Berpikir Praktis dan Ekonomis

Detektif Ekonomi

Tim Harford

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku “Detektif Ekonomi” karangan Tim Harford.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

Detektif Ekonomi oleh Tim Harford

Diterbitkan pertama kali oleh:
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta, 2009

Alih bahasa: Alex Tri Kantjono Widodo
Desain sampul: Yola Putryanie
Setting: Sukoco
ISBN: 978-979-22-4784-8

(hlm. xi)
Pendahuluan
Bagi orang, ekonom biasa tampak istimewa.

(hlm. xii)
Orang ekonomi memandang Anda.
Sebagai para pemain dalam sebuah permainan sinyal dan negosiasi yang sangat rumit, dalam sebuah adu kekuatan dan kecerdasan. Permainan itu menggunakan taruhan yang tinggi: sebagian orang yang bekerja untuk menghadirkan kopi itu ke depan Anda menghasilkan uang banyak, sebagian yang lain mendapatkan uang sangat sedikit, dan sebagian lagi mengejar uang yang ada dalam saku Anda saat ini.
Cappuccino Anda mencerminkan hasil sebuah sistem dengan kerumitan luar biasa. Tak ada seorang pun di dunia yang mampu menyediakan segala sesuatu untuk membuat cappuccino sendirian.
Orang ekonomi tahu bahwa cappuccino adalah hasil sebuah kerja sama tim yang luar biasa. Selain itu, tak ada seorang pun yang memimpin tim tersebut.

(hlm. xiii)
“Katakan… siapa yang mengatur penyediaan roti bagi penduduk London?” Pertanyaan yang lucu, tetapi jawabannya – tak seorang pun – membuat orang pusing.
Namun melalui semacam sihir, puluhan orang melakukan semua yang diperlukan untuk memenuhi hasrat tak terduga Anda: saya, para editor saya, orang pemasaran, pembaca naskah siap cetak, karyawan percetakan, pabrik kertas, pemasok tinta, dan banyak lagi.

(hlm. xiv)
Kontras antara lalu lintas yang kacau dan penyelenggaraan toko buku yang begitu mulus. Kita dapat mempelajari sesuatu dari toko buku yang akan membantu kita menghindari kemacetan lalu lintas.
Barangkali buku Undercover Economist seperti tahu tentang segala hal, padahal cuma mengungkapkan ambisi besar ilmu ekonomi untuk memahami orang: sebagai individu, sebagai mitra, sebagai pesaing, dan sebagai anggota sebuah organisasi sosial sangat besar yang kita sebut “ekonomi”.
Sejak tahun 1990, Hadiah Nobel untuk ilmu ekonomi hanya sesekali dianugerahkan untuk kemajuan-kemajuan dalam bidang “ekonomi” yang nyata, misalnya teori tentang nilai tukar mata uang atau siklus bisnis. Yang lebih sering, penghargaan tersebut diberikan untuk pemikiran-pemikiran yang tidak terlalu nyata berhubungan dengan yang menurut Anda ilmu ekonomi: perkembangan manusia, psikologi, sejarah, pemungutan suara, hukum, bahkan temuan-temuan yang hanya untuk kalangan sangat khusus seperti mengapa selalu ada yang kurang ketika kita membeli sebuah mobil bekas.

(hlm. xv)
Bagaimana China mengentaskan satu juta rakyatnya per bulan dari kemiskinan, dan masalah-masalah kecil, seperti bagaimana menghindari pengeluaran terlalu banyak di supermarket.
Siapa yang menjadi kaya berkat kopi Anda?

(hlm. 1)
1. Siapa yang Menjadi Kaya Berkat Kopi Anda?

(hlm. 4)
Keunggulan kedai kopi AMT yang paling nyata adalah lokasinya yang menyongsong sekitar tujuh puluh empat juta kaum komuter.

(hlm. 5)
Tiga belas lawan satu dalam hal ini cenderung membuat pihak yang tiga belas berada di bawah angin. Dengan membuat mereka saling bersaing, manajer Network Rail pasti bisa mendiktekan syarat-syaratnya, dan memaksa salah satu di antara mereka membayar cukup besar dari laba yang mereka harapkan.
Kuasa kelangkaan (the power of scarcity) muncul dua kali dalam halaman ini. Pertama, AMT memiliki kekuasaan untuk menetapkan harga tinggi karena lokasi kedai kopinya tergolong langka. Kedua, Network Rail memiliki kekuasaan untuk menetapkan harga sewa yang tinggi karena lokasi yang tersedia hanya satu sementara perusahaan yang berminat menggunakannya untuk berjualan kopi cukup banyak.

(hlm. 6)
Kalau ada kesepakatan yang berpeluang menguntungkan antara seseorang yang memiliki suatu keunikan dan seseorang yang memiliki sesuatu yang dapat digantikan, berarti keuntungan akan mengalir kepada pemilik keunikan.

(hlm. 8)
Kuasa kelangkaan
Posisi tawar yang tinggi berawal dari kelangkaan: penduduk sedikit sedangkan lahan subur untuk ladang berlimpah, maka pemilik tanah tidak mempunyai kuasa tawar (bargaining power).

(hlm. 9)
Kenaikan itu harus cukup sehingga petani memperoleh penghasilan yang sama entah dari bertani di lahan subur dengan sewa atau di lahan kurang subur tanpa sewa.

(hlm. 10)
Ketika kuasa kelangkaan pindah dari satu kelompok ke kelompok lain, tugas orang ekonomi adalah menyorot sebuah titik tertentu pada proses yang mendasarinya.

(hlm. 12)
Kembali ke kedai kopi
Mengapa harga kopi di London, New York, Washington, atau Tokyo mahal?

(hlm. 13)
Unit-unit sudut di lantai bawah gedung Midtown di Manhattan sengaja dicadangkan untuk Starbucks, Cosi, dan perusahaan sejenis.

(hlm. 15)
Model-model yang portabel
Ilmu ekonomi antara lain bicara tentang pembuatan model, tentang menjelaskan prinsip-prinsip dan pola-pola dasar yang bekerja di balik perkara-perkara yang tampaknya kompleks seperti sewa lahan pertanian atau sewa kedai kopi.

(hlm. 16)
Memang tidak mungkin memahami sesuatu yang rumit tanpa berfokus pada unsur tertentu yang berpeluang mengurangi kerumitan itu.

(hlm. 17)
Ia menerangkan mengapa ada industri yang tanpa susah payah mendapatkan laba tinggi, sedangkan laba tinggi pada industri lain bisa dipastikan merupakan tanda kolusi. Ia bahkan berusaha menerangkan mengapa kalangan terpelajar menolak kedatangan kalangan terpelajar lain, sedangkan kalangan pekerja mengeluh tentang kedatangan tenaga tidak terampil lain.

(hlm. 20)
Alasan berbeda untuk ongkos sewa yang tinggi
Akan tetapi, alasan lain rumah, gedung, atau lahan di London mahal adalah kehadiran Green Belt. Salah satu dampak kebijakan ini adalah mencegah pengembangan kota London ke kawasan sekitarnya – yang oleh banyak orang dianggap gagasan bagus.

(hlm. 21)
Jawabnya adalah perbaikan transportasi umum menambah alternatif bagi penyewaan tempat tinggal dalam kota.

(hlm. 23)
“Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan” (sustainable competitive advantage), yang berarti semacam kemampuan untuk selalu unggul dalam persaingan sehingga bisa menghasilkan laba secara terus-menerus.

(hlm. 25)
Analisis Ricardo menunjukkan bahwa ada dua alasan mengapa laba rata-rata sebuah industri seperti perbankan bisa tinggi. Apabila pelanggan sungguh menghargai pelayanan dan reputasi yang terbaik, baik Axel maupun Bob akan memperoleh banyak uang (bank Cornelius adalah bank yang marginal maka tidak bisa berharap banyak).

(hlm. 27)
Itu berarti laba tinggi disebabkan oleh kelangkaan alami: organisasi perbankan yang betul-betul bank di dunia tidak banyak, dan organisasi yang baik itu jauh lebih efisien daripada organisasi yang buruk.

(hlm. 29)
“Sewa” sumber daya
Akhirnya, Saudi Arabia tidak tahan. Pada tahun 1985 mereka meningkatkan produksi. Harga minyak jatuh pada tahun 1986, dan sampai beberapa tahun setelah itu harga minyak kurang lebih sama dengan biaya produksi ladang-ladang marginal di tempat-tempat seperti Alberta – sekitar 15-20 dolar per barel.
Namun, bahkan pada harga yang lebih rendah selama tahun 1990-an, minyak yang diproduksi dari ladang-ladang paling murah di Saudi Arabia dan Kuwait, dengan ongkos cuma beberapa dolar per barel, hampir seluruhnya menghasilkan laba yang murni.

(hlm. 30)
Kapan kejahatan ada gunanya?
Penjual obat terlarang lebih suka kalau mereka tidak memiliki pesaing yang berpeluang menurunkan harga barang-barang mereka.
Kalau Anda berani mengambil risiko dipenjara, tak ada alasan untuk bertindak setengah-setengah.

(hlm. 31)
Ternyata anggota yang berkedudukan setingkat tamtama cuma membawa pulang sebanyak 1,70 dolar per jam.
Kelompok-kelompok Mafia sering mempunyai sejumlah bisnis yang tidak melanggar hukum, misalnya menjalankan usaha laundry murah meriah, yang hanya bisa meraup untung jika pemain dalam usaha ini dibatasi.

(hlm. 32)
“Berkomplot melawan yang tidak berdaya”
Tujuan pendirian sebuah serikat adalah mencegah kaum pekerja saling bersaing untuk mendapatkan pekerjaan, untuk menurunkan tingkat upah dan kesejahteraan.

(hlm. 33)
Di Amerika Serikat, serikat pekerja diamankan melalui undang-undang: undang-undang anti-trust yang dirancang untuk mencegah kolusi antara perusahaan-perusahaan besar juga dimaksudkan untuk melemahkan serikat pekerja.

(hlm. 34)
Di Amerika Serikat, Wal-Mart mempunyai kuasa tawar yang luar biasa sehingga pada musim semi 2004, ketika Wal-Mart mengumumkan bahwa salah satu toko mereka, di cabang Quebec akan ditutup karena serikat pekerja di sana telah merusak model bisnisnya.
Hanya majikan yang mempunyai kemampuan monopoli yang berpeluang mempertahankan situasi yang memungkinkan gaji guru tidak usah naik meskipun persediaan guru sangat terbatas. Dalam hal ini, guru sesungguhnya memiliki kekuatan akibat kelangkaan mereka, namun pemerintah selalu memiliki kekuatan lebih besar.
Profesional lain, misalnya dokter, ahli aktuaria, akuntan, dan pengacara berusaha mempertahankan upah yang tinggi melalui cara-cara lain yang bukan perserikatan, misalnya membentuk “sabuk-sabuk hijau” maya yang membuat calon-calon pesaing sulit membuka warung baru. Sabuk hijau maya ini biasanya antara lain berupa periode kualifikasi yang panjang sekali dan keharusan para calon mendaftar ke organisasi-organisasi profesi yang hanya memberikan restu kepada sejumlah calon tertentu dalam satu tahun.

(hlm. 35)
George Bernard Shaw pernah berkata bahwa para profesional menikmati hidup dari “berkomplot melawan orang-orang yang tidak berdaya”.

(hlm. 36)
Dan sekarang tentang yang kontroversial.

(hlm. 37)
Setiap orang bertindak sesuai dengan kepentingan masing-masing.
Di Inggris, gaji perawat di National Health Service dapat ditahan cukup rendah berkat kedatangan tiga puluh ribu perawat asing; para imigran yang datang ke Inggris, hampir 50 persen memiliki ijazah universitas.

(hlm. 38)
Apa yang harus diperbuat oleh pakar ekonomi?
Ilmu ekonomi dalam banyak hal sama seperti ilmu teknik, akan bercerita tentang cara kerja sesuatu dan yang mungkin akan terjadi jika Anda melakukan suatu perubahan.

(hlm. 40)
Kadang-kadang logika ilmu ekonomi begitu memikat sehingga mustahil ada ekonom yang tidak ingin tampil untuk bicara.

(hlm. 41)
2. Supermarket Ingin Agar yang Berikut Tak Anda Ketahui

(hlm. 42)
Lokasi yang tepat pun memiliki peran yang sama penting.

(hlm. 44)
Akan tetapi karena cappuccino pada umumnya terbuat dari hanya seperempat ounce biji kopi, dalam pengertian ini, dari tambahan yang dibayarkan kepada petani, Costa hanya harus mengeluarkan tambahan biaya kurang dari satu penny per cangkir.

(hlm. 45)
Yang benar adalah bahwa pedagang besar kopi fair trade mampu membayar dua, tiga, atau kadang-kadang empat kali harga pasar untuk kopi di negara berkembang tanpa menyebabkan peningkatan harga pokok yang berarti untuk secangkir cappuccino, karena harga biji kopi sendiri hanya sebagian kecil dari biaya produksi itu. Pemungutan tambahan 10 penny memberi kesan bahwa harga kopi fair trade adalah sekian, padahal pelanggan yang sampai pada kesimpulan seperti itu sesungguhnya keliru.

(hlm. 47)
Setiap produk pada menu itu mempunyai harga pokok hampir sama dengan produk dasar, tapi bukankah ini tak perlu diberitahukan kepada pembeli?

(hlm. 48)
Dengan menetapkan harga-harga yang sangat berbeda untuk produk-produk dengan harga pokok hampir sama, Starbucks dapat memanfaatkan pelanggan yang tidak begitu rewel soal harga.

Ada seseorang bayi yang lahir setiap menit: ada dua cara untuk menemukannya.
Ada tiga strategi yang lazim ditempuh untuk menemukan pelanggan yang tidak rewel soal harga.
Yang pertama adalah yang oleh para ekonom disebut “diskriminasi harga tingkat pertama” (first-degree price discrimination), tetapi kita akan menyebutnya strategi “sasaran unik” (unique target): mengevaluasi tiap pelanggan sebagai individu tersendiri dan menetapkan harga sesuai dengan berapa yang bersedia ia bayar.

(hlm. 49)
Bagaimanapun, sekarang perusahaan-perusahaan mencoba mengotomatiskan proses mengevaluasi pelanggan individual untuk mengurangi waktu yang diperlukan. Sebagai contoh, supermarket mengumpulkan bukti tentang apa yang mau Anda bayar dengan memberi Anda “kartu diskon”, yang diperlukan untuk mendapatkan manfaat dari harga obral.
Bukan rahasia lagi bahwa penjual eceran di internet seperti Amazon dapat mengidentifikasi tiap pelanggan dengan menempatkan alat pelacak yang disebut cookie pada komputernya.

(hlm. 50)
Dua pelanggan yang membeli produk yang sama akan diberi penawaran dengan harga berbeda berdasarkan produk yang pernah ia beli di tempat yang sama, kalau ada.
Pelanggan mulai sadar bahwa jika mereka menghapus cookies pada komputer mereka, mereka sering memperoleh penawaran harga yang berbeda, sering lebih rendah.

Yang menarik, orang cenderung tidak terlalu berkeberatan terhadap pendekatan kedua, strategi “sasaran kelompok”, yang menawarkan harga-harga berbeda kepada kelompok-kelompok berbeda.
Jelas akan masuk akal bagi kedai-kedai kopi jika menawarkan diskon kepada orang-orang yang bekerja di sekitarnya, dan bagi penyelenggara acara pariwisata untuk menawarkan tiket lebih murah kepada penduduk setempat.

(hlm. 51)
Wisatawan yang berkunjung ke Florida tidak terlalu rewel soal harga daripada wisatawan setempat, yang mengandung arti bahwa jika Disney World menaikkan harganya, penduduk setempat barangkali hanya akan menonton dari luar.

(hlm. 52)
Di antara mereka ada yang pegawai negeri tinggi dan karyawan dengan imbalan berlimpah di perusahaan minyak raksasa Shell.
Mereka dapat membeli dari beberapa kafe, semuanya sama-sama nyaman, semuanya sama-sama memberi kesempatan untuk mencicipi. Mereka cenderung menjadi lebih peka soal harga, bahkan meskipun mereka kaya.

(hlm. 53)
Yang mana pun akan menghasilkan laba lebih banyak daripada kebijakan memperlakukan semua pelanggan sebagai sebuah massa yang homogen.

Cara ketiga: menggelitik rasa bersalah
Cara paling cerdik dan paling lazim untuk membujuk orang menjalani ritual adalah strategi self-incrimination, membuat orang merasa bersalah.

(hlm. 54)
Sebagai contoh, tambahan harga yang Anda bayar untuk sebuah cappuccino cangkir besar dibanding bila Anda membeli cappuccino cangkir biasa sama saja entah Anda meminumnya di kafe atau menikmatinya sambil berjalan-jalan.

(hlm. 55)
Kedai kopi tidak sendirian
Supermarket telah mengubah price-targeting menjadi seni, dengan mengembangkan serangkaian strategi yang panjang ke arah itu.

(hlm. 57)
Itu hasil perencanaan matang yang dirancang untuk membuat para pengunjung langsung melihat produk-produk yang selain menarik juga sangat menguntungkan bagi penjual.

(hlm. 58)
Pemaksaan harga secara alami
Menawarkan diskon kepada orang lanjut usia dan anak sekolah pun cara berbisnis yang baik (yang kalau diterjemahkan: kita bisa memasang harga lebih tinggi kepada orang-orang yang hampir pasti mempunyai pekerjaan).
Taktik yang paling disukai dewasa ini adalah memaksakan harga lebih tinggi secara alami, dengan membonceng kehadiran makanan organik.
Di supermarket Inggris, bahan makanan organik sering dikumpulkan menjadi satu, kelihatannya untuk memudahkan para pembeli makanan organik padahal sesungguhnya juga menguntungkan pihak supermarket, karena mengurangi risiko pembeli akan mengetahui harga produk lain yang sejenis.

(hlm. 59)
Makanan organik sudah semestinya lebih mahal: tahap produksinya lebih mahal dan, dengan masa pajang lebih pendek, distribusinya pun lebih mahal daripada produk baku. Akan tetapi sebagaimana halnya cappuccino, bahan mentah hanya sebagian kecil dari harga kebanyakan makanan yang dipajang di rak-rak supermarket. Sebagai contoh, di Inggris, susu organik dijual dengan harga sekitar 15 penny lebih mahal per pint, padahal selisih harga menurut petani kurang dari 6 penny. Kita tidak usah terkejut kalau supermarket mengambil kesempatan dari peningkatan permintaan terhadap bahan makanan organik untuk menaikkan harga lebih tinggi daripada seharusnya.

(hlm. 60)
Lebih hemat bagi pembeli sekaligus lebih menguntungkan bagi toko.
Wholefoods membanggakan diri sebagai “Supermarket Terdepan di Dunia untuk Makanan Alami dan Organik”.
Yang adil adalah kalau harga-harga di hanya terpisah lima blok, sebuah toko yang oleh warga setempat terkenal sebagai “Soviet Safeway” karena produknya yang tidak begitu beragam dan dekorasinya yang muram.

(hlm. 61)
Harga-harga untuk barang-barang kebutuhan pokok mungkin kompetitif, namun pilihan di Wholefoods diarahkan kepada pelanggan-pelanggan dengan pandangan yang berbeda dalam perkara “kebutuhan pokok”.

(hlm. 63)
Kalau Anda ingin berbelanja lebih hemat, jangan berusaha mencari toko murahan. Cobalah berbelanja secara hemat.
Kombinasi mahal dan murah!
Sebuah strategi penetapan harga lain yang sangat lazim adalah penjualan dengan harga obral (sale pricing).

(hlm. 64)
Harga tengah di antara keduanya tidak baik: tidak cukup tinggi untuk mengeksploitasi pelanggan setia, dan tidak cukup rendah untuk menarik para pemburu harga murah.
Salah satu situasi yang lazim adalah dua supermarket yang bersaing untuk mendapatkan pembeli yang sama.
Keduanya akan memasang harga yang sama untuk sebagian besar barang yang sama, tetapi sebagian yang lain akan ditawarkan dengan harga tinggi atau rendah.

(hlm. 65)
Sebaliknya, pembelanja yang berniat membuat hidangan santap malam terbaik datang ke supermarket untuk membeli semua produk yang diperlukan dan mereka akan tidak begitu peduli soal harga. Strategi price-targeting hanya berhasil karena supermarket selalu mengubah-ubah pola penawaran khusus, dan karena pergi ke dua toko sekaligus terlalu merepotkan. Apabila calon pembeli dapat meramalkan dengan baik apa yang akan didiskon, mereka memilih resep dahulu, kemudian pergi ke supermarket yang sedang menggelar penjualan obral untuk bahan-bahan tertentu yang diperlukan untuk resep tadi.
Yakni memandang harga-harga normal sebagai premium terhadap harga obral alih-alih sebagai diskon terhadap harga biasa.
Perusahaan-perusahaan menemukan akan lebih menguntungkan menaikkan harga (di atas harga obral) dengan besaran yang tinggi dengan jadwal yang tidak dapat diramalkan daripada menaikkan harga sedikit demi sedikit dengan cara yang dapat diramalkan.
Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana supermarket memasang harga sepuluh kali lebih mahal untuk cabai dalam kemasan dibanding untuk cabai segar?

(hlm. 66)
Menawarkan harga tiga kali lipat secara acak untuk sayuran merupakan sebuah trik yang paling disukai: pelanggan yang menemukan bahwa itu harga make-up biasanya memilih membeli sayuran lain untuk minggu itu; sedangkan pelanggan yang tidak sadar jelas menjadi sasaran kebijakan penggelembungan harga ini.
Supermarket menyediakan produk-produk pengganti yang sangat mirip (atau tidak begitu mirip), ada yang lebih murah, ada yang lebih mahal, dan memiliki unsur acak yang menonjol untuk menentukan harga.

(hlm. 67)
Jika Anda ingin menang dalam adu cerdik dengan supermarket, senjata yang paling baik adalah pengamatan yang jeli. Dan jika Anda tidak suka direpotkan dengan cara itu, berarti Anda memang orang yang tidak perlu berhemat.

(hlm. 68)
Mengapa popcorn dijual dengan harga begitu mahal di gedung bioskop?
Orang yang tidak rewel soal harga barangkali karena sedang berpacaran dan tidak ingin tampak pelit akan langsung membayar popcorn yang kelewat mahal itu. Cerdik sekali.

(hlm. 69)
Restoran pada umumnya mempunyai kuasa kelangkaan lebih kecil daripada sebuah gedung bioskop karena di kebanyakan kota pilihan yang tersedia sangat beragam.

(hlm. 70)
Reality check nomor satu: apakah perusahaan sungguh memiliki kuasa kelangkaan?
Ingat bahwa tak ada perusahaan yang memiliki kekuasaan kecuali perusahaan itu memiliki kelangkaan, dan sering kelangkaan itu sesuatu yang kita berikan kepadanya melalui kemalasan kita sendiri.

(hlm. 70)
Masalah pertama adalah bahwa pelanggan yang menurut kita tidak rewel soal harga mungkin tidak tertarik untuk masuk dalam permainan self-targeting.
Perjalanan menggunakan fasilitas kelas satu dengan kereta api atau pesawat terbang jauh lebih mahal daripada dengan tiket standar, tetapi karena tujuan dasarnya adalah mengantar orang dari A ke B, barangkali sulit menguras uang lebih banyak dari penumpang-penumpang yang kaya. Agar price-targeting menjadi efektif, perusahaan harus membesar-besarkan perbedaan antara layanan terbaik dan layanan paling sederhana.

(hlm. 71)
Bahwa itu bisa membuat calon penumpang kelas satu memutuskan membeli tiket lebih murah begitu melihat bahwa layanan standar ternyata tidak buruk. Akibatnya penumpang kereta api murah dikorbankan.
Ekonom Prancis abad kesembilan belas, Emile Dupuit, bukan karena harus mengeluarkan lagi beberapa ribu franc untuk memasang atap di gerbong-gerbong kelas tiga atau melapisi kursi kayu gerbong kelas tiga dengan bahan yang empuk, maka kebanyakan perusahaan membiarkan beberapa gerbong tetap terbuka dan para penumpang harus duduk di bangku kayu yang keras… yang diperbuat oleh perusahaan itu adalah mencegah penumpang dengan kemampuan membeli tiket kelas dua memilih menempuh perjalanan dalam gerbong kelas tiga; orang miskin menjadi korban, bukan karena niat menyakiti mereka, melainkan untuk menakut-nakuti orang kaya… dan sekali lagi dengan alasan yang sama pula perusahaan telah berlaku kejam kepada penumpang kelas dua dan keji kepada penumpang kelas tiga, karena tidak ingin kehilangan calon penumpang kelas satu yang mewah. Dengan tidak memberikan hak yang selayaknya diterima oleh kaum miskin, mereka dapat mengeruk banyak dari orang kaya yang menyukai kemewahan.
Kualitas yang buruk di kebanyakan ruang tunggu bandara di seluruh dunia jelas merupakan bagian dari fenomena yang sama. Jika ruang tunggu “biasa” dibuat nyaman, maskapai penerbangan tidak lagi bisa menjual tiket kelas bisnis dengan menawarkan ruang tunggu “eksekutif” yang sangat nyaman. Itu juga akan menjelaskan mengapa pramugari terang-terangan melarang penumpang dari kelas murah turun lebih dahulu dari pesawat sebelum penumpang dari kelas satu dan kelas bisnis terlayani semua. “Layanan” ini jelas bukan untuk penumpang kelas ekonomi melainkan untuk orang-orang yang tampak angkuh dan menjijikkan di bagian depan pesawat. Pesan yang ingin disampaikan jelas: teruslah membeli tiket yang mahal kecuali lain kali Anda ingin dipantati pramugari.

(hlm. 72)
Sebagian produk tampaknya sengaja dikemas untuk menunjukkan memiliki mutu paling rendah. Supermarket akan sering menjual produk-produk yang seolah-olah buatan sendiri, dengan rancangan kemasan yang kasar dan merata, entah produk itu minuman segar, roti, atau kacang panggang. Sebetulnya ongkos menyewa desainer yang baik dan ongkos mencetak logo yang menarik tidak mahal.
Produk-produk “bagus” yang dikemas secara buruk dirancang agar jumlah pelanggan “sok bangsawan” yang masuk sendiri ke dalam perangkap meningkat dengan sendirinya.

(hlm. 73)
Sebagai contoh, “LaserWriter E” buatan IBM, mesin pencetak laser kelas murah (low-end), ternyata sebuah alat yang persis sama dengan “LaserWriter” yang ditawarkan sebagai mesin pencetak laser kelas atas (high-end) kecuali penambahan sebuah klip khusus dalam versi murah untuk menjadikannya lebih lambat.
Akan tetapi tentu saja agar orang mau membeli printer yang ditawarkan dengan harga tinggi mereka harus melambatkan printer yang akan dijual dengan harga murah. Kelihatannya ini pekerjaan yang sia-sia, tetapi menurut perhitungan, menempuh cara ini lebih murah bagi IBM dibanding merancang dan memproduksi dua printer yang berbeda sama sekali. Intel, pabrik pembuat chip, memainkan trik yang sama dengan menjual dua chip prosesor yang sangat mirip dengan dua harga berbeda. Dalam kasus ini, chip yang inferior sesungguhnya mempunyai ongkos produksi lebih mahal: dibuat dari chip yang superior kemudian diberi perlakuan tertentu untuk membuat salah satu fiturnya tidak bekerja.
Paket perangkat lunak sering ditawarkan dengan dua versi atau lebih: yang satu mampu berfungsi secara penuh (paket “profesional”), dan yang lain dijual kepada pasar massal dengan harga jauh lebih murah. Yang tidak disadari oleh orang banyak adalah bahwa versi profesional biasanya dirancang lebih dahulu, namun untuk versi massal orang sengaja meniadakan fitur-fitur tertentu. Kendati versi profesional dijual dengan harga tinggi, versi murah sesungguhnya mengharuskan perusahaan mengeluarkan ongkos lebih besar untuk pengembang, dan tentu saja kedua versi dijual pada CD, dengan ongkos pembuatan yang sama. Perangkat keras komputer, terlebih perangkat lunak, memiliki struktur biaya yang aneh karena biaya penelitian dan pengembangan yang intensif, sementara biaya manufaktur relatif rendah. Di puncak popularitas internet, pakar komputer mengaku bahwa struktur biaya yang berbeda bisa mengubah segalanya tetapi, seperti yang telah kita lihat, aturan dasar untuk mencetak uang dalam bisnis teknologi tinggi tidak begitu berbeda dari aturan-aturan untuk operator kereta api atau kedai kopi.

(hlm. 74)
Bahwa pelanggan kaya mungkin membeli produk murah, kecuali produk-produk itu dengan sengaja disabot. “Kebocoran” kedua adalah kebocoran yang khususnya sulit bagi perusahaan yang menggunakan strategi group-target untuk mengatasinya: produk-produk mereka mungkin bocor dari satu kelompok ke kelompok lain.
Produk-produk jasa dan kenyamanan adalah bidang yang paling subur untuk strategi price-targeting, karena tidak bisa bocor. Trik pengaturan harga yang paling sukses terjadi dalam dunia penerbangan, di restoran, dan di bar koktail (tidak banyak toko buku yang mengadakan acara “happy hour”), di supermarket, dan di atraksi-atraksi untuk wisatawan.

(hlm. 75)
Sebaliknya, ada produk yang sudah pada dasarnya mudah bocor: mahal, mudah diangkut, dan tidak mudah rusak. Contoh yang paling jelas adalah media digital (CD, DVD, dan perangkat lunak) dan obat-obatan. Perusahaan sudah berusaha keras menyumbat kebocoran-kebocoran ini, yang di zaman belanja lewat internet memungkinkan kita memesan produk dari mana pun di dunia yang makin lama makin sulit dicegah. Sebagai contoh, industri DVD sepakat untuk menggunakan sebuah sistem coding regional sehingga DVD yang dibeli di Amerika Serikat tidak dapat diputar di Eropa. Akan tetapi sistem tersebut dipatahkan oleh sekelompok orang yang bekerja sama dengan pemasok mesin DVD yang dengan senang hati melengkapi mesin mereka dengan kemampuan membaca DVD dari mana pun di dunia.
Bahwa pabrik-pabrik obat besar harus memasok obat ke negara-negara miskin dengan harga yang didiskon. Yang membingungkan, intuisi moral kita tampaknya mengirimkan pesan yang bertolak belakang kepada kita. Misalnya, obat untuk HIV/AIDS, yang paling penting adalah mengusahakan obat itu sampai ke tangan orang miskin; sedangkan kalau urusannya cuma DVD, emosi yang menguasai kita adalah marah dan kesal.

(hlm. 76)
Ketika price-targeting sesuatu yang baik
Bayangkan sebuah perusahaan farmasi hipotetik yang disebut PillCorp, yang telah mengembangkan sebuah pengobatan baru yang unik dan dahsyat untuk HIV/AIDS.
PillCorp akan menetapkan harga global sedemikian sehingga perolehan dalam penjualan dari pemotongan harga tepat seimbang dengan margin yang hilang akibat pemotongan harga.

(hlm. 77)
Orang-orang juga hidup karena ketamakan PillCorp. PillCorp mengembangkan obat penukar nyawa ini karena mempunyai harapan bahwa paten yang akan diperoleh akan menghasilkan keuntungan berlipat ganda. Penelitian dan pengembangan obat mahal sekali, maka harus ada seseorang yang membiayai kegiatan ini. Sistem yang ada sekarang ini mengandalkan pembiayaan dari asuransi, baik asuransi pemerintah maupun swasta, dan karena Amerika Serikat jelas merupakan pasar paling besar, inovasi didorong dan dibayar terutama oleh orang-orang di sana.
PillCorp dapat menghasilkan uang lebih banyak sekaligus melayani dunia secara lebih baik.

(hlm. 78)
Tiap pengobatan selama satu tahun memindahkan uang senilai 990 dolar dari penyandang penyakit AIDS kepada mereka yang menyediakan pengobatannya.

(hlm. 79)
Sekarang bayangkan bahwa PillCorp menerapkan price-targeting, yakni terus memasang harga 1.000 dolar untuk negara-negara Barat yang kaya tetapi menyediakan pengobatan bagi orang-orang di negara berkembang, seperti supir taksi Kamerun, dengan ongkos hanya 30 dolar.

(hlm. 80)
Ketika price-targeting adalah sesuatu yang buruk
Coba kita bayangkan sebuah perusahaan hipotetik lain, TrainCorp, sebuah perusahaan penyelenggara kereta api penumpang. Traincorp memiliki sebuah kereta yang selalu penuh. Sebagian kursi ditawarkan dengan diskon 50 pound sterling kepada orang-orang yang memesan sekian hari sebelum perjalanan, kepada orang usia lanjut, kepada mahasiswa, atau kepada keluarga yang pergi secara berombongan.

(hlm. 81)
Sesuatu itu adalah menemukan seorang komuter yang bersedia membayar sedikit kurang dari 100 pound sterling, umpamanya 95 pound sterling, dan memutuskan memakai mobil sendiri, kemudian menawarinya tiket seharga 90 pound sterling. Dari mana asal tempat duduk itu, karena kereta api sudah penuh?

(hlm. 82)
Strategi group price-targeting di sini tidak efisien karena mengambil kursi dari pelanggan yang bersedia membayar lebih banyak, dan memberikannya kepada pelanggan yang ingin membayar lebih sedikit. Kendatipun demikian, maskapai penerbangan dan kereta api masih menggunakannya, karena alternatifnya, individual price-targeting adalah sesuatu yang tidak layak diterapkan.

(hlm. 83)
Sebagai contoh, buku ini diterbitkan dalam edisi hardcover dengan harga yang tinggi, dan agak lama kemudian baru edisi paperback dimunculkan, dengan harga lebih murah. Sasarannya adalah menjual edisi mahal kepada orang-orang yang tidak sabar untuk mendengar yang harus saya katakan dan kepada perpustakaan-perpustakaan.

(hlm. 84)
Ketika perusahaan-perusahaan pemilik kuasa kelangkaan mencoba mengeksploitasi kelebihan.
Saya mengatakan “hampir” karena sebuah perusahaan yang mampu menetapkan strategi price-targeting individual dengan sempurna tidak pernah kehilangan transaksi: pelanggan kaya atau orang yang putus asa akan membayar banyak, sedangkan pelanggan miskin atau orang yang tidak terdesak membayar sedikit sekali, tetapi tidak ada pelanggan yang bersedia membayar senilai ongkos produksi yang terusir. Situasinya akan menjadi efisien.
Perusahaan itu akan perlu mengintip ke dalam hati setiap calon pelanggan guna mengetahui seberapa besar hasrat mereka kepada produk yang diinginkan; perusahaan itu akan memerlukan sebuah superkomputer untuk mengoperasikan cash register.
Bagaimana kalau Anda dapat memasukkan preferensi setiap pelanggan ke dalam sebuah superkomputer? Bagaimana kalau Anda memiliki semua informasi yang diperlukan untuk memastikan sebuah transaksi? Apakah dengan ini dunia akan menjadi tempat yang lebih baik?

(hlm. 86)
Pasar yang Sempurna dan “Dunia Kejujuran”
Pasar bebas pada dasarnya seperti putra tokoh Fletcher Reede memaksa Anda berkata jujur.

(hlm. 87)
Ekonomi yang sangat efisien, ekonomi yang mustahil yang membuat seseorang beruntung tanpa membuat orang lain buntung.
Bagaimana efisien tidak selalu adil, dan mengapa kita mempunyai pajak.

(hlm. 89)
Harga itu opsional, yang berarti mengungkap informasi.
Kebenaran itu berawal dari kenyataan bahwa toko dan konsumen tidak harus membeli atau menjual dengan harga tertentu, mereka selalu dapat memilih.
Di pasar bebas, orang tidak membeli barang dengan nilai lebih rendah dibanding harga yang ditawarkan.

(hlm. 91)
Pasar yang sempurna: kebenaran, kebenaran seutuhnya, dan hanya kebenaran.
Persaingan akan memaksa harga jual kopi turun sampai ke marginal cost yakni biaya yang dikeluarkan oleh kedai kopi ketika membuat secangkir cappuccino lagi, yang sepengetahuan kita tidak sampai satu dolar.

(hlm. 92)
Badai salju di Brazil, misalnya, akan merusak panen kopi dan mengurangi pasokan kopi dunia; ini akan menaikkan harga kopi yang harus dibayar oleh pabrik pengolah kopi dan pada gilirannya cukup membuat pecandu kopi mengurangi asupan mereka karena tiba-tiba kopi menjadi sesuatu yang mewah.

(hlm. 93)
Superkomputer pasar bebas terus mengolah kebenaran tentang permintaan (demand) dan tentang biaya (cost), dan memberi insentif kepada siapa pun untuk menanggapi informasi mereka dengan cara yang tidak kalah rumit.
Pemerintah atau organisasi apa pun menemukan betapa sulit menanggapi informasi serumit itu. Mereka menggunakannya untuk menaikkan gaji pegawai negeri, dan seperti tidak mau tahu bahwa lonjakan harga kopi itu hanya sementara.

(hlm. 94)
Guna memahami mengapa pasar bisa begitu sukses mengolah informasi kompleks itu, berpikirlah tentang pelanggan.

(hlm. 96)
Perusahaan akan membuat apa pun yang ingin dibuatnya dengan segera.
Perusahaan akan membuat apa pun yang benar.
(Dua cangkir kopi mempunyai harga sama dengan sepotong Danish Pastry; mana yang akan lebih Anda sukai?) Harga menjadi sebuah saluran komunikasi langsung dan bolak-balik antara biaya produksi dan minat pelanggan.
Apa pun dibuat dengan proporsi yang tepat.

(hlm. 97)
Apa pun ditawarkan kepada orang yang “tepat”.
Dengan kata perkataan lain, Anda tidak bisa lebih efisien dari sebuah pasar yang memiliki persaingan sempurna. Dan itu semua tunduk secara sangat alami dari kebenaran yang terkandung dalam sistem harga: bahwa harga merupakan representasi sejati nilainya bagi pembeli.

(hlm. 98)
Hidup tanpa pasar
Bayangkan seorang teman Anda yang mencari nafkah dengan menjadi polisi. Ia dibayar dengan uang yang berasal dari sistem perpajakan yang tidak tunduk kepada mekanisme pasar. Sistem bukan pasar (non-market system) memiliki keunggulan, salah satu di antaranya, ketika Anda memutar nomor 999, tak seorang pun mengajukan pertanyaan rinci tentang kartu kredit Anda. Pemerintah wajib memberikan tingkat perlindungan yang sama entah kepada orang kaya atau miskin, walaupun dalam kenyataan tidak selalu demikian.

(hlm. 99)
Di Inggris, sekolah berbasis agama yang dikelola oleh pemerintah sering mempunyai prestasi akademik paling baik, maka orang ateis terpaksa membawa anak-anak mereka ke gereja setiap Minggu supaya memperoleh surat pengantar dari pastor di situ dan dapat memasukkan anak-anak mereka ke sekolah bermutu tersebut.
Akan tetapi sekali lagi, sistem bukan pasar menghadapi masalah serius: kejujuran soal harga, biaya, dan manfaat menjadi hilang.
Kita melihat kecenderungan ini dari harga rumah yang terus meningkat di daerah-daerah yang memiliki sekolah-sekolah dengan reputasi terbaik.

(hlm. 100)
Harga sebagai pembeli isyarat
Harga mempunyai dua fungsi, tidak hanya satu. Di sistem pasar, harga menyediakan cara untuk memutuskan siapa berhak menikmati bangku sekolah yang terbatas: siapa pun yang membayar paling banyak berhak mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah-sekolah terbaik, situasi yang tidak nyaman, karena sistem sekolah negeri dirancang untuk mencegah situasi seperti itu.

(hlm. 101)
Karena harga adalah sesuatu yang opsional, hal itu mengungkapkan informasi.
Kadang-kadang hilangnya informasi itu ada harganya karena tertimpa oleh keuntungan dari ekualitas atau stabilitas.

(hlm. 102)
Efisiensi versus keadilan: dapatkah kita menangani kebenaran?
Sebuah pasar dengan persaingan sempurna tidak beda dengan sebuah jaringan superkomputer raksasa.

(hlm. 103)
Mengapa pajak tidak efisien? Karena pajak merusak informasi yang dibawa oleh harga dalam pasar yang efisien dengan kompetisi yang sempurna: harga tidak lagi sama dengan biaya, maka biaya tidak lagi sama dengan nilai produk atau jasa.
Ada penjualan yang dapat menciptakan efficiency gain 3 penny (biaya pembuatan cappuccino 60 penny tetapi dihargai oleh pembeli senilai 63 penny) namun tidak pernah terjadi karena dikenai pajak.
Sulit bagi pejabat untuk tahu kapan harus menarik pajak (situasi-situasi ketika pajak tidak akan mengubah perilaku pembeli) dan kapan tidak usah menarik pajak (karena calon pembeli akan menghindarinya, dengan tidak membeli kopi).

(hlm. 104)
Pajak sering lebih tinggi ketika kepekaan harga rendah. Sebagai contoh, pemerintah menetapkan pajak tinggi atas bensin dan rokok, bukan karena alasan lingkungan dan kesehatan melainkan karena orang yang membeli produk-produk ini ingin berkendaraan dan sulit meninggalkan rokok; mereka tidak akan banyak mengubah perilaku mereka bahkan meskipun dihadapkan pada pajak yang mahal.

(hlm. 105)
Dapatkah kita mengatur pasar untuk menciptakan keadilan?
Presiden Roosevelt dengan programnya, New Deal, pada tahun 1930-an mengembangkan peran pemerintah Amerika Serikat dalam rangka mengatasi Depresi Besar. Di Inggris, pemerintahan pasca-perang di bawah Clement Attlee mengendalikan sebagian besar industri dan urusan seperti kesehatan, pabrik baja, maskapai penerbangan, minyak bumi, angkutan kereta api, dan telepon.

(hlm. 106)
Akan tetapi dilema lama antara efisiensi dan keadilan hampir terdobrak oleh seorang pemuda New York bernama Kenneth Arrow, yang tahu betul soal ketidakadilan sesudah, sebagai seorang remaja yang tidak berdaya, menyaksikan ayahnya kehilangan usahanya yang sukses berikut semua tabungannya akibat Depresi Besar.

(hlm. 107)
Solusi yang dikedepankannya solusi yang cerdas, yang memuntir pola pikir tradisional tentang pasar kompetitif dan efisiensi di kepalanya. Ia membuktikan tidak hanya bahwa semua pasar yang sempurna efisien, tetapi semua hasil yang efisien dapat diperoleh melalui pasar yang kompetitif, dengan menyesuaikan posisi awal. Arrow memenangkan setiap pujian yang tersedia bagi seorang ekonom, dan ia tetap menjadi orang paling muda yang pernah memenangkan Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi. Akan tetapi mengapa wawasannya begitu penting?
Lari cepat 100 meter.
Apabila Anda ingin semua pelari melintasi garis finis bersama-sama, Anda tinggal mengubah aturan main perlombaan itu, yakni meminta pelari cepat melambatkan lari mereka dan setiap peserta saling bergandengan sewaktu tiba di garis finis. Jelas ini penyia-nyiaan bakat. Cara lain adalah memindahkan beberapa titik start ke depan atau ke belakang sedemikian rupa sehingga meskipun semua pelari berlari secepat kemampuannya, mereka harus mematuhi aturan bahwa pelari paling cepat harus menempuh lintasan lebih panjang dan sampai di garis finis bersamaan dengan pelari paling lambat.
Alih-alih mengganggu pasar itu sendiri, trik yang diterapkan adalah mengatur titik start dengan membuat pembayaran secara lump-sum dan menarik pajak cuma satu kali.

(hlm. 108)
Meminta setiap orang di atas enam puluh lima tahun membayar pajak senilai 500 pound sterling, atau cara yang lain, menarik pajak senilai 500 pound sterling dari setiap orang yang mempunyai nama depan diawali huruf H sesuai akte kelahiran. Tujuannya adalah bahwa tidak seperti pajak pendapatan atau pajak penjualan untuk kopi, pajak lump-sum tidak memengaruhi perilaku seseorang, karena tidak ada yang dapat Anda perbuat untuk menghindarinya. Maka, tidak seperti pajak penjualan, pajak jenis ini tidak menyebabkan pengurangan efisiensi. Begitu pula, sebuah contoh untuk redistribusi lump-sum adalah ketika pemerintah akan membayar 500 pound sterling kepada setiap orang dengan nama diawali huruf H, sebuah kebijakan yang akan saya dukung dengan sepenuh hati.
Dalam lari cepat 100 meter, pajak lump-sum dipadankan dengan memindahkan titik start beberapa langkah ke belakang. Sedangkan pajak pendapatan dan pajak penjualan seperti meminta pelari terbaik berlari mundur.
Dalam konteks lomba lari cepat, cukup jelas bahwa salah satu cara untuk memperoleh hasil yang sama adalah memberi kemudahan (head start) kepada pelari yang lambat.

(hlm. 109)
Yang tersirat di sini adalah bahwa dalam sebuah dunia dengan pasar yang sempurna, satu-satunya yang diperlukan untuk memastikan keadilan dan efisiensi adalah strategi head start: sebuah program dengan pajak dan subsidi lump-sum yang sesuai, yang membuat semua pihak memiliki pijakan yang setara.

(hlm. 110)
Contoh-contoh yang tidak praktis
Pakar filsafat politik Amerika Robert Nozick mengeluarkan sanggahan terhadap sebuah pandangan “justice as fairness”. Ia menolak gagasan bahwa salah satu alokasi tertentu kekayaan dapat dianggap sebagai alokasi yang “paling baik” atau “paling adil”.
Bakat Chamberlain menjadikannya kaya raya; Nozick merasa ini “adil” karena kekayaan Chamberlain merupakan hasil keputusan sah para penggemar yang senang membeli tiket untuk menyaksikan permainannya.

(hlm. 111)
Jika Chamberlain jadi tidak senang bermain basket dan merasa terbebani oleh pajak yang berat itu, ia barangkali akan berhenti bermain basket sama sekali.
Berkat Kenneth Arrow, sekarang kita tahu bahwa, ketika dihadapkan dengan bintang olahraga modern seperti Tiger Woods, solusinya adalah mengenakan pajak yang disebut one-time lump-sum tax sebesar beberapa juta dolar terhadapnya. Ia akan masih memperoleh insentif untuk mendulang uang dari bermain golf, karena ia tidak dapat menghindari pajak dengan bermain lebih sedikit, seperti yang akan ia perbuat ketika ingin menghindari pajak pendapatan yang besar.
Dalam skenario ini, tidak ada yang sia-sia atau yang tidak efisien, tetapi hasilnya “adil” dalam arti cara ini memungkinkan alokasi kekayaan yang jauh lebih merata.
Kesulitan satu-satunya dengan rencana ini adalah hal ini sangat tidak praktis. Masalahnya menerapkan pajak yang hanya berlaku untuk satu orang bukan sesuatu yang mustahil: Presiden Franklin Roosevelt memperkenalkan pajak pendapatan sebesar 79 persen, tetapi ambang batasnya begitu tinggi sehingga pajak itu hanya pernah dibayar oleh John D. Rockefeller.

(hlm. 112)
Akan tetapi kita sebaiknya tidak melepaskan teorema head start dahulu.

(hlm. 113)
Contoh yang praktis
Sebuah penerapan teorema head start yang lebih praktis dapat digunakan untuk mencegah orang-orang lanjut usia terlalu menderita selama musim dingin, tanpa harus merusak lingkungan.
Guna menghindari kejadian serupa, bahan bakar untuk rumah tangga menurut rencana akan dikenai pajak lebih rendah dibanding banyak produk lain.

(hlm. 114)
Karena pembeli tidak bisa dengan mudah diminta mengurangi konsumsi bahan bakar, mereka tidak begitu pusing soal harga bahan bakar untuk rumah tangga, maka pemerintah harus memungut pajak sedikit lebih tinggi untuk bahan bakar dan sedikit kurang untuk barang-barang lain: pembeli tidak akan mengubah perilaku mereka terlalu banyak, dan peluang untuk tidak efisien menjadi kecil.

(hlm. 115)
Kita tahu dari teorema head start bahwa dengan uang yang diberikan, para pensiunan akan menemukan cara mereka masing-masing untuk mendapatkan hasil yang efisien yang, kebetulan, mungkin tidak harus dalam bentuk konsumsi bahan bakar.
Tak ada yang menggunakan bahan bakar ekstra kecuali memerlukannya, dan kalau mereka memerlukannya, uang untuk itu sudah tersedia.
Pelajaran dari teorema head start adalah bahwa ketika suatu masalah timbul, ada gunanya menanyakan apakah masalah itu dapat diatasi dengan mengatur kembali letak-letak titik start alih-alih mengganggu penyelenggaraan lomba.

(hlm. 116)
Dalam kenyataan kita hampir meraih sebuah dunia dengan pasar yang lengkap, bebas, dan kompetitif sewaktu para ahli hukum siap mengatakan kebenaran kepada semua orang.

(hlm. 117)
Sebagian perusahaan memiliki kuasa kelangkaan dan karena itu dapat menetapkan harga jauh lebih tinggi daripada harga yang sesungguhnya, sesuatu yang tidak akan terjadi dalam pasar yang kompetitif.
Perusahaan dengan kuasa kelangkaan merupakan salah satu kegagalan pasar.

(hlm. 118)
Lalu Lintas Kota yang Padat
Mengapa saya menghabiskan waktu dua jam untuk beringsut-ingsut dalam perjalanan menuju ke tempat kerja pagi ini? Lalu lintas yang macet adalah pemborosan yang bodoh. Kita semua seharusnya bisa memakai bus, memanfaatkan car-pooling, dan kita akan bisa sampai ke tujuan di kawasan bisnis DC dalam lima belas menit.

(hlm. 119)
Apa yang salah di dunia saya?
Itu salah satu masalah ketika kita membeli perangkat lunak komputer; pasar didominasi oleh sebuah perusahaan, Microsoft, yang karena itu mempunyai keleluasaan yang luar biasa untuk menetapkan harga tinggi.
Ia tidak merasa perlu memperhitungkan segala insentif untuk menolak membayar, tanpa tahu situasi yang sesungguhnya.

(hlm. 120)
Para ekonom menyebut efek sampingan ini “eksternalitas” karena terletak di luar keputusan yang telah dibuat, misalnya, keputusan untuk membeli bensin.
Bagaimana pengemudi memengaruhi orang-orang sekitar.
Harus diakui, pencemaran udara London yang sekarang tidak separah pada peristiwa yang disebut “Great Stink” sekitar tahun 1850-an, ketika puluhan ribu orang meninggal karena kolera.

(hlm. 121)
Orang banyak tidak bodoh: hampir pasti benar bahwa siapa pun yang menempuh perjalanan menggunakan kendaraan sendiri memperoleh manfaat dari keadaan itu. Akan tetapi mereka berbuat demikian dengan mengorbankan semua orang lain di sekitar mereka – pengemudi lain yang terjebak dalam kemacetan, orang tua yang tidak berani melepas anak-anak mereka berjalan kaki ke sekolah, pejalan kaki yang berisiko kehilangan nyawa sewaktu menyeberang jalan tanpa menunggu lampu penyeberangan menyala hijau, karyawan kantor yang selama libur musim panas tidak dapat membuka jendela rumah mereka karena kebisingan lalu lintas.

(hlm. 122)
Dalam “dunia kejujuran” setiap perbuatan yang mementingkan diri sendiri tidak berdampak buruk bagi orang lain.
Pekerja tekstil di China, tempat pakaian dalam saya dibuat, secara egois mencari pekerjaan yang terbaik, sedangkan pabrik-pabriknya secara egois mencari pekerja yang paling terampil. Semua tadi memberikan manfaat kepada semua orang: sesuatu dibuat hanya ketika orang banyak membutuhkannya, dan barang itu dibuat hanya oleh orang yang paling terampil membuatnya. Dalam hal ini motif-motif yang mementingkan diri sendiri ternyata memberikan manfaat bagi setiap orang.

(hlm. 123)
Macam-macam harga yang berbeda: marginal dan rata-rata
Sangat tidak adil mengatakan bahwa pengemudi dapat memakai jalanan tanpa membayar sedikit pun.

(hlm. 124)
Vehicle Excise Duty. Bensin dan diesel pun dikenai pajak cukup tinggi dengan tujuan membuat orang enggan membeli.
“Apakah mereka telah membayar secara memadai?” adalah pertanyaan yang salah. Pertanyaan yang benar adalah, “Apakah mereka telah membayar sesuatu yang benar?” Jawabannya adalah tidak.

(hlm. 125)
Harga rata-rata yang dibayar oleh seorang pengemudi untuk melintasi sebuah kota tinggi sekali jika pengemudi itu membayar izin khusus untuk itu setiap tahun.
Ikut pesta tetapi minum hanya sedikit ternyata mahal, maka kebanyakan mahasiswa lebih suka membayar harga maksimum guna menikmati minuman tanpa batas, atau memilih tidak minum sama sekali.

(hlm. 126)
Pertanyaan: Jika Anda menjadi pengelola universitas, apakah Anda akan mengatasi masalah ini dengan: (a) menaikkan uang muka untuk minum? (b) membeli jus jeruk yang lebih baik? Atau (c) menghapuskan uang muka dan menagih bayaran sesuai banyak minuman yang dinikmati oleh setiap orang?

(hlm. 127)
Mereka dapat memilih membayarkan sejumlah uang yang besar di muka untuk berkendara sesuka hati, atau tidak memakai mobil mereka sama sekali.
(a) menaikkan pungutan bayar di muka berkendaraan, (b) menyediakan “jus jeruk” yang lebih baik (transportasi umum yang lebih baik dan lebih banyak, menyediakan kereta api yang lebih nyaman, menyediakan jalur khusus untuk sepeda, menyediakan fasilitas penyeberangan bagi pejalan kaki), atau (c) menghapuskan pajak kendaraan bermotor yang dibayar di muka, kemudian menarik bayaran dari tiap perjalanan yang mereka lakukan.

(hlm. 128)
Opsi (c) mencoba membuat mereka membayar biaya itu; kita mungkin bisa menyebutnya “pungutan eksternalitas” (externality charge).
Membayar di muka dengan imbalan boleh berkendara sesuka hati, atau tidak membayar sedikit pun dengan akibat tidak boleh membawa mobil mereka ke luar perkarangan. Tak ada kompromi atau jalan tengah.

(hlm. 129)
Mereka tertarik dengan kenyataan bahwa mereka tidak harus membayar lagi untuk setiap gelas minuman berikutnya. Kemacetan disebabkan oleh kenyataan bahwa sesudah membayar, tiap perjalanan berikutnya selalu terasa seperti gratis.
Yang jauh lebih penting dalam kaitan dengan kemacetan adalah harga yang harus dibayar oleh pengemudi sesudah pembayaran pertama; atau, dengan kata lain, harga yang harus dibayar oleh pengemudi untuk tiap perjalanan berikutnya.

(hlm. 130)
Universitas dapat mendorong mahasiswa minum seperlunya dengan meminta bayaran atas tiap takaran yang diambil. Begitu pula, Departemen Perhubungan dapat membuat orang berkendara seperlunya saja dengan membuat pengendara membayar setiap kali melakukan perjalanan.
Harga sebaiknya mencerminkan perubahan.

(hlm. 131)
Pajak atas bahan bakar tidak tepat berkesesuaian dengan kerugian yang dialami oleh pengemudi lain dan orang yang tidak sedang berkendara.

(hlm. 132)
Andai pemerintah ingin memungut pajak untuk setiap perjalanan yang dilakukan, pengemudi di jam-jam sibuk New York sepatutnya membayar lebih banyak karena kerugian yang mereka sebabkan pada orang lain lebih besar.
Gagasan untuk memberlakukan pungutan eksternalitas bukan untuk memengaruhi setiap orang agar tidak melakukan apa pun yang bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, melainkan untuk membuat mereka memperhitungkan ketidaknyamanan yang dapat ditimbulkan pada orang lain.

(hlm. 133)
Kalau saya ingin berjalan-jalan di Lake District, alangkah senang andai saya dapat menikmati keindahan alami tempat itu dalam kesendirian (relatif), maka saya agak kesal ketika tempat itu juga didatangi oleh banyak orang lain. Mereka membuat saya merasa tidak nyaman, tetapi tidak akan efisien kalau saya melarang mereka datang ke tempat itu karena mereka pun datang ke situ untuk menikmati kesenangan, sedangkan masalah yang saya alami sebetulnya remeh sekali.
Tujuan kita adalah menjadikan dunia kita sebuah tempat yang memungkinkan semua orang merasa bebas mengerjakan apa pun yang mereka sukai, bahkan ketika orang lain merasa agak kurang nyaman, sekaligus sebuah tempat yang membuat kita semua menahan diri agar tidak sampai merugikan orang lain apabila yang dilakukan untuk mencegah kita merugikan orang lain kecil.

(hlm. 134)
Maka, jika kilang minyak dan pemasaran bensin membentuk pasar yang sempurna (bertentangan dengan kepercayaan umum, pasar ini tidak jauh dari sempurna), maka kerepotan yang terjadi dalam penyulingan dan pendistribusian bensin tercermin secara keseluruhan pada harga.

(hlm. 135)
Kuncinya adalah menirukan pasar yang sempurna dengan membuat pengemudi membayar semua biaya akibat perbuatan mereka: karena mereka telah membayar biaya pasar kepada perusahaan minyak, lebih dari yang lain, mereka pun perlu membayar pungutan-pungutan eksternalitas. Pungutan-pungutan eksternalitas ini adalah biaya-biaya yang diderita oleh orang lain tetapi bukan berasal dari pengendara atau perusahaan minyak.

(hlm. 136)
Dua keberatan terhadap pungutan eksternalitas
Pungutan eksternalitas pada dasarnya sama dengan pajak, dan semua pajak yang ditetapkan oleh pemerintah mengundang perdebatan.
Bahwa pungutan eksternalitas adalah pajak tidak adil yang ditujukan kepada kelompok tertentu yang tidak beruntung.

(hlm. 137)
Setelah pungutan eksternalitas itu diberlakukan, kaum kaya masih bisa mengerjakan apa pun yang mereka kehendaki, yang sesungguhnya membuat banyak orang lain keberatan.
Ini pun tidak adil, tetapi jika Anda bisa menerima cara kerja sistem harga untuk barang-barang khusus macam makanan, mengapa itu tidak berlaku pula untuk ruang di jalanan atau udara bersih?
Kita kehabisan ruang di jalanan karena oleh banyak orang jalanan dianggap sesuatu yang gratis.

(hlm. 138)
Lebih dari itu, karena kaum kaya mengerjakan hampir segala hal lebih banyak, pungutan eksternalitas sering mendistribusikan kembali uang dengan cara yang dikehendaki.

(hlm. 139)
Kasus pungutan biaya kemacetan, kebenaran yang harus kita terima sangat mengejutkan: di Inggris, kaum miskin tidak memakai mobil mereka – bersepeda, berjalan kaki, atau naik bus. Sepuluh persen termiskin penduduk Inggris menghabiskan bahan bakar hampir tujuh kali lebih sedikit dibanding sepuluh persen penduduk terkaya, sebagai persentase pendapatan mereka yang jauh lebih kecil.
Pungutan biaya kemacetan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendistribusikan kembali uang dengan memungut pajak lebih banyak dari kaum kaya.

(hlm. 140)
Dalam kasus pemakaian jalan, pemerintah dapat menghapuskan pajak kendaraan bermotor (vehicle excise duty), yang besar dan dibayarkan di muka, sambil mulai menerapkan pungutan biaya kemacetan pada tiap perjalanan.

(hlm. 141)
Alasannya adalah mereka merasa bahwa pencemaran pada dasarnya melanggar hukum (ilegal), titik, bukan melanggar hukum bagi kaum miskin tetapi boleh ditebus oleh kaum kaya. Mengapa kaum kaya boleh melakukan pencemaran? Secara lebih umum, beberapa kelompok tekanan (pressure group) telah melakukan protes terhadap pungutan eksternalitas atas dasar bahwa hal itu memungkinkan orang membayar dan terus mengerjakan apa pun kegiatan melanggar yang sedang mereka kerjakan.

(hlm. 142)
Kita tidak boleh mencampuradukkan regulasi eksternalitas yang ketat dengan metode regulasi.
Pungutan kemacetan yang dirancang dengan baik, misalnya, merupakan cara paling efisien untuk membuat jalan lebih lenggang. Berapa besar kelengangan yang diharapkan adalah sebuah pertanyaan yang terbuka, tetapi pungutan kemacetan bisa efisien, tak peduli jawaban yang diberikan.

(hlm. 143)
Sebagai contoh, pemerintah dapat memberikan kupon kepada semua orang, yang memperbolehkan mereka berkendara sampai tiga puluh kilometer per minggu.
Apabila pemerintah mengizinkan orang memperdagangkan kupon, itu sama dengan penerapan pungutan ganti rugi kemacetan tetapi kurang efisien, mengingat transaksi yang terjadi tidak selalu sederhana.
Alternatif lain seperti pungutan parkir yang tinggi agaknya masih kurang efisien, walaupun membuktikannya dalam satu paragraf lebih sulit. Sebagai contoh, pungutan parkir yang tinggi mungkin membuat enggan sejumlah pengendara, akan tetapi hubungan antara berkendara dan parkir agak tidak langsung. Sebagian pengendara lebih suka berkeliling lebih lama untuk mencari parkir gratis.

(hlm. 144)
Sebagian orang diuntungkan sementara di pihak lain tidak ada yang dirugikan.

(hlm. 145)
Seberapa tinggikah nilai hidup Anda?
Bus-bus tua, yang mengeluarkan bahan pencemar paling banyak, akan dikenai pajak berat, dan ini akan merangsang para pemilik meremajakan mesin-mesin dalam armada mereka.
Mudah membayangkan tiap kendaraan memiliki sebuah komputer kecil yang terhubung ke sebuah sistem global positioning untuk melacak daerah macet, komputer itu juga akan memantau gas buang kendaraan.

(hlm. 146)
Pemerintah pun membuat keputusan-keputusan yang menyiratkan bahwa mereka telah memperhitungkan berapa nilai hidup kita. Haruskah pemerintah memasang rambu dan marka tambahan di jalan-jalan, atau menganggarkan dana lebih besar untuk kamera pengukur kecepatan, atau memperbaiki pelayanan kesehatan, atau mendanai penelitian kanker atau tidak mengerjakan semua tadi tapi memangkas pajak, meningkatkan mutu universitas, atau mengembangkan taman-taman nasional?

(hlm. 147)
Salah satu cara terbaik untuk menaksir nilai-nilai ini secara subjektif adalah memerhatikan yang sesungguhnya diperbuat oleh orang banyak. Ekonom mempunyai sebuah teori tentang “preferensi yang terungkap” (revealed preference), yakni bahwa preferensi orang terungkap dari pilihan-pilihan yang mereka ambil sebagai konsumen. Anda membeli apel ketika Anda mampu membeli sebuah durian: berarti Anda lebih menyukai apel daripada buah durian.
Ini juga menyimpulkan bahwa kedamaian dan ketenangan dianggap mempunyai harga 15 pound sterling lebih banyak per minggu bagi Anda, berdasarkan keputusan Anda untuk menyewa, dan mengingat Anda tidak ingin memasang alarm asap, ini mengandaikan bahwa Anda tidak bersedia meluangkan waktu barang satu jam dan membayar 20 pound sterling untuk mengurangi peluang Anda untuk mati sebesar satu per sejuta.

(hlm. 148)
Harga rumah mengandung informasi tersirat tentang nilai yang diberikan oleh orang untuk segala macam kesenangan yang mereka harapkan: toko, suasana yang alami, aman, tenang, matahari pagi lewat jendela, dan sebagainya. Sebagian dapat diukur secara cermat sekali: misalnya, harga dua rumah serupa yang saling berhadapan di jalan yang sama barangkali mengungkapkan seberapa besar preferensi orang kepada rumah yang menghadap matahari pagi.

(hlm. 149)
Dua kesenjangan berbeda dalam pengetahuan kita
Tak seorang pun tahu cara paling murah dalam memecahkan masalah lalu lintas kita atau setidaknya belum tahu.

(hlm. 150)
Efek New Orleans
Sebuah kunjungan ke New Orleans akan menunjukkan kepada kita betapa jelas reaksi orang terhadap sinyal-sinyal harga. New Orleans menampilkan sebuah gaya arsitektur yang unik – rumah “punggung unta” dengan gagasan yang berangkat dari upaya menghindari pajak. (rumah punggung unta menjadi dominan karena rumah yang menjadi ciri khas French Quarter ini sebagian besar lolos dari Badai Katrina). Di sekitar penghujung abad kesembilan belas, rumah-rumah dikenai pajak berdasarkan jumlah lantai di bagian depan, maka orang merancang rumah dengan satu lantai di bagian depan dan bertingkat di bagian belakang.

(hlm.151)
Pakar ekonomi peduli tentang lingkungan tetapi mereka memimpikan sebuah dunia yang tidak lagi mengaitkan sebuah perkara dengan moral, tetapi dengan mantap memadukannya ke dalam pasar-pasar dan dunia kejujuran, yang akan menyediakan baik informasi maupun insentif yang diperlukan untuk membujuk orang biasa berperilaku dengan cara yang secara lingkungan dapat dipertanggungjawabkan.

(hlm.154)
Terlalu banyak yang baik-baik? Mengatasi eksternalitas tanpa pemerintah
Jika ia menolak tawaran itu, selanjutnya saya harus menyimpulkan bahwa kesenangan yang didapatkannya dari pohon itu lebih besar dibanding kesusahan yang saya rasakan, dan demi keadilan pohon itu harus tetap berdiri.

(hlm.157)
Karena eksternalitas positif telah ditangani dua kali, sekali melalui subsidi pemerintah dan sekali melalui proses tawar-menawar.

(hlm.159)
Epilog: tentang apa sesungguhnya ilmu ekonomi itu?
Bab ini telah bercerita tentang cara-cara berurusan dengan beberapa masalah besar dalam masyarakat kita: pencemaran, kemacetan, dan keributan dengan tetangga. Kita telah mengetahui bahwa denda eksternalitas yang diterapkan pada limbah atau pada kegiatan berkendara di daerah macet, atau subsidi untuk penelitian atau vaksinasi, merupakan cara paling efisien untuk berurusan dengan banyak masalah yang tidak dapat ditangani oleh mekanisme pasar.

(hlm.160)
Jelas bukan orang-orang ekonomi. Kita tahu bahwa GDP mengukur banyak hal yang berbahaya (penjualan senjata, bangunan tidak bermutu yang memerlukan biaya perbaikan tinggi, pengeluaran dari kegiatan commuting) dan melupakan banyak unsur lain yang penting, misalnya mengawasi anak-anak atau pergi berjalan-jalan ke gunung.
Ilmu ekonomi bicara tentang siapa mendapatkan apa dan mengapa. Udara yang bersih dan lalu lintas yang lancar adalah bagian dari “ekonomi” dalam pengertian ini.

(hlm.161)
Ada banyak hal dalam hidup daripada apa pun yang terukur dalam laporan. Bahkan pakar ekonomi mana pun tahu tentang ini.

(hlm.163)
Ssst… Cuma Kita yang Tahu
Andai orang seperti Mr. Jerome dapat bergegas membeli asuransi kesehatan jika dan hanya jika mereka tahu bahwa mereka akan sakit, siapa yang bersedia menanggung mereka.

Inside information
Ekonom sudah cukup lama tahu bahwa jika salah satu pihak dalam sebuah kesepakatan memiliki inside information (informasi yang dirahasiakan) sedangkan yang lain tidak, mekanisme pasar tidak akan bekerja sebaik yang kita harapkan. Itu sebabnya kita mempunyai intuisi. Akan tetapi baru setelah ekonom Amerika bernama George Akerlof menerbitkan makalah yang revolusioner dalam tahun 1970 akhirnya profesi ini sadar secara sempurna dan dramatis tentang masalah tersebut.

(hlm.164)
Untuk contohnya Akerlof memilih pasar mobil bekas dan menunjukkan bahwa bahkan andai pasar sangat kompetitif, mekanisme pasar tidak akan berjalan jika penjual tahu banyak tentang kualitas mobil-mobil mereka sedangkan pembeli tidak.
Penjual tahu apakah mobil yang mereka jual termasuk jeruk atau apel. Sementara itu pembeli harus menebak.
Masalahnya adalah penjual yang mempunyai mobil jeruk akan menggigit putus tangan Anda jika Anda menawar 2.500 pound sterling, tetapi penjual yang mempunyai mobil apel akan merasakan itu pelecehan.

(hlm.165)
Tentu saja, jika Anda menawar 4.001 pound sterling Anda juga akan menemukan mobil apel di pasaran tetapi mobil jeruk juga ada, dan 4.001 pound sterling bukan harga yang menarik untuk mobil yang hanya mempunyai peluang 50 persen untuk menggelinding dengan benar.
Jika pihak yang satu tahu lebih banyak daripada pihak yang lain tentang mutu sebuah produk, berarti sebagian produk mutu tinggi mungkin tidak terjual sama sekali, atau tidak terjual terlalu banyak.
Pasar tidak bekerja sebaik yang seharusnya; mobil bekas cenderung murah dan bermutu rendah. Penjual yang memiliki mobil bagus ingin mempertahankan harga yang bagus, tetapi karena mereka tidak dapat membuktikan bahwa mobil yang bagus sungguh tipe apel, mereka tidak bisa mendapatkan harga itu dan lebih suka memakai mobil itu sendiri.

(hlm.166)
Sesungguhnya tak ada pemenang: pembeli yang cerdas tidak akan datang hanya untuk sebuah permainan yang licik.
Coba kita bayangkan perabotan di sebuah flat sewaan mengapa barang-barang ini tidak pernah dirancang untuk awet? Akerlof mempunyai sebuah model untuk menjawabnya. Flat mempunyai banyak atribut jelas yang dapat memengaruhi keputusan kita untuk menyewanya atau tidak, ukuran, lokasi, rancangan interior, dan sebagainya. Akan tetapi ada pula kualitas-kualitas yang sulit diamati misalnya, apakah perabotannya tidak mudah rusak.

(hlm.167)
Dengan beberapa pengecualian, wisatawan yang lapar akan membayar mahal untuk sajian makanan yang sedang-sedang saja. Wisatawan bersedia membayar mahal karena mereka tidak mempunyai bayangan tentang pilihan yang lebih baik, bahkan meskipun tempat yang lebih baik tidak terlalu jauh dari situ. Akan tetapi fenomena tempat tujuan pariwisata tidak hanya terkait dengan harga yang tinggi.
Wisatawan umumnya pergi ke sana hanya satu kali, jadi akan sulit bagi mereka ketika harus membedakan mana restoran bagus, mana restoran jelek.

(hlm.168)
Ada baiknya menegaskan bahwa Akerlof bukan bercerita tentang kebodohan yang universal melainkan sebuah situasi ketika salah satu pihak tahu lebih banyak daripada yang lain. Apabila baik pembeli maupun penjual sama-sama tidak tahu tentang apakah sebuah mobil termasuk tipe jeruk atau tipe apel, masalah tidak akan muncul: pembeli akan bersedia membayar sampai 2.500 pound sterling untuk sebuah mobil yang memiliki peluang 50/50 untuk menjadi tipe apel; penjual, yang sama-sama tidak tahu, akan bersedia menerima penawaran di atas 2.000 pound sterling.
Karena masalah ini disebabkan oleh penangkapan fakta yang tidak seimbang, orang ekonomi cenderung menyebutnya “informasi asimetrik”. Dengan runtuhnya “dunia kejujuran”, ketidakseimbangan informasi ini dapat memorakporandakan pasar yang sempurna secara keseluruhan.

Inside information dan asuransi kesehatan
Sayangnya, masalah ini juga merusak pasar untuk barang-barang yang lebih penting terutama, asuransi kesehatan.

(hlm.169)
Asuransi kesehatan penting karena penyakit sangat tidak dapat diramalkan dan kadang-kadang menghabiskan biaya banyak untuk pengobatannya.
Ini bukan sesuatu yang asing bagi pembaca di Amerika Serikat, tempat pasar sungguh tidak dapat berjalan dengan baik dalam menyediakan asuransi kesehatan, tepatnya akibat masalah “jeruk” Akerlof.
Sebaliknya, jika Anda merasa sehat dan semua leluhur Anda mampu hidup sampai seratus tahun, barangkali Anda akan membeli asuransi kesehatan hanya jika preminya murah sekali. Bagaimanapun, Anda hampir tidak berharap memerlukannya.

Berkat pembuktian oleh Akerlof, bahwa pasar dengan para pemain yang memiliki informasi asimetrik tidak akan berjalan dengan baik, kita tahu bahwa pasar asuransi barangkali menghilang sama seperti pasar untuk mobil bekas yang bermutu.

(hlm.170)
Alhasil, perusahaan asuransi hanya menjual asuransi kepada orang-orang yang yakin bahwa mereka akan menggunakannya. Akibatnya, perusahaan asuransi kehilangan klien yang tidak berpeluang membuat klaim namun melayani klien-klien tak diinginkan yang berpeluang mengajukan klaim-klaim yang tidak murah.
Sudah barang tentu perusahaan asuransi akan mencoba memperbaiki pasar asuransi dengan mencari informasi lebih banyak tentang pelanggan mereka. Apakah mereka merokok? Berapa usia mereka? Apakah orang tua mereka meninggal karena penyakit turunan pada usia tiga puluh lima tahun, atau dalam kecelakaan mobil balap pada usia seratus tahun?
Sebelum ini pasar asuransi terhambat oleh keberadaan inside information: perusahaan asuransi tahu lebih sedikit daripada mereka yang diasuransikan.

(hlm.171)
Ketika Starbucks mencoba menerapkan kebijakan price-targeting-nya, perusahaan ini mencoba mengetahui harga pokok produk-produknya maka hanya mencoba mencari tahu apakah dapat memasang harga lebih tinggi untuk pelanggan tertentu. Perusahaan asuransi kesehatan menghadapi sebuah situasi yang lebih mendasar: tidak tahu berapa besar biaya yang harus disediakan untuk membayar klaim tiap pelanggan, dan andai tidak dapat menghitungnya dengan ketepatan, gulung tikar akibat klaim-klaim yang diajukan.
Premi untuk kedua kelompok ini akan mencerminkan tarif yang secara aktuaria adil, artinya yang kita bayarkan tidak lebih dan tidak kurang dari biaya pengobatan yang harus kita keluarkan. Apabila perusahaan mempunyai informasi yang betul-betul akurat, yang di masa mendatang barangkali dapat diperoleh melalui uji-uji genetik, berarti seseorang yang berpeluang sakit akan membayar premi sampai ratusan ribu pound sterling, tetapi itu hampir tidak dapat disebut asuransi lagi.

(hlm.172)
Industri asuransi akan bisa tetap beroperasi; jika perusahaan-perusahaan itu tidak menaikkan harga premi untuk jeruk-jeruk seperti Mr. Jerome dan saya, akan gulung tikar dalam waktu singkat.
Kesimpulan yang menarik, yang menjadi jelas kalau direnungkan, adalah bahwa sebuah polis asuransi bergantung pada saling ketidaktahuan. Sebuah perusahaan asuransi hanya dapat melindungi saya dari kejadian-kejadian seperti pencurian, kebakaran, atau biaya perawatan jika kedua belah pihak tidak tahu apakah itu akan terjadi.

(hlm.173)
Karena asuransi bergantung pada situasi saling tidak tahu, berarti tiap kemajuan dalam ilmu kedokteran yang mendorong mundur batas-batas ketidaktahuan, entah bagi perusahaan asuransi, pihak yang diasuransikan, atau keduanya, akan melemahkan dasar-dasar bisnis asuransi. Makin banyak yang kita ketahui, makin sedikit yang dapat kita asuransikan. Ini prospek yang mencemaskan andai kita ingin memberi orang kesempatan melindungi diri sendiri terhadap kesialan yang bisa mahal sekali.

Membuat limun
“Apabila hidup menempatkan diri Anda sebagai jeruk, buatlah minuman sari jeruk.”
Penjual ingin mendapatkan harga yang pantas untuk mobil apel mereka, sedangkan pembeli ingin membeli mobil tipe apel.
Akerlof memenangi Hadiah Nobel dalam tahun 2001 untuk karyanya tentang informasi asimetrik; ia berbagi penghargaan itu dengan dua ekonom lain yang mengusulkan solusi-solusi parsial. Michael Spence berpendapat bahwa orang yang memiliki informasi mungkin dapat mengomunikasikannya sedemikian sehingga orang yang tanpa informasi bisa percaya. Joe Stiglitz memandang permasalahan dari sudut pandang yang bertolak belakang dan menggali cara-cara yang memungkinkan pihak tanpa informasi menyingkap informasi itu.

(hlm.174)
Spence sadar tidak cukup bila penjual mobil tipe apel menawarkan dagangannya hanya dengan mengatakan, “Semua mobil saya apel,” karena bicara itu murah. Seorang penjual mobil tipe jeruk pun dapat mengatakan, “Semua mobil saya apel.” Pembeli tidak akan tahu siapa yang berkata jujur, maka pengakuan sendiri tidak dapat membawa informasi.
Sebuah contoh tentang ini adalah ketika seseorang ingin membeli sebuah gerai pamer mobil yang mahal, sebuah investasi yang hanya terjangkau oleh pengusaha yang berencana memenuhi komitmen jangka panjang. Penjual mobil tipe apel berharap agar pelanggan yang merasa puas akan kembali ke toko mereka, kemudian bercerita kepada teman-teman mereka tentang mobil-mobil mereka yang andal dan dapat dipercaya. Setelah sekian tahun penjualan yang terjadi akan menutup biaya pembelian gerai pamer. Sebaliknya, seorang penjual mobil tipe jeruk tidak mampu berkiprah seperti itu; sebagai ganti ia akan menjual beberapa buah mobil jeruk yang didandani kemudian pindah ke tempat baru supaya reputasinya sebagai penipu tidak menyertainya.
Karena alasan ini pula bank selalu membangun gedung-gedung yang mengesankan. Pada zaman sebelum pemerintah bertindak pengawas, siapa yang tahu apakah bank menyimpan uang mereka dengan cara yang profesional? Pelanggan tahu bahwa bandit yang berencana kabur dengan uang yang telah terkumpul tidak menghias bank-bank mereka dengan tembaga dan batu pualam. Ini pula salah satu alasan mengapa Anda membayar lebih di sebuah toko yang mapan daripada di sebuah kios pinggir jalan apabila Anda membeli sebuah produk yang tidak Anda ketahui apakah bermutu dan awet. Toko yang mapan tidak akan pindah dan siap mengembalikan uang Anda untuk produk yang gagal, dan peluang ini justru membuat Anda yakin bahwa keluhan seperti itu mungkin tidak perlu terjadi.

(hlm.175)
Apa sesungguhnya informasi yang terkandung dalam iklan sebuah minuman segar? “Cola-Cola. Real.” Maaf? Informasi satu-satunya yang dapat diintip oleh calon pembeli dari iklan seperti itu adalah bahwa proses pembuatan produk itu mahal, dan karena itu perusahaan Cola-Cola berencana mempertahankan komitmen yang sama untuk menyajikan produk-produk bermutu sebagaimana bisa.
Spence sendiri pertama kali menggunakan wawasannya untuk menunjukkan mengapa mahasiswa memilih mengejar gelar doktor (Ph.D.), padahal selain sulit pencapaian ini tidak mengantar orang ke peluang karier yang bergengsi, seperti gelar sarjana ilmu ekonomi atau pemasaran. Andaikan majikan ingin mempunyai karyawan yang cerdas dan rajin tetapi ia tidak tahu siapa yang cerdas atau rajin sesudah wawancara. Andaikan pula bahwa setiap orang harus bekerja keras mendapatkan gelar doktor, tetapi orang yang malas dan bodoh menemukan betapa sulit memperoleh gelar itu.

(hlm.176)
Spence selanjutnya menunjukkan bahwa orang yang cerdas dan rajin dapat membuktikan diri cerdas dan rajin dengan menempuh jalan sulit untuk menjadi doktor.
Majikan bersedia membayar seorang doktor dengan upah cukup tinggi untuk menghargai kesulitan yang telah mereka tempuh tetapi tidak membayar cukup tinggi untuk membujuk orang malas dan bodoh. Majikan bersedia melakukannya terlepas dari kenyataan bahwa gelar doktor tidak meningkatkan produktivitas calon sama sekali. Gelar itu cuma sinyal kepercayaan, karena gelar doktor selalu merepotkan bagi orang-orang yang malas dan bodoh karena Spence sendiri mengambil program doktor di Princeton, barangkali ada sesuatu dalam gagasannya.
Satu cara untuk menjembatani kesenjangan informasi di pasar yang sebelumnya terkendala oleh inside information adalah memungkinkan vendor-vendor yang dapat dipercaya mencari cara untuk menginformasikan keandalan mereka. Para pelamar pekerjaan bermutu tinggi, bank-bank, penjual mobil bekas, dan pabrik minuman ringan barangkali menemukan ada gunanya menghabiskan waktu dan uang yang tidak sedikit (dengan meraih gelar yang tidak begitu menambah kualifikasi seseorang, membayar dekorasi rumah, membangun gedung, dan beriklan) hanya untuk membedakan diri dari para pelamar pekerjaan bermutu rendah, bank-bank, penjual mobil bekas, atau pabrik minuman ringan.

(hlm.177)
Jika masuk program doktor dilarang, majikan akan tidak memiliki kemampuan membedakan karyawan malas dari karyawan rajin dan akan membayar semua dengan upah yang sama, berdasarkan produktivitas rata-rata mereka seperti yang diharapkan.
Sementara Spence mempertanyakan apa yang dapat diperbuat oleh pihak yang memiliki informasi agar bisa memberikan sinyal informasi yang dapat dipercaya, Stiglitz mempelajari apa yang dapat diperbuat oleh pihak yang tidak memiliki informasi agar dapat menyingkapkan informasi tersembunyi itu.

(hlm.178)
Salah satu alasan mengapa Starbucks menawarkan tambahan-tambahan yang tidak begitu penting seperti whipped cream dan sirup beraroma adalah membujuk pelanggan untuk menyingkapkan apakah mereka ambil pusing soal harga atau tidak. Aetna Insurance menawarkan empat paket berbeda lagi nasabah perorangan, dengan ekses sekitar antara 500 pound sterling dan 5.000 pound sterling, kepada semua pembeli polis untuk membuat mereka menyingkapkan prediksi-prediksi atas berapa banyak klaim asuransi yang akan mereka ajukan.
Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa sebagai reaksi terhadap inside information, bank-bank mungkin menolak memberi pinjaman kepada sembarang orang, perusahaan-perusahaan mungkin lebih suka memberi upah tinggi kepada karyawan baru, sedangkan perusahaan-perusahaan asuransi akan lebih suka menolak orang-orang berisiko tinggi. Spence dan Stiglitz sama-sama menunjukkan bahwa Anda dapat membuat limun dari kelompok jeruk Akerlof tetapi Anda tidak dapat menyingkirkan rasa pahit yang tertinggal setelah meminumnya.

(hlm.179)
Jeruk, pelayanan kesehatan, dan Amerika Serikat
Kesulitan dalam memecahkan masalah jeruk barangkali menerangkan mengapa sistem pelayanan kesehatan Amerika mengalami kegagalan yang luar biasa. Amerika Serikat mengandalkan asuransi-asuransi kesehatan swasta untuk menyediakan sebagian besar pendanaan untuk biaya-biaya pengobatan. Ini sesuatu yang tidak biasa: di Inggris, Kanada, dan Spanyol, misalnya, biaya pelayanan kesehatan sebagian besar dibayar oleh pemerintah.
Hampir semua orang wajib membeli asuransi, tetapi premi asuransi menurut undang-undang dikaitkan dengan pendapatan bukan dengan risiko pertanggungan.
Sistem di Amerika Serikat tidak mewajibkan orang membeli asuransi, dan premi dikaitkan dengan risiko, bukan dengan pendapatan.
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya 17 persen responden di Amerika Serikat merasa puas dengan sistem pelayanan kesehatan mereka dan beranggapan bahwa reformasi yang mendasar tidak diperlukan.

(hlm.179)
Jeruk, pelayanan kesehatan, dan Amerika Serikat
Kesulitan dalam memecahkan masalah jeruk barangkali menerangkan mengapa sistem pelayanan kesehatan Amerika mengalami kegagalan yang luar biasa. Amerika Serikat mengandalkan asuransi-asuransi kesehatan swasta untuk menyediakan sebagian besar pendanaan untuk biaya-biaya pengobatan. Ini sesuatu yang tidak biasa: di Inggris, Kanada, dan Spanyol, misalnya, biaya pelayanan kesehatan sebagian besar dibayar oleh pemerintah.
Hampir semua orang wajib membeli asuransi, tetapi premi asuransi menurut undang-undang dikaitkan dengan pendapatan, bukan dengan risiko pertanggungan.
Sistem di Amerika Serikat tidak mewajibkan orang membeli asuransi, dan premi dikaitkan dengan risiko, bukan dengan pendapatan.
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa hanya 17 persen responden di Amerika Serikat merasa puas dengan sistem pelayanan kesehatan mereka dan beranggapan bahwa reformasi yang mendasar tidak diperlukan.

(hlm.180)
Sistem ini mahal sekali, sangat birokratis, dan sangat terpencar-pencar dalam satuan-satuan kecil. Alasan pertama adalah mahal: biaya pelayanan kesehatan Amerika per orang adalah ketiga terbesar di atas pesaing terdekat, negeri superkaya Swiss, dan dua kali lebih besar dibanding pengeluaran banyak negara Eropa.
Pemerintah Inggris menyediakan pelayanan kesehatan cuma-cuma bagi semua penduduk, sementara program kesehatan pemerintah Amerika hanya mencakup kaum lansia (Medicare) dan sebagian kaum terpinggirkan (Medicaid).
Pemerintah Inggris mengeluarkan dana lebih sedikit per orang daripada pemerintah Amerika tetapi masih berusaha menyediakan pelayanan kesehatan gratis kepada semua orang. Jika Anda memperhitungkan biaya penyediaan asuransi kesehatan kepada pegawai pemerintah dan pemberian libur pajak untuk mendorong pelayanan kesehatan swasta, pemerintah Amerika Serikat mempunyai anggaran pelayanan kesehatan, per orang, paling tinggi di dunia.

(hlm.181)
Alasan berikutnya adalah birokrasi. Peneliti di Harvard Medical School menemukan bahwa biaya administrasi sistem yang diterapkan oleh Amerika, baik negeri maupun swasta, lebih dari 1.000 dolar per orang. Dengan kata lain, ketika Anda memperhitungkan semua pajak, premi, dan kebocoran-kebocoran, orang Amerika pada umumnya menghabiskan uang untuk resepsionis dokter dan sebagainya sama banyak dengan pengeluaran warga Singapura dan Republik Czech untuk pelayanan kesehatan keseluruhan.
Ongkos birokrasi Amerika Serikat juga tiga kali lebih besar daripada 307 dolar ongkos per orang untuk administrasi dalam sistem kesehatan Kanada, yang terbukti menunjukkan prestasi istimewa.

(hlm.182)
Alasan berikutnya adalah sistem yang terpencar-pencar dalam kelompok-kelompok kecil. Asuransi kesehatan biasanya disatukan dengan pekerjaan, yang mengurangi efisiensi pasar tenaga kerja; karyawan menjadi tidak berani berhenti dari pekerjaan mereka tanpa kepastian mendapatkan pekerjaan lain dahulu karena takut tidak terasuransikan.
Bandingkan dengan Jerman, dengan hanya 0,2 persen penduduk yang tidak terlindungi oleh asuransi, atau dengan Kanada atau Inggris, dengan pemerintah yang menanggung pelayanan kesehatan bagi setiap warga negara.

(hlm.183)
Akibatnya, perusahaan asuransi kesehatan, karena perlu menutup biaya-biaya operasi, terpaksa menaikkan premi untuk semua nasabah, dan ini menyebabkan makin banyak nasabah mengundurkan diri.
Penggabungan ini memaksa orang yang paling sehat pun membeli paket asuransi dan karena itu membantu mencegah keruntuhan pasar.

(hlm.184)
Informasi yang tidak sempurna: cerita selengkapnya
Masalah jeruk (dalam jargon ekonomi disebut adverse selection), ketika inside information merusak sebuah pasar karena pembeli yang kekurangan informasi enggan membayar barang karena mutu yang tidak mereka ketahui, adalah sebuah contoh masalah lebih luas tentang inside information (yang dalam jargon ekonomi juga “informasi asimetrik”).
Apabila mobil saya diasuransikan untuk kejadian pencurian, saya akan memarkirnya di sembarang tempat, termasuk di jalanan sepi yang terkenal sangat tidak aman.

(hlm.185)
Apabila uang di rekening bank saya diasuransikan terhadap kegagalan bank, buat apa saya merepotkan diri memeriksa apakah bank itu memiliki keuangan yang sehat?
Moral hazard adalah masalah yang tak terelakkan dalam ekonomi yang nyata. Kendati mustahil menghindar dari moral hazard sama sekali, perusahaan asuransi (atau siapa pun) dapat mengambil langkah-langkah untuk menguranginya.
Alasan mereka mudah sekali terlihat: pemacetan atau hail memang mudah diatur.

(hlm.186)
Sementara itu, asuransi pengangguran milik negara masih ada, meskipun tidak terhindar dari moral hazard. Tidak sopan kalau kita mengatakannya, tetapi jelas bahwa memberi tunjangan kepada orang yang berhenti bekerja sama dengan mendorong pengangguran.
Dan memberi santunan kepada orang yang terpaksa menganggur adalah kewajiban sebuah masyarakat yang beradab dan mampu.
Baik asuransi milik negara atau swasta akan mencoba melindungi diri dari moral hazard.
Masalah akibat informasi yang tidak lengkap antara lain adalah pilihan yang buruk (jeruk) dan moral hazard, tetapi masih ada yang lain, masalah lebih besar dan kurang pasti.

(hlm.187)
Sebuah contoh lain: misalkan saya ingin makan di restoran terbaik di kota saya; saya tidak tahu apa makanan itu, maka saya mencari merek yang sudah saya kenal, yang setahu saya tidak akan salah.
Ketika saya ingin membeli perlengkapan yang rumit seperti kamera, saya meminta saran kepada teman-teman dan berkonsultasi dengan situs web dan majalah, yang saya harap akan memberi saya informasi berguna tentang produk-produk yang ingin saya pilih.

Pasar untuk liburan.

(hlm.188)
Apabila masalah itu tidak dapat dipecahkan, tidak masalah bagi kita kalau tidak berlibur sama sekali.
Penyediaan pelayanan kesehatan, sekali lagi, menjadi contoh yang sangat serius untuk masalah ini.
Walaupun begitu, kebanyakan pasien akan mengakui bahwa mereka sesungguhnya tidak mempunyai bayangan yang jelas tentang seberapa baik sesungguhnya dokter pilihan mereka.

(hlm.189)
Kegagalan pasar versus kegagalan pemerintah
Sayang sekali, sementara pasar bisa gagal, pemerintah pun bisa gagal. Politisi dan birokrat memiliki motivasi masing-masing. Kuasa kelangkaan, eksternalitas, dan informasi yang tidak sempurna tidak secara ajaib menghilang ketika ekonomi dikelola dan diregulasi oleh pemerintah.
National Health Service (NHS).
Anda pergi ke dokter bedah mana pun atau ke rumah sakit mana pun di Inggris, Anda akan diobati tanpa dipungut bayaran.

