hal yang tidak diketahui tentang diri sendiri atau hal-hal yang disembunyikan orang karena tidak ingin orang lain mengetahuinnya.“ Dengan kata lain, binsnis macam ini dibangun di atas kebohongan orang.
(hlm.154)
Orang bisa mengaku marah, mereka bisa mengumumkan bahwa sesuatu buruk, tapi mereka tetap membuka situs itu.
(hlm.156)
“Algoritma mengenal Anda dengan lebih baik ketimbang Anda mengenal diri sendiri.“
(hlm.157)
DAPATKAH KITA MENANGANI KEBENARAN?
Ada banyak pertanyaan dangkal dan remeh dalam pikiran orang lain.
(hlm.166)
BAB 5
MEMERIKSA LEBIH
MENDETAIL
Sekali lagi melihat bahwa tahun terpenting dalam hidup seseorang, dengan tujuan mengukuhkan kesukaannya pada tim bisbol ketika dewasa, adalah ketika usianya sekitar delapan tahun.
(hlm.167)
“Siapa pun yang di bawah usia 30 tahun, dan bukan liberal, dia tidak punya hati; dan siapa pun yang di atas usia 30 tahun, dan bukan konservatif, dia tidak punya otak.”
Ghitza dan Gelman menggunakan data survei selama enam puluh tahun, memanfaatkan lebih dari 300 ribu pengamatan terhadap preferensi dalam pemilu. Mereka menemukan, berlawanan dengan pernyataan Churchill, bahwa remaja kadang condong ke liberal dan kadang condong ke konservatif. Begitu pula orang usia paruh baya dan lansia.
(hlm.168)
Dengan semua data ini, para peneliti bisa menentukan usia paling penting untuk mengembangkan pandangan politik seseorang: usia delapan belas belas tahun.
(hlm.171)
APA YANG SESUNGGUHNYA TERJADI DI DAERAH DAN KOTA KITA?
Pertimbangkan pertanyaan ini: apakah Amerika adalah negeri kesempatan? Apakah Anda punya kesempatan untuk menjadi kaya bila orangtua Anda tidak kaya?
(hlm.172)
PELUANG ANAK ORANG MISKIN MENJADI KAYA (DI NEGARA BAGIAN TERTENTU DI AMERIKA SERIKAT)
San Jose, CA 12,9
(hlm.173)
Dan, betul, pindah ke kota yang tepat saat usia pertumbuhan menghasilkan perbedaan signifikan.
(hlm.174)
Perempuan Amerika yang berada di 1% teratas dalam pendapatan rata-rata hidup sepuluh tahun lebih lama daripada perempuan Amerika yang berada di 1% terbawah dalam pendapatan. Bagi laki-laki, perbedaan itu lima belas tahun.
(hlm.175)
APA YANG MEMBUAT ORANG MISKIN DI SUATU KOTA HIDUP JAUH LEBIH LAMA?
Kota itu memiliki tingkat religiositas yang tinggi.
Kota itu memiliki tingkat polusi yang rendah.
Kota itu memiliki persentase penduduk yang ditanggung oleh asuransi kesehatan yang lebih tinggi.
Banyak orang kaya tinggal di kota itu.
(hlm.175)
Perilaku yang menular agaknya ikut mendorong sebagian di antaranya.
(hlm.177)
Motivator utama pembohongan pajak dalam hal ini adalah informasi.
Kebanyakan wajib pajak yang adalah pekerja mandiri dengan satu anak tidak tahu bahwa angka ajaib untuk mendapatkan tunjangan ebsar dari pemerintah adalah 9.000 dolar. Namun, tinggal di dekat orang yang mungkin mengetahuinnya entah tetangga atau konsultan pajak secara dramatis meningkatkan peluang mereka untuk mengetahuinya.
(hlm.179)
Kira-kira satu dari 748 baby boomer yang lahir di Suffolk Country, Massacusetts, yang menjadi lokasi Boston, berhasil masuk Wikipedia. Di beberapa wilayah lain, tingkat kesuksesannya dua puluh kali lebih rendah.
Pertama, dan yang membuat saya terkejut, banyak di anatar wilayah ini yang meliputi kota dengan lembaga pendidikan tinggi yang tergolong besar.
(hlm.181)
Atribut kedua yang paling mungkin membuat penduduk asli wilayah itu sukses adalah keberadaan kota besar di sana.
(hlm.183)
Bagaimana dengan variabel yang tidak berpengaruh terhadap kesuksesan? Salah satu yang sunguh mengejutkan adalah seberapa banyak dana yang disediakan oleh suatu negara bagian untuk Pendidikan.
(hlm.191)
BAGAIMANA KITA MENGISI MENIT DAN JAM YANG KITA MILIKI
Angka-angka pencarian untuk “weather”, “prayer”, dan “news” memuncak sebelum pukul 05.30, bukti bahwa kebanyakan orang bangun jauh lebih pagi daripada saya.
(hlm.192)
Data menunjukkan bahwa jam-jam antara pukul 02.00 dan 04.00 dini hari merupakan waktu terbaik untuk pertanyaan-pertanyaan besar: Apa makna kesadaran? Apakah kehendak bebas itu ada? Adakah kehidupan di planet-planet lain? Popularitas pertanyaan-pertanyaan lewat tengah malam ini mungkin, antara lain, akibat penggunaan narkoba. Angka pencarian untuk “how to roll a joint” memuncak antara pukul 01.00 dan 02.00 dini hari.
(hlm.193)
Film-film sarat kekerasan berpeluang membuat orang-orang agresif tidak berada di jalanan.
(hlm.197)
KEMBARAN YANG MEMBAYANGI KITA
Pencarian kembaran, metode paling baik yang pernah dipakai untuk memprediksi performa pemain bisbol, mengatakan bahwa Boston harus bersabar Ortiz. Dan Boston sungguh bersabar dengan slugger mereka yang menua ini. Pada 2010, angka rata-rata Ortiz naik menjadi 0,270. Dia mencetak 32 home run, dan menjadi anggota tim All-Star.
(hlm.201)
“Diagnosis itu apa?” tanya Kohane. “Diagnosis sesungguhnya pernyataan bahwa Anda memiliki sifat-sifat yang pernah ditemukan dalam populasi hasil kajian sebelumnya. Ketika membuat diagnosis bahwa Anda terkena serangan jantung, maaf, saya mengatakan Anda mempunyai patofisiologi seperti yang pernah saya jumpai pada orang lain yang berarti Anda mengalami serangan jantung.”
Diagnosis, pada dasarnya, adalah cara primitive untuk melakukan pencarian kembaran.
(hlm.202)
Sebagai contoh, dia yakin menciptakan himpunan data lengkap tentang bagan tinggi dan berat anak serta penyakit-penyakit yang mungkin menyerang mereka saja sudah revolusioner bagi dokter spesialis penyakit anak.
(hlm.206)
BAB 6
SELURUH DUNIA
ADALAH LABORATORIUM
Atau mungkin ada factor independent yang sama-sama menjadi penyebab kebiasaan minum sedikit alcohol dan kesehatan yang baik. Barangkali menghabiskan banyak waktu bersama teman membuat orang minum sedikit alkohol sekaligus membuat orang sehat. Ilmuwan sosial menyebutnya omitted-variable bias.
Kalau begitu, bagaimana kita bisa menegakkan dengan tepat prinsip sebab-akibat? Standar emasnya adalah eksperimen acak yang terkendali.
Ketika dipilih secara acak, eksperimen menggunakan kontrol adalah bukti yang paling bisa dipercaya dalam bidang apa pun.
(hlm.207)
Jika guru dibayar, tingkat kemangkiran turun sampai setengahnya. Performa ujian para siswa juga meningkat cukup besar, dengan pengaruh terbesar dialami oleh siswa perempuan.
(hlm.208)
HAL-IKHWAL UJI A/B
Inilah kedahsyatan keempat big data: big data membuat eksperimen acak, yang dapat menemukan hasil sebab-akibat yang sesungguhnya, dapat dikerjakan secara jauh lebih mudah kapan saja, di mana saja, Selama Anda terhubung dengan internet. Pada era big data, seluruh dunia adalah laboratorium.
(hlm.209)
Pada 2011, insyinyur Google melakukan tujuh ribu uji A/B. Dan angka itu terus naik.
Facebook sekarang melakukan seribu uji A/B setiap hari, yang berarti sejumlah kecil insinyur di Facebook memulai lebih banyak eksperimen acak terkontrol dalam sehari dibandingkan seluruh industri farmasi dalam setahun.
(hlm.211)
Yang menang adalah gambar keluarga Obama dan tombol “Learn More”.
(hlm.215)
Pelajaran dari uji A/B, secara umum, adalah jangan mudah percaya pada pelajaran-pelajaran yang umum.
(hlm.216)
Lalu bagaimana Anda dapat menemukan otak-atik kecil yang menghasilkan keuntungan berlimpah?
(hlm.217)
KETAGIHAN TERATAS YANG DILAPORKAN KE GOOGLE,2016
(hlm.222)
EKSPERIMEN-EKSPERIMEN ALAMI YANG KEJAM NAMUN MENCERAHKAN
Film rata-rata dalam sampel kami membayar sekitar 3 juta dolar untuk satu slot iklan di Super Bowl. Mereka mendapat kenaikan penjualan tiket 8,3 juta dolar, laba atas investasi 2,8 dibanding 1.
(hlm.229)
Tidak sampai 5% dari mereka yang ikut ujian berhasil masuk Stuy.
(hlm.230)
Milan Kundera, penulis kelahiran Czech, mempunyai pandangan yang penuh makna tentang hal ini dalam novelnya, The Unbearable Lightness of Being: “Hidup manusia hanya berlangsung satu kali, dan alasan kita tikda bisa menentukan mana di antara keputusan-keputusan kita yang baik dan mana yang buruk adalah karena pada suatu situasi, kita hanya bisa membuat satu keputusan; kita tidak dianugerahi kehidupan kedua, ketiga, atau keempat untuk membandingkan berbagai keputusan.”
(hlm.232)
Dalam kenyataan, kategori eksperimen alami ini yang menggunakan ambang batas numeris tajam begitu dahsyat sehingga mendapatkan nama tersendiri di kalangan para ekonom: diskontinuitas regresi.
(hlm.233)
Hasilnya? Para ekonom mendapati bahwa narapidana yang diputuskan ditahan di kondisi yang lebih keras lebih mungkin melakukan kejahatan lagi setelah bebas. Kondisi penjara yang keras lebih mungkin melakukan kejahatan lagi setelah bebas. Kondisi penjara yang keras, alih-alih menjauhkan mereka dari kejahatan, malah menggmbleng dan menjadikan mereka lebih kejam begitu kembali ke dunia luar.
Apa pengaruh bersekolah di Stuyvesant High School? Nihil. Tidak ada. Nol. Kosong.
(hlm.234)
Orang beradaptasi dengan pengalaman masing-masing, dan orang yang akan sukses menemukan keuntungan dalam situasi apa pun. Faktor-faktor yang membuat Anda sukses adalah bakat dan semangat Anda.
(hlm.243)
BAGIAN III
BIG DATA:
TANGANI DENGAN HATI-HATI
BAB 7
BIG DATA,
BIG SCHMATA?
APA YANG TIDAK BISA DILAKUKANNYA
“Rasisme, penelantaran anak, aborsi,” katanya, “Tak bisakah kau menghasilkan uang dari keahlianmu ini?”
(hlm.245)
KUTUKAN DIMENSIONALITAS
Salah satu dimensi itu Koin 391, dalam hal ini memiliki kemungkinan untuk beruntung. Kurangi jumlah variabel hanya melontar seratus koin maka peluang Anda untuk mendapatkan satu di antarannya sebagai koin keberuntungan akan jauh lebih kecil. Tambahkan jumlah pengamatan cobalah meramalkan perilaku S&P Index selama dua puluh tahun maka koin-koin berjuang keras untuk bisa mengimbanginya.
(hlm.246)
Masalah mendasar adalah mereka menguji terlalu banyak hal. Dan jika Anda menguji cukup banyak hal, hanya berdasarkan peluang acak, satu di antarannya akan signifikan secara statistik.
(hlm.247)
Dia menemukan perbedaan yang sangat mengejutkan dalam DNA kedua kelompok itu. Perbedaannya terletak di satu sudtut kecil kromosom 6, gen yang tidak begitu jelas tapi berkuasa, yang digunakan dalam metabolisme otak. Satu versi gen ini, disebut IGF2r, dua kali lebih umum pada anak-anak genius.
Tidak. Beberapa tahun setelah kajian awalnya, Plomin memperoleh akses ke sampel lain yang juga mencakup DNA dan skor IQ. Kali ini, IGF2r tidak berkorelasi dengan IQ. Plomin ini tanda ilmuwan yang baik menarik pernyataan terdahulunya.
(hlm.248)
Genom manusia, seperti yang sekarang diketahui oleh ilmuwan, berbeda dalam jutaan cara. Sederhananya, gen yang harus diuji terlalu banyak.
Kalau Anda menguji cukup banyak cuitan untuk melihat apakah cuitan-cuitan itu berkorelasi dengan pasar saham, Anda akan menemukan satu yang berkorelasi hanya karena kebetulan. Kalua Anda menguji cukup banyak varian genetis untuk melihat korelasinnya dengan IQ, Anda akan menemukan satu yang berkorelasi hanya karena kebetulan.
(hlm.249)
Yang menjadi keterbatasan besar adalah pencarian-pencarian ini tidak memberitahu kita apakah seseorang tertarik untuk membeli atau menjual saham.
(hlm.251)
PENEKANAN BERLEBIHAN PADA APA YANG DAPAT DIUKUR
Dia lupa alasan seseorang menginginkan nilai yang lebih tinggi olahraga, bukan memakaikan pedometer pada putri yang sedang senang berjalan-jalan.
(hlm.254)
Big data dan data kecil saling melengkapi.
(hlm.257)
BAB 8
LEBIH BANYAK DATA,
LEBIH BANYAK MASALAH?
APA YANG TIDAK BOLEH
KITA PERBUAT?
BAHAYA PERUSAHAAN YANG TERLALU BERKUASA
Debt-free after-tax graduate
Lower interest rate minimum payment
God will pay hospital
Promise thank you
(hlm.258)
Secara keseluruhan, menurut para peneliti, memberikan rencana terperinci tentang bagaimana seseorang bisa melakukan pembayaran dan menyebutkan komitmen yang dia pegang di masa lalu merupakan bukti bahwa seseorang akan melunasi pinjaman.
(hlm.259)
Dunia yang berjalan dengan cara seperti dystopia, dunia yang penuh dengan hal buruk.
(hlm.263)
Setelah membandingkan ulasan itu dengan data penjualan di negara bagian Washington, dia mendapati bintang lebih sedikit di Yelp akan membuat pendapatan restoran turun dari 5 sampai 9%.
(hlm.266)
BAHAYA PEMERINTAH YANG TERLALU BERKUASA
“Pikiran tentang bunuh diri adalah penghiburan yang besar: dengan cara ini, seseorang bisa melewati malam-malam yang gelap?”
(hlm.270)
KESIMPULAN
BERAPA BANYAK
ORANG YANG
MEMBACA BUKU
SAMPAI TUNTAS?
Ilmu sosial sedang menjadi ilmu yang nyata. Dan ilmu baru yang nyata ini siap meningkatkan kehidupan kita.
Sebaliknya, ketika ahli ilmu sosial paling terkenal di dunia bicara, Popper merasa dia sedang mendengarkan sekumpulan jargon yang berlebihan.
(hlm.271)
Ilmu fisika berhasil menemukan hukum-hukum sederhana yang berlaku sepanjang waktu dan di semua tempat.
(hlm.272)
Pelan-pelan, kita akan tiba pada pemahaman pikiran manusia dan masyarakat.
(hlm.274)
Murid yang diajari pecahan lewat game mendapat nilai lebih buruk daripada mereka yang belajar pecahan lewat cara standar.
(hlm.278)
Saya ingin menggali dalam bergunung-gunung data untuk mencaritahu bagaimana dunia sesungguhnya bekerja. Saya memutuskan untuk mengikuti jejak Levitt dan meraih gelar doktor dalam ilmu ekonomi.
Banyak sekali yang telah berubah dalam rentang waktu dua belas tahun. Beberapa kajian Levitt ternyata mengandung kekeliruan. Levitt mengatakan hal-hal yang secara politik salah tentang pemanasan global. Freakonomics telah ditinggalkan oleh kalangan intelektual.
(hlm.281)
Sebaliknya, hanya sekitar 7% yang membaca tuntas karya agung ekonom peraih Hadiah Nobel Daniel Kahneman, Thingking Fast and Slow. Kurang dari 3%, menurut taksiran metodologi yang kasar ini, membaca tuntas karya ekonom Thomas Piketty yang banyak dibahas dan dipuji, Capital in the 21st Century. Dengan kata lain, orang cenderung tidak menyelesaikan membaca karya tulis para ekonom.
Dengan mengikuti data, apa yang benar-benar orang lakukan,bukan apa yang mereka katakan.
Big data mengatakan kepada saya, terlalu sedikit di antara Anda yang masih membaca buku ini.
(hlm.287)
CATATAN
PENDAHULUAN
2. Alexandre Mas dan Enrico Moretti, “Racial Bias in the 2008 Presidential Election”, American Economic Review 99, no.2 (2009).
(hlm.288)
9. makalah ini akhirnya diterbitkan sebagai Seth Stephens-Davidowitz, “The Cost of Racial Animus on a Black Candidate: Evidence Using Google Search Data“, Journal of Public Economics 118 (2014).
(hlm.289)
21. Hal R. Varian, “Big Data: New Tricks for Econometrics”, Journal of Economic Perspectives 28, no.2 (2014).
(hlm.295)
BAB 3: MEMBAYANGKAN DATA DENGAN CARA BARU
57. Jeremy Ginsberg, Matthew H. Mohebbi, Rajan S. Patel, Lynnette Brammer, Mark S. Smolinski, and Larry Brilliant, “Detecting Influenza Epidemics Using Search Engine Query Data”, Nature 457, no. 7232 (2009). Deficiencies in the original model are discussed in David Lazer, Ryan Kennedy, Gary King, and Alessandro Vespignani, “The Parable of Google Flu: Traps in Big Data Analysis”, Science 343, no. 6176 (2014). The corrected model is presented in Shihao Yang, Mauricio Santillana, and SC Kou, “Accurate Estimation of Influenza Epidemics Using Google Search Data Via ARGO”, Proceedings of the National Academy of Sciences 112, no. 47 (2015).
(hlm.296)
70. Sharad Goel, Jake M.Hofman, Sebastien Lahaie, David M.Pennock, dan Dunncan J.Watts, “Predicting Consumer Behavior with Web Search,” Proceedings of the National Academy of Sciences 107, no.41 (2010).
(hlm.306)
BAB 5: MEMERIKSA LEBIH MENDETAIL
176. Raj Chetty, John Friedman, dan Emmanuel Saez, “Using Differences in Knowledge Across Neighborhoods to Uncover the Impacts of the EITC on Earnings”, American Economic Review 103, no.7 (2013).
189. Craig Anderson, dkk., “The Influence of Media Violence on Youth,” Psychological Science in the Public Interest 4 (2003).
190. Gordon Dahl dan Stefano DellaVigna, “Does Movie Violence Increase Violent Crime?“ Quarterly Journal of Economics 124, no.2 (2009).
(hlm.313)
BAB 7: BIG DATA, BIG SCHMATA? APA YANG TIDAK BISA DILAKUKANNYA
245. Johan Bollen, Huina Mao, dan Xiaojun Zeng, “Twitter Mood Predicts the Stock Market”, Journal of Computational Science 2 no. 1 (2011)
248. “Most Reported Genetic Associations with General Intelligence Are Probably False Positives”, Psychological Science (2012).
(hlm.314)
251. Brian A. Jacob dan Steven D.Levitt, “Rotten Apples: An Investigation oft he Prevalence and Predictors of Teacher Cheating,“ Quarterly Journal of Economics 118, no.3 (2003)
Thank You for Being Late
Thomas FriedmanBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Thank You for Being Late oleh Thomas Friedman.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
THANK YOU FOR BEING LATE
Menapaki Langkah Optimis di Era Akselerasi
Oleh Thomas Friedman
GM 618203028
Hak cipta terjemahan Indonesia:
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Zia Anshor
Editor: Andi Tarigan
Desain sampul: Suprianto
Desain isi: Fajarianto
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta 2018
ISBN: 978-602-03-8417-7
Dicetak oleh Percetakan PT Gramedia, Jakarta
Isi diluar tanggung jawab Percetakan
(hlm.3)
SATU
Terima Kasih Atas Keterlambatannya
Saya terjun ke jurnalisme karena saya suka menjadi penerjemah dari bahasa Inggris ke bahasa Inggris.
“Tak ada yang perlu ditakuti dalam hidup, semuanya hanya perlu dimengerti. Sekaranglah waktunya untuk lebih banyak mengerti, supaya kita lebih sedikit takut.”
(hlm.21)
DUA
Apa Yang Terjadi Pada 2007?
(hlm.31)
Hukum Moore sudah terbukti selama lima puluh tahun
(hlm.32)
Sementara “Alam” (Mother Nature) adalah istilah saya untuk perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan kepunahan keragaman hayati-semuanya juga mengalami percepatan karena memasuki paruh kedua papan catur.
(hlm.33)
Itulah argumen inti buku ini: bahwa percepatan-percepatan yang berbarangan di Pasar, Alam, dan Hukum Moore membentuk “zaman percepatan” yang kita alami sekarang. Itulah roda-roda gigi pusat yang mengerakkan Mesin ini.
(hlm.35)
Seribu tahun lalu, kata Teller, kurva yang mewakili kemajuan sains dan teknologi naik begitu pelan sehingga dibutuhkan waktu seratus tahun untuk mengubah dunia menjadi tampak dan terasa berbeda. Contohnya, perlu berabad-berabad sampai busur panjang beralih dari tahap pengembangan ke penggunaan militer di Eropa pada akhir abad ke-13. Jika Anda hidup pada abad ke-12, kehidupan Anda tidak beda jauh dengan kehidupan abad ke-11. Dan, perubahan apa pun yang terjadi di kota-kota besar Eropa atau Asia tidak langsung menyebar ke desa, apalagi pelosok Afrika atau Amerika Selatan. Tidak ada yang mencapai skala global sekaligus.
Namun, pada 1990, menurut Teller, proses perubahan teknologi dan sains “mulai makin cepat” dan kurva mulai membelok ke atas. “itu karean teknologi berdiri di atas bahunya sendiri-tiap generasi penemuan berdiri di atas penemuan yang ada sebelumnya,” ujar Teller.
(hlm.37)
“kabar baiknya, ada kurva tandingan,” Teller menjelaskan. “Ini laju adaptasi manusia-pribadi dan masyarakat-terhadap perubahan di lingkungannya.”
(hlm.38)
“Tidak ada di antara kita yang punya kapastitas untuk memikirkan lebih daripada satu biang tersebut secara mendalam-kumpulan pengetahuan manusia sudah melebihi kapasitas pembelajaran satu orang-bahkan para pakar di bidang-bidang itu tak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada dasawarsa atau abad mendatang,”kata Teller.
(hlm.40)
“namun, bagaimana jika sebagian besar teknologi terbaru kemudian kadaluwarsa sesudah empat atau lima tahun, tanya Teller,” dan perlu empat atau lima tahun untuk mendapat paten? Jadinya, paten makin tak relevan di dunia teknologi.”
(hlm.42)
Kita harus menyesuaikan kembali alat-alat dan lembaga-lembaga masyarakat supaya bisa mengimbangi.
(hlm.44)
TIGA
Hukum Moore
Kehidupan berubah ketika orang saling terhubung. Kehidupan berubah ketika segalannya terhubung.
-Semboyan Qualcomm
Apa yang terjadi kalau kita terus melipatgandakan daya prosesor tiap dua tahun selama lima puluh tahun.
(hlm.45)
Hari ini, Beetle itu bakal bisa bergerak dengan kecepatan 480.000 kilometer per jam. Satu liter bensin bisa dipakainya berjalan jauh 850.000 kilometer, dan harganya 4 sen dolar! Para insinyur Intel juga memperkirakan bahwa jika efisiensi pemakaian bahan bakar mobil membaik secepat Hukum Moore, kita bisa menyetir mobil seumur hidup dengan hanya satu kali megisi tangki bensin sampai penuh.
Tiap komputer zaman sekarang punya lima komponen dasar: (1) sirkuit terintergrasi (intergrated circuit, IC) yang melakukan komputasi; (2) unit memori yang menyimpan dan mengeluarkan informasi; (3) sistem jejaring yang memungkinkan komunikasi di dalam dan di luar komputer; (4) aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan komputer melakukan banyak tugas secara sendiri-sendiri dan bersama-sama; dan (5) sensor-kamera dan alat-alat kecil lain yang bisa mendeteksi gerak, bahasa, cahaya, panas, kelembapan, dan bunyi lalu mengubah semuanya menjadi data digital yang bisa dijadikan sumber wawasan.
(hlm.46)
Gagasan Kilby adalah membuat semua komponen dan chip dari blok (monolit) bahan semikonduktor yang sama… Pada September 1958, dia sudah menyelesaikan sirkuit terintergrasi yang pertama…
Dengan membuat semua bagian di blok bahan yang sama dan menambahkan logam yang yang diperlukan untuk menghubungkannya sebagai lapisan di atasnya, tak diperlukan lagi komponen-komponen terpisah. Tak perlu kabel dan bagian yang harus dipasang secara manual. Sirkuit bisa dibuat lebih kecil dan proses manufakturnya dapat diotomatiskan.
Setengan tahun kemudian, insyinyur lain, Robert Noyce, mengajukan gagasannya sendiri untuk sirkuit terintegrasi-suatu gagasan yang secara elegan memecahkan beberapa masalah sirkuit Kilby dan memungkinkan perhubungan makin lancar semua komponen di atas satu chip silikon. Dan dengan demikian revolusi digital pun lahir.
(hlm.47)
Fred Kaplan mencatat dalam bukunya 1959: The Year Everything Changed bahwa microchip boleh jadi tidak berkembang jika bukan karena program-program besar Pemerintah, terutama perlombaan mencapai Bulan dan Minuteman ICBM. Keduannya butuh sistem kendali canggih yang harus bisa masuk dalam kerucut moncong roket yang kecil sekaoi. Permintaan Departemen Pertahanan AS mulai menciptakan ekonomi skala untuk microchip,
Saya mewawancara Moore pada Mei 2015 di Exploratorium San Francisco untuk ulang tahun ke-50 Hukum Moore. Walaupun sudah berumur delapan puluh enam ketika itu, semua mikroprosesor dia masih berfungsi dengan efisien besar!
(hlm.50)
Dapat dikatakan bahwa Moore sudah meramalkan komputer pribadi, telepon seluler, mobil yang mengemudikan diri sendiri, Ipad, big data, dan Apple Watch.
(hlm.51)
Dalam satu dasawarsa, komputer yang mampu mengolah 1,8 teraflop berkembang dari sesuatu yang hanya dapat dibuat pemerintah terkaya di dunia untuk tujuan menjangkau batas-batas kemampuan komputasi, menjadi barang yang bisa diharapkan remaja menjadi hadiah natal.
(hlm.53)
“kita ada di generasi empat belas nanometer, jauh di bawah batas kemampuan mata telanjang,” Krzanich menjelaskan, merujuk ke microchip terbaru Intel. “Chip ini boleh jadi sebesar kuku jari dan di atasnya ada satu miliar lebih transistor. Kami sudah tahu bagaimana cara mencapai sepuluh nanometer, dan kami sudah punya banyak jawaban untuk persoalan mencapai tujuh dan bahkan lima nanometer. Selepas lima nanometer, sudah ada beberapa gagasan yang dipertimbangkan. Tetapi, memang selalu begitu selama ini.”
(hlm.56)
General Electric sendiri mengumpulkan data dari lebih daripada 150.000 alat medis GE, 36.000 mesin jet GE, 21.500 lokomotif GE, 23.000 turbin angin GE, 39.000 turbin gas, dan 20.700 peralatan minyak dan gas, yang semuannya melaporkan kondisir setiap saat lewat jejaring nirkabel ke GE.
(hlm.57)
Ada pola-pola yang tak bisa ditemukan pikiran manusia, karena sinyalnya lemah sekali pada awalnya sampai tak terlihat.
(hlm.59)
Cara pemecahan Fujitsu, kata Sirosh, adalah memasang pedometer (alat penghitung langkah) di sapi, yang dihubungkan dengan sinyal radio ke peternakan. Datanya dikirim ke sistem perangkat lunak pembelajaran mesin bersama GYUHO Saas yang berjalan di Microsoft Azure, komputasi awan Microsoft. Riset Fujitsu sudah menemukan bahwa meningkatnya jumlah langkah sapi per jam adalah sinyal yang 95 persen akurat untuk menunjukan awal estrus sapi perah.
“ternyata ada rahasia sederhana mengenai kapan sapi birahi-jumlah langkahnya meningkat,”ujar Sirosh.
(hlm.60)
“sedikit kecerdasan dapat mengubah bahkan industri-industri tertua seperti peternakan,” Sirosh menyimpulkan.
(hlm.68)
Kejeniusan sejati Google, kata Cutting, adalah “mendeskripsikan sistem pencarian yang membuat seribu drive tampak seperti satu drive, jadi kalau ada satu yang bermasalah, kita tak tahu,” bersama paket perangkat lunak untuk mengolah semua data yang disimpan agar berguna.
Namun, mengikuti tradisi lama insinyur pemrograman, Google yang bangga dengan ciptaannya memtuskan untuk membagi dasar-dasarnya kepada masyarakat.
(hlm.69)
Algoritma Hadoop membuat ratusan ribu komputer berperilaku seperti satu komputer raksasa. Jadi, siapapun bisa membeli perangkat keras biasa dan penyimpanan dalam jumlah besar, menjalankannyadi Hadoop, dan bisa melakukan komputasi skala besar yang menghasilkan wawasan sangat tajam.
Tak lama kemudia, Facebook, Twitter, dan LinkedIn mulai membangun di Hadoop. Itulah sebabnya semuanya bangkit bersamaan pada 2007!
(hlm.73)
“Data adalah sejenis minyak baru,” jelas Brian Krzanich, CEO Intel. “Minyak telah digunakan sebagai dasar dari segala sesuatu-industri otomotif, plastik, bahan kimia, listrik, dan trasnportasi,” dan ada manfaat ekonomi yang sangat besar dari infrastrukturnya-mulai dari kapal, pipa, kilang, dan pompa bensin yang diperlukan untuk mendistribusikan minyak ke berbagai bidang. Minyak dan Gas memasukkan dirinya ke dalam setiap aspkek kehidupan dan perdagangan.
(hlm.75)
Perangkat Lunak: Membuat Kompkesitas Tak Terlihat
Perangkat lunak sudah lama ada sebelum Bill Gates. Namun, para pengguna komputer tak menyadarinya, karena perangkat lunak sudah termasuk dalam komputer yang dibeli, semacam efek samping perangkat keras. Gates dan Allen mengubah itu semua, sejak 1970-an, dengan petualangan pertama mereka menulis program penafsir bahasa pemrograman BASIC lalu sistem operasi DOS.
Komputer meja dan pangku menjadi komoditas-sesuatu yang sangat tak diharapkan pembuatnya.
(hlm.77)
Sejarah komputer dan perangkat lunak, kata Mundie, “sebenarnya adalah sejarah abstraksi semakin banyak kompleksitas melalui kombinasi perangkat keras dan lunak.” Yang memungkinkan pengembang aplikasi melakukan keajaiban itu adalah API, atau application programming interfaces. API adalah perintah-perintah pemrograman yang benar-benar digunakan komputer untuk memenuhi keinginan anda. Jika Anda ingin aplikasi yang Anda tulis punya tombol “simpan” yang kalau disentuh akan menyimpan berkas di flash drive, tombol itu Anda buat dengan satu set API – seperti juga “buat berkas”, “baru berkas”, “kirim berkas”,dan seterusnya.
(hlm.83)
Satu setengah dasawarsa lalu, Microsoft menciptakan teknologi yang disebut. NET-platform tertutup milik Microsoft untuk membangun perangkat lunak serius untuk perusahaan seperti bank dan asuransi. Pada September 2014, Microsoft memutuskan untuk melepas. NET di GitHub untuk melihat apa yang dapat ditambahkann komunitas. Dalam enam bulan, sudah ada lebih banyak orang yang menggarapnya sewaktu masih dikuasai Microsoft, kata Wanstrath.
“ketika saya menggunakan Uber,” Wanstrath mengakhiri, “saya hanya memikirkan mau ke mana, Bukan cara ke sana. Sama saja dengan Github. Anda ”
(hlm.84)
Ada sesuatu yang sangat manusiawi dalam komunitas open-source . Pendorong intinya adalah hasrat manusiawi mendalam untuk bekerja sama, pengakuan, dan penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan dengan baik-bukan imbalan keuangan. Luar biasa besar nilai yang bisa diciptakan dengan kata-kata “Hei, yang kamu tambahkan itu keren. Kerja bagus. Selamat!” Jutaan jam kerja gratis dihasilkan dengan memancing hasrat internal orang untuk berinovasi, berbagi, dan mendapat pengakuan.
(hlm.85)
Orang girang sekali kalau mendapat umpan balik. Di mana lagi kita bisa datang dan melihat seberapa banyak orang menyukai kita?
(hlm.87)
“Saya mulai mengirim ping ke komputer di Ann Arbor, Michigan; Imperial College London; Institut Weizmann di Israel; dan University of Adelaiden di Australia. Hebat sekali-kecepatannya lebih daripada setengah kecepatan cahaya,” yaitu dua ratus juta meter per detik. Sinyal itu bergerak dari ketikan komputer Bucksbaum, masuk kabel serat optik, lalu ke kabel serat terestrial dan dasar laut, lalu ke komputer di belahan dunia lain dengan kecepatan melebihi setengah kecepatan cahaya.
(hlm.89)
Perusahaan-perusahaan sekarang bersksperimen bukan hanya dengan cara-cara mengubah denyut atau warna cahaya untuk menciptakan kapasitas lebih besar, melainkan juga cara-cara baru membentuk cahaya supaya bisa mengirim lebih daripada seratus triliun bit per detik sepanjang kabel serat.
“Kita makin dekat dengan kemampuan mengirim informasi yang nyaris tak terbatas dengan biaya nyaris nol-itulah jenis percepatan nonlinear yang kita bahas, “kata Bucksbaum.
(hlm.92)
Perangkat lunak bisa menyesuaikan diri dan belajar. Perangkat keras tidak bisa. Jadi, kami bongkar komponen perangkat keras dan kami paksa semua orang berpikir dengan cara baru. Pada dasarnya kami mengubah perangkat keras menjadi komoditas, lalu menciptakan sistem operasi dasar untuk tiap router , bernama ONOS, Open Network Operating System. Pengguna bisa menulis program dengannya untuk memperbaiki perfoma.
Donovan menyimpulkan bahwa perangkat lunak “punya kemampuan dan keluwesan lebih besar daripada yang bisa ditawarkan perangkat keras. ”
(hlm.97)
Kata Jacobs, hari ini “orang di mana-mana di dunia punya suara dan akses efisien ke internet, dan itu mendukung pendidikan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan pemerintahan yang baik.”
(hlm.99)
2G itu suara dan data, dengan teks sederhana, tetapi tidak lewat Internet; 3G tehubung ke internet tetapi dengan kecepatan dan kelancaran seperti zaman kita perlu menggunakan modem dial-pun untuk online; 4G nirkabel, standar sekarang, selancar konektivitas broadband di jalur kabel darat, dengan akses lancar untuk aplikasi haus data seperti video. Akan seperti apakah 5G? Para Insyinur Qualcomm menjabarkannya sebagai tahap ketika kataganti orang menghilang- “Anda”, “Saya”- dan telepon belajar siapa diri Anda dan di mana tempat-tempat yang suka Anda kunjungi dan siapa yang biasa Anda hubungi, lalu bisa mengantisipasi sebagian besarnya dan melakukan semuannya untuk Anda.
(hlm.100)
Awan
Awan bukanlah tempat atau bangunan tertentu. Istilah itu merujuk ke perangkat lunak dan layanan yang berjalan di internet, bukan di komputer Anda.
Dengan kata lain, awan sebenarnya jejaring besar server komputer yang terbesar di seluruh dunia yang bisa diakses melalui perusahaan-perusahaan seperti Amazon, Microsoft, Google, HP, IBM, dan Salesforce, yang bekerja seperti alat raksasa di angkasa.
(hlm.104)
EMPAT
Supernova
(hlm.106)
Namun, kebalikannya juga benar-satu orang sekarang bisa membantu banyak sekali orang-satu orang bisa mendidik jutaan orang dengan platform pembelajaran internet; satu orang bisa menghibur atau mengilhami jutaan orang; satu orang sekarang bisa menyampaikan satu gagasan baru, satu vaksin baru, atau satu aplikasi baru kepada seluruh dunia sekaligus.
(hlm.108)
Lab GE seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kecil. Tiap tim perekayasa terlihat seperti seperti iklan Benetton yang multietnis. Namun, itu bukan karena ada kebijakan mewajibkan adanya perwakilan keragaman; meritokrasi itu justru brutal, untuk dapat bersaing di Olimpiade teknologi global setiap hari, kita harus merekrut bakat terhebat dari mana saja.
(hlm.115)
Alhasil, semboyan Silicon Valley hari ini adalah: sega yang analog sekarang didigitalkan, semua, yang sedang didigitalkan sekarang disimpan, semua yang sedang disimpan sekarang dianalisis perangkat lunak di sistem komputasi yang makin hebat, dan semua pembelajaran langsung diterapkan untuk membuat hal-hal lama berjalan lebih baik, memungkinkan hal-hal baru, dan melakukan hal-hal lama dengan cara baru.
(hlm.119)
“Uber, perusahaan taksi terbesar di dunia, tak memiliki kendaraan. Facebook, pemilik media paling populer di dunia, tak menciptakan konten. Alibaba, pengecer paling bernilai, tak punya inventaris. Dan Airbnb, penyedia akomodasi terbesar di dunia, tak memiliki properti. Sesuatu yang menarik sedang terjadi.”
Dr. Watson akan Menemui Anda Sekarang
(hlm.122)
Sementara itu, Kelly menjelaskan, sistem kognitif adalah “probalitas, artinya dirancang untuk beradaptasi dan mengerti kompleksitas dan tak terprediksinya informasi tak terstruktur”
(hlm.123)
“bagaimana kalau kita coba pendekatan statistik dan gunakan dua teks yang diterjemahkan manusia lalu membandingkan keduannya untuk melihat mana yang lebih akurat?”
(hlm.125)
Pada Juni 2016, Watson sudah digunakan oleh lima belas lembaga kanker terkemuka dunia, menyerap dua belas juta lebih halaman artikel medis, tiga ratus jurnal medis, dua ratus buku ajar, dan puluhan juga dokumen paten; jumlah itu bertambah besar setiap hari.
Supernova sekadar mempertinggi tantangannya: menurut perkiraan, seorang dokter umum bakal butuh 360 jam lebih per bulan untuk menghadapi banjir kepustakaan baru yang terbit dalam bidang praktiknya.
(hlm.126)
“Pada abad ke 21, mengetahui semua jawaban tidak akan membuat kecerdasan seseorang menjadi istimewa-justru kemampuan mengajukan pertanyaan yang tepatlah yang akan menjadi tanda kejeniusan sejati.”
(hlm.137)
“Ada delapan puluh juta bor listrik di Amerika yang rata-rata digunakan selama tiga belas menit. Apa semua orang benar-benar perlu punya bor listrik sendiri?”
(hlm.145)
LIMA
Pasar
(hlm.160)
Namun, ternyata Fendrik pernah magang di kantor GE di Budapest sehingga tidak bisa diberi hadiah. Jadi, hadiah pertama, tujuh ribu dollar, diraih M.Arie Kurniawan, ahli teknik berumur dua puluh satu tahun dari Salatiga di Jawa Tengah, Indonesia. Bracket rancangan Kurniawan, kata GE, “punya kombinasi terbaik sifat kaku dan ringan. Kerangka aslinya seberat 2,033 gram, tetapi Kurniawan bisa mengurangi beratnya hampir 84 persen menjadi 327 gram.” Para petinggi GE memberitahu saya bahwa manajer yang mengadakan tantangan itu telah bekerja GE bahkan sebelum Kurniawan lahir.
(hlm.163)
Pergeseran Besar Menyebar ke Segalanya
Bagaimana cara mencapai orang terakhir-artinya orang termiskin di India?Bisakah “orang paling miskin” di India “diberdayakan?” tanyanya.
(hlm.179)
Ketiga Pergeseran Besar Melanda Orang Asing
Apakah yang menggerakkan sejarah? Apa yang membuat sejarah bergerak lebih jauh daripada segala faktor lain?
Apakah itu sesuatu yang dia sebut sebagai “kemajuan Kebebasan yang sporadis namun tak terelakkan,” yang “memungkinkan” ahli sejarah nasionalistis mendirikan visi masa lalu umat manusia yang sangat Eropasentris, karena kebabasan (dalam arti lembaga politik) dianggap khas negara-negara Eropa, pada zaman dulu maupun sekarang”?
(hlm.180)
“Faktor utama yang mendorong perubahan sosial yang signifikan dalam sejarah adalah kontak dengan orang asing pemilik keahlian baru yang tak familiar.”
(hlm.189)
Membangun Lantai, Bukan Dinding
Ketika orang merasa identitas dan rumah mereka terancam, mereka akan kesampingkan kepentingan ekonomi dan memilih dinding daripada jejaring, tertutp dibanding terbuka, dalam sekejap- tak semua orang akan memilih demikian, tetapi banyak yang akan melakukannya.
(hlm191)
ENAM
ALAM
(hlm.197)
Taman Eden Kita
Itu karena “Bumi mengandung sejarah peristitwa-peristiwa geologis di lapisan-lapisan batuan… dengan mempelajari lapisan-lapisan itu, para ilmuwan telah mengetahui apa yang dikenal sebagai kolom stratigrafi dan menghitung umur bebatuan. Catatan tersebut berisi rekaman sejarah Bumi selama 4,6 miliar tahun.”
(hlm.198)
Bumi terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun llau, tetapi bukti fosil menunjukan bahwa kehidupan sederhana baru mulai ada sekitar 3,8 miliar tahun lalu, dan bentuk kehidupan kompleks baru ada sekitar 600 juta tahun lalu. Selama jutaan tahun, kehidupan berubah dan berevolusi, tergantung zamannya. Sejak 11.500 tahun lalu, kata ahli geologi, kita berada dalam Kala Holosen, yang terjadi sesudah Kala Pleistosen, yang dikenal juga sebagai “Zaman Es Besar”.
(hlm.199)
Argumen pokonya adalah bahwa sejak Revolusi Industri-dan terutama tahun 1950-an-telah terjadi percepatan besar yang berdampak terhadap semua ekosistem penting dan penjaga kestabilan yang telah membuat kita seimbang dalam Holosen.
Boleh dikata banyak orang di seluruh dunia mulai hidup dengan gaya hidup kelas menengah Amerika-mobil, rumah berisi satu keluarga saja, jalan tol, perjalanann lewat udara, makanan berprotein tinggi.
(hlm.204)
Batas-Batas Planet
Kita tahu bahwa manusia biasa akan mati-sistem internalnya akan rusak- jika suhu tubuhnya memanas di atas sekitar 42,2 derajat Celcius atau mendingin di bawah sekitar 21,1 derajat Celcius. Itu batas toleransi kesehatan manusia
(hlm.208)
Pembakaran biomassa (sebagian besar dari kompor masak) dan bahan bakar fosil yang tak efisien menciptakan lapisan kabut asap yang merugikan tumbuhan karena menghalangi cahaya Matahari; juga menyebabkan asma dan penyakit paru-paru lain di manusia.
(hlm.212)
Kekuatan Banyak, Banyak, Banyak Pihak
Dia memberitahu saya bahwa dia telah meninggalkan tiga istri dan tujuh belas anaknya di kampung untuk mencari pekerjaan di Libya atau Eropa namun dia kembali dengan tangan hampa.
Tiongkok dan India tetap merupakan dua negara terbesar di dunia, masing-masing dengan lebih daripada satu miliar orang, mewakili 19 dan 18 persen penduduk dunia. Namun, pada 2022 jumlah penduduk Tingkok.
BAGIAN III
INOVASI
(hlm.227)
TUJUH
Terlalu capat
(hlm.228)
Pekerjaan selalu datang dan pergi, berkat penghancuran kreatif. Jika kuda dapat menyatakan pendapatnya, mungkin tak akan ada mobil. Namun, kini, disrupsi memang terasa datang lebih cepat, selagi kemajuan teknologi terus membangun di atas dirinya sendiri, membawa kita dari platform ke platform, dan menyentuh makin banyak bagian pasar tenaga kerja.
“Perangkat lunak jenis apa?”John Lord mengatakan tujuan perusahaannya adalah membuat “pengacara tak lagi diperlukan” dengan aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan orang melakukan upaya legal sendiri tanpa bantuan pengacara. Neota Logic, perusahaannya, menyatakan bertujuan meningkatkan akses terhadap penasihat hukum dan keadilan untuk “40+% orang Amerika yang tak mampu mendapatkan pengacara ketika membutuhkan”- untuk membuat surat wasiat dan dokumen hukum dasar, bahkan untuk menangani peristiwa penting dalam kehidupan seperti penyitaan rumah, kekerasan dalam rumah tangga, atau perlindungan anak.
(hlm.236)
Dan, itu ada alasannya: situs web Google X melaporkan bahwa ribuan kecelakaan kecil terjadi setiap hari dijalan-jalan Amerika, 94 persen di antarannya melibatkan kesalahan manusia, dan samapai 55 persennya tak dilaporkan. Namun, sampai 2016 lima puluh tiga kendaraan Google yang mengemudikan diri sendiri telah melalui 2,2 juta kilometer dan hanya terlibat tujuh belas tabrakan, tak satu pun karena salah kendaraannya, dan tak ada korban jiwa. Namun, Google mengakui bahwa lebih daripada selusin kali, sopir manusia harus mengintervensi untuk menghindari tabrakan.
“Mr. Friedman,” kata si insinyur, “mobil ini tak punya titik buta. Hampur semua kecelakaan yang terjadi adalah sopir mobil lain menabrak kami dari belakang karena mereka tidak memperhatikan”
(hlm.237)
Tiba-tiba saya mengerti apa yang dimaksud konsultan organisasi Warren Bennis ketika dia pernah berkata bahwa “pabrik masa depan akan punya dua pegawai saja, satu manusia dan satu anjing. Manusianya bertugas memberi makan anjing. Anjingnya bertugas mencegah si manusia menyentuh peralatan.”
(hlm.241)
Perhatikan Kesenjangan
Namun, apa padanan politik dan sosial untuk mendayung secepat arus atau memelihara stabilitas dinamis?
Padanan itu adalah inovasi di segala bidang selain teknologi . Inovasinya adalah memikirkan kembali dan merancang ulang tempat kerja, politik, geopolitik, etika, dan komunitas- dalam cara-cara yang akan memungkinkan semakin banyak cara mengimbangi laju percepatan yang mengubah kehidupan mereka dan menghasilkan stabilitas lebih tinggi selagi kita melejit melalui arus deras
(hlm.242)
Teknolohi sosial adalah cara kita mengorganisasi agar dapat mendapatkan manfaat kerja sama – bukan sekedar menang-kalah.
Teknologi fisik berkembang mengikuti laju sains-cepat dan makin cepat, sementara teknologi sosial berkembang mengikuti laju perubahan manusia – jauh lebih lambat.
(hlm.245)
DELAPAN
Mengubah Al Menjadi IA
(hlm.246)
Dan, dengan bekerja rata-rata lima hari seminggu, delapan jam per hari, Anda dapat membeli rumah, punya rata-rata 2,0 anak, berlibur ke Disney World sekali, dan menabung untuk masa pensiun yang rata.
(hlm.247)
Ketika saya lulus kuliah, saya harus mencari pekerjaan; anak-anak saya harus menciptakan pekerjaan.
(hlm.248)
“sejak kemunculan supernova, kompas itu telah berubah menunjuk ke kanan, ke tanda yang hari ini mengatakan “Anda hidup di dunia kontribusi pasti: gaji dan tabungan Anda akan makin berkorelasi dengan besar kontribusi Anda, dan dengan big data kami akan makin dapat mengukur sebesar apa kontribusi Anda.”
(hlm.251)
Mari Pekerjaan Lebih Banyak Kasir Bank
Di sini saya mengandalkan karya bagus ahli ekonomi James Bessen peneliti dan dosen di Boston University School of Law serta penulis buku Learning by doing: The Real Connection Between Innovation, Wages, and Wealth. Ada banyak mitos dan kesalahpahaman seputar persoalan ini.
Tepatnya, ada pekerjaan-pekerjaan yang lenyap karena industrinya lenyap. Barangkali di Amerika atau di manapun di dunia tidak ada lagi orang yang mencari nafkah dengan hanya membuat cambuk untuk kusir kereta-kereta kereta kuda sudah digantikan mobil.
“Jumlah lapangan kerja penenun meningkat.”
Mengapa? “Karena ketika kita otomatiskan suatu pekerjaan yang sebag ian besarnya berupa pekerjaan tangan, pekerjaan itu menjadi sangat produktif.” Dan, ketika itu terjadi, menurut Bessen “harga turun dan permintaan naik” untuk produknya. Pada awal abad ke-19, banyak orang yang hanya punya satu set pakaian- dan semuanya buatan tangan. Sementara pada akhir abad yang sama, sebagian besar orang punya banyak pakaian, tirai di jendela, permadani di lantai, darung bantal dikursi. Arinya selagi otomatisasi tenunan makin meningkat dan harga turun, “orang menemukan banyak sekali kegunaan lain untuk kain, sehingga permintaan meledak dan mengatasi penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin,” Bessen menjelaskan.
Menggunakan data pemerintah, Bessen mempelajari dampak komputer, perangkat lunak, dan otomatisasi terhadap 317 jenis pekerjaan dari 1980 sampai 2013. Di makalah riset yang dipublikasikan pada 13 November 2015, dia menyimpulkan: “Lapangan kerja tumbuh lebih cepat signifikan di pekerjaan-pekerjaan yang lebih banyak menggunakan komouter.”
(hlm.252)
Malah, sejak 2000, jumlah kasir bank purnawaktu naik 2,0 persen per tahun, lebih cepat daripada keseluruhan angkatan kerja. Mengapa lapangan kerja itu tidak turun? Karena ATM memungkinkan bank mengoperasikan kantor cabang dengan biaya lebih kecil, sehingga bank bisa membuka lebih banyak cabang, mengatasi penurunan lapangan kerja kasir.
(hlm.253)
E-niaga (e-commerce) juga tumbuh pesat sejak akhir 1990-an, sekarang mencakup 7 persen penjualan eceran, tetapi jumlah orang yang bekerja di bidang penjualan tumbuh sejak 2000.
Yang dimaskud Bessen adalah bahwa dampak teknologi itu tak seragam: Teknologi bisa mengurangi kebutuhan kegiatan tertentu- tugas rutin seperti menjawab telepon dan menerima pesan, misalnya, sudah ditangani oleh voice mail. Namun, teknologi juga dapat memindahkan tugas dari satu profesi ke profesi lain. “Masih ada resepsionis yang menjawab telepon dan menerima pesan,” kata Bessen, “tapi mereka melakukan hal-hal lain juga. Jadi, jumlah operator telepon turun drastis (317.000 yang bekerja purnawaktu pada 1980, dibandingkan 57.000 hari ini) sementara jumlah resepsionis tumbuh lebih besar (438.000 ke 896.000); tetapi resepsionis memang memerlukan keahlian baru dan berbeda dibanding operator telepon.”
(hlm.254)
Lapangan kerja tak hilang, tetapi keahilian yang dibutuhkan untuk pekerjaan yang bagus meningkat.
Jadi, sekarang kita mendefinisikan masalahnya sedikit lebih akurat- yang habis bukan lapangan kerja. Yang habis adalah Kala Holosen untuk pekerjaan. Tiap pekerjaan kelas menengah sekarang ditarik ke empat arah sekaligus- dan jika mau mendidik warga negara agar bisa berjaya di dunia seperti itu, maka kita harus berpikir dengan cara baru mengenai tiap arah dan keahlian atau sikap baru apa yang sejalan dengannya, agar bisa menemukan, mempertahankan, dan meningkat dalam pekerjaan.
Pertama-tama, pekerjaan kelas menengah ditarik ke atas lebih cepat- diperlukan lebih banyak pengetahuan dan pendidikan untuk melakukannya dengan sukses.
(hlm.235)
Tiap pekerjaan juga dipecah makin cepat. Contohnya, pemerah sapi. Keahlian khusus yang diperlukan makin tinggi- maka Anda kini harus belajar komputer atau menjadi dokter hewan yang mengerti anatomi sapi atau menjadi ahli big data yang bisa menganalisis perilaku sapi. Pada waktu yang sama, bagian yang tak memerlukan keahlian khusus- menggiring sapi masuk dan keluar tempat pemerahan dan membersihkan kotoran sapi- bisa diserahkan kepada siapa pun yang mau dibayar upah minimum (dan barangkali nanti oleh robot). Itu kecenderungam luas di tempat kerja, sebagaimana diperhatikan Bessen: bagian yang membutuhkan keahlian khusus di tiap pekerjaan menuntut keahlian lebih tinggi dan memberi gaji lebih tinggi, sementara bagian rutin berulangnya, yang bisa mudah diotomatisasi, akan bergaji minimum atau dialihkan ke robot.
(hlm.256)
Pada waktu yang sama, tiap pekerjaan juga ditarik ke luar lebih cepat-makin banyak mesin, robot, dan pekerja di India dan Tiongkok yang dapat bersaing berebut seluruh atau sebagian pekerjaan.
Dan, terakhir, tiap pekerjaan ditarik ke bawah– makin lama makin cepat menjadi tak diperlukan dan kedaluwarsa.
(hlm.258)
Asistensi Cerdas Ma Bell
“Beritahu kami masalah apa yang Anda ingin kami pelecahkan, dan kami berkomitmen bahwa dalam dua minggu kami akan beri Anda prototipe solusi bagi Anda, yang bekerja di jejaring betulan… Tiap kali kami lakukan itu, hasilnya adalah kontrak.”
(hlm.263)
Anda bisa bekerja sepanjang hidup bila Anda siap menjadi pembelajar sepanjang hidup.
(hlm.265)
“Umur rata-rata mahasiswa perkuliahan online kami adalah tiga puluh empat, sementara yang kuliah di kampus dua puluh tiga,” Thrun menjelaskan. Permintaan akan lebih banyak platform pembelajaran sepanjang hidup jelas ada. Orang menginginkannya.
“Saya dapat mendapat seribu penilai dalam seminggu dari seluruh dunia,”kata Thrun, “jajal semuannya, cari dua ratus yang terbaik, lepaskan delapan ratus sisanya.” Itu cara cepat mendapat mutu tinggi.
(hlm.266)
“Universitas di sini menawarkan jurusan desain grafis dan ilmu komputer, tetapi tidak menawarkan desain web,” Sleiman menjelaskan. “Itu bidang baru, dan universitas belum siap.. Kursus yang saya ambil [di Udacity] adalah desain dan pemrograman web. Saya sudah bisa desain, tetapi perlu menguasai bagian pemrograman dan pengembangan. Untuk melengkapi pekerjaan saya.”
(hlm.270)
Asisten Cerdas
“Kesadaran pertama saya adalah menyadari bahwa keseluruhan sistem dirancang untuk menyisihkan orang, bukan memasukkan orang,”
(hlm.271)
Pelatihannya dirancang agar bisa diselesaikan dalam satu sampai dua jam, tetapi cukup bagi pencari kerja untuk belajar mengenai perusahaan, mendapat keahlian yang diperlukan untuk pekerjaanyang dilamar, dan menjadi pelamar yang layak.
(hlm.278)
Penjaga Gedung Yang Cerdas
“Kami dapati bahwa banyak penggunaan energi berasal dari komputer di lab, dan menyalakan mode hibernasi di komputer di enam gedung kalau sedang tak digunakan itu bisa menghemat sejuta dollar per tahun-sungguh mengagetkan karena caranya begitu mudah,” kata Tipirneni.
(hlm.287)
Datanglah Revolusi
Sebagian besar pekerjaan kelas menengah yang bagus hari ini- yang tak dapat dialihdayakan, diotomatiskan, digantikan robot, atau didigitalkan- kemungkinan adalah yang saya rebut pekerjaan stempati (stempathy). Inilah pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan dan menghargai kemampuan memanfaatkan keahlian teknis dan antarpribadi
(hlm.288)
memadukan kalkulus dengan psikologi manusia (atau hewan), berbicara dengan komputer Watson untuk membuat diagnosis kanker dan menggenggam tangan pasien ketika menyampaikannya, memerah susu sapi dengan robot tetapi juga menurus sapi yang butuh perhatian dengan sentuhan lembut.
Mesin tak punya keahlian sosial. Karenanya, keahlian seperti kerja sama, empati, dan keluwesan menjadi makin vital dalam pekerjaan zaman sekarang.
(hlm.292)
Dua pengalaman tampak menonjol di jajak pendapat yang melibatkan sejuta lebih pekerja, mahasiswa, pendidik, dan pegawai Amerika itu: Murid yang berhasil punya satu atau dua guru yang menjadi pembimbing dan benar-benar memperhatikan cita-cita mereka, dan pernah magang dalam hal yang ada hubungannya dengan apa yang mereka pelajari di sekolah.
(hlm.293)
SEMBILAN
Kendali vs. Kekacauan
(hlm.303)
Kala Holosen Geopolitik
Sementara itu, tren ekonomi dan demografi juga memudahkan Amerika menyokong banyak negara biasa-biasa saja. Seperti ditunjukkan Erik Brynjolfsson dan Andrew McAfee di buku mereka, empat ukuran kunci kesehatan ekonomi negara (PDB per kapita, produktivitas tenaga kerja, jumlah pekerjaan, dan pendapatan rumah tangga median) semuanya naik bersama-sama pada tahun-tahun Perang Dingin. “Selama tiga dasawarsa lebih sesudah Perang Dunia II, keempatnya naik dengan mantap dan hampir setara,” ujar Brynjolfsonn dalam wawancara pada Juni 2015 dengan Harvard Business Review.”Dengan kata lain, pertumbuhan lapangan kerja dan gaji seimbang dengan kenaikan hasil dan produktivitas. Pekerja Amerika bukan hanya menciptakan lebih banyak kekayaan, melainkan juga mendapat kenaikan imbalan yang setimpal.”
(hlm.305)
Rata-rata Sudah Berakhir bagi Negara
Warren Buffett mengatakan, “Kita baru tahu siapa yang berenang telanjang kalau airnya surut.”
(hln.307)
Madagaskar
Madagaskar, negara pulau di lepas pantai timur Afrika, adalah satu dari sepuluh negara termiskin di dunia.
(hlm.309)
Dan, semakin resah orang, semakin banyak anaknya, sebagai asuransi”
Suriah
(hlm.310)
Beberapa kota kecil membengkak jumlah penduduknya, dari dua ribu menjadi empat ratus ribu dalam satu dasawarsa saja.
Antara 2006 dan 2011, sekitar 60 persen wilayah Suriah dilanda kekeringan terparah yang pernah tercatat dalam sejarah modernnya.
(hlm.311)
“melihat tanah membuat kami sangat sedih,” kata Faten. “Tanahnya menjadi seperti gurun, seperti garam.” Semua berubah jadi kuning.
(hlm.312)
“Kami dapat menerima kekeringan karena asalnya dari Allah,” kata Abu Khalil, “tapi kami dapat menerima kalau pemerintah tak berbuat apa-apa,”intinya, kata Abu Khalil, “ini revolusi orang-orang lapar.”
(hlm.313)
Mustahil menganggap tak ada hubungan antara Kebangkitan Arab (Arab Spring) dan gangguan iklmi pada tahun-tahun sebelumnya, 2009-2010. Contohnya, Rusia, eksportir gandum terbesar keempat di dunia, menderita kekeringan terburuk dalam seratus tahun pada periode tersebut. Bencana yang dinamai “Kekeringan Laut Hitam” itu mencakup gelombang panas yang memicu kebakaran hutan yang luas di Rusia. Kekeringan juga membuat ladang menjadi gersang dan mengurangi produksi pangan negara tersebut sampai-sampai pemerintah Rusia melarang ekspor gandum selama setahun.
(hlm.314)
Hasilnya: Indeks Harga Pangan FAO mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada Februari 2011- persis sebelum Kebangkitan Arab terjadi- sehingga sekitar empat puluh empat juta orang jatuh dalam kemiskinan, menurut PBB.
Mereka tahu harus pagi-pagi ke sana, karena si pemilik toko hanya menjual roti bersubsidi berjumlah terbatas; sisa terigu bersubsidi dia jual di pasar gelap ke tukang roti lain yang membayar lima kali lipat harga resmi. Dia tak punya pilihan, katanya kepada saya, karena biaya bahan bakar naik. Saya menyaksikan karung-karung berisi tepung bersubsidi, dengan cap pemerintah, dipanggul anak-anak muda yang keluar dari pintu samping. “ini pekerjaan paling berat di Mesir,” kata si pemilik toko roti kepada saya. Semua orang selalu marah kepada dia, terutama mereka yang sudah mengantre pagi-pagi tetapi masih tak dapat roti.
Bukan tanpa alasan kalau seruan utama para pengunjuk rasa yang meggulingkan Presiden Mubarak pada 2011 adalah “roti, kebebasan, martabat”- dan roti disebut duluan, seperti itulah politik di zaman percepatan.
(hlm.316)
Senegal dan Niger
Cuaca kemudain menjadi benar-benar aneh. Musim hujan dulu mulai pada Juni dan berlangsung sampai Oktober. Sekarang hujan mungkin baru turun pada Agustus, lalu berhenti sementara sehingga ladang mengering, lalu turun lagi dengan sangat deras sehingga menyebabkan banjir. “Apa pun yang kami tanam, pasti rusak,” kata kepala desa. “Tidak dapat untung.”
(hlm.317)
Biro cuaca nasional Senegal berkata bahwa dari 1950 sampai 2015, suhu rata-rata negara itu naik 2 derajat celcius, jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan. Sejak 1950, curah hujan rata-rata tahunan turun sekitar lima puluh milimeter. Jadi, para laki-laki Ndiamaguene tak punya pilihan selain berimigrasi ke kota-kota lebih besar atau ke luar negeri.
(hlm.318)
Kami akan tepaksa mengikuti anak-anak kami pindah ke tempat lain.
(hlm.321)
Di sana dan di tempat-tempat lain, penggurunan bertindak sebagai pemicu; perubahan iklim dan pertumbuhan populasi bertindak sebagai penguat; konflik antarsuku adalah efek samping politik, dan WhatsApp menyediakan gambaran menarik mengenai tempat yang mungkin lebih baik- eropa- sekaligus alat murah untuk mencari kafilah yang menuju ke sana.
Yang paling mencolok mengenai ledakan pengungsi dan migran ekonomi yang kita saksikan di panggung dunia hari ini adalah bahwa itu sebagian besar disebabkan hancurnya negara-bangsa, bukan perang antarnegara.
(hlm.322)
Mereka bukan tertarik Zionisme atau agama Yahudi, melainkan harapan keteraturan dan pekerjaan.
Di dunia, satu dari tiap 122 manusia sekarang adalah pengungsi, terusir, atau mencari suaka. Jika seluruh pengungsi dianggap populasi satu negara, kata laporan UNHCR, maka negara itu menjadi negara berpopulasi urutan ke-24 terbesar di dunia.
(hlm.323)
Ketimpangan Kemerdekaan
Dipengaruhi konsep kemerdekaan “positif” dan “negatif” Isaiah Berlin, Dov Seidman berkata bahwa di seluruh dunia sekarang kita melihat orang-orang menciptakan tingkat baru “kemerdekaan dari-kemerdekaan dari diktator, dan jugakemerdekaan dari bos yang mengatur hal sekecil-kecilnya, dari stasiun TV yang memaksa kita menonton iklan, dari toko setempat, dari bankir setempat, dari jejaring hotel.”
(hlm.324)
Namun, dalam hal politik, kemerdekaan yang orang paling hargai, kata Seidman, adalah “kemerdekaan untuk”-kemerdekaan untuk hidup seperti yang orang inginkan karena kemerdekaan itu berakar di pemilihan umum, konstitusi , supremasi hukum, dan parlemen. Ada daerah-daerah besar di dunia hari ini di mana orang telah mengamankan “kemerdekaan dari”, tetapi masih gagal membangun “kemerdekaan untuk”. Dan, itu menjelaskan menyebar dan bertahannya ketidakteraturan. Seidman menyebut ketimpangan di negara-negara seperti Libya atau Suriah atau Yaman atau Mesir sesudah jatuhnya Presiden Husni Mubarak yang sudah mengamankan “kemerdakaan dari” tetapi belum ada “kemerdekaan untuk” sebagai “ketimpangan kemerdekaan” (inequality of freedom). Dan, boleh jadi itulah ketimpangan yang paling relevan di dunia sekarang.
“’Kemerdekaan dari’ terjadi dengan cepat, keras, dan dramatis,” ujar Seidman. “kemerdekaan untuk’. Sesudah orang-orang Yahudi mendapat kemerdekaan dari Firaun di Mesir, mereka harus menggembara di gurun selama empat puluh tahun sebelum mengembangkan hukum dan kode moral yang memberi mereka ‘kemerdekaan untuk.’”
(hlm.326)
“Bagaimana cara suatu organisasi meraih kepercayaan dan legitimasi dan berhubungan dengan orang-orang?”
Upaya kolektif langsung untuk menjembatani perbedaan antara Islamis dan sekuleris sesudah kejatuhan diktrator Tunisia membuat beberapa organisasi tersebut meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2015.
(hlm.327)
Apakah internet lebih bisa menciptakan kemerdekaan dari dibanding kemerdekaan untuk? Itulah inti kesimpulannya: “Saya pernah bilang, ‘Jika Anda ingin memerdekakan suatu masyarakat, maka Anda perlu internet.’ Saya keliru. Saya bilang itu tahun 2011, waktu satu halaman facebook yang saya buat secara anonim membantu memicu revolusi Mesir. Kebangkitan Arab mengungkap potensi terbesar media sosial, tetapi juga memperlihatkan kelemahan-kelemahan terbesarnya. Alat yang mempersatukan kami untuk menggulingkan diktrator akhirnya memecah belah kami”
(hlm.328)
Sayangnya, euforia itu segera reda, kata Ghonim, karena “kami gagal membangun konsensus, dan pergulatan politik menyebabkan polarisasi kuat”
(hlm.329)
Dan sesudah kita melakukan itu, tulisan kita ada untuk selamnya di internet, dan kita jadi kurang termotivasi untuk megubah pandangan, bahkan ketika ada bukti baru.
(hlm.330)
Lima tahun lalu, saya mengatakan, “Bila Anda ingin memerdekakan masyarakat, maka Anda hanya perlu internet.” Hari ini, saya percaya bahwa bila kita ingin memerdekakan masyarakat, pertama-tama kita perlu memerdekakan internet.
Wawasan Leninis dasar masih berlaku: tak ada yang bisa dilakukan tanpa organisasi. Gerakan Solidarnisc bisa berubah menjadi kekuatan jangka panjang dalam politik Polandia karena para pemimpinnya mengerti kebutuhan untuk mengorganisasi diri, dan kareana akarnya di aktivisme serikat buruh memberinya struktur inheren sebagai awal…
(hlm.331)
Kadang kita harus menjalani langkah-langkah analog seperti mengetok pintu, mencetak brosur, dan membujuk tetangga secara langsung, satu persatu, untuk membangun kekuatan kelembagaan dan kebiasaan kewarganegaraan yang paling diperlukan sesudah revolusi.
Perusak
(hlm.332)
Jika anda ingin merusak seuatu secara besar-besaran, sekaranglah zamannya. Pada zaman dulu, “kemajuan tekonologi yang penting tak menjadi bagian suatu sistem yang [langsung memungkinkan] distribusi global, sehingga tidak langsung berada di tangan orang jahat dengan kecepatan dan kekuatan yang kita lihat sekarang,” Craig Mundie menjelaskan. “Ketika teknologi itu hanya tersedia bagi negara, kita bisa bicara mengenai pembatasan sebagai tujuan yang bisa dicapai.” Tidak lagi. Hari ini, banyak alat atau cara membuatnya bisa diunduh dari awan oleh siapa pun yang punya kartu Visa.
(hlm.334)
Pada 27 januari 2015, dalam wawancara dengan Fareed Zakaria dari CNN, sesudah drone empat baling-baling selebar setengah meter lebih jatuh di halaman Gedung Putih, Presiden Obama mengatakan begini: “Drone yang mendarata di Gedung putih itu bisa dibeli di RadioShack.”
(hlm.335)
“Dulu, mengambil uang tebusan sangat sukar. Polisi bisa memasang pemancar Radio di tas berisi uang, sehingga bisa memasang pemancar radio di tas berisi uang, sehingga bisa menangkap pelaku. Sekarang mereka bisa mendapat tebusan berupa bitcoin. Banyak orang melakukannya.”
(hlm.337)
Tak Ada Alamat yang Diketahui
“Sibuknya kehidupan seks seorang laki-laki yang juga baru menemukan agama ditunjukkan oleh data di gawai,” BFM menambahkan.
(hlm.339)
Keseimbangan Kekuatan Baru
Selama perang dingin, jika Anda ingin menilai keseimbangan kekuatan global, Anda mungkin akan melihat survei tahunan The Military Balance, yang diterbitkan Internasional Institute for Strategic Studies London, yang mengaku sebagai “data militer paling dipercaya dari 171 negara: ukuran angkatan bersenjata, anggaran pertahanan, peralatan.” Buku tersebut memberitahu kita mengenai kekuatan relatif angkatan darat, laut dan udara (hard power) , dan juga “soft power”: kekuatan relatif ekonomi, daya tarik masyarakat, dan kadar kewirausahaan dalam budaya. Dan, jika semua angka itu dijumlahkan, bakal didapat ukuran kasar keseimbangan kekuatan antar-berbagai negara-bangsa.
(hlm.140)
Belajar ADD
“bayar berapa pun harganya, tanggung sebesar apa pun bebannya, hadapi apa pun kesukarannya, dukung bsemua teman, lawan semua musuh untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan kebebasan.”
(hlm.341)
Seperti telah kita lihat, negara-negara besar sudah belajar bahwa kalau menduduki negara lain, yang di dapat hanya tagihan. Lebih mudah mengimpor tenaga kerja dan sumber daya alam suatu negara-atau kemampuan otak warganya lewat internet-daripada mendudukinya.
(hlm.342)
Jumlahnya semuanya, bapak-bapak dan ibu-ibu, dan yang kita dapatkan adalah contoh sempurna “masalah rumit”- banyak pihak berkepentungan, tetapi tak ada kesepakatan mengenai definisi masalahnya atau pemecahanya. Dan, kita tidak bisa terus berdiam diri.
Yang dibutuhkan adalah suatu kebijakan yang bisa disebut ADD, singkatan amplify, deter, degrade (perkuat, cegah,perlemah).
Pengetahuan adalah Kekuatan
(hlm.343)
Perpaduan negara gagal dan pertanian gagal adalah jutaan orang muda, terutama laki-laki , yang tak punya pekerjaan, tak punya kekuasaan, dan tak punya pasangan.
Kombinasi keadaan memalukan itu kemudian dimanfaatkan ideolog jihadis (yang punya uang), dengan janji keselamatan kalau mereka mau mengikuti gaya hidup puritan ala abad ke-7.
(hlm.345)
“Kami mendapat pengalaman yang sangat berbeda di asrama. Malam ini … kami membawa dua hal: pertama, pendidikan Amerika yang membuat kami sama kompeten dan berkualifikasi dengan mahasiswa-mahasiswa lain diseluruh dunia. Dan kedua, pemberdayaan dari pendidikan liberal arts.” “[selagi kami] menggunakan teknik berpikir kritis yang telah melampaui inti pendidikan kami di sini, dan selagi kami mencoba bergerak melampaui kebiasaan tradisional, melampaui apa yang disarankan orang lain, boleh jadi kami akan kerepotan. Namun, bukankah seperti itu cara nya membangun bangsa?”
Karwan Gaznay, umur dua puluh empat, seorang Kurdi, memberitahu saya bahwa dia tumbuh dengan membaca buku-buku tentang Saddam Hussein: “Sekarang kami mendapat pendidikan Amerika. Saya tadinya tak tahu siapan itu Thomas Jefferson. Saya tadinya tak tahu siapa itu James Madison. Jadi, ketika pemerintah melakukan sesuatu yang salah, sekarang kami bisa bilang: ‘ini salah. Saya sudah terdidik.’.. Saya mencalonkan diri sebagai presiden mahasiswa, dan mahasiswamahasiswa Arab memberi suara untuk saya, kami hidup sebagai satu keluarga di universitasb. Saya tak pesimis mengenai Irak. Kami bisa bekerja sama bila mau.”
(hlm.347)
Perlu Ayam
Percaya atau tidak, menurut Bill Gates titik awal yang bagus adalah ayam- suatu solusi yang dia gambarkan untuk saya dan hadirin lain dengan mendirikan model kandang ayam besar di lantai enam puluh delapan 4 World Trade Center. “Jika Anda hidup dengan $2 per hari, maka apa yang bakal Anda lakukan untuk memperbaiki kehidupan?”tanya Gates diblognya. “Itu pertanyaan yang benar-benar diajukan hampir 1 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem hari ini. Tentu saja tidak ada satu jawaban benar, dan kemiskinan tampak berbeda-beda di berbagai tempat. Namun, melalui pekerjaan saya diyayasan, saya sudah bertemu banyak orang di negara-negara miskin yang mememlihara ayam, dan saya sudah belajar banyak mengenai untung ruginya memiliki ayam… Cukup jelas bagi saya bahwa hampir semua orang yang hidup dalam kemiskinan ekstrem akan lebih baik hidupnya jika punya ayam. Malah, jika saya jadi mereka, itulah yang bakal saya lakukan- saya bakal pelihara ayam.”
Ayam mudah dan murah pemeliharaannya. Banyak ras bisa makan apapun yang ada di tanah (walaupun lebih baik kalau kita bisa sediakan makanannya, karena itu membuat ayam tumbuh lebih cepat). Ayam betina perlu tempat bernaung untuk bersarang, dan selagi jumlah ayam makin banyak, mungkin kita akan perlu kayu dan kawat untuk membuat kandang. Terakhir, ayam tak perlu banyak obat. Obat pencegah penyakit Newcastle yang mematikan harganya di bawah 20 sen.
(hlm.48)
Ayam memberdayakan perempuan, karena ayam itu kecil dan biasanya tidak pergi jauh dari rumahb, banyak budaya menganggap ayam itu hewan ternaknya perempuan, beda dengan ternak lebih besar seperti kambing atau sapi. Perempuan yang menjual ayam lebih mungkin menamankan kembali labanya untuk keluarga…\
(hlm.149)
Hari ini, di seluruh dunia ada lima ratus juta pertanian yang luasnya di bawah tiga hektare, dan kelima ratus juta pertanian itu [memberi] penghidupan langsung 2,5 miliar orang. Artinya, sepertiga planet ini hidup dari pertanian pertanian kecil itu.
“Untuk memulihkan satu hektare tanah yang telah rusak, biayanya antara seratus dan tiga ratus dollar,” katanya,sementara satu pengungsi di kamp pengungsian di Italia setiap hari membebabni pemerintah sebesar empat puluh dua dolar.”Jadi, tolonglah, kita tidak bisa bicara tentang uang banyak,” katanya. Usul Barbut: di tiga belas negara dari Mali sampai Djibouti, danai “Korps Hijau” beranggota lima ribu orang- satu untuk tiap desa di tiap negara- beri mereka pelatihan dasar dan benih pohon yang bisa menahan air dan tanah, lalu bayar masing-masing anggota dua ratus dolar per bulan untuk mengurus pohon yang ditanam.
(hlm.355)
Cegah dan Perlemah
Dan dalam era ketika kemerdekaan, pasar bebas, pluralisme, dan supremasi hukum- semua pilar masyarakat yang stabil- akan di tantang oleh perusak, penindas, dan ketidakteraturan, kita sendiri yang rugi kalau Amerika pecah.
(hlm.356)
SEPULUH
Alam Sebagai Penasihat Politik
Riset QI menunjukan bahwa kutipan itu muncul dari pidato seorang profesor bisnis Louisiana State University, Leon C. Megginson, di konvensi Southwestern Social Science Association pada 1963.
Kalau konsep teoretis itu diterapkan kepada kita sebagai individu, kita bisa mengatakan bahwa peradaban yang bisa bertahan hidup adalah yang bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan fisik, sosial, politik, moral, dan spiritual yang dihadapinya.
(hlm.360)
Aplikasi Dahsyat Alam
Kiranya Alam memulai dengan memberitahu kita bahwa dia sangat adaptif karena karena berbagai mekanisme, pertama-tama evolusi melalui seleksi alam.
Alam juga beradaptasi”melalui spesialisasi sosial” atau perilaku yang dipelajari.
(hlm.361)
Keragaman perilaku itu tidak bisa dicari DNA-nya, tetapi bisa diamati dan ditiru, dan lama-lama menjadi begitu kuat dan menguntungkan sehingga makhluk hidup yang melakukannya bisa mengungguli yang lain di relung mereka, sebagaimana kita selaku mamalia.
Anehnya, salah satu cara terbaik mengamati adaptasi evolusioner melalui DNA adalah dengan mengunjungi gurun.
(hlm.362)
Jalan lain yang ditempuh Alam untuk menghasilkan ketahanan adalah dengan bersikap wirausaha- selalu mencari relung baru untuk di manfaatkan dan diisi, dan selalu mencoba untuk mencari tahu tumbuhan dan hewan apa yang berevolusi bersama dengan baik.
(hlm.363)
Rata-rata, keragaman lebih besar mengarah ke produktivitas lebih besar di komunitas tumbuhan, penyerapan gizi lebih besar di ekosistem, dan kestabilan ekonomi lebih tinggi. Contohnya, percobaan lapangan di padang rumput Amerika Utara dan delapan tempat di Eropa, dari Yunani di tenggara sampai Portugal dan Irlandia di barat serta Swedia di Utara, telah menunjukan bahwa tiap kali jumlah spesies tumbuhan dikurangi setengahnya, terjadi penurunan produktivitas 10-20%.
(hlm.364)
“Semua makhluk hidup dalam suatu ekosistem saling terhubung melalui jejaring. Kehidupan mereka bergantung kepada jejaring kehidupan itu.”
(hlm.365)
“Yang paling besar ketahanannya di antara ekosistem dan negara,” kata Glenn Pricket, kepala bagian urusan eksternal Nature Conservancy, “adalah yang mampu menyerap banyak pengaruh asing dan memasukkannya ke dalam sistem, sambil mempertahakankan kestabilan secara keseluruhan.” Pikirkan Amerika Serikat atau India atau Singapura.
(hlm.366)
Alam juga percaya kepada kebangkrutan. Alam percaya tumbuhan dan hewan harus diperkenankan gagal agar seluruh ekosistem berhasil.
Hukum kebangkrutan di pasar sama dengan kebakaran hutan di Alam. “Alam membunuh kegagalan untuk memberi ruang kepada keberhasilan,” tulis Edward Clodd, bankir dan ahli antropologi Inggris, dalam bukunya yang terbit tahun 1897, Pioneers of Evolution from Thales to Huxley, “Yang tak beradaptasi, punah” dan “yang beradaptasi, bertahan.” Dari abu, bangkitlah kehidupan baru.
Sebaliknya, seperti dicatat Jared Diamond dan para ahli sejarah terdahului, hampir semua peradaban yang runtuh tidak menjaga tanah lapisan atas.
Sebagaimana kita tak bisa mempercepat kelahiran bayi gajah atau bayi semut, kita juga tak bisa memaksa pohon baobab yang tangguh selama tiga ribu tahun dengan mempercepat pertumbuhannya.
(hlm.369)
“Peradaban yang bisa bertahan hidup adalah yang bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan fisik, sosial, politik, moral, dan spiritual yang dihadapinya.”
(hlm.370)
Apa sebenarnya budaya? Saya menyukai definisi singkatnya dari Business Dictionary.com: budaya adalah “pola tanggapann yang ditemukan, dikembangkan, atau diciptakan sepanjang sejarah kelompok menghadapi maslaah yang muncul dari interaksi antaranggota, dan antar kelompok dan lingkungan. Tanggapan-tanggapan itu dianggap cara yang benar untuk memandang, merasa, memikirkan, dan melakukan, dan disebarkan ke anggota baru melalui pendalaman dan pengajaran. Budaya menentukan apa yang bisa dan tak bisa diterima, penting atau tak penting, benar atau salah, bisa atau tak bisa dikerjakan.”
Itulah sebabnya saya juga definisi kepemimpinan yang ditawarkan seorang pakar Harvard University, Ronald Heifetz, yang berkata bahwa peran pemimpin adlah membantu orang-orang menghadapi kenyataan dan mengerakkan mereka untuk membuat perubahan“ selagi lingkungan mereka berubah, untuk menjamin keamanan dan kemakmuran masyarakat.
(hlm.371)
Mandela menjelaskan bahwa supaya orang berkulit putih merasa diterima di Afrika Selatan yang dipimpin kulit hitam, jangan cabut semua lambang yang mereka banggakan.
(hlm.372)
Salah satu pembeda pokok dalam hal keterbukaan suatu sistem budaya atau politik adalah caranya menanggapi kontak dengan pihak tak dikenal. Apakah budaya Anda mudah malu karena ketinggalan jauh sehingga cenderung bertahan di tempat yang sama, atau lebih cenderung menurunkan harga diri untuk mencoba belajar dari pihak asing?
(hlm.373)
Mereka tahu bahwa satu hal yang bisa mereka kendalikan bukan arah jalannya bola, melainkan sikap mereka terhadapnya.
Kemampuan beradaptasi tanpa merasa malu, misalnya, jelas ada di Jepang abad ke-19, suatu negara yang telah berusaha sebaik-baiknya untuk tidak berhubungan dengan pihak asing dan menutup diri dari seluruh dunia.
Lalu, Jepang mengalami pertemuan tak terduga dengan pihak asing- Komodor Matthew Perry- yang datang pada 8 Juli 1853, menuntut pelabuhan-pelabuhan Jepang dibuka untuk perdagangan dengan Amerika, dan Pelaut-pelaut yang terdampar diperlakukan lebih baik. Tuntutannya ditolak mentah-mentah, tetapi Perry kembali lagi setahun kemudian dengan armada lebih besar dan senjata lebih banyak. Dia menjelaskan keuntungan berdagang dengan negara lain kepada Jepang, dan akhirnya disepakatilah Perjanjian Kanagawa pada 31 Maret 1854, membuka pasar Jepang untuk perdagangan luar negeri dan mengakhiri dua ratus tahun isolasi. Pertemuan itu mengguncang elite politik Jepang, memaksa mereka menyadari seberapa jauh mereka tertinggal dari Amerika Serikat dan negara Barat lain dalam hal teknologi militer.
Sayang, tak semua budaya bisa menghadapi kontak dengan pihak asing dengan menurunkan harga diri seperti Jepang dan menyerap segala yang bisa dipelajari dari pihak asing secepat-cepatnya.
Namun, sesudah membuka diri kepada dunia pada 1970-an, Tiongkok menggunakan sejarah
(hlm.375)
untuk mendorong masa depan. Terutama di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping, Tiongkok mengakui sedang berada dalam kemandekan, dan meraih dunia untuk mempelajari semuanya agar bisa beradaptasi dan mengejar ketertinggalan untuk kembali berjaya.
Profil ekspor Rusia tampak seperti negara Dunia ketiga, di mana sebagian besar ekspornya adalah sumber daya alam, terutama minyak dan gas alam.
(hlm.376)
Navarro menulis, bahwa teroris adalah pengumpul luka yang rajin,“ mengungkit-ungkit “peristiwa-peristiwa dari puluhan, bahkan ratusan tahun lalu.” Katanya: “mereka mengganggap peristiwa-peristiwa itu sekarang masih bermakna dan menyakitkan seperti ketika terjadinya. Bagi mereka tidak ada batas waktu penderitaan. Pengumpulan luka itu sebagian besar didorong oleh rasa takut dan paranoia, yang bercampur dengan mudah dengan ideologi tanpa kompromi. Pengumpulan luka memiliki kegunaan untuk mendukung dan membenarkan, menjaga semua peristiwa masa lalu tetap segar, sehingga memperbesar maknanya sampai hari ini, rasionalisasi gila untuk rasa takut dan cemas dalam diri.”
“keindahan ekstremisme adalah karena tidak memperbolehkan pengampunan.”
(379)
Merangkul Keragaman
Sau penelitian baru yang penting oleh dua ahli ekonomi, Quamrul Ashraf dari Williams College dan Oded Galor dari Brown University, seharusnya membantu menyangkal klaim skeptis itu. “Cultural Diversity, Geographical Isolation and the Origin of the Wealth of Nations”, yang baru-baru ini dirilis sebagai makalah penelitian National Bureau of Economic Research, memetakan peran isolasi geografis, kedekatan, dan keragaman budaya, terhadap pembangunan ekonomi dari zaman pra-industri sampai modern.
Penelitian itu menemukan bahwa “interaksi antara asimilasi dan penyebaran budaya telah berperan penting dalam membangkitkan perbedaan pada pembangunan ekonomi di seluruh dunia.” Sederhananya: keragaman mendorong pembangunan ekonomi, dan keseragaman memperlambatnya…
(hlm.380)
Streotipe kantor berisi orang kulit putih semua sudah tak ada, jika anda menjalankan perusahaan pintar hari ini, isinya adalah orang dari mana-mana … Pluralisme memungkinkan kita menjadi cepat dan pintar.
(hlm.381)
Monokoltur setahunan jauh lebih rentan penyakit dan hama, juga butuh jauh lebih banyak energi bahan bakar fosil- bajak, pupuk, pestisida- untuk dipertahankan, karena dalam monokultur, satu hama atau penyakit bisa menghabisi seluruh ladang.
(hlm.382-383)
Selagi saya mendengarkan Jackson menerangkan semua itu, saya menanggapi: Bukankah menarik, karena al-Qaeda sering berkata bahwa bila ingin kembali kuat, dunia Islam harus kembali ke zaman Islam “murni”, ketika masih monokultur di Jazirah Arab, tak tercemar pengaruh asing?Namun, sebenarnya zaman emas dunia Arab-Musilm adalah antara abad ke-8 dan ke-13, ketika dunia Islam bisa dianggap polikultur terbesar di dunia yang berpusat di Spanyol dan Afrika Utara. Zaman itu adalah zaman kemajuan intelektual di dunia Arab-Muslim, yang menjadi tempat tujuan orang yang mau belajar sains, matematika, astronomi, filsafat, dan kedokteran. Dan yang mendorong kemajuan intelektual itu adalah cara para ilmuwan Islam zaman itu menjembatani dan mengintegrasikan ajaran terbaik dari beragam peradaban, dari Tiongkok dan India sampai Persia dan Yunani. Itulah polikultur yang membuat dunia Arab ketika itu sangat kaya, sehat dan tangguh.
Bakal saya katakan bahwa hal yang sama terjadi kepada Partai Republik di Amerika. Republik dulunya polikultur yang amat kaya, memberi kita gagasan-gagasan yang sangat beragam seperti taman nasional (dibawah Theodore Roosevelt), Environmetal Protection Agency, Clean Air Act, Clean Water Act (dibawa Richard Nixon), pengendalian senjata nuklir radikal dan protokol Montreal untuk menurup lubang ozon (di bawah Ronald Reagan), sistem pertukaran emisi (cap-and-trade) untuk mengurangi hujan asam (di bawah George H.W. Bush), dan reformasi perawatan kesehatan berbasis psaar (di bawah Mitt Romney ketika ia menjabat gubernur Massachusetts). Dan selama puluhan tahun partai tersebut merupakan campuran pluralistik Republikan liberal utara dan konservatif selatan dan barat, namun pada tahun-tahun belakangan, Tea party, dan kelompok-kelompok hiperkonservatif lain, yang juga banyak di danai perusahaan bahan bakar fosil dan miliader minyak, telah mencoba membabat polikultur Partai Republik dan mengubahnya menjadi monokultur yang amat rentan terhadap gagasan-gagasan sakit: bahwa perubahan iklim itu bohong; evolusi tak pernah terjadi; dan kita tak perlu reformasi imigrasi.
Studi tahun 2012 oleh Kauffman Foundation mengungkap bahwa imigran mendirikan seperempat dari seluruh perusahaan rintisan teknologi AS. Studi itu berjudul “America’s New Immigrant Entrepreneurs: Then and Now”, menunjukan bahwa “24,3 persen perusahaan ristisan rekayasa dan teknologi punya setidaknya satu orang imigran pendiri yang memegang peran penting,” lapor Reuters pada Oktober 2012. “Studi itu memusatkan perhatian ke silicon Valley, menganalisis 335 perusahaan rintisan rekayasa dan teknologi. Ditemukan bahwa 43,9 persen didirikan oleh setidaknya satu orang imigran. ‘Imigran berkeahlian tinggi akan tetap menjadi aset penting bagi daya saing AS di ekonomi global’, tulis para pelaku studi.”
(hlm.384)
“Ujung-ujungnya, yang mengerakkan Singapura, yang memberi keunggulan istimewa Singapura, adalah kemampuan menjembatani budaya-budaya.”
Budaya Kepemilikan
Andreas Schleicher, yang menjalankan ujian Programme for Internasional Student Assessment, suatu evaluasi prestasi skolastik global, mengamati bahwa yang mendapat nilai paling tinggi adalah negara-negara Asia yang punya “budaya kepemilikan – kadar otonomi profesional guru yang tinggi… di mana para guru bisa ikut serta dalam membuat standar dan kurikulum dan punya banyak waktu untuk pengembangan profesional terus-menerus.”
(hlm.387)
Saya tahu bahwa anak-anak sering diberi dua pilihan makanan; “kamu mau makan waotel atau apel?”- kedua pilihan itu disetujui ibu, tetapi memberi kesempatan memilih kepada anak membuat dia belajar memiliki keputusan.
(hlm.391)
Partai Politik Alam
- Alam akan mendukung sistem perawatan kesehatan universal dengan pembayar tunggal, didanai pajak konsumsi pertambahan nilai progresif (kecuali terhadap bahan pangan dan kebutuhan dasar lain).
(hlm.392)
- Alam akan memperpanjang dan memperluas pengurangan pajak penghasilan (Earned Income Tax Credit, EITC) dan pengurangan pajak karena anak, yang membantu orang keluar dari kemiskinan karena menambah gaji pekerja berpenghasilan rendah dan memberi insentif untuk bekerja.
- Alam bakal mendampingi dukungan untuk perjanjian perdagangan bebas- Trans Pasific Partnership (TTP) antara Amerika Serikat dan sebelas negara di sekeliling Samudra Pasifik, dan Transatlantic Trade and Investment (TTIP) antara Amerika Serikat dan Uni Eropa- dengan asuransi gaji untuk pekerja yang terkena dampak perdagangan bebas.
(hlm.393)
David Author, ahli ekonomi MIT, turut telibat penelitian Februati 2016 yang banyak dibahas “The China Shock: Learning from Labor market Adjustment to Large Changes in Trade”, yang merinci dampak impor Tiongkok yang benar-benar menghancurkan lapangan kerja di komunitas-komunitas tertentu di Amerika. Autor memberitahu The Washington Post pada 12 Mei 2016 bahwa bisa saja keseluruhan ekonomi Amerika “tumbuh 3 persen, tetapi bagian-bagianya menyusut sampai 40 persen, dan itu benar-benar terlihat. Kita masih punya banyak orang yang tersingkir dan marah.”
- Alam bakal membuat semua biaya pendidikan pascasekunder di universitas atau sekolah teknik dunia nyata atau maya terakreditasi menjadi pengurang pajak. Alam juga akan meggunakan kemampuan politiknya untuk kendorong universitas agar memotong lama program sarjana (S1) dari empat ke tiga tahun.
(hlm.394)
- Alam bakal membatalkan “reformasi” hukum kebangkrutan 2005 yang merugikan perusahaan rintisan karena menambah biaya bagi wirausaha yang mau menyatakan kebangkrutan dan memulai lagi dari awal, terutama mereka yang menggunakan kartu kredit untuk modal awal.
(hlm.395)
- Mengenai imigrasi, Alam bakal mendukung dinding sangat tinggi dengan gerbang sangat besar
- Untuk menjamin bahwa layanan internet generasi mendatang dikembangkan di Amerika, Alam bakal mengadakan insentif pajak percepatan baru dan menghilangkan pembatasan peraturan untuk mempercepat peningkatan skala bandwidth terpasang- untuk jejaring kabel maupun nirkabel.
(hlm.396)
- Alam bakal meminjam $50 miliar dengan tingkat bunga hari ini yang hampir nol untuk memperbaiki pelabuhan, bandara , dan insfraktuktur untuk menciptakan lapangan kerja.
- Alam bakal melarang pembuatan dan penjualan segala senjata semiotomatis dan sejata gaya militer lain dan membuat pemerintah menawarkan untuk membeli kembali semua harapan dan pistol yang beredar.
- Untuk meraih pendapatan pemerintah yang cukup besar supaya bisa membayari investasi-investasi itu, Alam bakal mendukung reformasi pajak besar-besaran.
(hlm.398)
- Alam bakal mwajibkan pemberian label di semua minuman bergula, permen, dan makanan cepat saji bergula tinggi, untuk memperingatkan bahwa konsumsi berlebihan bisa menyebabkan diabetes dan obesitas-sebagimana label di bungkus rokok memperingatkan bahwa rokok menyebabkan kanker.
- Alam bakal menunjuk komisi independen komisi independen untuk meninjau reformasi finansial Dodd-Frank dan peraturan-peraturan akuntansi Sarbanes- Oxley untuk menentukan bagian mana- kalau ada- yang menyulitkan wirausaha mendapat modal atau membuka usaha. Kita harus memastikan bahwa kita mencegah kecerobohan- bukan mencegah orang mengambil risiko.
- Alam bakal membuat Komisi Perbaikan Peraturan, sebagaimana diusulkan oleh makalah kebijaksanaan Progressive Policy Institute (PPI) bulan Mei 2013. Persetujuan kongres diperlukan agar perubahan bisa terjadi, tetapi Kongres hanya bisa memberi suara untuk paket itu secara utuh tanpa membuat perubahan.
(hlm.399)
- Akam bakal meniru Britania Raya dan membatasi pengeluaran kampanye politik nasional dan panjang kampanye nasional beberapa bulan saja.
- Alam bakal mendorong semua negara bagian untuk mengakhiri manipulasi batas daerah pemilihan (gerrymandering), dengan mengikuti langkah California menunjuk komisi nonpartisan beranggotakan para pensiunan ahli hukum untuk menentukan distrik kongres secara seimbang mungkin. Alam juga bakal memperkenalkan pemberiansuara dengan pilihan berurutan untuk pemilu Senat dan DPR dalam sistem itu, bukannya hanya memberi suara untuk satu calon, pemilih memberi peringkat ke tiap calon berdasarkan preferensi.
(hlm.400)
- Dalam hal keamanan nasional, Alam bakal menjamin badan-badan intelejen kita punya semua sarana legal terpantau untuk menghadapi teroris zaman sekarang yang bersenjata dunia maya- karena bila terjadi lagi peristiwa seperti 9/11, banyak pemilih yang akan rela menghapuskan segala kemerdekaaan sipil.
Untuk itu, Alam bakal menjadikan Korps Perdamaian (Peace Corps) sebagai cabang yang setara dengan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara,Penjaga Pantai, dan Korps Marinir, lengkap dengan akademinya sendiri. Jika Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Penjaga pantai, dan Korps Marinir menjadi “pertahanan”, muka Korps Perdamaian bakal menjadi “serangan”.
(hlm.401)
- Alam bakal mensyaratkan bantuan AS ke negara berkembang dikaitkan dengan kesetaraan gender dan akses perempuan ke teknologi keluarga berencana.
- Alam bakal mengadakan tiga “balapan sampai ke puncak” di tingkat federal- dengan hadiah $100 juta, dan $50 juta- untuk mempercepat inovasi teknologi sosial: negara bagian mana yang bisa membuat platform terbaik untuk melatih kembali pekerja?
(hlm.403)
SEBELAS
Apa Tuhan Ada di Dunia Maya?
Jadi, apa pertanyaan terbaik yang pernah saya dapat dari audience mengenai buku?
(hlm.404)
“Apa Tuhan ada di dunia maya?”
“Apa Tuhan ada di dunia maya?” awalnya dia bercanda: Tuhan mesti ada di dunia maya karena setiap kali dia ada di kereta bawah tanah di London, “Saya dengar orang bilang ke telepon seluler ‘Ya Tuhan, kenapa tidak berfungsi!”
“Tergantung apa pandangan Anda mengenai Tuhan.”
(hlm.409)
Kita sekarang mendekati duna di mana bisa dibayangkan satu orang atau satu kelompok kecil bisa membunuh semua orang.
“kita adalah generasi pertama yang punya orang, gagasan, dan sumber daya untuk memecahkan semua tantangan terbesar,” kata Frank Fredericks, pendiri World Faith, suatu gerakan antariman global.
Itu alasannya saya bersikeras bahwa sebagai satu spesies, kita belum pernah berada dipersimpangan moral ini dalam perjalanan- di mana salah seorang dari kita dapat membunuh kita semua dan kita semua akan melakukan itu.
(hlm.410)
Pendidikan butuh dosis kuat liberal arts.
Makin canggih teknologi kita, makin besar kebutuhan kita akan orang-orang yang punya pandangan lebih luas.
(hlm.412)
Semua cerita itu punya kesamaan: yang berkuasa adalah algoritma- bukan orang, bukan etika, bukan Tuhan.
(hlm.413)
Private Photo Vault termasuk salah satu aplikasi foto dan video paling banyak diunduh di Apple App Store. Itu teknologi yang dirancang untuk bersembunyi dari orangtua, polisi, dan siapapun yang mau menegakkan nilai-nilai.
(hlm.415)
Waktunya Semua Orang Kembali ke Sekolah Hari Minggu
Ketika saya berpikir mengenai tantangan itu di skala global, resep singkat saya sendiri adalah kita harus mencari cara mengajak makin banyak orang mengamalkan Kaidah Kencana (Golden Rule). Dan, tak penting versi mana yang Anda pakai. Bisa “segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga, kepada mereka” atau variasinya dari Talmud Babilonia, sebagaimana sabda terkenal guru besar Yahudi Rabi Hillel, “yang buruk bagi dirimu, jangan kamu lakukan kepada orang lain. Itulah keseluruhan Taurat. Selebihnya hanya penjelasan. Pergilah dan pelajari.” Atau variasi lain menurut keyakinan masing-masing.
The Martian
Orang Afrika tak sembarangan menciptakan pepatah “Perlu satu desa untuk membesarkan satu anak”
(hlm.420)
Sayang, itu hanya dapat terjadi di Hollywood. Film itu termasuk fiksi politik karena, seperti disebutkan China Daily juga, “sejak 2011 NASA dilarang Kongres berkolaborasi dengan Tiongkok, karena masalah hak asasi manusia dan keamanan nasional. Larangan itu dimasukkan ke anggaran 2011 oleh Frank Wolf, ketika itu anggota Kongres yang sudah lama menjabat dari Partai Republik mewakili Virginia, ketua subkomite yang mengawasi NASA. ‘Kami tak ingin memberi [Tiongkok] kesempatan memanfaatkan teknologi kami, dan kami tak mendapat keuntungan apa-apa kalau berurusan dengan Tiongkok,’ katanya kepada Science Insider ketika itu.”
(hlm.421)
Mengapa sukar? Karena “satu kendala besar kita sebagai manusia adalah kita bersifat kesukuan (tribal),” jawab Marina Gorbi, direktur eksekutif Institute for the Future. “kita selalu perlu kelompok untuk memberi identitas. Kita dari sananya seperti itu. Sejak pertama kali berkumpul di sekitar api unggun, manusia berevolusi menjadi makhluk kesukuan.”
(hlm.422)
Pada 3 mei 2016, Morning Edition National Public Radio menyiarkan berita dari reporter ilmu sosialnya Shankar Vedantam, spesialis pola tak terlihat dalam perilaku manusia, mengenai riset manfaat kesehatan dari menari bersama orang lain. “Peneliti psikologi di Oxford University,” kata Vedantam, telah “mempublikasikan hasil penelitian di jurnal Evolution and Human Behavior. Mereka membawa beberapa sukarelawan ke lab dan mengajarkan berbagai gerak tari. Mereka membawa beberapa sukarewalan ke lab dan mengajarkan berbagai gerak tari. Mereka tempatkan sukarelawan berkelompok empat-empat dan memberi headphone agar sukarelawan bisa mendengar musik. Beberapa sukarelawan diajari gerak tari yang sama, lainnya diajari gerak tari yang berbeda-beda. Sebelum dan sesudah para sukarelawan menari mengikuti musik, para penelitian mengukur ambang batas rasa sakit mereka dengan membebat lengan menggunkan sabuk pengukur tekanan darah.”
Pengalaman yang terasa enak biasanya merupakan sinyal bahwa pengalaman itu memenuhi suatu tujuan evolusioner- jadi otak berevolusi sehingga menganggap jenis makanan tertentu lezat karena punya manfaat dalam kelangsungan hidup leluhur kita.
Sebagai spesies sosial, menjadi anggota kelompok itu bermanfaat bagi kelangsungan. Evolusi juga mungkin telah menyesuaikan otak agar mengalami rasa enak ketika melakukan hal-hal bersama dan untuk orang lain- menari bersama, khususnya dengan gerakan yang sinkron, bisa memberi sinyal bahwa Anda sejalan dengan banyak orang lain. Para periset berpikir itulah alasannya banyak budaya punya tarian bersama dan mungkin itu punya manfaat bagi kesehatan.
(hlm.427)
“ketika kalian memandang wajah orang di sebelah kalian, dan kalian bisa melihat bahwa orang itu adalah saudara kalian, maka malam telah berakhir dan siang dimulai.”
(hlm.428)
DUA BELAS
Selalu Mncari Minnesota
Orang yang dibesarkan di wilayah pegunungan, atau yang sebagai anak duduk minum di pinggir kali, atau bermain di lapangan desanya, ketika kembali ke tempat-tempat itu, menemukan kembali identitasnya sendiri.