(hlm.190)
Antrean untuk mendapatkan pengobatan menjadi pangkal ketidakpuasan sejak lama sekali.
Apabila tidak diobati, belakangan lesi-lesi itu akan menimbulkan kerusakan permanen pada bagian tengah retina yang disebut macula.

(hlm.191)
Tantangan dasar yang dihadapi oleh National Health Service adalah keterbatasan jumlah dana yang boleh dikeluarkan sementara cara menggunakan dana itu tidak terbatas.

(hlm.192)
Pengobatan yang menunda kematian selama sepuluh tahun lebih baik daripada pengobatan yang menunda kematian hanya lima tahun; pengobatan yang membuat orang hidup sepuluh tahun lagi dalam keadaan sehat lebih baik daripada pengobatan yang membuat orang hidup sepuluh tahun lagi dalam keadaan koma.
Mempertimbangkan apakah hidup satu tahun tetapi buta jauh lebih buruk daripada hidup satu tahun dengan penglihatan normal.

(hlm.193)
Pasien yang tidak buta lebih berharga untuk ditolong dibanding pasien yang tidak melihat.
Apabila pengobatan tidak meningkatkan nilai hidup manusia, berarti pengeluaran dana untuk itu sia-sia, terutama ketika ada pilihan lain, misalnya pengobatan kanker, yang jelas meningkatkan mutu hidup manusia.
Mengalokasikan sumber daya yang terbatas ke bermacam-macam pengobatan yang tidak terbatas mudah bagi kita memahami posisi yang harus diambil oleh NICE: khususnya peraturan yang tampaknya dibuat tanpa hati bahwa pengobatan harus diberikan untuk sebelah mata saja, sedangkan yang lain dibiarkan buta.

(hlm.194)
Membenahi pelayanan kesehatan dengan keyhole economics
Teknik bedah lubang kunci (keyhole surgery technique) memungkinkan dokter bedah mengoperasi pasien tanpa membuat sayatan besar, meminimalkan risiko komplikasi dan efek samping.
Mempelajari masalah secermat mungkin alih-alih mencoba sesuatu yang lebih drastis.

(hlm.195)
Pendekatan yang diambil di Inggris adalah menghapus pasar secara keseluruhan kemudian menggantikannya dengan sebuah sistem yang diatur oleh keputusan-keputusan birokrat macam NICE alih-alih diarahkan oleh harga pasar, seolah-olah bagian dari Uni Soviet lama telah ditransplantasikan ke rumah sakit di seluruh Inggris. Untungnya, keputusan-keputusan politik dan birokratis jauh lebih transparan di Inggris daripada di Uni Soviet, maka sistem dapat berjalan dengan cukup baik.
Kuasa kelangkaan, eksternalitas, dan informasi yang tidak sempurna, ditambah masalah keadilan.

(hlm.196)
Di Inggris, misalnya, ada kurang lebih seribu lima ratus pasien per dokter umum (dokter yang pertama kali didatangani oleh kebanyakan pasien anggota National Health Service). Maka sebuah kota kecil berpenduduk sembilan ribu orang dapat menghidupi enam orang dokter, barangkali lebih dari cukup untuk mendorong persaingan yang nyata, di negara dengan 90 persen orang tinggal di daerah perkotaan.
Orang sampai terbaik dari Australia dan Selandia Baru ke Hawaii untuk pengobatan dengan Pisau Gamma Leksell, sebuah alat untuk mengobati tumor otak.

(hlm.197)
Solusi lubang kunci dalam hal ini barangkali beberapa perubahan kecil dalam regulasi untuk mencegah eksploitasi kuasa kelangkaan, dibarengi subsidi terfokus untuk mendorong program-program inokulasi.

(hlm.198)
Provisi pemerintah tidak efektif karena pengambilan keputusan tidak di tangan pasien dan sumber daya dijatah melalui proses politik. Sementara itu, masalah paling meresahkan untuk provisi pasar dalam pelayanan kesehatan adalah inside information, dan kecenderungannya yang lebih khusus untuk merusak pasar asuransi.
Bagian pertama dimaksudkan untuk memastikan ketersediaan informasi yang meluas: mudah mendapatkan opini kedua, mudah meminta pertolongan melalui telepon, dan mudah mendapatkan informasi dari perpustakaan, klinik, dan internet, bahkan dari supermarket.

(hlm.199)
Bagian kedua adalah memberi pasien kita kesempatan untuk menggunakan informasi ini. Dalam sebuah sistem berbasis asuransi yang diselenggarakan oleh swasta, sebagian besar pilihan cenderung dibuat oleh perusahaan asuransi; dalam sebuah sistem yang diselenggarakan oleh pemerintah, pilihan-pilihan dibuat oleh pemerintah.
Sistem yang mengharuskan pasien membayar sebagian besar biaya, jadi menyediakan insentif untuk mencari informasi sendiri dan membuat pilihan-pilihan yang selain mereka minati juga hemat, umum menyerahkan tanggung jawab atas biaya tak terduga yang kelewat besar kepada pemerintah atau asuransi.
Orang harus membayar untuk semua pelayanan pengobatan, tetapi asuransi harus membayar biaya yang paling besar, dan setiap orang harus memiliki rekening tabungan yang khusus untuk pengeluaran kesehatan.

(hlm.200)
Catastrophe insurance, yang hanya mengeluarkan dana ketika seseorang harus menjalani pengobatan yang mahal, relatif murah.
Dan memindahkan uang itu ke rekening tabungan.
Karena sistem ini wajib, orang tidak mempunyai pilihan.
Tabungan perawatan kesehatan Anda secara otomatis akan masuk ke dalam rekening bank berbunga tinggi. Uang itu akan tumbuh secara berangsur selama hidup Anda. Bagi kebanyakan orang, biaya pengobatan biasanya rendah sewaktu masih muda. Maka Anda bisa berharap mempunyai 20.000 pound sterling dalam rekening Anda ketika usia Anda menginjak empat puluh tahun; selain itu, jika Anda terus berusaha agar pengeluaran Anda untuk pengobatan serendah-rendahnya, bunga uang Anda akan sebesar-besarnya. Dua puluh ribu pound adalah uang yang banyak sekali untuk perawatan kesehatan.

(hlm.201)
Jika Anda mencapai usia pensiun dengan uang dalam rekening kesehatan masih di atas batas minimum, Anda berhak memindahkan kelebihan itu ke rekening hari tua Anda. Ketika Anda meninggal, Anda dapat mewariskan tabungan itu kepada ahli waris (biasanya pasangan atau anak-anak). Jadi kapan pun dalam hidup Anda, Anda akan mempunyai insentif untuk menggunakan uang Anda hanya untuk perawatan kesehatan yang menurut Anda sangat diperlukan.
Tentu saja, catastrophe insurance masih akan membayar biaya transplantasi paru-paru Anda, namun tak ada sistem buatan manusia yang dapat menghindari moral hazard secara keseluruhan.

(hlm.202)
Alternatif ideologis yang utama telah menyediakan semua itu melalui pasar politik. Barang dan jasa dalam bidang kesehatan termasuk di antara yang paling sulit didistribusikan.
Warga negara Amerika memperoleh sebagian besar pelayanan kesehatan mereka melalui intermediasi pasar yang sangat tidak berfungsi ini.
Di Singapura, sistem yang digambarkan secara ringkas dalam beberapa halaman terakhir telah sukses selama hampir dua dasawarsa. Orang Singapura rata-rata bisa hidup sampai usia delapan puluh tahun, dan biaya sistem mereka (baik pemerintah maupun swasta) adalah seribu dolar per orang, kurang dari biaya birokrasi saja di Amerika Serikat. Tiap tahun, orang Singapura membayar sekitar tujuh ratus dolar secara pribadi (warga Amerika rata-rata membayar dua ribu lima ratus dolar secara pribadi) dan pemerintah mengeluarkan tiga ratus dolar per orang (lima kali lebih besar daripada pemerintah Inggris dan tujuh kali lebih besar daripada pemerintah Amerika Serikat).

(hlm.203)
Debat kebijakan yang menemui jalan buntu terjadi ketika satu pihak mengaku bahwa kita harus mengandalkan pasar, sedangkan pihak yang lain mengatakan bahwa pemerintah akan memberi kinerja lebih baik. Jadi, pemerintah atau pasar? Kita telah belajar bahwa pertanyaan ini tidak bermakna apa pun dalam keadaan terisolasi.
Sebab pilihan kita sebagai konsumen di antara produsen-produsen yang saling bersaing memberinya baik insentif yang tepat maupun informasi yang tepat untuk menghasilkan apa pun yang kita inginkan dalam jumlah yang tepat.

(hlm.204)
6
Ketidakwarasan yang Rasional
Setiap orang akan mengunjungi salah satu di antaranya untuk diarahkan ke mana pun mereka ingin pergi di internet.

(hlm.205)
(Perusahaan ini dengan cepat menjadi pelopor dalam pemakaian nama perusahaan yang sama dengan alamat website).

(hlm.205)
Dalam tahun 1999, saham Amazon melonjak sampai lebih dari 100 dolar kendati telah berulang-ulang menerbitkan saham baru melalui kebijakan multiple stock split yang dirancang untuk meningkatkan jumlah saham.
Harga mana yang salah: 100 dolar atau 8 dolar? Atau keduanya?

(hlm.206)
Pergerakan-acak
Orang rasional akan membeli saham hari ini apabila jelas bahwa besok harga saham itu akan naik, dan menjualnya jika sudah jelas bahwa harga saham itu akan jatuh. Akan tetapi ini mengandung arti bahwa ramalan apa pun bahwa saham pasti naik besok akan salah: saham naik hari ini karena orang berminat membelinya, dan akan terus membelinya sampai harganya tidak murah lagi untuk naik terus keesokan harinya. Sesungguhnyalah, investor yang rasional seharusnya mampu memberikan tebakan kedua untuk perubahan apa pun yang dapat diprakirakan di pasar saham atau pada harga saham tertentu maka, apabila dapat diprakirakan, mengingat besar uang yang dipertaruhkan, mereka akan membuat prakiranya.

Akan tetapi itu mengandung arti bahwa jika investor-investor sungguh rasional, sama sekali tak ada perubahan harga saham yang dapat diprakirakan. Satu-satunya yang tersisa adalah kabar yang tak dapat diprediksi. Sebagai akibat dari kenyataan bahwa hanya kabar acak yang menggerakkan harga saham, harga-harga itu, serta indeks yang mengukur pasar saham secara keseluruhan, harus berfluktuasi secara acak sepenuhnya. Matematikawan menyebut perilaku tersebut pergerakan acak (random walk) yang berarti pada hari apa pun peluang untuk naik atau turun sama saja.

(hlm.207)
Apabila harga saham diharapkan naik lebih tinggi daripada kecenderungan itu, akan sudah demikian, dan begitu pula apabila harga saham diharapkan naik hanya sedikit atau jatuh, performanya pastilah sudah seburuk itu.
Investor yang rasional harus cukup banyak untuk memaksa pasar menunjukkan perilaku pergerakan acak, dengan syarat mereka menaruh uang mereka yang banyak ke saham-saham yang bagus dan melepas saham-saham yang buruk.

Apabila itu yang terjadi, akan menjadi paradoks; investor-investor yang memiliki informasi sempurna menghasilkan pasar yang acak, tetapi pasar yang acak tidak memberi imbalan kepada siapa pun atas informasi sempurna yang mereka miliki.

(hlm.208)
Jika semua orang lain mengerjakan yang sama. Sebaliknya, pasar yang penuh dengan peluang-peluang tak tereksploitasi akan menawarkan laba besar kepada investor mana pun yang mau mempelajarinya, yang selanjutnya akan mengantarkannya ke peluang-peluang tak tereksploitasi yang lebih sedikit.
Sebuah pasar yang mendekati acak dengan kejutan-kejutan yang cukup untuk diberikan kepada investor-investor terinformasi yang tetap dalam posisi mendekati acak.

Andai jelas antrean mana yang paling cepat, orang akan telah bergabung ke situ, dan antrean itu tidak akan menjadi yang paling cepat lagi.

(hlm.209)
Nilai dan harga di luar pergerakan acak
Titik awalnya adalah mempelajari saham-saham yang diperjualbelikan apa adanya: sebuah pertanyaan tentang laba sebuah perusahaan di masa mendatang.
Perusahaan tidak harus mengembalikan laba langsung kepada para pemilik saham.

(hlm.210)
Manajemen menggunakan uang itu untuk hal-hal lain, misalnya membayar utang Amazon.com atau berinvestasi untuk mengembangkan usaha.

(hlm.211)
(Inilah satu alasan mengapa pasar saham meningkat ketika suku bunga diduga akan turun, dan pasar saham menjadi lesu ketika suku bunga diduga akan naik.)

(hlm.212)
Sebuah gambaran tentang pasar saham yang tunduk kepada aturan-aturan dasar dengan kata lain, ketika mengetahui bahwa pada akhirnya saham disebut saham karena suatu alasan: memberi Anda hak untuk memperoleh bagian dari laba yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan.

Jika harga saham lebih rendah daripada nilai dasar, itu memberitahu Anda bahwa saham itu murah dan Anda akan memperoleh uang dengan membelinya.

(hlm.213)
John Maynard Keynes, memperbandingkan pasar saham dengan sebuah kompetisi surat kabar yang konyol ketika pembaca diminta memilih beberapa wajah cantik dari seratus buah foto. Sang pemenang adalah seorang pembaca pemilih foto cantik yang paling dekat dengan pandangan umum.

Ini bukan kasus memilih mereka yang, berdasarkan penilaian terbaik seseorang, sungguh paling cantik, pun bukan pilihan yang menurut pandangan rata-rata dengan tulus dianggap paling cantik. Kita telah sampai ke derajat ketika kita mengerahkan kecerdasan kita untuk mengantisipasi apa yang diduga oleh kebanyakan orang tentang pandangan kebanyakan orang pada umumnya. Dan menurut keyakinan saya, ada beberapa orang yang telah mencapai derajat keempat, kelima, bahkan lebih tinggi.

(hlm.214)
Sebuah contoh zaman modern untuk memilih saham adalah metode “Grolsch”.
Langkah awal itu hanya bermasalah jika ia mempunyai rencana menahan saham tersebut untuk waktu yang lama, cukup lama sampai gambaran yang sebenarnya, apa pun itu, menjadi jelas.

Metode Grolsch tidak terpengaruh oleh harga saham. Itu cuma sebuah upaya mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang menurut Anda akan diperbuat oleh investor-investor lain.

(hlm.215)
Orang-orang bodoh yang rasional
Tony Dye menyimpulkan dalam tahun 1996 bahwa pada level 4.000, FTSE 100 (indeks yang mencerminkan performa 100 perusahaan terbesar di Bursa Saham London) memberikan nilai yang berlebihan, maka ia mencairkan sebagian uang kliennya menjadi dana tunai, kemudian memasukkannya ke dalam rekening tabungan.

(hlm.216)
Sebelum Philips & Drew sempat mengubah strategi, pasar saham telah jungkir balik. Saham-saham perusahaan dalam bidang internet, telekomunikasi, dan teknologi menukik tajam.
FTSE jatuh dan jatuh terus, dari di atas 6.400 ketika Mr. Dye mengundurkan diri menjadi di bawah 3.300 tiga tahun kemudian. Dye telah menyimpulkan dalam tahun 1996 bahwa klien-kliennya akan lebih beruntung jika menjual saham ketika pasar berada di level 4.000 dan memasukkan dananya ke dalam rekening tabungan. Ia akhirnya terbukti benar tujuh tahun kemudian.

Tony Dye benar, tetapi apakah beruntung? Ratusan fund manager yang telah terbukti salah besar ternyata tetap dalam pekerjaan masing-masing sebab mereka semua melakukan kesalahan secara beramai-ramai.

(hlm.217)
Fund manager memang harus berhadapan dengan kenyataan yang tidak lazim: andai mereka memutuskan mengambil pandangan yang berbeda dari banyak orang, mereka hanya memenangkan beberapa klien ketika mereka sukses tetapi kehilangan pekerjaan mereka ketika mereka tidak sukses. Oleh sebab itu orang lebih suka bergabung dengan kelompok besar.
Banyak fund manager besar, yang membuat keputusan-keputusan terkait dengan dana yang besar sekali, dibayar untuk mengikuti mode, bukan untuk memilih saham yang benar. Artinya, sampai kapan pun pasar saham akan melakukan kesalahan-kesalahan.

(hlm.218)
Membuat telaah jangka panjang
Siapa yang berani memastikan bahwa gelembung internet (internet bubble) adalah gelembung yang sesungguhnya? Orang baru sadar telah salah jalan ketika harga-harga saham menukik secara dahsyat.

(hlm.219)
Para investor dalam tahun 2000 seperti orang-orang yang kerasukan. Sebagian penyebabnya adalah kesediaan membayar lebih mahal untuk saham-saham karena orang-orang sudah lebih akrab dengan saham dan lebih toleran terhadap risiko.

(hlm.220)
Laba perusahaan selalu mengikat meskipun dengan kurva bergerigi sejalan dengan ekonomi yang berkembang. Akan tetapi nisbah harga/pendapatan (price/earning ratio) seperti yang ditunjukkan dalam grafik selalu memperhitungkan kenyataan bahwa karena ekonomi terus berkembang, laba esok hari barangkali akan lebih besar daripada laba hari ini.

Nisbah yang mantap pada angka 16 mengatakan bahwa saya bersedia membayar 16 dolar per saham yang di masa silam telah menghasilkan laba 1 dolar setahun, 1.600 dolar untuk sebuah portfolio yang di masa lalu telah menghasilkan 100 dolar per tahun, atau 16 miliar untuk sebuah perusahaan yang di masa lampau telah memberikan laba 1 miliar dolar per tahun.

(hlm.221)
Ekonom dari Yale Robert Shiller telah meluangkan sebagian waktunya menyelidiki pola kecenderungan untuk selalu kembali ke P/E ratio 16 ini, dan ia telah mengumpulkan nisbah harga/pendapatan sampai ke tahun 1881. (Data Robert Shiller telah digunakan dalam grafik untuk keduanya. Sesungguhnya, gambar pertama hanya sebuah pengembangan dari gambar kedua. Kesan yang muncul dari kedua grafik ini agak berbeda.) Yang jelas sekali dari data Shiller adalah bahwa nisbah yang lebih dari 30 tidak normal. Itu terjadi hanya sekali sebelum tahun 1990-an, yakni dalam tahun 1928. Seperti dalam tahun 2000, orang-orang dalam tahun 1928 muncul dengan banyak rasionalisasi untuk harga saham yang tinggi pada waktu itu.

(hlm.222)
Irving Fisher, salah seorang pendahulu Shiller sebagai ekonom ternama Yale, terkenal ketika mengatakan bahwa saham-saham telah mencapai “sebuah dataran tinggi yang baru dan permanen”. Fisher tidak bodoh; sebagai pemikir sangat berpengaruh dalam ilmu ekonomi keuangan, ia menulis sebuah buku berjudul The Wall Street Crash-And After, berisi sesuatu yang pastilah pada masa itu dianggap sebagai alasan yang bagus sekali untuk mengharapkan harga-harga saham tetap tinggi.
Fisher berpendapat bahwa laba di masa mendatang akan luar biasa tinggi, berkat efisiensi-efisiensi yang dihasilkan dari beberapa merger besar tak lama sebelumnya, berkat penerapan teknologi baru, peningkatan keahlian manajemen dan kepakaran Federal Reserve. Analisis itu kelihatannya masuk akal… dan anehnya akrab.

(hlm.223)
Berpikir bijak tentang kelangkaan
Orang tergoda untuk berpikir bahwa pandangan ini didasarkan pada kekuatan internet, telepon seluler, komputer, dan produk-produk teknologi maju lain yang baru ditemukan. Banyak penggemar internet dengan spontan berpendapat masuk akal jika orang bersedia mengeluarkan uang dalam jumlah besar sekali untuk sebuah perusahaan seperti Amazon karena internet “mengubah segala sesuatu”.

(hlm.224)
Asumsi dasar di balik ini adalah bahwa jika kita sedang berada dalam suatu revolusi ekonomi, saham akan sangat berharga. Asumsi dasar ini keliru. Saham akan mengalami kenaikan harga hanya jika ada alasan yang bagus untuk berpendapat bahwa laba di masa depan akan tinggi. Sebagaimana kita ketahui, laba berasal dari kelangkaan; sebagai contoh, kepemilikan atas sebidang tanah yang langka (dilindungi sertifikat yang sah), merek yang langka (dilindungi hak cipta), atau sebuah organisasi dengan kemampuan unik (dilindungi tidak lain oleh kenyataan bahwa organisasi yang paling efektif sulit ditiru). Maka harga saham akan naik hanya jika transformasi ekonomi meningkatkan kemampuan organisasi mengendalikan sumber-sumber daya yang langka.
Dalam sejarah, tak ada hubungan yang jelas antara transformasi ekonomi dan laba yang tinggi untuk perusahaan pada umumnya. Transformasi ekonomi memorakporandakan profitabilitas perusahaan-perusahaan lama (karena menggantikan atau mengadakan aset-aset langkanya), sementara perusahaan-perusahaan baru yang menggantikan sering menghadapi tingkat kegagalan yang tinggi dan memerlukan biaya besar sekali untuk membangun bisnis.

(hlm.225)
Sebagai contoh, laba Amazon yang 30 juta dolar dalam tahun 2003 harus diperhitungkan terhadap kemerosotan laba industri musik dunia sekitar 2,5 miliar dolar dalam tahun yang sama, sebuah keruntuhan yang menurut para eksekutif industri disebabkan oleh download musik melalui internet dan pembajakan yang marak.
Ia ingin tahu apa yang akan terjadi andai dahulu kita membeli saham Great Western Railway, yang paling terkenal di antara semua perusahaan kereta api di Inggris, tempat lahir kereta api sebagai sarana transportasi. Ia berspekulasi bahwa bahkan andai kita membeli saham itu pada hari pertama penjualannya, dan menyimpannya dalam jangka panjang, keuntungan yang dikembalikan kepada kita tidak luar biasa, katakanlah kurang dari 10 persen setahun. Saya tidak habis mengerti bagaimana salah satu perusahaan paling sukses yang menjadi motor revolusi perkeretaapian bisa memberikan laba yang cuma biasa-biasa kepada para pemegang saham. Saya langsung membuka-buka bundel arsip koran The Economist edisi yang berdebu asal abad kesembilan belas dan menemukan jawabnya. Tentu saja Kay benar. Tidak lama setelah saham Great Western Railway ditawarkan dengan harga 100 pound sterling per saham dalam tahun 1835, spekulasi yang luar biasa mulai meledak terhadap saham-saham industri kereta api.

(hlm.226)
Maka, bahkan perusahaan kereta api terbaik belum tentu tempat yang dahsyat untuk investasi, dan yang paling buruk adalah bencana keuangan yang ditimbulkannya. Akan tetapi tak seorang pun membantah kenyataan bahwa transportasi kereta api sungguh telah mengubah tata ekonomi secara keseluruhan. Taksiran yang konservatif mengatakan bahwa hal itu menambah 5 hingga 15 persen terhadap nilai total ekonomi AS pada tahun 1890, sesuatu yang luar biasa, kalau kita memikirkannya sekarang.

(hlm.227)
Kelangkaan dan teknologi
Pulih setelah secara radikal. Akan tetapi Intel dikenal karena semangat pantang menyerahnya untuk tetap berinovasi sehingga tetap di depan dalam ajang kompetisi.
Hanya Microsoft, yang menggantikan IBM sebagai titan di industri komputer, tampaknya masih bisa hidup dengan nyaman. Barangkali sukses Microsoft yang begitu dahsyat telah membantu mengarahkan para penggemarnya untuk menemukan “Microsoft berikutnya”. Kebanyakan perusahaan bukan Microsoft dan tidak akan pernah menjadi Microsoft.
Microsoft sungguh memiliki kuasa kelangkaan yang asli, yang abadi, yang akan membangkitkan laba berlimpah sampai bertahun-tahun yang akan datang.

(hlm.228)
Banyak di antara mereka mempunyai bisnis yang dapat ditiru dengan murah hanya dalam beberapa bulan, dan kenyataan itu saja sudah cukup untuk menjelaskan bahwa saham mereka hampir tidak berharga.
Orang tidak peduli jika ada orang lain di dunia mampu mengerjakan yang sedang kita kerjakan. Yang penting adalah kita tiba di sana lebih dahulu. Itu visi yang sama dengan visi demam emas: klaim yang pertama mempunyai prioritas. Apabila entah bagaimana perusahaan internet dapat memetak-metak “lahan” di internet, perusahaan-perusahaan lain akan menemukan mustahil mereka masuk untuk mengusir mereka.

(hlm.229)
Sesungguhnyalah, saat ini keunggulan sebuah perusahaan karena statusnya sebagai pelopor tidak sebesar di masa lampau. Sementara Bailey masih berangan-angan, sebuah perusahaan kecil sedang didirikan di sebuah garasi di California. Perusahaan itu menyediakan teknologi pencarian internet tetapi baru mampu melakukan beberapa ratus pencarian dalam satu jam. Nama perusahaan itu Google.
Google datang ke arena belakangan, pada masa ketika Yahoo! tampaknya telah memantapkan diri sebagai raja di antara semua mesin pencari, tetapi Google segera menjadi sinonim dengan pencarian Web sendiri.

(hlm.230)
Kuasa kelangkaan tidak terlalu berkuasa di web.
Ingat bahwa profitabilitas yang berkelanjutan untuk sebuah perusahaan terjadi karena memiliki kemampuan khusus yang tidak mudah ditandingi oleh perusahaan lain: yang perkasa di pasar konservatif—bayangkan kondom Durex, kontrol standar Microsoft, atau sekadar keahlian yang superior, seperti General Electric.
Perusahaan konsultasinya gulung tikar pada April 2001.

(hlm.231)
Orang yang Tahu Nilai di Balik Tidak Berharga
Seseorang yang tahu tentang harga segala sesuatu dan nilai di balik yang tidak berharga. Definisi Oscar Wilde tentang orang sinis, yang sekarang lazim diberikan para ekonom.

(hlm.232)
Yang diperjualbelikan dalam hal ini bukan sesuatu yang dapat dipegang melainkan udara, panjang gelombang dalam spektrum radio, atau lebih tepatnya sesuatu yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan telepon seluler untuk mengoperasikan jaringan mereka.
Spektrum yang tersedia terbatas, dan seperti yang telah kita ketahui, ada kelangkaan berarti ada uang.

(hlm.233)
Ini bukan karena peruntungan atau nasib baik melainkan kecerdikan di satu pihak dan kesalahan di pihak lain. Lelang udara, seperti bermain poker, adalah permainan yang memerlukan keterampilan khusus, permainan yang dipakai untuk pertaruhan yang sangat tinggi.

Cinta, perang, dan poker
Matematikawan John von Neumann dianggap sebagai “otak terbaik di dunia,” dan mereka mempunyai kesempatan untuk membandingkannya dengan lawan yang sama-sama tangguh, mengingat salah seorang mitra Neumann di Princeton adalah Albert Einstein. Von Neumann adalah genius yang sampai membangkitkan mitologi tentang kecerdasan manusia yang hampir super.
Von Neumann telah menghasilkan sebuah lompatan yang dramatis dalam logika, teori himpunan, geometri, meteorologi, dan bidang-bidang matematika lain, dan ia mempunyai peran yang penting dalam pengembangan mekanika kuantum, senjata nuklir, dan komputer. Akan tetapi yang menarik bagi kita di sini adalah perannya sebagai penemu teori permainan (game theory).
Sebuah permainan, bagi seorang pakar teori permainan, adalah setiap aktivitas ketika prediksi kita tentang orang lain akan memengaruhi keputusan tentang yang akan kita perbuat. Permainan seperti itu antara lain poker, perang nuklir, cinta atau penawaran dalam lelang udara.

(hlm.234)
Permainan adalah objek matematika. Von Neumann sendiri, atau pemenang Hadiah Nobel John Nash, tokoh utama dalam A Beautiful Mind.
Von Neumann suka sekali permainan poker, dan ketika pikirannya tertuju ke permainan itu, ia mengembangkan perangkat matematika yang praktis, tidak hanya bagi ekonom tetapi juga bagi orang yang mencoba memahami segala sesuatu dari kencan hingga biologi evolusioner atau perang dingin.
Para pemain menyembunyikan kartu-kartu mereka sampai tiba saatnya untuk saling membuka kartu di akhir permainan, dengan pemain pemilik kartu terbaik berhak memenangkan seluruh uang yang dipertaruhkan oleh para peserta. Tiap peserta harus terus mengajukan penawaran agar boleh tetap bermain, tetapi sebagian akan berhenti di tengah jalan, lebih suka mendapatkan uang sedikit daripada berisiko kehilangan banyak di akhir permainan. Jika semua peserta lain menyerah, Anda dapat memenangkan semua yang dipertaruhkan tanpa pernah menunjukkan kartu Anda.

(hlm.235)
Apakah penawaran kecil menandakan kelemahan, atau hanya trik untuk membujuk Anda menaikkan taruhan padahal di balik sana lawan Anda mempunyai kartu-kartu terbaik?
“Andai dalam pikirannya saya berpikir bahwa menurutnya saya mempunyai empat raja, berarti…”
Tiap pemain mempunyai akses ke informasi yang disembunyikan dari para pemain lain. Dalam catur, permainan yang murni mengandalkan keterampilan, pertarungan terjadi di ajang yang terbuka bagi siapa pun. Dalam poker, tak ada pemain yang dapat melihat seluruh kebenaran.
Von Neumann percaya bahwa jika ia dapat menganalisis poker menggunakan matematika, ia berpeluang menghadirkan lampu sorot ke dalam segala macam interaksi manusia.

(hlm.236)
Pikirkan jenderal-jenderal yang memimpin peperangan, atau bahkan andai Anda orang usil seperti saya, bayangkan juga sepasang perempuan dan laki-laki yang masih dalam tahap pendekatan.
Von Neumann bermitra dengan ekonom Oskar Morgenstern ketika menulis buku suci teori permainan, Theory of Games and Economic Behavior, yang diterbitkan tidak lama sebelum Perang Dunia II berakhir. Teori permainan diajarkan kepada kebanyakan mahasiswa jurusan ekonomi, dan beberapa pakar teori permainan telah dianugerahi Penghargaan Nobel untuk Ilmu Ekonomi.
Berpikirlah tentang tawar-menawar antara pemilik tanah dan para penyewa.

(hlm.237)
Idealnya, pemerintah ingin memberikan lisensi kepada perusahaan-perusahaan yang akan memanfaatkannya secara maksimal. Karena yang akan dibagi-bagikan oleh pemerintah adalah aset publik yang berharga, mereka pun ingin mendapatkan manfaat terbaik bagi para pembayar pajak.
Ini karena pertaruhan mengomunikasikan kekuatan dan kelemahan dalam poker. Andai pemain tidak bertaruh dengan uang sungguhan, “komunikasi” menjadi tidak bermakna. Seperti yang sekarang telah kita ketahui dengan baik, bicara itu murah. Maka menggertak hanya memberikan akibat jika ada uang sungguhan yang dipertaruhkan.

(hlm.238)
Guna menyaring mana bicara yang bunyi dan janji-janji kosong, pemerintah harus merangsang pertaruhan yang tinggi dan memaksa para juru runding “menaruh uang di mulut mereka”.

Permainan dalam permainan: bagaimana menjual rumah 300.000 pound sterling dengan harga hanya 3.000 pound sterling.
Penjualan yang pertama sukses sekali (dan menghasilkan uang banyak sekali bagi pemerintah), tetapi sesudah beberapa kali lelang rasanya ada yang salah.

(hlm.239)
Perusahaan-perusahaan telah mengakali pemerintah dengan sengaja tidak bersaing satu sama lain. Jika hanya ada beberapa pembeli yang berpeluang membeli rumah Anda, mereka dapat membuat kesepakatan di antara mereka untuk tidak saling mengalahkan yang lain. Balas jasa yang paling nyata adalah sepakat untuk tidak menawar lebih tinggi pada lelang yang akan datang.

(hlm.240)
Jika hanya ada beberapa pembeli yang berpeluang membeli rumah Anda, mereka dapat membuat kesepakatan di antara mereka untuk tidak saling mengalahkan yang lain.

(hlm.241)
Teori permainan untuk yang belum tahu
Teori ini dikembangkan oleh orang-orang yang dalam hal kecerdasan dapat disebut manusia super, misalnya Nash dan Von Neumann.
Teori permainan mengungkapkan cara orang akan bertindak sebagai solusi atas sebuah persamaan matematika. Sebagai contoh, teori permainan mengatakan kepada kita bahwa catur bukan permainan yang bagus karena secara teori hasilnya telah ditentukan lebih dahulu: salah seorang pemain dapat memaksakan sebuah hasil.

(hlm.242)
Padahal Von Neumann menunjukkan bahwa cara bermain yang betul adalah menggertak menggunakan kartu yang seburuk mungkin.

Menjadi pelaksana lelang
Pada akhir tahun 1996, saya melihat seorang pakar teori lelang terkemuka Inggris menerangkan poin ini dalam sebuah seminar tentang penerapan teori permainan pada kegiatan lelang.

(hlm.243)
Paul Klemperer mengambil dompet dua peserta seminar, menghitung uang yang ada di dalamnya, kemudian menawarkan untuk menjual uang dalam dompet itu (yang jumlahnya tidak diketahui) kepada siapa pun di antara kedua korban itu yang berani menawar paling tinggi.
Adalah bahwa kedua korban cuma tidak tahu berapa penawaran yang harus diajukan.

(hlm.244)
Dalam permainan dompet, salah satu solusi bagi tiap peserta adalah terus menawar sampai mencapai dua kali nilai isi dompetnya sendiri. Peserta dengan dompet lebih gemuk akan menang tetapi membayar lebih sedikit dibanding jumlah uang dalam kedua dompet mereka. Menawar terlalu agresif berisiko membayar terlalu banyak.
Ken Binmore dan Tilman Borger, yang sama-sama pakar dalam teori permainan untuk keperluan.

(hlm.245)
John Maynard Keynes, ekonom paling berpengaruh dalam abad kedua puluh, dahulu membayangkan suatu hari yang memungkinkan ekonom tidak lagi menjadi orang-orang yang hanya berkutat soal teori tetapi “agak seperti dokter gigi”, didatangi orang untuk memecahkan masalah sehari-hari dan memberikan hasilnya secara langsung.
Orang ekonomi belum sampai ke situ, dan ekonom mana pun yang ingin berkiprah seperti dokter gigi meski hanya sebagian ternyata harus menyaksikan teori-teori ekonomi mereka digilas oleh pelajaran-pelajaran keras dalam dunia nyata dengan dosis yang tidak tanggung-tanggung: itikad buruk peserta lelang, penawaran yang keliru, masalah penampilan.

(hlm.246)
Pemenang Nobel William Vickrey
William Vickrey, orang pertama yang memberikan kemajuan-kemajuan besar dalam penerapan teori permainan pada penyelenggaraan lelang.
Lelang Vickrey adalah lelang yang tergolong second-price sealed-bid auction. “Sealed bid” berarti tiap peserta mengajukan penawaran tertulis hanya satu kali dalam sebuah amplop bersegel. Ketika amplop dibuka, penawar paling tinggi menang. Sedangkan “second-price” adalah aturan aneh yang mengatakan bahwa pemenang tidak membayar sebesar harga yang ia tawarkan melainkan harga kedua tertinggi.

(hlm.247)
Bahwa tidak ada penawar yang mempunyai insentif untuk memangkas penawarannya dalam upaya meraup laba lebih besar, mengajukan penawaran lebih rendah memengaruhi peluangnya untuk menang tetapi tidak memengaruhi harga.
Dalam sebuah lelang tradisional tak seorang pun pernah mengetahui harga maksimum yang bersedia dibayar oleh penawar tertinggi, tetapi dalam lelang Vickrey informasi ini terbuka bagi siapa pun. Tidak mengherankan bila orang Selandia Baru ingin tahu mengapa seorang peserta yang telah menawar senilai 100.000 dolar untuk sebuah lisensi ternyata hanya harus membayar 6 dolar atau mengapa pihak yang telah mengajukan penawaran senilai 7 juta dolar hanya harus membayar 5.000 dolar.

(hlm.248)
Mengapa menggunakan lelang?
Dengan lisensi yang terbatas, merupakan sebuah kejahatan besar jika salah satu lisensi itu jatuh ke tangan timharford.com, sebuah internet-bubble company yang tidak mempunyai pengalaman terkait dan tidak mampu memanfaatkan aset berharga itu. Dengan demikian, lisensi harus jatuh ke tangan perusahaan yang akan menggunakannya untuk menyediakan layanan-layanan bermutu tinggi pada harga paling rendah. Kompetisi di antara para pemegang lisensi selanjutnya akan menentukan harga.

(hlm.249)
Untuk sederhananya, bayangkan sebuah lelang langsung untuk mengharuskan peserta mengajukan penawaran terbuka yang makin lama makin tinggi, dengan satu perbedaan: siapa pun yang tinggal dalam ruangan dianggap bersedia membayar harga tertinggi yang ditawarkan. Siapa pun yang mengundurkan diri harus meninggalkan ruangan dan tidak boleh masuk lagi.

(hlm.250)
Ketika lelang dimulai dan harga mulai naik, peserta akan mulai mengundurkan diri begitu harga yang diajukan lebih tinggi daripada taksiran yang telah mereka buat. Perusahaan-perusahaan yang kurang percaya diri dalam rencana bisnis dan teknologi mereka akan menjadi kelompok pertama yang menyingkir dari kalangan. Apabila harga terus naik tanpa orang pun meninggalkan ruangan, tiap peserta tahu bahwa orang lain sama-sama percaya diri tentang prospek pasar secara keseluruhan.
Lelang ini dengan rapi meringkaskan kearifan kolektif semua peserta.

(hlm.251)
Dalam pertengahan tahun 1990-an, Klemperer dan Jeremy Bulow (yang menjadi anggota lain tim perancangan lelang ini) menerbitkan sebuah makalah yang menunjukkan apabila kesederhanaan lelang itu berhasil menarik satu lagi saja peserta lelang yang serius, lelang langsung itu akan mendatangkan uang lebih banyak daripada cara negosiasi yang lain.
Jika Anda ingin lelang Anda sukses, Anda memerlukan banyak penawar terus.

Lelang Inggris beraksi
Pada bulan Maret tahun 2000, lelang Inggris sudah siap dilangsungkan dengan tiga belas penawar terdaftar yang telah membayar jaminan senilai 50 juta pound sterling dan telah terhubung dengan internet untuk mengirimkan penawaran mereka dari jarak jauh.

(hlm.252)
2 hingga 3 miliar pound sterling, yang cukup untuk mengalahkan dana dari pajak pendapatan selama satu tahun.

(hlm.253)
Gagasan di balik pengadaan lelang ini adalah bahwa persaingan untuk mendapatkan lisensi A akan mendongkrak harga keempat lisensi yang lain.

(hlm.254)
Karena penawar tidak pernah tahu kapan lelang akan berakhir, mereka perlu memastikan apakah mereka selalu nyaman dalam posisi mereka yang sekarang. Strategi terbaik adalah mempelajari semua lisensi kemudian mengirimkan sebuah penawaran yang tinggi ke lisensi mana pun yang tampak mempunyai nilai terbaik. Apabila tak ada satu pun yang mempunyai nilai bagus pada waktu itu, berarti langkah yang benar adalah mengundurkan diri.

(hlm.255)
Para peserta seperti sepakat untuk bermain di sekitar 400 juta pound sterling untuk setiap lisensi. Sesudah lima puluh putaran penawaran keseluruhan mencapai 3 miliar pound sterling: sama dengan dana yang ingin didapatkan oleh pemerintah.
Foto tim perancang mulai muncul di surat kabar. Para penulis berusaha menjelaskan apa tepatnya yang telah dilakukan oleh tim tersebut, tetapi semua segera sadar bahwa sesuatu yang luar biasa sedang berlangsung.
Penawaran telah melewati putaran keenam puluh (pendapatan total: 4 miliar pound sterling). Putaran ketujuh puluh (5 miliar pound sterling). Putaran ke delapan puluh (7 miliar pound sterling). Akhir Maret datang dan pergi. Harga masih terus naik.

(hlm.256)
Pada pagi tanggal 3 April, hampir satu bulan setelah penawaran pertama dilayangkan, dengan lebih dari 10 miliar pound sterling (200 pound sterling per orang di Inggris) yang terkumpul, sesuatu akhirnya terjadi. Sehabis putaran kesembilan puluh empat, panitia mengumumkan bahwa salah satu peserta, Crescent, mengundurkan diri. Setelah itu lelang mulai berubah dengan cepat. Petang itu, dalam putaran kesembilan puluh lima, peserta kedua, konsorsium 3G-UK, mengundurkan diri. Esok paginya, dalam putaran kesembilan puluh tujuh, peserta ketiga, Spectrum, juga berhenti. Beberapa penawar lain gugur karena beberapa kali tidak menggunakan kesempatan mereka untuk mengajukan penawaran baru. Dalam putaran kesembilan puluh delapan Epsilon mengundurkan diri. Hal berikutnya, sekitar jam makan siang tanggal 5 April, One-Tel pun menyerah.
Mengapa kejadian itu mendadak? Agaknya cuma masalah harga diri: tidak seorang pun ingin menjadi yang pertama mengundurkan diri, tetapi begitu Crescent menyerah, perusahaan atau kelompok yang telah menunggu kesempatan itu pun segera mengundurkan diri.

(hlm.257)
Pakar teori permainan mempunyai sebuah penjelasan lain: para peserta sudah belajar dari tiap peserta lain tentang seberapa tinggi kira-kira nilai lisensi 3G itu. Ini salah satu keuntungan dari lelang yang diselenggarakan secara transparan.
Tiap perusahaan mempunyai rencana bisnis masing-masing, mitra teknologi masing-masing, proyeksi penjualan masing-masing. Semua tadi spekulatif, tetapi lelang yang transparan memberi sinyal tentang rencana-rencana tadi dan membuat informasi tersebut terbuka bagi semua peserta. (lelang juga menyediakan informasi yang diperlukan dari pemerintah dan bersamaan dengan itu mengumpulkan pendapatan dari situ semuanya sangat rapi.)
Pengunduran diri Crescent mengirimkan sebuah sinyal kepada para penawar lain bahwa perusahaan itu merasa bahwa nilai lisensi tidak lebih tinggi dari penawaran yang terakhir.

(hlm.258)
Tiap pengunduran diri baru menegaskan kabar bahwa penawaran sudah terlalu tinggi.
Sudah barang tentu, perusahaan yang belakangan mengundurkan diri sebelumnya tergabung dalam kawanan yang sama, tetapi ingat bahwa sekelompok hewan bergabung karena alasan-alasan yang positif.
Tidak lama setelah jam sarapan pada 27 April, NTL Mobile mengeluarkan pengumuman bahwa perusahaan itu akan menarik diri dari lelang, dan tiba-tiba kegairahan lenyap secara keseluruhan. Sebuah perusahaan bernama TIW yang baru muncul di dunia telepon mobile, telah membayar 4.384.700.000 pound sterling untuk lisensi A. Vodafone telah memenangkan pertarungan habis-habisannya dengan British Telecom dan harus bangga karena memegang lisensi B, dengan harga hampir 6 miliar pound sterling dan dalam prosesnya merupakan lelang paling besar dalam sejarah modern.

(hlm.259)
Jangan lupa: kuasa kelangkaan
Apabila lisensi 3G mahal sekali, berarti perusahaan yang membeli lisensinya akan memungut biaya itu dari pelanggan.
Andai lisensi 3G murah sekali, apakah perusahaan yang memilikinya akan menjual layanan yang murah kepada konsumen?

(hlm.260)
Kita belajar di Bab 1 dan 2 bahwa perusahaan akan memungut bayaran sebanyak mungkin dari pelanggan kalau situasi mengizinkan. Kita juga tahu bahwa kemampuan mereka memenuhi keinginan itu dibatasi oleh kuasa kelangkaan yang mereka miliki.
Di Inggris, spektrum radio yang tersedia menghasilkan kelangkaan itu: teknologi saat ini hanya mampu menciptakan lima lisensi.

(hlm.261)
Yang mampu bertahan
Kalangan eksekutif perusahaan telekomunikasi mungkin mengutuk lelang Inggris karena keunggulan 3G secara komersial belum terbukti bahkan terancam oleh teknologi pesaing lain seperti wi-fi, tetapi orang tetap harus menghormati mereka.

(hlm.262)
Para penerus John von Neumann telah menggunakan teori permainan untuk meraih salah satu kemenangan paling spektakuler, kalau tidak kontroversial, yang pernah terjadi dalam sejarah ekonomi. Orang yang tahu tentang nilai di balik “sesuatu yang tidak berharga” telah menunjukkan bahwa orang ekonomi, seperti dokter gigi, akhirnya berhasil membuahkan karya nyata mereka.

(hlm.263)
8
Mengapa Negara Miskin Itu Miskin

Kamerun memang sebuah negara yang sangat miskin; rata-rata penduduk Kamerun delapan kali lebih miskin dibanding rata-rata penduduk dunia, dan hampir lima puluh kali lebih miskin dibanding rata-rata orang Amerika. Pada akhir tahun 2001 saya pergi ke Douala untuk mencaritahu penyebabnya.
Pembagian Bantuan Langsung Tunai.

(hlm.264)
Yang cukup menggelikan, saya dan teman saya tidak bertemu dengan banyak wisatawan dalam tiga minggu kami di Kamerun.
Menurut Transparansi Internasional, Kamerun adalah salah satu negeri paling korup di dunia. Pada tahun 1999, menurut survei negara itu adalah yang paling korup.

(hlm.265)
Jalan yang khas di Douala mempunyai lebar sekitar lima puluh meter, dari tepi ke tepi. Ini bukan karena harus menyediakan ruang untuk deretan pohon di kiri, kanan, dan median jalan, melainkan karena jalanan di sana penuh dengan pedagang kaki lima, entah menjajakan kacang atau pisang bakar; di sana-sini ada kelompok-kelompok kecil orang, yang berdiri mengerumuni sebuah motor, sambil minum-minum bir atau minuman beralkohol dari nira aren, atau memasak dengan api unggun kecil.

(hlm.266)
Aturan hampir tidak ada. Kadang-kadang sebuah kendaraan umum yang sarat dengan penumpang tiba-tiba masuk ke tengah jalan meskipun lubang-lubang di situ lebih banyak daripada di pinggir.

(hlm.267)
Tak seorang pun yang pernah melihat jalanan Douala dapat menyimpulkan bahwa Kamerun miskin karena kurangnya semangat wirausaha. Akan tetapi negeri itu miskin, dan makin miskin. Tidak adakah yang dapat diperbuat di sana untuk membalik penurunan itu dan sebaliknya membantu negara itu menjadi kaya?
Robert Lucas: “Konsekuensi kesejahteraan manusia yang tersirat dalam pertanyaan-pertanyaan seperti ini sungguh mengejutkan: Begitu kita mulai memikirkannya, sulit berpikir tentang sesuatu yang lain.”
Keping jigsaw yang hilang
Ekonom terbiasa berpikir bahwa kekayaan ekonomi berasal dari kombinasi antara sumber daya buatan manusia (jalan, pabrik, mesin, sistem telepon), sumber daya manusia (kerja keras dan pendidikan), serta sumber daya teknologi (keterampilan teknis atau sekadar perkakas teknologi tinggi).

(hlm.268)
Akan tetapi gambaran ini belum lengkap: seperti sebuah teka-teki ketika kepingan yang paling penting ternyata hilang.
Negara-negara miskin harus menyusul dengan cepat karena dalam sebuah negara yang sangat kekurangan dalam hal infrastruktur atau pendidikan, investasi-investasi baru akan memberikan hasil yang paling besar dari investasi lebih lanjut: ini disebut diminishing return.

(hlm.269)
Ketika Anda menengok ke negara-negara seperti Taiwan, Korea Selatan, atau China, yang telah menggandakan pendapatan setiap sepuluh tahun atau lebih cepat, teori tentang susul-menyusul itu tampak masuk akal. Akan tetapi banyak negara miskin tidak tumbuh lebih cepat daripada negara-negara kaya; sesungguhnyalah, negara-negara itu tumbuh lebih lambat atau, seperti Kamerun, makin lama makin miskin.

(hlm.270)
Negara-negara dinamik ini, bukan Jepang, Amerika Serikat, atau Swiss, telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di bumi.
Karena teknologi tersedia hampir di mana-mana, dan makin murah, itulah sesungguhnya yang harus diharapkan oleh para ekonom untuk setiap negara.

(hlm.271)
Akan tetapi keuntungan bagi para pekerja dan investor Korea, dalam bentuk pertumbuhan ekonomi, lima puluh kali lebih besar daripada harga lisensi dan keuntungan yang diangkut dari negeri mereka.

(hlm.272)
Tetapi mereka mengantongi sendiri uang itu. Mereka tidak menggunakannya untuk memperbaiki jalan-jalan.
“Ada! Selalu ada pemilihan umum. Presiden Biya selalu terpilih kembali dengan mayoritas 90 persen.”

(hlm.273)
Seorang ekonom bernama Mancur Olson menawarkan sebuah asumsi praktis bahwa pemerintah masih bingung, lalu membuat sebuah teori sederhana tetapi menarik sekali tentang mengapa kediktatoran yang stabil pasti lebih buruk untuk pertumbuhan ekonomi daripada demokrasi, tetapi masih lebih baik daripada anarki.
Penduduk setempat barangkali merasa lebih baik ketika sang diktator memutuskan tinggal.

(hlm.274)
Maka diktator yang merasa memiliki wilayah adalah pemimpin yang terus berkeliling mencari korban-korban baru dijarah.

(hlm.275)
Pajak menyebabkan ketidakefisienan.

(hlm.276)
Sudah barang tentu, diktator mungkin membuat investasinya sendiri: sebagai contoh, membangun jalan-jalan atau jembatan-jembatan untuk merangsang perdagangan. Meskipun mahal untuk jangka pendek, investasi itu akan membantu memakmurkan perekonomian, sehingga sang diktator mempunyai peluang-peluang untuk terus menjarah.

(hlm.277)
Bandit, bandit di mana-mana
Apabila Anda ingin berkendara dari kota Buea ke Bamenda, yang terletak lebih ke utara, alat transportasi paling populer untuk menempuh perjalanan itu adalah bus atau lebih tepat minibus; semua rute jarak jauh di Kamerun dilayani oleh minibus.

(hlm.278)
Pemerintah Biya tampaknya mengabaikan kepentingan kawasan-kawasan berbahasa Inggris yang secara politik tidak memiliki kekuatan.

(hlm.279)
Presiden Biya merasa perlu mengusahakan agar ratusan ribu tentara dan polisi tetap senang, begitu pula sejumlah pegawai negeri dan kelompok-kelompok pendukung lain. Andai Biya seorang “diktator sempurna” yang berkepentingan untuk memaksimumkan neraca banknya, ia harus menerapkan pajak dengan kerusakan sesedikit mungkin, berapa pun besar dana yang diperlukan, kemudian memberikan bagian yang memadai kepada para pendukungnya.

(hlm.280)
Untuk membeli atau menjual rumah atau tanah orang harus membayar hampir satu per lima harga jual rumah atau tanah.

(hlm.281)
Lembaga itu penting
Pemerintah bergaya bandit membudayakan regulasi-regulasi kotor dan sewenang-wenang yang dirancang untuk memudahkan penarikan pungutan-pungutan liar: semua unsur yang termasuk keping hilang dalam teka-teki pertumbuhan dan pembangunan.

(hlm.282)
Pemerintah Etiopia diam-diam menghilangkan regulasi yang dimaksudkan. Pendaftaran perusahaan baru langsung melonjak hampir 50 persen.

(hlm.283)
Kecuali rumah tinggal kepala sekolah yang seperti istana, perpustakaan merupakan gedung dua lantai satu-satunya di kompleks sekolah itu. Rancangannya sangat tidak lazim: ingin seperti gedung opera Sydney tetapi asal-asalan.

(hlm.285)
Akan tetapi kalau perpustakaan itu proyek yang tidak penting, apa pula alasan mereka membangunnya?
Napoleon sering dikenal karena pernyataan khasnya, “Jangan pernah mengaitkan sesuatu dengan konspirasi apabila teori itu berasal dari orang yang tidak kompeten.”
Ketidakmampuan paling mudah untuk dikambinghitamkan.
Kesalahan-kesalahan konyol tampaknya begitu merata di Kamerun sehingga ketidakmampuan justru tidak memadai untuk menerangkan mengapa kenyataan yang ada demikian.
Pertama, kepala sekolah di sekolah swasta bergengsi ini ingin mengubah sekolah itu menjadi perguruan tinggi, maka ia perlu membangun gedung perpustakaan dengan ukuran dan mutu setara untuk universitas.
Kedua, tidak seorang pun secara efektif memantau kepala sekolah atau anggaran belanjanya.

(hlm.286)
Sesungguhnyalah, orang satu-satunya yang berani berbeda pendapat dengan kepala sekolah di situ adalah pustakawan, yang bertanggung jawab hanya kepada pimpinan organisasi VSO di London.

(hlm.287)
Dana yang terhimpun berkat jaringan sosial, bukan karena kebutuhan; sebuah proyek yang dirancang hanya untuk menaikkan gengsi, bukan untuk digunakan; tidak adanya pemantauan dan pertanggungjawaban; dan seorang arsitek yang ditunjuk untuk pamer oleh seseorang dengan kepedulian sedikit sekali atas mutu pekerjaan. Hasilnya hampir tidak membuat siapa pun terkejut: sebuah proyek yang tidak pernah harus dibangun akhirnya dibangun, dan tidak dibangun dengan baik.
Kepentingan pribadi atau ambisi orang yang duduk dalam kekuasaan sering menjadi awal pemborosan di negara-negara berkembang.

(hlm.288)
Plot yang berkembang: insentif dan pembangunan di Nepal
Salah satu contoh yang berhasil disingkapkan oleh ekonom Elinor Ostrom, yang menelaah secara rinci rancangan irigasi yang rumit di Nepal. Selain sistem bendungan dan saluran tradisional yang sudah lama, Nepal juga mempunyai beberapa bendungan dan saluran modern dari beton, dirancang oleh insinyur-insinyur yang ahli dan didanai oleh organisasi-organisasi donor internasional. Mana yang berfungsi paling baik, dan mengapa?
Salah. Kita tahu bahwa proyek-proyek bendungan besar sering tidak disesuaikan secara cermat dengan kondisi-kondisi setempat, pun bahwa sesungguhnya “kecil itu indah” metode-metode lokal dan pengetahuan tradisional yang telah diturunkan dari generasi-ke generasi sejak zaman dahulu terbukti berjalan jauh lebih baik.

(hlm.289)
Bendungan-bendungan modern, yang dirancang dan dibangun secara profesional, tampaknya justru menurunkan efektivitas sistem irigasi. Ketika para donor membiayai pembangunan saluran-saluran irigasi, atau memperkuat yang sudah ada dengan bahan-bahan modern, upaya terbukti meningkatkan sistem irigasi, bisa diandalkan untuk menyalurkan lebih banyak air kepada lebih banyak petani.
Proyek apa pun paling mungkin sukses jika orang-orang yang mendapatkan manfaat dari sukses itu sama dengan orang-orang yang mengusahakannya.
Karena dirancang, dibangun, dan dirawat oleh para petani yang menggunakannya. Sebaliknya, bendungan-bendungan dan saluran-saluran modern, dirancang oleh para insinyur yang tidak akan kelaparan meskipun belakangan karya mereka gagal, diawasi oleh “pelayan-pelayan masyarakat” yang tetap menerima gaji meskipun proyek tidak sukses, dan didanai oleh pejabat-pejabat lembaga donor yang mungkin lebih dinilai berdasarkan prosedur ketimbang hasil.

(hlm.290)
Sistem-sistem irigasi harus dirawat supaya dapat berfungsi lebih lama. Akan tetapi siapa yang akan merawat? Baik lembaga donor maupun pegawai negeri tidak terlalu berkepentingan dengan urusan perawatan, meskipun seharusnya demikian.
Perawatan atau pemeliharaan sistem irigasi adalah pekerjaan yang tidak memberikan harapan, meskipun kalau dilaksanakan dengan baik akan memberikan manfaat bagi petani. Apa yang bisa diharapkan oleh pegawai negeri yang ambisius ketika ia dikirim untuk menjalankan tugas remeh yang tidak akan pernah berakhir, jauh dari Kathmandu tempat istrinya berbelanja dan anak-anaknya bersekolah?

(hlm.291)
Semua ini mulai menjelaskan mengapa mereka yang bertugas mengawasi proyek-proyek pembangunan tidak begitu berkepentingan untuk membangun sistem-sistem yang hemat biaya seperti ketika proyek serupa dikerjakan sendiri oleh petani.
Bendungan-bendungan yang didanai oleh lembaga donor menjadikan sistem lebih buruk, apalagi menjelaskan mengapa saluran-saluran irigasi yang didanai lembaga donor bekerja dengan baik terlepas dari kenyataan bahwa orang-orang yang bertugas mengawasi pun cenderung tidak peduli soal proyek itu akan sukses atau tidak. Guna memahami penyebabnya, kita perlu berpikir tentang para petani itu sendiri.
Pekerjaan perawatan memerlukan dua pekerjaan besar: menjaga agar bendungan tetap utuh, dan membersihkan saluran dari sumbatan-sumbatan.

(hlm.292)
Untungnya, sebagian besar komunitas pertanian di Nepal telah menjalin sebuah sistem kerja sama; meskipun secara rinci kerja sama tersebut berbeda-beda, prinsip umumnya adalah bahwa petani di daerah hilir membantu merawat bendungan dan sebagai imbalan petani di daerah hulu ikut membantu merawat saluran.
Ketika sebuah lembaga donor mendanai pembangunan saluran-saluran baru di beton, segalanya berjalan dengan lebih baik. Saluran-saluran baru itu lebih baik, mengangkut air lebih banyak, dan pemeliharaannya tidak begitu merepotkan. Akan tetapi ketika lembaga donor membiayai pembangunan sebuah bendungan baru, semua runtuh. Penyebabnya bukan bendungan itu sendiri: bahkan sebaliknya. Karena bendungan beton memerlukan pemeliharaan yang sedikit sekali bila dibandingkan dengan bendungan tradisional, kesepakatan kerja sama untuk memelihara sistem irigasi tidak berjalan lagi. Kerja sama tradisional yang saling menguntungkan runtuh.

(hlm.293)
Banyak sistem irigasi di Nepal berakhir dengan kegagalan karena walaupun unsur-unsur teknis dalam sistem itu dapat dipahami dan diperbaiki, unsur manusia ternyata tidak diperhatikan sama sekali.
Contoh dari Nepal ini adalah sebuah contoh lain yang menunjukkan bahwa jika sebuah masyarakat tidak dapat menyediakan jenis insentif yang tepat untuk membuat orang produktif, infrastruktur teknis seperti apa pun tidak akan mampu mengentaskan negara itu dari kemiskinan.
Masih adakah peluang untuk pembangunan
Kalangan spesialis pembangunan sering terpusat pada membantu negara-negara miskin menjadi lebih makmur melalui perbaikan pendidikan dasar dan infrastruktur seperti jalan dan telepon, dan itu tentu saja masuk akal. Sayangnya, itu hanya sebagian kecil dari masalah keseluruhan.

(hlm.294)
Telah ditemukan bahwa pendidikan, infrastruktur, dan pabrik-pabrik bukan awal untuk kesenjangan antara kaum kaya dan kaum miskin. Karena sistem pendidikannya yang sangat buruk, Kamerun barangkali dua kali lebih buruk daripada seharusnya. Karena infrastrukturnya yang payah, Kamerun hampir dua kali lebih buruk lagi.

(hlm.295)
Mancur Olson telah menunjukkan bahwa kleptokrasi di puncak kekuasaan mengerdilkan pertumbuhan negara-negara miskin.
Akan tetapi pada umumnya, penjarahan akan menyebar entah karena sang diktator tidak percaya diri dengan kekuasaannya atau karena ia perlu mengizinkan orang lain mencuri supaya mereka tetap mendukungnya.

(hlm.296)
Lembaga yang rusak dan kepercayaan
Aturan-aturan dan undang-undang dalam masyarakat tidak mendorong proyek-proyek atau dunia usaha, yang sesungguhnya demi kebaikan bersama.
Sistem pendidikan Kamerun akan lebih baik jika rakyatnya mempunyai insentif untuk mendapatkan pendidikan yang baik; jika penilaian berdasarkan prestasi diterapkan, dan nilai yang bagus serta keterampilan yang terbukti bisa membuat seseorang diterima bekerja alih-alih karena koneksi.

(hlm.297)
Sebagian orang menyebutnya “modal sosial” (social capital), atau barangkali “kepercayaan” (trust). Sebagian lain menyebutnya “pembatasan kekuasaan melalui penegakan hukum” (rule of law) atau lembaga (institution). Masalahnya adalah Kamerun, seperti negara-negara miskin lain, adalah sebuah dunia serba jungkir balik sehingga semua orang merasa berkepentingan untuk melakukan aksi yang baik secara langsung maupun tidak langsung merugikan setiap orang lain.
Kebusukan dimulai dari pemerintahan tetapi pengaruhnya menyebar ke seluruh masyarakat. Orang tidak tertarik untuk menanamkan modal dalam suatu usaha karena pemerintah tidak akan melindungi Anda dari para penjarah. (Maka, barangkali lebih baik jika Anda pun menjadi pencuri sekalian).

(hlm.298)
Perekonomian di seluruh kawasan sub-Sahara Afrika kira-kira hanya seukuran perekonomian Belgia. Sebuah negara kecil Afrika seperti Chad memiliki perekonomian lebih kecil daripada sebuah kota seperti Shrewsbury.

(hlm.299)
9
Bir, Keripik, dan Globalisasi

Pada zaman dahulu ada kota perdagangan yang makmur bernama Brugge (bahasa Prancis: Bruges), terletak di muara pasang surut Sungai Zwin di kawasan yang sekarang termasuk Belgia. Brugge tumbuh di sekeliling sebuah puri yang dibangun sekitar penghujung abad kesembilan oleh sang pendiri yang dalam bahasa Inggris disebut Duke of Flanders.

(hlm.300)
Tidak peduli siapa pun yang berkuasa, Brugge terus makmur: menjadi acuan bagi perserikatan kota-kota perdagangan yang disebut Hanseatic League, produk-produk seni berkembang dengan subur, mengembangkan industri-industri baru seperti penggosokan intan dari India, dan penduduknya dua kali lebih banyak daripada London.

(hlm.300)
Tidak peduli siapa pun yang berkuasa, Brugge terus makmur: menjadi acuan bagi perserikatan kota-kota perdagangan yang disebut Hanseatic League, produk-produk seni berkembang dengan subur, mengembangkan industri-industri baru seperti penggosokan intan dari India, dan penduduknya dua kali lebih banyak daripada London. Barang-barang bermutu dari seluruh dunia diperdagangkan di kedai-kedai minuman yang melengkapi penginapan-penginapan milik keluarga pedagang Van der Beurs ini antara lain sebabnya sampai sekarang kegiatan perdagangan saham disebut “bursa”.
Muara pasang surut Zwin mulai mengalami pendangkalan. Kapal-kapal besar tidak lagi dapat merapat ke dermaga-dermaga Brugge. Pusat Hanseatic League pindah ke kota yang lebih dekat ke pantai, Antwerpen.

(hlm.301)
Kaki langitnya masih didominasi oleh katedral besar Antwerpen, dan yang masih paling menakjubkan bagi orang yang baru pertama kali datang ke situ adalah gedung-gedung pertemuan besar yang dahulu milik Grote Markt, dengan tinggi sampai lima, enam, bahkan tujuh lantai lebih tinggi dibanding permukaan jalan di depannya yang berbatu-batu, dan tampak lebih tinggi lagi karena gaya arsitektur bangunannya yang serba ramping, ditambah dengan menara-menara dan jendela-jendela sangat tipis. Walaupun kehadiran alat transportasi udara, rel, dan jalan raya modern telah mengurangi keaslian geografisnya, Antwerpen tetap sebuah powerhouse ekonomi. Kota itu masih pusat kerajinan intan dunia. Dan pelabuhan raksasanya di Sungai Scheldt terus beroperasi siang dan malam.
Jika Anda ingin kaya, ada baiknya membina hubungan yang erat dengan seluruh dunia.

Ada beberapa hal yang membuat saya lebih menikmati keberadaan saya di Antwerpen, yakni mengunyah dengan asyik keripik panas yang telah dicelupkan ke dalam mayones kemudian menyegarkan mulut dengan bir yang sangat keras dan banyak buihnya.

(hlm.302)
Manifestasi paling kelihatan dari saling ketergantungan dalam perekonomian dunia adalah ketersediaan produk-produk asing dengan setting yang khas. Ini rahmat sekaligus kutukan: rahmat karena Anda bisa menikmati bermacam-macam keistimewaan yang ada di dunia tanpa harus berkelana jauh dari tempat Anda dilahirkan.
Dari McDonald’s di Moskow sampai Starbucks di Shanghai, bukankah ini berarti bahwa semua menjadi sama?

(hlm.303)
Dunia masih memerlukan waktu yang lama sebelum betul-betul mengalami globalisasi, andai kata konyol itu boleh diartikan sebagai “sama di mana-mana”.
Membaca karya pakar biologi Edward O. Wilson, saya menemukan bahwa dalam beberapa puluh generasi lagi semua manusia akan “sama”, dalam arti bahwa entah di London atau Shanghai atau Moskow atau Lagos, percampuran ras yang sama akan ditemukan. Apabila dipandang dari sudut berbeda, keragaman manusia nanti akan belum pernah ada: karena proses percampuran ras mengalami percepatan, “kombinasi warna kulit, raut wajah, bakat, dan pembawaan-pembawaan lain yang dipengaruhi oleh gen akan makin banyak karena sekarang pun sudah lebih banyak daripada sebelum ini”.

(hlm.304)
Globalisasi tidak akan pernah menghomogenkan yang telah kita miliki, tidak ketika gagasan-gagasan baru selalu muncul dan menambahkan bumbu-bumbu segar ke dalam integrasi ekonomi yang berjalan perlahan-lahan.
Siapa penulis ilmu ekonomi yang lebih baik, saya atau E.O. Wilson? Profesor Wilson adalah “salah seorang pemikir terbesar abad kedua puluh” dan “dipandang sebagai salah seorang ilmuwan terbesar dunia yang masih hidup” menurut sampul bukunya, Consilience. Bab yang ditulisnya tentang ilmu sosial ditulis setelah mewawancarai beberapa ekonom terbesar dunia; hasilnya adalah sebuah penjelasan berwawasan sangat mendalam yang memperkenalkan saya kepada banyak hal yang sangat mendalam yang memperkenalkan saya kepada banyak hal yang tidak saya ketahui tentang ilmu ekonomi. Kebenaran dalam hal ini adalah bahwa E.O. Wilson barangkali seorang ekonom yang lebih baik daripada saya.

(hlm.305)
Profesor Wilson tidak menulis sebuah buku tentang ilmu ekonomi, dan saya cukup percaya diri bahwa ia tidak akan pernah melakukannya.
Profesor Wilson, buku-buku ilmu ekonomi Anda barangkali akan terjual sebanyak lima ratus ribu eksemplar untuk setiap tahun yang Anda habiskan untuk menulis: tetapi mengapa tidak menulis buku biologi saja yang akan menghasilkan penjualan sepuluh juta eksemplar?

“Upah warga China sangat jauh lebih rendah daripada upah kita,” seru pendukung kebijakan proteksionisme. “Mereka dapat membuat televisi, mainan, pakaian, dan segala macam barang jauh lebih murah daripada kita. Kita harus melindungi produsen dalam negeri kita dengan pajak atas produk-produk China atau barangkali pelarangan secara penuh.”

Amerika Serikat harus membuat barang-barang serta jasa tidak dengan menanyakan apa yang bisa dijualnya lebih murah daripada China melainkan dengan berfokus pada apa yang dapat dikerjakan oleh Amerika Serikat secara paling baik.
Falsafah Ricardo mengandung arti bahwa kebijakan pembatasan perdagangan entah dalam wujud subsidi kepada petani kita, regulasi terhadap tekstil, atau pajak terhadap pesawat televisi berakibat buruk baik kepada kita maupun kepada China. Bukan masalah jika bangsa China sungguh lebih baik daripada kita dalam membuat barang: mereka harus bertahan pada membuat apa pun yang bagi perekonomian mereka paling efisien sesuai situasi mereka.

(hlm.307)
Hubungan antara upah rendah dan produktivitas rendah luar biasa akrab.

(hlm.308)
Pekerja China membuat dua buah pesawat televisi, yang memakan waktu dua puluh menit, sedangkan pekerja Inggris membuat dua buah bor mesin, yang memakan waktu satu jam. Pertukarkan sebuah bor mesin dengan sebuah televisi maka keduanya akan sama-sama diuntungkan dibanding sebelumnya, dengan berhasil menghemat satu pertiga waktu mereka. Sudah barang tentu, karena lebih efisien pekerja China dapat pulang lebih dahulu, atau memperoleh pendapatan lebih banyak tetap; tetapi itu tidak berarti bahwa pekerja Inggris kalah dalam perdagangan ini. Justru sebaliknya.
Berlawanan dengan kepercayaan umum, pada dasarnya tidak mungkin perdagangan menghancurkan semua pekerjaan kita dan kita mengimpor segala sesuatu dari luar negeri tanpa ekspor sedikit pun.

(hlm.309)
Cara satu-satunya yang dapat dilaksanakan untuk ini adalah ketika seorang importir di Inggris menyediakan mata uang pound sterling untuk ditukar dengan renminbi, yang akan ia gunakan untuk membayar barang yang diimpor. Artinya ekspor digunakan untuk membayar impor.

(hlm.310)
Inggris mampu mengimpor barang hanya jika akhirnya menghasilkan ekspor untuk membayar barang-barang itu, dan hal yang sama berlaku untuk setiap negara.
Coba pikirkan sebuah negara dengan pemerintahan yang berambisi sekali untuk memenuhi sendiri segala kebutuhan. “Kamu perlu mendorong perekonomian dalam negeri,”

Salah satu akibatnya adalah banyak sekali usaha yang harus dikerjakan untuk menghasilkan sendiri banyak hal yang sebelumnya didatangkan dari luar negeri: ini tentu saja mendorong perekonomian dalam negeri. Akan tetapi akibatnya yang lain adalah semua industri ekspor dengan cepat menjadi merana dan akhirnya gulung tikar. Mengapa? Karena siapa yang bersedia menghabiskan waktu dan dana untuk mengekspor barang-barang yang dibayar menggunakan mata uang asing, kalau tidak seorang pun boleh membelanjakan mata uang asing itu untuk membayar barang impor?

Kebijakan “tanpa impor” pada hakikatnya juga berarti kebijakan “tanpa ekspor”. Dan sesungguhnyalah, salah satu teorema paling penting dalam teori perdagangan, teorema Lerner, yang diberi nama demikian untuk menghormati ekonom Abba Lerner, yang dalam tahun 1936 membuktikan bahwa sebuah pajak atas impor memiliki besar yang tepat sama dengan pajak atas ekspor.

(hlm.311)
Teori Ricardo tentang keunggulan komparatif mengatakan kepada kita bahwa jawabannya adalah tidak. Sebagaimana kita ketahui, dalam kebijakan perdagangan bebas, baik pekerja China maupun pekerja Inggris bisa pulang lebih cepat daripada ketika masih berada dalam kebijakan pembatasan perdagangan setelah memberikan produktivitas yang sama seperti sebelumnya.

(hlm.312)
Dalam tahun 1990, tidak lama setelah tembok Berlin runtuh, orang Austria pada umumnya antara dua hingga enam kali lebih kaya dibanding orang Hungaria pada umumnya (tergantung bagaimana Anda mengukurnya). Orang Korea Selatan pada umumnya hidup sejahtera sementara tetangga mereka di Korea Utara pada umumnya kelaparan.

Ekonom besar Joan Robinson pernah mengeluarkan sebuah komentar tajam bahwa hanya karena orang lain menguruk pelabuhan mereka dengan batu, tidak berarti bahwa kita juga harus menguruk pelabuhan kita sendiri.
Namun semua tadi pun tidak membuat kita bisa mengatakan bahwa perdagangan bebas baik bagi semua orang.

(hlm.313)
Perdagangan bebas terbukti baik bagi industri bor mesin, tetapi buruk bagi industri manufaktur televisi. Akan ada orang yang kehilangan pekerjaan mereka. Mereka akan harus mencoba mempelajari keterampilan-keterampilan baru dan dipekerjakan kembali di sektor bor mesin, yang barangkali lebih mudah dikatakan daripada dilaksanakan.
Mereka yang kalah akan mengutuk perdagangan bebas dan menuntut pembatasan impor televisi, walaupun kita sekarang tahu bahwa mereka pun sama-sama dapat menuntut pembatasan ekspor bor mesin.

Bahkan sejarawan Inggris yang lulus dengan nilai pas-pasan akan ingat tentang pemberontakan Luddite di Inggris. Luddisme dimulai dalam tahun 1811 di Midlands, sebuah ungkapan keputusasaan para pekerja tekstil terampil ketika harus bersaing dengan teknologi terbaru kala itu: mesin perajut dan mesin tenun. Anggota-anggota Luddite terorganisasi dengan baik, merusak pabrik-pabrik berikut mesin-mesin yang ada selain berunjuk rasa menentang sistem ekonomi baru. Berbeda dengan perusuh zaman modern, anggota Luddite bertindak sebagai reaksi terhadap sesuatu yang mengancam mata pencaharian mereka.

(hlm.314)
Akan tetapi, apakah Inggris secara keseluruhan menjadi miskin? Ini pandangan yang konyol.
Perdagangan dapat dipandang sebagai perwujudan lain teknologi. Sebagai contoh, ekonom David Friedman mengamati ada dua cara bagi Amerika Serikat untuk membuat mobil: mereka dapat membuat mobil di Detroit, atau mereka dapat “menanam mobil” di Iowa. Menanam mobil di Iowa berarti memanfaatkan teknologi khusus yang mengubah gandum menjadi Toyota: cukup dengan memuat gandum ke dalam kapal dan mengirimkannya ke seberang Samudera Pasifik.

Pemecahannya, dalam sebuah masyarakat yang progresif tetapi beradab, tidak dengan cara melarang teknologi baru atau membatasi perdagangan. Pun tidak dengan cara mengabaikan situasi menyedihkan yang dialami oleh orang-orang yang kehilangan pekerjaan karena teknologi, perdagangan, atau penyebab lain. Pemecahannya harus memungkinkan kemajuan tetap langsung sementara bantuan diberikan kepada mereka yang menjadi susah akibat kebijakan yang diberlakukan.
Antara tahun 1993 dan 2002, hampir 310 juta orang kehilangan pekerjaan di Amerika Serikat. Dalam kurun waktu yang sama, lebih dari 327 juta orang mendapatkan pekerjaan.

Siapa pun di antara 310 juta orang yang kehilangan pekerjaan, orang itu berhak atas simpati dan pertolongan, entah ada persaingan dengan produk asing atau tidak. Dengan perdagangan atau tanpa perdagangan, perekonomian yang sehat selalu mempunyai cerita tentang pekerjaan yang hilang, tetapi selalu ada pula cerita tentang lapangan kerja baru yang tercipta.

(hlm.316)
Masalahnya, apakah globalisasi sesuatu yang baik?

Keluhan yang umum tentang globalisasi. Yang pertama adalah bahwa globalisasi buruk untuk planet ini; kedua adalah bahwa globalisasi buruk bagi mereka yang miskin.
Masih banyak integrasi ekonomi internasional yang telah terjadi selain perdagangan. Lima pokok persoalan berbeda: perdagangan barang dan jasa; perpindahan penduduk; pertukaran pengetahuan teknik; “investasi langsung asing”, atau membangun atau membeli pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan di luar negeri; dan investasi lintas perbatasan untuk aset-aset keuangan seperti saham dan surat berharga.

(hlm.317)
Tentang perdagangan, dan tentang investasi langsung perusahaan-perusahaan dari negara kaya, seperti pembangunan pabrik-pabrik di negara-negara miskin.

Penanaman modal asing secara luas diakui baik untuk pertumbuhan ekonomi di negara-negara miskin: ini cara yang bagus sekali untuk menciptakan lapangan kerja, untuk belajar tentang teknik-teknik terbaru, dan bisa melakukan semuanya tanpa harus mengeluarkan uang mereka sendiri yang hanya sedikit. Penanaman modal langsung oleh negara asing tidak dapat dicairkan dengan cepat dalam situasi-situasi yang memicu kepanikan. Seperti kata penulis masalah ekonomi Martin Wolf, “pabrik tidak bisa berjalan.”

(hlm.318)
Impor anggur dari Australia, daging babi dari Denmark, bir dari Belgia, asuransi dari Swiss, permainan komputer dari Inggris, mobil dari Jepang, dan komputer dari Taiwan, semua diangkut menggunakan kapal-kapal dari Korea Selatan. Negara-negara kaya ini lebih banyak berdagang dengan sesama mereka. Raksasa China, dengan penduduk mencapai satu perempat jumlah penduduk dunia, menghasilkan kurang dari 4 persen ekspor dunia.

Bagaimana dengan negara-negara yang sangat miskin? Yang sangat menyedihkan, negara-negara kaya hampir tidak menjalin perdagangan dengannya dan sementara perdagangan berkembang di bagian-bagian dunia yang lain, negara-negara paling miskin tertinggal jauh di belakang.

(hlm.319)
Untuk negara-negara yang sangat miskin, masalahnya adalah ketersisihan yang luar biasa dari sistem perdagangan dunia. Cerita yang sama berlaku untuk penanaman modal asing.

Perdagangan baik untuk pertumbuhan ekonomi; penanaman modal langsung oleh orang asing terkait erat dengan perdagangan, maka juga baik untuk pertumbuhan.

(hlm.320)
Konsep para ekonom tentang eksternalitas memberi kita sebuah alat yang ampuh untuk menaksir risiko-risiko kerusakan lingkungan, dan menciptakan pungutan eksternalitas sebagai sebuah pemecahan.
Akan tetapi hubungan antara perdagangan dan kerusakan lingkungan tidak begitu mudah diamati secara cermat. Ada tiga hal yang membuat orang resah. Keresahan pertama adalah “berlomba dengan menghalalkan segala cara” (race to the bottom): perusahaan-perusahaan berlomba memindahkan pabrik-pabrik ke negara lain untuk membuat barang-barang dengan biaya lebih murah, dengan undang-undang lingkungan lebih lunak, sementara pemerintah di negara yang kurang beruntung terpaksa menciptakan undang-undang yang lunak itu. Keresahan kedua adalah bahwa pemindahan barang-barang secara fisik mau tidak mau menghabiskan sumber daya dan menimbulkan polusi, keresahan ketiga adalah bahwa jika perdagangan mendorong pertumbuhan ekonomi, berarti hal itu juga merusak planet ini.

Sebagian besar perdagangan yang terjadi adalah di antara negara-negara mampu, yang memiliki standar lingkungan kurang lebih sama.

(hlm.321)
“Pencemaran pindah dari negara kaya ke negara miskin. Hasilnya adalah sebuah apartheid lingkungan global.”
Regulasi-regulasi lingkungan bukan unsur biaya yang besar, tenaga kerja tetap paling besar. Apabila standar lingkungan Amerika sungguh sedemikian ketat, mengapa perusahaan-perusahaan Amerika yang paling menimbulkan pencemaran mengeluarkan hanya 2 persen dari pendapatan untuk menangani pencemaran?

(hlm.322)
Ketika pindah ke luar negeri, perusahaan-perusahaan itu mencari tenaga kerja murah, bukan tempat paling aman untuk pencemaran.
Teknik-teknik manufaktur paling baru sering lebih murah sekaligus lebih ramah terhadap lingkungan. Penghematan energi, misalnya, menghemat uang dan mengurangi pencemaran.
Memandang prestasi dalam urusan lingkungan sebagai bagian dari kontrol kualitas secara umum dan proses manufaktur yang baik dan efisien.
Menggunakan teknologi yang sama-sama paling baru, paling bersih dari negara-negara maju, semata-mata karena standardisasi macam itu sendiri menghemat ongkos.

(hlm.323)
Jika chip komputer berusia sepuluh tahun masih diproduksi besar-besaran, itu akan lebih sederhana dan lebih murah daripada membuat chip modern, tetapi tidak ada orang yang menginginkannya lagi.
Untuk menyenangkan para pekerja serta para pelanggan.
Pertama, penanaman modal asing di negara-negara kaya jauh lebih mungkin berkembang menjadi industri-industri pencemar daripada penanaman modal asing di negara-negara miskin. Kedua, penanaman modal asing dalam industri-industri tercemar merupakan segmen penanaman modal asing yang tumbuh paling cepat di Amerika Serikat.
Bangsa asing mengirimkan industri-industri kotor ke Amerika Serikat, tetapi perusahaan-perusahaan Amerika mengirimkan industri-industri bersih ke bagian dunia yang lain.

(hlm.324)
Pabrik bahan kimia skala besar memerlukan tingkat keterampilan tinggi, infrastruktur yang andal, dan karena industri ini sangat padat modal juga menuntut kestabilan politik. Mengapa mempertaruhkan semua itu dengan memindahkan pabrik ke Etiopia hanya untuk menghemat beberapa dolar biaya pengolahan limbah?
Enam puluh persen penanaman modal asing di negara-negara miskin datang ke negara-negara ini. Angka pertama pada halaman 325 menunjukkan bagaimana, sewaktu perekonomian China telah tumbuh, pencemaran udara perkotaan di China mengalami penurunan.
Sewaktu China semakin makmur, pemerintahnya telah menerapkan peraturan lingkungan yang lebih ketat pada masa yang sama dengan kedatangan modal asing. Hasilnya sama saja, sulit membenarkan teori “race to the bottom” menggunakan kenyataan ini.

(hlm.325)
Apakah globalisasi menimbulkan pencemaran?
China: Mutu udara perkotaan dan penanaman modal asing
gambar
Pertanian yang dilindungi adalah pencemar yang intensif
gambar
Yang benar adalah bahwa proteksionisme sendiri dapat melahirkan biaya-biaya lingkungan yang dahsyat. Common Agricultural Policy yang “serbaguna” (multifunctional) adalah sebuah paket yang terdiri atas pembatasan-pembatasan perdagangan dan subsidi-subsidi yang dirancang untuk melindungi para petani.

(hlm.326)
Orang yang ketika itu paling kaya di Inggris, Duke of Westminster, menerima subsidi sebesar 448.000 pound sterling dalam tahun 2003-2004.
Secara umum, Common Agricultural Policy mendorong intensifikasi pertanian dengan hasil nyata berupa mutu bahan makanan yang buruk dan penggunaan pestisida serta pupuk dalam jumlah besar, namun kemudian membuang produk pangan ke negara-negara berkembang yang menyebabkan produk pertanian di negara-negara miskin terpaksa dijual dengan harga sangat rendah.

(hlm.327)
Berasal dari subsidi pemerintah, makin besar subsidi kepada pertanian, makin banyak pupuk yang digunakan.
Amerika Serikat memberi subsidi lebih sedikit kepada para petaninya, tetapi negara ini masih dapat mengandalkan proteksi perdagangan dan menimbulkan kerusakan lingkungan ketika terpaksa. Dalam tahun 1998, produsen gula dalam negeri menikmati subsidi senilai satu miliar dolar, separuh di antaranya mengalir ke hanya tujuh belas pertanian.
Proteksi tersebut telah menghancurkan produsen gula di Kolombia, yang akibatnya terpaksa beralih ke penanaman kokain.
Monokultur: hanya menanam padi, hanya menanam kopi, atau hanya menanam gandum.

(hlm.328)
Pertama, keanekaragaman hayati lokal dan keanekaragaman hayati global sama-sama penting, tetapi keanekaragaman hayati nasional adalah sesuatu yang tidak relevan: masalah lingkungan tidak mengenal batas-batas politik. Manakala masalah sudah terkait dengan kurangnya keanekaragaman hayati, pemecahannya adalah regulasi lingkungan secara langsung: sama seperti ilmu ekonomi lubang kunci di Bab Lima.
Senantiasa ada (dalam teori) dan biasanya ada (dalam praktik) kebijakan alternatif yang akan membenahi masalah lingkungan secara lebih langsung dan lebih efisien daripada kebijakan pembatasan perdagangan mana pun.
“Anda tidak dapat membunuh dua ekor burung dengan sebuah batu.”

(hlm.329)
Pemecahan yang tepat untuk ini adalah regulasi langsung dalam bentuk pungutan eksternalitas.
Biaya transport untuk memindahkan sebuah CD player dari pelabuhan Osaka ke pelabuhan Los Angeles lebih kecil daripada biaya transport untuk memindahkannya dari pelabuhan Los Angeles ke Arizona, atau bahkan ke salah satu cabang Best Buy di Los Angeles sendiri.
Sebuah pungutan eksternalitas akan mendorong penggunaan metode transportasi yang lebih bersih, entah di dalam negeri atau antarnegara.
Perdagangan menjadikan orang lebih kaya, dan keadaan tersebut membuat mereka lebih berpeluang merusak lingkungan. Ini sesuatu yang patut diberi perhatian.

(hlm.330)
Masalah-masalah lingkungan yang berpengaruh kepada orang-orang sangat miskin di dunia. Pencemaran rumah tangga akibat tungku kayu bakar, yang mematikan. Contoh lain adalah air minum yang tidak aman, yang dapat menewaskan jutaan orang.
Bahan pencemar lain, misalnya partikulat yang ditebar ke udara oleh mobil-mobil berbahan bakar diesel, bertambah buruk sewaktu orang menjadi agak kaya untuk beberapa waktu. Biasanya, pencemaran ini akan berkurang sewaktu penghasilan pemakai mobil berbahan bakar diesel meningkat (di Meksiko sekitar 5.000 dolar per kepala) sehingga mereka mampu membeli bahan bakar lebih bersih atau membeli mobil baru yang lebih ramah terhadap lingkungan, dan itu berangkat dari keinginan mereka sendiri.
Penghentian subsidi-subsidi kepada industri-industri pencemar berat lingkungan seperti pabrik-pabrik petrokimia dan baja selain mengimpor teknologi-teknologi baru yang lebih bersih.

(hlm.331)
Negara-negara paling kaya di dunia baru mencapai tahap ketika bahkan konsumsi energi per kepala tidak lagi mengalami kenaikan.
Pajak eksternalitas telah berhasil mengurangi emisi belerang di Amerika Serikat (dan akan demikian pula di China).

(hlm.332)
Jerman, sebuah negara yang terkenal karena penghijauan dan salah satu pendukung keras protokol Kyoto tentang perubahan iklim, menghabiskan hampir 50.000 pound sterling per tambang batu bara guna melindungi industri batu baranya dari persaingan internasional.
Gerakan peduli lingkungan seharusnya berunjuk rasa menuntut perdagangan bebas sedunia dengan segera. Mungkin suatu hari nanti mereka akan melakukannya.

(hlm.333)
Sweatshop, atau, apakah perdagangan baik bagi kaum miskin?
Tertantang oleh pernyataan Nike dalam perayaan ulang tahun mereka yang bertema kebebasan bahwa jika Anda ingin sepatu Anda dikerjakan dengan benar, dibuat khusus untuk Anda sendiri, saya tidak bisa tidak memikirkan orang-orang di pabrik-pabrik yang penuh sesak di Asia dan Amerika Selatan yang sesungguhnya membuat sepatu-sepatu Nike. Untuk menjawab tantangan Nike, saya memesan sepasang sepatu yang bertuliskan sebuah kata: “sweatshop”.
Para pekerja datang ke pabrik-pabrik itu secara sukarela, yang berarti meski bagi orang di negara maju sulit dipercaya bahwa alternatif mana pun yang tersedia, semua lebih buruk.

(hlm.334)
Tingkat pergantian karyawan di pabrik-pabrik multinasional rendah, karena kondisi dan upah di sana, meskipun rendah, masih lebih baik daripada di pabrik-pabrik yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan setempat.
Pekerjaan-pekerjaan khusus seperti: berjualan secara ilegal di kaki lima, bekerja sebagai pelacur, atau menyisir tempat-tempat pembuangan sampah di kota-kota seperti Manila untuk mengambil barang-barang yang dapat didaur ulang. Tempat pembuangan sampah Manila yang paling terkenal, Smokey Mountain, ditutup dalam tahun 1990-an karena telah menjadi sebuah simbol yang memalukan sekali untuk kemiskinan.
Siapa pun yang masih memiliki kepedulian kepada sesama barang sedikit pasti merasa sedih menyaksikan situasi tersebut, tetapi mereka juga harus tahu bahwa perusahaan multinasional bukan sang penyebab.
Sebaliknya, ketika negara-negara seperti Korea Selatan membuka diri terhadap perusahaan-perusahaan multinasional, pelan-pelan tetapi pasti menjadi lebih makmur. Ketika makin banyak mendirikan pabrik-pabrik, perusahaan multinasional terpaksa saling bersaing untuk mendapatkan pekerja-pekerja dengan keterampilan terbaik.

(hlm.335)
Perusahaan-perusahaan setempat belajar tentang teknik-teknik produksi terkini dan belakangan menjadi perusahaan-perusahaan besar pula.
Orang harus memiliki keterampilan yang diperlukan: maka pendidikan menjadi lebih baik.
Pekerjaan formal lebih mudah dikenai pajak, maka pendapatan pemerintah bertambah sehingga bisa memperbaiki infrastruktur, balai-balai kesehatan, dan sekolah-sekolah. Kemiskinan menurun, lalu upah mau tidak mau harus naik. Sesudah diperhitungkan dengan inflasi, seorang pekerja Korea Selatan pada umumnya berpenghasilan empat kali lebih banyak daripada ayahnya dua puluh lima tahun yang lalu.

(hlm.336)
William Greider, seorang komentator politik beraliran kiri, memuji dewan kota New York karena telah meloloskan sebuah resolusi dalam tahun 2001 yang mengharuskan pemerintah kota menolak membeli seragam untuk polisi dan petugas pemadam kebakaran kecuali pakaian tersebut diproduksi di “pabrik-pabrik dengan upah pantas dan kondisi kerja layak”. Resolusi seperti itu hanya bisa merugikan para pekerja sweatshop: mereka akan kehilangan pekerjaan dan secara harfiah, bagi mereka yang di Manila harus kembali ke tempat penimbunan sampah.
Saya tidak yakin apakah sebuah kebetulan jika resolusi dewan kota itu disusun oleh UNITE, Union of Needletrades, Industrial, and Textile Employees, sebab mereka tepatnya yang akan memperoleh keuntungan apabila impor barang dari tekstil berkurang.