(hlm.434-435)
Akhirnya, apa yang selalu Anda lihat dalam ikatan adaptif terbaik adalah bahwa mereka terus berusaha memanfaatkan aset-aset lokal. Artinya, ketimbang berharap dan berdoa bahwa Ford Motor akan datang ke kota mereka dengan pabrik yang memperkerjakan 25.000 orang, mereka justru mulai dengan membuat katalog yang berisi aset-aset lokal mereka- bisa jadi itu adalah iklim, kondisi geografis, universitas, garis pantai, pelabuhan, keragaman, pengrajin, dan seni budaya- apa pun yang sulit untuk dialihdayakan atau dipindahkan, dan unik. Dan kemudian, mereka mencoba menggunakan teknologi dan globalisasi untuk membangun aset-aset tersebut serta memelihara industri lokal, pariwisata, manufaktur, dan pengrajin.
(hlm.436)
Kisah St. Louis Park
Pertama, seperti saya jelaskan di awal, suatu kolom harus memadukan tiga hal; kumpulan nilai Anda sendiri, pemikiran Anda mengenai cara mesin bekerja, dan apa yang Anda sudah dipelajari mengenai bagaimana Mesin memengaruhi orang dan budaya serta sebaliknya.
Kedua, karena nilai-nilai itu tampak makin relevan sekarang di Amerika secara keseluruhan, dan didunia yang lebih luas.
(hlm.437)
Saya dapat menuliskan nilai-nilai saya distiker bemper mobil, tetapi panjangnya akan mencapai seluruh bemper: saya liberal secara sosial, sangat patriorik, suka pluralisme, berorientasi masyarakat, moderat dalam bidang fiskall, cenderung pro perdagangan bebas, terobesesi inovasi, environmentalis- kapitalis.
(hlm.438)
“Dulu hanya makanannya saja yang lebih enak, sekarang hidupnya juga lebih enak.”
Saya tumbuh pada masa dan di tempat di mana kata “public” punya gema kuat dan menimbulkan rasa hormat tertinggi sebagai sumber inovasi- public schools (sekolah umum), public parks (taman umum), public deliberations (musyawarah umum), dan public-private partnerships (kemitraan publik-swasta).
(hlm.439)
‘Aku marah sekali ke pengemudi lain yang memepet saya sampai-sampai hampir mengklakson!’ itulah cara orang Minnesota marah-marah di jalan. Reaksi Ilene adalah reaksi orang yang pada dasarnya santun, dibentuk oleh tempat yang pada dasarnya santun.
(hlm.442)
Sesuatu di Air
Coen bersuara berdasarkan film mereka tahun 2009, A Serious MAN, di st. Louis park kira-kira tahun 1967 dan Hebrew School kami. Waktu masih muda, Coen bersaudara sering nongkrong di Mike Zoss Drugs di Minnetonka Boulevard, beberapa mil dari rumah saya. Jika anda perhatikan film klasik mereka No Country for Old Men, anda akan lihat bahwa toko obat diseberang perbatasan Meksiko yang dimasuki tokoh utamanya. Chigurh yang diperankan Javier Bardem, untuk mencuri obat sesudah dia meledakkan satu mobil yang diparkir, bernama “Mike Zoss Pharmacy”- salah satu penghormatan kepada kota asal kami di film-film Coen bersaudara dan komunitas Yahudinya yang menetap di dataran dingin Midwest dan menyebut diri “the Frozen Chosen”.
(hlm.443)
Selama masa kecil kami, St. Louis Park adalah tempatny satu pabrik kreosot besar, yang membuang banyak zat kimia beracun ke air tanah kami. Penelitian telah menunjukan bahwa menelan banyak kreosot bisa menyebabkan dua hal: peningkatan kreativitas intelektual dan/atau masalah prostat.
(hlm.447)
The Frozen Choosen
Mengapa? Dalam satu eufernisme terhebat yang saya dengar- saking hebatnya saya mengingatkannya selam bertahun-tahun- ayah saya mengatakan bahwa temannya dihukum penjaran karena dia berbelanja di toko yang belum buka.“
(hlm.450)
Saya sangat sadar bahwa generasi saya adalah generasi transisi antara era orangtua saya- yang selalu merasa bahwa kehidupan adalah koper dengan dasar rahasia, jadi kami seharusnya tak boleh merasa terlalu nyaman- dan generasi putri-putri saya, yang tahu anti-Semitisme hanya lewat buku sejarah.
(hlm.454)
“Jika Anda ingin menolong seseorang, lakukan saja.”
(hlm.457)
St. Jewish Park
Kami punya satu set ensiklopedia World Book di sebelah meja makan untuk menyelesaikan semua perselisihan yang mungkin timbul- biasanya antara ayah saya dan saya.
(hlm.458)
Jadi, pada satu malam musim panas tahun 1962, mahasiswa Macalester College Kofi Annan dan beberapa temannya naik mobil Studebaker berwarna seperti sop tomat ke St. Louis Park. Ya, Kofi Annan yang itu, yang kemudian menjadi diplomat Ghana lalu sekretaris jenderal di perserikatan Bangsa-bangsa ke-7- tapi waktu itu dia sedang kuliah ekonomi di Macalester dengan beasiswa Ford Foundation.
(hlm.459)
“Saya masih mahasiswa dan masih muda- kami sekelompok, ada yang dari Indonesia, India, dan lain-lain, dan kami semua berkumpul bersama” di Macalester, kata Annan.
(hlm.460)
Tak lama sesudahnya saya dengar dia membeli rumah sakit itu dari Dr. Fitch, membuka praktik di sana, dan menjadi cukup berhasil.
(hlm.463)
Strobel mengingatkan saya bahwa di sekolah kami juga ada beberapa orang Jepang Amerika, yang orang tuannya dimasukkan kamp internir selama Perang Dunia II.
(hlm.466)
Ruang Publik
Ruang publik di sana adalah produk sekaligus penghasil rasa saling percaya, pluralisme, dan modal sosial secara umum. Masing-masing adalah alat pencampur yang mempersatukan orang-orang dari berbagai latar belakang ekonomi, agama, dan ras.
(hlm.467)
Artikelnya tentang seorang Jenderal Israel yang menjadi pahlawan di Perang Enam Hari dan berkunjung untuk memberi kuliah di University of Minnesota. Saya meliput kuliahnya dan mewawancara dia. Nama jenderal itu adalah Ariel Sharon.
(hlm.468)
Pada era itu dana hibah Title IV-C Education Departement memungkinkan guru sekolah umum mengusulkan kurikulum baru ke distrik, yang dapat dibeli distrik lain dengan harga rendah atau gratis.
(hlm.470)
Selain sekolah, tempat berbaur lain di Minneapolis adalah danau-danaunya. Danau-danau Minneapolis dikelilingi beberapa rumah orang-orang terkaya di kota, tetapi tiap danau dikelilingi jalan setapak, jalur sepeda, dan partai yang terbuka untuk umum. Saya biasa berjalan-jalan bersama ibu saya keliling danau waktu kecil, dan pasti kami bertemu semua orang yang kami kenal di sana.
(hlm.473)
Minnesota Kelas Menengah
Yang membuat ruang publik itu bisa ada adalah pertemuan dua hal: pertumbuhan ekonomi Amerika dan Minnesota yang menghasilkan kelas menengah, dan generasi unik politikus progresif.
(hlm.474)
Masa itu adalah masa “peningkatan pendapatan dan penyebaran kemakmuran- pertumbuhan tinggi dan kesetaraan tinggi.”
(hlm.475)
Dia lulus dan mendapat gelar sarjana fisika dari MIT. Lalu, dia menjadi juru foto. Saya juga masuk perguruan tinggi yang bagus. Lalu, lulus. Lalu, saya jadi komedian. Kasihan orangtua saya. Namun, kita sudah mengalahkan Soviet. Terima kasih kembali!
Saya tumbuh di kelas menengah Amerika pada masa jaya kelas menegah, waktu berada di kelas menengah berarti benar-benar aman.
(hlm.476)
Tak seorang pun memperingatkan saya bahwa jika saya tak mendapat pendidikan STEM- sciense, technology, engineering, math- saya nantinya tak bisa makan.
Kepemimpinan komunitas bisnis Minnesota adalah pendorong utama “cara Minnesota”: mereka mengerti bahwa pemerintah ada untuk berkompromi, membuat keputusan, dan mendukung sektor swasta ada untuk membuka lapangan kerja dan mendukung kepentingan umum, kata Lawrence Jacobs, direktur Center for the Study of Politics and Governance, Humphrey School of Public Affairs, University of Minnesota.
(hlm.477)
Jadi tak heran bila dua tahun sesudah saya lulus SMA, sampul majalah Time 13 Agustus 1973 adalah gubernur Minnesota Wendell Anderson yang tersenyum sambil mengangkat ikan hasil pancingan. Judul sampulnya, “The Good Life in Minnesota”.
(hlm.482)
Leluhur Politis Kami
Mereka ingin anggota Kongres yang ganteng, berani, dan jujur, dan mereka ingin saya memperlihatkan mereka
(hlm.485)
Judul buku-bukunya- antara lain Demorcracy’s Discontent, Public Philosophy, Justice: What’s the Right Thing to Do?, dan What Money Can’t Buy- mencerminkan keprihatinan yang terus bertahan terhadap nasib demokrasi, masyarakat, dan kebajikan kewarganegaraan pada zaman kita.
(hlm.489)
Yang Ada di Airnya
St. Louis Park persis apa yang dijabarkan filsuf politik Edmund Burke di buku klasiknya Reflections on the Revolution in France (1790), ketika dia memuji komunitas, atau yang dia sebut “peleton kecil”, sebagai balok pembangunan utama dan sumber rasa saling percaya untuk masyarakat sehat.
(hlm.491)
TIGA BELAS
Anda Bisa Pulang Lagi (dan Harus!)
Saya sedang melakukan riset buku di Minnesota pada awal 2016, saya menyewa mobil dari Hertz dan pada 9 Januari mengembalikannya ke bandara pada pagi sebelum terbang ke Washington, D.C.
(hlm.500)
Apa Yang Anda Akan Usahakan Selanjutnya?
Pada 2011, para pembayar pajak AS harus menanggung $535 juta dalam bentuk garansi federal yang diajukan pemerintahan Obama, ke perusahaan rintisan ventura panel surya, Solyndra, yang tekonologinya
Intinya adalah di Washington, D.C- apapun isu atau partainya- Anda dianggap bersalah sampai terbukti tak bersalah sampai terbukti bersalah dan kalaupun sudah begitu, orang akan mengampuni jika mereka pikir Anda sudah berusaha dan berniat baik.
(hlm.501)
Dengan hanya empat puluh tujuh ribu orang, St. Louis Park bukan hanya punya dewan perwakilan rakyat kota, melainkan juga tiga puluh lima rukun warga, yang dimanfaatkan walikota dan manajer kota untuk mendapat mufakat dan menimbulkan rasa saling percaya bagi semua keputusan besar.
(hlm.504)
St. Somalia Park
Selalu ada hubungan antara kota dan sekolah. Jika sekolahnya tak bagus, tidak ada gunanya jalan mulus. Dan, jika jalan rusak, perumahan berantakan, pemerintah tak berjalan, maka mutu kehidupan menurun- begitu juga sekolah.
(hlm.510)
Caribou Coffee
Tiap kali saya pulang ke St. Louis Park, saya menemukan satu organisasi sosial baru yang dimulai oleh seseorang di masyarakat untuk membantu orang lain yang kurang beruntung di masyarakat. Itulah arti masyarakat.
(hlm.524)
Proyek Istaca
Dalam riset, saya tak bertemu satu pun orang yang ingin orang Somalia atau Hmong melepas identitas budaya mereka, sebagaimana orang Norwegia atau Yahudi, untuk menjadi “Orang Minnesota”, namun, ada rasa ketidaksukaan yang kuat Minnesota, yang juga saya miliki, terhadap jenis multikulturalisme globalis yang ada di Eropa, di mana semua orang dibiarkan berjalan sendiri-sendiri, dan suatu hari kita bangun dan mendapati bahwa panci peleburannya rusak dan tidak ada masyarakatsejati. Cara Minnesota adalah semua orang sebaiknya mempertahankan adat masing-masing, tetapi ada nilai-nilai dasar tertentu- mengenai cara memperlakukan perempuan, supremasi hukum, perbedaan agama, lembaga publik, dan ruang komunitas- yang tak bisa ditawar.
(hlm.525)
Jonathan Haidt, ahli psikologi sosial di NYU Stern School of Business menjelaskan alasannya dalam satu esai di The American Interest tanggal 10 juli 2016, berjudul “When and Why Nationalism Beats Globalism”. “Identitas, norma, dan sejarah bersama biasanya mendorong rasa saling percaya… Masyarakat dengan rasa saling percaya, atau modal sosial, yang tinggi, menghasilkan banyak manfaat bagi warga: angka kejahatan lebih rendah, biaya transaksi bisnis lebih rendah, tingkat kemakmuran lebih rendah, kecenderungan bermurah hati kepada sesama, dan lain-lain.. Rahasiannya.. adalah mencari tahu bagaimana menyeimbangkan berbagi kepentingan yang masuk akal mengenai komunitas sendiri dengan kewajiban menerima orang asing, terutama yang sangat membutuhkan.”
(hlm.533)
EMPAT BELAS
Dari Minnesota ke Dunia dan Kembali Lagi
(hlm.535)
Angka-angka itu memberitahu kita bahwa pluralisme makin penting pada masa depan, karena berdasarkan mayoritas non-kulit putih dalam seperempat abad ke depan- tapi tanpa membereskan isu rasial
(hlm.539)
Pohon Tumbuh di Minnesota
Pohon-pohon itu dan saya sama-sama tumbuh dari tanah yang sama, dan pelajaran pribadi, politik, dan filosofis paling penting dari perjalanan buku ini adalah bahwa ketika dunia menuntut kita menjangkau lebih jauh, kita juga makin perlu berakar di tanah berisi rasa saling percaya yang menjadi fondasi semua masyarakat sehat, kita mesti diperkaya oleh tanah itu, dan kita mesti memperkayanya juga.
(hlm.541)
PENUTUP
Tetap Optimis
(hlm.542)
Dia melihat sekolah dan rumah sakit yang terlalu penuh, sistem transportasi yang terbebani, kekurangan perumahan akut, dan negara yang telah berubah begitu cepat sehingga banyak penduduknya yang mulai tak kenal lagi negaranya sendiri.
(hlm.543)
Namun, sesudah satu tahun Partai Konservatif berkuasa, statistik imigrasi tak menunjukan penurunan sama sekali; 600.000 lebih imigran masih masuk Kerajaan Inggris per tahun, hampir 300.000 berasal dari Uni Eropa, dan tidak jelas kapan berakhirnya. Imigran sebanyak itu tak pernah ada sebelum 2014, tapi bertahan di tingkat itu selama tiga tahun berturut-turut. Sebagai perbandingan, imigran warga Uni Eropa ke Britania hanya 44.000 pada 1992 dan 66.000 pada 2003.
(hlm.544)
Pendek kata, kemenangan Trump dan Brexit bukan hanya pembalasan bermotif ekonomi, melainkan juga pembalasan budaya oleh pemilih kelas pekerja kulit putih yang merasa dilupakan, ditinggalkan, dan diremehkan sekaligus. Trump dan Brexit adalah acungan tinju mereka yang menyatakan “Aku ada” di hadapan suatu sistem yang mengancam status dan penghidupan mereka.
Kalau melihat ke belakang, Anda bisa melihat bagaimana dan mengapa momen Trump/Brexit berakar pada awal 2000-an. Karena alasan-alasan yang dijabarkan di awal buku ini, 1950-an sampai awal 1970-an adalah tahun-tahun kemasan bagi kelas menengah Amerika, khususnya bagi pekerja berkeahlian rendah dan menengah. Pada tahun-tahun pasca-Perang Dunia II, globalisasi belum mulai, perdagangan lebih terbatas, dan serikat buruh kuat. Amerika adalah kekuatan Industri’/ manufaktur dominan yang bangkit sesudah Perang Dunia II menghancurkan Eropa dan Asia, dan revolusi TI belum mencapai kekuatan penuh, jadi ada banyak orang Amerika, terutama Laki-laki, yang dapat menikmati “pekerjaan dengan keahlian menengah bergaji tinggi.” Kala itu sebagian besar mesin berfungsi menambah kekuatan manusia, bukan menggantikan manusia, setidaknya belum dalam skla seperti sekarang. Zaman itu adalah zaman ketika, seperti dikatakan anggota Kongres Rick Nolan dari Minneapolis, bila anda Laki-laki pekerja biasa di Minnesota ketika itu, “Anda tak bisa gagal tanpa sengaja.”
(hlm.545)
Pada akhir 1970-an, Tiongkok yang dipimpin Deng Xiaoping mulai memperkenankan para petani dan pemanufaktur kecil untuk menumbuhkan dan membuat berbagai produk lalu mengekspornya untuk mencari laba pribadi, sebagaimana layaknya kapitalis; Deng juga menciptakan empat zona ekonomi khusus sepanjang pantai Tiongkok untuk menarik pemanufaktur asing. Pada waktu yang sama, Ronald Reagan dan Margaret Thatcher memulai proses deregulasi dan pembukaan ekonomi, tren yang menyebar di Barat. Bill Clinton meneruskan merangkul perdagangan dan globalisasi dengan membina NAFTA dan World Trade Organization pada 1990-an, dan pada masa jabatannyalah terjadi ledakan dot-com.
Selama periode antara 1970-an dan awal 2000an, “rata-rata” mulai berakhir, dan pekerjaan, berkeahlian tinggi bergaji tinggi atau pekerjaan berkeahlian rendah bergaji rendah.
(hlm.546)
Meski demikian- selama periode antara pertengahan 1970-an sampai awal 2000-an banyak rumah tangga mampu bertahan memegang Impian Amerika kelas menengah karena ada banyak bantalan. Kami menciptakan banyak pekerjaan kontruksi rumah melalui rekayasa finansial KPR. Kami juga memperluas kredit melalui kartu Visa dan kartu-kartu lain, supaya pekerja berkeahlian menengah bisa meminjam agar hidup seperti kelas menengah. Kami juga menurunkan harga banyak kebutuhan dasar melalui Walmart, Target dan Costco. Kami juga memungkinkan banyak orang berkeahlian menengah dengan kelayakan kredit kurang baik mendapat KPR- lagi-lagi melalui rekayasa finansial – dan selagi harga rumah naik, mereka bisa meminjam dengan menjaminka rumah atau menaikkan harga rumah seiring inflasi agar tetap berada di kelas menengah. Terakhir, dan barangkali paling penting, kami juga mengundang istri-istri mereka bergabung dengan angkatan kerja dan menciptakan banyak rumah tangga dengan dua pencari nafkah. Dengan segala trik, bantalan, dan “subsidi” itu, kami menjaga Impian Amerika tetap hidup bagi banyak orang.
Seperti dijelaskan ahli-ahli ekonomi David Autor, David Dorn, dan Gordon Hanson dalam penelitian penting mereka pada Januari 2016, China Shock: Learning from Labor-Market Adjustment to Large Changes in Trade, banjir impor mendadak dari Tiongkok antara 1999 dan 2011 membuat Amerika Serikat kehilangan 2,4 juta pekerjaan, sementara gaji dan kesempatan kerja bagi mereka yang kehilangan pekerjaan tetap tertekan, sebagian besar karena pemerintah lokal dan nasional gagal membuat kebijakan untuk melindungi mereka daripengaruh teburuk kejutan dagang itu dan mempersiapkan mereka untuk pekerjaan yang lebih baik.
(hlm.547)
Mereka malah berpindah-pindah “dari satu pekerjaan bergaji rendah ke pekerjaan bergaji rendah lain, tak pernah pulih ke tingkat kemakmuran sebelum ada persaingan dari Tiongkok. Banyak di antara mereka yang akhinya bergantung kepada bantuan pemerintah. Itu beda sekali dengan dasawarsa-dasawarsa terdahulu, ketika pekerja yang kehilangan pekerjaan karena persaingan dari luar negeri biasanya pindah ke industri yang lebih produktif, menguntungkan hampir semua pihak.”
Pada tahun 1990, jelas James Manyika, kepala McKinsey Global Institute, pembagian pendapatan nasional yang menjadi jatah dari pekerja di perusahaan adalah sekita 90 persen, sementara pemilik serta mesin-mesinny mendapat 10 persen.
(hlm.548)
Namun pada 1980, 76 persen pendapatan negara masuk ke gaji, dan pada 1990-an turun menjadi sekitar 65 persen- hari ini sampai 60-an persen dan mungkin sudah 50-an persen. Pemilik dan mesin-mesinnya makin kaya raya sementara pekerja gajian berkeahlian menengah rata-rata makin miskin.
Studi McKinsey Global Institute pada Juni 2017, Making it ini America, mengutip pada pendapatan nsaional AS yang menunjukan bahwa antara 1993 dan 2004, pendapatan riil naik bagi hampir semua segmen ekonomi AS dan hanya 2 persen rumah tangga Amerika Serikat yang pendapatnnya tetap atau turun.
(hlm.549)
Jadi tak heranlah kalau pada Februari 2017 Autor, Dorn, dan Hanson mempublikasikan penelitian lanjutan yang membuka mata mengenai guncangan dagang. Judulnya When Work Disappears:Manufacturing Decline and the Falling Marriage-Market Value of Men. Penelitian itu menemukan bahwa “struktur pernikahan dan pengasuhan anak di rumah tangga AS telah mengalami dua perubahan besar dalam tiga dasawarsa terakhir: penurunan tajam jumlah pernikahan di antara orang dewasa muda, dan kenaikan tajam jumlah anak lahir dari ibuk tak menikah atau hidup di rumah tangga dengan hanya satu orangtua. Satu penyebab potensial kedua gejala itu adalah menurunnya kesempatan kerja yang dihadapi laki-laki, sehingga mereka jadi kurang bernilai sebagai pasangan dalam pernikahan”
(hlm.550)
Jatuhnya nilai laki-laki muda sebagai pasangan dalam pernikahan tampak sebagai penyumbang penting secara kuantitatif bagi kenaikan angka kelahiran anak diluar nikah dan pengasuhan anak oleh orantua tunggal di Amerika Serikat.
Kemampuan membentuk dan memelihara keluarga stabil adalah bahan utama kelas menengah besar Amerika pada 1950-an, 1960-an, dan 1970-an- dan makin tak mampunya orang Amerika membentuk dan memelihara keluarga stabil adalah inti krisis pendidikan dan pekerjaan di Amerika hari ini.
(hlm.552)
Yang Penting Masyarakatnya!
Memang, gagasan bahwa Amerika adalah negara yang tebelah antara dua pantai (di mana semua orang bangkit, menjadi modern, menerima keragaman, dan mendunia) dan pedalaman luas (di mana lapangan kerja menghilang, kecanduan obat merajalela, dan semua orang berharap Trump bisa mengembalikan 1950-an) amat tak akurat.
(hlm.553)
Semua masyarakat yang berhasil telah membangun koalisi adaptif kompleks sendiri, “Itasca Project” versi mereka.
(hlm.557)
Salah satu kita suksesnya adalah membujuk pemenang balapan sepeda Tour de France tiga kali Greg LeMond untuk membuka pabrik seluas 6.000 meter persegi untuk perusahaan barunya, LeMond Composites, yang membuat sepeda serat karbon ringan, dari bahan baru yang dirintas di Oak Ridge.
(hlm.558)
“Pemberi kerja ingin orang yang akan bangun, berpakaian, datang, diam, dan tak menyerah,” Woody menjawab tanpa ragu. Dan, ternyata ada lebih sedikit pekerja dengan soft skills itu daripada yang kita kira, dia menambahkan.
(hlm.561)
Clinton pernah mengatakan: “Tidak ada hal yang salah di Amerika yang tidak bisa diatasi oleh apa yang benar di Amerika.” Gagasan itu tidak pernah lebih tepat- dan perlu- dibanding sekarang.
West 23rd Street, Lagi
“Orang bertanya,” katanya, “Apa puncaknya?” Hall of Fame, menjual rekaman, tarik Sherry dari topi? Semuannya hebat. Namun, pertama kali kami berempat bikin bunyi itu, bunyi kami… ketika semuannya terlupakan dan yang ada tinggal musik… itu yang terbaik. Karena itulah saya masih bernyanyi di luar sana, seperti kelinci berbaterai di iklan TV, saya terus dan terus dan terus… mengejar musik, mencoba pulang.”
Mendaki Tangga yang Salah
Eric BarkerBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Mendaki Tangga Yang Salah oleh Eric Barker.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
Mendaki Tangga Yang Salah
Sebagian Besar Hal yang Anda Ketahui tentang Kesuksesan Adalah Salah Besar
Oleh: Eric Barker
Cetakan pertama: 2019
Alih bahasa: Susi Purwoko
Desain isi: Fajarianto
Desain sampul: Isran Febrianto
GM 619221011
ISBN: 978-602-03-8817-5
Apa yang Benar-Benar Menghasilkan Kesuksesan?
(hlm. xiii)
Outside Magazine menyatakan bahwa Race Across America adalah lomba ketahanan paling keras yang tak ada tandingannya. Para pesepeda berkendara lebih dari tiga ribu mil dalam waktu kurang dari dua belas hari, mulai dari San Diego ke Atlantic City.
(hlm. xiv)
Dalam artikel New York Times, Dan Coyle mengungkapkan keunggulan Robic di atas pesaingnya yang menjadikannya sebagai pesepeda terbaik dalam Race Across America:
(hlm. xv)
Semua ini memunculkan sebuah pertanyaan yang serius: Apa sih yang benar-benar menghasilkan kesuksesan?
(hlm. xvi)
Kedua sisi akan diberi kesempatan untuk membela diri. Lalu, kita akan memilih jawaban dengan manfaat paling besar dan resiko terkecil.
Bab 1
Jika Ingin Sukses,
Haruskah Kita Bermain Aman Dan Melakukan Apa yang Diperintahkan kepada Kita?
Diperintahkan kepada Kita?
(hlm. 1)
Ashlyn Blocker tidak merasakan nyeri.
Malah sebenarnya, ia tidak pernah merasakan nyeri. Bagi orang awam, dia adalah gadis remaja yang normal, tetapi karena dia tidak memiliki gen SCN9A, sarafnya tidak terbentuk sebagaimana saraf kita. Sinyal-sinyal nyeri tidak bisa mencapai otaknya.
(hlm. 3)
Pada umumnya kita dianjurkan untuk bermain aman, tetapi apakah melakukan “Hal yang benar” yang normalnya dianjurkan dan tidak mengambil risiko menghadapi pasang surut dari apa yang ekstrem adalah jalan menuju sukses—atau menuju “Biasa-biasa saja”?
Karen Arnold, seorang peneliti di Boston College, mengikuti 81 orang lulusan terbaik SMA sejak mereka diwisuda untuk melihat menjadi apakah kelak para unggulan akademik ini.
Tetapi, berapa banyak dari lulusan terbaik ini yang kemudian melanjutkan untuk mengubah dunia, menjalankan dunia, atau mengesankan dunia? Sepertinya jawabannya sangat jelas: nol.
(hlm. 4-5)
Jadi, mengapa orang-orang nomor satu disekolah jarang menjadi orang nomor satu dikehidupan nyata? Ada dua sebab. Pertama, sekolah menghadiahi siswa yang secara konsisten melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Nilai akademis hanya memiliki sedikit korelasi dengan tingkat kecerdasan (tes-tes standar lebih bagus dalam mengukur IQ). Tetapi, nilai akademis adalah peramal yang sangat bagus untuk kedisiplinan, kesungguhan, dan kemampuan untuk mematuhi aturan.
Banyak dari lulusan terbaik mengakui bahwa mereka bukanlah yang tercerdas di kelas, mereka hanyalah pekerja terkeras.
Penyebab kedua adalah sekolah menghadiahi kaum generalis. Tidak banyak pengakuan yang diberikan kepada passion atau kemahiran siswa. Tetapi, dunia nyata melakukan hal yang sebaliknya. Arnold mengatakan, “Mereka (para lulusan terbaik) itu utuh dan sukses, secara pribadi maupun profesional, tetapi mereka tidak pernah mengabdi total ke satu area di mana mereka menuangkan seluruh gairahnya. Biasanya itu bukanlah resep meraih kehebatan dan keunggulan.
(hlm. 5)
Pendekatan generalis ini tidak menjurus pada kemahiran. Padahal, pada akhirnya hampir semua dari kita memasuki karier di mana satu keterampilan akan lebih di hargai da keterampilan-keterampilan lainnya tidak dianggap terlalu penting.
Ironisnya, Arnold menemukan bahwa siswa-siswa cerdas yang menikmati kegiatan belajar berjuang keras di SMA. Mereka memiliki passion yang ingin mereka fokuskan, lebih berminat mencapai penguasaan materi, dan merasa bahwa struktur sekolah menghambat mereka. Sementara itu, para lulusan terbaik sangatlah pragmatis. Mereka mengikuti aturan dan lebih menghargai nilai A dari pada keterampilan serta pemahaman yang mendalam.
Sekolah memiliki aturan yang jelas, sedangkan hidup sering kali tidak memiliki aturan yang jelas.
Penelitian Shawn Achor di Harvard menunjukan bahwa nilai akademis tidak lebih akurat dalam meramalkan kesuksesan dalam kehidupan dibandingkan tindakan melempar dadu. Sebuah kajian pada lebih dari tujuh ratus jutawan Amerika menunjukan bahwa rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif mereka adalah 2.9.
Mengikuti aturan tidaklah menciptakan kesuksesan; ia hanya menghapus ekstremis—ekstrem bagus dan ekstrem buruk.
(hlm. 6)
Jadi jika mereka yang mematuhi aturan tidak berakhir di posisi puncak, lalu siapa yang mencapai posisi puncak itu?
(hlm. 7)
Gautam Mukunda berspekulasi bahwa hasil penelitian yang tidak menentu itu terjadi karena pada dasarnya ada dua jenis pemimpin. Jenis yang pertama mencapai posisinya melalui saluran-saluran resmi, mendapatkan kenaikan jabatan, bermain sesuai aturan, dan memenuhi harapan. Para pemimpin seperti Neville Chamberlain ini telah “Tersaring”. Jenis yang kedua tidaklah mencapai posisinya melalui peringkat; mereka datang lewat jendela: wirausahawan yang tidak menunggu orang lain untuk menaikkan jabatannya; para wakil presiden Amerika Serikat yang tanpa diduduga diserahi jabatan kepresidenan, seperti yang membuat terpilihnya Abraham Lincoln. Kelompok ini “Tidak tersaring”.
(hlm. 8)
Akan tetapi, para calon yang tidak tersaring belum pernah dicermati oleh sistem dan tidak bisa diandalkan untuk membuat keputusan-keputusan yang “Bisa disetujui”. Mereka melakukan hal-hal yang tak terduga, memiliki latar belakang yang berbeda, dan sering kali tidak bisa diprediksi.
Dalam tesis doktoralnya, mukunda menerapkan teori ini kepada semua Presiden Amerika Serikat, mengevaluasi mana pemimpin yang tersaring dan tidak tersaring, dan menentukan apakah mereka pemimpin yang hebat. Hasilnya sangat mengejutkan. Teorinya meramalkan dampak presidensial dengan keyakinan statistik yang nyaris tidak pernah ada yaitu 99%.
Para pemimpin yang telah tersaring tidak “Mengguncang kapal”. Para pemimpin yang tidak tersaring tak bisa menahan diri untuk tidak “Mengguncang kapal”. Sering kali mereka mematahkan berbagai hal, tetapi terkadang yang mereka patahkan adalah hal-hal semacam perbudakan, seperti yang dilakukan oleh Abraham Lincoln.
(hlm. 13)
Penulis biografi Kevin Bazzana berkata, “Itulah ciri dari seorang eksentrik sejati—tidak menganggap dirinya eksentrik, bahkan ketika setiap pikiran, kata, dan perbuatannya membuatnya berbeda dari semua orang lain didunia.”
Berbeda halnya dengan anggrek. Jika Anda tidak merawatnya dengan baik, mereka akan meranggas mati. Namun, jika dirawat dengan baik, mereka mekar menjadi bunga paling indah yang bisa orang bayangkan.
(hlm. 15)
Seperti yang dikatakan oleh penulis David Dobbs dalam tulisan the atlantic, “Gen yang sama yang paling menyusahkan kita sebagai spesies, yang menimbulkan perilaku menghancurkan diri dan antisosial, juga mendasari kemampuan untuk menyesuaikan diri dan keberhasilan evolusioner yang luar biasa pada manusia. Dengan lingkungan dan pengasuhan yang buruk, anak-anak anggrek bisa berakhir sebagai orang yang depresi, kecanduan obat-obatan, atau masuk penjara—tetapi dengan lingkungan yang benar dan pengasuhan yang baik, mereka bisa tumbuh menjadi orang-orang yang paling kreatif, sukses, dan bahagia di masyarakat.”
(hlm. 16)
Tetapi, Mark Levine dan Michael Sokolove menulis untuk Now York Times, menceritakan sekumpulan ciri ganjil dari phelps yang menjadikannya sangat cocok untuk menjadi perenang yang menakjubkan. Ya, ia kuat dan ramping, tetapi untuk pria setinggi enam kaki empat inci, proporsi tubuhnya tidak normal. Tungkai kakinya pendek dan batang tubuhnya panjang—menjadikan tubuhnya mirip perahu kano.
(hlm. 17)
Mengapa beberapa orang berakhir dengan begitu cemerlang gila-gilaan dan beberapa lainnya berakhir dengan benar-benar gila? Dean Keith Simonton mengatakan bahwa ketika para genius melakukan tes kepribadian, “Nilai patologi mereka berada di rentang tengah. Para pencipta menunjukan psikopatologi yang lebih besar dibandingkan orang rata-rata, tetapi lebih sedikit dibandingkan psikotik yang sesungguhnya. Sepertinya mereka memiliki keganjilan dalam jumlah yang tepat.”
Militer Israel membutuhkan orang yang bisa menganalisis citra satelit untuk melihat adanya ancaman. Mereka membutuhkan serdadu yang memiliki keterampilan visual yang menakjubkan, yang tidak akan bosan melihat ketempat yang sama sepanjang hari, dan bisa melihat perubahan-perubahan yang samar. Ini bukan tugas yang mudah, tetapi Divisi Visual Intelligence dari IDF menemukan rekrutan yang sempurna di tempat yang paling tidak diduga. Mereka mulai merekrut orang-orang yang mengalami autisme orang orang ini mungkin mengalami kesulitan dalam interaksi pribadi,tetapi banyak yang sangat unggul dalam tugas visual, misalnya pada permainan puzzle.
(hlm. 19)
Penelitian menunjukan bahwa orang-orang yang sangat kreatif adalah orang yang lebih arogan, tidak jujur, dan tidak teratur.
(hlm. 20)
Dalam kinerja yang ekstrem, angka rata-rata tidaklah penting; yang penting adalah varian, penyimpangan dari normal secara universal, manusia berusaha untuk menyaring keluar apa yang terburuk untuk meningkatkan angka rata-rata, tetapi dengan melakukan ini, kita juga mengurangi varian. Membuang sisi kiri dari kurva lonceng akan menaikan angka rata-rata, namun selalu ada kualitas yang kita anggap berada di sisi kiri tetapi ternyata juga berada di sisi kanan.
Dalam kajiannya, The Mad-Genius Paradox, Dean Keith Simonton menemukan bahwa orang yang agak kreatif memiliki mental yang lebih sehat dibandingkan rata-rata—tetapi orang yang sangat kreatif memiliki kelainan mental yang jauh lebih tinggi.
(hlm. 21)
Ini selalu terlihat diberbagai jenis kelainan—dan bakat. Kajian-kajian menunjukan bahwa orang orang yang memiliki gangguan pemusatan perhatian (ADD) adalah orang yang lebih kreatif.
Kajian lain dari Journal of Personality and Social Psychology menunjukan bahwa Presiden Amerika Serikat yang sukses juga menunjukan nilai yang lebih tinggi pada karakteristik psikopatik.
Marcolm Gladwell memopulerkan penelitian K. Anders Ericsson yang menunjukan bahwa diperlukan sekitar sepuluh ribu jam upaya untuk menjadi seorang ahli dalam sesuatu. Ada reaksi alami kepada jumlah jam yang begitu besar: mengapa orang mau melakukan itu?
Ketika gagasan ini dibingkai oleh istilah “Keahlian”, kita segera mengaitkannya dengan kata-kata yang positif, misalnya “Pengabdian” dan “Passion”, tetapi sebenarnya menghabiskan begitu banyak waktu dan kerja keras untuk sesuatu yang tidak esensial pasti mengandung unsur obsesi.
(hlm. 22-23)
Dalam kajiannya yang berjudul unik The Mundanity of Excelence, Daniel Chambliss mencermati pengabdian yang ekstrem dan latihan rutin yang monoton dan tidak beragam dari para perenang tingkat puncak. Mengingat mereka melakukan semua ini setiap hari selama bertahun-tahun tanpa akhir, kata pengabdian terdengar palsu. Anda akan lebih menganggukan kepala ketika mendengar kata “obsesi”.
Para wirausahawan Silicon Valley yang ambisius telah menjadi ikon yang dihormati dan dikagumi pada zaman modern. Apakah mereka cocok dengan stereotip? Energi yang sangat besar. Tidak terlalu membutuhkan tidur. Pengambil resiko. Percaya diri dan karismatik. Nyaris angkuh. Luar biasa ambisius. Gelisah dan terus bergerak.
Tentu saja. Tetapi semua ini juga adalah ciri-ciri yang berkaitan dengan suatu kondisi klinis yang disebut hipomania. Psikolog Johns Hopkins, John gartnet, telah melakukan kajian yang menunjukan bahwa ini bukanlah kebetulan. Mania kelas berat akan membuat orang tidak bisa berfungsi di masyarakat normal. Tetapi, hipomania menghasilkan sebuah mesin yang gelisah, euforik, impulsif yang meledak ke arah tujuannya sambil tetap terhubung (bahkan jika hanya terhubung secara longgar) dengan realitas.
(hlm. 23)
Dalam makalah mereka, The Economic Value of Breaking Bad: Misbehavior, Schooling, and the Labor Market, para pengarang menunjukan bahwa upaya mengurangi agresivitas dan perilaku buruk pada anak-anak lelaki memang meningkatkan nilai akademisnya, tetapi juga mengurangi penghasilan dimasa hidupnya. Anak-anak yang sulit diatur akhirnya bekerja dalam waktu yang lebih panjang, lebih produktif, dan penghasilannya tiga persen lebih banyak daripada anak-anak yang penurut.
(hlm. 24)
Mereka semua kehilangan orangtuanya sebelum mencapai usia enam belas tahun. Daftar dari para yatim piatu yang menjadi sukses besar—atau paling sedikit sangat berpengaruh—tentu lebih panjang dari ini dan kita termasuk lima belas Perdana Menteri Inggris.
Tidak diragukan bahwa kehilangan orang tua di usia belia adalah hal yang menghancurkan, dengan efek negatif yang besar. Tetapi bagi beberapa orang, seperti yang ditunjukan oleh Dan Coyle dalam The Talent Code, para peneliti berteori bahwa tragedi seperti itu menanamkan perasaan pada anak bahwa tragedi seperti itu menanamkan perasaan pada anak bahwa dunia ini tidak aman dan bahwa diperlukan energi dan upaya yang sangat besar untuk menyintas. Berkat kepribadian dan situasi unik mereka, para yatim piatu ini mengimbanginya secara berlebihan dan mengubah tragedi menjadi bahan bakar bagi kehebatan.
(hlm. 26)
Dalam buku Management Challenges for 21ₛₜ Century, Peter Druker, pemikir yang mungkin paling berpengaruh di bidang manajemen, mengatakan bahwa untuk sukses di sepanjang kehidupan kerja Anda—yang mungkin merentang di berbagai pekerjaan, industri, dan karier—semuanya berhulu pada apa yang dikatakan oleh mukunda: mengenali diri Anda.
(hlm. 27)
Untuk menemukan apa saja yang bisa Anda lakukan dengan pandai dan konsisten, ia menganjurkan sebuah sistem yang ia sebut “Analisis umpan balik”. Sederhananya, ketika Anda menjalankan suatu proyek, tulislah apa yang Anda pikir akan terjadi, lalu kelak perhatikan hasilnya. Seiring berjalannya waktu, Anda akan melihat apa yang bisa Anda lakukan dengan baik dan apa yang tidak.
Dengan menemukan apakah Anda masuk ke kelompok tersaring atau tidak tersaring dan mengetahui kekuatan Anda, Anda sudah jauh di depan sebagian besar orang lain dalam soal mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Penelitian psikologi positif modern telah berulang kali menunjukan bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah menekankan apa yang mereka sebut “kekuatan khas”. Penelitian Gallup menunjukan bahwa semakin banyak jam yang bisa Anda habiskan untuk melakukan apa yang bisa Anda lakukan dengan pandai, semakin sedikit stres yang Anda rasakan dan semakin banyak Anda tertawa, tersenyum, dan merasa diperlakukan dengan hormat.
Setelah Anda mengetahui jenis orang seperti apakah Anda dan kekuatan khas Anda, bagaimana Anda bisa bertumbuh? Ini menjerumus ke nasihat kedua mukunda: memilih kolam yang tepat.
BAB 2
Apakah Orang yang Baik Hati Adalah Orang yang Terakhir
Mencapai Garis Finis?
Pelajaran tentang kepercayaan, kerja sama, dan kebaikan hati… dari anggota geng, bajak laut, dan pembunuh berantai
(hlm. 33)
Apakah orang yang curang dan melanggar aturan lebih sering sukses? Apakah dunia ini adil? Bisakah orang baik menjadi maju atau apakah mereka terkutuk menjadi orang kalah? Apakah orang yang baik hati adalah orang yang terakhir mencapai garis finis?
(hlm. 34)
Jennifer Chartman, seorang profesor di University of California di Berkeley, melakukan sebuah kajian untuk melihat kapan sanjungan akan berakibat buruk… tetapi ia tidak pernah menemukannya.
Pelajaran dari kasus-kasus orang yang bisa mempertahankan dan kehilangan pekejaannya adalah: selama Anda bisa membuat bos Anda bahagia, kinerja tidaklah terlalu penting dan, sebaliknya, jika Anda mengesalkan mereka, kinerja tidak akan menyelamatkan Anda.
(hlm. 35)
Malah sebenarnya, menjadi orang yang menyebalkan membuat orang lain memandang Anda sebagai orang yang lebih berdaya. Mereka yang melanggar aturan dipandang lebih berdaya dibandingkan mereka yang patuh.
(hlm. 36)
Mengapa orang brengsek bisa sukses? Memang beberapa di antaranya adalah orang yang curang dan jahat, tetapi ada sesuatu yang positif bisa kita pelajari dari mereka: mereka asertif dalam mengajukan apa yang mereka inginkan dan mereka tidak takut memberitahukan apa yang telah mereka capai kepada orang lain.
(hlm. 37)
Penelitian yang dilakukan oleh Dan Ariely dari Duke University menunjukan bahwa melihat orang lain berbuat curang dan “Berhasil” akan meningkatkan kecurangan diseluruh kelompok.
(hlm. 41)
Ketika Anda mengenal dan memercayai seseorang, itu membuat transaksi menjadi lebih mulus dan cepat. Itu berarti, semakin banyak transaksi yang terjadi menghasilkan pasar yang lebih bagus dan lebih banyak nilai bagi setiap orang yang terlibat. Sebenarnya, ini tidak ada bedanya dengan geng-geng dipenjara. Bayangkan saja ini seperti ulasan yang baik di eBay untuk Anda sebagai agen penjualan obat terlarang. “PENJUAL YANG HEBAT! A ++++++, saya pasti akan membeli lagi.”
(hlm. 42-43)
Penelitian menunjukan bahwa penjara-penjara di Amerika Serikat berjalan dengan lebih mulus jika memiliki geng-geng dibandingkan penjara yang tidak punya geng.
Jadi, mengapa kita memiliki kesan tentang mereka sebagai orang-orang kejam yang haus darah? Ini disebut pemasaran. Akan jauh lebih mudah, murah, dan aman untuk membuat orang menyerah dengan cepat karena mereka takut pada Anda dibandingkan harus menjalani setiap pertempuran, jadi para bajak laut cukup cerdas untuk menumbuhkan citra sebagai orang barbar.
(hlm. 44)
Bisnis yang baik adalah memperlakukan orang dengan benar. Ini memberi keunggulan pada mereka dalam merekrut dan memelihara bakat-bakat terbaik. Diperkirakan bahwa rata-rata kapal bajak laut memiliki sekitar 25% anggota yang berkulit hitam. Terlepas dari rasnya, setiap anggota kru mempunyai hak untuk memberi suara untuk isu-isu yang ada di kapal dan dibayar dengan pembagian yang setara. Ini terjadi pada awal 1700-an. Amerika Serikat belum menghapus perbudakan sampai lebih dari seratus lima puluh tahun kemudian.
(hlm. 47)
Para pemberi ditemukan di bagian teratas dan terbawah. Kajian-kajian yang sama itu menunjukkan bahwa sebagian besar insinyur yang produktif, mahasiswa dengan nilai tertinggi, dan pramuniaga yang mendapatkan pendapatan terbesar, semuanya adalah pemberi.
(hlm. 50)
Siapakah musuh terbesar dari para pengambil? Para pengambil lainnya, kata penelitian Adam Grant. Ketika para pemberi mendapat banyak bantuan dari pembeli lainnya dan menerima perlindungan dari para penyeimbang—yang percaya bahwa untuk memelihara keadilan, tindak kebaikan harus dihargai—mereka hanya perlu mencemaskan pengambil. Sementara itu, akhirnya pengambil tidak disukai oleh semua orang, termasuk pengambil lainnya.
(hlm. 51)
Kerja sukarela selama dua jam seminggu itu? Ya, dan jangan melakukannya lebih banyak.
(hlm. 54)
Sistem etika mana yang pada akhirnya berjaya? Yang sangat mengejutkan, program yang paling sederhanalah yang memenangkan turnamen. Program itu hanya terdiri dari dua baris kode komputer. Dan itu adalah sesuatu yang sudah kita semua kenal: saling membalas (tit for tat [TFT]).
(hlm. 55)
Daya ajaib apa yang dimiliki oleh strategi kecil yang sederhana ini? Axelrod menetapkan bahwa ada beberapa hal kunci yang membuat dua baris kode itu menjadi istimewa. Ia melihat hal yang sama yang telah kita lihat ketika kita mencermati metode-metode kemurahan hati, misalnya menjadi seorang Pemberi—pada saat awal, orang baik terkalahkan. Mirip dengan kajian Bad Is Stronger Than Good, orang-orang jahat langsung beruntung di interaksi awal. Bahkan TFT, yang akhirnya juara, selalu rugi pada saat awal karena pada awalnya ia bekerja sama. Tetapi seiring berjalannya waktu, orang-orang jahat tidak bisa menandingi keuntungan besar yang didapatkan dari kerja sama. Ketika TFT bertemu dengan program yang bekerja sama pada setiap babak, keberuntungannya luar biasa besar. Bahkan, program-program seperti penguji (yang mundur jika ketahuan curang) belajar bahwa bekerja sama akan lebih menguntungkan daripada keuntungan kecil yang didapatkan dari kecurangan.
(hlm. 56)
TFT juga menunjukan sesuatu yang vital: pengampunan. Dengan tidak bersikap rumit, dengan hanya mengingat apa yang dilakukan oleh pemain lain beberapa saat sebelumnya, TFT bisa menjadi yang terbaik pada hampir semua program lain yang tidak benar-benar jahat atau benar-benar acak. TFT bukan hanya pekerja sama atau penghukum, tetapi juga seorang guru. Ia menunjukan cara bermain yang lebih baik kepada pemain lain. Axelrod mengatakan bahwa salah satu alasan dari mengapa program yang tidak terlalu baik berkinerja buruk adalah karena mereka tidak bisa memaafkan dan terjebak dalam spiral yang mematikan.
(hlm. 57)
Kita mendapatkan reputasi. Sebagian besar dari interaksi kita adalah anonim. Sebagian besar dari kita berinteraksi dengan orang yang sama secara berulang-ulang.
(hlm. 58)
Sementara itu, ibu Anda (mudah-mudahan) akan tinggal bersama Anda sampai akhir. Itulah sebeb para ibu mendapatkan reputasinya (sebagai orang baik). Semakin panjang waktu yang kita siapkan untuk berinteraksi dengan seseorang, semakin baik perilaku yang bisa kita harapkan.
(hlm. 59)
JANGAN IRI
Hanya karena orang lain menang, bukan berarti Anda kalah.
(hlm. 60)
JANGAN MENJADI ORANG PERTAMA YANG BERBUAT BURUK
Ingatlah, semua pemenang besar adalah orang yang bersikap baik dan semua pecundang besar memulai dengan penghianatan.
TIMBAL BALIK DALAM KERJA SAMA DAN KEBURUKAN
Dalam turnamen, memulai pertengkaran akan menghaasilkan nilai yang rendah, tetapi membalas akan meningkatkan nilai.
JANGAN MENJADI TERLALU PINTAR DAN RUMIT
TFT adalah yang paling sederhana dari semua sistem itu, dan satu-satunya cara untuk lebih meningkatkannya adalah dengan menambahkan beberapa pengampunan di sana-sini.
(hlm. 61)
Dalam permainan “Ya” atau “Tidak”, misalnya permainan catur, Anda menginginkan niat Anda tidak bisa dibaca jelas, tetapi dalam permainan Dilema Tahanan justru sebaliknya. Anda menginginkan pemain lain melihat apa yang Anda lakukan agar mereka bisa bergabung dengan Anda. Seringnya hidup lebih mirip dengan permainan Dilema Tahanan.
(hlm. 62)
ATURAN 1: MEMILIH KOLAM YANG TEPAT
Kajian Terman, yang mengikuti lebih dari seribu orang dari masa muda sampai meninggal, menyimpulkan bahwa orang-orang yang mengitari kita sering kali menentukan akan menjadi seperti apakah diri kita.
(hlm. 63)
ATURAN 2: BEKERJA SAMA TERLEBIH DAHULU
Anjuran nomor satunya adalah “Mereka perlu menyukai Anda”.
(hlm. 64)
ATURAN 3: TIDAK MEMENTINGKAN DIRI SENDIRI BUKANLAH TINDAKAN TERPUJI, TETAPI TINDAKAN KONYOL
Ternyata, cara terbaik untuk menghukum para Pengambil di tempat kerja adalah gosip. memperingatkan orang lain tentang Pengambil akan membuat Anda merasa lebih baik dan bisa membantu mencegah perilaku yang buruk.
(hlm. 65)
ATURAN 4: BEKERJA KERAS—TETAPI PASTIKAN KERJA KERAS ITU DILIHAT ORANG
Kerja keras tidak akan berbuah jika bos Anda tidak mengetahui kepada siapa ia harus memberi penghargaan. Apakah Anda mengharapkan sebuah produk yang hebat bisa terjual tanpa pemasaran? Mungkin tidak.
Setiap hari Jumat, kirimkanlah e-mail kepada bos Anda yang merangkum pencapaian-pencapaian Anda pada minggu itu—tidak harus heboh, tetapi dengan ringkas menceritakan pekerjaan bagus yang telah Anda lakukan.
(hlm. 66)
aturan 6: mengampuni
Anda tidak sempurna, orang lain tidak sempurna, dan terkadang orang bisa bingung.
(hlm. 71)
BAB 3
Apakah Orang yang Menyerah Tidak Pernah Menang
dan Pemenang Tidak Pernah Menyerah
Alasan kedua adalah, walaupun keteguhan bisa menghasilkan kesuksesan, ada seluruh sisi lain dari cerita yang tidak diberitahukan oleh orang tua kepada anak-anaknya dan tidak diberitahukan oleh guru kepada muridnya: terkadang menyerah adalah pilihan yang cerdas. Dan menyerah, ketika dilakukan dengan benar, juga bisa membuat Anda sukses.
(hlm. 74)
Angkatan Laut Amerika tidak membutuhkan lebih banyak pria yang kuat dan macho. Tetapi, mungkin akan lebih cerdik untuk merekrut lebih banyak penjual asuransi. Ya, penjual asuransi. Coba pikirkan ini untuk beberapa saat.
(hlm. 76)
Sengatan listrik telah dirasakan secara acak oleh anjing-anjing itu. jadi alih-alih menciptakan hubungan dan mengerti bahwa nada suara itu adalah suara peringatan, mereka malah belajar bahwa mereka tidak punya kendali. Mereka tidak berdaya. Mungkin anjing tidak memikirkan tiga ratus sampai seribu kata per menit seperti Anda dan saya, tetapi mereka juga tidak bodoh: terlepas dari apapun, sengatan listrik ini akan terjadi. Jadi, mengapa harus berusaha?
Anjing-anjing itu telah mempelajari konsep kesia-siaan. Mereka jadi pesimis. Mereka menyerah. Jadi, tidak ada kemajuan besar yang dibuat oleh eksperimen pengondisian Pavlovian pada hari itu, tetapi dampaknya sangatlah besar untuk memahami soal keteguhan. Kajian-kajian yang serupa telah dicoba pada manusia dan sering kali mereka bereaksi seperti para anjing itu.
(hlm. 79)
Orang optimis mengatakan kepada dirinya bahwa peristiwa-peristiwa buruk…
Hanya sementara (Ini sesekali terjadi, tetapi bukan perkara besar);
Mempunyai penyebab khusus dan tidak universal (Ketika cuaca membaik, ini tidak akan menjadi masalah); dan
Bukan kesalahan mereka (saya pandai dalam hal ini, hanya saja hari ini bukan hari keberuntunganku). (hlm. 81)
Yang disadari oleh Viktor Frankl adalah tempat yang paling buruk di Bumi, orang yang tetap bertahan—terlepas dari segala kengerian yang ada—adalah orang yang memiliki makna dalam hidupnya:
Seseorang yang menyadari tanggung jawabnya terhadap manusia lain yang menunggunya dengan penuh kasih, atau terhadap pekerjaan yang belum selesai, tidak akan pernah bisa melenyapkan hidupnya sendiri. Ia mengetahui “mengapa” ia ada, dan akan bisa menanggung segala sesuatu dari “bagaimana”-nya.
Mereka yang melihat bahwa hidupnya ada untuk sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri akan mampu bertahan, sementara orang lain menghisap rokoknya sementara orang lain menghisap rokoknya sebelum lari ke pagar listrik.
(hlm. 82)
Respons mereka adalah sesuatu yang disebut psikolog sebagai “Konfabulasi”.⁴
⁴ Mengarang pengalaman imajiner
(hlm. 83)
Bias kognitif adalah jalan-jalan pintas kecil yang telah di program dalam otak yang membantu mempercepat pengambilan keputusan.
Jadi, evolusi telah memprogram kita sedemikian rupa sehingga perasaan takut akan kehilangan menjadi jauh lebih besar daripada perasaan senang kita terhadap pencapaian.
Bias kognitif menghalangi kita untuk memahami bias kognitif kita.
(hlm. 84)
Memiliki sebuah kisah tentang makna hidup akan menolong kita menghadapi saat-saatyang sulit.
Riset menunjukan bahwa Anda memiliki sekitar dua ribu lamunan setiap hari, menceritakan kisah-kisah kecil tentang ini-itu kepada diri Anda sendiri.
Peneliti John Gottman menyadari bahwa hanya dengan mendengar cara pasangan menceritakan kisah hubungan mereka, itu sudah akan meramalkan apakah mereka akan bercerai atau tidak dengan keakuratan 94%.
Apa prediktor terbaik dari kesejahteraan emosional anak Anda? Bukan sekolah hebat, pelukan, atau film-film Pixar. Peneliti di Emory University menemukan bahwan prediktor nomor satu adalah apakah anak mengetahui riwayat keluarganya.
(hlm. 85)
Tetapi petugas kebersihan rumah sakit yang menceritakan kisah kepada dirinya sendiri bahwa pekerjaan ini adalah “Panggilan”—dan bahwa pekerjaan mereka menolong orang sakit untuk menjadi lebih baik—memandang pekerjaannya sebagai pekerjaan yang penuh makna.
Profesor sekolah film UCLA, Howard Suber, menjelaskan film sebagai “Drama kudus untuk masyarakat sekuler”. Persis seperti perumpamaan religius, kita bertingkah seperti para pahlawan dalam kisah yang kita ceritakan. Kajian-kajian menunjukan bahwa ketika kita mengaitkan diri dengan para tokoh dalam kisah fiksi, kita akan lebih mungkin untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan.
(hlm. 86-87)
Penelitian menunjukan bahwa kisah fiksi menjadikan kita lebih “Prososial”—artinya, ramah, baik hati, dan memberi.
Profesor dari George Mason University dan pengarang buku terlaris, Tyler Cowen, setuju. Ia mengutip penelitian di mana orang-orang, ketika diminta untuk menceritakan hidupnya, sering kali menyebut kata “Perjalanan” atau “Medan perang”, tapi hanya sedikit yang mengatakan “Berantakan”. Padahal hidup bisa menjadi berantakan. Ia mengatakan bahwa kisah adalah sebuah saringan,yang memberlakukan keteraturan di dunia yang sering kali kacau balau.
Dalam ilmu ekonomi, istilah “Rasionalitas yang terbatas” pada dasarnya berarti manusia tidaklah sempurna secara rasional karena mereka selalu mempunyai keterbatasan, misalnya seberapa banyak informasi yang tersedia atau jumlah waktu yang ada untuk memikirkan segalanya dengan utuh. Terlalu banyak hal yang terjadi di dunia untuk diproses oleh otak kecil kita; jadi kita harus menyaring.
Sebuah kajian menunjukan bahwa kita merasakan makna dalam hidup ketika kita pikir kita mengenal diri kita. Disini kata kuncinya adalah “Pikir”. Sebenarnya, mengenal diri sendiri tidaklah menghasilkan makna, tetapi merasakan maknalah yang menghasilkan makna. Untuk menjadi efektif, kisah tidak harus akurat. Ini agak membingungkan dan mungkin terasa menekan, bukan?
Tetapi dalam soal keteguhan, ini bisa menjadi hal yang baik. Jika kita membuat semua keputusan berdasarkan peluang kemungkinan, kita tidak akan pernah mencapai apa pun yang berisiko. Kita bahkan tidak pernah mencoba. Tetapi untuk menyintas seperti Viktor Frankl, di hadapan kengerian yang sebesar itu, kisah dapat membuat kita terus berjalan maju justru karena ketidakakuratannya.
(hlm. 88)
Jadi, bagaimana bagaimana Anda menemukan kisah Anda?
Ada sebuah cara yang sangat sederhana untuk melakukannya: pikirkan saja kematian Anda.
Memikirkan kematian mengingatkan kita tentang apa yang benar-benar penting dalam hidup.
(hlm. 89)
Meskipun penelitian di bidang ini mendapatkan nama resmi yang mengerikan, “Teori manajemen teror”, sebuah kajian dengan judul yang lebih manis, Efek Scrooge, menunjukan bahwa ketika Anda meluangkan sedikit waktu untuk memikirkan kematian, Anda menjadi lebih ramah dan murah hati kepada orang lain.
(hlm. 92)
Tetapi dalam pendakian gunung, 80% kecelakaan justru terjadi saat pendaki menuruni gunung.
(hlm. 96-97)
Mengapa permainan—yang bisa melelahkan, bisa membuat frustasi, dan sepertinya terlalu repot—sangat menyenangkan, sementara pekerjaan kita… menyebalkan?
Seperti kritik dari Tyler Cowen yang mengatakan bahwa kisah-kisah pribadi menyaring kekacauan hidup, permainan hanyalah suatu bingkai kerja yang diberlakukan kepada sederet kegiatan. Dengan struktur seperti itu, hal-hal yang dipermukaan kedengarannya membosankan bisa menjadi sangat menyenangkan dan menghasilkan imbalan—bahkan menimbulkan kecanduan.
(hlm. 97-98)
Beberapa penelitian telah menunjukan bahwa kekuatan kehendak itu seperti otot, dan bisa lelah ketika digunakan secara berlebihan. Tetapi bisa habis hanya jika terdapat pergumulan. Permainan mengubah pergumulan menjadi sesuatu yang lain. Permainan menjadikan prosesnya menyenangkan, dan seperti yang ditunjukan oleh Mischel dalam risetnya, kita bisa bertahan lebih lama tanpa menghabiskan keteguhan dari kekuatan kehendak.
(hlm. 99)
Ketika kita menyingkarkan hubungan emosional dari orang-orang dengan pekerjaannya dan memperlakukannya seperti mesin belaka, itu menghabiskan energi, itu mematikan jiwa.
(hlm. 104)
NOVEL (TANTANGAN YANG BARU)
Keik mengandung makna; keik menunjukan cinta. Jadi, ketika Pillsbury membuat campuran yang tidak terlalu sederhana—di mana orang harus menambah sendiri telurnya—penjualannya meningkat drastis.
(hlm. 105)
FEEDBACK (UMPAN BALIK)
Penelitian menunjukan bahwa hal yang paling memotivasi adalah kemajuan dalam pekerjaan yang bermakna.
(hlm. 106)
Napoleon pernah berkata, “Seorang prajurit akan berperang dengan keras dan lama untuk sepotong pita berwarna.”
(hlm. 110)
Setelah Anda menemukan passion Anda, menyerah untuk tidak melakukan hal-hal sekunder adalah tindakan yang bermanfaat karena itu akan memberikan waktu untuk melakukan hal primer Anda.
(hlm. 111)
Jika anda berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna untuk anda, Anda mendapatkan waktu untuk melakukan hal-hal yang mungkin akan berhasil.
Jika kita menggunakan satu jam untuk ini, kita tidak menggunakan satu jam untuk itu.
(hlm. 112)
Mihaly Csikszentmihalyi menyelenggarakan sebuah kajian tentang orang orang yang paling sukses dan kreatif: 275 pemenang penghargaan Nobel, pemenang Penghargaan Buku Nasional, dan orang-orang yang jelas berada di puncak bidangnya. Ini adalah sebuah kajian besar oleh seorang peneliti terkemuka yang akan dipublikasikan secara luas. Sungguh menyanjung ketika menjadi orang yang di undang untuk menjadi narasumber. Lalu, apa yang terjadi?
Lebih dari sepertiganya menolak. Lebih banyak lagi yang bahkan tidak menjawab. Mereka mempunyai pekerjaannya masing-masing. Csikszentmihalyi mengundang Peter Drucker dan menerima jawaban ini:
Saya harap Anda tidak menganggap saya angkuh atau kasar jika saya mengatakan bahwa salah satu rahasia dari produktivitas… adalah memiliki kantong sampah yang sangat besar untuk membuang semua undangan seperti undangan Anda.
Dalam buku Drucker, The Effective Executive, ia menjelaskan: “Para eksekutif yang ingin menjadi efektif dan yang menginginkan organisasinya menjadi efektif akan mencermati kembali semua program, aktivitas, dan tugas. Ia selalu bertanya: ‘Apakah ini masih patut untuk dilakukan?’ Dan jika tidak, ia menyingkirkannya agar bisa berkonsentrasi pada beberapa tugas saja yang, jika dilakukan dengan sangat bagus, akan sungguh-sungguh menciptakan perbedaan pada hasil pekerjaannya dan pada kinerja organisasinya.”
(hlm. 113)
Ketika Profesor John Kotter dari Harvard mengkaji para pemimpin bisnis terkemuka, ia menemukan bahwa rata-rata mereka bekerja selama enam puluh sampai 65 jam per minggu.
Jika Anda berlatih melakukan sesuatu selama satu jam sehari, dibutuhkan 27,4 tahun untuk mencapai jumlah sepuluh ribu jam dari kemahiran itu. tetapi, bagaimana jika Anda berhenti melakukan hal-hal yang kurang penting dan melakukan latihan itu selama empat jam sehari? Sekarang waktu yang dibutuhkan adalah 6,8 tahun. Itulah perbedaan antara memulai sesuatu pada usia 20 tahun dan menjadi pakar di usia 47 tahun atau memulai pada usia 20 dan menjadi pakar kelas dunia pada 27 tahun. Peneliti terkenal, Walter Mischel, mengaitkan keberhasilannya dengan sebuah kata Yiddish yang pernah diajarkan neneknya; sitzfleisch, yang berarti “Bokong”. Seperti dalam kalimat “Taruh bokongmu di kursi itu dan kerjakan apa yang penting.”
(hlm. 114)
Jadi, apa langkah pertamanya? Kenali prioritas nomor satu Anda.
(hlm. 119)
Mempelajari lebih dari seribu orang, Wiseman menemukan bahwa orang-orang yang beruntung memaksimalkan peluangnya. Kajian menunjukan bahwa mereka lebih terbuka kepada pengalaman baru, lebih ekstrover, dan lebih tenang. Mereka mendengarkan nalurinya. Yang terutama, kata Wiseman, orang-orang yang beruntung hanya mencoba sesuatu. Secara naluriah, ini masuk akal: jika Anda mengunci diri dirumah, seberapa banyak hal baru, menarik, juga keren yang akan terjadi pada Anda? Tidak banyak.
Thomas Gilovich dari Cornell University menemukan bahwa seseorang memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk menyesali kegagalan dalam bertindak. Mengapa? Kita bisa memikirkan sebab akibat dari kegagalan kita, tetapi kita tidak bisa memikirkan sebab akibat dari hal-hal yang tidak pernah kita coba.
(hlm. 121)
Inilah sistem mereka: prototipe dan uji, prototipe dan uji, prototipe dan uji—sampai waktunya habis. Ketika tidak ada jalan yang pasti, sistem ini akan menang. Ini adalah mantra di Silicon Valley: Gagal dengan cepat dan murah. Penelitian menunjukan bahwa metode mencoba sebanyak mungkin eksperimen kecil untuk melihat mana yang paling berhasil juga ampuh bagi orang dewasa. Seperti Anda dan saya.
(hlm. 123)
Pelawak perlu melihat apa yang gagal agar mereka bisa menyingkirkannya, mereka perlu mengetahui apa yang perlu “Dihentikan”. Ketika pelawak tidak boleh gagal, mereka tidak bisa sukses. Rock bicara lagi, “Para pelawak membutuhkan tempat di mana kami bisa mengerjakan semua itu… tidak ada pelawak yang pernah melakukan gurauan yang gagal dan terus melakukannya. Tidak ada dalam sejarah komedian. Tidak seorang pun.”
(hlm. 125)
Ambillah lima sampai sepuluh persen waktu Anda itu dan perlakukan seperti cara perusahaan pemodal usaha menangani uang. Perusahaan pemodal usaha menanam modal di upaya yang memiliki peluang sukses relatif rendah tetapi, jika upaya itu sukses, keuntungannya bisa sangat besar. Mereka menaruh uang pada sepuluh upaya dengan perkiraan bahwa tujuh dari upaya itu akan gagal, dua akan bisa mengembalikan modal, dan satu akan menjadi Google atau Facebook Berikutnya.
(hlm. 150)
BAB 4
Bukan Apa yang Anda Ketahui, tetapi Siapa yang Anda Kenal
(Kecuali Jika Itu Memang Apa yang Anda Ketahui)
seperti yang ditunjukan oleh preffer, untuk maju, Anda perlu mempromosikan diri. Ini terjadi secara alami pada orang ekstrover dan, untuk dipandang sebagai pemimpin, sebenarnya ini lebih penting daripada kompetensi.
(hlm. 151)
Ukuran jejaring juga muncul sebagai salah satu faktor perlindungan: semakin besar ukuran jejaring si agen, semakin panjang pertahanannya.
(hlm. 155)
Pascal pernah berkata, “Semua ketidakbahagiaan manusia berakar dari satu hal saja: ketidakmampuannya untuk tinggal diam di kamarnya.”
“Ekstroversi berelasi negatif dengan kemahiran perorangan.” Apa artinya? Semakin Anda ekstrover, semakin buruk Anda di pekerjaan Anda.
(hlm. 156)
Ketika K. Anders Ericsson menanyakan aktivitas harian yang paling relevan untuk meningkatkan keterampilan kepada para pemain bola tingkat puncak, 90% menjawab, “Berlatih seorang diri.” Apa yang paling bisa meramalkan keterampilan pada pemain catur tingkat tinggi? “Belajar serius seorang diri.”
(hlm. 165)
Seperti yang ditunjukan oleh peneliti Israel, Yuval Noah Harari, salah satu penyebab utama manusia sangat sukses adalah apa yang disebut “Kekerabatan fiktif”. Sebagian besar spesies hanya bergaul dengan keluarga. Semua makhluk lainnya dianggap berpotensi menjadi musuh. Homo sapiens telah menjadi begitu sukses karena kita memperluas rumusan dari keluarga dengan menggunakan kisah-kisah yang disetujui bersama.
(hlm. 173)
SELALU MENINDAKLANJUTI
Menganalisis delapan juta perbincangan telepon di antara dua juta orang, para peneliti di Notre Dame menemukan bahwa yang membuat persahabatan bertahan adalah saling berkontrak dua minggu sekali. Anda tidak perlu berkontak sesering itu jika merasa bukan teman dekat, tetapi prinsipnya tetap berlaku: sesekali berkontak.
(hlm. 191)
Penelitian dari ilmu saraf mengukuhkan hal ini. Ketika orang mengatakan sesuatu dan Anda menunjukan bukti yang bertentangan dengan apa yang mereka percayai, apa yang ditunjukan oleh pemindai MRI? Area-area yang berkaitan dengan agresi menjadi menyala. Dari sudut pandang otak mereka, ini bukanlah diskusi yang rasional—ini adalah perang.
(hlm. 196)
DENGARKAN SECARA AKTIF
Mantan perunding tawanan terkemuka FBI, Chris Voss, mengatakan bahwa sebaiknya Anda mengajukan pertanyaan yang berujung terbuka. Pertanyaan yang dimulai dengan “Apa” atau “Bagaimana” adalah pertanyaan yang paling baik karena akan sangat sulit untuk hanya dijawab dengan “Ya” atau “Tidak”.
Kita bisa mendengar dan memahami tujuhn ratus kata dalam semenit, tetapi orang hanya mengucapkan sekitar seratus kata per menit. Celah ini membuat pikiran Anda berkelana ketempat lain.
(hlm. 204)
SUKA ATAU TIDAK, JEJARING ANDA MEMENGARUHI ANDA.
JADI PASTIKAN ANDA MEMILIKI JEJARING YANG BAIK
Hedonic adaptation atau hedonic treadmill adalah kecenderungan manusia untuk segera kembali ke tingkat kebahagiaan yang stabil meskipun sedang terjadi perubahan dalam hidupnya.
(hlm. 209)
BAB 5
Percaya pada Diri Sendiri …
Sesekali
apa yang bisa kita pelajari tentang perbedaan kecil antara
kepercayaan diri dan delusi dari para juara catur, unit militer rahasia,
seniman kungfu palsu, dan orang-orang yang tidak bisa merasakan takut
IBM telah memprogram suatu tindakan pengamanan untuk peristiwa seperti ini. Untuk mencegah mesin menghabiskan terlalu banyak waktu selama periode “cegukan” ini, ia akan melakukan suatu gerakan acak. Jadi, itulah yang dilakukannya.
Tentu saja Kasparov tidak mengetahui hal ini. Ia melihat gerakan itu dan menganggap Deep Blue mengetahui apa yang dilakukannya—dan ia tidak mengetahuinya. Ini membuatnya gelisah.
(hlm. 211)
Orang-orang sukses adalah orang yang “delusional” secara positif. Mereka cenderung memandang riwayat masa lalunya sebagai pengesahan dari dirinya di saat ini dan apa yang telah mereka lakukan.
(hlm. 222)
Orang yang tidak terlalu berpengalaman di bidangnya tidaklah memiliki pengetahuan untuk menilai dengan tepat seberapa mudah atau sulitnya sesuatu di bidang itu.
(hlm. 228)
Untuk menjadi yang terbaik dalam hal apa pun, Anda akan perlu menjadi pengkritik terkeras Anda sendiri, dan itu nyaris mustahil ketika titik berangkat Anda adalah kepercayaan diri yang tinggi.
(hlm. 246)
BAB 6
Kerja, Kerja, Kerja… atau
Keseimbangan Kerja dan Hidup
Cara menemukan keseimbangan antara rumah dan
kantor, pelajaran dari Spider-Man, Pendeta Buddhis,
Albert Einstein, para pegulat profesional, dan Genghis Khan
“Orang yang ingin unggul harus melakukannya dengan menyusun seluruh hidupnya di seputar satu upaya. Mereka harus menjadi monomaniak, bahkan megalomaniak, tentang upayanya. Mereka harus memulai sejak dini, terus bekerja, dan tidak pernah menyerah. Kesuksesan bukanlah untuk orang yang malas, suka menunda, atau suka berubah-ubah.” (Apakah ini berarti saya telah melakukan tindakan yang benar karena saya menulis kalimat ini pada pukul 3.25 pagi?)
(hlm. 248)
Jumlah kerja saja tidaklah cukup. Jam-jam kerja itu haruslah jam kerja yang keras.
(hlm. 249)
Secara umum, bekerja secara berlebihan itu buruk bagi Anda.
Akan tetapi, semua ini berubah ketika Anda menemukan pekerjaan yang bermakna.
(hlm. 251)
Memang terkadang terasa seperti itu, tetapi itu adalah “pekerjaan” yang paling bermakna di sebagian besar kehidupan manusia.
Jika karier yang bermakna membuat Anda hidup lebih panjang, lalu apa yang bisa membunuh Anda lebih dini? Pengangguran. Eran Shor, salah seorang profesor di McGill University, menemukan bahwa menganggur meningkatkan kematian dini sebesar 63%.
(hlm. 261)
Peneliti Cary Cherniss dan David Kranz menemukan bahwa burnout “Benar-benar tidak pernah muncul di biara, sekolah Montessori, dan pusat perawatan agamis di mana orang menganggap pekerjaannya sebagai panggilan, bukan sekedar pekerjaan.”
Jadi, burnout adalah sisi sebaliknya dari keteguhan. Ketika kita membicarakan James Waters dari Angkatan Laut Amerika dan penelitian dari Martin Seligman, kita melihat bahwa kelenturan datang dari optimisme. Burnout adalah hasil dari sikap pesimis terhadap pekerjaan. Ini tidak membawa saya ke mana-mana. Saya tidak bisa menangani ini. Ini tidak akan pernah menjadi lebih baik.
(hlm. 268)
Produktivitas menurun tajam setelah 55 jam sehingga “seseorang yang menghabiskan tujuh puluh jam bekerja tidaklah menghasilkan lebih banyak dengan lima belas jam tambahan itu”. yang mereka ciptakan hanyalah stres.
(hlm. 269)
Scott Barry Kaufman dari University of Pennsylvania menemukan bahwa 72% orang mendapat gagasan baru ketika mandi, yang artinya jauh lebih banyak daripada ketika mereka berada di tempat kerja. Mengapa mandi sangat manjur? Mandi membuat kita rileks. Ingatlah, Archimedes bukan mendapatkan “pencerahannya” ketika berada di kantor. Pada saat itu, ia sedang berendam air hangat.
(hlm. 272)
Ketika saya bicara dengan Profesor Duke, Dan Ariely, ia berkata, “Ternyata sebagian besar orang memiliki produktivitas tertinggi pada
(hlm. 279-280)
Mengutip kata-kata filsuf besar Tyler Durden, “Kita semua dibesarkan oleh televisi untuk percaya bahwa suatu hari kelak kita akan menjadi miliarder, bintang utama film, dan bintang rock, tetapi kita tidak akan menjadi seperti itu. dan perlahan-lahan kita mengenali fakta itu. dan kita sangat, sangat kesal.”
(hlm. 280)
Di sebagian besar eksistensi manusia, ketika kita melihat sekeliling, ada sekitar seratus sampai dua ratus orang dalam suku kita dan kita bisa menjadi yang terbaik pada sesuatu. Kita menonjol, menjadi istimewa, dan berharga. Sekarang, konteks kita adalah suku global yang berjumlah lebih dari tujuh miliar orang. Selalu ada seseorang yang lebih baik dibandingkan Anda, dan media selalu melaporkan orang-orang ini, sehingga akhirnya menaikkan standar tepat ketika Anda pikir Anda sudah nyaris mencapainya.
(hlm. 282)
Di sini masalahnya adalah: Kita senang mempunyai pilihan. Kita benci membuat pilihan.
(hlm. 286-287)
Kita semua tahu bahwa cinta, teman, dan hal-hal lain juga penting… tetapi mereka jauh lebih rumit dan kita tidak bisa memesannya untuk diantar ke rumah oleh Amazon Prime atau GO-JEK.
Para peneliti menyadari bahwa diperlukan berbagai tolok ukur untuk kehidupan.
Penelitian memunculkan empat tolok ukur yang terpenting:
KEBAHAGIAAN: memiliki perasaan senang atau puas dalam dan tentang hidup Anda
PENCAPAIAN: mencapai berbagai prestasi yang lebih unggul dibandingkan tujuan-tujuan serupa yang diupayakan oleh orang lain
SIGNIFIKANSI/MAKNA: memiliki dampak positif pada orang lain yang Anda sayangi
WARISAN: membangun nilai atau pencapaian Anda dengan cara yang bisa membantu orang lain untuk menemukan kesuksesan di masa depan
(hlm. 288)
Barry Schwartz mengatakan, yang sering gagal kita sadari adalah bahwa batasan itu perlu. Batasan menyederhanakan hidup.
(hlm. 289)
Pemenang Penghargaan Nobel, Herbert Simon, yang menciptakan gagasan “memaksimalkan” dan “memuaskan”, mengatakan bahwa pada akhirnya, ketika Anda memperhitungkan semua faktor stress, hasil, dan upaya, sebenarnaya “memuaskan” adalah metode yang memaksimalkan.
Akhirnya, semua mengerucut ke pertanyaan: Apa yang saya inginkan? Jika Anda tidak memutuskan, dunia yang akan memutuskan untuk Anda.
(hlm. 290)
Baiklah, Anda tahu siapa yang berhasil melakukan hal yang mustahil? Anda tahu siapa yang benar-benar menaklukan dunia?
Genghis Khan. Bagaimana ia melakukannnya? Ia mempunyai rencana…
(hlm. 291)
Bagaimana seorang pria muda yang buta huruf di tempat yang begitu buruk pada masa yang begitu buruk bisa menaklukan lebih banyak wilayah dalam 25 tahun dibandingkan yang bisa ditaklukan oleh orang Roma dalam empat ratus tahun? Bagaimana ia membangun sebuah kekaisaran yang merentang sepanjang dua belas juta mil? Dan melakukannya dengan sepasukan tentara yang tidak pernah lebih besar dari seribu orang, yang, seperti dijelaskan oleh pengarang Jack Weatherford, adalah “suatu kelompok yang muat dimasukan ke dalam stadion olahraga modern tanpa berdesak-desakan”?
Ia bukan sekedar bereaksi. Ia memikirkan apa yang ia inginkan. Dan ia membuat rencana.
Pertama-tama, ia menetapkan untuk menyatukan suku-suku di wilayah stepa itu.
(hlm. 292)
Penyatuan ini saja sudah merupakan kesuksesan besar. Tetapi, bagaimana ia mengalahkan peradaban yang lebih maju, seperti Cina dan Eropa? Bagaimana ia mengalahkan pasukan-pasukan besar yang lebih terlatih dan bersenjata hanya dengan seratus ribu orang nomadik? Oh, ia juga mempunyai rencana untuk hal ini.
Strateginya bukanlah mengalahkan musuh dalam permainan mereka, tetapi menggunakan kelebihan yang secara alami dimiliki oleh orang-orangnya. Orang Mongol menunggang kuda sejak berusia tiga tahun.
Setiap pejuang membawa tiga sampai lima kuda cadangan agar mereka tidak pernah memiliki tunggangan yang kelelahan. Ini membuat pasukan berkuda Mongol mampu bepergian sejauh enam ratus mil hanya dalam sehari, berabad-abad sebelum hadirnya mesin uap.
(hlm. 293)
Rencana-rencana Khan begitu kukuh sehingga kekaisarannya tidak runtuh setelah ia wafat. Kekaisarannya terus meluas dan berkembang selama 150 tahun berikutnya. (Lain kali Anda mengirim surat, ingatlah akan Genghis Khan. Kekuasaannya memunculkan sistem pos internasional pertama kepada kita.)
(hlm. 294)
Ia membuat rencana. Lalu, ia memberlakukan kehendaknya pada dunia. Itulah yang Anda butuhkan: rencana.
(hlm. 295)
Tanpa rencana, kita melakukan apa yang pasif dan mudah—bukan apa yang benar-benar memuaskan.
Robert Epstein menyurvei 30 ribu orang di tiga puluh negara dan menemukan bahwa metode yang paling efektif untuk mengurangi stres adalah memiliki rencana.
Seperti yang ditunjukan oleh pemindaian Fungsional Magnetic Rosonance Imaging (MRI), perasaan memegang kendali memotivasi kita untuk bertindak.
(hlm. 297)
MELACAK WAKTU ANDA
Tulislah ke mana setiap jam Anda pergi ketika aktivitas itu terjadi.
(hlm. 298) KEBAHAGIAAN = MENIKMATI
PENCAPAIAN = MEMENANGKAN
SIGNIFIKANSI = MEMPERHITUNGKAN (ORANG LAIN)
WARISAN = MELUASKAN
Peneliti menemukan bahwa separuh dari tindakan kriminal terjadi hanya di lima persen wilayah kota. Ini disebut kebijakan “titik panas”. Melakukan patroli polisi dua kali lebih banyak di sedikit wilayah itu akan mengurangi separuh tindakan kriminal di titik-titik panas dan mengurangi panggilan darurat di seluruh kota sebesar enam sampai tiga belas persen.
(hlm. 301)
DAFTAR TUGAS ITU BURUK.
JADWAL ADALAH SEGALANYA.
Anda tahu apa yang sering kali tidak dijadwalkan? Pekerjaan yang sesungguhnya.
(hlm. 302)
Anda ingin mencurahkan kekuatan penuh otak Anda kepada tugas-tugas yang penting. Penelitian menunjukan bahwa dua setengah sampai empat jam setelah bangun pagi adalah ketika otak Anda paling tajam.
Satu-satunya orang yang bisa membuat keputusan-keputusan yang matang adalah orang yang menghabiskan sembilan puluh menit untuk bekerja dari rumah sebelum memasuki keriuhan kantor.
(hlm. 304)
Mengutip Warren Buffett, “Perbedaan di antara orang yang sukses dan yang sangat sukses adalah bahwa orang yang sangat sukses menjawab tidak untuk nyaris segala sesuatu.”
MENGENDALIKAN KONTEKS ANDA
Kita pikir kita membuat keputusan sendiri, tetapi ternyata lingkungan sangat memengaruhi. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan cara untuk mengubah lingkungan kita.
(hlm. 307)
MENGAKHIRI HARI DENGAN BENAR
DAN TEPAT WAKTU
Penelitian menunjukan bahwa menuliskan hal-hal yang perlu Anda urus esok hari akan mampu menenangkan otak dan membantu Anda untuk rileks.
(hlm. 308)
Sekarang ini, di planet ini, 0,5% manusia adalah keturunan Genghis Khan. Itu adalah satu dari dua ratus orang. Jadi, dari banyak tolok ukur, ia sangat sukses. Ia punya rencana. Anda tidak perlu menaklukan dunia, secara harafiah maupun perlambang. “Cukup baik” adalah cukup baik jaka Anda mengingat empat kategori besar di benak anda.
(hlm. 312)
KESIMPULAN
Apa yang Membuat Kehidupan Sukses?
Kesuksesan itu aneh karena menumbuhkan lebih banyak kesuksesan. Sekali saya mencapai sesuatu, itu mendorong saya untuk berusaha lebih keras lagi. Itu mengembangkan persepsi saya tentang apa yang mungkin. Jika saya bisa melakukan ini, lalu apa lagi yang bisa saya lakukan?
(hlm. 314-315)
Apa yang paling penting untuk diingat mengenai kesuksesan? Satu kata: penyelarasan.
Bagaimana Anda menemukan keselarasan?seperti yang dikatakan oleh Oracle of Delphi pada zaman dahulu, “Kenali dirimu.” Apa pemekat Anda? Apakah Anda seorang Pemberi, seorang Pengambil, atau seorang Penyeimbang? Apakah Anda lebih introver atau ekstrover? Apakah Anda kurang percsya diri atau terlalu percaya diri? Manakah dari empat hal besar yang Anda penuhi secara alami dan manakah yang selalu Anda lalaikan?
Lalu, selaraskan kualitas-kualitas itu dengan dunia di sekitar Anda. Pilihlah kolam yang tepat. Temukan pekerjaan yang mengangkat pemekat Anda. Ciptakan kisah yang membuat Anda terus berjalan maju. Lakukan eksperimen kecil yang mengembangkan cakrawala Anda. Gunakan WOOP untuk mewujudkan impian Anda menjadi kenyataan.
Berapa banyak uang yang diperlukan untuk meningkatkan kebahagiaan sebanyak yang ditingkatkan oleh kehidupan sosial? Data dari Journal of Socio-Economics mengatakan bahwa Anda harus mendapatkan tambahan 121.000 dolar per tahun.
(hlm. 318)
Ucapan Terima Kasih
Robert DeNiro memberitahu saya untuk jangan
pernah melupakan nama.
-BOB WAGNER
Tyler Cowen, yang memberitahu interwebz tentang penulis blog yang bukan siapa-siapa ini yang bisa mereka coba lihat.
(hlm. 320)
ACUAN
Seseorang akan membolak-balik buku setengah
perpustakaan untuk membuat sebuah buku.
-SAMUEL JOHNSON
(hlm. 322)
Mukunda, Gautam. Indispensable. Boston: Harvard Business Review Press, 2012. Kindle Edition.
(hlm. 323)
Stanley, Thomas J. The Millionaire Mind. Kansas City, MO: Andrews McMeel, 2001.
Smarter Faster Better
Charles DuhiggBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Smarter Faster Better oleh Charles Duhigg.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
SMARTER
FASTER
BETTER
Ubah Hidup dan Tim Anda
dari SIBUK Menjadi PRODUKTIF
Charles Duhigg
Penulis Buku Laris The Power of Habit
KPG
Jakarta:
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan Pertama, Juni 2016
Penerjemah
Damaring Tyas Wulandari Palar
Penyunting
Andya Primanda
Penataletak
Landi A. Handwiko
Perancang Sampul
Landi A. Handwiko
ISBN 978-602-424-091-2
(hlm.xiv)
PENGANTAR
Buku ini adalah hasil investigasi saya mengenai bagaimana produktivitas bekerja, dan upaya saya memahami mengapa sejumlah orang dan perusahaan jauh lebih produktif daripada semua orang lain.
(hlm.10)
1
MOTIVASI
Menggagas Kembali Kamp Pelatihan, Pemberontakan
Panti Wreda, dan Lokus Kontrol
II
Peserta lebih termotivasi untuk bermain semata karena mereka percaya mereka memegang kendali.
III
Pada 1980, 90 persen lebih tenaga kerja Amerika adalah bawahan bos. Sekarang sepertiga lebih pekerja di Amerika adalah pekerja paro-waktu, kontraktor, atau memegang posisi sementara.
(hlm.11)
Kuncinya, kata para peneliti, adalah menyadari bahwa prasyarat motivasi adalah mempercayai kita punya kewenangan atas tindakan dan sekeliling kita. Untuk memotivasi diri, kita harus merasa memegang kendali.
Salah satu cara membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita memegang kendali adalah dengan membuat keputusan. “Setiap keputusan—tak peduli sekecil apa pun—memperkuat persepsi akan kendali dan kemakbulan-diri (self-efficacy),” tulis para peneliti dari Columbia.
(hlm.15)
IV
Marinir yang paling sukses adalah yang memiliki “lokus kendali internal” yang kuat—kepercayaaan bahwa mereka bisa mengubah takdir melalui pilihan-pilihan yang mereka buat.
(hlm.22)
Bila kita bisa menghubungkan sesuatu yang sulit dengan pilihan yang penting bagi kita, tugas menjadi lebih mudah, kata instruktur pelatihan kepada Quintanilla. Itulah mengapa mereka saling mengajukan pertanyaan yang diawali denngan “mengapa”. Buat tugas menajadi keputusan yang bermakna, dan motivasi diri pun akan muncul.
(hlm.23)
Orang-orang lansia yang hidup sejahtera membuat pilihan-pilihan yang menentang jadwal yang kaku, menu makanan yang telah ditetapkan, dan aturan-aturan ketat yang panti wreda coba paksakan kepada mereka.
(hlm.28)
V
Di antara pasien-pasien Habib, cedera striatum mencegah mereka merasakan ganjaran kepuasaan yang muncul dari memegang kendali.
(hlm.29)
Begitu kita mulai bertanya mengapa, tugas-tugas kecil itu menjadi potongan-potongan dari tatanan yang lebih besar berupa beraneka proyek, tujuan, dan nilai yang bermakna. Kita mulai mengenali bagaimana pekerjaan-pekerjaan kecil dapat memiliki ganjaran emosional yang besar sekali, sebab pekerjaan-pekerjaan itu membuktikan kepada diri kita bahwa kita membuat pilihan-pilihan bermakna, bahwa kita sungguh-sungguh memegang kendali atas kehidupan kita sendiri. Ketika itulah motivasi diri mekar: ketika kita menyadari bahwa membalas surat elektronik atau membantu seorang rekan kerja mungkin saja relatif remeh. Namun kegiatan itu merupakan bagian dari proyek yang lebih besar yang kita percayai, yang ingin kita capai, yang kita pilih untuk lakukan. Motivasi diri, dengan kata lain, adalah pilihan yang kita buat karena merupakan bagian sesuatu yang lebih besar dan lebih memberikan ganjaran secara emosional daripada tugas yang harus kita kerjakan kini.
(hlm.38)
2
TIM
Keamanan Psikologis di Google dan
Saturday Night Live
I
Ada kumpulan penelitian akademik kedua yang fokus ke apa yang dikenal sebagai “norma kelompok”. “Kelompok apa pun, lama-kelamaan, mengembangkan norma-norma bersama mengenai perilaku yang pantas,” tulis satu tim ahli psikologi dalam Sociology of Sport Journal. Norma adalah tradisi, standar perilaku, dan aturan-aturan tak tertulis yang mengatur bagaimana kita berfungsi. Ketika suatu tim mencapai konsensus tak terucapkan bahwa menghindari perselisihan lebih berharga daripada perdebatan, itulah norma.
(hlm.39)
Kelompok belajar Julia di Yale, misalnya, terasa melelahkan karena norma-normanya—berebut tampuk kepemimpinan, tekanan untuk terus-menerus menunjukkan keahlian, kecenderungan untuk mengkritik—membuatnya selalu siaga. Sementara itu, norma-norma tim kompetisi kasusnya-antusiasme atas gagasan sesama, menahan kritik, mendorong orang untuk maju sebagai pemimpin atau tetap di belakang saja semau mereka—memungkinkan semua orang menjadi bersahabat dan bebas. Koordinasi mudah dilakukan.
(hlm.41)
II
Melainkan, perawat-perawat yang merupakan anggota tim-tim kuat merasa lebih nyaman melaporkan kesalahan mereka. Data mengindikasikan bahwa satu norma tertentu—apakah orang dihukum akibat kekhilfan yang mereka lakukan—mempengaruhi kejujuran mereka setelah berbeuat salah.
(hlm.44)
Kami menyebutnya “keamanan psikologis”, katanya. Keamanan psikologis adalah “kepercayaan bersama, yang dipegang oleh semua anggota tim, bahwa kelompok tersebut merupakan tempat aman untuk mengambil risiko.”
Norma-norma yang menurut survei Google adalah yang paling efektif—membiarkan orang lain gagal tanpa menghukum dia.
Bagaimana meyakinkan orang-orang agar merasa aman sekaligus mendorong mereka untuk berani berbeda pendapat?
(hlm.50)
III
Justru tim SNL klop karena, secara mengejutkan, mereka semua merasa cukup aman bersama satu sama lain untuk terus-menerus melontarkan lawak dan gagasan baru.
(hlm.54)
Tapi, ada dua perilaku yang dimiliki semua tim yang baik.
Pertama-tama, semua anggota tim yang baik berbicara dalam persentase yang kira-kira sama, fenomena yang para peneliti sebut “kesetaraan dalam pembagian giliran berbicara.”
Kedua, ketika diuji, tim-tim yang baik terbukti memiliki “kepekaan sosial rata-rata tinggi”—cara keren untuk mengatakan bahwa kelompok-kelompok itu trampil meraba apa yang sedang dirasakan oleh anggota-anggota lain berdasarkan nada suara, bagaimana mereka menahan diri, dan mimik wajah.
(hlm.58)
Agar keamanan psikologis muncul dalam kelompok, rekan-rekan setim tidak harus berteman.
(hlm.60)
IV
Tim akan sukses ketika setiap orang merasa bisa berbicara dan ketika anggota-anggota tim menunjukkan kepekaan terhadap perasaan satu sama lain.
(hlm.68)
3
Fokus
Penyempitan Kognitif, Air France Penerbangan 447,
dan Kekuatan Model Mental
I
Namun Bonin, yang barangkali terbangun kaget akibat alarm dan ingin mengatasi hilangnya otopilot, menarik tuas kendali mundur sedikit, menyebabkan hidung pesawat menukik ke atas dan pesawat itu mulai menanjak. Dalam satu menit, pesawat itu telah naik sejauh tiga ribu kaki (900 m).
(hlm.70)
Tapi ada bukti signifikan bahwa Bonin dicengkeram oleh apa yang dikenal sebagai “penyempitan kognitif” (Cognitive tunneling)—korslet mental yang kadang terjadi ketika otak kita dipaksa berganti secara mendadak dari otomasi santai ke perhatian panik.
(hlm.71)
Maka naluri otak adalah memaksanya, untuk bersenar seterang mungkin ke arah rangsangan paling jelas, apa pun itu yang ada di depan Anda, bahkan bila rangsangan itu bukanlah pilihan yang terbaik. Itulah saat penyempitan kognitif terjadi.
(hlm.75)
Tapi, dalam kondisi panik akibat terkejut, Bonin membuat kesalahan kedua, kesalahan langkah mental yang merupakan saudara penyempitan kognitif: Dia mengarahkan bidikan lampu sorot dalam kepalanya ke satu hal yang dia akrabi. Bonin berpaling ke reaksi yang telah dia latih berulang-ulang, urut-urutan langkah yang dia pelajari untuk dikaitkan dengan keadaan darurat. Dia terperosok ke dalam apa yang disebut para ahli psikologi “pemikiran reaktif” (reactive thinking).
(hlm.81)
Darlene menjelaskan bahwa dalam benaknya dia punya gambaran seperti apa seharusnya bayi yang sehat terlihat—dan bayi dalam buaian itu, ketika dia lihat sekilas, tidak cocok dengan gambaran tersebut.
Orang-orang seperti Darlene, yang sangat bagus dalam mengelola perhatian, cenderung memiliki ciri-ciri tertentu. Salah satunya adalah kecenderungan membentuk gambaran dalam benak mengenai apa yang mereka pikir seharusnya dilihat.
Mereka membayangkan hari-hari mereka secara jauh lebih spesifik daripada orang-orang lain.
(hlm.82)
Ahli psikologi punya istilah untuk kebiasaan memprediksi seperti ini: “menciptakan model mental”.
(hlm.84)
Para bintang super tidak memilih tugas-tugas yang memanfaatkan ketrampilan yang sudah ada. Mereka justru mengambil proyek-proyek yang mengharuskan mereka mencari kolega-kolega baru dan menuntut kemampuan-kemampuan baru. Itulah mengapa para bintang super menggarap hanya lima proyek sekaligus: menemui orang-orang baru dan mempelajari ketrampilan baru membutuhkan banyak waktu tambahan.
(hlm.85)
Terakhir, para bintang super juga memiliki satu kesamaan perilaku tertentu, yang nyaris merupakan kebiasaan intelektual dan percakapan: Mereka senang membuat teori—banyak sekali teori, mengenai segala jenis topik, misalnya mengapa akun-akun tertentu berhasil atau gagal, atau mengapa sebagian klien senang atau menggerutu, atau bagaimana gaya manajemen yang berbeda mempengaruhi berbagai pegawai.
(hlm.86)
Bila Anda ingin membuat diri sendiri lebih peka terhadap rincian kecil dalam pekerjaan Anda, pupuklah kebiasaan membayangkan, sespesifik mungkin, apa yang Anda harapkan akan lihat dan lakukan sewaktu sampai di meja Anda.
(hlm.87)
III
Bahkan sebelum Kapten Richard Champion de Crespigny melangkah ke atas Qantas Penerbangan 32, dia menyiagakan awaknya mengenai model-model mental yang dia harapkan akan mereka gunakan.
(hlm.88)
Kenyataan tentang pesawat modern adalah pesawat berisi seperempat juta sensor dan komputer yang terkadang tidak bisa membedakan mana yang sampah dan mana yang akal sehat.
Itulah mengapa kita punya pilot manusia. Tugas kita memikirkan apa yang mungkin terjadi, bukan apa yang sedang terjadi.
(hlm.92)
De Crespigny merasakan dirinya tertarik ke dalam penyempitan kognitif.
Kita harus berhenti fokus ke apa yang salah dan mulai memperhatikan apa yang masih bekerja.
Mendengar itu, salah satu kopilot mulai menyebutkan bagian-bagian yang masih bisa beroperasi: dua dari delapan pompa hidrolik masih berfungsi.
(hlm.93)
Pesawat Cessna hanya mainan dibandingkan pesawat Airbus, tentu saja, namun semua pesawat, pada intinya, memiliki komponen-komponen yang sama: sistem bahan bakar, kendali penerbangan, rem, perlengkapan pendaratan. Bagaimana jika, de Crespigny bertanya dalam hati, aku bayangkan pesawat ini sebagai Cessna? Kalau begitu apa yang akan aku lakukan?
Ketika de Crespigny memutuskan untuk mengambil alih kendali model mental yang sedang dia terapkan dalam situasi itu, bukannya bereaksi terhadap komputer, pola pikirnya pun bergeser. Dia jadi memutuskan ke mana harus mengarahkan fokusnya, bukan mengandalkan instruksi.
“Nyaris selalu, ketika terjadi muatan informasi berlebih, kita tidak menyadarinya—dan itulah mengapa kelebihan semacam itu sangat berbahaya,” kata Burian.
Namun ketika model mental Airbus di dalam kepala de Crespigny mulai runtuh akibat segala keadaan darurat yang baru muncul, dia memutuskan untuk menggantinya dengan sesuatu yang baru.
(hlm.94)
Saya punya gambaran dalam kepala yang berisi hal-hal dasar, dan hanya itu yang saya butuhkan untuk mendaratkan pesawat tersebut.
(hlm.95)
Kini, Qantas Penerbangan 32 diajarkan di sekolah-sekolah penerbangan dan kuliah-kuliah psikologi sebagai studi kasus mengenai bagimana mempertahankan fokus saat darurat. Penerbangan 32 dikutip sebagai salah satu contoh utama bagaimana model mental dapat mengendalikan situasi paling gawat sekalipun.
(hlm.96)
Biasakanlah bercerita kepada diri sendiri. Narasikan hidup Anda langsung saat terjadi, sehingga ketika bos Anda mendadak mengajukan pertanyaan atau bila pesan mendesak tiba dan Anda hanya punya waktu beberapa menit untuk membalas, lampu sorot di dalam kepala Anda akan siap bersinar ke arah yang benar.
(hlm.101)
4
MENENTUKAN TUJUAN
Tujuan SMART, Tujuan Regang,
dan Perang Yom Kippur
II
Orang-orang yang berdeterminasi dan terfokus cenderung bekerja lebih keras dan menyelesaikan tugas-tugas secara lebih cepet.
(hlm.109)
Bahkan seperampat abad setelahnya, perang Yom Kippur tetap menjadi fase paling traumatis dalam sejarah Israel.
(hlm.110)
III
TUJUAN AMART
(hlm.112)
Sekitar 400 penelitian laboratorium dan lapangan [menunjukkan] bahwa tujuan spesifik yang tinggi mendatangkan tingkat kinerja tugas yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan yang mudah atau abstrak dan kurang jelas seperti ucapan penyemangat agar ‘melakukan hal terbaik yang kamu bisa’, tulis Locke dan Latham pada 1996 dalam ulasan mengenai penentuan tujuan.
(hlm.114)
Mereka kira orang-orang akan mengatakan mereka ingin berpikir lebih besar, namun terhambat oleh tuntunan SMART yang tak berhenti-henti.
(hlm.117)
Kerr dan kolega-koleganya ingin membina ambisi yang tiada putus. Bagaimana, mereka bertanya-tanya, menjadikan orang berpikir ekspansif senantiasa?
IV
Sebagian besar penduduk negara itu hidup di atau di antara Tokyo dan Osaka, yang terpisahkan oleh jalur kereta sepanjang 515 km saja. Setiap hari, puluhan ribu orang berpindah dari kota ke kota. Bahan industri mentah dalam jumlah banyak sekali diangkut melalui jalur-jalur kereta itu. Namun topografi Jepang sedemikian bergunung-gunung dan sistem perkeretaapiannya sedemikian kuno sehingga perjalanan itu bisa memakan waktu sampai dua puluh jam lamanya. Maka, pada 1955, kepala sistem perkeretaapian Jepang mengeluarkan tantangan bagi para insinyur terbaik negaranya: ciptakan kereta yang lebih cepat.
(hlm.118)
Ada ratusan inovasi, besar dan kecil, yang masing-masing menjadikan kereta-kereta itu sedikit lebih cepat daripada sebelumnya.
Shinkansen tersebut menyelesaikan perjalanan perdananya dalam tiga jam dan lima puluh delapan menit, dengan kecepatan rata-rata 190 kilometer per jam.
(hlm.119)
Ke depannya, setiap eksekutif dan departemen, selain memberikan tujuan-tujuan yang spesifik, bisa tercapai, dan ditentukan waktunya, juga harus mengidentifikasi tujuan regang (stretch goal)—sasaran yang sedemikian ambisius sehingga para manajer tidak bisa menjabarkan, setidaknya pada awalnya, bagaimana mereka akan mencapainya. Setiap orang, kata Welch, harus diambil bagian dalam “pemikiran kereta peluru”.
(hlm.120)
Dengan demikian, satu-satunya cara mengurangi kesalahan sampai 70 persen adalah menjadikan setiap orang pegawai sebagai auditor penjamin kualitas. Setiap orang harus bertanggung jawab menyadari kesalahan. Namun kebanyakan pekerja pabrik tidak cukup tahu perihal mesin untuk mengidentifikasi setiap cacat yang terjadi. Satu-satunya solusi, para manajer memutuskan, adalah upaya pelatihan ulang besar-besaran.
Dengan kata lain, tujuan regang Welch memulai serangkaian reaksi berantai yang merombak bagaimana mesin dibuat dalam cara-cara yang tak terbayangkan oleh siapa pun sebelumnya.
(hlm.122)
Tujuan regang, dipasangkan dengan pemikiran SMART, dapat membantu menjadikan yang musthil berada dalam jangkauan.