(hlm.337)
Pandangan yang hampir universal di antara para ekonom adalah bahwa perdagangan bebas dunia akan mengantar ke kemajuan besar, dan meskipun ada negara lain yang menolak menurunkan pembatasan perdagangan, kita akan menjadi orang dungu kalau tidak menurunkan pembatasan perdagangan kita sendiri.
Sebagai contoh, ketika Jepang dipaksa oleh Amerika Serikat untuk membuka pelabuhan-pelabuhannya untuk perdagangan dalam tahun 1850-an, setelah berpuluh tahun mengisolasi diri, negara itu mulai mengekspor sutera dan teh ke pasar dunia yang menyambut dengan hangat sekali, untuk ditukar dengan bahan katun dan pakaian dari wol, yang murah di dunia internasional tetapi mahal di Jepang. Alhasil pendapatan nasionalnya meningkat sampai dua pertiga.
Ditaksir telah meningkatkan pendapatan dunia sekitar 100 miliar dolar.

(hlm.338)
Manfaat tarif cukup besar untuk kelompok tertentu itu, yang seringnya adalah sektor-sektor beranggotakan serikat pekerja dan perusahaan-perusahaan besar.
Dalam sebuah demokrasi yang sehat kepentingan-kepentingan khusus seharusnya lebih lemah dibanding di sebuah negara dengan demokrasi yang rapuh atau tanpa demokrasi, seperti Kamerun.

(hlm.339)
Pemimpin politik yang paling lama berkuasa di dunia adalah Fidel Castro, jelas menjadi presiden seumur hidup berkat sanksi yang dilakukan oleh Amerika Serikat, sungguh bertolak belakang dengan harapan yang tersirat di balik sanksi tersebut. Kekuasaan Saddam Hussein tampaknya justru makin kuat setelah sanksi berjalan sepuluh tahun: kekuatan dari luar, bukan keinginan rakyat yang belakangan mendepaknya. Myanmar dan Korea Utara adalah negara-negara pariah yang memiliki pemerintahan sangat stabil.

(hlm.340)
Mekanisme kontrol politik didukung oleh sistem regulasi yang sangat kaku, yang mencoba meminimalkan semua perubahan sosial, politik, dan ekonomi di kalangan rakyat. Pengaruh-pengaruh luar negeri yang bisa merusak diminimalkan sejak tahun 1640 dengan memutuskan sama sekali hampir semua kontak negeri itu dengan dunia luar.
Meskipun upaya-upaya yang cermat ini berhasil mempertahankan kekuasaan Tokugawa selama sekitar dua setengah abad, hal itu tidak pernah bisa mencegah semua perubahan sosial, ekonomi, dan politik. Pembukaan kembali kontak-kontak asing dengan Amerika Serikat dan kekuatan-kekuatan imperialis Eropa dengan cepat mengantar bangsa itu ke situasi krisis. Sejak 1853, atau selama krisis akibat permintaan Amerika Serikat untuk menjalin hubungan resmi, kewibawaan Tokugawa merosot deras sekali.

Hambatan dalam bentuk tarif harus disetujui oleh Kongres, dan anggota-anggota Kongres yang membela kepentingan konstituen-konstituen mereka menuntut perlindungan bagi pertanian di Iowa, industri baja di Pennsylvania, industri gula di Florida, atau industri otomotif di Michigan. Dengan saling bertukar suara di antara mereka, akhirnya tarif demi tarif berhasil lolos, dan jika belakangan presiden datang kembali setelah melangsungkan perundingan perdagangan, mereka menolak meratifikasi hasil perundingan tersebut.

(hlm.341)
Presiden-presiden Amerika cenderung lebih mendukung perdagangan bebas karena mereka membutuhkan suara dari seluruh negeri, maka mereka relatif tidak begitu berkenan terhadap tuntutan-tuntutan proteksionisme lokal. Maka, setelah tahun 1934, ketika Presiden Roosevelt membujuk Kongres agar memberikan kepadanya dan kepada presiden-presiden berikutnya hak untuk mengambil keputusan dalam perjanjian-perjanjian perdagangan, tingkat tarif di Amerika Serikat jatuh dari 45 persen menjadi sekitar 10 persen dalam dua dasawarsa. Sekarang, dengan presiden memiliki tanggung jawab atas kebijakan perdagangan, angka yang sama terus turun.

(hlm.342)
Nilai penting suara dari Florida dalam pemilihan presiden akhir-akhir ini menjamin perlindungan terhadap produsen-produsen gula, meskipun mengorbankan kepentingan nasional. Tidak ada sistem politik yang sempurna, tetapi demokrasi cenderung lebih berpihak kepada perdagangan ketimbang kepada yang lain, sebab kebijakan pembatasan perdagangan yang lunak baik bagi masyarakat umum.

Apa yang dapat diperbuat untuk menolong negara miskin?
Kopi kesukaan saya berasal dari Timor. Sedangkan bir kesukaan saya berasal dari Belgia.

(hlm.343)
Semua pihak menang.
Pihak tertentu menang jauh lebih banyak daripada yang lain.
Para penanam kopi miskin karena mereka tidak memiliki kuasa kelangkaan. Terlalu banyak tempat di dunia yang bisa ditanami kopi. Menanam kopi untuk dipasarkan secara massal memerlukan kerja keras tetapi hampir tidak memerlukan keterampilan.
Association of Coffee Producing Countries, organisasi itu gagal dan gulung tikar.

(hlm.344)
Petani-petani negara miskin menghasilkan kopi karena kopi tidak tumbuh di Prancis atau Florida, maka petani-petani kaya tidak berminat untuk memintakan tarif tinggi bagi impor kopi. Kopi mentah relatif bebas dari kebijakan pembatasan perdagangan, maka salah satu dampak lebih lanjut pembatasan perdagangan pada daging sapi, beras, dan biji-bijian lain adalah bahwa petani-petani di negara-negara miskin dipaksa masuk ke relung-relung seperti kopi, yang tidak mampu mendukung mereka semua.
Petani-petani kopi tidak akan pernah menjadi kaya sampai kebanyakan orang menjadi kaya.

(hlm.345)
Kita perlu memahami bahwa prakarsa-prakarsa yang terfokus secara sempit soal “fair trade coffee” atau “sweatshop-free clothes” tidak akan pernah menghasilkan perbaikan yang memadai bagi kehidupan jutaan orang.
Miliaran orang di negara-negara berkembang kini jauh lebih kaya daripada orangtua mereka dahulu. Harapan hidup dan pendidikan telah menjadi lebih baik, bahkan di negara-negara yang belum menjadi makmur.
Ada sebuah negara di dunia yang telah melakukannya untuk lebih banyak orang secara lebih cepat, dan dari sebuah titik berangkat lebih buruk dari yang pernah terjadi dalam sejarah. Di negeri itulah kita akan mengakhiri perjalanan kita.

(hlm.346)
10
Bagaimana China Menjadi Kaya
Renmin Gongyuan adalah Central Park abad kedua puluh satu.
Yang jelas, sebagai penduduk London, kami merasa seperti penduduk desa yang baru datang ke sebuah kota.

(hlm.347)
Selama sebagian besar abad kedua puluh, China lebih miskin daripada Kamerun. Dalam tahun 1949, ketika Republik Rakyat China baru berdiri, negara paling besar di dunia itu dikoyak oleh perang saudara dan setelah itu diperintah oleh sebuah kediktatoran komunis. Sekitar akhir tahun 1950-an, berjuta penduduknya tewas karena bencana kelaparan akibat kebijakan pemerintah yang keliru dan gagal. Dalam tahun 1960-an, sistem pendidikan tingginya dihancurkan oleh Revolusi Kebudayaan, ketika berjuta penduduk terpelajarnya dipindahkan dengan paksa untuk bekerja di pedesaan. Sesudah mengalami semua tadi, bagaimana China menjadi cerita sukses ekonomi paling besar dalam sejarah?

(hlm.348)
Dua revolusi pertanian
Kereta api di sebuah kota pedalaman China, Zhengzhou.
Lebih nyaman, lebih cepat, dan lebih tepat waktu daripada kereta api di Inggris. Jaringan jalan dan kereta api China tampak dalam kondisi yang sangat istimewa. Kedua, bangsa China tampaknya memiliki sistem pendidikan yang luar biasa: saya dengan telak tetapi sopan dilumat dalam permainan catur oleh seorang Ph. D. dalam ilmu ekonomi, seorang pemuda yang belum pernah keluar China tetapi berbicara dalam bahasa Inggris yang baik dengan anggun dan penuh perhatian. Ketiga, walaupun kereta api itu penuh, anak-anak tidak banyak dan tidak ada keluarga beranak banyak. Kebijakan “keluarga satu anak” yang diterapkan di China telah menciptakan sebuah masyarakat dengan perempuan mempunyai waktu untuk bekerja dan sebagian besar penduduknya tidak tua atau muda tetapi dalam usia pertengahan, sebuah penghematan untuk masa mendatang. Penghematan yang sangat besar itu telah memungkinkan dana yang ada diinvestasikan untuk pembangunan jalan, kereta api, dan banyak lagi.

(hlm.349)
Upaya-upaya pembangunan pertama China menggunakan falsafah tombak bermata dua: investasi besar-besaran dalam industri berat seperti industri baja, ditambah penerapan teknik-teknik pertanian khusus untuk menjamin agar penduduk China yang sangat banyak tidak kelaparan.
Batu bara, baja, dan industri berat telah menjadi landasan revolusi industri di pusat-pusat perekonomian: Inggris, Amerika Serikat, dan Jerman. Sementara itu, pertanian harus menjadi sebuah prioritas bagi pemerintah China mana pun karena lahan subur yang ada sangat tidak memadai untuk menyediakan pangan bagi ratusan juta penduduk China kala itu.

(hlm.350)
“Lompatan Besar ke Depan.” Kelihatannya masuk akal, tetapi itu justru kegagalan kebijakan ekonomi paling besar yang pernah terjadi di dunia.

(hlm.351)
Bahkan sandiwara ini sulit dilaksanakan tanpa kipas listrik, yang digunakan untuk menyirkulasikan udara supaya tanaman padi tidak busuk.
Ketika menteri pertahanan melaporkan masalah bencana kelaparan dalam sebuah rapat kabinet, ia dihukum dan diperintahkan menulis sebuah “kritik diri”.
Sementara itu, orang banyak kelaparan sampai mati di salju. Sebagian tidak sampai dikuburkan, sedangkan sebagian lain dimakan oleh anggota keluarga yang putus asa; nasib yang pada masa itu tidak dianggap luar biasa.
10 juta hingga 60 juta orang, kurang lebih setara dengan seluruh penduduk Inggris, atau gabungan California dan Texas.

(hlm.352)
Ketika gagal, yang lebih sering daripada tidak, sebagian orang akan bangkrut, tetapi tidak ada yang sampai tewas. Hanya ekonomi terpimpin yang dapat mengadakan eksperimen dengan tingkat bencana kematian sedahsyat itu dan masih terus menolak informasi yang kritis.
Perlu diingat bahwa kegagalan-kegagalan pasar, yang kadang-kadang serius, tidak pernah setragis kegagalan terburuk yang dipicu oleh pemerintahan seperti Mao.

(hlm.353)
Dalam tahun 1976, setelah banyak kejahatan yang diperbuatnya kepada rakyatnya sendiri, Mao meninggal. Sesudah masa peralihan pendek, ia dan para pengikutnya digantikan oleh Deng Xiaoping dan sekutu-sekutunya pada bulan Desember 1978.

(hlm.353)
Dalam tahun 1976, setelah banyak kejahatan yang diperbuatnya kepada rakyatnya sendiri, Mao meninggal. Sesudah masa peralihan pendek, ia dan para pengikutnya digantikan oleh Deng Xiaoping dan sekutu-sekutunya dalam bulan Desember 1978.

Hasil pertanian, yang selalu membuat pusing para pejabat perencanaan China, telah tumbuh sebesar 40 persen. Mengapa? Karena para perencana telah memperkenalkan “dunia kebenaran” ke negeri China. Sebagaimana telah kita ketahui di Kamerun, insentif adalah sesuatu yang penting. Sebelum tahun 1978, China adalah negara dengan insentif paling negatif di dunia.

Sebelum Deng duduk di tampuk kekuasaan, pertanian di China telah diorganisasikan secara lokal membentuk kelompok-kelompok beranggotakan dua puluh hingga tiga puluh keluarga. Mereka diberikan imbalan berdasarkan “nilai hasil kerja” (work point), yang ditentukan menurut hasil kelompok secara keseluruhan. Peran perseorangan dalam sukses kelompok mendapatkan perhatian hanya sedikit atau tidak sama sekali. Akibatnya, siapa pun tidak tergerak untuk bekerja lebih giat daripada orang lain.

Deng tidak mempunyai waktu untuk berleha-leha, maka ia segera mulai dengan sebuah program, mengumumkan bahwa “sosialisme tidak harus sama dengan kemiskinan.”

(hlm.354)
Ia mulai dengan menaikkan harga beli oleh pemerintah atas hasil panen hampir 25 persen. Harga yang dibayar untuk surplus hasil pertanian naik lebih dari 40 persen, jumlah yang memadai untuk menaikkan insentif bagi daerah-daerah subur untuk bekerja lebih produktif.

Beberapa kelompok pertanian kolektif bereksperimen dengan sistem subkontrak lahan kepada perseorangan atau keluarga. Alih-alih melarang, pemerintah mengizinkan inovasi itu dilaksanakan untuk melihat apakah langkah itu berhasil, sebagaimana ekonomi pasar diperbolehkan melakukan eksperimen-eksperimen kecil-kecilan.

Hasil panen langsung melonjak tinggi. Eksperimen itu menyebar: jika pada tahun 1979 baru satu persen kelompok pertanian kolektif yang menerapkan “sistem tanggung jawab perseorangan”; dalam tahun 1983 sudah 98 persen beralih ke sistem tersebut.

Harga eceran biji-bijian boleh demikian, yang pada gilirannya menaikkan lagi insentif untuk menghasilkan yang dibutuhkan. Pembatasan perdagangan antarkawasan dikurangi; sedemikian sehingga tiap kawasan dapat menikmati keunggulan komparatif masing-masing. Kuota produktif dalam waktu tidak lama telah ditinggalkan sama sekali.

(hlm.355)
Hasil panen tahunan naik sebesar 10 persen dalam paruh pertama tahun 1980-an.
Sebagian besar kenaikan produktivitas merupakan akibat langsung ditinggalkannya sistem pertanian kolektif.

Sebagian karena kebetulan, sebagian karena kontrol yang dilonggarkan, dan sebagian lagi karena direncanakan, Deng memperkenalkan dunia kebenaran kepada pertanian China. Mereka yang memiliki gagasan bagus, keberuntungan, dan telah bekerja keras, diganjar dengan kemakmuran.

Para petani menanam jenis-jenis tanaman yang lebih menghasilkan uang dan tidak menghabiskan waktu terlalu banyak untuk jenis-jenis yang sulit tumbuh; semua ini merupakan hasil penerapan sebuah sistem harga, sesuatu yang tidak mengejutkan. China telah mulai menempuh sebuah jalan yang selama ini disebut jalan kapitalis.

(hlm.356)
Investasi untuk masa depan
Membangun gedung-gedung, jaringan rel kereta api, dan jalan-jalan raya seperti itu memerlukan penanaman modal yang besar sekali.

Mereka menyebut bangunan-bangunan itu “kapital”, dan semua pembangunan yang tahan lama ini memerlukan kapital. Kapital atau modal bisa berasal dari investor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, yang diharapkan dapat meraup laba, atau bisa berasal dari pemerintah, entah melalui pajak penghasilan atau pajak pertambahan nilai, atau melalui sebuah program tabungan wajib.

(hlm.357)
Akal sehat mengatakan bahwa jika Anda ingin agar besok lebih kaya daripada hari ini, Anda harus menanamkan uang Anda sebagai modal alih-alih menggunakannya untuk membeli barang atau jasa yang dinikmati secara langsung.

Bagian yang bukan sebuah rahasia dalam pembangunan sebuah negara didasarkan pada prinsip yang sama sederhananya bahwa menabung dan berinvestasi hari ini membuat Anda lebih kaya esok hari. Suku bunga tabungan biasanya tinggi sekali dalam perekonomian yang tumbuh pesat di Pacific Rim.

Misalnya sektor telepon genggam, yang dapat dibiayai dengan kartu-kartu pay-as-you-go, mempunyai sukses yang sungguh di luar dugaan.

(hlm.358)
Pemerintah sosialis China tidak mempunyai masalah dengan akses ke permodalan. Sementara sebuah ekonomi pasar tidak dapat begitu saja membuat orang memutuskan untuk menabung dan berinvestasi lebih banyak, sebuah ekonomi sosialis bisa dan biasanya melakukannya. Modal diperoleh dari program-program pemerintah; hampir semua tabungan dilaksanakan entah oleh pemerintah atau oleh perusahaan-perusahaan milik negara.

Selama awal tahun 1950-an, ketika program utama adalah membangun kembali infrastruktur dan industri yang paling penting, setiap 100 yuan yang diinvestasikan telah menghasilkan tambahan 40 yuan dalam pendapatan tahunan China, sebuah keuntungan yang mengesankan.

(hlm.359)
Ini mungkin benar untuk sebuah perekonomian paling modern seperti Jepang atau Amerika Serikat, tetapi dalam tahun 1976 China luar biasa miskin. Sedikit sekali orang yang mempunyai mobil, telepon, listrik, atau air bersih dari PDAM.

Akan tetapi ketika populasi tumbuh, teknologi menjadi maju, dan investasi yang sudah lama diinginkan terlaksana, sistem ekonomi komunis makin lama makin menjauh dari prinsip sistem harga. Di Korea Selatan, 80 sampai 90 persen pekerja, lahan, dan modal telah bekerja atau telah digunakan untuk bermacam-macam tujuan dalam tahun 1970-an dibanding pemanfaatan dalam tahun 1960-an.

(hlm.360)
Yang lebih penting, dalam sektor-sektor tersebut, para pekerja mengalami pelatihan yang terus menerus, perusahaan-perusahaan muncul dan tenggelam silih berganti. Industri ekspor Korea Selatan kala itu terdiri atas mainan anak-anak dan pakaian dalam, tetapi sekarang membuat chip serta kendaraan bermotor. Andaikata, dalam tahun 1975, perencana di pemerintah Korea Selatan telah mencoba mengelola perekonomian berdasarkan informasi yang kedaluwarsa dari tahun 1960-an, hasilnya akan menjadi sebuah bencana dahsyat. Untungnya, tidak demikian.

(hlm.360)
Pemerintah China berangsur-angsur mulai pindah ke sistem pasar. Lima belas tahun setelah Deng berkuasa, keuntungan dari investasi (return on investment) telah menjadi empat kali lipat: untuk setiap yuan yang diinvestasikan, hasil tahunan China naik sebesar 72 yuan: tiap investasi mencapai titik impas setelah hanya 500 hari. Keberhasilan ini pun bukan karena pemerintah telah mengurangi investasinya dan hanya mengambil proyek-proyek yang paling menguntungkan. Malahan sebaliknya: tingkat investasi bahkan lebih tinggi daripada tahun 1970-an.

Mengembangkan rencana nasional
Sektor industri China dikendalikan oleh sebuah badan perencana.

(hlm.361)
Perhitungan-perhitungan yang harus dikerjakan rumit sekali, bahkan sampai mengandalkan bahwa birokrat-birokrat junior memasok informasi yang seadanya tentang biaya dan mutu.

(hlm.362)
Lembaga-lembaga seperti itu tidak dapat dibentuk dalam semalam.
Andai Deng meninggalkan begitu saja perencanaan yang telah dibuat oleh pendahulunya lalu beralih ke sistem pasar dalam semalam, hasil yang paling mungkin adalah kericuhan dalam perebutan hak atas tanah dan bangunan, keruntuhan sektor keuangan (karena banyak bank milik pemerintah mengeluarkan pinjaman yang tidak pernah dapat dibayar kembali) selain pengangguran yang meluas, bahkan bencana kelaparan.
(Di mantan Uni Soviet dalam tahun 1990-an, “terapi kejut” seperti itu menyebabkan perekonomian porak poranda.)

Deng, yang pernah mengalami pengucilan sebanyak dua kali di bawah kepemimpinan Mao namun kembali untuk memimpin negeri itu, paham sekali tentang nilai kredibilitas politik.

(hlm.363)
Maka Deng dan sesama pendukung reformasi memilih sebuah strategi yang lebih berhati-hati. Dalam tahun 1985 ukuran “rencana nasional” sengaja dibekukan: tingkat produksi yang ditargetkan oleh pemerintah tidak diperbesar meskipun perekonomian telah tumbuh. Sebaliknya, badan-badan usaha milik negara diperbolehkan berbuat apa saja yang dikehendaki dengan produksi lebih. Pabrik-pabrik batu bara yang efisien belakangan menemukan bahwa pabrik-pabrik baja yang efisien ingin membeli batu bara lebih banyak untuk membuat baja lebih banyak, yang akan dijual kepada perusahaan-perusahaan yang juga efisien dalam bidang konstruksi.

Strategi itu mudah dimengerti, dan komitmen untuk membekukan ukuran rencana merupakan keputusan yang dapat dipercaya. Komitmen yang dapat dipercaya seperti itu penting: andai badan perencana terus mencoba mengembangkan dan memperbarui rencana nasional berdasarkan informasi-informasi yang muncul dari pasar di sekelilingnya, pasar itu akan dengan cepat menghentikan pembuatan informasi-informasi yang berguna.

(hlm.364)
Situasi yang stabil menjadi terjamin, banyak orang lebih suka bekerja lebih lama dalam kondisi buruk di sebuah pabrik tekstil, meskipun mereka harus menempuh perjalanan ribuan kilometer, terpisah dari keluarga mereka, dibanding kembali ke usaha serabutan dengan pendapatan yang tidak menentu atau kalau gagal, terpaksa kembali menjadi petani di lahan yang gersang.

Jika sebuah perusahaan tahu biaya marginalnya (biaya membuat satu ton baja lagi) dan harga yang ditawarkan adalah harga pasar (yang mencerminkan keuntungan bagi seseorang lain dari satu ton tambahan tadi), perusahaan akan mengambil keputusan yang tepat: berproduksi lagi kalau harga lebih tinggi dari biaya marginal. Dalam hal ini kerja pabrik itu akan efisien.

Ini mengandung arti bahwa perusahaan-perusahaan yang efisien cenderung mengembangkan diri guna memenuhi permintaan tambahan: ton yang kesebelas dan kedua belas biasanya menyusul ton yang kesepuluh.

(hlm.365)
Pemain baru dan kuasa kelangkaan
Kita tahu bahwa sebuah sistem pasar membatasi kuasa kelangkaan perusahaan-perusahaan; kebanyakan perusahaan harus berhadapan dengan persaingan, dan sektor-sektor ekonomi yang tidak begitu kompetitif cenderung menarik pesaing-pesaing baru.

Kendati disebut perusahaan daerah, tidak jarang itu adalah monster-monster industri raksasa. Belakangan, perusahaan swasta dan perusahaan asing juga boleh didirikan.

Sampai tahun 1992, hanya 14 persen hasil sektor industri berasal dari perusahaan-perusahaan swasta atau asing, sedangkan sektor pemerintah berperan dalam hampir separuh pendapatan.

Keajaiban dalam perekonomian China sesungguhnya bukan karena kebijakan privatisasi. Yang berperan bukan siapa yang memiliki perusahaan, melainkan bahwa perusahaan itu terpaksa bersaing dalam sebuah pasar yang relatif bebas, memaksa turun kuasa kelangkaan dan mengantarkan informasi dan insentif dunia kebenaran.

(hlm.366)
Keuntungan yang tinggi sering merupakan tanda kuasa kelangkaan.

Perusahaan-perusahaan China dalam tahun 1980-an memiliki tingkat keuntungan sangat tinggi: banyak sektor memiliki tingkat keuntungan lebih dari 50 persen (untuk sebuah perekonomian dengan persaingan sedang, Anda akan berharap tidak lebih dari 20 persen dan sering terjadi lebih rendah).

(hlm.367)
Sektor penyulingan minyak bumi mempunyai tingkat keuntungan hampir 100 persen, sektor pertambangan besi hanya 7 persen. Dalam semua kasus, pemerintah mengambil sebagian keuntungan itu dan menginvestasikannya kembali.

Pengaruh semua tadi adalah penurunan pemborosan, memberi pelanggan China barang yang lebih baik dengan uang mereka, dan menjadikan China pemain yang potensial di pasar dunia. Kuasa kelangkaan telah menghilang.

(hlm.368)
Cina dan dunia
Tidak hanya sekali atau dua kali dalam sejarah China, ada tempat yang terkucil.

Sampai 1990, China hampir tidak mempunyai peran dalam kancah perdagangan dunia. Amerika Serikat dan Jerman mengekspor hampir sepuluh kali lebih banyak. Pada tahun 2005, China menjadi eksportir terbesar keempat di dunia, dan lebih dari itu, ekspor Amerika Serikat dan Jerman tidak sampai dua kalinya.

Mengapa China memerlukan dunia? Sebuah negara dengan penduduk lebih dari satu miliar jiwa kelihatannya sebuah negara yang seharusnya bisa memenuhi kebutuhan sendiri.

(hlm.369)
Pertama, China dapat mengambil pasar dunia barang-barang yang padat karya (labour-intensive) seperti mainan, sepatu, dan pakaian. Kedua, mata uang asing yang didapatkan dari ekspor ini dapat digunakan untuk memperoleh bahan-bahan mentah dan teknologi untuk membangun perekonomian mereka.

Akhirnya, dengan mengundang para penanam modal asing, China dapat belajar tentang metode produksi modern dan teknik-teknik bisnis dari mereka, sesuatu yang sangat penting untuk sebuah negara yang telah menjadi komunis selama sekian dasawarsa.

Misalnya, keahlian dalam kontrol mutu atau dalam logistik. Perusahaan Amerika dan Jepang menanamkan modal dalam bidang transportasi dan elektronika, mengubah China menjadi sebuah industri manufaktur teknologi tinggi.

(hlm.370)
China sekarang menjadi produsen terbesar untuk sebagian besar produk elektronika utama sehari-hari; lebih dari separuh DVD player dan kamera digital saat ini dibuat di China. Anda juga dapat melihat dampak ini ketika berjalan-jalan ke sekeliling negeri ini.

Penanaman modal asing telah menjadi sebuah faktor utama yang mempertahankan China dalam jalur reformasinya. Selain menanamkan modal, dan selain memperkenalkan keahlian serta menghubungkan China dengan perekonomian dunia, para investor asing juga melanjutkan proses persaingan dari reformasi terdahulu melalui persaingan dengan perusahaan-perusahaan dalam negeri China, mendorong mereka terus meningkatkan efisiensi.

Bertolak belakang dengan Kamerun, China memiliki sebuah pasar dalam negeri yang cukup besar dan tumbuh dengan pesat sehingga selalu menarik bagi para investor luar negeri.

(hlm.371)
China memiliki keunggulan lain yang tidak dimiliki oleh India. Proses penggabungan dengan perekonomian internasional yang biasanya sulit telah sangat dipermudah oleh hubungan China daratan dengan Hong Kong dan Taiwan.
Ada hubungan kekeluargaan dan pertemanan yang erat di antara pengusaha-pengusaha dalam ketiga sistem ekonomi tersebut.
China waktu itu (dan sampai sekarang masih) berjuang keras memperbaiki kerangka kerja komersial untuk hak kepemilikan dan hukum dagang, yang sangat diperlukan oleh semua sistem ekonomi sukses.
Bagi para wirausahawan dari Hong Kong dan Taiwan, hubungan pribadi mengandung arti bahwa mereka sering harus mengandalkan janji tanpa perlindungan secara hukum.

(hlm.372)
Ada kecocokan yang sempurna antara China dan Hong Kong. Perusahaan-perusahaan China, yang membuat barang-barang murah tetapi tidak terbiasa dengan hubungan-hubungan internasional, belajar dari kepiawaian kalangan pedagang Hong Kong. Ekspor China ke Hong Kong tumbuh secara dramatis dalam tahun 1980-an dan Hong Kong mengekspor lagi barang-barang itu ke dunia. Taiwan bergabung sejak tahun 1990-an. Seperti yang teramati oleh ekonom Dwight Perkins pada waktu itu, “bakat-bakat pemasaran yang luar biasa di Hong Kong dan Taiwan telah dicangkokkan dengan kemampuan manufaktur saudara-saudara mereka di daratan besar.”
Di pihak lain, China berjuang keras menarik penanam modal asing dan memanfaatkan dengan baik hubungan-hubungan dengan Hong Kong serta negara-negara tetangga lain. Dalam rencana nasional mereka menciptakan “kawasan-kawasan ekonomi khusus” seperti Shenzhen, tempat aturan-aturan normal ekonomi terpimpin tidak diberlakukan kepada penanam modal luar negeri.

(hlm.373)
Kota Shenzhen, yang berada tepat di seberang Hong Kong, pada tahun 1980 adalah sebuah desa nelayan ketika ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus. Dua puluh tahun kemudian, para pengembang properti meruntuhkan gedung-gedung pencakar langit berukuran sedang untuk mulai membangun gedung-gedung pencakar langit yang lebih besar. Orang China sekarang dapat berkata, “Anda boleh mengira sudah menjadi orang kaya sampai Anda menjejakkan kaki di Shenzhen.”
Mereka juga menyediakan sebuah pijakan untuk penyebarluasan kebijakan reformasi. Setiap kali aturan-aturan untuk perusahaan-perusahaan asing tampak berhasil dengan baik, pemerintah mulai menerapkan aturan-aturan yang sama kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri di kawasan yang sama. Selanjutnya mereka mulai menerapkan aturan-aturan yang sama kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri di luar kawasan khusus.

(hlm.374)
Sementara perusahaan-perusahaan dalam negeri memanfaatkan hak khusus bagi perusahaan asing dengan mencuci uang lewat Hong Kong kemudian membawa kembali ke dalam negeri sebagai “investasi luar negeri.”

Penutup: Apakah ekonomi penting?
Pertumbuhan ekonomi secepat ini menimbulkan guncangan yang dahsyat. Orang China sekarang bingung; tidak sedikit di antara mereka yang saat ini masih menganggur atau tersisihkan dari China yang modern. Sekelompok pekerja di Sichuan sampai percaya bahwa Mao mengelola pabriknya dari alam baka, tentu saja, menggunakan prinsip-prinsip sosialis.

(hlm.375)
Banyak film, seperti Shower dan Happy Times Hotel, menggambarkan keluarga-keluarga yang terpecah-pecah setelah ada anggota keluarga yang mencari peruntungan di Shenzhen.
Sekelompok pemuda yang saling bersahabat, yang menjadi penganggur setelah pabrik mereka gulung tikar, sibuk mencuri perhatian seorang gadis tunanetra dengan berpura-pura menjadi pengelola sebuah perusahaan, namun gagal menghayati bahwa sesungguhnya lebih mudah menjalankan bisnis yang sesungguhnya.

(hlm.376)
Meskipun peluang-peluang baru menjadi terbuka, jaring-jaring rasa aman yang lama terkoyak ketika beberapa perusahaan milik negara menjadi ketinggalan zaman.
Kondisi-kondisi di pabrik-pabrik sangat mengenaskan. Pekerja-pekerja bekerja dengan upah rendah dalam penggiliran kerja (shift) yang panjang pada kondisi yang tidak mementingkan keselamatan.
Para ekonom seperti Paul Krugman, Martin Wolf, dan Jagdish Bhagwati telah berulang kali mencoba berteori bahwa sweatshop China lebih baik daripada pilihan yang lain. Ini bukan pandangan yang populer.
Wolf sendiri seharusnya dipaksa bekerja dalam sebuah sweatshop.

(hlm.377)
Negara-negara yang kaya atau tumbuh dengan pesat pada hakikatnya telah mengambil pelajaran-pelajaran dasar ilmu ekonomi yang telah kita bahas dalam buku ini: perjuangan melawan kuasa kelangkaan dan korupsi; mengoreksi eksternalitas; mencoba memaksimumkan informasi; mendapatkan insentif-insentif yang tepat; berhubungan dengan negara-negara lain; dan yang paling penting, merangkul pasar, yang mengerjakan hampir semua tadi secara sekaligus.
Pada akhirnya, ilmu ekonomi berbicara tentang orang sesuatu yang sering diterangkan secara buruk sekali oleh para ekonom.

(hlm.378)
Dan pertumbuhan ekonomi berbicara tentang hidup yang lebih baik untuk tiap orang – pilihan lebih banyak, ketakutan lebih sedikit.
Kekayaan mereka tidak menyebar secara merata, tetapi pelan-pelan merembes ke pedalaman dari “Pantai Emas” Shanghai dan Shenzhen. Perekonomian di pedalaman China tumbuh dengan mantap – sebesar 7,7 persen per tahun antara 1978 dan 1991. Antara 1978 dan 1995, dua pertiga provinsi China tumbuh lebih cepat daripada negara lain mana pun di dunia. Akan tetapi yang paling penting, bangsa China merasakan perbedaan itu. Setelah bertahun-tahun membayar upah rendah – karena pasokan pekerja pendatang dari pedalaman China seolah-olah tidak ada habisnya – pabrik-pabrik di Pantai Emas mulai kekurangan pekerja yang mau dibayar murah. Pabrik-pabrik milik pemodal asing membayar sedikit lebih tinggi, mendapatkan karyawan lebih mudah, dan memiliki turnover lebih rendah. Akan tetapi, upah akan harus naik dan kondisi kerja akan harus diperbaiki, sebab kawasan pedalaman China akan menyusul sukses mereka.

(hlm.379)
Yang Li memulai usahanya sendiri – membuka sebuah salon kecantikan. “Setiap hari di pabrik, yang saya alami hanya bekerja, bekerja, dan bekerja,” katanya. “Hidup saya di sini lebih nyaman.” Orangtua Yang Li berhasil bertahan hidup dari zaman Revolusi Kebudayaan; kakek-neneknya lolos dari zaman Lompatan Besar ke Depan. Yang Li mempunyai pilihan yang nyata, dan ia tinggal di sebuah negeri tempat pilihan-pilihan itu dapat dikaitkan dengan mutu kehidupan yang ia inginkan. Ia pernah mencoba bekerja di pabrik kemudian menyimpulkan bahwa itu bukan untuknya. Sekarang ia mengatakan, “Saya dapat menutup salon ini kapan pun saya inginkan.”
Ilmu ekonomi berbicara tentang pilihan yang tersedia bagi orang seperti Yang Li.

(hlm.381)
Catatan

Bab Satu
http://www.econlib.org/library/Ricardo/ricP.html
ilmu ekonomi perusahaan kriminal

(hlm.382)
Biaya di balik secangkir
“Nonlinear pricing in an oligopoly market the case of specialty coffee”
“Economics of Migration”

(hlm.383)
Bab Dua
“Price Discrimination and Product Differentiation in Economic Theory: An Early Analysis,” Quarterly Journal of Economics 84
Armchair Economist

(hlm.384)
Bab Tiga
Rockefeller adalah satu-satunya yang harus membayar pajak peringkat tertinggi dari Cato Policy Analysis no. 192, http://www.cato.org/pubs/pas/pa-192.html.

(hlm.385)
Bab Empat
Blueprint 5: The True Costs of Road Transport
“The Distributional Consequences of Environmental Taxes,”
The Distributional Effects of the Proposed London Congestion Charging Scheme
The Value of Statistical Life: A Critical Review of Market Estimates Throughout the World.

(hlm.386)
Hidden Order
Free Lunch
“The Market for Sulfur Dioxide Emissions,”
“Tradeable Carbon Permit Auctions”
Seorang pecinta lingkungan pertama adalah juga ekonom pertama dan paling terkenal, Thomas Malthus, dengan studinya tentang kelebihan penduduk yang diterbitkan dalam tahun 1798. “An Essay on the Principle of Population”
Arthur Pigou, guru besar ilmu ekonomi di Cambridge University, dengan bukunya yang sangat mengilhami perkembangan berikutnya The Economics of Welfare.

(hlm.387)
“Fair and Efficient Pricing and the Finance of Roads,” Proceedings of the Chartered Institute of Transport
“Road Pricing in a Free Society,”
“Congestion Charging Six Months On,”

(hlm.388)
Bab Lima
“The Market for ‘Lemons’: Quality Uncertainty and the Market Mechanism,”
“A Guide to Health Care Reform,”
“The Cost of Health System Change: Public Discontent in Five Nations,”

(hlm.389)
“Paying for National Health Insurance and Not Getting It,”

(hlm.390)
Bab Enam
“On the Impossibility of Informationally Efficient Markets,”
Hidden Order
General Theory of Employment, Interest, and Money
The Stock Market Crash and After
“Dye is Cast out but Strategy Remains,”
“Vindication for Dye as P&D Fund Wins Top Spot,”
Dow 36,000: The New Strategy for Profiting from the Coming Rise in the Stock Market

(hlm.391)
“Does the ‘New Economy’ Measure Up to the Great Inventions of the Past?”
“The Dynamo and the Computer: An Historical Perspective on the Modern Productivity Paradox,”
Situs lelang online, yang mempertemukan para pembeli dan para penjual untuk setiap produk yang dapat dibayangkan, tetap mempunyai batas. Pihak penjual ingin pergi ke arah yang dituju oleh pihak pembeli, sedangkan pihak pembeli ingin pergi ke arah yang dituju oleh pihak penjual. Situs pertama yang berhasil mengumpulkan mereka menjadi satu akan terbukti sulit sekali digeser, bahkan andai sang pesaing memiliki teknologi unggulan. Situs lelang eBay memiliki posisi dominan di Amerika Serikat hanya karena alasan ini; tetapi di Jepang, mereka terlambat datang maka kalah oleh layanan lelang Yahoo.

(hlm.392)
Bab Tujuh
Prisoner’s Dilemma oleh William Poundstone
Ini sama dengan Ken Binmore yang belakangan memimpin tim perancangan lelang dalam lelang 3G Inggris.
“Selling Spectrum Rights,”
“Analysing the Airwaves Auction,”

(hlm.393)
Auctions: Theory and Practice
“Counter-Speculation, Auctions and Competitive Sealed Tenders,”
“Auctions vs. Negotiations,”

(hlm.394)
Bab Delapan
“On the Mechanics of Economic Development,”

(hlm.395)
Power and Prosperity
“Incentives, Rules of the Game, and Development”
“New Forms of Foreign Direct Investment in Korea”

(hlm.396)
Bab Sembilan
Why Globalisation Works
Free Trade Under Fire
Free Trade Today
Hidden Order (New York: HarperCollins, 1996, 65-77)
Consilience: The Unity of Knowledge
“The Symmetry Between Import and Export Taxes,”
“Globalization and Its Challenges”
“On the Edge: Living with Global Capitalism,”

(hlm.397)
“Racing to the Bottom: Foreign Investment and Air Pollution in Developing Countries,”
“Confronting the Environmental Kuznets Curve,”
“Weeding Out Subsidies,”
“In Praise of Cheap Labor,”
The Emergence of Modern Japan

(hlm.398)
“Farmers Switch to Drugs,”
Free Trade Under Fire,
Bab Sepuluh
Penguin History of the World
Humanity: A Moral History of the 20th Century
The Truth about Markets

 

Kembali ke daftar isi

Logika Hidup

Tim Harford

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Logika Hidup oleh Tim Harford.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

LOGIKA HIDUP

Logika Ekonomi di Balik Seks,
Kejahatan, Rasisme,
dan Politik Kantor

Tim Harford

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Alih bahasa: Daniel Wirajaya
Desain sampul: Hendy Irawan
Setting: Ryan Pradama

Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
anggota IKAPI, Jakarta, 2011

ISBN 978-979-22-6612-9

(hlm.x)
Pendahuluan
Bagaimana hal itu dibentuk oleh keputusan-keputusan rasional yang tak terhitung dan tak terlihat.

(hlm.xi)
Penduduk Stoke Newington yang umumnya memiliki rumah sendiri, berencana untuk tinggal di sana selama bertahun-tahun, dan dengan demikian mendapat banyak manfaat dari perbaikan-perbaikan di lingkungannya. Pengaruh politik Stoke Newington lebih kuat karena para individu di sana memiliki insentif yang lebih kuat untuk aktif secara politis. Sebaliknya, di lingkungan saya, para penduduk cenderung untuk datang dan pergi. Bagi banyak orang, waktu yang dihabiskan untuk memperjuangkan pembuatan zebra cross cuma membuang-buang waktu padahal kenyamanan yang diperjuangkan tidak akan bermanfaat baik bagi para tuan tanah yang tidak tinggal di situ maupun bagi para penyewa sementara.

(hlm.xiii)
Pertama, bahwa perilaku rasional jauh lebih tersebar luas daripada yang Anda harapkan dan muncul secara tiba-tiba di tempat-tempat yang paling tidak terduga—termasuk di kepala para remaja dengan nafsu berlebih; dan kedua, bahwa iman para ekonom dalam rasionalitas (iman adalah, saya kira, kata yang tepat) menghasilkan wawasan yang sesungguhnya. Di tangan para ekonom, “teori pilihan rasional” menghasilkan citra sinar-X dari kehidupan manusia.

(hlm.3)
SATU
Memperkenalkan Logika Kehidupan
Ilmu Ekonomi tentang seks, kejahatan, dan Minnie Mouse
Harpo Studios, Chicago
Orang-orang yang rasional memberikan respons terhadap suatu penukaran dan insentif. Ketika biaya atau keuntungan dari sesuatu berubah, orang-orang mengubah perilaku mereka. Tetapi jelas juga terlihat bahwa biaya yang dikenakan untuk hal yang mendekati seks oral menjadi semakin tinggi: seks biasa telah menjadi lebih mahal daripada sebelumnya, karena penyebaran HIV/AIDS. HIV jauh lebih memungkinkan tersebar melalui seks biasa daripada seks oral.

(hlm.4)
Tentu saja, bukti menunjukkan bahwa para remaja bergerak ke arah perilaku seksual yang kurang berisiko.

(hlm.25)
Kesimpulannya: memberi orang kenaikan upah yang tidak terduga akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras.

(hlm.26)
Tetapi dalam latar kehidupan nyata, rasa terima kasih ini tidak berlangsung lama: untuk orang-orang yang memasukkan data, hanya sembilan puluh menit; untuk orang-orang yang mengunjungi rumah-rumah, hanya sampai waktu makan siang pada hari pertama.

(hlm.27)
Sebaliknya, ia memperlihatkan bahwa ketika Anda meminta orang biasa untuk mengambil semacam keputusan yang ia lakukan setiap hari ini, Anda akan cenderung melihat perilaku yang rasional.

(hlm.31)
Barang Giffen adalah barang, yang seperti air tonik, begitu dibutuhkan oleh orang-orang miskin, sehingga ketika harganya naik, permintaan naik juga, karena kenaikan harga mengakibatkan semakin banyak kemiskinan dan kemiskinan itu mengakibatkan permintaan yang meningkat.

(hlm.33)
Tak punya waktu untuk menemukan tempat parkir yang kosong, ia dengan cepat mempertimbangkan biaya untuk membayar parkir dibandingkan dengan risiko didenda karena parkir secara ilegal.

(hlm.36)
Ia mendapati bahwa di negara-negara bagian yang pengadilan dewasanya lebih keras daripada pengadilan remaja, perbedaan dalam perilaku sangat tajam: kejahatan menurun secara dramatis segera setelah anak-anak mencapai usia mayoritas. Di tempat dengan pengadilan remaja relatif kejam, penurunan itu tidak terjadi, karena anak-anak sudah merasa takut untuk berhubungan dengan sistem peradilan.

(hlm.37)
Ketika ia menjelaskan bahwa beberapa tahun telah berlalu sejak ia mengumpulkan datanya, dan penjara yang dibangun sudah lebih dari cukup, sampai kepada titik di mana jumlah penjara di Amerika seharusnya dikurangi, tidak seorang pun benar-benar tertarik lagi padanya.

(hlm.41)
Baik Anda peduli atau tidak tentang para pekerja seks komersial Meksiko, semakin sedikit mereka menggunakan kondom, semakin banyak Anda harus menggunakannya.

(hlm.44)
Hanya satu dari delapan ratus orang Meksiko mengidap HIV, dan bahkan di antara para pekerja seks komersial, jumlahnya hanya satu dari tiga ratus. Tidak seorang pun pekerja seks komersial ingin terkena AIDS, tetapi risiko mendapatkannya karena satu kali seks yang tidak terlindung adalah kecil, sementara bayarannya benar-benar lebih tinggi. Tidaklah Anda memperhatikan kenaikan bayaran sebesar 25 persen?

(hlm.56)
DUA
Las Vegas
Tapi nalar
Pada prinsipnya, teori permainan hanyalah sebuah kasus khusus dari teori pilihan rasional.

(hlm.59)
Dalam sebuah permainan poker, para pemain bertaruh demi mendapatkan hak untuk membandingkan kartu-kartu yang diperlihatkan. Tetapi kebanyakan dari informasi penting dalam poker bersifat pribadi.

(hlm.60)
Seorang pemain yang tidak pernah menggertak tidak akan pernah memenangkan taruhan yang besar, karena ketika ia menaikkan taruhan, yang lain akan mundur sebelum mempertaruhkan lebih banyak uang.

(hlm.65)
Ada fondasi matematis yang rasional bagi kehidupan itu sendiri.

(hlm.78)
Anda hanya bisa menang jika setiap penawar lainnya berpikir Anda membayar terlalu banyak.

(hlm.95)
Iklan-iklan tersebut memberitahu mereka bahwa ada cara-cara baru untuk membantu mereka berhenti, jadi secara rasional risiko untuk memulai kebiasaan itu menjadi lebih kecil.

(hlm.98)
Jelaslah, jika Anda ingin menonton lebih banyak film yang berbudaya, pesanlah film-film itu jauh hari sebelumnya dan kemudian menjauhlah dari situs web penyewaan film.

(hlm.100)
Buatlah komitmen yang spesifik dan (kelihatannya) jelas.

(hlm.112)
TIGA
Apakah perceraian terlalu diremehkan?
Tiga Tiger Bar, Haymarket, London, 2006
Sebaliknya, orang-orang menanggapi dengan menurunkan standar mereka.

(hlm.114)
Lebih jauh lagi, jika Anda menolak setiap orang dalam pasar pernikahan, Anda akan meninggal sendirian; jika Anda menolak setiap orang dalam pasar kencan kilat di satu malam tertentu, Anda harus mencobanya lagi beberapa hari kemudian, dan penyelenggaranya bahkan akan membayar untuk itu. Kecurigaan saya adalah bahwa karena kita menyesuaikan diri dengan kondisi ketika kita berkencan, kita juga menyesuaikan diri dengan kondisi dalam hubungan jangka panjang.

(hlm.115)
Kita akan melihat bahwa di tempat-tempat yang langka pria, para wanita menanggapi dengan tetap tinggal di sekolah lebih lama. Di kota-kota yang para prianya sangat kaya, ada banyak wanita. (Apakah Carrie Bradshaw pernah berpikir bahwa ada alasan mengapa begitu banyak wanita tinggal di Manhattan?) Ini tidak rasional, tetapi orang-orang yang mencintai tetap rasional.

(hlm.119)
Para ahli ekonomi berbicara tentang “hukum satu harga,” yang mengatakan bahwa produk identik yang ditawarkan pada saat yang bersamaan, di tempat yang sama, dengan harga yang jelas terlihat, akan mengarah pada harga yang sama.

(hlm.120)
Jumlah pria yang tampaknya sedikit lebih kecil mengarah pada kerugian yang besar bagi para wanita.

(hlm.122)
Lingkungan kuno, padang rumput Afrika, dahulu kala
Bagi semua betina (bukan hanya pada wanita), seks cenderung mengarah pada saat kehamilan, dan kehamilan dihadapi jika saat dan dengan pasangan yang tepat, jadi wanita memiliki standar yang lebih tinggi dan perlu lebih banyak dibujuk. Para wanita berhati-hati karena mereka adalah anak-anak dari para wanita yang juga berhati-hati.

(hlm.123)
Karena seorang wanita memerlukan kekuatan fisik untuk membesarkan anak, maka kemudaan dan kekayaan—dengan kecantikan sebagai indikator yang andal—ada di puncak daftar dari karakteristik yang diinginkan para pria.

(hlm.124)
Dan di masa modern, kita memiliki indikator yang sangat andal untuk status yang tinggi: kekayaan. Jadi di padang rumput Afrika, para pendahulu kita yang pria menginginkan pasangan yang muda dan cantik sementara para pendahulu di garis keturunan ibu lebih menyukai para pria yang memiliki status yang tinggi. “You’re daddy’s rich and your momma’s good looking.” Situasinya terbalik bagi wanita: jika seorang wanita mengaku memiliki pendapatan tinggi dalam iklan kencan internet, ia akan menerima lebih sedikit tanggapan daripada jika ia mengaku memiliki pendapatan menengah. Hasilnya resmi: pria kaya menarik dan wanita kaya tidak menarik.

(hlm.125)
Kemungkinan kita akan menemukan sejumlah besar wanita di tempat-tempat banyak pria kaya berada: yaitu, di kota-kota besar. Sementara biaya sewa meningkat, para pria dengan kemampuan yang rendah akan menyerah dan pindah ke pinggiran kota sebelum para wanita dengan kemampuan yang rendah melakukannya—atau mereka yang tidak pernah berkeinginan untuk pindah ke kota besar. Pertama, para pria akan selalu lebih sedikit di kota-kota besar daripada di pinggiran kota. Sebaliknya, ada lebih banyak pria di negara bagian pinggiran: Alaska, Utah, dan Colorado.

(hlm.126)
Implikasi lain dari teori Edlund adalah karena pria yang berkampuan rendah memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk tinggal di pinggiran kota, pekerjaan yang tidak memerlukan keterampilan tinggi dan dapat dikerjakan baik oleh pria maupun wanita di wilayah perkotaan cenderung akan dikerjakan oleh para wanita. Dan kita juga dapat memperkirakan bahwa semakin tinggi pendapatan bagi para pria, semakin besar persediaan untuk—bagaimana mengatakannya—wanita cadangan. Ini tepat yang ditemukan Edlund dalam studi yang terpicu di Swedia: wilayah dengan para pria bergaji tinggi adalah juga wilayah tempat banyak wanita tinggal, terutama wanita muda.

(hlm.127)
Tetapi alasan utama lainnya untuk tidak adanya para pria dalam pasar pernikahan lokal adalah penjara. Ada dua juta pria di penjara-penjara di Amerika Serikat dan hanya ada seratus ribu wanita; dan para pria yang ada di penjara tersebut tidak merata dalam hal usia, ras, dan wilayah geografis.

(hlm.128)
Di tempat dengan sejumlah besar ras tertentu di balik penjara, para wanita dalam kelompok usia dan ras yang sama di negara bagian tersebut tidak menikmati manfaat yang sama dari pernikahan atau hubungan yang stabil dibandingkan para wanita dengan situasi yang lebih setara. Jadi pendidikan tinggi tidak hanya membuat Anda menjadi pintar, tetapi juga membuat Anda mendapatkan suami atau istri pintar juga.

(hlm.129)
Mereka mengestimasi, misalnya, bahwa kenaikan satu persen dalam proporsi pria muda kulit hitam yang ada di penjara mengurangi proporsi wanita muda kulit hitam yang pernah menikah sebesar 3 persen.

(hlm.132)
Para wanita yang pemilih lebih tidak beruntung: adanya wanita-wanita lain yang sedikit lebih bebas melemahkan posisi dari para Perawan Suci ini, dan ini berarti para pria memiliki insentif yang lebih kecil untuk menikah.

(hlm.133)
Ini membuat investasi dalam pendidikan dengan masa prakualifikasi yang panjang seperti di bidang hukum, kedokteran, atau kedokteran gigi menjadi sesuatu yang rasional. Untuk setiap tahun ketika seorang wanita menunda anak pertamanya, pendapatan seumur hidupnya meningkat sebesar 10 persen.

(hlm.136)
Pembagian tugas jelas merupakan dasar dari kekayaan yang kita nikmati dalam perekonomian modern.

(hlm.139)
Dalam bahasa yang sederhana, satu orang pekerja penuh waktu mendapatkan lebih banyak daripada dua orang pekerja paruh waktu. Ini berarti sebuah rumah tangga dengan kedua orangtua bekerja paruh waktu untuk mengasuh anak dan mengurus rumah merupakan sesuatu yang tidak rasional secara ekonomi. Dua kali setengah itu lebih kecil daripada satu secara keseluruhan.

(hlm.140)
Tidak ada alasan bagi para pria untuk menjadi pencari nafkah karena mereka lebih baik dalam melakukannya. Mereka semata-mata menjadi pencari nafkah karena jika mereka membantu di rumah, situasinya akan menjadi lebih buruk.

(hlm.142)
Sebaliknya, revolusi perceraian didorong oleh kekuatan ekonomi yang lebih mendasar: hancurnya pembagian tugas tradisional yang telah diidentifikasikan oleh Adam Smith.

(hlm.143)
Ketika menyadari bahwa unit ekonomi ini dapat hancur, saat seorang wanita yang berspesialisasi mengurus anak menghadapi masalah serius, merupakan hal yang rasional bagi seorang wanita untuk memiliki pilihan karier sebagai asuransi terhadap perceraian.

(hlm.148)
Mereka memberikan insentif yang lebih besar bagi para pria untuk berperilaku baik di dalam pernikahan. Hasilnya? Kekerasan dalam rumah tangga menurun hampir sepertiganya, dan jumlah wanita yang dibunuh oleh pasangannya turun 10 persen.

(hlm.149)
“Pria yang seumur hidupnya dihabiskan untuk melakukan sejumlah pekerjaan yang sederhana… tidak memiliki kesempatan untuk menerapkan pemahamannya atau menggunakan penemuannya guna mencari cara-cara menghilangkan kesulitan yang tidak pernah terjadi. Ia… umumnya menjadi sama bodohnya dan sama dungunya dengan seorang yang paling bodoh di antara semua manusia.”

(hlm.152)
EMPAT
Mengapa atasan Anda dibayar terlalu tinggi
Semua masalah di kehidupan kantor berasal dari akar yang sama. Untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan sempurna Anda perlu memiliki informasi tentang siapa yang berbakat, siapa yang jujur dan siapa yang suka bekerja keras, dan membayar mereka sesuai dengan hal itu?

(hlm.154)
South Water Kitchen, Chicago, April 2005
Karena kinerja sangat mudah diukur (sekurang-kurangnya dalam bentuk keuntungan yang diperoleh dari buku itu), ia terbebas dari kebutuhan untuk memberikan alasan bagi pendapatannya kepada rekan-rekan, teman-teman, atau para bawahannya; buku kerjanya itu mungkin kontroversial, tetapi laporan royaltinya tidak.

(hlm.155)
Siapa yang ingin memberikan komisi untuk sebuah buku karya seorang penulis yang tidak berminat finansial atas kesuksesan karyanya?

(hlm.156)
Staglin dan Barlow ingin mempercepat segalanya. Jika Anda membayar mereka lebih banyak untuk memasang lebih banyak kaca depan mobil, mereka akan memasang lebih banyak kaca depan mobil. Dan jika Anda membuat mereka bekerja tanpa upah untuk memperbaiki hasil pekerjaan mereka sendiri yang bermutu rendah, mereka akan berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan. Itu adalah pandangan yang sederhana terhadap motivasi manusia.

(hlm.157)
Kasus Safelite tidak lazim: hanya satu dari tiga puluh pekerjaan menggunakan sistem bayaran sesuai hasil kerja. Ini bukan karena para pekerja Safelite itu luar biasa rasional, pekerjaan merekalah yang luar biasa mudah untuk diukur. Seorang akuntan atau seorang auditor, contohnya, sulit untuk diawasi.

(hlm.160)
Dengan menggunakan catatan komputer dari alat pemindai toko, mereka dapat menelusuri setiap bunyi “bip”, setiap transaksi, untuk 370 kasir di enam toko, selama dua tahun. Jawabannya adalah ya: ketika Anda duduk di sebelah seorang pekerja yang bekerja dengan cepat, Anda akan segera mulai memindai barang-barang dengan lebih cepat.

(hlm.161)
Setiap pekerja memperhatikan punggung rekan kerjanya, dan punggungnya sendiri diperhatikan oleh rekan kerja yang lain.

(hlm.162)
Ya, antrean yang lebih pendek, tetapi juga banyak produk yang cacat atau yang dipindai secara tidak benar dan staf yang secara rasional menolak untuk menghabiskan waktu guna menjawab pertanyaan atau keluhan pelanggan. Ini situasi yang umum: atasan mengetahui bahwa Phil malas, Suzanne selalu bersedia bekerja lama pun yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, Felicia selalu tersenyum tetapi lambat, dan Bob adalah orang brengsek. Jadi masuk akal untuk tidak bergantung terlalu banyak pada ukuran-ukuran kinerja yang objektif.

(hlm.163)
Insentif seperti ini menghasilkan banyak rekor dunia, tetapi kemungkinan mematahkan semangat Bubka untuk menghasilkan lompatan-lompatan terhebatnya di depan publik.

(hlm.164)
Bagi Safelite, kinerja objektif berhasil karena hanya ada dua hal yang berarti: kecepatan dan apakah kaca depan mobil itu kemudian pecah atau tidak. Di sinilah cerita itu akan berakhir, tetapi ada satu masalah penting: para manajer adalah orang-orang licik yang suka berbohong.

(hlm.165)
Dalam sebuah turnamen, Anda membayar orang-orang untuk kinerja yang relatif—bagaimana mereka dibandingkan dengan orang-orang lain yang melakukan hal yang sama.

(hlm.168)
Tetapi studi itu juga menemukan bahwa peran pekerja di perusahaan itu menolak meminjamkan peralatan dan perkakas kepada rekan-rekan mereka, yang juga merupakan respons yang rasional terhadap insentif yang diberikan dalam turnamen itu. Turnamen memang memotivasi para pekerja dengan sangat baik; sayangnya, turnamen memotivasi perbuatan menikam dari belakang selain dari dedikasi.

(hlm.171)
Semakin dekat dengan akhir karier, Anda tidak bekerja keras hanya karena karier itu membuka pintu-pintu untuk masa depan. Hanya cek yang gemuk yang memiliki kemungkinan memotivasi Anda. Semakin besar gaji atasan Anda, dan semakin kecil usaha yang harus ia lakukan untuk memperolehnya, semakin besar motivasi Anda untuk bekerja keras dengan tujuan dipromosikan sehingga Anda mendapatkan apa yang ia miliki. Gaji seorang wakil presiden bukanlah motivasi yang besar bagi wakil presiden itu sendiri, tetapi merupakan motivasi yang besar bagi seorang asisten wakil presiden.

(hlm.175)
Membagi-bagi tagihan mungkin baik, tetapi tidak akan mendorong pilihan-pilihan yang jujur dari orang-orang yang ikut makan tersebut.

(hlm.176)
Pemecahan yang jelas untuk masalah membagi-bagi tagihan adalah CEO memiliki semua saham di perusahaan.

(hlm.177)
Para manajer di sebuah perusahaan meminjam uang dan membeli perusahaan itu. Jika mereka bekerja dengan baik, mereka akan menghasilkan banyak uang, tetapi jika mereka bekerja dengan buruk, mereka akan bangkrut. Insentifnya kuat, tetapi paket gaji hanya akan membengkak jika hasil-hasilnya baik.

(hlm.182)
Ini semua tampaknya masuk akal secara ekonomi: para CEO diberi banyak opsi saham agar mereka tidak mencuri dari para pemegang saham.

(hlm.183)
LIMA
Menyelamatkan nyawa dengan percakapan ringan
Di dunia tempat para pasien mempercayai dokter mereka, tidak sulit untuk melihat bahwa hubungan tersebut tidak seimbang. Dokter mungkin seorang dokter yang baik, atau mungkin dokter yang buruk, tetapi bagaimana pasien bisa tahu perbedaannya?

(hlm.184)
Jika pasien tidak tahu obat mana yang seharusnya mereka terima, atau bahkan apakah mereka membutuhkannya, maka mereka harus bergantung pada apa yang disarankan oleh dokter. Ini menempatkan dokter dalam posisi yang istimewa dan membawa pada beberapa konsekuensi yang tidak terduga.

(hlm.185)
Di mana-mana, rumah sakit membayar dokter-dokter mereka per kunjungan—bukan per nyawa yang diselamatkan. Ini menimbulkan beberapa motivasi yang salah. Di negara-negara miskin, dokter mungkin menahan layanan kecuali mereka disuap. Di negara-negara kaya, mereka memiliki insentif untuk menyarankan operasi yang tidak perlu.

(hlm.186)
Di Inggris, layanan kesehatan sebagian besar gratis bagi pasien, yang disubsidi melalui pajak. Tetapi di banyak bagian lain dunia, termasuk Amerika Serikat, layanan kesehatan tidak sepenuhnya gratis, dan bahkan bisa sangat mahal.

(hlm.187)
Studi menunjukkan bahwa di banyak tempat, pasien sering mendapatkan perawatan yang tidak mereka butuhkan. Di India, misalnya, lebih dari separuh resep obat antibiotik untuk pasien yang didiagnosis dengan penyakit menular tidak tepat dan tidak diperlukan.

(hlm.188)
Sebuah studi besar yang diterbitkan oleh RAND Corporation menemukan bahwa dari orang-orang yang berobat ke rumah sakit di Amerika Serikat, hanya separuh yang mendapatkan perawatan yang direkomendasikan oleh standar medis.

(hlm.189)
Orang-orang kaya sering kali memperhatikan bahwa mereka mendapatkan lebih banyak perawatan daripada yang mereka butuhkan, dan orang-orang miskin sering kali tidak mendapatkan cukup perawatan yang mereka butuhkan.

(hlm.190)
Dalam sebuah dunia yang ideal, insentif dokter akan sejalan dengan kepentingan terbaik pasien. Sayangnya, dunia yang ideal ini jarang terwujud.

(hlm.192)
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa meskipun dokter umumnya berupaya melakukan yang terbaik, mereka masih sering kali mengambil keputusan berdasarkan insentif pribadi atau tekanan lingkungan.

(hlm.194)
Di beberapa negara berkembang, dokter-dokter umum lebih memilih pasien kaya yang mampu membayar untuk konsultasi pribadi, sehingga mereka cenderung mengabaikan atau meremehkan kebutuhan pasien yang kurang mampu.

(hlm.195)
Namun, di sisi lain, banyak dokter yang juga merasa tertekan untuk memberikan obat atau tindakan medis yang berlebihan karena takut kehilangan reputasi mereka di antara kolega atau pasien.

(hlm.197)
Ketidakpastian dalam diagnosis dan perawatan menjadi salah satu penyebab terbesar dari masalah-masalah ini. Namun, perbaikan dalam komunikasi antara dokter dan pasien dapat membantu memperbaiki situasi ini secara signifikan.

(hlm.200)
Akhirnya, memastikan bahwa dokter dan pasien memiliki tujuan yang sama dan memahami satu sama lain dapat membantu mengurangi kesalahan diagnosis serta perawatan yang tidak perlu. Percakapan ringan yang jujur dan terbuka antara dokter dan pasien bisa menyelamatkan nyawa.

(hlm.201)
LIMA
Di lingkungan kita
Ilmu ekonomi agar tidak ditikam di jalan
Bank Dunia, Washington, DC, 2003
Orang-orang ada di sana karena taman itu hidup, tetapi taman itu menjadi hidup karena orang-orang ada di sana.

(hlm.209)
Gedung-gedung itu gagal menciptakan aura keamanan, seperti yang secara alamiah dihasilkan dari rumah-rumah yang lebih kecil.
Ghetto bagi orang-orang Inggris ada di langit.

(hlm.215)
Dengan sedikit kekecualian, kawasan miskin dahulu adalah kawasan miskin saat ini. Kita telah mempelajari kecenderungan kota-kota untuk melakukan segregasi diri, dengan lingkungan yang aman dan hidup akan menjadi semakin aman dan hidup, sementara kawasan yang berbahaya dan membosankan menjadi semakin berbahaya dan semakin membosankan. Ini sepenuhnya masuk akal.

(hlm.218)
Tetapi dengan adanya dua ribu orang yang ikut serta dalam eksperimen ini, setiap faktor kebetulan kecil seperti ini akan saling menyeimbangkan.

(hlm.227)
ENAM
Bahaya rasisme rasional
University of Virginia, 2003
Anak-anak itu benar-benar marah. Para pekerja ungu berkata, “Saya tidak berinvestasi dalam pendidikan. Saya tidak memperkerjakan Anda karena Anda tidak berinvestasi.”

(hlm.228)
Demikian pula, penganut paham rasisme yang rasional hanya menjadi penganutnya ketika rasisme itu menguntungkan.

(hlm.233)
Eksperimen yang sederhana ini meruntuhkan setiap gagasan bahwa diskriminasi ras adalah suatu hal di Amerika di masa lampau.

(hlm.239)
CV dengan nama-nama yang kedengaran seperti nama-nama orang kulit hitam memiliki tanggapan yang sama baiknya ketika dikirimkan kepada para kontraktor federal dibandingkan dengan ketika dikirimkan ke perusahaan-perusahaan swasta (tetapi tidak lebih juga).

(hlm.243)
Konvensi Nasional Demokrat, Boston, Massachusetts, Juli 2004
“Bertindak sebagai orang kulit putih” adalah gagasan kontroversial bahwa anak-anak kulit hitam yang suka belajar dianggap sebagai para pengkhianat terhadap rasnya dan secara sistematis dipasung oleh rekan-rekan mereka, atau mungkin oleh orang tua mereka atau para panutan lainnya.

(hlm.246)
Tetapi anak-anak kulit hitam (dan anak-anak Amerika Latin lainnya juga) memiliki lebih banyak teman jika hasil ujian mereka sedang.

(hlm.247)
Tetapi selama orang-orang Afrika-Amerika tetap dirugikan dan berkumpul bersama dalam ghetto, seorang siswa kulit hitam yang belajar dengan giat memperoleh kemampuan untuk keluar dari kemiskinan, kejahatan, dan kekurangan—dan dari orang-orang di sekitarnya. Hal itu mungkin tidak disukai banyak orang. Orang-orang tidak suka melihat teman-teman mereka mengembangkan rencana untuk melarikan diri; bahkan pilihan-pilihan untuk melarikan diri membuat kita gelisah. Atasan Anda mungkin menerima keputusan Anda dengan mengangkat bahu, tetapi ia tentu saja tidak akan menyertakan Anda dalam rencana-rencana jangka panjangnya untuk departemen tersebut.

(hlm.249)
Pertama, rasisme dapat bersifat rasional—yang berarti bahwa walaupun menakutkan, hal itu menguntungkan bagi para majikan. Kedua, rasisme rasional membuat tindakan anak-anak kulit hitam untuk belajar lebih sedikit menjadi rasional. Ketiga, logika dari kelompok yang dirugikan, yang secara rasional bersatu, menyebabkan anak-anak yang belajar akan dihukum karena hal itu oleh rekan-rekan mereka sendiri.

(hlm.257)
TUJUH
Dunia ini tajam
Manhattan, New York
Uang kami tampaknya sama dengan uang Amerika Serikat lain yang sudah lebih dikenal, tetapi nilainya sangat kecil di tempat ini dibandingkan dengan tempat lain.

(hlm.258)
Kota yang terbaik dalam segala hal.

(hlm.259)
New York pasti menawarkan sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang—atau lebih tepatnya, sesuatu yang dapat dibeli dengan uang tetapi secara tidak langsung.

(hlm.261)
Yang lebih memungkinkan, hal itu membuat Anda menjadi orang yang lebih pandai. Karena Anda berdua berjalan satu dari yang lainnya setiap kali bertemu.

(hlm.262)
Itulah salah satu kecenderungan yang secara rasional memperkuat dirinya sendiri, yang sudah sangat sering kita temui dalam dua bab terakhir.

(hlm.263)
Gagasan Marshall bersifat intuitif, dan, sebagaimana yang akan kita lihat, berisi lebih dari sebutir kebenaran.

(hlm.267)
Ia menunjukkan “pasti pijat”, toko kebab, toko ayam goreng, tempat-tempat taruhan, dan pasar barang bekas.

(hlm.268)
Sewa yang harus dibayar untuk sebuah unit rumah susun adalah ukuran yang baik tentang seberapa besar nilai lingkungan rusun itu.
“Mekanika Pembangunan Ekonomi.”

(hlm.269)
Melalui penyebaran modal manusia—atau, menggunakan frasa Marshall yang lebih anggun, adanya pengetahuan “di udara”. Negara-negara yang dengan cara tertentu menciptakan sebuah lingkungan yang memungkinkan orang-orang cerdas dan berpendidikan dapat saling belajar cenderung menjadi semakin kaya. Tetapi lingkungan pembelajaran itu apa? Kota-kota besar, tentu saja.
“Untuk apa orang-orang membayar uang sewa di Manhattan atau di pusat kota Chicago,” tanyanya, “jika bukan untuk berada dekat dengan orang-orang lain?”

(hlm.270)
Ya, uang sewa di Manhattan adalah harga yang secara rasional Anda bayarkan untuk berada dekat dengan orang-orang lain, tetapi mungkin bukan hanya karena Anda berharap untuk belajar dari mereka. Betapa banyak dari uang sewa di kota-kota besar yang benar-benar dapat kita anggap sebagai pembayaran untuk pelajaran di Universitas Kehidupan?

(hlm.271)
Kesenangan budaya memiliki banderol harganya sendiri.

(hlm.272)
Satu-satunya pembenaran yang rasional adalah bahwa para pekerja di kota-kota besar lebih produktif dalam beberapa hal.

(hlm.273)
Setiap kali para pekerja pindah di kota-kota besar, gaji mereka meningkat lebih cepat. Pindah ke desa dan Anda tetap mendapatkan gaji Anda yang lebih tinggi, tetapi tingkat peningkatannya melambat.

(hlm.277)
Itulah sebabnya mengapa kota-kota besar selalu bergantung pada jaringan transportasi terbaik; semua jalan menuju Roma.

(hlm.278)
Para ahli ekonomi telah menemukan bahwa lebih dari separuhnya berasal dari hanya tiga daerah: kluster inovasi di California, New York-New Jersey, dan Massachusetts. Industri-industri terkonsentrasi di sana, industri-industri berteknologi tinggi bahkan lebih terkonsentrasi lagi, dan inovasi aktual sebagian besar terkonsentrasi.

(hlm.279)
Semakin banyak pekerjaan cenderung untuk diciptakan di industri-industri yang tidak menikmati peningkatan produktivitas.

(hlm.280)
Bukannya menjadi tanda kemerosotan, perekonomian jasa yang mengalami lonjakan adalah gejala kemajuan ekonomi.

(hlm.281)
Bukannya menjadi pengganti untuk pertemuan secara tatap muka, jasa berteknologi tinggi seperti BuddPing dapat menjadi satu-satunya alasan yang membuat pertemuan itu terjadi. Jika menggunakan istilah ekonomi, komunikasi digital lebih sebagai komplemen dari pertemuan tatap muka, bukannya substitusi darinya.

(hlm.283)
Baik di Amerika Serikat maupun Jepang, kebanyakan panggilan telepon dilakukan kepada orang-orang yang tinggal atau bekerja hanya beberapa kilometer jauhnya.

(hlm.287)
Tetapi ia bersandar pada jenis kota yang paling produktif adalah kota yang semua perusahaannya serupa, semuanya belajar dari satu sama lain, dan menggunakan keahlian mendalam yang khususnya ada di tempat tersebut untuk melakukan banyak perbaikan kecil-kecil dalam berbagai proses yang serupa: pembuatan anggur, menjahit pakaian, atau mengembangkan peralatan medis.

(hlm.290)
Walaupun kelihatannya tidak mungkin, kota-kota yang kolosal dan beragam seperti New York dan Los Angeles, bukannya menjadi peninggalan dari sebuah zaman yang telah lewat, malah sepertinya merupakan pusat untuk inovasi di masa depan.

(hlm.291)
Baltimore, Buffalo, Cleveland, St. Louis, Pittsburgh, dan Philadelphia semuanya semakin pudar di setiap dasawarsa mulai dari tahun 1950. Di Inggris, Liverpool telah kehilangan hampir separuh jumlah penduduknya antara tahun 1937 dan 2001. Tetapi lambang paling sempurna kesengsaraan sebuah kota tentu saja adalah Detroit, sebuah kota yang telah kehilangan lebih dari separuh penduduknya sejak tahun 1950 dan yang jumlah penduduknya telah berkurang lebih cepat dari daerah mana pun di Amerika Serikat.

(hlm.292)
Orang-orang yang telah pensiun, atau orang-orang yang memiliki sedikit keterampilan, atau orang-orang yang dahulu memiliki keterampilan yang banyak diperlukan tetapi telah ketinggalan zaman karena perubahan teknologi atau persaingan global.

(hlm.297)
Orang-orang Manhattan pergi berbelanja bahan makanan dengan berjalan kaki. Mereka tinggal di unit-unit yang sangat kecil dan hanya mempunyai sedikit ruang untuk menimbun barang-barang yang berantakan. Mereka menggunakan angkutan umum jauh lebih banyak daripada orang-orang Amerika lainnya, menggunakan bensin sangat sedikit seperti yang dilakukan oleh orang-orang Amerika lainnya sebelum Depresi Besar, dan menempuh perjalanan melewati rumah-rumah dan kantor-kantor yang tidak terhitung jumlahnya dengan menggunakan model angkutan massal paling hemat energi di dunia: lift.
Kesimpulannya yang tidak mudah terlupakan, Manhattan adalah “sebuah komunitas utopia untuk kelestarian lingkungan.”

(hlm.301)
DELAPAN
Revolusi rasional
Nashville, Tennessee, pukul 03.30, 8 November 2000
Kalau kita tinjau lagi, banyak komentator menyimpulkan bahwa hasil yang ketat itu menunjukkan bahwa setiap suara itu penting.

(hlm.303)
Bagaimanapun, keseluruhan skenario ini dikarang guna memaksimalkan kemungkinan Anda untuk memberikan suara yang menentukan.

(hlm.304)
Karena kemungkinan bagi satu suara untuk menghasilkan perbedaan terhadap hasil pemilu sangatlah kecil, maka manfaat dari mengubah suara yang tanpa didasari oleh informasi yang tepat menjadi suara yang didasari oleh informasi yang tepat juga sangatlah kecil. Jadi, rasionalnya, mengapa harus susah-susah?

(hlm.305)
Oleh karena itu, ketika dihadapkan dengan pilihan untuk mencari informasi tentang platform politik yang baru, orang yang rasional meraih Consumer Reports, bukannya pertanyaan politik dari partai tertentu.
Pengeluaran untuk bantuan luar negeri adalah kurang lebih lima puluh kali lebih kecil dibandingkan untuk jaminan sosial atau anggaran pertahanan.

(hlm.306)
Kebutuhan banyak orang, kata Spock, lebih penting dari kebutuhan sedikit orang.
Sering kali terjadi bahwa kebutuhan banyak orang.

(hlm.308)
Tiga ratus juta orang mengalami kerugian karena perlindungan terhadap industri gula, dan lima puluh ribu orang mendapatkan keuntungan, dengan sebagian besar dari keuntungan itu mengalir ke golongan elite yang sangat kecil.
Hal itu sepertinya merupakan hasil akhir yang luar biasa dan tidak rasional bagi sebuah masyarakat demokratis, tetapi sesuatu yang terlihat sebagai paradoks ini sama sekali tidak begitu membingungkan.
Perilaku yang rasional secara individual tidak perlu mengarah kepada hasil akhir yang rasional secara sosial.

(hlm.309)
Sebaliknya, jika Anda adalah salah seorang dari lima puluh ribu pekerja di industri gula yang mata pencahariannya saat ini bergantung pada tarif gula, Anda pasti peduli.

(hlm.310)
Ada kira-kira tiga ratus juta orang di Amerika yang mengonsumsi gula. Jika mereka masing-masing mengirimkan uang satu sen demi melakukan lobi balik, mereka dapat menandingi lobi gula—dan dengan basis pemilih yang memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk dimobilisasi, mereka pasti akan berhasil memperoleh penghapusan subsidi dan dapat menghemat enam dolar setahun.

(hlm.311)
Texas A&M University, College Station, 1986
Dua puluh dua dari dua puluh enam mahasiswa melakukan hal yang mementingkan diri sendiri dan memilih pilihan dua—setara suara yang masa bodoh atau upaya melobi yang tidak serius—seraya berharap bahwa orang lain akan mengisi celah itu.
Sebagaimana diperlihatkan oleh eksperimen ini, apa yang Anda pilih untuk diri Anda sendiri tidaklah sama dengan apa yang Anda pilih untuk dibagikan dengan orang lain—terutama jika keputusan tersebut diambil secara anonim.

(hlm.313)
Maka logika yang aneh dari politik rasional adalah eksploitasi banyak orang oleh sedikit orang, karena sedikit orang, karena sedikit penduduk yang akan memperoleh banyak manfaat akan berjuang, berkampanye, dan melobi jauh lebih keras daripada jutaan penduduk yang masing-masing mengalami sedikit kerugian.

(hlm.314)
Lobi gula di Amerika Serikat sepenuhnya memanfaatkan kekeliruan itu. Anda dapat menjelaskan dalam sebuah iklan televisi selama dua puluh detik mengapa tidak baik bagi sang Perdana Menteri mengalihkan uang para wajib pajak kepada Tim, temannya, tetapi tidak mungkin mendukung perdagangan bebas melalui sebuah iklan singkat.

(hlm.315)
Industri-industri yang sulit dimasuki oleh para pendatang baru—yang memiliki rintangan masuk yang tinggi (high barriers to entry), dalam istilah ekonomi—lebih mungkin untuk berpendapat bahwa berkampanye untuk mendapatkan subsidi adalah yang rasional.

(hlm.323)
Fobbing, Inggris, 1381
Seorang ahli sejarah modern melaporkan, “Terhadap tuntutan-tuntutan ini, Raja memberikan jawaban yang mudah, dan mengatakan bahwa ia memiliki semua yang dapat ia berikan dengan sewajarnya, dan hanya menyisakan kedudukan sebagai raja untuk dirinya sendiri. Dan kemudian ia menyuruh Wat Tyler pulang ke rumahnya, tanpa menunda-nunda lagi.”
Kemudian, Raja melanggar setiap janjinya; pasukannya mengelilingi desa-desa pemberontak dan menghukum mati semua pemimpinnya. Wat Tyler seharusnya sudah menyadari sebelumnya bahwa seorang raja dapat berubah pikiran.

(hlm.324)
Intinya, tidaklah baik bagi para pemberontak untuk menuntut pajak yang lebih rendah, tunjangan kesejahteraan, atau upah minimum yang lebih tinggi. Kebijakan ini mungkin cocok untuk mereka, tetapi dapat berbalik ketika revolusi telah kehilangan sebagian dari kekuatannya. Ini masalah yang rumit: golongan elite yang diserang mungkin secara tulus ingin menawarkan konsesi untuk menyelamatkan diri.

(hlm.327)
Pemberontakan para petani yang dipimpin oleh Wat Tyler terhadap Raja Richard adalah koordinasi seperti itu sulit, baik bagi orang-orang awam petani yang revolusioner maupun bagi para pemimpin kudeta yang kontra-revolusi, dan itu berarti bahwa baik institusi itu bersifat demokratis atau diktator, mereka cenderung akan bertahan.
Mereka akan secara rasional mempertahankannya hanya jika mereka mengharapkan orang lain untuk berbuat serupa.

(hlm.333)
SEMBILAN
Sejuta tahun logika
Bayangkan kita memadatkan satu juta tahun terakhir dalam sejarah umat manusia ke dalam satu tahun.

(hlm.335)
Baik pertumbuhan ekonomi yang cepat maupun yang terbata-bata dipenuhi oleh para individu yang memberikan tanggapan rasional terhadap insentif yang mereka hadapi.

(hlm.337)
Ekonom William Nordhaus mencoba menunjukkan seberapa pentingnya produk-produk baru ini dengan mempertimbangkan satu contoh, biaya untuk menerangi sebuah ruang yang gelap. Manusia prasejarah harus memotong atau mengumpulkan kayu untuk menerangi guanya. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk itu?

(hlm.338)
Sebuah bola lampu modern, yang menerangi sebuah ruangan dari 18.00 sampai tengah malam setiap malam sepanjang tahun, menghasilkan jumlah cahaya yang sama dengan tiga puluh empat ribu lilin di awal abad kesembilan belas.

(hlm.339)
Pendapatan dari negara-negara terkaya saat ini adalah sekitar lima puluh pound per orang per hari.
Satu-satunya pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan populasi. Misalnya, upah riil di Inggris berfluktuasi, tahun 1300 buruk, tahun 1450 cukup baik, tetapi tidak menunjukkan peningkatan jangka panjang antara 1215 (Magna Carta) dan tahun 1800. Lonjakan ekonomi hanya terlihat dari jumlah orang yang semakin banyak, bukannya orang-orang yang semakin kaya.

(hlm.341)
Coalbrookdale, Shropshire, Inggris, 1709
Penemuan penting Darby ini merupakan tanggapan sederhana terhadap insentif ekonomi.
Sekali ia selesai memperhitungkan bahwa proyek ini layak secara ekonomi, Darby cukup menugaskan beberapa orang peneliti untuk melakukan eksperimen, memecahkan masalah teknis, dan membuat proyek ini sebagai suatu kenyataan.

(hlm.342)
Karena tenaga kerja yang murah di Perancis, alat pemintal tidak diterima dengan cepat di Eropa daratan, bukannya karena kecerdikan ilmiah yang unggul dan naluri bisnis yang kuat dari orang-orang Inggris.
Allen menghitung bahwa, dalam bentuk unit panas per jam, upah di Newcastle di awal abad ketujuh belas kemungkinan sepuluh kali lebih tinggi daripada di kota-kota di daratan, seperti Paris dan Strasbourg.

(hlm.343)
Tidak mengejutkan bahwa mesin uap, alat untuk menggantikan tenaga kerja dengan batu bara, ditemukan di Inggris.
Batu bara yang murah adalah sesuatu yang kebetulan karena letak geografis, tetapi tidak demikian halnya dengan upah. Cerita detektif sejarah kita mengarahkan kita pada pertanyaan lain: mengapa upah begitu tinggi?

(hlm.344)
Ahli ekonomi Bradford DeLong dan Andrei Shleifer telah menggunakan populasi kota untuk menggambarkan akibat dari pemerintahan yang absolut.

(hlm.346)
Hal ini tampaknya tidak membingungkan: mengangkut budak dari Afrika ke Amerika dan mengirimkan emas dan gula ke Eropa adalah bisnis yang menguntungkan, maka tidak mengejutkan negara-negara yang melakukan perdagangan ini menjadi makmur dan upah meningkat.

(hlm.348)
Distrik Siaya, Kenya, Juli 2004
Jeffrey Sachs, yang mungkin adalah ahli ekonomi pembangunan yang paling terkenal di seluruh dunia, sedang mengunjungi para penduduk desa yang menjalani kehidupan mereka dalam cengkeraman kemiskinan.

(hlm.349)
Sebagai negara miskin, demikian argumentasi mereka, mereka tidak mampu memiliki lembaga-lembaga ekonomi yang bagus, yang kita nikmati di negara-negara yang kaya, seperti pengadilan yang adil, sertifikat hak milik untuk properti, dan sistem perbankan.

(hlm.353)
Para ekonom Daron Acemoglu, Simon Johnson, dan James Robinson oleh karena itu berargumentasi bahwa sejarah, bukannya geografi, yang membentuk kekayaan negara-negara, karena perbedaan warisan kelembagaan dari masa kolonial.
Karena sistem politik dan ekonomi sulit diubah, sistem yang dimiliki oleh bekas negara jajahan ini sekarang sangat serupa dengan sistem yang mereka miliki pada saat kemerdekaan. Tidak perlu hadiah agar kita dapat menerka lembaga-lembaga yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

(hlm.355)
Mereka menyimpulkan bahwa pulau-pulau yang mudah dijangkau karena arah angin yang ada pada abad keenam belas dan ketujuh belas menjadi wilayah yang lebih kaya pada saat ini.

(hlm.356)
Institusi itu ada terlebih dahulu, barulah kemudian ada pertumbuhan ekonomi.
Pertanyaan spekulatif kita yang pertama: bagaimana para leluhur kita membunuh manusia Neanderthal sampai habis?

(hlm.357)
Satu spekulasi mengagumkan yang timbul dari pandangan rasional terhadap sejarah menyiratkan bahwa manusia Neanderthal tidak memiliki satu lembaga ekonomi yang penting, yang nilainya terhadap kita yang rasional telah kita bahas dalam bab sebelumnya: pembagian tugas.

(hlm.358)
Adam Smith melihat “kecenderungan untuk pindah, barter, dan melakukan pertukaran” sebagai bagian dari sifat manusia, dan memang inilah kualitas yang membedakan kita dengan binatang lain: “Tidak seorang pun pernah melihat seekor anjing melakukan pertukaran tulang secara adil dan sengaja dengan anjing lain.”

(hlm.359)
Pria berburu binatang yang besar dan tidak banyak melakukan hal lainnya; wanita berburu binatang yang kecil, mengumpulkan buah dan kacang-kacangan, membuat pakaian, dan menjaga anak-anak. Manusia pada awalnya juga nampaknya membagi pekerjaan antara pemburu dan pengumpul, kemungkinan dengan cara yang serupa. Manusia Neanderthal tampaknya tidak melakukannya; pria, wanita, dan anak semua berperilaku seperti pria, berburu kijang dan mastodon.

(hlm.360)
“Pertama, bahwa makanan diperlukan untuk keberadaan manusia. Kedua, bahwa nafsu di antara jenis kelamin itu diperlukan dan akan tetap bertahan seperti bentuknya yang sekarang.”
“Populasi, jika tidak dikendalikan, meningkat sesuai deret ukur. Makanan meningkat sesuai deret hitung.”

(hlm.361)
Malthus tidak mengantisipasi pil KB, yang secara pasti memisahkan antara “nafsu di antara kedua jenis kelamin” dengan tingkat kelahiran.
Sebagai seorang yang tidak pernah kekurangan keberanian, Kremer menjanjikan sebuah model pertumbuhan ekonomi “dari satu juta tahun sebelum Masehi sampai tahun 1990”.
Ini berarti bahwa penemuannya akan menjadi semakin bermanfaat sementara populasi semakin besar. Di tahun 300.000 SM, gagasan Fred hanya akan dinikmati oleh satu juta orang. Saat ini, roda membuat hidup jadi lebih mudah bagi enam miliar orang.

(hlm.362)
Jika cerita di atas benar, itu juga memberi kita persamaan Kremer: laju kemajuan teknologi proporsional dengan populasi dunia.
Gagasan seperti ini dapat tentang apa saja mulai dari pembukuan dua entri sampai rotasi pertanian.
Model ini terlalu sederhana untuk bisa masuk akal; tetapi juga cocok secara sempurna dengan data yang ada.

(hlm.365)
Kasihan Malthus. Ia tampaknya mendapatkan justifikasi dari sejarah manusia selama satu juta tahun, dan ia menuliskan esainya tepat pada saat ini akan terbukti salah.
Pertimbangkan perbedaan antara seratus pound di rekening bank yang mendapatkan bunga satu pound per tahun (deret hitung) dengan seratus pound di rekening bank yang mendapatkan bunga satu persen per tahun (deret ukur). Setelah seribu tahun, rekening deret ukur akan dua ribu kali lebih besar, dengan laju pertumbuhan dua ribu kali lebih cepat, tetapi selama beberapa tahun pertama, perbedaan dalam laju pertumbuhannya hanya beberapa sen.

(hlm.366)
Perilaku kita yang rasional sering kali menjadi senjata makan tuan secara sosial. Semakin banyak kita ada di muka bumi ini, yang menjalani kehidupan secara logis, semakin besar kemungkinan kita untuk menyongsong kehidupan satu juta tahun mendatang.

(hlm.369)
Ucapan terima kasih
Menulis sebuah buku adalah sebuah maraton emosional serta intelektual. Jadi di atas segalanya, saya ingin berterima kasih kepada istri saya yang tekun dan sangat luar biasa, Fran Monks.

 

Kembali ke daftar isi

Freakonomics

Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Freakonomics oleh Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

FREAKONOMICS

Ekonom “Nyeleneh” Membongkar Sisi Tersembunyi Segala Hal
Oleh Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Cetakan kedua: Februari 2007


KATA PENGANTAR

Sisi tersembunyi dari segala sesuatu

(hlm. 5)
Ada faktor lain yang telah menyumbang begitu besar terhadap penurunan kriminalitas secara masif di tahun 1990-an. Faktor itu telah terbentuk lebih dari dua puluh tahun sebelumnya dan menyangkut seorang wanita muda di Dallas bernama Norma McCorvey.

(hlm. 6)
Lalu bagaimana Roe versus Wade membantu memicu penurunan kriminal terbesar dalam sejarah satu generasi kemudian? Mereka adalah kaum perempuan yang anaknya, kalaupun lahir, akan cenderung menjadi kriminal dari anak-anak kebanyakan. Namun berkat Roe v Wade, anak-anak tersebut tidak jadi dilahirkan.

(hlm. 7)
Ketika dunia menjadi terspesialisasi, ribuan pakar semacam itu menjadikan diri mereka seolah-olah sangat diperlukan.

(hlm. 8)
Dalam suatu studi medis, dokter kandungan di suatu wilayah yang tingkat kelahirannya menurun akan cenderung melakukan operasi sesar daripada dokter kandungan di wilayah yang tingkat kelahirannya tinggi. Itu menunjukkan bahwa ketika bisnis sangat sulit, para dokter tersebut akan menaikkan harga dengan prosedur yang lebih mahal.

(hlm. 9)
Bagaimana jika dengan tambahan sedikit usaha, kesabaran, dan beberapa iklan di koran, agen tersebut mampu menjualnya seharga 310.000 dolar? Setelah dipotong komisi, maka Anda akan memperoleh tambahan sebesar 9.400 dolar, namun bagian tambahan yang diperoleh si agen atau 1,5% dari ekstra 10.000, hanya sebesar 150 dolar.

(hlm. 10)
Ketika seorang agen menjual rumahnya sendiri, dia akan bertahan untuk memperoleh penawaran yang terbaik. Namun jika agen tersebut menjual rumah Anda, ia akan memaksa Anda untuk menerima tawaran bagus pertama yang masuk.
Namun apakah uang menjadi penyebab kemenangan?
Namun hanya karena dua hal saling berkorelasi tidak berarti bahwa yang satu menyebabkan yang lainnya.

(hlm. 13)
Dalam suatu periode pemilu yang melibatkan kampanye untuk presiden, senat, dan dewan, sekitar satu miliar dolar dikeluarkan per tahun—kedengarannya banyak sekali, kecuali kalau Anda mau peduli untuk mengukurnya dengan sesuatu yang kurang penting ketimbang pemilu yang demokratis. Misalnya, jumlah itu sama dengan yang dibelanjakan oleh orang Amerika per tahun untuk membeli permen karet.

(hlm. 14)
Sering dikatakan bahwa moralitas merepresentasikan bagaimana orang menginginkan dunia yang semestinya—sementara ekonomi merepresentasikan bagaimana hal tersebut benar-benar terjadi.
Insentif adalah landasan kehidupan modern.
Keyakinan umum (conventional wisdom) sering salah.
Efek dramatis sering mempunyai sasaran-sasaran yang jauh, bahkan tidak terlihat.