(hlm.123)
Tujuan regang dapat menyulut inovasi-inovasi luar biasa, namun hanya ketika kita memiliki sistem untuk mencegah tujuan tersebut menjadi rencana-rencana konkret.
(hlm.124)
Biarkan impian Anda tinggi dan regang. Jabarkan tujuan-tujuan yang sekilas tampak mustahil, misalnya mendirikan perusahaan atau menyelesaikan lari maraton.
(hlm.126)
V
Begitu Anda tahu bagaimana melakukannya, Anda bisa melakukan nyaris segala hal.
(hlm.138)
5
MENGELOLA ORANG LAIN
Memecahkan Penculikan dengan Pemikiran Ramping
dan Sigap serta Budaya Saling Percaya
I
Suatu hari dia membuntuti seorang pekerja yang, di tengah-tengah satu giliran kerja, memberitahu menajernya bahwa dia punya gagasan mengenai perkakas baru yang akan membantunya memasang strut. Si manajer berjalan ke bengkel mesin dan kembali lima belas menit kemudian dengan satu purwarupa. Si pekerja dan si manajer memperbaiki rancangan itu sepanjang sisa hari itu. Pagi berikutnya, perkakas itu tersedia di area kerja masing-masing orang.
(hlm.139)
Para pelatih Madrid menjelaskan bahwa Sistem Produksi Toyota—yang di Amerika Serikat lantas dikenal sebagai “produksi ramping” (lean production)—mengandalkan pengalihan pembuatan keputusan ke tingkat serendah mungkin. Para pekerja di lini perakitan adalah yang paling dulu melihat masalah. Merekalah yang paling dekat dengan kekeliruan yang tak terhindarkan dalam proses produksi apa pun. Maka masuk akal bila mereka diberi otoritas terbesar dalam menemukan solusi.
Bila saya memasang muffer knalpot atau bila saya seorang resepsionis atau tukang bersih-bersih, saya lebih tahu tentang sistem knalpot atau menerima tamu atau membersihkan kantor daripada orang lain, dan sungguh sia-sia bila perusahaan tidak memanfaatkan pengetahuan itu. Toyota benci kesia-siaan. Sistem itu dibangung untuk mengeksploitasi kepakaran setiap orang.
(hlm.141)
Salah satunya adalah budaya yang mereka sebut model “bintang”.
Kategori kedua adalah model “insinyur”.
(hlm.142)
Kategori perusahaan ketiga dan keempat mencakup perusahaan-perusahaan yang dibangun di sekeliling “birokrasi” dan yang didirikan sebagai “otokrasi”.
(hlm.143)
Kategori terakhir adalah apa yang dikenal sebagai model “komitmen”, yang mengingatkan akan zaman ketika orang dengan senang bekerja untuk satu perusahaan saja sepanjang hayat.
(hlm.144)
Bahkan, ketika Baron dan Hannan mempelajari data mereka, mereka menemukan bahwa satu-satunya budaya yang merupakan pemenang konsisten adalah perusahaan komitmen.
(hlm.145)
Salah satu alasan budaya komitmen berhasil, tampaknya, adalah karena muncul rasa saling percaya di antara para pekerja, manajer, dan pelanggan yang memicu semua orang untuk bekerja lebih keras dan bertahan melalui kesusahan-kesusahan yang pasti ada dala indutri apa pun.
Perusahaan komitmen menghindari salah satu biaya tersembunyi terbesar di dunia bisnis: laba yang hilang ketika pegawai membawa klien atau pengetahuan ketika pindah ke pesaing.
(hlm.149)
Maka para pegawai bisa membuat pabrik bangkrut bila mereka ingin.
“Begitu Anda diberi kewenangan seperti iu, tak bisa tidak Anda pasti merasakan tanggung jawab,” kata Smith. “Para pekerja paling junior tidak ingin NUMMI bangkrut, dan manajemen tidak menginginkan itu, dan makna, mendadak, setiap orang berdiri di pihak yang sama.”
(hlm.152)
III
Metode yang kemudian dikenal sebagai Gesit alias itu menekankan kolaborasi, pengujian yang sering, pembaruan perangkat lunak dengan cepat, dan mendorong pengambilan keputusan oleh siapa pun yang paling dekat dengan masalah itu.
(hlm.165)
6
MEMBUAT KEPUTUSAN
Memperkirakan Masa Depan (dan Menang Poker)
dengan Psikologi Bayesan
I
Mengapa, para peneliti beryanya-tanya, sebagian orang memutuskan untuk punya anak padahal biayanya, dari segi uang dan kerja keras, sedemikian jelas besarnya, dan imbalannya, misalnnya kasih sayang dan rasa puas, sedemikian sulit untuk dikalkulasi? Bagaimanakah orang memutuskan untuk memasukkan anak-anaknya ke sekolah swasta yang mahal, bukan ke sekolah negeri yang gratis? Mengapa seseorang memutuskan untuk menikah setelah bertahun-tahun tidak pernah berhubungan serius?
Banyak keputusan kita yang paling penting sebenarnya merupakan upaya untuk meramalkan masa depan.
(hlm.166)
Pengambilan keputusan yang baik bergantung ke kemampuan dasar membayangkan apa yang terjadi berikutnya.
Yang menarik minat para ahli psikologi dan ahli ekonomi adalah seberapa seringnya orang berhasil, dalam kehidupan mereka sehari-hari, memilih di antara berbagai pilihan masa depan itu tanpa menjadi lumpuh gara-gara rumitnya setiap pilihan.
Mengapa sebagian orang bisa membuat keputusan yang lebih baik?
(hlm.168)
Kita bisa mengamati orang-orang mencoba saling menggertak dan menyembunyikan kegirangan mereka sewaktu dapat pembagian kartu yang bagus, dan segala macam perilaku yang kami obrolkan berjam-jam di kelas.
Dia paham bahwa mendapat kartu yang jelek bukan berarti pasti kalah.
Untuk menjadi elite, kita harus mulai memikirkan taruhan sebagai cara menanyai pemain-pemain lain.
(hlm.172)
II
dan yang paling mengejutkan, salah satu jenis pelajaran—pelatihan bagaimana cara berpikir probabilistik—sangat meningkatkan kemampuan orang untuk meramalkan masa depan.
Pelajaran mengenai pemikiran probabilistik yang ditawarkan oleh GJP menginstruksikan kepada para peserta untuk memikiran masa depan bukan sebagai apa yang akan terjadi, melainkan sebagai serangkaian kemungkinan yang bisa terjadi.
(hlm.173)
Jadi ada tiga masa depan potential untuk dipertimbangkan: Sarkozy bisa meraih 67 persen, 25 persen, atau 45 persen, dari suara yang masuk. Dalam satu skenario, dia akan menang dengan mudah, dalam skenario lain dia akan kalah dengan selisih sangat besar, dan skenario ketiga dia hanya meleset sedikit. Bagaimana mengombinasikan ketiga hasil yang berkontradiksi ini menjadi satu prediksi? “Cukup menghitung rata-rata estimasi berdasarkan status petahana, tingkat kepuasaan, dan laju pertumbuhan ekonomi,” pelatihan itu menjelaskan. “Bila kita tidak punya dasar memperlakukan satu variable secara lebih penting daripada yang lain, berikan bobot yang sama. Pendekatan ini membuat Anda memprediksi [(67%+25%+45%)/3] = kira-kira 46% kemungkinan terpilih kembali.”
(hlm.174)
Sembilan bulan kemudian, Sarkozy mendapatkan 48,4 persen suara dan digantikan Francois Hollande.
(hlm.179)
“Pemain poker yang bagus tidak peduli mengenai kepastian,” saudara laki-laki Annie memberitahunya. “Yang mereka pedulikan adalah mengetahui apa yang mereka ketahui dan tidak ketahui.”
(hlm.40)
Dia tahu, dari sudut pandang probabilistik, lama-kelamaan pertaruhannya akan terbayar. Tidak peduli bahwa putaran yang ini tidak pasti. Yang penting adalah berkomitmen kepada kemungkinan yang akan memberikan bayaran dalam jangka panjang.
(hlm.185)
III
Total tiket film terlaris, misalnya, biasanya menuruti satu aturan dasar: ada segelintir film peraup untung besar setiap tahun, dan banyak film lain yang balik modal saja tidak.
(hlm.188)
Sejumlah peneliti menyebut kemampuan untuk meraba pola ini sebagai “kognisi Bayesan” (Bayesian cognition) atau “psikologi Bayesan” (Bayesian psychology), sebab agar komputer bisa membuat prediksi-prediksi semcam itu, komputer tersebut harus menggunakan variasi aturan Bayes (Bayes’ rule), rumus matematika yang umumnya membutuhkan pengoperasian ribuan model secara bersamaan dan membandingkan jutaan hasil.6 Inti aturan Bayes adalah satu asas: Meskipun kita hanya memiliki sangat sedikit data, kita masih tetap bisa memperkirakan masa depan dengan membuat asumsi-asumsi dan kemudian menyesuaikannya dengan apa yang kita amati di dunia nyata.
(hlm.190)
Tapi tebakan itu jelek untuk seorang firaun Mesir, sebab empat ribu tahun lalu rentang hidup manusia jauh lebih pendek. Kebanyakan firaun dianggap sudah lanjut usia bila mereka berhasil mencapai usia tiga puluh lima tahun.
Para mahasiswa menalar dengan benar. Instuisi mereka benar bahwa kalkulasi masa kekuasaan firaun mengikuti sebaran Erlang. Namun asumsi mereka—apa yang disebut pakar Bayesan “prior” atau “tingkat dasar”—meleset. Dan karena mereka memiliki asumsi yang tidak tepat mengenai berapa lama orang-orang Mesir Kuno hidup, prediksi yang mereka hasilkan juga melenceng.
(hlm.191)
Namun pembuatan prediksi kita hanya berhasil bila kita mulai dengan asumsi-asumsi yang benar.
Jadi bagaimana caranya memperoleh asumsu-asumsi yang benar?
Dengan kata lain, kita menjadi terlatih memperhatikan kesuksesan dan, sebagai akibatnya, kita memprediksi hasil yang sukses terlalu sering sebab kita mengandalkan pengalaman dan asumsi yang bias ke arah semua keberhasilan yang kita pernah lihat—bahkan kegagalan yang lolos dari perhartian kita.
Sementara itu, banyak orang sukses yang menghabiskan banyak sekali waktu mencari-cari informasi tentang kegagalan.
(hlm.199)
Orang-orang yang membuat pilihan-pilihan terbaik adalah orang-orang yang berupaya paling keras membayangkan, menuliskan, dan merenungkan baik-baik berbagai masa depan, dan kemudian menanyai diri sendiri, yang mana yang kita pikir paling munkin dan mengapa?
(hlm.207)
7
INOVASI
Bagaimana Perantara Gagasan dan Keputusasaan
Kreatif Menyelematkan Frozen Karya Disney
II
Para peneliti bertanya-tanya, mengapa sejumlah orang jauh lebih baik mengambil balok-balok lama itu dan menumpuknya dalam cara-cara yang baru?
Mereka memiliki akses ke pangkalan data berisikan 17,9 juta naskah sains yang diterbitkan di dua belas ribu lebih jurnal.
(hlm.208)
Namun makalah yang mengombinasikan Einstein dan Wang Chong, filsuf Cina, itu jauh lebih mungkin bersifat kreatif, karena kombinasi itu sungguh tidak bisa.
Agar bisa masuk ke 5 persen teratas penelitian yang paling sering dikutip, kita harus menyatakan sesuatu yang baru, kata Uzzi.
Namun nyaris semua makalah kreatif memiliki setidaknya satu kesamaan: Makalah itu biasanya merupakan kombinasi gagasan-gagasan yang sebelumnya sudah dikenal namun dicampur dengan cara-cara baru. Bahkan, rata-rata, 90 persen hal yang ada dalam manuskrip-manuskrip paling “kreatif” sudah pernah diterbitkan sebelumna—dan telah dikutip oleh ribuan ilmuwan lain.
(hlm.209)
Makalah sains yang berdampak paling tinggi terutama didasarkan kepada kombinasi-kombinasi sangat konvensional karya-karya sebelumnya namun sekaligus juga mengandung sisipan kombinasi-kombinasi yang tidak biasa. Kombinasi gagasan-gagasan itulah, bukan gagasan-gagasan itu sendiri, yang bisa menjadikan suatu makalah sedemikian kreatif dan penting.
(hlm.210)
“Banyak orang yang kita anggap sangat kreatif sebenerna adalah perantara intelektual,” kata Uzzi. “Mereka belajar bagaimana mentransfer pengetahuan antara industri-industri atau kelompok-kelompok berbeda. Mereka telah melihat banyak orang menghadapi masalah-masalah yang sama dalam situasi yang berbeda-beda, dan mereka pun mengetahui jenis-jenis gagasan apa yang lebih mungkin berhasil.”
(hlm.218)
III
Yang menghambat kita adalah ketika kita lupa memanfaatkan hidup kita, apa yang ada dalam kepala kita, sebagai bahan mentah. Itulah mengapa metode Disney sedemikian digdaya, karena mendorong kita menggali semakin dalam dan semakin dalam sampai kita menempatkan diri kita sendiri di layar.
(hlm.219)
Dan alasan mereka mampu melakukan itu adalah mereka punya lebih banyak pengalaman atau mereka telah memikirkan mengenai pengalaman mereka lebih banyak daripada orang-orang lain.
(hlm.220)
Dan dia pikir Elsa pun tidak perlu meminta maaf karena tidak sempurna.
(hlm.221)
Itulah namanya menjadi dewasa, melepaskan segala sesuatu yang tidak perlu kita pedulikan.
(hlm.225)
IV
“Waktu saya menemukan area, beberapa tahun telah berlalu sejak kebakaran terjadi atau sebatang pohon tumbang; pepohonan baru telah bertumbuh menggantikannya dan kembali menghalangi sinar matahari,” katanya. “Namun sempat ada masa ketika cukup banyak cahaya menerobos masuk sehingga spesies-spesies lain bisa mengklaim sebagian wilayah. Ada gangguan yang memberi kesempatan kepada tumbuhan-tumbuhan baru untuk bersaing.”
(hlm.226)
Bila trauma yang dialami bentang alam terlalu besar, hanya pohon atau sulur-sulurnya tertangguh yang bisa bertahan.
(hlm.227)
Ketika berakar gagasan-gagasan hebat terkadang menyingkirkan gagasan-gagasan pesaing sedemikian tuntas sehingga tidak bisa ada alternatif. Maka kadang-kadang cara terbaik menyulut kreativitas adalah dengan memberi gangguan secukupnya agar sejumlah cahaya bisa hadir.
(hlm.240)
8
MENYERAP DATA
Mengubah Informasi Menjadi Pengetahuan di
Sekolah-sekolah Negeri Cincinnati
II
Kualitas keputusan orang secara umum membaik ketika mereka menerima lebih banyak informasi relevan.
(hlm.241)
Otak kita berhasrat mereduksi segala sesuatu menjadi dua atau tiga pilihan.
(hlm.242)
Maka ketika kita dihadapkan dengan banyak informasi, kita secara otomatis mulai menatanya ke dalam folder, subfolder, dan sub-subfolder mental.
(hlm.246)
Namun ketika Fludd ditanyai mengapa pegawainyaa sedemikian efektif dalam mengolah informasi daripada penagih utang rata-rata, dia tidak punya jawaban-jawaban bagus. Dia tidak bisa menjelaskan mengapa para pegawainya tampaknya menyerap jauh lebih banyak. Maka setelah konferensi, Chase menugaskan perusahaan konsultasi Mitchell Madison Group untuk mengkaji metode-metode Fludd.
(hlm.248)
Charlotte hanya akan mengubah satu hal setiap kali. Oleh karena itu dia memahami hubungan sebab akibat secara lebih baik.
Setiap panggilan telepon mengandung banyak informasi yang tak pernah diawasi banyak penagih utang. Namun para pegawai Fludd memperhatikannya , sebab mereka memang mencari-cari petunjuk untuk membuktikan ataupun menyanggah teori.
Fludd mengambil aliran data yang tiba setiap hari dan memberi timnya metode untuk menempatkanna dalam folder-folder yang mempermudahnya untuk dipahami.
(hlm.256)
IV
Menjaga bayi tampak seperti pengorbanan kecil. Delia menyiapkan memo bagi ayahnya dengan merinci langkah-langkah yang telah dia telusuri. Dia tidak akan mampu melakukan itu, katanya kepada ayahnya.
(hlm.257)
Sistem tersebut melawan hasrat otak kita akan pilihan biner—Haruskah aku membantu kakakku atau mengecewakan keluargaku?—melalui pembelajaran untuk membingkai ulang keputusan dalam cara-cara baru.
(hlm.261)
Orang-orang yang paling sukses dalam belajar—yang mampu mencerna data di sekeliling mereka, yang menyerap wawasan yang tertanam dalam pengalaman dan memanfaatkan informasi yang mengalir lewat—adalah orang-orang yang tahu bagaimana menggunakan keterbatasan agar menguntungkan mereka.
(hlm.262)
Dengan kata lain menulis lebih terbata daripada mengetik, sebab membutuhkan lebih banyak upaya dan menangkap lebih sedikit frase yang persis sama.
Tapi ketika para peneliti memeriksa nilai-nilai ujian kedua kelompok itu, mereka mendapati bahwa para penulis tangan memperoleh nilai dua kali lipat lebih baik daripada mahasiswa-mahasiswa yang mengetik catata dalam hal mengingat apa yang dikatakan dosen.
Tidak peduli batasan-batasan apa yang diberikan kepada kelompok-kelompok itu, mahasiswa yang memaksa diri menggunakan metode mencatat yang lebih menyulitkan—yang memaksakan keterbatasan ke dalam cara mereka mengolah informasi—ternyata belajar lebih banyak.
Dalam kehidupan kita sendiri, pelajaran yang sama berlaku: Ketika kita menjumpai informasi baru dan ingin memperlajarinya, kita harus memaksa diri melakukan sesuatu dengan data tersebut. Tak cukup bila timbangan Anda mengirimkan data harian ke aplikasi di telepon Anda. Bila Anda ingin menurunkan berat badan, paksa diri membuat grafik dari hasil-hasil penimbangan dan Anda akan lebih mungkin memilih salad dibandingkan hamburger saat makan siang. Bila anda membaca buku yang disarati gagasan-gagasan baru, paksa diri meletakkan buku itu dan menjelaskan konsep-konsepnya kepada seseorang yang duduk di samping Anda dan akan lebih besar kemungkinannya Anda menerapkannya dalam kehidupan Anda.
(hlm.268)
APENDIKS
Panduan Cara Menggunakan Gagasan-gagasan Ini
Bagi Pembaca
Pertama-tama, lebih mudah membalas surat elektronik setelah saya memiliki setidaknya satu kalimat di layar. Kedua, dan yang lebih penting, lebih mudah menjadi termotivasi ketika kalimat pertama itu adalah sesuatu yang membuat saya merasa memegang kendali.
(hlm.270)
Motivasi dipicu oleh pengambilan keputusan yang menunjukkan (kepada diri sendiri) bahwa kita memegang kendali—dan bahwa kita bergerak menuju tujuan-tujuan yang bermakna.
(hlm.274)
FOKUS
Kita membantu fokus kita dengan membangun model-model mental—menunturkan kisah-kisah kepada diri sendiri—tentang apa yang kita harapkan akan lihat.
(hlm.282)
Produktivitas adalah perkara mengenali pilihan-pilihan yang kerap kali luput dari perhatian orang lain.
Pelajaran yang dia tawarkan—bahwa pengabdian penuh ke suatu gagasan dapat mendorong perubahan besar-besaran—ternyata tidaklah seuniversal dan sepenting konsep-konsep lain yang saya hendak jelaskan. Kisah McLean menarik tapi tidak vital. Yang berhasil untuk dia belum tentu berhasil untuk semua orang lain.
(hlm.283)
Dengan kata lain, meriset McLean membantu saya merumuskan buku ini seharusnya tentang apa.
The Power of Habit
Charles DuhiggBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku The Power of Habit oleh Charles Duhigg.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
THE POWER OF
HABIT
DAHSYATNYA KEBIASAAN
Mengapa Kita Melakukan Apa yang Kita Lakukan
dalam Hidup dan Bisnis
Charles Duhigg
Cetakan Pertama, April 2013
Cetakan Kedua, Agustus 2013
Cetakan Ketiga, Desember 2013
Cetakan Keempat, April 2014
Penerjemah
Damaring Tyas Wulandari Palar
Penyunting
Andya Primanda
Penataletak
Iskandar
Perancang dan ilustrator sampul
Anton Loukhnovets
ISBN: 978-979-91-0565-3
Dicetak Oleh PT Gramedia, Jakarta
(hlm.xiv)
PROLOG
Penyembuhan Kebiasaan
Penyebab sesunggunya adalah Lisa berfokus mengubah mengubah pada satu kebiasaan saja—merokok—pada awalnya.
(hlm.xv)
“Seluruh hidup kita, sejauh memiliki bentuk yang pasti, hanyalah sekumpulan kebiasaan,” tertulis William James pada 1892. Sebagian besar pilihan yang kita buat setiap hari mungkin terasa sebagai hasil pembuatan keputusan yang dipertimbangkan dengan baik, padahal sebenernya bukan.
(hlm.xvii)
Kebiasaan bisa diubah, bila kita paham bagaimana ia bekerja.
(hlm.xix)
Masyarakat dapat dikatakan sebagai kumpulan raksasa kebiasaan yang terjadi di antara ribuan orang yang, bergantung pada bagaimana mereka dipengaruhi, bisa menimbulkan kekerasan ataupun perdamaian. Selain melarang penjaja makanan di alun-alun, ia telah meluncurkan lusinan percobaan berbeda di Kufa untuk memperngaruhi kebiasaan warga. Tak pernah ada kerusuhan sejak ia tiba di kota itu.
(hlm.8)
BAGIAN
SATU
Kebiasaan Perorangan
1
LINGKAR KEBIASAAN
Bagaiamana Kebiasaan Bekerja
I.
“Saya tumbuh di Ohia, dan saya bisa ingat, waktu kelas satu, guru saya membagikan krayon kepada setiap anak, dan saya mulai mencampur semua warna karena ingin tahu apakah akan terbentuk warna hitam. Mengapa saya ingat hal itu, tapi tidak ingat wajah guru saya? Mengapa otak saya memutuskan bahwa satu ingatan lebih penting daripada yang lain?”
(hlm.14)
II.
Seiring semakin otomatisnya rute yang mereka tempuh, setiap tikus semakin sedikit berpikir.
(hlm.15)
Ganglia basal adalah pusat bagi pengingatan pola dan bekerja berdasarkan pola-pola tersebut. Dengan kata lain, ganglia basal menyimpan kebiasaan meskipun sebagian besar lain otak tertidur.
(hlm.17)
Jutaan orang melakukan tarian rumit itu setiap pagi, tanpa berpikir, sebab begitu kita mengeluarkan kunci mobil, ganglia basal kita langsung bekerja, mengidentifikasi kebiasaan yang kita simpan di otak dan berkaitan dengan memundurkan mobile di jalan. Begitu kebiasaan itu mulai berjalan, materi abu-abu kita bebas untuk bersantai atau mengajar impian lain, dan karena itulah kita punya kemampuan mental cukup untuk menyadari bahwa kotak makan siang si Jimmy ketinggalan di rumah.
Kebiasaan, kata para ilmuwan, muncul karena otak terus-menerus mencari cara untuk menghemat upaya. Bila dibiarkan saja, otak akan mencoba menjadikan nyaris setiap rutinitas suatu kebiasaan, sebab kebiasaan memungkinkan benk kita lebih seiring bersantai. Naluri menghemat upaya ini adalah keuntungan besar. Otak yang efisien membutuhkan lebih sedikit ruang, yang berarti kepala lebih kecil, yang menjadikan bayi lebih mudah dilahirkan sehingga mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi. Otak yang efisien juga memungkinkan kita berhenti terus-menerus memikirkan perilaku dasar, misalnya berjalan dan memilih makanan, sehingga kita bisa menggunakan energi mental untuk menemukan tombak, sistem irigasi, dan pada akhirnya pesawat terbang serta permainan video.
(hlm.26)
III.
Setiap cabang McDonald’s, misalnya, terlihat sama—perusahaan itu secara sengaja mencoba menyeragamkan arsitektur restoran-restoran mereka dan apa yang dikatakan para pegawai terhadap pelanggan, sehingga segalanya merupakan tanda konsistensi untuk memicu rutinitas makan. Makanan di sejumlah restoran waralaba dirancang khusus untuk memberikan ganjaran seketika—kentang, misalnya, dirancang agar mulai hancur begitu menyentuh lidah Anda, agar mengantarkan sensasi garam dan lemak secepat mungkin, menyebabkan pusat-pusat kenikmatan Anda menyala dan otak Anda menguci pola tersebut. Lingkar kebiasaan pun mencengkeram semakin kuat.
(hlm.34)
2
OTAK YANG MENGIDAM
Bagaimana Menciptakan Kebiasaan Baru
I.
Kejeniusan bujukan-bujukan ini adalah mereka mengandalkan sebuah tanda—lapisan lengket di gigi—yang ada di setiap orang dan mustahil diabaikan.
(hlm.35)
Pertama, temukan yang sederhana dan gamblang.
Kedua, definisikan ganjaran yang jelas.
Penelitian terhadap orang-orang yang berhasil memulai rutinitas olahraga baru, misalnya, menunjukkan bahwa mereka lebih mungkin menuruti rencana latihan bila mereka memilih tanda yang spesifik, misalnya mulai lari begitu mereka tiba di rumah dari bekerja, dan ganjaran yang jelas, misalnya sekaleng bir atau semalaman bebas menonton televisi. Penelitian mengenai diet mengatakan menciptakan kebiasaan makanan baru membutuhkan tanda yang telah ditentukan sebelumnya—misalnya merencanakan menu terlebih dahulu—dan ganjaran sederhana bagi para pediet bila mereka menjalankan niat mereka.
(hlm.46)
III.
Kebiasaan menciptakan mengidam neurologis.
(hlm.48)
Ambil contohnya merokok. Bila seorang perokok melihat Anda—misalnya, satu pak Marlboro—otaknya mulai mengantisipasi hantaman nikotin.
(hlm.51)
Selain memicu rutinitas, tanda juga harus memicu perasaan mengidam ganjaran yang akan diperoleh.
Dan begitu saya memakannya, saya merasakan aliran kenikmatan ketika mengindam itu terpuaskan. Memalukan, tapi begitulah kebiasaan bekerja.
(hlm.53)
IV.
“Masing-masing melakukan sesuatu yang membuat rileks atau senang setelah selasai bersih-bersih,“ ia berkata. “Itu bisa kita manfaatkan! Bagaiman bila Febreze adalah sesuatu yang terjadi pada akhir rutinitas bersih-bersih, bukan di awalnya? Bagaimana bila Febreze adalah bagian asyiknya bebersih?”
Setiap perubahan dirancang agar menarik bagi satu tanda harian yang spesifik: Membersihkan ruangan. Membereskan tempat tidur.
(hlm.54)
Menyedot debu permadani. Pada setiap tanda, Febreze diposisikan sebagai ganjaran: harum enak yang terjadi pada akhir rutinitas bersih-bersih.
“Sekarang bila saya tidak mencium sesuatu yang enak usai mencuci, rasanya belum bersih,” ia memberitahu para peneliti.
Tapi siapa yang mau mengakui rumah mereka bau?
“Pandangan kami tentang semua itu salah. Tidak ada yang mengindam ketiadaan bau. Di sisi lain, banyak orang yang mengidam bau yang wangi setelah mereka menghabiskan tiga puluh mennit bersih-bersih.”
(hlm.56)
V.
Tak seperti odol-odol lain di masa itu, Pepsodent mengandung asam sitrat, juga minyak mint dan zat-zat kimia lain dalam jumlah tertentu. Penemu Pepsodent menggunakan bahan-bahan itu untuk membuat pasta gigi yang terasa segar, namun ternyata juga ada efek lain yang tidak diduga. Bahan-bahan tersebut merupakan iritan (irritant) yang menciptakan sensasi sejuk dan menggelitik (“semriwing”) di lidah dan gusi.
(hlm.57)
Yang mereka temukan adalah para pelanggan mengatakan bila lupa menggunakan Pepsodent, mereka menyadari kesalahan itu karena mereka merasa kehilangan sensasi sejuk dan menggelitik itu di mulut mereka. Mereka mengharapkan—mereka mengidam—iritasi ringan itu. Bila iritasi tersebut tak terasa, mulut mereka tak bersih rasanya.
Rasa semriwing itu tak membuat kerja pasta gigi itu lebih baik, melainkan hanya membuat orang yakin bahwa pasta gigi itu bekerja.
(hlm.61)
3
ATURAN EMAS PERUBAHAN KEBIASAAN
Menagapa Perubahan Terjadi
I.
Juara tidak melakukan hal-hal yang luar biasa, “Mereka melakukan hal-hal biasa, hanya saja tanpa berpikir, sedemikian cepat sehingga tim lawan tidak sempat bereaksi. Mereka mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang mereka telah pelajari.”
(hlm.62)
Justru, untuk mengubah kebiasaan, kita harus mempertahankan tanda yang lama, dan memberikan ganjaran yang sama, namun menyisipkan rutinitas yang baru.
(hlm.72)
II.
“AA memaksa Anda menciptakan rutinitas-rutinitas baru untuk dilakukan setiap malam alih-alih minum-minum,” Toningan berkata. “Kita bisa bersantai dan mengobrolkan kecemasan kita dalam pertemuan-pertemuan AA. Pemicu dan ganjarannya tetap sama, hanya perilakunya yang berubah.”
(hlm..76)
Tapi. Seiring mereka mengobrol, jelaslah bahwa ia menggigiti kuku ketika ia bosan.
(hlm.82)
III.
Maksud mereka adalah mereka hampir selalu percaya sistem kami, namun sewaktu taruhannya tinggi, kepercayaan itu runtuh.
(hlm.85)
Yang penting bukan Tuhan itu sendiri, demikian yang ditemukan para peneliti. Kepercayaan itulah yang mendatangkan perbedaan. Begitu orang belajar bagaimana mempercayai sesuatu, kemampuan itu mulai menyebar ke bagian-bagian lain kehidupan mereka, sampai mereka mulai percaya bahwa mereka bisa berubah. Kepercayaan adalah bahan yang membuat lingkar kebiasaan yang digarap-ulang menjadi perilaku permanen.
(hlm.98)
BAGIAN
DUA
Kebiasaan Organisasi Sukses
4
KEBIASAAN KUNCI, ATAU BALADA
PAUL O’NEILL
Kebiasaan Mana yang Paling berarti
I.
Mereka mengabdikan diri untuk menciptakan kebiasaan yang baik.
(hlm.99)
Sebelum O’Neill tiba, nyaris setiap pabrik Alcoa mengalami setidaknya satu kecelakaan per minggu. Begitu rencana keselamatan O’Neill diterapkan, selama bertahun-tahun sejumlah fasilitas tak lagi kehilangan seorang pun pegawai yang terpaksa cuti satu hari pun karena cedera.
Kebiasaan-kebiasaan kunci menyatakan bahwa keberhasilan tidak bergantung pada melakukan segala sesuatu dengar benar, melainkan justru mengandalkan identifikasi segelintir prioritas kunci dan membentuk prioritas menjadi tuas-tuas yang berdaya.
(hlm.102)
Individu memiliki kebiasaan, kelompok punya rutinitas, tulis akademisi Geoffrey Hodgson, yang menghabiskan kariernya mengkaji pola-pola organisasional. “Rutinitas adalah analog kebiasaan di tingkat organisasi.
(hlm.103)
Tiap kali saya mengamati satu cabang pemerintah, saya mendapati kebiasaan-kebiasaan yang tampaknya menjelaskan mengapa di sana mereka berhasil atau gagal, O’Neill bercerita kepada saya. “Lembaga-lembaga terbaik memahami arti penting rutinitas. Lembaga-lembaga terburuk dikepalai oleh orang-orang yang tak pernah memikirkan soal itu, dan lantas malah bertanya-tanya kok tidak ada yang menaati perintah mereka.”
(hlm.105)
Tapi yang tidak disadari sebagian besar orang adalah bahwa rencana O’Neill untuk mencapai nol cedera melibatkan penyusunan ulang paling radikal dalam sejarah Alcoa. O’Neill percaya, kunci untuk melindungi para pegawai Alcoa adalah memahami mengapa cedera terjadi, kita harus mempelajari bagaimana proses produksi bisa sampai salah. Untuk memahami bagaimana bisa ada kesalahan, kita harus mendatangkan orang-orang yang bisa mendidik para pekerja mengenai kendali kualitas dan proses-proses kerja yang paling efisien, sehingga lebih mudah untuk melakukan segala hal dengan benar, sebab kerja yang benar juga berarti kerja yang lebih aman.
Dengan kata lain, guna melindungi pekerja, Alcoa perlu menjadi perusahaan aluminium paling baik dan paling rapi di Bumi.
(hlm.107)
Ketika orang mulai berolahraga sebagai uatu kebiasaan, meskipun hanya seminggu sekali, mereka mlai mengubah pola-pola lain yang tak terkait dalam hidup mereka, seringkali tanpa menyadarinya.
(hlm.108)
Kebiasaan-kebiasaan kunci menawarkan apa yang dikenal dalam literatur akademik sebagai “small wins”, “kemenangan kecil”.
(hlm.110)
II.
Ketika Phelps masih remeja, misalnya, pada akhir setiap latihan, Bowman akan menyuruhnya pulang dan “menonton rekaman video. Tonton sebelum tidur dan ketika bangun.”
Ia akan berbaring di tempat tidur dengan mata terpejam dan membayangkan keseluruhan perlombaan itu, sampai ke rincian terkecil, lagi dan lagi, sampai ia hafal setiap detiknya.
(hlm.111)
Begitu satu kemenangan kecil tercapai, bergeraklah kekuatan-kekuatan yang membuat kemenangan kecil lain lebih mudah tercapai.
(hlm.118)
III.
Yang berarti para pejabat harus membuat kurikulum nutrisi untuk sekolah menengah.
Akhirnya para pejabat yang bekerja dengan O’Neill menemukan bahwa pelatihan guru yang buruk adalah akar penyebab tingkat kematian bayi yang tertinggi.
(hlm119)
Para peneliti tidak menyarankan perilaku-perilaku tersebut kepada mereka. Mereka hanya meminta setiap orang menuliskan apa yang mereka makan sekali seminggu.
(hlm.129)
5
STARBUCKS DAN KEBIASAAN SUKSES
Ketika Kekuatan Tekad Menjadi Otomatis
I.
Bagi Travis dan ribuan orang lain, Starbucks—seperti sejumlah perusahaan lain—telah berhasil mengajarkan keterampilan hidup yang hidup yang gagal diajarkan sekolah, keluarga, dan masyrakat. Dengan 137.000 lebih pegawai saat ini dan satu juta lebih alumni, Starbucks kini bisa disebut salah satu lembaga pendidikan terbesar di Amerika Serikat. Semua pegawai itu, pada tahun pertama mereka saja, menghabiskan setidaknya lima puluh jam di ruang-ruang kelas Starbuck, dan lusinan jam lagi di rumah bersama buku-buku latihan starbucks yang dipasangkan dengan mereka.
Pada inti pendidikan itu, terdapat fokus intens terhadap satu kebiasaan mahapenting: kekuatan tekad.
(hlm.130)
Dan berbagai penelitian mengindikasikan bahwa cara terbaik memperkuat kekuatan tekad dan membantu murid-murid agar menjadi lebih baik adalah menjadikannya suatu kebiasaan.
Bila barista tidak dilatih untuk menyisihkan masalah-malasah pribadi, emosi sebagian pegawai tak pelak akan tersalur ke cara mereka menangani pelanggan.
(hlm.131)
II.
Waktu itu, hanya ada relatif sedikit penyelidikan akademik mengenai kekuatan tekad. Para ahli psikologi menangkap subjek-subjek semacam itu sebagai aspek dari sesuatu yang mereka sebut “regulasi diri”, namun itu bukan bidang yang memicu keingintahuan yang besar.
(hlm.133)
Tapi, berdasarkan pengalaman Muraven, sepertinya ia lupa bagaimana caranya selalu memancarkan kekuatan tekad.
(hlm.134)
Bila kekuatan tekad merupakan keahlian, muraven bertanya-tanya, mengapa kekuatan tekad tidak konstan dari hari ke hari?
(hlm.135)
Butuh kekuatan tekad besar sekali untuk tetap mengerjakan teka-teki itu, apalagi ketika setiap upaya ternyata gagal.
(hlm.136)
“Dengan membuat orang menggunakan sedikit kekuatan tekad mereka untuk mengabaikan kue, kami menempatkan mereka dalam keadaan di mana mereka ingin berhenti jauh lebih cepat,” Muraven memberitahu saya. “Sesudahnya ada dua ratus penelitian mengenai gagasan ini, dan semuanya menemukan hal yang sama. Kekuatan tekad bukan sekedar keahlian, melainkan otot, seperti otot di lengan atau kaki kita, dan bisa lelah kalau kerjanya semakin berat, sehingga ada lebih sedikit tenaga yang tersisa untuk hal-hal lain.”
Para peneliti telah mengembangkan temuan ini guna menjelaskan segala macam fenomena. Ada yang mengajukan bahwa temuan itu membantu menjalaskan mengapa orang-orang yang sukses ternyata berselingkuh (yang lebih mungkin dimulai larut malam, setelah seharian menggunakan kekuatan tekad di tempat kerja) atau mengapa dokter yang bagus membuat kesalahan-kesalahan bodoh (yang paling sering terjadi setelah seorang menyelesaikan tugas yang panjang dan rumit, yang membutuhkan fokus intens). “Bila kita ingin melakukan sesuatu yang membutuhkan kekuatan tekad—misalnya olahraga lari setelah kerja—kita harus menghemat otot kekuatan tekad hari itu.”
(hlm.138)
“Oleh karena itulah mendaftarkan anak untuk ikut les piano atau kegiatan olahraga sangat penting. Ini bukan soal membentuk musisi yang bagus atau bintang sepakbola berusia lima tahun,” kata Heatherton. “Sewaktu kita belajar memaksa diri berlatih sejam atau berlari lima belas putaran, kita mulai membangun kekuatan regulasi diri. Seorang anak berusia lima tahun yang bisa mengikuti bola selama sepuluh menit nantinya menjadi anak kelas enam yang bisa mulai mengerjakan PR tepat waktu.”
(hlm.143)
III.
Apa yang pegawai betul-betul butuhkan adalah instruksi-instruksi yang jelas mengenai bagaimana menangani titik kritis—sesuatu yang mirip dengan buklet para pasien Skotlandia: rutinitas untuk diikuti para pegawai sewaktu otot kekuatan tekad mereka loyo.
(hlm.144)
Perusahaan mengidentifikasi ganjaran-ganjaran spesifik—pelanggan yang berterimakasih, pujian dari manajer—yang bisa dijadikan bukti bahwa pegawai telah melakukan tugas dengan baik.
Ketika ada yang mendatangimu dan mulai meneriakimu karena mereka mendapatkan minuman yang salah, apa reaksi pertamamu?
(hlm.145)
Di bagian atas tertera, “Bila pelanggan tidak senang, rencana saya adalah…”
(hlm.147)
IV.
Kamu akan belajar seperti apa malam ini? Besok kamu akan melakukan apa? Bagaimana kamu tahu kamu sudah siap untuk ujian? Itu melatih saya menentukan target.
(hlm.149)
Para peneliti menyatakan bahwa otot kekuatan tekad mereka telah dibuat lelah oleh instruksi yang tidak ramah.
Ketika orang diminta melakukan sesuatu yang membutuhkan kendali diri, bila mereka berpikir melakukan itu untuk alasan-alasan pribadi—bila mereka merasa itu adalah pilihan atau sesuatu yang mereka nikmati karena membantu seseorang—sesuatu itu tidak terasa terlampau melelahkan. Bila mereka merasa tidak punya otonomi, bila mereka hanya menuruti perintah, otot-otot kekuatan tekad jauh lebih cepat menjadi lelah. Pada kedua kasus itu, semua mengabaikan kue. Namun ketika para mahasiswa diperlakukan seperti batu, bukan seperti manusia, kekuatan tekad mereka lebih terkuras.
(hlm.150)
Memberikan rasa memegang kendali kepada para pegawai memperbaiki tingkat disiplin diri yang mereka curahkan ke pekerjaan.
Orang-orang ingin memegang kendali hidup mereka sendiri.
(hlm.158)
6
KEKUATAN KRISIS
Bagaimana Para Pemimpin Menciptakan Kebiasaan
Melalui Ketidaksengajaan dan Kesenjangan
I.
Kecelakaan semacam itu, menurut sejumlah perawat nantinya, tidak terelakkan. Kebiasaan-kebiasaan institusional Rhode Island Hospital sedemikian disfungsional, hanya masalah waktu sampai kesalahan fatal terjadi.4 Tentu saja bukan hanya rumah sakit yang melahirkan pola-pola berbahaya. Kebiasaan organisasional yang merusak bisa ditemukan pada ratusan industri dan ribuan firma. Dan nyaris selalu, kebiasaan-kebiasaan itu adalah produk dari tidak berpikir panjang, dari para pemimpin yang emoh memikirkan mengenai budaya itu sehingga membiarkannya berkembang tanpa dibimbing.
(hlm.159)
II.
“Banyak perilaku perusahaan,” tulis mereka, paling baik “dipahami sebagai cerminan kebiasaan-kebiasaan umum dan orientasi-orientasi strategik yang berasal dari masa lalu perusahaan,” bukan “hasil survei terperinci terhadap cabang-cabang terpencil di pohon keputusan.”
(hlm.160)
Sebaliknya, firma dipandu oleh kebiasaan-kebiasaan organisasional yang telah lama dipegang, pola-pola yang kerapkali muncul dari ribuan keputusan mandiri para pegawai. Dan kebiasaan-kebiasaan ini memiliki dampak-dampak yang lebih menonjol daripada yang dulu dipikirkan orang.
(hlm.161)
Kebanyakan ahli ekonomi terbiasa memperlakukan perusahaan sebagai tempat-tempat damai di mana setiap orang mengabdi demi tujuan bersama: mendapat uang sebanyak mungkin. Nelson dan Winter menyatakan bahwa di dunia nyata bukan itu yang terjadi. Perusahaan bukanlah keluarga besar bahagia di mana setiap orang bermain bersama dengan ramah. Sebagian besar tempat kerja justru terdiri atas kerajaan-kerajaan kecil, di mana para eksekutif bersaing demi kekuasaan dan pengakuan, seringkali dalam perselisihan-perselihan terselebung yang menjadikan kinerja mereka sendiri tampak unggul sementara pesaing mereka tampak lebih buruk.
(hlm.167)
III.
Selama berdasawarsa-dawarsa, Underground dijalankan oleh “Empat Baron” –para kepala teknik sipil, persinyalan, kelistrikan, dan mesin—dan di dalam setiap departemen mereka, ada bos dan sub-sos yang semuanya mati-matian menjaga kewenangan masing-masing.
(hlm.173)
Dngan kata lain, tidak ada satu pun rutinitas ini yang manasuka. Masing-masing diranccang untuk alasan tertentu.
(hlm.174)
Lalu kebenaran mengerikan terungkap: Tidak ada satu pun orang, departemen, atau baron yang memegang tanggung jawab tertinggi atas keselamatan penumpang.
Semua pemimpin itu menyambar kemungkinan-kemungkinan yang tercipta oleh krisis. Ketika sedang terjadi kekacauan, kebiasaan-kebiasaan organisasional menjadi cukup mudak diubah untuk menetapkan tanggung jawab dan menciptakan keseimbangan kekuasaan yang lebih adil. Krisis sedemikian berharga, sehingga terkadang ada baiknya terus-menerus mengangkat kesadaran bahwa bencana mengintai ketimbang membiarkan kesadaran itu padam.
(hlm.176)
IV.
Namun begitu kesadaran akan krisis mencengkeram Rhode Island Hospital, semua orang menjadi lebih terbuka terhadap perubahan.
(hlm.177)
Sebagian jawabannya adalah “ronda keselamatan”, di mana setiap tiga bulan, seorang dokter senior membahas satu pembedahan atau diagnosis tertentu dan menjabarkan, secara luar biasa terperinci, kesalahan yang telah atau nyaris terjadi kepada hadirin yang terdiri atas ratusan rekan sekerjanya.
“Sungguh menyiksa untuk mengakui kesalahan secara terbuka,” kata Dr. Donald Moorman, yang sampai belum lama ini menjabat wakil kepala bagian bedah Beth Israel Deaconess. “Dua puluh tahun lalu, dokter tak akan mau melakukannya. Namun rasa panik sungguhan kini telah menyebar ke sekujur rumah sakit, dan bahkan para ahli bedah terbaik pun bersedia berbicara mengenai betapa nyaris mereka melakukan kekeliruan besar. Budaya kedokteran sedang berubah.”
(hlm.190)
7
BAGAIMANA TARGET TAHU
APA YANG ANDA INGINKAN
SEBELUM ANDA SENDIRI TAHU
Ketika Perusahaan Memperkirakan
(dan Memanipulasi) Kebiasaan
I.
Kebiasaan orang dalam membeli mungkin berubah sewaktu mereka melewati peristiwa besar dalam hidup.
(hlm.191)
Dan apa peristiwa hidup terbesar bagi kebanyakan orang? Apa yang menyebabkan gangguan dan “kerentanan terhadap intervensi pemasaran” terbesar? Mendapat bayi. Nyaris tidak ada guncangan yang lebih besar bagi kebanyakan pelanggan selain hadirnya seorang anak. Sebagai akibatnya, kebiasaan orangtua baru lebih luwes pada saat anak hadir dibandingkan pada hampir semua periode lain apa pun dalam kehidupan seorang dewasa.
Jadi bagi berbagai perusahaan, perempuan hamil adalah tumbang emas.
Begitu kami berhasil membuat mereka membeli popok dari kami, mereka akan mulai membeli segala sesuatu yang lain juga, kata Pole kepada saya. “Bila Anda bergegas-gegas melintasi toko, mencari-cari botol susu, dan Anda melewati jus Jeruk, Anda bakal sambar satu kotak.”
(hlm.193)
Banyak orang membeli losion, namun seorang analis data Target menyadari bahwa perempuan yang tercantum dalam daftar tujuh bulanan membeli losion tak berpengharum dalam jumlah luar biasa besar pada sekitar awal trimester kedua.
(hlm.202)
II.
Masalahnya bukanlah “Hey Ya!” jelek. Malasahnya “Hey Ya!” tidak akrab. Para pendengar radio tidak ingin membuat keputusan sadar setiap kali mereka diberi sajian lagu baru. Sebaliknya, otak mereka ingin mengikuti suatu kebiasaan. Kita nyaris tidak pernah betul betul memilih apakah kita menyukai atau tidak menyukai satu lagu. Itu upaya mental yang terlalu berat. Kita justru bereaksi terhadap tanda (“Ini terdengar seperti semua lagu lain yang saya pernah suka”) dan ganjaran (“Enak untuk didendangkan!”) dan tanpa berpikir, kita entah mulai ikut menyanyi, atau mengjangkau tombol dan mengganti stasiun.
(hlm.209)
III.
Pada 2005, presiden perusahaan itu, Gregg Steinhafel, membanggakan di depan ruangan penuh investor mengenai “fokus meningkat” perusahaan itu “terhadap barang-barang dan kategori-kategori yang memikat segmen-segmen tamu spesifik, misalnya ibu dan bayi.
Bila kita mendandani sesuatu yang baru dengan kebiasaan-kebiasaan lama, lebih mudah bagi masyarakat untuk menerimanya.
(hlm.217)
BAGIAN
TIGA
Kebiasaan Komunitas
8
GEREJA SADDLEBACK DAN
BOIKOT BIS MONTGOMERY
Bagaimana Pergerakan Terjadi
I.
Pergerakan bermula karena kebiasaan sosial pertemanan dan ikatan yang kuat di antara kenalan-kenalan dekat.
Pergerakan tumbuh karena kebiasaan-kebiasaan komunitas, dan ikatan-ikatan lemah yang menyatukan lingkungan tetangga dan klan.
Dan pergerakan bertahan karena pemimpin-pemimpin suatu pergerakan memberi para peserta kebiasaan-kebiasaan baru yang menciptakan rasa identitas yang segar dan rasa kepemilikan.
(hlm.219)
Rosa Park, tidak seperti orang-orang lain yang dipenjara karena melanggar hukum permisahan bis, sangat dihormati dan dekat dengan orang-orang di komunitasnya. Sehingga sewaktu ia ditahan, terpiculah serangkaian kebiasaan sosial—kebiasaan pertemanan—yang menyulut protes awal.
(hlm.220)
Kontras dengan itu, teman-teman Parks melintasi hierarki sosial dan ekonomi Montgomery. Ia memiliki apa yang disebut para ahlli sosiologi “ikatan-ikatan kuat” (strong ties)—hubungan langsung—dengan lusinan kelompok lain di seluruh Montgomery yang biasanya tidak berhubungan dengan satu sama lain.
(hlm.225)
II.
Alat itu adalah suatu persuasi yang luar biasa efektif selama ratusan tahun. Alatnya adalah perasaan kewajiban yang ditekankan lingkungan tetangga atau komunitas atas diri mereka sendiri.
Dengan kata laun, Tekanan kelompok (peer pressure).
(hlm.228)
Bahkan meskipun Anda jadi ragu-ragu, akan ada akibat sungguhan bila Anda mundur. Anda akan kehilangan penghormatan dari orang-orang yang pendapatannya penting bagi Anda.
(hlm.235)
III.
Pelajaran-pelajarannya mudah dipahami, berfokus pada masalah nyata sehari-hari, dan bisa langsung diterapkan begitu para jemaat pulang gereja.
(hlm.236)
Maka, setelah kembali dari cuti, Warren membagi semua anggota Saddleback ke dalam kelompok-kelopok kecil yang bertemu setiap minggu.
(hlm.243)
Pergerakan tidak muncul karena mendadak setiap orang memutuskan untuk menghadap ke arah yang sama. Pergerakan mengandalkan pola-pola sosial yang bermula sebagai kebiasaan pertemenan, tumbuh melalui kebiasaan komunitas, dan dipertahankan oleh kebiasaan-kebiasaan baru yang mengubah rasa identitas peserta.
(hlm.267)
9
NEUROLOGI KEHENDAK BEBAS
Apakah Kita Bertanggungjawab Atas Kebiasaan Kita?
IV.
“Dulu, dalam ilmu saraf, kami mengatakan orang-orang dengan kerusakan otak kehilangan sebagian kehendak bebas mereka,” kata Habib. “Namun ketika seorang penjudi patologis meilhat kasino, sepertinya yang terjadi kepada mereka sangatlah mirip. Seolah mereka bertindak tanpa bisa memilih.”
(hlm.269)
Bagi Aristoteles, kebiasaan-lah yang paling berpengaruh. Perilaku-perilaku yang terjadi tanpa dipikir adalah bukti diri kita yang betul-betul sejati, katanya. Maka “seperti juga sepetak harus disiapkan sebelumnya agar siap ditanami biji, maka benak seorang murid harus dipersiapkan kebiasaanya agar bisa menikmati dan tidak menyukai hal-hal yang benar.”
(hlm.270)
Tapi, guna memodifikasi suatu kebiasaan, kita harus memutuskan untuk mengubahnya. Kita harus secara sadar melakukan kerja keras untuk mengindetifikasi segala tanda dan ganjaran yang menggerakan rutinitas kebiasaan, dan mencari alternatifnya. Kita harus tahu kita memiliki kendali dan cukup sadar diri untuk menggunakannya—dan setiap bab dalam buku ini ditunjukkan untuk menggambarkan satu aspek berbeda bahwa kendali itu nyata.
(hlm.271)
“Seluruh hidup kita,” kata William James kepada kita di prolog buku ini, “sejauh memiliki bentuk yang pasti, hanyalah sekumpulan kebiasaan—praktis, emosional, dan intelektual—yang terorganisasi secara sistematis demi sukacita ataupun dukacita kita, dan tak pelak menggiring kita menuju takdir kita, apa pun itu.”
(hlm.272)
Tindakan kehendak bebas pertamaku adalah mempercayai kehendak bebas.
Begitu kita memilih kita ingin menjadi apa, orang tumbuh “sesuai cara mereka terlatih, seperti juga selembar kertas atau mentel, begitu ditekuk atau dilipat, setelahnya cenderung selalu melipat dengan cara yang tepat sama.”
(hlm.281)
LAMPIRAN
Panduan bagi Pembaca untuk
Menggunakan Gagasan-gagasan ini
Dengan kata lain, ketika tanda-tanda lingkungan berkata “kita teman”—nada lembut, wajah yang tersenyum—saksi berkemungkinan lebih besar salah mengingat apa yang terjadi. Barangkali karena, di bawah sadar, tanda-tanda pertemanan memicu kebiasaan untuk menyenangkan si penanya.
59 Seconds
Richard WisemannBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku 59 Seconds oleh Richard Wisemann.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
59 Seconds
Think a little, change a lot
Richard Wisemann
59 Detik
Yang membuat Anda Menjadi Lebih Kreatif, Lebih Meyakinkan, Lebih Menarik,dan Lebih Bahagia
Richad Wiseman
Penerjemah Dewi Wulansari
Cetakan 1, Oktober 2014
ISBN 978-602-19854-9-6
(Halaman 11)
BAGIAN 1 KEBAHAGIAAN
Tetapi apakah cara paling efektif yang dapat membuat wajah Anda senantiasa tersenyum? Tanyakanlah pada sebagian besar orang, maka kemungkinan jawaban yang akan Anda peroleh teridi dari dua kata – banyak uang.
(Halaman 13)
Meski orang-orang di negara yang sangat miskin tidak sebahagia mereka yang tinggal di negara yang lebih kaya, namun hubungan ini lenyap begitu suatu negara berhasil mencapai tingkat PNB yang cukup.
Jika demikian, mengapa hal ini harus menjadi masalah? Alasannya sebagian adalah karena kita cepat sekali menjadi terbiasa dengan apa yang kita miliki.
(Halaman 21)
Membuat Catatan Harian yang Baik
Singkatnya, membicarakan dapat menimbulkan kebingungan sedangkan menulis memberikan pendekatan yang lebih sistematis dan berlandaskan solusi.
(Halaman 22)
Anda tidak tahu apa yang anda miliki sampai hal itu hilang dari anda.
(Halaman 30)
Kekuatan Membeli
Membeli pengalaman membuat orang merasa lebih baik daripada membeli produk.
Melewatkan waktu bersama orang lain.
(Halaman 32)
Mereka yang mendapat nilai rendah tidak terlalu menarik bagi banyak orang.
(Halaman 35)
Tolonglah diri anda dengan menolong orang lain.
(Halaman 37)
Akar Materialisme
Materialisme berakar sejak masa kecil, yang terutama disebabkan oleh rendahnya rasa percaya diri.
(Halaman 39)
Dalam 59 Detik atau Kurang
Membeli pengalaman bukan barang.
Lebih baik memberi daripada menerima.
(Halaman 41)
Kebahagiaan Adalah Sebatang Pensil
Orang tersenyum ketika mereka bahagia, tetapi juga merasa lebih bahagia karena mereka tersenyum.
(Halaman 42)
Jika anda ingin membuat diri anda bahagia,bersikaplah seperti orang yang bahagia.
(Halaman 43)
Dalam 59 Detik atau Kurang
- Senyum
- Duduk tegak
- Berperilaku bahagia
(Halaman 45)
Berusaha
Mereka yang mengalami perubahan yang disengaja tetap merasa lebih bahagia untuk jangka waktu yang jauh lebih lama. Mengapa?
(Halaman 44)
Kebiasaan hedonistik. Yang tidak mengejutkan, manusia memperoleh kesenangan sangat besar dari setiap bentuk pengalaman baru yang positif. Meski demikian, memberi pengalaman luar biasa yang sama berulang-kali kepada seseorang akan membuat mereka cepat menjadi terbiasa dengan sumber kesenangan yang baru hingga tidak lagi menemukan kesenangan dari sumber tersebut. Sayangnya, perubahan tidak langsung seringkali menimbulkan kebiasaan hedonistik.
Otak kita diisi dengan pengalaman-pengalaman positif yang senantiasa berubah sehingga mencegah terbentuknya kebiasaan dan dengan demikian memperpanjang kebahagiaan.
(Halaman 51)
BAGIAN 2 PERSUASI
Anda mengubah permainan menjadi pekerjaan.
(Halaman 53)
Untuk mendorong orang agar lebih sering melakukan kegiatan yang mereka senangi, cobalah dengan sesekali memberi kejutan kecil sesudah mereka menyelesaikan pekerjaan, atau memuji hasil kerja keras mereka.
(Halaman 56)
Cara Melakukan Wawancara yang Baik
Hanya ada satu faktor penting: yaitu apakah pelamar tampil sebagai orang yang menyenangkan.
Rangkaian hal-hal positif yang diutarakan ini membuahkan hasil dan memberi keyakinan kepada pewawancara bahwa pelamar yang begitu menyenangkan dan mampu bersosialisasi ini pasti cocok untuk bekerja di tempatnya, oleh sebab itu harus diberi tawaran pekerjaan.
(Halaman 57)
Ketika perbuatan mencontek diungkapkan di awal rekaman, pria tersebut jadi kelihatan jauh lebih disukai daripada waktu dia menceritakannya di akhir rekaman. Penelitian lain menegaskan pengaruh yang persis sama dalam konteks yang berbeda, dengan, misalnya, pengacara yang dinilai memiliki kasus lebih kuat manakala dia mengutarakan suatu kelemahan dalam sanggahannya di awal persidangan.
Tampaknya menampilkan kelemahan sejak awal dianggap sebagai tanda keterbukaan.
(Halaman 58)
Tampaknya kerendahan hati, bukan kejujuran, sangat penting bagi aspek-aspek positif masa lalu anda. Dengan menunda, anda seakan membiarkan kekuatan anda muncul dengan sendirinya, sementara memainkan kartu trump anda sejak awal dianggap sebagai sebagai sesuatu kesombongan.
(Halaman 60)
Ingatlah juga bahwa mungkin kesalahan yang anda lakukan tidak separah yang anda kira.
(Halaman 62)
4 Tips Kilat untuk Melakukan Persuasi
Calon yang duduk di tengah lebih sering dipilih daripada calon-calon yang duduk di sebelah luar. Peneliti yakin bahwa pada waktu memperhatikan suatu kelompok, manusia menggunakan sebuah petunjuk dasar – orang penting duduk di tengah – dan menamakan gejala ini sebagai efek panggung – utama.
(Halaman 63)
Penelitian lebih lanjut menunjukkan pengaruh tersebut bukan disebabkan karena perusahaan yang lebih besar biasanya memiliki nama yang lebih sederhana, melainkan karena kecenderungan manusia untuk lebih tertarik kepada kata-kata yang mudah diingat dan gampang diucapkan.
(Halaman 64)
Bahasa yang lebih sederhana menghasilkan peringkat kecerdasan yang sangat tinggi, menunjukkan bahwa pemakaian bahasa yang sulit dan tidak perlu justru membuahkan kesan tidak baik.
(Halaman 65)
Dari faktor-faktor ini, hanya kemampuan untuk disukailah yang secara konsisten selalu menjadi prediksi dari calon yang akan menang.
Satu-satunya cara untuk meningkatkan popularitas anda adalah dengan memperlihatkan perhatian yang tulus pada orang lain.
(Halaman 66)
Yang diperlukan hanyalah sedikit nasihat dari Benjamin Franklin, yaitu kemampuan untuk sesekali melakukan kesalahan dan memahami kekuatan gosip.
(Halaman 67)
Orang yang pernah berbuat baik kepada anda akan lebih bersedia untuk membantu anda lagi daripada orang yang pernah anda bantu. Dengan kata lain, agar dapat memperbesar kemungkinan orang lain menyukai anda, mintalah mereka membantu anda.
Kita senang pada seseorang bukan karena perbuatan baik yang pernah mereka lakukan untuk kita, melainkan karena perbuatan baik yang pernah kita lakukan untuk mereka.
(Halaman 69)
Ada dua faktor yang dapat menjelaskan temuan yang agak aneh ini. Kennedy tidak berusaha menghindar atau melepas tanggungjawab atas operasi yang gagal itu, sebaliknya, dia langsung menyataka bertanggung jawab sepenuhnya. Selain itu, sampai pada titik itu, Kennedy juga dipandang sebagai seorang superhero – seorang laki-laki menarik, tampan dan berkuasa yang tidak mungkin melakukan kesalahan. Bencana Teluk Babi justru membuat dirinya menjadi lebih manusiawi dan semakin disukai.
(Halaman 71)
Tidak mudah bagi mereka untuk merasa terhubung dengan penampilan Sara yang sempurna, tapi bisa menerima penampilan Emma yang lebih manusiawi.
Jalan ketiga yang terakhir sekaligus aneh agar bisa disukai melibatkan sifat manusia yang sangat manusiawi – keinginan untuk bergosip.
(Halaman 73)
Dala 59 Detik atau Kurang
- Efek Franklin. Orang akan lebih menyukai anda apabila mereka melakukan sesuatu untuk anda.
- Efek Kesalahan yang Memalukan. Kesalahan yang sesekali anda lakukan dapat semakin memperbesar peluang anda untuk disukai.
- Gosip
(Halaman 74)
Beberapa Tips untuk Persuasi Cepat
Manusia jauh lebih mudah dipengaruhi oleh kondisi individual daripada kondisi masal.
(Halaman 75)
Pesan yang disampaikan adalah bahwa kemungkinan besar orang akan setuju dengan anda apabile mereka sudah mengatakan sesuatu yang positif.
(Halaman 76)
Manusia menumbuhkan kekaguman khusus terhadap orang lain, benda dan pernyataan apabila semua itu diperkenalkan kepada mereka pada saat makan. Pengaruhnya mungkin disebabkan oleh fakta bahwa makanan yang enak membuat suasana hati seseorang menjadi senang sehingga mereka bisa mengambil keputusan yang lebi implusif dengan lebih cepat.
(Halaman 77)
Memiliki kesaaan ternyata ampuh.
(Halaman 80)
Anda berusaha untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, jangan lupa menyebutkan katak peliharaan anda.
(Halaman 81)
Dalam kebanyakan situasi sehari-hari tidak ada jalur komando yang jelas.
Setiap orang yang berada di dalam kelompok memikirkan hal yang sama, sehingga akhirnya bisa jadi malah tidak ada satu orang pun yang menawarkan bantuan.
(Halaman 89)
Setiap Sen Sangat Berarti
Banyak orang merasa khawatir memasukkan uang recehan ke dalam kota amal akan membuat mereka kelihatan kejam, sehingga akhirnya tidak memberi sama sekali. Kalimat setiap sen sangat berarti membolehkan, sehingga dengan demikian mendorong, pemberian sumbangan dalam jumlah kecil.
Pada bagian lain eksperimen kami menawari kotak-kotak tersebut dengan berbagai warna dan mendapati bahwa merah merupakan warna yang paling efektif, mungkin karena kesan mendesak yang ditimbulkannya.
(Halaman 93)
Tentang Pentingnya Menggaruk Punggung
Berusahalah untuk tidak melakukan hubungan intim dengan anggota keluarga terdekat maupun hewan peliharaan mereka.
(Halaman 94)
Keinginan untuk membalas perbuatan baik mungkin merupakan aturan yang paling penting dari semua aturan yang ada.
(Halaman 95)
Kita suka kepada orang yang menolong kita, dan kita menolong orang yang kita sukai.
(Halaman 96)
Dalam 59 Detik atau Kurang
Ketika seseorang berusaha sekuat tenaga untuk menolong orang lain, orang yang menerima pertolongan biasanya akan merasa tidak enak karena adanya tekanan untuk membalas kebaikan tersebut.
(Halaman 97)
Orang Amerika ini sangat dipengaruhi oleh aturan timbul-balik (apakah orang ini pernah membantu saya?), orang Jerman lebih memikirka apakah tindakan mereka akan sejalan dengan peraturan perusahaan, orang Spanyol lebih didorong oleh aturan dasar persahabatan dan rasa suka, sementara orang Tionghoa dipengaruhi status rekan kerja mereka.
(Halaman 101)
Jangan Pernah Kehilangan Dompet Anda Lagi
Mengapa foto bayi mampu memberikan hasil yang demikian bagus? Jawabannya tampaknya berada jauh dalam masa lalu pertumbuhan kita.
(Halaman 102)
Bila anda ingin memperbesar peluang dompet anda dikembalikan jika hilang, carilah foto bayi paling lucu dan paling bahagia yang bisa anda dapatkan, kemudian pastikan foto ini terpampang secara mencolok dalam dompet anda.
(Halaman 112)
BAB 3 MOTIVASI
Partisipan yang sukses membagi-bagi seluruh tujuan mereka menjadi beberapa sub-tujuan, sehingga demikian menciptakan proses langkah demi langkah yang dapat membantu menghilangkan perasaan takut dan ragu yang sering dialami ketika sedang berusaha melakukan perubahan besar dalam hidup.
(Halaman 113)
Manusia lebih cenderung berpegang pada pandangan dan janji mereka apabila janji itu diungkapkan ke publik.
(Halaman 115)
Sebagai bagian dari perencanaan mereka, partisipan yang sukses memastikan bahwa setiap sub-tujuan akan mendatangkan hadiah.
(Halaman 117)
Dalam 59 Detik atau Kurang
Punya rencana yang bagus; memberitahu teman dan keluarga; fokus pada manfaat; dan memberi hadiah untuk diri sendiri di setiap langkah.
(Halaman 121)
Zeirganik menemukan bahwa tugas yang tidak selesai akan tertanam dalam benak seseorang sehinga jauh lebih mudah untuk diingat.
(Halaman 123)
Dia berusaha memulihkan gerakan pada pasien yang mengalami kelumpuhan akibat histeria dengan cara meminta seorang anak buahnya mengenakan seragam militer, masuk ke dalam kamar secara tiba-tiba dan memerintahkan pasien untuk berdiri.
(Halaman 129)
Diet dan Minum
Survei menunjukkan bahwa pada suatu titik dalam kehidupan manusia, hampir semua orang pernah mencoba menurunkan berat badan atau mengurangi kebiasaan minum.
(Halaman 131)
Dalam 59 Detik atau Kurang
Kempuhan Makan Perlahan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa makan dengan lambat membantu manusia untuk makan lebih sedikit, mungkin karena cara ini mengecoh otak kita dengan menyangka bahwa kita sudah banyak makan, sehingga memberi waktu tambahan bagi tubuh untuk mencerna makanan.
Rahasia untuk merasa kenyang adalah dengan memulai makan pada kecepatan normal anda tapi setelah itu nikmati setiap suapan anda.
Tampaknya orang menggunakan kedalaman cairan sebagai ukuran banyaknya minuman di dalam gelas, tanpa memperhatikan bahwa gelas yang satu jauh lebih besar daripada gelas yang lainnya.
(Halaman 132)
Di rumah yang memiliki persediaan makanan jauh lebih banyak makanan habis dua kali lebih cepat.
(Halaman 133)
Mereka yang begitu terpaku pada film melahap popcorn dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
(Halaman 134)
Mencatat berapa banyak yang Anda makan dapat membantu menurunkan berat badan.
(Halaman 135)
Para peneliti yakin bahwa cermin mampu mendorong orang untuk lebih memperhatikan tubuh mereka yang kurang sempurna, yang akibatnya justru merugikan bukan menguntungkan.
(Halaman 137)
Manfaat Menulis Eulogi untuk Diri Sendiri
Baru ketika hantu Natal Masa depan mucul dan mengajaknya mengunjungi makamnya yang tak terawat dan terlupakan akhirnya Scrooge mengubah karakternya dan menjadi orang yang jauh lebih murah hati dan penuh kasih.
(Halaman 141)
BAB 4 KREATIVITAS
Penelitian lain mengataka bahwa barinstroming kelompok juga bisa gagal, sebagian karena gejala yang disebut “kemalasan sosial”.
(Halaman 142)
Sebagian besar disebabkan oleh penyebaran tanggung jawab. Pada waktu bekerja sendiri, keberhasilan atau kegagalan seseorang sepenuhnya bergantung pada kemampuan dan kerja keras orang yang bersangkutan.
(Halaman 147)
Mendengarkan Pria Pendiam
Selama menenangkan diri, sukarelawan tidak mengerjakan puzzle-nya secara sadar. Tetapi pikiran bawah sadar mereka sudah membentuk perspektif-perspektif baru yang bermanfaat mengenai puzzle tersebut.
(Halaman 150)
Ini merupakan bukti ekspermiental bahwa begitu perhatian pria lantang terganggu maka pria yang pendiam dan kreatif punya kesempatan untuk didengar.
(Halaman 154)
Terhubung dengan Gorila dalam Diri Anda
- Penyegaran
- Perspektif
(Halaman 155)
Misalkan menarik lebih banyak orang untuk ikut dalam bisnis saya sama seperti penghibur jalanan berusaha menarik penonton.
- Bermain
- Pemahaman
(Halaman 157)
Panggilan Alam
Pemahaman bahwa gagasan atau teknik dari suatu keadaan bisa diaplikasikan pada keadaan lain.
Frank Lloyd Wright yang meneukan inspirasi merancang atap Gereja dengan memperhatikan bentuk tanganya sendiri saat berdoa.
(Halaman 158)
Tingkat kesembuhan pasien di rumah sakit meningkat secara signifikan manakala mereka bisa melihat pepohonan dari jendela kamar rumah sakit.
(Halaman 159)
Tanaman bisa jadi membantu membangun suasana hati yang menyenangkan dalam diri manusia sehingga memperkecil kemungkinan mereka melakukan kejahatan.
(Halaman 160)
Berhadapan dengan tanaman dan pohon yang subur bisa jadi menunmbuhkan perasaan tenang karena keadaan itu menunjukkan bahwa di sekitar mereka terdapat makanan yang berlimpah, sehingga mengurangi kekhawatiran dari mana mereka bisa mendapatkan makanan berikutnya. Perasaan tenang seperti itu menjadikan manusia lebih mudah saling menolong, lebih bahagia dan kreatif.
(Halaman 165)
Kekuatan Hal Kecil
Partisipan menulis beberapa kalimat yang menjelaskan ciri khas hooligan sepakbola dan ciri khas profesor.
(Halaman 166)
Hasilnya mengungkapkan bahwa mereka yang hanya menghabiskan waktu beberapa detik untuk memikirkan ciri khas seorang punk ternyata jauh lebih kreatif daripada mereka yang menghabiskan waktunya memikirkan ciri khas seorang insinyur.
(Halaman 168)
Mendengarkan The Four Seasons Karya Vivaldi.
(Halaman 176)
BAB 5 DAYA TARIK
Biskuit yang diambil dari toples yang hampir kosong rasanya jauh lebih enak daripada kue yang sama diambil dari toples yang masih penuh.
Seberapa besar kita menginginkan atau menghargai sesuatu bergantung, sebagian, pada seberapa mudah kita mendapatkannya.
(Halaman 178)
Tidak ada yang menginginkan sesuatu yang mudah didapat, tapi apa pun yang telarang sangat menggoda.
Tetapi apakah bersikap jual mahal memang berhasil?
(Halaman 184)
Para peneliti menyimpulkan bahwa dalam benak kaum laki-laki, ukuran payudara kelihatan besar meski saat itu dia tidak sdang berada dalam lingkungan bernuansa seksual.
Dalam sebuah eksperimen, peneliti Amerika menghampiri orang-orang di jalan dan meminta sedikit uang. Sentuhan sekilas pada lengan bagian atas membuat kemungkinan mereka mendapat uang meningkat sampai 20 persen.
(Halaman 187)
Mengapa sentuhan ringan seperti itu sangat ampuh pada saat menggoda seseorang? Banyak psikolog yang percaya bahwa jawabannya berkaitan dengan seks dan status.
(Halaman 188)
Ada banyak bukti yang mengatakan bahwa sebuah sentuhan lembut dianggap sebagai tanda tingginya status seseorang.
(Halaman 195)
Ilmu Berkencan Kilat
Ide yang rupanya ditemukan akhir 1990-an oleh seorang Rabi asal Amerika sebagai cara membantu kaum lajang Yahudi menemukan pasangan ini langsung menyebari dari satu negara ke negara lain, dan kita termasuk salah satu cara paling populer untuk menemukan calon belahan hati.
(Halaman 197)
Tanpa disadari kita meniru ekspresi wajah, postur tubuh, dan pola bicara orang yang kita jumpai.
Mereka yang mendengar perkataan mereka diulang kembail meninggalkan tip 70 persen lebih besar di banding mereka yang berada dalam kelompok “sopan dan positif”.
(Halaman 200)
Pria berwajah tampan yang memiliki pekerjaan berstatus-tinggi dianggap sebagai rencana jangka panjang yang kurang menarik. Chu dan rekan-rekannya bependapat bahwa bisa jadi perempuan lain pun akan menganggap mereka menarik, sehingga besar kemungkinan pria ini akan tidak setia.
(Halaman 202)
Seks dan Olahraga
Tampaknya jika berhubungan dengan cinta, perempuan lebih menghargai keberanian dan kesediaan pria untuk mengambil risiko dibanding kebaikan hati dan altruisme.
Bercerita tentang hobi mereka melakukan skydiving, pentingnya mempertahankan apa yang menurut Anda benar, dan mengikuti kata hati anda ke mana pun ia mengarahkan.
(Halaman 207)
Cara Membangun Kencan Pertama yang Sempurna
Mereka yang baru saja menyaksikan film yang menegangkan besar kemungkinannya akan bergandengan tangan dan saling membelai satu sama lain.
(Halaman 209)
Sebaliknya, mereka yang harus melakukan berbagi berhasil menumbuhkan keakraban yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Jadi dalam kaitannya dengan kencan pertama yang sangat penting, pergilah ke tempat yang menyeramkan dan jangan takut untuk melakukan perbincangan yang intim.
(Halaman 221)
BAB 6 STRESS
Mereka yang mendapat sarung tinju dan memukul sekeras mungkin justru merasa semakin agresif setelah melakukan pemukulan, dan mengeluarkan teriakan yang lebih panjang dan lebih keras ke arah sesama partisipan.
(Halaman 223)
Salah satu kemungkinannya adalah dengan menunjukkan sikap yang berlawanan dengan kemarahan. Tontonlah film lucu, pergilah ke pesta, bermainlah dengan anak anjing, kerjakan teka-teki silang yang sulit. Cara lainnya, anda juga bisa mengalihkan perhatian dengan berolahraga, menciptakan karya seni, atau melewati malam bersama teman dan keluarga.
(Halaman 224)
Solusi ini disebut ‘menemukan hikmah’.
(Halaman 225)
Hasilnya mengungkapkan bahwa hanya dengan memusatkan perhatian selama beberapa menit pada hal-hal yang menguntungkan atau hikmah dari peristiwa yang tampaknya menyakitkan itu telah mampu membantu partisipan mengatasi kemarahan dan kekesalan yang ditimbulkanya.
(Halaman 229)
Tips 4 x 15 Detik untuk Mengatasi Stress
Mendoakan orang lain dapat membantu mengurangi tekanan dan ketegangan akibat masalah keuangan pada orang yang mendoakan orang lain dan memulihkan kesehatan mereka. Yang menarik, berdoa meminta hal-hal yang material, seperti mobil baru atau rumah yang lebih baik, tidak memberikan perlindungan seperti itu.
Musik Klasik (Canon karya Palchelbel, The Four Seasons: Spring Movement 1 Karya Vivaldi), Jazz (termasuk Flamenco Sketcher dari Miles Davis) atau musik pop (‘Angel’ dari Sarah Mclachlan, Crash Into Me dari Dave Mathew Band).
(Halaman 234)
Hewan Sebagai Pertimbangan
Hasilnya mengungkapkan bahwa pialang saham yang merawat anjing ternyata jauh lebih rileks dibanding meeka yang termasuk ke dalam kelompok kontrol.
(Halaman 239)
Dalam 59 detik atau Kurang
Guna membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah anda dalam waktu kurang dari satu menit, tontonlah video online tentang binatang yang menggemaskan.
(Halaman 242)
Menurunkan tekanan Darah Anda dengan Tidak Melakukan Apa-apa
Eksperimen sederhana ini menunjukkan kekuatan plaebo.
(Halaman 253)
BAB 7 HUBUNGAN
Laki-laki yang dapat menerima sebagian dari ide-ide ini, dan karenanya memperlihatkan sikap berbagi kekuasaan dengan pasangan mereka, kemungkinan besar akan mampu mempertahankan hubungan yang berhasil.
(Halaman 261)
Pentingnya Ikatan
Sesuai perkiraan, pasangan yang berhasil menaklukkan rintangan busa raksasa jauh lebih saling menyayangi dibanding mereka yang berhasil menyelesaikan tugas menggiring bola.
(Halaman 262)
Sebagaimana halnya menatap mat aorang asing bisa menumbuhkan perasaan saling tertarik, begitu pula melakukan kegiatan yang dikaitkan dengan masa-masa awal perkenalan isa membantu mengobarkan kembali gairah masa lalu.
(Halaman 270)
Lima Banding Satu: Ketika Ucapan Berbicara Lebih Keras Daripada Tindakan
Agar sebuah hubungan dapat berhasil, frekuensi komentar positif yang disampaikan harus lebih banyak dari komentar negatif sekitar lima banding satu.
(Halaman 275)
Mungkin perbedaan yang paling penting hanya terletak pada satu kata – “tapi”
Ketika membicaraka kesalahan terbesar yang pernah dilakukan pasangan masing-masing, mereka yang punya hubungan berhasil cenderung memperhalus kritik mereka. Sumainya pemalas, tapi itu jadi alasan bagi merek berdua untuk tertawa.
(Halaman 282)
Ruangan Mengandung Isyarat
Hasil temuan ini menyatakan bahwa hanya beberapa menit memikirkan tentang perasaan cinta anda terhadap seorang pasangan saja sudah mampu mengurangi banyak sekali daya tarik yang dimiliki lawan jenis anda.
(Halaman 289)
BAB 8 PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengaruh ini bahkan juga muncul di Internet; di sini orang-orang yang bergabung dalam kelompok diskusi dan chat room menyuarakan pendapat dan sikap yang lebih ekstre daripada yang biasanya mereka lakukan.
(Halaman 292)
Menyelipkan Kaki Anda ke Pintu, yaitu Pintu yang Ada di depan Anda
Kita ini sama sekali bukan makhluk rasional.sebaliknya, kita merupakan makhluk-makhluk sosial yang mudah terbujukoleh berbagai macam faktor, termasuk cara kita meras, cara kita memandang diri kita sendiri, da cara kita tampil di hadapan orang lain.
(Halaman 294)
Yang lebih penting, tindakan ini berhasil membujuk sebagian besar orang, termasuk orang tua saya, untuk membeli beberapa pisau yag sebenarnya tiak berniat mereka beli ketika pertama kali melangkahkan kaki ke toko tersebut. Bagaimanapun, ini pelajaran penting. Setibanya kami dirumah, saya mencoba menggunakan pisau itu untuk memotong kaleng minuman kosong tapi gagangnya lepas.
(Halaman 297)
Seluruh eksperimen tadi memperlihatkan keampuhan dari teknik “kaki ke pintu”. Kemungkinan seseorang menyetujui sebuah permintaan yang besar jauh lebih tinggi apabila sebelum mereka pernah menyetujui permintaan yang kecil.
(Halaman 300)
Dalam 59 Detik atau Kurang
Kekuatan anda yang baru anda sadari mampu memberikan pengaruh yang kuat kepada pikiran yang lemah, oleh kare itu pastikan anda hanya memanfaatkan kemampuan ini untuk kebaikan.
(Halaman 305)
Jangan Pernah Lagi Menyesali Suatu Keputusan
Sebaliknya, yang penting adalah mengetahui keputusan apa yang harus diambil, setelah itu alihkan pikiran sadar anda dan biarkan pikiran-pikira bawah-sadar anda yang bekerja.
(Halaman 306)
Sekitar 75 persen responden menyesal karena tidak melakukan sesuatu,dan tiga penyesalan terbesar adalah kurang sungguh-sungguh belajar ketika di sekolah, tidak memanfaatkan peluang yang penting, dan tidak mampu memberikan waktu yang cukup untuk keluarga dan teman. Sebaliknya 25 persen repsoden yang menyesal karena melakukan sesuatu, seperti membuat keputusan yang merugikan tentang karir, menikah dengan orang yang tidak mereka cintai, atau mempunyai anak pada saat tidak tepat dalam hidup mereka.
(Halaman 307)
Dari semua kata-kata sedih yang pernah diucapkan maupun ditulis, yang paling menyedihkan adalah: Andai saja.
(Halaman 313)
Apakah Anda Seseorang Yang Selalu Bekerja Keras Atau Mudah Merasa Puas?
Kebahagiaan adalah soal menginginkan yang sudah anda miliki, bukan memiliki apa yang anda inginkan.
(Halaman 319)
Selain itu, ada bukti lain yang menunjukkan bahwa mereka juga menjauhkan diri dari kebohongan yang mereka ucapkan, sehingga bahasa yang mereka gunakan pun semakin menjadi impersonal. Akibatnya, pembohong kerap semakin mengurangi pemakaian kata-kata seperti saya, aku dan milik saya, serta cenderung menggunakan kata ‘nya’ daripada nama-nama orang.
(Halaman 332)
BAB 9 MENGASUH ANAK
Mengapa demikian, Schellenberg percaya bahwa belajar musik melibatkan beberapa keahlian utama yang membantu cara berpikir dan kedisiplinan diri anak tersebut, termasuk lamanya mereka berkonsentrasi, berlatih dan menghafal.
Apa pun penjelasan yang diberikan, ketika berkaitan dengan meningkatkan kekuatan otak anak-anak anda, mungkin sudah waktunya anda menyingkirkan CD Mozart dan mendorong anak-anak untuk belajar menekan tuts-tuts piano.
(Halaman 335)
Hasilnya memperlihatkan bahwa mereka yang nama keluarganya diawali dengan huruf-huruf awal alfabet menilai diri mereka lebih sukses dibanding yang namanya diawali dengan huruf-huruf terakhir.
(Halaman 337)
Nama-nama tradisional yang dikaitkan dengan kerajaan (seperti James dan Elizabeth) dianggap sangat berhasil dan cerdas. Sebaliknya, nama perempuan yang paling menarik biasanya mengandung bunyi yang lembut dan diakhiri dengan “ee” (seperti Lucy dan Shopie), sedangkan nama laki-laki yang paling seksi biasanya singkat dan berbunyi lebih kasar (Seperti Jack dan Ryan). Sebaliknya, Lisa dan Brian dianggap sebagai nama yang paling tidak sukses, sementara nama yang dianggap paling tidak menarik adalah Ann dan George.
(Halaman 343)
Berilah Pujian
Anak-anak yang mendapat pujian bahwa mereka cerdas besar kemungkinannya akan menghindari situasi yang menantang, dan sebaliknya, memilih pekerjaan mudah.
(Halaman 344)
Memuji seorang anak dengan mengatakan mereka cerdas mungkin membuat anak tersebut merasa senang, tetapi juga memunculkan perasaan takut gagal, hingga mengakibatkan anak itu menghindari situasi yang menantang karena seandainya mereka gagal, mereka akan kelihatan bodoh.
Anak-anak yang mendapat pujian karena usaha mereka justru terdorong untuk mencoba apa pun konsekuensinya, sehingga dengan demikian menyingkirkan setiap perasaan takut akan kegagalan.
(Halaman 351)
Rahasia Ilmu Disiplin Diri
Waktu beberapa saat yang dilewati bersama tiga buah marshmallow dan sebuah lonceng beberapa tahun sebelumnya terbukti sangat prediktif. Anak-anak yang menunggu sampai eksperimentor kembali sebelum mereka mendapatkan dua marshmallow ternyata tumbuh menjadi orang dewasa yang tertib dan teratur serta memiliki kemampuan mengatasi kesulitan dan gigih dalam menghadapi kegagalan. Sebaliknya, mereka yang langsung mengambil satu marshmallow mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi, kurang punya motivasi dan sama sekali tidak tertib.
(Halaman 355)
Hasil penelitian menunjukkan, kalimat yang lebih halus menumbuhkan kepatuhan yang lebih besar.
(Halaman 366)
Lima Besar
Para peneliti ini percaya bahwa rahasia struktur kejiwaan manusia tertanam jauh di dalam bahasa. Mereka beranggapan bahwa kata-kata yang digunakan oleh manusia untuk menjelaskan diri mereka sendiri dan orang lain tercipta karena kata-kata itu mencerminkan secara tepat dimensi fundamental dari kepribadian. Mereka merasa bahwa jika inilah persoalannya, maka seharusnya struktur fundamental ini bisa ditemukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun secara cermat semua kata-kata yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang seseorang.
Usaha ini dimulai pada 1930-an, ketika sekelompok peniliti yang berdedikasi dengan cermat memeriksa halam demi halaman sebuah kamus lengkap.
(Halaman 367)
Mereka memilih setiap kata yang bisa digunakan untuk memberi penjelasan tentang kepribadian. Dari kata ‘lucu’ sampai ‘menjijikan’, ‘ramah’ sampai ‘suka berkelahi’, akhirnya tim ini berhasil menyusun dafar yang terdiri lebih dari 18.000 kata. Kemudian mereka mempelajari daftar tadi dan menemukan 4.000 kata yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat manusia yang bisa dianggap stabil dan penting. Pada 1940-an,
Lima dimensi fundamental kepribadian itu.
‘Openness’, ‘Concientiousness’, ‘Extraversion’, ‘Agreeableness’, dan ‘Neuroticism’ (yang lebih mudah di ingat dengan singakatan OCEAN atau CANOE).
(Halaman 368)
Penelitian lain memperlihatkan bahwa dimensi-dimensi itu ditentukan oleh kombinasi antara gen dan pengalaman masa kecil, bahwa kelimanya cenderung tidak berubah sepanjang kehidupan seseorang dan memengaruhi hampi setiap aspek perilaku mereka termasuk hubungan, prestasi di tempat kerja, kegiatan di waktu luang, pilihan konsumen, keyakinan agama, dan politik, kreativitas, rasa humor, dan kesehatan.
‘Openness’ menggambarkan tingkat sampai sejauh mana seseorang mencari dan menghargai pengalaman baru yang menarik dan luar biasa.
(Halaman 369)
‘Conscientiousness’ mencerminkan tingkat pengaturan, kegigihan dan displin diri yang diterapkan untuk menggapai tujuan.
‘Extraversion’ mencerminkan kebutuhan untuk mendapatkan dorongan dari dunia luar dan orang lain.
(Halaman 370)
‘Agreebleness’ adalah tingkat sampai sejauh mana seseorang memiliki kepedulian terhadap orang lain.
Dimensi yang kelima dan terkahir, ‘neuroticism’, mencerminkan tingkat sampai sejauh mana seseorang memiliki kestabilan emosi dna mampu mengatasi situasi yang sangat menekan.
(Halaman 371)
Pada kenyataanya, manusia hanya berbeda dalam lima dimensi fundamental.
(Halaman 376)
Dibalik Lima Besar
Penelitian Menunjukkan bahwa perbedaan alam fungsi-fungsi otak dan pengasuhan waktu kecil dapat menjelaskan perbedaan yang terdapat pada dimensi fundamental kepribadian.
(Halaman 377)
Dia mengatakan bahwa sebagian besar president Amerika (termasuk Jimmy Carter, George W. Bush, dan Bill Clinton) merupakan anak pertama, sementara pemimpin-pemimpin revolusi, seperti Jefferson, Marx, dan Castro bukan anak pertama.
(Halaman 380)
Efek Casanova
Jari manis laki-laki lebih panjang daripada jari telunjuk.
(Halaman 382)
Manning berpendapat bahwa testosterone juga memainkan peranan penting dalam menentukan ukuran panjang jari manis dari jari telunjuk seseorang: kadar testosteron yang tinggi akan menghasilkan jari manis yang lebih panjang.
(Halaman 390)
Tips Kilat untuk Mengetahui Kepribadian Seseorang dalam Waktu 60 Detik atau Kurang
Yang menarik, kesamaan ini selalu meningkat dari waktu ke waktu, yang menandakan bahwa lama-kelamaan hewan peliharaan semakin dapat menyesuaikan diri dengan kepribadian pemiliknya, begitu juga sebaliknya.
Orang yang memberikan ciri khas pada mobil mereka dengan berbagai tempelan stiker pada bumper atau kaca jendela bisa jadi sedang menyampaikan sinyal sangat kuat tentang kekuasaan teritori, sehingga mereka ingin sekali mengetahui apakah keharusan berbagi jalan umum dengan orang lain bisa meningkatkan kemungkinan mereka mengalami kemarahan di jalan.
(Halaman 393)
Sebaliknya, tipe manusia malam punya pandangan yang jauh lebih kreatif tentang hidup, lebih siap untuk mengambil risiko, lebih mandiri, tidak suka kompromi, dan agak impulsif.
(Halaman 397)
KESIMPULAN
Membangun sikap bersyukur
Pasanglah foto bayi di dompet anda
Menggantung cermin di dapur anda
Membeli tanaman dalam pot untuk di kantor
(Halaman 398)
Sentuhlah dengan lembut lengan atas seseorang
Menulislah tentang hubungan anda
Hadapi calon pembohong dengan cara memejamkan mata dan meminta kiriman surel
(Halaman 399)
Pujilah usaha seorang anak, bukan kemampuannya
Bayangkanlah diri anda melakukan, bukan mencapai
(Halaman 400)
Pikirkan warisan yang anda tinggalkan.
Wait What
James E. RyanBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Wait What oleh James E. Ryan.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
Wait, What?
E, BAGAIMANA?
Dan Pertanyaan mendasar lain dalam hidup
James E. Ryan
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Kompas Gramedia
Alih bahasa: Annisa Cinantya Putri
Desain layout: Ridho Mukhlisin
Desain Sampul: Orkha Creative
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
anggota IKAPI, Jakarta, 2018
ISBN: 978-602-03-8090-2
(hlm.4)
PENGANTAR
Untuk Apa Bertanya?
Dosen hukum, seperti yang mungkin Anda ketahui, rata-rata menerapkan metode Sokrates atau versi yang sudah dimodifikasi si saat mengajar. Praktiknya seorang dosen memanggil nama mahasiswanya lalu mengajukan pertanyaan demi pertanyaan. Sang dosen ingin menguji apakah mahasiswa itu mampu mempertahankan jawaban, ataukah kemudian ada fakta-fakta yang berubah. Jika dilakukan dengan baik, metode ajar ini akan memaksa mahasiswa berpikir keras mengenai implikasi argumentasi mereka, kemudian mencari prinsip-prinsip umum hukum yang bisa diterapkan di sejumlah konteks berbeda.
(hlm.6)
Mengapa sistem pendidikan umum berhasil untuk sebagian anak, tetapi gagal untuk begitu banyak anak lainnya, terutama mereka yang kurang mampu?
(hlm.9)
Saran pertama: coba luangkan lebih banyak waaktu untuk memikirkan pertanyaan yang tepat.
(hlm.12)
Pemimpin yang efektif, bahkan pemimpin yang hebat, adalah sosok-sosok yang mau menerima bahwa mereka tidak selalu mengetahui segalanya. Namun, mereka tahu cara mengajukan pertanyaan yang tepat–pertanyaan yang akan memaksa dirinya dan orang lain untuk tidak terpaku pada jawaban yang itu-itu saja; pertanyaan yang mampu menguak kemungkinan-kemungkinan yang tadinya tidak terlihat.
(hlm.23)
BAB 1
Eh, Bagaimana?
“Eh” yang diperpanjang, diikuti “bagaimana” yang singkat tetapi penuh penekanan, adalah tanda si penanya memang merasa bingung dan memiliki arti sama dengan pertanyaan sopan, “Tadi itu serius?” atau “Apakah kau bercanda” sebaliknya, “eh” pendek diikuti “bagaimana” yang panjang bisa digunakan terhadap orang yang meminta kita melakukan sesuatu.
“Eh, bagaimana?” menjadi pertanyaan pertama dari lima pertanyaan mendasar karena pertanyaan ini efektif untuk meminta klarifikasi, dan klarifikasi adalah langkah pertama untuk memahami suatu hal–ide, pendapat, keyakinan, atau usulan bisnis. (Namun, dalam hemat saya, pertanyaan ini kurang cocok untuk menanggapi lamaran pernikahan.)
(hlm.25)
Bertanya “Eh, bagaimana” juga merupakan cara yang baik agar kita tidak terburu-terburu mengambil kesimpulan atau menilai sesuatu. Sering kali, kita terlalu cepat mengatakn setuju, atau tidak setuju, dengan seseorang atau terhadap Sesutu, tanpa berupaya untuk benar-benar memahami lawan bicara atau isi pembicaraan.
(hlm.26)
Kalau saja kita mau mengambil waktu sebentar untuk memahami suatu ide dan sudut pandang, terutama yang baru atau menantang, mungkin kita tidak akan secepat itu menafikan sesuatu dan justru akan merasa ingin tahu.
(hlm.27)
“Saudara Penasihat Hukum, mohon maaf menyela penjelasan Saudara, tetapi saya ingin meminta Saudara memberikan klarifikasi mengenai sesuatu.”
Dibandingkan rekan-rekannya, Hakim Stevens-lah yang cenderung mampu memecah suatu perkara dengan mengajukan pertanyaan yang tepat, persis ke jantung permasalahan.
Dalam hampir setiap kesempatan, selalu lebih baik apabila kita bertanya atau meminta penjelasan terlebih dahulu sebelum mengajukan argument.
(hlm.30)
Rakesh menunjukkan mudahnya kita berargumen dan menilai sesuatu berdasarkan anggapan yang keliru.
(hlm.35)
BAB 2
Kira-Kira…?
Rasa ingin tahu diawali dengan pertanyaan, “Kira-kira mengapa?”
(hlm.36)
Bagikan kunci, satu pertanyaan ini saja sudah bisa membuka jutaan cerita, memecahkan misteri besar dan kecil.
Sudah terlalu sering kita melihat dunia ini sebagai tempat yang statis. Akibatnya, kita tidak mampu mengenali bahwa apa yang kita lihat pada hari ini adalah hasil proses yang berlangsung di masa lalu-kjekuataan dan daya yang tak lagi terlihat.
(hlm 41)
Sistem itu dianggap melanggar konstitusi sesuai putusan dalam perkaran Brown v. Board of Education pada 1954. Namun, segregasi berlandaskan hukum hanyalah satu bentuk segregasi sekolah. Ada bentuk lain yang disebut segregasi de facto–istilah hukum untuk segregasi “faktual”. Artinya, segregasi muncul bukan karena ada hukum yang mewajibkannya, melainkan karena sejumlah faktor lain, segregasi semacam inilah yang masih ada hingga sekarang.
(hlm.50)
Kalau saja saya tidak pernah repot bertanya “kira-kira mengapa saya diadopsi?” dan “kira-kira apakah saya bisa menemukan ibu kandung saya?” pertemuan dengan Geraldine dan keluarganya pasti tak pernah terjadi.
(hlm.54)
BAB 3
Bisakah Kita Setidaknya…?
“Bisakah kita setidaknya membicarakannya saja dulu dan mempertimbangkan apa makna anak keempat bagi keluarga kita?”
(hlm.55)
Pertanyaan ini menggiring kita untuk melihat melampaui perselihan apa pun yang kita hadapai, dan melangkah lebih dekat semacam kesepakatan, persis seperti, “Bisakah kita setidaknya setuju dulu?” Pertanyaan ini juga bisa menjadi awal dari sesuatu, meskipun kita belum yakin kapan kita akan selesai, seperti “Bisakah kita setidaknya mulai saja dulu?”
Untuk mengawali penjelasan ini, pertanyaan “Bisakah kita setidaknya setuju dulu?” adalah cara untuk mencari titik temu. Konsensus adalah kunci dari hubungan sosial yang sehat dan produktif–baik di bidang politik, bisnis, pernikahan, maupun pertemanan.
(hlm.69)
Ketika kita gagal, hal terbentuk yang akan terjadi adalah kita jadi memiliki cerita lucu diceritakan.
(hlm.74)
BAB 4
Bagaimana Saya Bisa Membantu?
Kalau saja Katie tidak bertanya kepada Nelson, dan kalau saja ia berasumsi kami sudah duduk permasalahannya, Neslon sangat mungkin meninggal di kamar hotelnya.
(hlm.78)
“Saya harus keluar dari tempat ini. mau mati rasanya, dipenjara lagi setelah susah payah datang ke sini.”
(hlm.79)
Bertanya bagaimana kita bisa membantu adalah cara yang amat efektif untuk secara halus mendorong orang lain agar mau mengenali, mengungkapkan, dan menghadapi masalah mereka sendiri.
(hlm.89)
BAB 5
Apa yang Benar-Benar Penting?
Pertanyaan mendasar kelima dan terakhir adalah, “Apa yang benar-benar penting?” pertanyaan ini bisa dipakai di segala situasi–entah itu saat rapat di kantor atau saat hendak mengambil keputusan terbesar dalam hidup.
(hlm.93)
Sebagian kesalahan itu seharusnya bisa dicegah dengan bertanya, “Apa yang benar-benar penting?” satu-satunya hal penting dalam situasi tersebut untuk Katie dan Sam adalah proses persalinan yang lancer.
Petualangan kelahiran Sam menunjukkan bahwa perhatian kita bisa dengan sangat mudah teralihkan dari hal-hal yang bersifat substansial.
(hlm.96)
Pertanyaan selalu menukik langsung pada inti permasalahan. Kami sama sekali tidak menyentuh aspek prosedural yang tidak pengaruh ada hubungannya dengan hasil akhir perkara di tingkat pengadilan terdahulu.
Harus diakui, Pak Ketua punya kemampuan yang sangat mengagumkan; ia bisa dengan cepat memilah informasi yang sangat padat dan melihat pada pertanyaan serta permasalahan terpenting.
(hlm.97)
Pandangan Pak Ketua terhadap hidup sama seperti pandangannnya diruang siding: ia jelas selalu memikirkan apa yang penting di setiap tahapan hidup.
Setiap kali mendapat undangan pertemuan, ia biasa bertanya begitu tiba di ruang rapat: “Ini rapat betulan atau rapat-rapatan?”
(hlm.98)
Namun, ia ternyata membicarakan hal yang sangat praktis dan menguraikan cara-cara menghemat waktu di kantor. Gagasan utama Profesor Pausch adalah kita harus bekerja seefisien mungkin agar masih bisa melakukan hal lain di luar pekerjaan yang sama pentingnya, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, melakukan hobi atau minat-minta lain. Ia sama sekali tidak memberikan definisi “hal penting”, atau medikte pendengaranya mengenai apa yang seharusnya dianggap bernilai. Ia justru menyarankan kita semua untuk setaat dan sesering mungkin bertanya apa yang penting bagi diri kita.
(hlm.99)
(Saya masih ingat Ayah menggelengkan kepala mendengar saya yang naïf berkata saya ingin mendapatkan pekerjaan saya sukai. Katanya, “Ada alasan mengapa itu disebut ‘pekerjaan’.”)
(hlm.100)
“Aku memang belajar banyak, Yah. Aku belajar seperti apa menjadi Ayah yang baik.”
(hlm.101)
Apa yang saya petik dari tulisan-tulisan tersebut? Setiap tulisan biasanya menyebutkan empat aspek kehidupan yang saya singgung sebelumnya: keluarga, teman, pekerjaan, dan belaskasih.
(hlm.113)
KESIMPULAN
Pertanyaan Bonus
And did you get what you wanted from this life, even so?
(hlm.114)
“Eh, bagaimana?” adalah akar untuk memahami sesuatu.
“Kira kira…?” adalah roh rasa ingin tahu.
“Bisakah kita setidaknya…” adalah awal untuk langkah maju .
“Bagaimana saya bisa membantu” adalah landasan hubungan yang baik.
Dan “Apa yang benar-benar penting?” membantu kita melihat inti kehidupan ini.
(hlm.115)
Kata “dicintai” sangat penting karena intinya tidak sebatas disayangi orang, tetapi juga keberadaan kita dihargai dan dihormati. Merasa dicintai bukan satu-satunya parameter kehidupan yang penuh, yang utuh. Namun, saya rasa, bagi sebagian, besar dari kita, meninggal dalam keadaan dicintai, dihargai, dan dihormati adalah hal-hal yang layak kita tuju dan jadikan aspirasi.
When
Daniel H. PinkBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku When oleh Daniel H. Pink.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
WHEN
Rahasia Ilmiah tentang Pemilihan Waktu yang Tepat
Daniel H. Pink
Penulis: Daniel H. Pink
Alih Bahasa: Irene Christin
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Elex Media Komputind
Kelompok Gramedia-Jakarta
Anggota IKAPI, Jakarta 2018
ISBN: 9-7860-204-7831-9
(hlm.4)
PENDAHULUAN:
KEPUTUSAN KAPTEN TURNER
Dan mungkin keputusan-keputusan itu buruk karena ia membuatnya pada siang hari.
(hlm.5)
Selama dua tahun terakhir, dua peneliti berani dan saya telah membaca dan menganalisis lebih dari tujuh ratus penelitian dalam bidang ekonomi dan anesthesiologi , anthropologi dan endokrinologi, chronobiologi dan psikologi sosial untuk mengungkap sains terpendam tentang waktu.
(hlm.6)
Dan mengapa, seperti yang ditunjukkan Kapten Turner, kita tidak seharusnya membuat keputusan penting di siang hari?
(hlm.10)
BAGIAN SATU. HARI
1
POLA TERSEMBUNYI DARI KEHIDUPAN
SEHARI-HARI
Apa yang Macy dan Golder temukan, dan diterbitkan dalam jurnal terkenal Science, adalah pola yang luar biasa konsisten di sepanjang jam-jam saat manusia terbangun. Pengaruh positif bahasa yang menunjukkan bahwa para tweeter merasa aktif, bertenaga, dan penuh harapan biasanya meningkat di pagi hari, menurun di siang hari, dan meningkat kembali setelah senja.
(hlm.12)
Sejak penemuan de Mairan hampir tiga abad yang lalu tersebut, para ilmuwan menetapkan bahwa hampir semua makhluk hidup mulai dari organisme satu-sel yang hidup di kolam-kolam hingga organisme multiselular yang mengendarai mobil minivan miliki jam biologis.
(hlm.13)
NAIK TURUNNYA MOOD DAN SAHAM
Orang-orang sering kali menggunakan media sosial untuk menunjukkan wajah ideal para dunia yang mungkin menutupi emosi mereka yang sebenarnya, dan mungkin kurang ideal.