(hlm. 15)
“Pakar”—dari para kriminolog sampai agen real estat—menggunakan kelebihan informasi mereka untuk membantu agenda mereka sendiri.
Mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya bisa membuat dunia yang kompleks menjadi tidak atau kurang kompleks.

(hlm. 16)
Adalah dampak pada manusia, yakni suatu fakta bahwa kekuatan ekonomi dengan cepat mengubah cara berpikir dan bertindak dalam situasi tertentu.
Topik sebenarnya yang dikemukakan oleh Adam Smith adalah friksi antara keinginan individu dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.


BAB I: Apa Persamaan Guru dan Pegulat Sumo?

(hlm. 22)
Setelah denda diberlakukan, jumlah keterlambatan jemputan malah… meningkat! Tingkat keterlambatan menjadi 20 kali per minggu, lebih dari dua kali lipat semula. Insentif denda ternyata menimbulkan dampak sebaliknya.
Ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif, yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama.

(hlm. 23)
Insentif sebenarnya adalah alat untuk mendorong orang melakukan banyak hal yang baik dan sedikit hal yang tidak baik.
Terlalu banyak rakyat Amerika tidak membayar bagian pajak pendapatan mereka? Ekonom Milton Friedman memiliki solusi: Penarikan pajak secara otomatis dari cek yang mereka terima.
Ada tiga unsur utama dalam insentif: ekonomi, sosial, dan moral.

(hlm. 25)
Hanya dengan beberapa dolar per hari, orangtua dapat “menebus” rasa bersalah tersebut, lebih jauh lagi, jumlah denda yang relatif kecil memberikan sinyal pada orangtua bahwa terlambat menjemput bukanlah masalah besar.

(hlm. 26)
“Masalah sebab dan akibat di dunia ini begitu misterius, sehingga pajak dua sen untuk teh, yang ditetapkan secara semena-mena, mengubah kondisi mereka yang terlibat di dalamnya.”
“Sesuatu yang bernilai untuk dimiliki adalah sesuatu yang bernilai untuk dicurangi.”

(hlm. 29)
Mereka yang mendukung high-stake testing menyatakan bahwa ujian tersebut meningkatkan standar pembelajaran dan memberikan insentif kepada siswa untuk belajar lebih keras.
Namun sistem high-stake testing secara radikal telah mengubah insentif untuk para guru karena mereka kini memiliki alasan tambahan untuk berbuat curang.

(hlm. 30)
Untuk menangkap mereka yang berbuat curang, akan sangat membantu jika kita berpikir layaknya kita yang melakukannya.

(hlm. 36)
Pada saat siswa kelas 6 itu harus menempuh ujian pada bulan ke delapan kalender akademik, mereka memerlukan skor rata-rata 6,8 untuk lolos standar nasional.

(hlm. 37)
Guru yang curang mungkin dalam hatinya berkata bahwa dia hanya membantu siswanya, namun faktanya dia harus lebih peduli untuk menolong dirinya sendiri.

(hlm. 39)
Duncan memutuskan bahwa cara terbaik untuk memecat guru yang curang adalah dengan menguji kembali ujian standar namun skornya tidak dihitung sebagai kelulusan.

(hlm. 43)
Pegulat yang berada pada ranking 40 teratas memperoleh pendapatan paling tidak $170.000 per tahun. Sementara ranking 70 ke bawah memperoleh rata-rata $15.000 per tahun.

(hlm. 44)
Sekarang perhatikan statistik berikut ini yang menggambarkan pertandingan antara pegulat dengan skor 7-7 berhadapan dengan pegulat dengan skor 8-6 pada akhir turnamen.

(hlm. 46)
Biarkan saya menang kali ini, ketika saya sangat membutuhkannya, dan akan saya biarkan Anda menang pada pertandingan berikutnya.

(hlm. 53)
Juga komunitas yang kecil cenderung mengerahkan insentif sosial yang lebih besar terhadap kriminalitas, terutama insentif dipermalukan.

(hlm. 54)
“Bagaimanapun egoisnya seorang manusia, ada beberapa prinsip dalam dirinya yang membuat dia berbuat baik untuk orang lain, dan menahan kesenangannya sendiri, meski dia tidak memperoleh apa-apa darinya selain kebahagiaan melihat orang lain senang.”


BAB II: Mengapa Ku Klux Klan Sama Seperti Sekelompok Agen Real Estat?

(hlm. 59)
KKK didirikan setelah perang saudara usai oleh enam orang mantan tentara Konfederasi di Pulaski, Tennessee.

(hlm. 67)
Dan tidak ada insentif yang lebih kuat dari ketakutan yang ditimbulkan oleh kekerasan secara acak. Itulah sebenarnya mengapa terorisme begitu efektif.

(hlm. 71)
Itu lebih karena Kennedy memahami kekuatan informasi yang tidak disaring. Ku Klux Klan adalah sekelompok yang sebagian besar kekuatannya—seperti halnya politisi dana agen real estat atau pialang saham—diperoleh dengan cara mengumpulkan dan menyimpan informasi tersebut.

Pada akhir tahun 1990-an, premi asuransi jiwa terbatas jatuh secara drastis.
Internetlah penyebabnya. Pada musim semi tahun 1969, Quotesmith.com menjadi website pertama yang memungkinkan pelanggan untuk membandingkan harga atau premi asuransi jiwa yang dijual oleh beberapa perusahaan hanya dalam hitungan detik.

(hlm. 72)
Hari di mana mobil baru saja keluar dari showroom merupakan hari terburuknya, karena seketika ia akan kehilangan seperempat dari nilai ekonomisnya.

(hlm. 73)
Internet telah melenyapkan jurang antara pakar dan publik.

(hlm. 75)
Dalam setiap kasus, para pakar itu berusaha membuat informasi seasimetrik mungkin.

(hlm. 76)
“Jika Anda seorang kardiologis yang bagus, dan Joe Smith, seorang internis lokal, mengirim Anda seorang pasien, dan jika Anda mengatakan mereka tidak memerlukan prosedur itu, maka Joe Smith tidak akan mengirim pasien lagi kepada Anda.”
Berbekal dengan informasi, para pakar dapat melakukan sesuatu yang dahsyat: ketakutan.

(hlm. 77)
Seorang agen real estat melihat Anda bukan sebagai rekanan melainkan sebagai mangsa.

(hlm. 78)
Senjata utama agen tersebut adalah mengubah informasi menjadi ketakutan.

(hlm. 79)
Jadi pekerjaan terbesar dari agen real estat adalah membujuk pemilik rumah untuk menjual rumahnya dengan harga lebih murah dari yang dia inginkan dan pada saat yang bersamaan membiarkan pembeli potensial mengetahui bahwa rumah tersebut dapat dibeli dengan harga yang lebih murah dari yang tertera dalam daftar.

(hlm. 81)
Tiga di antara lima kata-kata di atas yang berkorelasi dengan harga tinggi adalah deskripsi fisik rumah itu sendiri; Granite, Corian, dan Maple.

(hlm. 82)
Agen real estat masih bisa memperoleh harga tinggi untuk rumah-rumah yang mereka jual daripada rumah yang dijual langsung oleh klien mereka. Namun sejak peluncuran situs web real estat, perbedaan ini makin mengecil sepertiganya.

Bayangkan bagaimana Anda menggambarkan diri Anda sendiri pada saat wawancara pekerjaan dan pada saat Anda kencan pertama kali.

(hlm. 89)
Misalnya, laki-laki yang mengatakan bahwa ia menginginkan hubungan jangka panjang berhasil lebih baik ketimbang laki-laki yang mengatakan untuk selingan saja. Namun wanita yang mencari selingan justru lebih berhasil menggaet teman. Bagi laki-laki, wajah wanita adalah hal yang paling penting. Bagi wanita, pendapatan seorang laki-laki jauh lebih penting. Makin kaya laki-laki tersebut, makin banyak e-mail yang dia terima. Namun pendapatan wanita mengikuti kurva berbentuk bel, artinya laki-laki tidak ingin kencan dengan wanita dengan pendapatan rendah, namun ketika pendapatan wanita mulai sangat tinggi, kaum laki-laki kelihatan takut. Laki-laki ingin kencan dengan mahasiswa, artis, musisi, dan selebritis (dan menghindari sekretaris, pensiunan, dan wanita yang bekerja di militer dan penegak hukum). Wanita berminat kencan dengan laki-laki dari kalangan militer, polisi, dan pasukan pemadam kebakaran (mungkin akibat efek serangan 9/11, seperti halnya penerimaan lebih tinggi yang diperoleh dari usaha bagel Paul Feldman) dan juga pengacara serta eksekutif keuangan.

(hlm. 90)
Dalam dunia kencan online, kepala blonde bernilai sama dengan gelar sarjana—dan, dengan $100 pengecatan rambut versus $100.000 biaya pendidikan, benar-benar sangat murah!
Atau, kemungkinan lebih besar, apakah mereka mengatakan ras tidak jadi masalah karena mereka ingin dilihat—terutama oleh calon pasangan yang rasnya sama dengannya—sebagai berpikiran terbuka?


BAB III: Mengapa Bandar Narkoba Masih Tinggal dengan Ibunya?

(hlm. 95)
John Kenneth Galbraith, seorang empu ekonomi, adalah orang yang pertama kali mengistilahkan keyakinan umum (conventional wisdom). Dia tidak bermaksud basa-basi. “Kita menghubungkan kebenaran dengan kemudahan,” tulisnya, “di saat kebanyakan orang menghargai kepentingan pribadi (self-interest) dan kesejahteraan individu atau janji-janji terbaik untuk menghindari usaha atau ketidakserasian hidup, kita juga menemukan sesuatu yang sangat bisa diterima yang menyumbang terhadap harga diri (self-esteem).”

(hlm. 96)
Jadi yang dimaksud keyakinan umum dalam pandangan Galbraith mestinya sederhana, mudah, menyenangkan, dan menenangkan—meski tidak harus benar.

(hlm. 97)
Baik jurnalis maupun pakar secara bersama-sama merupakan arsitek dari kebanyakan keyakinan/anggapan umum.

Iklan juga dapat menjadi alat yang brilian untuk menciptakan keyakinan umum.
Hingga waktu itu napas tidak sedap secara konvensional tidaklah dianggap sebagai sesuatu yang katastropik.

(hlm. 105)
Salah satu tujuan asosiasi Harvard adalah mempersatukan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu yang mungkin sulit bertemu.

(hlm. 106)
Kelompok gangster di mana Venkatesh bertemu adalah salah satu di antara ratusan cabang—mungkin lebih tepat dibilang waralaba—dari sebuah kelompok besar Black Disciples.

(hlm. 109)
Ada alasan lain untuk memberikan santunan kematian: geng khawatir akan pembalasan masyarakat (kerajaan mereka memang cukup destruktif) dan membayangkan hal itu bisa “membeli” kebaikan seharga beberapa ratus dolar di sana-sini.

(hlm. 110)
Jadi jawaban atas pertanyaan awal—jika bandar narkoba memperoleh banyak uang, mengapa mereka masih tinggal dengan ibunya?—adalah, kecuali kelompok elite, mereka tidak memperoleh banyak uang. Mereka tidak memiliki pilihan selain tinggal dengan ibunya. Untuk setiap big earner (pemimpin geng) ada ratusan lebih anggota yang kembang-kempis. Seratus dua puluh orang di posisi atas pada Black Disciples hanya mewakili 2,2 persen keseluruhan anggota geng, namun membawa pulang uang lebih dari separuhnya.

(hlm. 111)
Kamu harus mementingkan dirimu terlebih dahulu, kalau tidak kamu bukanlah seorang pemimpin. Jika kamu terlihat bokek, mereka melihatmu lemah dan tidak berharga.

Sebuah peluang terbunuh 1 di antara 4! Bandingkan peluang itu dengan Anda menjadi seorang pemotong kayu yang menurut kantor statistik tenaga kerja merupakan pekerjaan paling berbahaya di Amerika. Selama empat tahun, seorang pemotong kayu memiliki peluang terbunuh 1 di antara 200.

(hlm. 112)
Artinya, Anda memiliki peluang lebih besar untuk mati jika Anda menjadi bandar narkoba di Chicago ketimbang Anda menunggu hukuman mati di Texas.

Jadi jika pengedar narkoba merupakan pekerjaan paling berbahaya di Amerika, dan gajinya pun hanya $3,30 per jam, mengapa orang mau mengambil risiko melakukan pekerjaan itu?
Yah, alasannya sama saja jika kita melihat seorang gadis cantik dari daerah pertanian di Wisconsin yang pindah ke Hollywood. Alasan yang sama juga berlaku untuk seorang pemain gelandang football SMA yang harus bangun jam 5 pagi untuk mengangkat barbel. Mereka semua ingin sukses di bidang yang sangat kompetitif, di mana jika Anda berhasil sampai puncak, Anda memperoleh bayaran yang sangat besar (tidak termasuk ketenaran dan kekuasaan).

(hlm. 113)
Banyak orang berkompetisi untuk hadiah yang sedikit.

Keterkaitan para bandar narkoba itu sering melawan hukum tenaga kerja: jika banyak orang ingin dan mau bekerja, biasanya pekerjaan tersebut tidak memberikan upah yang bagus. Itu salah satu dari empat faktor yang menentukan tingkat upah. Yang lainnya adalah keahlian atau keterampilan khusus yang dibutuhkan oleh pekerjaan tersebut, ketidaknyamanan pekerjaan, dan permintaan terhadap layanan di mana pekerjaan tersebut terpenuhi.

Namun seorang gadis tidak bermimpi untuk menjadi seorang pelacur, jadi suplai untuk pelacuran relatif sedikit.

(hlm. 114)
Aturan suatu turnamen cukup jelas, Anda harus mulai dari bawah untuk sampai ke puncak.

(hlm. 115)
Apa pun yang terjadi, perang geng sangat mahal bagi J.T.
Jadi mengapa dia memulai perang? Sebenarnya bukan dia yang memulai. Anak buahnyalah (foot soldier) yang memulainya. Tampak bahwa bos narkoba tidak memiliki banyak kendali terhadap anak buahnya seperti yang dia inginkan. Itu karena mereka memiliki insentif yang berbeda.

(hlm. 116)
Sementara sebagian dari anggota gengnya berada dalam kemiskinan bersama ibu mereka, J.T. memiliki beberapa rumah, beberapa wanita, dan banyak mobil.

(hlm. 117)
DuPont telah melakukan apa yang diimpikan oleh setiap pengusaha: membawa produk ke pasaran secara massal.

(hlm. 119)
Selama ada kota, selama itu pula ada berbagai jenis geng. Di Amerika Serikat, geng-geng secara tradisional dijadikan semacam rumah sementara bagi para imigran baru.

(hlm. 121)
Barang haram itu memang sangat membuat orang kecanduan sehingga orang bodoh pun dapat menjualnya.

(hlm. 122)
Dengan begitu dramatis, crack menghancurkan hidup manusia sehingga efeknya merata untuk seluruh kulit hitam di Amerika, bukan hanya pengguna crack dan keluarganya.

(hlm. 123)
Karena beberapa alasan, namun satu hal lebih mengejutkan dari yang lain. Oscar Danilo Blandon, yang juga dikenal sebagai Johnny Appleseed of Crack, mungkin telah menjadi pemicu efek riak gelombang itu, di mana dengan tindakannya, satu manusia secara tak sengaja telah menyebabkan lautan kemalangan. Namun tanpa disadari dan diketahui oleh siapa pun, efek riak lain yang juga sangat kuat—yang ini bergerak ke arah yang berlawanan—telah mulai memainkan peranan penting.


BAB IV: Ke Mana Para Kriminal Menghilang?

(hlm. 129)
Jangan lupa bahwa nasib Ceausescu di tangan anak-anak muda itu mungkin tidak terjadi jika larangan aborsinya tidak ada, karena mereka mungkin tidak akan dilahirkan sama sekali.

(hlm. 139)
Ide paling mencengangkan yang dibawa Bratton sebenarnya berasal dari teori jendela rusak (broken window theory) yang dilahirkan oleh kriminolog James Q. Wilson dan George Kelling.

(hlm. 143)
Kalau dihitung per kapita, maka Swiss memiliki senjata jauh lebih banyak dari negara mana pun, namun anehnya Swiss merupakan negara yang paling aman di dunia.
Undang-undang pengendalian persenjataan yang paling terkenal adalah Brady Act yang disahkan pada tahun 1993, di mana setiap orang yang membeli senjata harus melalui pemeriksaan kriminalitas dan periode menunggu.

(hlm. 149)
Mahkamah Agung telah menyuarakan sesuatu yang telah lama diketahui para ibu di Rumania dan Skandinavia: ketika seorang wanita tidak ingin punya anak, dia biasanya memiliki alasan yang kuat.

(hlm. 150)
Perempuan macam manakah yang tampaknya akan mengambil keuntungan dari Roe v. Wade? Sangat sering mereka itu adalah kaum perempuan yang tidak menikah, miskin, atau remaja, dan kadang ketiga-tiganya.

(hlm. 152)
Misalnya, para prajurit yang percaya bahwa tindakan mereka memperkosa para perawanlah yang membawa mereka ke kemenangan perang.

(hlm. 153)
Negara bagian dengan tingkat aborsi yang paling tinggi pada tahun 1970-an mengalami penurunan kriminalitas yang paling besar di tahun 1990-an, sementara negara bagian dengan tingkat aborsi yang rendah mengalami penurunan kriminalitas yang lebih kecil.

(hlm. 154)
Penurunan kriminal, dalam bahasa ekonom, adalah suatu manfaat yang tidak diharapkan (unintended benefit) dari legalisasi aborsi.

(hlm. 155)
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan dalam kondisi keluarga yang miskin, orangtua yang tidak ingin memiliki anak, atau lingkungan yang sulit cenderung memiliki tingkat kriminalitas yang lebih tinggi. Jadi, ketika Roe v. Wade membuat aborsi legal, banyak anak-anak yang mungkin akan dilahirkan dalam situasi seperti itu tidak pernah dilahirkan.

(hlm. 156)
Penurunan angka kejahatan ini bukan hasil dari kebijakan langsung terkait keamanan atau hukum, melainkan dari pengaruh tidak langsung kebijakan reproduksi.

(hlm. 157)
Dari sini kita melihat bahwa kebijakan pemerintah yang tidak tampak terkait langsung dengan kejahatan, seperti legalisasi aborsi, dapat memiliki efek yang mendalam terhadap penurunan angka kejahatan beberapa dekade kemudian.


BAB V: Apa yang Membuat Orangtua Jadi Sempurna?

(hlm. 161)
Pernahkah ada suatu seni lain yang begitu seriusnya dikonversi menjadi sains selain seni menjadi orangtua?

(hlm. 162)
Seorang pakar mesti berani jika ia berharap mengubah teorinya yang biasa-biasa saja menjadi keyakinan umum. Kesempatan terbaik baginya adalah dengan melibatkan emosi publik, karena emosi adalah musuh argumentasi yang rasional.

(hlm. 163)
Tidak ada yang lebih sensitif terhadap hal yang ditakut-takuti oleh pakar selain orangtua. Dalam tahun tertentu, satu anak tenggelam di kolam renang untuk setiap 11.000 kolam renang perumahan di Amerika Serikat.

(hlm. 164)
Prinsip “pengendalian” Sandman tersebut mungkin dapat menjelaskan kenapa kebanyakan orang lebih takut naik pesawat daripada naik mobil. Pikirkan mereka berjalan seperti ini: oleh karena saya bisa mengendalikan mobil saya, saya yang menentukan keselamatan diri saya.

(hlm. 165)
Jadi adalah kemungkinan yang bersifat segera-lah yang memicu ketakutan—yang berarti bahwa cara menghitung ketakutan akan kematian yang paling logis adalah menghitungnya dalam basis per jam.

(hlm. 166)
Peluang seseorang untuk terbunuh dalam serangan teroris sangatlah kecil dibandingkan dengan peluang seseorang tersumbat arterinya karena makanan berlemak dan terserang penyakit jantung. Namun serangan teroris terjadi kini; kematian karena serangan jantung terjadi kapan-kapan di masa mendatang, secara tiba-tiba. Serangan teroris berada dalam kendali kita, kentang goreng (penyebab penyakit jantung) tidak.

“Pada saat bahaya tinggi dan kehebohan rendah, orang cenderung kurang bertindak (underact),” katanya. “Namun jika bahaya rendah dan kehebohan tinggi, maka orang cenderung berlebihan (overact).”

(hlm. 168)
Seberapa besarkah pengaruh orangtua? Studi yang cukup lama, termasuk riset tentang anak kembar yang dipisahkan sejak lahir, telah menyimpulkan bahwa faktor genetika sendiri hanya bertanggung jawab sekitar 50% terhadap kepribadian dan kemampuan anak.

(hlm. 169)
Colorado Adoption Project, yang mencoba mengikuti kehidupan 245 bayi yang diadopsi, menemukan bahwa tidak ada korelasi antara jejak kepribadian si anak dan perilaku orangtua yang mengadopsinya.

(hlm. 177)
Analisis regresi bukanlah bentuk perlakuan psikiatrik yang terlupakan. Kalau dibatasi, analisis regresi adalah alat yang cukup kuat di mana teknik statistik dapat digunakan untuk mengidentifikasi korelasi yang tersembunyi.

Korelasi tidak lebih dari sekadar terminologi statistik yang menggambarkan apakah dua variabel bergerak bersamaan atau tidak.

Namun dengan ratusan variabel, masalahnya akan lebih sulit. Analisis regresi adalah alat yang bisa membantu para ekonom untuk memilah data yang begitu banyak. Hal itu dilakukan dengan memilih variabel yang ingin dianalisis dan mencari bagaimana kedua variabel itu berubah bersama-sama.

(hlm. 179)
Namun praktisi yang terampil dapat memanfaatkannya untuk menunjukkan apakah korelasi yang ada betul-betul menunjukkan hubungan sebab akibat.

(hlm. 183)
Berikut ini adalah delapan faktor yang berkorelasi secara kuat dengan nilai tes:

  1. Anak memiliki orangtua yang berpendidikan tinggi.
  2. Orangtua anak memiliki status sosial yang tinggi.
  3. Ibu si anak berusia sekitar 30 tahun atau lebih ketika melahirkan anak pertamanya.
  4. Berat badan anak rendah ketika lahir.
  5. Orangtua anak berbicara bahasa Inggris di rumahnya.
  6. Si anak diadopsi.
  7. Orangtua anak terlibat dalam organisasi POG.
  8. Si anak memiliki banyak buku di rumahnya.

(hlm. 184)
Anak yang memiliki orangtua berpendidikan tinggi cenderung berprestasi lebih baik di sekolahnya.

(hlm. 185)
Status sosial ekonomi yang tinggi berkorelasi secara kuat terhadap nilai.

Seorang wanita yang baru memiliki anak ketika ia berusia tiga puluh tahun atau lebih cenderung melihat bahwa anaknya berhasil di sekolah.

(hlm. 186)
Anak yang lahir dengan berat badan rendah cenderung kurang berhasil di sekolah.

(hlm. 187)
Ada korelasi negatif yang kuat antara adopsi dan hasil tes sekolah.

(hlm. 188)
Anak yang orangtuanya terlibat aktif di POG cenderung berprestasi lebih baik di sekolahnya—yang mungkin menunjukkan bahwa orangtua yang memiliki hubungan yang kuat dengan pendidikan akan terlibat dalam POG, bukan karena keterlibatan mereka di POG yang membuat anaknya lebih cerdas.

(hlm. 191)
Untuk melakukan sedikit generalisasi yang berlebihan, daftar pertama menggambarkan siapa orangtua tersebut; dan daftar kedua menggambarkan apa yang dilakukan orangtua.

(hlm. 192)
Namun kelebihan orangtua pengadopsi ini berdampak sedikit saja terhadap prestasi sekolah si anak.
Adalah pengaruh orangtua yang mengadopsi yang membedakannya, kata Sacerdote menyimpulkan.


BAB VI: Pengasuhan Anak yang Sempurna, Bagian II; atau; Apakah Seorang Roshanda Akan Tetap Seharum Mawar Bila Diberi Nama Lain?

(hlm. 196)
Pencapaian yang paling patut dicatat Winner Lane, yang sekarang berumur 40 tahunan, adalah rekor kriminal yang panjang: hampir meliputi tiga lusin penangkapan karena pencurian, kekerasan domestik, masuk rumah orang tanpa izin, melawan ketika ditangkap, dan berbagai perilaku brengsek lainnya.

(hlm. 197)
Jadi orang yang memang tidak peduli dengan nama anaknya cenderung tidak akan menjadi orangtua yang baik.

(hlm. 198)
Setiap generasi tampak menghasilkan beberapa akademisi cemerlang yang berpikir lebih maju mengenai kebudayaan kulit hitam.

(hlm. 199)
Fryer heran: apakah perbedaan budaya kulit hitam tersebut menjadi penyebab terjadinya perbedaan ekonomi antara kulit hitam dan kulit putih, ataukah sekadar refleksi perbedaan budaya saja?

(hlm. 201)
Data yang ada menyajikan jawaban yang jelas: mereka adalah orangtua yang tidak menikah, berpendapatan rendah, dan ibu yang masih remaja yang kurang berpendidikan dan berasal dari lingkungan kulit hitam yang dia sendiri memiliki nama kulit hitam yang khas. Dalam pandangan Fryer, memberi nama yang sangat khas kulit hitam (superblack name) adalah semacam tanda solidaritas orangtua terhadap komunitasnya.

(hlm. 203)
Resume yang berbau “putih” akan banyak menerima panggilan wawancara.

(hlm. 205)
Namanya menjadi indikator—bukan penyebab—dari hasil hidupnya.

(hlm. 217)
Begitu sebuah nama memikat orangtua di kalangan berpendapatan tinggi dan berpendidikan tinggi, nama tersebut mulai bergerak menuruni tangga sosial-ekonominya.

(hlm. 218)
Jadi bukan orang terkenal yang memicu permainan nama. Tapi sebuah keluarga yang tidak jauh dari rumah Anda, keluarga dengan rumah besar dan mobil baru.

(hlm. 219)
Namun kebanyakan orangtua, disadari atau tidak, menyukai nama-nama yang berbau “sukses”.

(hlm. 221)
Nama kemungkinan tidak akan membuat sepenggal perbedaan. Namun orangtua paling tidak merasa mereka telah melakukan yang terbaik.

EPILOG: Dua Jalan Menuju Harvard

(hlm. 223)
Apakah kemudian kemampuan berpikir semacam itu akan memperbaiki kehidupan Anda secara material?

(hlm. 225)
Anak kedua yang kini menginjak usia 27 tahun tersebut adalah Roland G. Fryer Jr., seorang ekonom andal dari Harvard yang banyak melakukan studi mengenai keterbelakangan kulit hitam.

(hlm. 226)
Anak yang kulit putih juga berhasil masuk Harvard. Namun tak lama kemudian, sesuatu yang buruk terjadi pada dirinya. Ia adalah Ted Kaczyinski.

CATATAN
(hlm. 244)
5. APA YANG MEMBUAT ORANGTUA JADI SEMPURNA?
Lihat Malcolm Gladwell, “Do Parents Matter?” The New Yorker, 17 Agustus 1998; dan Carol Tavris, “Peer Pressure,” New York Times Book Review, 13 September 1998.

 

Kembali ke daftar isi

Superfreakonomics

Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Superfreakonomics oleh Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

SUPERFREAKONOMICS: Pendinginan Global, Pelacur yang Patriotik, dan Mengapa Pengebom Bunuh Diri Harus Beli Asuransi Jiwa

oleh Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner

Diterbitkan pertama kali oleh
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Anggota IKAPI, Jakarta, 2010

CATATAN PENJELAS

(hlm. xxi)
Orang bereaksi terhadap insentif.

PENDAHULUAN

Ketika yang Aneh-Aneh Dibahas dengan Ilmu Ekonomi

(hlm. 4)
Melahirkan bayi laki-laki sama seperti mendapatkan sertifikat dana pensiun.

(hlm. 7)
Yang berperan di sini cuma produk lama dunia hiburan yang sudah tidak asing, televisi.

(hlm. 8)
Entah bagaimana, tampaknya televisi telah memberdayakan kaum perempuan dengan cara yang gagal dilakukan melalui intervensi pemerintah.

(hlm. 9)
Ada alasan yang bagus untuk bersikap skeptis terhadap data dari survei-survei pribadi. Perbedaan yang sangat besar sering terjadi antara perilaku yang dikatakan oleh seseorang dan perilaku yang sesungguhnya diperbuat. (Dalam bahasa ekonom, kedua perilaku ini dikenal dengan sebutan preferensi ternyatakan dan preferensi terungkapkan.)


BAB I: Mengapa Pelacur Jalanan Seperti Sinterklas di Pusat Perbelanjaan?

(hlm. 25)
Dalam tahun 1872, tahun pertama statistik seperti ini mulai tersedia, 21 persen mahasiswa di Amerika Serikat berjenis kelamin perempuan. Hari ini, angka itu 58 persen dan masih naik terus. Itu sungguh kenaikan taraf hidup yang memesona.

(hlm. 27)
Kendatipun demikian, ada satu pasar kerja yang senantiasa didominasi oleh kaum perempuan: prostitusi.

(hlm. 30)
Jawaban terbaik adalah upah sebagian besar ditentukan oleh hukum persediaan dan permintaan, yang sering lebih berkuasa dibanding produk hukum yang dibuat oleh para legislator.

Kebanyakan pemerintah lebih suka menghukum pihak yang memasok barang atau jasa alih-alih orang yang mengonsumsi atau memakainya.

Mengapa masyarakat tidak mendukung kebijakan yang menghukum kalangan pengguna? Orang mungkin merasa terlalu jahat kalau mereka menghukum pihak yang lemah, sang pengguna, apalagi ketika mereka tidak berdaya untuk tidak menjadi pemakai.

(hlm. 31)
Apabila semua faktor tadi digabungkan, Anda dapat memaklumi mengapa upah pelacur harus tinggi supaya cukup banyak perempuan yang bersedia memenuhi permintaan sedemikian besar.

(hlm. 35)
Mengapa imbalan seorang pelacur bisa merosot begitu dahsyat?

Sebab tingkat permintaan telah menurun secara drastis.

(hlm. 36)
Siapa yang menjadi pesaing utama bagi seorang pelacur? Sederhana sekali: siapa pun perempuan yang bersedia berhubungan seks dengan seorang laki-laki tanpa bayaran.

Perubahan dalam perilaku seksual telah memberinya seks tanpa bayaran dengan persediaan yang jauh lebih berlimpah.

(hlm. 39)
Betul, seks oral tidak memerlukan ongkos banyak bagi seorang pelacur karena layanan ini meniadakan kemungkinan hamil dan mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual.

(hlm. 43)
Penjelasan satu-satunya yang masuk akal adalah bahwa sebagian besar pelanggan memandang perempuan-perempuan ini sebagai yang oleh ekonom disebut perfect substitutes, atau komoditas yang dapat dipertukarkan dengan mudah.

(hlm. 53)
Ini keanehan yang patut disayangkan. Banyak di antara perempuan terbaik dan paling cerdas di Amerika Serikat meraih gelar MBA supaya mereka dapat memperoleh penghasilan tinggi, tetapi akhirnya mereka menikah dengan laki-laki terbaik dan paling cerdas, yang juga memperoleh penghasilan tinggi—yang mampu memberi perempuan-perempuan ini kemewahan tanpa harus bekerja terlalu keras.

Apakah ini berarti investasi waktu dan uang pada perempuan yang mengejar gelar MBA bisa dianggap gagal? Barangkali tidak. Barangkali mereka tidak akan pernah bertemu dengan suami-suami sekelas itu andai mereka tidak bersekolah sampai ke jenjang itu.

Dapatkah kita mengatakan bahwa kelemahan kaum laki-laki adalah uang, sedangkan kelemahan kaum perempuan adalah anak-anak?

(hlm. 59)
Ketika seorang klien baru menghubunginya secara online, ia tidak akan membuat janji sampai ia memastikan nama asli dan nomor telepon tempat kerjanya.

(hlm. 61)
Bagaimana kalau seorang klien menawarkan satu juta dolar untuk satu kali hubungan seks tanpa kondom?

Allie diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan ini. Kemudian, ia menunjukkan kearifan sangat menarik yang oleh ekonom disebut adverse selection. Ia menegaskan bahwa ia masih tidak akan melakukannya—sebab klien mana pun yang cukup gila untuk menawarkan satu juta dolar hanya untuk satu kali hubungan seks pastilah cukup gila sehingga harus dihindari dengan biaya berapa pun.

(hlm. 63)
Allie tidak pernah mendapatkan kesulitan dari polisi, dan tidak berharap berurusan dengan mereka. Bahkan sejujurnya, ia akan kecewa andai prostitusi disahkan, sebab imbalan luar biasa tinggi yang dinikmatinya berpangkal dari kenyataan bahwa layanan yang ia sediakan tidak dapat diperoleh secara sah.


BAB II: Mengapa Pelaku Bom Bunuh Diri Seharusnya Ikut Asuransi Jiwa

(hlm. 71)
Deliberate practice mempunyai tiga komponen utama: menetapkan tujuan yang tertentu; mendapatkan umpan balik yang langsung; dan berkonsentrasi, baik kepada teknik maupun hasil.

(hlm. 73)
Selain itu, seperti yang ditunjukkan oleh Krueger, kejahatan terutama didorong oleh keuntungan pribadi, sedangkan terorisme pada dasarnya adalah aksi politik.

(hlm. 74)
Organisasi secanggih dan sekaya apakah yang telah menciptakan teror sedahsyat itu?

Ternyata, hanya dua orang: seorang laki-laki empat puluh satu tahun dan pembantunya yang baru belasan tahun, menembakkan sepucuk senapan Bushmaster kaliber 0,223 inci dari sebuah sedan Chevy tua. Bagasinya yang lega diubah menjadi tempat persembunyian sang juru tembak.

(hlm. 75)
Yang indah dari terorisme—jika Anda seorang teroris—adalah bahwa Anda tetap sukses bahkan ketika Anda gagal.

BAB II: Mengapa Pelaku Bom Bunuh Diri Seharusnya Ikut Asuransi Jiwa (Lanjutan)

(hlm. 78)
Ambulans sering dioperasikan oleh perusahaan pemakaman, sulit membayangkan insentif yang tersedia bagi perusahaan itu: perusahaan yang mendapat uang dari orang meninggal, diminta mengantarkan pasien yang tidak ingin mati!

(hlm. 83)
Seorang pengguna komputer cenderung mengalami cognitive drift jika sesudah memijit mouse ia harus menunggu lebih dari satu detik sebelum data baru muncul pada layar.

(hlm. 91)
Jika pasien-pasien yang datang pada Kamis pertama mengalami hasil lebih buruk daripada pasien-pasien yang datang pada Kamis kedua atau ketiga, salah satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa dokter-dokter pada shift itu tidak begitu ahli. (Di unit gawat darurat ini, biasanya ada dua atau tiga dokter per shift.)

(hlm. 93)
Lalu apa karakteristik dokter yang paling baik?

Secara garis besar, temuan-temuan kami tidak begitu mengejutkan. Dokter yang istimewa umumnya mendapatkan pendidikan di fakultas kedokteran unggulan dan pelatihan di rumah sakit yang bergengsi. Pengalaman lebih banyak juga berharga: tambahan sepuluh tahun dalam bidang yang sama menghasilkan manfaat setara dengan pelatihan atau pendidikan profesi di sebuah rumah sakit unggulan.

Dan betul sekali: Anda juga ingin dokter UGD Anda seorang perempuan.

(hlm. 94)
Ketika banyak dokter Washington meninggalkan kota itu secara bersamaan untuk menghadiri sebuah konvensi para dokter. Akibatnya: penurunan angka kematian di semua rumah sakit.

“Status tampaknya mempunyai semacam pengaruh yang ajaib terhadap kesehatan.”

(hlm. 95)
“Berjalan menuju ke panggung kehormatan di Stockholm tampaknya menambahkan sekitar dua tahun ke dalam masa hidup seorang ilmuwan.”

Bukti menunjukkan bahwa tunjangan hari tua yang tetap memberi insentif tambahan untuk terus menjalani hidup.

Mereka wafat dalam lima belas jam setelah masing-masing merayakan tanggal 4 Juli dalam tahun 1826, ulang tahun kelima puluh penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan.

(hlm. 96)
Dua ilmuwan Australia menemukan bahwa ketika negara mereka menghapuskan pajak harta peninggalan dalam tahun 1979, terbilang banyak sekali orang yang meninggal dalam sepekan setelah abolisi itu dibanding dalam sepekan sebelumnya.

(hlm. 97)
Smith menunjukkan bahwa pasien-pasien kanker mencapai 20 persen pelanggan Medicare tetapi menghabiskan 40 persen anggaran Medicare untuk obat-obatan.

(hlm. 100)
Latihan perang-perangan bisa sama berbahaya dengan berperang yang sesungguhnya.

(hlm. 108)
Ini semua menunjukkan bahwa jika calon teroris telah sejak awal berusaha menyembunyikan jejak, ia akan pergi ke bank dan mengubah nama pada rekeningnya menjadi nama yang sangat tidak berbau Islam (Ian, misalnya). Membeli asuransi jiwa pun bisa tidak usah menguras dompet. Bank tempat Horsley bekerja mempunyai program asuransi bagi pemula dengan hanya beberapa pound sterling per bulan.


BAB III: Kisah-Kisah Sulit Dipercaya tentang Ketakacuhan dan Kepedulian kepada Sesama

(hlm. 113)
“Peristiwa itu mengirimkan pesan yang sangat memedihkan tentang apa yang terjadi pada waktu itu dalam masyarakat kita, yang menunjukkan bahwa kita tidak hanya sedang berada dalam bahaya, tetapi pada dasarnya masing-masing sendirian.”

(hlm. 117)
Teori kami adalah bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan banyak menonton televisi, bahkan tayangan tanpa adegan kekerasan yang dianggap paling family-friendly, lebih mungkin melakukan kejahatan sewaktu mereka beranjak dewasa.

(hlm. 119)
Tidak mustahil anak-anak yang menonton televisi terlalu banyak tidak pernah bersosialisasi secara memadai, atau tidak pernah belajar menciptakan hiburan bagi diri sendiri.

(hlm. 120)
Seorang kakek atau nenek di sebuah panti jompo lebih mungkin dikunjungi oleh anak-anaknya yang sudah dewasa jika anak-anak mereka mengharapkan warisan dalam jumlah besar.

(hlm. 123)
Eksperimen laboratorium pada dasarnya merupakan pilar ilmu pengetahuan alam dan telah dikerjakan sejak Galileo Galilei meluncurkan sebuah bola perunggu di sepanjang landasan kayu untuk menguji teorinya tentang percepatan.

“Ujian pengetahuan adalah eksperimen.”

(hlm. 124)
Pemain Ultimatum yang memberikan penawaran merasa ada sesuatu yang harus ia dapatkan—yaitu menghindari penolakan—dengan bertindak lebih dermawan. Sebagaimana sering terjadi di dunia nyata, tampaknya perilaku yang baik dalam Ultimatum mau-tidak-mau terkait dengan motivasi mementingkan diri sendiri.

(hlm. 126)
Ternyata, tidak peduli eksperimen dilakukan di kawasan barat Mongolia atau di kawasan South Side Chicago: orang memberi.

Pesan yang tersirat tidak bisa lebih jelas lagi: manusia tampaknya memang dirancang untuk altruisme.

(hlm. 129)
Ultimatum dan Dictator adalah permainan yang diilhami oleh ledakan dalam ilmu ekonomi eksperimental, yang pada gilirannya mengilhami cabang ilmu baru yang disebut ilmu ekonomi perilaku (behavioral economics).

(hlm. 131)
Tentu saja, prinsip itu berlaku dalam praktik, tetapi bagaimana dalam teori?

(hlm. 137)
Jika opsi Anda satu-satunya di laboratorium adalah memberikan sebagian uang Anda, barangkali Anda akan melakukannya. Akan tetapi di dunia nyata, itu jarang menjadi opsi satu-satunya. Versi terakhir eksperimennya, dengan peserta yang harus bekerja dahulu, barangkali paling menarik. Eksperimen itu menunjukkan bahwa ketika seseorang mendapatkan uang melalui tetesan keringat dan percaya bahwa orang lain pun berbuat demikian, ia entah tidak memberikan uang itu atau mengambilnya dari yang bukan haknya.

(hlm. 143)
“Apakah manusia memiliki pembawaan altruistik sejak lahir?” merupakan pertanyaan yang keliru. Orang tidak “baik” atau “jahat.” Orang adalah orang, dan mereka bereaksi terhadap insentif. Mereka hampir selalu dapat dimanipulasi—dengan tujuan entah baik atau jahat—hanya jika Anda menemukan pemicunya yang tepat.

Sungguhkah sikap mereka begitu mengerikan?

(hlm. 145)
Jadi, mereka jelas punya insentif besar untuk menulis cerita itu.

(hlm. 150)
Ini berarti bahwa orang yang menjadi terkenal karena telah membunuh seorang perempuan dengan bebas karena tak ada tetangga yang campur tangan akhirnya justru tertangkap karena ada seorang tetangga yang… campur tangan.

BAB IV
Solusi Sudah Ada—Murah dan Sederhana

(hlm. 156)

Akan tetapi dokter dan mahasiswa sering datang ke bangsal persalinan langsung dari meja otopsi dengan tangan yang dibersihkan sekadarnya saja.

Ia memerintahkan semua dokter dan mahasiswa mencuci tangan dengan larutan klorin sehabis melakukan otopsi.

(hlm. 157)

Hukum akibat yang tidak disengaja adalah salah satu hukum paling berkuasa yang pernah ada.

Justru kelangkaan pekerjaan bagi warga Amerika yang menyandang cacat. Mengapa? Sesudah ADA disahkan menjadi undang-undang, pihak pemberi kerja menjadi begitu takut tidak akan bisa mendisiplinkan atau memecat pekerja-pekerja tak memenuhi syarat yang kebetulan penyandang cacat, sehingga mereka sejak awal tidak ingin menerima pekerja dari kalangan penyandang cacat.

(hlm. 158)

Sebuah produk hukum Yahudi yang juga tercatat dalam kitab suci Kristiani mewajibkan para kreditur membebaskan semua utang pada setiap tahun sabbath atau tahun ketujuh [dalam penanggalan Yahudi]. Bagi pihak yang berutang, daya tarik pembebasan utang sepihak itu tidak boleh dibesar-besarkan, sebab denda untuk keterlambatan atau ketidakmampuan membayar utang berat sekali: pihak pemberi utang bahkan dapat mengambil anak-anak si terutang untuk dijadikan budak.

Bagaimanapun, jika Anda menjadi pihak yang memberi utang, Anda memandang program pengampunan utang ini secara berbeda. Mengapa meminjamkan uang kepada seseorang kalau orang itu boleh menyobek surat utangnya pada Tahun Ketujuh?

Maka pihak pemberi utang mengakali sistem itu dengan hanya memberikan pinjaman segera setelah tahun sabbath berakhir dan mengetatkan lagi tali pundi-pundi mereka dalam Tahun Kelima dan Tahun Keenam. Hasilnya adalah sistem kredit bersiklus yang sangat memberatkan bagi setiap orang yang justru ingin dibantu melalui produk hukum tersebut.

(hlm. 159)

—Menaburkan sedikit bubuk kalsium klorida ke dalam air cuci tangan para dokter—pada dasarnya sangat sederhana dan murah. Di dunia yang makin canggih, solusi-solusi sederhana dan murah kadang-kadang paling diremehkan; kami datang untuk membela mereka.

(hlm. 160)

Revolusi Pertanian membebaskan jutaan tangan yang kemudian diperlukan untuk menggerakkan Revolusi Industri.

Jika Anda harus menyebutkan faktor utama yang memungkinkan peningkatan ini, itu adalah amonium nitrat, pupuk pertanian yang luar biasa murah namun efektif.

(hlm. 161)

Setiap bagian kecil di tubuh satwa ini dapat diubah menjadi sesuatu, sehingga kala itu paus dapat dianggap sebagai fasilitas onestop shopping bagi sebuah bangsa yang sedang tumbuh pesat: bahan untuk membuat cat dan pernis; tekstil dan kulit; lilin dan sabun; pakaian dan tentu saja makanan (lidahnya memiliki cita rasa yang sangat lezat).

(hlm. 162)

Itulah saat seorang pensiunan karyawan kereta api bernama Edwin L. Drake menggunakan sebuah mesin uap untuk menggerakkan alat bor menembus lapisan lempung dan cadas sedalam 21 meter untuk mengambil minyak di Titusville, Pennsylvania.

Minyak bumi tidak hanya menjadi solusi yang murah dan sederhana tetapi, seperti paus, ternyata memiliki kegunaan yang luar biasa beragam.

Berfungsi sebagai Undang-Undang Spesies Terancam Punah, dengan menyelamatkan paus dari situasi yang nyaris membuat mereka musnah.

(hlm. 165)

Bahkan langkah sederhana seperti penambahan fluorida ke dalam sistem air minum telah menghemat sekitar 10 miliar dolar per tahun untuk biaya perawatan gigi.

(hlm. 167)

McNamara tahu bahwa pesawat terbang dilengkapi dengan sabuk pengaman; mengapa mobil tidak dilengkapi dengan sabuk pengaman yang sama?

(hlm. 168)

Bahwa mengubah perilaku itu sulit.

(hlm. 178)

Masih ada manfaat lain yang sulit dinilai dengan uang: rasa aman dalam pikiran orang tua.

(hlm. 179)

Susahnya, pemerintah tidak terkenal karena solusi-solusi murah dan sederhana; mereka cenderung lebih menyukai jalan-jalan yang mahal dan rumit.

BAB V
Apa Kesamaan antara Al Gore dan Gunung Pinatubo?

(hlm. 187)

Lonceng-lonceng tanda bahaya telah dibunyikan karena temperatur tanah rata-rata di Belahan Bumi Utara telah turun sebanyak 0,28 derajat Celsius (0,5 derajat Fahrenheit) dari tahun 1945 hingga 1968.

(hlm. 188)

Akan tetapi setiap kali pemilik Prius menggunakan kendaraan itu ke toko swalayan, ia mungkin mengimpaskan kembali manfaat pengurangan emisinya, setidaknya apabila ia belanja daging.

Bagaimana bisa begitu? Sebab sapi—seperti kambing, kerbau, dan semua hewan pemamah biak—adalah agen pencemar yang tidak dapat diremehkan. Embusan napas, sendawa, kentut, dan kotoran mereka melepaskan metana, yang kalau diukur secara adil ternyata sekitar dua puluh lima kali lebih dahsyat dalam menyumbangkan gas rumah kaca dibanding karbon dioksida yang dilepaskan oleh kendaraan bermotor (atau dengan kata lain, oleh ulah manusia).

(hlm. 189)

Anda juga dapat beralih dari makan daging sapi ke makan daging kanguru—sebab kentut kanguru, karena nasib yang entah sial atau mujur, tidak mengandung metana.

(hlm. 191)

Orang pada umumnya enggan menyisihkan uang dalam jumlah besar untuk menghindari masalah di masa mendatang, terutama ketika kemungkinannya begitu tidak pasti.

Ketidakpastian juga mempunyai cara yang buruk untuk membuat kita membayangkan kemungkinan-kemungkinan yang paling buruk.

(hlm. 192)

Seperti semua agama besar, ketakutan terhadap perubahan iklim memenuhi kebutuhan kita untuk rasa bersalah, dan rasa jijik kepada diri sendiri, pun rasa sesal abadi bahwa kemajuan teknologi harus dihukum.

(hlm. 194)

Maka ia menyalakan pendingin ruangannya sampai maksimal. Barangkali dalam pikirannya ia sadar bahwa bulan depan tagihan listriknya akan bertambah satu atau dua dolar, tetapi tambahan biaya itu tidak cukup baginya untuk tidak menggenjot pendingin ruangannya.

(hlm. 195)

Tujuan pajak itu adalah membuat sang pengemudi sadar tentang biaya keseluruhan akibat aksi-aksinya (atau, dalam bahasa ekonomi, menginternalkan eksternalitas).

Hei, dahulu kalian bebas menempuh cara kalian untuk menjadi superpower industri, mengapa sekarang kami tidak boleh?

(hlm. 198)

Kendati demikian, mobil-mobil itu menciptakan sesuatu yang langka dan menakjubkan—sebuah eksternalitas positif—bagi semua pemilik kendaraan yang tidak cukup kaya untuk membeli LoJack, sebab kendaraan mereka ikut terlindungi.

(hlm. 199)

Selama dua tahun berikutnya, ketika kabut itu mengendap, bumi mengalami pendinginan sebesar rata-rata hampir 0,5 derajat Celsius atau 1 derajat Fahrenheit.

(hlm. 202)

‘Tuan, saya ilmuwan segala macam.’ Maka ketika itu saya bercita-cita menjadi seperti saya yang sekarang: ilmuwan segala macam!

(hlm. 203)

Ia memiliki keyakinan kuat bahwa sedapat mungkin solusi yang terbaik harus murah dan sederhana.

(hlm. 210)

Temperatur bumi rata-rata selama masa yang sama sebenarnya menurun.

(hlm. 215)

Manusia sejak lama telah mencoba memanipulasi cuaca. Hampir setiap agama pernah merumuskan doa khusus untuk menurunkan hujan.

(hlm. 218)

Maka begitu Anda terbebas dari moralisme dan ketakutan yang sudah umum, pekerjaan membalikkan pemanasan global dapat dijadikan sebuah perkara rekayasa teknik yang murni: bagaimana caranya mengirimkan seratus tiga puluh liter sulfur dioksida per menit ke dalam stratosfer.

Jawabannya adalah: slang yang sangat panjang.

(hlm. 220)

Apabila semua faktor telah diperhitungkan, Selimut Budyko adalah rencana yang luar biasa sederhana.

(hlm. 221)

Apa Kesamaan antara Al Gore dan gunung Pinatubo? Jawabnya adalah bahwa baik Gore maupun Pinatubo, sama-sama mengilhami cara menurunkan temperatur bumi, namun dengan metode-metode yang luar biasa berbeda dalam hal efektivitas pembiayaan.

Pada dasarnya metode ini meniru letusan Gunung Pinatubo, namun secara terkendali.

(hlm. 223)

Akan tetapi belerang adalah pilihan yang paling mudah diterima “hanya karena kita telah mendapatkan bukti tentang kelayakan dari gunung api,” kata Wood, “dan bersamaan dengan itu, bukti tentang ketidakberbahayaannya.”

(hlm. 226)

“yang mengubah peristiwa kematian yang suci menjadi komoditas yang vulgar.”

(hlm. 229)

Sesulit apa pun rekayasa teknik atau fisika, mengubah perilaku manusia barangkali lebih sulit.

(hlm. 230)

Selain itu, kalangan dokter di zaman itu—yang merasa bukan rakyat biasa—tidak dapat menerima pandangan bahwa mereka akar permasalahan itu.

Dalam dunia modern, kita cenderung percaya bahwa perilaku membahayakan paling baik diatasi melalui kendali oleh pihak-pihak berwenang atau pencegahan berlapis-lapis.

(hlm. 230)

Selain itu, kalangan dokter di zaman itu—yang merasa bukan rakyat biasa—tidak dapat menerima pandangan bahwa mereka akar permasalahan itu.

Dalam dunia modern, kita cenderung percaya bahwa perilaku membahayakan paling baik dipecahkan melalui pendidikan. Itulah pola pikir di balik hampir setiap kampanye penyadaran masyarakat yang telah dilangsungkan, dari pemanasan global sampai pencegahan AIDS dan pengaruh minuman keras bagi pengemudi. Dan dokter adalah kelompok orang paling berpendidikan di rumah sakit.

(hlm. 232)

“Ego mulai beraksi tidak lama setelah seorang dokter mulai bekerja,” katanya. “Ia berkata: ‘Hei, mustahil saya membawa kuman. Pasti petugas rumah sakit yang lain.’”

Anda mungkin mengira para penerima gaji paling tinggi di rumah sakit ini akan kebal terhadap insentif 10 dolar. “Ternyata tidak ada yang menolak kupon itu,” kata Silka.

(hlm. 233)

Berkat cerita dari mulut ke mulut, banyak rumah sakit lain mulai meniru solusi screen-saver. Tentu saja. Itu cara yang murah, sederhana, dan berdayaguna.

Ketika seorang dokter lupa atau sengaja tidak membasuh tangan, nyawanya sendiri bukan sesuatu yang paling terancam bahaya.

(hlm. 234)

Dokter tidak mempunyai insentif yang cukup untuk membasuh tangannya. Ini yang membuat ilmu mengubah perilaku begitu sulit.

Maka alih-alih beramai-ramai ribut dan kelewat sibuk mengatasi perilaku yang begitu sulit diubah, bagaimana kalau kita beralih ke solusi-solusi rekayasa atau rancangan atau insentif yang dapat melebihi kebutuhan atas perubahan tersebut.

(hlm. 235)

Sunat. Karena alasan-alasan yang tidak sepenuhnya dimengerti oleh Auvert dan ilmuwan-ilmuwan lain, sunat ternyata mengurangi risiko penularan HIV sebanyak 60 persen pada laki-laki heteroseksual. Studi-studi berikutnya di Kenya dan Uganda mendukung hasil-hasil penelitian Auvert.

PENUTUP Monyet Juga Manusia

(hlm. 237)

Dalam kasus mana pun, berita-berita utama tetap mengangkat pakar-pakar makroekonomi sebagai bintang.

(hlm. 238)

“Tidak seorang pun pernah menyaksikan seekor anjing melakukan pertukaran yang adil dan disengaja untuk sepotong tulang dengan sesuatu yang lain dengan seekor anjing lain. Tidak seorang pun pernah menyaksikan seekor hewan dengan gerak tubuh dan seruan alaminya mengisyaratkan kepada yang lain, ini punyaku, itu milikmu; aku ingin memberikan ini kepadamu asal yang itu kauberikan kepadaku.”

Apa yang akan terjadi andai saya dapat mengajari sekelompok monyet cara menggunakan uang?

 

Kembali ke daftar isi

Think Like A Freak

Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Think Like A Freak oleh Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

THINK LIKE A FREAK: Karya Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner Diterjemahkan dari Think Like a Freak, terbitan William Morrow Paperbacks, HarperCollins Publisher

Cetakan ke-I, Januari 2016

BAB I Apa Maksud Berpikir Seperti Orang Aneh?

(hlm. 6)

Ingat apa kata data: penjaga gawang melompat ke kiri 57% dan ke kanan 41%—itu berarti mereka tetap di tengah-tengah hanya 2 kali dari 100 kali.

Oke, kami kebetulan baru mendapatkannya: tendangan ke tengah gawang, walaupun tampaknya berisiko, tujuh persen lebih mungkin berhasil daripada tendangan ke sudut gawang.

(hlm. 7)

Meskipun tendangan penalti ke arah pusat gawang secara signifikan lebih mungkin berhasil, hanya 17% dari tendangan yang diarahkan ke sana. Mengapa sedikit sekali?

Ada alasan ketiga dan penting mengapa lebih banyak penendang tidak membidik ke tengah gawang, terutama dalam situasi penuh pertaruhan seperti Piala Dunia. Namun, tidak ada pemain sepak bola waras yang mau mengakuinya: rasa takut malu.

(hlm. 8)

Jika Anda mengikuti intensif egois ini—melindungi reputasi Anda sendiri dengan tidak melakukan sesuatu yang berpotensi bodoh—Anda akan lebih cenderung menendang ke arah sudut gawang.

Jika ditanya bagaimana kita akan bertindak dalam situasi yang membenturkan kepentingan pribadi dengan kebaikan yang lebih besar, kebanyakan dari kita tidak mau mengakui bila memilih kepentingan pribadi.

(hlm. 9)

Bagaimana Anda bisa membuat semua orang bergerak ke arah yang sama ketika mereka semua bergerak ke arah diri mereka sendiri?

Insentif adalah landasan dari kehidupan modern.

(hlm. 11)

Mengetahui apa yang harus diukur, dan cara mengukurnya, dapat membuat kerumitan dunia berkurang.

Kearifan konvensional sering kali salah.

Korelasi tidak sama dengan kausalitas.

Data menunjukkan bahwa orang yang bahagia lebih mungkin untuk menikah. Sebagaimana penjelasan tak terlupakan dari seorang peneliti, “Jika Anda pemarah, siapa yang mau menikahi Anda?”

Ia lebih bergantung pada data, daripada firasat atau ideologi, untuk memahami bagaimana cara kerja dunia, untuk mempelajari bagaimana insentif berhasil (atau gagal), bagaimana sumber daya dialokasikan, dan kendala-kendala apa yang mencegah orang-orang mendapat sumber daya tersebut, entah itu konkret (seperti makanan dan transportasi) ataukah lebih aspiratif (seperti pendidikan dan cinta).

(hlm. 12)

Salah satu alasannya, sangat mudah untuk membiarkan prasangka Anda—politis, intelektual, atau lainnya—mewarnai pandangan dunia Anda. Semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa orang-orang paling cerdas sekalipun cenderung mencari bukti yang mengonfirmasi apa yang sudah mereka pikirkan, alih-alih informasi baru yang akan memberi mereka pandangan yang lebih kukuh terhadap realitas.

Bergerak bersama kelompok juga sangat menggoda.

(hlm. 13)

Kapan terakhir kali Anda duduk selama 1 jam untuk benar-benar berpikir?

“Beberapa orang berpikir lebih dari dua atau tiga kali setahun,” kabarnya Shaw berkata demikian. “Saya telah meraih reputasi internasional untuk diri saya sendiri dengan berpikir sekali atau dua kali seminggu.”

(hlm. 15)

Satu hal yang telah kami pelajari adalah bahwa ketika orang-orang, terutama para politisi, mulai membuat keputusan berdasarkan pembacaan atas kompas moral mereka, fakta-fakta cenderung akan menjadi salah satu korban pertama. Kami menanyakan kepada sang Menteri apa yang dia maksud dengan “kewajiban moral”.

Selagi kami mengobrol, jelas seketika mengapa dia digadang-gadang menjadi perdana menteri berikutnya. Segala hal tentangnya memancarkan kompetensi dan kepercayaan diri. Dia kelihatan persis sejenis orang yang dibayangkan oleh para dekan di Eton dan Oxford sewaktu mereka pertama kali menangani anak itu.

(hlm. 16)

Meskipun kami tidak mengetahuinya pada waktu itu, pengabdian Cameron pada NHS sebagian berdasarkan pengalaman pribadi yang mendalam. Putra sulungnya, Ivan, lahir dengan kelainan neurologis langka yang disebut sindrom Ohtahara. Kelainan itu ditandai dengan kejang-kejang hebat yang sering terjadi. Akibatnya, keluarga Cameron menjadi akrab sekali dengan para perawat, dokter, ambulans, dan rumah sakit NHS.

(hlm. 17)

Apa yang salah dengan itu? Ketika orang-orang tidak membayar biaya sebenarnya dari sesuatu, mereka cenderung mengonsumsinya dengan tidak efisien.

(hlm. 19)

Misalnya, bagaimana jika setiap warga Inggris juga berhak mendapatkan pasokan gratis, tanpa batas, dan seumur hidup transportasi?

Memperbaiki masalah besar seperti biaya perawatan kesehatan yang tak terkendali kira-kira seribu kali lebih sulit daripada, katakanlah, mencari tahu cara melakukan tendangan penalti.

BAB II Tiga Kata yang Paling Sulit Diucapkan

(hlm. 23)

Tentu saja ada berbagai tingkat dan kategori pengetahuan. Di puncak hierarki ini adalah apa yang bisa disebut “fakta yang diketahui”, hal-hal yang dapat diverifikasi secara ilmiah. (Sebagaimana Daniel Patrick Moynihan terkenal dengan mengatakan: “Semua orang berhak atas pendapat mereka sendiri, tetapi tidak atas fakta mereka sendiri.”) Jika Anda berkeras bahwa susunan kimia air adalah HO₂ bukan H₂O, Anda pada akhirnya akan terbukti salah.

Kemudian, ada “keyakinan”, hal-hal yang kita anggap benar, tetapi yang mungkin tidak dapat diverifikasi dengan mudah. Dalam topik-topik semacam itu, ada lebih banyak ruang untuk ketidaksepakatan. Misalnya: apakah setan benar-benar ada?

(hlm. 24)

Hanya 20% orang Indonesia yang percaya bahwa orang-orang Arab melakukan serangan 9/11, serta 11% orang Kuwait, dan 4% orang Pakistan yang memercayainya.

Dunia juga penuh dengan “pengusaha kesalahan”, sebagaimana sebutan ekonom Edward Glaeser terhadap mereka, para pemimpin politik, agama, dan bisnis yang “memasok keyakinan bila hal itu akan meningkatkan keuntungan atau politik mereka sendiri”.

(hlm. 27)

Sewaktu diminta menyebutkan sifat dari seseorang yang sangat buruk dalam memprediksi, Tetlock hanya perlu satu kata. “Dogmatisme,” katanya. Yaitu, suatu keyakinan tak tergoyahkan bahwa mereka tahu sesuatu itu benar, walaupun mereka tidak tahu.

(hlm. 30)

“Meskipun menghabiskan lebih banyak waktu dengan diri sendiri daripada dengan orang lain, orang sering kali memiliki wawasan yang sangat sedikit tentang keterampilan dan kemampuan mereka.”

Hanya karena Anda hebat dalam suatu hal bukan berarti Anda bagus dalam segala hal. Sayangnya, fakta ini sering diabaikan oleh mereka yang terlibat dalam—ambil napas dalam-dalam—ultracrepidarianisme, atau “kebiasaan memberikan pendapat dan saran dalam hal-hal di luar pengetahuan atau kompetensi seseorang”.

(hlm. 33)

Melindungi reputasi kita sendiri ketimbang mengedepankan kebaikan bersama.

(hlm. 34)

Ketika prediksi buruk tidak mendapat hukuman, insentif apa yang ada untuk menghentikannya?

Namun, bila menyangkut pemecahan masalah, salah satu cara terbaik untuk memulai adalah dengan menanggalkan kompas moral Anda.

(hlm. 35)

Berabad-abad lalu, para pelaut yang bergantung pada kompas kapal mendapati alat itu kadang-kadang memberikan pembacaan tidak menentu yang membuat mereka keluar dari jalur pelayaran. Mengapa? Meningkatkan penggunaan logam pada kapal—paku besi dan perangkat keras, perkakas pelaut, dan bahkan gesper dan kancing mereka—mengacaukan pembacaan magnetik kompas.

(hlm. 36)

Apakah semua penelitian ini membuat Lester menemukan semacam teori besar pemersatu tentang bunuh diri? Hampir tidak. Sejauh ini, dia punya satu gagasan menarik. Gagasan itu adalah apa yang bisa disebut sebagai teori bunuh diri “tidak ada yang bisa disalahkan”.

(hlm. 38)

Kunci untuk belajar adalah umpan balik. Hampir mustahil untuk mempelajari apa pun tanpa hal itu.

(hlm. 39)

Pemungutan suara mungkin salah satu umpan balik paling buruk yang ada, tetapi itu tetap saja sebuah umpan balik.

(hlm. 40)

Bagaimana jika, kata kami, perusahaan menjalankan sebuah eksperimen untuk mencari tahu? Dalam ilmu pengetahuan, uji kontrol acak telah menjadi aturan standar pembelajaran selama ratusan tahun—tetapi mengapa para ilmuwan itu mau bersenang-senang?

(hlm. 41)

Penghentian iklan tidak memengaruhi penjualan di Pittsburgh sama sekali!

(hlm. 43)

Sampai hari ini, setiap hari Minggu di setiap pasar, perusahaan ini masih membeli iklan koran—walaupun satu-satunya umpan balik sungguhan yang pernah mereka dapatkan adalah bahwa iklan-iklan itu tidak berguna.

Keajaiban dari eksperimen yang baik adalah bahwa dengan satu potongan sederhana, Anda dapat menghilangkan semua kompleksitas yang menyulitkan dan langsung melihat dengan jelas apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak.

Dalam pengalaman kami, banyak lembaga terbiasa membuat keputusan berdasarkan perpaduan yang suram antara naluri, kompas moral, dan apa pun yang dilakukan pembuat keputusan sebelumnya.

Alasan kedua adalah kurangnya keahlian: walaupun tidak sulit untuk melakukan sebuah eksperimen sederhana, kebanyakan orang tidak pernah diajari melakukannya dan oleh karenanya mungkin mereka terintimidasi.

(hlm. 45)

Eksperimen-eksperimen laboratorium tak ternilai harganya dalam ilmu-ilmu pasti, sebagian karena atom-atom dan sel-sel tidak mengubah perilaku mereka saat sedang diamati; tetapi manusia melakukannya.

Cara yang lebih baik untuk mendapatkan umpan balik yang baik adalah menjalankan sebuah eksperimen lapangan—yaitu, alih-alih mencoba meniru dunia nyata di sebuah laboratorium, terapkan pola pikir laboratorium ke dunia nyata.

(hlm. 47)

Hasilnya? Rata-rata, keempat tempat anggur itu menerima peringkat yang hampir sama—yaitu, anggur murah itu terasa senikmat anggur mahal.

BAB III Apa Masalah Anda?

(hlm. 55)

Selain itu, di beberapa negara—Finlandia, Singapura, dan Korea Selatan, misalnya—calon guru direkrut dari mahasiswa terbaik perguruan tinggi, sedangkan guru di Amerika Serikat cenderung berasal dari peringkat tengah ke bawah di kelasnya. Jadi, mungkin masuk akal bahwa setiap pembicaraan tentang reformasi sekolah harus fokus pada kemampuan guru.

Namun, banyak sekali bukti baru yang menunjukkan bahwa kemampuan guru hanya sedikit berpengaruh pada prestasi siswa daripada serangkaian faktor lain yang sama sekali berbeda; yakni seberapa banyak anak-anak belajar dari orangtua mereka, seberapa keras mereka belajar di rumah, dan apakah orangtua telah menanamkan semangat pendidikan.

Namun, ketika orang-orang serius membicarakan tentang reformasi pendidikan, mereka jarang membicarakan tentang peranan keluarga dalam mempersiapkan keberhasilan anak-anak.

(hlm. 56)

Dalam masyarakat kita, jika seseorang ingin menjadi penata rambut atau petinju atau pemburu—atau guru sekolah—mereka harus dididik dan mendapatkan izin dari sebuah lembaga negara.

(hlm. 62)

Kobayashi penasaran apakah mungkin ada cara yang lebih baik lagi.

(hlm. 63)

Manuver ini nantinya dikenal sebagai Metode Sulaiman, sesuai Raja Sulaiman dalam Alkitab, yang menyelesaikan perselisihan dua orang ibu dengan mengancam akan memotong seorang bayi menjadi dua (lebih lanjut soal ini ada di Bab 7).

Kobayashi kini mempertanyakan praktik konvensional yang lain: makan hot dog dan roti bersamaan.

Dia menemukan bahwa mengunyah daging hot dog dan roti bersamaan menciptakan konflik kepadatan.

(hlm. 64)

Dia bereksperimen dengan suhu air dan menemukan bahwa air hangatlah yang terbaik, karena bisa mengendurkan otot pengunyahan. Dia juga mencampur air dengan minyak sayur, yang tampaknya bisa membantu menelan.

Eksperimennya tak ada habisnya. Dia merekam sesi-sesi latihannya dan mencatat semua data dalam sebuah tabel, mencari inefisiensi dan milidetik yang hilang. Dia ber eksperimen dengan kecepatan: Apakah lebih baik bila berusaha keras selama 4 menit pertama, melambat selama 4 menit pertengahan, dan “lari cepat” menjelang akhir—atau mempertahankan kecepatan stabil sepanjang waktu? (Awalan yang cepat, dia menemukan, adalah yang terbaik.) Dia juga menemukan bahwa banyak tidur sangatlah penting. Begitu pula latihan beban: otot-otot yang kuat berguna dalam mengunyah dan membantu menahan dorongan ingin muntah. Dia juga menemukan bahwa dia bisa membuat lebih banyak ruang di perutnya dengan melompat dan menggeliat-geliat sambil makan—sebuah tarian aneh dan liar yang kemudian dikenal sebagai Goyang Kobayashi.

Sama pentingnya dengan taktik yang dia ambil adalah taktik yang dia tolak. Tidak seperti para pemakan saingannya, dia tidak pernah berlatih di restoran-makan-sepuasnya.

(hlm. 66)

Yang pertama adalah tentang pemecahan masalah secara umum. Kobayashi mendefinisikan ulang masalah yang dia coba pecahkan.

Bagaimana cara saya makan lebih banyak hot dog? Kobayashi mengajukan pertanyaan yang berbeda: Bagaimana cara saya membuat hot dog lebih mudah dimakan?

(hlm. 68)

Berapa banyak? Yah, sudah lama aku tidak melakukannya, kata Anda dalam hati, biar aku mulai dengan 10 kali. Anda pun melakukannya. Kapan Anda mulai lelah secara mental dan fisik? Mungkin sekitar push-up ke-7 atau ke-8.

BAB IV Kebenaran Ada di dalam Akar

(hlm. 70)

Butuh seorang pemikir sejati untuk melihat masalah yang sudah dilihat orang lain dan menemukan jalur pemecahan baru.

Berpikir seperti Orang Aneh berarti Anda harus bekerja sangat keras untuk mengidentifikasi dan memecahkan akar penyebab masalah.

(hlm. 71)

Karena kemiskinan adalah gejala—dari ketiadaan perekonomian yang fisibel dan dibangun di atas lembaga-lembaga politik, sosial, dan hukum yang kredibel. Sulit untuk memperbaiki hal itu bahkan dengan pesawat-pesawat penuh uang.

(hlm. 75)

Jadi, apa akar penyebabnya? Cuma ini: terlalu banyak anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang buruk sehingga menuntun mereka pada kejahatan.

Namun, jika Anda ingin melakukan pembicaraan yang bermakna tentang kejahatan, masuk akal bila memulainya dengan membicarakan tentang manfaat orangtua yang baik dan penuh kasih sayang yang memberi anak-anak mereka kesempatan untuk menjalani kehidupan yang aman dan produktif.

(hlm. 76)

Langkah berani Luther mengawali Reformasi Protestan. Jerman pada waktu itu terdiri atas seribu lebih wilayah independen, masing-masing diperintah oleh pangeran atau adipati. Beberapa orang ini mengikuti Luther dan menganut Protestanisme; yang lain tetap setia pada Gereja. Perpecahan ini berlangsung selama beberapa dekade di seluruh Eropa, sering kali disertai pertumpahan darah. Pada 1555, sebuah penyelesaian sementara tercapai, Perjanjian Damai Augsburg, yang membebaskan setiap pangeran Jerman memilih agama yang akan dipraktikkan di wilayahnya. Selain itu, jika sebuah keluarga Katolik tinggal di wilayah yang pangerannya memilih Protestanisme, Perjanjian Damai tersebut memungkinkan mereka untuk bebas pindah ke wilayah Katolik, dan sebaliknya.

Percepat sekitar 460 tahun menuju hari ini. Seorang ekonom muda bernama Jörg Spenkuch menemukan bahwa jika dia meletakkan peta modern Jerman di atas peta Jerman abad ke-16, dia bisa melihat bahwa jahitan perca agama itu tetap utuh. Wilayah Protestan lama sebagian besar tetap Protestan, sementara wilayah Katolik lama sebagian besar tetap Katolik (kecuali untuk bekas Jerman Timur, yang banyak dikuasai ateisme selama periode Komunis). Pilihan yang diambil para pangeran berabad-abad lalu masih tetap berpengaruh hingga kini.

(hlm. 77)

Orang-orang yang tinggal di wilayah Protestan mendapatkan lebih banyak uang daripada orang-orang di wilayah Katolik. Tidak lebih banyak—sekitar 1%—tetapi perbedaannya jelas. Jika pangeran di wilayah Anda berpihak pada Katolik, Anda kemungkinan lebih miskin pada hari ini daripada jika dia telah mengikuti Martin Luther.

Hanya satu faktor yang bisa: agama itu sendiri.

Dia mengidentifikasi tiga faktor:

  1. Orang-orang Protestan cenderung bekerja beberapa jam lebih lama per minggu daripada orang-orang Katolik.
  2. Orang-orang Protestan lebih mungkin menjadi pengusaha daripada orang-orang Katolik.
  3. Wanita Protestan lebih mungkin bekerja purnawaktu daripada wanita Katolik.

(hlm. 78)

Tampak bahwa Jörg Spenkuch menemukan bukti nyata dari etos kerja Protestan. Itu adalah teori yang diajukan pada awal 1900-an oleh sosiolog Jerman, Max Weber, yang berpendapat karena orang-orang Protestan menganut gagasan duniawi kerja keras sebagai bagian dari misi ilahi mereka.

BAB V Berpikir seperti Anak-anak

(hlm. 95)

Memang, memilah ide yang buruk dari yang bagus tidaklah mudah. (Salah satu trik yang berguna bagi kami adalah periode pengendapan. Ide hampir selalu tampak cemerlang saat dimunculkan. Jadi, jangan pernah kita bertindak berdasarkan ide baru itu setidaknya selama 24 jam. Luar biasa betapa buruknya beberapa ide setelah hanya satu hari.)

Berpikir seperti Orang Aneh berarti berpikir kecil, tidak besar. Mengapa? Untuk awalan, setiap masalah besar sudah dipikirkan tanpa henti oleh orang-orang yang jauh lebih pintar daripada kita.

(hlm. 96)

“Menjelaskan seluruh alam semesta adalah tugas yang terlalu sulit untuk manusia mana pun atau bahkan satu zaman kapan pun,” tulisnya. “Jauh lebih baik melakukan sedikit hal dengan pasti dan membiarkan sisanya untuk orang lain yang datang setelahnya daripada menjelaskan segalanya dengan dugaan tanpa memastikan apa pun.”

(hlm. 98)

Dari kira-kira 2.500 siswa kelas 4, 5, dan 6 yang membutuhkan kacamata, hanya 59 siswa yang memakainya.

Bagaimana jadinya siswa berkacamata baru tersebut? Setelah memakai kacamata selama setahun, nilai ujian mereka menunjukkan mereka telah belajar 25% sampai 50% lebih dari rekan-rekan mereka yang tidak diperbaiki. Berkat sepasang kacamata 15 dolar!

(hlm. 100)

Memulai dari ketidak tahuan sepenuhnya, kami mengajukan pertanyaan yang tidak akan pernah mau diajukan orang dalam.

(hlm. 101)

Seperti yang suka dikatakan Albert Einstein, segala sesuatu harus dibuat sesederhana mungkin, tetapi tidak lebih sederhana.

(hlm. 102)

Marshall memandang tubuh manusia lebih sebagai sebuah mesin—sebuah mesin yang menakjubkan, pastinya—yang beroperasi dengan prinsip-prinsip dasar teknik, kimia, dan fisika.

(hlm. 103)

Orang-orang yang terlibat tampaknya bersenang-senang sambil belajar.

(hlm. 104)

Ketimbang mengabaikan dorongan untuk bersenang-senang, mengapa tidak memanfaatkannya demi kebaikan yang lebih besar?

(hlm. 105)

Namun, bagaimana jika bagian menyenangkan dari bermain lotre entah bagaimana, bisa dimanfaatkan untuk membantu orang-orang menabung uang? Itulah gagasan di balik rekening tabungan berhadiah.

(hlm. 106)

Kebanyakan negara bagian melarang tabungan berhadiah karena itu sejenis lotre, dan hukum negara bagian biasanya membolehkan hanya satu entitas yang mengelola lotre: negara bagian itu sendiri. (Monopoli yang jitu, bila Anda memahaminya.)

(hlm. 110-111)

  1. Seorang pesulap selalu mengarahkan dan menunjukkan penontonnya untuk melihat apa yang si pesulap ingin mereka lihat.
  2. Orang dewasa memang lebih baik daripada anak-anak dalam “memperhatikan”, atau fokus pada satu tugas sekali waktu.
  3. Anak-anak tidak percaya dogma.
  4. Anak-anak sangat penasaran.
  5. Dalam cara-cara tertentu, anak-anak cukup tajam daripada orang dewasa.
  6. Anak-anak tidak memikirkan trik secara berlebihan.

BAB VI Seperti Memberi Permen Kepada Bayi

(hlm. 115)

Jika ada satu mantra yang digunakan Orang Aneh, mantra itu adalah: orang-orang merespons insentif.

(hlm. 117)

Mengapa kita menjadi begitu gemuk? Salah satu alasannya adalah bahwa makanan menjadi semakin murah dari waktu ke waktu.

Namun, makanan yang lain—terutama yang paling lezat, menggemukan, dan rendah nutrisi seperti kue, keripik kentang, dan soda—menjadi jauh lebih murah. Menurut sebuah perhitungan, satu makanan yang murni bernutrisi tinggi harganya bisa sepuluh kali lebih mahal daripada junk-food.

(hlm. 118)

“Tetapi jika dia terluka, mungkin saya harus membayar ratusan ribu yuan.”

Berapa lama Anda akan tetap masuk kerja jika atasan Anda tiba-tiba memotong gaji Anda hingga menjadi 1 dolar?

Namun, ada satu kekuatan tenaga kerja raksasa yang diminta melakukan tepat seperti itu. Di Amerika Serikat saja, jumlah mereka hampir 60 juta. Siapakah sekelompok besar orang bergaji sangat rendah ini?

Anak-anak sekolah.

(hlm. 119)

Jadi, apa yang akan terjadi jika Anda membayar seorang siswa 5.000 dolar untuk setiap nilai A? Karena belum ada pemberi dana kaya raya yang mengeluarkan uang semacam ini, kami tidak tahu pasti—tetapi dugaan kami adalah bahwa penghargaan di seluruh negeri akan membeludak dengan nama-nama baru.

Bila menyangkut insentif keuangan, ukuran itu penting.

(hlm. 120)

Insentif uang tunai, dengan segala keterbatasan dan kegunaannya, jelas tidak sempurna. Namun, inilah kabar baiknya: sering kali mungkin untuk menimbulkan perilaku yang Anda inginkan melalui sarana nonfinansial. Dan itu juga jauh lebih murah.

(hlm. 121)

Dalam ekonomi, ini dikenal sebagai pilihan yang dinyatakan dan pilihan yang diungkapkan, dan sering kali ada kesenjangan besar di antara keduanya.

(hlm. 123)

Pemenang dari keempatnya adalah “Bergabunglah Bersama Tetangga Anda”. Benar: insentif mentalitas kelompok tersebut mengalahkan insentif moral, sosial, dan keuangan. Apakah ini mengejutkan bagi Anda? Jika demikian, mungkin seharusnya tidak begitu.

Siapa yang punya waktu untuk memikirkan setiap keputusan dan semua fakta-fakta di baliknya?

(hlm. 127)

Rolex emas, Porsche jenis triple black, griya tawang.

Ketika seorang bayi perempuan di Amerika Serikat lahir dengan bibir sumbing, sering kali diperbaiki pada usia dini, dengan hanya meninggalkan bekas luka kecil. Namun, jika gadis yang sama itu lahir dari orangtua miskin di India, bibir sumbing yang tidak ditangani akan cenderung berkembang menjadi sekumpulan cacat bibir, gusi, dan gigi yang mengerikan.

(hlm. 129)

(Dia juga tahu cara membeli ruang iklan “sisa” di New York Times dengan harga murah.)

Mengapa orang-orang memberikan uang untuk lembaga amal?

(hlm. 130)

Begitu orang-orang diminta menyumbangkan uang, tekanan sosial begitu besar sehingga mereka dirisak agar memberi, walaupun mereka berharap mereka tidak pernah diminta lebih dulu.

(hlm. 131)

Daripada terlibat dalam sebuah hubungan jangka panjang, mungkin mereka akan setuju untuk sekali kencan dengan Smile Train asalkan Smile Train berjanji tidak akan pernah mengajak kencan mereka lagi.

(hlm. 132)

Satu-satunya kegagalan sekali-dan-selesai adalah namanya: kebanyakan donatur tidak memberikan sekali sumbangan saja dan mereka tidak terburu-buru memutuskan hubungan dengan Smile Train.

(hlm. 134)

Jadi, Anda jelas bisa mendapat kesulitan dengan mencampuradukkan kerangka-kerangka kerja Anda.

(hlm. 138)

Perwakilan layanan pelanggan didorong untuk berbicara dengan pelanggan selama mungkin (semuanya tanpa naskah, natural); mereka berwenang menyelesaikan masalah tanpa melibatkan seorang supervisor dan bahkan dapat “memecat” seorang pelanggan yang bikin masalah.

(hlm. 141)

Pabrik-pabrik di seluruh dunia, terutama di China dan India, mulai memproduksi tambahan HCFC-23 agar mereka bisa meraup uang tunai.

Artinya, PBB akhirnya membayar para pencemar lingkungan jutaan dolar untuk… menciptakan polusi tambahan.

(hlm. 142-143)

Insentif tersebut bekerja dengan baik—sangat baik, bahkan, sehingga memunculkan sebuah industri baru; peternakan kobra. Orang-orang India mulai mengembangbiakkan, membesarkan, dan menyembelih ular-ular untuk memanfaatkan hadiah tersebut. Akhirnya hadiah tersebut dibatalkan—lalu sesudah itu para petani kobra melakukan hal yang logis dan melepaskan ular-ular mereka, yang sama berbahaya dan tidak diinginkannya seperti HFC-23 pada hari ini.

“Cara terbaik untuk memperbanyak serigala di Amerika, kelinci di Australia, dan ular di India adalah dengan menawarkan hadiah untuk kulit kepala mereka. Kemudian setiap patriot akan memelihara mereka.”

Mengapa beberapa insentif, bahkan yang dibuat oleh orang-orang cerdas dan bermaksud baik, justru menjadi bumerang?

  1. Tidak ada individu atau pemerintah yang akan pernah sepandai semua orang di luar sana yang bersekongkol mengalahkan sebuah rencana insentif.
  2. Sangat mudah untuk membayangkan bagaimana Anda akan mengubah perilaku orang yang berpikir seperti Anda, tetapi orang-orang yang perilakunya Anda coba ubah sering kali tidak berpikir seperti Anda—dan, oleh karena itu, tidak merespons seperti yang mungkin Anda harapkan.
  3. Ada sebuah kecenderungan untuk menganggap bahwa cara orang-orang berperilaku hari ini adalah cara mereka akan selalu berperilaku.

BAB VII Apa Kesamaan Raja Sulaiman dan David Lee Roth?

(hlm. 148)

“Berikan anak yang hidup itu kepadanya,” katanya. “Dialah ibu anak itu.” Alkitab mengatakan kepada kita bahwa “semua orang Israel mendengarkan keputusan itu” dan mereka “melihat kebijaksanaan Tuhan ada dalam dirinya, untuk mewujudkan keadilan.”

Dia berpikir bahwa seorang perempuan yang cukup kejam untuk menyetujui rencananya memotong bayi itu cukup kejam pula untuk mencuri anak orang lain. Dan, selanjutnya, bahwa ibu yang sesungguhnya akan memilih menyerahkan anaknya daripada melihatnya meninggal.

(hlm. 150)

Namun, setiap kali band itu mampir di sebuah kota baru, bagaimana cara mereka memastikan promotor setempat telah membaca klausul tambahan itu dan mengikuti semua prosedur keselamatan yang ditentukan?

Itulah gunanya M&M’s tersebut. Ketika Roth tiba di panggung, dia akan segera pergi ke belakang panggung untuk memeriksa mangkuk M&M’s. Jika dia melihat ada warna cokelat, dia tahu si promotor belum membaca klausul tambahan tersebut dengan teliti—dan bahwa “kami harus melakukan pemeriksaan serius baris demi baris” untuk memastikan peralatan yang penting sudah dipersiapkan dengan baik.

(hlm. 152)

Kebutuhan untuk menyaring yang bersalah dari yang tak bersalah ketika tidak ada yang melangkah maju untuk mengakui kesalahan mereka.

Orang yang berbohong atau menipu sering kali akan merespons sebuah insentif dengan cara yang berbeda daripada orang yang jujur.

(hlm. 153)

  1. Sangat efektif.

(hlm. 157)

Jadi, keyakinan bahwa Tuhan akan campur tangan dalam pengadilan dengan siksaan mereka, Leeson menulis, “menciptakan sebuah keseimbangan terpisah di mana hanya terdakwa yang tidak bersalah yang bersedia menjalani siksaan”.

(hlm. 158)

Itu membawa kita pada puntiran paling aneh dalam kisah aneh ini: jika para pendeta abad pertengahan memang memanipulasi siksaan tersebut, itu mungkin membuat merekalah satu-satunya pihak yang berpikir bahwa Tuhan yang Mahatahu itu tidak ada—atau jika Dia ada, Dia cukup yakin kepada para pendeta utusannya dalam memandang campur tangan mereka sebagai bagian dari pencarian keadilan ilahi.

(hlm. 159)

“Jika kami membuat proses lamaran lebih lama,” kata mereka, “kami akan mendapatkan lebih sedikit pelamar.” Tentu saja, itulah maksud persisnya: Anda akan segera menyingkirkan para pelamar yang lebih mungkin tidak masuk tepat waktu atau berhenti setelah beberapa minggu bekerja.

(hlm. 160-161)

Perusahaan macam apa yang mau menawarkan 2.000 dolar kepada seorang karyawan baru untuk tidak bekerja?

Hsieh berpikir bahwa setiap pekerja yang akan mengambil 2.000 dolar yang mudah itu adalah jenis pekerja yang nantinya akan membebani Zappos lebih banyak lagi dalam jangka panjang. Menurut perkiraan satu industri, butuh rata-rata sekitar 4.000 dolar untuk mengganti satu karyawan, dan satu survei terbaru pada 2.500 perusahaan menemukan bahwa satu karyawan yang buruk bisa membebani lebih dari 25.000 dolar dalam produktivitas yang hilang, moral yang menurun, dan sejenisnya. Jadi, Zappos memutuskan untuk membayar 2.000 dolar di muka dan membiarkan karyawan yang buruk tersebut menyaingi diri sendiri sebelum mereka berakar. Saat buku ini dituliskan, kurang dari 1% karyawan baru di Zappos menerima “tawaran” tersebut.

(hlm. 162)

Para pekerja pertanian bersama melaporkan mereka pergi ke sana untuk bekerja dan kemudian, dengan menggeser salah satu mesin cuci besar, menuruni sebuah tangga ke pabrik di bawahnya. Dengan menggunakan peralatan yang dibeli di Polandia dan diselundupkan, institut tersebut mulai menghasilkan peluru 9 milimeter untuk mitraliur ringan Sten.

(hlm. 163)

Para anggota pertanian komunal itu dengan cerdik menyenangkan keegoisan picik orang-orang Inggris demi memuaskan kepentingan mereka sendiri yang jauh lebih luas.

(hlm. 165)

Itu jelas penipuan, yang berbagai variasinya telah dipraktikkan selama berabad-abad. Sebuah versi awal dikenal sebagai Tahanan Spanyol.

Itu mungkin membuat Anda penasaran: Jika penipuan Nigeria begitu terkenal, mengapa pula seorang penipu Nigeria mengakui dia berasal dari Nigeria?

Itulah pertanyaan yang diajukan Cormac Herley kepada dirinya sendiri.

(hlm. 169)

Dalam hal ini, sifat mudah tertipu adalah sifat yang tidak bisa diamati. Namun, Harvey menyadari, si penipu dapat mengundang orang-orang yang mudah tertipu untuk muncul dengan sendirinya. Bagaimana?

“Si penipu ingin menemukan orang yang belum mendengar tentang hal itu,” kata Harley. “Siapa saja yang tidak jatuh dari kursi mereka sambil tertawa adalah orang yang dia ingin ajak bicara.”

“… Mereka yang tertipu untuk sementara tetapi kemudian mengetahuinya, atau yang menolak pada rintangan terakhir, justru merupakan positif palsu mahal yang harus dihindari si penipu.”

(hlm. 171)

• Mereka cenderung menyetorkan deposit awal yang besar dan kemudian terus menarik uang dari waktu ke waktu, tanpa penambahan yang stabil. • Aktivitas perbankan mereka tidak mencerminkan biaya hidup normal, seperti biaya sewa, aneka keperluan, asuransi, dan sebagainya. • Beberapa dari mereka secara rutin mengirim atau menerima transfer dana asing, tetapi jumlahnya jelas jauh di bawah batas pelaporan.

(hlm. 172)

Misalnya: seorang calon teroris tidak mungkin menarik uang dari sebuah ATM pada Jumat siang, saat orang Muslim melaksanakan shalat.

Seorang teroris pemula hampir tidak pernah membeli asuransi jiwa dari banknya, meskipun dia punya istri dan anak. Mengapa tidak? Seperti yang kami jelaskan dalam buku tersebut, sebuah polis asuransi mungkin tidak akan membayar jika pemegangnya melakukan bom bunuh diri, jadi itu akan buang-buang uang saja.

BAB VIII Cara Membujuk Orang yang Tidak Mau Dibujuk

(hlm. 178)

“Secara keseluruhan, subjek yang paling melek ilmiah dan numerik malah lebih kecil kemungkinannya (bukannya lebih besar) memandang perubahan iklim sebagai ancaman serius daripada subjek yang paling tidak melek ilmiah dan numerik.”

(hlm. 179)

Namun, meyakini Anda benar tidak sama dengan Anda benar.

(hlm. 185)

Satu alasan adalah bahwa argumen lawan hampir pasti bernilai—Anda dapat belajar darinya dan Anda dapat gunakan untuk memperkuat argumen Anda sendiri.

Kita buta terhadap kebutaan kita sendiri.

(hlm. 187)

Atau mungkin, karena kematian akibat kecelakaan lalu lintas sudah begitu lazim—sebagian besarnya hampir tidak menjadi berita—sehingga, tidak seperti peristiwa-peristiwa langka dan heboh yang mengundang perhatian kita, kita tidak memikirkannya saja.

(hlm. 189)

Dengan menyebut “cerita”, maksud kami bukan “anekdot”. Anekdot adalah sebuah kilasan pendek, potongan satu dimensi dari gambaran besar. Hal itu kurang dalam skala, perspektif, dan data. (Seperti yang sering dikatakan para ilmuwan: Kumpulan anekdot bukanlah data.) Anekdot adalah sesuatu yang pernah terjadi pada Anda, atau pada paman Anda, atau pada akuntan paman Anda.

(hlm. 192)

Mengapa cerita-cerita sangat berharga?

Satu alasan adalah bahwa sebuah cerita memberikan kekuatan yang melampaui sesuatu yang jelas.

Cerita juga menarik bagi narsisme dalam diri kita semua. Saat sebuah cerita bergulir, dengan para tokohnya bergerak sepanjang waktu dan membuat keputusan-keputusan, kita pasti menempatkan diri dalam posisi mereka. Ya, aku pasti akan melakukan itu juga! Atau Tidak, tidak, aku tidak akan pernah membuat keputusan itu!

(hlm. 193)

Ensiklopedia Kegagalan Etika.

Apa yang dibuktikan oleh Ensiklopedia tersebut, setidaknya bagi Steve Epstein dan rekan-rekannya di Pentagon, adalah bahwa sebuah peraturan akan berkesan jauh lebih kuat begitu sebuah cerita yang menggambarkan peraturan tersebut bersarang dalam pikiran Anda.