(hlm.14)
Saat para peneliti mengelola data tersebut mereka menemukan “dua pola yang konsisten dan kuat puncak kembar sepanjang hari. Pengaruh positif para wanita tersebut naik di pagi hari sampai mencapai “titik emosional optimal” sekitar tengah hari. Kemudian mood mereka turun drastis dan tetap rendah sepanjang siang dan mulai naik kembali menjelang malam.
(hlm.17)
Tapi satu yang ia tangani dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang berbeda adalah ritual perusahaan yang dikenal dengan earning call (teleconference di mana sebuah perusahaan publik mendiskusikan hasil-hasil finansial dalam kurun waktu tertentu) yang dilakukan setiap kuartal.
(hlm.18)
Dalam penelitian yang belum pernah dilakukan sebelumnya ini, mereka menganalisis lebih dari 26.000 earning call 2.100 perusahaan publik dalam kurun waktu enam setangah tahun menggunakan algoritma linguistik serupa dengan yang digunakan dalam penelitian Twitter.
(hlm.19)
Tapi rasionalitas ekonomi bukan tandingan jam biologis yang ditempa selama beberapa juta tahun evolusi.
(hlm.20)
“satu pesan penting dari penelitian kami untuk para eksekutif perusahaan bahwa komunikasi dengan investor, dan mungkin keputusan manajerial dan negosiasi penting lainnya, harus dilaksanakan di pagi hari”.
(hlm.23)
KEWASPADAAN, HALANGAN, DAN RAHASIA HARIAN UNTUK KINERJA TINGGI
Saat peneliti dari Harvard, Francesca Gino dan dua peneliti Denmark
(hlm.27)
BURUNG LARK, BURUNG HANTU, DAN BURUNG KETIGA
Thomas Edison adalah burung hantu malam yang membangkitkan burung hantu malam lainnya. “Ia cenderung bekerja keras di laboraturiumnya saat tengah malam dibandingkan siang hari,” tulis salah satu biografer.
(hlm.52)
2
SIANG HARI DAN SENDOK KOPI
Kekuatan waktu istirahat, janji makan siang,
dan contoh tidur siang modern
SEGITIGA BERMUDA DAN KARTU PLASTIK: KEKUATAN JEDA KESIAGAAN
Saya menyebut jeda waktu ini “jeda kesiagaan” istirahat singkat sebelum melakukan tindakan berisiko tinggi untuk mengulas intruksi dan menghindari kesalahan. Jeda kesiagaan telah lama membantu mencegah University of Michigan Medical Center menjadi Rumah Sakit Malapetaka selama jam-jam penurunan di siang hari.
(hlm.55)
Siang hari juga bisa mematikan di luar tembok putih rumah sakit. Di Inggris, kecelakaan kendaraan yang berhubungan dengan tidur paling sering terjadi pada dua waktu dalam kurun waktu dua puluh empat jam. Yang pertama antara pukul 2 dan 6 pagi, saat tengah malam. Yang kedua adalah antara pukul 2 siang dan 4 sore, saat tengah hari.
(hlm.65)
WAKTU MAKAN TERPENTING DALAM SATU HARI
Namun bukan makan siang apa saja. Istirahat makan siang yang paling kuat memiliki dua bahan pokok utama otonomi dan keterpisahan.
(hlm.66)
Makan siang adalah waktu makan terpenting dalam satu hari.
(hlm.67)
TIDUR SAAT BEKERJA
Tidur siang meningkatkan kinerja kognitif dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
Satu penelitian NASA terkenal, misalnya, menemukan bahwa para pilot yang tidur siang hingga empat puluh menit menunjukkan peningkatkan sebesar 34 persen dalam waktu reaksi dan peningkatan dua kali lipat dalam kesiagaan.
(hlm.68)
Sebuah penelitian besar di Yunani, yang diikuti oleh lebih dari 23.000 orang di atas enam tahun, menemukan bahwa, dengan mengontrol faktor-faktor risiko lainnya, kemungkinan mereka yang tidur siang meninggal karena serangan jantung 37 persen lebih kecil, “sebuah efek yang sama besarnya dengan meminum aspirin atau berolahraga setiap hari.“
Tapi tidur siang sepuluh menit memiliki efek=efek positif yang berlangsung sekitar tiga jam. Tidur siang yang sedikit lebih lama juga efektif. Tapi jika berlangsung lebih dari dua puluh menit, tubuh dan otak kita mulai dirugikan.
(hlm.69)
Tidur siang 20 menit atau kurang tidak mengakibatkan inersia tidur.
(hlm.82)
Panduan Peretas Waktu
Bab 2
BERISTIRAHAT SEPERTI SEORANG PROFESIONAL
Dalam penelitian Ericsson, satu faktor yang membedakan yang terbaik dari yang lain adalah bahwa mereka beristirahat sepenuhnya di siang hari (banyak yang bahkan tidur siang sebagai bagia dari rutinitas mereka), sementara mereka yang bukan ahli lebih tidak kaku mengenai waktu istirahat. Kita mungkin berpikir bahwa kekuatan para superstar terus ada sepanjang hari selama berjam-jam.
(hlm.92)
BAGIAN DUA. PERMULAAN, AKHIR
DAN DIANTARANYA
3
PERMULAAN
Memulai dengan Benar, Memulai Lagi,
Dan Memulai Bersama
MEMULAI DENGAN BENAR
“setiap 1 jam mundurnya waktu mulai sekolah meningkatkan nilai ujian standar baik tes matematika maupun bacaan hingga tiga persen poin,” dengan efek lebih banyak dirasakan pada murid-murid yang paling lemah.
(hlm.118)
4
TITIK TENGAH
Apa yang Bisa Diajarkan Lilin Hanukkah dan Krisis
Paruh Baya Tentang Motivasi
ITU YANG SAYA SUKA TENTANGMU
“Dalam perjalanan perkembangan individu,” tulis Jaques, “ada fase-fase kritis di mana karakter tersebut melewati titik-titik perubahan, atau masa transisi cepat.” Dan fase paling tidak dikenal namun paling penting dari fase-fase ini, katanya, terjadi di sekitar usia tiga puluh lima “yang akan saya sebut dengan krisis paruh baya.”
(hlm.119)
“Fitur utama dan penting dari fase paruh baya,” kata Jaques, adalah “tidak terelakannya kematian diri seseorang itu sendiri.” Ketika orang-orang mencapai pertengahan hidup mereka, mereka tiba-tiba melihat kematian di kejauhan, memicu “masa terjadinya gangguan psikologis dan depresi.”
Satu setengah abad setelah Jaques meluncurkan granat pemikirannya, krisis paruh baya ada di mana-mana.
Di mana-mana kecuali dalam bukti.
Misalnya, pada tahun 2010 empat ilmuwan sosial, termasuk pemenang Nobel ahli ekonomi Angus Deaten, melakukan apa yang mereka sebut “gambaran distribusi kebahagiaan berdasarkan usia di Amerika Serikat”. Tim meminta 340.000 orang yang diwawancara untuk membayangkan diri mereka berada di sebuah tangga dengan anak tangga membayangkan diri mereka berada di sebuah tangga dengan anak tangga yang paling bawah diberi nomor 0 dan paling atas 10.
(hlm.120)
Lengkung U kebahagiaan ini sedikit menurun saja dan bukan sebuah krisis adalah penemuan yang sangat penting. Penelitian yang dilakukan tak lama sebelumnya yang diikuti oleh lebih dari 500.000 orang Amerika dan Eropa oleh ekonom David Blanchflower dan Andrew Oswald menemukan bahwa kebahagiaan secara konsisten bergeser menurun di usia paruh baya.
Kebahagiaan meningkat tinggi di awas masa dewasa tapi mulai menurun di akhir tiga puluhan dan empat puluhan, terus menurun ke titik rendah di usia lima puluhan.
(hlm.121)
Mengapa titik tengah menurunkan kebahagiaan kita? Satu kemungkinan adalah kekecewaan akan harapan-harapan yang tidak tercapai.
Singkatnya, kita menurun di paruh baya karena kita adalah peramal yang buruk. Di masa muda kita, harapan-harapan kita terlalu tinggi. Di usia lebih lanjut, harapan-harapan kita terlalu rendah.
(hlm.122)
Bahkan hewan primata besae juga mengalami penurunan paruh baya.
(hlm.123)
MENYALAKAN LILIN DAN MENGAMBIL JALAN MUDAH
Mehta sering kali memulai Hannukah dengan semangat dan mengakhirinya dengan ketetapan hari tapi semangatnya mengendur di pertengahan. Kadang ia tidak menyalakan film di malam ketiga, keempat, kelima, dan keenam dan karena itu mengakhiri Hanukkah dengan lilin-lilin yang masih tersimpan di kotak. Dan ia tidak sendiri.
(hlm.124)
Selama Hanukkah, para peneliti menyimpulkan, “ketaatan untuk mengikuti standar mengikuti bentuk U.”
Namun, mereka merayakan Hanukkah percaya isyarat yang paling penting, yang paling kuat memperlihatkan citra mereka, adalah isyarat yang diberikan di awal dan akhir.
(hlm.125)
Di bagian tengah, kita mengendurkan standar kita, mungkin karena orang lain mengendurkan pada penilaian mereka terhadap kita. Di titik-titik tengah, untuk alasan-alasan yang sukar dipahami namun meringankan, kita mengambil jalan yang mudah seperti yang ditunjukkan oleh satu eksperimen terakhir.
(hlm.126)
EFEK UH-OH
Saat itu, sebagian besar ahli biolog percaya pada sebuah teori yang disebut “gradualisme filetik – phyletic gradualism” yang menyatakan bahwa spesies-spesies berevolusi secara lambat dan dalam sedikit demi sedikit. Evolusi, bergerak perlahan dalam kurun waktu jutaan demi jutaan tahun alam bekerja secara stabil dengan waktu. Namun Elredge dan Grould melihat sesuatu yang berbeda di catatan fosil arthropoda dan moluska yang mereka pelajari itu. Evolusi spesies kadang terjadi sama lambatnya sepert siput itu sendiri. Tapi di lain waktu, evolusi terjadi dengan cepat.
(hlm.127)
Elredge dan Gould menyebut teori baru mereka “keseimbangan yang terinterupsi”. Jalan evolusi bukan pendakian yang mulus.
(hlm.128)
Pada bankir membuat kompatan mereka dalam mendesain akun baru pada “hari ke 17 dari alokasi waktu 34 hari“. Administrator rumah sakit mengambil arah baru yang lebih produktif di minggu keenam dari alokasi waktu 12 minggu.
Tapi di hari keenam tepat di titik masalah waktu mulai masuk dalam percakapan. “waktu kita mulai menipis,” salah satu anggota tim memperingatkan. Segera setelah komentar tersebut terlontar, kelompok itu meninggalkan metode awal mereka yang lamban dan membuat strategi baru yang digunakannya hingga akhir. Di ttik tengah tim ini dan tim lainnya, tulis Gersick, para anggota baru merasakan “keadaan mendesak”.
Sebut saja dengan “efek uh-oh”.
Saat kita tiba di titik tengah, kadang kita menurun, tapi kadang kita melompat. Sebuah sirine dalam pikiran kita mengingatkan bahwa kita telah menyia-menyiakan setengah dari waktu kita. Kesadaran tersebut menyuntikkan dosis stres menyehatkan Uh-Oh, kita kehabisa waktu! Yang membangkitkan motivasi kita dan mengatur kembali strategi kita.
(hlm.132)
PERTUNJUKAN SEPARUH WAKTU
Jonah Berger dari University of Pennsylvania dan Devin Pope dari University of Chicago menganalisis lebih dari lima 18.000 pertandingan National Basketball Association selama lebih dari lebih lima belas tahun, memberi perhatian khusus pada nilai-nilai pertandingan di pertengahan waktu. Tak heran bahwa tim yang menang di pertengahan waktu memenangkan lebih banyak pertandingan daripada tim yang tertinggal. Misalnya, unggul enam poin di pertengahan memberikan tim peluang menang 80 persen lebih besar. Namun, Berger dan Pope mendeteksi perkecualian terhadap aturan tersebut: Tim yang tertingal hanya satu poin cenderung menang. Dan memang, tertinggal satu angka di pertengahan lebih menguntungkan daripada unggul satu angka. Tim yang tertinggal satu angka dipertengahan menang lebih dari 58 persen. Tertinggal satu angka di pertengahan, anehnya, sama dengan unggul dua angka.
(hlm.134)
Ketiga, di titik tengah, bayangkan Anda tertinggal tapi hanya sedikit. Hal itu akan memicu motivasi Anda dan mungkin membantu Anda memenangkan kejuaraan nasional.
(hlm.137)
Panduan Peretas Waktu
Bab 4
LIMA CARA UNTUK MEMBANGUNKAN KEMBALI MOTIVASI ANDA DALAM PENURUNAN DI TITIK TENGAH
1. Buatlah tujuan-tujuan interim
Dalam sebuah perlombaan, entah itu literal atau metafora, daripada membayangkan jarak Anda ke garis finish, berkonsentrasilah mencapai penanda mil berikutnya.
(hlm.138)
3. Hentikan kalimat Anda di pertangahan jalan
Satu alasan teknik Hemingway berhasil adalah sesuatu yang disebut efek Zeigarnik, kecenderungan kita untuk mengingat tugas-tugas yang belum selesai lebih baik yang sudah selesai.
(hlm.142)
LIMA CARA MEMERANGI PENURUNAN MASA PARUH BAYA
1. Prioritaskan tujuan-tujuan utama Anda (teknik Buffett)
Melakukan sedikit hal penting namun selesai cenderung lebih mendorong Anda keluar dari penurunan, daripada melakukan belasan proyek setengah jadi.
(hlm.145)
5
AKHIR
Maraton, Cokelat, dan Kekuatan Kepedihan
Setiap tahun, lebih dari setengah juta orang di Amerika lari maraton. Setelah berlatih berbulan-bulan, mereka bangun pagi-pagi di satu akhir pekan, mengikat tali sepatu mereka, dan berlari 26,2 mil di salah satu dari 1.100 maraton yang diadakan setiap tahunnya di Amerika Serikat. Di tempat-tempat lainnya di dunia, kota-kota dan wilayah-wilayah mengadakan sekitar 3.000 maraton lain, yang menarik lebih dari satu juta pelari tambahan. Banyak dari pastisipan ini, di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, melakukan lari maraton pertama mereka. Menurut perkiraan, sekitar setengah dari peserta dari tiap event ini berlalu maraton untuk pertama kalinya.
(hlm.147)
ENERGIZE (MOTIVASI): MENGAPA KITA BEKERJA LEBIH KERAS DI DEKAT (BEBERAPA) GARIS FINISH
Alter dan Hershfield menemukan bahwa jumlah mereka yang berusia dengan angka belakang 9 dan mengikuti maraton untuk pertama kalinya sampai 48 persen.
(hlm.150)
Hipotesis Hull bertahan lebih lama dibandingkan sebagian besar gagasan-gagasan ilmuwan lainnya yang meneliti tentang perilaku. Di awal suatu pencarian, kita umumnya lebih termotivasi oleh seberapa jauh kemajuan yang telah kita capai; namun di akhir, kita umumnya lebih termotivasi dengan mencoba menutup celah kecil yang tersisa itu.
(hlm.151)
Calon peminjam harus melengkapi aplikasi online yang panjang untuk bisa diberikan pinjaman. Banyak dari mereka memulai aplikasi tersebut tapi tidak menyelesaikannya.
(hlm.153)
ENCODE (EVALUASI): JIMMY, JIM, DAN HIDUP YANG BAIK
Orang-orang cenderung menilai hidup seperti skenario pertama (hidup yang singkat yang berakhir dengan peningkatan) lebih tinggi dibandingkan skenario kedua (hidup lebih lama dan berakhir dengan penurunan).
(hlm.154)
Misalnya, saat penduduk Amerika memilih presiden, mereka mengatakan pada pengumpul suara bahwa mereka berniat untuk memutuskan berdasarkan empat tahun penuh periode kepresidenan yang akan berakhir. Tapi penelitian menunjukkan para pemilih memberikan suara berdasarkan perekonomian tahun pemilihan suara tersebut dilakukan puncak dari rangkaian empat tahun, bukan total dari empat tahun. “Heuristik akhir” ini, ujar para ahli politik, menyebabkan “pemilihan suara miopi”, dan mungkin sebagai akibatnya,kebijakan miopi.
(hlm.158)
EDIT: MENGAPA KURANG ITU LEBIH TERUTAMA DI DEKAT AKHIR
Orang-orang yang lebih tua memiliki jumlah teman yang lebih sedikit bukan karena keadaan namun karena mereka telah memulai proses “pemangkasan aktif, menghapus rekan atau teman yang tidak terlalu penting dengan mereka interaksi yang dilakukan lebih tidak berarti secara emosional.”
(hlm.162)
ELEVATE (MENINGGI): KABAR BAIK, KABAR BURUK, DAN AKHIR YANG BAHAGIA
Saat diberi pilihan, manusia lebih memilih akhir yang meninggi.
(hlm.164)
Kompleksitas yang begitu emosional ternyata menjadi pusat sebagian besar akhir yang paling meninggi.
(hlm.173)
Panduan Peretas Waktu
Bab 5
KAPAN HARUS MENGAKHIR PERNIKAHAN: SEBUAH BATASAN
“Musim laris bagi pengacara perceraian adalah Januari dan Februari, setelah musim liburan berlalu dan orang-orang akhirnya bisa berhenti pura-pura bahagia,”ujar Bloomberg Businessweek.
(hlm.184)
BAGIAN TIGA. SIKRONISASI
DAN BERPIKIR
6
SINKRONKAN CEPAT DAN LAMBAT
Rahasia Pemilihan Waktu Secara Kelompok
Namun entah bagaimana para wala berhasil mengantarkan makanan rumahan dalam tas kanvas melewati Mumbai dengan presisi dan ketepatan waktu seperti militer.
(hlm.187)
PEMIMPIN PADUAN SUARA, PEMIMPIN REGU, DAN JAM: SINKRON DENGAN BOS
(Menjadi demokratis dan membiarkan anggota padua suara memilih apa yang akan dinyanyikan, katanya, akan menjadikan konser menjadi “makan malam potluck” dan bukan sajian Michelin bintang tiga).
(hlm.188)
Jadi misalnya, dengan melewatkan waktu berbulan-bulan dalam kamar bawah tanah tanpa terekspos sinar matahari atau orang lain, seperti dalam beberapa eksperimen perilaku kita perlahan bergeser sehingga tak lama kita akan tidur di siang hari dan terjaga di malam hari.
(hlm.189)
Olaharaga dayung kompetitif adalah satu-satuna perlombaan olahraga di mana para para etletnya memunggungi garis finish. Hanya satu anggota kelompok yang menghadap ke depan.
(hlm.190)
Untuk waktu kelompok, bos ada di atas, terpisah, dan esensial.
(hlm.191)
Jika mereka ketinggalan karena itu maka seluruh jadwal berantakan. Bagi para wala, jadwal keretalah bos mereka standar eksternal yang menentukan ritme, kecepatan, dan tempo kerja mereka, daya yang membentuk disiplin dan menghindarkan kekacauan. Jadwal kereta adalah kelaliman yang tidak bisa dibantah, tsar zeitbeger yang otoritasnya tidak dipertanyakan dan keputusannya final pemimpin regu atau pemimpin paduan suara yang tidak bernyawa.
(hlm.192)
MANFAAT RASA KEPEMILIKAN: SINKRON DENGAN KELOMPOK
Tapi Raghunath Medge, presiden Asosiasi Supplier Tiffin Box Nutan Mumbai, mengatakan bahwa tingkat kesalahan dabbawala adalah 1 dari 16 juta, sebuah statistik yang banyak terucap namun tidak pernah diverifikasi.
(hlm.193)
Pada tahun 1995, dua psikolog sosial, Roy Baumeister dan Mark Leary mengemukakan apa yang mereka sebut “hipotesis kepemilikan”. Mereka mengatakan bahwa “kebutuhan untuk menjadi bagian akan sesuatu (rasa memiliki) adalah motivasi dasar manusia… dan bahwa banyak dari apa yang manusia lakukan dilakukan demi rasa memiliki tersebut.”
Menjadi bagian dari suatu kelompok membantu kita tetap hidup. Tidak menjadi bagian dari kelompok membuat kita menjadi santapan raksasa prasejarah.
Untuk koordinasi kelompok, rasa kepemilikan ada dalam tiga bentuk: kode, pakaian, dan sentuhan.
(hlm.195)
Kode
Semua dabbawala datang dari rangkaian desa yang kecil yang sama sekitar 150 kilometer dari negara bagian Mumbai. Banyak dari mereka bersaudara. Bahkan Adhav dan Medge ternyata sepupu.
(hlm.204)
UPAYA DAN KEGEMBIRAAN: SINKRON SAMPAI KE HATI
Tapi pada akhirnya ia sinkron dengan sesuatu yang lebih luhur hati dengan melakukan pekerjaan yang sulit dan melelahkan namun menutrisi orang-orang dan mempersatukan ikatan keluarga.
(hlm.218)
7
BERPIKIR DALAM TENSES
Beberapa Kata Terakhir
Kita berpikir dalam tenses. Terutama saat kita berpikir tentang diri kita sendiri.
Manfaat berpikir indah tentang masa lalu sangat besar karena nostalgia memberikan dua bahan penting untuk kebahagiaan: sebuah arti dan hubungan dengan orang lain.
(hlm.219)
Antelop dan salamander bisa memprediksikan konsekuensi kejadian-kejadian yang telah mereka alami sebelumnya. Tapi hanya manusia yang bisa “mengalami dulu” masa depan dengan menstimulasinya dalam pikiran kita, hal yang Gilbert dan Wilson sebut dengan “prospeksi”.
(hlm.220)
Bahasa-bahasa dengan tenses masa depan yang kuat seperti bahasa Inggris, Itali, dan Korea mengharuskan pembicara membedakan dengan jelas antara masa kini dan masa depan. Bahasa-bahasa dengan keterangan masa depan yang lemah seperti Mandarin, bahasa Finlandia, dan Estonia menggambarkan sedikit atau tidak ada sama sekali perbedaan.
Ternyata ya dan dalam cara yang mencengangkan. Chen melihat bahwa mereka yang bicara dengan tenses lemah yang tidak menandakan perbedaan ekspilit antara masa kini dan masa depan 30% lebih banyak menyimpan/menabung untuk masa pensiun dan 24% lebih cenderung tidak merokok. Mereka juga mempraktikkan seks yang lebih aman, lebih teratur berolahraga, lebih sehat, dan lebih kaya dalam masa pensiun. Hal ini berlaku bahkan di negara-negara seperti Swiss, di mana sebagian penduduknya bicara bahasa dengan tenses masa depan lemah (Jerman) dan sebagian lagi bahasa dengan tenses masa depan kuat (Prancis).
Chen tidak menyimpulkan bahwa bahasa yang digunakan seseorang menyebabkan perilaku ini. Bahasa yang digunakan hanya menggambarkan perbedaan-perbedaan yang lebih mendalam. Dan pertanyaan tentang apakah bahasa sebenarnya membentuk pemikiran dan oleh karena itu tindakan, tetap menjadi isu yang diperdebatkan dalam bidang linguistik. Bagaimanapun, penelitian lainnya menunjukakn bahwa kita membuat rencana dengan lebih efektif dan berperilaku dengan lebih bertanggung jawab ketika masa depan terasa terkait lebih dekat dengan masa kita dan diri kita saat ini.
(hlm.222)
Produk dari menulis buku ini berisikan lebih banyak jawaban daripada pertanyaan. Tapi proses penulisannya adalah kebalikannya. Menulis adalah menemukan apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda percayai.
Saya dulu berpikir bahwa istirahat makan siang, tidur siang, dan berjalan-jalan adalah hal yang tidak menyenangkan. Sekarang saya menganggap semua itu hal yang diperlukan.
Saya dulu berpikir bahwa cara terbaik untuk mengatasi awal yang buruk di tempat kerja, di sekolah, atau di rumah adalah melupakannya dan lanjutkan hidup. Sekarang saya percaya bahwa cara yang lebih baik adalah memulai lagi atau memulai bersama.
(hlm.223)
Saya dulu berpikir bahwa titik tengah tidak penting karena saya tidak menyadari keberadaan mereka. Sekarang saya percaya bahwa titik tengah mengilustrasikan sesuatu yang penting tentang bagaimana orang-orang berperilaku dan bagaimana dunia bekerja.
Saya dulu percaya nilai dari akhir yanga bahagia. Sekaran saya percaya bahwa kekuatan dari suatu akhir bukan pada kesempuranaan akhir tapi pada kepedihan dan arti dar akhir itu.
Saya dulu berpikir bahwa sinkron dengan orang lain hanyalah sebuah proses mekanik. Sekarang saya percaya bahwa sinkron dengan orang lain memerlukan rasa kepemilikan, memberikan suatu arah dan tujuan, dan mengungkapkan bagian dari diri kita.
Saya dulu berpikir bahwa waktu adalah segalanya. Sekarang saya percaya bahwa segalanya adalah waktu.
(hlm.225)
BACAAN LANJUTAN
168 Hours: You Have More Time Than You Think (2010)
A Geography of Time: Temporal Misadventures of a Social Psychologist (1997)
(hlm.226)
Daily Rituals: How Artists Work (2013)
Internet Time: Chronotypes, Social Jet Lag, and Why Youre So Tired (2012)
The Dance of Life: The Other Dimension of Time (1983)
Why Time Files: A Mostly Scientific Investigation (2017)
(hlm.232)
Catatan
POLA TERSEMBUNYI DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Daniel Kahneman et al, “Metode Survei untuk Mengkarakterisasi Pengalaman Hidup Sehari-hari: Metode Rekonstruksi Hari,” Science 306, no.5702 (2004): 1776-80.
Emotional Intelligence
Daniel GolemanBerikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Emotional Intelligence oleh Daniel Goleman.
Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.
Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.
Selamat membaca.
Chandra Natadipurba
===
EMOTIONAL
INTELLIGENCE
KECERDASAN EMOSIONAL
Mengapa El Lebih Penting
daripada IQ
Daniel Goleman
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Alih bahasa : T. Hermaya
Perwajahan sampul : Agustinus Purwanta
Perwajahan isi : Sukoco
Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama : Oktober 1996
Cetakan kedelapan belas : April 2009
Cetakan kesembilan belas : Februari 2015
ISBN: 978-602-03-1288-0
TANTANGAN ARISTOTELES
Siapa pun bisa marah—marah itu mudah. Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yang baik—bukanlah hal mudah.
Aristoteles, The Nicomachean Ethics
(hlm.xii)
MENGAPA EKSPLORASI INI PENTING
Sepuluh tahun terakhir ini, selain berita-berita buruk, juga ditandai dengan lonjakan drastis dalam kajiian ilmiah di bidang emosi. Yang paling dramastis adalah terkuaknya cara kerja otak, yang dimungkinkan oleh metode-metode terbaru seperti teknologi pemayaran otak.
(hlm.xiii)
Saya ingin mengatakan bahwa perbedaanya sering kali terletak pada kemampuan-kemampuan yang di sini disebut kecerdasan emosional, yang mencakuo pengendalian diri, semangat dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri.
Ada semakin banyak bukti bahwa sikap etik dasar dalam kehidupan berasal dari kemampuan emosional yang melandasinya.
(hlm.xiv)
Dengan cara yang sama, akar cinta sesama terletak pada empati, yaitu kemampuan membaca emosi orang lain; tanpa adanya kepekaan terhadap kebutuhan atau penderitaan orang lain, tidak akan timbul rasa kasih sayang. Apabila ada dua sikap moral yang dibutuhkan oleh zaman sekarang, sikap yang paling tepat adalah kendali diri dan kasih sayang.
(hlm.4)
BAGIAN SATU
OTAK EMOSIONAL
1
APA KEGUNAAN EMOSI?
Bila dilihat dari sudut pandang ahli-ahli biologi evolusi, pengorbanan diri orangtua semacam itu menguntungkan “keberhasilan reproduksi” dalam mewariskan gen-gen seseorang kepada generasi selanjutnya. Tetapi, dari sudut pandang orangtua yang membuat keputusan berat pada saat-saat kritis, tindakan tersebut tak bisa lain kecuali cinta.
Hanya cita yang amat kuatlah—desakan untuk menyelamatkan anak tercinta—yang dapat mendorong orangtua mengalah hasrat menyelamatkan diri sendiri. Bila ditinjau dari aspek nalar, pengorbanan diri semacam itu jelas tidak rasional; bila ditinjau dari aspek perasaan, tindakan tersebut merupakan satup-satunya pilihan.
Mengapa evolusi menepatkan emosi sebagai titik pusat jiwa manusia.
(hlm.5)
Sebagimana kita ketahui dari pengalaman, apabila masalahnya menyangkut pengambilan keputusan dan tindakan, aspek perasaan sama pentingnya—dan sering kali lebih penting—daripada nalar.
Kecerdasan tak berarti apa-apa bila emosi yang berkuasa.
(hlm.6)
Sebagaimana dilukiskan Freud dalam Civilizations and Its Discontents, masyarakat harus memberlakukan peraturan-peraturan dengan maksud mengurangi akses-akses gejolak emosi yang terlampau bebas dari dalam diri manusia.
(hlm.7)
Dorongan Melakukan Tindakan
Kehati-hatian yang dipaksakan oleh rasa takut pada hari itu barangkali telah mmenyelamatkan nyawa saya.
Semua emosi, pada dasarnya, adalah dorongan untuk bertindak, rencana seketika untuk mengatasi masalah yang telah ditanamkan secara berangsur-angsur oleh evolusi. Akar kata emosi adalah movere, kata kerja Bahasa Latin yang berarti “menggerakkan, bergerak”, ditambah awalan “e-” untuk memberi arti “bergerak menjauh”, menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi.
(hlm.11)
Tetapi, pemahaman penuh empati yang menyadari bahwa bila mata seseorang berkaca-kaca berarti ia sedang sedih meskipun kata-katanya menyangkal merupakan tidak pemahaman yang sama persis dengan perilaku menyerap makna yang terkandung dalam kata-kata yang tersurat.
(hlm.13)
(Pertumbuhan otak dalam embrio manusia pada dasarnya melacak perjalanan evolusi ini.)
Dari akar yang paling primitif ini, yaitu batang otak, terbentuklah pusat emosi. Otak emosional sudah ada jauh sebelum ada otak rasional.
Akar kehidupan emosional kita yang paling kuno adalah indra penciuman, atau, lebih tepatnya, lobus olfaktori (bonggol olfaktori), yaitu sel yang menerima dan menganalisis bau. Setiap benda hidup, entah itu makanan, benda beracun, pasangan seksual, pemangsa atau mangsa, mempunyai ciri molekuler sendiri-sendiri yang dapat terbawa angin. Pada zaman primitif, bau dipercaya sebagai indra yang paling penting untuk kelangsungan hidup.
(hlm.14)
Sistem “limbik”, dari kata Latin “limbus” yang berarti “cincin”. Wilayah saraf baru ini menambahkan emosi pada repertoar otak.11 Bila kita dikuasai oleh hasrat atau amarah, sedang jatuh cinta atau mundur ketakutan, maka sistem limbik itulah yang sedang mencengkeram kita.
(hlm.15)
Tambahan baru pada otak ini memungkinkan bertambahnya nuansa-nuansa pada kehidupan emosional. Ambillah contoh cinta. Struktur limbik menghasilkan perasaan nikmat dan libido—emosi-emosi yang mendorong nafsu seksual. Tetapi, penambahan neokorteks dan sambungan-sambungannya ke sistem limbik memungkinkan adanya ikatan ibu- anak yang merupakan dasar unit keluarga dan keterlibatan jangka panjang untuk mengasuh anak sehingga memungkinkan terjadinya perkembangan manusia.
(hlm.16)
Neokorteks memungkinkan adanya kepelikan dan kerumitan kehidupan emosional, misalnya kemampuan untuk memiliki perasaan mengenai perasaan kita.
(hlm.18)
Ledakan emosional semacam itu merupakan pembajakan saraf. Bukti menunjukkan bahwa pada saat-saat tersebut, pusat dalam otak limbik mengumumkan adanya keadaan darurat, sambil menghimpun bagian- bagian lain otak untuk mendukung agendanya yang mendesak. Pemba- jakan tersebut berlangsung seketika, dan memicu reaksi atas momen penting sebelum neokorteks, bagian otak yang berpikir, memahami sepe- nuhnya apa yang sedang terjadi, misalnya memutuskan apakah tindakan itu merupakan gagasan yang baik. Ciri utama pembajakan semacam itu adalah begitu saat tersebut berlalu, mereka yang mengalaminya tidak menyadari apa yang baru saja mereka lakukan.
(hlm.19)
LETAK SEMUA NAFSU
Pada manusia, amigdala (dari kata Yunani yang berarti buah almond [buah badam]) adalah kelompok struktur yang saling terkoneksi berbentuk buah badam yang bertumpu pada batang otak, dekat alas cincin limbik.
(hlm.23)
PENJAGA EMOSI
Dalam salah satu di antara temuan-temuan paling menarik tentang emosi selama sepuluh tahun terakhir ini, LeDoux mengungkapkan bagaimana arsitektur otak memberi tempat istimewa bagi amigdala sebagai penjaga emosi, penjaga yang mampu membajak otak.5
(hlm.24)
Saluran yang lebih kecil dan lebih pendek ini—mirip jalan pantas saraf—memungkinkan amigdala menerima sejumlah masukan langsung dari indra-indra dan memulai suatu respons sebelum masukan-masukan itu terdata sepenuhnya oleh neokorteks.
(hlm.26)
Penelitian lain telah memperlihatkan bahwa dalam per sekian ribu detik pertama kita mencerap sesuatu, kita bukan saja secara tak sadar menangkap apa yang kita cerap, tetapi juga memutuskan apakah kita menyukainya atau tidak; “bawah sadar kognitif” melukiskan kesadaran kita terhadap tidak hanya identitas apa yang kita lihat, namun juga pendapat mengenainya.7 Emosi kita mempunyai pikirannya sendiri, pikiran yang dapat mempunyai pandangan tersendiri tanpa dipengaruhi pikiran rasional.
(hlm.27)
“Hipokampus itu penting untuk mengenali bahwa suatu wajah adalah wajah sepupu Anda. Tetapi amigdala-lah yang mengingatkan bahwa sebetulnya Anda tidak menyukainya.”
(hlm.29)
LeDoux meninjau peran amigdala dalam masa kanak-kanak untuk mendukung apa yang telah lama menjadi prinsip dasar pemikiran psikoanalisis: bahwa interaksi-interaksi tahun-tahun awal dalam kehidupan menjadi dasar serangkaian pemelajaran emosi berdasarkan kebiasaan dan gangguan yang ada dalam hubungan antara bayi dan pengasuhnya.9
Barangkali kita mempunyai perasaan kacau balau tersebut, tetapi tidak memiliki kata-kata bagi ingatan yang membentuknya.
(hlm.34)
Sakelar utama untuk mematikan emosi tertekan tampaknya adalah lobus prefrontal kiri.
(hlm.36)
Ilmuwan-ilmuwan saraf menggunakan istilah “ingatan kerja” untuk menyebut kemampuan atensi yang menyimpan fakta-fakta penting dalam pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan atau persoalan, entah dalam bentuk ciri-ciri ideal yang dicari seseorang pada sebuah rumah ketika sedang meninjau beberapa rumah, atau unsur-unsur pemecahan masalah dalam suatu tes.
(hlm.38)
Biasanya sifat saling melengkapi antara sistem limbik dan neokorteks, amigdala dan lobus-lobus prefrontal, berarti masing-masing adalah pasangan penuh dalam kehidupan mental. Apabila pasangan-pasangan ini berinteraksi dengan baik, kecerdasan emosional akan bertambah—demikian juga kemampuan intelektual.
Kita bukan ingin menghapus emosi dan menggantikannya dengan akal, sebagaimana dikatakan Erasmus, melainkan menemukan keseimbangan cerdas antara keduanya.
(hlm.42)
BAGIAN DUA
CIRI-CIRI
KECERDASAN
EMOSIONAL
3
KAPAN YANG PINTAR ITU BODOH
Masalahnya adalah, bagaimana mungkin seseorang yang jelas-jelas cerdas melakukan sesuatu yang sedemikian tak rasional—sesuatu yang betul-betul bodoh? Jawabannya: Kecerdasan akademis sedikit saja kaitannya dengan kehidupan emosional.
Setinggi-tingginya, IQ menyumbang kira-kira 20% bagi faktor-faktor yang menentukan sukses dalam hidup, jadi yang 80% diisi oleh kekuatan-kekuatan lain. Seorang pengamat menyatakan, “Status akhir seseorang dalam masyarakat pada umumnya ditentukan oleh faktor-faktor bukan IQ, melainkan boleh kelas sosial hingga nasib kita.”
(hlm.46)
Banyak bukti memperlihatkan bahwa orang yang secara emosional cakap—yang mengetahui dan menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, dan yang mampu membaca dan menghadapi perasaan orang lain dengan efektif—memiliki keuntungan dalam setiap bidang kehidupan, entah itu dalam hubungan asmara dan persahabatan atau dalam menangkap aturan-aturan tak tertulis yang menentukan keberhasilan dalam politik organisasi.
(hlm.47)
Ketelitian Judy menunjukkan bahwa ia memahami peta pergaulan yang sempurna tentang kelasnya, suatu tingkat kecermatan yang luar biasa bagi seorang anak berusia empat tahun. Ini adalah keterampilan yang, dalam kehidupannya di masa datang, barangkali memungkinkan Judy tumbuh menjadi bintang dalam setiap bidang yang menitikberatkan pada “kecakapan bergaul”, mulai dari penjualan dan manajemen hingga diplomasi.
Bahwa kecermerlangan sosial Judy ditemukan, apalagi pada tahap amat dini, adalah karena anak itu menjadi murid Taman Kanak-kanak Eliot Pearson di kampus Tufts University yang mengembangkan Project Spectrum, suatu kurikulum yang secara sengaja berupaya mengembangkan berbagai macam kecerdasan.
(hlm.48)
Kita harus mengurangi waktu kita untuk mengerutkan kepandaian anak dan lebih banyak meluangkan waktu untuk menolong mereka menemukan bakat dan kecakapan alamiah mereka dan memupuknya.
Buku Gardner yang diterbitkan tahun 1983, Frames of Mind, yang amat berpengaruh merupakan manifestasi penolakan akan pandangan IQ tadi.
(hlm.49)
Kata kunci dalam pandangan terhadap kecerdasan ini adalah majemuk (multiple) : model Gardner jauh melampaui konsep baku IQ sebagai faktor tunggal yang tak dapat diotak-atik.
Kecerdasan antarpribadi, misalnya, dipecah-pecah menjadi empat kemampuan tersendiri: kepemimpinan, kemampuan menyelesaikan konflik, dan keterampilan semacam analisis sosial yang dimiliki secara luar biasa oleh Judy yang berusia empat tahun itu.
(hlm.52)
Selama dasawarsa pertengahan abad ini, psikologi di kalangan akademis dikuasai oleh ahli-ahli perilaku yang dimotori oleh B.F. Skinner, yang merasa bahwa hanya perilakulah yang dapat ditinjau secara objektif, dari titik pandang luar, yang dapat dikaji dengan ketelitian ilmiah. Ahli-ahli perilaku ini menyatakan bahwa semua kehidupan batin, termasuk emosi, berada di luar batas-batas ilmu.
(hlm.53)
Karena tidak memiliki cita rasa liris yang dibawa oleh perasaan, Data dapat memainkan musik atau menulis pusisi dengan kehebatan teknis, tetapi tidak merasakan getara perasaan.
(hlm.54)
Dan, sehari-hari, tak ada kecerdasan yang lebih penting daripada kecerdasan antarpribadi. Apabila Anda tidak memilikinya, Anda akan memilih hal-hal yang keliru mengenai siapa yang akan Anda nikahi, pekerjaan yang akan Anda ambil, dan seterusnya. Kita harus melatih anak-anak untuk mengembangkan kecerdasan pribadi di sekolah.
(hlm.56)
- Mengenali emosi diri
- Mengelola emosi
- Memotivasi diri sendiri
- Mengenali emosi orang lain
(hlm.57)
- Membina hubungan
(hlm.58)
Berbeda dengan tes-tes untuk IQ yang sudah dikenal, sampai sekarang belum ada tes tertulis tunggal yang menghasilkan “nilai kecerdasan emosional” dan barangkali tak pernah akan ada tes semacam itu.
(hlm.62)
4
KENALI DIRI ANDA
Bila kita berkata “Jangan!“ pada seorang anak yang begitu marah sehingga ia memukul teman mainnya, barangkali kita dapat menghentikan pemukulan itu, tatapi amarahnya tidak seketika lenyap.
(hlm.63)
Menurut Mayer, orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka:6
- Sadar diri
- Tenggelam dalam permasalahan
- Pasrah
(hlm.65)
Diener menemukan bahwa kaum wanita pada umumnya lebih kuat merasakan emosi positif dan negatif daripada kaum pria.
(hlm.70)
Antonio Damasio, ahli neurologi yang dikunjungi Elliot, terkejut karena ada salah satu unsur yang hilang dari repertoar mental Elliot: meskipun tidak ada yang salah pada logika, ingatan, perhatian, atau kemampuan kognitif lainnya, Elliot praktis tidak mengetahui apa perasaannya atas hal-hal yang terjadi pada dirinya.
Pola pikir Elliot berubah menjadi seperti komputer, yaitu mampu membuat setiap langkah menurut kalkulasi keputusan, tetapi tidak sanggup menetapkan nilai bagi berbagai keungkinan. Setiap pilihan bersifat mental.
Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus ketidakmampuan Elliot untuk mengambil keputusan adalah pentingnya peran perasaan sebagai pedoman dalam menempuh arus keputusan-kepeutusan pribadi yang terus-menerus dilakukan dalam hehidupan.
(hlm.72)
MEMAHAMI ALAM BAWAH SADAR
Sebagian besar kehidupan emosional berada dalam awal bawah sadar; perasaan-perasaan yang bergejolak dalam diri kita tidaklah senantiasa melintasi ambang kesadaran.
(hlm.73)
Ambillah contoh seseorang yang kesal karena pagi-pagi sudah bertengkar hebat, dan kemudian merasa jengkel selama berjam-jam sesudahnya, mengangap orang-orang mengejeknya walaupun sebenarnya tidak, dan mebentak-bentak semua orang tanpa alasan yang jelas.
(hlm.74)
5
BUDAK NAFSU
Pengusaaan diri, yaitu kemampuan untuk menghadapi badai emosional yang dibawa oleh Sang Nasib, dan bukannya menjadi “budak nafsu”, telah dijunjung tinggi sejak zaman Plato. Kata Yunani kuno untuk kemampuan ini ada sophrosyne, “hati-hati dan cerdas dalam mengatur kehidupan; keseimbangan dan kebijaksanaan yang terkendali”, sebagaimana diterjemahkan oleh Page DuBois, seorang pakar Bahasa Yunani.
(hlm.76)
Bagaimanapun, mengatur emosi sama dengan bekerja full time; sebagian besar dari apa yang kita kerjakan—terutama pada waktu luang adalah berupaya mengatur suasana hati.
Seni menghibur diri sendiri merupakan keterampilan hidup yang mendasar, beberapa pemikir psikoanalitis, seperti John Bowlby dan D.W. Winnicott, menganggapnya sebagai salah satu alat kejiwaan yang paling penting.
(hlm.78)
ANATOMI AMARAH
Bandingkanlah rangkaian amarah tadi dengan pola pemikiran yang lebih bersimpati terhadap si pengemudi yang menyalip Anda: “Barangkali ia tidak melihatku, atau boleh jadi ia punya alasan kuat mengapa mengemudi begitu ngawur, siapa tahu ada keadaan darurat medis.” Alur kemungkinan tersebut akan melunakkan amarah menjadi rasa kasihan, atau sekurang-kurangnya membuat pikiran jadi terbuka, sehingga menggagalkan timbulnya amarah.
Benjamin Franklin dapat me- rumuskannya dengan bagus: “Amarah itu tak pernah tanpa alasan, tetapi jarang yang alasannya benar.”
(hlm.80)
“Gelombang” Amarah
Zillman menemukan bahwa pemicu amarah yang universal adalah perasaan terancam bahaya.
(hlm.81)
Berbagai macam jenis stres menciptakan rangsangan adrenokorteks, memperendah ambang batas apa-apa yang merangsang amarah. Oleh karena itu, seseorang yang pulang kerja dalam keadaan capek amat mudah terpancing amarahnya oleh hal-hal sepele—misalnya, anak-anak terlampau ribut atau belum mandi—yang dalam keadaan-keadaan lain tidak akan cukup kuat untuk memicu pembajakan emosi.
(hlm.84)
Obat Perada Amarah
Zillmann menemukan bahwa informasi tersebut berfungsi dengan baik pada tahap-tahap amarah yang biasa-biasa; pada amarah yang sudah mencapai titik puncak, informasi tersebut tidak membuat keadaan jadi berbeda karena telah terjadi apa yang disebut- nya “kelumpuhan kognitif”—dengan kata lain, orang tidak mampu lagi berpikir jernih.
(hlm.90)
MENGATASI KECEMASAN: APA, AKU KHAWATIR?
Penderita insomnia adalah tukang khawatir kronis, dan tak henti-hentinya khawa- tir meskipun mereka sangat mengantuk. Salah satu cara yang berhasil untuk menolong mereka agar tertidur adalah menjauhkan mereka dari pikiran-pikiran yang mencemaskan, memusatkan perhatian pada perasaan-perasaan hasil metode relaksasi. Pendek kata, kekhawatiran dapat dihentikan dengan mengalihkan perhatian.
(hlm.99)
Penghilang Kesedihan
Menangis, menurut salah satu teori, merupakan cara alamiah untuk menurunkan kadar senyawa kimia otak yang memicu kesedihan. Namun, selain dapat melenyapkan kabut kesedihan, menangis juga membuat orang terobsesi akan alasan kesedihannya. Gagasan “menangis itu baik” justru menyesatkan: tangisan yang mengiringi lamunan akan menciptakan kemeranaan yang berkepanjangan.
(hlm.106)
6
KECAKAPAN UTAMA
Yang paling mengejutkan saya akan momen menakutkan itu adalah betapa otak saya jadi “macet”.
(hlm.107)
Sekarang saya memahami bahwa siksaan saya itu boleh jadi merupakan saksi kekuatan otak emosional untuk mengalahkan, bahkan melumpuhkan, otak nalar.
Bila emosi mengalahkan konsentrasi, yang dilumpuhkan adalah kemampuan mental yang oleh ilmuwan kognitif disebut “ingatan kerja”, yaitu kemampuan untuk menyimpan dalam benak semua iformasi yang relevan dengan tugas yang sedang dihadapi.
(hlm.108)
Studi-studi terhadap para atlet Olimpiade, musikus kelas dunia, dan para grand master catur menunjukkan adanya ciri yang serupa pada mereka, yaitu kemampuan memotivasi diri untuk tak henti-hentinya berlatih secara rutin.4
Memulai lebih dini memberikan keuntungan seumur hidup: para murid paling cerdas di kelas biola pada akademi musik terbaik di Berlin—pada usia awal dua puluhan-telah menghabiskan sepuluh ribu jam latihan, sementara murid-murid di ba- wahnya rata-rata menghabiskan 7.500 jam.
Tampaknya yang membuat mereka amat istimewa di tengah persaingan keras dibandingkan orang-orang lain yang berkemampuan kurang lebih sama adalah tingkat ketahanan, yang dimulai pada awal hidup mereka, untuk mampu menempuh latihan rutin yang berat selama bertahun-tahun. Ketekunan itu, terutama, bergantung pada sifat emosional—antusiasme serta kegigihan menghadapi tantangan..
(hlm.109)
Namun, pada bidang profesi utama, seperti hukum dan kedokteran-yang akhir-akhir ini banyak diserbu oleh orang-orang Asia-Amerika itu—sebagai suatu golongan, IQ mereka seolah-olah jauh lebih tinggi, setara dengan IQ 110 bagi orang Amerika keturunan Jepang dan 120 bagi keturunan Cina.6
Sanford Dorenbusch, seorang ahli sosiologi dari Stanford University yang mengamati lebih dari 10.000 murid sekolah menengah atas, menemukan bahwa orang-orang Asia-Amerika menghabiskan waktu 40% lebih banyak untuk melakukan pekerjaan rumah daripada murid-murid lainnya. “Bila sebagian besar orangtua Amerika rela menerima kelemahan anak dan memperkuat kelebihan-kelebihannya; orang-orang Asia mempunyai sikap yang berbeda. Bila Anda belum berhasil, Anda harus belajar sampai larut malam, dan apabila Anda belum berhasil juga, Anda harus bangun dan belajar pagi-pagi benar. Mereka yakin siapa pun dapat berhasil di sekolah asalkan berusaha keras.” Pendek kata, etos kerja yang bersifat tradisi yang telah mengakar diterjemahkan menjadi motivasi yang lebih Suek tinggi, semangat, dan ketekunan-suatu keunggulan emosional.
(hlm.110)
KENDALI DORONGAN HATI: TES MARSHMALLOW
Bayangkanlah Anda seorang anak usia empat tahun dan seseorang mengajukan usul berikut: apabila Anda mau menunggu sampai orang itu menyelesaikan tugasnya, Anda akan diberi dua bungkus marshmallow sebagai hadiah. Apabila Anda tidak mau menunggu, Anda hanya diberi sebungkus—tetapi Anda dapat memperolehnya saat itu juga. Ini tentunya tantangan menggiurkan bagi setiap anak umur empat tahun, sebuah mikrokosmos perjuangan abadi antara dorongan hati dan pengekangan diri, id dan ego, hasrat dan kendali diri, pemuasan dan penundaan.
Barangkali tidak ada keterampilan psikologis yang lebih penting selain melawan dorongan hati. Ini merupakan akar segala kendali diri emosinal, sebab semua emosi, sesuai dengan sifatnya, membawa pada salah satu dorongan hati untuk bertindak. Akar makna kata emosi, ingat, adalah “bergerak”. Kemampuan untuk menahan dorongan untuk bertindak itu, untuk memadamkan gerakan yang baru saja terpancing itu, pada tingkat fungsi otak sangat mungkin diterjemahkan menjadi hambatan sinyal- sinyal limbik untuk menuju korteks motor, meskipun penafsiran sema- cam itu tetap tinggal dugaan sampai sekarang.
(hlm.111)
Anak- anak yang mampu menahan godaan pada umur empat tahun merupakan remaja yang secara sosial lebih cakap: secara pribadi lebih efektif, lebih tegas, dan lebih mampu menghadapi kekecewaan hidup. Mereka tidak mudah hancur, menyerah, atau surut di bawah beban stres, atau bingung serta kalang kabut bila tertekan; mereka mencari dan siap menghadapi tantangan, bukannya menyerah sekalipun harus menemui berbagai kesulitan; mereka percaya diri dan yakin akan kemampuan mereka, dapat dipercaya dan diandalkan; dan sering mengambil inisiatif serta terjun langsung menangani proyek. Dan, lebih dari sepuluh tahun kemudian, mereka tetap mampu menunda pemuasan demi mengejar tujuan.
(hlm.112)
Kemampuan menunda dorongan hati merupakan akar segala macam upaya, mulai dari mempertahankan diet hingga mengejar gelar sarjana.
(hlm.113)
“Penundaan pemuasan yang dipaksakan kepada diri sendiri demi suatu sasaran”, barangkali merupakan inti pengaturan-diri emosional: kemampuan untuk melawan dorongan demi tercapainya sasaran, baik itu membangun suatu bisnis, menyelesaikan persamaan aljabar, maupun mengejar gelar juara liga sepak bola.