Namun, kita semua bisa sepakat bahwa Alkitab berisi mungkin seperangkat aturan paling berpengaruh dalam sejarah manusia: Sepuluh Perintah Tuhan. Aturan itu menjadi landasan tidak hanya tradisi Yudeo-Kristen, tetapi juga banyak masyarakat pada umumnya.

(hlm. 195)

Jika kita kesulitan mengingat serangkaian aturan paling terkenal dari mungkin buku paling terkenal dalam sejarah, apa yang benar-benar kita ingat dari Alkitab?

Cerita-cerita. Kita ingat bahwa Hawa memberi makan Adam apel terlarang dan bahwa salah satu putra mereka, Qabil, membunuh putranya yang lain, Habil. Kita ingat bahwa Musa membelah Laut Merah untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan. Kita ingat bahwa Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan anaknya sendiri di atas sebuah gunung—dan kita bahkan ingat bahwa Raja Sulaiman menyelesaikan sebuah sengketa keibuan dengan mengancam untuk memotong bayi menjadi dua.

BAB IX Sisi Baik dari Berhenti

(hlm. 199)

Kedua, gagasan tentang biaya hangus.

(hlm. 200)

Kekuatan ketiga yang menjauhkan orang-orang dari berhenti adalah kecenderungan untuk fokus pada biaya yang konkret dan memberikan terlalu sedikit perhatian pada biaya kesempatan.

(hlm. 202)

“Dalam kedokteran, atau dalam sains, [jika] Anda menyusuri sebuah jalan dan ternyata buntu, Anda sebenarnya sudah memberikan sebuah kontribusi, karena kita tahu kita tidak harus menyusuri jalan itu lagi,”

(hlm. 203)

“Satu kekuatan benar-benar ingin menemukan pemenang. Kekuatan yang lain tidak ingin Anda menghabiskan banyak uang atau waktu pada sebuah ide yang tidak akan berhasil. Kuncinya adalah gagal dengan cepat dan gagal dengan murah. Itulah mantra yang berasal dari Silicon Valley. Saya lebih suka pernyataan ‘gagal dengan baik’, atau ‘gagal dengan pintar.’”

(hlm. 207)

Pada 28 Januari 1986, NASA berencana meluncurkan pesawat luar angkasa Challenger dari Pusat Antariksa Kennedy di Cape Canaveral, Florida. Peluncuran itu sudah ditunda beberapa kali. Misi tersebut telah mengundang perhatian publik yang besar, sebagian besar karena awak pesawatnya termasuk seorang warga sipil, seorang guru sekolah di New Hampshire bernama Christa McAuliffe.

(hlm. 208)

Adalah kerusakan cincin-O akibat cuaca dingin.

Apa yang membuat cerita ini luar biasa—dan bahkan lebih tragis—adalah bahwa orang-orang yang tahu telah memperkirakan penyebab pasti kegagalan.

(hlm. 209)

Anda mengumpulkan semua orang yang berhubungan dengan sebuah proyek dan membuat mereka membayangkan bahwa proyek itu diluncurkan dan gagal total. Nah, mereka masing-masing menuliskan alasan yang tepat untuk kegagalan tersebut.

Ini menunjukkan salah satu cara untuk membuat sebuah premortem bahkan lebih bermanfaat lagi: berikan anonimitas.

(hlm. 215)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kita semua adalah budak dari prasangka kita sendiri.

(hlm. 220)

Dia jadi tahu mana yang pantas dilepaskan, dan mana yang tidak.

 

Kembali ke daftar isi

The Armchair Economist

Steven Landsburg

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku “The Armchair Economist” karangan Steven Landsburg.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

Ekonom dari Kursi Nyaman Ekonomi dan Kehidupan Sehari-hari

Steven E. Landsburg

Kata Pengantar untuk Edisi Kedua

Logika itu penting. Logika membawa kita dari ide-ide sederhana menuju kesimpulan yang mengejutkan. Sebuah ide sederhana adalah bahwa orang merespons insentif. Sebuah kesimpulan yang mengejutkan adalah ketika pengemudi dilindungi oleh kantong udara, mereka mengemudi dengan lebih ceroboh dan mengalami lebih banyak kecelakaan.

Pendahuluan

Kami memikirkan model bukan karena model itu realistis, tetapi karena memikirkan model adalah latihan pemanasan yang baik untuk memikirkan dunia tempat kita hidup. Tujuannya selalu adalah untuk memahami dunia kita sendiri.

Catatan tentang Bab-bab

Saya percaya bahwa hukum-hukum ekonomi bersifat universal; mereka buta terhadap ras dan buta terhadap gender.

Apa yang Sebenarnya tentang Hidup Bab I: Kekuatan Insentif Bagaimana Sabuk Pengaman Membunuh

Saya cukup tua untuk mengingat akhir tahun 1970-an dan menunggu setengah jam untuk membeli satu tangki bensin dengan harga yang diatur oleh pemerintah federal. Hampir semua ekonom sepakat bahwa jika harga diizinkan naik bebas, orang akan membeli lebih sedikit bensin. Banyak non-ekonom percaya sebaliknya. Para ekonom benar: Ketika pengendalian harga dihapuskan, antrean pun hilang.

Mungkin setiap generasi harus belajar pelajaran ini lagi. Ketika harga gas melonjak pada musim panas 2008, para jurnalis memperkirakan bahwa orang Amerika yang kecanduan minyak bumi akan membayar harga berapa pun yang diperlukan untuk mempertahankan kebiasaan lama mereka. Para ekonom yakin bahwa konsumsi gas akan turun. Sekali lagi, para ekonom benar. Pada Agustus 2008, konsumsi gas turun sekitar 8,5 persen, yang (tidak kebetulan) hampir persis sesuai dengan perkiraan konsensus di antara para ekonom.

Kembali ketika sabuk pengaman (atau kantong udara atau rem anti-lock) pertama kali diperkenalkan, setiap ekonom dapat memprediksi salah satu konsekuensinya: Jumlah kecelakaan mobil meningkat. Itu karena ancaman kematian dalam kecelakaan adalah insentif kuat untuk mengemudi dengan hati-hati.

Seberapa besar efek yang dipertanyakan? Berapa banyak kecelakaan tambahan yang disebabkan oleh sabuk pengaman, kantong udara, dan peralatan keselamatan lainnya?

Orang pertama yang melakukannya adalah Sam Peltzman dari Universitas Chicago. Dia menemukan bahwa kedua efek tersebut kira-kira berukuran sama dan karenanya saling meniadakan. Ketika sabuk pengaman pertama kali diperkenalkan (bersama dengan dasbor berlapis dan kolom kemudi yang bisa runtuh), ada lebih banyak kecelakaan dan lebih sedikit kematian pengemudi per kecelakaan, tetapi jumlah total kematian pengemudi tetap tidak berubah.

Jika Anda merasa sulit untuk percaya bahwa orang kurang hati-hati saat mobil mereka lebih aman, pertimbangkan proposisi bahwa orang mengemudi lebih hati-hati saat mobil mereka lebih berbahaya. Ini, tentu saja, hanyalah cara lain untuk mengatakan hal yang sama, tetapi entah bagaimana orang lebih mudah mempercayainya.

Menurut ekonom Adam Pope dan Robert Tollison, perangkat HANS telah meningkatkan frekuensi kecelakaan sekitar 2 persen.

Pertanyaan yang tepat adalah seberapa besar risiko yang sepadan dengan kesenangan kecil tersebut. Sangat rasional untuk mengatakan, “Saya bersedia mengutak-atik iPod saya saat mengemudi jika itu menyebabkan peluang kematian satu dari sejuta, tetapi tidak jika itu menyebabkan peluang kematian satu dari seribu.” Itulah sebabnya lebih banyak orang mengutak-atik iPod mereka pada kecepatan 25 mil per jam daripada pada 70 mil per jam.

Apakah penemuan teknik kontrasepsi yang lebih baik akan mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan? Tidak selalu: Penemuan ini mengurangi “harga” hubungan seksual (kehamilan yang tidak diinginkan menjadi komponen dari harga tersebut) dan dengan demikian mendorong orang untuk lebih sering melakukannya. Persentase hubungan seksual yang menyebabkan kehamilan turun, jumlah hubungan seksual meningkat, dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan bisa turun atau naik.

Selama tahun 1960-an (dekade terakhir sebelum Mahkamah Agung AS menyatakan moratorium hukuman mati), setiap eksekusi mencegah sekitar delapan pembunuhan. Setelah hukuman mati diberlakukan kembali, penelitian selanjutnya menemukan angka yang sebanding untuk periode yang lebih baru.

Pertama, hasil Ehrlich menunjukkan bahwa setiap eksekusi mencegah delapan pembunuhan; itu tidak menunjukkan pembunuhan mana yang dicegah.

Insentif itu penting. Literatur ekonomi berisi puluhan ribu studi empiris yang memverifikasi proposisi ini, dan tidak ada satu pun yang berhasil membantahnya.

Bab 3: Teka-teki Rasional Mengapa Konser U2 Selalu Laris

Ekonomi dimulai dengan asumsi bahwa semua perilaku manusia itu rasional. Tentu saja, asumsi ini tidak selalu secara harfiah benar; kebanyakan dari kita dapat memikirkan pengecualian dalam keluarga kita sendiri.

Tetapi kebenaran literal dari asumsi tidak pernah menjadi prasyarat untuk penyelidikan ilmiah. Tanyakan pada seorang fisikawan berapa lama waktu yang dibutuhkan bola bowling untuk mendarat jika Anda menjatuhkannya dari atap rumah Anda. Dia akan dengan senang hati mengasumsikan bahwa rumah Anda terletak di dalam ruang hampa, lalu melanjutkan untuk menghitung jawabannya yang benar.

Asumsi diuji bukan dengan kebenaran literalnya tetapi dengan kualitas implikasinya. Berdasarkan standar ini, rasionalitas memiliki rekam jejak yang cukup baik. Rasionalitas menyiratkan bahwa orang merespons insentif, sebuah proposisi yang memiliki banyak bukti yang mendukungnya.

Ketika seorang selebriti mendukung sebuah produk, penjualan meningkat meskipun dukungan tersebut tampaknya tidak memberikan informasi tentang kualitas produk.

Jadi, para ekonom menghabiskan banyak waktu menantang satu sama lain untuk menemukan penjelasan rasional untuk perilaku yang tampaknya tidak rasional.

Aturan tidak tertulis menentukan bahwa sebuah teori harus datang dengan prediksi yang signifikan. Pada prinsipnya, prediksi tersebut dapat digunakan untuk menguji teori. Dalam hal ini, kami memprediksi harga tiket yang rendah dan jendela ketersediaan yang singkat untuk para penampil yang menjual banyak musik dan kaos; harga tinggi dan ketersediaan yang mudah untuk mereka yang tidak. Saya tidak tahu apakah prediksi ini terbukti, tetapi saya ingin tahu.

Menyewa seorang selebriti untuk mendukung produk Anda seperti memposting jaminan. Perusahaan melakukan investasi besar di awal dan mendapatkan pengembalian dalam jangka waktu yang lama. Sebuah perusahaan yang berharap untuk menghilang dalam setahun tidak akan melakukan investasi semacam itu. Ketika saya melihat dukungan selebriti, saya tahu bahwa perusahaan tersebut memiliki cukup keyakinan pada kualitas produknya untuk berharap dapat bertahan lama.

Teori ini juga menghasilkan prediksi yang dapat diuji: Dukungan selebriti akan lebih umum untuk barang-barang yang kualitasnya tidak segera terlihat.

Logika yang sama dapat menjelaskan mengapa bangunan bank cenderung memiliki lantai marmer dan kolom Yunani, terutama yang dibangun pada masa sebelum adanya asuransi simpanan federal. Bayangkan seorang penipu di daerah perbatasan yang berpindah dari kota ke kota mendirikan bank dan kabur dengan uang setelah beberapa bulan. Tidak seperti Perusahaan Wells Fargo, yang berencana untuk tetap berbisnis secara permanen, dia tidak mampu membangun bangunan megah di setiap tempat dia pergi. Semua hal dianggap setara, penduduk kota yang rasional memilih bank dengan bangunan yang lebih bagus—dan perusahaan Wells Fargo yang rasional berinvestasi dalam tampilan yang mencolok dari keabadiannya.

Ini menjelaskan mengapa bank memiliki arsitektur yang lebih mewah daripada toko kelontong. Jauh lebih penting untuk mengetahui bahwa bankir Anda akan ada di sana minggu depan daripada mengetahui bahwa penjual kelontong Anda akan ada.

Mengapa begitu banyak barang dijual dengan harga $2,99 dan sangat sedikit dengan harga $3,00?

Di sisi lain, ketika seorang pelanggan membeli barang seharga 99 sen dan menyerahkan uang dolar kepada petugas, petugas harus memberikan kembalian. Ini mengharuskannya membuka laci kas, yang tidak bisa dia lakukan tanpa mencatat penjualan. Harga 99 sen memaksa petugas untuk mencatat penjualan dan menjaga mereka tetap jujur.

Masih ada beberapa masalah. Petugas bisa memberikan kembalian dari kantong mereka sendiri atau mencatat nomor yang salah. Tetapi seorang pelanggan yang menunggu kembalian mungkin akan memperhatikan salah satu dari perilaku aneh ini dan memberi tahu pemiliknya.

Masalah nyata dengan penjelasan ini adalah bahwa penjelasan ini mengabaikan keberadaan pajak penjualan. Berikut adalah masalah lainnya: Harga 99 sen seharusnya kurang umum di toko-toko di mana pemiliknya bekerja di kasir.

Alih-alih bertanya “Lembaga sosial apa yang menyebabkan perilaku irasional seperti itu?” McCloskey bertanya, “Mengapa perilaku ini rasional?” Studi yang cermat membawanya pada kesimpulan bahwa perilaku ini rasional karena merupakan bentuk asuransi. Seorang petani dengan satu lahan besar mungkin akan benar-benar hancur jika terjadi banjir lokal. Dengan menyebarkan lahannya, petani tersebut mengorbankan sebagian pendapatan potensialnya sebagai jaminan bahwa dia tidak akan hancur oleh bencana lokal. Perilaku ini bahkan tidak aneh. Setiap pemilik rumah modern yang diasuransikan melakukan hal yang sama.

Di sisi lain, kritik yang sangat serius adalah ini: jika petani abad pertengahan menginginkan asuransi, mengapa mereka tidak membeli dan menjual polis asuransi, seperti yang kita lakukan hari ini? Perasaan saya adalah bahwa ini seperti bertanya mengapa mereka tidak menyimpan catatan bisnis mereka di komputer pribadi. Jawabannya sederhana: belum ada yang menemukan cara untuk melakukannya.

CHAPTER 3: TRUTH OR CONSEQUENCES Bagaimana Membagi Tagihan atau Memilih Film

Kecuali jika GE dapat mengamati karyawannya dengan sempurna, hanya ada satu mekanisme yang bisa mendapatkan insentif dengan tepat: Setiap karyawan menerima 100 persen dari keuntungan perusahaan sebagai gaji tahunan mereka. Jika keuntungan GE tahun ini adalah $1 miliar, maka semua orang—mulai dari ketua dewan hingga petugas kebersihan malam—mendapatkan persis $1 miliar. Sekarang setiap dolar yang Anda hemat untuk perusahaan adalah dolar di kantong Anda sendiri. Anda memiliki insentif yang tepat untuk mengambil setiap tindakan yang dapat dibenarkan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Yang Memisahkan Kita dari Hewan

Yang memisahkan kita dari binatang adalah kemampuan kita untuk bertanya mengapa hal-hal ada seperti apa adanya. Dalam ranah ekonomi, jawaban atas mengapa sering kali dimulai dengan pengamatan bahwa informasi didistribusikan secara asimetris.

BAB 4: PRINSIP INDIFFERENSI Siapa Peduli Jika Udara Bersih?

Itu karena, bertentangan dengan asumsi implisit dari Places Rated Almanac, orang yang berbeda peduli tentang hal-hal yang berbeda.

Sebut saja Prinsip Indifferensi: Kecuali Anda istimewa dalam beberapa hal, tidak ada yang bisa membuat Anda lebih bahagia daripada alternatif terbaik berikutnya.

Hanya pemilik sumber daya yang persediaannya tetap yang bisa menghindari konsekuensi dari Prinsip Indifferensi.

Prinsip Indifferensi menjamin bahwa semua keuntungan ekonomi jatuh ke tangan pemilik sumber daya yang tetap.

Undang-Undang Udara Bersih adalah sebuah undang-undang yang sangat rumit yang diberlakukan pada ekonomi yang sangat rumit, dan untuk melacak setiap efeknya secara rinci akan menjadi tugas yang sangat rumit. Tetapi seperti yang ditemukan Aesop beberapa waktu lalu, rincian kenyataan dapat menyamarkan kebenaran esensial yang paling baik diungkapkan melalui fiksi sederhana. Aesop menyebutnya fabel, dan para ekonom menyebutnya model. Izinkan saya berbagi satu.

Tuan tanah Grimyville menangkap semua manfaat dari undang-undang udara bersih karena tanah mereka adalah satu-satunya sumber daya tetap.

Tetapi jika ada jumlah tanah pertanian yang tetap, maka para petani paling tidak sebagian besar bebas dari Prinsip Indifferensi. Peternakan baru tidak bisa muncul untuk memanfaatkan subsidi pertanian. Oleh karena itu, para petani dapat memperoleh keuntungan dari perubahan kondisi ekonomi, dan mereka merasa perlu bekerja menuju perubahan yang mereka inginkan.

Pertama adalah Prinsip Indifferensi: Ketika satu kegiatan lebih menarik daripada yang lain, orang beralih ke kegiatan tersebut sampai kegiatan tersebut tidak lagi menarik (atau sampai semua orang telah beralih, jika hal itu terjadi lebih dulu). Kedua adalah akibatnya: Hanya sumber daya tetap yang menghasilkan keuntungan ekonomi.

Ketika sebuah sumber daya tetap tidak dimiliki oleh siapa pun, keuntungan ekonomi terbuang begitu saja. Jika tidak ada yang memiliki satu-satunya sumber manfaat, maka tidak ada manfaat.

Sebuah pilihan antara apa yang sudah Anda miliki dan alternatif yang sama menariknya bukanlah perbaikan atas apa yang sudah Anda miliki tanpa alternatif sama sekali.

Penduduk Springfield menghabiskan $10 juta untuk membangun akuarium mereka. Setiap sen dari $10 juta itu adalah pemborosan sosial murni. Jika kota itu menghabiskan $10 juta untuk membeli emas batangan dan membuangnya ke laut, penduduknya tidak akan lebih buruk daripada mereka sekarang.

BAB 5: PERMAINAN KOMPUTER KEHIDUPAN Belajar Tentang Apa Itu Kehidupan

Murid-murid akan belajar banyak dari permainan ini. Mereka akan belajar bahwa kesuksesan Anda dalam hidup diukur bukan dengan perbandingan dengan pencapaian orang lain, tetapi dengan kepuasan pribadi Anda sendiri. Mereka akan belajar bahwa dalam Permainan Kehidupan, bisa ada banyak pemenang, dan keberhasilan satu pemain tidak harus mengurangi keberhasilan pemain lainnya.

Bisnis ekspor adalah sisi negatif dari perdagangan internasional. Anda tidak menikmati mencuci pakaian kelas lain tetapi Anda menikmati makan brownies mereka.

Politisi di kedua belah pihak cenderung melewatkan poin ini. Ketika pemerintahan Bush melonggarkan pembatasan impor terhadap truk pickup Jepang, mantan presiden Bill Clinton mengeluh bahwa Amerika Serikat tidak mendapatkan apa-apa sebagai balasannya. Presiden Bush menjawab bahwa tindakannya telah membantu membuka pasar Jepang untuk barang-barang Amerika. Rupanya, keduanya gagal menyadari bahwa apa yang diperoleh orang Amerika ketika mereka membeli truk pickup Jepang adalah: truk pickup Jepang. Menjual adalah kebutuhan yang menyakitkan; membeli adalah apa yang membuat semuanya berharga.

Jika perjanjian perdagangan bebas menyebabkan orang Amerika bekerja lebih sedikit dan mengkonsumsi lebih banyak, maka orang Amerika menang.

BAB 6: MENGUKUR BENAR DARI SALAH Jebakan Demokrasi

Misalkan Jack dan Jill mengambil jumlah air yang sama dari sumur komunitas. Penghasilan Jack adalah $10.000, di mana dia dikenakan pajak sebesar 5 persen, atau $5.000, untuk mendukung sumur tersebut. Ke arah mana kebijakan pajak itu tidak adil?

Jika saya tidak bisa tahu apa yang adil di dunia dengan dua orang dan satu sumur, bagaimana saya bisa tahu apa yang adil di negara dengan 300 juta orang dan puluhan ribu layanan pemerintah?

Itulah sebabnya, jika saya bisa mengajukan satu pertanyaan kepada setiap kandidat presiden, mungkin akan ada sesuatu seperti ini: Mana yang lebih baik: Dunia di mana setiap orang menghasilkan $40.000 setahun, atau dunia di mana tiga perempat dari populasi menghasilkan $100.000 setahun sementara sisanya menghasilkan $25.000?

Salah satu aturan pertama dalam analisis kebijakan adalah bahwa Anda tidak pernah bisa membuktikan bahwa sebuah kebijakan diinginkan hanya dengan mencantumkan manfaatnya. (Juga, Anda tidak bisa membuktikan bahwa sebuah kebijakan tidak diinginkan hanya dengan mencantumkan biayanya). Jika Anda ingin membela sebuah kebijakan, tugas Anda bukanlah menunjukkan bahwa kebijakan itu memberikan manfaat, tetapi bahwa kebijakan itu memberikan manfaat lebih besar daripada kerugian.

Apa yang dimaksud dengan “lebih”?

Pada saat yang sama, pembayar pajak kelas menengah dan kaya akan melihat pajak mereka meningkat sebesar total $1,5 miliar. Apakah program ini memberikan lebih banyak manfaat daripada kerugian? Itu semua tergantung pada apa yang Anda maksud dengan “lebih”.

Kita bisa mempekerjakan ahli untuk memperkirakan biaya dan manfaat, tetapi ketika biaya diukur dalam apel dan manfaat diukur dalam jeruk, aritmatika saja tidak bisa menerangi jalan menuju kebenaran.

Untuk menarik perhatian pada satu sisi dari buku besar biaya-manfaat sambil mengabaikan sisi lainnya adalah tidak jujur. Jika seorang politisi ingin secara sah berargumen untuk menurunkan suku bunga, dia perlu menjelaskan bukan mengapa baik untuk membantu peminjam, tetapi mengapa baik untuk secara bersamaan membantu peminjam dan merugikan pemberi pinjaman.

Masalah dengan aturan mayoritas adalah bahwa aturan itu tidak memberikan panduan tentang apa yang harus dilakukan jika ada banyak opsi, yang tidak satu pun dari opsi tersebut mendapatkan suara mayoritas. Hanya sedikit yang ingin memilih kebijakan ekonomi nasional atas dasar bahwa kebijakan tersebut menerima 4 persen suara sementara 32 lawannya menerima 3 persen masing-masing.

Arrow mampu membuktikan—dengan kekuatan matematika murni yang tak terbantahkan—bahwa satu-satunya cara untuk memenuhi semua persyaratan adalah dengan memilih satu pemilih dan memberinya semua suara. Satu-satunya prosedur “demokratis” yang memenuhi persyaratan minimal untuk demokrasi adalah menunjuk seorang diktator.

Sering dikatakan bahwa sistem pemerintahan republik kita bekerja dengan baik dalam hal ini, karena minoritas yang bersemangat dapat mengorganisir untuk memberikan lebih banyak tekanan pada perwakilan mereka daripada yang bisa dilakukan oleh mayoritas yang lamban. Klaim ini terdengar masuk akal, tetapi suara yang masuk akal bukanlah bukti.

Jika kebahagiaan dapat diukur, maka mudah untuk menyusun menu filosofi moral sekuensialis (atau dalam jargon ekonomi, kriteria normatif). Salah satunya adalah: Mengejar kebaikan terbesar bagi orang yang paling tidak bahagia.

Kriteria normatif alternatif adalah memaksimalkan produk kebahagiaan manusia.

Menurut Rawls, masyarakat yang adil adalah masyarakat yang akan kita pilih untuk dilahirkan jika dipaksa memilih dari balik tabir ketidaktahuan.

Namun, Rawls sendiri melangkah lebih jauh. Dia percaya bahwa setelah menyetujui kebebasan-kebebasan dasar tertentu, kita akan memusatkan upaya kita untuk meningkatkan kesejahteraan orang yang paling tidak bahagia.

Jika Anda melihat survei ekonom, Anda mungkin akan menemukan preferensi yang jelas untuk kriteria normatif yang belum saya sebutkan. Kriteria ini dikenal dengan nama yang terdengar keras “efisiensi ekonomi” atau “analisis biaya-manfaat”. Saya pikir kriteria ini layak mendapatkan satu bab tersendiri.

BAB 7: MENGAPA PAJAK BURUK Logika Efisiensi

Kehilangan surplus konsumen yang mereka alami adalah apa yang disebut ekonom sebagai kerugian bobot mati karena datang tanpa ada manfaat timbal balik untuk siapa pun.

Satu-satunya jenis pajak yang sepenuhnya menghindari kerugian bobot mati adalah pajak kepala, di mana setiap orang membayar sejumlah yang ditentukan tanpa memperhatikan pendapatan, aset, pembelian, atau hal lain yang dapat dikendalikan oleh wajib pajak. Secara teori, ekonom menyukai pajak kepala; dalam praktiknya, kita menyadari bahwa mereka mewakili solusi yang cukup ekstrem terhadap masalah ketidakefisienan.

Ekonom membahas masalah-masalah ini dengan tetap fokus pada bagaimana kebijakan mempengaruhi individu. (Tentu saja, individu dipengaruhi oleh keuntungan industri otomotif dan defisit pemerintah, jadi kita mungkin masih harus mempertimbangkan hal-hal tersebut—tetapi hanya sebagai langkah antara). Untuk setiap individu dalam perekonomian, kita bertanya: Apakah orang ini mendapat untung atau rugi sebagai akibat dari tarif ini, dan seberapa besar?

Jika pemenang mendapatkan lebih banyak dari yang kalah, kita cenderung memandang kebijakan itu sebagai diinginkan. Jika yang kalah kehilangan lebih banyak dari yang dimenangkan oleh pemenang, kita menyebut selisihnya sebagai kerugian bobot mati, menyatakan kebijakan itu tidak efisien, dan menggunakan ukuran kerugian bobot mati sebagai ukuran ketidakmenarikannya.

Keputusan yang tidak efisien selalu berarti hilangnya kesempatan untuk membuat semua orang lebih bahagia.

Di bawah keputusan alternatif, para pengebor pro mendapatkan manfaat senilai $10 juta dengan harga murah $7,5 juta, sementara para penentang pengeboran mendapatkan $7,5 juta sebagai kompensasi atas kerugian senilai $5 juta.

Namun, saya dapat memahami apa artinya mentransfer satu dolar. Argumen untuk efisiensi hanya berlaku ketika definisi efisiensi disusun dalam istilah dolar.

Banyak ekonom merasa pertanyaan-pertanyaan ini mengganggu. Itulah salah satu alasan mengapa sebagian besar dari kita enggan untuk menerima efisiensi murni sebagai satu-satunya visi kita tentang kebaikan tertinggi. Namun, saya pikir adil untuk mengatakan bahwa sebagian besar ekonom secara umum sepakat bahwa efisiensi harus memainkan peran penting dalam merumuskan kebijakan sosial.

Gaji yang dibayarkan kepada tentara sukarelawan berasal dari kantong jeans dan jas bisnis pembayar pajak dan masuk ke kantong seragam militer. Gaji tersebut tidak hilang; mereka hanya ditransfer dari satu segmen masyarakat ke segmen lainnya.

Biaya mempertahankan tentara sama dengan nilai peluang yang hilang yang dihadapi oleh orang muda ketika mereka menjadi tentara.

Cara terbaik untuk melihat absurdnya tuduhan bahwa wajib militer lebih murah adalah dengan membayangkan mengenakan pajak kepada wanita muda itu sebesar $30.000 dan kemudian menawarkannya kembali kepadanya sebagai upah untuk bergabung dengan tentara.

Prinsip yang sama berlaku untuk kontroversi berulang lainnya: kenaikan gaji kongres. Kenaikan ini memiliki dua efek.

Pertama, redistribusi pendapatan dengan memperkaya anggota kongres yang sedang menjabat dengan biaya pembayar pajak dan kedua, menarik kelas kandidat yang lebih baik di masa depan. Pandangan umum non-ekonomis adalah bahwa efek pertama buruk dan yang kedua baik. Tetapi jika kita serius mempertimbangkan efisiensi, kita harus menyimpulkan bahwa efek pertama netral dan yang kedua mungkin buruk.

Inflasi itu mahal bagi mereka yang menerima pendapatan nominal tetap, tetapi menguntungkan—dan pada tingkat yang sama—bagi mereka yang membayar pendapatan nominal tetap tersebut.

Dalam hiperinflasi Hungaria yang terjadi setelah Perang Dunia II, harga-harga berlipat ganda sekitar 100 kali setiap bulan.

Dunia tidak menjadi lebih miskin karena tidak ada nilai yang hancur. Jadi, jika si pembakar uang kehilangan satu dolar, seseorang yang lain pasti menjadi satu dolar lebih kaya. Yang perlu kita lakukan adalah mencari tahu siapa orang tersebut.

Kunci dari misteri ini adalah pengamatan bahwa jumlah uang yang beredar menentukan tingkat harga umum. Ketika jumlah uang yang beredar meningkat, harga naik, dan ketika menurun, harga turun. Ketika selembar uang dolar berubah menjadi abu, jumlah uang yang beredar sedikit berkurang, dan harga di seluruh ekonomi turun. Jika hanya satu lembar uang dolar yang dibakar, harga hanya akan turun secara tak terduga, tetapi mereka tetap turun. Orang-orang yang memegang uang pada saat lembaran uang dolar dibakar adalah mereka yang diuntungkan dari peristiwa tersebut. Ketika harga-harga turun, uang di kantong mereka meningkat nilainya.

Bagaimanapun, kita tahu bahwa total nilai barang-barang nyata di dunia tidak berubah, dan kita juga tahu bahwa si pembakar kehilangan satu dolar; oleh karena itu, kita berhak menyimpulkan bahwa tepat satu dolar telah diperoleh di tempat lain.

Strategi alternatif untuk seorang altruist adalah mengubah asetnya menjadi uang tunai dan, bukannya memberikannya kepada Departemen Keuangan, membakarnya.

Dalam skenario pembakaran, bagian Anda dari keuntungan sebanding bukan dengan tagihan pajak Anda tetapi dengan jumlah uang tunai yang Anda kebetulan pegang pada saat pembakaran.

Jika saya mengucapkan selamat tinggal pada dolar tersebut, perhitungan biaya-manfaatnya seperti ini: Saya kehilangan satu dolar, dunia lainnya memperoleh satu dolar melalui penurunan harga, dan dunia secara keseluruhan tidak menjadi lebih kaya atau lebih miskin daripada sebelumnya. Konsekuensinya terhadap efisiensi ekonomi: tidak ada.

Misalkan pergi ke Boston dan kembali bernilai $300 bagi Anda. Biaya maskapai untuk menyediakan transportasi tersebut adalah $200. Tetapi karena memiliki kekuatan monopoli yang luar biasa, maskapai tersebut mengenakan biaya $1.000 untuk tiket. Haruskah Anda terbang?

BAB 8: MENGAPA HARGA BAGUS Smith versus Darwin

Topiknya adalah analogi antara evolusi Darwinian, yang memajukan spesies secara biologis dengan hanya memungkinkan yang terkuat untuk bertahan hidup, dan Tangan Tak Terlihat dari pasar, yang memajukan spesies kita secara ekonomi dengan mengeliminasi semua kecuali produsen yang paling efisien.

Dalam biologi, tidak ada yang setara dengan Tangan Tak Terlihat. Kelangsungan hidup yang paling kuat adalah hal yang berbeda sama sekali. Tidak ada dalam teori evolusi yang menjanjikan atau menghasilkan efisiensi spektakuler dari pasar yang kompetitif.

Bagaimana bisa hambatan semacam itu menjadi konsekuensi dari seleksi alam?

Yang luar biasa, para ahli biologi memiliki jawabannya. Burung jantan bersaing untuk mendapatkan betina, yang menginginkan pasangan yang mampu menghasilkan keturunan yang sehat. Dengan menumbuhkan ekor yang sedikit lebih panjang dari saingannya, burung jantan menunjukkan bahwa dia kuat, bahwa dia makan dengan baik, dan mungkin bahwa dia cukup atletis untuk bertahan hidup meskipun dibebani dengan beban yang tidak masuk akal. Ini adalah kualitas yang diinginkan oleh betina dalam anak-anaknya, sehingga dia mencari pasangan yang jelas-jelas memilikinya. Ekor panjang adalah keuntungan reproduksi, dan oleh karena itu diberi penghargaan oleh seleksi alam.

Yang luar biasa tentang proposal ini bukan hanya bahwa hal ini menguntungkan burung sebagai spesies; ini sebenarnya menguntungkan setiap burung individu.

Masuk ke perguruan tinggi tidak membuat mereka pintar; sebaliknya, menjadi pintar memungkinkan mereka bertahan di perguruan tinggi. Namun, jika pemberi kerja tidak memiliki cara lain untuk membedakan antara yang pintar dan yang tidak begitu pintar, maka mereka akan bersedia membayar gaji lebih tinggi kepada mereka yang memiliki pendidikan lebih tinggi.

Namun, mahasiswa perguruan tinggi, seperti burung cenderawasih jantan, terkenal sebagai penipu, dan kesepakatan itu rusak ketika masing-masing memutuskan untuk melanggar ketentuannya dan mendapatkan keuntungan atas rekan-rekannya. Hasilnya adalah pengembalian yang tidak efisien ke status quo.

Perilaku rasional bukanlah vaksin terhadap ketidakefisienan. Dalam setiap contoh kita, setiap individu bertindak secara rasional—burung jantan yang menumbuhkan ekornya panjang, mahasiswa yang memperpanjang masa kuliahnya, sapi yang makan sedikit lebih banyak dari yang dijanjikannya. Jika rasionalitas tidak dapat menyelamatkan kita, apa yang bisa?

Yang luar biasa—tidak bisa dipercaya—mujizat—ada jawabannya. Di bawah kondisi yang cukup umum, ketika barang-barang diproduksi dan dipertukarkan di pasar bebas yang kompetitif di mana orang memperdagangkan barang-barang dengan harga pasar, aktivitas ekonomi menghasilkan hasil yang efisien. Fakta inilah yang ada di benak para ekonom ketika mereka berbicara tentang Tangan Tak Terlihat.

Pada abad ke-18, Adam Smith menggambarkan aktor ekonomi yang “berniat hanya untuk keuntungannya sendiri” tetapi tetap “dipimpin oleh tangan tak terlihat untuk memajukan tujuan yang bukan bagian dari niatnya”, tujuan tersebut adalah kesejahteraan masyarakat, yang oleh para ekonom disebut efisiensi.

Rasionalitas individu, ditambah dengan persaingan dan harga, mengarah pada hasil yang efisien; yaitu, hasil di mana tidak ada lagi peluang yang dieksploitasi untuk meningkatkan kesejahteraan semua orang.

Pada tahun 1950-an, para ekonom Gerard Debreu dan Lionel McKenzie, bekerja secara terpisah, berhasil menerjemahkan Teorema tersebut ke dalam pernyataan matematika murni dan secara ketat membuktikan pernyataan tersebut.

Seiring dengan formulasi modernnya, Teorema Tangan Tak Terlihat telah memperoleh nama modern. Sekarang disebut Teorema Fundamental Pertama Ekonomi Kesejahteraan, dan dapat dinyatakan dengan ringkas: Pasar kompetitif mengalokasikan sumber daya secara efisien. Ada juga Teorema Fundamental Kedua Ekonomi Kesejahteraan, yang menangani fakta bahwa ada banyak cara berbeda untuk mengalokasikan sumber daya secara efisien.

Teorema Fundamental Kedua mengatakan ini: Tidak peduli alokasi efisien mana yang ingin Anda capai, Anda selalu bisa mencapainya dengan terlebih dahulu mendistribusikan ulang pendapatan dengan cara yang tepat, dan kemudian membiarkan pasar kompetitif berfungsi dengan bebas.

Tanpa harga, tidak ada alasan untuk mengharapkan hasil yang efisien.

Untuk menghasilkan gandum dengan biaya serendah mungkin, Anda harus memastikan bahwa biaya sekarung gandum tambahan sama di setiap peternakan.

Ini adalah rencana yang lebih baik: Umumkan harga gandum. (Lagipula, Anda adalah penguasa). Jika Anda mengumumkan harga $6, maka setiap petani akan menghasilkan setiap sekarung yang biaya produksinya kurang dari $6—dan akan memilih untuk tidak menghasilkan sekarung yang biaya produksinya lebih dari itu. Jika biaya sekarung ke-100 Miranda adalah $10 dan Nathan adalah $4, Anda tidak perlu memberi tahu Miranda untuk menghasilkan satu sekarung lebih sedikit dan Nathan untuk menghasilkan satu sekarung lebih banyak. Berkat motif keuntungan, mereka akan melakukannya sendiri.

Bahkan ketika kita mempertimbangkan ekonomi yang lengkap, dengan banyak barang dan banyak aktivitas, yang semuanya berinteraksi satu sama lain dengan cara yang rumit, keberadaan pasar kompetitif dan harga pasar adalah apa yang diperlukan untuk menjamin hasil yang efisien.

Namun, Teorema Tangan Tak Terlihat memberi tahu kita bahwa jika kita mencari sumber ketidakefisienan, kita harus mencari pasar yang hilang, bukan untuk pasar yang ada. Kita harus mencari barang yang tidak memiliki harga, yang sering berarti kita harus mencari barang yang tidak dimiliki.

Apa sumber utama ketidakefisienan ini? Beberapa mungkin mengatakan bahwa ini adalah konsekuensi dari terlalu banyak kapitalisme pasar dan pengejaran keuntungan yang tidak tercerahkan. Sebenarnya, ini adalah konsekuensi dari terlalu sedikit kapitalisme pasar: Tidak ada pasar untuk udara.

Pabrik harus membayar untuk hak mencemari, sementara penduduk harus membayar untuk hak bernapas bebas. Ini menciptakan insentif kuat bagi pabrik untuk berhenti mencemari. Bahkan jika udara itu milik pemilik pabrik, akan ada insentif kuat yang sama, karena dengan mencemari dia melepaskan kesempatan untuk menjual udara bersih kepada tetangga. Terlepas dari siapa yang memiliki udara—pemilik pabrik, beberapa tetangga, atau “penguasa udara” yang absen—pabrik kemungkinan besar akan berhenti mencemari. Faktanya, tidak sulit untuk menunjukkan bahwa pabrik akan terus mencemari hanya jika itu adalah hasil yang efisien.

Di mana pun ada ketidakefisienan, ada peluang bagus bahwa pasar yang hilang mengintai (atau, lebih tepatnya, gagal mengintai) di latar belakang.

Permintaan daging sapi jauh lebih besar daripada permintaan gading, tetapi sapi tidak terancam punah. Kunci dari perbedaannya adalah bahwa sapi dimiliki.

Demikian pula, perusahaan kertas memiliki setiap insentif untuk menanam kembali hutan yang mereka miliki, dan hutan-hutan ini tidak dalam bahaya menghilang. Para pecinta lingkungan yang peduli menganjurkan daur ulang kertas agar lebih sedikit pohon yang ditebang. Ironisnya, perusahaan-perusahaan merespons permintaan yang berkurang untuk pohon dengan mempertahankan hutan yang lebih kecil. Dunia di mana kertas didaur ulang adalah dunia dengan lebih sedikit pohon.

Jika ada cara untuk membebankan biaya kepada tetangga Anda karena menggunakan halaman Anda sebagai tempat sampah, masalahnya akan hilang.

BAB 9: OBAT DAN PERMEN, KERETA API DAN PERCIKAN API Ekonomi di Pengadilan

Konflik antara Sturges dan Bridgman pada akhirnya adalah konflik atas kendali sumber daya, sumber daya itu adalah udara di sekitar kantor Sturges, yang Sturges ingin gunakan sebagai suasana kontemplatif dan Bridgman ingin gunakan sebagai tempat pembuangan suara.

Pengadilan tidak dapat mengontrol profitabilitas dari salah satu usaha, dan oleh karena itu tidak dapat mengontrol bagaimana sumber daya itu digunakan.

Seperti dalam kasus Sturges v. Bridgman, Teorema Coase memberi tahu kita bahwa solusi apa pun yang diterapkan setelah putusan untuk kereta api juga akan diterapkan setelah putusan untuk petani, dan sebaliknya. Satu-satunya hal yang benar-benar dapat diputuskan oleh pengadilan adalah siapa yang membayar siapa.

Itu salah tepat di mana ia mengatakan bahwa “percikan api menciptakan kerusakan”. Faktanya, apa yang menciptakan kerusakan adalah kehadiran simultan percikan api dan tanaman di tempat yang sama. Dalam pandangan ini, tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa “percikan api menciptakan kerusakan” sama seperti mengatakan bahwa “tanaman menciptakan kerusakan”. Jika percikan api atau tanaman dihilangkan, masalahnya hilang.

Ketika keadaan mencegah negosiasi, hak-hak—aturan kewajiban, hak milik, dan sebagainya—menjadi penting. Selain itu, resep tradisional ekonom untuk efisiensi—membuat setiap individu sepenuhnya bertanggung jawab atas biaya yang ia timbulkan pada orang lain—tidak ada artinya.

Wawasan besar Pigou adalah bahwa segalanya cenderung berjalan buruk ketika orang dapat melarikan diri dari biaya perilaku mereka sendiri. Pabrik mencemari terlalu banyak karena orang selain pemilik pabrik harus menghirup udara yang tercemar. Kereta api menjalankan terlalu banyak kereta api yang merusak tanaman karena tanaman tersebut milik orang lain. Petani memelihara terlalu banyak kelinci yang tidak diberi pagar ketika mereka tidak peduli dengan petani selada di sebelahnya. Solusinya, katanya, adalah memastikan bahwa orang merasakan biaya dari tindakan mereka, melalui pajak, denda, atau aturan kewajiban. Lakukan kerusakan senilai satu dolar, dan Anda dikenakan biaya satu dolar.

Ada banyak cara bagi petani kelinci untuk menyelesaikan masalah ini: memasukkan kelinci ke dalam kandang, atau mengikir gigi mereka, atau memelihara jenis kelinci yang berbeda, atau beralih ke memelihara tokek. Ada juga banyak cara bagi petani selada untuk menyelesaikan masalah ini: pagar selada, atau menyemprotnya dengan racun kelinci. Jika petani kelinci kebal dari tuntutan hukum, dia tidak akan memiliki insentif untuk menerapkan solusinya. Tetapi jika petani selada secara rutin diberi ganti rugi atas selada yang hilang, maka dia tidak akan memiliki insentif untuk menerapkan solusinya.

Ribuan kapal udang tidak beroperasi sebagian karena BP mengebor minyak di Teluk, tetapi juga sebagian karena udang-udang itu memilih untuk beroperasi di dekat rig minyak. Kompensasi membuat BP merasakan konsekuensi dari tindakannya, tetapi hanya dengan mengorbankan melindungi para nelayan udang dari konsekuensi tindakan mereka.

Jadi, apa yang harus dilakukan pengadilan? Banyak tergantung pada apa yang ingin dicapai oleh para hakim. Jika tujuan mereka adalah sesuatu selain efisiensi ekonomi—jika perhatian utama mereka adalah keadilan, atau keadilan, atau ciptaan hukum yang abstrak—maka analisis ekonomi memiliki sedikit kontribusi.

Tetapi jika tujuan mereka adalah efisiensi ekonomi, maka ada banyak hal yang bisa dipelajari dari analisis Coase dan pengetahuan yang berkembang darinya. Hakim sering kali menyatakan minat eksplisit pada konsekuensi ekonomi dari tindakan mereka, dan para ekonom percaya bahwa pertimbangan semacam itu telah memainkan peran utama dalam evolusi hukum umum. Untuk saat ini, saya akan membayangkan seorang hakim yang berbagi kekhawatiran ini, dan bertanya nasihat apa yang dapat kami berikan kepadanya.

Jika pihak-pihak yang berlawanan dapat bernegosiasi dan menegakkan kontrak, keputusan Anda tidak masalah dan Anda tidak bisa salah.

Jangan mencoba memutuskan kasus dengan memutuskan siapa yang bersalah. Biaya kerusakan harus ditanggung oleh pihak yang bisa mencegah kerusakan dengan lebih murah, tidak harus oleh pihak yang akan disebut “pelaku” oleh akal sehat yang keliru.

Sering kali tidak mudah untuk menentukan siapa yang bisa mencegah kerusakan dengan lebih murah.

Cobalah untuk memudahkan pihak-pihak untuk bernegosiasi.

Penambang bisa bertindak lebih hati-hati saat berada di bawah tanah. Jika mereka bertanggung jawab atas biaya medis mereka sendiri, mereka memiliki insentif untuk berhati-hati.

Pemilik dapat menawarkan untuk menaikkan upah penambang sebagai imbalan atas perilaku hati-hati mereka. Tingkat perawatan yang dihasilkan persis sama seperti ketika para penambang sendiri yang bertanggung jawab.

Penambang bertindak berbeda—dan lebih ceroboh—ketika orang lain yang membayar tagihan medis mereka.

Namun, jika biaya tersebut jatuh pada pemilik, hanya setengah dari semua hal yang mungkin terjadi. Masih benar bahwa akan ada peralatan keselamatan jika peralatan keselamatan efisien.

Aturan kewajiban mana yang paling tidak mungkin mengganggu negosiasi tersebut? Kami mungkin tidak selalu tahu jawaban yang benar, tetapi menemukan pertanyaan yang tepat adalah kemajuan dalam suatu hal.

BAB 10: MEMILIH SISI DALAM PERANG NARKOBA Bagaimana The Atlantic Monthly Salah

Dia juga seorang pedagang komoditas yang sangat sukses, setelah pernah mengubah $1.600 menjadi $200 juta dalam kurun waktu 10 tahun.

Apa cara yang lebih baik untuk menguasai prinsip-prinsip analisis biaya-manfaat selain menganalisis satu studi yang melanggar semua prinsip tersebut?

Prinsip 1: Pendapatan pajak bukanlah manfaat bersih, dan pengurangan pendapatan pajak bukanlah biaya bersih.

Dari sudut pandang seluruh masyarakat—sudut pandang yang ditekankan oleh analisis biaya-manfaat—pendapatan pajak bukanlah keuntungan atau kerugian.

Tetapi jika tujuan Anda adalah untuk meningkatkan pajak, tidak perlu melegalkan narkoba; masih banyak aktivitas lain yang bisa dikenai pajak. Jika ada manfaat sosial dari legalisasi, manfaat itu harus terletak di tempat lain.

Prinsip 2: Biaya adalah biaya, tidak peduli siapa yang menanggungnya.

Tetapi dia lupa menambahkan biaya pemenjaraan yang ditanggung oleh para tahanan itu sendiri. Beberapa ratus ribu dari mereka kehilangan kesempatan untuk bekerja, merawat keluarga mereka, atau berjalan di pantai. Legalisasi akan mengembalikan kesempatan-kesempatan tersebut. Manfaat itu setidaknya sebesar yang diperkirakan Mr. Dennis bahwa lembaga penegak hukum bisa hemat.

Prinsip 3: Barang adalah barang, tidak peduli siapa yang memilikinya.

Tetapi barang curian tidak lenyap.

Pencurian memang memiliki biaya sosial. Salah satunya adalah nilai waktu dan energi pencuri, yang mungkin bisa digunakan untuk pekerjaan yang produktif. (Jika saya menghabiskan satu sore merencanakan untuk mencuri sepeda Anda, kita hanya memiliki satu sepeda di antara kita; jika saya menghabiskan sore yang sama membangun sepeda, kita memiliki dua). Tetapi biaya ini mungkin jauh lebih kecil daripada nilai barang yang dicuri.

Prinsip 4: Konsumsi sukarela adalah hal yang baik.

Tetapi konsumen yang dapat meningkatkan konsumsi mereka sebagai akibat dari harga yang lebih rendah memperoleh manfaat, bukan menanggung biaya.

Anda mendapatkan surplus konsumen pada hampir semua hal yang Anda beli; jumlah maksimum yang Anda siap bayar hampir selalu lebih besar daripada jumlah yang Anda bayar di pasar. Dalam ekonomi yang kompetitif dalam jangka panjang, semua manfaat yang diciptakan oleh pasar cenderung muncul dalam bentuk surplus konsumen. Dalam hampir semua analisis biaya-manfaat, surplus konsumen adalah salah satu sumber utama manfaat.

Oleh karena itu, legalisasi akan menciptakan manfaat bersih bagi pengguna kokain baru sebesar lebih dari $7 miliar per tahun. Bahkan perkiraan itu belum termasuk keuntungan bagi pengguna yang sudah ada yang akan meningkatkan konsumsi mereka sendiri.

Prinsip 5: Jangan menghitung dua kali.

Hanya Individu yang Penting

Semua Individu Sama Pentingnya

Jika Mr. Dennis ingat bahwa hanya individu yang penting, dia tidak akan membuat kesalahan dasar dengan menghitung pendapatan pemerintah sebagai hal yang baik. Pemerintah bukanlah individu, jadi pemerintah tidak dihitung. Pendapatan pemerintah yang didistribusikan kepada individu adalah hal yang baik, tetapi diimbangi dengan pengumpulan pajak dari individu, yang merupakan hal buruk dengan besaran yang sama.

Jika keuntungan General Electric meningkat sebesar $100 juta, para ekonom akan senang karena para pemilik General Electric $100 juta lebih kaya. Jika General Electric tutup sementara pemiliknya mendedikasikan diri untuk meditasi, mencapai keadaan kedamaian transenden yang mereka hargai secara kolektif sebesar $100 juta, para ekonom akan sama senangnya.

Apakah orang Amerika harus bekerja lebih keras dan berinvestasi lebih banyak untuk meningkatkan produksi industri? Jawaban ekonom adalah: Hanya jika itu membuat mereka lebih bahagia. Pertumbuhan memang menguntungkan individu, karena memungkinkan mereka untuk meningkatkan konsumsi di masa depan.

Jika Richard J. Dennis lebih peduli pada individu daripada entitas abstrak seperti ekonomi atau pemerintah, dia tidak akan membuat kesalahan dengan hanya menghitung pengeluaran pemerintah ketika datang ke biaya penegakan hukum.

Pada prinsipnya, jika kita membayangkan perubahan kebijakan (katakanlah, dari larangan narkoba menjadi toleransi narkoba), kita bisa membayangkan eksperimen berikut: Lining semua orang yang mendukung status quo dan bertanya kepada mereka, “Berapa banyak yang Anda bersedia bayar untuk mencegah kebijakan ini diubah?” Tambahkan tanggapan-tanggapan mereka, dan Anda telah mengukur total biaya perubahan kebijakan. Sekarang lining semua orang yang mendukung perubahan dan tanyakan kepada mereka, “Berapa banyak yang Anda bersedia bayar untuk melihat kebijakan ini diubah?” Jumlah tanggapan mereka adalah total manfaat.

Perubahan harga sering kali dihasilkan dari perubahan teknologi atau dalam lingkungan hukum, yang secara bersamaan dapat mempengaruhi biaya produksi atau tingkat konsumsi dengan cara yang bisa baik atau buruk. Tetapi perubahan harga itu sendiri bukanlah hal yang baik atau buruk.

Peminjam dan pemberi pinjaman sama-sama penting.

Jika Mr. Dennis ingat bahwa semua individu sama pentingnya, dia akan memperlakukan waktu penjara untuk pengedar sebagai biaya dan peningkatan konsumsi untuk pengguna yang bersedia sebagai manfaat.

Sebagai contoh, kita tahu berdasarkan alasan teoretis bahwa ketika hak properti didefinisikan dengan baik dan pasar kompetitif, harga pasar memaksimalkan kelebihan manfaat atas biaya.

Dalam kondisi seperti ini, kita bisa dengan percaya diri memprediksi bahwa pengendalian harga pasti buruk dibandingkan dengan hasil pasar, bahkan tanpa menghitung biaya atau manfaat secara eksplisit.

BAB 11: MITOS DEFISIT Mitos Tentang Apa yang Dimaksudkan oleh Angka-Angka Tersebut

Hasil dari menambahkan apel, pir, dan jeruk (dan kemudian mengurangkan pendapatan pajak untuk menghitung defisit) tidak memiliki signifikansi ekonomi, meskipun tampaknya menjadi totem yang kuat di masyarakat kita. Berikut adalah beberapa mitos yang mendasari penerimaan luas terhadap perhitungan yang tidak berarti ini.

Mitos 1: Bunga atas utang masa lalu adalah beban.

Dengan kata lain, bunga atas utang masa lalu membayar dirinya sendiri. Beban bunga itu diimbangi oleh anti-beban bunga yang Anda peroleh dari tabungan Anda, sehingga Anda secara keseluruhan tidak memiliki beban sama sekali.

Ironisnya, politisi sering menggambarkan bunga atas utang nasional sebagai komponen defisit yang paling memberatkan—sebaliknya, kebenaran adalah sebaliknya.

Mitos 2: Satu dolar yang dibelanjakan adalah satu dolar yang dibelanjakan.

Tidak ada bisnis swasta yang membuat kesalahan ini. Ketika General Electric menghabiskan satu dolar untuk memperbaiki pabrik atau membeli seni untuk lobi perusahaan, itu adalah biaya. Tetapi ketika General Electric mengirimkan uang kepada para pemegang sahamnya, itu bukan biaya—itu adalah dividen. Ketika pemerintah AS menghabiskan satu dolar untuk membangun tank atau mempekerjakan penjaga hutan, itu adalah biaya. Tetapi ketika pemerintah AS mengirimkan uang kepada penerima Jaminan Sosial, itu sangat mirip dengan dividen. Jika kita menghitung penerima Jaminan Sosial di antara “pembayar pajak”—dan mengapa tidak?—maka pembayaran tersebut tidak merugikan pembayar pajak satu sen pun. Itu hanya memindahkan uang dari satu pembayar pajak ke pembayar pajak lainnya.

Mitos 3: Inflasi tidak dihitung.

Mitos 4: Janji tidak dihitung.

Mitos Tentang Beban Utang

Mitos 5: Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk menghindari beban utang.

Mitos 6: Pendapatan pajak bagi pemerintah seperti pendapatan bagi rumah tangga.

Utang pemerintah adalah utang pembayar pajak. Jika kita melunasi utang melalui pajak yang lebih tinggi, kita sebagian besar akan membayar pajak tersebut dengan mengurangi tabungan kita.

Aset utama pemerintah—faktanya, hampir satu-satunya asetnya—adalah kemampuannya untuk memungut pajak dari orang, sekarang dan di masa depan. Pembayar pajak adalah ATM pemerintah. Melakukan penarikan hari ini, dan ada lebih sedikit yang tersedia besok.

Mitos 7: Kenaikan pajak setara dengan pemotongan pengeluaran.

Mitos 8: Utang kita akan membuat cucu-cucu kita lebih miskin. Satu-satunya cara untuk membuat cucu-cucu Anda lebih miskin adalah dengan menghabiskan warisan mereka.

Mitos 9: Mitos Crowding Out.

Jika pemerintah membeli satu juta ton baja, maka satu juta ton baja tidak tersedia bagi sektor swasta.

Mitos Tentang Suku Bunga

Mitos 10: Mitos Goliath. Menurut gagasan ini, negara ini dihuni oleh “David kecil” yang bersaing melawan “Goliath” pemerintah federal untuk mendapatkan pasokan uang yang terbatas.

Pemerintah meminjam satu dolar, menggunakannya untuk membeli klip kertas, dan dolar itu segera tersedia bagi David atau siapa pun untuk dipinjam lagi.

Mitos 11: Mitos Persaingan. Di sini kesalahan berlari seperti ini: “Jika pemerintah ingin meminjam lebih banyak, maka harus meyakinkan lebih banyak orang untuk meminjamkannya. Ini berarti harus menawarkan suku bunga yang lebih tinggi. Kemudian semua orang lainnya harus menawarkan suku bunga yang lebih tinggi untuk tetap kompetitif.”

Tidak ada batasan berapa banyak yang bisa Anda pinjam selama Anda secara bersamaan meminjamkan jumlah yang sama.

Satu-satunya cara untuk meningkatkan suku bunga adalah dengan membuat orang menghabiskan lebih banyak. Utang pemerintah menaruh lebih banyak uang di kantong orang, yang mungkin benar-benar membuat mereka menghabiskan lebih banyak.

BAB 12: TIDAK MASUK AKAL DAN PENUH AMARAH Kebijaksanaan Palsu dari Media

Kesalahan di sini adalah mengacaukan tujuan yang dinyatakan undang-undang dengan efek yang mungkin terjadi. Jika Anda membuat pekerja kurang berharga bagi majikan mereka, maka majikan akan mempekerjakan lebih sedikit pekerja. Kemudian, ketika para pekerja bersaing untuk mendapatkan jumlah pekerjaan yang lebih sedikit, upah cenderung turun.

Tetapi pengawasan ketat tidak hanya memungkinkan majikan untuk mengamati produktivitas rendah; itu juga memungkinkan dia untuk mengamati produktivitas tinggi—dan memberikan penghargaan atasnya.

Tetapi pintu terbuka juga berarti lebih banyak pencurian, yang membuat pekerja kurang berharga dan menyebabkan upah turun. Itu adalah hal yang buruk. Pertanyaan menarik adalah: Bagaimana perasaan seorang pekerja garmen yang terinformasi dengan baik pada tahun 1911 tentang trade-off tersebut?

Kedua, dalam pasar tenaga kerja yang kompetitif, kekuatan permintaan dan penawaran memastikan bahwa pekerja dibayar sesuai dengan produk marjinal mereka.

Mengurai semua ini akan menjadi proyek besar bagi seorang sejarawan ekonomi; mungkin ini topik yang bagus untuk tesis PhD. Saya tentu tidak mengharapkan sebuah artikel surat kabar setara dengan tesis PhD, tetapi akan lebih baik jika penulis setidaknya mengakui bahwa masalah-masalah ini ada daripada langsung mengambil kesimpulan naif bahwa undang-undang keselamatan tempat kerja—bahkan di lingkungan yang sangat tidak aman di Lower East Side pada awal abad ke-20—selalu, secara keseluruhan, menjadi berkah bagi para pekerja.

Sayangnya, akan sangat sulit untuk mencantumkan semua biaya terkait memakan tomat New York atau California. Untungnya, itu tidak diperlukan. Ada satu angka yang dapat diamati dengan mudah yang mencerminkan semua pertukaran tersebut. Angka itu disebut harga tomat.

Pasar tidak sempurna, sehingga harga tomat tidak, dengan akurasi 100 persen, mencerminkan biaya sosial untuk memperoleh tomat tersebut. Tetapi dalam kebanyakan keadaan, itu cukup mendekati, dan dalam hampir semua keadaan, itu jauh lebih dekat daripada jenis akuntansi yang canggung yang mungkin Anda temukan di New York Times.

Kebahagiaan yang dilaporkan sendiri telah datar selama 50 tahun meskipun pendapatan meningkat. Kebahagiaan yang dilaporkan sendiri juga telah datar selama 50 tahun meskipun ada peningkatan dramatis dalam waktu luang dan kualitas lingkungan. (Sejak tahun 1965, rata-rata orang Amerika telah mendapatkan sekitar enam jam waktu luang tambahan per minggu, setara dengan tujuh minggu liburan per tahun).

Akan sangat mengecewakan untuk mengetahui bahwa tidak ada satu pun dari kemajuan selama 50 tahun terakhir—peningkatan harapan hidup hampir 10 tahun, penurunan kematian bayi hampir 75 persen, tambahan enam minggu waktu luang setiap tahun, peningkatan kualitas udara dan air, akses instan ke informasi dan hiburan, kemudahan komunikasi—tidak melakukan apa pun untuk membuat orang Amerika lebih bahagia.

Masalah dengan survei semacam itu adalah bahwa ketika orang ditanya “Seberapa bahagia Anda?”, pertanyaan yang sebenarnya mereka jawab cenderung seperti “Apakah Anda lebih bahagia dari biasanya?” atau “Apakah Anda lebih bahagia daripada teman-teman Anda?” Terlepas dari tingkat kebahagiaan umum, sekitar separuh dari kita akan selalu menjawab “tidak”.

Rata-rata pria Amerika sekitar dua inci lebih tinggi daripada pria 100 tahun yang lalu, tetapi Anda mungkin tidak akan mengetahui hal itu dari sebuah survei yang menanyakan kepada orang-orang “Apakah Anda tinggi?” Itu karena pria dengan tinggi 5’9″ mungkin akan menjawab “ya” 100 tahun yang lalu dan “tidak” hari ini. Demikian pula, orang mungkin jauh lebih bahagia hari ini daripada 100 tahun yang lalu, tetapi Anda mungkin tidak akan mengetahuinya dari survei yang menanyakan “Apakah Anda bahagia?” atau “Seberapa bahagia Anda?”

Orang Nigeria, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar $1.400, menilai diri mereka sama bahagianya dengan orang Jepang, yang 25 kali lebih kaya.

Mungkin orang Nigeria yang miskin, dengan pendapatan $1.400, harapan hidup 48 tahun, dan tingkat kematian bayi yang hampir menjadi juara dunia, mengatakan bahwa mereka bahagia karena mereka tidak pernah melihat seberapa bahagianya mungkin.

Pelajaran kuncinya adalah bahwa jika Anda ingin melacak beban pajak, Anda harus mengikuti barang-barang, bukan uangnya.

Pertama-tama, General Electric adalah entitas abstrak, jadi dalam pengertian itu ia tidak bisa membayar pajak. Ia hanya bisa bertindak sebagai perantara dalam pengumpulannya. Semua pajak pada akhirnya berasal dari kantong orang-orang yang nyata dan hidup.

Saya kira Senator Sanders mengutip jumlah total $26 miliar (bukan mengatakan sesuatu seperti “200 dolar per orang”) untuk menciptakan kesan bahwa pemegang saham GE sangat kaya. Tetapi seseorang juga bisa menunjukkan bahwa selama periode lima tahun yang sama, petugas kebersihan Amerika secara kolektif menghasilkan lebih dari $250 miliar, sebagian besar dari itu tidak dikenakan pajak penghasilan federal (karena sebagian besar petugas kebersihan berada di golongan pajak nol). Alasan jumlah itu sangat besar bukanlah karena petugas kebersihan kaya; tetapi karena ada banyak petugas kebersihan.

Namun lebih menariknya, hampir setiap sen dari pendapatan itu telah dikenai pajak di muka, bahkan sebelum pendapatan itu diperoleh. Izinkan saya menjelaskan.

Seperti yang Anda lihat, pembayaran pajak satu kali di muka telah memotong aliran dividen Anda menjadi setengah selamanya. Dalam pengertian itu, pembayaran pajak satu kali di muka setara dengan pajak 50 persen atas dividen.

Jadi, dengan mengenakan pajak setengah dari gaji Anda, pemerintah juga, dalam arti, telah mengenakan pajak setengah dari dividen (dan/atau keuntungan modal) Anda. Jika dividen yang tersisa juga dikenakan pajak (seperti yang memang terjadi), maka mereka dikenakan pajak dua kali. Keluhan Senator Sanders adalah bahwa mereka tidak dikenakan pajak untuk ketiga kalinya.

Teori ekonomi memang memberi tahu kita bahwa kita umumnya mendapatkan hasil yang lebih baik ketika semuanya dikenakan pajak pada tingkat yang sama. Jika apel dikenakan pajak sebesar 10 persen dan jeruk sebesar 30 persen, beberapa pecinta jeruk akan beralih ke makan apel hanya untuk menghemat beberapa dolar. Lebih baik untuk mengenakan pajak keduanya sebesar 20 persen dan mendorong orang untuk makan buah yang mereka sukai.

Dengan kata lain, mengenakan pajak atas upah Alice sama seperti mengenakan pajak atas pembelian apel saat ini dan masa depan—dan mengenakan pajak keduanya pada tingkat yang sama.

Lalu datanglah Michael Kinsley yang mengeluhkan bahwa Alice tidak membayar pajak atas penghasilan bunganya. Oleh karena itu, kita memodifikasi kode pajak untuk memasukkan pajak 50 persen atas bunga.

Detail argumen ini dikerjakan pada tahun 1980-an oleh Christophe Chamley (saat itu di Harvard) dan Ken Judd (di Stanford); hasil Chamley-Judd sekarang dianggap sebagai pilar utama teori keuangan publik.

Jadi, satu dolar yang dibayar untuk pelayanan utang berarti satu dolar tambahan di kantong orang Amerika. Hal itu sama benarnya apakah pemerintah mengirimkan pembayaran bunganya kepada Amerika, ke China, atau ke Mars.

Untuk setiap dolar yang kita hindari mengirimkan ke luar negeri, ada seorang Amerika yang mendapatkan satu dolar lebih sedikit.

BAB 13: BAGAIMANA STATISTIK BERBOHONG Pengangguran Bisa Baik Untuk Anda

Indeks Harga Konsumen (CPI), ukuran inflasi yang paling umum dilaporkan, mencatat perubahan harga bukan untuk campuran barang yang dibeli orang hari ini tetapi untuk campuran barang yang mereka beli dulu. Oleh karena itu, ia memberikan banyak bobot pada barang-barang yang sebelumnya murah—barang-barang yang paling mungkin mengalami kenaikan harga. Hal ini membuat perubahan yang dilaporkan terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya terjadi.

Mungkin terdengar seperti kritik terhadap Biro Statistik Tenaga Kerja, yang menyusun CPI, tetapi sebenarnya tidak. Dalam dunia di mana banyak harga berfluktuasi secara independen, tidak ada cara untuk membuat satu indeks yang bermakna yang tidak bias dalam satu cara atau lainnya.

Tentu saja, pengangguran bisa disertai dengan hal-hal buruk, seperti hilangnya pendapatan, dan inilah yang ada di benak para reporter ketika mereka menyarankan bahwa pengangguran itu buruk.

Kita semua jauh kurang bekerja dibandingkan dengan leluhur kita 100 tahun yang lalu, yang bekerja di pabrik keringat selama 80 jam seminggu.

Kami di abad ke-21 bekerja lebih sedikit daripada kakek-nenek kami karena kami lebih kaya daripada mereka.

Ketika Peter memilih untuk bekerja 80 jam seminggu dan menjadi kaya sementara Paul memilih untuk bekerja 3 jam seminggu dan merasa nyaman dalam cara lain, siapa yang dapat mengatakan pilihan mana yang lebih bijak? Saya tidak menemukan apa pun dalam ekonomi, moralitas, atau bahkan insting pribadi saya yang mengatakan bahwa kita harus lebih setuju dengan salah satu daripada yang lain. Pengangguran, atau tingkat kerja yang rendah, bisa menjadi pilihan sukarela dan pilihan yang baik.

Membangun sebuah rumah bukanlah hal yang baik. Memiliki sebuah rumah adalah hal yang baik.

Dokter Anda mengukur ukuran kerumunan sepanjang hari. Anda mengukurnya hanya ketika Anda seorang pasien. Dan kapan Anda menjadi pasien? Mungkin pada saat yang paling ramai. Bagaimana saya tahu? Karena kebanyakan orang berada di sana pada saat-saat paling ramai—itulah yang membuat mereka ramai. Jika dokter memberi tahu saya bahwa ada 3 orang di ruang tunggu pagi ini dan 25 di sore hari, dan jika saya harus menebak kapan Anda berada di sana, saya akan mengatakan bahwa kemungkinannya 25 banding 3 bahwa Anda berada di sore hari.

Yang pertama, dan yang paling sederhana, adalah bahwa statistik pendapatan tidak memperhitungkan segala sesuatu yang kita hargai.

Sejak tahun 1965, antara minggu kerja yang lebih pendek dan liburan yang lebih panjang, rata-rata orang Amerika memperoleh 300 jam waktu luang tambahan per tahun—tetapi orang Amerika yang paling miskin telah memperoleh dua kali lipat jumlah itu. Sementara itu, kualitas waktu luang tersebut telah meningkat pesat sejak masa ketika pilihan hiburan di rumah Anda terbatas pada tiga saluran TV hitam-putih yang ditampilkan di layar sembilan inci.

Kedua, tarif pajak penghasilan dipotong secara dramatis pada tahun 1980-an dan lagi pada tahun 2000-an di bawah pemerintahan Reagan dan Bush. Pemotongan pajak tersebut memiliki dampak nyata yang penting, tetapi mereka juga memiliki dampak ilusi yang penting. Ketika tarif pajak turun, orang-orang lebih sedikit berusaha untuk menyembunyikan pendapatan mereka. Karena alasan itu saja, pendapatan yang dilaporkan naik, terutama di tingkat yang lebih tinggi. Orang-orang miskin cenderung lebih sedikit menyembunyikan pendapatan mereka dalam hal apa pun, baik karena mereka berada di kelompok pajak yang rendah maupun karena pendapatan mereka sebagian besar berasal dari sumber yang sangat terlihat seperti gaji.

Orang kaya, sebaliknya, memiliki lebih banyak motif dan kesempatan untuk bertindak licik. Tetapi mereka menjadi kurang licik ketika Anda menurunkan tarif pajak mereka, sehingga setiap pemotongan pajak cenderung menciptakan penampilan yang dilebih-lebihkan dari kesenjangan pendapatan yang semakin besar.

Ketiga, perpecahan keluarga menciptakan ilusi statistik penurunan pendapatan.

Hal ini sangat penting. Misalnya, antara tahun 1996 dan 2005, menurut data sensus AS, pendapatan rumah tangga rata-rata (setelah disesuaikan dengan inflasi) hanya naik 5,3 persen. Tetapi jika Anda memperbaiki ukuran rumah tangga yang berubah, kenaikannya jauh lebih substansial, yaitu 24,4 persen.

Keempat, dan menurut saya paling menarik, peningkatan kesenjangan pendapatan tahunan tidak harus dihubungkan dengan peningkatan kesenjangan pendapatan seumur hidup. Ini karena orang cenderung bergerak banyak dalam distribusi pendapatan.

Hal ini mencakup nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian, tetapi tidak mencakup nilai waktu yang dihabiskan untuk bersantai di pantai.

Banyak barang dan jasa yang diproduksi dalam rumah tangga. Apakah Anda mencuci piring sendiri atau membayar pelayan untuk mencucinya, manfaat bersihnya adalah lemari penuh piring bersih.

Di masa yang kurang bebas, contoh standar dalam buku teks untuk mengilustrasikan poin ini adalah contoh pria yang menikahi pembantunya. Sebagai pembantu rumah tangga, dia menghasilkan $25.000 setahun dengan menggosok lantai, mencuci piring, dan mencuci pakaian. Ketika dia menjadi istri, dia menghasilkan $0 setahun melakukan hal yang persis sama. Meskipun tidak ada yang berubah, PDB tampaknya turun sebesar $25.000.

Sayangnya, kebahagiaan bahkan lebih sulit diukur daripada barang dan jasa (lihat pembahasan di halaman 152-154).

Dikatakan bahwa angka-angka tidak berbohong, tetapi para pembohong yang menggunakan angka.

BAB 14: VICE KEBIJAKAN Apakah Kita Membutuhkan Lebih Banyak Orang Buta Huruf?

Hasrat terbesar para ekonom bukanlah untuk mengubah dunia tetapi untuk memahaminya.

Cara berpikir ekonomi menekankan pentingnya insentif, keuntungan dari perdagangan, dan kekuatan hak milik yang dapat ditegakkan sebagai kekuatan untuk kebaikan. Ia mencakup keyakinan bahwa pasar yang sempurna umumnya menghasilkan hasil yang diinginkan dan naluri untuk membuat hasil menjadi lebih diinginkan dengan membuat pasar lebih hampir sempurna.

Jika kita peduli tentang kesiapan pertahanan kita, masalahnya bukan berasal dari terlalu sedikit campur tangan dengan pasar (dalam bentuk subsidi) tetapi dari terlalu banyak campur tangan (dalam bentuk kontrol). Resep terbaik untuk kesiapan militer mungkin adalah amandemen konstitusi yang menjamin kebebasan dari pengendalian harga.

Berikut adalah satu kemungkinan alasan: Ada keuntungan dari memiliki setiap jenis produksi terkonsentrasi di satu tempat; tidak masalah mana yang dilakukan di mana; dan beberapa kecelakaan sejarah telah menempatkan pabrik-pabrik berkualitas lebih rendah di Amerika Serikat. Berikut adalah alasan lainnya: Orang Amerika merancang mobil berkualitas rendah karena pikiran terbaik Amerika digunakan lebih produktif di tempat lain; mobil Amerika lebih buruk karena rekayasa biologi Amerika lebih baik. Berikut adalah alasan ketiga: Pekerja otomotif Detroit, yang lebih kaya daripada rekan-rekan mereka di luar negeri, sangat masuk akal untuk tidak berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan upah tertentu. Tidak biasa atau tidak terhormat untuk menyesuaikan prioritas Anda untuk mencerminkan kelompok pendapatan Anda.

Para ekonom peka terhadap efek insentif.

Ketika Undang-Undang Hak Sipil baru memberlakukan biaya pada bisnis dengan 25 atau lebih karyawan, kami mengharapkan untuk melihat banyak bisnis mengontrak hingga 24 karyawan.

Mengapa saya diizinkan untuk menerapkan kriteria rasial saat saya memilih pasangan hidup tetapi tidak saat saya memilih asisten pribadi?

Para ekonom peka terhadap kekuatan hak milik. Ketika gajah Afrika hampir diburu hingga punah, sekelompok ekonom (di antara yang lainnya) merancang program CAMPFIRE, di mana penduduk desa diberi hak milik atas kawanan hewan, dan karenanya insentif untuk melindunginya. Sepuluh tahun setelah program ini diberlakukan, populasi gajah telah berlipat ganda.

Penonton film menginginkan dua hal dalam sebuah akhir cerita: mereka ingin ceritanya bahagia dan mereka ingin itu tidak bisa diprediksi.

Mungkin ini berarti pemerintah harus mensubsidi film dengan akhir yang menyedihkan.

BAB 15: BEBERAPA USUL SEDERHANA Akhir dari Bipartisanship

Itulah yang saya yakini sebagai fungsi dasar kita: mengembangkan alternatif untuk kebijakan yang ada, menjaga mereka tetap hidup dan tersedia sampai yang tidak mungkin secara politis menjadi yang tidak terhindarkan secara politis.

Pengalaman kita dengan pasar kompetitif memberi tahu kita bahwa tidak ada akhir dari perang penawaran ini sampai semua keuntungan berlebih hilang.

Mengapa kita membiarkan pemimpin mayoritas dan minoritas di Kongres untuk merumuskan kompromi terkait kebijakan pajak?

Adam Smith mengamati bahwa “orang-orang dengan perdagangan yang sama jarang bertemu bersama, bahkan untuk hiburan dan rekreasi, tetapi percakapan selalu berakhir dengan konspirasi melawan publik, atau dalam suatu peraturan untuk menaikkan harga.”

Ketika orang-orang menjadi kaya di dalam struktur politik, saya enggan untuk menduga bahwa itu karena mereka memiliki bakat luar biasa untuk memberikan pemerintahan yang baik. Ekonomi menyediakan penjelasan alternatif: ketiadaan undang-undang antitrust politik.

Seorang kandidat yang janji tidak kena pajaknya disambut dengan skeptisisme tidak mendapatkan suara; seorang kandidat yang menerima tanggung jawab pribadi atas janji tidak kena pajaknya mendapatkan kredibilitas yang berharga.

Konstitusi memandang rendah proses semacam itu. Anda memiliki hak fundamental untuk mengetahui konsekuensi dari tindakan Anda pada saat Anda melakukannya. Oleh karena itu, Pasal I memberi Anda kekebalan mutlak dari proses ex post facto semacam ini. Pengadilan mana pun akan langsung menolak kasus jaksa penuntut.

Salah satu argumennya adalah Anda membeli aset dengan kesadaran penuh bahwa undang-undang pajak kadang-kadang berubah. Di sisi lain, Anda mengunduh gambar tersebut dengan kesadaran penuh bahwa undang-undang pidana kadang-kadang berubah. Jadi, saya tidak yakin ada perbedaan yang berarti di sini.

Namun, ketika konstitusi diinterpretasikan oleh pengadilan sebagai melindungi hak-hak individu, hak-hak tersebut harus dihormati, dan perubahan aturan tidak boleh diterapkan secara retroaktif untuk menghindari ketidakadilan terhadap individu yang telah bertindak sesuai aturan yang berlaku pada saat tindakan tersebut dilakukan.

BAB 16: MENGAPA POPCORN LEBIH MAHAL DI BIOSKOP Dan Mengapa Jawaban yang Jelas Salah

Pemilik bioskop adalah satu-satunya pemasok toilet, misalnya. Mengapa dia tidak mengenakan harga monopoli untuk menggunakannya? Dia memiliki monopoli atas hak untuk melanjutkan dari box office ke lobi luar, dari lobi luar ke lobi dalam, dan melalui pintu ganda. Mengapa tidak ada gerbang tol? Setelah Anda melewati pintu ganda tersebut, mengapa tidak ada harga monopoli untuk mengambil tempat duduk?

Apapun yang menurut pemilik bioskop bisa diambil dari Anda, dia mungkin lebih baik mengambil semuanya di muka.

Pertama, mengapa warga senior mendapatkan begitu banyak diskon? Jawaban yang umum adalah bahwa mereka hidup dengan penghasilan tetap yang kecil. Jawaban itu gagal pada fakta bahwa, setidaknya di Amerika Serikat, warga senior memiliki, rata-rata, kekayaan bersih tertinggi dari kelompok usia mana pun. Jawaban yang lebih baik adalah bahwa warga senior memiliki banyak waktu luang untuk mencari barang murah. Jika Anda tidak memberi mereka harga yang bagus, mereka akan mencari ke seluruh kota untuk mendapatkan yang lebih baik.

Setelah printer yang sepenuhnya identik dirakit, Hewlett-Packard menyisihkan beberapa di antaranya, menempelkan label yang mengatakan “Laser Printer E,” dan menambahkan chip tambahan untuk memperlambatnya.

Pada tahun 1940-an, perusahaan kimia Rohm and Haas mengembangkan zat yang disebut metil metakrilat (lebih dikenal sebagai Plexiglas). Mereka menawarkannya seharga $22 per pon untuk dokter gigi (yang membutuhkannya untuk membuat gigi tiruan) dan 85 sen per pon untuk pengguna industri, yang memiliki banyak pengganti yang baik. Tentu saja, tidak lama kemudian pengguna industri membeli produk tersebut dan menjualnya kembali kepada dokter gigi. Untuk mengatasi masalah ini, Rohm dan Haas berencana untuk menambahkan sedikit arsenik pada setiap batch industri, membuatnya tidak cocok untuk digunakan dalam kedokteran gigi.

Menurut teori, harga popcorn harus tinggi di waktu dan tempat di mana kecintaan terhadap popcorn sangat berkorelasi dengan kecintaan terhadap film, dan rendah di waktu dan tempat di mana korelasi tersebut terbalik. Namun, kita melihatnya dihargai tinggi hampir di mana-mana dan selalu. Tampaknya, kita hidup di dunia di mana pecinta popcorn dan pecinta film kebetulan selalu orang yang sama (setidaknya sebagian besar)—jenis dunia, dengan kata lain, di mana harga popcorn yang tinggi masuk akal.

BAB 17: PACARAN DAN KOLUSI Permainan Pacaran

Alasan untuk kecenderungan ini mungkin sebagian berakar pada biologi (itu bisa menjadi strategi reproduktif yang baik untuk menyebarkan benih Anda dengan luas jika benih Anda diproduksi kembali setiap hari, dan strategi reproduktif yang sama baiknya untuk memusatkan perhatian Anda pada satu pasangan jika Anda tidak bisa melahirkan lebih dari sekali setahun), dan mungkin sebagian berakar pada pengkondisian sosial.

Untuk setiap pria dengan empat istri, pasti ada tiga yang tidak memiliki istri sama sekali. Anda bisa mengubah undang-undang perkawinan, tetapi Anda tidak bisa mencabut hukum aritmatika.

Mungkin jika poligami legal, kebanyakan atau bahkan semua wanita masih akan menuntut pernikahan monogami dan kita akan berpasangan dengan cara yang hampir sama seperti yang kita lakukan hari ini.

Tim kapal cepat dengan cepat mengembangkan mekanisme untuk menghindari hasil yang tidak diinginkan: Enam anggota tim secara kolektif menyewa seorang pria ketujuh untuk mencambuk mereka.

Mendorong pemerintah untuk bertindak sebagai penegak tidak jauh berbeda dengan menyewa seorang penegak dengan cambuk.

Ketika tukang daging bersekongkol untuk memberikan pelayanan yang lebih sedikit, mereka bersekongkol melawan masyarakat.

BAB 18: PEMENANG TERKUTUK DAN PECUNDANG MURAM Mengapa Hidup Penuh Kekecewaan

Ketika Anda menjadi penawar tertinggi, Anda dapat memastikan satu hal: tidak ada orang lain di ruangan itu yang menganggap barang tersebut layak sebanyak yang Anda lakukan. Pengamatan itu saja sudah menunjukkan bahwa Anda mungkin telah melebih-lebihkan nilainya yang sebenarnya. Ekonom, yang selalu muram, menyebut fenomena ini sebagai kutukan pemenang.

Aturan mana yang menghasilkan harga tertinggi secara rata-rata?

Di bawah asumsi tertentu yang masuk akal (yang akan saya bahas lebih lanjut), dan sebagai masalah fakta matematis, semua aturan lelang yang telah saya sebutkan menghasilkan pendapatan yang sama bagi penjual rata-rata di banyak lelang.

Sapi dan budak selalu dijual dalam lelang Inggris, tulip dalam lelang Belanda, dan hak pengeboran minyak dalam lelang tertutup.

BAB 19: LANGKAH-LANGKAH ACAK DAN HARGA PASAR SAHAM Panduan untuk Investor

Satu hal yang saya pelajari adalah bahwa langkah acak bukanlah teori harga; itu adalah teori perubahan harga.

Dengan langkah acak, setiap perubahan bersifat permanen.

Artinya, kami percaya bahwa perubahan harga (bukan harga) biasanya memiliki karakteristik statistik yang sama dengan rangkaian angka yang dihasilkan oleh roda roulette.

Harga menarik bukan saat rendah dibandingkan dengan masa lalu, tetapi saat rendah dibandingkan dengan masa depan yang diharapkan. Sayangnya, langkah acak tidak pernah lebih rendah dibandingkan dengan masa depan yang diharapkan. Harga cenderung turun $1 ketika dimulai pada $10 sama seperti ketika dimulai pada $100. Apakah pemain roulette yang bijak akan percaya bahwa dia dapat meningkatkan nasibnya dengan bertaruh lebih banyak ketika saldo nya rendah?

Strategi rata-rata biaya dolar adalah strategi yang sangat buruk terhadap langkah acak.

Ada bukti empiris yang sangat kuat untuk hipotesis langkah acak sebagai deskripsi sebagian besar perilaku harga saham sebagian besar waktu. Pengecualian yang tampak kecil, dan, yang lebih penting bagi investor praktis, tidak ada yang berhasil menemukan cara untuk memanfaatkannya untuk mendapatkan keuntungan. Sebagian besar ekonom menemukan bukti ini meyakinkan, dan di antara mayoritas besar ini terdapat setidaknya beberapa yang cerdas, skeptis, dan tidak mudah tertipu.

BAB 20: IDE-IDE YANG MENARIK Ramalan Kursi Malas

Teori dan bukti memberi tahu kita bahwa harga pasar saham mengikuti langkah acak, jadi perilaku harga masa lalu tidak memiliki nilai prediktif. Suku bunga, sebaliknya, cenderung kembali ke tingkat historisnya, sehingga jika saat ini rendah, kemungkinan akan naik, dan jika saat ini tinggi, kemungkinan akan turun. Dan beberapa wawasan kunci, yang akan saya bagikan dalam bab ini, memungkinkan kita untuk mengatakan lebih banyak lagi.

Jadi, ketika masa depan terlihat lebih cerah, semua orang memutuskan untuk mengkonsumsi lebih banyak di masa sekarang. Tapi inilah masalahnya: Tidak ada barang tambahan yang tersedia di masa sekarang.

Jadi, apa yang meyakinkan orang untuk meninggalkan rencana pengeluaran baru mereka? Jawabannya adalah bahwa ketika mereka semua mencoba meminjam untuk membiayai rencana tersebut, mereka secara kolektif menaikkan suku bunga. Suku bunga naik sampai rencana pengeluaran awal rata-rata keluarga dipulihkan.

Penonton, yang datang bukan untuk mencari kebijaksanaan tetapi kekayaan, mulai gelisah. Ketika profesor mengundang pertanyaan, yang pertama bersifat terbuka dan sepenuhnya dapat diprediksi: “Jika Anda begitu pintar, mengapa Anda tidak kaya?” Profesor (yang sebenarnya adalah orang terkaya di ruangan itu, tetapi itu cerita lain) menjawab, “Jika Anda begitu kaya, mengapa Anda tidak pintar?”

Ekonom mempelajari suku bunga karena suku bunga adalah fenomena sosial yang meresap dan ekonom bercita-cita untuk memahami segala sesuatu tentang masyarakat manusia.

Ketika presiden mengumumkan proyek rudal baru, Anda bisa mulai beralasan, “Sekarang mari kita lihat; ini berarti akan ada lebih sedikit barang konsumsi, jadi…” tetapi pada saat Anda sampai ke titik koma, suku bunga telah menyelesaikan penyesuaian ke atasnya. Begitu berita tiba, sudah terlambat untuk memanfaatkannya.

BAB 21: PANEN MOBIL IOWA Sebuah Argumen yang Indah

Sesuatu yang indah adalah sukacita selamanya, dan tidak ada yang lebih indah daripada argumen yang ringkas dan sempurna. Beberapa baris penalaran dapat mengubah cara kita melihat dunia.

Perdagangan internasional tidak lain adalah bentuk teknologi. Fakta bahwa ada tempat yang disebut Jepang, dengan orang-orang dan pabrik-pabriknya, sama sekali tidak relevan bagi kesejahteraan orang Amerika. Untuk menganalisis kebijakan perdagangan, kita sebaiknya menganggap Jepang sebagai mesin raksasa dengan mekanisme misterius yang mengubah gandum menjadi mobil.

Kebijakan apa pun yang dirancang untuk mendukung teknologi Amerika pertama di atas yang kedua adalah kebijakan yang dirancang untuk mendukung produsen mobil Amerika di Detroit di atas produsen mobil Amerika di Iowa. Pajak atau larangan atas mobil “impor” adalah pajak atau larangan atas mobil yang ditanam di Iowa. Jika Anda melindungi produsen mobil Detroit dari persaingan, maka Anda harus merugikan petani Iowa, karena petani Iowa adalah pesaingnya.

Teori perdagangan memprediksi, pertama, bahwa jika Anda melindungi produsen Amerika di satu industri dari persaingan asing, maka Anda harus merugikan produsen Amerika di industri lain. Teori ini juga memprediksi, kedua, bahwa jika Anda melindungi produsen Amerika di satu industri dari persaingan asing, pasti ada kerugian bersih dalam efisiensi ekonomi.

BAB 22: APAKAH EINSTEIN DAPAT DIPERCAYA? Ekonomi dari Metode Ilmiah

Bayangkan sejenak bahwa Eddington telah melakukan ekspedisinya pada tahun 1990, bukan tahun 1919. Fakta pembelokan cahaya akan sama baiknya dan sama misteriusnya seperti orbit Merkurius, jauh sebelum karya Einstein. Einstein mungkin tidak akan pernah mendapatkan dampak psikologis yang datang dari memprediksi yang tak terduga. Dia mungkin tidak pernah membangun cengkeraman luar biasa pada imajinasi publik dan kebiasaan berpenampilan dari generasi fisikawan. Tetapi dengan mengesampingkan masalah kemuliaan pribadi Einstein, kita dapat bertanya, apa yang akan terjadi pada nasib teori relativitas itu sendiri?

Apakah komunitas ilmiah akan lebih lambat untuk menerimanya? Dan jika demikian, apakah respon tersebut dapat dibenarkan?

Kasus yang lebih psikologis spektakuler, prediksi baru yang berhasil, kadang-kadang disebut sebagai bukti baru untuk teori tersebut.

Sejauh kembali ke abad ke-13, Roger Bacon merumuskan versi awal dari apa yang sekarang dikenal sebagai metode ilmiah: Teorikan terlebih dahulu (menggunakan pengalaman dan bukti yang ada sebagai panduan), lalu uji teori Anda terhadap eksperimen dan pengamatan lainnya. Pada abad ke-16 metode ilmiah ini telah didukung oleh beberapa filsuf dan ilmuwan terkemuka, terutama Francis Bacon dan Rene Descartes. Saat ini, siswa sains menyerapnya sebagai Injil.

Metode ilmiah, yang dapat kita ringkas sebagai “Teorikan terlebih dahulu; lihat nanti,” menempatkan peran sentral pada konfirmasi baru. Tetapi ada metode alternatif: Lakukan semua pengamatan Anda terlebih dahulu dan lakukan semua eksperimen Anda terlebih dahulu, kemudian kembangkan teori yang konsisten dengan hasilnya: “Lihat terlebih dahulu; teorikan kemudian”. Metode alternatif ini menghilangkan konfirmasi baru sepenuhnya.

Faktanya, mungkin ada dua alasan untuk mempercayainya lebih banyak. Pertama, dia berhasil membangun teori yang cocok dengan fakta sebelum dia bahkan mengetahui semua fakta. Kedua, dia bersedia menginvestasikan waktu dan upaya untuk membangun teori tersebut, yang menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang mungkin meningkatkan kepercayaan kita padanya lebih lanjut, setidaknya jika kita percaya bahwa kepercayaan diri sering kali mencerminkan kemampuan yang sebenarnya.

Waspadalah terhadap pemikir besar yang mengiklankan kesimpulan mereka tanpa mengungkapkan asumsi mereka. Saya suka ekonomi karena menuntut standar yang lebih tinggi.

BAB 23: SEPAKBOLA BARU DAN YANG DISEMPURNAKAN Bagaimana Ekonom Salah

Tetapi ekonom itu dilatih dalam metode ilmiah dan tahu bahwa menggambarkan masa lalu kurang mengesankan daripada memprediksi masa depan.

Mata pelajaran baru ekonometrika memungkinkan untuk mendeteksi pola-pola mendalam dalam data ekonomi dan untuk menguji apakah pola-pola tersebut mungkin akan terulang kembali.

Data menunjukkan konsistensi yang mencolok yang digunakan untuk memprediksi masa depan dengan akurasi yang luar biasa.

Keluarga rata-rata menghabiskan $10 sebulan untuk cornflake.

Tetapi hal aneh terjadi. Ketika pemerintah mulai memberikan cornflake secara gratis, pembeli bereaksi seperti pemain sepak bola yang hanya diberi tiga down untuk mendapatkan 10 yard: Mereka mengubah strategi mereka.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an jalan ini adalah jalan menuju ketenaran dan kejayaan. Kurang dari 40 tahun yang lalu, Robert E. Lucas Jr. (sekarang dari Universitas Chicago) mengeluarkan peringatan pertama yang secara luas diakui bahwa manusia merespons perubahan kebijakan, dan pengamatan sederhana ini membuat analisis kebijakan tradisional sepenuhnya tidak sah.

Sayangnya bagi analis kebijakan, orang bukanlah robot sederhana.

Tentu saja, beberapa teori salah, dan ekonom yang berpegang pada teori-teori tersebut tidak memprediksi dengan akurat. Tetapi seorang ekonom dengan teori setidaknya memiliki kesempatan bahwa teorinya benar. Seorang ekonom yang hanya mengandalkan ekstrapolasi statistik mungkin bisa baik-baik saja di bawah rezim kebijakan yang tetap, tetapi ketika harus memprediksi dampak dari perubahan kebijakan, dia sama sekali tidak memiliki kesempatan.

Bidang di mana makroekonomi telah gagal secara spektakuler adalah dalam hubungan antara pekerjaan dan inflasi. Kembali ke era emas 1950-an dan 1960-an, para ekonom mengamati korelasi yang kuat: Masa inflasi tinggi adalah masa pengangguran rendah, dan sebaliknya. Pada akhir 1960-an pengamatan ini telah melewati pengujian statistik yang ketat dan umumnya diterima sebagai kebenaran ilmiah. Menerima kebenaran itu sebagai dasar untuk kebijakan, para politisi mencoba memanipulasi tingkat inflasi sebagai sarana untuk mengendalikan pengangguran. Hasilnya adalah dekade stagflasi: inflasi tinggi dan pengangguran tinggi bersamaan.

Kemudian pada tahun 1980-an inflasi turun secara dramatis, dan setelah resesi awal yang parah, peluang kerja berkembang pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keteraturan statistik lama tampaknya telah berbalik.

Apa yang berubah? Pemerintah, atas saran para ekonom, mengadopsi kebijakan baru yang mengubah aturan permainan ekonomi. Akibatnya, para pelaku—perusahaan dan individu—mengadopsi strategi baru yang tidak diprediksi oleh para ekonom. Pada tahun 1971 (dan karenanya dengan wawasan yang cukup jauh ke dalam peristiwa-peristiwa tahun 1980-an), Robert Lucas menulis penjelasan yang hati-hati tentang bagaimana dan mengapa orang mungkin berperilaku berbeda ketika otoritas memanipulasi tingkat inflasi.

Salah satu cara inflasi dapat meningkatkan pekerjaan adalah dengan menipu orang. Ini membuat peluang kerja terlihat lebih menarik daripada yang sebenarnya dan memikat pekerja untuk menerima pekerjaan yang akan mereka tolak jika mereka tahu lebih banyak tentang lingkungan ekonomi.

Anda memperluas operasi Anda dan mempekerjakan banyak pekerja baru. Bahkan setelah Anda menyadari kesalahan Anda, sebagian dari perluasan itu tidak dapat diubah: Freezer baru sudah ada, tempat parkir baru sedang dibangun, dan Anda mungkin ingin mempertahankan setidaknya beberapa pekerja baru tersebut.

Kisah Lucas menyiratkan bukan bahwa inflasi membuat orang bekerja tetapi bahwa inflasi yang tidak terduga membuat orang bekerja. Dalam cerita ini, inflasi yang sepenuhnya diantisipasi tidak memengaruhi perilaku siapa pun. Inflasi menipu pekerja untuk menerima lebih banyak pekerjaan dan majikan untuk mempekerjakan lebih banyak pekerja. Pemerintah memperhatikan bahwa inflasi secara konsisten disertai dengan tingkat pekerjaan yang tinggi dan memutuskan untuk memanfaatkan hubungan ini dengan secara sistematis memanipulasi tingkat inflasi. Pekerja dan majikan dengan cepat memperhatikan apa yang dilakukan pemerintah dan berhenti tertipu. Korelasi antara inflasi dan pekerjaan rusak tepat karena pemerintah mencoba memanfaatkannya.

Tetapi setelah aturan berubah, ketika pemerintah mulai secara sistematis memanipulasi tingkat inflasi dengan cara yang dapat diprediksi, satu teori akan terus benar, sementara yang lain akan salah secara drastis.

Mereka menceritakan kisah harga tentang individu yang membuat keputusan di bawah kondisi yang berubah dan tidak pasti, dan mereka menggunakan matematika substansial untuk melacak bagaimana keputusan semua orang mempengaruhi orang lain. Model ini biasanya disebut model ekuilibrium umum stokastik dinamis (DSGE untuk singkatnya).

Sebagai ilmu prediktif, makroekonomi masih memiliki jalan panjang untuk dilalui, tetapi, pada awal dekade kelimanya, ia telah belajar dari kesalahan para pendahulunya dan telah menemukan jalan baru yang menjanjikan.

BAB 24: MENGAPA SAYA BUKAN SEORANG ENVIROMENTALIS Ilmu Ekonomi versus Agama Ekologi

Saya cukup seorang ekonom untuk mengetahui bahwa memiliki lebih banyak satu hal sering berarti memiliki lebih sedikit hal lain, tetapi itu tidak menghentikan saya untuk menginginkan semuanya.

Penawar bagi agama buruk adalah ilmu yang baik. Penawar bagi astrologi adalah metode ilmiah; penawar bagi kreasionisme naif adalah biologi evolusi; dan penawar bagi enviromentalisme naif adalah ekonomi.

Ekonomi adalah ilmu tentang preferensi yang bersaing.

Dalam banyak kasus, mereka memulai dengan postulat bahwa mereka memegang moral tinggi dan menyimpulkan bahwa mereka dengan demikian diizinkan untuk menyebarkan propaganda yang tidak jujur secara intelektual selama itu melayani tujuan yang lebih tinggi untuk memenangkan pengikut bagi tujuan tersebut.

Mendaur ulang kertas menghilangkan insentif bagi perusahaan kertas untuk menanam lebih banyak pohon dan dapat menyebabkan hutan menyusut.

Saya menduga bahwa mereka tidak ingin melakukan itu karena kekhawatiran mereka yang sebenarnya adalah ritual daur ulang itu sendiri, bukan konsekuensinya.

Kebutuhan mendasar untuk berkorban, dan untuk memaksa orang lain berkorban, adalah dorongan yang pada dasarnya bersifat religius.

Para lingkunganis menyerukan kepada kita untuk melarang pestisida yang bersifat karsinogenik. Mereka memilih untuk mengabaikan konsekuensinya, yaitu ketika pestisida dilarang, buah dan sayuran menjadi lebih mahal, orang-orang makan lebih sedikit dari mereka, dan tingkat kanker meningkat sebagai akibatnya.

Fakta bahwa saya telah hidup setengah hidup saya tanpa mengetahui tentang monyet-monyet ini memberi tahu saya bahwa saya tidak akan sangat merindukan mereka jika mereka punah. Mereka adalah monyet yang lucu, dan saya suka melihatnya di YouTube, tetapi selain itu mereka tidak banyak memberikan kontribusi yang berarti bagi kehidupan saya.

Jika singa lebih berarti bagi Anda daripada bagi saya, saya menerima perbedaan kita dan tidak akan mengutuk Anda sebagai pendosa.

Bagi mereka, polusi adalah bentuk dosa. Mereka tidak berusaha untuk memperbaiki kesejahteraan kita, tetapi untuk menyelamatkan jiwa kita.

Ada pola yang sama di sini. Mengusulkan solusi nyata kepada seorang lingkunganis, kecuali solusi Anda secara kebetulan mendukung perasaan superioritas moral mereka, akan sering kali tidak dihargai.

Seperti ideologi-ideologi koersif lainnya, enviromentalisme menargetkan anak-anak secara khusus.

Saya menjelaskan kepadanya bahwa mungkin layak mengorbankan sedikit energi untuk kenyamanan mobil pribadi.

Acara kartun Sabtu pagi menggambarkan para pencemar yang jahat, yang mencemari demi mencemari, bukan karena mencemari adalah hasil sampingan yang diperlukan dari suatu kegiatan yang berguna.

Ekonomi dalam arti yang paling sempit adalah ilmu yang bebas dari nilai-nilai. Namun ekonomi juga merupakan cara berpikir, dengan pengaruh pada praktisinya yang melampaui tuntutan logika formal.

Kami menganggap enviromentalisme sebagai bentuk histeria massal yang sebanding dengan fundamentalisme Islam atau Perang terhadap Narkoba.

Apakah saya setuju bahwa dengan hak istimewa datang tanggung jawab? Jawabannya tidak. Saya percaya bahwa tanggung jawab muncul ketika seseorang mengambilnya secara sukarela. Saya juga percaya bahwa dalam ketiadaan kontrak eksplisit, orang-orang yang memberi ceramah kepada orang lain tentang “Tanggung Jawab” mereka hampir selalu memiliki niat yang tidak baik.

 

Kembali ke daftar isi

Esai Esai Nobel Ekonomi

Harian KOMPAS

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Esai-esai Nobel Ekonomi.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

Esai-esai Nobel Ekonomi

Pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia Oleh Penerbit Buku Kompas, November 2007

(hlm. ix)

Kata Pengantar Bagaimana “Selatan” Menyikapi Pemikiran Pakar Pemenang Hadiah Nobel Bidang Ekonomi Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

Landasan teoritis yang pertama adalah yang diprakarsai oleh Hegel—seorang filosof dan sejarahwan Jerman yang terkemuka pada abad ke-19—yakni tentang proses dialektika yang menjadi penggerak dari perubahan-perubahan pemikiran yang terjadi di berbagai bidang kehidupan di masyarakat.

(hlm. x)

Proses dialektika ini akan terus berlangsung, selama para pemikir bergelut tentang mana pemikiran yang paling mampu menjelaskan perkembangan-perkembangan yang sedang terjadi di satu bidang kehidupan masyarakat, ke kemajuan ataupun krisis dan keterbelakangan; bahkan kehancuran.

Landasan teoritis yang kedua adalah yang dibangun oleh Thomas Kuhn, pada periode 1960-an, yaitu tentang paradigma yang merupakan himpunan dari segala hal yang hadir di dalam kehidupan masyarakat di suatu waktu tertentu, dan yang turut menentukan wujud ilmu pengetahuan (science) dan pengetahuan (knowledge) yang ada pada periode tersebut.

Untuk mempertajam pemanfaatan kedua landasan teoritis di atas bagi upaya pemahaman pemikiran-pemikiran ekonomi bertaraf Hadiah Nobel, saya kira ada keharusan kepada kita untuk juga mengikuti perdebatan yang terus berlangsung hingga kini, yakni tentang permasalahan mendasar tentang: apakah pemikiran-pemikiran yang menggerakkan proses-proses perubahan nyata di masyarakat ataukah kebalikannya, yaitu perubahan-perubahan nyatalah yang mendesak dibangunnya pemikiran-pemikiran baru?

(hlm. xi)

Tampak, sampai seberapa jauh, paham “dialektika materialisme” (dialectic materialism) dari Marx ini digunakan oleh Kuhn. Namun, Kuhn membatasi kenyataan kehidupan materialisme itu sejauh tataran iptek saja – tidak keseluruhan struktur kehidupan masyarakat, seperti yang dijumpai pada analisis Marx.

Oleh karena sebagian terbesar pemenang Hadiah Nobel buat pemikiran-pemikiran ekonomi berasal dari Kelompok Negara-negara Utara (North); yang notabene datang dari kelompok negara-negara G-7 yang merupakan negara-negara dengan perekonomian Pasca-Industrial (Post-Industrial) dengan tingkat Pendapatan Per Kapita tertinggi di dunia, mari kita lihat apakah metode analisis Hegel ataukah Marx, ataukah Kuhn, yang paling cocok digunakan untuk memahami pemikiran-pemikiran Hadiah Nobel tersebut? Selanjutnya, boleh kita permasalahkan apakah pemikiran-pemikiran para ekonom Hadiah Nobel tersebut dapat kita manfaatkan untuk menangani masalah-masalah yang dijumpai di Kelompok Negara-negara Selatan (South)?

(hlm. xii)

Mari kita mulai ulasan analitis tentang pemikiran-pemikiran para pemenang Nobel ini dari Tinbergen, Samuelson, Leontief, Richard Stone, dan Allais, yang masuk pada bagian awal himpunan yang dibukukan ini. Menarik, bagaimana salah satu ciri yang mempersatukan pemikir-pemikir ini adalah kepeloporan mereka di dalam menggunakan model-model ekonomi yang matematis, pada tingkatan abstraksi yang sudah jauh lebih tinggi daripada yang dijumpai pada generasi ekonom abad ke-19 ataupun periode sebelum PD II. Model-model ekonomi yang digunakan oleh Keynes, misalnya, relatif sangat sederhana dibandingkan dengan yang ditampilkan oleh Generasi Tinbergen-Samuelson ini.

(hlm. xiii)

Meskipun metode ini awalnya dikembangkan untuk membantu menganalisis sistem ekonomi modern yang sudah rumit strukturnya, yakni pada tataran ekonomi makro, tapi dalam waktu yang tidak terlalu lama metode ini juga menyebar ke tataran ekonomi mikro.

Kalau kita korek lebih dalam untuk menemu-kenali apa yang sebenarnya menggerakkan munculnya “mathematical economics” dengan “quantitative analysis”-nya yang sangat abstrak itu, maka akan terlihat bahwa hal ini muncul sebagai akibat dari semakin merebaknya upaya penyusunan statistik dari kegiatan-kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat modern.

Dengan perkataan lain: perkembangan iptek-lah yang mendorong ilmu ekonomi semakin bergerak ke arah metode yang berasal dari ilmu fisika (!).

(hlm. xiv)

Kepeloporan kelompok “Mathematical Economics” tampak diakui juri Hadiah Nobel sebagai terobosan yang memungkinkan dilakukannya intervensi kebijakan terhadap sistem pasar, demi kestabilan ekonomi secara keseluruhan.

Himpunan ulasan ini juga memberikan deskripsi tentang pemikiran-pemikiran pemenang sejumlah Hadiah Nobel di dalam memahami perilaku para investor di pasar uang dan modal. Silakan lihat ulasan tentang tokoh-tokoh pemikir seperti Lucas, Merton, Scholes, dan Kahneman, yang merupakan pemikir yang bergelut di garis depan “financial capitalism” ini—atau: “finanz-kapitalismus” menurut para pakar Marxian—yang jelas mengikuti perkembangan global dewasa ini yang semakin menuju ke arah percepatan arus likuiditas, yang melibatkan lembaga-lembaga perbankan dan keuangan yang makin bervariasi di dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya.

Semakin banyak yang bersetuju pada saat ini bahwa lonjakan arus likuiditas itu telah semakin tidak terkait dengan arus kegiatan-kegiatan sektor riil pada skala global.

(hlm. xv)

Maklum, seperti yang dikemukakan Alan Greenspan pada saat ia menjabat Fed Chairman (Gubernur Bank Sentral AS): pasar uang dan modal sering memperlihatkan gejala-gejala “irrational exuberance”, dan kebalikannya “irrational gloom”. Para pemain di situ ternyata sering tidak rasional, dan kejangkitan panik atau harapan berlebih.

Terlihat di dalam himpunan ulasan para pakar Hadiah Nobel ini, berapa cukup banyak ekonom yang masih memperhatikan aspek kelembagaan ekonomi (economic institution) di dalam kehidupan perekonomian berbagai bangsa-negara. Mari kita perhatikan pakar Nobel seperti Fogel dan North, Becker, dan Sen. Berlainan dengan para pakar ekonomi makro dan ekonomi mikro yang ada di dalam himpunan ulasan ini, para pakar kelembagaan ekonomi melihat perkembangan sebuah ekonomi sebagai suatu proses sejarah yang rumit yang berjangka panjang; bahkan sangat panjang.

Di dalam hal ini mereka tidak berbeda dengan para pakar dari Mazhab Sejarah, yang karena banyak yang berasal dari Austria dan Jerman dari periode abad ke-19 sampai dengan periode sebelum PD I disebut sebagai Mazhab Austria atau “German Historical School”. Kesemua mereka berpandangan bahwa siklus bisnis adalah bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan suatu perekonomian modern, dan karena itu tidak mudah untuk diutak-atik lewat kebijakan intervensi pasar.

(hlm. xvi)

Proses pertumbuhan lembaga-lembaga tersebut bukanlah suatu proses yang mudah direkayasa, karena menyangkut seluruh perangkat kehidupan masyarakat—politik, birokrasi, hukum, tahap perkembangan, dan sebagainya.

Sesudah kita menyimak ulasan-ulasan singkat tentang pemikiran-pemikiran para pemenang Hadiah Nobel ini tentu timbul pertanyaan: apakah pemikiran-pemikiran itu dapat digunakan di kelompok negara-negara yang sedang berkembang, dari kelompok GNB – dari kelompok “Selatan”?

(hlm. xvii)

Kemiskinan kelembagaan ekonomi—bahkan politik dan sosial—di negara-negara tersebut memperlihatkan, bagaimana masalah-masalah ekonomi di situ adalah masalah-masalah berjangka panjang atau sangat panjang.

Saya kira kita pun mengetahui betul fakta bahwa hanya ada beberapa PTN di Indonesia yang memberikan Program S-2 dan S-3 di bidang ilmu ekonomi murni; di mana perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi kelas pakar Nobel ini dibahas secara intens.

(hlm. xviii)

Di dalam paket kebijakan yang diajukan para konsultan itu pasti pula masalah reformasi dan pembangunan kelembagaan (institution building) merupakan hal yang disyaratkan secara mengikat.

Untuk waktu yang lama ke depan, dominasi Utara di dalam pengembangan pemikiran-pemikiran ekonomi akan merupakan kenyataan yang terpaksa kita di Selatan menerimanya.

(hlm. xviii)

Di dalam paket kebijakan yang diajukan para konsultan itu pasti pula masalah reformasi dan pembangunan kelembagaan (institution building) merupakan hal yang disyaratkan secara mengikat.

Untuk waktu yang lama ke depan, dominasi Utara di dalam pengembangan pemikiran-pemikiran ekonomi akan merupakan kenyataan yang terpaksa kita di Selatan menerimanya.

(hlm. 1)

Esai dari Pemenang Nobel

(hlm. 3-4)

Prof. Jan Tinbergen 90 Tahun

PROFESOR DR. Jan Tinbergen pada tanggal 12 April 1993 genap berusia 90 tahun. Pakar ekonomi, pemenang Hadiah Nobel dari Negeri Belanda itu terkenal sebagai ahli ekonomi yang mampu menyediakan pemecahan-pemecahan yang sederhana untuk masalah-masalah ekonomi yang pelik lagi rumit. Bagaimana negara-negara Barat harus mempertahankan kemakmuran? Dengan mengurangi jumlah penduduk.

Bagaimana masalah pengangguran yang terus saja meningkat harus ditanggulangi? Orang harus mempelajari satu kejuruan yang memang diperlukan. Bagaimana kesenjangan yang semakin lebar di antara negara-negara Barat yang kaya dan negara-negara Selatan yang miskin dapat diperkecil? Menggandakan sampai enam kali bantuan pembangunan.

(hlm. 5)

DI dalam buku-bukunya yang demikian banyak jumlahnya, semangat sosialis Tinbergen selalu menonjol, seperti bahaya dan kesia-siaan perlombaan senjata internasional, ketakutan yang tidak beralasan negara-negara kaya terhadap konkurensi dari Dunia Ketiga, penolakan terhadap proteksionisme dan seruannya supaya negara-negara Barat bertindak sebagai pihak penabung di dalam dunia dan menginvestasikan sebagian modal/uang di negara-negara miskin.

Menurut Tinbergen, sudah merupakan awal kebijaksanaan apabila orang menjadi sadar akan banyak unsur nonmaterial kebahagiaan manusia.

(hlm. 6)

DALAM tahun 1969, Jan Tinbergen sebagai pakar ekonomi Belanda yang pertama, bersama ahli ekonomi Norwegia Ragnar Frisch, memenangkan Hadiah Nobel untuk karya terobosannya di bidang ekonometri, yaitu ilmu pengetahuan yang dengan bantuan model-model ilmu pasti mencoba menganalisis dan meramalkan proses-proses ekonomi.

(hlm. 7)

Nikolaas bekerja sama dengan Konrad Lorenz dan dalam tahun 1936 diakui sebagai peletak dasar cabang disiplin ilmu yang dikenal sebagai etologi. Melalui penelitiannya yang tekun, Nikolaas melihat bahwa suatu pengertian yang memiliki dasar kokoh tentang kelakuan hewan memiliki arti penting untuk pemahaman latar belakang biologis kelakuan manusia.

Pada tahun 1973, Nikolaas bersama K. von Frisch dan K. Lorenz, memperoleh Hadiah Nobel bidang fisiologi dan kedokteran untuk “penemuan tentang organisasi dan eksistensi kelakuan individual dan sosial”.

(hlm. 8)

“Stabilitas lebih besar di dalam konjungtur, yang berarti kurang depresi yang mendalam; stabilitas lebih besar di dalam hubungan di antara orang-orang di dalam suatu negara dengan menghapuskan rintangan-rintangan sosial buatan; stabilitas lebih besar di dalam hubungan di antara negara-negara melalui integrasi dan melalui pembangunan negara-negara yang terbelakang.”

(hlm. 9)

Tinbergen menganjurkan apa yang disebut teori konvergensi ekonomi, yaitu proses menuju suatu tata ekonomi optimal semua tata ekonomi yang ada sekarang, guna mencapai kemakmuran dan kesejahteraan yang optimal.

(hlm. 11)

Paul A. Samuelson Pemenang Hadiah Nobel untuk Ekonomi 1970

(hlm. 12)

Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia memutuskan untuk memberi Hadiah Peringatan Alfred Nobel dalam ilmu ekonomi untuk tahun 1970 kepada Prof. Paul A. Samuelson, dari Institut Teknologi Massachusetts, Cambridge, karena karya ilmiahnya yang dilakukannya untuk mengembangkan teori ekonomi dan dengan giat memberikan sumbangannya untuk mempertinggi tingkat analisis ilmu ekonomi.

(hlm. 13)

Hasil karya yang luas Prof. Samuelson, meliputi hampir segenap bidang teori ekonomi itu, ditandai oleh kemampuan yang luar biasa untuk menarik teorema-teorema baru yang penting dan menemukan penerapan-penerapan baru bagi teorema-teorema yang sudah ada.

Berkat sumbangannya itu, Samuelson telah berbuat lebih banyak daripada ahli-ahli ekonomi lainnya yang ada sekarang, untuk mempertinggi tingkat analisis ilmiah di bidang teori ekonomi.

Dalam tahun 1947, ketika berusia 32 tahun, Paul Samuelson menerbitkan Foundations of Economics Analysis (Dasar-dasar Analisis Ekonomi). Buku tersebut dalam waktu yang singkat sekali menjagokan reputasinya sebagai seorang ahli ekonomi matematik yang brilian dan orisinil. Dalam buku itu, ia menguraikan secara sistematik teori ekonomi statis, suatu teori penentuan setara simulasi perubahan-perubahan yang menandai keadaan ekonomi yang ada. Selanjutnya, dan ini penting sekali, buku itu juga menguraikan suatu analisis sistematis teori dinamis, yaitu proses penyesuaian keadaan suatu sistem tertentu pada sistem yang lain, dan menghubungkan kedua-duanya dengan apa yang sangat terkenal sebagai prinsip “korespondensi”.

(hlm. 14)

Ekonomi AS dalam Bahaya

Banyak sumbangan Paul Samuelson yang paling penting bagi ilmu ekonomi berbentuk karangan-karangan di dalam majalah-majalah profesional. Tulisan-tulisan ini dikumpulkan dan diterbitkan kembali beberapa tahun yang lampau dalam dua jilid buku yang meliputi hampir 3.000 halaman berjudul Collected Scientific Papers of Paul Samuelson (Kumpulan Karangan-karangan Ilmiah Paul Samuelson).

(hlm. 15)

Kepada para wartawan, Prof. Paul Samuelson mengatakan dia tidak mengharapkan dapat memperoleh Hadiah Nobel itu, tetapi kemudian menambahkan, “Memang baik sekali bila kerja keras dihargai orang.”

(hlm. 16)

Prof. Dr. Leontief Dampak Polusi terhadap Ekonomi Bisa Diperhitungkan Secara Dini

KONSEKUENSI dampak polusi atau kerusakan lingkungan terhadap kegiatan ekonomi di masa datang sudah bisa diperhitungkan secara dini. Demikian sebaliknya, dampak kegiatan ekonomi terhadap polusi juga bisa diperhitungkan dan sudah diterapkan di banyak negara.

Demikian antara lain isi dari serangkaian ceramah yang disampaikan pemenang Hadiah Nobel di bidang Ekonomi tahun 1973, Prof. Dr. Wassily Leontief, di Aula LPEM (Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat).

(hlm. 17)

Mantan warga Uni Soviet yang kini menetap di negara Paman Sam itu, mendapatkan Hadiah Nobel atas jasanya menemukan sebuah model ekonomi, tabel analisis input output, yang kini sangat bermanfaat dan digunakan di banyak negara.

Dampak Ekonomi

Keunggulan model tersebut, bisa memprediksi pertumbuhan ekonomi—yang relatif akurat—dengan memperhitungkan ketersediaan bahan baku dari berbagai sektor ekonomi.

“Kini, model itu juga sudah bisa digunakan untuk menganalisis dampak kegiatan ekonomi terhadap polusi atau kerusakan lingkungan, dan sebaliknya juga bisa digunakan untuk memperkirakan dampak polusi terhadap kegiatan ekonomi,” ujarnya.

(hlm. 18)

Selain menghitung dampak kegiatan ekonomi terhadap polusi dan sebaliknya, model Leontief, ternyata juga dengan mudah memperkirakan dampak dari kegiatan ekonomi terhadap distribusi pendapatan, tentunya dengan memperhitungkan penyebaran pemilikan sektor-sektor produksi.

(hlm. 19)

Informasi yang rinci, memang menjadi suatu keharusan dalam menerapkan model analisis tabel input-output Leontief. Selain menggugat ketersediaan informasi, Leontief sekali lagi menekankan pentingnya perencanaan ekonomi nasional yang melibatkan semua disiplin ilmu.

Banyak digunakan

Namun, Iwan mengatakan kekhawatirannya bahwa informasi yang tersedia di Indonesia relatif tidak lengkap. Menurut pengalaman saya sebagai seorang peneliti, kata Iwan, sebenarnya data-data yang diinginkan model Leontief relatif tersedia di bank-bank data di berbagai instansi.

“Tetapi masalahnya, data itu tersebar tidak menyatu, tetapi itu bukan terjadi di Indonesia saja tetapi juga di negara berkembang lainnya,” katanya.

(hlm. 20)

Dipakai Jepang

Pada kesempatan itu, disebutkan negara yang paling banyak mendapat hikmah dari model Leontief adalah Jepang. Menurut Leontief sendiri yang juga didukung Iwan Jawa Aziz, kini setiap tahun Jepang menghasilkan tabel analisis input output.

(hlm. 22)

Hadiah Nobel Bidang Ekonomi 1982

AKADEMI Ilmu Pengetahuan Swedia mengumumkan bahwa Hadiah Nobel bidang Ekonomi untuk tahun 1982 diberikan kepada Profesor George J. Stigler dari Universitas Chicago.

(hlm. 23)

STIGLER mendapatkan Hadiah Nobel antara lain atas karya-karya ilmiahnya dalam menganalisis fungsi pasar serta pengaruh peraturan-peraturan umum dalam perekonomian.

(hlm. 24)

Analisis tentang fungsi pasar ini telah mendasari analisis modern tentang terjadinya “ketidakseimbangan umum” (general disequilibrium) yang berbeda dengan teori Klasik. Informasi di pasar itu tidak sempurna dan untuk memperolehnya harus dikeluarkan biaya, dan ini mempengaruhi pembentukan harga di pasar.

(hlm. 25)

Karya Stigler dalam hal ini adalah memperbaiki dan mempertajam teori sebelumnya, terutama dari ahli-ahli ekonom Klasik dari Leon Walras sampai Marshall dan J.B. Clark.

Meskipun salah satu karyanya menunjukkan adanya masalah informasi pasar, Stigler merupakan seorang yang sangat percaya pada bekerjanya mekanisme pasar dan ketangguhan dari sektor swasta dalam perekonomian.

Pemerintah yang paling baik adalah yang melakukan pengaturan seminimal mungkin, dengan doktrin yang berasal dari Adam Smith, yang masih dipegang teguh oleh mereka yang mengikuti tradisi aliran Chicago.

(hlm. 26)

Pilihan untuk tahun ini rupanya memang tepat. Yang mungkin agak merisaukan adalah bahwa keputusan mengenai terpilihnya Stigler sebagai pemenang Hadiah Nobel dapat ditafsirkan sebagai memberikan pengukuran terhadap pandangan Stigler atau lebih jauh lagi aliran Chicago yang memegang teguh pendirian bahwa campur tangan pemerintah yang minimal dalam perekonomian adalah paling baik. Banyak ahli yang makin yakin bahwa campur tangan pemerintah (Federal) telah terlalu banyak dan perlu dikurangi.

(hlm. 27)

Pandangan atau doktrin tersebut sesuai dengan salah satu pokok pandangan dari apa yang dikenal dengan supply side economics.

Pendekatan segi penawaran antara lain merupakan suatu reaksi terhadap tidak berhasilnya ajaran lama menerangkan masalah yang melanda negara-negara industri seperti adanya resesi yang berjalan dengan inflasi. Ajaran Keynes yang mendasari pendekatan dan kebijaksanaan ekonomi di dunia semenjak depresi tahun tiga puluhan tidak mampu menerangkan permasalahan yang ada, apalagi menyelesaikan masalah yang dihadapi.

(hlm. 28)

Mungkin suatu kebetulan bahwa pada waktu banyak negara industri mempunyai pemerintahan yang cenderung untuk merubah pandangan ke arah pengurangan peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi masyarakat dan mengurangi pengaturan pemerintah pada umumnya, Hadiah Nobel bidang ekonomi jatuh ke tangan Prof. Stigler yang yakin pada pendekatan tersebut.

(hlm. 29-30)

Makna Hadiah Nobel Bidang Ekonomi 1984

PROFESOR John Richard Nicholas Stone dari Universitas Cambridge, Inggris, terpilih sebagai pemenang Hadiah Nobel bidang ekonomi untuk tahun 1984.

Sir Richard terpilih sebagai pemenang hadiah ini atas sumbangannya yang sangat besar dalam penyusunan model-model ekonomi, terutama dalam penciptaan sistem neraca pendapatan nasional, yang memungkinkan pengukuran serta secara lebih tepat menunjukkan hubungan fungsional antara berbagai besaran ekonomi makro, seperti pengeluaran masyarakat untuk konsumsi, investasi, serta tabungan masyarakat dan berbagai indikator yang lain.

Sumbangan Richard Stone

Sistem neraca pendapatan nasional merupakan basis perhitungan pendapatan nasional suatu bangsa.

(hlm. 32)

Keynes dalam bukunya The General Theory meletakkan dasar-dasar teorinya, akan tetapi perkembangan selanjutnya sangat ditentukan oleh pengukuran berbagai besaran makro yang sangat dipengaruhi oleh sistem neraca pendapatan nasionalnya Richard Stone. Oleh sebab itu penemuan-penemuan Prof. Stone sering disebut sebagai kelanjutan dan pelengkap dari teori-teori Keynes yang mendasari teori ekonomi makro.

Pengukuran pendapatan nasional di kebanyakan negara dewasa ini mendasarkan diri atas cara-cara yang diterangkan dalam A System of National Account, yang disusun Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1968. Penyusunan ini pertama kali dilakukan oleh PBB pada tahun 1963 dan sejak itu penghitungan pendapatan nasional di kebanyakan negara mendasarkan atas cara-cara tersebut, dengan penyesuaian di sana-sini mengikuti keadaan setempat.

(hlm. 33)

Berbagai pendekatan atau teori dalam ekonomi pembangunan yang berkembang sejak permulaan tahun lima puluhan juga sangat dibantu penyusunan neraca nasional tersebut. Teori Harrod-Domar, big push, balance growth dan berbagai teori lain, demikian pula penghitungan incremental capital output ratio (ICOR), serta penyusunan tabel input-output, semuanya mendapat manfaat dari sistem penyusunan neraca nasional tersebut.

(hlm. 33)

Berbagai pendekatan atau teori dalam ekonomi pembangunan yang berkembang sejak permulaan tahun lima puluhan juga sangat dibantu penyusunan neraca nasional tersebut. Teori Harrod-Domar, big push, balance growth dan berbagai teori lain, demikian pula penghitungan incremental capital output ratio (ICOR), serta penyusunan tabel input-output, semuanya mendapat manfaat dari sistem penyusunan neraca nasional tersebut.

Dalam bidang mikro dia dikenal sebagai ahli yang mulai mengembangkan konsep yang sekarang kita kenal dengan elastisitas harga, atau bagaimana kita mengukur perubahan yang terjadi pada jumlah barang atau jasa yang diminta di dalam pasar setiap terjadi perubahan harga.

Demikian pula Richard Stone dikenal sebagai ahli yang mungkin karena obsesinya untuk dapat menerapkan teori, dapat mengukur besarnya variabel yang teliti, menemukan fungsi permintaan linier (linear expenditure system). Teori permintaan dengan menggunakan fungsi pengeluaran yang linier ini lebih mudah untuk diukur dengan menggunakan data yang nyata.

(hlm. 34)

Berbagai perkiraan yang disusun oleh lembaga-lembaga kenamaan seperti Wharton School, Chase Econometrics, Data Resource Inc. (DRI) ataupun oleh lembaga yang lebih besar seperti OECD dan Congressional Budget Office (AS), mengenai berbagai indikator makro ekonomi, juga menunjukkan kemelesetan yang cukup besar.

(hlm. 35)

Teori yang mengatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara laju inflasi dengan tingkat pengangguran, telah kehilangan daya analisisnya pada waktu terjadi keadaan inflasi yang berjalan bersamaan dengan stagnasi (stagflasi), bahkan resesi. Akhir-akhir ini di AS terdapat keadaan yang sebaliknya dari stagflasi, yaitu terjadinya penurunan inflasi yang bersamaan dengan menurunnya pengangguran. Hubungan yang dijadikan teori dan dikenal sebagai “Philips Curve” tadi menjadi berantakan.

Teori Keynesian mengatakan bahwa suku bunga yang tinggi akan menimbulkan kelesuan pada perekonomian. Untuk sebagian hal ini benar, tetapi akhir-akhir ini tidak demikian di AS. Kaum Monetaris mengatakan bahwa pemulihan ekonomi di AS akhir-akhir ini disebabkan oleh kebijaksanaan moneter yang longgar. Ini mungkin benar, akan tetapi mengapa tidak terdapat tekanan inflasi yang menguat? Supply side economics menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi di AS merupakan hasil dari pemotongan pajak beberapa waktu yang lalu. Ini mungkin benar, akan tetapi bagaimana dengan defisit anggaran negara yang tidak nampak mengecil? Atau mungkin timbul pertanyaan lain, tidakkah pemulihan ekonomi disebabkan oleh menguatnya permintaan masyarakat dan bukan dari segi penawaran?

(hlm. 36)

Mungkin ahli ekonomi tidak boleh bosan mengingatkan bahwa prediksi sesuatu teori tidak lain merupakan pernyataan yang bersyarat. Perkiraan kuantitatif selalu dalam arti kurang lebih, dalam batas kesalahan (margin of error) tertentu. Dalam positive economics-nya Friedman, teori ekonomi harus dikaji dengan ketepatan prediksinya. Kalau kita gunakan ukuran ini, teori ekonomi memang perlu diragukan.

(hlm. 37)

Permasalahan yang dihadapi masyarakat terus-menerus mengalami perkembangan, sehingga seolah-olah terdapat pacuan antara dinamisme permasalahan dengan perkembangan teori yang mendasari analisis serta upaya pemecahan terhadap permasalahan tersebut.

Perkembangan ekonomi dunia yang cepat telah terjadi sejak permulaan dekade tujuh puluhan dengan timbulnya berbagai krisis moneter, perdagangan, minyak, suku bunga, dan sebagainya.

(hlm. 38)

Terpilihnya Prof. Richard Stone sebagai pemegang Hadiah Nobel Ekonomi tahun 1984 mungkin perlu kita artikan sebagai tantangan yang harus dijawab oleh para ahli untuk menyusun teori yang mampu menerangkan serta menjawab permasalahan ekonomi yang hidup dalam masyarakat dengan prediksi yang ketepatannya dapat diandalkan.

(hlm. 39)

Peraih Nobel Ekonomi dari Perancis Maurice Allais Anak Seorang Penjaga Kedai

PROSES cukup panjang dilakukan Komite Nobel Swedia untuk sampai menentukan Maurice Allais, putra seorang penjaga kedai keju Perancis, pantas sebagai pemenang Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi tahun 1988.

Semua ini karena karya Allais yang luar biasa panjangnya dan sangat kompleks. Ini menyangkut tulisannya In Search of An Economic Discipline setebal 900 halaman yang diterbitkan 1943, dan Economy and Interest yang diterbitkan tahun 1947 setebal 800 halaman.

(hlm. 40)

KOMITE Nobel menyebutkan Allais pantas atas “kepeloporan memperkaya teori pasar dan efisiensi penggunaan sumber-sumber”.

Teori yang dikembangkan ini menjelaskan bagaimana sistem harga dapat bekerja untuk menjaga keseimbangan ekonomi. Teori Allais ini dapat menerangkan mengenai ekonomi pasar bebas. Suatu keadaan seimbang dapat dicapai dengan redistribusi sumber-sumber tertentu, suatu teori yang penting bagi perencanaan sektor umum melalui kontrol harga.

(hlm. 41)

Penulisan dalam bahasa Perancis termasuk yang membuat karya Allais ini tak dikenal luas. Paul Samuelson, seorang ahli ekonomi dunia yang meraih Hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 1970 pernah berkata, jika Allais menulis dalam bahasa Inggris maka “suatu generasi teori ekonomi yang ada muncul melalui jalan yang berlainan”.

“Motivasi saya sejak muda yakni bagaimana menciptakan kondisi hidup manusia yang lebih baik. Itu makanya saya selalu berupaya menghimpun sebanyak mungkin persoalan yang dihadapi dunia,” ujarnya kepada wartawan.

Dan teori-teorinya kemudian bermunculan. Rakyat umum pun tertolong, karena teorinya dapat digunakan berbagai pemerintahan melakukan perencanaan sektor-sektor yang menyangkut kepentingan umum. “Saya akan terus berupaya untuk membantu manusia,” tambahnya.

(hlm. 42)

Hadiah Nobel untuk Ronald H. Coase dan BUMN Kita

RONALD H. Coase (81), guru besar emeritus di Universitas Chicago, Selasa lalu diumumkan memperoleh Hadiah Nobel bidang ilmu ekonomi untuk tahun 1991.

(hlm. 43)

Bagi kalangan ekonom pada umumnya, Ronald Coase tokoh yang nyaris terlupakan. Hal ini tercermin dari kaburnya keterangan media massa tentang terobosan ilmiah yang dilakukan tokoh ini. Yang ditangkap wartawan dari keterangan anggota juri hanyalah jasanya memasukkan konsep-konsep hak pemilikan kekayaan (property rights) dan biaya transaksional (transactional cost). Tak jelas apa yang dimaksud dengan itu. Konon, teorinya dapat menjelaskan mengapa perekonomian Uni Soviet runtuh.

SEBENARNYA 15 tahun terakhir ini, terobosan teoritis Prof. Coase telah dikembangkan, anehnya, bukan oleh akademisi, tetapi oleh ekonom di perusahaan-perusahaan umum yang vital, seperti pos, telepon, dan tenaga listrik, misalnya AT&T di Amerika Serikat.

Sebagai perusahaan, terlebih kalau diserahkan pada swasta, BUMN mesti memperoleh untung; tapi sebagai perusahaan umum, ia harus mengabdi pada kesejahteraan pelanggannya. Persoalan yang dihadapi di sini ialah bagaimana membuat salah satu pihak beruntung tetapi tanpa merugikan yang lain, kalaupun tidak menguntungkan keduanya.

Persoalan ini dikenal di kalangan ilmu ekonomi sebagai dalil optimalisasi Pareto; hal yang tak mungkin berdamai dengan kaidah-kaidah ekonomi pasar.

(hlm. 44)

Namun, demikian inilah yang diterobos oleh Prof. Coase. Tahun 1946 ia memaparkan teorinya yang kini biasa disebut sebagai “tarif tak seragam” (nonuniform tariffs). Ia menjadi bagian satu disiplin ilmu ekonomi baru, yang semula dirintis oleh Dupuit di Perancis, hampir 150 tahun lalu. Kini ia dikenal sebagai ilmu ekonomi BUMN, atau ilmu ekonomi kesejahteraan (Regulated Firm Economics, Welfare Economics).

Disederhanakan langkah-langkahnya begini: perkiraan kesediaan konsumen untuk membayar harga bagi tambahan konsumsi tertentu (marginal price); buat perkiraan ini menyamai biaya yang dibutuhkan untuk peningkatan jumlah tertentu produk (marginal cost); dan kenakan harga dasar yang cukup menutup seluruh biaya perusahaan seandainya semua konsumen membayarnya (entry fee).

Akibat perhitungan yang rumit dan hati-hati ini adalah bahwa BUMN dapat bertahan menyejahterakan masyarakat hanya kalau seluruh perangkatnya diatur sedemikian rupa sehingga biayanya tidak melebihi harga yang ditawarkan oleh pasar umum.

Runtuhnya perekonomian Uni Soviet, dan mendesaknya pembaharuan menyeluruh, pastilah memerlukan landasan teoritis yang sesuai.

(hlm. 47)

Mengenal Beberapa Pemikiran Coase

Adakah komite itu dipaksa oleh situasi internasional, seperti keruntuhan sistem komunis serta faktor lain?

Globalisasi ekonomi

Di dalam konteks yang demikian itu, perusahaan transnasional (TNC) menjadi satu fenomena yang hampir merusak tatanan dunia, bila dilihat dari kacamata tradisional, batas kedaulatan setiap negara.

Globalisasi ekonomi ternyata memunculkan dampak global lain yang bersifat negatif berupa dampak eksternal, ialah polusi lingkungan.

Tokoh lama seperti Pigou memberikan solusi perpajakan, yang memberlakukannya sama dengan publik lain pada umumnya.

(hlm. 48)

Analisis kemudian menunjukkan, bahwa kenaikan harga minyak pada tahun 1973 hanyalah bersifat trigger bagi kemelut yang telah melekat dalam ekonomi. Pada saat itulah orang teringat akan karya Von Hayek, Price and Production, yang dapat memberi penjelasan pada situasi tersebut.

Beberapa pemikiran Coase

Bagi tokoh ini, hak pemilikan pribadi yang pasti, adalah salah satu syarat bagi berfungsinya ekonomi pasar, di mana terdapat dampak eksternal. Tokoh ini mengemukakan teori yang menyatakan, bahwa bila aspek hukum hak pemilikan awal adalah pasti (well-defined) serta bila biaya transaksi perdagangan adalah nol, maka hasil akhir dalam situasi pasar seimbang adalah efisien (dalam pengertian Pareto optimum), tanpa dipengaruhi oleh pola (konfigurasi) pemilikan sebelumnya.

(hlm. 49)

Contoh yang dikemukakan ialah satu pabrik pulp dan kertas yang mencemari sungai.

Sekarang telah ada peristilahan jual-beli emisi (emission trading), Emission Reduction Credit (ERC), pembentukan pasar pencemaran (Market Creation), dan sebagainya, yang sebelumnya tidak terpikirkan. Yang dimaksud dengan emission trading ialah adanya satu perusahaan, di mana tingkat pencemaran limbahnya berada di bawah harga ambang yang telah ditentukan, dapat menjual selisih itu pada perusahaan lain, yang tingkat pencemarannya berada di atas ambang tersebut. Tentu saja rata-rata keduanya masih harus di bawah ambang batas yang diizinkan. Artinya, perusahaan yang mampu beroperasi lebih bersih, akan dihargai dalam nilai moneter dalam pasar pencemaran. Jadi, ada hak pada prestasi proses produksi yang bersih (clean process).

(hlm. 50)

Sebagai usulan konkret ialah, bahwa negara maju atau negara industri harus membeli hak mengeluarkan gas-gas tersebut dari negara berkembang, karena mereka ini tidak mengotorinya.

Pemikiran Coase dalam teori perusahaan telah begitu tua, tahun 1937, yaitu dalam artikelnya yang berjudul “The Nature of the Firm” dalam Revue Economica, berarti sebelum penerbitan karya J.M. Keynes tentang The General Theory.

(hlm. 51)

Akan tetapi, lain halnya dengan pasar intern, di mana mekanisme itu akan banyak tergantung dari pengambil keputusan produksi perusahaan. Teori ini sebenarnya mengingkari teori klasik sebelumnya, bahwa dalam ekonomi pasar, alokasi sumber daya akan berlangsung melalui mekanisme pasar. Atau, dengan kata lain, sebenarnya teori Coase hendak mengatakan, bahwa kerangka operasi ekonomi pasar harus menambahkan “organisasi” atau “lembaga”, selain pelaku individual (individu atau keluarga) dan pasar (pasar ekstern menurut kerangka pikir baru ini).

(hlm. 51)

Akan tetapi, lain halnya dengan pasar intern, di mana mekanisme itu akan banyak tergantung dari pengambil keputusan produksi perusahaan. Teori ini sebenarnya mengingkari teori klasik sebelumnya, bahwa dalam ekonomi pasar, alokasi sumber daya akan berlangsung melalui mekanisme pasar. Atau, dengan kata lain, sebenarnya teori Coase hendak mengatakan, bahwa kerangka operasi ekonomi pasar harus menambahkan “organisasi” atau “lembaga”, selain pelaku individual (individu atau keluarga) dan pasar (pasar ekstern menurut kerangka pikir baru ini).

(hlm. 52)

Apa relevansi teori Coase pada masalah perusahaan di negara komunis? Hal ini kembali akan menyangkut masalah pemilikan perusahaan yang publik anonim. Pemilikan akan berkaitan dengan pengawasan operasi perusahaan. Pemilik privat akan sangat jeli pada setiap usaha peningkatan efisiensi dan keefektifan, serta pencapaian sasaran keuntungan.

Pelajaran yang dapat ditarik ialah bila harga komoditi akan sangat tinggi pada masa mendatang, maka perlu diperlambat eksploitasinya. Menurut dia, teori ini dapat juga digunakan pada analisis harga barang durabel.

(hlm. 53)

Kritik untuk Neoklasik dan Sosialisme

Memang harus diakui, untuk mengemukakan kontribusi Ronald Coase dalam ilmu ekonomi secara menyeluruh tidaklah mudah. Dia mengemukakan teori tentang hak pemilikan (property rights), teori tentang perusahaan dan biaya-biaya transaksi, dan teori tentang eksternalitas, khususnya tentang polusi.

(hlm. 54)

Dalam tulisan ini, penulis membatasi uraian dengan hanya mengemukakan kontribusi Coase dalam teori tentang perusahaan (theory of the firm) yang amat legendaris, yang merobohkan sendi-sendi teori mikro kaum Neoklasik, yang sampai saat ini masih mendominasi buku-buku teks ilmu ekonomi mikro di negara kita.

Organisasi sebagai alternatif pasar

Teori tentang perusahaan dianggap identik dengan teori mengenai struktur pasar. Alhasil, bentuk-bentuk kelembagaan (organisasi), dinamika internal organisasi dan fenomena konflik di dalam organisasi, diabaikan.

Dalam artikel berjudul “The Nature of The Firm” tahun 1937, Coase menawarkan cara pandang yang lain. Menurut Coase, jika masyarakat dipandang sebagai suatu jaringan transaksi (network of transaction), maka perusahaan juga merupakan suatu jaringan transaksi tersendiri. Itu sebabnya mempelajari perusahaan secara benar harus bertitik tolak dari transaksi sebagai unit analisis dan biaya-biaya transaksi sebagai faktor penjelas berbagai alternatif kelembagaan yang muncul.

(hlm. 55)

Dengan demikian, dalam pandangan Coase, perusahaan atau organisasi merupakan alternatif lain untuk melakukan transaksi di luar mekanisme pasar yang sudah kita kenal.

Pasar dan organisasi dapat dibedakan dalam tiga dimensi, yaitu dimensi kepemilikan, sifat imbalan, dan dimensi supervisi (lihat Tabel 1).

Tabel 1. Perbedaan antara Pasar dan Organisasi

Dimensi Pasar Organisasi
Kepemilikan Terbuka Tertutup
Imbalan Harga (harga pasar) Gaji, bonus
Supervisi Tidak ada Pengawasan ketat

Pertanyaan yang muncul adalah, kapan suatu transaksi dilakukan melalui pasar dan kapan melalui organisasi? Coase menjawab, tergantung mana yang paling efisien untuk melakukan transaksi. Lalu, muncul dalil bahwa bentuk-bentuk kelembagaan dalam sistem ekonomi selalu digerakkan oleh dorongan untuk meningkatkan efisiensi.

(hlm. 56)

Mana yang lebih efisien antara pasar dan organisasi? Hal tersebut tergantung dari biaya-biaya transaksi. Williamson (1985) mendefinisikan biaya-biaya transaksi sebagai costs of planning, adapting, and monitoring task completion under alternative governance structures. Sedangkan dimensi transaksi ada tiga, yaitu frekuensi transaksi, keunikan transaksi (spesifisitas transaksi), dan derajat ketidakpastian transaksi.

Teori ini kemudian dikembangkan untuk menganalisis, mengapa suatu perusahaan melakukan strategi integrasi vertikal, yaitu mengambil alih kegiatan yang semula dilakukan melalui mekanisme pasar. Studi tentang hubungan subcontracting sekarang juga mengandalkan pada teori Coase, karena subcontracting pada dasarnya merupakan bentuk transaksi di antara pasar dan organisasi.

(hlm. 57)

Koreksi sosialisme menyusul

Jika kita menggunakan teori Coase, maka kita bisa mengatakan, sistem ekonomi sosialisme adalah sistem ekonomi yang berpretensi, bahwa segala jenis transaksi akan lebih efisien, bila dilakukan melalui organisasi. Sebaliknya, sistem ekonomi kapitalisme adalah sistem ekonomi yang beranggapan, bahwa segala sesuatu yang dilakukan melalui mekanisme pasar akan lebih efisien.

Dalam konteks mikro, tumbuhnya perusahaan-perusahaan skala besar dapat dipandang sebagai upaya inovatif, untuk melakukan koreksi terhadap ketidaksempurnaan pasar, sekaligus memanfaatkan keunggulan mekanisme organisasi. Dalam konteks makro, kelemahan mekanisme pasar dikoreksi oleh kekuatan pemerintah. John Keynes, yang dikenal sebagai bapak ilmu ekonomi modern, memberi legitimasi teoritis terhadap intervensi pemerintah, karena dia menemukan bukti, bahwa sektor swasta ternyata tidak memiliki self-correcting mechanism yang memadai. Menurut Keynes, kompetisi pasar dan regulasi pasar harus berjalan bersama-sama dan satu sama lain berperan sebagai countervailing power (kekuatan pengimbang).

(hlm. 58)

Bagaimana dengan sistem ekonomi sosialisme? Gorbachev dan Deng Xiao Ping, sekitar lima puluh tahun sesudah Keynes, menyadari bahwa ekonomi sosialisme ternyata menciptakan banyak inefisiensi, dan karena itu harus belajar memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh mekanisme pasar.

Bila batas optimal tersebut telah sama-sama dicapai, baik oleh sistem ekonomi kapitalisme (yang prosesnya berlangsung lebih awal) maupun sosialisme (yang prosesnya berlangsung lebih lambat), maka tidaklah relevan lagi kita berpikir secara polaristik kapitalisme versus sosialisme.

(hlm. 59)

Hadiah Nobel untuk Ekonomi: Bagi Pertumbuhan Ekonomi Pranata Sosial Itu Lebih Menentukan

SEBUAH tradisi telah dilanggar oleh komite Hadiah Nobel untuk ekonomi, yang berpusat di Stockholm (Swedia). Douglass C. North (72) dari Washington University, St. Louis (Missouri) dan Robert W. Fogel (67) dari University of Chicago (Illinois) dinyatakan sebagai pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1993. Penghargaan itu diberikan atas karya mereka dalam bidang penelitian tentang kaitan antara proses pertumbuhan ekonomi dengan perubahan pranata sosial.

Tradisi memang telah dilanggar karena baru kali ini sebuah Hadiah Nobel Ekonomi diberikan untuk sebuah karya di bidang sejarah ekonomi. Selama ini penghargaan tersebut hanya diberikan kepada mereka yang berkecimpung dalam bidang ilmu ekonomi “murni”.

(hlm. 60)

Bagi Prof. North, seorang Ph.D dari Berkeley (California) tahun 1952, pelanggaran tradisi itu bahkan dinilai “sangat mengejutkan”. “Penghargaan itu memang merupakan sesuatu yang paling menyenangkan bagi seorang ilmuwan,” demikian komentar North dari St. Louis.

Melalui teori dan teknik statistik yang teliti, Fogel dan North berhasil mengubah sejarah ekonomi menjadi salah satu perangkat penting guna memahami sebuah proses pertumbuhan perekonomian, yang terjadi dalam sebuah masyarakat. Di kalangan para ekonom, pendekatan yang dilakukan oleh North dan Fogel disebut cliometrics atau “sejarah ekonomi baru”.

(hlm. 61)

Kita telah menyaksikan bagaimana banyak negara kurang berkembang tidak memiliki sistem pranata sosial dan kelembagaan yang baik. Kita juga menyaksikan apa yang terjadi pada perekonomian negara-negara bekas blok Timur,” demikian tambahnya.

KELANGKAAN pranata sosial yang baik—khususnya pranata hukum—di negara berkembang serta perubahan perekonomian negara-negara bekas Blok Timur, merupakan latar belakang pelanggaran tradisi dari komite ekonomi Hadiah Nobel 1993.

Sebagai seorang sejarahwan ekonomi mereka mencoba untuk menjelaskan peran dari ide serta pranata sosial bagi tindakan dan pilihan yang dilakukan oleh manusia. Yang menjadi perhatian utama penelitian North dan Fogel adalah cara-cara yang dipergunakan oleh pranata sosial beserta aturan-aturan yang menyertainya dalam menumbuhkan atau menghalangi kemajuan. Individu memang merupakan penentu penting dalam upaya kesejahteraan masyarakat. Namun—demikian hasil penelitian North dan Fogel—yang lebih penting adalah bagaimana aturan main dalam ekonomi itu bekerja.

“Penemuan Prof. North dan Prof. Fogel menunjukkan bahwa tidaklah menjadi soal apakah para perencana ekonomi itu pintar atau berkehendak baik. Yang paling menentukan bagi sebuah pertumbuhan ekonomi adalah pranata sosial dan hukum yang ada di masyarakat yang bersangkutan,” demikian misalnya komentar dari David Henderson, editor Fortune Encyclopedia of Economics.

(hlm. 62)

Sejak lama ada anggapan bahwa perubahan teknologi serta inovasi merupakan faktor utama bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Melalui sebuah penelitian mengenai produktivitas dalam pelayaran laut (1968), North membuktikan bahwa perubahan organisasi dan pranata sosial ternyata lebih berpengaruh bagi sebuah pertumbuhan ekonomi ketimbang perubahan teknologi. Secara lebih khusus, North bahkan membuktikan—melalui penelitian sejarah ekonomi—bahwa beberapa pranata sosial macam hak milik dan aturan kontrak merupakan unsur utama guna menciptakan insentif yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

North misalnya membandingkan ekonomi perdagangan Inggris dan Belanda, yang tumbuh subur pada abad XVII, dengan perekonomian Spanyol, yang pada periode yang sama justru mandeg. Spanyol mengalami kemunduran yang berkepanjangan karena kekuasaan ekonomi hanya ada pada tangan kelompok elite. Di negeri itu, kepastian hukum mengenai hak milik juga tidak ada. Sebaliknya, merosotnya peranan gilda (perserikatan produsen) di Inggris dan Belanda—yang masa itu dianggap sebagai monopolis—dan berkembangnya rule of law di dua negeri itu merupakan pendukung utama bagi pasar hingga mampu berfungsi secara benar.

(hlm. 63)

Menurut Prof. John Nye dari Washington University, makna penting dari karya North adalah kemampuannya untuk memperlihatkan kepada para ekonom bahwa pranata-pranata sosial ternyata merupakan unsur utama dalam sebuah pertumbuhan ekonomi, sama halnya seperti juga nilai tukar dan alokasi sumber-sumber ekonomi.

Peraih Nobel Ekonomi keempat asal Chicago University itu—sebelumnya adalah Merton Miller, Ronald Coase, dan Gary Becker—telah memperbarui metode sejarah ekonomi. Melalui aplikasi teknik statistik yang teliti, Fogel berhasil membuktikan ketidaktepatan beberapa asumsi umum mengenai pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Penelitian dan pengujian mengenai peranan kereta api di AS pada abad XIX, yang diterbitkan oleh Fogel tahun 1964, misalnya, memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidaklah disebabkan oleh adanya penemuan-penemuan khusus. Penentu sebuah perkembangan ekonomi adalah banyaknya perubahan teknik, yang khusus dilakukan dalam organisasi ekonomi itu sendiri.

(hlm. 64-65)

Fogel memang kemudian mengejutkan kalangan para sejarahwan ekonomi melalui penelitiannya mengenai dampak ekonomi dari perbudakan di AS. Dalam karyanya bersama Stanley Engerman, yang berjudul Time on the Cross: The Economics of American Slavery (1974), Fogel menolak pandangan umum yang menyatakan bahwa perbudakan di AS adalah sebuah sistem ekonomi yang tidak efisien. Dengan analisis yang sangat teliti, Fogel membuktikan bahwa secara ekonomis perbudakan itu bernilai. Ia hanya dihapuskan karena alasan politik bukan karena alasan ekonomi.

“Saya hanya ingin menunjukkan melalui sejarah ekonomi bahwa dari sudut kesejahteraan dan kesatuan keluarga, kehidupan para budak di zaman itu tidak lebih jelek dibandingkan dengan zaman pekerja bebas,” demikian pernah dikatakan Fogel mengenai kontroversi Time on the Cross.

Kini ia sedang mengembangkan sebuah cabang sejarah ekonomi, di mana data biomedis tentang tinggi manusia, berat badan, jumlah makanan yang disantap, serta tingkat kematian, dijadikan alat ukur untuk menilai kesejahteraan ekonomi.

Sejarah ternyata memperlihatkan bahwa Zeitgeist (= roh zaman) perekonomian dunia adalah pentingnya pranata sosial—bagi Indonesia bentuknya lebih sebagai pranata hukum—dalam menumbuhkan kesejahteraan masyarakat.

(hlm. 66)

Ekonomi Pancasila Versi Penerima Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi 1993

Keduanya suma sejarawan ekonomi, yang tak dipandang biarpun dengan sebelah mata oleh masyarakat umum, apalagi oleh para ekonom mapan di mana-mana.

(hlm. 67)

Di atas dalil-dalil ilmu ekonomi neoklasik, mereka itu cenderung asyik-masyuk dengan model-model matematik yang rumit, seolah-olah proses ekonomi berjalan tanpa tradisi budaya dan sosial, tanpa sejarah.

Sudah sejak 1992

Kendati tetap dengan model-model matematik yang rumit, berbeda dari kebanyakan ekonom neoklasik, Becker dianggap berhasil menggunakannya untuk menjelaskan gejala-gejala sosial non-ekonomi yang ikut menentukan proses perekonomian.

Jika perubahan tersebut mengejutkan dipandang dari sudut ilmu ekonomi yang sedang dominan (neoklasik), maka untuk kita di Indonesia mestinya lebih daripada itu. Rasa terkejut mungkin patut disertai dengan rasa gembira. Gembira, tentunya karena hal itu dapat mendorong semangat segelintir ekonom kita yang selama ini coba mendalami sejarah perekonomian Indonesia, seperti Thee Kian-Wie dan Dorodjatun Kuntjoro-Jakti.

Pada dasarnya, apa yang hendak dirumuskan sebagai ekonomi Pancasila adalah semacam gagasan jalan tengah antara model persaingan bebas dan model etatisme (perencanaan terpusat di bawah kekuasaan negara).

(hlm. 68)

Namun, persaingan, paling tidak, bukanlah konsekuensi satu-satunya dari kelangkaan itu. Kerja sama (cooperation) justru dipandang sebagai konsekuensi kelangkaan juga. Bahkan, persaingan mustahil tanpa kerja sama itu.

Keselamatan bersama (altruism) tak kurang pentingnya, yang dalam bahasa biologi sosial disebut survival maximization.

(hlm. 69)

Oleh karena itu, transformasi (pengolahan produk) dan transaksi ekonomi menuntut biaya besar. Untuk menguranginya, peranan lembaga atau pranata (institution) menjadi sangat penting.

Bermula dari sejarah

Gagasan-gagasan pokok North dan Fogel seperti diringkaskan di atas merupakan batu sendi teori perubahan sosial-ekonomi, yang kini dikenal sebagai a theory of institutional change. Artinya, gagasan-gagasan pokok yang sepintas terasa biasa-biasa itu, bukanlah terutama hasil perenungan atau spekulasi, tapi lebih merupakan hasil pemeriksaan sejarah dan pergulatan teoritik yang dijalin dalam kerangka analisis yang baru.

Arah dan bentuk perubahan sosial-ekonomi sepanjang sejarah serba ragam bahkan terpisah oleh jurang perbedaan.

Lebih aneh lagi, sejarah penuh dengan sistem sosial-ekonomi yang sama sekali tak efisien, macet, bahkan memerosotkan kesejahteraan umum, tetapi tetap bertahan dengan kokohnya. Aneh, sebab bukankah teori neoklasik menyiratkan bahwa sistem-sistem seperti itu mesti lenyap akibat persaingan?

Pada dasarnya jawaban itu memberikan pranata (institutions) sebagai penentu kinerja ekonomi, dan pergeseran harga-harga secara nisbi sebagai sumber perubahan pranata.

(hlm. 70)

Apa yang pernah lama diderita Spanyol misalnya, termasuk dalam sistem seperti itu. Sistem itu timbul dan bertahan karena kebutuhan fiskal penguasa Spanyol.

Pranata sebagai penentu kinerja perekonomian tetap dipertahankan, tetapi kini tanpa orientasi efisiensi. Artinya, kendati menentukan, pranata merupakan “a mixed bag” berisi rangsangan yang menurunkan (efisiensi) maupun meningkatkan biaya (inefisiensi) transformasi dan transaksi sosial ekonomi.

Pranata dan kinerja ekonomi

Namun demikian, baik teori ekonomi maupun sejarah yang ada selama ini tampaknya belum menyadari pentingnya peranan pranata itu, seperti tercermin pada belum masuknya faktor pranata dalam kerangka analisis teori-teori tersebut.

(hlm. 70)

Apa yang pernah lama diderita Spanyol misalnya, termasuk dalam sistem seperti itu. Sistem itu timbul dan bertahan karena kebutuhan fiskal penguasa Spanyol.

Pranata sebagai penentu kinerja perekonomian tetap dipertahankan, tetapi kini tanpa orientasi efisiensi. Artinya, kendati menentukan, pranata merupakan “a mixed bag” berisi rangsangan yang menurunkan (efisiensi) maupun meningkatkan biaya (inefisiensi) transformasi dan transaksi sosial ekonomi.

Pranata dan kinerja ekonomi

Namun demikian, baik teori ekonomi maupun sejarah yang ada selama ini tampaknya belum menyadari pentingnya peranan pranata itu, seperti tercermin pada belum masuknya faktor pranata dalam kerangka analisis teori-teori tersebut.

Bagi North dan Fogel, lembaga atau pranata mencakup tradisi budaya, sosial, dan politik; perangkat hukum dan peraturan; bahkan ideologi umum dan kelompok (cara memandang dan menjelaskan dunia).

(hlm. 71)

Kalau saling hubungan antarmanusia diibaratkan pertandingan olahraga, begitu North, maka aturan permainan (formal dan informal) adalah pranata, sedangkan para pemain adalah organisasi.

Dalam bahasa ekonomi, pranata adalah garis kendala (constraint line) yang membatasi kinerja itu.

(hlm. 72)

Namun demikian, betapa rumit pun struktur itu, semuanya dapat digolongkan dalam tiga model biaya transaksi.

Pertama, dengan personalisasi kegiatan ekonomi (produsen kecil, perdagangan lokal) maka biaya transaksi rendah, tetapi biaya transformasi tinggi karena spesialisasi rendah.

Kedua, impersonalisasi kegiatan ekonomi lewat norma-norma kesukuan dan keagamaan ketika kegiatan ekonomi itu makin luas dan terspesialisasi. Harga transaksi tinggi karena lemahnya jaminan pelaksanaan norma itu.

Ketiga, impersonalisasi kegiatan ekonomi dengan jaminan pihak ketiga, yakni negara. Dalam keadaan ini, kegiatan ekonomi bisa sangat luas dan sangat terspesialisasi, biaya transformasi dan transaksi bisa rendah, tapi tergantung dari mutu jaminan pihak ketiga tadi.

Inilah yang oleh North disebut a transaction cost theory of exchange, yang sama sekali tidak ada dalam ilmu ekonomi neoklasik.

Dalam penelitiannya atas perekonomian AS, North menemukan bahwa biaya transaksi itu pada 1986 mencakup 45 persen dari pendapatan nasional, meningkat dari 25 persen seabad yang lalu. North juga merujuk penelitian Hernando de Soto di Peru, yang mencatat 80 persen dari modal pelaku ekonomi informal habis untuk biaya yang serupa.

Perubahan institusional

Perbedaan antara pranata dan badan (organisasi) merupakan kunci penjelas North mengenai perubahan sosial ekonomi. Itulah yang disebutnya a theory of institutional change.

(hlm. 73)

Peluang-peluang ini direbut dengan mendirikan organisasi sosial ekonomi, perseroan misalnya.

(hlm. 74)

“Teori ekonomi neoklasik sama sekali tidak memadai mengkaji dan merumuskan kebijakan yang menggerakkan pembangunan. Teori tersebut hanya menyangkut cara bekerja pasar, bukan perkembangannya. Mana mungkin merumuskan kebijakan pembangunan jika orang tak mengerti bagaimana ekonomi berkembang?”

(hlm. 75)

Ekonom dan Sosiolog, Bersatulah

DALAM mata kuliah Ekonomi Indonesia mempunyai bahan kuliah yang teramat bagus, yaitu peristiwa penganugerahan Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi 1992 kepada Prof. Gary S. Becker. Inilah kesempatan paling tepat untuk “mengejar” mahasiswa Indonesia betapa amat penting hubungan erat antara para ekonom dan sosiolog di Indonesia, yang selanjutnya bisa dan harus diperluas dengan para ahli ilmu-ilmu antropologi, politik, dan bahkan ilmu agama. Inilah pendekatan transdisiplin yang kami perjuangkan sejak tahun 1980 dengan penerbitan buku, Ilmu Ekonomi Sosial dan Keadilan: Analisis Trans-Disiplin dalam Rangka Mendalami Sistem Ekonomi Pancasila, YAE, 1980.

(hlm. 76)

Gary Becker adalah seorang “pahlawan”, kalau boleh disebut demikian. Yaitu pahlawan, perintis, atau bahkan ekonom pemberontak, yang berjuang keras melawan arus ekonomi “arus utama” (mainstream), yaitu ilmu ekonomi Neoklasik. Arus yang ditentangnya adalah arus pemikiran sempit yang menganggap faktor-faktor “non-ekonomi” dalam kehidupan masyarakat sebagai “tidak penting”, sehingga bisa dianggap “konstan”. Dalam kenyataan, menganggap faktor-faktor non-ekonomi sebagai “data” yang konstan bisa benar-benar menyesatkan, dan bisa berakibat analisis ekonomi menjadi “tak ada gunanya”.

Namun sayangnya “raja” ilmu sosiologi di Amerika Serikat yaitu Talcott Parsons dianggapnya “terlalu sulit” sehingga karena itu ia kembali pada ilmu ekonomi.

Milton Friedman adalah seorang ekonom kawakan dari Chicago yang “membuka jalan” bagi Becker dan meyakinkan bahwa masalah-masalah sosial dapat dipecahkan dengan peralatan ilmu ekonomi.

Masalah pertama yang menantang Gary Becker adalah masalah diskriminasi (rasial) yang selanjutnya dijadikan topik disertasi doktornya pada tahun 1955 di Universitas Chicago.

Imperialisme ekonomi

“Agresivitas” Gary Becker untuk menerapkan ilmu ekonomi neoklasik pada masalah perilaku manusia di berbagai bidang yang biasanya di luar perhatian ekonom, cukup “menyakitkan” sementara sosiolog, yang kemudian menuduh adanya “imperialisme ekonomi” terhadap bidang-bidang di luar ilmu ekonomi.

(hlm. 77)

Bagi Gary Becker, ilmu sosiologi menghasilkan ahli-ahli yang mampu “berpikir besar” dan keprihatinannya terhadap konflik-konflik sosial justru lebih tajam ketimbang para ekonom.

Selama ini sosiolog lebih kreatif dalam survei-survei lapangan; sedangkan ekonom hampir selalu menggantungkan pada data-data sekunder yang “buatan” badan-badan pemerintah, yang sering ketelitiannya diragukan bahkan oleh yang mengumpulkan sendiri.

Rasional dan nonrasional

Ilmu ekonomi sering dikenal sebagai ilmu tentang pilihan-pilihan “rasional” (yaitu maksimisasi keuntungan atau minimisasi biaya).

Inilah yang kemudian berkembang menjadi perbedaan tajam antara ekonomi neoklasik dan ekonomi kelembagaan (institutional economics).

(hlm. 78)

Ilmu ekonomi kelembagaan menentang asumsi kaum neoklasik yang menganggap lembaga (institution) sebagai konstanta (ceteris paribus).

Cara atau pendekatan yang demikian bisa menjurus ke arah sikap “pengecut, dan ilmu ekonomi menjadi ilmu “abstrak” tanpa pijakan di dunia nyata. Lalu untuk apa?

Maka dalam bukunya History of Economic Analysis memang disebutnya 4 bidang garapan ilmu ekonomi yaitu: teori, sejarah ekonomi, statistik, dan sosiologi ekonomi (atau ekonomi sosiologi).

Di Amerika Serikat yang mulai menjadi pusat ilmu pengetahuan, tahun-tahun 1930-1950 merupakan periode “perpisahan total” antara ilmu ekonomi dan ilmu sosiologi.

(hlm. 79)

Di antaranya yang terpenting adalah antara Frank Knight, yang ekonom, dan Talcott Parsons, yang sosiolog, karena mereka berdua bersimpati pada pikiran-pikiran jernih Max Weber.

Dan kegagalan pendekatan ini digambarkan dengan cara sindir-menyindir ilmiah yang cukup bermutu, misalnya lelucon oleh Frank Knight yang (barangkali) ditujukan terhadap Talcott Parsons yang dianggapnya banyak bicara tetapi isinya terlalu ringan, terutama dalam buku “babon” sosiologi Economy and Society (1956): Sociology is the science of talk, and there is only one law in sociology. Bad talk drives out good talk.

Penutup

Kita di Indonesia harus mengakui belum memasuki dunia perdebatan ilmiah yang serius seperti yang dilukiskan di atas. Memang benar ada tulisan-tulisan yang sekadar “sindir-menyindir” antara para ekonom, sosiolog, dan ahli-ahli ilmu politik, menyangkut pelaksanaan pembangunan nasional kita dan peranan ilmu-ilmu sosial di dalamnya, yang nyata-nyata didominasi oleh pembangunan ekonomi, dan secara logis, ilmu ekonomi.


(hlm. 80)

Pemikiran tentang ekonomi Pancasila tahun 1981 di saat-saat memuncaknya pertumbuhan ekonomi nasional, sesungguhnya merupakan upaya “mengoreksi” ajaran ekonomi neoklasik yang cukup cocok untuk mengajarkan pertumbuhan, tetapi disangsikan sebagai ajaran pemerataan.

Ajaran ekonomi Pancasila adalah ajaran ekonomi “kelembagaan” atau ajaran ekonomi “moralistik” yang tidak memandang lembaga-lembaga ekonomi dan sosial yang ada tidak berperanan (atau diasumsikan sebagai konstan).

Demikian memang jika ingin bermanfaat, ilmu ekonomi di Indonesia harus dikembangkan bersama-sama ilmu sosial lain. Dan bahkan dengan ilmu-ilmu agama yang moralistik. Masalahnya adalah bagaimana caranya. Hal ini memang masih amat sulit dijabarkan dalam analisis yang logis dan rasional, dan barangkali memang tidak akan mungkin.


(hlm. 82)

Permainan dalam Pasar Persaingan Tak Sempurna

TIGA nama muncul sebagai pemenang Hadiah Nobel Ekonomi untuk tahun 1994. Mereka adalah John Nash (Universitas Princeton, AS), John Harsanyi (Universitas Bonn, Jerman), dan Reinhard Selten (Universitas Bonn, Jerman). Ketiganya dinilai memberi sumbangan besar dalam mengembangkan game theory (selanjutnya disingkat GT) untuk menjelaskan berbagai perilaku ekonomi.

Pada tahun 1990, Harry Markowitz, Merton Miller, dan William Sharpe, ketiganya dari Amerika Serikat, juga mendapat kehormatan yang sama.

(hlm. 83)

Trio Markowitz-Miller-Sharpe (1990) berjasa dalam mengembangkan Teori Portofolio Investasi dan meletakkan dasar-dasar teori pasar modal modern. Ronald Coase (1991) dinilai sebagai perintis pendekatan baru dalam teori ekonomi yang sekarang dikenal sebagai new institutional economics. Gary Becker (1992) berhasil menerapkan teori ekonomi mikro untuk mengkaji fenomena-fenomena non-ekonomi. Douglas North dan Robert Fogel (1993) dianggap berjasa luar biasa dalam mengembangkan cliometrics, yaitu aplikasi gabungan teori ekonomi mikro, sejarah, dan ekonometri.

Hipotesis Milton Friedman (pemenang Nobel Ekonomi 1976) kali ini sedikit meleset. Dengan setengah bergurau, setelah mempelajari riwayat para pemenang Nobel Ekonomi, Friedman pernah menulis bahwa untuk menduga siapa pemenang Nobel Ekonomi tidaklah sulit.

Ada tiga syarat untuk itu, yaitu pria, warga Amerika Serikat, dan pernah belajar atau mengajar di Chicago. Untuk tahun ini, kubu Chicago harus bersabar, karena tidak menambah nama baru dalam daftar panjang dominasi mereka.

Colin Camerer (1991) mendefinisikan GT sebagai the analysis of rational behavior in situations involving interdependence of outcome—when my payoff depends on what you do. Kalimat kunci dalam memahami GT adalah hubungan-hubungan interaktif yang melibatkan interdependensi (kesalingtergantungan).


(hlm. 84)

Pasar dalam realitas sehari-hari adalah pasar yang penuh dengan ketidaksempurnaan. Salah satu sumber ketidaksempurnaan tersebut adalah jumlah pelaku pasar yang terbatas. Dalam pasar demikian, tindakan satu pelaku memengaruhi pelaku lainnya. Rantai aksi-reaksi inilah yang berusaha dikaji oleh GT.

GT memiliki latar belakang yang panjang. Pada abad ke-19, dua ahli ekonomi, yaitu Cournot (1838) dan Bertrand (1883), telah merintis dasar-dasar GT. Cournot dan Bertrand mengembangkan model aksi-reaksi dalam pasar duopoli (pasar dengan dua orang penjual). Model tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Edgeworth (1952).

GT semakin kukuh sebagai teori melalui karya John von Neumann dan Oskar Morgenstern dalam buku mereka yang monumental Theory of Games and Economic Behavior (1944). Von Neumann dan Morgenstern sampai pada kesimpulan bahwa semua pertanyaan dalam teori ekonomi seyogianya dianalisis dalam konteks GT. Alasannya, dalam setiap hubungan interaktif selalu ada unsur interdependensi.


(hlm. 85)

John Nash (1950) mengembangkan dasar-dasar GT untuk menganalisis situasi apabila kepentingan para pelaku ekonomi (dalam GT disebut sebagai para pemain) tidak selalu berlawanan. Situasi demikian adalah non-zero-sum-games.

Dari pekerjaan itulah kemudian muncul terminologi yang sangat terkenal, yaitu “kesetimbangan Nash” (Nash equilibrium). Kesetimbangan Nash, jika disederhanakan, adalah situasi di mana para pemain tidak memiliki hasrat untuk mengubah lagi tindakannya, karena harapan masing-masing pemain tentang dan terhadap lawannya ternyata benar.

Jika Nash bekerja dalam konteks informasi yang simetris, yaitu para pemain memiliki informasi yang sama, maka Harsanyi (1967) memperluas permainan dengan memperkenalkan situasi jika informasi bersifat asimetris (tidak sama).

Selten (1965) melakukan hal yang hampir sama. Selten berpendapat, tindakan seorang pemain akan berubah bukan saja apabila ada peluang untuk memperbaiki posisinya, melainkan juga apabila ia tahu apakah permainan tersebut akan terus berlangsung atau tidak.


(hlm. 86-87)

Pertama, GT termasuk bidang yang sulit untuk dipelajari, karena mensyaratkan penguasaan matematika yang cukup tinggi. Selain itu, GT hanya bisa diuji dalam konteks observasi yang longitudinal (antarwaktu).

Kedua, GT sering dianggap kotak Pandora, sehingga segala sesuatu bisa dijelaskan oleh teori ini.

Ketiga, dan ini yang nampaknya paling menentukan, adalah sulitnya diperoleh generalisasi dalam GT.

Para praktisi bisnis biasanya lebih menyukai penyelesaian atau jalan keluar yang sifatnya “tinggal telan” (quick fix).

Lepas dari jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh GT, potensi aplikasi GT sebenarnya sangatlah luas. Secara terbatas, James Buchanan, pemenang Nobel Ekonomi 1986, telah menerapkan GT dalam percaturan politik. Saat ini, GT secara luas sudah mulai digunakan untuk penelitian-penelitian tentang—untuk menyebut beberapa di antaranya—arti penting komitmen dan reputasi dalam strategi pemasaran, evolusi aliansi strategik, praktik-praktik diskriminasi harga, dan efek pemberian isyarat pasar (market signaling).


(hlm. 88)

Mengapa “Harapan Rasional” Penting?

Tulisan ini dalam rangka menyambut baik pemenang Hadiah Nobel Ekonomi 1995 Robert Lucas (58), pakar ekonomi dari Universitas Chicago. Teori “rational expectation” mula-mula dikembangkan oleh John Muth yang menjelaskan teori harapan yang bukan berasal dari “adaptive expectation” sebagaimana yang telah dikenal sebelumnya.

(hlm. 89)

Per definisi, masa depan itu tidak diketahui. Studi tentang pengambilan keputusan berkenan dengan bagaimana orang memperkirakan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Oleh karena itu, beberapa teori diciptakan untuk mencoba meramalkan perilaku orang “mengharapkan” sesuatu di masa depan.

Jika harapan konsumen adalah bahwa mereka akan menjadi kaya di masa depan, maka sekarang mereka akan lebih banyak membelanjakan uangnya, sehingga mengakibatkan output agregatif akan naik.

Teori Harapan Rasional

Sejak tahun 1950-an, ahli ekonomi secara teratur menganggap bahwa harapan itu muncul hanya berasal dari pengalaman masa lampau. Sebagai contoh, harapan akan tingkat inflasi sekarang adalah merupakan rata-rata dari tingkat inflasi masa lalu.

Adaptive expectation” dapat salah, apabila orang hanya menggunakan data masa lampau dan tidak menggunakan lebih banyak informasi yang ada sekarang. Orang sering dengan cepat berubah harapannya apabila ada informasi baru.


(hlm. 90)

Rational expectation” ialah ramalan optimal mengenai masa depan dengan menggunakan semua informasi yang ada.

Oleh karena itu, ada dua alasan mengapa suatu expectation gagal untuk menjadi rasional:

  • Orang mungkin sadar akan semua informasi yang ada, tetapi ia terlalu malas membuat harapan agar ramalannya baik.
  • Orang mungkin tidak sadar akan suatu informasi yang relevan, sehingga ramalannya untuk masa depan menjadi tidak benar.

Mengapa Teori Harapan Rasional Penting?

Mengapa orang mencoba untuk membuat harapan (expectation), yang artinya sama dengan melihat kemungkinan terjadinya sesuatu di masa depan dengan cara memanfaatkan semua informasi yang tersedia?

Jawabannya mudah saja, yakni apabila tidak berbuat demikian, dia akan rugi. Cobalah perhatikan, misalnya ada sebuah perusahaan pengolahan, mengetahui bahwa tingkat bergeraknya bunga penting bagi penjualan komoditi pengolahan tersebut.


(hlm. 91)

Hanya saja, ahli pasar finansial tidak menamakannya “rational expectation” tetapi dikenal dengan “efficient markets theory” (teori pasar finansial yang efisien).

Teori Pasar Finansial yang Efisien

Teori pasar finansial yang efisien (efficient markets theory) berdasarkan atas asumsi bahwa harga-harga saham di pasar finansial sepenuhnya merupakan refleksi dari informasi yang ada. Keuntungan yang didapat dari memegang saham sama dengan jumlah capital gain dari saham itu (beda harga) ditambah dividen dibagi harga semula.


(hlm. 92)

Setelah Perang Dunia II, ahli ekonomi memanfaatkan model Keynes (misalnya model IS-LM) untuk menggambarkan bagaimana kebijaksanaan pemerintah dapat digunakan untuk menanggulangi pengangguran dan output nasional.

Lucas mengkritik evaluasi kebijaksanaan melalui ekonometri (econometric policy evaluation). Model ekonometri memuat persamaan-persamaan matematik yang menggambarkan hubungan di antara ratusan variabel. Hubungan-hubungan ini diasumsikan konstan dan diestimasi berdasarkan data sebelumnya (past data). Kemudian, seandainya kita ingin mengevaluasi apa pengaruh suatu kebijaksanaan terhadap suatu output, maka dengan menganggap variabel kebijaksanaan itu sebagai variabel eksogen, dengan menggunakan koefisien-koefisien ekonometri itu, dapat dipilih output yang dikehendaki.


(hlm. 93)

Jadi, ramalan ekonometri yang menganggap koefisien persamaan itu diasumsikan tetap akan meleset.

Kritik Lucas tidak hanya menunjukkan bahwa model ekonometri konvensional tidak dapat digunakan untuk “policy evaluation,” tetapi juga menunjukkan bahwa harapan orang tentang suatu kebijakan akan mempengaruhi kebijakan itu sendiri.

Dampak Revolusi Harapan Rasional

Teori harapan rasional telah menyebabkan suatu revolusi bagi pola pikir ahli ekonomi tentang hubungan kebijaksanaan moneter dan fiskal dengan pengaruhnya terhadap aktivitas ekonomi.

a. Formasi harapan akan berubah jika perilaku variabel ramalan berubah.


(hlm. 94)

b. Harapan yang rasional juga merupakan highlight atas pentingnya kredibilitas kesuksesan suatu kebijaksanaan. c. Revolusi harapan rasional telah menyebabkan pemikiran kembali mengenai cara kebijaksanaan ekonomi harus dilakukan, dan telah memaksa ahli ekonomi untuk menyadari bahwa peranan suatu kebijaksanaan bagi kita tidaklah terlalu besar. Janganlah hanya membuat perekonomian itu dikendalikan dengan suatu kebijaksanaan, kemudian semua fluktuasi akan dapat dieliminasi. Kita harus membuat kebijaksanaan yang memuat ketidakpastian menjadi berkurang, dan dari situ diciptakan lingkungan ekonomi yang lebih stabil.


(hlm. 95)

Robert E. Lucas, Ekonom AS Ke-24 Peraih Nobel Bidang Ekonomi

Ekonom Amerika Serikat, Robert E. Lucas (58), memperoleh penghargaan Nobel Ekonomi 1995 setelah teori ekonomi makronya tentang “Harapan Rasional” dinilai mampu mengubah pengertian mengenai bagaimana kebijakan ekonomi mempengaruhi harapan masyarakat.

Lima orang profesor ekonomi yang menjadi juri pemberian Hadiah Nobel memberikan penghargaan kepada Lucas karena dianggap, “Telah melakukan pengembangan dan penerapan hipotesis ‘Pengharapan Rasional’. Dengan demikian, mampu mengubah analisis makroekonomi dan memperdalam pengertian tentang kebijakan ekonomi.”

(hlm. 96)

Satu dari sekian banyak contoh tentang hal ini adalah formasi tingkat upah, di mana harapan tentang tingkat inflasi dan tingkat permintaan tenaga kerja di masa datang yang akan sangat memengaruhi kontraksi tingkat upah.

Sungguh benar bahwa harapan rasional adalah sebuah konsep pandangan ke depan. Formulasi konsep ini mula-mula diajukan John Muth tahun 1961, namun kurang mendapat tanggapan berarti sampai tahun 1970, sehingga kemudian Lucas memperluasnya menjadi sebuah model ekonomi agregat.


(hlm. 97)

“Pengalaman sepanjang tahun 1970-1980 memperlihatkan bahwa inflasi yang tinggi ternyata tidak membawa pengaruh permanen terhadap peningkatan tenaga kerja,” kata Lucas.

Pada tahun 1978 Lucas tercatat memberikan kontribusi berharga pada pemikiran asset pricing. Lucas menunjukkan model awal bagaimana menghitung aset pada keseimbangan umum dengan pendekatan harapan rasional.


(hlm. 99)

Robert E. Lucas dan Teori Dugaan yang Rasional

Robert E. Lucas dari Universitas Chicago, AS, meraih penghargaan Nobel untuk ilmu ekonomi. Penghargaan ini diberikan kepadanya setelah dia dianggap berhasil mengemukakan eksposisi teoretis mengenai dugaan yang rasional (rational expectation) secara lebih meyakinkan, sehingga dianggap merupakan kontribusi yang memperkaya khazanah teori ekonomi makro.


(hlm. 100)

Teori expectation menyatakan bahwa pada umumnya para individu atau pihak-pihak di dalam ekonomi adalah rasional dalam pengertian berupaya mengumpulkan informasi yang ada sekarang sebanyak-banyaknya dan menggunakan informasi ini seefisien mungkin untuk tujuan menghindarkan kesalahan dalam gerak tindaknya. Atas dasar informasi yang dikumpulkan, para individu atau unit-unit ekonomi dalam masyarakat akan memformulasikan dugaan-dugaan mereka mengenai perkembangan pada masa yang akan datang, sehingga mempengaruhi gerak tindak mereka. Akibatnya, seluruh kebijaksanaan ekonomi makro yang didasarkan atas hubungan-hubungan tertentu antar variabel-variabel ekonomi dapat tidak efektif dalam mempengaruhi perilaku pelaku ekonomi, sehingga tujuan makro yang ingin dicapai melalui pelaksanaan kebijaksanaan ini tidak tercapai. Bukti-bukti empiris telah menunjukkan situasi ini.


(hlm. 101)

Kebijaksanaan di tingkat mikro ini hendaklah dalam bentuk-bentuk yang efektif agar dapat mempengaruhi motivasi pelaku ekonomi yang terkait, misalnya dalam bentuk rangsangan pajak.

Adanya trade-off antara inflasi dengan pengangguran yang telah diformulasikan oleh Phillips dan ditunjukkan dalam kurva Phillips, telah juga mendapat kritik dari teori rational expectation.


(hlm. 102)

Pertama, dalam konteks ekonomi yang sangat kompleks, interdependensi dan terus berubah dengan cepat, adalah diragukan mengenai kesanggupan pelaku ekonomi untuk membuat dugaan yang rasional.

Kedua, tidak semua pelaku ekonomi mempunyai formulasi atau model yang sama mengenai bagaimana ekonomi sebetulnya bergerak, sehingga dugaan yang rasional atau pembentukan dugaan yang rasional menjadi tidak seragam dalam ekonomi.

Ketiga, tidak selamanya pelaku ekonomi bersifat rasional. Misalnya, money illusion masih tetap menggambarkan perilaku banyak kalangan buruh.


(hlm. 103)

Keempat, karena sukarnya memformulasikan atau menspesifikasikan dugaan yang rasional, maka dugaan yang rasional tidak dapat secara konkret diterjemahkan dalam model-model ekonomi makro untuk mengakomodasikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam parameter-parameter model-model ini.

Dalam negara-negara ini, kemungkinan terdapatnya apa yang disebut market-clearing prices pada ketiga jenis pasar ekonomi ini sangat tipis atau tidak pernah terjadi sama sekali.


(hlm. 104)

Hadiah Nobel Ekonomi 1996: Kebangkitan Kembali “Game Theory” Dalam Analisis Ekonomi

Delapan Oktober 1996, The Royal Swedish Academy of Sciences mengumumkan pemenang Hadiah Nobel untuk bidang ekonomi, yaitu Profesor James A. Mirrlees (Inggris) dan Profesor William Vickrey (Kanada). Mereka dianggap berjasa besar dalam mengembangkan ilmu ekonomi, khususnya dalam analisis tentang informasi asimetrik.

Tulisan ini saya tutup dengan sebuah argumentasi bahwa penganugerahan Hadiah Nobel untuk kedua ahli ekonomi itu menandai kebangkitan kembali peranan metode deduktif (matematika, khususnya teori permainan) dalam analisis ekonomi.


(hlm. 105)

Teori Permainan sebagai Alat Analisis Ekonomi

Karya Mirrlees yang banyak dikutip dalam khazanah ilmu ekonomi antara lain “An Exploration in Theory of Income Taxation” (dalam Review of Economic Studies tahun 1971), dan “Notes on Welfare Economics, Information and Uncertainty” (dalam Essays in Economic Behavior in Uncertainty tahun 1974). Sedangkan karya Vickrey antara lain adalah “Counterspeculation, Auctions, and Competitive Sealed Tenders” (dalam Journal of Finance tahun 1961).

“Berapa harga yang memberikan laba terbesar?” Harga yang terlalu tinggi menyebabkan konsumen lari ke produsen lain, harga yang terlalu rendah membuat bangkrut juga.


(hlm. 106)

Aspek penting lain dalam teori permainan adalah dinamika dan struktur informasi. Yang dimaksud dengan aspek dinamika adalah soal kerangka waktu, apakah permainan kita ini satu periode saja (sekali main terus bubar), ataukah terus-menerus berkelanjutan (terdiri dari beberapa ronde)? Kalau hanya terdiri dari satu periode, maka permainan disebut bersifat statik, sebaliknya disebut dinamik.

Struktur informasi sangat menentukan solusi suatu permainan. Struktur informasi menentukan bagaimana tiap pemain mengetahui “rahasia” lawannya.


(hlm. 107)

Sumbangan Mirrlees dan Vickrey terutama dalam analisis model permainan dengan struktur informasi asimetrik. Permainan yang mereka analisis tergolong dalam kelas permainan dengan informasi tak lengkap yang dikenal sebagai games of mechanism design. Contoh permainan dalam kelas ini antara lain model diskriminasi harga monopolistik, penetapan pajak optimal, perancangan lelang, dan mekanisme penyediaan barang publik (public goods).