(hlm.115)
Sumber daya mental yang difokuskan pada satu tugas kognitif—yaitu kekhawatiran—hanya akan mengurangi sumber-sumber daya yang tersedia untuk memproses informasi lain.
Bacaan klasik dalam psikologi melukiskan hubungan antara kecemasan dan kinerja, termasuk mental, dalam model huruf U terbalik.
(hlm.116)
Manfaat intelektual dari tertawa lepas amat menakjubkan bila digunakan untuk membantu memecahkan permasalahan yang menuntut solusi yang kreatif. Salah satu studi menemukan bahwa orang yang baru saja menonton video lucu di televisi menjadi lebih kreatif menyelesaikan teka-teki yang sudah lama digunakan oleh para psikolog dalam tes berpikir kreatif.18
(hlm.118)
KOTAK PANDORA DAN POLLYANNA:
KEKUATAN BERPIKIR POSITIF
Ia menemukan bahwa harapan merupakan harapan merupakan alat yang lebih baik untuk memprediksi nilai-nilai semester pertama ketimbang nilai SAT, suatu tes yang konon mampu meramalkan bagaimana keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi (dan sangat erat kaitannya dengan IQ).
Kisah mengenai harapan ini juga diceritakan dalam legenda terkenal mengenai Pandora. Pandora, seorang putri bangsawan di zaman Yunani Kuno, diberi hadiah berupa kotak misterius oleh para dewa yang iri akan kecantikannya. la diberitahu bahwa ia dilarang membuka hadiah itu. Tetapi pada suatu hari, karena dikuasai oleh rasa ingin tahu dan tergoda, Pandora mengangkat tutup kotak itu untuk mengintip ke dalamnya. Begitu kotak itu terbuka, lepaslah segala siksaan hebat-penyakit, keputus- asaan, penyakit gila ke dunia. Tetapi, seorang dewa yang penuh belas kasih menyuruhnya menutup kotak itu tepat pada waktunya untuk menangkap satu-satunya obat penawar yang membuat kesengsaraan hidup ini dapat ditanggulangi: harapan.
(hlm.120)
OPTIMISME : MOTIVATOR UTAMA
Optimisme, seperti harapan, berarti memiliki pengharapan yang kuat bahwa, secara umum, segala sesuatu dalam kehidupan akan beres, kendati ditimpa kemunduran dan frustrasi.
Sanggup ditolak tanpa merasa sakit hati merupakan hal esensial dalam segala bentuk penjualan, terutama untuk produk seperti asuransi, yang rasio antara “tidak” dan “ya”-nya amat mengecilkan hati.
(hlm.124)
Keadaan yang mereka lukiskan itu itu disebut flow—hanyut—oleh Mihaly Csikszentmihalyi, ahli psikologi dari Uviversity of Chicago yang telah mengumpulkan kisah-kisah puncak kerja semacam itu selama penelitiannya yang memakan waktu dua puluh tahun.26
Mampu mencapai keadaan flow merupakan puncak kecerdasan emosional; flow barangkali puncak pemanfaatan emosi demi peforma dan pemebelajaran. Dalam flow, emosi tidak hanya ditampung dan disalurkan, tetapi juga bersifat mendukung, memberi tenaga, dan selaras dengan tugas yang sedang dihadapi.
(hlm.125)
Seorang dokter bedah, misalnya, mengenang sebuah operasi berat yang selama operasi itu ia sedang dalam keadaan flow; ketika rampung melakukan operasi, ia melihat beberapa serpihan benda di lantai ruang operasi dan bertanya apa yang telah terjadi. Ia terkejut ketika diberitahu bahwa sewaktu ia sedang sibuk mengoperasi, sebagian langit-langit runtuh—ia sama sekali tidak menyadarinya.
Ada beberapa cara untuk mencapai keadaan flow. Salah satunya adalah dengan sengaja memusatkan perhatian sepenuhnya pada tugas yang sedang dihadapi; keadaan konsentrasi tinggi merupakan inti flow.
(hlm.126)
“Tampakya orang berkonsentrasi paling baik apabila tuntutan yang ditunjukkan kepada mereka sedikit lebih besar daripada biasanya, dan mereka mampu memberi lebih daripada yang biasa. Apabila tuntutan terlampau ringan, orang menjadi bosan. Apabila tuntutan terlalu berat untuk ditangani, mereka cemas. Flow terjadi dalam zona amat tipis amat tipis antara kebosanan dan kecemasan.”28
(hlm.128)
PEMELAJARAN DAN FLOW
MODEL BARU DALAM PENDIDIKAN
Dalam suatu studi terhadap 200 seniman setelah 18 tahun mereka lulus dari sekolah seni, Csikzentmihalyi menemukan bahwa yang menjadi pelukis-pelukis serius adalah mereka yang semasa mahasiswa menikmati kebahagiaan melukis itu sendiri. Mereka yang termotivasi memasuki sekolah seni karena mengejar mimpi ketenaran dan kekayaan sebagian besar telah jauh melenceng dari seni setelah lulus.
(hlm.129)
Mereka yang berprestasi rendah menghabiskan sebagian besar jam-jam santai mereka dengan bergaul, bersenang-senang bersama teman dan keluarga.
Howard Gardner, ahli psikologi Harvard yang mengembangkan teori kecerdasan majemuk, menganggap flow, dan keadaan-keadaan positif yang mencirikannya, sebagai salah satu cara paling sehat untuk mengajar anak-anak, memberi motivasi mereka dari dalam diri bukannya dengan ancaman atau iming-iming.
(hlm.133)
7
AKAR EMPATI
Kemampuan berempati—yaitu kemampuan untuk mengetahui bagaimana perasaan orang lain—ikut berperan dalam pergulatan di arena kehidupan, mulai dari penjualan dan manajemen hingga asmara dan mendidik anak, dari belas kasih hingga tindakan politik.
Emosi jarang diungkapkan dengan kata-kata; emosi jauh lebih sering diungkapkan melalui isyarat.
(hlm.135)
BAGAIMANA EMPATI BERKEMBANG
Hasil-hasil studi tersebut menemukan bahwa akar empati dapat dilacak hingga masa bayi. Praktis mulai saat mereka lahir, bayi akan terganggu bila mendengar bayi lain menangis—repons yang oleh beberapa orang dianggap sebagai tanda-tanda awal empati.5
(hlm.138)
ANAK YANG TERSETALA BAIK
Bercinta barangkali merupakan tiruan yang paling mendekati dalam kehidupan orang dewasa atas penyetalaan kemesraan antara bayi dan ibu. Bercinta, tulis Stern, “melibatkan pengalaman merasakan keadaan subjektif orang lain: hasrat bersama, niat yang selaras, dan keadaan saling menguntungkan dari perangsangan yang berganti-ganti secara simultan”, yaitu pasangan yang bercinta saling menanggapi dalam kebersamaan yang menimbulkan perasaan adanya hubungan mendalam tanpa disadari. Bercinta, dalam bentuk paling buruk, tidak mengandung kebersamaan emosional apa pun.
(hlm.140)
KERUGIAN SALAH SETALA
Kerugian emosional seumur hidup akibat tiadanya penyetalaan pada masa kanak-kanak dapat berakibat parah—dan bukan sekadar bagi anak tersebut. Suatu studi terhadap para penjahat yang melakukan tindak kejahatan paling keji dan paling brutal menemukan bahwa satu-satunya ciri kehidupan kanak-kanak mereka yang membedakan mereka dari pen- jahat-penjahat lain adalah mereka hidup dari satu panti asuhan ke panti asuhan lain-riwayat hidup yang menyiratkan adanya penyia-nyiaan emosi dan kecilnya peluang mengalami proses penyetalaan.10
(hlm.142)
NEUROLOGI EMPATI
Berarti, tampaknya sejak awal otak dirancang untuk menangani ungkapan emosi tertentu—artinya, empati merupakaan fakta biologis.
(hlm.144)
Hanya apabila tubuh mereka seirama terdapat empati.
EMPATI DAN ETIKA : AKAR ALTRUISME
Sikap berempati adalah terus menerus terlibat dalam pertimbangan-pertimbangan moral, sebab dilema moral melibatkan calon korban: haruskah Anda berbohong untuk menjaga perasaan sahabat?
(hlm.146)
HIDUP TANPA EMPATI:
PIKIRAN PEMERKOSA, MORAL SOSIOPAT
Suatu cacat psikologis yang pada umumnya ditemukan pada pemerkosa, pedofil, dan banyak pelaku tindak kejahatan rumah tangga: mereka tidak mampu berempati.
(hlm.155)
8
SENI SOSIAL
Mampu menangani emosi orang lain merupakan inti seni memelihara hubungan.
(hlm.156)
TUNJUKKANLAH EMOSI
Salah satu kunci kecakapan sosial adalah seberapa baik atau buruk seseorang mengungkapkan perasaannya sendiri.
(hlm.158)
KETERAMPILAN MENGUNGKAPKAN EKSPRESI
DAN PENULARAN EMOSI
Daya yang diperlihatkan oleh ketenangan sekaligus keberanian para biarawan untuk mendamaikan para prajurit dalam pertempuran yang sedang panas-panasnya menjelaskan prinsip dasar kehidupan soail: emosi itu menular.
(hlm.160)
Bila dua orang melakukan interaksi, arah perpindahan suasana hati adalah dari orang yang lebih kuat dalam mengungkapkan perasaannya menuju ke orang yang lebih pasif.
(hlm.161)
DASAR-DASAR KECERDASAN SOSIAL
Pertanda kecil ini melukiskan suatu bakat untuk menjalin hubungan, suatu keterampilan emosional yang sangat penting untuk membina hubungan yang erat, entah dalam perkawinan, persahabatan, atau rekan usaha.
- Mengorganisir kelompok—
- Merundingkan pemecahan—
- Hubungan pribadi—
(hlm.164)
- Analisis sosial—
(hlm.167)
TERBENTUKNYA KETIDAKMAMPUAN SOSIAL
Kecanggungan Cecil, katanya kepada terapisnya, berasal dari masa kanak-kanak; sepanjang hidupnya ia hanya merasa nyaman secara sosial bila ia ditemani kakak laki-lakinya, yang entah bagaimana menolong membuat segala sesuatunnya menjadi mudah baginya. Tetapi, begitu ia meninggalkan rumah, ketidakcakapannya itu sangat terasa; secara sosial ia lumpuh.
(hlm.168)
Para ahli psikologi memberi istilah disemia (dari kata Yunani dys yang berarti “sulit” dan semes yang berarti “isyarat”) untuk ketidakmampuan belajar dalam wilayah pesan nonverbal; kurang lebih satu dari sepuluh anak memiliki satu atau lebih masalah dalam wilayah ini.
(hlm.170)
“KAMI MEMBENCIMU”: DI AMBANG BATAS
Ketidakcakapan sosial barangkali paling menyakitkan dan paling memberatkan apabila masalahnya menyangkut salah satu saat paling rawan dalam kehidupan seorang anak: berada di pinggir suatu kelompok yang sedang melakukan permainan yang ingin diikutinya.
(hlm.171)
Biasanya, pendatang baru sekadar melihat-lihat dulu sejenak, kemu- dian bergabung pelan-pelan pada awalnya, lalu menunjukkan keberada- annya dengan langkah yang amat hati-hati. Yang paling menentukan apa- kah seorang anak diterima atau tidak adalah kemampuannya memasuki kerangka acuan kelompok tersebut, meraba-raba jenis permainan apa yang sedang berlangsung, dan apa yang tidak berkenan bagi kelompok tersebut.
(hlm.173)
KECEMERLANGAN EMOSI : SEBUAH KASUS
“Aikido adalah seni mendamaikan. Siapa pun yang berpikiran untuk bertarung berarti telah memutuskan hubungan dengan alam. Apabila kau mencoba menguasai orang, kau sudah kalah. Kita belajar bagaimana menyelesaikan pertikaian, bukan bagaimana memulainya.”
(hlm.179)
BAGIAN TIGA
PENERAPAN
KECERDASAN
EMOSIONAL
9
MUSUH-MUSUH KEINTIMAN
Mencintai dan bekerja, kata Sigmund Freud kepada muridnya Erik Erikson, merupakan kemampuan kembar yang menandai matangnya kedewasaan.
Perkawinan pasangan yang baru menikah pada akhirnya berakhir dengan perceraian. Meskipun laju perceraian secara keseluruhan telah berhenti meningkat, risiko perceraian beralih ke mereka yang baru menikah.
(hlm.180)
Barangkali terobosan terbesar dalam pemahaman mengenai apa yang mempersatukan atau menghancurkan perkawinan adalah penggunaan pengukuran fisiologis yang canggih, yang memungkinkan dilakukannya pelacakan nuansa-nuansa emosi dari-saat-ke-saat hubungan suatu pasangan.
(hlm.181)
PERKAWINAN PRIA DAN PERKAWINAN WANITA:
AKAR MASA KANAK-KANAK
Dinding-dinding penghalang antar keduanya diperkuat bukan hanya oleh permainan yang lebih disukai oleh masing-masing jenis, namun juga oleh takutnya anak-anak kecil kalau diejek mempunyai “pacar”.
(hlm.182)
Pada umur sepuluh tahun, persentase jumlah anak perempuan dan anak laki-laki yang secara lahiriah agresif—terdorong melakukan konfrontasi terbuka kalau marah—kurang lebih sama. Tetapi, pada umur tiga belas tahun, muncul perbedaan mencolok antara kedua jenis kelamin ini: anak perempuan menjadi lebih pintar daripada anak laki-laki dalam taktik-taktik agresif yang licik, seperti pengucilan, desas-desus jahat, dan balas dendam secara tidak langsung.
(hlm.183)
Bila anak perempuan bermain bersama-sama, mereka melakukannya dalam kelompok-kelompok kecil yang rukun, dengan penekanan pada minimalisasi permusuhan dan maksimalisasi kerja sama, sementara anak laki-laki cenderung membuat kelompok-kelompok yang lebih besar, dengan tekanan pada perasaan saling bersaing.
Oleh karena itu, laki-laki terancam bila ada apa-apa yang dapat menantang kemadiriannya, sementara perempuan lebih terancam oleh terputusnya hubungan yang mereka bina.
(hlm.185)
Sikap tidak acuh di pihak para suami barangkali sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa, bila memang demikian, kaum pria sedikit bersi- kap serba optimis tentang kondisi perkawinannya, sedangkan kaum istri peka akan adanya titik-titik yang bermasalah: dalam salah satu studi terhadap perkawinan ditemukan bahwa kaum pria mempunyai pandangan yang lebih bersemangat daripada istrinya pada hampir semua hal dalam hubungan mereka—bercinta, keuangan, hubungan dengan ipar, seberapa baik mereka saling mendengarkan, seberapa jauh kekurangan mereka mengganggu.
(hlm.187)
GARIS-GARIS KERETAKAN PERKAWINAN
Isyarat-bahaya awal bahwa suatu perkawinan berada dalam titik kritis, menurut Gottman, adalah kritik tajam. Dalam sebuah perkawinan yang sehat, suami atau istri merasa bebas menyuarakan keluhannya. Tetapi, amat sering di tengah-tengah amarah terlontar keluhan yang bersifat destruktif, berwujud serangan terhadap karakter pasangannya.
(hlm.188)
Keluhan Pamela bukan sekadar ungkapan kekesalan: keluhannya merupakan penyerangan terhadap karakter, kritik terhadap kepribadian, bukan terhadap perbuatan.
(hlm.200)
PERTENGKARAN YANG BAIK
Yang jelas-jelas tidak ditemukan pada pasangan-pasangan yang pada akhirnya bercerai adalah upaya salah satu pasangan untuk meredakan ketegangan dalam pertengkaran itu.
(hlm.207)
Berlatih
Pendek kata, obat penawar terhadap hancurnya perkawinan itu adalah perbaikan pendidika dalam kecerdasan emosional.
(hlm.209)
10
MANAJEMAN
BERLANDASKAN PERASAAN
Kerja kelompok, jalur komunikasi yang terbuka, kerja sama, saling mendengarkan, dan mengutarakan pendapat dengan jujur—dasar-dasar kecerdasan sosial—sekarang ditekankan dalam pelatihan pilot, di samping keterampilan teknis.
(hlm.210)
Tetapi, hierarki yang kaku itu mula runtuh dalam tahun 1980-an di bawah tekanan ganda, yaitu globalisasi dan teknologi informasi.
(hlm.215)
Kritik yang Bijaksana
“Kesulitan utama pada tahap ini adalah recanamu membutuhkan waktu lama serta memperbesar biaya. Aku ingin kau mengolah lebih lanjut usulan itu, terutama spesifikasi rancangan untuk pengembangan perangkat lunak, untuk meninjau apakah kau dapat mencari jalan keluar agar pekerjaan yang sama bisa rampung lebih cepat.”
(hlm.216)
Harry Levinson, seorang psikoanalis yang menjadi konsultan perusahaan, memberi nasihat berikut tentang seni menyampaikan kritik, yang secara rumit dapat terjalin dengan seni memuji
- Langsung pada sasaran.
(hlm.217)
- Tawarkan suatu solusi
- Lakukan secara tatap muka
- Peka
(hlm.221)
Akar Prasangka
Sekarang, sebagai peneliti tentang konflik etnis, Volkan menunjuk kenangan masa kanak-kanak semacam itu untuk memperlihatkan bagaimana kebencian antarkelompok terus dipelihara selama bertahun-tahun, ketika generasi-generasi yang lebih muda dicekoki dengan prasangka-prasangka bersifat memusuhi semacam itu. Tingginya tingkat loyalitas secara psikologis terhadap kelompok da- pat merupakan antipati terhadap kelompok lain, terutama apabila ada riwayat panjang permusuhan antarkelompok tersebut.
Orang lebih mudah mengingat contoh-contoh yang mendukung stereotip dan cenderung meremehkan contoh-contoh yang menentangnya.
(hlm.223)
Dalam usaha ini, orang-orang yang memegang posisi kekuasaan memainkan peran penting kegagalan mereka menghukum tindakan berprasangka “mengirimkan” pesan tak terucapkan bahwa perbuatan semacan itu boleh-boleh saja.
(hlm.225)
KETANGKASAN ORGANISASI DAN IQ KELOMPOK
Di penghujung abad ini, sepertiga angkatan kerja Amerika akan diisi oleh “pekerja pintar”, orang yang produktivitasnya ditandai dengan bertambahnya nilai pada informasi—entah sebagai analis pasar, pengarang, atau pemrogram komputer.
(hlm.226)
Barangkali bentuk paling dasar dari kerja kelompok suatu organisasi adalah rapat, bagian tak terelakkan dari nasib seorang eksekutif—di ruang direksi, di telekonferensi, di kantor seseorang. Rapat—bertemunya orang-orang di ruangan yang sama—adalah contoh yang paling nyata dan sedikit agak kuno dari makna dari makna pembagian tugas.
(hlm.227)
Faktor tunggal yang paling penting untuk memaksimalkan keunggulan hasil usaha suatu kelompok adalah kadar yang dapat dicapai anggotanya untuk mampu menciptakan keadaan selaras internal, keadaan yang membuat kelompok dapat memanfaatkan bakat anggota-anggotanya secara maksimal.
(hlm.228)
Perhatikan sebuah studi terhadap orang-orang berotak cemerlang di Bell Labs, pusat penelitian ilmiah tersohor di dunia yang terletak dekar Princeton. Laboratorium tersebut diisi oleh insinyur-insinyur dan ilmu- wan-ilmuwan yang memiliki skor IQ akademis yang amat tinggi. Tetapi, di antara kelompok orang-orang pintar ini, beberapa lebih “bersinar” di- bandingkan yang lain yang memiliki hasil kerja tergolong rata-rata. Yang membedakan para bintang itu dari rekan-rekan mereka bukanlah IQ akademis, melainkan IQ emosional. Mereka lebih mampu memotivasi diri sendiri dan lebih cakap menjalankan jaringan informal mereka menjadi tim-tim sementara.
(hlm.229)
“Ketika kemampuan bawaan berkembang, bakat akademis bukanlah peramal produktivitas kerja yang baik,” tidak juga IQ.
Tetapi, setelah wawancara-wawancara mendetail, perbedaan penting tersebut muncul dalam strategi-strategi internal dan antarpribadi yang digunakan oleh para bintang tadi untuk menjalankan pekerjaan. Salah satu strategi terpenting ternyata memiliki hubungan dengan jaringan orang-orang di posisi kunci.
(hlm.230)
Orang-orang yang menonjol dalam suatu organisasi sering kali adalah orang-orang yang mempunyai hubungan-hubungan yang erat di semua jaringan, entah itu jaringan komunikasi, keahlian, atau kepercayaan.
(hlm.233)
11
PIKIRAN DAN PENGOBATAN
Di dunia orang sakit, emosilah yang menjadi raja; pikiran kita disibukkan oleh rasa takut.
Bagi pasien, setiap perjumpaan dengan perawat atau dokter berarti adanya peluang untuk memperoleh informasi yang menenangkan, rasa nyaman, dan pelipur lara—atau, apabila salah penanganan, berarti undangan untuk berputus asa.
(hlm.234)
Tetapi, melihat da dari beratus-ratus kasus, terdapat peningkatan manfaat medis secara rata. rata yang menandakan bahwa intervensi emosional layak dijadikan bagian dari standar perawatan medis untuk penyakit-penyakit berat.
Menurut sejarahnya, ilmu kedokteran dalam masyarakat modem mendefinisikan misinya dengan tujuan menyembuhkan penyakit—gangguan medis—dan mengabaikan keadaan sakit—apa-apa yang dialami si pasien karena penyakitnya.
(hlm.235)
PIKIRAN TUBUH: BAGAIMANA
EMOSI MEMPENGARUHI KESEHATAN
Robert Ader, seorang ahli psikologi, menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh, seperti halnya otak, mampu belajar.
(hlm.236)
Hingga saat Ader mengumumkan penemuannya yang mengejutkan itu, setiap ahli anatomi, dokter, dan ahli biologi yakin bahwa otak (bersama dengan perpanjangannya di seluruh tubuh melalui sistem saraf pusat) dan sistem kekebalan adalah satuan yang terpisah, satu sama lain tidak saling memengaruhi.
(hlm.238)
EMOSI BERACUN: DATA KLINIS
“Setiap ahli bedah mengetahui bahwa orang yang sangat takut, hasil operasinya akan kacau. Ia mengalami pendarahan hebat, lebih mudah terkena infeksi dan komplikasi. Dan, memakan waktu lama untuk sembuh. Jauh lebih baik apabila ia tenang.”
(hlm.240)
Mudah marah adalah alat prediksi terjadinya kematian pada usia muda yang lebih akurat daripada faktor-faktor risiko lain seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
(hlm.241)
Setiap serangan amarah menumpukkan stres tambahan bagi jantung dengan meningkatkan laju denyut jantung serta ekanan darah. Apabila ini berulang terus-menerus, hal tersebut akan bersifat merusak,” terutama karena golakan darah yang mengalir melalui arteri koroner bersama dengan detak jantung “dapat menimbulkan robekan-robekan mikro pada pembuluh tersebut, yang merupakan tempat tumbuhnya plak. Apabila jantung Anda berdenyut lebih cepat dan tekanan darah Anda lebih tinggi karena Anda biasa marah-marah, selama tiga puluh tahun hal tersebut barangkali menyebabkan timbunan plak menumpuk lebih cepat, dan dengan demikian menjurus pada penyakit arteri koroner.”11
Kaum pria yang termasuk golongan mudah terpancing amarahnya terbukti memiliki risiko meninggal karena serangan jantung lebih dari tiga kali lipat daripada kaum pria yang berperangai lebih tenang.
(hlm.245)
Setiap saat kita terpapar virus-virus semacam itu, tetapi biasanya sistem kekebalan kita mengalahkannya—kecuali bila kita sedang di bawah stres emosional yang menyebabkan gagalnya pertahanan tersebut.
(hlm.246)
Tiga atau empat hari setelah mengalami segudang peristiwa yang amat menjengkelkan, mereka sakit pilek atau terkena infeksi saluran pernapasan bagian atas.
(hlm.247)
Jadi, mudah dimengerti mengapa risiko kesehatan paling besar tampaknya condong ke orang-orang dengan pekerjaan yang banyak mengandung “tekanan”: yaitu yang menuntut kinerja tinggi namun kendali atas penyelesaian tugasnya amatlah lemah atau sama sekali tidak ada (kondisi tak menyenangkan yang menyebabkan pengemudi bus, misalnya, mengalami tingkat hipertensi yang tinggi). Contoh, dalam sebuah studi terhadap 569 pasien kanker kolorektal (komplikasi antara usus besar dan dubur) dan satu kelompok pembanding yang sesuai, pasien-pasien yang mengaku mengalami tekanan hebat di tempat kerja dalam sepuluh tahun terakhir memiliki kemungkinan terserang kanker lima setengah kali lipat dibandingkan orang-orang yang tidak mengalami ketegangan semacam itu dalam kehidupan.27
(hlm.248)
Kerugian Medis Akibat Depresi
Beberapa studi mengemukakan adanya efek depresi dalam banyak penyakit medis lainnya, terutama dalam memperburuk penyakit begitu penyakit itu terdeteksi.
(hlm.253)
Dengan Pertolongan Kecil dari Sahabat-sahabat: Nilai Medis Suatu Hubungan
Kekuatan isolasi sebagai faktor risiko kematian—dan daya sembuh dari ikatan sosial yang erat—dapat terlihat dalam studi terhadap seratus pasien yang menjalani transplantasi sumsum tulang.
(hlm.254)
Orang yang Anda lihat terus-menerus setiap hari tampaknya sangat penting bagi kesehatan Anda.
(hlm.255)
Daya Penyembuh Dukungan Emosional
Metodenya sangat sederhana: ia menyuruh orang menulis, selama lima belas hingga dua puluh menit setiap hari selama kurang lebih lima hari, tentang misalnya, “pengalaman paling traumatis dalam hidup Anda,” atau sejumlah kerisauan yang membebani mereka pada saat itu. Apa yang ditulis orang-orang itu dapat mereka simpan sendiri apabila mereka menghendakinya.
Efek akhir pengakuan ini menakjubkan: fungsi kekebalan meningkat, hari-hari kunjungan ke pusat kesehatan pada enam bulan berikutnya merosot secara signifikan, hari-hari tidak masuk kerja juga menurun, dan bahkan fungsi enzim hati pun membaik. Orang-orang yang tulisannya menunjukkan kerisauan yang paling hebat mengalami perbaikan paling besar dalam fungsi kekebalannya.
(hlm.258)
Misalnya dengan mengajarkan teknik-teknik relaksasi kepada pasien, menjawab pertanyaan-pertanyaan pasien jauh-jauh hari sebelum pembedahan, dan memberitahu mereka beberapa hari sebelum pembedahan apa yang akan mereka alami selama proses pemulihan. Hasilnya: pasien-pasien pulih dari pembedahan rata-rata lebih cepat dua hingga tiga hari.
(hlm.259)
Menjadi pasien rumah sakit dapat merupakan pengalaman yang mendatangkan perasaan kesepian dan tak berdaya. Tetapi, beberapa rumah sakit mulai merancang kamar-kamar inap yang memungkinkan anggota keluarga dapat tinggal bersama pasien, memasak dan merawat mereka seperti halnya yang dilakukan di rumah—suatu langkah maju yang, ironisnya, sudah jadi hal yang lumrah di negara-negara Dunia Ketiga.
(hlm.260)
MENUJU ILMU KEDOKTERAN YANG PEDULI
- Membantu orang-orang untuk pandai mengelola perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan—amarah, kecemasan, depresi, pesimisme, dan kesepian—sebagai suatu bentuk pencegahan penyakit.
(hlm.261)
- Banyak pasien memperoleh manfaat besar apabila kebutuhan psikologinya terpenuhi seiring dengan terpenuhi kebutuhan murni medisnya.
(hlm.266)
BAGIAN EMPAT
KESEMPATAN
EMAS
12
WADAH PENGGODOKAN KELUARGA
Kehidupan keluarga merupakan sekolah pertama kita untuk mempelajari emosi; dalam lingkungan yang akrab ini kita belajar bagaimana merasakan perasaan kita sendiri dan bagaimana orang lain menanggapi perasaan kita; bagaimana berpikir tentang perasaan ini dan pilihan-pilihan apa yang kita miliki untuk bereaksi; serta bagaimana membaca dan mengungkapkan harapan dan rasa takut.
Mempunyai orangtua yang cerdas secara emosional itu sendiri merupakan keuntungan yang sangat besar bagi seorang anak.
(hlm.267)
Tiga gaya mendidik anak yang secara emosional pada umumnya tidak efisien adalah:
- Sama sekali mengabaikan perasaan
(hlm.268)
- Terlalu membebaskan
- Menghina, tidak menunjukkan penghargaan terhadap perasaan anak.
(hlm.271)
HEART START
Kesempatan pertama untuk membentuk unsur-unsur kecerdasan emosional terletak pada tahun-tahun paling awal, meskipun kemampuan ini terus terbentuk sepanjang masa sekolah.
(hlm.272)
Kesiapan seorang anak untuk masuk sekolah bergantung pada hal yang paling dasar di antara semua pengetahuan, yaitu bagaimana belajar.
- Keyakinan.
- Rasa ingin tahu.
- Niat.
- Kendali diri.
- Keterkaitan.
- Kecakapan berkomunikasi.
(hlm.273)
- Kooperatif
(hlm.274)
Bayi yang pertama belajar bahwa orang itu dapat dipercaya untuk memperhatikan kebutuhannya dan diandalkan bantuannya, dan bahwa ia dapat bersikap efektif untuk memperoleh bantuan; bayi yang kedua menemukan bahwa sebetulnya tak ada orang yang peduli, bahwa orang lain tak dapat diandalkan, dan bahwa usaha-usahanya untuk memperoleh penghiburan akan menemui kegagalan.
(hlm.275)
Tiga atau empat tahun pertama dalam hidup merupakan periode ketika otak anak tersebut tumbuh hingga kurang lebih dua pertiga ukuran normal usia dewasa, dan berkembang kerumitannya dengan laju yang lebih cepat daripada yang pernah akan terjadi setelahnya.
(hlm.276)
BAGAIMANA MENGHASILKAN PEMBUAT ONAR
Studi-studi longitudinal (studi yang dilakukan selama bertahun-tahun).
Ada suatu petunjuk bagaimana agresivitas diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan mengesampingkan setiap kecenderungan bawaan, para pembuat onar itu, sebagai dewasa, bertindak dengan cara sedemikian rupa sehingga kehidupan rumah tangga mereka bagaikan sekolah kekerasan.
(hlm.277)
Pada model kekerasan ini, anak-anak dididik dengan pola yang membingungkan; bila suasana hati orangtua mereka sedang jelek, mereka akan dihukum berat; bila orangtua mereka sedang senang, mereka dapat lolos dari hukuman.
(hlm.281)
13
TRAUMA DAN PEMELAJARAN
ULANG EMOSI
Purdy adalah pagelaran ulang menyedihkan, yang dilakukan oleh beberapa anak yang lolos dari peristiwa malapetaka pada tanggal 17 Februari 1989 di Cleveland Elementary School, di Stockton, California. Di sekolah ini, saat anak-anak kelas satu, dua, dan tiga istirahat siang, Patrick Purdy—yang dua puluh tahun sebelumnya bersekolah di tempat ini—berdiri di pinggiran lapangan bermain dan memberondongkan peluru berukuran 7.22 mm ke arah ratusan anak yang sedang bermain. Selama tujuh menit Purdy menghamburkan peluru-peluru itu ke arah tempat bermain, kemudian mengambil sepucuk pistol dan menembak kepalanya sendiri. Ketika polisi tiba, mereka menemukan lima orang anak sekarat, 29 luka-luka.
(hlm.282)
Pada waktu itu, luka paling dalam Cleveland Elementary School bukanlah membekas di bangunanya, melainkan pada jiwa anak-anak serta guru-guru di situ, yang berusaha melanjutkan kegiatan seperti biasanya.1
(hlm.283)
Trauma itu adalah “masuknya ingatan akan tindak kekerasan yang menjadi fokus utama: pukulan akhir dengan kepala tangan, tusukan sebilah pisau, tembakan senapan. Ingatan merupakan pengalaman persepsi yang hebat—penampakan, bunyi, dan bau mesiu; jeritan atau diamnya korban secara tiba-tiba; muncratnya darah; dan sirene polisi.”
(hlm.284)
Tindak kekerasan jauh lebih berbahaya daripada bencana alam, korban, tindak kekerasan merasa bahwa mereka sengaja dipilih sebagai sasaran.
(hlm.285)
“Seandainya Anda pernah ‘merasakan’ Auschwitz dan Anda tidak mengalami mimpi buruk, Anda tidak normal.”
(hlm.287)
Ketidakberdayaan sebagai kartu as dalam memicu PTSD telah dibuktikan dalam banyak penelitian terhadap pasangan-pasangan tikus laboratorium.
(hlm.288)
Gejala-gejala utama rasa takut yang terpelajari semacam itu—termasuk jenis yang paling dahsyat yaitu PTSD—dapat dijelaskan dari perubahan-perubahan pada sirkuit limbik yang terpusat pada amigdala.
(hlm.290)
Sejumlah penelitian dengan hewan menemukan bahwa bila hewan-hewan tersebut terpapar stres ringan sewaktu masih muda, mereka menjadi jauh lebih rentan—dibandingkan dengan hewan-hewan yang tidak mendapat stres—terhadap perubahan otak yang dipicu oleh trauma di kemudian hari dalam hidup (menyiratkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengobati anak-anak penderita PTSD).
(hlm.293)
PENDIDIKAN ULANG OTAK EMOSIONAL
Sirkuit emosi dapat dididik ulang.
Salah satu cara yang tampaknya bisa membuat penyembuhan emosional ini berlangsung secara spontan—sekurang-kurangnya pada anak-anak—adalah melalui permainan-permainan seperti Purdy. Permainan ini, yang dimainkan berulang kali, membuat anak-anak menghayati kembali sebuah trauma dengan perasaan aman, trauma dianggap sebagai permainan. Ini memungkinkan dua jalur menuju penyembuhan: di satu pihak, ingatan tadi diulangi dalam konteks kecemasan tingkat rendah, sehingga menumpulkannya dan memungkinkan suatu rangkaian tanggapan nontraumatis diasosiasikan dengannya. Jalur lain menuju penyembuhan adalah bahwa, dalam benak mereka, anak-anak secara ajaib mampu memberikan akhir yang berbeda untuk tragedi tersebut: kadang-kadang dalam memainkan Purdy, anak-anak membunuhnya, sehingga mempertebal rasa penguasaan mereka atas saat traumatis yang membuat mereka tak berdaya itu.
(hlm.295)
Salah satu cara untuk memperoleh gambar yang melekat di amigdala adalah melalui seni, karena seni itu sendiri merupakan medium alam tak sadar. Otak emosional sangat selaras dengan makna-makna simbolis dan modus yang oleh Freud disebut “proses primer”: pesan metafora, dongeng, mitos, dan seni.
(hlm.296)
Herman melihat tiga tahap: mencapai perasaan aman, mengingat detail-detail trauma dan berduka atas kehilangan yang ditimbulkannya, dan yang terakhir menata ulang kehidupan agar normal kembali.
(hlm.300)
PSIKOTERAPI SEBAGAI PELAJARAN EMOSI
Kesengsaraan yang biasa dialami di masa kanak-kanak, seperti diabaikan bertahun-tahun dan kehilangan perhatian atau kasih sayang orangtua, merasa tersisih dan kehilangan, atau penolakan sosial mungkin tak pernah mencapai nada tinggi trauma, tetapi hal-hal tersebut pasti meninggalkan jejak di otak emosional, menciptakan distorsi—dan air mata serta amarah—dalam hubungan akrab di kemudian hari dalam kehidupan.
(hlm.303)
14
TEMPERAMEN BUKANLAH
SURATAN TAKDIR
Semua petunjuk emosional ini masuk ke dalam kategori temperamen, bisikan perasaan yang menandai sikap dasar kita.
(hlm.304)
Kagan beranggapan bahwa sekurang-kurangnya ada empat jenis temperamen—penakut, pemberani, periang, dan pemurung—dan masing-masing disebabkan oleh pola kegiatan otak yang berbeda-beda.
Dalam permainan bebas dengan anak lain, sejumlah anak sangat gembira dan spontan, bermain dengan anak lain tanpa sedikit pun ragu-ragu, tetapi sejumlah lain bingung dan ragu-ragu, mundur kembali, menempel pada ibu mereka, sambil diam mengamati anak lain bermain. Hampir empat tahun kemudian, ketika anak-anak yang sama ini berada di taman kanak-kanak, kelompok Kagan melakukan pengamatan lagi. Selama tahun-tahun di antaranya tak satu pun anak yang suka bergaul itu menjadi penakut, sementara dua pertiga dari anak-anak yang penakut masih tetap pendiam.
(hlm.312)
Sifat otak yang mudah sekali dibentuk pada masa kanak-kanak dapat membuat pengalaman-pengalaman selama masa tersebut mampu memengaruhi pengukiran jalur-jalur saraf secara permanen sepanjang hidup.
(hlm.313)
Dari pengamatan di rumah terhadap anak-anak yang dahulunya penakut, jelaslah bahwa orangtua, terutama ibu, memainkan peran penting dalam menentukan apakah anak yang berbakat penakut lama-kelamaan akan tumbuh menjadi lebih berani, atau tetap menarik diri dari hal-hal baru dan bingung menghadapi tantangan.
(hlm.314)
Mengapa ketegasan mengakibatkan berkurangnya rasa takut? Kagan menduga ada sesuatu yang dipelajari saat seorang bayi terus-menerus me- rangkak menuju benda yang terlihat menarik baginya (tetapi bagi ibunya benda yang berbahaya) disela dengan peringatan si ibu, “Jangan pegang!” Bayi itu tiba-tiba dipaksa menghadapi ketidakpastian ringan. Pengulangan tantangan ini beratus-ratus kali selama tahun-tahun pertama kehidupan memberi bayi tersebut latihan terus-menerus, dalam dosis-dosis kecil, untuk menghadapi hal yang tak terduga dalam kehidupan.
“Ibu-ibu yang melindungi bayi mereka yang amat reaktif dari rasa frustasi dan cemas, dengan harapan mendapatkan hasil yang baik, tampaknya akan memperkuat keraguan-keraguan si bayi dan menghasilkan akibat yang bertolak belakang.”8 Dengankata lain, strategi perlindungan itu menjadi senjata makan tuan karena menghilangkan kesempatan bagi anak-anak kecil yang ketakutan itu untuk belajar menenangkan diri menghadapi hal yang belum dikenalnya, dan dengan demikian mendapatkan sedikit penguasaan atas rasa takut mereka.
(hlm.316)
MASA KANAK-KANAK: SUATU KESEMPATAN EMAS
Otak itu terus membentuk dirinya seumur hidup, dengan pertumbuhan paling dahsyat terjadi selama masa kanak-kanak.
(hlm.317)
Bukti klasik pengaruh pengalaman terhadap pertumbuhan otak ditunjukkan oleh pemenang hadiah Nobel, Thorsten Wiesel dan Davis Hubei, keduanya ilmuwan saraf.10 Mereka memperlihatkan bahwa, pada kucing dan kera, selama beberapa bulan pertama kehidupan terdapat periode kritis bagi perkembangan sinaps yang membawa sinyal dari mata korteks visual, tempat sinyal itu ditafsirkan.
Pada manusia, periode kritis yang setara bagi penglihatan berlangsung selama enam tahun pertama dalam kehidupan.
(hlm.318)
Psikoterapi—dalam hal ini mempelajari kembali emosi secara sistematis—merupakan contoh bagaimana pengalaman mampu mengubah pola emosi dan sekaligus membentuk otak.
(hlm.319)
MASA-MASA PENTING
Di antara semua spesies, manusia membutuhkan waktu paling lama untuk mengembangkan otak menjadi benar-benar matang.
Kebiasaan pengelolaan emosi yang berulang ulang selama masa kanak-kanak dan masa remaja dengan sendirinya akan membantu mencetak jaringan sirkuit ini.
(hlm.325)
BAGIAN LIMA
KECAKAPAN
EMOSIONAL
15
KERUGIAN BUTA EMOSI
Peristiwa yang betul-betul mengerikan itu dapat dibaca sebagai pertanda amat dibutuhkannya pelajaran dalam menangani emosi, menyelesaikan pertengkaran secara damai, dan bergaul secara biasa. Para pendidik, yang biasanya mencemaskan nilai buruk anak-anak dalam bidang matematika dan membaca, mulai menyadari bahwa ada kekurangan lain yang lebih mencemaskan: buta emosi.
(hlm.327)
KEMEROSOTAN EMOSI
Statistik yang mengejutkan ini mirip burung kenari yang berfungsi sebagai penjaga dalam terowongan tambang batubara. Kematian burung itu menandai terlampau sedikitnya oksigen.
(hlm.329)
Ini bukan hanya fenomena Amerika melainkan fenomena global—persaingan di seluruh dunia untuk menutunkan upah pekerja menciptakan kekuatan ekonomi yang menekan keluarga.
(hlm.332)
MENJINAKKAN KEAGRESIFAN
Anak-anak semacam itu secara emosional rawan, dalam arti mereka memiliki ambang marah yang rendah, menjadi lebih sering kesal hati karena punya lebih banyak perkara; setelah marah, pikiran mereka menjadi keruh sehingga menganggap perbuatan baik sebagai tindak permusuhan dan kemudian menggunakan kebiasaan mereka yang telah sangat mengakar, yaitu menyerang.
(hlm.335)
Perbuatan antisosial anak-anak usia lima tahun bisa merupakan penanda awal tindakan seorang remaja yang jahat.
(hlm.336)
Salah satu keterampilan utama untuk mengedalikan amarah adalah memantau perasaan—menjadi peka akan perubahan pada tubuh mereka, seperti muka menjadi merah atau otot menegang, sewaktu mereka marah, dan mengartikan perasaan itu sebagai isyarat untuk berhenti dan mempertimbangkan apa yang aka dilakukan selanjutnya, bukannya langsung menyerang.
(hlm.340)
Telah terjadi erosi besar-besaran terhadap keluarga inti—berlipat gandanya angka perceraian, makin sedikitnya waktu yang disediakan orangtua bagi anak-anak, dan meningkatnya mobilitas.
Dengan meluasnya industrialisasi setelah Perang Dunia II, dalam artian tertentu tidak ada lagi orang yang tinggal di rumah.
(hlm.344)
POLA PIKIR YANG MENIMBULKAN DEPRESI
Anak yang menganggap nilai buruk itu disebabkan oleh cacat pribadi (“Aku tolol”) lebih mudah mengalami depresi daripada anak yang menjelaskannya dengan kondisi yang dapat diubahnya (“Seandainya aku lebih serius mengerjakan PR matematika, aku akan mendapat nilai yang lebih bagus”).31
(hlm.348)
GANGGUAN MAKAN
Zaman sekarang, ahli matematika tadi akan didiagnosis menderita anoreksia nervosa, sedangkan petugas perpustakaan itu didiagnosis bulimia.
(hlm.352)
Saat-saat yang memelas, tentunya perasaan ditolak dan tak punya sahabat adalah salah satu perasaan yang diderita oleh hampir setiap orang pada saat tertentu di masa kanak-kanak atau remaja.
(hlm.368)
16
PENDIDIKAN EMOSI
Sewaktu guru menyembut nama mereka, murid-murid itu menjawab buku dengan jawaban “Ada” yang biasa berlaku di sekolah, melainkan menyembutkan angka yang menujukkan perasaan mereka; satu berarti tidak bersemangat, sepuluh berarti amat bergairah.
(hlm.369)
Bahan pelajaran Self Science adalah perasaan-perasaan kita sendiri dan perasaan yang muncul dalam setiap hubungan. Pokok bahasannya, pada dasarnya, menuntut agar guru dan murid mau memusatkan perhatian pada jalinan emosi kehidupan seorang ana—fokus yang jelas diabaikan di hampir semua sekolah di Amerika.
Benang merahnya adalah sasaran untuk meningkatkan kadar keterampilan emosional dan sosial pada anak sebagai bagian dari pendidikan reguler mereka—bukan hanya sesuatu yang diajarkan sebagai tambal sulam kepada anak yang gagal dan dicap sebagai “tukang bikin onar”, melainkan sebagai rangkaian keterampilan dan pemahaman yang perlu bagi setiap anak.
(hlm.370)
Tetapi, gerakan keterampilan emosional mengubah istilah pendidikan afektif secara terbalik—bukan menggunakan perasaan untuk mendidik, melainkan mendidik perasaan itu sendiri.
(hlm.375)
POSTMORTEM:
PERTIKAIAN YANG TIDAK MENIMBULKAN PERPECAHAN
Pertengkaran hebat serta peredamannya memanfaatkan apa yang telah dipelajari anak tentang penyelesaian konflik.
Murid-murid Self-Science belajar bahwa tujuannya bukanlah menjauhi konflik sama sekali, melainkan menyelesaikan perselisihan dan kebencian sebelum berspiral menjadi perkelahian habis-habisan.
(hlm.378)
ABC-NYA KECERDASAN EMOSIONAL
Tidak ada nilai yang diberikan dalam Self Science; hidup itu sendirilah yang merupakan ujian akhirnya, tetapi, pada akhir kelas delapan, sewaktu murid hampuir meninggalkan Nueva untuk masuk sekolah menengah umum, masing-masing menjalani ujian Socrates, suatu ujian lisan dalam Self Science.
(hlm.386)
JADWAL EMOSI
Orang dewasa terlalu gampang terjebak mengharapkan anak matang sebelum usianya, karena mereka lupa bahwa tiap-tiap emosi mempunyai saat muncul yang sudah terprogram dalam pertumbuhan seorang anak. Ocehan seorang anak umur empat tahun, misalnya, bisa menimbulkan gertakan orangtua—dan kesadaran diri yang menumbuhkan kerendahan hati lazimnya belum akan muncul sampai kurang lebih usia lima tahun.
(hlm.387)
Rasa harga diri seorang anak sangat bergantung pada kemampuannya untuk berhasil di sekolah.
(hlm.397)
APAKAH KETERAMPILAN EMOSIONAL BERPENGARUH?
Akronim itu adalah Situation, Option, Consequence, Solutions (Situasi, Pilihan, Akibat, Pemecahan)—sebuah metode empat langkah: katakanlah apa situasinya dan bagaimana perasaanmu terhadap situasi itu; pikirlah pilihan-pilihanmu untuk memecahkan situasi tersebut dan apakah akibat-akibatnya yang mungkin; ambillah sebuah pemecahan dan laksanakanlah—sebuah versi dewasa metode lampu lalu lintas.
(hlm.400)
Kesadaran diri emosional
Mengelola emosi
(hlm.401)
Memanfaatkan emosi secara produktif
Empati: membaca emosi
Mebina hubungan
(hlm.403)
Batu pertama karakter adalah disiplin diri; kehidupan penuh keutamaan, seperti diamati oleh filsuf semenjak Aristoteles, didasarkan para pengendalian diri. Batu penting yang berkaitan dengan karakter adalah kemampuan memotivasi dan membimbing diri sendiri, entah dalam melakukan pekerjaan rumah, menyelesaikan suatu pekerjaan, atau bangun tidur di pagi hari.
(hlm.404)
AKHIR KATA
Senjata api menjadi penyebab nomor satu kematian di Amerika, menggeser kecelakaan mobil.
(hlm.409)
LAMPIRAN A
APAKAH EMOSI ITU?
Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
Emosi primer.
- Amarah
(hlm.410)
- Kesedihan
- Rasa takut
- Kenikmatan
- Cinta
- Terkejut
- Jengkel
- Malu
Paul Ekman dari University of California di San Francisco yang menyatakan bahwa ekspresi wajah tertentu untuk keempat emosi (takut, marah, sedih, da senang) dikenali oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia dengan budayanya masing-masing, termasuk bangsa-bangsa buta huruf yang dianggap tidak tercemar film dan televisi—sehingga menandakan adanya universalitas perasaan tersebut.
(hlm.413)
LAMPIRAN B
CIRI UTAMA PIKIRKAN EMOSIONAL
Apakah saya akan memakannya, ataukah binatang itu yang akan memakan saya? Organisme yang berhenti terlalu lama untuk merenungkan jawaban ini mustahil akan punya banyak keturunan yang menjadi pewaris gen mereka yang lambat bertindak.
(hlm.414)
Apabila emosi yang disebabkan oleh suatu peristiwa tunggal mau tak mau menguasai kita setelah peristiwa itu terlalu dan tanpa mengingat hal lain yang terjadi di sekitar kita, berarti perasaan kita bukanlah panduan yang baik dalam mengambil tindakan.
(hlm.415)
Pertama adalah Perasaan, Kedua adalah Pemikiran
“Cinta,” tulis Stendhal, “itu demam yang datang dan pergi sesuka hati.”
(hlm.416)
Realitas Simbolis yang Seperti Kanak-kanak
Logika pikiran emosional itu bersifat asosiatif menganggap bahwa unsur-unsur yang melambangkan suatu realitas, atau memicu kenangan terhadap realitas itu, merupakan hal yang sama dengan realitas tersebut. Itulah sebabnya mengapa perumpamaan, kiasan, dan gambaran secara langsung ditujukan pada pikiran emosional, demikian juga karya seni—novel, film, puisi, nyanyian, teater, opera. Guru-guru spiritual yang termasyhur, seperti Buddha dan Yesus, menyentuh hati murid-murid mereka dengan berbicara dalam bahasa emosi, dengan mengajar melalui perumpamaan, fabel, dan kisah. Sesungguhnya, simbol dan upacara keagamaan tak banyak artinya dari sudut pandang rasional; simbol dan upacara tersebut diungkapkan dalam bahasa hati.
(hlm.417)
Mimpi adalah mitos pribadi; mitos adalah mimpi banyak orang.
(hlm.428)
LAMPIRAN E
KURIKULUM SELF SCIENCE
- Kesadaran diri
- Pengambilan keputusan pribadi
- Mengelola perasaan
- Menangani stres
- Empati
- Komunikasi
(hlm.429)
- Membuka diri
- Pemahaman
- Menerima diri sendiri
- Tanggung jawab pribadi
- Ketegasan
- Dinamika kelompok
- Menyelesaikan konflik
(hlm.430)
LAMPIRAN F
PEMELAJARAN KETERAMPILAN
SOSIAL DAN EMOSIONAL:
HASIL-HASILNYA
Child Development Project
(hlm.431)
Paths
(hlm.432)
Seattle Social Development Project
(hlm.433)
Yale-New Haven Social Competence Promotion Program
(hlm.434)
Resolving Conflict Creatively Program
(hlm.435)
The Improving Social Awareness-Social Problem Solving Project
(hlm.437)
CATATAN
BAGIAN SATU: OTAK EMOSIONAL
Bab 1. Apa Kegunaan Emosi?
2. Keabadian tema cinta tanpa pamrih ini tersirat dari berapa lekatnya tema ini dalam dunia dongeng: kisah-kisah Jataka, yang merupakan cerita rakyat di sebagian besar wilayah Asia selama ribuan tahun, mengisahkan berbagai macam variasi perumpamaan pengorbanan diri semacam itu.
(hlm.472)
BAGIAN LIMA: KECAKAPAN EMOSIONAL
Bab 15: Kerugian Buta Emosi
17. Anak-anak yang memiliki ibu yang mengabaikan mereka pada usia satu tahun—dan yang mengalami proses kelahiran lebih sulit—dibandingkan dengan anak-anak lain empat kali lebih besar kemungkinannya melakukan tindak kekerasan pada umur 18 tahun.