Principal dapat meminta informasi itu dari para agents, tetapi mereka tidak akan mau memberikan informasi kecuali kalau principal memberikan insentif tertentu baik berupa uang tunai ataupun instrumen lain yang dikontrol oleh si principal.


(hlm. 108)

Dalam studi penetapan pajak optimal, yang bertindak sebagai principal adalah pemerintah, sedangkan para konsumen bertindak sebagai agents.


(hlm. 109)

Metode Deduktif Bangkit Kembali

Batang tubuh ilmu dibangun secara sinergis dengan metode deduktif dan metode induktif.

Dalam ilmu ekonomi, metode induktif didominasi oleh ekonometrika.

Sekali lagi, batang tubuh suatu ilmu hanya dapat secara kokoh ditegakkan dengan pendekatan yang lengkap, yakni pendekatan deduktif dan induktif.


(hlm. 110)

Penganugerahan Hadiah Nobel tahun 1996 boleh jadi merupakan peringatan bagi para peminat studi ekonomi bahwa pembangunan teori ekonomi perlu secara seimbang menggunakan pendekatan deduktif dan induktif.

(hlm. 111)

Jurus Mengurangi Risiko Fluktuasi

Hadiah Nobel bidang ekonomi tahun 1997 diraih dua pakar ekonomi asal Amerika Serikat (AS), Robert C. Merton (53) dari Universitas Harvard, dan Myron S. Scholes (56) dari Universitas Stanford, California. Kedua pakar ekonomi ini meletakkan dasar dalam opsi-opsi saham dan derivatifnya, suatu yang menjadi pemicu bursa semakin bergairah dalam satu dekade terakhir.

Temuan yang bagi kalangan di luar pasar uang dan modal dianggap rumit dan misteri itu, mulai diperkenalkan di Journal of Political Economy tahun 1973. Meski rumit, hasil temuan ini kini digunakan ribuan pialang dan investor di semua bursa saham dan uang di seluruh dunia.


(hlm. 112)

Pada mulanya, kedua pakar bersama seorang pakar lainnya, Fischer Black, mengembangkan teori call option (hak opsi), di mana investor diberikan hak dan bukan janji untuk membeli atau menjual sesuatu (saham, uang, komoditi) dalam suatu periode tertentu dan pada harga tertentu.

Teori Black-Scholes digunakan untuk menilai dan memperhitungkan strategi melindungi investor saham dari perubahan harga pasar yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya.


(hlm. 113)

Merton dan Scholes, Nobel Formula Derivatif

Lagi-lagi, seakan-akan mau mengikuti “jejak” prestasi rekan senegaranya, Dr. William Vickrey dari Universitas Columbia, Amerika Serikat, tahun 1996 lalu, Hadiah Nobel Ekonomi 1997 juga jatuh ke tangan para ekonom AS. Warga AS yang memperoleh penghargaan bergengsi dari Akademi Sains Kerajaan Norwegia (ASKN) itu adalah Prof. Dr. Robert C. Merton (53), dosen business administration di Universitas Harvard, Cambridge, Massachusetts, dan Prof. Dr. Myron S. Scholes (56), pengajar finance di Universitas Stanford, Palo Alto, California.

ASKN berpendapat bahwa kedua ekonom AS itu telah berjasa karena berhasil mengembangkan formula-formula praktis dalam transaksi derivatif, satu kiat guna mengurangi risiko kerugian finansial akibat tak menentunya fluktuasi harga.


(hlm. 114)

Naslund menyebutkan bahwa salah satu alasan paling mendasar dan terkuat yang melatarbelakangi keputusan ASKN adalah fakta bahwa banyak traders dan para ekonom di seluruh dunia telah mempraktikkan rumus-rumus formula hasil kreasi kedua ekonom AS itu.


(hlm. 115)

Secara sederhana, formula derivatif yang dikembangkan oleh duet Merton-Scholes (dan mendiang Black) itu bertujuan “mulia”: berfungsi sebagai “alat” guna memberikan perlindungan atau proteksi (hedging) terhadap kemungkinan sebuah perusahaan besar mengalami kerugian dalam satu investasi tertentu.

Namun, dalam perkembangannya, justru faktor ketidakpastian akan kemungkinan timbul-tidaknya risiko kerugian itulah yang selanjutnya justru dipakai menjadi “sumber” menarik keuntungan. Dan itulah yang terjadi ketika transaksi-transaksi derivatif lantas berkembang menjadi sarana spekulasi pasar.


(hlm. 117)

Merton, Scholes, dan mendiang Fischer, itu sudah lama kenal dan selanjutnya bersahabat akrab, ketika ketiganya masih menjadi mahasiswa MIT tahun 1960-an.


(hlm. 118)

Penghargaan bagi Pelopor Penggunaan Matematika di Pasar Modal

Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan hasil karya Robert C. Merton dan Myron Scholes (bekerja sama dengan Fischer Black, yang meninggal pada bulan Desember 1995) tentang penentuan harga opsi (option pricing), atau lebih populer dengan nama financial derivatives, yang memperoleh Hadiah Nobel Bidang Ekonomi tahun 1997.

Yang menjadi titik awal hingar-bingar penelitian di bidang teori opsi adalah publikasi artikel Fischer Black dan Myron Scholes di Journal of Political Economy tahun 1973, dengan judul “The Pricing of Options and Corporate Liabilities,” dan artikel Robert C. Merton di Bell Journal of Economics and Management Science tahun 1973, dengan judul “Theory of Rational Option Pricing.”


(hlm. 119)

Opsi pada suatu aset adalah suatu kontrak antara dua pihak yang memberikan hak (bukan kewajiban) bagi pihak yang satu untuk membeli/menjual aset dari/kepada pihak lainnya (pihak lainnya ini wajib menjual/membeli aset), dengan harga yang sudah disepakati (disebut strike/exercise price) dan untuk jangka waktu yang sudah ditetapkan (disebut expiry date).

Opsi tipe Amerika boleh dieksekusi kapan saja dalam rentang expiry date, sedangkan opsi tipe Eropa hanya dapat dieksekusi pada expiry date.


(hlm. 120)

Sebagai kompensasi bagi A, sewaktu membuat kontrak, B harus membayar premi kepada A. Formula Black-Scholes digunakan untuk menentukan berapa besarnya premi ini.

Berikut ini kita sajikan perumusan Fischer Black dan Myron Scholes tentang formula Black-Scholes: Ada beberapa asumsi mendasar yang diberikan, yaitu:

Pasar dianggap tanpa friksi, artinya tidak ada ongkos transaksi dan tidak ada pajak yang dikenakan terhadap transaksi.

Suku bunga yang berlaku diketahui dan konstan.

Opsi adalah opsi beli tipe Eropa, yaitu hanya dapat dieksekusi pada expiry date.

Saham tidak membayarkan dividen selama berlakunya kontrak opsi.

Harga saham yang bersangkutan mempunyai distribusi lognormal, artinya jika S menyatakan harga saham, maka berlaku persamaan diferensial yang bersifat stokastik.


(hlm. 121)

Dengan menggunakan manipulasi matematika, Fischer Black dan Myron Scholes memformulasikan masalah di atas menjadi masalah matematika yang tidak dapat dikatakan sederhana, yaitu berbentuk persamaan diferensial. Yang lebih penting adalah bahwa mereka berhasil memperoleh solusi dari persamaan tersebut.


(hlm. 122)

Robert Merton memperluas formula Black-Scholes ini dengan membuang beberapa asumsi yang digunakan oleh Fischer Black dan Myron Scholes. Merton merumuskan opsi beli untuk saham yang membayarkan dividen dalam kurun waktu berlakunya kontrak dan opsi jual tipe Amerika. Dia berhasil menunjukkan bahwa nilai opsi jual tipe Amerika lebih besar dari nilai opsi jual tipe Eropa.


(hlm. 123)

Tahun 1998, Hadiah Nobel untuk bidang ekonomi diraih oleh Dr. Amartya Sen (64) dari India. Dalam siaran pers, Royal Swedish Academy of Sciences (RSAS) menyebutkan, karya-karya Dr. Sen mengenai hak-hak asasi manusia (HAM), kemiskinan, dan ketimpangan sosial, dinilai telah mengubah cara pemerintah dalam menangani bencana kelaparan.

“Karya Dr. Sen telah mengembalikan dimensi etis dalam diskusi mengenai masalah-masalah ekonomi yang vital,” demikian keterangan lembaga penyelenggara hadiah tahunan itu.


(hlm. 124)

Ia terlalu banyak memasukkan masalah-masalah nilai dalam karya dan penelitian ekonominya. Tak ada satu pun teori ekonomi murni yang disumbangkan oleh Dr. Sen.

Namun, zaman telah berubah. Sejak tiga tahun terakhir ini, komite ekonomi Hadiah Nobel tidak lagi menekankan syarat teori yang bebas nilai sebagai acuan utama. Cakrawala kriteria Hadiah Nobel bidang ekonomi mulai diperluas ke bidang-bidang yang menjangkau ilmu politik, psikologi, dan ilmu sosial.

Sumbangan paling utama dari karya-karya Dr. Amartya Sen adalah penelitiannya di bidang ekonomi kesejahteraan, sebuah teori dasar mengenai bagaimana masyarakat melakukan pilihan yang adil dan sekaligus efisien.


(hlm. 125)

Hasil penelitian Dr. Sen mengenai penyebab kelaparan, ketimpangan sosial, serta ukuran kemiskinan misalnya—semuanya terangkum dalam Poverty and Famines: An Essay on Entitlement and Deprivation (Oxford University Press, 1981) —begitu memengaruhi banyak organisasi internasional dan pemerintahan negara dalam menangani krisis pangan. Dr. Sen membuktikan, bencana kelaparan bukan cuma sebuah malapetaka alam, tetapi lebih merupakan hasil keruntuhan ekonomi dan politik.

Melalui penelitian terhadap bencana kelaparan di Bengali tahun 1943 yang menewaskan tiga juta jiwa, ia menunjukkan bahwa sesungguhnya pada saat itu persediaan pangan di India tidaklah kurang. Bencana itu terjadi karena para penguasa kolonial, yang menolak tekanan demokratis, begitu saja mengabaikan masalah tersebut. Sebuah pemerintahan yang otoriter-diktatorial cenderung tidak terbiasa mempertimbangkan nilai-nilai individual di luar lingkup kekuasaannya, begitu kesimpulannya.


(hlm. 126)

Ahli ekonomi India ini berhasil menciptakan sebuah indeks kemiskinan dan sekaligus indikator kesejahteraan, yang kemudian menjadi salah satu acuan utama bagi kegiatan pembangunan dan kemanusiaan PBB.

Kini, perhatian tidak lagi hanya terpusat dalam upaya mendistribusikan pangan, tetapi lebih dalam usaha bagaimana mengganti kerugian yang diderita kelompok miskin, misalnya melalui proyek-proyek prasarana umum.

Masalah-masalah yang diteliti dan digeluti oleh Dr. Sen memiliki jangkauan yang lebih luas dan penting bagi masyarakat biasa daripada misalnya formula perdagangan derivatif, yang membuat Robert Merton dan Myron Scholes meraih Hadiah Nobel Ekonomi 1997. Yang ironis, kedua ekonom AS itu kemudian bergabung dengan Longterm Capital Management, sebuah lembaga investasi AS, yang bulan lalu pailit dan membuat pasar keuangan global kacau. Ternyata, teori yang canggih tidak selalu bisa diterapkan.


(hlm. 127)

Dr. Sen, kebetulan seorang Asia, sungguh merupakan pengakuan terhadap pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun sebuah perekonomian bangsa. Orientasi kemanusiaan—dengan syarat-syarat utama menghargai keragaman—memang tak akan pernah habis tertindas meski oleh berpuluh dasawarsa. Amartya—dalam bahasa Bengali berarti “yang pantas hidup kekal”—Sen, sudah membuktikannya.


(hlm. 129)

Amartya Sen dan Nobel bagi Kaum Papa

“Ilmu ekonomi tidak hanya semata peduli pada pendapatan dan kekayaan, namun juga menyangkut pemanfaatan sumber daya ini sebagai sarana untuk tujuan yang nyata, mencakup peningkatan dan dinikmatinya kehidupan yang panjang dan layak. Jika saja sukses ekonomi suatu bangsa hanya ditentukan oleh pendapatan dan indikator-indikator kemewahan tradisional lainnya serta kesehatan finansial, tujuan utama bagi tercapainya kesejahteraan telah meleset.”

Amat tak lazim jurnal sains memuat tulisan seorang ahli ekonomi. Namun Amartya Sen memang bukan ekonom sembarangan, karena ia adalah ahli ekonomi pembangunan yang bisa memadukan ilmu ekonomi dengan masalah kesehatan, angka harapan hidup, kualitas hidup, kemiskinan, bencana kelaparan, hingga ketimpangan gender.


(hlm. 130)

Amartya Kumar Sen dianggap berjasa memberi “wajah manusia” pada ilmu ekonomi, sehingga keberhasilan pembangunan suatu negara tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan per kapita penduduknya, tetapi juga memasukkan parameter-parameter kesejahteraan. Human Development Index UNDP (Program Pembangunan PBB) mengadopsi teori kapabilitas Sen, antara lain memasukkan indikator seperti tingkat melek huruf, angka kematian bayi, berat dan tinggi bayi. Laporan-laporan ekonomi PBB sering memperoleh sumbangan pemikiran Sen, yang juga menjadi penasihat mantan Sekjen PBB Boutros-Ghali.


(hlm. 131)

Santiniketan adalah pusat kesenian yang dibangun oleh Rabindranath Tagore, penyair dan warga India pertama yang memenangkan Hadiah Nobel untuk Sastra tahun 1913. Sen, menurut Reuters, adalah warga keenam India yang memperoleh Hadiah Nobel.

Tak kurang dari Presiden India, K.R. Narayanan, menyatakan bahwa karya-karya Sen senada dengan tradisi intelektual India. Kepada Sen, Narayanan mengirim pesan, “Anda telah menghadirkan ilmu ekonomi dengan compassion bagi orang kebanyakan dan visi tentang suatu masyarakat dunia yang egaliter.”


(hlm. 132)

Menurut Prof. Felton Earls, guru besar ilmu perkembangan anak di Harvard, kepekaan pada kerentanan anak ini yang membuat Sen mengembangkan teori kapabilitas. Intinya, setiap masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan program bagi setiap warganya, khususnya anak-anak, sehingga mereka dapat mencapai pemenuhan maksimal dan berkembang menjadi manusia yang capable.

Menurut Scott Brown, ekonom kepala di sebuah firma investasi di Florida, penghargaan kepada Sen justru mengangkat citra bidang studi yang selama ini kurang memperoleh apresiasi. “Ekonomi pembangunan tak pernah memperoleh perhatian yang besar dari dunia akademis, padahal besarnya masalah dan jenis-jenis isunya amat signifikan,” katanya.

(hlm. 133)

Nobel dan Mundell yang Kapabel

Apa yang membedakan Robert A. Mundell—penyabet penghargaan Nobel bidang ekonomi tahun 1999—dengan ekonom-ekonom lain yang memenangi penghargaan bergengsi itu?

Seperti peraih Nobel bidang ekonomi sebelumnya, Mundell dinilai telah memberikan sumbangan sangat besar dalam pengembangan ilmu ekonomi. Namun lebih dari itu, ekonom radikal ini dinilai telah meletakkan dasar bagi teori yang mendasari kebijakan praktis dalam perekonomian yang terbuka.

Bagaimana sebenarnya efek kebijakan moneter dan fiskal dikaitkan dengan integrasi pasar modal internasional? Bagaimana efek tersebut jika suatu negara mematok nilai tukar mata uangnya pada nilai yang sudah tetap (fixed) terhadap mata uang kuat? Dan bagaimana jika negara tersebut mengambangkan secara bebas nilai tukar mata uangnya? Apakah suatu negara harus memiliki mata uangnya sendiri?


(hlm. 134)

Dengan menjawab semua pertanyaan ini, Mundell bisa dikatakan telah mengasah kembali teori ekonomi makro, dari yang semula hanya berlaku untuk perekonomian tertutup (yang dalam praktiknya tidak ada), menjadi berlaku untuk perekonomian terbuka.

Hasil riset Mundell juga dinilai orisinil, memiliki jangkauan luas, prediksinya memiliki akurasi mengagumkan, dan memiliki dampak panjang, karena sifatnya mengombinasikan analisis-analisis formal, interpretasi intuitif, dan pengalaman penerapan kebijakan di berbagai negara selama ini.

Lahir di Kanada tahun 1932, Mundell mengecap jenjang pendidikan undergraduate di University of British Columbia dan University of Washington, postgraduate di London School of Economics, dan akhirnya gelar PhD dari Massachusetts Institute Technology (MIT) tahun 1956 dengan tesis mengenai pergerakan modal internasional.


(hlm. 135)

Salah satu kontribusi terpentingnya bagi ilmu ekonomi adalah analisisnya mengenai dampak jangka pendek kebijakan stabilitas (moneter dan fiskal) bagi perekonomian terbuka, yang dipublikasikan tahun 1963 dan kemudian dicetak kembali tahun 1968 dalam buku berjudul International Economics.

Dalam suatu sistem nilai tukar mengambang, kebijakan moneter menjadi kuat, sebaliknya kebijakan fiskal menjadi lemah (powerless). Sedangkan jika diterapkan kebijakan nilai tukar tetap (fixed), kondisi sebaliknya yang akan muncul.

Teori Mundell ini tentu saja dinilai nyeleneh waktu itu, karena pada era awal 1960-an tersebut, hampir semua negara di dunia terkait satu sama lain oleh sistem nilai tukar tetap yang disebut Sistem Bretton Woods. Namun waktu kemudian menunjukkan, teori Mundell benar. Kaitan kuat nilai tukar mengambang dengan tingginya mobilitas modal misalnya, bisa kita saksikan di banyak negara sekarang ini.


(hlm. 136)

Teori lainnya adalah mengenai dinamika moneter (Monetary Dynamics). Berlawanan dengan para koleganya pada waktu itu, riset Mundell tidak hanya berhenti pada analisis jangka pendek. Dalam teori ini, Mundell menyoroti adanya perbedaan dalam kecepatan penyesuaian yang terjadi pada barang dengan pasar aset.

Kontribusi lainnya adalah teori Kawasan Mata Uang Optimum (Optimum Currency Areas) tahun 1961, yang mengilhami peluncuran mata uang bersama, euro, dan pembentukan bank sentral Eropa oleh Uni Eropa. Dalam teori ini, Mundell mengungkapkan, dampak positif pemberlakuan mata uang tidak berbeda dengan jika diberlakukan kawasan perdagangan bebas. Manfaat yang bisa dipetik dari mata uang bersama ini antara lain adalah rendahnya biaya transaksi dalam perdagangan dan bisa ditekannya ketidakpastian berkaitan dengan harga relatif.


(hlm. 137)

Kontribusi-kontribusi Mundell lainnya bisa disebut antara lain, teori bahwa meningkatnya inflasi akan merangsang investor untuk menekan cash balance mereka, dengan cara menaikkan formasi modal riil. Teori inilah yang kemudian dikenal sebagai Mundell-Tobin Effect.

Selain itu, Mundell juga memberikan kontribusi penting dalam teori perdagangan internasional. Di sini, ia mengungkapkan bagaimana mobilitas tenaga kerja dan modal internasional cenderung semakin mendekatkan harga-harga komoditas di berbagai negara, meskipun ada hambatan-hambatan perdagangan. Mundell dinilai juga sebagai penemu teori “ekonomi sisi suplai” (supply-side economics), yang berhasil membawa AS keluar dari stagflasi (kombinasi stagnasi ekonomi dan inflasi) tahun 1970-an dan mengantarkan perekonomian negara ini ke boom akhir-akhir ini.


(hlm. 138)

Seperti diketahui, dekade 1970-an merupakan dekade bencana ekonomi yang sangat membingungkan dunia. Stagflasi yang terjadi waktu itu dinilai sebagai suatu fenomena yang tak mampu dijelaskan dan dipecahkan oleh doktrin-doktrin ekonomi Keynesian yang berlaku hingga saat itu. Berdasarkan doktrin Keynesian, resesi dan inflasi sifatnya trade-off, dan tidak mungkin muncul bersamaan. Mundell merupakan salah satu dari segelintir ekonom waktu itu, yang memahami bahwa fenomena tersebut sebenarnya merupakan suatu isu ekonomi internasional, dengan biang keladinya adalah ambruknya sistem Bretton Woods tahun 1971.

Apa yang disarankan Mundell? Solusinya, menurut dia, mengombinasikan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yakni kebijakan uang ketat untuk membendung inflasi dan pengurangan pajak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang stagnan.


(hlm. 139)

Pemenang Nobel Ekonomi Tahun 2002

Daniel Kahneman (66) dan Vernon L. Smith (75) bersama-sama memenangi Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2002.

Mereka berdua dinilai berjasa mengembangkan teori ekonomi sehingga lebih mampu menjelaskan fenomena kehidupan masyarakat modern.

Dua ekonom tersebut mengatakan perilaku seseorang tidak melulu didasari kepentingan pribadi.


(hlm. 140)

“Dia telah mengintegrasikan pemikiran-pemikiran dari teori ilmu psikologi untuk menjelaskan perilaku masyarakat di bidang ekonomi. Dengan demikian, dia memberikan landasan pada penelitian bidang baru, yakni teori ekonomi baru yang didukung salah satu aset di dalam pemikiran ilmu psikologi,” ujar akademi tentang Kahneman.

Kahneman menemukan bagaimana seseorang bisa mengambil keputusan jalan pintas yang melenceng dari prinsip-prinsip dasar ekonomi. Dia juga menemukan fenomena di mana seseorang mengambil keputusan berdasarkan rule of thumb.

Itu sebutan bagi pengambilan sebuah keputusan yang tidak didasarkan pada pemikiran mendalam atau matang, tetapi atas dasar perhitungan kasar atau sekilas saja, terutama di saat panik.


(hlm. 141)

Kahneman menggunakan psikologi kognitif untuk mempelajari keputusan manusia dan pembuatan keputusan yang terkesan emosional atau tidak logis berdasarkan pemikiran teori ekonomi, tetapi nyata.

Vernon L. Smith, yang lahir 1 Januari 1927 di Wichita, Kansas, adalah profesor ekonomi dan hukum di George Mason University, Virginia, AS. “Dia telah mengembangkan serangkaian metode eksperimen. Dia juga menetapkan standar untuk memastikan faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk mendukung eksperimen terpercaya di laboratorium,” demikian kata akademi.

Di dalam laboratorium itu, dia melakukan simulasi soal bagaimana harusnya perusahaan pembangkit tenaga listrik dideregulasikan, yang sebelumnya didominasi perusahaan negara. Dia merancang berbagai pola-pola deregulasi dan kemudian mencari pola deregulasi mana yang paling efisien.


(hlm. 142-143)

“Teori sering kali kesulitan untuk menemukan mekanisme deregulasi, atau mekanisme lelang seperti apa yang paling pas untuk diterapkan. Kesulitan tersebut bisa diatasi lewat percobaan-percobaan laboratorium itu,” ujar akademi soal karya Smith.

Smith juga telah mengevaluasi berbagai mekanisme di dalam mengalokasikan slot-slot waktu di bandara dengan menggunakan simulasi pasar, yang dibantu komputer.

Juri mengatakan, ilmu-ilmu ekonomi telah lama dinilai sebagai ilmu yang non-eksperimental, di mana para peneliti ekonomi lebih mendasarkan diri pada data-data atau observasi atas dunia nyata. Akan tetapi, eksperimen laboratorium yang terkontrol telah muncul sebagai bagian vital penelitian ekonomi.

Dia telah menerbitkan lebih dari 200 artikel dan buku-buku tentang teori modal, keuangan, ekonomi sumber daya alam, serta ekonomi eksperimental.


(hlm. 144)

Kahneman lahir di Tel Aviv tahun 1934, meraih gelar sarjana muda dari Universitas Hebrew, Jerusalem, bidang psikologi dan matematika, serta doktor bidang psikologi dari University of California.

Kahneman memegang paspor AS dan Israel. Dia adalah profesor ekonomi dan public affairs di Princeton University, dan orang Israel pertama yang mendapatkan Hadiah Nobel Ekonomi.

(hlm. 145)

Pandangan Ekonom Joseph E. Stiglitz: Serangan Atas Irak Merusak Ekonomi Dunia

Ekonom penerima Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2001, Joseph E. Stiglitz, memberikan peringatan bahwa serangan AS atas Irak akan berdampak sangat negatif pada perekonomian global.


(hlm. 146)

Depresi adalah sebutan bagi gejala ekonomi yang sarat dengan fenomena deflasi, atau kemerosotan harga-harga karena tidak ada daya beli.

Dampak negatif itu, misalnya, adalah ketidakpastian dalam investasi, konsumsi, dan kemungkinan dampak negatif akibat kenaikan harga-harga minyak.

Stiglitz mengatakan bahwa dia dan ekonom lainnya telah mengingatkan arah perekonomian AS yang mengarah pada kelesuan, yang tidak akan berbalik jika tidak ada stimulus.


(hlm. 147)

“Akan tetapi, pemerintahan Bush menolak mengeluarkan paket stimulus. Mereka malah memilih pengurangan pajak, yang sebenarnya bukan merupakan stimulus, dan tidak cukup mampu untuk menggerakkan perekonomian,” kata Stiglitz.


(hlm. 148)

Joseph E. Stiglitz Berontak pada IMF

Serangan 11 September 2001 memberikan kita sebuah pesan: kita adalah warga dunia yang harus saling berbagi. Kita adalah komunitas global, dan harus mengikuti sejumlah aturan yang adil dan jujur sehingga kita bisa hidup bersama dalam damai.

Itulah sekelumit kutipan dari buku berjudul Globalization and Its Discontents karangan Joseph E. Stiglitz, yang diterbitkan tahun 2002. Raja spekulan mata uang dunia, George Soros, mengatakan, “Terlalu sayang jika buku itu diabaikan.”


(hlm. 149)

“Saya terkaget-kaget melihat cara Dana Moneter Internasional (IMF) dan Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menangani perekonomian negara-negara yang terpukul krisis ekonomi,” kata Stiglitz dalam tulisannya berjudul “What I Learned at The World Economic Crisis. The Insider”.

Dia bersama Martin Feldstein, mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Ronald Reagan, mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS George Shultz, Menlu AS, serta Jeff Sachs dan Paul Krugman, menyerang kebijakan-kebijakan IMF.

Ketika akademisi terlibat dalam pembuatan atau penyusunan rekomendasi, mereka sering terkontaminasi, rela membengkokkan bukti-bukti, dan mengeluarkan kebijakan agar sesuai keinginan penguasa, demikian kutipan lain dari buku tersebut.


(hlm. 150)

Kepada atasannya, Presiden Bank Dunia, James Wolfensohn, dia menyampaikan pandangannya itu. Ujarnya, “Akan tetapi, saya tahu Wolfensohn tidak setuju kalau saya berkoar-koar kepada publik.”

Kebijakan Washington—sebutan bagi lembaga seperti Bank Dunia, IMF, dan Departemen Keuangan AS, yang bermarkas di Washington—sangat terkontaminasi berbagai kepentingan. Wolfensohn berkata, “Saya mendukung IMF. Akan tetapi, Anda juga tidak bisa menyumpal mulut seseorang sekaliber Joseph Stiglitz, meski dia terkadang membuat saya berang.”


(hlm. 151)

Stiglitz adalah ketua dewan penasihat ekonomi AS dalam pemerintahan Bill Clinton periode 1993-1997, dan ekonom senior di Bank Dunia periode 1997-2000.

Dia sangat dihormati dan sangat disegani, serta menelusuri kebijakan yang disebut third way (pemerintah tak perlu campur tangan terlalu jauh dalam ekonomi) selama pemerintahan Clinton, dan juga pemikir di balik sukses ekonomi selama pemerintahan Clinton.

Menurut Columbia University (New York)—tempat dia mengajar sekarang—lewat situsnya, ia menggondol penghargaan berprestise tinggi, bernama John Bates Clark Medal, yang dianugerahkan kepada ekonom AS yang berusia di bawah 40 tahun.


(hlm. 152)

Stiglitz memberikan kontribusi mendasar pada pengembangan teori ekonomi mikro, makro, organisasi industri, ekonomi internasional, ekonomi ketenagakerjaan, ekonomi keuangan, dan ekonomi pembangunan.

Tahun 2001 lalu, Stiglitz mendapatkan Hadiah Nobel Ekonomi, atas jasanya menemukan “Pasar dengan Informasi yang Asimetris,” bersama George A. Michael Spence (Stanford University, AS).

Pada saat berumur 27 tahun, pria berdarah Yahudi ini telah ditunjuk sebagai pengajar di Yale University, kemudian di Princeton, Oxford (Inggris), dan Stanford University.


(hlm. 153)

Dari sisi akademis, Stiglitz dekat dan pernah diajari oleh berbagai tokoh yang kemudian meraih Nobel Ekonomi, seperti Paul Samuelson, Robert Solow, dan Kenneth Arrow.

Selama 25 tahun, ia terlibat dalam proyek-proyek di negara berkembang. Kenya adalah negara berkembang pertama yang dikunjunginya.


(hlm. 154)

Membuka Topeng “Konsensus Washington”

Stiglitz tampaknya terlalu maju bagi kebanyakan ekonom Indonesia. Pemikiran-pemikiran Stiglitz yang diperbincangkan secara hangat di banyak negara, ternyata kurang bergema di Indonesia. Bahkan, keberhasilan Stiglitz meraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001 tidak mampu mendongkrak kehadiran nama Stiglitz dalam khazanah perbincangan ekonomi di Indonesia. Alih-alih memperbincangkan pemikiran Stiglitz, kebanyakan ekonom Indonesia justru bersikukuh menjadi pembela Dana Moneter Internasional (IMF), yang menjadi sasaran utama kritik Stiglitz dalam banyak tulisannya.


(hlm. 155)

Padahal, selain berhasil meraih Hadiah Nobel, yang menandai puncak keberhasilan seseorang dalam bidang yang digelutinya, Stiglitz juga tergolong seorang ekonom yang praktis.

Pertama, sebagai seorang ekonom yang menaruh perhatian terhadap aspek kelembagaan—meneruskan tradisi penerima Hadiah Nobel ekonomi dari Swedia, Gunnar Myrdal—Stiglitz berulang kali menekankan pentingnya sebuah proses pengambilan keputusan yang demokratis dalam perumusan kebijakan ekonomi.

Stiglitz, yang jelas-jelas tidak antipasar, sangat menyadari keterbatasan pasar dan pemerintah dalam penyelenggaraan perekonomian.


(hlm. 156)

Ketimpangan, pengangguran, dan polusi adalah isu-isu pokok di mana pemerintah harus memainkan peranan penting.

Di sisi lain, Stiglitz menandaskan, “di tengah-tengah berlangsungnya perdebatan hangat di AS dan banyak tempat lain mengenai peranan pemerintah yang semestinya, terdapat suatu kesepakatan umum bahwa pemerintah memiliki peranan dalam penyelenggaraan sebuah masyarakat, sebuah perekonomian, yang berfungsi secara efisien dan secara manusiawi.”

Sebab itu, dalam pandangan Stiglitz, sikap para ekonom yang menganut fundamentalisme pasar, yang memojokkan pemerintah sebagai bagian dari masalah, bukan sebagai bagian dari solusi, hanya mengungkapkan sebuah fanatisme ideologis, bukan sebuah rasionalitas ekonomi.


(hlm. 157)

Artinya, bagi IMF dan Bank Dunia, suatu perubahan dalam hak suara (hlm. 226)

Perlu diketahui, proses pengambilan keputusan pada hampir semua lembaga ekonomi internasional saat ini didasarkan atas sumbangan modal yang diberikan oleh masing-masing negara terhadap setiap lembaga ekonomi internasional tersebut.

Sesuai dengan anggaran dasar IMF, setiap keputusan yang diambil lembaga ini harus didasarkan atas dukungan sekurang-kurangnya 85 persen suara. Dengan dimilikinya hak suara oleh AS sebesar 18 persen, praktis tidak ada satu keputusan pun yang dapat diambil IMF tanpa persetujuan AS.


(hlm. 158)

Kedua, seperti telah disinggung sebelumnya, sebagian besar kritik Stiglitz ditunjukkannya kepada IMF.

Sebagaimana diketahui, IMF dan Bank Dunia adalah anak kembar Konferensi Moneter dan Keuangan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bretton Woods, New Hampshire, pada Juli 1944. Sebagai anak kandung Perang Dunia II, pendirian IMF dan Bank Dunia semula dimaksudkan sebagai instrumen untuk membiayai dan membangun kembali Eropa dari kehancuran Perang Dunia II, dan untuk mengamankan dunia dari ancaman depresi ekonomi sebagaimana berlangsung sepanjang tahun 1930-an.


(hlm. 159)

Sesuai dengan nama aslinya, Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (IBRD), Bank Dunia bertugas melakukan pembiayaan dan pembangunan, sedangkan IMF bertugas menciptakan stabilitas ekonomi global. Karena kehadiran kedua lembaga ini berangkat dari preposisi John Maynard Keynes, salah seorang peserta kunci Konferensi Bretton Woods, yang mengatakan bahwa kemerosotan ekonomi disebabkan oleh ketidakcukupan permintaan agregat, dan bahwa kebijakan pemerintah dapat membantu memicu permintaan agregat, maka kehadiran Bank Dunia dan IMF mustahil dapat dipisahkan dari pengakuan terhadap keterbatasan pasar.

Tetapi sebagaimana ditengarai Stiglitz, misi awal itulah yang kini cenderung dikhianati oleh IMF.

(hlm. 160)

Konsensus Washington kepada seluruh negara di dunia.
Sebagaimana dikemukakannya, kebijakan Konsensus Washington, yang disusun oleh IMF, Bank Dunia, dan Departemen Keuangan AS, semula dinyatakan sebagai suatu paket kebijakan untuk menanggulangi persoalan defisit anggaran dan hiperinflasi yang dihadapi oleh negara-negara Amerika Latin. Tetapi di tangan IMF, kebijakan tersebut berubah menjadi model baku yang harus diikuti oleh seluruh negara di dunia.

Bagi Stiglitz, sikap ngotot IMF dalam memaksakan pelaksanaan kebijakan Konsensus Washington itu, yang meliputi kebijakan pengetatan ikat pinggang, privatisasi Badan Usaha Milik Negara, dan liberalisasi, selain bertentangan dengan prinsip pengambilan keputusan yang demokratis, serta melecehkan kedaulatan suatu negara, juga banyak yang salah kaprah dan mengandung bahaya secara ekonomi.


(hlm. 161)

Selain “memaksakan” pelaksanaan kebijakan Konsensus Washington, yang dikenal pula sebagai kebijakan ekonomi neoliberal itu, IMF juga menekan pemerintah untuk mengaudit yayasan-yayasan yang terdapat dalam lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), membatalkan sejumlah peraturan daerah, dan “mendidik” anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendukung privatisasi.

Sebagaimana dikemukakan Stiglitz pada banyak halaman buku ini, menjadikan Konsensus Washington sebagai berhala baru pembangunan ekonomi tidak hanya dapat memperparah kondisi perekonomian, tetapi dapat menjerumuskan negeri ini ke tubir Balkanisasi. Sebagian besar ekonom Indonesia, di dalam dan di luar pemerintahan, tampaknya lebih suka menjadi kaki tangan sebuah lembaga kolonial baru yang bernama IMF dengan agenda ekonomi neoliberalnya.


(hlm. 162)

Bagaimana Layaknya Seorang Mantan Kepala Dewan Penasihat Ekonomi Presiden AS?
Sebagai seorang mantan Wakil Presiden Bank Dunia, Stiglitz juga menaruh kepedulian terhadap perekonomian negara-negara sedang berkembang.

Dalam buku yang terbit pertama kali pada tahun 2002 ini, Stiglitz sekurang-kurangnya mengalokasikan 23 halaman untuk mengungkapkan berbagai “malapraktik” IMF. Tiga hal berikut layak disimak.

Pertama, soal watak kolonial IMF. “Sebuah foto dapat bermakna ribuan kata, dan sebuah foto yang diambil pada 1998, yang dipertontonkan ke seluruh penjuru dunia, telah merasukkan pesannya ke benak jutaan orang, khususnya kepada mereka yang hidup di sebuah negara bekas jajahan.” (hlm. 40)


(hlm. 163)

Kedua, soal kedangkalan pemahaman IMF mengenai bekerjanya pasar uang. Krisis berkepanjangan yang dialami Indonesia tidak dapat dipisahkan dari malapetaka yang diciptakan IMF ketika memerintahkan penutupan sejumlah bank. Penutupan 16 bank pertama yang disertai dengan catatan bahwa masih akan disusul oleh beberapa bank lainnya, ternyata dilakukan tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap perilaku para deposan.

Ketiga, soal kegagalan IMF dalam memahami arti penting transformasi sosial sebagai bagian integral dari proses pembangunan.

Sayangnya, bahkan setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merekomendasikan pengakhiran kontrak IMF, sebagian besar ekonom Indonesia tetap bersikukuh untuk mempertahankan keberadaan “sang mandor” di sini.


(hlm. 164)

Sama seperti pandangannya mengenai peranan pasar dan pemerintah, Stiglitz memandang globalisasi hanya sebagai alat, bukan sebagai tujuan. Artinya, walaupun Stiglitz sangat menyadari potensi globalisasi, ia cenderung memandang globalisasi secara netral. Sebagaimana dikatakannya, “Globalisasi itu sendiri tidak baik atau buruk. Ia memiliki kekuatan untuk melakukan sejumlah kebaikan… tetapi di banyak bagian dunia, globalisasi gagal menghadirkan manfaat yang setara. Bahkan, di banyak bagian dunia lainnya, globalisasi tampak seperti kehancuran yang tidak tertanggungkan.” (hlm. 20)


(hlm. 165)

Dengan posisi demikian, mudah dimengerti bila solusi pamungkas yang ditawarkan Stiglitz dalam mentransformasikan globalisasi cenderung bersifat elitis. Sebagai seorang pengikut jejak Keynes, kritik Stiglitz terhadap globalisasi terutama dialamatkan kepada negara-negara maju. Sebagaimana dikemukakannya ketika mengakhiri buku ini, “Negara-negara maju sepatutnya ambil bagian dalam mereformasi lembaga-lembaga internasional yang memandu globalisasi. Kita membentuk lembaga-lembaga tersebut, dan kita patut bekerja untuk membenahinya.” (hlm. 252)

Hal sebaliknya dikemukakan oleh Smith, Petras, dan Veltmeyer. Bagi para penganjur demokrasi ekonomi dan sosialisme baru ini, perubahan tidak dapat hanya dipasrahkan kepada mereka yang berada di atas, tetapi harus diperjuangkan pula oleh mereka yang berada di bawah, yang menjadi korban imperialisme globalisasi. Saya memilih untuk mendukung keduanya.


(hlm. 166)

Untung Ada Engle dan Granger

Beruntung ada Robert F. Engle dan Clive W.J. Granger. Jika tidak, boleh jadi semakin banyak perusahaan yang bangkrut atau merugi karena keliru atau tidak tepat memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi, membaca kecenderungan suku bunga, dan perubahan naik turunnya harga saham.

“Mereka berhasil memperbaiki perangkat dalam melakukan analisis statistik pada suatu periode tertentu,” ujar komite Nobel. Dikatakan juga, Engle dan Granger pantas meraih Nobel Ekonomi 2003, termasuk uang 1,3 juta dolar AS, karena mencipta metode kerja yang sangat membantu dalam menganalisis perkembangan selama suatu periode waktu tertentu.


(hlm. 167)

Temuan Granger telah mentransformasi cara bagi ekonom dalam membaca dan memahami data dalam periode waktu tertentu (time-series data). Adapun Engle telah mengembangkan “metode yang lebih baik” dalam melakukan evaluasi risiko.

Temuan mereka ini acap disebut dengan economic time series.

Apa yang dilakukan Engle dan Granger ini sebenarnya suatu bukti ketekunan, dedikasi, komitmen, dan konsistensi pada disiplin ilmu yang mereka miliki.


(hlm. 169)

Penghargaan Nobel Ekonomi 2003 bagi Engle dan Granger merupakan ungkapan penghargaan bagi orang-orang yang meluangkan waktunya bertahun-tahun, bahkan berpuluh tahun, untuk menemukan berbagai metode, cara, atau rumus yang bisa mempermudah manusia meningkatkan kesejahteraan.

Nobel Ekonomi yang dibentuk tahun 1968 oleh Bank Sentral Swedia—Nobel Kedokteran, Fisika, Kimia, Kesusastraan, dan Perdamaian diberikan sejak tahun 1901—bertujuan memberikan penghargaan kepada mereka yang meringankan hidup manusia, seperti dalam mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan menciptakan lapangan kerja.


(hlm. 170)

Ekonofisika dan Nobel Ekonomi 2003

Sekarang sudah bukan zamannya lagi setiap bidang ilmu berdiri sendiri-sendiri. Kalau saling bantu, maka akan menghasilkan temuan yang luar biasa. Bagaimana kalau Fisika ketemu dengan Ekonomi? Paling tidak, hasilnya Nobel.

Ekonofisika bagaimanapun memang menuntut adanya perubahan diskursus ekonomi, baik epistemologis maupun metodologis.


(hlm. 171)

Robert F. Engle memperoleh Hadiah Nobel untuk metode analisis data deret waktu ekonomi dengan variasi yang berubah menurut waktu (dikenal dengan analisis ARCH). Adapun Clive W.J. Granger mendapatkannya karena penemuannya atas tren umum (kointegrasi) data deret waktu ekonomi keuangan.

Profesor Granger dikenal sebagai seorang ahli ekonometrika deret waktu dengan latar belakang matematika dan statistika yang sarat dengan data-data ekonomi keuangan dan demografi. Sebagaimana kita ketahui, data-data deret waktu ekonomi keuangan seperti pergerakan harga saham, kurs valuta asing, termasuk data-data agregatif seperti GDP/GNP, inflasi, dan sebagainya, merupakan data-data statistika yang muncul sebagai proses stokastik nonstasioner. Sebelum Granger, analis ekonomi menggunakan model-model regresi linier untuk estimasi nilai pada data deret waktu.


(hlm. 172)

Untuk mengatasi masalah tersebut, Granger yang bekerja sama dengan rekannya Paul Newbold menggunakan model yang biasa digunakan dalam fisika statistika, yakni analisis dengan jalan acak (random walk)-generator deret data yang independen dan nonstasioner. Terjadilah perubahan dalam analisis data ekonomi: jika teoretisi ekonomi klasik biasanya memformulasikan data ekonomi dalam level variabel, Granger menawarkan analisis dalam level perbedaan nilai deret data. Misalnya, teori konsumsi mempostulatkan hubungan antara level konsumsi dengan pendapatan, kekayaan, dan variabel ekonomi lain, maka Granger lebih menekankan analisisnya pada nilai pertumbuhan data konsumsi itu sendiri (growth rate). Secara kualitatif ia menyebut metode ini sebagai bentuk kointegrasi.

(hlm. 173)

Konsep ini tentu tak akan banyak berbunyi secara praktis tanpa diuji dengan teori statistika tentang konsep kointegrasi itu sendiri. Lebih jauh, bersama Profesor Engle, Granger membangun teknik statistika yang diperlukan untuk membuktikan hal ini sehingga dikenallah teorema representasi Granger dalam makalah klasik mereka yang berjudul “Cointegration and Error-Correction: Representation, Estimation, and Testing” yang diterbitkan dalam jurnal Econometrica pada tahun 1987. Perkembangan lanjutan dari riset ini adalah yang dikenal dengan istilah vektor autoregresi (VAR) dengan kointegrasi.

Dalam analisis data-data keuangan, berbagai model matematika maupun fisika telah menunjukkan pengelompokan data-data tersebut—hal ini dengan menyebut bapak fraktal dunia, Benoit Mandelbrot, yang menemukan distribusi power-law Paretian untuk melihat distribusi data-data keuangan. Engle lebih jauh mengkonstruksi analisis ARCH, yang digunakan untuk memodelkan volatilitas data keuangan atau saham.


(hlm. 174)

Secara umum, volatilitas justru memiliki distribusi power-law—sebuah distribusi non-Gaussian yang dinyatakan dalam persamaan sederhana P(x)∼xaP(x) \sim x^aP(x)∼xa, dengan aaa sebagai nilai konstanta tertentu. Distribusi power-law ini dalam fisika, terutama dalam teori fenomena kritis, sudah sangat dikenal.

Secara umum, volatilitas mengukur rata-rata fluktuasi dari data waktu. Namun, hal ini dikembangkan lebih jauh dengan menekankan pada nilai variansi (variabel statistika yang menggambarkan seberapa jauh perubahan dan persebaran nilai fluktuasi terhadap nilai rata-rata) dari data keuangan. Dari sini, kita dapat mengatakan bahwa nilai volatilitas sebagai nilai variansi dari data fluktuasi (data return).

Analisis konvensional memodelkan pendapat pertama (variansi konstan) dalam model yang disebut autoregressive (AR), moving-average (MA), dan kombinasi keduanya, ARMA. Jasa Engle yang menjadi alasan penganugerahan Nobel padanya adalah risetnya yang mengkonstruksi model autoregresi pendapat kedua (variansi berubah)—hal ini dilakukan dengan membuat model baru untuk autokorelasi, yaitu ARCH (autoregressive conditional heteroskedasticity).


(hlm. 175)

Pada tahun 1986, seorang mahasiswa bimbingan Engle, Tim Bollerslev, bahkan lebih jauh mengembangkan ARCH menjadi GARCH (generalized autoregressive conditional heteroskedasticity) yang jelas lebih baik daripada ARCH. Secara sederhana, volatilitas berdasarkan model GARCH (p,q) mengasumsikan bahwa variansi data fluktuasi dipengaruhi oleh sejumlah ppp data fluktuasi sebelumnya dan sejumlah qqq data volatilitas sebelumnya.


(hlm. 176)

Tuntutan Ilmu Ekonomi Baru

Menilik Hadiah Nobel 2003 ini, dan Nobel-Nobel sebelumnya, pada dasarnya terasa adanya tuntutan akan perlunya ekonomi yang baru, ekonomi yang tidak bersandar pada sistem yang linier, namun menerima sistem ekonomi sebagai sistem yang dinamis, kompleks, dan evolutif. Hadiah Nobel untuk Kahneman dan Smith (2002) adalah analisis terhadap individu pelaku ekonomi yang mengkaji secara mendalam aspek psikologis pelaku ekonomi pada dasar.

Ekonomi merupakan sebuah ilmu yang akhir-akhir ini dibantu analisanya dengan berbagai bidang termasuk fisika (ekonofisika).

Sebagaimana diungkapkan oleh ekonom ternama Steve Keen dalam bukunya Debunking Economics (2001), ekonomi harus rujuk dengan ilmu-ilmu sosial lain, bahkan dengan disiplin ilmu di luar sosial.


(hlm. 177)

Namun, tentu saja harus diingat bahwa bentuk ekonomi baru ini bukan menjadi sekadar penggunaan model fisika, biologi, dan matematika pada ekonomi semata. Ekonomi baru yang diperkaya dalam bentuk ekonofisika ini tentu jauh lebih sulit daripada fisika. Mengutip Nobelis Fisika Murray Gell-Mann dalam bukunya The Quark and The Jaguar (1994), “fisika yang berbicara tentang partikel mati (tak memiliki kehendak) saja sudah sulit, maka dapat dibayangkan kerumitan yang terkandung dalam ekonomi tatkala harus berbicara soal manusia dan agen-agen ekonomi yang memiliki kehendak, harapan, dan sistem kognitif.”


(hlm. 178)

Finn Kydland dan Edward Prescott Raih Hadiah Nobel Ekonomi 2004

“Untuk kontribusi mereka terhadap dinamika ilmu ekonomi makro: Konsistensi waktu pada kebijakan ekonomi dan faktor-faktor di balik siklus bisnis,” demikian juri The Bank of Sweden Prize in Economic Science 2004 memberikan alasan untuk memenangkan Finn E. Kydland (Norwegia) dan Edward Prescott (AS).

Pengumuman pemenang Hadiah Nobel Ekonomi tersebut berlangsung di Stockholm, Swedia. “Pekerjaan mereka telah menjadi dasar untuk sebuah riset tentang penyusunan kebijakan ekonomi yang kredibel dan secara politik layak,” ujar juri.


(hlm. 179)

Ingat era di penghujung dekade 1990-an? Kebijakan moneter di pemerintahan sejumlah negara Asia tak mampu meredam spekulasi mata uang. Yang muncul adalah volatilitas kurs, kekacauan harga-harga, dan bisa berujung pada berakhirnya sebuah pemerintahan. Resep-resep ekonomi IMF dan Bank Dunia pun lumpuh total.

Mengapa semua itu bisa terjadi? Ada kekuatan atau faktor lain yang luput ditangkap oleh para pembuat kebijakan. Ada faktor-faktor yang tidak dikenali dan ada dinamika dari perubahan sikap rumah tangga dan perusahaan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

Kydland dan Prescott mencoba memberi jawaban, faktor apa yang kira-kira luput itu.


(hlm. 180)

Kedua ekonom itu juga melakukan riset tentang berbagai kekuatan (forces) di balik terjadinya sebuah siklus bisnis.

Jika rumah tangga memperkirakan bahwa pajak atas modal akan semakin tinggi di masa datang, maka rumah tangga akan mengurangi tabungan sekarang ini dan menggenjot pengeluaran modal.

Soalnya, jika dana ditabung sekarang dan baru digunakan sebagai modal di masa datang, maka rumah tangga akan kena beban pajak yang lebih tinggi. Karena itu, rumah tangga lebih suka memanfaatkan tabungan sekarang ini sebagai modal untuk menghindari beban pajak modal yang lebih tinggi.


(hlm. 181)

Demikian pula jika perusahaan memperkirakan bahwa di masa datang pemerintah akan melakukan kebijakan moneter yang lebih ekspansif, maka perusahaan akan menetapkan harga-harga dan upah yang lebih tinggi sekarang ini. Mengapa? Jika harga-harga tidak dinaikkan sekarang, maka di masa datang keuntungan akan lebih kecil karena tergerogoti oleh inflasi, yang merupakan dampak ekspansi kebijakan moneter.

Atas dasar itu, penerima Nobel tersebut secara implisit mengingatkan agar dalam meluncurkan kebijakan, ekspektasi rumah tangga dan perusahaan tentang sesuatu di masa datang harus menjadi pertimbangan. Jika tidak, kebijakan ekonomi berpotensi untuk menghadapi kegagalan.


(hlm. 182)

Padahal, persoalannya bukanlah pada timing dari peluncuran kebijakan, tetapi pada pengetahuan atas faktor-faktor yang membuat kebijakan menjadi sukses atau gagal.

Area kedua riset mereka adalah tentang berbagai kekuatan di balik siklus bisnis.

“Dulu pemikiran Prescott ditolak, kini kita sadar bagaimana ekonomi bekerja,”


(hlm. 183)

Nobel Ekonomi “Game Theory” dari Aumann-Schelling

Pihak Royal Swedish Academy of Sciences memberikan penghargaan Nobel Ekonomi 2005 kepada Robert J. Aumann dan Thomas C. Schelling. Keduanya dinilai telah mengembangkan apa yang dikenal sebagai Game Theory yang digunakan dalam penyelesaian konflik, seperti konflik dagang atau bisnis. Bahkan, juga bisa dikembangkan dalam penyelesaian perang.

Aumann (75), warga Amerika Serikat keturunan Yahudi yang kini dosen di Universitas Hebrew, Jerusalem (Israel), dan Schelling (84), dosen di Universitas Maryland, Amerika Serikat, melalui teori yang mereka kembangkan telah sangat membantu memahami berbagai bentuk konflik dan kerja sama. Dengan demikian, keputusan politik atau perundingan bisa diambil guna menyelesaikan sebuah konflik apakah itu konflik bisnis, dagang, ataupun perang.


(hlm. 184)

Game Theory (teori permainan) ini merupakan sebuah sains atau analisis strategi yang mencoba untuk menentukan apa aksi yang dilakukan para “pemain” yang berbeda, guna menjamin hasil terbaik bagi masing-masing.

Aumann menerapkan pendekatan analisis matematika guna menekankan alternatif-alternatif yang ada dalam sebuah konflik.

Seperti dijelaskan panitia Nobel, dari pengembangan ini, Aumann sampai pada kesimpulan bahwa lebih baik menjalin kerja sama dibandingkan konflik (perang).


(hlm. 185)

Panitia Nobel melihat bahwa Game Theory ini memang bisa diterapkan melampaui masalah atau konflik ekonomi.

Pemecah Konflik ala Schelling dan Aumann

“Teori ini membantu menjelaskan dan menyelesaikan konflik bisnis dan dagang. Bahkan teori ini bisa memainkan peran dalam menghindari pecahnya perang,” ujar Akademi Sains Kerajaan Swedia di Stockholm.

Game Theory memunculkan ide yang diperlukan dalam pemecahan dan pendekatan konflik secara umum,” ujar Aumann, warga AS yang kini mengajar di Hebrew University, Jerusalem, ketika dikontak soal Nobel Ekonomi 2005 ini. Aumann bahkan berharap suatu waktu teori ini bisa digunakan dalam penyelesaian konflik Palestina.


(hlm. 186)

Panitia Nobel juga berpendapat, “Hasil karya mereka telah mentransformasikan ilmu sosial jauh melampaui batas-batas ekonomi.”

Salah satu bukunya, The Strategy of Conflict tahun 1960, yang menjadi dasar dari pandangannya soal Game Theory, Schelling menjelaskan jalan keluar strategis seperti melakukan konsesi jalan pintas guna meraih keuntungan jangka panjang. Tak ubahnya, mengalah mundur satu langkah untuk dapat menerobos maju lima atau enam langkah.

“Saya hanya mempelajari kerja sama dan konflik. Saya tidak mendalami soal Game Theory. Saya tidak serius menekuninya sebagaimana yang saya lakukan pada ekonomi,” ujar Schelling merendah. Meski demikian, dia mengaku gembira karena pekerjaannya diakui.


(hlm. 187)

Lantas muncullah analisis yang dikenal dengan infinitely repeated games, permainan yang terus berulang-ulang yang membantu memahami mengapa sejumlah orang atau masyarakat lebih senang bekerja sama di antara mereka, sekalipun pada awal ada saling curiga di antara mereka.

Aumann, kelahiran Frankfurt, Jerman, 8 Juni 1930, mungkin merasa perlu mendorong suatu kerja sama damai karena masa lalunya yang kelam. Dia dan keluarganya lari ke AS tahun 1938 menghindari kekejaman Nazi Jerman. Persinggungan dengan Game Theory membuatnya ngotot bahwa sebuah konflik tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.


(hlm. 188)

Game Theory pertama kali dikembangkan oleh John von Neumann dan Oscar Morgenstern pada tahun 1944 sebagai aplikasi teori matematika guna menganalisis interaksi antara individu, perusahaan, bahkan negara.

Game Theory bisa diaplikasikan dalam banyak bidang. Penerapan di bidang ilmu alam, misalnya, dalam memprediksi persaingan menemukan pasangan di antara hewan, bahkan manusia.


(hlm. 189)

Di bidang ekonomi makro, Game Theory juga digunakan sebagai metode untuk menilai apakah pemerintah cukup kredibel dalam mengambil kebijakan. Contohnya, ketika pemerintah mengatakan akan memberikan jaminan bagi investasi, investor akan menghitung seberapa besar insentif bagi pemerintah untuk memegang ucapannya sebelum memutuskan untuk menanam modal (Rodrik, 1989).

(hlm. 190)

Analisis Schelling tidak terbatas pada isu-isu ekonomi “tradisional”. Ia menggunakan game theory untuk menerangkan, misalnya mengapa mahasiswa yang datang pertama di kelas cenderung memilih tempat duduk bukan di depan.

Sumbangan Schelling yang paling berpengaruh adalah konsep “ancaman yang kredibel” dan “focal point”. Menurut Schelling, dalam sebuah interaksi, ancaman yang tidak pasti tetapi kredibel lebih efektif dibandingkan dengan kekuatan yang sudah jelas. Sekarang ini pemikiran itu digunakan untuk menjelaskan bagaimana pelaku terorisme makin besar posisi tawarnya dengan menebarkan ketidakpastian dan ketakutan. Atau bagaimana negara besar, seperti AS, makin gentar pada China. Bukan karena China terbukti kuat, tetapi justru karena tidak jelasnya kekuatan China yang sesungguhnya.

(hlm. 191)

Sedangkan yang dimaksud dengan focal point adalah sebuah kondisi keseimbangan yang bisa dicapai oleh kedua belah pihak tanpa adanya interaksi dan komunikasi langsung. Contoh sederhana dari focal point adalah jika kita berjanji untuk bertemu seseorang di mal pada jam tertentu, tanpa perlu spesifik menyebutkan titik pertemuan, masing-masing cenderung menuju titik yang sama. Jika yang berjanji adalah dua dosen, tempat itu sangat mungkin di depan toko buku. Jika yang berjanji adalah ibu dan anak remajanya, focal point mungkin di depan pasar swalayan.

Game theory juga menjembatani analisis antara perilaku individu dan kelompok atau masyarakat. Teori ekonomi standar mengasumsikan bahwa perilaku masyarakat bisa dianalisis melalui individu karena masyarakat adalah kumpulan individu.

(hlm. 192)

Game theory juga menerangkan betapa kompleks dan rumitnya interaksi di antara individu dalam kegiatan ekonomi.

Betul bahwa pasar tidak selalu berjalan baik. Betul bahwa koordinasi yang dilakukan oleh mekanisme pasar tidak menghasilkan distribusi yang dianggap adil. Namun, upaya untuk memperbaikinya tidak bisa dilakukan dengan memberikan insentif yang salah.

(hlm. 193)

Nobel Ekonomi 2006
Hati-hati Menurunkan Suku Bunga dan Pajak

Edmund Phelps (73), ekonom asal Amerika Serikat, meraih Hadiah Nobel Ekonomi 2006. Ia mendapatkan Hadiah Nobel itu berkat hasil analisisnya mengenai pertentangan antara kebijakan ekonomi jangka pendek dan jangka panjang.

Sebagai contoh, dalam jangka pendek pemerintah sering menurunkan pajak dan suku bunga. Hasilnya adalah pertumbuhan untuk sementara, tetapi dalam jangka panjang menimbulkan tekanan inflasi. Karena itu, ia menyarankan agar pengambilan kebijakan seperti itu dilakukan secara hati-hati.

(hlm. 194)

Xavier Timbaud, kepala analisis yang bertugas memprediksi ekonomi di OFCE, lembaga riset ekonomi Perancis, mengatakan, Phelps adalah pembaru terbesar pemikiran Keynesian, merujuk pada nama John Maynard Keynes, ekonom besar Inggris.

“Ia membantu memberi basis teori pada pemikiran Keynes soal kebijakan ekonomi dan menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi memainkan peran penting dalam pasar,” kata Timbaud.

Akademi Sains Kerajaan Swedia mengatakan, Phelps memenangi hadiah karena menantang asumsi yang sangat santer pada dekade 1960-an bahwa pembuat kebijakan bisa mengurangi pengangguran dengan mendorong pertumbuhan.

“Dengan melakukan itu, yang akan didapatkan adalah pertumbuhan tinggi dalam jangka pendek, tetapi di dalam jangka panjang muncul masalah inflasi,” kata Philip Shaw, ekonom dari London, mendukung analisis Phelps. Shaw menambahkan, pekerjaan Phelps masih menjadi basis kebijakan yang dipegang berbagai bank sentral di dunia sekarang ini.

(hlm. 195)

Nobel Ekonomi untuk Perbaikan Pasar

Pernahkah pemerintah berpikir bagaimana seharusnya kekayaan minyak, gas, emas, dan lain-lain dikelola hingga memberi kemakmuran maksimal bagi rakyat?

Mungkin ada yang salah dengan mekanisme pengelolaan kekayaan alam itu. Jika demikian, sebaiknya elite kita belajar kepada tiga ekonom Amerika Serikat peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2007, yakni Leonid Hurwicz, Eric S. Maskin, dan Roger B. Myerson.

(hlm. 196)

Mengembangkan fondasi bagi teori desain mekanisme.

Apa itu teori desain mekanisme? Menurut Fakultas Teknik Elektro dan Sains Komputer Harvard University, teori desain mekanisme adalah bagian dari teori ekonomi mikro dan teori permainan. Desain mekanisme memikirkan bagaimana cara mengimplementasikan sebuah sistem yang paling baik untuk mengatasi masalah yang melibatkan banyak agen, di mana masing-masing agen memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Teori ini sarat dengan unsur matematis.

Hurwicz mengatakan, kegunaan dari karya mereka sulit dicerna oleh awam, bahkan oleh pakar ekonomi non-matematika. Konkretnya, teori ini adalah soal perancangan sebuah mekanisme yang bertujuan menghasilkan output terbaik, dari segi harga dan efisiensi. Misalnya, jika sebuah negara memiliki perusahaan monopoli dan oligopoli, lalu dipikirkan bagaimana agar pemegang monopoli dan oligopoli tidak mengenakan harga terlalu tinggi. Hal ini misalnya bisa diatasi dengan mengenakan pajak tambahan pada perusahaan. Dana itu kemudian dialokasikan sebagai kompensasi kepada konsumen yang merasa dirugikan.

Perilaku buruk oligopoli dan monopoli juga bisa diatasi dengan membuat sistem yang menghilangkan struktur pasar monopoli dan oligopoli, seperti membabat barrier to entry (hambatan masuk pasar bagi pelaku lain).

(hlm. 197)

Adam Smith, bapak ekonomi, dalam buku The Wealth of Nations mengatakan, semua hal akan relatif beres dengan peran tangan tersembunyi (invisible hand), yang bekerja di sebuah sistem yang disebut mekanisme pasar. Pasar menentukan segalanya.

Akan tetapi, mekanisme pasar akan bekerja baik jika semua agen ekonomi, katakanlah manusia, mendapatkan kesempatan yang sama, informasi yang sama, dan kemampuan yang sama.

Lagi, mekanisme pasar tidak selalu otomatis menghasilkan produk dan jasa paling efisien, dengan harga paling terjangkau oleh masyarakat. Pelayanan kesehatan, air minum, dan barang-barang publik lain tak selalu bisa diadakan dengan mengandalkan mekanisme pasar.

Temuan trio ini menentukan kapan mekanisme pasar tidak bisa bekerja efektif dan kapan campur tangan pemerintah diperlukan. “Jangan bersandar pada kekuatan pasar untuk kelestarian lingkungan, pengadaan pelayanan kesehatan berkualitas bagi semua lapisan masyarakat,” kata Maskin, kini tinggal di rumah almarhum Albert Einstein.

(hlm. 198)

Guru

Maskin dan Myerson terinspirasi oleh Hurwicz. Pada tahun 1972, Hurwicz mulai mendiskusikan tentang pentingnya para ekonom menganalisis masalah insentif dan komunikasi, yang diperlukan untuk memperbaiki rancangan mekanisme pasar.

Ini bertujuan membuat perekonomian bekerja efektif. Atas dasar itu, Maskin dan Myerson melakukan riset pada dekade 1970-an, melanjutkan karya Hurwicz tahun 1960-an.

Hurwicz, acuan mereka, sempat pasrah tidak akan pernah mendapatkan Hadiah Nobel walau Kenneth Arrow sudah meraih hadiah serupa tahun 1972, padahal dasarnya adalah temuan Hurwicz. “Saya kira era saya sudah berakhir. Ini adalah kejutan menyenangkan dan hadiah uang itu akan menolong seorang pensiunan,” kata Hurwicz.

(hlm. 199)

Hurwicz berada di Swiss ketika PD II pecah. Ia memilih pindah ke AS dan menjadi asisten untuk ekonom Paul Samuelson, peraih Hadiah Nobel Ekonomi 1970. “Jika saya masih di Warsawa saat itu, mungkin saya juga termasuk salah satu korban Auschwitz,” kata ekonom keturunan Yahudi ini.

Ia menjadi profesor tamu di berbagai universitas di AS, termasuk Harvard dan Stanford, sebelum menetap di Minnesota tahun 1951. Ia melanjutkan riset ekonomi. “Satu hal terpenting dari teori desain mekanisme… termasuk soal sejarah kelembagaan ekonomi dan kebijakan pemerintah,” kata Hurwicz.

(hlm. 200)

Pasar, Informasi, dan Regulasi

Mekanisme pasar menjadi salah satu isu dalam ilmu ekonomi yang tidak habis dikupas hingga kini.

(hlm. 201)

Kelangkaan insentif

Ilmu ekonomi eksis dalam ranah ilmu pengetahuan karena dipandang sebagai cabang ilmu sosial yang bisa menerangkan problem manusia: ketersediaan sumber daya ekonomi yang terbatas.

Keterbatasan sumber daya berimplikasi pada dua hal. Pertama, bagaimana mengalokasi sumber daya yang terbatas itu secara efisien sehingga menghasilkan output optimal. Kedua, menyusun formulasi kerja sama secara rinci sehingga tidak terjadi konflik.

Pada dua hal itu, semua teori ilmu ekonomi mencari berbagai penemuan baru. Teori desain mekanisme (mechanism-design theory) yang diusung tiga ekonom tersebut untuk mencapai dua tujuan itu.

Bagi mereka, problem serius perekonomian tak hanya resource constraints, tetapi insentif. Seperti dikatakan Myerson (2007), “we realized that not just resource constraints are important, but incentive constraints.” Jika A hendak menjual suatu barang dan B sebagai pembeli, mereka bisa bertransaksi, dengan asumsi semua memiliki informasi sempurna. Masalahnya, bagaimana jika salah satu pihak (misal B), tidak mempunyai informasi lengkap?

(hlm. 202-203)

Regulasi (berbagi) informasi

Keterbatasan peran pasar akibat informasi yang tidak lengkap diharapkan bisa diatasi dengan regulasi. Namun, regulasi yang dikembangkan teori desain mekanisme lebih luas daripada “teori ekonomi regulasi” yang diinisiasi Stigler, yang memusatkan perhatian untuk menerangkan siapa yang mendapat manfaat dan menanggung beban atas suatu regulasi.

Dengan regulasi itu—yang sudah dikembangkan teori ekonomi kelembagaan—tindakan dan keputusan ekonomi diambil dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak sehingga kemungkinan kerugian yang bakal diderita salah satu partisipan, dieliminasi.

(hlm. 205)

Gagasan dari Kandidat Nobel

(hlm. 207)

Jari yang Menunjuk Bulan…

Di tengah-tengah maraknya kemelut moneter, yang dianggap oleh orang banyak sebagai masalah ekonomi, secara mencolok diketengahkan pendapat matinya ilmu ekonomi atau ekonomika (economics). Pendapat ini datang dari Paul Ormerod, seorang ekonom Inggris. Sebenarnya yang divonis mati bukanlah ekonomika as such, tetapi cabang tertentu dari ilmu sosial ini, yaitu yang disebutnya sebagai ekonomika ortodoks.

Ekonomika ortodoks menurut dia adalah penalaran ekonomi yang masih terus meniru-niru penalaran ilmu fisika yang dikembangkan oleh Newton dan Descartes di Abad XVII. Padahal asumsi metafisika yang dipegang oleh fisika klasik itu telah dikoreksi dan ditinggalkan oleh fisika modern. Dengan demikian, ekonomika ortodoks seperti tidak mau peduli bahwa teorinya yang berkemauan eksak dan positif-obyektif, dengan model-model yang serba matematis, reduksionis dan mekanistis, sudah semakin jauh dari realitas ekonomi yang ingin diperhatikannya, sudah tidak mampu lagi merumuskan hukum-hukum ekonomi yang workable dan, berkaitan dengan itu, sudah tidak bisa lagi dipakai, sudah tidak berdaya, untuk memprakirakan kejadian dan masalah ekonomi yang bakal timbul.

(hlm. 208)

Sebagaimana kita ketahui, sejak awalnya (1901) Hadiah Nobel tidak meliputi ilmu-ilmu sosial. Baru di paruh kedua Abad XX ini Bank Sentral Swedia menganggap ekonomika pantas diberi penghargaan Nobel dengan dana yang berasal dari bank tersebut.

MAKA ketika untuk pertama kalinya diadakan Hadiah Nobel Ekonomi di tahun 1970, semua penerimanya praktis terdiri dari para pengembang ekonomika ortodoks yang dianggap “mati” oleh Ormerod, di antaranya Paul Samuelson, Milton Friedmann dan Jan Tinbergen. Waktu di tahun 50-an beredar buku teks The Foundations of Economics karya Samuelson, di mana matematika dipakai dengan sadar, sengaja, dan sistematis sebagai tools of analysis, ada yang mengomentarinya sebagai “the last words on economics”.

(hlm. 209)

Semua ilmuwan ekonomi yang sampai sekarang mendapat penghargaan bergengsi itu merupakan dosen di perguruan tinggi dan karya ilmiah mereka masing-masing banyak sedikitnya berwajah ekonomika ortodoks.

Tidak berdaya sebagai alat bekerja bagi lulusannya (sarjana, pakar, ilmuwan ekonomi). Jadi yang harus kita renungi tidak hanya (kelemahan/kekurangan) pengetahuan ilmiah itu sendiri tetapi sekaligus (kelemahan/kekurangan) orang-orang yang ingin mengamalkannya di kehidupan riil.

Di jalur pendidikan formal, terutama di tingkat universitas, setiap ilmu pengetahuan berdaulat penuh di bidangnya masing-masing. Ia bebas mengembangkan metode keilmuannya sendiri yang unik dan pada umumnya bebas emosi (bukan bebas nilai).

(hlm. 210)

Dengan metode seperti ini setiap ilmu pengetahuan berkembang menjadi satu disiplin, yaitu sekumpulan teori dan teknikalitas yang harus dipelajari dan dikuasai, untuk ekonomika, termasuk jenis-jenis tertentu matematika.

Disiplin ini menuntut setiap pelajarnya untuk taat mengikuti ketentuan-ketentuannya, seakan-akan menjadikannya tawanan (prisoner) kalaupun bukan “budaknya” yang patuh.

MAKA yang diperoleh selama pendidikan ini bukanlah keahlian membuat panacea tetapi suatu pemahaman dengan bantuan model-model, termasuk model yang serba matematis tadi dan, dari sini, suatu pengetahuan “bersyarat” berupa teori. Ungkapan bersyarat ini berarti bahwa pengetahuan teoretis tersebut bisa saja betul (correct) tetapi tidak dapat diterapkan (unapplicable).

(hlm. 211)

Dengan begini, bila proses belajar-mengajar disiplin ilmiah dilakukan dengan baik, pelajar memperoleh suatu kebajikan tambahan, pengetahuan (teoretis) bersyarat tadi, yaitu suatu semangat ilmiah berupa kebiasaan mempraktikkan keterbukaan reflektif. Keterbukaan ini adalah ketersediaan yang tulus dan jujur untuk menguji ketepatan penalaran serta asumsinya sendiri. Sedangkan keterbukaan seperti ini pasti diperlukan pula di bidang politik, yaitu menegakkan demokrasi.

Di pihak lain, bisa juga, dan ini sering terjadi, pelajar begitu terpukau dengan “keindahan” model-model matematis yang reduksionis dan abstrak itu sehingga di dalam benaknya tumbuh tanpa disadari suatu “model mental”, yaitu citra, gambaran, cerita, teori. Model mental ini bisa begitu kukuh hingga menentukan apa yang dilakukan. Ia menentukan apa yang dilakukan karena ia mempengaruhi apa yang dilihat.

Para filosof telah membahas hal ini sejak cerita perumpamaan Plato tentang pengalaman hidup di gua. Cerita klasik dari pendongeng didaktif Hans Christian Andersen tentang The Emperor’s New Clothes adalah contoh lain tentang keberadaan model mental yang, betapa pun sederhananya, bisa menyesatkan. Ini bukanlah cerita tentang rakyat yang dungu tetapi rakyat yang terbelenggu oleh model mental. Citra atau gambaran (model mental) mereka telah membutakan mereka begitu rupa hingga tidak mau mengakui realitas bahwa sang raja sebenarnya telanjang dan bukan berbaju baru.

(hlm. 212)

Kelemahan/kekurangan lain dari semua ilmu pengetahuan, termasuk ekonomika, adalah akibat pengembangan pengetahuan ilmiah yang semakin lama semakin spesialistis.

Tapi bagaimana bila masalah yang timbul itu adalah akibat interaksi antara berbagai faset kehidupan seperti masalah moneter yang kita hadapi sekarang?

Hanya lensa analisis (teori) yang kita paksakan yang membuat masalah-masalah hidup/alam seolah-olah dapat dipilah-pilah, diisolasi, lalu dipecahkan.

(hlm. 213)

Lembaga-lembaga pembelajaran kiranya tahu benar betapa kerja mereka akhirnya melepas orang-orang buta ke arah gajah.

(hlm. 214)

Sebab biar bagaimanapun kita harus sadar bahwa ekonomika bukanlah realitas kehidupan ekonomi itu sendiri. Paling jauh ia berfungsi sebagai penunjuk ke arah realitas tersebut dan kita tetap memerlukan adanya penunjuk.

Sama halnya dengan jari yang menunjuk ke bulan. Setepat-tepat tunjukkannya itu, jari ini tetap bukan bulan itu sendiri. Maka kalaupun tunjukkannya itu tidak tepat atau melenceng, kiranya ia tidak perlu “dilibas” habis.

(hlm. 215)

Para Penguasa dan Penasihat Ahli, Bacalah ini!
(Wawancara Imajiner dengan Hernando de Soto)

Parakitri T Simbolon *

Kami memfokuskan pada pembahasan pemikiran salah satu pemikir penting dunia saat ini, Hernando de Soto, utamanya yang berkaitan dengan buku terbarunya, The Mystery of Capital (2000). Buku itu berusaha menjawab teka-teki mengenai persoalan kemiskinan di negara dunia ketiga dan eks-sosialis, dengan asumsi dasar, bahwa di sektor marginal masyarakat miskin tadi sebetulnya tersimpan “berlian”—sebuah kapital yang tak pernah terdeteksi oleh pemerintah dan para perencana pembangunan.

(hlm. 216)

Soal terakhir itu, adalah sikap para pemimpin dan elite negeri ini, yang dalam bahasa kepenyairan, hendaknya “tidak berpesta di kapal pesiar” sementara “rakyat makan akar”. “Tidak mengungsi pintu” sementara “rakyat terlantar di jalan”. Kalau itu yang terjadi, maka kami akan “bilang tidak kepadamu!”

DS: Begini. Saya dan seratusan rekan saya periset menyampaikan jalan keluar itu kepada umum dalam bentuk buku, The Mystery of Capital: Why Capitalism Triumphs in the West and Fails Everywhere Else (London: Bantam Press/Black Swan, 2000/2001). Jadi pembaca-lah yang pantas menilai apakah tawaran tersebut meyakinkan atau tidak.

(hlm. 217)

Ia menawarkan kepada para politisi suatu proyek yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan sekaligus melambungkan wibawa politik mereka, suatu kombinasi yang mengagumkan.

Hampir semua negara di dunia memilih jalan kapitalisme, dan termasuk yang paling bersemangat adalah negara-negara Dunia Ketiga serta bekas komunis (seterusnya disebut D3BK).

T: Anda menjawab, mungkin! Dan kemungkinan itulah jalan keluar yang Anda tawarkan. Sudikah Anda secara singkat mengutarakan kemungkinan itu?

DS: Baik. Saya harus mulai dari saran dan nasihat yang selalu diberikan oleh negara Barat dan sangat dituruti oleh D3BK, tetapi selalu juga gagal: swastanisasi, pasar bebas, strukturisasi perbankan, stabilisasi moneter, penghapusan subsidi, dan investasi asing.

(hlm. 218)

T: Sangat jelas untuk menegaskan negasi. Bagaimana dengan afirmasi?

DS: Sebentar dulu. Kegagalan itu membuat banyak negara D3BK mulai kapok dengan jalan kapitalisme, tetapi tidak tahu jalan keluar lain. Hal ini mengakibatkan malapetaka lebih parah, karena negara Barat bukan memeriksa apa yang salah dengan saran-saran mereka melainkan bertubi-tubi menyudutkan D3BK sebagai belum siap secara budaya untuk menjalankan kapitalisme.

T: Baik, tetapi secara singkat dulu mengenai jalan keluar itu.

DS: OK, tetapi secara singkat saja dulu, jadi jangan diharapkan langsung jelas. Jalan keluar itu adalah mengubah seluruh kekayaan rakyat D3BK itu menjadi kapital, modal. Pendeknya menjadikan seluruh rakyat D3BK menjadi produsen modal!!

DS: Memang mengherankan! Malah kami berani menganggapnya misteri, rahasia, paradoks.

(hlm. 219)

DS: Buku tersebut lebih dulu harus mengungkapkan lima rahasia, dan rahasia modal hanya salah satu. Empat rahasia lain: informasi tentang harta kekayaan (accumulating assets) rakyat miskin di D3BK yang kebanyakan merupakan modal mati (dead capital); kesadaran politik tentang perubahan mendasar dalam kehidupan rakyat D3BK setengah abad terakhir ini; pelajaran penting dari sejarah negeri kapitalis, terutama Amerika Serikat (AS); dan kegagalan hukum di D3BK.

DS: Saya harap Anda jangan percaya jika orang bilang bahwa kemiskinan dan gagalnya perbaikan ekonomi rakyat D3BK karena mereka tidak punya kebudayaan yang sesuai, seperti cara berpikir, reformasi agama, kebiasaan kerja, warisan penjajah, dan bahkan inteligensi jongkok. Apa sih yang sama dalam kebudayaan beberapa negara kapitalis seperti Jepang, Swis, Australia?

(hlm. 220)

T: Baiklah, jangan terjebak dengan alasan-alasan kultural! Kultur, budaya, bukan hanya pendorong perubahan, tetapi sekaligus juga hasil perubahan. Ada lagi?

DS: Camkan kenyataan berikut: rakyat negeri yang belum berhasil melewati jalan kapitalisme bukan peminta-minta, yang terpuruk dalam kebiasaan buruk, dan yang mendewakan kebudayaan lapuk. Jadi, mereka belum berhasil, atau bahkan sudah gagal, karena alasan lain yang tak terduga sederhananya, yaitu ketakmampuan menghasilkan modal (inability to produce capital).

T: Ini menegaskan kembali jalan keluar yang sudah dikemukakan.

DS: Betul, tetapi pernyataan terakhir ini saya tempatkan dalam konteks peranan modal yang menentukan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan menciptakan kekayaan negeri. Modal (capital) benar-benar merupakan nyawa (the lifeblood) kapitalisme. Riset kami di sudut-sudut kota dan pelosok desa-desa di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin menunjukkan bahwa mayoritas rakyat miskin sesungguhnya sudah memiliki harta kekayaan (assets) yang perlu demi sukses kapitalisme. Sekali pun di negeri paling miskin, rakyat miskin terus menabung. Nilai tabungan si miskin itu besar sekali: 40 kali seluruh bantuan luar negeri yang ada di dunia ini sejak 1945. Di Mesir, nilainya 55 kali seluruh investasi asing langsung yang pernah diterima negeri itu, termasuk Terusan Suez dan Bendungan Aswan. Di Haiti, yang termiskin di Amerika Latin, nilainya 150 kali lebih besar daripada seluruh investasi asing yang diterimanya sejak merdeka dari Perancis, tahun 1804. Sekiranya AS mematuhi patokan PBB mengenai bantuan luar negeri sebesar 0,7 persen dari pendapatan nasional, maka negeri itu, yang terkaya di dunia, akan memerlukan lebih daripada 150 tahun untuk menyamai nilai tabungan si miskin itu.

(hlm. 221)

T: Kalau begitu apa yang terjadi dengan tabungan si miskin yang begitu banyak?

DS: Terbelenggu dalam bentuk-bentuk yang cacat: rumah di tanah yang tak jelas pemiliknya; perusahaan yang tidak merupakan badan hukum; industri tersebar di tempat yang tidak terlihat oleh investor. Karena hak-hak atas semuanya tidak tercatat, maka kekayaan seperti itu (assets) tidak siap dialihkan jadi modal (capital); tidak bisa diperjual-belikan di pasar yang lebih luas daripada lingkungan si miskin; tidak mungkin diagunkan; dan mustahil jadi saham dalam suatu investasi. Di Barat benar-benar sebaliknya. Setiap penggal tanah, setiap unit bangunan, setiap keping inventaris, semua ditampilkan berupa dokumen hak-milik. Dokumen ini merupakan pertanda proses sosial yang luas dan tak kasatmata yang menghubungkan semua kekayaan tadi dengan dunia perekonomian. Berdampingan dengan nilai fisik kekayaan itu, dokumen kekayaan ini menciptakan nilai lain yang jauh lebih besar, seperti agunan kredit. Dana paling besar untuk bisnis baru di AS berasal dari rumah tinggal sebagai borg (mortgage). Perwujudan berupa dokumen itulah yang tidak berhasil dilaksanakan di D3BK, sehingga tanpa itu, harta kekayaan rakyat mereka tetap tinggal dead capital. Inilah sekadar pengantar untuk memahami rahasia modal.

T: Betul-betul mencengangkan bahwa D3BK tidak mampu melihat kenyataan itu.

DS: Bisa dimengerti, karena salah satu tantangan terbesar bagi akal-budi manusia adalah memahami dan memberi wujud sesuatu yang tidak kasatmata. Waktu, misalnya, meski nyata, tidak dapat dilihat, diraba. Agar bisa mengelolanya, waktu harus lebih dulu diwujudkan dalam hitungan, dalam kalender, dalam arloji. Demikian juga halnya dengan notasi, tulisan, teknik, teori; semua itu merupakan sistem penampilan (representational system).

(hlm. 222)

T: Tetapi hanya Barat yang berhasil mewujudkan representational systems yang memberi wujud pada hal-hal yang tak-kasatmata?

DS: Pada umumnya demikian; tetapi mereka, entah itu Jepang, AS, Eropa, Australia, sudah tidak lagi menyadari kenyataan itu. Perwujudan itu sedemikian dalam tersirat di sekujur sistem kepemilikan (property systems) mereka, sehingga hak-milik (ownership) hanya merupakan puncak gunung es. Semua sistem itu lenyap di bawah sadar pemikiran ekonomi negeri kapitalis itu, mirip dengan seorang pengendara mobil yang mahir tidak lagi tahu apa-apa, dan tidak peduli dengan mekanisme pembakaran mesin mobilnya. Sejarah perkembangan sistem perwujudan itu pun tidak pernah diungkap. Mengungkap sejarah itu merupakan satu langkah untuk keluar dari kegagalan ekonomi negeri miskin.

(hlm. 223)

T: Sepertinya the past is many nations’ present, ya.

DS: Betul sekali. Negeri Barat begitu berhasil mengintegrasikan si miskin ke dalam perekonomian, sehingga mereka sama sekali lupa bagaimana integrasi itu dicapai. Sejarawan AS, Gordon Wood, mengatakan, waktu itu, “sesuatu yang menentukan terjadi dalam masyarakat yang membuat aspirasi dan energi rakyat biasa AS lepas-bebas, sesuatu yang belum pernah terjadi.” Itulah terwujudnya susunan undang-undang kepemilikan (formal property law), lengkap dengan prosedur pengalihan (conversion process) di dalamnya agar harta kekayaan (assets) bisa jadi modal (capital). Inilah garis pembatas antara kapitalisme yang berhasil dan yang gagal.

T: Mari kita masuk ke rahasia yang paling menarik bagi pembaca kita di Indonesia.

DS: Ah, ya, pasti mengenai informasi tentang harta kekayaan (accumulating assets) rakyat miskin di D3BK yang kebanyakan merupakan modal mati (dead capital) itu.

(hlm. 224)

T: Betul. Bisakah mulai dengan fakta yang menggembirakan? Rakyat di sini sudah terlalu lama apatis. Hanya penguasa yang girang terus.

DS: Baik, dengar yang ini: Mayoritas rakyat D3BK memang miskin, tetapi sesungguhnya tidak miskin-miskin amat! Di Haiti, nilai seluruh rumah “liar” itu 5,2 miliar dollar AS atau empat kali nilai seluruh kekayaan perusahaan resmi di sana; sembilan kali kekayaan pemerintah; dan 158 kali nilai kekayaan investor langsung yang tercatat sampai tahun 1995.

T: Bukan main. Bagaimana dengan Peru, Filipina, dan Mesir?

DS: Nilai perumahan yang bersifat ekstra-legal seperti itu di Peru mencapai 74 miliar dollar AS. Jumlah ini lima kali total kapitalisasi Bursa Saham Lima sebelum krisis 1998; sebelas kali BUMN Peru yang dinilai layak diswastakan; 14 kali seluruh investasi asing langsung. Di Filipina, 133 miliar dollar AS. Ini berarti empat kali nilai kapitalisasi 216 perusahaan domestik yang tercatat di Bursa Saham negeri itu; tujuh kali jumlah seluruh tabungan di bank; sembilan kali seluruh modal BUMN Filipina; dan 14 kali nilai investasi asing langsung. Di Mesir, nilai perumahan yang demikian mencapai 240 miliar dollar AS. Ini 30 kali nilai seluruh saham di Bursa Saham Cairo; 54 kali nilai investasi asing langsung.

(hlm. 225)

T: Adakah proyeksi nilai perumahan sejenis untuk seluruh D3BK?

DS: Ada. Sekitar 85 persen perumahan di kota, dan antara 40 persen dan 50 persen di pedesaan, berstatus ekstra-legal. Nilai keseluruhannya diperkirakan mencapai 9.300 miliar atau 9,3 triliun dollar AS. Jumlah ini sekitar dua kali nilai uang beredar di AS; sama banyaknya dengan nilai seluruh kekayaan perusahaan yang tercatat di bursa saham 20 negeri terkaya di dunia; lebih daripada 20 kali nilai investasi asing langsung di D3BK sejak tahun 1989; 46 kali jumlah pinjaman Bank Dunia selama tiga dekade terakhir ini; dan 93 kali nilai seluruh bantuan pembangunan ke D3 dalam periode yang sama.

T: Jadi, rakyat miskin di D3BK sebenarnya kaya?

DS: Tepat sekali. Itulah sebabnya saya mengecam keras pendapat umum yang mencap jutaan pengusaha gurem itu sebagai biang keladi kemiskinan global. They are not the problem. They are the solution.

Setelah Revolusi AS, seorang dosen, Russell Conwell, menjajahi seluruh AS untuk menyampaikan pesan yang menggemparkan. Ceritanya tentang seorang pedagang Indian yang menurut dukun akan kaya raya asalkan pedagang itu menemukan harta karunnya. Pedagang itu menjelajahi seluruh dunia, tetapi akhirnya pulang sudah tua, gagal, dan pedih. Tiba di rumahnya yang hampir runtuh, ia ingin minum, tetapi sumur sudah tertutup. Ia terpaksa ambil tembilang lalu menggali sumur baru. Eh, tiba-tiba tembilangnya menyentuh Golconda, tambang intan terbesar di dunia.

(hlm. 226)

T: Apakah dengan cerita itu Anda hendak menegaskan bahwa pemimpin sejati di D3BK tidak perlu melanglang buana minta bantuan asing; karena di tengah lingkungan miskin dan kota yang sesak di negeri sendiri sesungguhnya terdapat, kalau bukan tambang intan, ya triliunan dollar yang siap digunakan seandainya saja mereka dapat menyingkap rahasia bagaimana harta kekayaan itu dialihkan dari modal mati ke modal hidup?

DS: Betul sekali. Kesimpulan Anda sama dengan yang saya tegaskan dalam buku itu.

T: Lantas mengapa harta karun itu tidak diintegrasikan saja ke dalam sistem hukum kepemilikan?

DS: Seluruh birokrasi D3BK tidak hanya tidak mendukung tetapi menghambat. Ingat birokrasi bukan milik rakyat banyak tetapi milik para penguasa dan penasihat mereka. Di Peru, meminta izin perusahaan garmen kecil makan waktu 289 hari, setiap hari menghabiskan enam jam di kantor pemerintah. Belum lagi harus membayar 1.231 dollar AS, 31 kali gaji minimum pekerja. Untuk memperoleh IMB makan waktu tujuh tahun, melewati 207 meja di 52 instansi pemerintah. Begitu kira-kira yang terjadi di seluruh negeri D3BK.

T: Amat menyedihkan. Maaf, masih ada pertanyaan, tetapi ini yang terakhir, khusus tentang Indonesia. Pertengahan 1991 Anda diundang ke Indonesia, dan buku Anda yang tidak kalah terkenal, The Other Path: The Invisible Revolution in the Third World (1989) waktu itu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Masih Ada Jalan Lain: Revolusi Tersembunyi di Negara Dunia Ketiga (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1991/1992). Sesudah itu reputasi dan prestasi Anda terus mendunia. Anda pendiri dan Presiden Institute of Liberty and Democracy (ILD) di Lima. Majalah The Economist menilai lembaga Anda salah satu lembaga “think-tank” paling penting di dunia.

(hlm. 227)

Mengapa baru sekarang ini Anda dan orang lain sadar akan harta karun si miskin di D3BK, dan bagaimana mengenali potensi itu di Indonesia?

DS: Seperti yang Anda sebut, 40 tahun terakhir ini terjadilah revolusi ekonomi dan sosial di D3BK yang sama dengan yang dihadapi Barat pada tahun 1800. Ratusan juta penduduk dari pedesaan bergerak melalui jalan raya yang baru dibangun menuju kota-kota. Kota menjadi kewalahan, sementara para urbanis itu berjuang dengan kekuatan sendiri mempertahankan hidup, tanpa perlindungan hukum sama sekali. Mereka dituduh melanggar hukum, tetapi sebenarnya hukum yang melanggar hak dan hidup mereka. Revolusi ini membangkitkan kesadaran di pihak beberapa orang seperti Anda dan saya.

(hlm. 228)

DS: Saya sebenarnya ingin menguraikan rahasia modal, bagaimana kekayaan (assets) diubah jadi modal (capital), tetapi saya khawatir akan terlalu teknis dan membosankan. Lalu saya dapat ilham. Saya cerita, di Indonesia, seperti di negeri lain, memang sulit memastikan batas-batas harta-kekayaan yang ekstra-legal itu. Tetapi saya kebetulan diajak ke Bali. Di sana saya jalan di tengah persawahan dan perumahan, dan anjing menyalak menyambut kehadiran saya. Setiap lewat batas tertentu, salak anjing berbeda. Nah, saya simpulkan, salak anjing yang berbeda-beda itu agaknya menunjukkan kepemilikan sawah dan rumah yang berbeda pula. Lalu saya menjawab pertanyaan tadi begini: “Anjing di Bali tahu betul perbedaan kepemilikan tuan masing-masing. Mungkin Anda bisa memanfaatkan anjing-anjing itu.”

(hlm. 229)

Soto dari Peru

DALAM kurun waktu tahun 1959-1964, di New Delhi, India, terjadi ledakan pemukiman liar (squatter settlements) yang sangat signifikan. Hal ini dipicu oleh rencana Delhi Development Authority (DDA) yang akan mengakuisisi sekitar 30.000 hektar lahan dari cengkeraman tuan tanah.

Usaha melegalkan kepemilikan lahan di pemukiman liar juga diadaptasi oleh Pemerintah Kota Guayaquil, Ekuador. Sejak tahun 1992, Kantor Pertanahan yang cuma mempekerjakan 70 orang itu, setiap tahunnya mampu memproses lebih dari 15.000 sertifikat hak milik dari berbagai kasus lahan di permukiman liar. Hal yang sama juga sudah dipraktikkan secara luas di negara-negara seperti: Pakistan, Bangladesh, Thailand, Turki, Meksiko, Nikaragua, Trinidad-Tobago, Chili, dan Peru.

Berbagai wacana serta inovasi-inovasi strategis yang berkaitan dengan tema di atas sudah dibicarakan para pakar secara luas dan mendalam. Shlomo Angel, dalam bukunya Land Tenure for the Urban Poor (1983) menunjukkan berbagai keberhasilan sekaligus kegagalan penerapan asas legal dalam proses pemberdayaan kaum marjinal di perkotaan. Begitu juga dengan Carol Rose (Property and Persuasion, 1994) yang sudah berusaha menelusuri secara mendalam tentang sejarah, teori, serta retorika-retorika asas legal yang sering dijadikan alat politik bagi kepentingan penguasa. Dan yang masih “hangat”, Hernando de Soto melalui The Mystery of Capital (September, 2000), kembali mengundang perhatian berbagai kalangan, sepanjang tahun lalu.

(hlm. 230)

MISTERI Kapital yang memaparkan kembali usaha pemberdayaan kaum marjinal ini mencoba mengajukan sebuah gagasan yang bertema sentral: peranan extralegal property system dalam pembentukan modal produktif. Dari sudut teoritis, gagasan ini mengacu pada pemikiran Adam Smith tentang kapital (The Wealth of Nations, 1779), yang mengatakan bahwa aset bisa dijadikan modal (capital) produktif untuk menggerakkan sistem pasar, dengan tujuan akhir menciptakan kesejahteraan masyarakat. Sistem pasar inilah yang kemudian dikenal sebagai kapitalisme. Sebuah paham yang menurut pendapat De Soto, bisa “berhasil” di “Barat”, tapi “gagal” di belahan dunia lainnya (Why capitalism triumphs in the west and fails everywhere else?). Lebih lanjut, De Soto beranggapan bahwa kegagalan ini disebabkan karena adanya faktor yang menghambat proses transformasi aset menjadi modal produktif, yaitu kelangkaan extralegal property system yang berfungsi melindungi kepentingan pemilik aset dan memberikan kemampuan kepada pemilik aset untuk mempergunakan asetnya dalam aktivitas produksi.

(hlm. 231)

Dengan meminjam pisau analisis Fernand Braudel (The Wheels of Commerce, 1982) tentang “bell jar” (di mana “elite” diasumsikan di dalam “jar” dan orang miskin di luar “jar”), De Soto menunjukkan bahwa kaum marginal di negara-negara dunia ketiga dan eks-sosialis, ternyata tidaklah semiskin seperti yang digambarkan oleh World Bank atau IMF. Mereka sebenarnya termarjinalkan secara politis oleh birokrasi dan elite-elite lokal yang telah mengambil keuntungan dari keajaiban kapitalisme.

De Soto kemudian mengemukakan hasil risetnya, tentang akumulasi aset-aset kaum marjinal di beberapa negara dunia ketiga dan eks-sosialis, yang diperkirakannya mencapai 9,3 triliun dollar AS.

(hlm. 232)

Persoalannya sekarang, birokrasi dan elite politik di sebagian besar negara dunia ketiga masih melihat keberadaan kaum marjinal beserta habitatnya sebagai fenomena ilegal (squatter).

Pertama, informasi standar kemiskinan yang kita pahami selama ini, ternyata bias.

Semua itu menunjukkan transaksi dan perputaran dana yang tak terjamah dalam sistem penghitungan pendapatan nasional. Hal inilah yang disebut De Soto sebagai the mystery of missing information. Lebih lanjut, ia beranggapan bahwa kelangkaan informasi tentang potensi kemampuan kaum marjinal untuk mengakumulasi aset, menyebabkan fokus kebijakan pengentasan kemiskinan selalu terpaku pada kondisi kemiskinan dan ketidakberdayaan mereka. Hal ini menyesatkan, karena telah membentuk persepsi umum, bahwa kaum marjinal itu sama sekali tidak punya potensi.

Kedua, mari kita lihat lagi contoh di atas, bagaimana si Engkong begitu gigih berusaha menjual tanah (yang “surat-menyurat” pun tak jelas), untuk memodali si Atun membuka usaha salon kecantikan, agar Atun cepat mandiri. Potret inilah yang dimaksud De Soto sebagai the mystery of capital. Yang mana aset yang sebenarnya bisa dijadikan modal usaha, namun karena tiadanya surat-menyurat yang sah, besar kemungkinan hanya akan menjadi dead capital saja dan sulit bersinergi dengan sistem pasar. Di sisi lain, De Soto ingin menunjukkan bahwa persepsi kita tentang kapitalisme itu keliru, karena sering terjebak untuk mengkonotasikannya dengan uang atau aset-aset fisik (physical assets).

(hlm. 233)

Ketiga, De Soto kembali menyoroti kegagalan pemerintah (di negara-negara dunia ketiga dan eks-sosialis) dalam melakukan reformasi ekonomi.

Keempat, perilaku “salah urus” tadi menurut De Soto terjadi juga dalam sejarah Amerika (the missing lesson of US history). Presiden George Washington (1783) menunjukkan ketidaksukaannya pada orang kecil (buruh tambang) yang menduduki lahan secara ilegal. Washington dengan sinis, menyebut mereka sebagai banditti. Setelah hampir seratus tahun lebih, perjuangan banditti untuk mendapatkan pengakuan legal atas tanahnya, akhirnya diakui oleh pengadilan tinggi. Lebih jauh, Amerika justru menjalankan praktik land reform bergaya Mao selama masa pendudukannya di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan (pasca-Perang Dunia II). Mereka melegalkan aset kaum marjinal dalam bentuk hak milik, yang berkekuatan hukum. Hal yang sama, mereka terapkan juga selama di Vietnam Selatan melalui program agrarian reform (wawancara Darion Fernandez-Morera di Reason, 09/2001).

(hlm. 234)

Kelima, sehingga menurut De Soto, advokasi untuk melegalkan aset-aset kaum marjinal di negara Dunia Ketiga dengan mengadopsi extralegal property system (the mystery of legal failure), adalah bertujuan untuk merekapitalisasikan dead capital tadi. Dengan cara “merontokkan” tembok ilegalitas terlebih dahulu (legal barriers), kemudian kaum marjinal diharapkan bisa bersinergi dengan sistem formal (capitalism), untuk meningkatkan kesejahteraannya.

DARI analisis dan evaluasi terhadap kelima pokok pikiran di atas, penulis berpandangan bahwa Hernando de Soto tampaknya ingin menarik batas tegas antara pengertian land reform sebagai retorika “kiri” dengan apa yang disebutnya sebagai extralegal property system. Yang mana, political will untuk melegalkan aset-aset tersebut secara simultan langsung dikaitkannya dengan sistem pasar. Sehingga, misalnya, akumulasi aset bisa dijadikan sebagai jaminan/agunan pinjaman untuk modal usaha (collateral). Artinya, segaris dengan apa yang disampaikan oleh Adam Smith (bahkan Karl Marx pun “mengamininya”), bahwa akumulasi aset haruslah dijadikan active capital agar bisa bersinergi dengan perputaran produksi.

(hlm. 235)

Sehingga, bisa jadi extralegal property system bukan cuma sekadar retorika populisme belaka, tetapi ingin menjawab quo vadis land reform yang sekaligus tamparan buat kelompok new-leftist yang cenderung miskin solusi. Namun, mungkin juga lebih dari sekadar itu, De Soto memiliki agenda terselubung untuk melakukan re-advokasi kapitalisme “baru” pada Dunia Ketiga, dengan memakai land reform sebagai kuda Troya-nya? Oleh karena itu, menurut penulis, gagasan De Soto tentang ekstra legal tersebut, menarik untuk dikaji lebih jauh.

Pemenang Nobel di bidang Ekonomi, Ronald Coase (The Problem of Social Cost, Journal of Law and Economics, 1960), jauh sebelum De Soto dikenal, sudah mengulas pentingnya peranan ekstra legal di atas secara lugas dan mendalam, walaupun tidak dalam skala makro seperti De Soto.

(hlm. 236)

Menurut Coase, solusi yang tepat (socially desired) adalah mengalokasikan ekstra legal ke pihak yang lebih “mampu” untuk menciptakan value added. Jadi, seandainya sang dokter dalam contoh di atas mampu menghasilkan Rp 2 juta, sementara sang tetangga mampu menghasilkan Rp 4 juta, maka property right seharusnya diberikan ke sang tetangga, dan sang tetangga kemudian bisa memberikan kompensasi bagi sang dokter atas kebisingan yang ditimbulkannya.

Disebutkan bahwa kelangkaan aset (lacking asset) merupakan penyebab dan sekaligus akibat dari kemiskinan.

Kontradiksi dasar acuan analisis seperti ini selayaknya perlu diluruskan dulu melalui metode penelusuran ilmiah.

(hlm. 237)

Maka, sebenarnya konsep ekstra legal yang dipaparkan De Soto masih sangat general dan “dangkal”. Padahal konsep ini mengandung permasalahan yang sifatnya multifacets dan apakah benar pengalokasian ini harus diprioritaskan ke kaum marjinal, terus apakah property right ini harus dialokasikan ke perorangan atau komunal? Yang tidak kalah pentingnya adalah masalah pemberdayaan. Apakah kepemilikan aset secara otomatis memberikan empowerment kepada mereka untuk mendayagunakan aset ini secara optimal? Merujuk apa yang disampaikan Ronald Coase, seharusnya kita tidak semata-mata tergiur untuk merekapitalisasikan aset-aset kaum marjinal per se. Sebelum melangkah ke sana, harus dicermati dulu komponen nilai tambah (value added), sistem kompensasi, dan retribusi dari si pemegang property right ke pihak terkait, dan juga keberdayaan (empowerment) mereka. Keberdayaan ini tergantung juga pada taraf pendidikan masyarakat.

Permasalahan lain yang mungkin timbul adalah yang berkaitan dengan pilihan antara alokasi ekstra legal ke individu (privat) atau ke komunitas (publik).

(hlm. 238)

Masalah seperti ini sudah diantisipasi oleh filsuf dan ekonom David Hume (The Tragedy of Commons), jauh sebelum De Soto memaparkan konsepnya. Bayangkan saja semua individu akan terdorong untuk menambah jumlah sapinya di lahan, akibatnya lahan itu akan menjadi terlalu sumpek dan merugikan seluruh anggota komunitas. Jadi, ada unsur eksternalitas dari alokasi property right ke komunitas secara keseluruhan, untuk itu desain alokasi extralegal property system ini perlu dicermati dengan seksama.

Masih berkaitan dengan konsepsi privat-publik dalam perspektif pemukiman, De Soto dengan optimisnya menyatakan bahwa implementasi ekstra legal akan memberikan peluang pada kaum marjinal untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau. Melalui program pengadaan rumah murah secara “masif” (hlm. 191). Dalam hal ini, penulis menjadi ragu apakah benar De Soto telah mempertimbangkan sejarah kegagalan program perumahan sosial di negara maju, yang disebabkan karena begitu masifnya intervensi tersebut? Yang mana advokasi sosialisme menjadi sedemikian monolitnya dalam gerakan arsitektur modern, lalu akhirnya terjebak dalam doktrin international-style, yang akibatnya malah menyebabkan kebangkrutan sendiri. Karena itu, gerakan yang dipelopori oleh Le Corbusier ini, dipandang gagal mengemban misi kemanusiaannya!

(hlm. 239)

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ekstra legal itu penting peranannya sebagai katalisator proses transformasi aset menjadi modal produktif. Namun, untuk menonjolkannya sebagai kunci utama transformasi rasanya masih harus kita perdebatkan. Kalau kita kembali ke contoh si Engkong yang bermaksud membantu si Atun dengan menjual lahannya, bukan berarti secara otomatis si Atun akan meraih sukses. Tergantung juga pada kepintaran si Atun dalam tata rias rambut, banyaknya langganan yang bisa ditangani si Atun (produktivitas si Atun), keberadaan pesaing di sekitar salon si Atun, dan yang lebih lagi adalah insentif si Atun untuk bekerja keras. Hal mana ternyata, dipengaruhi oleh banyak faktor seperti produktivitas dari aset, kemampuan dan insentif dari pemilik aset, dan kondisi lingkungan. Hak kepemilikan atas aset (extralegal property system) hanya merupakan sarana pendukung yang mempengaruhi insentif pemilik aset.

Mungkin lebih tepat bagi kita untuk mengangkat insentif ini sebagai tema sentral, dan menempatkan extralegal property system sebagai salah satu syarat penting (necessary condition). Jadi kuncinya, lebih ke bagaimana aset dan ekstra legal ini bisa dikombinasikan dan dipergunakan secara produktif. Dalam hal ini, mungkin kita perlu menyimak pendapat William Easterly (The Elusive Quest for Growth, 2001), yang menekankan perlunya kondisi yang kondusif bagi mekanisme produksi.

(hlm. 240)

LALU, sejauh manakah ekstra legal ini bisa diadaptasi dalam konteks praksis di Indonesia? Tidak banyak. Meski sekilas, konsep ini “seksi”, namun bukan berarti mudah untuk diterapkan. Karena legal mengandung persoalan multifacets.

Penyelesaian strategis jangka panjang untuk menghasilkan instrumen hukum (setingkat undang-undang) selalu terlewatkan.

(hlm. 241)

Adakah political will dalam konteks tadi, bisa terkait dengan trauma land reform, yang sudah terlanjur identik sebagai pakem “kiri” (Aminuddin Kasdi, Kaum Merah Menjarah, 2001)?

Dalam konteks aktual, upaya merekapitalisasi aset-aset kaum marjinal agar bisa bersinergi dengan sistem perekonomian formal, membutuhkan kondisi pasar yang sehat. Dalam kondisi ekonomi yang sempoyongan, di mana perbankan malah “adu-cepat” tersungkur, maka sinergi yang diharapkan De Soto akan sangat sulit terjadi. Bahkan dalam kondisi “sehat” sekali pun, penulis tetap ragu, apakah lembaga keuangan memiliki niat baik untuk mengucurkan kredit berbekal jaminan aset “eks-ilegal” tersebut?

(hlm. 242)

Bayangkan jika demam menggadaikan aset properti muncul kembali secara masif (collateral).

MELALUI pokok-pokok pikiran tadi, penulis hanya membuka “prolog”, dengan harapan agar The Mystery of Capital akan mendorong lahirnya wacana-wacana yang lebih kritis. Supaya dia tetap terbuka, dan bukan sebaliknya meninggalkan “misteri” atau melahirkan “berhala-berhala” baru, sehingga bias dalam memahaminya. Dan, wacana ini, memang bukanlah secarik “resep”, bagaimana menyajikan De Soto dalam “selera Nusantara”, atau solusi derivatif dari “ekstra legal”-nya Hernando. Sebab penulis tidak berhasrat memberikan “solusi” yang cuma meng-copy-paste saja, dan kemudian meninggalkan “misteri” lain. Tanpa pernah memikirkan konsekuensi, risiko, serta dampak dehumanisasi, yang mungkin ditimbulkannya (Foucault, Les Mots et Les Choses, 1966).

Jika itu yang terjadi, maka kita cuma memelihara hobi lama yang sedang sekarat, mempergunakan pengetahuan hanya untuk mencari pembenaran belaka (structuralism). Yang mana dalam banyak hal, baik itu sengaja maupun tidak, “pengetahuan” memang sering (maaf) “memperkosa” humanitas (humanitas adalah kata kunci untuk menjelaskan apa yang dimaksud Jurgen Habermas dengan “Unfinished project of modernity”).

(hlm. 244)

Louis Bachelier,
Pakar yang Hampir Terlupakan

Roy Sembel PhD* dan Agung Baruno MM**

TEORI yang canggih belum tentu menjadi resep untuk membuat kita sukses. Contohnya Louis Bachelier, seorang ahli matematika yang berguru pada para profesor terkenal, dan mempelajari secara mendalam ilmu peluang dan Theory of Heat.

Di Paris pada tahun 1900, Bachelier menuliskan tesis yang berjudul Theorie de la Speculation, berdasar pada pengalamannya bekerja di Bursa Saham Paris. Tesis ini adalah hasil kerja dari pengamatannya terhadap perilaku instrumen keuangan, khususnya saham yang diperdagangkan di bursa Paris pada awal abad XX ini. Dalam tesisnya, Bachelier menerapkan suatu teori yang dinamakan dengan Trajectories of Brownian Motion.

(hlm. 245)

Trajectories of Brownian Motion adalah teori yang juga diperkenalkan oleh Albert Einstein untuk menurunkan beberapa teori besarnya. Salah satunya adalah teori abadi Relativitas.

Brownian Motion diambil dari nama seorang ahli botani asal Skotlandia, Robert Brown, yang pada tahun 1827 mengamati pergerakan bubuk gandum yang mengendap ke dasar tabung ujinya. Dia menemukan adanya suatu gerakan yang dinamakan rapid oscillatory motion.

Riset selanjutnya dilakukan Ludwig Bolzmann, dengan merumuskan sebuah teori bernama The Kinetic Theory of Matter. Pergerakan acak berkesinambungan (continuous random motion) ini terjadi karena bubuk gandum dalam perjalanan menuju dasar tabung uji dibombardir oleh atom dan molekul lainnya. Bachelier mengasumsikan bahwa bubuk gandum sebagai saham dan atom serta molekul lainnya sebagai parameter pembentuk pergerakan harga saham.

Namun, disertasi Bachelier tersebut tidak mendapat sambutan dari para profesornya, bahkan diberi predikat adjourn. Adjourn adalah predikat yang diberikan untuk sebuah hasil karya yang tidak mempunyai nilai ilmiah dan tidak berguna.

(hlm. 246)

Sebagai contoh, penurunan teori besar Black-Scholes Option Pricing Model (BSOPM) yang memenangkan Hadiah Nobel juga diawali dengan penurunan Brownian motion dan Wiener process. Teori untuk menghitung opsi ini juga didasari atas perhatian penemunya terhadap pergerakan instrumen investasi dan keuangan dengan efek perambatan panas dalam ilmu termodinamika. Jadi, sebetulnya aplikasi matematika dan fisika memang berpotensi besar dipergunakan untuk memodelkan instrumen keuangan dan dapat juga digunakan untuk mengantisipasi pergerakan yang mengikutinya.

Pekerjaannya menggiring Bachelier untuk memasuki dunia akademis di Universitas Sorbonne Paris, di mana pada tahun 1900 dia menemukan aplikasi Trajectories of Brownian Motion dalam karya ilmiahnya yang berjudul Theorie de la Speculation.

(hlm. 247)

Bachelier meraih gelar matematika tahun 1895 di bawah arahan Profesor Paul Appele, Emilie Picard, dan Joseph Boussinesq. Mereka adalah physicist-mathematician. Kemudian Bachelier memperdalam ilmu dengan berguru pada Profesor Henry Poincare, pakar matematika di bidang probabilitas dan celeste mathematics.

Pasar saham Paris tempat Bachelier bekerja dan mengadakan riset, pada saat itu, merupakan tempat terpandang yang memperdagangkan perpetual government bond, yaitu obligasi pemerintah tanpa masa jatuh tempo (mirip perpetual promissory note antara BI dan Pemerintah RI yang saat ini sedang menjadi isu kontroversial).

(hlm. 248)

Orang awam yang memegang obligasi saat itu berpikir bahwa lebih baik investasi itu dipegang sepanjang masa karena akan terus menerima kupon dan tidak pernah ditarik oleh pemerintah.

Model penghitungan perubahan relatif harga instrumen keuangan dipopulerkan oleh Paul Samuelson—pemenang Nobel Ekonomi terkenal—dalam beberapa jurnal ilmiahnya.

(hlm. 249)

Maksudnya, perubahan harga saham saat ini tidak ada hubungannya dengan perubahan harga saham di masa mendatang atau harganya di masa lalu. Kondisi ini disebut juga dengan random walk.

Menyambut konferensi

Berguru pada pengalaman Louis Bachelier, hasil kerja kita tidak pernah nihil sejauh hasil kerja tersebut dilakukan dengan cara yang tepat dan benar.

(hlm. 250)

Energi yang telah dikeluarkan oleh Bachelier akhirnya membuahkan hasil, tidak terbuang sia-sia, walau terjadi setelah dirinya meninggal.

(hlm. 251)

Lebih Jauh dengan
Constantino Tsallis

SEORANG kawan, wartawan ekonomi, terkecoh. Dia pikir, orang yang siang itu memperkenalkan teori bagaimana lolos dari risiko pada setiap transaksi adalah seorang guru besar ekonomi. Begitu diyakinkan bahwa ilmuwan Brasil pemakalah kunci dalam seminar publik mengenai ekonofisika di Jakarta, 27 Agustus 2002 itu adalah fisikawan, barulah kawan tadi teringat Constantino Tsallis, sang pembicara, mendahului uraiannya dengan daftar sejumlah persamaan dan perbedaan antara sistem ekonomi dan sistem fisika, sebelum menerapkan teori entropinya untuk menghindari risiko dalam transaksi di pasar uang dan bursa saham.

Tsallis adalah pembicara yang enak didengar. Enunsiasinya, pernyataan terang. Uraiannya jelas, runtut, ketat, disampaikan dengan bersahabat pula. Khas seorang guru, khas pendidik tulen. Ramah dan terkesan “gaul.”

Guru besar fisika dan peneliti pada Centro Brasileiro de Pesquisas Fisicas (CBPF), Rio de Janeiro itu adalah tonggak penting dalam kajian entropi, yaitu entitas termodinamika yang berperan dalam transformasi energi, juga menjadi instrumen analitis untuk melihat akhir proses perubahan fisika, kimia, biologi: akan tertib atau malah kacau.

Namanya disitat sekitar 350 makalah tentang entropi di jurnal-jurnal fisika Eropa dan Amerika Serikat sepanjang 12 tahun terakhir. Reformulasi entropi yang ia sembulkan tahun 1988, dengan memperkenalkan indeks entropi, mengangkat nama fisikawan berdarah Yunani kelahiran Athena 5 November 1943 itu, ke jajaran fisikawan top dunia. H. Eugene Stanley dari Universitas Boston, AS sering menyebut-nyebut Tsallis sebagai kandidat peraih Nobel Fisika.

Generalisasi atas konsep entropi Bolzmann yang sudah berusia 120 tahun, ketika itu, dianggap sebagai tonggak dalam pemahaman baru termodinamika. Dengan itu, konsep entropi meleluasa digunakan membongkar interaksi jangka panjang pada sistem fisika, biologi, kedokteran, psikologi, linguistik, bahkan ekonomi.

(hlm. 253)

Belajar dan mengajar di Paris, sebentar meneliti di Santa Fe Institute, AS yang termasyhur itu, kemudian menetap di Rio de Janeiro, memberi kesempatan padanya mahir berbicara dalam bahasa Yunani, Spanyol, Portugis, Perancis, dan Inggris. Dari perkawinan pertamanya dengan Maria Cristina Frascaroli (Argentina), dia dikaruniai dua anak—Alexandra Cleopatre dan Adrian—yang sudah dewasa. Dari pernikahan keduanya dengan Maria Aparecida de Oliveira Padua (Brasil) yang ikut bersamanya berkunjung ke Jakarta dan Bali, ia dianugerahi bocah berusia enam tahun, Emmanuel Lucas.

Tsallis yang gemar bermain piano, tenis, dan dansa, ini adalah ilmuwan konvensional, dalam arti, telah menerbitkan 250 artikel di jurnal dan buku kelas dunia dalam bidang fisika.

Berikut percakapan Kompas dengan Tsallis seusai menyajikan makalahnya “Risk Aversion in Economic Transactions.”

(hlm. 254)

ANDA disebut-sebut sebagai orang pertama di dunia yang mengembangkan konsep entropi sampai pada ekspresi umum yang memungkinkannya digunakan dalam banyak bidang di luar termodinamika, bahkan di luar fisika. Bagaimana sebetulnya gagasan itu?

Konsep entropi yang digunakan dalam fisika sejak 130 tahun lalu diperkenalkan oleh Boltzmann dari Austria. Salah satu sifat khusus entropi adalah ekstensivitas. Kadang-kadang disebut sebagai additivitas.

Entropi dari keseluruhan sistem sama dengan jumlah entropi tiap-tiap sistem. Jadi, bila seseorang menyantap 300 gram es krim, tubuhnya mendapat kalori yang setara dengan jumlah kalori dari 100 gram ditambah dengan jumlah kalori dari 200 gram es dari jenis yang sama. Jadi hanya dijumlahkan. Ini yang disebut sifat ekstensivitas entropi.

Pada sistem dengan interaksi yang makan waktu lama, seperti sistem gravitasi, sifat ekstensivitas ini tidak lagi berlaku. Entropi keseluruhan sistem akan berbeda dengan jumlah entropi tiap-tiap sistem. Sistem seperti itu dinamakan sistem non-ekstensif.

Jadi entropi keseluruhan sistem non-ekstensif bisa lebih kecil, bisa lebih besar dari jumlah entropi dari tiap-tiap sistem?

Persis.

Gagasan yang merupakan generalisasi entropi versi Boltzmann ini saya kemukakan tahun 1988 dengan mengatakan bahwa entropi yang lebih umum bergantung pada parameter q, yang kadang-kadang dinamakan sebagai indeks entropi q. Jadi, bila q sama dengan satu, kita akan kembali kepada entropi versi Boltzmann. Bila q tidak sama dengan satu, kita akan mendapatkan ekspresi entropi yang lebih umum, yang mampu menggeneralisasi keseluruhan mekanika statistik untuk membahas berbagai sistem yang entropinya ekstensif dan non-ekstensif dengan berbagai harga q. Begitulah idenya.

(hlm. 255)

Brezin. Jawabannya waktu itu berkaitan dengan multifraktal, suatu struktur geometri yang ekspresinya lebih umum ketimbang fraktal. Begitu mendengarkan penjelasan itu, saya langsung berpikir ide ini bisa saya gunakan dalam mekanika statistik yang merupakan keahlian saya. Itulah asal-usul gagasan indeks entropi q, diilhami oleh multifraktal.

Lalu Anda melakukan riset?

Ya.

Dipublikasikan kemudian?

Betul, dalam Journal of Statistical Physics volume 52 tahun 1988. (Judulnya Possible Generalization of Gibbs Statistics).

(hlm. 256)

Apakah saat ini riset Anda hanya mencakup mekanika statistik dan entropi?

Tidak. Riset saya mencakup bidang-bidang lain juga: transisi fasa dan fenomena kritis, chaos, dan cellular automata, biogenesis, imunologi dan genetika populasi, jaringan saraf dan psikologi kognitif, bahkan mikroekonomi. Tentu riset mekanika statistik dan termodinamika masih terus berlanjut.

Ada yang menyebut Anda kandidat Hadiah Nobel. Apa tanggapan Anda?

Ini sungguh-sungguh pertanyaan yang sulit dijawab, sebab nominasi Hadiah Nobel biasanya sangat dirahasiakan. Tak ada yang tahu. Beberapa orang bilang karya yang ini merupakan karya penting, karya yang itu tak kalah pentingnya dan pantas dipertimbangkan untuk Hadiah Nobel. Tapi, apa yang dibicarakan Panitia Nobel saya sama sekali tidak tahu.

Apakah Anda selalu tertarik dengan fisika?

Setelah dua tahun belajar teknik, saya menyadari betapa saya tidak suka pada disiplin yang sangat terbatas untuk menyelesaikan masalah-masalah teknik. Saya lebih suka problem yang lebih general, hukum-hukum yang umum keberlakuannya, maka saya putuskan keluar dari jurusan teknik dan pindah ke fisika. Jadi sarjana saya dalam fisika, bukan teknik.

(hlm. 257)

Apakah Anda tidak melihat masalah dalam menerapkan konsep fisika pada sistem ekonomi?

Anda dapat menggunakan konsep-konsep yang berasal dari fisika pada sistem-sistem itu. Jadi, saya tidak melihat hambatan epistemologi apa pun. Sebaliknya, saya melihat penerapan itu sangat convenient.

Dalam pertemuan tadi, saya menyajikan model risk aversion, penghindaran risiko. Bagaimana Anda menghadapi pertanyaan ini. Mana yang Anda pilih: uang 85.000 dollar di depan mata atau mengikuti permainan dengan peluang 85 persen untuk mendapatkan 100.000 dollar yang tentu lebih besar daripada 85.000 dollar?

(hlm. 258)

Fenomena yang sangat umum dalam ekonomi ini disebut risk aversion, menghindar dari risiko. Fenomena risiko ini selalu dibahas dalam setiap teori yang beralasan tentang pengambilan keputusan dalam bidang keuangan. Karena dalam mengambil keputusan, operator bursa saham atau siapa saja yang mengambil keputusan dalam keuangan menyadari dirinya harus menghindari risiko.

Saya tidak mengatakan semua konsep fisika dapat dipakai dalam ekonomi, tapi sebagian memang bisa.

(hlm. 259)

Bagaimana Anda melihat perkembangan ilmu pengetahuan ke depan?

Saya pikir kita tidak sedang kembali ke masa Aristoteles. Kemajuan sains itu irregular dan tak dapat diramalkan. Jelas saat ini paradigma sains sedang mengarah kepada interdisciplinarity.

Seperti yang diketahui banyak orang, Yunani adalah tempat lahir demokrasi, sastra, filsafat, bahkan fisika. Yang ini berkaitan dengan fisika. Mengapa jarang terdengar dalam zaman modern ini fisikawan-fisikawan yang berasal dari Yunani?

(hlm. 260)

Baiklah. Yunani adalah negara kecil. Penduduknya sekitar 10 juta orang, lebih kecil daripada penduduk Jakarta yang saya kira sudah 12 juta. Faktor ini harus diperhitungkan untuk menjawab pertanyaan Anda, he-he-he.

Yang kedua, sastra di Yunani sudah menjalani tradisi yang panjang. Dalam hal ini, Yunani sudah menghasilkan dua sastrawan pemenang Nobel, kedua-duanya dalam puisi.

Dari Yunani pengaruh yang paling penting adalah estetika, keindahan. Di dalam budaya Yunani, keindahan sangat penting dan saya meyakini bahwa di dalam matematika, di dalam fisika, di dalam hukum-hukum alam, saya menemukan keindahan yang luar biasa.

(hlm. 261)

Bagaimana pengaruh negara-negara lain terhadap kehidupan dan karier Anda?

Kemudian Argentina, di mana saya belajar sejak di bangku SD sampai sarjana. Argentina mempunyai sistem pendidikan yang sangat bagus. Saya beruntung dibesarkan di sebuah negeri dengan sistem pendidikan seperti itu.

Lalu saya belajar dan mengajar di Perancis. Perancis punya tradisi besar dalam sains dan keketatan berpikir ilmiah. Saya sungguh beruntung pernah tinggal di sana karena terlatih dengan berpikir ketat secara ilmiah.

Akhirnya saya ke Brasil. Yang khas di sini adalah kreativitas yang dapat Anda saksikan melalui sepak bola dan samba. Saya beruntung tinggal dan bekerja saat ini di Brasil, tempat kreativitas menjadi kultur. Jadi, saya pikir setiap kultur di mana saya pernah tinggal memberikan kontribusi.

 

Kembali ke daftar isi

Inside the Box

Drew Boyd dan Jacob Goldenberg

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Inside the Box oleh Drew Boyd dan Jacob Goldenberg.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

Inside the Box

Oleh: Drew Boyd dan Jacob Goldenberg

Cetakan pertama: Desember 2015

Penerjemah: Ahmad Alkadri

ISBN: 978-979-91-0989-7

(hlm. 3)

PENDAHULUAN

Yang mengejutkan, mayoritas produk-produk terbaru dihasilkan hanya dari lima pola: pengurangan, pemisahan, penggandaan, penyatuan tugas, dan ketergantungan sifat. Pola-pola tersebut membentuk fondasi metode inovasi yang disebut sebagai Systematic Inventive Thinking (SIT)—Pemikiran Inventif Sistematis (PIS).

(hlm. 25)

BAB 1

KREATIVITAS BERSEMBUNYI
DI DALAM KOTAK
Mereka tidak bisa menakutiku dengan ruang-ruang kosong itu
Di antara bintang—pada bintang-bintang tanpa manusia.
Aku bisa merasakannya jauh lebih dekat dengan rumahku
Menakutiku dengan padang-padang pasir milikku.

-Robert Frost, “Desert Places”

DUNIA TERTUTUP

Buku ini menjelaskan Pemikiran Inventif Sistematis, cara berpikir inside the box tentang kreativitas dan inovasi.

(hlm. 53)

BAB 2

KETIKA KEKURANGAN MENJADI
KELEBIHAN: TEKNIK PENGURANGAN
Jalan pintas menuju kekayaan adalah dengan mengurangi hawa nafsu.

-Petrarch (fifolog, penyair, dan humanis abad ke-14 dari Italia)

Para anggota tim tersebut, seperti ahli rekayasa pada umumnya, jatuh cinta pada teknologi yang mereka

(hlm. 60)

DIBUTAKAN OLEH KEKAKUAN

Teknik Pengurangan bekerja dengan menyikirkan satu komponen esensial dari suatu sistem (sebuah produk atau proses).

(hlm. 73)

MUNDUR UNTUK MAJU

iPod generasi pertama sukses besar. Lalu Apple, dengan gaya inovatifnya yang klasik, menghilangkan seluruh seluruh layar dan hanya menyisakan fungsi “shuffle”—jelas-jelas melangkah mundur—dari iPod yang pertama. Apple menawarkan sesuatu yang baru: iPod yang pertama. Apple menawarkan sesuatu yang baru: iPod yang hanya bisa memutar lagu secara acak.

(hlm. 74)

APA ITU KOMPONEN “ESENSIAL”?

Amati bahwa di contoh-contoh sebelumnya, komponen yang dikurangi bukanlah yang paling esensial ataupun paling tidak esensial. Komponen-komponennya berada di tengah-tengah. Di sanalah kemungkinan besar Anda mendapatkan dampak hebat dengan menggunakan teknik Pengurangan.

(hlm. 75)

“INI AKAN MEMBUAT KETAGIHAN”

Dengan membatasi setiap tweet ke dalam 140 karakter saja, Twiter telah menjadi ruang percakapan digital yang luas mengenai apa yang dilakukan dan dipikirkan oleh orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Pengurangan Parsial dari blog tradisional menjadi 140 karakter secara dramatis meningkatkan volume dan partisipasi dalam fenomena internet tersebut.

(hlm. 79)

KURANGI BERAPAPUN YANG ANDA MILIKI

Perhatikan bahwa Vitco menemukan ide tersebut dengan pihak sederhana dan murah lewat teknik Pengurangan.

(hlm. 88)

KESALAHAN LUMRAH DALAM TEKNIK PENGURANGAN

  • Jangan hanya menghilangkan komponen yang bermasalah.

(hlm. 89)

  • Cobalah mengurangi komponen yang esensial.
  • Hindari mengganti komponen yang dikurangi secara langsung.
  • Jangan menyerah karena keganjilan konsep.

(hlm. 90)

  • Hindari “penguraian” sederhana.

(hlm. 94)

BAB 3

PISAHKAN DAN TAKLUKAN:
TEKNIK PEMISAHAN
Kehidupan berjalan bukan melalui hubungan dan penjumlahan elemen, melainkan dengan pemisahan dan pembagian

Henri Bergson, Filsuf

PEMISAHAN DALAM DUNIA TERTUTUP

Sebagaimana teknik-teknik lainnya dalam buku ini, Pemisahan membantu Anda mencari solusi kreatif dengan menajamkan—atau membatasi—pilihan Anda.

(hlm. 95-96)

CARA KERJA TEKNIK PEMISAHAN

Ingat diskusi kita sebelumnya mengenai Kekakuan Struktural? Pemisahan membantu kita mengatasi batasan yang disebabkannya. Jika Anda ingat, Kekakuan Struktural merupakan kecenderungan kita untuk meyakini bahwa benda atau sistem tertentu hanya dapat dibuat (terstruktur) sebagaimana mereka dibuat secara tradisional.

(hlm. 100)

PEMISAHAN FISIK

Otoritas lalu lintas di Kiev, Ukraina, memiliki cara baru untuk mengumpulkan denda parkir. Jika mobil Anda diparkir secara ilegal, petugas akan melepas pelat mobil Anda dan menyimpannya sampai Anda membayar benda.

(hlm. 132-133)

BAB 4

BERBUAH DAN BERLIPAT GANDA:
TEKNIK PENGGANDAAN
Peluang mengganda apabila dimanfaatkan.

-Sun Tzu

Sama seperti teknik-teknik kami yang lainnya,  Anda memulai dengan membuat daftar komponen yang terlingkup dalam Dunia Tertutup. Kemudian Anda lakukan dua hal. Yang pertama, ambil salah satu komponen tersebut dan gandakan. (Dalam kasus Graham, dia menggandakan tabung tunggal pada gedung melingkar tradisional.) Yang kedua, ubah masing-masing komponen yang digandakan untuk menjadikannya unik. Dengan kata lain, tiap kali Anda menggandakan satu komponen aslinya—anggaplah sebagai tindakan menyalin, jika Anda mau—salinan tersebut harus memiliki satu atau beberapa karakteristik baru.

(hlm. 134)

LOMBA PISAU CUKUR

Orisinalitas bukanlah sekadar soal sumber inspirasi (komponen yang Anda salin), melainkan juga apa yang Anda lakukan dengan salinan yang Anda buat.

(hlm. 147)

PERALATAN KAPRO DAN PENGUKUR KEDATARAN

Kenapa ada yang menginginkan waterpass yang menunjukan permukaan yang tidak rata pada derajat tersebut? Ternyata, banyak orang yang ingin tahu bagaimana “Memiringkan” permukaan dengan tepat. Banyak proyek konstruksi yang membutuhkan kemiringan. Contohnya, lantai dapur restoran membutuhkan kemiringan kecil sehingga air di permukaan lantai mengalir menuju daerah drainase. Tanpa waterpass baru dari Kapro, banyak kontraktor yang membuat lantai dan kemudian mengujinya dengan menumpahkan air diatasnya, berharap air tersebut akan mengalir kearah yang benar. Kini, Waterpass Topgrade bisa menunjukan secara tepat kearah mana dan pada kemiringan berapa lantai itu harus dibuat.

(hlm. 150)

ADA LALAT TSETSE? GANDAKAN MEREKA SAMPAI HABIS

Para penduduk pulau Zanzibar di Afrika telah diganggu penyakit tidur selama berabad-abad. Para ilmuwan menggunakan SIT untuk menggandakan lalat tsetse jantan puluhan ribu kali. Lalu mereka mengubah “salinan” tersebut dengan meradiasi dan mensterilkan mereka, kemudian mengembalikannya ke populasi. Karena lalat tsetse betina hanya dapat kawin satu kali sepanjang hidupnya, para pejantan steril secara efektif membuat mereka tidak bisa bereproduksi. Selagi lalat-lalat tsetse yang sudah tua mati, jumlah generasi-generasi berikutnya menjadi lebih kecil dan makin kecil hingga musnah sepenuhnya. Hanya dalam hitungan bulan, rezim teror lalat tsetse pun berakhir.

(hlm. 160)

CARA MELAKUKAN PENGGANDAAN

Untuk memaksimalkan hasil teknik penggandaan, ikuti kelima langkah dasar berikut:

  1. Tuliskan komponen-komponen internal suatu produk atau jasa.
  2. Pilih satu komponen dan gandakan. (Jika Anda tidak yakin harus menggandakan berapa banyak, silakan pilih sejumlah angka acak.)
  3. Untuk komponen itu, buatkah daftar atribut-atributnya. Atribut adalah karakteristik komponen yang dapat diubah, termasuk di dalamnya warna, lokasi, gaya, suhu, jumlah dan jenis orang yang terlibat, dan lain-lain.
  4. Ubah salah satu atribut esensial pada salinan-salinan yang ada. Arti esensial di sini adalah atribut yang terkait langsung dengan apa yang dikerjakan suatu komponen. Pastikan bahwa Anda mengubahnya dengan cara yang tidak terang-terangan dan tidak lumrah.
  5. Visualisasikan produk atau jasa yang baru (atau yang diubah) tersebut.
  6. Tanyakan kepada diri Anda: Apa potensi keuntungan, pasar, dan nilai yang bisa diperoleh? Siapa yang ingin menginginkan produk atau jasa yang sudah diubah itu, dan kenapa mereka akan menganggapnya bernilai? Jika Anda ingin memecahkan suatu masalah spesifik, bagaimana produk atau jasa baru tersebut dapat membantu mengatasi permasalahan?
  7. Jika Anda memutuskan bahwa produk atau jasa baru tersebut bernilai, tanyakan kapada diri Anda: apakah produk atau jasa baru itu bisa dibuat? Bisakah Anda benar-benar membuat produk baru itu? menjalankan jasa baru itu? Kenapa, dan kenapa tidak? Apakah ada cara lain untuk memperbaiki atau mengadaptasi gagasan tersebut untuk menjadikannya lebih praktis?

(hlm. 171)

BAB 5

TRIK BARU UNTUK PRODUK LAMA:
TEKNIK PENYATUAN TUGAS
Apa yang familier bagi kita akan meredup dari pandangan.

Anais Nin

Dalam contoh pengobatan CPP Dr.Palter, sang pasien berperan sebagai pasien sekaligus alat diagnosis.

(hlm. 174)

TANPA SADAR ANDA TELAH BEKERJA UNTUK NEW YORK TIMES

Sudah rahasia umum di dunia internet bahwa von Ahn memanfaatkan ratusan juta jawaban tes captcha yang dikerjakan tiap harinya untuk meraih satu tujuan-tujuan yang mungkn lebih berguna bagi masyarakat dibandingkan mengalahkan para calo tiket: memindai dan mendigitalisasi semua buku di dunia.

(hlm. 175)

Apakah program tersebut bekerja dengan baik? Hasilnya, tentu saja, menakjubkan. Para peselancar web biasa sudah membantu menginterpretasi kurang lebih 150.000 buku per tahun—pekerjaan yang normalnya membutuhkan 37.500 pekerja penuh-waktu. Selain itu, reCaptcha membantu mendigitalisasi keseluruhan arsip cetakan New York Times sejak 1851.

ReCaptcha, seperti prosedur diagnosis CPP baru milik Dr.Palter, merupakan contoh sangat baik teknik Penyatuan Tugas.

Von Ahn mendapatkan ide tersebut setelah menghitung jumlah tenaga manusia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes captcha.

“Saya ingin membuat semua manusia menjadi lebih efisien dengan mengeksploitasi siklus dalam hidup manusia yang terbuang,” kata von Ahn.

(hlm. 180)

TIGA CARA MENERAPKAN TEKNIK PENYATUAN TUGAS

Sebelumnya, Apple bergantung kepada para pemrogram profesional yang biasanya bekerja di independent software vendors (ISVs)—vendor peranti lunak independen—untuk membangun aplikasi-aplikasi personal maupun profesional yang dijalankan pada komputer-komputer Macintosh. ISV seperti Microsoft, Intuit, Symantec, dan lain-lain berkembang subur karena membuat aplikasi untuk para pengguna Mac dan PC.

(hlm. 181)

Dan sebagainya halnya Steve Jobs menggunakan Penyatuan Tugas untuk menciptakan ekosistem pengembangan app yang tercipta dari orang-orang yang secara intuitif menggunakan Penyatuan Tugas guna memecahkan permasalahan bersama.

(hlm. 228)

BAB 6

KORELASI CERDAS:
TEKNIK KETERGANTUNGAN SIFAT
Satu tema yang tidak berubah sepanjang kisah ini adalah bahwa segala sesuatu berubah kecuali perubahan itu sendiri.

-Pidato Sidang ke-19 dari John F. Kennedy, 18 Mei 1963,
Stadium Universitas Vanderbit, Nashvillem Tennesse

Dalam banyak kebijakan asuransi jiwa, uang dibayarkan setelah kematian untuk membantu anggota keluarga yang masih hidup secara finansial. Tapi, bagaimana jika dana tersebut dibayarkan ketika seseorang didiagnosis mengidap penyakit mematikan? Dari sudut pandang perusahaan asuransi, perubahan itu bukanlah sesuatu yang besar; intinya hanyalah waktu: kapan mereka akan membayarkan uangnya kepada pelanggan. Namun, bagi pasien, pembayaran sebelum kematian dapat membuka sedemikian banyak peluang. Sebagai contoh, pasien dapat menggunakan uang itu untuk mencari pengobatan yang lebih baik, lebih mahal, barangkali meningkatkan kondisi rumah mereka, atau pergi menempuh perjalanan impian untuk memenuhi daftar keinginan terakhir mereka.

(hlm. 245)

BAB 7

KONTRADIKSI:
JALAN MENUJU KREATIVITAS
Dalam logika formal, kontradiksi adalah tanda kekalahan,
tapi dalam perkembangan pengetahuan nyata, kontradiksi
menandai langkah pertama perkembangan menuju kemenangan.

-Alfred North Whitehead, filsuf dan ahli matematika Inggris

(hlm. 249)

MEMBONGKAR ASOSIASI, ASUMSI IMPLISIT, DAN “IKATAN LEMAH” DALAM KONTRADIKSI PALSU

Dalam logika klasik, kontradiksi terdiri dari ketidakcocokan logis antara dua atau lebih proposisi. Kontradiksi terjadi ketika proposisi yang ada, yang saling dipertemukan, menghasilkan dua kesimpulan yang merupakan kebalikan logis satu sama lain.

Hukum nonkontradiksi Aristoteles mengatakan, “Suatu atribut tidak bisa melekat dan tidak melekat pada satu subjek dengan pada saat bersamaan.”

(hlm. 250)

Kenapa awalnya Anda ragu ketika melihat rambu tersebut? Karena Anda mempertahankan asumsi implisit bahwa kedua rambu tersebut mengacu pada periode waktu yang sama. Hilangkan asumsi itu, dan kontradiksinya pun menghilang. Faktanya, sebagian besar Kontradiksi Palsu diciptakan oleh asumsi-asumsi kita.

(hlm. 251)

Jadi, inilah pelajaran pentingnya: sebuah Kontradiksi Palsu terjadi ketika suatu informasi disembunyikan dari Anda atau Anda membuat asumsi implisit yang tidak benar.

MEMISAHKAN KONTRADIKSI SEJATI DAN PALSU

Tentu saja, kontradiksi sejati tetap ada. Salah satu kontradiksi yang paling tua dan terkenal adalah paradoks Epimenides, dinamai dari filsuf Kreta, Epimenides dari knossos (sekitar 600 SM). Dia menulis, “Semua penduduk Kreta adalah pembohong.”

Lalu dia menandatangani pernyataan tersebut dengan namanya, Epimenides dari Kreta.

Sebagai contoh, Anda dapat dengan mudah menunjukan bahwa ini adalah Kontradiksi Palsu dalam segi praktis dengan memahami bahwa meskipun “semua penduduk Kreta” bisa jadi “pembohong”, pertanyaan tersebut –secara realistis –tidak berarti bahwa semua penduduk Kreta berbohong setiap saat. Tentulah bahkan para pembohong terhebat dalam sejarah sekalipun setidaknya pernah mengantakan kebenaran pada suatu waktu. Pemikiran bahwa ada orang yang berbohong dalam setiap kalimatnya sungguh berlebihan.

(hlm. 253)

Tapi pertama-tama, mari pahami bahwa sebuah kontradiksi memiliki tiga elemen: dua argumen yang biasanya terjadi memiliki wujud (1) sebuah kebutuhan untuk meraih peluang atau keunggulan, dan (2) biaya dari menyediakan peluang atau keunggulan tersebut.

(hlm. 254)

BAHAYA ASUMSI IMPLISIT

Biasanya, waktu berlalu cukup lama sebelum salah satu dari mereka mendapati adanya solusi yang sama-sama menguntungkan mereka: masing-masing relawan hanya mengambil bagian jeruk yang mereka butuhkan.

(hlm. 255)

Kenapa hal itu merupakan asumsi implisit? Karena mereka tidak membuatnya eksplisit, asumsi-asumsi eksplisit diuji. Kita menimbang-nimbang asumsi eksplisit dan berkonsultasi dengan kolega kita. Oleh karena itu, dalam banyak kasus yang melibatkan asumsi-asumsi eksplisit, kita tidak salah.

Sebagian besar Penghubung dua argumen yang berlawanan dibangun berdasarkan asumsi-asumsi implisit. penghubung dinyatakan berhasil atau gagal berdasarkan akurasi asumsi-asumsi tersebut.

PENCARIAN ALIEN

Pada 1995, para ilmuwan komputer menggunakan paradigma baru bernama “komputasi publik” untuk membagi-bagi tugas menjadi pecahan-pecahan kecil dan mengirimkan pecahan-pecahan itu kepada para individu yang dengan sukarela “menyumbangkan” kapasitas komputasi mereka yang tidak terpakai untuk tujuan tertentu. Komputer Anda bisa saja mencari kehidupan luar angkasa, atau menghitung suhu subbenua India pada 2050 sembari Anda menyeruput secangkir teh atau memasak makan malam. Geyde menyebut konsepnya SETI@home.

(hlm. 261)

Apakah Anda mengenali teknik inovasi yang kita gunakan di sini? Ketergatungan Sifat. Faktanya, sebagian besar penghubung Kontradiksi Palsu dapat dipecahkan menggunakan teknik Ketergantungan Sifat. Dalam kasus ini, kita menciptakan sebuah ketergantungan antara ketenaran Sostratus dan waktu. Seiring waktu berlalu, ketenarannya meningkat.

(hlm. 262)

Sostratus mengukir namanya dalam huruf-huruf kapital pada sebongkah batu di depan mercusuar. Dia menambahkan sebuah tulisan yang memberkati semua orang yang membaca dan memahami tulisan tersebut. Lalu, dia memplester batu itu (dan ukurannya). Dia menuliskan nama Ptolemy II di atas plester tersebut, beserta pujian atas kebijaksanaan dan pencapaian sang raja. Kekuatan alam akhirnya mengirim sang raja dan arsitek untuk bergabung dengan para leluhur mereka—dan skenario Sostratus berjalan dengan sempurna. Selama bertahun-tahun, matahari, angin, dan udara asin secara bertahap mengikis plester itu. Nama Ptolemy perlahan-lahan menghilang, digantian ukiran Sostratus dari Knidos.

 (hlm. 267)

(Ingat, arti dari Ketergantungan Sifat adalah menciptakan ketergantungan antara dua variabel yang sebelumnya tidak saling terhubung dalam suatu masalah, sebagaimana kita pelajari pada bab 6.)

(hlm. 268)

Coba pikirkan: Apakah kedua kebutuhan tersebut (kuat dan ringan) benar-benar harus terjadi pada waktu yang sama? Tidak. Tiangnya bisa kuat dan ringan, hanya saja tidak pada saat bersamaan.

Kenapa asumsi ini sangat sulit diidentifikasi? Karena kita sangat jarang memikirkan waktu sebagai variabel dalam permasalahan di dalamnya—sebagai hal-hal statis. Barangkali kita terbiasa melakukannya karena kita semua mempercayai hukum kedua termodinamika, yakni waktu adalah bagian permanen atas segala hal di dunia kita.

(hlm. 269-270)

Kini, dengan tidak adanya kontradiksi, permasalahan kita menjadi berbeda: bagaimana kita bisa merancang tiang yang ringan saat sedang dibawa ke lokasi pamasangan oleh para prajurit, dan menjadi kuat setelah para prajurit memasang dan meninggalkannya? Dapatkah para prajurit membangun sesuatu untuk memperkuat tiang sebelum pergi?

Es adalah salah satu bahan terkuat yang ada di alam. Sebuah tank baja berat dapat melaju di atas permukaan danau yang membeku apabila lapisan esnya setebal 50 sentimeter. Kita dapat berasumsi dengan aman bahwa tiang yang terlapisi es seperti pada Gambar 7.3 akan cukup kuat untuk menahan beban antena yang terselimuti oleh es.

(hlm. 274)

WALIKOTA PAGEVILLE DAN PERUSAHAAN MINYAK TOWNSEND

Dengan menggunakan teknik Ketergantungan Sifat, pihak-pihak yang terkait menyusun sebuah perjanjian. Sang walikota masih akan menetapkan kenaikan pajak yang direncanakan.

(hlm. 275)

Tapi, dia juga setuju untuk menawarkan pembebasan pajak selama tujuh tahun kepada perusahaan—perusahaan baru dan mengurangi pajak perusahaan-perusahaan yang sudah ada untuk tetap tinggal di kota itu dan berkembang.

(hlm. 280)

PENGAMBILALIHAN YANG BERSAHABAT

Dalam kesepakatan akhir, BigCorp setuju untuk mengakuisisi PrivateCorp sebesar $12 juta tanpa Venture. Dari perspektif BigCorp, memotong $2 juta dari penawaran mereka—yang kini tidak meliputi sebuah aset yang hanya mereka hargai sebesar $1 juta—membuat tawaran menjadi $1 juta lebih bagus.

PrivateCorp juga lebih senang terhadap penawaran yang direvisi tersebut. Kesepakatan dengan BigCorp memungkinkan perusahaan itu mempertahankan kendali mereka atas Venture (yang menurut PrivateCorp bernilai $6 juta) dan masih menerima $12 juta untuk sisa perusahaan mereka.

(hlm. 291)

BERLATIH MENUJU KESEMPURNAAN

Dalam buku Made to Stick, Chip dan Dan Heath menuliskan pentingnya simulasi mental dalam pemecahan masalah dan peningkatan kemampuan: “Sebuah ulasan dari 35 penelitian yang melibatkan 3.214 peserta menunjukan bahwa latihan mental saja—duduk diam, tidak bergerak, membayangkan diri Anda melakukan sebuah tugas dengan sukses dari awal sampai akhir—akan meningkatkan performa Anda secara signifikan. Hasilnya meliputi sejumlah besar tugas. Secara umum, latihan mental saja bisa menghasilkan kurang lebih dua per tiga keuntungan yang diperoleh lewat latihan fisik.”

 

Kembali ke daftar isi

Revolusi Industri Keempat

Klaus Schwab

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku “Revolusi Industri Keempat” karangan Klaus Schwab.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

REVOLUSI
INDUSTRI
KEEMPAT

Klaus Schwab

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Kompas Gramedia

GM 619222021

Alih bahasa: Farah Diena & Andi Tarigan      
Editor: Andi Taringan 
Desain isi: Fajarianto  
Desain sampul: Isran Febrianto

ISBN: 978-602-06-3042-7

(hlm.2)

Bab 1

REVOLUSI INDUSTRI
KEEMPAT

1.1 Konteks Historis

Revolusi industri pertama berlangsung dari tahun 1760-an sampai 1840-an. Dipicu oleh pembangunan jalur kereta api dan penemuan mesin uap, revolusi ini membawa pada era produksi mekanis. Revolusi industri kedua, yang dimulai pada akhir abad ke-19 hingga akir abad ke-20, memungkinkan dilakukannya produksi massal,  yang berkembang dengan ditemukannya listrik dan sistem perakitan. Revolusi industri ketiga dimulai sekitar tahun 1960-an. Revolusi ini biasa disebut revolusi komputer atau digital karena dorongan pengembangan semikoduktor, komputer bingkai utama (1960-an), komputer pribadi (1970-an dan 1980-an), serta internet (1990-an).

(hlm.5)

 1.2 Perubahan Mendalam dan Sistematis

Premis buku ini adalah bahwa teknologi dan digitalisasi akan merevolusi segalanya, yang membuat adagium “kali ini berbeda” –yang telah digunakan secara berlebihan–menjadi tepat.

(hlm.7)

Fakta bahwa jumlah kekayaan dewasa ini dihasilkan dengan 10  atau 15 tahun yang lalu, mungkin terjadi karen bisnis digital memiliki margin biaya yang mendekati nol. Selain itu, banyak bisnis di era digital ini juga menyediakan “barang informasi” dengan biaya penyimpanan, transportasi, dan pengandaan yang secara virtual berjumlah nol. Sejumlah perusahaan distruptip berbasis teknologi tampaknya hanya mebutuhkan modal kecil untuk berhasil. Bisnis seperti Instagram atau Whatsapp, misalnya, tidak membutuhkan dana besar untuk memulainya, yang mengubah peran bisnis modal dan skala pada konteks revolusi industri keempat. Secara umum, ini menunjukkan bagaimana pengembaian skala pada gilirannya akan menguatkan skala dan membawa perubahan di seluruh sistem.

(hlm.10)

Ketidaksetaraan sebagai sebuah tantangan sistematis

Akibatnya, pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari industri keempat merupakan penyedia modal intelektual maupun fisik: para inovator, investor, da pemegang saham, yang menjelskan semkin besarnya jurang kekayaan antara mereka yang tergantung pada kerja dan merek yang memiliki modal.

(hlm.14)  

Bab 2

POROS-POROS
PENGGERAK

2.1 Megatren

Seluruh perkembangan dan teknologi baru memiliki satu karakter yang sama: semuanya menggunakan kekuatan luar biasa dari digitalisasi dan teknologi informasi.

2.1.1 Gugus Fisik

Ada empat manifesta fisik dari megatren teknologi, yang merupakan gugus termuda untuk dikenali karena kejelasan wujudnya:

  • Kendaraan otomatis
  • Pencetakan 3D
  • Robot tingkat lanjut
  • Material baru

(hlm.16)

Hal ini berkebalikan dengan manufaktur substraktif, yang menjadi cara banyak produk dibentuk sampai saat ini, di mana lapisan demi lapisan dihilangkan dari sepotong material hingga bentuk yang diinginkan tercapai. Sebaliknya, pencetakan 3D dimulai dengan material lepas yang kemudian dibangun menjadi objek 3 dimensi dengan menggunakan cetakan digital.

(hlm.18)

Misalnya nanomaterial tingkat lanjut seperti grafena yang 200 kali lebih kuat dari baja, sejuta kali lebih tipis dari rambut manusia, serta merupakan konduktor panas dan listrik yang efisien. Ketika harga grafena dapat berkompetisi dengan material lainnya (gram ke gram, grafeena adalah salah satu material termahal di dunia, dengan harga 1.000 dolar AS untuk sekeping dengan ukuran satu mikrometer).

(hlm.20)

2.1.2 Gugus Digital

Kalau saat ini teknologi blockchain mencatat transaksi finansial yang dilakukan dengan mata uang digital seperti bitcoin, di masa depan teknologi ini akan menjadi pencatat untuk hal  lain seperti akta kelahiran dan kematian, sertifikat kepemilikan, akta nikah, ijazah akademis, klaim asuransi prosedur medis, serta pemilu–pada intinya, transaksi apa pun yang dapat dikodekan.

(hlm.22)

Ekonomi pasar permintaan memuncukan pertanyaan mendasar: manakah yang lebih patut dimiliki, trategi platform atau aset yang melandasinya? Sebagaimana ditulis oleh ahli strategi media Tom Goodwin dalam artikel TechCrunch, Maret 2015: “Uber, perusahaan taksi terbesar di dunia, tidak mempunyai satu konten pun. Alibaba, toko dengan tingkat penjualan tertinggi tidak mempunyai inventaris apa pun. Airbnb, penyedia tempat tinggal terbesar di dunia, tidak memiliki satu pun perumahan.”

(hlm.23)

2.1.3 Gugus Biologis

Butuh waktu lebih dari satu dekade, dan biaya  2,7 miliar dolar AS, untuk menyelesaikan Proyek Genom Manusia. Saat ini, satu gen dapat diurutkan hanya dalam waktu beberapa jam dengan biaya kurang dari seribu dolar AS. Dengan kemajuan teknologi komputer, ilmuwan tak lagi bekerja dengan prinsip coba dan gagal (trial and error); alih-ali demikian, mereka menguji bagaimana variasi genetis tertentu menghasilkan sifat dan penyakiit khusus.

(hlm.34)

Bab 3

DAMPAK

3.1.1 Pertumbuhan

“Stagnasi sekuler” menggambarkan sebuah situasi kekurangan permintaan yang terus menerus yang mana tidak dapat di atasi bahkan dengan nilai bunga yang mendekati nol.

(hlm.41)

3.1.2 Lapangan Pekerjaan

pada 1931, pakar ekonomi John Maynard Keynes dikenal karena memperingatkan tentang penyebaran penganguran akibat teknologi “karena penemuan kita atas cara-cara membuat tenaga kerja lebih ekonomis lebih cepat dari laju di mana kita dapat menemukan kegunaan baru atas tenaga kerja itu”.

(hlm.44)

 Kebutuhan dan hasrat umat manusia bersifat tak terbatas, maka proses menyediakan apa yang dibutuhkan atau di hasrati manusia harusnya juga tak terbatas. Terlepas dari resesi normal dan depresi pada waktu-waktu tertentu, masih akan ada pekerjaan untuk semua orang.

(hlm.45)

Dua peneliti dari Oxford Martin School, ahli ekonomi Carl Be nedikt Frey dan ahli pembelajaran mesin Michael Osborne, telah mengukur dampak potensial dari inovasi teknologi pada penganguran, dengan memeringkatkan 702 profesi berbeda berdasarkan kemungkinan mereka diotomasikan, dari yang paling rendah terkena risiko otomasi (“0” berarti tidak berisiko sama sekali) sampai ke mereka yang paling rentan terkena berisiko bahwa pekerajaan sampai ke mereka yang paling rentan terkena risiko (“1” berarti berisiko bahwa pekerjaan tersebut tergantikan oleh komputer dan sejenisnya).

(hlm.58)

3.1.3 Hakikat Kerja

Sebagaimana platform awan-manusia mengklasifikasi para pekerja sebagai pekerja mandiri, mereka-untuk saat ini–bebas dari tuntutan untuk membayar upah minimum, pajak perusahaan, dan jaminan sosial.

(hlm.61)

3.2 Bisnis

Melampaui perubahan yang terjadi pada pola pertumbuhan, pasar tenaga kerja, dan masa depan kerja yang akan secara alami memengaruhi semua organisasi, terdapat bukti bahwa teknologi yang menyokong revolusi industri keempat sangat berdampak terkait bagaimana bisnis dijalankan, diorganisasi, dan dijadikan sumber daya. Satu gejala khusu dari fenomena ini adalah reduksi historis atas rata-rata umur sebuah korporasi yang terdatar dalam S&P 500 telah jatuh dari sekitar 60 menjadi sekitar 18. Gejala lain adalah pergeseran terkait waktu dibutuhkan oleh para pemain baru untuk mendominasi pasar dan  mencapai batu lompatan pendapatan yang signifikan. Facebook memerlukan waktu enam tahun untuk dapat mencapai pendapatan 1 juta dolar AS setahun, dan Google hanya dalam waktu lima tahun.

(hlm.68)

3.2.2 Produk-Produk Didukung Data

Tesla, misalnya, menunjukkan bagaimana pembaruan peranti lunak dapat dilakukan denga cara programan lewat udara (over the air) dan konektivitas dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan sebuah barang (mobil) setelah pembelian, ketimabang membeiarkan nilainya jatuh seiring waktu.

(hlm.90)

3.3.1 Pemerintah

Ada dua pendekatan konseptual. Pendekatan pertama, semua yang tidak dilarang  secara eksplisit artinya diperbolehkan. Pada pendekatan kedua, semua yang tidak secara eksplisit diperbolehkan artinya dilarang. Pemerintah harus menggbungkan kedua pendekatan ini.

(hlm.95)

Regulasi yang Memungkinkan Inovasi

Negara-negara dan wilayah-wilayah yang berhasil dalam membangun norma-norma internasional yang lebih digemari di masa depan di dalam kategori-kategori dan lapangan-lapangan utama ekonomi digital baru (komunikasi 5G, penggunaan drone komersial, internet-untuk-segala, kesehatan digital, manufaktur yang canggih, dan seterusnya) akan meraup keuntungan ekonomi dan finansial cukup banyak.

(hlm.96)

Sekarang, misalnya,  perusahaan-perusahaan asal Amerika Utara tetaplah menjadi yang paling inovatif di seluruh dunia berdasarkan hampir semua ukuran. Mereka menarik orang-orang paling bertalenta, menghasilkan paling banyak hak paten, menentukan mayoritas modal ventura dunia, dan karena terdaftar secara publik, menikmati penilaian korporasi yang tinggi. Hal ini lebih jauh lagi ditekankan oleh fakta bahwa Amerika Utara masih menjadi ujung tombak dari empat revolusi sinergis: inovasi teknologi dalam produksi energi, manufaktur digital yang canggih, ilmu pengetahuan terkait kehidupan (biologi), dan teknologi informasi.

(hlm.98)

Daerah dan kota sebagai pusat inovasi

“Setengah dari populasi dunia tidak memiliki telepon genggam dan 450 juta orang masih hidup di tempat yang tak terjangkau sinyal telepon genggam. Sekitar 90% dari populasi negara-negara berpenghasilan rendah dan lebih dari 60% populasi secara global belum terjangkau jaringan internet. Terakhir, sebagian besar telepon genggam masih dalam versi generasi yang lebih tua.”

(hlm.100)

Menurut yayasan inovasi Nesta di Inggris, lima kota terbaik secara global dalam hal memiliki kebijakan yang paling efektif untuk menyuburkan inovasi adalah New York, London, Helsinki, Barcelona, dan Amsterdam. Penelitian Nesta menunjukkan bahwa kota-kota tersebut berhasil menemukan cara kreatif untuk memengaruhi perubahan di luar wilayah kebijakan formal, yakni dengan bersikap terbuka dan lebih menempatkan diri sebagai wirausahawan (ketimbang birokrat).

(hlm.101)

Kotak D

Mengadopsi sebatang pohon melalui jejaring sosial: penelitian menunjukkan bahwa peningkatan 10% area hijau di sebuah kota dapat menjadikompensasi atas naiknya temperatur yang disebabkan oleh perubahan iklim: tumbuh-tumbuhan dapat membantu menghalangi radiasi gelombang pendek sembari menguapkan air, mendinginkan udara sekitar, dan menciptakan iklim mikro yang lebih nyaman. Kanopi pohon dan sistem akar jug dapat mengurangi aliran air hujan dan menyeimbangkan persediaan makanan.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      

(hlm.133)

3.5.2 Hubungan Manusia

“Di zaman yang serbacepat, tidak ada yang lebih menggembirakan daripada melambat,” tulis Pico Iyer, seorang penulis buku-buku perjalanan. Dan, di zaman yang penuh distraksi, tidak ada yang lebih mewah daripada memberikan perhatian. Dan, di zaman yang terus bergerak secara konstan, tidak ada yang begitu penting selain duduk diam.

(hlm.135)

Kotak I

Kesehatan dan Batas Privasi

Sejumlah perusahaan asuransi mulai mempertimbangkan untuk memberikan penawaran kepada pemegang polisnya: jika Anda menngenakan perangkat yang memonitor kesehatan Anda–berapa banyak Anda tidur dan berolahraga, jumlah langkah yang Anda tempuh per harinya, jumlah dan jenis kalori yang Anda makan,dll.–dan jika Anda sepakat bahwa informasi ini dapat dikirim ke penyedia jasa asuransi kesehatan Anda, kami akan menawarkan Anda diskon atas premi Anda.

(hlm.140)

JALAN KE DEPAN

Di era distruptif ini, di  mana dunia dengan cepat berubah, mereka yang berpikiran sempit dan memiliki pandangan yang pasti tentang masa depan akan memfosil. Itulah kenapa lebih baik menjadi rubah ketimbang landak, merujuk dikotomi yang ditunjukkan filsuf Isaiah Berlin dalam esainya pada 1953 mengenai penulis dan pemikir. Berada dalam lingkungan yang semakin kompleks dan disruptif membutuhkan kelincahan intelektual dan sosial sebagaimana rubah ketimbang memiliki fokus yang tetap dan sempit layaknyaa landak. Dalam istilah praktisnya, para pemimpin tidak dapat lagi berfikir dalam ruang-ruang yang sempit.

(hlm.143)

Kecerdasan Fisik–Tubuh

Epigenetika, cabang ilmu biologi yang sedang sedang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, adalah proses di mana lingkungan memodifikasi ekspresi gen kita. Epigenetika menunjukkan betapa pentingnya tidur, nutrisi, dan olahraga di dalam hidup kita. Berolahraga secara teratur, misalnya, memiliki dampak posiitif terhadap cara kita berpikir dan merasa. Berolahraga secara langsung berdampak terhadap performa kita dilingkungan pekerjaan dan, kemampuan kita untuk berhasil.

(hlmm.145)

Menuju Kebangkitan Budaya Baru

“Keraguan adalah situasi yang tak menyenangkan, namun kepastian adalah situasi konyol.”

(hlm.166)

LAMPIRAN:
PERGESERAN
MENDALAM

Pergeseran 6: Superkomputer di Saku Kita

Tim Google Inside Search pada 2012 memublikasikan bahwa “untuk menjawab satu pencarian Google, kurang lebih dibutuhkan kemampuan komputasi yang sama dengan yang dibutuhkan untuk seluruh–baik saat penerbangan maupun di darat–program penerbangan Apollo!”84  

(hlm.169)

Pergeseran yang sedang terjadi

Pada 1985, superkomputer Cray-2 adalah mesin tercepat di dunia. Produk iPhone 4, yang diluncurkan pada Juni 2010, mempunyai kemampuan yang setara dengan Cray-2; saat ini, dengan jarak hanya lima tahun, Apple Watch memiliki kecepatan dua kali iPhone 4.87

(hlm.183)

Pergeseran 11: Data Raksasa untuk Pengambilan Keputusan

Peringkat yang dikeluarkan oleh Yelp cukup kuat. Selain berfungsi sebagai penyambung lidah bagi penduduk kota untuk memberi tahu bahaya makanan, kolaborasi ini berpotensi menjadi cara untuk mempermalukan restoran yang nakal untuk memenuhi standar kesehatan.

(hlm.187)

Pergeseran 13: Kecerdasan Buatan dan Pembuatan Keputusan

Deep Knowledge Ventures, sebuah usaha pendanaan modal–berbasis di HongKong–yang menanamkan modalnya pada sains kehidupan, penelitian kanker, penyakit penuaan, dan obat regeneratif telah menunjuk sebuah algoritma kecerdasan buatan bernama VITAL (Validating Investment Tool for Advancing Life Science) sebagai direktur.

(hlm.189)

Pergeseran 14: Kecerdasan Buatan dan Pekerjaan Kerah Putih

Pergeseran yang sedang terjadi

“Watson, produk IBM yang terkenal karena kinerjanya yang cemerlang pada acara permainan TV Jeopardy!, telah menampilkan diagnosis yang dibuat manusia–90% melawan 50% pada beberapa tes. Alasannya adalah data. Mengikuti perkembangan data medis membutuhkan 160 jam kerja dokter dalam seminggu. Akibatnya, dokter tidak mungkin membaca sejumlah pengetahuan baru atau bahkan artikel tentang bukti klinis yang dapat mempertajam diagnosis yang dilakukan. Ahli bedah telah menggunakan sistem otomatis untuk membantu prosedur serangan-rendah.”

(hlm.192)

Pergeseran 16: Bitcoin dan Berkas Berantai (Blockhain)

Pergeseran yang sedang terjadi

Smartcontracts.com menyediakan kontrak yang dapat diprogram yang akan melakukan pembayaran di antara dua pihak apabila kriteria tertentu sudah tercapai tanpa melibatkan moderator Kontrak ini aman dalam berkas berantai sebagai “situasi kontraktual yang mengeksekusi diri”, yang akan mengeliminasi risiko bergantung pada orang lain melalui komitmen.

(hlm.196)

Pergeseran 18: Pemerintahan dan Berkas Berantai

Pergeseran yang sedang terjadi

Pada 2015, negara virtual pertama–BitNation–diciptakan dengan menggunakan berkas berantai sebagai teknologi identifikasi mendasar untuk kartu identitas penduduknya. Di saat yang sama, Estonia menjadi pemerintah riil pertama yang memopulerkan teknologi berkas berantai.

(hlm.201)

Pergeseran 20: Pencetakan 3D dan Kesehatan Manusia

Pergeseran yang sedang terjadi

“[Pada 2014], dokter di Peking University Third Hospital berhasil melakukan implantasi ruas tulang belakang hasil cetak 3D pertama kepada seorang pasien muda untuk menggantikan ruas yang terkena kanker di lehernya. Ruas pengganti dibuat dengan menggunakan ruas tulang milik pasien yang masih ada sebagai modelnya. Hal ini membuat ruas pengganti tersebut lebih mudah menyatu dengan tubuh pasien.”

(hlm.204)

Pergeseran 22: Pengada Perancang103

Proyek DNA manusia menghabiskan 2,7 miliar dolar AS untuk menghasilkan urutan seluruh gen pada 2003. Pada 2009, biaya per gen turun menjadi 100.000 dolar AS, sementara saat ini amatlah mungkin bagi peneliti untuk membayar laboratorium khusus hanya dengan biaya 1.000 dolar AS untuk pengurutan DNA.

(hlm.206)

“Peneliti yang dipimpin oleh Junjiu Huang dari Yat-sen University di Guangzhou menerbitkan makalah ilmiah pertama di dunia mengenai bagaimana mengubah DNA embrio manusia.”

 

Kembali ke daftar isi

Contagious

Jonah Berger

Berikut ini adalah kutipan-kutipan yang saya kumpulkan dari buku Contagious oleh Jonah Berger.

Tanpa harus membacanya semua, Anda mendapatkan hal-hal yang menurut saya menarik dan terpenting.

Saya membaca buku-buku yang saya kutip ini dalam kurun waktu 11 – 12 tahun. Ada 3100 buku di perpustakaan saya. Membaca kutipan-kutipan ini menghemat waktu Anda 10x lipat.

Selamat membaca.

Chandra Natadipurba

===

CONTAGIOUS

Oleh: Jonah Berger

2013

Pendahuluan:

Mengapa Ada Yang Mudah Menjadi Populer

Lebih dari 25 persen gagal dalam dua belas bulan setelah membuka pintu. Enam puluh persen bangkrut dalam tiga tahun pertama.

(hal 2)

Wein tidak hanya menciptakan cheesesteak yang berbeda, dia menciptakan bahan perbincangan.

(hal 4)

Satu alasan produk dan gagasan tertentu menjadi populer adalah karena hal itu jelas lebih baik.

Alasan lain produk diterima oleh banyak orang adalah penentuan harga yang menarik.

(hal 6)

Transmisi Sosial

Orang senang berbagi cerita, berita, dan informasi dengan orang-orang di sekitar mereka.

(hal 9)

Bagaimanapun, teman cenderung mengatakan yang sebenarnya kepada kita.

(hal 10)

Kita cenderung memilih orang tertentu yang menurut kita akan mendapati informasi itu paling relevan dengan mereka.

(hal 11)

Penelitian oleh Keller Fay Group menemukan bahwa getok tular yang terjadi di ajang online hanya 7 persen.

Menghabiskan banyak waktu untuk offline.

Kita juga cenderung menilai getok tular online secara berlebihan karena lebih mudah terlihat.

(hal 14)

Sekadar menulis di halaman Facebook atau Twitter tidak berarti setiap orang akan melihat atau menyebarkan isinya.

Hanya sepertiga dari satu persen yang dilihat lebih dari 1 juta kali.

(hal 15)

Apakah Ada Sesuatu yang Sejak Awal Cenderung Menikmati Getok Tular?

Smartphone cenderung lebih menarik daripada faktur pajak, anjing yang bisa bicara lebih menarik daripada reformasi undang-undang tentang ganti rugi, dan film Hollywood lebih menarik daripada pemanggang roti atau blender.

(hal 19)

Kedua cerita itu membangkitkan emosi seperti terkejut atau kagum:

(hal 27)

Kita perlu menciptakan pesan yang membantu mereka memperoleh kesan yang diinginkan itu.

(hal 28)

Kita perlu merancang produk dan gagasan yang sering dipicu oleh lingkungan dan menciptakan pemicu baru dengan menghubungkan produk dan gagasan kita dengan petunjuk yang sudah mapan di lingkungan termaksud. Pemikiran terbaik cenderung muncul di ujung lidah.

Hal emosional sering diceritakan kepada orang lain. Jadi alih-alih menonjolkan fungsi, kita perlu berfokus pada perasaan.

Membuat sesuatu lebih terlihat menjadikan sesuatu itu lebih mudah ditiru, yang memperbesar kemungkinannya menjadi lebih populer. Jadi, kita perlu membuat produk dan gagasan kita lebih umum.

(hal 29)

Orang yang punya kecenderungan membantu orang lain, jadi kalau kita bisa menunjukan kepada mereka bagaimana produk atau gagasan kita akan menghemat waktu, meningkatkan kesehatan, atau menghemat uang, mereka akan menyebarkan informasi itu.

Kita perlu menyoroti keistimewaan yang kita tawarkan.

Informasi menyebar dengan cara menyamar sebagai obrolan ringan pada saat-saat senggang.

(hal 30)

Bab 1

Mata Uang Sosial

“Tidak ada yang lebih mewabah atau menular selain ketika orang teman pergi ke suatu tempat kemudian memberikan rekomendasi penuhnya untuk tempat itu.”

Rahasia cenderung tidak bertahan menjadi rahasia untuk waktu yang sangat lama.

(hal 39)

Orang menceritakan hal-hal yang membuat mereka tampak hebat di mata orang lain.

Menciptakan Jenis Mata Uang Baru

Mereka menunjukan karya itu kepada orang lain.

Mengapa orang berbicara begitu banyak tentang sikap-sikap dan pengalaman mereka sendiri?

Alasannya lebih dari sekadar kesombongan; kita sungguh melakukannya karena menemukan bahwa itu menyenangkan.

(hal 41)

Sama seperti orang menggunakan uang untuk membeli produk atau jasa, mereka menggunakan mata uang sosial untuk mendapatkan kesan positif yang diinginkan diantara keluarga, teman-teman, dan mitra-mitra kerja.

Ada tiga cara untuk melakukannya: (1) menemukan keistimewaan bawaan; (2) memanfaatkan mekanisme permainan; dan (3) buat orang merasa sebagai orang dalam.

(hal 45)

Fakta Nyata # 27: Bola kaca akan memantul lebih tinggi daripada bola dari karet.

Ide: di dalam kemasan produk, beberkan fakta yang menarik, Google fact?

(hal 46)

Namun, orang saling menceritakan fakta-fakta Snapple macam itu karena keistimewaannya. Dan menceritakan hal-hal yang istimewa membuat mereka mendapatkan Mata Uang Sosial.

Kita semua ingin disukai. Hasrat untuk mendapatkan pengakuan sosial merupakan motivasi manusia yang mendasar.

(hal 48)

Beberapa kali bayi kita bangun dan menangis pada malam hari?

Sering kita bahkan tidak bermaksud membesar-besarkannya; kita hanya tidak ingat semua detail cerita itu.

Kita mempunyai unsur-unsur yang utama, tetapi ada beberapa bagian yang hilang, mak kita mengisi kekurangan itu dengan kemampuan mengarang kita. Kita membuat tebakan yang terpelajar.

(hal 51)

Satu cara untuk membangun kejutan adalah melanggar pola pikir atau harapan banyak orang.

(hal 52)

Kita semua tahu jumlah mil dapat ditukar dengan perjalanan gratis, menginap gratis, dan bonus-bonus lain. Kendati demikian, sebagian besar orang tidak pernah memanfaatkan jumlah mil sebanyak-banyaknya?

Karena itu permainan yang menyenangkan.

(hal 57)

Kita semua senang mendapatkan sesuatu.

(hal 58)

Orang tidak hanya peduli terhadap kinerja mereka, mereka juga peduli terhadap kinerja mereka ketika diperbandingkan dengan orang lain.

(hal 59)

Kita senang memiliki status yang tinggi, terkemuka, atau menjadi pemimpin dalam kelompok.

Lagi pula, apa gunanya status kalau tidak ada orang lain tahu bahwa Anda memilikinya?

(hal 60)

Membuat Orang Merasa Sebagai Orang Dalam

Model bisnis mereka jelas sekali: perusahaan-perusahaan yang ingin cuci gudang atau menghabiskan barang yang berlebihan akan menjual barang-barang itu dengan murah kepada SmartBargains, dan SmartBargains akan meneruskan penawaran itu kepada konsumen.

(hal 65)

Eksklusivitas juga berhubungan dengan pengetahuan. Mengetahui informasi tertentu atau berhubungan dengan orang tertentu yang memiliki informasi itu. Di situlah Please Don’t Tell dan Rue La La masuk. Anda tidak harus menjadi pesohor untuk masuk ke Please Don’t Tell, tetapi karena tersembunyi, hanya orang tertentu yang tahu bahwa bar itu ada.

(hal 69)

Siapa tahu Anda ingin membocorkan rahasia mereka.

(hal 76)

Bab 2

Pemicu

Orang lebih banyak memperbincangkan Cheerios daripada Disney World. Alasannya? Pemicu.

(hal 79)

Seperti kita duga, produk-produk yang menarik mengalami getok tular langsung lebih banyak daripada produk-produk yang tidak menarik.

Akan tetapi, produk-produk yang menarik tidak mempertahankan tingkat kegencaran getok tular mereka sejalan dengan waktu.

(hal 87)

Dari Permen Mars Sampai Pemilu:

Bagaimana Pemicu Memengaruhi Perilaku

Sesuatu yang anda lihat, cium, dan dengar bisa memicu pikiran-pikiran dan gagasan-gagasan yang berkaitan, membuatnya naik ke permukaan.

Mengapa jadi masalah jika pikiran atau gagasan tertentu ada di permukaan? Karena pikiran dan gagasan yang mudah diakses itu memicu aksi.

(hal 89)

Para mahasiswa yang diminta membaca slogan “hidup sehat” yang lebih genetik tidak mengubah kebiasaan makan. Namun, para mahasiswa yang membaca slogan “baki” dan memakai baki di kafetaria mengalami perubahan perilaku yang mencolok. Baki mengingatkan mereka pada slogan dan alhasil mereka makan buah serta sayuran 25 persen lebih banyak Pemicu menunjukan keberhasilannya.

(hal 92)

Tidak banyak yang berpikir bahwa yang penting adalah tempat setepatnya mereka memberikan suara.

(hal 93)

Kenyataan bahwa mereka berada di sebuah sekolah ketika harus menentukan pilihan memicu perilaku yang lebih condong ke kepentingan pendidikan.

Pada pemilihan presiden tahun 2000, perbedaan antara George Bush dan Al Gore tidak sampai 1.000 suara.

(hal 95)

Para peneliti bahkan menganggapnya satu dari sepuluh besar earworm—melodi yang melekat di kepala—sepanjang masa.

(hal 103)

Kopi adalaha stimulus yang sering dalam kehidupan kita. Ada banyak sekali orang yang minum kopi.

(hal 104)

Bab 3

emosi

sasaran artikel-artikelnya selalu sama: memberi orang lain sedikit saja dari kegairahan yang pernah dia rasakan di kelas kimianya sepuluh tahun sebelumnya. Penghargaan terhadap keajaiban dalam penemuan ilmiah.

(hal 119)

Ternyata artikel sains sering kali menceritakan inovasi dan temuan yang membangkitkan emosi tertentu di kalangan pembaca. Emosi apa? Kagum atau terpesona.

(hal 127)

Anda merasa kecil. Anda merasa tersanjung. Seperti itulah ketika Anda merasa takjub.

Menurut psikolog Dacher Keltner dan Jonathan Haidt, takjub adalah rasa terkejut dan kagum yang terjadi ketika seseorang terinspirasi oleh pengetahuan, keindahan, kebesaran, atau keagungan yang dahsyat. Itu pengalaman ketika Anda berhadapan dengan sesuatu yang lebih hebat dari Anda sendiri.

Orang yang menganggap emosi ini asing orang yang tak bisa lagi merasa takjub dan sulit dipercaya, sama seperti orang yang sudah mati.

(hal 128)

Sulit menyaksikan video itu tanpa dibuat takjub oleh kekuatan dan hati perempuan itu. video itu tidak hanya menggetarkan tapi juga memukau. Dan emosi itu mendorong orang untuk memberitahukan video tersebut kepada orang lain.

(hal 131)

Artikel positif lebih mungkin dibagikan ke banyak orang dibanding artikel negatif.

(hal 134)

Ketika orang merasa puas, mereka menjadi santai. Jantung mereka melambat, tekanan darah mereka menurun. Mereka bahagia, tapi untuk beberapa saat mereka merasa tidak ingin berbuat apa pun.

(hal 137)

Marah dan cemas membuat orang ingin berbagi karena, seperti takjub, emosi-emosi itu sangat memicu status siaga.

(hal 138)

Jadi, berhati-hatilah ketika lain waktu Anda pulang dari sasana kebugaran, hampir bertabrakan dengan kendaraan lain, atau ketika pesawat Anda tiba-tiba mengalami guncangan di udara.

(hal 153)

Bab 4

Umum

Dari membuka kotak sampai mendapatkan dukungan teknisi. Pernah memperhatikan proses yang lambat ketika Anda pertama kali membuka tutup kotak iPhone baru? Itu karena Apple bekerja keras pada perancangan pengalaman itu guna memberikan rasa mewah dan sentuhan yang sempurna.

(hal 158)

Jobs sadar melihat orang lain mengerjakan sesuatu membuat orang lebih mungkin mengerjakan hal itu sendiri.

(hal 159)

Psikologi di Balik Praktik Meniru

Orang sering meniru hal yang ada di sekeliling mereka.

(hal 160)

Mereka barang kali mengetahui sesuatu yang tidak kita ketahui.

Itu sebabnya barista dan bartender mengisi stoples tempat pelanggan menaruh persenan dengan beberapa lembar uang mereka sendiri. Kalau tempat persenan itu kosong, pelanggan mungkin mengandaikan orang lain tidak memberi persenan, lalu memutuskan tidak memberi persenan juga.

(hal 161)

Lebih dari 40.000 orang Amerika Serikat mencapai stadium akhir penyakit ginjal itu setiap tahun. Ginjal mereka gagal karena alasan berbeda dan mereka punya dua pilihan: entah harus bolak-balik kerumah sakit yang memakan waktu tiga kali seminggu untuk menjalani dialisis yang masing-masing berlangsung selama lima jam, atau menjalani transplantasi ginjal.

(hal 162)

Lebih dari dua pertiga mengatakan ingin terjun ke perbankan investasi atau konsultasi, dengan bebrapa kelompok kecil memilih karier berbeda.

(hal 165)

Namun, ketika ingi mengacungkan tangan, mereka mengurungkannya karena khawatir menjadi satu-satunya yang tidak mengerti.

Perilaku bersifat umum sedangkan pikiran bersifat pribadi.

(hal 168)

Vasibilitas umum menggenjot getok tular.

(hal 170)

Movember Foundation sukses karena menemukan cara menjadikan hal yang pribadi memasyarakat. Mereka menemukan cara menggalang dukungan untuk sesuatu yang abstrak—sesuatu yang biasanya tidak terlihat oleh orang lain—menjadi sesuatu yang bisa dilihat oleh semua orang.

(hal 173)

Kuning dipilih karena itu warna kaus peserta lomba yang memimpin klasifikasi umum di Tour de France. Kuning juga tidak dikaitkan dengan gender sehingga laki-laki den perempuan tidak keberatan memakainya.

Gelang olahraga menciptakan lebih banyak residu perilaku dibandingkan yang dapat dihasilkan oleh acara bersepeda keliling Amerika.

(hal 183)

Residu perilaku adalah jejak atau berkas fisik yang ditinggalkan oleh kebanyakan aksi atau perilaku setelah kejadian.

(hal 184)

Anda tidak pernah melihat iklan layanan masyarakat untuk menghindari tangan Anda terpotong gergaji atau supaya Anda tidak tertabrak bus, jadi ketika pemerintah menghabiskan waktu dan dana untuk memberitahu Anda tentang narkoba, pasti banyak teman sebaya Anda yang sudah menggunakan bahan berbahaya itu, kan? Sebagian di antara mereka adalah anak paling “keren” di sekolah. Dan sebelumnya Anda tidak tahu itu!

(hal 189)

Kurang dari 50 persen orang menikmati musik dengan cara membeli? Wah. Kalau begitu bodoh sekali selama ini Anda mengeluarkan uang untuk menikmati musik yang sama.

(hal 190)

Bab 5

Nilai Praktis

orang senang membahas informasi yang praktis dan berguna.

(hal 197)

Jika Mata Uang Sosial terkait dengan pengirim informasi dan bagaimana berbagi menjadikan mereka terlihat seperti apa, Nilai Praktis terutama terkait dengan penerima informasi.

(hal 199)

Menghemat Beberapa Dolar

Ketika kebanyakan orang membayangkan nilai praktis, menghemat uang adalah salah satu hal pertama yang muncul di benak mereka.

(hal 200)

Penilaian dan keputusan tidak selalu rasional atau optimal. Sebaliknya, penilaian dan keputusan didasarkan pada prinsip-prinsip psikologi tentang cara orang merasakan dan mengolah informasi.

Salah satu prinsip utama teori prospek adala orang tidak mengevaluasi sesuatu beerdasarkan nilai mutlak. Mereka mengevaluasi sesuatu relatif terhadap suatu standar perbandingan, atau “titik acuan”.

(hal 203-204)

Harga pakaian di kedua katalog itu sama. Jadi, menggunakan kata “ obral” di samping harga terbukti meningkatkan penjualan bahkan meskipun harga barang itu sendiri tetap sama.

(hal 207)

Sementara diskon 10 persen mungkin tampak seperti angka yang relatif kecil, diskon yang sama langsung terkesan jauh lebih besar ketika diterjemahkan menjadi nilai dolar (75 dolar atau 200 dolar).

(hal 214)

Nilai praktis adalah tentang menolong orang lain.

(hal 221)

Bab 6

Cerita

Tak bisakah mereka langsung ke titik sasaran sebagi ganti menuliskan syair kepahlawanan dengan ratusan baris puisi?

(hal 225)

Jerih payah membuahkan imbalan. Luangkan waktu untuk mengerjakan sesuatu dengan benar.

(hal 228)

Sepupu saya begitu terkesan sehingga merasa wajib menceritakan kejadian itu.

(hal 231)

Dibandingkan pengakuan dalam iklan, lebih kecil kemungkinan orang membantah cerita orang yang netral.

(hal 233)

Informasi disebarluaskan dengan cara disamarkan di balik sesuatu yang terlihat seperti obrolan santai.

(hal 235)

“Evolution” menyebar secara luas karena Dove mengantar orang ke sesuatu yang sudah ingin di bahas oleh orang banyak: norma kecantikan yang tidak realistis.

(hal 240)

Sekitar 70 persen detail kisah hilang dalam lima hingga enam dari transisi pertama.

Namun, kisah tidak mengjadi lebih pendek: malah mendapat penajaman di sekitar pokok cerita atau detail utama.

(hal 249)

 

Kembali ke daftar isi

Artikel Terkait

Pelajaran Ilmu Bisnis dan Manajemen untuk Orang Sibuk

Standar Global untuk Menentukan Kualitas Manajemen Suatu Perusahaan

Kuisioner Survey untuk Menentukan Apakah Organisasi Anda Berstandar Global

error: Content is protected !!